[Freelance] Two Different Tears [Part1]


Two Different Tears eps 1
Cast: Choi Si Won x Stephanny Hwang x
Author: J.Joker
 Lee Dong Hae x Song Joong Ki
Genre: Romance, Family, Friendships
Type: Chapter 1/5
Rate: PG 15
No Be a Silent Readers, no bashing, no plagiating

Di pagi hari yang dingin. Anda akan mendengar sebuah goesan sepeda. Mendengar sebuah jalan nya roda di sekitar rumah anda. Dan merasa kantung pos rumah anda telah terisi oleh 2 susu segar. Tak lupa dengan koran pagi.
Seorang yeoja, dengan rambut pendek sebahu. Dan memakai sweater, syall, topi, dan juga kacamata bingkai berwarna hitam. Ia juga memakai celana jeans yang tidak ketat. Namanya Hwang Mi Yeong atau lebih akrab di panggil Tiffany. Sedang menggoes sepeda nya yang berkeranjang di depan nya. Keranjang itu penuh dengan koran dan susu.
Sudah jelas, dia adalah seorang pengantar susu dan pengantar koran.
Dia berhenti di setiap rumah. Kemudian mengisi kantung pos yang tergantung di pagar masing-masing rumah dengan susu dan koran. Tak lupa ia selalu berkata dengan pelan…
“Semoga hari anda menyenangkan” dia selalu berbisik seperti itu jika sudah meletakan barang antaran nya.
Seorang namja menarik-narik tubuh nya yang baru bangun tidur itu. Ia langsung melangkahkan kaki nya ke balkon kamar tidur nya. merasakan udara segar yang sempat membuatnya agak merinding saking dingin nya. Lalu, mata sipit nya terbuka. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat pemandangan sekitar. Kemudian ia memfokuskan pandangan nya pada pagar rumah nya. ia melihat seorang yeoja yang tidak lain tidak bukan adalah Tiffany. Namja itu langsung tersenyum hangat melihat nya. Setiap pagi, memang itu lah yang dilakukan oleh namja itu, Pergi ke balkon atas rumah nya, dan memandang yeoja cantik yang bernama lengkap Stephany Hwang itu. Seperti nya namja itu agak tersihir dengan kecantikan yeoja itu. Bahkan dia bisa tersenyum lebar dengan agak sedikit tertawa jika ia sudah melihat Tiffany berbisik kecil di depan pagar nya.
Usai mengisi kantung pos rumah sang namja yang sedang memperhatikan nya dari balkon di atas. Tiffany langsung menaiki sepeda nya dan menggoes nya.
Tiffany sedikit bergumam menyanyikan lagu sambil menggoes sepeda nya. Tetapi, ketenangan itu langsung sirnah saat 3 yeoja dengan seragam menahan Tiffany. Tidak jauh dari rumah namja itu.
Tiffany langsung menatap anak-anak sma itu. Dua yeoja berambut panjang, dan salah satu dari nya ada yang bergelombang, dan satu nya lagi berambut pendek. Tiffany menatap dari ujung rambut sampai ujung kaki nya.
 “Ya! Nuguya?” tanya Seorang yeoja di antara mereka bertiga.
Tiffany sedikit tertawa. Dan ketiga yeoja itu sempat melotot melihat reaksi Tiffany itu. Dan ternyata, namja sipit itu masih melihat Tiffany. Ia sedang berdiri di depan pagar rumah nya. Ia melihat pertemuan itu.
“Ya!” Tiffany langsung merubah mimik wajah nya menjadi serius dan dingin.
“Harus nya aku yang bertanya, Nuguya? Bocah seperti kalian harus nya menggunakan kata-kata formal jika berbicara dengan orang yang lebih tua” ucap Tiffany dan langsung menggoes nya lagi.
Anak-anak itu tetap menghalangi jalan nya Tiffany sambil membentangi tangan mereka. Namja itu semakin tertarik melihat kejadian ini.
“Ya! Kau tidak bisa melakukan hal itu kepada Joong Ki oppa!” seru si rambut bergelombang. Tiffany yang asing dengan nama itu mengangkat satu alis nya.
“Joong..”
“Dia selalu memperhatikan mu! Setiap kau berhenti di depan rumah nya, dia selalu tersenyum melihat mu dari balkon rumah nya!” jelas si rambut pendek. Tiffany makin tidak mengerti.
“Dan sekarang! Ia bahkan melihat mu dari depan pagar nyaa!” seru si rambut panjang dengan mimik wajah kecewa dan sedih.
“Pa… Pagar?” gumam Tiffany dan langsung menoleh ke belakang. Dilihatnya seorang namja yang sedang merauk-rauk isi kantung pos nya dengan antusias. Tiffany mengendus.
“Geunamja?” tanya Tiffany sambil menunjuk ke namja itu yang tadi memerhatikan nya dari balkon. Pandangan nya masih terus tertuju pada namja itu, namja yang bernama Joong Ki itu sedang ke asyikan merauk  kantung pos nya, dan mengeluarkan satu manian rakit superhero. Namja itu tersenyum lebar dan merasa puas ia langsung memainkan mainan nya dengan menerbang-nerbangkan nya.
“NE!” seru tiga orang yeoja itu dengan bersama-sama dan kencang. Membuat Tiffany langsung menatap ketiga yeoja itu seketika. Joong Ki juga. Mereka bertiga adalah fans setia nya Joong Ki, Joong Ki sendiri adalah musisi korea yang terkenal.
Tiffany mengendus.
“Aku tidak kenal! Minggir!” seru Tiffany dan mulai menggoes lagi. Dan ketiga anak sma itu besi keras menahan Tiffany.
“Mwoyaaa?” tanya Tiffany degan kesal.
“Kau jangan sok cantik ya!” seru si rambut gelombang. Tiffany langsung diam dengan tatapan mata yang tajam. Joong Ki masih setia di depan pagar.
“Kau jangan pernah datang-datang ke mari lagi! Aratseo?!” seru si rambut panjang sambil menyentil kacamata Tiffany hingga miring. Tiffany langsung membetulkan kacamata nya.
“Kau ini benar-benar!” si rambut pendek langsung mengangkat tangan nya dan hendak menampar Tiffany.
GREP!
Tiffany langsung menopang tangan anak itu dengan tangan kanan nya. Joong Ki tersenyum penasaran.
Ketiga anak itu langsung terbelak.
“Ya!” si rambut gelombang mencoba melakukan hal yang sama, namun Tiffany berhasil menopang nya lagi dengan tangan kiri nya.
“Ya! Lepaskan tangan teman ku!” seru si rambut panjang.
“Kalau kau ingin tangan mu, berhenti menghalangi jalan ku” ucap Tiffany dingin.
“Ta.. tapi! Kami harus memberi mu pelajaran!” seru si rambut pendek. Tiffany langsung memutar tangan mereka –hampir melilit- kedua anak itu langsung teriak kesakitan, satu nya lagi hanya bisa menginggit bibir bawah nya. Joong Ki menatap nya dengan menarik.
“Kalau kau tidak ingin tanganmu patah. Menyingkirlah dari jalanku sekarangg!!!!” seru Tiffany sambil melepaskan genggaman tangan nya. Ketiga anak perempuan itu langsung pergi sejauh-jauh nya.
Tiffany langsung menaiki sepeda nya dan menggoes nya. Ia meniup poni nya.
“Nuguya? ” gumam Joong Ki dengan senyum yang mengembang di wajah nya.
 **********************************
“Aku  pulang!” seru Tiffany sambil melepas sepatu nya.
“Ohh.. kau sudah pulang?” tanya oemma yang sedang memasak. Tiffany hanya tinggal bersama oemma nya. di sebuah rumah yang sedang bertipe studio. Saat masuk, langsung disuguhkan pemandangan ruang tamu dan dapur.
Tiffany berjalan ke arah dapur dan membuka pintu kulkas. Ia meminum air putih yang dingin. Oemma serius dengan kimchi nya.
“Nanti akan ada tamu, tolong bantu oemma memasak ya” ucap oemma.
Tiffany pun melihat oemma nya.
“Siapa yang akan datang?” tanya Tiffany sambil menuju ke oemma nya.
“Huh Gak Ahjussi” jawab oemma sambil mengambil lobak lagi.
“Huh Gak Ahjussi?” gumam Tiffany.
**********************************
Oemma dan Tiffany duduk dengan melipat kaki nya di depan meja ruang tamu tampa kursi itu. Dan tepat di hadapan mereka, seorang Ahjussi yang akrab dipangil ‘Huh Gak’ ini menatap hangat kedua yeoja berbeda umur itu.
“Sudah lama kita tidak bertemu Cho Jin noona” Huh Gak mulai membuka sesi obrolan yang tadinya dingin dan belenggu. Oemma yang sempat tertunduk kini mengangkat kepalanya dan menoleh pelan pada Huh Gak.
“Ne~ Kau masih seperti dulu Huh Gak” ia melemparkan senyum kepada pria berumur 45 tahun itu. Huh Gak membalas senyuman itu dengan mata yang tertutup karena dia memang sipit.
Huh Gak mengalihkan pandangan nya pada Tiffany yang dari tadi hanya diam itu.
“Waaah… kau sudah besar ya, jadi lebih cantik” ujar Huh Gak.
“Gomasimida” Tiffany menjawabnya dengan senyum dan di tambah dengan eye-smile nya yang manis itu. Huh Gak kembali menatap oemma.
“Ahh.. aku sudah menyiapkan Kimchi untuk mu ‘saeng” seru oemma dan ia langsung berdiri dan mengambil Kimchi yang tadi ia buat seharian.
“Ouh.. jinjja?” ucap Huh Gak yang merasa senang.
“Ini dia…” Oemma membawa Kimchi itu. Kimchi itu berada di kotak makan atau yang lebih terkenal di namakan ‘misting’
“Waaah… gomawoyo noona” ucap Huh Gak dengan penuh senyum.
**********************************
Poster Beyonce dan poster artis-artis barat lainya tertempel dengan asal di dinding kamar. Tumpukan lirik lagu dan lain-lain nya tertata rapi di atas meja. Tiffany sedang tiduran melepas lelah dengan sejuta fikiran di benak nya. Ia merileks-kan badan nya di atas kasur. Ya…. ini lah keadaan kamar Tiffany. Penuh dengan koleksi musik. Dari kecil ia memang bermimpi menjadi seorang penyanyi yang hebat. Dia ingin sekali kuliah di sebuah universitas kesenian. Tapi apa daya? Ekonomi keluarga nya tidak memungkinkan. Ibu nya hanya lah pekerja paruh waktu di sebuah cafe. Tiffany sendiri, hanyalah pengantar susu dan koran. Huh…
Tiffany terus merenungi. Sesekali ia memejamkan mata nya dan memohon untuk meminta petunjuk. Petunjuk, petunjuk agar ia tidak salah menentukan arah jalan hidup nya.
Flashback
**********************************
“Shiro!” seru Tiffany seketika saat mendengar perkataan Huh Gak Ahjussi.
“Min yeongie” ucap oemma menenangkan.
“Dengar dulu, kau kan sangat menginginkan menjadi penyanyi? Ayo, paman akan membiayai semua nya! dan…”
“Dan meninggalkan oemma sendirian? Itu kan yang ingin ahjussi katakan?” Tiffany menyela. Huh Gak pun hanya mendengus.
“Min yeongie, gwenchana~ oemma sudah bicara dengan Huh Gak ahjussi”
“Oemma?!” Tiffany langsung menatap oemma seketika.
Huh Gak dan oemma diam serentak.
“Jadi… oemma… dan Ahjussi, anda tau dari mana tentang diriku?” tanya Tiffany yang langsung menoleh ke Huh Gak.
“Itu semua… oemma mu.. dia sangat ingin kau menjadi apa yang ingin kau impi-impi kan. Wujudkan lah itu” jelas Huh Gak.
“Kendae, kenapa anda ingin membantuku?” tanya Tiffany dengan tatapan tajam nya.
“Apa salah nya?  Kau sudah aku anggap anak sendiri. Walaupun aku hanya lah seorang sahabat oemma mu. Anggap saja ini adalah balas budi, atas apa yang telah Cho Jin lakukan padaku waktu dulu” terang Huh Gak.
“Kau akan tinggal bersama anak dari Huh Gak ahjussi, oemma sangat ingin melihat kau bahagia”
#Flashback End
“Apa salah nya, untuk menerima ini? Aku justru beruntung” gumam Tiffany sambil memeluk boneka nya.
#Keesokan hari nya…
Joong Ki keluar dari balkon nya. seperti biasa, ia mencari-cari Tiffany. Ia melihat ke pagar nya. Tidak ada siapa-siapa sama sekali. Janggal. Joong Ki langsung melihat jam tangan nya. sudah jam tujuh pagi lewat limabelas menit, kemana dia? Biasa nya jam setengah tujuh sudah ada. Tak lama kemudian, Tiffany datang. Joong Ki langsung mengembangkan senyuman nya.
Tiffany berjalan menuju kantong pos rumah Joong Ki. Seperti biasa ia memasukan koran dan susu. Kemudian ia mundur sekitar dua langkah. Joong Ki merasa aneh.
*bow* Tiffany menunduk sektar 80 derajat.
“Tolong!” ucap Tiffany. Raut muka Joong Ki memancarkan kebingungan dengan sikap Tiffany.
“Tolong! Tolong doakan aku! Aku akan memulai karir ku!” seru Tiffany dengan segenap hati. Tentu saja Joong Ki tidak mendengarnya. Dia kan berada di balkon atas. Joong Ki langsung turun dari balkon nya, dan hendak menuju Tiffany.
**********************************
Tiffany memejamkan matanya. Ia merasa lega. Ia langsung menaiki sepeda nya.
Pagar tiba-tiba terbuka. Tiffany langsung melihat ke arah pagar itu. Dan dilihat nya Joong Ki dengan bingung.
“Noe~” ucap Joong Ki dengan detakan jantung yang cepat. Tiffany hanya menatap nya dengan aneh.
“Nuguseyo?” tanya Tiffany seketika.
**********************************
@Rumah Joong Ki
Tiffany mengenggam mug yang berisi kopi hangat.  Begitu juga dengan Joong Ki.
“Jadi… namamu Tiffany?” Joong Ki mulai membuka mulut nya.
“I.. iya” jawab Tiffany.
“Tapi… anda siapa? Dan kenapa tadi anda mengajak ku masuk?” tanya Tiffany.
“Aku Joong Ki. Aku tadi memanggilmu karena aku ingin menanyakan sesuatu” terang Joong Ki.
‘Jadi ini yang namanya Joong Ki’ gumam Tiffany sambil mengingat-ngingat kejadian kemarin saat tiga yeoja menganggu nya.
“Ka.. kau ingin menanyakan apa?”
“Kenapa kau tadi menunduk? Kau bicara dengan siapa? Tidak seperti biasa nya, kau selalu berbisik kecil. Tapi kenapa sekarang berbeda?” tanya Joong Ki. Tiffany tercengang dengan perkataan Joong Ki itu. Ternyata benar apa yang dikatakan yeoja-yeoja tentang Joong Ki yang selalu memperhatikan dirinya.
“I.. itu.. itu karena.. aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal” jelas Tiffany. Joong Ki langsung tercengang.
“Mwo? Oediga?” tanya Joong Ki seketika.
“Aku.. aku akan kuliah” terang Tiffany dengan senyum dan eye-smile nya, Joong Ki langsung terasa seperti ternsetrum melihatnya.
“Waah… kuliah dimana?” tanya Joong Ki lagi.
“Aku belum tahu, tapi, aku akan kuliah di universitas kesenian teman ibu ku dan menjadi penyanyi :D” jawab Tiffany. Joong Ki tersenyum hangat mendengarnya.
**********************************
@ Rumah Tiffany
Oemma sedang menonton TV di ruang tamu dengan tenang. Kemudian dari arah pintu rumah, Tiffany masuk.
“Oemma?” sapa Tiffany sambil melepas mantel nya.
“Oh.. kau sudah pulang? Cepat makan” ujar oemma tampa sedikitpun melihat ke arah Tiffany. Tiffany mendengus. Tiffany tidak melakukan saran ibu nya itu, ia langsung beranjak ke kamar nya.
**********************************
#tak lama kemudian…
Tiffany turun dari lantai dua tempat kamar Tiffany. Ia membawa koper dan tas nya. Oemma langsung melihat Tiffany.
“Kau sudah siap-siap?” tanya oemma sambil terus memperhatikan tas Tiffany. Tiffany hanya mengangguk.
Kemudian oemma menatap televisi lagi dengan lemas. Tiffany hanya diam melihatnya. Suasana rumah begitu tidak mengenakan. Tiffany langsung menuju ke arah oemma nya dan langsung memeluk oemma nya.
Oemma terkaget. Tiffany menopang dagu nya di bahu oemma.
“Mi youngie?” ucap oemma lemas.
“Oemma… aku pasti akan kangen sama oemma”bisik Tiffany dengan sedikit menngis. Oemma menghela nafas. Ia mengelus tangan Tiffany dengan lembut.
“Oemma juga… pasti :’)” Mereka saling berpelukan. Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu. Oemma dan Tiffany langsung tersadar dari fikiran nya.
“Itu pasti Huh Gak” tebak oemma. Tiffany melepaskan tangan nya. Ia membukakan pintu itu. Ternyata benar itu Huh Gak yang datang.
Huh Gak melihat Tiffany dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kemudian ia menatap oemma. Huh Gak sedikit menghela nafas.
“Kau sudah siap?” tanya Huh Gak.
“Ne”
**********************************
Rumah mewah bertingkat yang modern dan bertipe ‘minimalist’ kini berhasil membuat Tiffany terpaku di halaman yang cukup besar rumah itu. Rumah itu besar sekali. Rumputnya pun sangat hijau. Suasana nya sangat tenang. Tiffany menelan ludah nya telak-telak.
Huh Gak membuka pintu utama rumah itu.
“Ayo masuk, sekarang kau tinggal di sini” ucap Huh Gak dengan senyum nya. Huh Gak langsung masuk duluan. Tiffany masih mematung di halaman. Ia langsung mengenggam tangan kiri nya kuat-kuat. Kemudian ia melangkahkan kaki nya sambil menyeret-nyeret koper dorong nya kedalam rumah.
**********************************
@Rumah Huh Gak
Tiffany melihat ke seliling rumah. Waah… indah sekali… modern… besar…
“Kamar mu di situ ya” Huh Gak menunjuk ke arah lantai dua. Rumah itu konsep nya terbuka. Jadi dari lantai atas sangat mudah melihat ke lantai bawah. Begitu juga sebaliknya. Tiffany mengangguk-ngangguk.
“Di situ dapur nya” Huh Gak menunjuk lagi ke arah utara rumah itu. Tiffany memperhatikanya dengan teliti.
“Ooh.. iya, anak-anak ku” ucap Huh Gak. Tiffany yang sedang terkesima tidak terlalu banyak omong saat itu.
“Anak-anak!!” seru Huh Gak. Kemudian dari lantai atas seorang namja yang bernama Donghae keluar dari kamar nya. kamarnya sebelahan dengan kamar Tiffany.
“Mwoyaa appachi?” tanya Donghae dan langsung pergi ke bawah. Ia memakai jas yang trendy dan jeans. Penampilan nya keren sekali.
Kemudian dari kamar mandi, yang berada di lantai bawah, persis sebelah Huh Gak dan Tiffany, seorang namja keluar dengn telanjang dada dan sikat gigi di mulutnya. Ia tidak berkata apa-apa dan hanya mengangkat alis kepada Huh Gak ayah nya. Tiffany langsung diam kaku. Detak jantung nya berdetak sangat kencang melihat namja sedang bertelanjang dada di hadapan nya. belum lagi abs nya…….
“Ya! Pakai bajumu!” seru Huh Gak. Namja yang akrab dipanggil Siwon itu melihat ke arah Tiffany sejenak. Tiffany tidak mengatakan sepatah kata pun karena kaget. Siwon kembali masuk ke kamar mandi.
“Maaf ya Tiffany, dia tidak ahu bakal ada tamu” ucap Huh Gak dengan segenap hati.
“Gwenchanayeo ^^” Tiffany sangat mengerti dan membuat Huh Gak begitu tenang.
“Ada apa appachi?” tanya Donghae dari arah belakang Huh Gak. Pandangan Donghae terus menuju ke Tiffany dengan lekat-lekat. “Nuguya?” tanya Donghae yang telah persis di samping ayah nya.
“Dia Tiffany, mulai sekarang dia akan tinggal di sini” terang Huh Gak. Donghae langsung tercengang sambil memaparkan senyuman nakalnya. Alisnya bertaut sambil melihat Tiffany dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“Annyeong Haseyo, Tiffany imnida!” ucap Tiffany sambil sedikit membungkuk.
“Emhh, Donghae imnida!” Donghae melemparkan senyumnya.
Tak lama kemudian Siwon keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos dalam. Abs nya masih terlihat jelas. Ia mengalungkan handuk nya di leher.
“Ini, Siwon” ucap Huh Gak sambil menunjuk ke Siwon. Siwon hanya diam dengan tatapan santai dan biasa namun serius.
“Annyeong Haseyo, Tiffany imnida!” seru Tiffany sama seperti tadi. Siwon masih bungkam.
“Baiklah, ahjussi tinggal dulu ya, kau harus berbenah di kamar mu. Selamat beristirahat.
“Ne! Gamsahamida!” ucap Tiffany sambil membungkuk. Tiffany pun membawa koper nya dan hendak pergi ke lantai atas.
“Ya!” seru Donghae kepada Tiffany. Tiffany langsung terpaku dan tidak bergerak. Donghae langsung menghampiri Tiffany.
“Kau tidak memiliki nama korea?” tanya Donghae tiba-tiba. Ia membisikan ya di telinga Tiffany dengan suara yang sexy, membuat Tiffany merinding. Tiffany langsung berbalik ke arah Donghae.
“Ada, nama koreaku Hwang Mi Young” ucap Tiffany dan menunduk, setelah selesai Tiffany langung pergi ke kamar nya dengan kopernya. Donghae hanya bisa menatap aneh.
“Hey! Biar ku bawa koper mu!” seru Donghae sambil tersenyum. Siwon hanya diam dan langsung pergi ke kamarnya. Bisu kali ya? *eh –-v Tiffany tidak menghiraukan Donghae dan terus berjalan.
**********************************
*ayo perkenalan ._.v*
@Kamar ‘baru’ Tiffany
Tiffany membuka pintu kamar baru nya itu. Saat ia melihat ke dalam…
“Waaahh..” gumam Tiffany dan langsung masuk ke kamar. Tiffany melihat keseliling dengan terkagum-kagum. Kamarnya besar dan modern.
“Ini sih sama seperti ruang tamuku luasnya.. bahkan lebih…” Tiffany kembali bergumam. Mata nya tak henti-henti menatap sekeliling.
Kemudian ia memusatkan pandangan nya pada sebuah kasur yang besar lengkap dengan bedcover nya. Mata Tiffany tak habis-habis di manjakan di kamar ini. Dia langsung loncat ke kasur dan menari-nari. Ia sangat puas. Ia langsung menuju ke lemari modern yang berada di sebelah kiri kasur. Ia segera merapihkan pakaian nya dan memasukan pakaian nya ke lemari geser itu.
@Kamar mandi
Tiffany tak habis-habis terkagum dengan seluk beluk rumah ini. bath tub yang berwarna putih langsung disuguhkan di kamar mandi nya. Ia melihat satu persatu alat-alat kamar mandi itu. Dari shower, bath tub dan lain-lain nya yang sangat modern dan berkelas tinggi.
@Dapur
Ia berjalan ke dapur dengan mengendap-ngendap. Ia melihat dapur yang minimalist yang bernuansa hitam-putih-abu-abu. Ia memegang peralatan-peralatan yang modern sesampai nya di dapur. Ia melihat wastaffle yang besar. ‘Kalau masak Kimchi di sini pasti nyaman’ gumam Tiffany.
“Tiffany?” tanya Donghae tiba-tiba. Tiffany langsung mematung saat mendengar ada yang memanggil nya. Ia sedang memegang-megang kulkas. Kemudian Tiffany melihat ke belakang.
“I… iya?” tanya Tiffany dengan serba salah dan langsung menyimpan tangan nya di belakang sesaat. Donghae hanya tersenyum.
“Apa yang sedang kau lakukan di sana? Kau lapar?” tanya Donghae dengan tatapan sexy nya. Dia memang mempunyai karisma yang kuat sehingga mampu membuat yeoja-yeoja jatuh hati pada nya. Lagi diam pun, mata nya bisa terlihat sexy.
“Hah? Oh.. an… aniaa~” jawab Tiffany sambil mengenggam tangan nya kuat-kuat.
“Lalu, kau sedang apa?” tanya Donghae lagi.
“Hem… i… iya! Aku lapar!” Tiffany menjawab dengan gugup. Ia malu jika ketahuan sikapnya yang katro megang-megang kulkas.
Donghae mentautkan alis nya, membuat kedua mata nya itu tambah sexy.
“Loh? Katanya engga? Yasudah, aku pergi dulu ya,” ucap Donghae dan langsung bertolak.
“I.. iya!” Tiffany menjawab. Ia langsung menghela nafasnya dan menghembuskanya. Saat ia sudah tenang, ia membuka kulkas nya. Ia memutuskan untuk memasak.
“Loh? Tidak ada bahan-bahan makanan sama sekali di sini! Semua nya di isi dengan bir dan soda? Mereka makan apa selama ini?” keluh Tiffany sambil mendengus.
“Kami tidak pernah memasak” ucap seorang namja yang tidak lain adalah Siwon. Tiffany langsung melihat ke arah Siwon yang sedang berdiri di tempat tadi Donghae berdiri dengan kaget.
“Ne.. ne?”
“Ya, kami tidak pernah memasak, jadi tidak ada makanan sama sekali” ucap Siwon lagi. Tiffany kebingungan.
“Waeyeo? Kalau begitu selama ini kalian makan apa?” tanya Tiffany.
“Kami selalu memesan di restoran cepat saji. Jadi kalau kau ingin makan, pesan saja, buku telefon nya ada di sana” ujar Siwon sambil menunjuk ke arah meja ruang tamu. Tiffany mendengus.
“Kalau kalian makan makanan cepat saji seperti itu terus, nanti kalian sakit, kalian harus makan-makanan rumah! Supaya kalian sehat!” seru Tiffany. Mata Siwon berbinar mendengarnya, belum ada yang mengatakan hal itu dalam hidupnya.
“Ta… tapi… tidak ada yang bisa masak di rumah ini” kata Siwon dengan gugup.
Tiffany diam mendengarnya. Kemana ibu mereka?… itu yang terlintas di benak Tiffany.
Siwon pun langsung pergi dari tempat itu sambil menyimpan tangan nya di saku celana jeans panjang nya. Tiffany diam dengan lemas,merasa kasian dengan Siwon dan Donghae.
“Shh… kenapa namja itu dingin dan tidak banyak bicara sih?” gumam Tiffany. Tiffany pun pergi keluar untuk membeli bahan-bahan makanan.
Ooh iya… lupa.. Siwon itu kakanya Donghae. Hohoho. Dan Siwon itu adalah stuntman, sedangkan Donghae mempunyai cafe coffee. Siwon itu anak nya pendiam, dingin, dan kadang-kadang menjengkelkan karena sikap nya yang cuek. Kalau Donghae beda, Donghae ceria dan dia kekanak-kanakan. Ia adalah Cassanova. Ia dapat menyetrum yeoja-yeoja cantik dengan senyuman nya dan dengan tatapan nya yang sexy.
Dan Tiffany tinggal agak jauh dari rumah nya yang dulu. Tetapi rumah kedua anak Huh Gak ini dekat dengan Konkuk Unyversity tempat dimana Tiffany akan menimba ilmu sebanyak-banyak nya tentang seni musik. Siwon juga dulu pernah kuliah di universitas itu, dia mengambil jurusan teather, dan dia sudah lulus. Konkuk Univerity sendiri adalah universitas yang paling bagus di Korea Selatan. Huh Gak adalah Direktur nya.
**********************************
@Latte Caffe
Di sini lah tempat Donghae mencari pundi-pundi won #alah. Ini adalah cafe nya Donghae. Sudah berdiri sekitar 3 tahun. Donghae membangun cafe ini sejak usianya 19 Tahun, berarti sekarang umurnya sudah 21 tahun. Kecintaan nya pada kopi memang sudah di mulai saat ia umur enam tahun. Donghae pernah mencuri kopi milik ayah nya yang tersaji di atas meja kerja. Donghae yang asing dengan minuman itu mencium aroma nya terlebih dahulu. Dan Donghae merasa bahwa aroma kopi itu sangat enak dan membuat orang tenang. Donghae pun mencoba nya. alhasil dia melepeh-lepehkan lidah nya karena rasa pahit si kopi itu. Tetapi ia tidak kapok. 2-4 tegukan ia merasa rasa nya fantastik dan langka. Yaiyalah, cuman kopi aja yang rasa nya kopi, loh? .-. Mulai saat itu lah Donghae suka kopi. Selama ini dia menghabiskan waktu luang nya untuk mempelajari kopi, dan cara membuat kopi yang enak. Bahkan dia sangat ahli membuat karya latte art. Tangan nya seperti sudah sangat kenal dengan kopi. Penciuman nya juga hebat. Dia bisa membedakan jenis-jenis kopi dengan mata tertutup hanya dengan mencium aroma nya yang tidak begitu kuat.
“Oppaaa!!” seru seorang yeoja yang berada di sebelah kiri Donghae.
“Wae gerae~?” tanya Donghae sambil mengedipkan satu mata nya.
“Oppa, apa benar ada perempuan di rumah oppa?” tanya yeoja itu dengan intonasi yang manja sambil mengelus-ngelus dada Donghae. Donghae tersenyum.
“Ne, waeyeo?”
“Dia siapa? Apakah dia pacar oppa?” tanya yeoja yang di sebelah kanan Donghae. Serentak Donghae langsung melihat ke arah yeoja itu. Beginilah Donghae, tiap hari di kelilingi oleh yeoja-yeoja yang cantik nan sexy.
“Pacar?” gumam Donghae dengan tatapan nakal dan senyum khas nya. “Aniaa~” kata Donghae sambil mencubit pipi yeoja itu. Tetapi Donghae masih memikirkan kata-kata ‘Pacar’.
“Ya! Casanova yang di sana!” seru seorang namja dari arah pintu cafe. Donghae langsung melihat ke arah namja itu.
“Haaaah… ternyata kau… Joon Ki ayo masuk!” seru Donghae. Joong Ki langsung masuk dan menuju meja Donghae yang dipenuhi yeoja-yeoja. Donghae dan Joong Ki adalah teman dari TK, mereka sangat akrab.
“Oppaa!!” seru semua yeoja-yeoja itu kepada Joong Ki yang baru datang.
“Geare, gerae, geraee” Joong Ki langsung membentangkan kedua tanganya dan 3 yeoja sekaligus memeluknya.
“Oppa! Kau tambah ganteng yaa~” ucap satu yeoja. Joong Ki hanya bisa tersenyum-senyum.
“Ya, nan Song Joong Ki-da~” kata Joong Ki sambil mengedipkan satu mata nya.
“Ya! Ya! Ya! Biarkan dia duduk!” seru Donghae. Yeoja-yeoja itu memasang mimik wajah yang sedih dan cemberut. Mereka langsung melepaskan pelukan itu. Joong Ki pun duduk di sebelah Donghae.
“Ya! Lihat apa yang aku dapat!” seru Joong Ki dan langsung menunjukan manian rakitan superhero yang iya dapatkan kemarin pagi.
“Wooohhh… itu kan.. superhero Marvel yang langka! Kau dapat dari mana?!” tanya Donghae. Mereka berdua adalah penggemar mainan. Mereka berdua memang sama-sama kekanak-kanakan.
“Aku pesan di toko online! Kemarin pagi baru aku dapatkan~” kata Joong Ki sambil memamerkan mainan nya.
“Waaah… beruntung!” seru Donghae yang tatapan nya terus fokus pada mainan baru Joong Ki.
“Oppa! Apa kau tau? Donghae oppa menyimpan perempuan di rumah nya!” bisik seorang yeoja di samping Joong Ki. Joong Ki langsung menatap Donghae dengan heran. Donghae yang sedikit mendengarnya langsung memukul paha putih mulus yeoja itu dengan pelan.
“Ya! Jangan asal bicara!” seru Donghae. Yeoja itu acuh.
“Jinjja?” tanya Joong Ki. Donghae jadi serba salah.
“A.. ah… ani~ Dia bukan siapa-siapa ku. Dia adalah anak teman ayah ku, dia akan bersekolah di Konkuk dan tinggal bersama keluarga ku” #keluaga apaan.. wong tinggal Cuman sama Siwon -_-v *itu juga keluarga thoor!!* #Hooo -.-
“Konkuk?” gumam Joong Ki.
Joong KI langsung mengingat tentang Tiffany.
 
“Aku.. aku akan kuliah”
“Waah… kuliah dimana?” tanya Joong Ki lagi.
“Aku belum tahu, tapi, aku akan kuliah di universitas kesenian teman ibu ku dan menjadi penyanyi :D” jawab Tiffany. Joong Ki tersenyum hangat mendengarnya.
“Siapa nama perempuan itu?” tanya Joong Ki tiba-tiba.
“Emmmhh… Ti.. Tiffany, nama koreanya Hwang Mi Yeong” jawab Donghae.
“Mwo?”
To Be Continue
 
Rame ga? Rame ga? Rame ga?😉 author menerima setiap kritik dan saran kalian  yaaa… yang mau liat eps selanjutnya comment nya manaaa???😀
1 Lampirkan file| 194KB

13 thoughts on “[Freelance] Two Different Tears [Part1]

  1. wah sneng’y Tiffany onni d’kerubutin sama oppa” yg ganteng..#ceilahbahasa’y
    hahaha…
    Lanjut chingu.. jgan klamaan ea..🙂 #readermaksa..
    Keep writting..

    Like

  2. Uwauwa Fany onnie daebak gini dilemanya aku onnie #plak aku suka SiFany HaeFany JoongFany jg wkwkwkw *maruk*🙂 dilanjutin ya onnie:D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s