I’m Not Her Part2/End


Title             : I’m Not Her      (END)

Author          : RyeoFa as Farah

Genre           : Romance, sad

Cast              :

–          Cho Kyuhyun

–          Seo Joohyun

–          Hyeorin (imaginer)

–          Lee Sungmin

–          Kim Ryeowook

–          Sunny snsd

–          Choi Minho

Annyeong readers ^^… ada yang nunggu part 2nya kah??? Ini Author share lagi..:)).. semoga cerita tidak membingungkan readers, happy reading ya ..:D..mianhae kalo ada salah-salah dalam penulisan..:))

 

 

 

*****Autor Pov’s*****

 

 

Sungmin dan Wookie mencari Seohyun di club biasa, namun bosnya bilang Seohyun sudah berhenti sejak saat Sungmin memintanya keluar.

“lalu yeoja itu kemana,” gumam Sungmin heran, Wookie hanya mengangkat bahunya.

 

*****

 

Sementara itu, ternyata Seohyun sedang berusaha mencari pekerjaan dia berbohong pada Sunny kalau dia sudah bekerja.

“ah…kenapa hari ini sangat panas,” gumam Seohyun sambil mengipas-ngipas menggunakan dokumen yang dibawanya.

“Joohae~a doakan eomma,”

Seohyun melanjutkan jalannya, dia menghemat uangnya makanya jalan kaki. Saat mau menyebrang jalan, Seohyun kaget karena tiba-tiba Kyuhyun turun dari sebuah mobil dan menghampirinya.

“kau..” seru Seohyun gugup. Kyuhyun menatap Seohyun tajam, lalu menarik lengan Seohyun paksa ke mobilnya.

“Ya!! Apa yang kau lakukan!” sentak Seohyun cemas.

Namun Kyuhyun tak menjawab sama sekali dia memasukan Seohyun paksa ke mobilnya lalu menjalankan mobilnya ke suatu tempat. Seohyun benar-benar takut dengan perbuatan Kyuhyun.

Beberapa menit kemudian mereka sampai ke sebuah taman yang biasa Kyuhyun dan Hyeorin datangi, Kyuhyun menyuruh Seohyun untuk turun, Seohyun yang takut hanya menuruti kemauan Kyuhyun.

“kau mau apa?” tanya Seohyun takut, Kyuhyun memandang Seohyun tajam.

“ini salah satu tempat kesukaanku dengan Hyeorin,” jawab Kyuhyun, Seohyun tak mengerti dengan jawaban Kyu.

“aku tak bertanya itu, jebal aku ingin pulang,” seru Seohyun gugup lalu berbalik pergi namun lengan Kyuhyun dengan cepat meraihnya.

“kenapa? Kenapa kau melakukan itu?” tanya Kyuhyun dengan nada datar.

“apa maksudmu?” tanya Seohyun yang memang tak mengerti ucapan Kyu.

“kau menyukaiku? Kau melakukan itu karena kau menyukaiku?” tanya Kyuhyun menyudutkan Seohyun.

“bukan,” balas Seohyun ragu . “lalu? Apa? Kau kasihan padaku?” tanya Kyuhyun lagi.

“hentikan, aku sendiri tak tahu kenapa,” jelas Seohyun.

“apa aku begitu menyedihkan di matamu?” tanya Kyuhyun lagi.

“iah…iah.. kau sangat menyedihkan Cho Kyuhyun!!” sentak Seohyun menatap Kyu, matanya kembali mengeluarkan air mata.

“apa kau pikir ‘mati’ adalah jalan satu-satunya, apa kau pikir dengan ‘mati’ kau bisa bertemu dengannya lagi, apa kau pikir ‘mati’ itu membuatmu bahagia? Kau tahu, masih ada orang yang ingin sekali ‘hidup’ karena tanggung jawabnya dibanding dirimu yang dengan mudahnya membuang nyawa yang berharga,” jelas Seohyun. Kata-kata itu membuat Kyuhyun tehanyut, Kyu sama sekali tak menjawab ucapan Seohyun. Seohyun yang melihat itu segera menepis cengkraman lengan Kyu lalu pergi mencari bus untuk pulang.

“Kenapa…kenapa…” gumam Seohyun sambil menangis didalam bus.

Kyuhyun masih memikirkan kata-kata Seohyun, Kyuhyun tidak mengerti dengan perasaannya yang campur aduk. Sebenarnya apa yang dirasakannya, apakah ini perasaan cinta? Ataukah benci.

Seohyun sampai didepan kontrakannya, dia melihat Minho yang masih menunggu dihadapannya.

“aku lelah,” seru Seohyun lalu berjalan melewati Minho.

“Seo~a,” panggil Minho dengan nada lembut. Seohyun pun berhenti berjalan.

“aku tahu kau tak bisa memaafkanku, kalau aku bisa aku ingin bertukar tempat dengan Donghae hyung,” jelas Minho. Seohyun kembali menangis, “jangan ungkit lagi,” seru Seohyun.

“Seohyun~a mianhae…mianhae…” seru Minho terus. Namun Seohyun tak memperdulikan itu dia terus masuk ke kontrakannya.

Ternyata Sunny mendengar percakapan Seo dan Minho, Sunny memeluk Seohyun yang sedang menangis didepan pintu.

“kenapa..kenapa harus Donghae oppa,” gumam Seohyun terus.

“jangan menangis lagi Seonnie, jangan menangis kau sudah banyak sekali mengeluarkan air mata,” seru Sunny menghibur Seohyun.

Kecelakaan satu tahun lalu yang merenggut nyawa suami Seohyun, Lee Donghae. Seohyun saat itu baru melahirkan Joohae dan sangat shock mendengar kalau suami yang sangat dicintainya meninggal dunia. Namun seseorang yang bersama suaminya tidak meninggal , dia adalah Choi Minho, Minho hanya luka ringan. Seohyun sangat membenci itu, kenapa suaminya meninggal namun Minho selamat, Minho sangat menyesal karena itu dia ingin menjaga Seohyun, namun Seohyun sangat membencinya.

“apa aku sangat jahat? Apa aku sangat jahat pada Minho,” seru seohyun dalam tangisnya.

“Seonnie, ini takdirnya, jangan menyalahkan Minho, kasihan dia, dia ingin sekali menjagamu,” balas Sunny, Seohyun masih menangis dipelukan Sunny.

“mianhae..” gumam Seohyun .

“gwenchana, Minho juga pasti tahu yang kau rasakan,” balas Sunny menghibur Seohyun.

*****

Dua hari kemudian,

Kyuhyun masih berada di rumah dia enggan untuk meninggalkan kamarnya, namun kali ini bukan karena kesedihannya ditinggal Hyeorin namun perasaannya yang aneh terhadap Seohyun.

Kyuhyun mengenang kembali ucapan yang pernah terlontar untuknya.

“awalnya aku melakukan ini karena uang, tapi kau tau aku kasihan padamu!”

 

“Jangan bercanda Kyu, dia…yeoja berama Seohyun itu yang membuatmu selamat, apa jadinya saat kau sadar dan tahu kalau Hyeo meninggal? Apa kau akan mencoba bunuh diri lagi? Menenggelamkan diri? Memutus nadimu? Meminum racun? Atau gantung diri?”

 

“apa kau pikir ‘mati’ adalah jalan satu-satunya, apa kau pikir dengan ‘mati’ kau bisa bertemu dengannya lagi, apa kau pikir ‘mati’ itu membuatmu bahagia? Kau tahu, masih ada orang yang ingin sekali ‘hidup’ karena tanggung jawabnya dibanding dirimu yang dengan mudahnya membuang nyawa yang berharga,”

 

“AAAhhh…damn!!!” sentak Kyuhyun.

“kenapa..kenapa yeoja itu sangat mirip Hyeorin,”

“Seohyun…” gumam Kyuhyun sambil menggenggam foto Hyeorin.

“siapa dia sebenarnya, kenapa kepalaku penuh dengannya,” seru Kyuhyun stres.

Kyuhyun pun mulai mencari tahu tentang Seohyun,  dia mencari tahu profil lengkap Seohyun mulai dari namanya sampai pekerjaannya. Tidak sulit bagi Kyuhyun mendapat semua informasi tentang seohyun, dia pun sudah mendapatkannya dengan instan.

Kyuhyun menghentikan mobilnya, dia melihat dokumen berisi profil Seohyun.

“Seo Joo hyun…” seru Kyuhyun.

Mata Kyuhyun terbelalak saat melihat status Seohyun, “menikah?” gumam Kyuhyun terkejut.

“yeoja itu sudah menikah? Padahal umurnya saja dibawahku,” seru kyuhyun heran.

“apa ini, suaminya sudah meninggal? Jadi dia janda,” seru Kyuhyun dengan nafas leganya.

“tunggu kenapa aku bernafas lega? Walau masih muda yeoja ini janda, oh…cho Kyuhhyun kau gila!” gumam Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun pun menancap gas ke kontrakan Seohyun, namun saat sampai dia tidak menemukan Seohyun hanya menemukan Sunny dan Joohae.

“mianhae anda mencari siapa?” tanya Sunny heran.

“apa Seo ada?” tanya Kyuhyun .

“ah, dia sudah pergi kerja, apa ada pesan untuknya?” tanya Sunny lagi. Kyuhyun hanya diam karena sedang berfikir.

“AA…AAAA….AAA….” terdengar suara tangis Joohae, Kyuhyun yang mau bicara pun jadi terhenti saat mendengar itu, Sunny segera menemui Joohae.

“cup…cup…Joohae~a jangan menangis,” seru Sunny menenangkan Joohae, namun Joohae tak kunjung berhenti. Kyuhyun yang belum pergi menghampiri kedalam,

“mianhae apa anak ini anakmu?” tanya Kyuhyun penasaran.

“ah, aniyeo ini anak Seohyunnie,” balas Sunny, mata Kyuhyun membesar mendengar ucapan Sunny.

“anak?” seru Kyuhyun tak percaya.

“hem…ah, kompornya,” seru Sunny saat mencium bau hangus, dia  lupa mematikan api kompor, “tuan tolong gendong anak ini sebentar,” seru Sunny memaksa Kyuhyun menggendong Joohae, Kyuhyun terpaksa menerimanya. Sunny segera pergi ke dapur, sedangkan Kyuhyun menggendong Joohae.

Joohae yang masih menangis membuat Kyuhyun kesal. “cup..cup… Ya! Diamlah,” seru Kyuhyun kesal pada Joohae, Joohae malah semakin kencang menangis.

“ah…kumohon diamlah,” seru Kyuhyun memohon, namun Joohae tetap menangis.

“bagaimana ini aku terlalu shock mendengar Seohyun punya anak, dan lagi anaknya sedang aku gendong,” gumam Kyuhyun lemas.

“baikalah ajeossi akan membawamu jalan-jalan, tapi kau harus diam, yakso?” seru Kyuhyun mengajak bicara anak berumur 1 tahun.

Kyuhyun pun meninggalkan sebuah pesan untuk Sunny agar tak khawatir, lalu pergi bersama Joohae jalan-jalan.

Setelah Kyuhyun berangkat Sunny keluar dan terkejut melihat Kyuhyun dan Joohae tidak ada.

“Ya tuhan Joohae~a,” seru Sunny khawatir. Sunny yang tak melihat pesan dari Kyuhyun langsung pergi keluar dan mencari Joohae. Sunny berlari-lari di jalan mencari sosok Kyuhyun yang membawa Joohae.

“Ya Tuhan apa yang harus ku katakan pada Seonnie,” gumam Sunny lemas.

Tiba-tiba Sungmin lewat dan melihat Sunny berlari-lari, Sungmin yang merasa tahu Sunny berhenti dan menghampirinya.

“nona?” sapa Sungmin saat melihat Sunny. Sunny membalasnya dengan wajah cemas.

“tuan kumohon bantu aku, Joohae hilang,” seru Sunny memohon pada Sungmin, Sungmin terkejut lalu menyuruh Sunny ikut bersamanya.

“tenanglah nona, Joohae pasti baik-baik saja,” seru Sungmin menghibur Sunny. Sunny hanya menganggukan kepalanya namun wajahnya masih cemas.

“oh ia, kita belum berkenalan, aku Lee Sungmin, umurku 26 tahun,” seru Sungmin mengenalkan diri.

“aku..aku lee Soon Kyu, kau bisa memanggilku Sunny, umurku 23 tahun,” balas Sunny. (*ampun dah lagi getir juga masih ngajak kenalan #plak)

“ah, Sunny~a kalau begitu panggil aku oppa saja jangan ‘tuan’,” seru Sungmin, Sunny hanya menganggukan kepalanya.

“oppa, jebal bantu aku temukan joohae,” seru Sunny sangat cemas.

Sementara itu Joohae bersama Kyuhyun sedang ada di taman bermain.

“kau suka ?” tanya Kyuhyun dengan tersenyum. Joohae mulai berhenti menangis.

“lon…lon…” seru Joohae saat melihat balon,

“kau mau balon Joohae? Kalau begitu Kyu ajeossi akan membelikannya,” balas Kyuhyun.

Kyu pun membelikan apa yang Joohae mau, sekarang meraka sudah belanja banyak. Saat sedang di tempat mandi bola, Joohae tak sengaja memanggil Kyu dengan sebutan ‘appa’, Kyuhyun sangat terkejut ada perasaan aneh pada dirinya.

“appa,,” seru Joohae saat digendong Kyuhyun.

“aniyeo, ajeossi? Kyu ajeossi ayo bilang?” seru Kyuhyun sedikit memaksa.

“appa” namun ternyata pemikiran bocah umur 1 tahun sulit untuk dikendalikan.

“ne..ne.. aku appamu, ayo panggil appa lagi,” seru kyuhyun gembira sambil menggendong Joohae keatas tinggi-tinggi (?).

Joohae dan Kyuhyun tertawa, gembira dan bahagia seperti appa dan anaknya.

*****

Malam pun tiba Sungmin mengantar Sunny pulang mereka tidak menemukan Joohae sama sekali, kebetulan saat itu Seohyun juga pulang.

“Ya tuhan , Seonnie pulang,” gumam Sunny dalam hati.

“Sunny~a, Sungmin oppa kalian pergi bersama?” tanya Seohyun heran melihat Sungmin dan Sunny bersama.

“ne,” jawab Sungmin sambil tersenyum, namun Sunny merasa cemas.

“lalu Joohae mana?” tanya Seohyun, Sunny dan Sungmin langsung berubah ekspresi.

“Sunny~a ? joohae mana?” tanya Seohyun lagi namun Sunny tak berani menjawab.

“Joohae hil….” belum sempat Sunny selesei bicara, Kyuhyun datang sambil menggendong Joohae, dan itu membuat Seohyun, Sunny dan Sungmin kaget.

“mianhae kau pasti mencemaskan Joohae,” seru Kyuhyun pada Seo. Namun Seohyun tak berani memandang Kyuhyun, setiap memandang Kyuhyun rasanya hatinya sakit.

“jangan mengangguku dan Joohae,” seru Seohyun lalu menggendong joohae dari pelukan Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam mendengar ucapan Seohyun.

“Kyu appa…kyu appa,” gumam Joohae dalam tidurnya, ini membuat Kyuhyun, Seohyun, Sungmin dan Sunny terkejut.

Seohyun yang tak mau terlalu lama berada didekat Kyuhyun langsung membawa Joohae masuk diikuti Sunny.

Tinggallah Sungmin dan Kyuhyun diluar. Sungmin menatap heran Kyu.

“kau mencarinya?” tanya Sungmin terkejut.

“diamlah,” balas Kyuhyun lalu berjalan ke mobilnya.

Sungmin yang ditinggalkan Kyu hanya tersenyum sendiri, sedangkan Kyuhyun tersenyum mengingat Joohae memanggilnya ‘appa’.

Seohyun membaringkan Joohae di kasur, Seohyun mengelus lembut kening Joohae.

“kau merindukan sosok appa sayang?” tanya Seohyun.

“sudah pasti Seonnie, dan aku rasa namja yang bernama Kyu itu baik,” seru Sunny tiba-tiba.

“entahlah, aku tak tahu seberapa baik dia,” seru Seohyun lalu membereskan pakaiannya.

Sunny sudah tidur duluan, namun Seohyun masih terjaga dia duduk dilantai sambil menatap langit-langit.

“Kyu appa…kyu appa,”

Seohyun mengingat Joohae memanggil Kyuhyun appa, “kau menyukainya Joohae? Eomma rasa eomma juga menyukainya,” gumam Seohyun dalam hati.

Sementara itu Kyuhyun juga belum tidur dia membayangkan kalau seandainya Joohae benar-benar menjadi anaknya dan Seohyun istrinya.

“Seohyun~a….mianhae…mianhae…” gumam Kyuhyun.

Keesokan harinya..

Seohyun bersiap pergi kerja, dia mencium kening Joohae saat hendak berangkat, saat keluar pintu dia terkejut melihat Kyuhyun sudah ada dihapannya.

“Kyu oppa,” gumam Seohyun dalam hati.

Kyuhyun melihatkan senyumannya, namun Seohyun tak membalas senyuman itu.

“mau apa kau kemari?” tanya Seohyun heran.

“aku ingin bertemu dengan Joohae,” jawab Kyuhyun. Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan heran.

“untuk apa bertemunya, Joohae, dia sedang tidur,” balas Seohyun berbohong, Kyuhyun kelihatan kecewa, namun tiba-tiba Joohae menangis dan terbongkarlah kebohongan Seohyun.

“hem… sepertinya Joohae bangun,” seru Kyuhyun menatap Seohyun sambil tersenyum.

“kalau pun dia bangun, aku tak akan membolehkannya bermain bersamamu,” jelas Seohyun lalu pergi meninggalkan Kyuhyun, Kyuhyun yang tidak menyerah mengikuti Seohyun.

Seohyun merasa risih dan heran karena Kyuhyun mengikutinya. Seohyun pun menoleh kearah Kyuhyun.

“jangan mengikutiku,” seru Seohyun ketus, namun Kyuhyun tak memperdulikannya dia masih mengikuti Seohyun, Seohyun yang geram bersikap masa bodo.

Seohyun pun sampai, dia bekerja di restoran kecil sebagai pelayan, Kyuhyun terlihat iba melihat gadis yang disukainya bekerja di tempat seperti ini.

“kenapa dia,” gumam Seohyun dalam hati yang melihat Kyuhyun duduk.

“Seo cepat layani tuan itu,” seru bos Seohyun menunjuk Kyuhyun, Seohyun sebenarnya tidak mau, namun ini tugasnya.

“apa pesananmu?” seru Seohyun kesal. Kyuhyun menatap Seohyun dengan tatapan menggodanya.

“nona Seo bisakah kau melayaniku lebih baik?” seru Kyuhyun sambil tersenyum evil.

“permisi tuan, bisa saya bantu?” balas Seohyun dengan nada yang dibuat-buat namun tatapannya masih kesal.

“hem…sepertinya kau terpaksa sekali, gwenchana, aku pesan satu ramyeon,” balas Kyuhyun, Seohyun  langsung berbalik dan mengkerutkan bibirnya “uh”.

Kyuhyun yang menunggu ramyeonnya datang terus memandang Seohyun,

“dia mirip sekali dengan Hyeo, namun sikapnya sedikit kasar,” gumam Kyuhyun.;

Beberapa menit kemudian Seohyun datang membawa Ramyeon pesanan Kyu.

“gomawo,” seru Kyuhyun. Seohyun tak menjawab dia langsung pergi meninggalkan Kyu.

Kyuhyun sedang asyik menyantap Ramyeonnya, tiba-tiba dia mendengar seruan Seohyun.

“Ya Tuan!!” sentak Seohyun pada salah satu pelanggan.

Semua mata menuju Seohyun dan pelanggan itu, termasuk Kyuhyun.

“ada apa ini?” tanya bos Seohyun, Seohyun sangat gugup.

“tuan ini, dia berani-beraninya menyentuhku,” seru Seohyun.

“bohong!! Yeoja ini berbohong aku sama sekali tak melakukannya,” seru pelanggan itu membela diri.

“aku berkata benar bos, tuan ini…” belum selesei Seohyun menjelaskan bosnya angkat bicara

“kau dipecat..”

“apa?” tanya Seohyun tak percaya.

“bagus, yeoja pembohong seperti itu memang harus dipecat,” seru pelanggan itu.

Kyuhyun yang melihat Seohyun disudutkan sangat geram.

“yeoja ini benar, ajeossi itu seenaknya menyentunya,” seru Kyuhyun menghampiri mereka, Seohyun menatap Kyuhyun dengan air mata mengalir.

“bohong..namja itu bohong,” seru pelanggan itu gugup.

“kenpa kau diam saja babo,” sentak Kyuhyun pada Seohyun, Seohyun melihat Kyu heran.

“lebih baik kau dipecat dari pekerjaan ini, bahkan disini tak ada yang membelamu,” jelas Kyuhyun lalu menarik Seohyun keluar dari restoran itu.

Seohyun mencoba melepaskan lengannya namun pegangan Kyu sangat kuat.

“lepaskan aku,” seru Seohyun sambil menangis.

Mereka berdua berhenti berjalan, Kyuhyun dan Seohyun berpandangan.

“kenapa? Kenapa kau diam saja !! harusnya kau terus membela dirimu!” sentak Kyuhyun marah. Seohyun membulatkan matanya mendengar ucapan Kyuhyun.

“kau tahu apa? Oreang kaya sepertimu tahu apa?” seru Seohyun kesal dengan suara bergetar. Seohyun segera pergi meninggalkan Kyuhyun, Kyuhyun mengejar Seohyun yang kembali ke restoran itu.

“maafkan aku bos,” seru Seohyun pada bosnya.

Bruk………… Kyuhyun membuka pintu restoran dengan kasar.
“apa harga dirimu sudah hilang hah?” tanya Kyuhyun ketus pada Seohyun, Seohyun benar-benar tak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.

“ini untukmu..ini untukmu,” seru Kyuhyun membuang uangnya dihadapan Seohyun.

*PLAK*

Lagi-lagi Seohyun menampar Kyuhyun, Seohyun menatap Kyu tak percaya.

“ini kehidupan orang kecil, orang kaya sepertimu tak akan pernah mengerti,” jelas Seohyun. Kyuhyun pun pergi dengan kesal meninggalkan uangnya yang dibuang.

Seohyun menangis sambil berjongkok.

“AAAAAAAAAAAAAAAA…….” teriak  Kyuhyun kesal.

“damn……..!!! yeoja itu kenapa dia selalu membuatku kesal!” seru Kyuhyun .

Akhirnya Seohyun tetap mengundurkan diri, dia membereskan barang-barangnya . Kyuhyun sendiri ternyata belum pulang dia masih menunggu Seohyun. Saat Seohyun keluar restoran itu, Kyuhyun mengikutinya lagi namun kali ini secara diam-diam sehingga Seohyun tidak tahu.

“yeoja keras kepala pada akhirnya kau keluar juga,” gumam Kyuhyun sambil tersenyum.

Seohyun berjalan sampai kontrakannya dan masih diikuti Kyuhyun, Seohyun sedikit merasa aneh dia seperti diikuti. Akhirnya Seohyun dengan cepat membalikan badan dan terlihatlah Kyuhyun yang mengikutinya.

Seohyun menatap Kyuhyun tajam dan kesal, Kyuhyun tak membalasnya dengan tatapan kesa juga, dia malah tersenyum.

“aku sudah punya suami,” seru Seohyun, Seohyun yang berharap Kyuhyun kaget malah heran karena Kyuhyun malah tersenyum.

“aku tahu, tapi itu dulu, bukankah suamimu sudah meninggal,” balas Kyuhyun.

“Joohae anakku,” seru Seohyun lagi yang berniat membuat Kyuhyun menyerah.

“hem…aku tahu itu,” balas Kyuhyun santai, Seohyun benar-benar tak mengerti jalan pikiran Kyuhyun.

“kalau kau tahu kenapa kau masih mencariku,” seru Seohyun heran.

“entahlah semenjak ucapanmu waktu itu kepalaku penuh dengan dirimu, dan semua yang kau katakan tadi bukan masalah untukku,” jelas Kyuhyun, Seohyun terkejut mendengar ucapan Kyuhyun, hatinya benar-benar aneh apa dia harus senang atau malah kesal pada Kyuhyun.

“jangan main-main denganku,” seru Seohyun ketus.

“aku tak pernah main-main, ucapan Cho Kyuhyun tak pernah main-main” seru Kyuhyun meyakinkan Seohyun.

“orang kaya sepertimu memang selalu seperti itu,” balas Seohyun lalu berjalan memasuki kontrakannya.

Kyuhyun diacuhkan oleh Seohyun, Kyuhyun merasa kesal namun dia tidak menyerah begitu saja, dia merasa kalau Seohyun adalah yeoja yang akan menggantikan Hyeorin.

*****

Setiap hari Kyuhyun berusaha merayu dan meyakinkan Seohyun terhadap perasaannya, namun Seohyun tetap kekeh dengan gengsinya yang mengakui kalau dirinya juga menyukai Kyuhyun.

Suatu hari, saat Seohyun sedang tidak bekerja Seohyun gantian menjaga Joohae karena Sunny ada acara dengan seseorang.  Seohyun senang karena bisa bermain dengan Joohae seharian, tetapi raut wajahnya jadi berubah saat Kyuhyun datang, Kyuhyun datang membawa balon dan premen untuk Joohae.

“Ya!! Aku kan sudah bilang jangan kemari lagi!” sentak Seohyun kesal pada Kyu. Namun Kyuhyun tak memperdulikannya, Kyu malah berusaha menggendong Joohae, Seohyun terkejut sekali.

“lihatlah Joohae~a eommamu galak sekali,” seru Kyuhyun dengan nada dibuat-buat. Joohae tersenyum senang karena Kyu memberinya balon dan premen, sedangkan Seohyun menatap Kyuhyun kesal.

“kau mau?” tawar Kyuhyun sambil menyodorkan premen ke Seo. Pipi Seo langsung berubah merah, namun dia bersikap ketus pada Kyuhyun.

“emhh… Joohae~a bagaimana kalau kita ke taman bermain?” ajak Kyuhyun. Seohyun kaget karena Kyuhyun seenaknya.

“Aniyeo!” seru Seohyun.

“ne..ne..” balas joohae senang. Kyuhyun dan Seohyun melirik ke Joohae.

“lihat Joohae saja setuju,” seru Kyuhyun sambil tersenyum menang.

Akhirnya Seohyun ikut ke taman bermain bersama Kyuhyun dan Joohae. Mereka seperti keluarga , diam-diam Seohyun tersenyum melihat Kyuhyun yang sedang menggendong Joohae.

“ku harap ini bukan hanya menjadi impian,” gumam Seohyun dalam hati.

Kyuhyun , Joohae dan Seohyun bersenang-senang di taman hiburan walau wajah Seohyun masih terlihat kesal namun sebenarnya Seohyun juga menikmatinya.

Mereka bertiga sekarang naik kuda-kudaan (*author lupa namanya)  Kyuhyun tetap menggendong Joohae, Kyu tak membiarkan Seohyun menggendong Joohae. Setelah selesei naik itu mereka keluar namun ada seorang photographer keliling yang menawari mereka.

“tuan dan nyonya apa kalian mau di foto?” tanya photographer itu. Seohyun seperti menolak, namun Kyuhyun sangat antusias.

“oh tentu, foto kami,” balas Kyuhyun, Seohyun menatap Kyuhyun heran.

“baiklah, kita ambil background itu,  nyonya tolong lebih dekat dengan suamimu,” seru photographer itu, Seohyun dan Kyuhyun sedikit terkejut terutama Seohyun, “suami” pekik Seohyun.

“oke, hana….dul….set….cheese..” seru photographer itu, Kyuhyun terlihat bahagia sambil menggendong Joohae, dan Seohyun pun tersenyum manis.

“gomawo,” seru Kyuhyun, photographer itu pun pergi. Kyuhyun memandang senang foto itu, diam-diam Seohyun juga senang.

“kita sangat cocok bukan,” seru Kyuhyun, Seohyun terkejut mendengar ucapan Kyuhyun.

Malam pun tiba, Kyuhyun dan Seohyun baru pulang, Joohae sudah tertidur digendongan Seohyun.

“dia manis sekali,” seru Kyuhyun, Seohyun hanya bersikap biasa.

“Seohyun~a, mianhae… apa kau masih belum bisa memaafkanku?” tanya Kyuhyun lembut.

Seohyun hanya diam sambil menggendong Joohae agar tidak terbangun.

“entahlah,” balas Seohyun ragu.

“baiklah, aku akan berusaha lebih keras agar kau memaafkanku,” seru Kyuhyun lagi, Seohyun sangat terharu mendengar ucapan Kyu.

“Kyu oppa, gomawo,” seru Seohyun pelan dan lembut namun Kyuhyun dapat mendengarnya, Kyuhyun terkejut dia sangat senang karena Seohyun mau memanggilnya ‘oppa’ lagi.

Seohyun pun masuk ke kontrakannya sambil tersenyum begitu juga Kyuhyun loncat-loncat kegirangan.

*****Kyuhyun Pov’s*****

 

Yes….yes…yes…. akhirnya Seohyun mau membuka hatinya lagi, ya Tuhan aku benar-benar senang.

Seohyun~a, Joohae~a aku akan datang lagi besok kalian tunggulah aku.

Aku pun langsung melajukan mobil kembali ke rumah, rasanya hari ini sangat panjang dan menyenangkan. Aku mengambil foto tadi, lihat ini kami sangat cocok, ah…aku seperti ayah yang baik, Joohae~a terus panggil aku appa.

Rumah Kyuhyun

Aku sampai juga, rasanya pegal sekali semua badanku.

“Kyuhyun~a,” panggil seseorang dari belakangku. Aku menengok dan terkejut melihatnya.

“eomma,”

“kenapa kau baru pulang?” tanya eomma heran, tumben sekali dia mengkhawatirkanku.

“aku dari rumah Sungmin,” balasku berbohong.

“kau ini, kapan kau akan fokus pada perusahaan hah? Setelah Hyeorin meninggal harusnya kau fokus,” seru eomma seenaknya.

“aku tak tertarik dengan perusahaan appa,” balasku ketus.

“apa kau bialang? Ya!! Cho Kyuhyun kau adalah penerus satu-satunya appamu,” sentak eomma padaku.

“bahkan kalian tak pernah memikirkan perasaanku, sekarang seenaknya mengatur hidupku,” seruku kesal.

Aku yang tak tahan segera masuk kamar dan membanting pintu kencang.

*****

Apa bagi mereka aku hanya boneka, apa mereka pikir perasaanku ini terbuat dari batu.

“aku butuh Seohyun, Seohyun~a bogosipeun…”

Aku mulai membaringkan badanku rasanya sangat lelah, dan aku harap aku bermimpi tentangnya.

Keesokan harinya

Seperti biasa karena akhir-akhir ini bangu pagi aku selalu stand bye ke rumah Seohyun, namun saat menuruni tangga eomma sudah menungguku dengan tatapannya.

“mwo?” tanyaku ketus.

“hari ini kau ikut aku,” seru eomma memaksaku.

“aniyeo, aku harus ke suatu temapat,” balasku.

“Cho Kyuhyun kau harus ikut aku, bawa dia,” seru eomma memanggil bodyguardnya memaksaku untuk ikut dengannya.

“damn…. harusnya aku sudah sampai rumah Seo,” gumamku dalam hati.

“pak Park jalankan mobilnya,”

Sekarang aku sudah terkurung di mobil eomma, mana mungkin aku bisa keluar.

*****Seohyun Pov’s*****

Tumben jam segini Kyu oppa belum datang, apa dia masih tidur? Atau dia mulai bosan datang kemari. Tunggu kenapa aku memikirkan itu.

“Seohyunnie, hari ini kau kerja?” tanya Sunny membuatku sadar dari pikiranku.

“ah ne, kau bisa menjaga Joohae kan?” tanyaku.

“oh pasti, tapi mungkin aku dan Joohae akan jalan-jalan tidak apa-apakan?’tanya Sunny, aku hanya mengangguk lalu pergi .

Kyu oppa, ada apa denganmu, semoga kau baik-baik saja.

*****Author Pov’s*****

 

Sementara itu eomma Kyu membawa Kyu ke kantor appanya, Kyuhyun benar-benar kesal karena dipaksa seperti ini.

“kau sudah datang Kyu,” seru appa Kyu yang melihat istri dan anaknya masuk.

“ada apa sebenarnya?” tanya Kyuhyun heran dan kesal.

“Sicca~a kemarilah,” panggil appa Kyu pada seorang yeoja yang dari tadi menunggu.

“siapa dia?” tanya Kyuhyun semakin heran.

“Kyu~a kenalkan Jessica Jung, dia akan menjadi tunanganmu,” seru appa Kyu, Kyuhyun sangat terkejut mendengar ucapan appanya.

“Mwo?” seru Kyuhyun kaget.

“ne,, appa tahu kau masih mengenang Hyeorin, Sicca akan membantumu melupakan Hyeo,” seru appa Kyu, Kyuhyun benar-benar tak terima.

“apa kalian main-main,” seru Kyuhyun kesal.

“Ya!! Cho Kyuhyun!” Sentak orang tua Kyuhyun yang melihat Kyuhyun keluar begitu saja.

Kyuhyun benar-benar kacau, dia tidak suka dengan perjodohan, Kyuhyun pergi memakai taxi, yang sekarang ingin dia lakukan adalah mencari Seohyun.

Kyuhyun sedang berhenti di lampu merah, dia melihat Seohyun yang sedang berjalan, Kyuhyun langsung turun dan mengejar Seohyun. Tiba-tiba Kyuhyun memeluk Seohyun dari belakang, Seohyun sangat terkejut, dan takut.
“ah..Kyu oppa,” seru Seohyun terkejut, namun Kyuhyun masih memeluk Seohyun.

“oppa kau kenapa?” tanya Seohyun heran. Seohyun pun memutar badannya kini mereka berhadapan.

“saranghaeyo…Seohyun~a saranghaeyo,” seru Kyuhyun, Seohyun sangat terkejut dengan ucapan Kyuhyun, hatinya sangat gembira

Seohyun belum menjawab, namun Kyuhyun lebih dulu memeluk Seohyun hangat, semua orang yang melintas memperhatikan mereka.

Akhirnya mereka berjalan ke sebuah taman, Seohyun dan Kyuhyun duduk disana.

“apa kau tak mencintaiku?” tanya Kyuhyun. Seohyun menatap Kyuhyun teduh.

“entahlah, aku tak tahu apa yang ku rasakan, apa aku mencintaimu, atau tidak,” jelas Seohyun bimbang.

“begitu ya, baiklah ini akan meyakinkan perasaanmu,” seru Kyuhyun lalu menarik dagu Seohyun bibir Kyuhyun menyentuh lembut bibir Seohyun, Seohyun awalnya terkejut namun lama-lama Seohyun menutup matanya.

Kira-kira 5 menit mereka berciuman, Kyuhyu melepas bibirnya, Kyu menatap Seohyun dengan tersenyum.

“sekarang kau tahu perasaanmu?” tanya Kyuhyun , Seohyun hanya menganggukan kepalanya, wajahnya bersemu merah, Kyuhyun yang gemas segera memeluk tubuh Seohyun.

“gomawo….gomawo chagi… saranghaeyo,” seru Kyuhyun dalam pelukannya.

“nado, saranghaeyo oppa,” balas Seohyun untuk pertama kalinya.

Mereka pun pulang bersama, Kyuhyun tak menceritakan soal perjodohannya dia tidak mau membuat Seohyun sedih. Kyuhyun mengantar Seohyun pulang, mereka terkejut melihat Sunny sedang bersama Sungmin.

“Kyu~a,” seru Sungmin terkejut.

“kalian sedang apa?’ tanya Kyuhyun dengan nada menggoda Sungmin.

“aniyeo, Ming oppa hanya mengantarku dan Joohae,” seru Sunny gugup.

“ming oppa? Wah,,,Sunny~a kau punya panggilan untuk Sungmin oppa,” goda Seohyun .

“Ya!! Kalian kenapa menyudutkan kami, seharusnya kami yang bertanya, kenapa kalian bisa bersama?” tanya Sungmin.

“hem…. Seohyun~a adalah pacarku,” seru Kyuhyun sambil merangkul Seohyun, Seohyun hanya tersipu malu.

“waaahh…” seru Sungmin dan Sunny tidak percaya.

“sstttsss,, kalian bisa membangunkan Joohae,” seru Seohyun mengalihkan pembicaraan.

Seohyun dan Sunny pun masuk sambil menggendong Joohae.

“kau tidak bawa mobil?” tanya Sungmin. Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“naiklah, aku antar kau pulang,” seru Sungmin lagi.

“aniyeo, aku menginap di rumahmu saja,” seru Kyuhyun, Sungmin pun menyetujuinya.

*****

Didalam mobil Kyuhyun sudah menceritakan tentang pertunangannya, Sungmin terkejut karena tak biasanya orang tua Kyuhyun melakukan hal seperti itu.

“lalu apa yang akan kau lakukan? Bagaimana dengan Seohyun?” tanya Sungmin.

“itulah yang sedang ku pikirkan, aku rasa aku akan membawa Seohyun dan mengenalkannya kepada orang tuaku,” jawab Kyuhyun.

Sungmin menatap Kyuhyun ragu, namun Sungmin percaya pada Kyuhyun.

“tapi orang tuamu tak semudah itu menerima status Seohyun, dia miskin, janda anak satu pula, kau perlu perjuangan untuk meyakinkan eomma dan appamu,” jelas Sungmin, Kyuhyun mengerti dengan ucapan Sungmin.

“ya..ini akan sangat sulit untukku dan juga seohyun,” balas Kyuhyun.

Beberapa hari kemudian, Kyuhyun menjemput Seohyun untuk datang ke rumahnya, dia ingin mengenalkannya pada orang tuanya.

“kau siap,” seru Kyuhyun meyakinkan Seo.

“ne,” balas Seohyun sambil mengangguk,

“lihat ini, Joohae juga tampan, tapi mianhae Joohae~a kau tidak bisa ikut,” seru Kyuhyun.

Kyu dan Seo pun bersiap berangkat, setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai. Seohyun dan Kyuhyun sangat tegang namun ini harus mereka lakukan.

Kyuhyun membuka pintu rumahnya, appa dan eommanya sudah duduk di ruang tamu. Kyuhyun dan Seohyun menyusul ke ruang tamu.

Saat Seohyun muncul, orang tua Kyu sangat kaget yang melihat wajah Seohyun benar-benar mirip Hyeorin.

“kau..” seru eomma Kyu terkejut.

“Annyeong haseyo,” sapa Seohyun lembut.

Mereka berdua memberi hormat pada orangtua Kyu.

Singkat cerita…. Orang tua Kyuhyun yang mendengar profil pribadi Seohyun sangat tidak terima, namun Kyuhyun bersi keras untuk memperjuangkan Seo.

“YA!! Cho Kyuhyun! Apa yang kau pikirkan, dia itu janda! Apa kau hanya mengincar wajahnya yang mirip Hyeorin!” sentak eomma Kyuhyun kesal.

Kyuhyun kesal sekali karena eommanya berkata seperti itu, namun dia sangat khawatir pada Seohyun, Seohyun hanya menunduk dia menahan semua rasa pedihnya.

“kau pikir kau akan bahagia? Jika kau memilih wanita desa ini kau akan kehilangan hartamu,” ancam eomma Kyuhyun, namun Kyuhyun yang sudah sangat kesal tak peduli atas ucapan orang tuanya. Kyuhyun langsung menarik lengan Seohyun agar pergi keluar, Seohyun yang dari tadi menahan emosinya sangat sakit hati.

“mianhae…minahae..” seru Kyuhyun sambil memeluk Seohyun, namun Seohyun tak membalasnya dia terus menangis meluapkan emosinya.

“oppa eommamu benar, aku hanya wanita yang akan menyusahkanmu, kita sudahi saja ini,” seru Seohyun sambil menangis.

“Aniyeo!! Aku tidak akan pernah sekalipun meninggalkanmu Seo,” seru Kyuhyun meyakinkan Seohyun.

“apa kau bicara seperti ini karena wajahku yang mirip dengan Hyeorin?” tanya Seohyun.

“aniyeo….aniyeo, kau adalah kau, aku sudah bisa melupakan Hyeorin, aku menyukai semua yang ada pada dirimu Seo~a, aku mencintaimu,” jelas Kyuhyun semakin merapatkan pelukannya.

“oppa,,,,,” balas Seohyun suara tangisnya makin kencang.

*****

Kyuhyun memutuskan untuk meninggalkan rumahnya, dia ingin selalu bersama Seohyun dan Joohae, awalnya Kyuhyun ingin mengajak Seohyun menikah, namun Seohyun masih menolak karena belum direstui.

“Seohyunnie,” panggil Sunny, saat Seohyun mau berangkat kerja.

“waeyo?” tanya Seo heran.

“Seonnie~a , Joohae~a…Joohae~a…” seru Sunny cemas. Seohyun yang melihat itu juga jadi cemas.

“Wae Joohae~a? Wae?” tanya Seohyun khawatir, namun Sunny belum menjawab, Seohyun pun segera masuk dan menghampiri Joohae.

“Joohae~a,” seru Seohyun sambil menggendong Joohae.

“Ya Tuhan, Joohae~a badanmu panas sekali,” seru Seohyun cemas.

“Sunny~a kita bawa Joohae ke rumah sakit, kau siapkan semuanya,” seru seohyun, Sunny langsung beres-beres.

Seohyun dan Sunny mencari taxi menuju rumah sakit, Joohae menangis , badannya sangat panas.

“Joohae~a, mianhae…mianhae chagi, eomma pasti menolongmu,” seru Seohyun memeluk Joohae hangat air mata seohyun terus mengalir.

Setibanya di rumah sakit Joohae segera diperiksa dokter,  dokter mengatakan Joohae terkena gejala malaria, sehingga panasnya tinggi, namun masih gejala. Dokter meminta Joohae untuk sementara dirawat di rumah sakit, Seohyun pun setuju.

“Seohyun~a,” seru Kyuhyun cemas saat sampai ruangan Joohae, diikuti Sungmin dan Wookie.

“Kyu oppa,” balas Seohyun sambil menyeka air matanya.

Kyuhyun segera memeluk Seohyun, Kyuhyun benar-benar cemas dengan keadaan Seohyun dan Joohae.

“Joohae~a kenapa dia?” tanya Kyu cemas.

“dia terkena gejala malaria oppa,” balas Seohyun.

“mulai sekarang kau, Joohae dan Sunny jangan tinggal di kontrakan itu lagi, kalian tinggal di apartemen Sungmin saja” jelas Kyuhyun seenaknya, Sungmin langsung terkejut namun tak menolak.

“oppa, tidak usah,” seru Seohyun keberatan.

“gwenchana Seohyun~a, kau bisa tinggal di apartemenku, ia kan Sunny~a,” seru Sungmin sambil melirik Sunny, Sunny tersenyum malu.

“ne, Seonni aku rasa Kyu oppa dan Ming oppa benar, kita lebih baik tinggal disana,” seru Sunny membantu Sungmin.

“kalian…” gumam Seohyun merasa kalah.

Beberapa jam kemudian, Joohae terbangun, Joohae sedang bermain bersam Wookie, Sungmin dan Sunny. Sedangkan Seohyun dan Kyuhyun sedang bicara berdua.

“oppa, kau sudah 2 minggu tidak pulang, orang tuamu pasti khawatir,” seru Seohyun.

“chagi~a orang tuaku tak mungkin merindukanku,” seru Kyuhyun sambil mengelus kepala Seohyun.

“maksud oppa? Memangnya oppa bukan anak kandung mereka?” tanya Seohyun polos. Kyuhyun terkejut karena Seohyun benar-benar polos tidak terbayang kalau Seo akan bertanya seperti itu.

“ha..ha…. anak kandung atau bukan pun sulit untuk dibedakan, kau tahu sejak aku SMA aku sudah ditinggal sendiri di rumah, mereka jarang bahkan hampir tidak pernah menghubungiku selama itu,” jelas Kyuhyun, Seohyun menatap Kyu dengan wajah haru.

“Kyu oppa, aku tak tahu kalau kau seperti itu,” seru Seohyun dengan suara bergetar.

“jangan menangis chagi, aku tidak apa-apa, yang aku pikirkan sekarang itu bagaimana caranya agar kau mau menikah denganku,” seru Kyuhyun menggoda Seohyun, Seo yang gemas pun mencubit perut Kyu.

“Ya!! Appo chagi,” dengus Kyuhyun kesakitan,

“rasakan, dasar tukang gombal,” balas Seohyun lalu meninggalkan Kyu masuk ke ruangan Joohae.

Kyuhyun hanya tersenyum, semenjak dia mengenal Seohyun dia jadi lebih banyak tersenyum.

*****

Dua hari kemudian, Seohyun dan Kyuhyun sedang mengurusi registrasi Joohae, sedangkan Sungmin dan Sunny sedang sarapan bersama, sementara itu Wookie sendirian bersama Joohae di ruangan. (*poor Wookie)

“selamat pagi,” sapa seorang perawat saat masuk ruangan Joohae,  Wookie tersenyum membalas perawat itu.

“cantiknya,” gumam Wookie dalam hati.

“adik manis, biarkan aku memeriksa suhu tubuhmu dulu ya,” seru perawat itu dengan suara lembut, Wookie memandang perawat itu sambil menopangkan tangannya. Perawat itu tak menyadari kalau Wookie memperhatikannya.

“bagus, suhu badanmu sudah turun,” seru perawat itu.

“cantik, lembut, manis,baik…. ah~~~ dia tipeku,” gumam Wookie dalam hati. Tiba-tiba perawat itu menoleh kearah Wookie yang sedang melamun. Wookie pun tersadar lalu tersenyum gaje, perawat itu malah membalasnya dengan senyuman paling menawan.

Perawat itu membereskan barang-barang yang tadi dibawa, dia menundukan badan kepada Wookie sambil tersenyum lalu keluar, Wookie sangat kecewa karena perawat itu buru-buru pergi.

“siapa yeoja itu?” gumam Wookie penasaran. (*readers juga tuh..wkwkwk)

Beberapa menit kemudian, Seohyun dan Kyuhyun datang bersama dokter.

“Joohae~a kau sudah boleh pulang,” seru dokter sambil tersenyum.

“chagi, kata dokter kau boleh pulang, kau senang chagi?” tanya Seohyun sambil menggendong Joohae, tangan Joohae sudah dilepaskan infusnya oleh perawat tadi.

“gomawo dok, “ seru Kyuhyun . dokter itu hanya membalas dengan senyuman, mereka pun bersiap untuk pulang.

Seohyun dan Joohae diantar ke apartemen Sungmin, sedangkan Sungmin dan Sunny di mobil yang berbeda. Sementara itu Wookie berbohong ada acara keluarga, padahal dia ingin mencari perawat tadi.

“Sunny~a kau dimana?” tanya Seohyun yang menelepon Sunny,

“………………..”

“mmhh…. ne, gwenchan,” balas Seohyun lagi…

“mereka kemana?” tanya Kyuhyun .

“Sunny~a bilang mereka mau jalan-jalan sebentar, tidak apa-apa Sunny pasti sangat senang bersama Sungmin oppa,” balas Seohyun.

“hemm…. apa bersamaku tidak menyenangkan?” tanya  Kyuhyun dengan suara manja.

“ne,” balas Seohyun singkat namun dia menahan tawanya, Kyuhyun reflek menoleh.

“napeun…apa aku tidak menyenangkan!” seru Kyuhyun lagi lebih kencang suaranya.

“sssttttsss…oppa Joohae sedang tidur, nanti bangun,” seru Seohyun sambil tersenyum menang, Kyuhyun pun menyetir sambil cemberut manja.

Setelah sampai apartemen Sungmin, Seohyu  segera menidurkan Joohae di kamar, dan menyusul Kyuhyun yang sedang duduk di ruang tamu.

“kau capek oppa?” tanya Seohyun cemas.

“aniyeo, asal bersamamu aku tak akan capek,” balas Kyuhyun sambil mengedipkan matanya.

“kau genit sekali oppa, oh ia aku mau belanja, oppa mau makan apa?” tanya Seohyun.

“apa saja, biar aku antar chagi,” seru Kyuhyun.

“aniyeo oppa, nanti kalau Joohae bangun siapa yang menggendongnya,” jelas Seo, Kyuhyun pun mengerti.

“aku berangkat oppa,” seru Seohyun lalu pergi meninggalkan Kyu.

Seohyun berbelanja didekat apartemen Sungmin, kebetulan ada minimareket. Seohyun memilih sayuran yang bagus untuk Kyuhyun, walau dia sedikit tahu kalau Kyuhyun tidak suka sayuran.

“Ya!! Cho kyuhyun kau harus makan sayuran, aku akan membuatmu menghabiskan ini,” seru Seohyun sambil menggenggam bayam.

Seohyun yang sedang asik berbelanja tak sengaja menenggol seorang ajumma,

“ah..mianhae,” seru Seohyun sambil menundukan kepalanya, ajumma itu bersikap baik dan memaafkan Seo, saat Seohyun bangun dari menunduk, ajumma itu terkejut melihat wajah Seohyun.

“Hyeorin..” seru ajumma itu terkejut melihat wajah Seohyun yang mirip sekali Hyeorin, ya, ajumma itu adalah eommanya Hyeorin yang baru saja datang dari luar negeri, kebetulan apartemen eomma Hyeorin dekat dengan apartemen Sungmin.

“ah, aniyeo, aku bukan Hyeorin,” balas Seohyun, yang lagi-lagi ada yang menganggapnya Hyeorin.

“kau..kau mirip sekali dengan Hyeorinku,” seru eomma Hyeo sambil mengeluarkan air matanya.

“ajumma, jangan menangis, jebal” seru Seohyun menenangkan eomma Hyeo.

Akhirnya Seohyun dan eomma Hyeo duduk di taman dekat apartemen, Seo tidak langsung pulang karena cemas dengan eomma Hyeorin.

“kau..kau mirip sekali dengan putriku, sayangnya dia sudah meninggal,” seru eomma Hyeo sambil menangis. Seohyun hanya bisa mengelus punggung eomma Hyeo, Seo berpura-puraa tidak tahu, padahal Seohyun sangat tahu Hyeorin yang sangat mirip dengannya.

“nona, mianhae, aku menangis di depanmu,” seru eomma Hyeo.

“gwenchan ajumma, aku senang jika ajumma bisa membagi kesedihan bersamaku,” seru Seohyun sambil tersenyum.

“nona, bolehkah aku memelukmu,” seru eomma Hyeorin, Seohyun hanya mengangguk, eomma Hyeorin langsung memeluk hangat Seohyun.

“bahkan harum tubuhmu pun sama dengannya,” seru eomma Hyeo sambil menangis.

Seohyun sudah biasa dianggap seperti Hyeorin, dia dengan lembut mengelus punggung eomma Hyeo, Seohyun juga merindukan sentuhan seorang ibu, karena Seohyun dibesarkan di panti asuhan bersama Sunny.

*****

Sementara itu Kyuhyun sedang sibuk menyuruh Joohae berhenti menangis.

“cup..cup… Joohae~a jangan menangis, eommamu itu kemana dia? Apa dia belanja ke luar negeri? Lama sekali,” gumam Kyuhyun kesal.

Beberapa menit kemudian Seohyun datang, Kyuhyun melihatnya dengan kesal.

“chagi~a kau belanja dimana? Lama sekali,” seru Kyuhyun .

“mianhae oppa, tadi sangat ramai di minimarket,” balas Seohyun berbohong.

“hhemmm… lihatlah Joohae pasti sangat lapar,” seru Kyuhyun , Seohyun pun menggendong Joohae.

“chagi, bukan hanya Joohae yang lapar aku juga,” seru Kyu manja.

Seohyun menatap Kyuhyun tajam, “oppa Joohae dulu!” seru Seohyun, Kyuhyun pun menurutinya.

Setelah Joohae diberi susu, Joohae tertidur lagi. Sekarang Seohyun sedang memasak sesuatu untuk Kyuhyun.

“chagi, kau kan tahu aku tak suka sayur, kenapa ini penuh sayur,” seru Kyuhyun manja,

“makanlah oppa, kau harus banyak makan sayur, itu penting untuk kesehatanmu,” jelas Seohyun, namun Kyuhyun tetap menolak.

“gwenchana oppa, kalau oppa tak mau makan itu, aku dan Joohae akan kembali ke kontrakan,” seru Seohyun mengancam Kyuhyun, Kyuhyun yang tersudut pun akhirnya terpaksa memakan sayuran itu.

“oh….” seru Kyu dengan ekspresi tidak enak.

“habiskan oppa,” seru Seohyun sambil tersenyum evil.

Ting Tong…

Terdengar bunyi bel, ternyata Sunny dan Sungmin sudah datang, mereka pulang membawa daging sapi goreng, Kyuhyun langsung berlari dan mengambil daging itu.

“Ya!! Cho Kyuhyun kau harus makan sayuran!!” sentak seohyun yang melihat Kyuhyun membuang sayurannya.

“aniyeo chagi, kau mau membunuhku,” balas Kyu membela diri.

“ha..ha…bahkan Seohyun pun tak bisa membuatnya makan Sayuran,” seru Sungmin sambil tertawa.

“dasar kekanak-kanakan,” dengus Seohyun kesal.

*****

Sementara itu eomma Hyeorin pulang ke apartemennya, appa Hyeorin sedang menunggu makan siang. Mereka makan bersama, eomma Hyeorin mulai membuka pembicaraan.

“suamiku, tadi aku bertemu dengan seorang yeoja yang mirip sekali dengan Hyeorin,” seru eomma Hyeo senang.

“uhukk,…uhukk…” appa Hyeo malah tersedak mendengar itu.

“mwo? Mirip Hyeo?” tanya apap Hyeorin memastikan.

“ne, bahkan aku sempat memeluknya dan aroma tubuhnya sangat  sama dengan Hyeorin,” jelas eomma Hyeo.

Appa Hyeorin hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu.

“andai saja Hyeohyun kita masih hidup pasti dia akan sperti yeoja tadi,” seru eomma Hyeo.

“jangan mengungkit tentang hyeohyun lagi, dia…dia sudah meninggal saat kebakaran itu,” seru appa Hyeohyun dengan suara bergetar.

“hikss,…hiks… anak-anakku, kenapa kalian mendahului kami,” seru eomma Hyeo dalam tangisnya.

“sudahlah sayang, Hyeorin dan Hyeohyun pasti sudah bahagia disana,” seru appa Hyeo menenangkan istrinya itu.

*****

Semua kembali seperti biasa Seohyun mulai bekerja lagi, sedangkan Sunny seperti biasa membantu menjaga Joohae,Kyuhyun juga bekerja, dia bekerja sesuai bidangnya, Kyuhyun dulu sekolah di jurusan seni lukis, sehingga Kyu berbakat dalam melukis.

Seohyun kembali bekerja sebagai pelayan, karena pendidikannya yang hanya sampai SMA membuatnya sulit untuk mencari kerja, hanya menjadi pelayan restoranlah yang tak memerlukan ijazah sekolah tinggi.

“Seohyun~a,” panggil bos Seohyun, Seohyun segera menghampirinya.

“kau bisa mengantar ini ke alamat ini, kau antar segera,” jelas bosnya, Seohyun pun segera mengendarai motor ke alamt itu. Seohyun merasa kenal alamat ini yang ternyata jalan menuju apartemen Sungmin.

Ting..Tong….

Seohyun sudah berdiri didepan pintu kamar pemesan makanan itu, seseorang membuka pintu dan terkejut.

“ah..nona,” seru pemesan itu yang ternyata ajumma kemarin.

“ah..annyeong,” sapa Seohyun.

“masuklah nona,” seru eomma Hyeo.

“gomawo,”

“kau bekerja di restoran?” tanya eomma Hyeo. Seohyun hanya menganggukan kepalanya.

“kasihan sekali dirimu nak, lihat wajahmu sampai kotor seperti ini pasti karena debu,” seru eomma hyeo yang tanpa sadar membersihkan wajah Seohyun, Seohyun memandang eomma Hyeo lembut.

“gomawo..” seru Seohyun lagi, matanya mulai berkaca.

“gadis cantik sepertimu jangan sering menangis, nanti cantiknya luntur,” seru eomma Hyeo menghibur Seo.

Seohyun menatap dalam wajah eomma Hyeo, dia benar-benar merindukan sosok eomma.

“bolehkah aku memanggilmu ‘eomma’,” seru seohyun dengan suara bergetar. Eomma Hyeo tertegun mendengar permintaan Seohyun,

“boleh, boleh,” balas eomma Hyeo yang juga menitikan air mata.

“eommaa..” seru seohyun sambil memeluk lembut badan eomma Hyeo, eomma Hyeo juga memeluk lembut Seo.

“namamu siapa nak?” tanya eomma Hyeo.

“aku..aku Seo Joo Hyun, panggilanku Seohyun,” seru Seohyun.

“Seohyun~a, mulai sekarang jika bertemu kau boleh memanggilku ‘eomma’,” jelas eomma Hyeorin, Seohyun pun kembali memeluk eomma Hyeo.

“andai saja Hyeohyun masih hidup, dia pasti sepertimu,” seru eomma Hyeo.

“Hyeohyun?” tanya Seo .

“ne, dia kembaran Hyeorin, namun nasibnya naas Hyeohyun meninggal saat rumah kami kebakaran dulu, bodohnya aku karena tak menyelamatkan mereka sekaligus,” seru eomma Hyeo air matanya keluar lagi.

“eomma, jangan menangis Hyeohyun pasti bisa mengerti itu,” seru Seohyun menghibur eomma Hyeo.

*****

Setelah pulang kerja, Seohyun masih mengenang kata-kata eomma Hyeorin.

“ne, dia kembaran Hyeorin, namun nasibnya naas Hyeohyun meninggal saat rumah kami kebakaran dulu, bodohnya aku karena tak menyelamatkan mereka sekaligus,”

“jadi Hyeorin punya kembaran, tapi nasibnya naas sekali, Hyeohyun~a semoga kau tenang,” seru Seohyun sambil berjalan menuju lift.

“Seohyun~a,” panggil Kyuhyun dari belakang.

“ah..oppa kau tidak pulang ke rumah Sungmin oppa?” tanya Seo heran.

“aniyeo, aku Cuma ingin memberimu ini,” seru Kyuhyun sambil memberikan sebuah kotak kecil, Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan heran.

“apa ini oppa?” tanya Seohyun .

“bukalah,” seru Kyuhyun sambil tersenyum.

“waah..” seru Seo terkejut.

“Seohyun~a would you marry me?” tanya Kyuhyun lembut, baru kali ini Seohyun dilamar di depan lift, bagaiman jika ada yang keluar lift, tapi tenang apartemen milik Sungmin ini tidak banyak yang menempati khusus orang-orang tertentu.

“oppa,” seru Seohyun malu, pipinya berubah merah.

“aku serius Seo~a, kumohon jawablah ‘ia’,” seru kyuhyun memohon.

“aniyeo!….” balas Seohyun, Kyuhyun terkejut, “I do oppa,” balas Seohyun lagi, Kyuhyun yang lemas pun berubah menjadi senang.

“Yaaaaaa…” seru Kyuhyun kegirangan sambil memeluk Seohyun, Seohyun pun tersenyum bahagia.

Dua hari kemudian…

Seohyun dan Kyuhyun sedang memilih gaun pengantin, mereka nekat menikah tanpa restu orang tua Kyuhyun, walau Seohyun ingin sekali direstui.

“oppa,”

“heum… apa chagi? Yang ini juga baguskan,” seru Kyuhyun sambil menunjukan sebuah ganun.

“ne, oppa, setelah ini, jebal…bawa aku ke rumahmu lagi,” seru Seohyun memohon, Kyuhyun memandang Seohyun.

“hasilnya akan sama, mereka tak semudah itu menerimamu,” balas Kyuhyun.

“gwenchana oppa, paling tidak mereka tahu kalau kita ingin menikah sebentar lagi,” seru Seohyun meyakinkan Kyu.

“kau tahu, aku beruntung sekali bertemu denganmu Seohyun~a,” seru Kyuhyun sambil memeluk Seo,

“ne oppa, aku juga beruntung bertemu denganmu,” balas Seohyun.

Setelah memilih gaun mereka segera ke rumah Kyuhyun, Seohyun nampak yakin dengan keputusannya, sedangkan Kyuhyun sedikit cemas.

“oppa, kajja,” seru Seohyun sambil tersenyum, Kyuhyun pun membalas senyuman Seo, mereka pun masuk ke rumah.

Singkat cerita (*Authornya pegel) Orang tua Kyuhyun marah besar atas keputusan Kyuhyun.

“Ya!! Cho Kyuhyun kau sudah gila!!!” sentak eomma Kyu penuh amarah.

“ne…aku memang sudah gila, jadi kumohon restui anakmu yang tidak waras ini,” seru Kyuhyun sambil bersujud bersama Seohyun.

“kalian…” dengus eomma dan appa Kyu.

“kami akan merestui kalian jika kalian bisa hidup layak,” seru appa Kyuhyun tiba-tiba, eomma Kyu menatap heran appa Kyu.

“appa, gomawo…” seru Kyuhyun .

“appamu bilang kalian harus hidup ‘LAYAK’ aku tak mau melihat kalian bekerja dipinggir jalan,” seru eomma Kyu, lantas mereka pun pergi.

“kita pasti bisa chagi,” seru Kyu sambil menggengam erat jemari Seohyun.

“oppa,” seru Seohyun air mata Seo terus mengalir. Setidaknya mereka bisa menemukan jalan untuk direstui.

*****

Hari itu pun datang saat Seohyun dan Kyuhyun sama-sama berdiri di altar,  mereka benar-benar melakukan janji suci sehidup semati, disaksikan Sungmin dan Sunny juga Joohae, dan Wookie pun datang menggandeng perawat yang saat itu merawat Joohae. Mereka semua terlihat bahagia, walau tak semua orang yang mereka sayangi hadir.

“Saranghaeyo chagi,” seru Kyuhyun lembut memandang Seohyun penuh kasih.

“nado, saranghaeyo oppa,” balas Seohyun air matanya sedikit keluar.

Kyuhyun bersiap mencium Seohyun, Seohyun menutup matanya Kyuhyun menciumnya dengan lembut.

“akhirnya Cho Kyuhyun Menikah!!!!!!” seru Kyuhyun bahagia, semua yang ada disana nampak sangat bahagia.

Sebulan sudah Seohyun dan Kyuhyun berumah tangga, Seohyun dan Kyuhyun menepati janji orang tua Kyu, mereka tidak bekerja dijalanan, Kyuhyun sekarang bekerja di galery seni salah seorang seniman terkenal di Korea sedangkan Seohyun dilarang bekerja oleh Kyuhyun tugasnya hanya menjaga Joohae dan melayaninya dengan baik. Sedangkan Sunny dia dan Sungmin juga berencana untuk menikah, mereka berdua sedang melihat-lihat gaun pengantin.

“HYUNG~A!!! Panggil Wookie yang melihat Sungmin dan Sunny masuk ke tempat itu.

Sungmin pun menoleh, terlihatlah wajah Wookie yang cemberut.

“Hyung~a kalau kau menikah aku juga harus menikah!!” seru Wookie dengan nada polos.

“mwo?” seru Sungmin heran.

“YA! Kim Ryeowook~a, kau dan Yoona kan baru mengenal (*jadi nama perawat itu Yoona *dont bhasing author itu YoonWook shiper juga #plak),” seru Sugmin sambil menjitak kepala Wookie.

“huuu..” seru Wookie sambil mengkerutkan bibirnya.

“Yoona~a Wookie oppa bilang dia mau menikah secepatnya apa kau mau?” tanya Sungmin.

Yoona hanya tersipu malu, Wookie langsung merangkul Yoona.

“Yoonaku pasti mau,” seru Wook manja.

Semuanya pun tertawa, akhirnya Wookie datang ke ruamah orang tua Yoona untuk melamarnya, setelah itu baru dibawa ke rumahnya.

Sebulan kemudian pernikahan Sungmin dan Sunny juga Wookie dan Yoona digelar, mereka menikah bersama karena Wookie ingin selalu bareng dengan Sungmin.

“hoek…hoek…” terdengar suara rintihan dari Seohyun, Kyuhyun yang sedang menggendong Joohae jadi khawatir.

“Seo~a kau kenapa?” tanya Kyu cemas.

“aniyeo oppa, aku..hoek…” seru Seohyun langsung berlari mencari toilet.

Kyuhyun pun mengejar Seohyun dan tidak lupa menitipkan Joohae pada temannya.

“chagi, kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun cemas.

“gwenchana opp..hoek…” Seohyun terus muntah-muntah.

Kyuhyun yang cemas pun langsung menggendong Seohyun ke rumah sakit.

Setelah sampai rumah sakit, Seohyun dan Kyuhyun sedang menunggu hasil dokter.

“bagaimana dok istri saya?” tanya Kyu cemas.

“selamat tuan Cho, nyonya Cho tidak sakit dia sedang mengandung anak anda,” jelas dokter itu. Kyuhyun dan Seohyun saling bertatapan mereka sangat bahagia, akhirnya bayi yang mereka tuggu datang juga.

*****

5 bulan pun berlalu…

Kandungan Seohyun sudah memasuki 5 bulan lebih, begitu juga dengan Sunny dan Yoona yang hanya berbeda 1 bulan dengan Seohyun.

“chagi, kau mau kemana?” tanya Kyuhyun yang tadinya fokus melukis saat melihat Seohyun jalan langsung cemas.

“oppa, bayi kita bosan di rumah saja, aku ingin jalan-jalan,” seru Seohyun sambil memopong perut buncitnya.

“aniyeo, aku akan menuntunmu, kau tidak bisa jalan sendiri nyonya Cho,” seru Kyuhyun.

“lalu Joohae siapa yang menjaganya?” tanya Seo heran.

“hem..kita jalan bersama,” seru Kyuhyun.

Mereka pun pergi bersama, keluarga yang harmonis. Mereka sedang berjalan-jalan di sekitar taman apartemen.

“ah….Seohyun~a, ah..Kyuhyun~a,” sapa seorang ajumma yang ternyata eomma Hyeorin.

“ah, ajumma,” balas Kyuhyun terkejut.

“annyeong,” sapa Seohyun pada eomma Hyeo.

Mereka pun mengobrol sebentar..

“jadi kalian sudah menikah?” tanya eomma Hyeo terkejut.

“mianhae ajumma, aku kira ajumma belum pulang ke korea,” balas Kyuhyun.

“Seohyun~a kenapa kau tak bilang eommamu ini,” seru eomma Hyeo, Kyuhyun terkejut mendengar eomma Hyeo memanggil dirinya ‘eomma Seo’.

“Seo~a kau …” tanya Kyuhyun heran.

“ne oppa, aku dan eomma Hyeorin sudah mengenal cukup lama, dan dia sudah menganggapku anaknya,” jelas Seohyun eomma Hyeo mengelus lembut perut Seo.

“sungguh suatu kebetulan,” gumam Kyuhyun terpana.

“di perut ini juga akan jadi cucuku, Cho Kyuhyun kau harus merawat Seohyun dengan baik,” seru eomma Hyeo,

“baik,” balas Kyuhyun sigap.

4 bulan kemudian…

Seohyun akan melahirkan bayinya, semua orang berkumpul di rumah sakit berikut eomma Hyeorin. Eomma Kyu dan appa Kyu juga datang dan terkejut melihat eomma Hyeo.

“AAAaaaaahhhh….opppaaaaa…appppoooo…” seru Seohyun kesakitan mencoba mengeluarkan bayinya.

“chagia, ayo tahan kau pasti bisa….ayo dorrrrrooong….” balas Kyuhyun , Seohyun menggenggam erat lengan Kyuhyun, air matanya tak tertahankan untuk keluar.

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………….” teriakan Seohyun ..

“OoOOOaaaaa…Oaaaaa…..OOOOOaaaaaa………………”

Setelah teriakan itu seorang bayi laki-laki lahir ke dunia, Seohyun dan Kyuhyun begitu senang namun  Seohyun tiba-tiba pingsan.

“Seohyun~a…Seohyun~a….” teriak Kyuhyun cemas,

Seohyun segera dibawa ke ruang UGD, dia mengalami pendarahan hebat, dan golongan darah Seohyun langka sekali ‘AB’.

“Seohyun~a  jebal jangan tinggalkan aku,” gumam Kyuhyun yang sangat kalut karena istrintya dalam keadaan kritis.

“mianhae, apa disini ada yang bergolongan darah AB?” tanya dokter saat keluar, semua orang hanya diam, namun tiba-tiba eomma Hyeorin mengangkat tangannya.

“golongan darahku AB dokter,” seru eomma Hyeorin, Kyuhyun dan yang lain merasa lega.

“baiklah nyonya mari kita cek darah anda dulu,” seru dokter itu, eomma Hyeorin mengikuti dokter.

Darah eomma Hyeorin sangat cocok dengan Seohyun,

*****

Akhirnya masa kritis Seohyun bisa terlewati, bayi mungil Seohyun sedang di ruang bayi.

“ajumma gomawo,” seru Kyuhyun menghampiri eomma Hyeo yang sedang melihat bayi Seohyun.

“ne… Seohyun juga sudah kuanggap sebagai anakku,” seru eomma Hyeo.

Kyuhyun memeluk lembut eomma Hyeo.

Sementara itu Seohyun masih belum sadar, Kyuhyun menghampirinya.

“gomawo…gomawo Seohyun~a kau..kau yang membuatku bertahan hidup, kau yang membuat hidupku lengkap,” seru Kyuhyun sambil mengecup kening Seohyun.

Beberapa jam kemudian, Seohyun sudah terbangun dia sedang menggendong bayi mungilnya, sedangkan Joohae sedang digendong Kyuhyun.

“kau sudah sadar Seo~a?” seru eomma Hyeorin bersama appa Hyeorin masuk ke ruangan Seo. Appa Hyeo benar-benar terkejut melihat wajah Seo yang mirip sekali Hyeo.

“kau…kau mirip sekali dengan putri kami,” seru appa Hyeo memeluk lembut Seohyun, Seohyun mengerti .

“siapa namamu nak?” tanya appa Hyeo,

“aku Seohyun, Seo Joohyun,” seru Seohyun sambil tersenyum.

“Seo Joohyun?” tanya appa Hyeo lagi.

“kenapa sayang?” tanya eomma Hyeo.

“dia anak kita sayang, Seohyun anak kita,” seru appa Hyeorin senang, eomma Hyeo, Seo, dan Kyuhyun terlihat heran dan terkejut.

“maksudmu?” tanya eomma Hyeo.

“aku mencari-cari informasi tentang anak kita Hyeohyun, dia tidak meninggal karena terbakar, tetapi Hyeohyun sudah ada yang menolongnya, dan mereka bilang Hyeohyun dibawa ke panti asuhan dan namanya menjadi Seo Joo Hyun,” jelas appa Hyeo yang selama ini menyembunyikannya dari istrinya.

“anakku..” seru eomma dan appa Seohyun lalu mereka pun berpelukan, Kyuhyun bahagia sekali melihat Seohyun dapat bertemu kembali dengan orang tuanya.

“eomma…appa…” seru Seohyun.

Seohyun dan Kyuhyun hidup dengan bahagia, Seohyun menemukan orang tuanya, hubungan SeoKyu juga direstui, Joohae juga bahagia memiliki adik. Anak kedua Seohyun bernama Cho Hyeo min (*aneh..tak apalah)., Joohae juga menjadi Cho Joohae. Istri Sungmin dan istri Wookie pun sudah melahirkan, anak Sungmin seorang wanita, sedangkan anak Wookie seorang laki-laki. Yang masing-masing bernama Lee Sun Sun, dan Kim Yoonho.

“kau tahu sampai sekarang aku merasa kalau Hyeorin ada disampingku dan dia yang selalu membuatku berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan, karenamu Hyeo, karenamu aku bertemu Seohyun, gomawo…gomawo Hyeo~a,” –Kyuhyun.

“Hyeorin~a bahkan kita belum pernah bertemu sekali pun, namun aku sudah merasa dekat denganmu, apa itu karena kontak batin kita? Hyeorin~a, aku Hyeohyun kembaranmu, gomawo…gomawooo untuk semua yang kau berikan padaku, Hyeorin~a semoga kau bahagia disana,”—Seohyun.

TAMAT


36 thoughts on “I’m Not Her Part2/End

  1. Akhirnya di post juga, happy end pula ^^ senangnya
    oh ya author maaf nih, kalo menurutku alurnya kecepetan, ditambah beberapa pilihan katanya kurang tepat
    soalnya pemilihan kata dalam sebuah cerita itu penting biar nambah menarik

    keep writing ya ^^, temanya udah bagus ko

    Like

  2. kyaaa, ini so sweet bgt critanya..
    authornya YoonWook shipper? aku juga! *gak-ada-yg-nanya* bikin ff YoonWook dong, thor. hehehe🙂
    beneran ini ceritanya keren abis, seokyu is the best lah pokoknya.😉

    Like

  3. baguss…. syukur deh happy ending
    awalnya tadi aku udah harap harap cemas nieh#lebeehhh kekekeke

    kekeeee…. wookkie lucu,, masak mau married aja samaan… punya anak juga mesti samaan dong#plettaakk!!!

    bagus dech…. ternyata mantannya kyu kembarannya seo…#awalnya curiga gitu…

    Like

  4. YYEEAAYYY!!!!akhirnya happy ending…….:)
    aq sempet mikir klo FF nie bakal sad ending,ternyta malah lebih dari yang kubayangin….
    aq kaget wktu pasangannya wookie trnyata yoona oenni,baru kali ini aq ketemu yoonwook couple,
    pkoknya NICE FF deh…….,

    Like

  5. Huh…. keren banget apa lagi cerita terakhirnya happy eanding bener-bener keren v(^_^v)♪

    Aku kira kyu bakalan benci sama seohyun di part 1 ternyata engga @sok tau sih@
    Semoga FF berikutnya akan selalu keren kaya ff ini (^_−)−☆

    Like

  6. Huaaaaa…..
    DAEBAK thor d(n_n)b
    beneran ga nyangka klo seohyun malah kembarannya hyeorin

    weee…
    feelnya dpet banget
    aku sukkaaa…
    keren banget ceritanya
    Aku suka endingnya🙂

    Like

  7. wah Bagus …😀 aku suka (y)
    aku kira Kyuhyun bakal benci sama seohyun …
    tapi disini mereka bersatu ..😀 HAPPY ENDING (y)
    waaaa yoonwook sama sunsun ngegemesin banget deh …

    author aku tunggu FF selanjutnya ya😀
    keep Writing

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s