[Freelance] Kenangan Pohon Mapple [Part.1]


Cast: Leeteuk ( Super Junior)

Jessica Jung (SNSD)

           Dan member SUJU dan karakter lain yang bakalan jadi cameo
Author: Shin Hye Ri
Genre: Sad Romance
Type: Series
pernahkah kau takut mencintai seseorang karna kau takut untuk meninggalkannya?
Pernahkah kau merasa impianmu dihempas jauh darimu?
Pernahkah kau merasa takut untuk tertidur karna khawatir hari esok tak lagi bisa kau lihat?
Tuhan, sekejam inikah takdir yang Kau tuliskan untukku?
Dengan langkah tergesa-gesa seorang yeoja berpakaian putih dengan stetoskop melingkar di lehernya berlari menuju ruang UGD. Sepertinya dia seorang dokter.
 “Bagaimana keadaan pasien?” tanya-nya pada perawat yang sudah lebih dulu berada di ruang UGD.
“Dia belum sadar, dok. Kondisinya sangat lemah dan nafasnya tidak teratur ketika tiba di sini tapi kami sudah melakukan tindakan dengan memasang alat bantu pernafasan jadi sekarang nafasnya sudah stabil”
“Baguslah kalau begitu. Baiklah, biar saya cek dulu keadaannya. Kalian beritahu keadaan pasien pada orang yang membawanya”
Setelah perawat tersebut keluar,dokter cantik itu bergegas memeriksa pasien yang terbaring lemah di ruang UGD itu. Namun alangkah terkejutnya ia saat mengetahui siapa orang itu . Sulit dipercaya kalau pasien itu adalah orang yang dikenalnya walaupun pastinya si pasien tidak mengenal sang dokter.
“Leeteuk Super Junior. Apa yang terjadi padamu, oppa”
Ya, pasien itu adalah Park Junsoo atau yang di kenal sebagai Leeteuk, Leader boyband dengan personil terbanyak se jagat raya (ckckckck, apa deh). Terang saja dokter itu sangat khawatir, secara dia itu seorang ELF dan terlebih lagi dia itu Angels (anggap aja kayak gitu ya). Sulit dipercaya kini orang sangat diidolakannya ada di hadapannya. sudah lama ia memimpikan bisa bertemu idolanya, namun sayangnya pertemuan mereka di sikon yang tidak tepat.
“Dokter, bagaimana keadaan hyung kami?” beberapa namja tampan menghampiri sang dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.
“bisa saya berbicara dengan keluarganya?”
“Maaf dok, tapi keluarganya sedang di luar negeri. Kau bisa berbicara dengan salah satu dari kami. Donghae, kau saja yang berbicara dengan dokter ini”
“Baiklah, Donghae-ssi. Ikut dengan saya”
Aigooo! mimpi apa dokter ini semalam ya bisa bertemu dengan seorang Lee Donghae.
“Bagaimana keadaan Teukie hyung, dok?” tanya Donghae ketika tiba di ruang dokter.
“Maaf, sebelumnya saya ingin bertanya. Apa ini sering terjadi? Maksud saya, apa Leeteuk-ssi sering pingsan seperti ini?”
“Sebenarnya ini bukan pertama kali, dok. Teukie hyung sudah sering pingsan setelah sebelumnya mengeluh sakit di bagian tubuhnya. Malah, ia juga pernah mimisan dan batuk darah. Dan tadi, sebelum kami bawa ke rumah sakit, dia pingsan dua kali. Pertama saat kami perform di SS4 tapi tidak lama, hanya sekitar beberapa menit dan yang kedua saat kami di bandara, ia juga tiba-tiba pingsan.i Apa penyakit hyungku serius, dok?”
Dokter itu menarik nafas pelan lalu menghembuskannya. “Begini, Donghae-ssi. Kami curiga ada penyakit yang bersarang dalam tubuhnya. Jadi tadi kami baru saja mengambil sample darahnya untuk diperiksa. Berdoalah kecurigaan pihak rumah sakit ini salah”
“Dokter, lakukan yang terbaik untuknya. Karena sebenarnya kami pun takut dan curiga akan penyakitnya. Melihat kondisinya yang seperti itu. Tubuhnya memang gampang collaps tapi entahlah, akhir-akhir ini kami merasa kondisinya aneh”
“Tentu saja Donghae-ssi. sudah tugasku sebagai dokter untuk melakukan yang terbaik untuk pasien. Oh iya, untuk sementara dia dirawat dulu di rumah sakit sambil menunggu hasil pemeriksaan keluar”
“Baiklah, dok. Gomawo.Ah iya, aku belum tahu nama dokter”
Sang dokter cantik itu tersenyum. “Panggil saja aku dokter Jung. Jessica Jung”
“Aku Lee Donghae”
“Aku tahu”
“Dari mana dokter tahu namaku?” tanya Donghae polos.
“Tentu saja. Di Korea ini, siapa yang tidak mengenal member boyband terkenal sepertimu.
Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menahan malu. Sepertinya ia lupa kalau dia seorang artis. Tentu saja dokter itu tahu siapa dirinya. Dasar pabo. Donghae merutuki dirinya sendiri. (oppa, kau memang pabo #dirajamfishy).
                                                                                          ***
Leeteuk memandang ruang rawatnya dengan tatapan hampa dan bosan. sudah dua hari ia dirawat di rumah sakit ini dan sampai sekarang ia tidak tahu kapan ia diperbolehkan pulang. haisss. berada di rumah sakit memang membosankan. yang ia hidup dari tadi hanya aroma yang membuat hidung malas untuk menciumnya”
“Aaaaarrrrggggggg….!!!!” Leeteuk mengacak-ngacak rambutnya frustasi sambil berteriak keras hingga membuat Ryewook yang tertidur karena lelah menemaninya seharian di rumah sakit bangun dan menghampiri hyung tersayangnya itu dengan ekspresi panik.
“Gwaenchana hyung? Apa yang sakit? perlu kupanggilkan dokter?”
“Haissss, aku tidak apa-apa, Wookie. Kau tidak perlu sepanik itu”
“Terus kenapa hyung berteriak?”
” Aku hanya bosan saja”
“Haissss, kau membuatku panik saja, Hyung. Kupikir kau kesakitan. Jangan membuat orang panik dunk”
“Mianhae, Wookie. Aku hanya merasa benar-benar bosan. Kapan aku boleh pulang? Dua hari di sini membuatku merindukan dorm”
“Sabar, hyung. Setelah sembuh kau pasti diijinkan pulang”
 “Anneyong, Leeteuk-ssi. Bagaimana kabarmu hari ini?” dokter Jung, dokter yang selama ini menangani Leeteuk masuk ke ruang rawat Leeteuk dengan senyum manis hingga membuat hati Leeteuk cenat-cenut (emang smash?).
“sangat buruk” jawab Leeteuk asal.
“Mwo? Apa kau merasa sakit? di mana? biar kuperiksa?” dokter Jung terlihat panik saat Leeteuk menjawab keadaannya buruk.
“Yak…!!! AKu tidak apa-apa. Tidak ada yang sakit, malah aku sehat walafiat begini. sudahlah, ijinkan aku meninggalkan tempat yang membosankan ini”
“Dokter, kau nasehatilah dia. Aku lelah menasehatinya. lihatlah, tingkahnya itu tidak mirip orang sakit”\
Dokter Jung tertawa ringan (emang ada ya tertawa berat. ckckckc! Author sarap nih) melihat tingkah Leeteuk dan Leeteuk yang melihat senyum dokter Jung menjadi terpesona (aigoo! Oppa! sadarlah. Umurmu dan jessica Unnie terbanting jauh. #plakkk #ditampolleeteukkarena bawel).
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Leeteuk-ssi. Ini tentang hasil pemeriksaanmu”
“Ada apa, Dokter Jung? Tidak ada sesuatu yang gawat khan?”
Raut wajah dokter Jung yang tadi ceria berubah menjadi serius. Sejujurnya ia tidak tega menyampaikan kabar ini pada Leeteuk namun Leeteuk harus tahu keadaannya sendiri.
“Mianhae, tapi……………..”
“Katakanlah. jangan berbelit belit seperti ini, dokter”
“Menurut hasil laboraturium, anda menderita penyakit leukemia stadium 3”
“Mwo………….!!!!” Leeteuk merasa dunianya runtuh. Ia seakan tak percaya akan apa yang ia dengar. Ia mencoba meyakinkan dirinya kalau ini cuma mimpi.
“Hyung………..” Ryewook menyentuh pundak Leeteuk dan menatapnya iba.
“tinggalkan aku sendiri, Wookie”
“Tapi, hyung…………….”
“aku bilang tinggalkan aku sendiri”
Ryewook tersentak kaget mendengar bentakan Leeteuk. Seumur-umur ia mengenal hyungnya, belum pernah Leeteuk membentaknya seperti tadi. Dengan langkah pelan, Ryewook meninggalkan ruangan Leeteuk tapi sebelumnya……….
“Wookie……….” panggil Leeteuk
“Ne, Hyung. Ada apa?”
“Rahasiakan ini dari member lain, jebal”
“Baiklah jika itu mau, hyung”
“Dokter Jung” panggil Leeteuk dengan nada lemah, mungkin Leeteuk masih syok. “Berapa lama sisa waktuku?”
Pertanyaan itu membuat Dokter Jung tersentak kaget. sebagai dokter, tentu bukan itu yang ia ingin dengar dari mulut pasiennya.
“Leeteuk-ssi, tenangkan dirimu dulu. Lain kali kita bicarakan lagi tentang tindakan apa yang harus kita lakukan untuk menangani penyakitmu. Dan saranku, jangan rahasiakan ini dari keluargamu. Kami para dokter butuh pendapat mereka nantinya”
“Aku sudah dewasa dokter, kau hanya perlu mendengarkan pendapatku. Tinggalkan aku sekarang, aku ingin sendiri”
“Tapi Leeteuk-ssi”
Leeteuk mengambil gelas di meja dan melemparnya hingga pecah berkeping-keping. “Tinggalkan aku sekarang atau kau mau kubuat seperti gelas itu. Kurasa aku masih memiliki tenaga untuk kenyakitimu”
Tak ada pilihan lain. Dokter Jung memilih meninggalkan Leeteuk sendiri. Ini bukanlah kali pertama ia melihat pasien yang belum siap menerima kenyataan akan vonisnya. Di depan kamar Leeteuk, ia hanya bisa mendengar tangisan Leeteuk.
“Andai ada yang bisa kulakukan untukmu, oppa” ucapnya dalam hati
“Tuhan, apa Kau membenciku hingga kau memberiku cobaan seperti ini? mengapa Kau tega menghancurkan kebagiaanku dengan vonis kejam ini? “raungnya di sela sela tangis.
“Teuki hyung, kau kenapa?” tanya Kyuhyun (suami author akhirnya muncul juga) begitu ia masuk dan mendapati Leeteuk sedang menangis.
“Gwaenchana, kyuhyun-ah. bisa kau tinggalkan aku dulu. aku ingin sendiri”
“Yak! hyung. Magnaemu ini baru tiba dan kau malah mengusirnya. hhhaaaissssttttt, tega kau hyung. Aku lelah setelah seharian syuting tapi kau malah menolak niat baikku menjengukmu”
Leeteuk mencabut infusnya dengan kesal “baiklah biar hyung yang pergi. kau istirahatlah. kau bilang kau lelah, khan”
“Kau mau kenama hyung?”
Leeteuk tidak menjawab. Ia terus saja melangkankan kakinya ke taman rumah sakit. Sepi. tentu saja. Ini sudah jam 8 malam. pasien bodoh macam mana yang mau nongkrong di taman rumah sakit malam-malam begini. Leeteuk duduk di bangku dibawah pohon mapple yang daunnya berguguran. Diambilnya satu daun pohon mapple itu dan menggenggamnya erat hingga daun itu hancur sehancur semangat hidupnya saat ini.
“Tuhan. Jika ini mimpi, bangunkan aku sekarang. Masih sulit bagiku untuk menerima semua ini. Bagaimana  dengan keluargaku, Super Junior, ELF jika aku harus meninggalkan mereka.
“Aaaaarrrgggghhhhh” Leeteuk mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya. Pandangannya kabur namun ia masih bisa melihat samar-samar ada gadis kecil menghampirinya sebelum akhirnya ia kehilangan kesadarannya.
Aigooo….!!! kependekan nih kayaknya part 1nya. Ini ff pertama aku yang series biasanya aku nulis yang oneshoot aja. Tapi kali ini author nekat nulis yang series. Ternyata sensasi nulis ff oneshoot sama sama series beda ya. hehehe! Makasih buat yang udah nyempetin buat publish dan membaca ff abal-abal ini. sampai jumpa di part 2 ya. Oiy….!!! ff ini terinspirasi dari kepenasaran author tentang pohon mapple hingga akhirnya muncullah khayalan yang luar binasa ini. ckckckck

7 thoughts on “[Freelance] Kenangan Pohon Mapple [Part.1]

  1. haduuuuuh aku nangis bacanya gak tega kalo \aa leeteuk sakit Y_Y ini tuh bener bener dalem, cepetan di publish part selanjutnya ya ^^

    Like

  2. Kalo ini oneshoot pasti lebih asik deh soalnya gatimbul rasa penasaran.. Aaaa oppa ku yang ganteng ini kenapa harus kayak gini nasibnya di ff:'( tapi keren kok ching *sok akrab* hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s