[Freelance] From Lie To Love #2


“FROM LIE TO LOVE (2nd CHAPTER OF ???)”

Author                  : Tulith28
Title                       : From Lie To Love
Length                  : Chapter
Genre                   : Romance, Tragedy, etc
Rating                   : PG15
Cast                       : Please find by YourSelf ^^
Notes                    : Maaf jika pairingnya tak sesuai dengan kehendak reader. Maaf jika banyak salah disana-sini, mohon dimaklumi. Maaf jika ceritanya nglantur dan kata-katanya aneh juga terkesan lebay.

 HAPPY READING!!! ^^

 NORMAL POV

“Yoona, ireona!” Ryeowook tak henti-hentinya membangunkan  Yoona yang sedari tadi pingsan. Ryeowook yang capek karena terus berusaha membangunkan Yoona yang tak kunjung sadar, akhirnya menyerah dan membiarkan Yoona dikuasai oleh alam bawah sadarnya. Ryeowook pun berjalan kearah sofa dan menghempaskan tubuhnya yang capek ke sofa.

Bayangan rasamu yang samar tlah tergantikan. Demi nama Cinta, kan ku simpan perasaanku yang dulu milikmu itu didalam ingatanku, dan hatiku kini untuknya.’

 

YOONA POV

Sekujur tubuhku terasa sangat kaku. Perlahan kubuka mataku, samar-samar kulihat sekitarku. Kulihat sebuah jam  yang menempel didinding kamar ini, pukul 5.

“Ahhhh, kenapa badanku kaku sekali?” gumamku setelah cukup sadar. Aku lihat lagi sekelilingku. ‘ada yang ganjil’ pikirku. Ini bukan seperti kamarku. Terakhir kali aku sadar, aku sedang berdiri di depan receptionist. Kenapa sekarang aku disini? Ini dimana?

“Argggghhhhh.” Pekikku dan berusaha bangun dari posisi tidurku, ketika kuingat tempat ini. Kemarin aku berdiri disini dengan namja gila yang ingin bunuh diri itu.

“Jangan teriak-teriak. Kau tau ini masih pagi?” bentak namja yang tiba-tiba bangun dari tidurnya lalu duduk dengan tenang disofa yang berada tidak jauh dari tempat tidur yang sedang kududuki.

“Kenapa aku disini?” tanyaku lirih, tapi namja yang masih bernyawa setengah itu masih mendengarnya.

“Kenapa kau Tanya aku? Yang punya badan kan dirimu. Tanya aja pada dirimu sendiri kenapa kau bisa tidur disitu.” Jawab namja itu serampangan, karena nyawanya mungkin belum penuh. Aku hanya bingung mendengar jawabannya dan mencoba mengingat apa yang telah terjadi sampai membuatku bisa tidur dikamar ini.

Flashback On

“Kau? Apa yang kau lakukan?” teriakku ketakutan ketika melihat si namja aneh itu berjalan mendekatiku dengan membawa pisau di tangan kanannya.

“Ya! Jangan bunuh aku!” teriakku lagi, tapi sepertinya namja itu sudah kesetanan. Kurasakan tubuhku kaku melihat dia yang semakin mendekat. Mataku mulai mengeluarkan air mata. Aku ingin berteriak meminta tolong, tapi semua orang hanya memandang ngeri namja gila itu yang semakin dekat denganku. Karena banyak air mata yang keluar, lama-kelamaan mataku menjadi buram.

“Inikah saatnya kumati?”

Brukkkk..

Flashback Off

 

RYEOWOOK POV

‘Lho? Apa yang kukatakan? Dia kan pingsan tadi malam, dia gak mungkin ingat’ batinku. Niatku untuk meneruskan tidur aku urungkan, saat aku melihat Yoona tampak berusaha keras untuk mengingat-ingat hal apa yang membuat dia tidur dikamarku ini. Akupun beranjak mendekat ke Yoona yang masih duduk dikasurku.

“Ah, kau tadi malam ingin membunuhku kan? Lalu, aku pingsan!” kata Yoona.

“Ya! Aku bukan ingin membunuhmu, Yoona.” Ucapku. Aku duduk dikasur dan menatapnya.

“Terus, kenapa aku kau bawah kesini?”

“Karena aku tak tau rumahmu.” Jawabku jujur.

“Kau kan bisa….. Ya! Apa yang kau lakukan?” teriaknya ketika wajahku kudekatkan diwajahnya.

“Aku……” kugantungkan kata-kataku. Ku tau tubuhnya menegang dan wajahnya pun membatu.

“Aku…”

 

YOONA POV

Deg.Deg.Deg. Tuhan, apa yang dia akan lakukan?

“Aku……” ucapnya menggantung. Suhu tubuhku meningkat. Kurasakan detak jantungku yang bekerja semakin cepat.

“Aku…” digantungnya lagi kata-katanya. Kalau gini terus aku bisa meledak.

“Aku….. harap kau cepat pergi dari sini. Aku ingin tidur. Aku capek tidur disofa.” Ucapnya lirih, atau bisa disebut dengan desahan di telinga kananku. Sedetik kemudian aku sadar. Dia MEMPERMAINKANKU. Namja gila itu tertawa dengan kerasnya.

PLAKKKKK.

Kutautkan tangan kananku di pipi kirinya. Dia terdiam. Akupun terdiam. Kulirik wajahnya, sama sekali tidak tersirat kemarahan di wajah imutnya. Dia terus membisu.

“Rasa sakit bukanlah hal yang sebanding dengan Cinta. Sekeras apapun kau menghantamku, kan ku terima itu sebagai  sentuhan lembut penuh kasih sayang.” Ocehnya yang cukup membuatku bingung. Seketika, namja itu mulai tersenyum senang. Dia segera berlari kearah kursi putar yang ada di sebelah kasur ini. Tanpa buang-buang waktu, dia langsung menyalakan laptop putihnya yang ada diatas meja. Sedangkan aku hanya bisa bingung melihatnya.

“Huh.” Gumamku. Aku berdiri dari posisiku semula. Aku melangkahkan kakiku mendekati pintu kamar ini. Si namja aneh itu masih tenggelam dalam dunia anehnya tanpa tau kepergianku.

 

NORMAL POV

“Eonni, aku pulang!” teriak Yoona setelah membuka pintu rumahnya.

“Yoona, baru pulang?” Teriak Eonni Yoona yang sedang membaca sebuah novel dikamarnya. Yoona pun berjalan kearah kamar eonni nya itu.

“Ne, Eonnie.” Jawab Yoona singkat sambil berbaring di sebelah Kim Taeyeon, eonni-nya. Mereka memang bukan saudara kandung. Tapi, semenjak kedua orangtua Yoona meninggal, Keluarga Taeyeon lah yang mengasuh Yoona. Dan kini saat orang tua Taeyeon pun telah tiada, mereka berdua tetap hidup bersama di rumah kecil peninggalan Kedua orang tua Taeyeon.

“Eonni gak capek ya baca novel terus?” Tanya Yoona sambil melihat eonni-nya yang serius membaca novel.

“Enggak, eonni malah capek kalau sehari gak baca novel.” Jawab Taeyeon. Yoona hanya tertawa.

“Hiks, menyedihkan sekali ceritanya.” Ucap Taeyeon mulai sesenggukan.

“Eonni, Uljima! Itu hanya novel.” Kata Yoona yang heran melihat Eonni-nya yang sangat berlebihan itu.

“Gyeo Ul-ssi, benar-benar hebat. Dia bisa membuat cerita dinovelnya terasa begitu hidup.” Ucap Taeyeon dengan tetap mengeluarkan air mata.

“Gyeo Ul-ssi? Eonni, kau sungguh berlebihan.”

“Ne, Gyeo ul-ssi dia penulis novel  ini. Novelnya sungguh dingin seperti Musim dingin tanpa henti. Dan Yoona , ini bukan ekspresi berlebihan. Cerita dalam novel ini benar-benar terasa nyata. Coba deh kau baca!” kata Taeyeon panjang lebar. Diberikannya novel yang berjudul ‘FIREWORKS’ itu kepada Yoona. Yoona pun bangkit dari tidurnya dan meraih novel itu dari Taeyeon. Benar kata Taeyeon, Yoona yang baru 5 menit  membaca novel itu, sudah menangis tersedu-sedu.

NOVEL STORY

“Bila dia terbaik untukmu, kejarlah dia!” perintah namja manis, bernama Jung Yunho.

“Kau merelakan aku pergi bersamanya, oppa?” Tanya Goo Hara tanpa berani menatap namja yang akan menjadi ex-nya itu.

“Ne, cinta ini bukan sebuah keegoisan , Hara-ya.” Jawab Yunho mulai menitihkan air matanya.

“Jika ini keputusanmu, akan aku terima. Selamat tinggal, oppa. Saranghae!” Hara mulai meninggalkan Yunho yang semakin tenggelam dalam kesedihannya. Disatu sisi hatinya dia masih sangat mencintai Goo Hara, yeojachingu yang sudah menemani kehidupannya 3tahun terakhir. tapi di sisi lainnya, Yunho harus merelakan Hara pergi dengan namja lain, yang mungkin bisa hidup lebih lama dari dirinya. Yunho divonis hanya bisa hidup 1minggu lagi, karena kanker tulangnya yang sudah sangat parah.

“Kau pantas bahagia lebih lama , Jagi.” Ucap Yunho lemah, dan tubuh nya yang kurus pun tak sadarkan diri.

‘Kehidupan ini bagaikan kembang api, selalu ada pancaran cahaya indah, sebelum akhirnya menghilang.’

NOVEL STORY END

Yoona semakin menangis sejadi-jadinya saat membaca bagian terakhir dari novel itu *lebay*. J

 

YOONA POV

Aku berjalan terburu-buru memasuki ruangan loker pegawai hotel. Gara-gara aku baca novel Fireworks tadi, aku jadi nangis sampai kecapekan dan tertidur. Kulihat jam tanganku lagi, pukul 11.30. Aku telat setengah jam. Ini semua gara-gara Taeyeon Eonni dan novel dinginnya itu.

“Yoona, kau telat 31 menit 58 detik” kata Dae Hyun sunbae-nim padaku saat aku baru keluar dari ruang ganti.

“Mianhamnida, Sunbae-nim.” Kataku menyesal.

“Ne, gwaenchanha. Kamu pasti masih merasa tidak enak badan setelah pingsan tadi malam.” Ucapnya.

“Ah, anio. Aku……..”

“Sudah sana cepat ke receptionist. Para tamu sudah menunggu senyum manismu.” Godanya.

“Sunbae, jangan menggodaku.” Kataku malu.

Aku segera berjalan kearah meja receptionist. Tempat itu terlihat rame. Aku mempercepat langkahku, tapi tiba-tiba aku rasakan ada tangan yang menarikku, membuatku menghentikan langkahku. Ku balikkan tubuhku. ‘dia lagi?’ batinku.

“Ya! Kau namja gila. Lepaskan tanganku!” teriakku pada namja aneh itu.

“Yoona-ssi, temani aku makan siang.” Pintanya dengan menampangkan wajah super duper imut.

“MWO? Neo michyeosseo? Aku kenal kamu aja enggak, berani-beraninya kamu ngajak aku makan siang!” jawabku sewot.

“Kim Ryeowook imnida. Umurku 24 tahun. Aku tamu dihotel ini. Aku…”

“STOP!!! Hentikan ocehanmu, Tuan.” Potongku meng-copy kata-kata yang digunakannya kemarin untuk membentakku.

“Aku sibuk sekarang. Dan sekarang aku ini sudah terlambat. Kalau kau mau makan siang bersamaku, tunggu sampai aku istirahat, Tuan.. mmm?? Tuan Kim Ryeowook.” Kataku lagi. Aku menghempaskan tangan kanannya yang masih bertengger dipergelangan tangan kiriku. Aku berjalan menuju meja receptionist tanpa menolehnya.

 

RYEOWOOK POV

Sudah 5 jam aku duduk disini. Perutku sudah sangat lapar. ‘Apa Yeoja itu mengerjaiku? Ah, tidak mungkin. Dia pasti benar-benar sibuk dengan pekerjaannya, dia kan pegawai baru. Tapi, gimana kalau dia benar-benar mengerjaiku? Ah, tau lah.’ Batinku. Kulihat lagi sosoknya yang masih setia dengan meja receptionist itu. Dia sedang mengerjakan tugasnya, ya tugasnya untuk memberikan salam dan tersenyum ramah pada setiap tamu yang datang dan pergi, terkadang juga mengantarkan tamu kekamar yang dipesan oleh sang tamu hotel.

Kukira istirahat makan siangnya sama seperti para pegawai yang lainnya, tapi ini sudah jam 5, lewat 5 jam dari jam makan siang yang normalnya jam 12.00. Dan sudah jam 5 begini dia masih belum ada tanda-tanda akan beristirahat. Beberapa kali aku berpikir untuk pergi makan siang sendiri, tapi aku ingat tujuanku mengajaknya makan siang bersama.

 

Flashback On

Kuketik setiap kata-kata inspirasi yang kurasakan. “Lho? kok menghilang lagi inspirasinya?” gumamku pelan saat kusadari aku sudah tidak merasakan inspirasi-inspirasi itu.

“Yoona-ssi.” Kuputarkan tubuhku agar menghadap ke tempat tidur.

“Yoona-ssi.” Panggilku lagi. Tapi, hanya kasur yang berantakan yang kulihat.

“Ah, Babo! Aku kan menyuruh dia pulang tadi.” Ingatku sambil menepukkan tanganku kejidatku.

“Inspirasi hilang? Yoona pulang? Makan steak? Inspirasi? Yoona? Skinship?” tanyaku sembari memikirkan satu hal yang masih belum pasti. Kugunakan seluruh bagian otakku untuk memikirkan hal itu.

“Apa mungkin seperti itu? Hmm, Just try it and see.” Kataku mengakhiri pemikiranku.

Flashback Off

‘Mungkinkah dia adalah sang inspirasi? Bukankah aku adalah inspirasi terbaik?’

 

YOONA POV

“Ryeowook-ssi, ireona! Ryeowook-ssi!” kuguncang-guncangkan tubuh namja yang mengaku bernama Kim Ryeowook ini dengan seluruh tenaga yang kumiliki.

“Ryeowook-ssi, ireona! Jebal!” sudah setengah jam aku membangunkannya, tapi dia masih saja terlelap. Aku capek.

“Ryeowook-ssi, Ireona! Jebal!” kutepuk pipinya pelan, karena tenagaku yang mulai habis.

“Walau dalam mimpi, aku bisa rasa cinta itu nyata. Karena kau berikan semua rasa. Meski tatkala terselip duka, namun suka selalu mengakhirinya.” Igau-nya dengan tak lupa kata-kata sok puitis.

“Ryeowook-ssi, ireona! Jebal! Ireona, Ryeowook-ssi jebal!!” kataku putus asa membangunkannya dari tidurnya yang seperti orang pingsan itu. ‘pingsan?’ batinku. Kulihat jam tanganku, jam 10 malam. ‘apa dia belum makan siang? Apa dia sedari tadi menungguku istirahat dan makan bersamanya?’ pikirku. ‘Ah, andwae. Dia gak mungkin sebodoh itu untuk menungguku selama ini?’bantahku pada pemikiranku sendiri.

“Yoona-ssi?” panggilnya dengan mata masih 50% terbuka. ‘Imut sekali namja ini.’batinku.

“Ah, ne, Ryeowook-ssi.” Sahutku. ‘ Benar-benar namja yang imut’ batinku lagi ketika melihat dia menggeliat.

“Yoona-ssi, bisakah sekarang kau pergi makan siang denganku?”  kata Ryeowook yang dengan sukses membuatku merasa jadi orang jahat.

“Kau, kau, belum makan siang, Ryeowook-ssi?” tanyaku memastikan. Dia hanya menggeleng lemas.

“Aku menunggu kamu istirahat, Yoona-ssi. Sampai aku tertidur disini.” Ucapnya polos. Jadi dia tertidur di lobby ini karena menungguku istirahat dan makan siang bersamanya. Aish.. aku tadi kan Cuma asal ngomong, kenapa dia menanggapinya dengan serius? Dasar namja aneh nan polos! Ckckckck.

“Mianhae, Ryeowook-ssi. Tapi, aku sudah makan siang. Toh, aku tadi Cuma asal ngomong, kenapa kau menanggapinya dengan serius?”

“Mwo? Awww!” Ryeowook memegangi perutnya yang mungkin sakit karena telat makan.

“Ryeowook-ssi. Gwaenchanhayo?” tanyaku khawatir.

“Hmm, gwaenchanha.” Jawabnya singkat sambil tetap memegangi perutnya.

“Lebih baik kau cepat makan, ryeowook-ssi. Ini sudah jam 10 malam loh.”

“Eh? Sudah semalam itu kah?” tanyanya.

“Ne, Ryeowook-ssi. Sepertinya aku harus segera pulang. Cepatlah makan, Ryeowook-ssi. Annyeong!” . tanpa banyak kata lagi, aku segera beranjak dari kursi yang ada di lobby hotel ini. Kubungkukkan sedikit badanku didepan Ryeowook lalu berjalan menjauh. Kulangkahkan kakiku untuk pulang.

 

RYEOWOOK POV

“Ne, Ryeowook-ssi. Sepertinya aku harus segera pulang. Cepatlah makan, Ryeowook-ssi. Annyeong!” kata Yoona. Dia berdiri dari kursi yang tadi ditempatinya dan pergi menjauh. Aku tak tinggal diam saat melihat dia menghilang dari balik pintu keluar hotel, aku langsung berlari ke area parkir.

++++

Kutelusuri jalanan kota yang ramai dengan menggunakan mobil sport hijauku ini. Kulihat kanan dan kiri, berusaha menemukan sosok Yoona. Tak berapa lama kemudian, kulihat dirinya sedang berjalan di trotoar dengan menendang-nendangkan kakinya diudara.

“Yoona-ssi!” panggilku dengan men-sejajarkan laju mobilku dengan langkahnya. Tapi dia tak menanggapi, mungkin karena dia tidak mendengar, karena bising suara lalu lalang kendaraan.

“YOONA! IM YOONA!” kukeraskan volume suaraku dan yap dia menoleh.

“Ryeowook-ssi?”

“Yoona-ssi, ayo kuantar pulang!” kataku.

“Tidak perlu. Terima kasih atas tawarannya. Aku bisa pulang sendiri. Lagipula rumahku dekat dari sini kok.” Jelasnya dan kembali melanjutkan jalannya yang sempat terhenti. Aku turun dari mobilku, dan segera mengejarnya. Kutahan lengannya saat jarak tubuhku dan tubuhnya mulai dekat.

“Yoona-ssi, setidaknya kau mau menemaniku makan siang.” Kataku.

“Ryeowook-ssi , tapi ini sudah malam dan aku sudah harus……”

“Awwwww! Perutku!” kurasakan lagi perih diperutku.

“Ryeowook-ssi, gwaenchanha?” Tanya Yoona dengan nada khawatir. ‘Kenapa harus sakit disaat seperti ini?’

“Sepertinya maag ku kambuh. Arrrgghhh!” aku mencoba tersenyum, tapi perutku semakin lama terasa semakin perih. Sampai akhirnya kurasakan tubuhku melemah. Argh! Aku tidak boleh ambruk didepan yeoja ini. Kuusahakan diriku untuk tetap kuat. Tapi tubuhku sudah benar-benar melemah, dan aku……

 

 

NORMAL POV

Ryeowook terus meremas perutnya yang perih, dan diapun pingsan dihadapan Yoona.

“Ryeowook-ssi, gwaenchanha? Aduh Yoona babo banget seh dirimu, jelas-jelas dia pingsan, pasti dia sedang tidak baik-baik saja lah.” Ucap Yoona.

“Eotteohke?” gumam Yoona yang bingung melihat Ryeowook pingsan dihadapannya.

 

^^TBC^^

 


10 thoughts on “[Freelance] From Lie To Love #2

  1. First ?
    wah ada couple baru, couple yoonwook ^^
    wookie ampe segitunya nyari inspirasi, haha lucu.
    Ditunggu updatenya chinggu ^^

    Like

  2. apa yoona eonni itu inspirasinya wookie oppa yah..??
    abis tiap liat yoona eonni, wookie oppa langsung ngeluarin kata-katanya..
    yah yg pingsan gangtian..
    pokoknya ditunggu chapter selanjutnya..
    keep hwaiting..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s