[Freelance] From Lie To Love #1


“FROM LIE TO LOVE (1st CHAPTER OF ???)”

 

Author                  : Tulith28
Title                       : From Lie To Love
Length                  : Chapter
Genre                   : Romance, Tragedy, etc
Rating                   : PG15
Cast                       : Please find by YourSelf ^^
Notes                    : Maaf jika pairingnya tidak sesuai dengan kehendak reader. 2 idol ini bias aku dimasing-masing grup-nya. Maaf jika ceritanya nglantur dan kata-katanya aneh juga terkesan lebay. Maaf jika kata-katanya berbelit-belit. Maaf jika banyak salah, mohon dimaklumi ini FF pertama saya.

  HAPPY READING!!! ^^

 

Dan, kebohongan-lah  yang membuatmu datang padaku. Namun, cintaku padamu adalah murni tentang kejujuran.’

 

YOONA POV

“Kenapa ada namja gila di hotel semewah ini? Huh, sungguh menjengkelkan sekali namja itu!!” ocehku ketika aku berjalan dilorong hotel sepeninggalku dari kamar yang dihuni oleh namja yang menurutku sangat-sangat aneh.

BRAKK.

Awww, kurasakan sesuatu menabrakku pelan. “ahh, Mianhamnida , Agassi.” Ucap orang yang menabrakku. “ah, gwaenchanha.” Kataku. Kudongakkan kepalaku mencoba melihat makhluk yang menabrakku. “Malaikat.” Gumaku pelan saat mendapati sosok yang sempurna didepanku. Tinggi, putih, rambut blonde, senyuman manisnya menempel sempurna di wajah indahnya. “Agassi? Mworago?” tanyanya bingung. “ah, bukan apa-apa, Tuan.” Elakku.  “oh, Agassi, sepertinya aku harus pergi sekarang. Maaf sudah menabrakmu. Annyeong.” Katanya mengakhiri. “ah, ne. Annyeong.” . diapun pergi menjauh menyisakan pandangan punggungnya yang perfect. ‘The Real Angel  Man’ batinku. J

 

RYEOWOOK POV

“Arrrggghhhhh, sial!” teriakku sepeninggal yeoja aneh yang mengaku bernama Im Yoona itu. Gara-gara dia semua inspirasiku hilang tak bersisa. Inspirasi yang sungguh sulit didapat, hilang begitu saja karena yeoja aneh itu. Aku berusaha mati-matian untuk mendapatkan inspirasi itu selama dua bulan sampai akhirnya inspirasi itu muncul, tapi dia merusak semuanya hanya dalam hitungan detik.

Ting. Tit.

“Wookie-ya, aku datang!” terdengar  suara yang sangat kukenal. “Hyung.” Kataku sambil menatapnya datar. “Hei, Kita sudah 3tahun lebih tidak bertemu, sekali bertemu kenapa kau memasang wajah tak bersahabat gitu!” ocehnya menepuk pundakku.akupun bangkit dari dudukku dan merangkul Hyung-ku yang lama tak kutemui ini. “Hyuk Jae Hyung, apa kabarmu?” tanyaku padanya. “hahahaha, aku baik seperti yang kau lihat.” Jawabnya sambil duduk diatas kasur. “Darimana kau tahu aku menginap dihotel ini, Hyung?” Tanyaku. “ah, rupanya kau lupa siapa pemilik hotel ini? Staff-ku memberitahuku kalau dongsaengku si penulis terkenal ini sudah 2 bulan menginap disini.” Jawabnya didramatisir.

Pletakk. Satu jitakan kudaratkan di kepalanya.

“Ya! Dongsaeng macam apa kau ini? Berani-beraninya kau menjitakku?” amuknya. “Mianhae , Hyung. Kau sih bercandanya kelewatan, orang-orang kan tidak ada yang tau aku ini si Kim Gyeo-Ul .” sahutku tanpa rasa bersalah. “Hahahaha, aku tau kau tinggal disini dari Jung Ahjumma.” Jawab Hyuk Jae Hyung yang membuatku jadi teringat dengan Jung ahjumma. Jung ahjumma adalah pengurus rumah yang dulu kutinggali, semenjak Amma dan Appaku meninggal, Jung Ahjumma sudah kuanggap seperti Ammaku sendiri, begitu juga dengan Jung Ahjumma yang menganganggapku seperti anaknya sendiri. “Wookie-ya, apa disini tidak ada minuman apa makanan?” tanyanya. “oh, mianhae hyung. Aku lupa.” Akupun berjalan kearah dapur yang berada dikamar hotel ini. Kuambilkan cemilan yang ada dikulkas dan satu botol minuman kemasan. “Kenapa kau tinggal dihotel, padahal rumahmu kan kosong, hanya ada Jung Ahjumma dan para pengurus rumahmu yang lain?” tanya Hyuk Jae hyung sesaat setelah kuberikan minuman dan cemilan yang kuambilkan dari dapur. “Aku mau cari inspirasi, Hyung. Akhir-akhir ini aku susah sekali meneruskan menulis novelku, karena kekurangan inspirasi.” Jawabku seadanya. “Memangnya disini kau bisa dapat inspirasimu itu?”

“Tadi seh sudah hampir dapet, hyung. Tapi gara-gara ada pegawaimu yang ceroboh, inspirasiku jadi hilang.” jawabku kesal bila mengingat kejadian itu kembali.

 

Flashback On

RYEOWOOK POV

“Rambutmu masih indah, walau badanmu tak lagi bernyawa. Sejuta alunan  lagu sendu tak mampu menggambarkan betapa mirisnya hatiku. Ini memang singkat, tapi aku akan mengingatnya selama yang aku mampu.”

Kubaca lagi kata terakhir yang aku ketikkan di laptopku. “Bukan seperti ini yang aku mau.” Kesalku dalam hati. Segera kututup laptopkutanpa men-shut down nya terlebih dahulu. “Arrrrrrrrrrrggghhhh, apa yang salah dengan diriku? Kenapa tidak ada inspirasi yang mau menyandar padaku?” teriakku sembari beranjak dari kursi putar yang sedari tadi aku duduki.

Aku melangkah menuju dapur yang ada dikamar hotel yang sudah kunaungi lebih dari 2 bulan ini. Aku membuka kulkas yang penuh dengan  bahan makanan siap masak dan juga buah-buahan. Walaupun aku seorang namja, tapi aku jago masak, karena dulu aku sering membantu pengurus rumahku memasak. Aku mengambil satu botol minuman kemasan dan satu buah apel, lalu kuraih pisau buah yang menyender di rak, dan akupun kembali ke kursi putar yang baru kutinggalkan. Aku kupas kulit apel ini dengan tenang, setiap sayatan yang ku torehkan di apel ini membuatku mendapatkan setitik rasa yang hambar.  Semakin lama rasa itu semakin sakit untuk dirasakan*penulis-alay*.

“Setiap sayatan akan mengukir luka. Setiap luka pasti akan membekas. Bekas dari setiap luka selalu mengingatkan pada suatu cerita yang dalam. Begitu juga dengan menyadari ketiadaanmu yang menenggelamkanku kembali ke dalamnya lautan cinta penuh kesakitan yang lalu.” Ucapku tanpa sadar. Tanpa buang waktu, aku langsung membuka laptopku yang tadi telah kututup paksa.

“Menyandarlah lebih lama diotakku, sayang.” Gumamku sambil terus mengetikkan kata-kata inspirasi itu ke laptopku.

“Inspirasiku sayang , teruslah melayang seperti itu.” Gumamku lagi. Aku seperti menggila, aku melihat setiap kata-kata inspirasi di atas kepalaku. Semua kata-kata itu seolah menginginkanku untuk mengukir mereka semua di laptopku. Aku ketikkan semua kata itu dilaptopku. Tapi, tiba-tiba semua inspirasi itu terbang menjauh dari kepalaku. Aku menjadi kebingungan. “Kenapa kamu menjauh?” tanyaku. Aku segera berdiri dan mencoba menahan inspirasi itu agar tidak pergi. Tangan kananku reflex meraih pisau yang kugeletakkan di sebelah laptopku,  kuayun-ayunkan pisau buah itu kekanan dan kekiri untuk menggapai kata-kata inspirasiku yang semakin menjauh.

“Gajima! Gajima!” teriakku menggila. “Ah, Let me see you. I can die if don’t see you again!. Awwww!” pahaku membentur sudut meja. “Gajima! Gajima!” teriakku lagi tanpa mempedulikan pahaku yang cenat-cenut.

Tit, Brakkkk..

“Ya! Apa yang kau lakukan? Lepaskan pisau itu!” tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan datang seorang yeoja sambil berteriak-teriak gak jelas. Aku tak menghiraukannya. Aku tetap berusaha mendapatkan setiap kata-kata inspirasi yang melayang-layang. “Hei, jangan menghilang! Hei, jangan pergi. Hei, aku butuh kamu. Gajima!” teriakku semakin keras karena kata-kata inspirasiku semakin menjauh.

DEG. DEG. ‘Apa yang yeoja ini lakukan? Mengapa dia seperti ini?” tanyaku dalam hati.

‘Rasa ini? Akankah kurasakan lagi manisnya, setelah aku tau bagaimana pahitnya. Entahlah!’

 

NORMAL  POV

“Ya! Apa yang kau lakukan? Lepaskan pisau itu!” teriak seorang yeoja cantik ketika berhasil membuka paksa pintu salah satu kamar dihotel itu.

“Hei, jangan menghilang! Hei, jangan pergi. Hei, aku butuh kamu. Gajima!” teriak seorang namja imut tak kalah kerasnya dengan mengacungkan kedua tangannya yang menggenggam pisau ditangan kanannya tanpa mempedulikan yeoja yang sedari tadi meneriakinya. Melihat si namja yang semakin menggila, si yeojapun langsung berlari kearah si namja dan mencoba mengambil pisau dari tangan si namja, tapi tempat pisau yang berada ditangan si namja itu terlalu tinggi untuk dicapai si yeoja. Karena sudah terlalu khawatir dengan keadaan si namja yang menggila itu dan bingung dengan pikirannya sendiri yang tak tau cara mengambil pisau yang dibawa sang namja, si yeoja itupun merangkul erat pinggang si namja.

“Janganlah kau putus asa hidup didunia ini. Setiap masalah, pasti ada jalan keluarnya kok. Mati juga belum pasti membuat kamu bahagia. Sadarlah! Jangan lakukan hal bodoh seperti ini, bunuh diri bukan hal yang baik.” Ceramah si yeoja, sedangkan yang dirangkul, hanya bisa bengong dan bingung dengan yang dilakukan si yeoja. Sedetik kemudian, si namja yang mulai tersadar dari dunia bengongnya cepat-cepat menghentakkan tubuh si yeoja.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Apa yang kau bicarakan?” bentak si namja dengan mengarahkan tangannya yang masih menggenggam pisau kearah si yeoja. Sontak si yeoja semakin kaget dan berjalan mundur ketika melihat pisau yang tadi mengacung keatas, kini mulai mengarah ke dirinya.

“Tuan, Mianhamnida, telah merusak acara bunuh dirimu. Aku tidak mau mati bersama anda. Jika anda ingin mati, silahkan lakukan sendiri ,Tuan. Jangan mengajakku.” Kata si yeoja yang sudah gemetar hebat.

“Ya! Siapa yang akan bunuh diri? Dan kau ini siapa? Sudah masuk kekamarku tanpa ijin, dan berani-beraninya kau menuduhku seperti itu?” Tanya si namja dengan masih mengarahkan tangannya ke si yeoja.

“Joneun Im Yoona imnida. Aku pegawai baru di hotel ini. Aku sudah sekitar 1 bulan bekerja disini. Aku berumur 20 tahun. Aku senang…..”

“Stop!!! Hentikan ocehanmu!” potong si namja dengan setengah mambentak pada gadis yang bernama Im Yoona itu. Yoona hanya diam menerima bentakkan dari si namja. Hening melanda kamar itu untuk beberapa saat, sampai akhirnya si namja yang tadi berdiri menatap kesal pada Yoona, mulai terduduk lemas dikursi putar yang berada tidak jauh dari posisi berdirinya.

“Andwaeeee.” Teriak si namja sambil membuang pisau yang sedari tadi digenggamnya. Yoona hanya bisa mematung melihat si namja . ‘Apa dia gila?’ pikir Yoona.

Flashback Off

 

“Pegawaiku ceroboh? Apa yang dia lakukan sampai menghilangkan inspirasimu?”

“Sudahlah, Hyung. Jangan bahas itu. Aku jadi emosi kalau ingat kejadian itu. By the way, Hyung. Kamu kok bisa masuk kekamar ini?”

“Wookie, kau lupa aku siapa?”

“Anio. Kau Lee Hyuk Jae kan?”

“Aigoo!! Bukan itu!!”

“Yaya, arraseo. Kau anak pemilik Hotel ini kan, Hyung?”

“Bukan itu juga.”

“Terus bagaimana kau bisa masuk kekamar ini?”

“Kunci kamar ini berupa password kan? Password yang kau gunakan sangat mudah.”

Aku hanya mengangguk mendengar jawabannya. Memang password kamar yang aku tempati ini sangat mudah, mengingat Hyuk Jae hyung adalah orang terdekatku. Hening terasa dikamar ini.

“Bagaimana hubunganmu dengan Seohyun?” tanyanya memecah hening.

“Aku dan dia sudah lama putus , Hyung.” Jawabku malas. Mendengar nama Seohyun membuatku merasakan sakitnya dikhianati.

“Wae?? Bukankah kau sangat menyukainya.” Tanyanya dengan nada kaget.

“Aku memang menyukainya, tapi dia tidak menyukaiku sama sekali.”

“Trus, kenapa dulu dia menerimamu?”

“Sudahlah, Hyung. Jangan bahas dia.” Kulangkahkan kakiku ke kursi yang berada di sebelah kasur yang tadi kududuki.

“Hidupmu gak beres ya?? Hahahaha” ejeknya.

“Hyung, kau tak ada niat untuk keluar dari kamarku kah?”

“kau mengusirku, wookie?”

“Ne.”

“Wookie, aku punya DVD yadong baru loh? Mau lihat gak?” tanyanya antusias.

“Ani, yang ingin aku lihat hanyalah kau keluar dari kamarku.” Jawabku ketus. Kunyalakan laptop putih kesayanganku.

“aish, kau ini… ya sudah aku mau pergi dulu. Busan sedang menungguku.” Dia melangkahkan kakinya kepintu.

“Kau akan ke Busan, Hyung?” tanyaku.

“Ne, wae? Kau ingin titip salam ke Seohyun?” godanya.

“HYUNGGGGGG!!!!!!!” Kuraih bantal dan kulemparkan ke Hyuk jae hyung , tapi sayang dia sudah keluar dari kamarku.

“Aku rindu Busan, dan segala yang disana.” Gumamku pada diriku sendiri.

“Tapi, kini Busan hanya menyimpan kesakitan..” tambahku.

 

NORMAL POV

Ryeowook berjalan dilorong hotel dengan muka tertekuk. Pikirannya bingung memikirkan inspirasi yang dibutuhkannya.

Krucukk, krucukk..

“Ah, lapar.” Gumamnya. Karena perutnya yang sudah mulai berdemo, akhirnya Ryeowook pun mengubah tujuannya yang semula hanya jalan-jalan disekitar hotel menjadi berjalan kearah Restaurant yang ada diHotel itu.

 

 

RYEOWOOK POV

“Ini pesanan anda, Tuan. Tenderloin Steak dan Jus Jeruk.” Ucap seorang waitress sambil meletakkan sepiring Tenderloin Steak dan Segelas Jus Jeruk didepanku. “Gamsahamnida.” Kataku. Aku langsung melahap makanan yang terhidang dihadapanku. Kunikmati setiap potong daging ini..

‘Semua tertanam begitu dalam, rasa sakit yang menyiksa tersamarkan oleh rasa yang tabuh. Kau hanya angan, tapi sayangmu tak pernah hilang. Pergilah tanpa membawa rasa tulus ini, biarkan aku memupuknya dan menjadikannya satu rasa yang jelas. CINTA’

“Inspirasi!” teriakku yang sontak membuat semua orang yang sedang menikmati makan malam direstaurant inipun melihat aneh kearahku. Aku tidak peduli, yang terpenting bagiku adalah inspirasi itu. Kulihat setiap kata-kata yang melayang-layang di atas kepalaku. Aku berdiri dari dudukku saat aku sadari kata-kata inspirasi itu mulai melayang menjauh.

“Hei, Berhentilah!” kataku berusaha mengejar kata-kata itu. Kuayun-ayunkan pisau yang tadi kugunakan untuk makan. Aku terus berjalan mengikuti kata-kata inspirasi itu melayang.

“Hei, berhentilah!” teriakku lagi. Setiap orang yang berpapasan denganku, melihatku dengan tatapan kau-gila-ya?, sekali lagi kutegaskan, AKU TIDAK PEDULI. Setelah lama melayang-layang, kata-kata inspirasi itu berhenti diatas kepala seorang yeoja yang berada didepan receptionist.

Bukan sebuah penghianatan, ini jalan dari  Sang Maha Kuasa. Rasa ini tak benar, walau rasa yang dulu hanya untukmu masih berada di lubuk hati yang terdalam, tapi dia yang terindah lainnya tlah mengembangkan rasa cinta.’

“Im Yoona?” tanyaku pelan melihat siapa yang didatangi kata-kata inspirasiku.

Aku yang berdiri tak jauh dari Yoona mulai mendekatinya, berusaha mengambil kata-kata inspirasiku yang bersemayam di puncak kepalanya.

“Kau? Apa yang kau lakukan?” teriak Yoona yang menyadari kehadiranku.

 

YOONA POV

Aku sekarang berdiri didepan meja receptionist. Memberi salam  dan tersenyum kepada setiap para tamu yang lalu lalang di lobby. Ini sungguh hal yang menyenangkan bagiku, karena aku bisa membagi senyumku kepada setiap orang yang kutemui. Disaat lobby mulai lengah dari para tamu, aku sedikit mengedarkan pandanganku mengelilingi lobby hotel ini. How awesome it is! Itulah kata-kata yang selalu aku pikirkan , saat melihat lobby di hotel ini. Hotel ini sangat keren dengan konsep 4 season nya. Walaupun aku sudah lebih dari 1 bulan aku disini, aku tak pernah bosan melihat pemandangan di lobby ini yang selalu berganti. Kuarahkan mataku mengelilingi pemandangan indah di lobby ini, sampai aku menangkap sesosok namja yang membuat pandanganku tersita. Namja itu tampak aneh dengan membawa pisau ditangan kanannya. ‘Ya! Itu si namja yang mau bunuh diri tadi pagi kan?’ ingatku. Perlahan tapi pasti, namja aneh itu mulai mendekat kearahku dengan mengacungkan pisau yang dibawanya. ‘apa dia ingin membunuhku?’ batinku ngeri. Jarak antara aku yang berdiri didepan meja receptionist dan si namja itu semakin dekat.

“Kau? Apa yang kau lakukan?” teriakku.

 

^^TBC^^

 


20 thoughts on “[Freelance] From Lie To Love #1

  1. .yoonwook.,,??? langka.,,!!!!!
    .wookie lucu bnget sich.,, setiap dia dpet inspirasi knp pas megang pisau.,,, dasar wookie aneh.,,!!! tp qw cuka.,,!!! hehehe^
    .part slnjut’nya di tnggu.,,, jngan lma” ya.,,^^

    Like

  2. ya ampun wookie oppa gila yah..
    ini inspirasi sih ins[irasi tapi yah gagh usah acung-acungin pisau napa..
    yoona eonni sabar yah..
    ditunggu part selanjutnya..
    keep hwaiting..

    Like

  3. waw new couple
    yoonwook
    hehe

    pnasaran part berikutnya kayak apa?
    tapi ko wookie oppa serem sih, cari inspirasi sambil ngacungin pisau
    kan serem

    hwaiting next part

    Like

  4. YoonWok? kayaknya langka ya, aku baru kali ini bca ff YoonWok🙂
    itu wokkie oppa kyak orang gila ih, haha..
    yoona unnie yg sabar ya🙂
    ditunggu part selanjutnya thor🙂
    semangaat!!

    Like

  5. eon .. ini mirip cerita di film gitu ya ?
    Kayaknya aku pernah nonton film ceritanya mirip kyk gini ..

    Lanjutannya jangan lama2 ya ^^

    Like

    1. Wha, gomawo untuk semua yang mau baca dan ninggalin komennya…
      kirain gak ada yg suka sama pairing YoonWook..
      @ dtprl11: iya, saeng. ini emang ide awalnya kayak drama Taiwan ‘Wish to See U Again’ , aku lupa nyantumin di Notes..
      Walaupun ini ide awalnya kayak drama itu, tapi kata-kata inspirasi aku buat sendiri kok.. di part selanjutnya juga ceritanya udah beda sama itu drama kok.🙂

      next partnya udah aku kirim kok, tunggu aja sampe di publish admin disini.🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s