TwoShoot//Brother Complex


Genre           : Romance, gaje ???

Cast              :  Cho Kyuhyun, Cho Seohyun

Other Cast   : Temukan sendiri dehhh..hohoho..

Author          : RyeoFa as Farah,

PERHATIAN :

Annyeong readers ^^… author Ryeofa as Farahdiba Maulani datang lagi, mianhae kalo ada salah-salah kata.. semoga readers di WP ini gak bosen ya, soalnya author bawa FF SeoKyu lagi :p… hehe.. mianhae kalo Ffnya sering denger,  tapi dijamin ini ASLI buatan Author, dan FF ini emang pernah di share di FP FB, promosi ya..haha kalau disini ada Wiress so jangan lupa like page kami “ Seokyu fanfiction wiress” disana banyak FF SeoKyu lho #plak yaealah..hehe..:p..oke Happy reading ya..:D..

 

*****Kyuhyun Pov’s*****

Dilahirkan sebagai anak satu-satunya dengan fasilitas hidup yang mewah dan terjamin siapa yang menolak! Tapi ini tidak terjadi lagi saat aku memiliki seorang adik, oh…kau tahu rasanya aku seperti kehilangan surgaku. Orang tuaku selalu memanjakannya dari kecil, lalu mereka menyuruhku untuk menjaganya terus, oh… aku rasa aku seperti babunya!

 

“Cho Kyuhyun-ah bangun!!”

Lagi-lagi suara cempreng menggema di kamarku, oh…kapan aku bisa tidur pulas. Aku tak menghiraukan panggilan itu, aku menutup kupingku dengan bantal.

“Ya!! Bangun!” serunya tiba-tiba naik ke punggungku.

“Oh! Yeoja ini menyebalkan sekali.”

“Ya Cho Seohyun-ah jangan duduk dipunggungku!!” sentakku kesal pada saengku ini.

“oppa, kau galak sekali, aku hanya disuruh eomma membangunkanmu,” serunya membuatku tambah kesal.

Dia Cho Seohyun adik perempuanku satu-satunya, umurnya 3 tahun dibawahku, dan kau tahu dia adik paling menjengkelkan di dunia. Lihat saja padahal dia sudah SMA dan akan lulus tapi sikapnya masih saja seperti anak-anak, sungguh menyebalkan!

“oppa, palli, eomma dan appa sudah menunggumu,” serunya dengan suara cemprengnya itu,

“aku mau mandi dulu, kau turun saja dulu,” seruku sambil membuang muka kearahnya.

“ne , oppa…” serunya lagi, aku menoleh dengan wajah yang sangat bete.

“mwo? Apa lagi sekarang?” tanyaku kesal.

“aniyeo, aku hanya ingin bilang kalau kau tak perlu menjemputku,” serunya membuatku bingung.

Sementara aku sedang menatapnya bingung, dia keluar kamarku sambil tersenyum senang.

Tumben sekali yeoja manja itu tidak menyuruhku menjemputnya, oh apa dia sudah punya seorang namja?

*****

Setelah selesei mandi, aku turun untuk sarapan bersama, aku sedang berkuliah di Universitas Seoul, dan aku duduk di semester 8, sebentar lagi aku akan lulus kuliah, dan melanjutkan bisnis appa. Sedangkan yeoja tengik itu masih duduk di kelas 3 SMA, dia murid yang pandai juga di sekolahnya.
“Kyuhyun-ah, kau harus banyak makan sayur,” seru eomma sambil memberikanku semangkok sayur, yang jelas-jelas aku tak suka.

“eomma, aku tidak suka itu,” gumamku kesal.

“aniyeo, kau harus makan Cho Kyuhyun, lihat wajahmu sering berjerawat bukan? Itu karena kau kurang makan sayur,” jelas eomma yang membuatku tambah terpojok.

“eomma, oppa bilang dia tidak mau, biar aku yang makan saja,” seru Seohyun, ya untuk saat seperti ini Seohyun memang bisa diandalkan.

Seohyun menoleh kearahku dan mengedipkan satu matanya sambil mengacungkan jempolnya, aku hanya membalasnya dengan acungan jempol lagi, terlihat senyum manis di pipinya, aku tak tahu kalau ternyata Seohyun adikku yang manja ini cantik juga kalau tersenyum.

Setelah selesei makan aku berangkat bersama Seohyun, karena Seo belum diijinkan appa untuk membawa mobil jadi akulah yang selalu direpotkan yeoja manja ini.

“oppa,” panggilnya, aku menoleh malas.

“wae?”

“menurut oppa apa ini bagus?” tanya Seohyun sambil menunjukan gambar jam tangan hitam di sebuah majalah mode.

“ne,” balasku singkat.

Tunggu jadi benar Seohyun sudah punya namja? Oh..bahkan aku pun belum punya yeoja saat SMA, yeoja ini benar-benar.

Akhirnya kami sampai di sekolah Seohyun, dulu aku juga sekolah disini.

“oppa aku masuk dulu,” serunya manis sambil tersenyum, aku hanya membalasnya dengan anggukan kepala.

Aku menjalankan mobilku pelan, dan apa itu seorang namja menghampiri Seohyun? Apa dia namjachingu Seohyun? Lihatlah wajahnya saja jelek, masih tampanan aku, Cho Kyuhyun!

 

 

 

*****Seohyun Pov’s*****

Hari ini oppa mengantarku lagi, aku akan memulai hariku ini dengan baik.

“Seohyun-ah,” panggil seorang namja dia teman kelasku Choi Minho.

Aku menunggu Minho menghampiriku,

“Seohyun-ah, apa oppamu mengantar lagi?” tanya Minho . aku hanya menganggukan kepala.

“senangnya memiliki seorang kakak yang pintar seperti Kyu hyung,” seru Minho memuji oppaku yang berisik itu.

“aniyeo, biasa saja, Kyu oppa bahkan lebih berisik dibanding seorang guru ketika marah,” jelasku Minho hanya terlihat heran.

“sudahlah jangan dipikirkan, kajja kita ke kelas,” seruku sambil berjalan, Minho berjalan bersamaku.

Istirahat…

“Seohyun-ah,” seru Yoona sahabatku sambil menghampiriku bersama Minho.

“ne?”

“Seohyun-ah, bagaimana kalau hari ini kita belajar bersama di rumahmu?” tanya Yoona sambil tersenyum Minho juga tersenyum antusias.

“mianhae, hari ini aku mau kesuatu tempat,” seruku sedikit menyesal.

“oh, gwenchana, besok bisakan?” tanya Yoona lagi, aku menganggukan kepalaku.

Hari ini aku memang sudah berencana untuk pergi ke suatu tempat, karena itu aku menyuruh Kyu oppa untuk tidak menjemputku.

 

 

*****Author Pov’s*****

Setelah pulang sekolah Seohyun benar-benar pergi sendiri ke suatu tempat, dia tidak meminta Yoona mengantarnya.

Sementara itu Kyuhyun masih di kampusnya, Kyu melihat jam tangannya yang menunjukan waktu Seohyun untuk pulang.

“sebenarnya dia mau kemana,” gumam Kyuhyun heran.

“Kyuhyun-ah,” panggil seseorang dari arah belakang Kyu, dia seorang namja dan bersama seorang yeoja.

“Sungmin-ah siapa dia?” tanya Kyuhyun heran.

“ini Yuri, dia temanku,” seru Sungmin mengenalkan Yuri pada Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum membalas senyuman Yuri.

“Kyuhyun-ah hari ini bisakah kau membantu kami belajar?” tanya Sungmin.

Kyuhyun sebenarnya malas mengajari orang, tapi karena Sungmin sahabatnya Kyuhyun mengiyakan.

“oh ia, biarkan Yuri naik mobilmu Kyu, aku membawa motor,” seru Sungmin, Kyuhyun sebenarnya sedikit canggung karena dia sudah lama tidak pernah duduk sebelahan dengan yeoja lain selain Seohyun.

Didalam mobil Kyu, Yuri diam-diam melirik Kyuhyun sambil tersenyum. Kyuhyun juga diam-diam melirik Yuri. Suasana di mobil itu canggung sekali.

“eum..apa ada tisu,” seru Yuri memecahkan kesunyian.

Kyuhyun menunjukan tempatnya, saat Yuri mau mengambil Kyuhyun juga berniat mengambil dan tangan mereka saling bertemu. Kyuhyun dan Yuri berpandangan mereka sama-sama malu.

“mianhae,” seru Kyuhyun canggung, tidak biasanya seorang Cho Kyuhyun canggung di depan yeoja.

“gwencahan,” balas Yuri lembut. Mereka pun saling bertatapan malu lagi, lalu berbalik dan tersenyum masing-masing.

*****

 

Sesampainya di rumah kyu, Sungmin sudah sampai juga mereka masuk ke dalam. Rumah Kyuhyun sepi kalau siang, karena appanya bekerja, eommanya melihat butiknya, sedangkan Seohyun belum pulang.

“Seohyun-ah,” panggil Kyuhyun setelah masuk rumahnya, namun Seohyun yang belum datang.

Yuri menatap heran Kyuhyun “siapa Seohyun,” gumam Yuri dalam hati.

“mianhae tuan , nona Seohyun belum pulang,” seru seorang pelayan, Kyuhyun menganggukan kepalanya lalu melihat Hpnya,

“bahkan dia tidak meneleponku,” gumam Kyuhyun kesal.

“Seohyun-ah siapa dia?” tanya Yuri heran pada Sungmin.

“oh..Seo itu adik Kyuhyun satu-satunya, dia yeoja yang manis,” jelas Sungmin.

Kyuhyun menghampiri Yuri dan Sungmin yang sudah duduk di sofa.

“kita mau mulai belajar sekarang?” tanya Kyuhyun . Sungmin dan Yuri meniyakan, mereka pun mulai belajar. Tiba-tiba hujan turun, Kyuhyun menoleh kearah jendela.

“aku berharap Seohyun tidak memaksakan diri,” gumam Kyu cemas, walau Kyuhyun kesal pada Seohyun tetapi sifatnya sebagai kakak tetap ada.

“Yuri-ah, Sungmin-ah, aku kebelakang sebentar,” seru Kyuhyun berjalan meninggalkan Sungmin dan Yuri.

Sungmin yang kebelet ingin ke toilet juga pergi meninggalkan Yuri, Yuri yang bosan berjalan sebentar di rumah Kyuhyun, dia melihat foto keluarga Kyuhyun.

“dia Seohyun? Cukup manis,” seru Yuri angkuh.

Sebenarnya Yuri sudah tertarik pada Kyuhyun, dan dia sedikit cemburu karena Kyuhyun perhatian sekali pada Seohyun.

Yuri memikiran sebuah ide agar dirinya dan Kyuhyun bisa lebih dekat, dia pun pergi ke toilet menjalankan rencananya.

Setelah selesei dari toilet Sungmin kembali dan heran karena Yuri tidak ada, sesaat kemudian Kyuhyun juga kembali dan mereka bingung Yuri kemana. Beberapa menit kemudian Yuri kembali, namun dengan kedaan baju basah.

“ah , mianhae Kyuhyun-ah, tadi aku tidak sengaja menjatuhkan air dibajuku, bisakah aku meminjam bajumu,” seru Yuri.

Kyuhyun yang melihat tubuh Yuri basah kuyup tidak tega juga, akhirnya Kyu menyiapkan bajunya, dia tidak meminjam baju Seohyun karena takut Seohyun marah.

“bajunya sudah kusiapkan, kau bisa memakainya di kamarku,” seru Kyuhyun sambil menunjukan kamarnya.

Yuri pun berjalan masuk ke kamar Kyuhyun, dia senang karena rencana awalnya berhasil. Yuri masuk dan mulai melancarkan rencana yang lain.

Sementara itu seohyun sudah pulang, bajunya sedikit basah. Dia melihat sepatu wanita , wajah Seohyun sedikit kecewa.

Kembali ke Yuri yang ingin melancarkan rencananya lagi, Kyuhyun dan Sungmin sedang bersama di tempat belajar mereka, tiba-tiba saja terkejut mendengar jeritan Yuri dari kamar Kyuhyun. Kyuhyun dan Sungmin pun berlari menemui Yuri, Yuri melihatkan wajah ketakutannya.

“Yuri-ah waeyo?” tanya Kyuhyun dan Sungmin khawatir

“disana-disana ada tikus tadi,” seru Yuri ketakutan.

“mwo? Dimana?” tanya Kyuhyun heran, sudah berpuluh tahun Kyu tinggal di kamar itu dan tidak ada stu ekor tikus pun yang pernah ia lihat.

“aku lihat tikus itu bersembunyi di kolong lemari,” seru yuri ketakutan lalu memeluk Kyuhyun yang jaraknya tidak jauh darinya, Kyuhyun sedikit terkejut.

“aku cari sapu dulu,” seru Sungmin keluar mencari sapu.

Tinggallah Kyuhyun dan Yuri di kamar itu slaing berpelukan, Kyuhyun menenangkan Yuri. Tiba-tiba pintu Kyuhyun terbuka dan seohyun melihat Kyu dengan Yuri berpelukan.

“ah..mianhae,” seru Seohyun, tubuh Seohyun sedikit bergetar saat melihat itu, dadanya sesak, entah kenapa. Seohyun menutup kembali pintu itu.

“Seohyun-ah,” panggil Kyuhyun, Yuri pun melepas pelukannya.

Setelah kejadian itu Yuri dan Sungmin pulang, mereka tidak melanjutkan belajarnya karena memang sudah mau malam. Kyuhyun teringat Seohyun , dia pun membuka kamar Seohyun, namun Seohyun sedang tertidur terlungkub di kasurnya.

“Seohyun-ah kau tidur?” tanya Kyuhyun, namun Seohyun tidak membalas, Kyuhyun pun menutup pintu kamar Seo.

 

 

 

*****Seohyun Pov’s*****

Kenapa aku, kenapa dadaku jadi sesak seperti ini karena melihat oppa berpelukan dengan yeoja lain, Ya! Cho Seohyun-ah, wajar saja Kyu oppa punya yeoja , dia tampan, dan yeoja itu juga cantik. Tapi kenapa perasaanku jadi sesak seperti ini, padahal aku ingin memberi ini padanya.

“oppa saengilchukhahamnida,”

Kenapa aku menangis, oh… dadaku sesak sekali, Kyu oppa aku kenapa?

*****

 

Kami makan malam bersama, aku merubah posisi dudukku menjauhi oppa. Entahlah tapi aku merasa sesak jika dekat dengannya.

“Kyuhyun-ah, mianhae eomma lupa mengucapkannya , “saengil chukhae,” seru eomma pada oppa, oppa terlihat terkejut, jelas saja Cho Kyuhyun itu selalu lupa tanggal lahirnya, yang jelas dia itu lupa hari ulang tahunnya.

“ah, aku saja lupa eomma,” seru oppa sambil tersenyum.

“kau ini Kyu-ah, appa memberimu ini, kau suka?” seru appa sambil memberikan sebuah kunci motor pada oppa, lihatlah oppa selalu dibelikan kendaraan sedangkan aku, menyetir mobil saja tidak boleh.

“ini untuk anak eomma yang paling tampan,” seru eomma sambil memberikan sebuah PSP baru untuk oppa.

Kemudian Kyu oppa menatapku seperti berkata “mana hadiah darimu,” aku membuang mukaku. Entahlah aku jadi kesal karena melihat kejadian itu.

Setelah selesei makan, aku langsung pergi ke kamar,  tapi aku rasa Kyu oppa mengikutiku.

“Ya, Seohyun-ah aku tahu kau tidak lupa hari ulang tahunku? Mana hadiahku?” tanyanya membuatku semakin kesal, aku menolehnya dan menatapnya sinis,

“apa aku harus mengingatnya oppa?” seruku sinis, aku pun meninggalkannya sendiri.

Oh…ini pertama kalinya aku merasa deg-degan sekali saat berpandangan dengannya. Ya Cho Seohyun dia kakakmu.

 

 

 

*****Kyuhyun Pov’s*****

Tumben sekali dia tidak banyak bicara, dan ucapannya tadi kenapa sinis sekali. Dan yang lebih aku heran dia lupa hari ulang tahunku? Itu tidak mungkin, setiap tahunnya Seohyunlah yang paling ribut soal ulang tahunku yang bahkan aku saja lupa.

Keesokan harinya, Seohyun masih terlihat kesal padaku, sebenarnya apa yang aku lakukan sampai dia sekesal itu.

“appa, aku ingin diantar appa,” seru Seohyun tiba-tiba, aku menatapnya heran, ada angin apa ini kenapa Seohyun tidak menyuruhku mengantarnya malah menyuruh appa. Dan aku rasa Seohyun tidak menatapku sejak semalam itu.

“Seohyun-ah,” panggilku yang melihatnya menunggu appa.

“wae?” tanyanya dingin, dan lihat itu sikapnya jadi dingin, bahkan tadi pagi dia tidak membangunkanku.

“Seohyun-ah ayo naik,” seru appa yang sudah mengambil mobil di garasi, Seohyun pergi masuk tanpa melambaikan tangannya padaku.

Sebenarnya ada apa dengan anak itu.

 

 

 

*****Author Pov’s*****

Seohyun berjalan menuju kelasnya sambil melamun, dia masih memikirkan kejadian kemarin.

“Seohyun-ah,” seru seseorang dari belakang Seo yang jelas membuat Seohyun terkejut.

“Ya!! Im Yoona apa yang kau lakukan,” sentak Seohyun sambil memegang dadanya karena dikejutkan Yoona.

“ha..haa.. mianhae Seo-ah, soalnya aku melihatmu murung sekali? Waeyo?” tanya Yoona heran, Seohyun hanya menggelengkan kepalanya.

“hem… baiklah jika kau tak mau cerita , oh ia hari ini kita jadi ke rumahmu kan?” tanya Yoona. Seohyun menganggukan kepalanya .

Setelah pulang sekolah Seohyun, Yoona dan Minho bersama ke rumah Seohyun untuk belajar bersama.

Sesampainya di rumah, ternyata Kyuhyun sudah pulang duluan, Seohyun yang bertatapan dengan Kyuhyun langsung membuang mukanya. Sedangkan Kyuhyun memperhatikan Minho dengan tatapan sinis.

Seohyun dkk mulai belajar bersama di ruang tamu, sedangkan Kyuhyun duduk di ruang TV sambil membaca novel dan sesekali melirik Seohyun .

“Seohyun-ah, ini bagaimanacaranya?” tanya Minho mendekati Seohyun, Seohyun terkejut karena Minho sangat dekat dengannya, begitu juga Kyuhyun menatap kesal kearah Minho yang mendekati Seohyun.

“Ya, namja jelek jangan dekat-dekat adikku,” gumam Kyuhyun kesal dalam hati.

Ting Tong…

Tiba-tiba suara bel berbunyi, Kyuhyun berjalan menuju pintu , mata Seohyun menatap Kyuhyun yang menghampiri tamu itu.

“ah, Yuri-ah” seru Kyuhyun terkejut karena Yuri datang.

“ah, annyeong, aku mau mengembalikan ini,” seru Yuri sambil menunjukan tas jinjing berisi baju Kyuhyun.

Seohyun penasaran dengan tamu itu dia sedikit mengintip dan terkejut karena yeoja yang kemarin berpelukan dengan Kyuhyun datang lagi.

“apa dia kekasihnya?” gumam Seohyun kesal.

Kyuhyun menyuruh Yuri untuk masuk, Seohyun dkk melihat Kyuhyun berjalan bersama Yuri, Minho dan Yoona berdecit kagum, Seohyun malah sangat kesal.

“aku mau ke dapur dulu, kalian mau minum apa?” tanya Seohyun dengan nada kesal.

“aku orange juice saja,” seru Yoona,

“aku apa saja,” seru Minho sambil tersenyum.

“ne, chamkham,” seru Seohyun berjalan ke dapur, sebenarnya Seohyun tidak berniat membuatkan minuman untuk teman-temannya itu, karena bisa saja dia menyuruh pembantunya, namun dia melakukan itu karena ingin mengintip Kyu dan Yuri.

*****

Ruangan Kyu dan Yuri bicara dekat dengan dapur sehingga, Seohyun bisa mengintipnya sambil membuat minuman.

“apa-apaan yeoja itu menjijikan sekali, kenapa pakaiannya sexy sekali,” gumam Seohyun kesal.

Kyuhyun yang merasa ada yang melihatnya menoleh kearah dapur, Seohyun langsung berpura-pura serius membuat minuman. Tiba-tiba Minho datang menghampiri Seohyun, dan Kyuhyun terlihat kesal.

“Seohyun-ah biar aku bantu membawakan,” seru Minho .

“ah, gwencahana aku bisa sendiri,” seru Seohyun sambil mengangkat tiga gelas juice yang cukup besar-besar itu.

**Prang **

Tiba-tiba saat Seohyun terpeleset genangan air yang tumpah saat Seo memasukan air ke gelas sambil melamun, Minho dan Kyuhyun sangat terkejut dan segera menolong Seohyun, kaki Seohyun terkena pecahan gelas dan terluka, Kyuhyun yang melihat itu segera menggendong Seohyun, Seohyun terkejut dan gugup sekali, Minho dan Yuri hanya melihat heran kerah mereka.

“Oppa turunkan aku,” seru Seohyun malu karena Kyuhyun menggendongnya dengan erat.

“kau ini bisa membawa nampan tidak? Lihat kakimu jadi terluka seperti itu,” omel Kyuhyun cemas.

Seohyun merasa senang karena Kyuhyun begitu mengkhawatirkannya, dan Seohyun merasa dadanya deg-degan sekali jantungnya hampir meledak karena Kyuhyun menggendongnya begitu erat.

“oppa saranghaeyo,” seru Seohyun dalam hati.

Kyuhyun mendudukan Seohyun di kasurnya, dia membersihkan luka di kaki Seohyun.

“aw..appo oppa,” seru Seo manja.

“mianhae, kalau tidak seperti ini nanti bisa infeksi,” seru Kyuhyun lembut, Seohyun menatap Kyuhyun dalam.

Kyuhyun juga menatap seohyun dalam , tidak ada percakapaan diantara mereka tapi perasaan mereka seperti  saling berbicara.

“sudahku balut lukamu,” seru Kyuhyun .

Seohyun mencoba berdiri tapi kakinya sulit sekali menapak, sangat sakit.

“appo,” rengek Seohyun. Kyuhyun cemas sekali.

“biar aku gendong menuju kamarmu,” seru Kyu sambil menggendong Seohyun, mata mereka bertemu, Seohyun tersenyum malu, entahlah perasaan Seohyun dan Kyuhyun saat ini tidak bisa dijelaskan, kakak beradik jatuh cinta?

*****

Kyuhyun merebahkan Seohyun di kasurnya, Seohyun melepas tangannya dari leher Kyu.

“kau tidur saja dulu, nanti aku akan bilang pada appa dan eomma,” seru Kyuhyun sambil menarik selimut untuk Seo.

“oppa,” panggil Seohyun saat Kyu hendak menutup pintunya.

“gomawo,” seru Seohyun sambil tersenyum.

“ne,” balas Kyuhyun singkat sambil tersenyum manis.

Kyuhyun menghampiri Yuri, Minho dan Yoona yang cemas. Dia menjelaskan keadaan Seohyun, dan akhirnya mereka pulang.

Sementara di kamar Seohyun, Seo sangat senang sekali , apa lagi saat Kyuhyun menggendong dan mengobatinya, mata mereka selalu bertatapan dan Seohyun merasa debaran yang aneh di dadanya.

“oppa, saranghaeyo,” gumam Seohyun dalam hati.

 

 

 

*****Kyuhyun Pov’s*****

Apa yang aku rasakan , kenapa aku senang sekali saat bertatapan dengan Seohyun. Aku baru tahu kalau adikku itu sangat manis sekali, Seohyun-ah kenapa kau membuatku cemas, untung saja kau tidak terluka parah, Seohyun-ah apa aku menyukaimu? Ya.. tentu saja aku menyukainya dia adikku? Adik ataukah seorang yeoja?

 

 

 

*****Author Pov’s*****

Dua hari kemudian, kaki Seohyun masih terasa sakit namun dia terus memaksa untuk sekolah karena sebentar lagi dia akan menghadapi ujian,

“Seohyun-ah benar kau mau ke sekolah?” tanya eomma Seo khawatir.

“ne eomma , gwenchana ,” seru Seohyun sambil berjalan kesakitan.

Kyuhyun yang melihat itu langsung memopong Seohyun, Seohyun terkejut karena tiba-tiba Kyuhyun kembali menggendongnya.

“oppa, aku bisa jalan, turunkan aku,” seru Seohyun malu.

“diamlah aku akan antarkan kau sampai kelasmu,” seru Kyu sambil memasukan Seohyun ke dalam mobil.

Setelah sampai sekolah Seo, Kyuhyun tetap menggendong Seohyun, semua siswa yang melihat mereka terpana dengan adegan romantis (?) itu.

“oppa,” seru Seohyun dengan wajah yang memerah.

“wae? Kau malu Seo-ah?” tanya Kyuhyun.

Seohyun menggelengkan kepalanya, setelah sampai kelas Seo, Kyu mendudukan Seo, Kyu meminta Yoona untuk menjaga Seohyun, Kyuhyun menatap sinis Minho seperti berkata ‘jangan mengganggunya’.

Kyuhyun pun pergi meninggalkan kelas Seo, semua yang melihat pun kembali ke aktivitas masing-masing,

“Seohyun-ah aku iri sekali padamu,” seru Yoona. Seohyun hanya menunduk malu.

“Kyuhyun oppa itu, sudah tampan , gagah pula, ah,… kau seperti pacarnya dibanding adiknya,” seru Yoona asal, Seohyun terkejut dengan ucapan Yoona, “pacar” gumam Seohyun sambil menunduk malu wajahnya.

*****

Kyuhyun sudah sampai mobilnya, dia melihat kearah kelas Seohyun dan tersenyum. Kyu pun masuk dan menjalankan mobilnya menuju kampusnya.

Kyuhyun datang ke kampus hanya untuk menyeleseikan tugas akhirnya, karena sebentar lagi Kyuhyun akan bekerja di kantor appanya.

“Kyuhyun-ah,” panggil Yuri yang bertemu Kyu di parkiran.

“hai,” balas Kyu sambil tersenyum.

Kyuhyun dan Yuri pun berjalan bersama,

“Seohyun adikmu itu benar-benar manis ya,” seru Yuri memulai pembicaraan.

“ah, ne, Seo-ah memang manis,” balas Kyuhyun sambil tersenyum.

Yuri melirik wajah Kyuhyun saat dia membicarakan soal Seohyun dan Kyuhyun terlihat senang sekali. Yuri sedikit curiga dengan sikap Kyuhyun.

Setelah tugasnya selsei Kyuhyun segera pergi menuju sekolah Seohyun saat menerima sms Seohyun. Kyuhyun terlihat senang sekali.

“Oppa,” panggil Seohyun yang sedang dibopong Yoona .

“Seohyun-ah, aku kan sudah bilang panggil aku saja jika ingin keluar,” seru Kyuhyun cemas.

Kyu pun mangambil alih bopongan Seohyun dan mendudukan Seohyun di mobil.

“Yoona-ah kau mau ikut bersama kami?” tanya Kyuhyun, Yoona menggelengkan kepalanya dan mengedipkan satu mata pada Seohyun. ‘good luck’

Kyuhyun dan Seohyun terlihat canggung di dalam mobil,

“oppa,”

“seo,”

Seru mereka bersamaan, Seohyun dan Kyuhyun pun tertawa bersama, Seohyun merasa aneh karena perasaannya itu, begitu juga Kyuhyun yang bingung dengan perasaannya.

“kita mau kemana oppa?” tanya seohyun heran, karena Kyuhyun tidak melewati jalan rumah mereka.

“kesuatu tempat,” seru Kyuhyun tersenyum.

“oppa, kau mau main misteriusan denganku,” seru Seo sambil mengkerutkan bibirnya,

Kyuhyun terlihat gemas dengan tingkah laku adiknya itu.

Akhirnya mereka sampai kesebuah tempat…

“waah..danau yang indah oppa,” seru Seohyun sambil tersenyum bahagia, Kyuhyun senang karena Seohyun menyukainya.

“kau suka? Kau adalah yeoja pertama yang aku bawa kemari,” seru Kyuhyun, Seohyun menatap Kyu heran namun wajahnya merah sekali.

“ah, maksudku kau kan adikku,” seru Kyuhyun lagi mengubah bicaranya, Seohyun sedikit kecewa.

“disini dingin sekali oppa,” seru Seohyun sambil memeluk tubuhnya.

Kyuhyun menghampiri Seohyun dan melepas jaketnya.

“pakai ini,” seru Kyuhyun sambil memakaikan jaketnya, wajah Kyu dan Seo kembali bertemu.

“gomawo,” seru Seohyun malu-malu.

“ne, ayo kita jalan-jalan,” seru Kyuhyun sambil menggandeng lengan Seohyun, Seohyun terlihat kaget namun menyukainya.

 

 

 

*****Kyuhyun Pov’s*****

Sebenarnya apa yang kupikirkan, oh.. sudahlah ini sudah terlanjur, toh Seohyun tidak menolak sama sekali dengan perlakuanku. Seohyun-ah aku harap kita bisa melewati hari ini bukan sebagai seorang kakak dan adik, tetapi sebagai seorang namja dan yeoja.

 

 

 

*****seohyun Pov’s*****

Ah…aku benar-benar terkejut dengan prilaku oppa, oh..tuhan bahkan sekarang jika tidak ada yang mengenali kami pasti akan menyangka kami sepasang kekasih. Kyu oppa aku mencintaimu, bolehkah aku berharap memilikimu.

 

 

 

*****Author Pov’s*****

Kyuhyun menggandeng lengan Seohyun berjalan-jalan disekitar tempat wisata danau itu, walau kaki Seo masih terasa sakit, namun sakit itu hilang saat Kyuhyun benar-benar menjaganya.

“nona, nona..” panggil seorang pedagang pada Seohyun. Seohyun pun menunjuk dirinya, pedagang itu mengangguk, Seohyun menghampirinya bersama Kyu.

“kalian sepasang kekasih apa ingin bermain lempar cincin ini,” seru pedagang itu, Seohyun dan Kyuhyun terkejut mendengar kata ‘kekasih’.

“kalian sepasang kekasihkan?” tanya pedagang itu lagi.

“ah, anie..” belum sempat Seohyun membantah Kyuhyun mendahuluinya, “ne, kami kekasih,” jelas Kyuhyun, Seohyun memandang Kyuhyun heran wajah Seohyun benar-benar bersemu merah sekarang.

Kyuhyun pun mencoba permainan itu dan dia berhasil mendapatkan sebuah boneka tady bear,

“ini untukmu,” seru Kyu sambil memberikan tedy bear itu, Seohyun menatap Kyuhyun penuh pertanyaan.

“oppa kenapa kau bilang kita kekasih?” tanya Seohyun heran.

“hem…kau tak suka itu?” tanya Kyuhyun balik,

“oppa,” seru Seohyun heran.

“haha,,aku hanya berkata itu agar pedagang itu tidak banyak omong Seohyun-ah,” jelas Kyuhyun, lalu pergi meninggalkan Seohyun. Seohyun yang mendengar penjelasan Kyuhyun jadi kecewa, perasaanya benar-benar kecewa.

“oppa aku pikir kau menyukaiku,” seru Seohyun kecewa,

*****

Kyuhyun berjalan di depan Seohyun sekarang mereka tidak bergandengan tangan lagi, wajah Seohyun masih terlihat kecewa karena penjelasan Kyu, begitu juga Kyuhyun yang merasa aneh dengan perasaannya.

Oh…apa yang aku katakan, tapi itu aka menjelaskan kesalah pahaman ini, salah paham? Entahlah aku saja bingung dengan perasaanku sendiri. Gumam Kyuhyun dalam hati.

Oppa, kau benar, kita ini kakak adik, apa yang sebenarnya aku pikirkan, aku benar-benar merasa bodoh, Ya Cho Seohyun , dia itu kakakmu, kakak kandungmu, kenapa kau bisa mencintainya sebagai yeoja, oh…oppa mianhae. Gumam Seohyun dalam hati.

Setelah itu mereka kembali ke mobil, wajah Seohyun masih kecewa sekali, namun dia mencoba bersikap biasa.

“kau menyukai jalan-jalannya?” tanya Kyu. Seohyun hanya mengangguk dan tersenyum paksa.

“oppa lebih baik kita pulang,” seru Seohyun, Kyuhyun mengerti dan segera pulang.

Setelah sampai rumah mereka tepat saat makan malam, eomma dan appa mereka terlihat heran melihat wajah kedua anaknya, Seohyun terlihat murung begitu juga Kyuhyun.

“Seohyun-ah, Kyuhyun-ah cepat mandi lalu makan malam,” seru eomma mereka cemas.

“ne,” balas Seo dan Kyu kompak, mereka pun kembali ke kamar masing-masing.

Seohyun mengambil handuknya lalu menuju kamar mandinya, Kyuhyun yang sudah selesei mandi berniat bareng dengan Seohyun namun ternyata Seo masih belum selesei mandi, Kyuhyun pun masuk untuk memastikan, saat hendak berbalik dia melihat sebuah bungkusan kado, dan saat melihat kartu ucapannya itu untuk dirinya.

“yeoja itu, kenapa dia berbohong padaku,” seru Kyuhyun kesal, Kyu pun mengambil kado itu ke kamarnya.

Aku pikir saat dia menunjukan jam di majalah itu untuk namjanya tapi ternyata itu untukku, kau manis sekali Seohyun-ah…gumam Kyuhyun.

Setelah itu Seohyun keluar kamar mandi, dia pun memakai bajunya dan keluar menuju meja makan tanpa menyadari kadonya hilang.

*****

Mereka semua sudah duduk di meja makan , Seohyun duduk berhadapan dengan eommanya dan dia duduk di sebelah Kyuhyun.

Saat Seohyun menoleh dia tidak sengaja melihat lengan Kyuhyun.

“jam,” seru Seohyun terkejut.

“ini,” seru Kyuhyun sambil menunjukan jamnya.

“ne, kenapa…” seru Seohyun gugup.

Kyuhyun hanya tersenyum evil pada Seohyun, eomma dan appanya heran dengan kelakuan anak-anaknya itu.

“Seo-ah wae?” tanya eomma Seohyun heran?

“gwenchana eomma,” seru Kyuhyun, Seohyun yang heran pun melanjutkan makannya.

Setelah selesei makan Seohyun mengejar Kyuhyun yang lebih dulu masuk kamar.

“oppa,” panggil Seohyun gugup.

“wae? Ini?” tanya Kyu sambil menunjukkan jamnya.

Seohyun hanya menganggukan kepalanya, “oppa dapat itu darimana?” tanya Seohyun heran.

“hem…sepertinya ada yang berbohong padaku, kau bilang kau tidak punya kado untukku,” jelas Kyuhyun, Seohyun menatap Kyu bingung, “aku tidak pernah bilang tidak punya kado,” seru Seo membela diri.

“sudahlah aku sangat suka jam ini, gomawo,” seru Kyuhyun sambil mengelus lembut kepala Seo, lagi-lagi Seohyun merasakan debaran yang aneh pada dirinya begitu juga Kyuhyun yang pandai menyembunyikan perasaannya.

 

 

 

*****Seohyun Pov’s*****

Kenapa Kyu oppa membuatku bingung seperti ini, apa dia juga menyukaiku? Apa dia hanya menganggapku sebagai adik?

“Seohyun-ah, cepatlah tidur,” seru oppa melepas tangannya dari kepalaku, aku menatapnya mencari penjelasan dari matanya, tapi percuma aku tidak kuat melihatnya.

“ne,”

Aku berjalan lemas masuk ke kamar, ku tutup pintu perlahan menyenderkan badanku di depan pintu.

“oppa…kenapa aku tidak bisa melupakanmu,”

neoreul saranghago bamsae jiugo
ape dugo dagaseolsu eobgo

Hpku berdering, ah…Minho-ah..

“yoboseo,”

‘………………”

“ah…kenapa tidak disini?”

“…………..”

“ne, bye..”

“….”

Minho-ah, ada yang ingin dia bicarakan? Hem…apa yang ingin dia katakan, mungkinkah??

*****

Keesokan harinya aku berangkat seperti biasa bersama oppa, dan menyebalkan sekali dia masih memakai jam tangan dariku.

“oppa nanti jangan menjemputku,” seruku mulai mengajaknya bicara.

“mmhh… wae?” tanyanya heran.

“hari ini aku ada les tambahan,” seruku berbohong, oppa menganggukan kepalanya,

Akhirnya sampai juga di sekolah, aku segera keluar tanpa berpamitan dengan oppa, entahlah aku semakin ingin melupakannya.

“Seohyun-ah,” panggil Minho yang melihatku berlari.

“Minho-ah,” balasku sambil menunggunya sampai.

“kau ingat janji kita kan?” tanya Minho, aku hanya menganggukan kepala, dia menarik lenganku agar jalan, aku terkejut dan menepis lengannya, ini pertama kalinya selain Kyu oppa ada namja lain yang menggandengku.

“mianhae ,” seruku, Minho hanya tersenyum.

Setelah selesei belajar, aku dan Minho pergi bersama , dia mengajakku jalan-jalan. Minho juga namja yang baik, mungkin Minho bisa membuatku melupakan Kyu oppa.

“Seohyun-ah,” seru Minho, kami sekarang sedang duduk di sebuah taman.

“ne?”

“em…maukah kau menjadi pacarku?” seru Minho tiba-tiba, aku tahu ini pasti terjadi tapi aku sangat terkejut.

“minho-ah,” seruku bingung.

“gwenchana kau tidak perlu menjawab sekarang jika sulit, kau bisa menjawabnya setelah kau siap,” jelas Minho, ah…beta baiknya Minho, apa yang harus kulakukan, apa aku harus menerimanya.

“Minho-ah, Ne aku mau,” balasku, aku rasa aku benar-benar akan menyakiti perasaanku, tapi ini jalan satu-satunya.

“benarkah Seohyun-ah,” seru Minho tak percaya sambil menggenggam lenganku, dia tersenyum bahagia, aku mebalas senyumannya dan menganggukan kepala.

Hari ini aku dan Minho resmi berpacaran, ya Tuhan semoga ini jalan yang terbaik, aku tidak mungkin mencintai Kyuhyun oppa ya, aku dan Kyuhyun oppa tidak mungkin bersatu.

 

 

 

*****Author Pov’s*****

Tanpa sepengtahuan Seohyun dan Minho, Kyuhyun mengikuti mereka dan sangat shock karena Seohyun menerima pernyataan cinta dari Minho.

Kyuhyun terlihat lemas dan kecewa, Kyuhyun pun segera tancap gas dan meninggalkan mereka.

Seohyun diantar Minho pulang, eomma Seohyun melihatnya bersama Minho.

“Seohyun-ah, nuguseyo?” tanya eomma Seo heran.

“ah, eomma dia Minho-ah, dia pacarku,” seru Seohyun, Minho memberi salam pada eomma Seo.

“Choi Minho imnida,” seru Minho mengenalkan diri, eomma Seohyun tersenyum meliahat Minho.

“kau harus menjaga anak perempuanku satu-satunya ini, arra?” seru eomma Seohyun pada Minho, Seohyun terlihat terkejut mendengar eommanya bicara seperti itu, Minho menganggukan kepalanya.

“eomma,” rengek Seohyun .

“aku pulang dulu Seohyun-ah, ajumma,” seru Minho lalu pergi meninggalkan Seo dan eommanya.

“kau sudah makan sayang?” tanya eomma Seohyun sambil mengelus lembut kening Seohyun.

“sudah eomma,” balas Seohyun sambil berjalan dengan posisi memeluk eommanya.

“kau tahu oppamu dimana?” tanya eomma Seohyun, Seohyun hanya menggelengkan kepalanya.

“memang oppa belum pulang?” tanya Seo cemas.

“belum, mungkin dia sedang bersama Sungmin,” seru eommanya lalu melepas pelukannya dan berjalan ke kamar. Seohyun sedikit cemas dengan keadaan Kyu, dia pun mencoba menghubungi Kyu, namun Hpnya tidak diangkat juga.

“oppa kau itu kemana,” gumam Seohyun khawatir.

Seohyun pun mencoba menghubungi Sungmin. Namun ternyata Sungmin tidak bersama Kyuhyun. Tambahlah Seohyun cemas, “oppa aku harap kau baik-baik saja,” gumam Seohyun dalam hati,

*****

Sementara itu di sebuah club, Kyuhyun sedang asik memabukan diri. Sebenarnya Kyuhyun sendiri tidak mengerti perasaanya.

“ah, Seohyun-ah kenapa kau memilihnya,” seru Kyuhyun dalam mabuk.

Kyuhyun sudah dikuasai alkohol, pikirannya sudah melayang kemana-mana. Tiba-tiba Sungmin datang karena di telepon Seohyun yang cemas mencari kakaknya itu.

“Kyuhyun-ah kau itu sungguh,” seru Sungmin kesal sambil membopong Kyuhyun ke mobilnya, dia menyuruh seseorang untuk membawakan mobil Kyu.

Ini sudah menunjukan jam 11 malam, dan Kyuhyun baru pulang diantar Sungmin, eomma dan appa Kyu sudah tidur kecuali Seohyun yang masih menunggu Kyuhyun pulang.

Sungmin menelepon Seohyun agar keluar membawa Kyuhyun, agar tidak ketahuan orang tuanya. Seohyun pun keluar dan membopong badan Kyuhyun yang lebih besar darinya.

“oppa kau berat sekali,” gumam Seohyun sambil membopong Kyuhyun yang sudah mabuk berat itu.

“oh,,,Seo-ah,” gumam Kyuhyun, Seohyun menoleh kearah Kyuhyun, mereka bertatapan namun Seohyun masih tetap berusaha memopong Kyu, hingga akhirnya berhasil membawa Kyu ke kamarnya.

Seohyun merebahkan Kyuhyun di kasurnya, dan menarikan selimut untuk Kyuhyun.

“oppa kenapa kau seperti ini,” seru Seohyun cemas, Seohyun pun hendak pergi meninggalkan Kyu, namun dengan cepat lengan Kyu memegang lengan Seo.

“jangan pergi Seohyun-ah,” gumam Kyuhyun, namun matanya masih terpejam. Seohyun berusaha melepaskan tangannya, namun Kyuhyun malah menariknya hingga tubuh Seohyun terlempar kesamping Kyu, Seohyun sangat terkejut dan melu sekali dengan posisinya, karena wajahnya dan wajah Kyu berhadapan. Kyuhyun mulai membuka matanya, Seohyun pura-pura memejamkan matanya.

“Seohyun-ah,” seru Kyuhyun sambil memegang pipi Seo lembut, Seohyun merasa aneh dengan sentuhan Kyuhyun yang lembut, perlahan Seohyun pun membuka matanya, kini mereka berdua bertatapan.

“oppa,” seru Seohyun lirih, air mata Seohyun menetes.

“wae? Jangan menangis chagi,” seru Kyuhyun tiba-tiba, Seohyun terkejut karena mendengar Kyu memanggilnya ‘chagi’.

“oppa, kau sedang mabuk, aku bukan yeojamu,” seru Seohyun sambil menyeka air matanya dan berusaha bangun.

“aku sadar, aku sangat sadar Seo-ah, saranghaeyo,” seru Kyuhyun pelan namun berhasil membuat hati Seohyun seperti tertusuk jarum, sakit namun bahagia.

Seohyun menoleh kearah Kyuhyun air matanya kembali mengalir, “jangan katakan itu oppa, jebal,” seru Seohyun sambil terus menyeka air matanya.

Kyuhyun bangun dan duduk disamping Seohyun, dia membantu Seohyun menyeka air matanya.

“kenapa? Kenapa aku tak boleh mengatakan itu?” tanya Kyuhyun heran, namun sangat mengena di hati Seohyun.

“oppa, ini tidak boleh, kita tidak boleh seperti ini,” jelas Seohyun lalu bangkit dari duduknya.

“jebal,” seru Kyuhyun tiba-tiba memeluk Seohyun dari belakang,

“oppa, lepaskan aku,” seru Seohyun dengan suara bergetar.

“Seohyun-ah jebal, jebal …saranghaeyo Seohyun-ah,” seru Kyuhyun terus mempererat pelukannya pada seohyun, namun Seohyun sama sekali tidak membalas ucapan Kyu, Seo terus berusaha melepas pelukan Kyu dari tubuhnya.

Kyuhyun melepas pelukannya, Seohyun pun segera pergi keluar , air mata Seohyun terus mengalir memikirkan kejadian tadi. Begitu juga dengan Kyuhyun yang duduk lemas di kasurnya, mereka berdua benar-benar bingung dengan perasaan masing-masing.

*****

Keesokan harinya, Kyuhyun dan Seohyun bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa di hadapan orang tua mereka.

“aku selesei, aku berangkat dulu eomma, appa,” seru Seohyun yang langsung pergi setelah sarapan, Seohyun sama sekali tidak berkomunikasi dengan Kyuhyun, begitu juga Kyuhyun yang hanya diam karena masalah perasaan.

“Seohyun-ah,” panggil Minho yang ternyata sudah menunggu Seohyun untuk berangkat bersama, Minho memberikan Seohyun helm, mereka pun berangkat bersama dengan naik motor, Minho sangat senang, namun wajah Seohyun tetap lesu .

Sementara itu Kyuhyun terlihat sakit melihat Seohyun berdua dengan Minho, rasanya Kyuhyun ingin sekali menyerang Minho dan merebut Seohyun dari tangannya, tapi itu tindakan yang akan membuat Seohyun membencinya.

Kyuhyun kembali ke kampusnya karena ada sedikit urusan, dan tidak sengaja bertemu Yuri kembali.

“Kyuhyun-ah,” panggil Yuri yang meilhat Kyuhyun berjalan sendiri.

Kyuhyun berhentin berjalan dan menunggu Yuri menghampirinya,

Kyuhyun dan Yuri pergi bersama ke sebuah pantai, Kyuhyun berniat melupakan perasaannya pada Seohyun.

“indah ya,” seru Yuri memulai pembicaraan.

“ne,” balas Kyu singkat.

“Kyu-ah,” panggil Yuri manja.

Kyuhyun menoleh kearah Yuri, Yuri memberikan Kyuhyun headset ketelinga Kyu satunya ditelinganya, Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Yuri.

“jangan memendam perasaanmu Kyu-ah, berbagilah dengan ombak itu,” seru Yuri, Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Yuri.

“gomawo,” balas Kyuhyun , Yuri membalasnya dengan senyum juga.

Kyuhyun dan Yuri pun kembali pulang, Kyu mengantar Yuri pulang dan tidak sengaja berpapasan dengan Seohyun yang sedang menunngu bus dijalan, karena Minho ada les tambahan.

“Kyuhyun-ah itu Seohyun kan berhentikan mobilnya,” seru yuri pada Kyuhyun, wajah Kyuhyun menjadi tidak karuan setelah melihat Seohyun.

“Seohyun-ah,” panggil Yuri , Seohyun menoleh kearah Yuri, dan dia terkejut melihat Kyuhyun.

“naikalah Seohyun-ah,” seru Yuri mengajak Seohyun naik, namun Seohyun menolak, Yuri pun tidak kalah akal, Yuri keluar dan membujuk Seohyun naik, dan akhirnya Seohyun pun terpakasa naik.

Di mobil itu terasa sekali canggungnya, Kyuhyun menyetir mobil, Yuri disamping Kyu, dan Seohyun duduk di belakang Yuri. Wajah Seohyun terus melihat kearah jalan, Seohyun sama sekali tidak menatap Kyu maupun Yuri.

“Seohyun-ah, kau kelas berapa?” tanya Yuri membuka topik pembicaraan.

“kelas 3,” jawab Seohyun singkat.

“apa kau sudah memiliki namjachingu?” tanya Yuri lagi, pertanyaannya itu membuat Seo dan Kyu menegang. Kyuhyun melirik Seohyun lewat kaca di dalam mobil. Seohyun tahu kalau Kyu melihatnya.

“ne,” balas Seohyun singkat, Yuri pun mengangguk dan tersenyum, setelah itu Yuri tidak bertanya lagi.

Pertama Kyuhyun mengantar Yuri sampai rumahnya, sekarang di mobil itu hanya ada Kyuhyun dan Seohyun mereka berdua tidak bicara sama sekali. Ini membuat Kyuhyun kesal karena perasaannya semakin perih melihat Seohyun bersama namja lain. Kyuhyun benar-benar terbawa emosinya, dia memutar kembali mobil dia sengaja tidak membawa Seohyun pulang, Seohyun cemas karena Kyuhyun tak membawanya pulang.

“Ya!! Kita mau kemana!” sentak Seohyun cemas dan takut.

“kita harus bicara,” seru Kyuhyun singkat, Seohyun benar-benar heran dengan sikap kakaknya itu.

 

 

TBC….


38 thoughts on “TwoShoot//Brother Complex

  1. Hyaaa sedih deh, SeoKyu-nya susah barengan. T.T
    Minho udah kamu sama Yuri aja *loh

    Satu kata untuk ff ini DAEBAK. aku suka jalan ceritanya.
    Aku penasaran kelanjutannya, lanjutannya ya lanjutannya ;D

    Bener2 penasaran >.<

    Like

  2. ya ampun kenapa jadi ribet banget gini yah?
    kyuhyun sama seohyun beneran kakak beradik kandung tah? ihhh kalu bener mereka ngga bisa bersatu dong semoga aja ngga,

    kasian tau seokyu saling cinta ngerasanya ngga tega ngeliat mereka harus terpisah…

    ditunggu lanjutannya…

    Like

  3. Ini rumit banget ceritanya ..
    SeoKyu nggak bisa bersatu klo gini ceritanya ! Mana ada sih adik kakak kandung yg pcaran?? Hadeuww runyam euyy ..

    Lanjut yah chingu, ceritanya seruuu

    Like

  4. Gila.. Ini sumpah kerenn.. Bikin penasaran.. Update soon yah..

    Aku kira adegan di kamar itu gitu2an *maksudnya??

    Yah tapi yasudahlah.. Yang penting.. Lanjutannya segera ya.. Udah ga sabar nihh..

    Like

  5. yah kepotong lagi, udhan ah, capek nulisnya maaf author chingu, maaf banget yah komenku kepotong ini yang ketiga kalinya😀

    Like

  6. Aaa!! Keren…keren…keren…keren
    Lanjutt! Penasaran niii
    Tapi sayang, seokyu susah barengan😦
    Ditunggu kelanjutannya😀

    Like

  7. hah chingu kenapa seomma sama kyuppa harus kakak adik kalo ga bisa jadi sepasang kekasih gimana karna eomma dan appa gak setuju ?

    hahaha jadi inget kaya komik yg aku punya judulnya sama lagi tapi ceritanya nanti adeknya ga suka sama kakaknya lagi dia suka sama temen kakaknya yang seumuran sama diakarna emang tokohnya dia “kenapa jadi cerita” (mianhae)

    lanjut lanjut ^o^

    Like

  8. yah………koq mereka kakak adik sih??
    kan jadi susah bersatunya …..??:(
    moga aja salah satu diantara mereka bukan anak kandung….
    lannjjuuttttt……………..

    Like

  9. keren ff nya, seru,,,🙂
    kyuppa sama seo eonni beneran adik kakak ?
    gmn ni ? mereka saling suka,,,
    mudah”an aja bukan adik kakak kandung, biar seo eonni sama kyuppa bersatu,,,, ^^
    seokyu jjang !!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s