[Freelance] PRICELESS LOVE #1


PRICELESS LOVE [PART 1] – REVIEWS

Author: My ShineEra 최 민 연 (ZuKey)

Title: Priceless Love

Length: Chaptered

Gendre: Romance, Friendship

Rating: PG- 14

Casts: Hwang Mi Young (Tiffany SNSD), Lee Dong Hae (Donghae Super Junior), Choi Siwon (Siwon Super Junior)

Support Cast: Jung Jessica (SNSD), Lee Sunny (SNSD), and etc (Find it by your self)

Desclimer: Love not just need believe. Time is also important.

Notes: The story is mine. But other casts are God’s.

Time is Free, But it’s priceless

You can’t own it, but you you can use it

You can’t keep it, but you can spend it

Ones you have lost it

You can never get it back

 -Harvey MacKay-

# Tiffany’s POV  *Dear Diary…

This is my story about my love, promise, faithness, and deep feeling.

 

Tiffany:

What is love in your mind?

I don’t really think that love is something you can count

 

It isn’t real

But it’s totally real

 

When you believe it will come

Even though we never know when

 

The one I know

Only time that can chances everything

 

HOW I MET HIM (Mokpo 1994)

Suatu hari…

“Kenalkan. Ini kakakku. Lee Dong Hae Oppa.” Kata Sunny padaku.

“Yea. Donghae imnida. Ireumi Mwoni?” Hae Oppa menyapaku.

“Fany Fany Tiffany imnida. Kau bisa panggil aku Tiffany.” Jawabku sambil menyambut uluran tangannya.

“Kita pasti akan berteman baik.” Katanya padaku.

Aku dan Donghae Oppa pun saling menautkan kelingking

“Chingu-ya” lalu tawa pun meledak di antara kami.

Inilah awal dari semua ceritaku. Persahabatan.

 

THE TIME I SPENT WITH HIM

1ST  NEW YEAR WISH (1/1/95)

“What do you wish for this new year?” tanyaku padanya.

Aku dan Donghae Oppa sedang bermain ayunan. Sunny sedang sibuk dengan BBQ miliknya.

“Aku mohon aku tidak akan pernah kehilangan sahabatku.”

“Mwo?” aku tak paham.

“Kau sahabatku kan?” tanyanya.

“Ne… Sahabat.” ujarku gembira sambil memandang bunga api di langit

 

2nd A HELIOS FAMILY (1996)

“Hei Ratu Mentari?”

“Ada apa putriku?” jawab Sunny padaku.

“Ada yang mau ikut bermain bersama kita.” Ujarku.

“Nugu-ya?” tanya Sunny.

“Nega.” Hae Oppa muncul tiba- tiba.

“Oppa? Main putri- putrian? Hahahaha….” Sunny tertawa.

“Wae? Tak boleh?” tanyanya polos.

“Ahni-a. Hanya aneh saja.” Jawabku.

“Kau serius Oppa?” tanya Sunny.

“Ne. Kenapa tak boleh kalau namja sepertiku ikut?”

“Hmmm…. Pengecualian untukmu Oppa. Kau boleh ikut.” Jawab Sunny.

“Oppa jadi apa?” tanyaku.

“Budak?” seru Sunny yang dibalas pelototan Donghae Oppa.

“Raja?” tanyaku.

“Ahni. Aku mau jadi pangeran.”

“MWO?” kagetku.

“Sudah aku pangeran dan kau putrinya.” Putus Hae Oppa sesukanya.

“Mulai sekarang kau panggil aku Prince Donghae, dan aku akan memanggilmu Princess Tiffany.” Kata Donghae Oppa.

“Dan panggil aku ‘Yang Mulia Queen Sunny’.” Seru Sunny sok anggun.

“Yes. You’re majesty.” Jawab Donghae Oppa sambil membungkuk pada saengnya itu.

 

3rd WHY THE SUN IS SPECIAL? (1997)

Kami berdua sedang menikmati sore hari di taman. Tempat favorit kami.

 “Oppa suka melihat matahari?” tanyaku.

“Ne. Waeyo?” jawab Donghae Oppa.

“Hmm… Kenapa Donghae Oppa suka matahari?” tanyaku lagi.

“Kata Omma, matahari itu sumber kehidupan tanpa matahari kita manusia tak akan bisa bertahan hidup. Karena itu juga Omma memanggil Sun Kyu menjadi Sunny.” jawab Hae Oppa

“Kalau begitu kau matahariku ya Oppa???” seru gadis itu.

“Ne. Aku mataharimu dan kamu bumiku, Princess Tiffany…”

“Mwo? Apa matahari juga bisa mati kalau tak ada bumi?” tanyaku polos.

“Mungkin tidak. Tapi tanpa bumi untuk apa matahari bersinar lagi? Di bumi adalah tempat kehidupan berasal. Ada cinta, kasih, dan hal- hal indah lain. Tanpa bumi matahari tidak akan bermanfaat lagi.” jawab Donghae Oppa dengan gaya sok pintarnya.

“Oppa pintar ya?” aku memandangnya kagum.

“Siapa dulu…” seru Hae Oppa sambil menepuk dadanya.

“Huft… Sombong…” cibirku.

Donghae Oppa malah terus membusungkan dadanya.

 

4th VALENTINES HAPPINESS (14/2/1999)

“Hari ini hari kasih sayang. Apa yang akan kau berikan padaku Oppa?” tanyaku pada Donghae Oppa yang baru saja duduk di sampingku. Di tempat kami biasa menghabiskan waktu luang kami, taman.

“Princess mau apa?” tanya Donghae Oppa.

“Aku mau boneka Teddy Bear pink yang dijual di toko mainan langgananku.” jawabku semangat.

“Untuk?” tanya Donghae Oppa lagi.

“Untuk ku peluk kapan pun aku mau.” seruku riang sambil memperagakan memeluk boneka Teddy Bear pink itu.

“Kalau begitu aku saja yang jadi Teddy Bear itu. Aku rela kau peluk kapan pun.” ujarnya.

“Mwo??? Kyaaa… Oppa… Aku serius. Mana mungkin aku memelukmu terus seperti boneka Teddy Bear?” aku memanyunkan bibirku.

“Kau ini… Lebih memilih Teddy Bear jelek itu dari pada aku.” gerutu Hae Oppa.

“Setidaknya Teddy Bear itu tak akan mengataiku ‘Jamur’.” seruku sambil beranjak pergi.

Namun tak lama kemudian…

“Kyaaa… Donghae Oppa baboya. Kenapa gambar sebagus ini tak pernah kau berikan padaku.” seruku saat sudah agak jauh.

“Mworagu?” Hae Oppa tidak mengerti.

“Ini…” aku memperlihatkan secarik kertas bergambar manga Jepang di tanganku. Gambar seorang putri dan pangeran kuda putihnya.

“Yak. Fany, kembalikan!”

“Tidak sebelum kau berjanji membelikanku Teddy Bear itu. Weeeee…” aku pekik lalu menjulurkan lidah dan lari tunggang langgang.

“Awas kau Mi Young-ie… Ku kejar kau!”

“Kajja kalau bisa.”

 

5th Heroic Oppa… (2000)

“Kau harus patuh pada kakak kelas!” bentak Dana sunbae padaku.

“Ne! Kau tidak boleh banyak gaya.” Sahut Victoria sunbae.

“Kau tau kalau Hae hanya kasihan padamu?” kini Yoona sunbae membentakku.

Aku hanya pasrah. Inilah akibatnya kalau terlalu dekat dengan senior idola. Apa lagi kemarin aku berani menolak perintah Yoona sunbae untuk mentraktirnya gimbab. Huh, sial sial…

“Apa- apaan kalian?” seru Donghae Oppa menyeruak kerumunan mereka.

“Jangan pernah ganggu dia! Kata siapa aku hanya kasihan padanya?” katanya lagi membuat gadis- gadis di depanku kaget.

“Sudah kajja Princess aku lapar. Ayo makan.” Hae Oppa menarik tanganku dan membawaku ke arah kantin.

Sumpah ingin sekali aku tertawa saat melihat tampang gadis- gadis itu. Menganga parah dengan kekesalan di ubun- ubun. Apa lagi setelah mendengar bagaimana Donghae Oppa memanggilku.

“Jangan tertawa kalau tidak mau dilabrak lagi nanti siang!” bisik Donghae Oppa. Aku tak menyangka ia bisa membaca pikiranku.

“Sudah palli. Aku lapar sekali habis pelajaran matematika.” Keluhnya.

“Kau traktir ya?”

“Huh dasar… Ne… Kajja” ujarnya kembali menarik tanganku.

 

6th JUST ‘OH’ (2002)

“Oppa aku suka sama Jonghyun. Dia itu baik loh. Suaranya indah sekali.” Kataku pada Hae Oppa.

“Oh…”jawab Hae Oppa singkat.

“What? ‘OH’? Aku butuh tanggapan Oppa.” Rajukku.

“Iya ‘Oh’… Mau aku jawab apa?” ujarnya malas.

“Setidaknya kau beri tanggapan. Menurutmu Jjong Oppa itu bagaimana?” tanyaku padanya.

“Pendek. Playboy.”

“Kyaa Oppa. Tapi dia baik. Kata siapa dia playboy???” seruku.

“Kataku barusan tak dengar?” ujarnya berlalu.

#A few weeks later

“Jjong Oppa sudah punya pacar ternyata. Huh dasar playboy.” Keluhku.

“Oh…” jawab Donghae Oppa.

“Mwo?”

“Baguslah.” Lanjutnya.

“Kok bagus?” tanyaku heran.

“Ya bagus jadi aku tidak jadi patah hati.” Ujarnya pelan.

“MWO???”

“Ahni. Lupakan.” Jawabnya sambil meninggalkanku.

 

7th ROLLER COASTER OR JUST ME? (2003)

“Kajja naik ini Oppa.” Seru Sunny menunjuk roller coaster yang sedang berjalan dekat kami.

Hari itu kami sedang berada di taman bermain top di Mokpo. Aku, Sunny, Donghae Oppa, dan sahabatnya Sungmin Oppa.

“Aku sama Sunny ya?” ujar Sungmin Oppa. Aku rasa sahabatnya Hae Oppa itu mulai suka dengan sahabatku. Buktinya matanya tak bisa lepas dari sahabatku ini.

“Ta… tapi…” Sunny bingung.

“Sudah biar Oppa sama Fany. Kalau kamu sama Fany bisa- bisa kalian pingsan diatas lagi.”

“Tidak mungkin.” Ujar Sunny.

“Kajja Palli-a.” tiba- tiba Hae Oppa sudah ambil posisi di bangku sebelahku.

Saat roller coaster mulai berjalan aku rasakan seseorang menggenggam tanganku.

Dan orang itu adalah Donghae Oppa.

Roller coaster itu terus naik. Sampai satu detik sebelum benda itu meluncur ke bawah aku mendengar sesuatu.

“Saranghae Fany-a”

DEG

Jantungku berdebar. Dan yang aku bingung apa itu karena roller coaster atau karena pernyataan Donghae Oppa tadi?

 

7th ONE DAY (2004)

Setelah banyak hari yang aku lewati dengannya. Banyak hal yang terjadi pada aku dan dia. Kasih sayang yang lebih dari sahabat dekat sekalipun. Yang pasti, kata itu belum benar- benar terucap. Ya, sampai saat…

“Princess” panggil Donghae Oppa. Akupun menghentikan aktifitasku membaca ensiklopedi miliknya.

“Kau tau aku sayang padamu?” kata Donghae Oppa. Matanya menatapku intens. Tidak seperti biasanya.

“Ne.” jawabku.

Memang kata- kata itu sering terucap darinya. Tapi tidak lebih. Hanya sekedar sayang. Tak jarang pula ia menyelipkan ‘Te Amo’ pada akhir percakapan atau pertemuan kami.

Dia juga masih terus memanggilku Princess. Tak pernah ada penjelasan lebih dari itu. Aku juga tidak pernah meminta penjelasan.

“Kau pasti akan jadi kekasihku. Suatu hari nanti. Tepat pada ulang tahunmu ke delapan belas. Yakso-yo…” Katanya.

DEG sekali lagi.

Saat ia mengucapkan itu. Seakan memutar ingatanku pada kejadian beberapa waktu lalu.

Saat dia mengatakan “Saranghae.”

Untuk pertama kalinya. Desiran nadiku menjadi jauh lebih cepat.

Saat ini dimana dia membuatku menganggap semua teman lelakiku hanya sebatas teman. Saat dimana seolah dia sudah mengunciku.

“Ne.”

“Saranghae.” Katanya.

“Na Do” jawabku.

 

LAST TIME I SAW YOU (2005)

“Aku harus pindah.”

“Kemana?” tanya tanyaku pada Sunny.

“Aku akan tinggal di Osaka. Appa harus bekerja di sana.” Jawabku.

“Ta-Tapi… Aku tak akan bisa bermain bersamamu lagi? Yaaa… Lalu Hae Oppa? Sunny jangan pergi…” aku merengek.

“Aku pasti akan sering menelponmu. Kita tidak akan di sana selamanya. Kami pasti kembali. Yakso.”

Ya, pasti kembali… bisikku dalam hati.

@THE DAY HE GONE

“Aku pergi ya. Jangan lupa telpon aku, kirim e-mail atau chatting. Love You Fany. Aku pasti akan sangat merindukanmu.” Ujar Sunny penuh air mata.

“Ne. Aku juga pasti sangat merindukanmu. Berjanjilah kau tidak akan pernah lupa padaku.” Jawabku juga berlinang air mata.

“Fany-a jaga dirimu baik- baik. Sebisa mungkin aku pasti menghubungimu. Ingat janjiku ya.” Bisik Donghae Oppa padaku.

“Ne Oppa.” Jawabku.

“Saranghae.” Katanya sambil memelukku.

“Na Do.” Ujarku.

Mobil itupun berjalan. Meninggalkan aku.

Tapi janji itu…. Kurasa tidak begitu saja terbawa olehnya. Karena dia meninggalkannya untukku.

*_*

#AUTHOR POV

1st August 2009 (SEOUL)

“Saengil chukhae hamnida… Saengil chukhae hamnida, saranghaeyo Tiffany… Saengil chukhae hamnida.” Seru lima orang yang ada di sana.

“Kamsahamnida.” Balas Tiffany.

Hari ini Tiffany, Jessica, Siwon, Taeyeon, Sulli, dan Taemin merayakan ulang tahun Tiffany yang ke 20 tahun.

“Onnie. Saengil chukhae. Semoga kau mendapat umur panjang. Makin disayangi Tuhan dan semua orang.” Seru Sulli.

“Ne noona-ssi. Semoga kau dan Siwon Hyung juga selalu awet dan terus membuat semua orang iri.” Sambung Taemin.

“Aigoo… kalian ini. Hehehe… gomawo.”

“Sekarang tiup lilinnya!” pinta Siwon.

“Make a wish!” seru Jessica.

Apapun yang terjadi ke depan biarlah semua orang bahagia.

FIUUHH….

“YEEE….” Teriak mereka bahagia.

“Selamat ulang tahun chagi. I love you.” Kata Siwon sambil mendekap Tiffany.

“Gomawo Oppa.” Jawab Tiffany membalas pelukan hangat kekasihnya itu.

“YAK… KALIAN… AKU TAU SEDANG BAHAGIA TAPI JANGAN DISINI JUGA.” Pekik Jessica.

“Hahaha…” yang lain hanya tertawa.

Dua puluh tahun.

Ya. Sudah empat tahun sejak kepergian Donghae darinya. Janji itu seakan terlupakan karena waktu dan keadaan. Hubungan merekapun seakan tak pernah diungkit lagi.

Yang terakhir kali adalah tiga tahun lalu. Saat Sunny bilang padanya kalau Donghae akan kuliah di Russia.

Ya… Sunny. Bukan dia.

Tiffany dan Sunny juga hanya sesekali mengontak satu sama lain. Terakhir adalah tahun baru dua tahun lalu. Karena kesibukan dan lingkungan yang berbeda.

Sudah tiga tahun sejak Tiffany dan keluarganya memilih menetap di Seoul. Berteman dan lebih mengenal ibu kota Korea Selatan itu. Memulai hidup baru bersama teman- temannya di sini. Bertemu dengan sahabat- sahabatnya Jessica juga Taeyeon dan namja chingunya sekarang, Choi Siwon.

Mereka pacaran sejak dua tahun yang lalu. Tepat pada saat ulang tahun Tiffany yang ke delapan belas.

Pesta telah usai dan sekarang mereka menikmati malam berdua di apartemen mereka. Berada di balkon sambil berpelukan hangat. Melihat bintang di langit. Malam yang indah.

“Kau bahagia?” Tanya Siwon.

“Ne. Neomu.” Jawab Tiffany.

“Kau cinta padaku?”

“Ne. Wae?” tanya Tiffany berbalik menatap mata Siwon.

“Ahni-a. Hanya saja kau jarang mengatakan hal itu padaku. Selalu aku yang lebih dulu.”

“I Love You Oppa. Neomu neomu saranghamnida. Te Amo, te queiro, aishiteru, wo ai ni, je t’aime, ich liebe dich, ik houvan je. Sudah?” ujar Tiffany hangat.

“Na Do chagia.” Jawab Siwon sambil mengecup bibir Tiffany hangat.

“Sudah jam dua belas malam. Besok aku akan membawamu jalan- jalan.” Kata Siwon melepas dekapannya.

“Ke?” tanya Tiffany mengalungkan tangannya pada leher Siwon manja.

“Just for your birthday gift. So, it’s gonna be a surprise.” Bisik Siwon sambil menyentuh pucuk hidung gadis itu.

“I’ll wait honey.”

“Sudah sikat gigi-mu dan bersih- bersih. Mandi sana! Setelah itu baru kita tidur.” Kata Siwon.

“Ne.” jawab Tiffany segera berlari ke kamar mandi.

Ya. Mereka tinggal bersama di dalam satu apartemen. Tanpa ikatan suami dan istri. Namun hanya sebatas itu. Tinggal bersama. Tidak pernah lebih.

Karena Siwon sangat menjaga gadisnya itu. Dia melindungi Tiffany dan mencintai gadis itu dengan sangat berlebih. Mungkin salah satu alasannya karena gadis itu sudah tidak memiliki ibu sejak dua tahun lalu. Ayahnya pun berada jauh di Amerika Serikat.

Tapi toh Siwon sudah menggilai gadis itu bahkan sebelum dia tau namanya.

“Good night babe. Have a nice dream.” Ujar Siwon sambil mengecup kening dan mendekap Tiffany.

“Good night honey. Have a nice dream.” Balas Tiffany sambil memejamkan matanya dalam dekapan Siwon.

@Morning

Tuut… tut…

“Yeobuseyo?” jawab suara di sebrang dengan suara kantuknya.

“Bangun tuan putri. Sudah jam delapan.” Ujar Tiffany.

“Yak Tiffany-a. Bahkan di hari libur sekalipun kau masih menjadi alarm untukku. Huh.” Keluh suara di seberang.

“Jessica yang manis, mau sampai kapan kau jadi gadis pemalas? Huh? Bahkan kau pasti belum membersihkan apartemenmu itu kan?” tanya Tiffany.

“Ya sudah lah. Nanti aku suruh Krystal yang rapikan. Lagi pula dia kan juga numpang di sini.” Ujar Jessica masih mengantuk.

“Yak. Kau ini Onnie macam apa sih?” tanya Tiffany terkejut.

“Huh. Iya… Iya… Nanti aku bereskan kalau ingat.” Ujar Jessica sarat dengan suara kantuknya.

“Kau mau ikut ke gereja bersamaku dan Siwon Oppa? Dia sedang mandi. Setelah itu kami sarapan dan pergi ke gereja.” Jelas Tiffany.

“Tidak perlu. Aku sudah janji mau menemani Krystal dan pacarnya itu gereja sore. Katanya anak itu mau traktir aku makan malam karena hari ini dia anniversary.” Jawab Jessica.

“Oh. Titipkan salamku padanya ya!” ujar Tiffany.

“Okay. Bye.”

“Bye…”

“Nugu?” tanya Siwon yang baru keluar dari kamar mereka.

“Jessica. Seperti biasa aku membangunkannya. Hehehe…”

“Kau ini seperti alarm saja.”

“Sudahlah, ini aku sudah menghangatkan makanan dari Taeyeon kemarin. Makan sampai kenyang! Di jamin enak.” Kata Tiffany sambil menghidangkan makanan.

“Taeyeon itu baik ya? Dia selalu memberikan makanan pada sahabatnya yang tidak bisa masak ini.” Goda Siwon.

“Huh. Memang sih dia sangat baik.” Ujar Tiffany mengakui kekalahannya.

“Hwaa… Maissa… Seandainya Nae Yeoja bisa memasak seenak ini.”

Tiffany hanya menggembungkan kedua pipinya membuat Siwon tergelak dan mencubit kecil pipi yeoja-nya itu.

“Kau sudah menelponnya untuk mengajaknya ke gereja?” tanya Siwon.

“Kemarin dia bilang dia akan pergi ke Daegu seharian bersama Yunho Oppa.” Jawab Tiffany.

“Mau mengenalkan Yunho Hyung pada keluarganya?”

“Mungkin. Kan mereka sudah empat tahun pacaran. Huh sungguh romantis.” Ujar Tiffany.

“Kita juga romantis. Kau saja yang selalu tak sadar. Kau tau? Bahkan Sulli sendiri yang bilang, “Karena melihat Oppa dan Onnie, belakangan Taemin Oppa suka memberiku bunga mawar merah. Dia jadi sering mengantarku. Huh, tapi aku masih saja iri pada kalian. Tidak ada yang bisa menyaingi kalian Oppa.”. See?”

“Benarkah Saeng-mu berkata begitu Oppa? Wah mereka sudah besar ya???” ujar Tiffany sambil tergelak.

“Ya iyalah.”

“Bahkan aku ingat saat iya datang padaku dan bertanya. ‘Onnie boleh tolong aku nggak? Bilang sama Oppa izinin aku pacaran sama Taem Oppa… Yayaya???’” tiru Tiffany persis dengan gaya bicara Sulli waktu itu.

“Sudah cepat makan. Setelah itu ke gereja dan jalan- jalan. Okay?”

“Ke mana sih Oppa…”

“Your most favorite place darling.”

“I think I know where is it.”

“We’ll see…”

“Sudah cepat beri tahu.” Paksa Tiffany.

“Ra, Ha Sia….” Seru Siwon menatap Tiffany jahil.

“Huh…”

TBC


23 thoughts on “[Freelance] PRICELESS LOVE #1

  1. Yeeey,,
    Aku suka crtnyaa , apalagi ada couple fav aku haefany ,,,
    Tu sii donghae kmnaa ??
    Trus fany onnie udah ngelupain hae yaa ???
    Ksian dy ditggal pergiii,,,,
    Yaaa udah deh dtggu aja part slnjutnyaa,,
    Fany smaa hae yaa ,, jaebaaaal🙂

    Like

  2. huuuaaaa aseeeek haefany…

    btw hae hyung kmana c sbenerny??

    trus c sunny tu kok ga blik” lg k korea??

    nampakny ad ssuatu ni, ssuatuuuu…

    sya suka dh klo ad yg bkin ff haefany heheheee…

    ditunggu updetny chingu..

    Like

  3. annyeong ^^ aku reader baru disini ! ceritanya bagus , fany,nya sama hae oppa aja yah thor🙂 di tunggu kelanjutannya😀

    Like

  4. moga2 ending’nya tiffany ama siwon… tapi dongahe oppa??? kasian pertama2 hae yang deket ama tiffany, eh sekarang malah… ya gitu deh.. pokok’nya moga2 ending’nya tiffany ama siwon.. trus donghae ama jessica… klo ga ma sooyoung!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s