I’m not her


Title              : I’m not her

Author          : RyeoFa

Genre           : Romance, sad

Cast              :

–          Cho Kyuhyun

–          Seo Joohyun

–          Hyeorin (imaginer)

–          Lee Sungmin

–          Kim Ryeowook

–          Sunny snsd

 

*****Author Pov’s*****

Sinar matahari pagi menembus melewati celah-celah jendela kamar, kamar yang sangat megah namun didalamnya sangat berantakan seperti terkena angin topan. Didalamnya terdapat sebuah kasur berukuran king size, dan diatasnya seorang namja sedang terlungkub, matanya masih terpejam namun namja itu tidak tertidur.

 

“tok….tok….tok…..”

Suara ketokan pintu dari luar kamarnya, membuatnya membuka mata perlahan. Mata namja tadi sangat lebam, namja itu tidak menjawab ketukan pintu.

 

“Ya!!! Cho Kyuhyun keluar, jangan melakukan hal yang bodoh!!!!”

Teriak orang dari balik pintunya, namja bernama Kyuhyun ini masih diam dan berbaring di kasurnya, dia tidak menjawab sama sekali seruan orang itu.

 

“Kyuhyunnie jebal keluarlah,”

Teriak satu orang lagi, dibalik pintu itu terdapat dua orang yang memaksa Kyuhyun membuka pintunya, orang-orang itu sudah berusaha mendobrak pintu kamar kyuhyun namun pintu itu tidak mudah dirobohkan, karena terbuat dari kayu yang kokoh, mencari kunci duplikatnya pun sudah, namun ternyata Kyuhyun yang memegang semuanya. Lagi-lagi Kyuhyun tak menjawab, dia malah memandang teduh pada foto yang dipeganggnya.

 

“napeun…napeun yeoja,” pekik Kyuhyun dengan nada bergetar.

 

“Kyuhyun~a!!! Kau harus keluar, buka pintu ini, kau sudah 2 hari di dalam,”

Jelas sesorang yang pertama tadi, kali ini Kyuhyun juga diam namun air matanya mengalir memandang foto itu.

 

“Kau tidak mencintaiku? yeoja babo…..kenapa..kenapa kau meninggalkanku,” gumam Kyuhyun sambil memandang bingkai foto itu.

Kyuhyun masih terus memandang foto yang ada di tangannya, foto seorang yeoja dengan gaun putih tersenyum bahagia. Yeoja itu kekasih Kyuhyun yang dua hari lalu meninggal akibat penyakitnya, padahal Kyuhyun dan yeoja itu hampir menikah. Kyuhyun sangat terpukul sekali, yeoja yang sangat dicintainya meninggalkannya sendiri.

 

“Kyunie!!”

Seruan terakhir dari orang-orang dibalik pintu itu, setelah itu tidak terdengar lagi seruan dari luar, sepertinya mereka sudah menyerah.

 

Kyuhyun bangun dari tidurnya, tangannya menggapai secarik kertas, kemudian Kyuhyun membaca surat itu, air mata Kyuhyun kembali mengalir.

 

Dear, Kyuhyunnieku

 

Ya!!!!  Cho Kyuhyun aku tahu kalau kau sedang menangis sekarang. Ayo hapus air matamu itu, kau jelek sekali kalau menangis, matamu itu akan jadi semakin sipit kalau menangis Kyu, ayo hapus air mata itu, jangan menangisiku, jangan menangisi gadis jahat sepertiku…..

 

Mianhae…mianhae…mianhae Kyunie, aku menyembunyikan sakitku darimu.aku sangat jahat bukan? Kau pasti berfikir aku gadis yang sangat kejam. namun kau tahu saat aku selalu bersamamu, aku tak pernah merasa sakit, aku sangat bahagia, tapi ini takdirku, sekeras apapun aku menolak takdir ini aku harus menerimanya juga, dan kau Kyunie kau harus menerimanya juga.….

 

“bodoh…apa kau pikir aku menerima ini,” gumam Kyuhyun disela membacanya.

 

Kyuhyunnie aku tahu kau tak bisa menerima ini sekarang, tapi aku yakin suatu saat nanti kau bisa menerima takdir ini. Kyunie, jangan habiskan air matamu, aku tak  mau mantan tunanganku menjadi namja paling jelek. Nanti apa kata orang, calon tunangan Lee Hyeorin begitu jelek, aku kan bisa malu….

 

“gadis ini, disaat sakitnya pun masih sempat membuatku kesal,” gumam Kyuhyun lagi , terlihat sedikit senyum di bibir Kyu, air matanya mulai berhenti mengalir.

 

Sebenarnya aku tak mau bicara ini, sangat-sangat tidak mau, tapi aku mau mencoba mengikhlaskan ini. Kyunie jebal, carilah wanita lain yang jauh lebih baik dariku, aku sangat membenci ucapanku ini namun sekarang hidupmu adalah pilihanmu. Jangan terus berjalan ke masa lalu, tapi carilah masa depanmu. Aku berdoa untukmu , agar kau mendapat wanita yang sangat baik. Kau tahu aku menangis saat menulis ini, tapi aku menahannya aku ingin kau mengingatku dengan wajah tersenyum.

 

Kyuhnie, saranghaeyo….neomu…neomu…neomu…neomu…neomu  sarangahaeyo Kyunie. Jangan menjadikan kematianku jadi bebanmu, aku tak mau itu. Aku tak akan melupakan kenangan kita selama ini, gomawo Kyunie…..Jebal tersenyumlah.

 

                                                                                                Dari yang mencintaimu,

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hyeorin

 

 

“babo…yeoja babo.. kenapa saat sakit pun kau sempat mengkhawatirkanku,” gumam Kyuhyun sambil mengeluarkan sebuah foto dari dompetnya. Ya foto hyeorin dan Kyuhyun berdua, Hyeorin senang sekali menuliskan “Hyeorin love Kyuhyun dimana-mana termasuk foto yang Kyu pegang.

“kenapa kau tak mengajakku bersamamu? Kau bisa kesepian … dasar babo…babo…..babo…!!!” seru Kyuhyun terus, Kyuhyun bangkit dari kasurnya. Dia berjalan keluar mengambil kunci mobilnya.

Kyuhyun  keluar dari kamarnya, semua pelayan merasa senang karena Kyu sudah mau keluar, rumah Kyuhyun yang megah ini sangat sepi karena memang hanya Kyu dan pelayan lepas (pulang pergi) yang ada di rumah mewah itu. Orang tua Kyuhyun sekarang sedang mengurus bisnis keluarganya di luar negeri, orang tua Kyu juga terpukul karena calon menantu mereka meninggal. Namun itu tidak menjadi beban keluarga Kyuhyun.

 

“Brrrummmmmm………….” mobil Kyuhyun melesat ke sebuah tempat.

 

*****

 

Sementara itu di sebuah club…

“Ya hyung kenapa pagi-pagi begini kau mengajakku ke club,” seru seorang namja pada namja di depannya.

“aku butuh hiburan! Aku kesal pada Kyuhyun!!!” sentak namja itu yang ternyata orang yang tadi pagi mengetuk kamar Kyuhyun.

“heemm.. aku juga hyung, namun wajar saja kalau Kyunie seperti itu,” balas namja yang pertama bicara tadi.

Namja di depannya hanya memandangnya dengan tatapan kesal, namja polos itu menundukan kepalanya.

“hei…Min oppa, Wook oppa,” seru seorang yeoja menghampiri kedua namja yang bernama Sungmin dan Ryeowook itu.

“ne chagi, aku rindu padamu,” balas Sungmin sambil merangkul pinggul yeoja itu, sedangkan Wookie merasa risih karena banyak yeoja yang menggodanya.

“hyung~a kita pulang saja,” seru Wookie takut.

“aniyeo!! Nikmati saja ini Wookie~a,” seru Sungmin sambil menggandeng yeoja-yeojanya ke tempat duduk, Wookie mengikuti mereka.

 

Suasana club di siang hari ini memang masih sepi namun tidak sedikit namja-namja di club itu yang sedang bersama yeoja-yeoja. Begitu pula Sungmin dan Wookie, Sungmin merasa nyaman dengan dua yeoja disampung kiri dan kanannya, sedangkan Wookie terus menghindar dari yeoja-yeoja agresif itu.

Sudah sekitar 30 menit mereka di club, Sungmin juga sudah menghabiskan 1 botol wine kesukaannya, sedangkan Wookie sudah mabuk akibat soju-soju di meja itu.

“hyung~a…ehek.. ini..ehek…masih..ehek…siang..ehek…” seru Wookie terbata-bata karena cekukan akibat mabuk beratnya. Sedangkan Sungmin hanya tertawa kecil melihat tingkah Wookie.

“kau tahu Wook, aku juga merasakan hal yang sama dengan Kyu, memangnya Hyeo itu pacarnya saja, Hyeo juga sahabat kita,” seru Sungmin kesal, Wookie yang sudah mabuk mendengar setengah-setengah dari ucapan Sungmin.

“ne hyung~a …ehek..”

Club jadi semakin ramai sekarang, Sungmin masih memandang gelasnya yang berisi wine itu, sedangkan Wookie kepalanya berputar-putar melihat keramaian, matanya berhenti saat memandang sosok seorang pelayan club.

“Hyeonnie,” pekik Wookie pelan sambil sesekali mengucek matanya.

Namun yeoja itu memang seperti Hyeorin, Wookie yang merasa kalau dirinya benar-benar mabuk meminta Sungmin untuk melihat yeoja itu.

“hyung~a lihat dia, dia Hyeonnie,” seru Wookie menunjukan yeoja yang tadi dilihatnya, namun ternyata yeoja tadi sudah tidak ada.

“Ya!! Wookie~a kau ini mabuk, Hyeorin mana mungkin kemari,” seru Sungmin kesal.

“ani, aku yakin tadi Hyeonnie, dia mirip sekali,” gumam Wookie tak mau kalah.

“sudahlah jangan berdebat tentang Hyeorin lagi,” seru Sungmin.

Wookie yang sudah setengah sadar kembali mengucek matanya, dan melihat sekitar club lagi dan lagi-lagi dia melihat yeoja yang mirip Hyeorin itu, Wook melirik Sungmin karena takut Sungmin tak percaya Wook mengikuti yeoja itu.

“hyung~a aku ke toilet dulu,” seru Wookie berbohong.

Wookie pun mengikuti yeoja itu.

 

*****

 

Sementara Kyuhyun membawa mobilnya menuju sebuah resot miliknya yang pernah menjadi tempatnya dulu melamar Hyeorin. Kyuhyun benar-benar sudah dikendalikan emosinya, walau dia tidak menangis lagi namun hatinya sangat tersiksa, dia ingin melampiaskan perasaannya dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah untuknya dan Hyeorin.

Mobil Kyuhyun sampai ke sebuah resot mewah, keluarga Kyuhyun adalah salah satu keluarga terkaya di Korea Selatan wajar saja jika dia memiliki tempat pribadi semewah dan seindah itu.

 

“aku datang Hyeo,” pekik Kyuhyun saat turun dari mobilnya.

 

Kyuhyun berjalan jalan di sekitar pantai di tempat itu, dulu Kyuhyun dan Hyeorin sering berjalan bersama disini, melihat mentari terbenam berdua.

“kau tahu sampai hari ini aku masih merasakan kalau kau masih ada Hyeo, aku tahu kalau kau masih ada,” gumam Kyuhyun. Kakinya berhenti saat melihat sebuah gubuk kecil dekat pantai itu, dia teringat saat disanalah Kyuhyun memberikan Hyeorin cincin.

“kenapa….kenapa kau meninggalkanku,”

“kenapa..kenapa kau tak membawaku pergi bersamamu, yeoja babo, napeun…napeun..”

 

Sementara itu Wookie terus mengikuti yeoja yang mirip Hyeorin itu, yeoja itu juga merasa aneh karena diikuti seseorang.

“mianhae,” pekik yeoja itu dan langkahnya berhenti, Wookie pun dengan reflek berhenti.

“ada perlu denganku?” tanya yeoja itu ketus dan datar.

Wookie benar-benar terkejut saat yeoja itu membalikan badannya dan menghadap dirinya, yeoja itu benar-benar persisi Hyeorin secara fisik.

“Hyeo…” seru Wookie sambil mengucek matanya lagi, yeoja di depannya merasa aneh sekali.

“mianhae tuan, kalau begitu aku pergi dulu,” seru yeoja itu, namun tangan Wookie terlebih dulu mencegahnya.

“camkam,” seru Wookie lalu membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar foto , fotonya bersama Hyeorin, Kyuhyun , dan Sungmin. Yeoja itu benar-benar tak mengerti maksud Wookie.

“tuan, aku harus bekerja,” seru yeoa itu yang minta dilepaskan tangannya.

“ani, kau ikut aku sebentar,” seru Wookie menarik yeoja itu ke tempat Sungmin.

“hyung~a,” seru Wookie sambil menarik yeoja itu dibelakangnya.

“waeyo?” tanya Sungmin heran, Wookie lalu menarik yeoja tadi agar bisa dilihat Sungmin.Sungmin kaget  sekali melihat yeoja itu.

“Hyeorin,” pekik Sungmin. Wookie menganggukan kepalanya, “ne…aku kan tadi sudah bilang hyung,” seru Wookie gembira.

“mianhae, apa sebenarnya yang tuan-tuan lakukan, aku..aku bukan Hyeo.. siapapun dia, tolong lepaskan aku, karena aku harus bekerja,” jelas yeoja itu ketus, lalu melepas paksa tangannya, namun Sungmin langsung meraih tangannya, namun yeoja itu kembali melepas paksa tangannya, dan berjalan menjauhi Wookie dan Sungmin.

 

*****

Di tempat Kyuhyun,

 

Kyuhyun berdiam diri, dia duduk di gubuk itu, hatinya benar-benar sakit. Pikiran-pikiran tak masuk akal muncul padanya.

“aku ingin mati, aku ingin bersamamu Hyeo, ajak aku bersamamu,”teriak Kyuhyun seperti orang gila, di resot Kyuhyun memang sepi sekali karena hanya ada dia dan penunggu resotnya.

 

Kyuhyun yang sudah dibutakan perasaannya berlari menuju laut, dia berjalan terus menerjang ombak, Kyuhyun mencoba bunuh diri. Kini badannya sudah tenggelam, tinggal kepalanya yang masih di udara. Perlahan Kyuhyun menutup matanya, berharap saat membuka matanya nanti dia bisa melihat Hyeorin kembali.

 

“bwara mr. Simple…bwara mr. Simple..”

HP Sungmin berdering, Sungmin dan Wookie masih terpaku melihat yeoja yang mirip secara fisik dengan Hyeorin. Sungmin yang sadar Hpnya berbunyi langsung mengangkatnya.

 

“yoboseo?”

“………………….”

“mwo? Cho Kyuhyun?”

“…………………”

“ne, aku akan segera kesana.”

 

“sebenarnya apa yang dipikirkan namja tengik itu,” gumam Sungmin kesal , Wookie terlihat heran dengan ucapan Sungmin.

“hyung~a Kyunie kenapa?” tanya Wookie heran.

“namja tengik itu mencoba bunuh diri, dia menenggelamkan diri, untung saja penjaga resotnya tahu,” jelas Sungmin kesal dicampur khawatir.

“mwo… kajja hyung kita ke rumah sakit,” seru Wookie khawatir.

“ne,” balas Sungmin sambil mengambil Kunci mobilnya yang tergeletak di meja.

 

 

 

*****

 

Rumah Sakit

 

Kyuhyun tergeletak lemah di kasur ruang rawatnya, tangannya di infus, dan Kyuhyun belum sadarkan diri. Dan yang sangat menyedihkan tak ada seorang pun yang menunggu Kyuhyun, penjaga resot tadi langsung kembali ke resot Kyu setelah memanggil ambulance dan menghubungi Sungmin, penjaga itu sama sekali tidak menghubungi orang tua Kyu.

“Sreeeekkk” beberapa menit kemudian Sungmin dan Wookie datang ke ruangan Kyuhyun, mereka melihat Kyu yang masih terpejam.

“malang sekali dirimu,” seru Sungmin lemas.

“Kyunie, kau kenapa nekat sekali,” seru Wookie memeluk Kyuhyun .

Sungmin memikirkan suatu rencana, dia segera keluar ruangan itu.

“Ya!! Sungmin hyung!!” teriak Wookie saat Sungmin pergi keluar ruangan Kyu.

Sungmin hanya melambaikan tangannya dan terus berlari menuju mobilnya menjalankan rencananya.

Wookie pun segera kembali ke tempat Kyu, dia mengelap kening Kyuhyun lembut.

“Kyunie, cepatlah sadar, aku ingin mengatakan sesuatu, tadi aku dan Sungmin hyung bertemu yeoja yang mirip Hyeorin, sangat mirip,” jelas Wookie dengan suara bergetar. Namun mata Kyuhyun masih tertutup.

“Kyunie sadarlah,” seru Wookie, air matanya tak bisa dibendung lagi Wookie menangis disamping Kyuhyun.

 

Sementara Sungmin menjalankan mobilnya kembali ke club itu, dia mencari yeoja yang mirip Hyeorin tadi. Namun Sungmin tidak menemukannya, dia mencari sampai kelorong-lorong club itu, saat berjalan Sungmin mendengar suara seseorang.

Brukkkkkk… seorang namja mendorong yeoja tadi ke sebuah tembok. Yeoja itu menatap namja tadi dengan wajah marah namun takut.

“Ya!! Seohyun kenapa kau tak mau melayani mereka!!” sentak namja itu pada yeoja yang bernama Seohyun itu.

Sungmin menguping mereka dia menyembunyikan diri di balik tembok.

“aniyeo!! Andwaeyo!! Aku bukan wanita murahan!!”  balas Seohyun kesal dengan air mata mengalir.

“babo!! Yeoja babo!!! Apa kau pikir tempat ini milik keluargamu!!” sentak namja itu yang ternyata bos Seohyun.

“aku tidak mau melakukan hal ini seperti itu!!!” sentak Seohyun tak mau kalah.

“kau memang yeoja babo,” seru namja itu kesal , namja itu hendak memukul Seohyun, namun Sungmin lebih dulu mencegahnya , Seohyun yang ketakutan melihat Sungmin dengan wajah terkejut. Begitu juga namja itu dia menepis tangan Sungmin.

“tinggalkan kami,” seru Sungmin melirik tajam namja itu, namja itu tahu siapa Sungmin makanya dia segera pergi, Seohyun benar-benar ketakutan.

“gwenchana?” tanya Sungmin sambil mengulurkan tangannya, namun Seohyun tak menerima tangan Sungmin, badannya bergetar karena takut.

“ah…kenalkan aku Sungmin, Lee Sungmin, dan kau tak perlu takut padaku, aku bukan seperti namja-namja yang memintamu melayani mereka,” jelas Sungmin, Seohyun mulai melihat Sungmin dan menerima tangannya.

“gamsha,” pekik Seohyun sambil menundukan kepalanya.

“kau menangis, mianhae aku terlambat menolongmu,” seru Sungmin membantu mengelap air mata Seohyun, namun Seohyun menolaknya.

“ani, gwencahana,” seru seohyun lalu berjalan meninggalkan Sungmin.

“Seohyun~a,” panggil Sungmin, Seohyun berenti berjalan.

“ne, waeyo?” tanya Seohyun dengan nada datar.

“aku ingin mengajakmu bicara, bisakah aku meminjam waktumu?” tanya Sungmin. Seohyun sempat berfikir sebentar namun Sungmin langsung mengajaknya pergi dari club itu. Mereka bicara di mobil.

 

“mianhae, kita mau kemana?” tanya Seohyun heran.

“ah..aku punya permintaan, atau lebih tepatnya sebuah pekerjaan untukmu,” jelas Sungmin, Seohyun menatap Sungmin dengan wajah datar dan heran.

 

Akhirnya Sungmin menjelaskan niatnya pada Seohyun, awalnya Seohyun menolak namun dia ingin mencoba melakukannya, karena dia ingin berhenti dari club itu.

 

Rumah Sakit

Sungmin membawa Seohyun ke rumah sakit, Seohyun heran karena Sungmin membawanya kesini. Wookie yang sedang menjaga Kyuhyun juga terkejut melihat Sungmin membawa yeoja yang mirip Hyeorin itu.

“Hyung~a, dia….” seru Wookie kagum.

Seohyun menundukan badannya memberi salam pada Wookie, Wookie membalasnya.

“Wookie~a ini Seohyun,” seru Sungmin mengenalkan Seo pada Wook,

“ah, annyeong Seohyunnie, aku Kim Ryeowook, kau bisa panggil aku Wookie, tapi kalau umurku lebih tua darimu kau panggil aku oppa ya,” jelas Wookie, Seohyun hanya tersenyum mendengar penjelasan Wookie.

Mata Seohyun menatap tubuh namja yang sedang tertidur di kasur dengan jarum infus ditangannya, ya, Seohyun sedang melihat Kyuhyun.

“dia Kyuhyun, Cho Kyuhyun, tugasmu adalah berpura-pura menjadi Lee Hyeorin, tunangan Kyuhyun,” jelas Sungmin, Seohyun menatap wajah Sungmin, dia sedikit ragu dengan tugasnya ini.

“mianhae, tapi bagaimana kalau namja itu, maksudku tuan Kyu tahu kalau aku bukan Hyeorin,” seru Seohyun.

“hem… Kyuhyun sedang dikuasain emosinya, asal kau bisa bersikap seperti biasa Kyuhyun tak akan mengenalimu,” seru Sungmin, Seohyun jadi semakin ragu.

“tenanglah aku yang akan membantumu jika Kyuhyun melakukan hal yang ceroboh,” lanjut Sungmin. Seohyun sedikit percaya.

 

Seohyun mulai menunggu Kyuhyun sadar, dia duduk disamping Kyuhyun, Sungmin dan Wookie sudah pergi karena ada sedikit urusan keluarga. Mata Seohyun terus menatap Kyuhyun.

“bukan hanya kau yang merasa menderita,” gumam Seohyun dingin.

Akhirnya Seohyun menginap di rumah sakit menemani Kyuhyun. Pagi harinya Seohyun terbangun dia melihat Kyuhyun yang masih belum sadar juga. Seorang perawat datang dan mengecek keadaan Kyuhyun, Seohyun sedikit menjauh.

“nona, maaf apa anda keluarga atau kekasih namja ini?” tanya perawat itu.

Seohyun terdiam sebentar, lalu menganggukan kepalanya.

“ah, kalau begitu nona bisa membasuh badan namja ini,” seru perawat tadi memberi baskom berisi air dan lap tangan pada Seohyun. Perawat tadi langsung keluar, Seohyun menatap baskom itu.

Perlahan Seohyun membuka kancing baju Kyuhyun, Seohyun terdiam sebentar air matanya mulai jatuh.

“kenapa kau mau mati, padahal ada orang yang ingin sekali hidup,” seru Seohyun sambil menmbasuh badan Kyuhyun dengan lap tangan. Air mata Seohyun terus mengalir.

 

Setelah selesei, Seohyun merapihkan kembali baju Kyuhyun dan membuang air di baskom itu. Setelah membereskan semuanya Seohyun meraih Hpnya, dia melihat walpaper Hpnya, dan tersenyum.

“mianhae, mianhae chagi,” seru Seohyun sambil melihat foto di Hpnya.

Seohyun duduk kembali disamping Kyuhyun, tak terasa Seohyun mengantuk lagi, Seohyun pun tidur .

Sementara itu Kyuhyun masih tertidur dan bermimpi bersama Hyeorin.

“Kyunie, kejar aku,”

“Hyeo~a saranghaeyo,”

“nado…neomu…neomu…saranghaeyo Kyunnie,”

 

Kyuhyun memeluk Hyeorin hangat , mata mereka bertemu Kyuhyun mencium kening Hyeorin.

“bogosipo,” pekik Kyuhyun.

“nado, Kyunie, jangan menangis lagi,” seru Hyeorin membelai lembut pipi Kyuhyun.

“ne…aku tak akan menangis lagi karena kau ada disini,” seru Kyuhyun kembali memeluk Hyeorin, namun Hyeorin lenyap. Kyuhyun kaget dan mencari Hyeorin. Ternyata Hyeorin ada didepan Kyu.

“Kyunie, waktuku sudah habis, Kyunie bangunlah,” seru Hyeorin dan Hyeorin pun menghilang dari pandangan Kyu.

“Hyeorin….Hyeorin…Hyeorin!” teriak Kyuhyun terus..

 

“Hyeorin….Hyeorin…Hyeorin…” gumam Kyuhyun namun matanya masih tertutup.

Seohyun yang mendengar seruan Kyuhyun juga terbangun, dan khawatir dengan keadaan Kyuhyun.

“tuan.tuan….” seru Seohyun cemas.

“ah…Kyuhyun, Kyuhyun…Kyuhyun,” panggil Seohyun.

Kyuhyun perlahan membuka matanya, dan samar-samar melihat bayangan Hyeorin yang ternyata Seohyun.

“hyeo…” seru Kyuhyun lemas.

Seohyun menganggukan kepalanya, Kyuhyun reflek membuaka seluruh matanya dan menarik Seohyun kepelukannya.

“Hyeorin…bogosipoyo,” seru Kyuhyun sambil memeluk Seohyun.

Seohyun hanya diam mendengar ucapan Kyuhyun,

 

Beberapa menit kemudian Sungmin dan Wookie datang mereka senang melihat Kyuhyun sadar.

“Ya!! Kalian kemana saja, jahat sekali kalian tidak menemani Hyeoku,” seru Kyuhyun sambil merangkul mesra tubuh Seohyun. Sungmin dan Wookie terkejut karena Kyuhyun benar-benar tak sadar. Sungmin segera menemui dokter yang merawat Kyu.

Setelah mendengar penjelasan dari dokter Sungmin terlihat lemas..

“tuan Cho mengalami amnesia sesaat, itu disebabkan trauma yang terlalu berlebihan sehingga membuat pemikirannya menjadi kacau, dia akan pulih jika tuan Cho mengingat-ngingat masa lalunya lagi,”

“separah itu kah Kyu, begitu berharganya kah Hyeorin,” seru Sungmin lemas sambil menyenderkan badannya didinding rumah sakit.

 

*****

 

Setelah cukup sehat Kyuhyun kembali ke rumahnya dia begitu senang karena Hyeorin ada disampingnya, sedangkan Seohyun hanya bisa diam karena ini tugasnya.

“Chagiya, kau menginap disini saja,” seru Kyuhyun lembut pada Seohyun.

“ah, mianhae tuan..ah maksudku….” balas Seohyun lalu diam karena memikirkan panggilan yang biasa Hyeorin berikan ada Kyu.

“chagi? Kau kenapa?” tanya Kyuhyun heran. Seohyun hanya menggelengkan kepalanya.

“jadi kau mau menginap disini kan?” tanya Kyu lagi, kali ini Seohyun bingung untuk menolak.

“ah…ani Kyu, tadi eomma Hyeo meneleponku, dan menyuruhnya pulang,” seru Sungmin menyelamatkan Seohyun, Sungmin itu sahabat sekaligus sepupu Hyeorin.

“oh…chagiya bilang pada eommamu, kau mau menginap denganku,” rengek Kyuhyun, namun Seohyun bingung, Sungmin langsung ambil alih lagi.

“Kyu~a besok kalian bisa bertemu lagi kan,” seru Sungmin, Seohyun sedikit tertolong. Kyuhyun pun merelakan Seohyun pulang.

 

Diperjalanan Seohyun melamun, Sungmin yang melihat itu merasa bersalah.

“gwenchana?” tanya Sungmin. Seohyun hanya menganggukan kepalanya.

“maafkan aku karena masalah ini kau harus meninggalkan keluargamu,” seru sungmin.

“disini aku tinggal sendiri,” seru Seohyun.

Sungmin melirik Seohyun sekilas, “bolehku tahu profil pribadimu?” tanya Sungmin. Seohyun menatap Sungmin “ untuk apa?”

“aku hanya ingin tahu dirimu, itu saja,” jelas Sungmin.

 

Sesampainya disebuah kontrakan kecil dan kumuh.

“kau tinggal disini?” tanya Sungmin heran. Seohyun hanya menganggukan kepalanya.

“gamsha,” seru Seohyun lalu berjalan meninggalkan Sungmin. Sungmin cepat-cepat meraih lengan Seo.

“jebal besok kau bisa membantuku lagi,” seru sungmin memohon pada Seohyun, namun Seohyun tidak menjawa sama sekali.

 

*****Seohyun Pov’s*****

 

“jebal besok kau bisa membantuku lagi,” seru namja bernama Sungmin itu padaku, aku tidak tahu harus berkata apa.

“lepaskan tanganku,” seruku dengan nada datar. Sungmin mulai melepas tanganku, aku menatapnya teduh.

“kau bilang tugasku hanya untuk berpura-pura menjadi Hyeorin sampai Kyu sadarkan,” jelasku.

“ne, arraseo,” balasnya.

“kalau begitu selanjutnya aku tidak tahu,” balasku lalu meninggalkannya.

“nona Seo, aku mohon besok aku akan menemuimu lagi,” serunya. Aku tak peduli aku berjalan masuk ke kontrakanku ini.

 

Tempat ini sangat sepi, aku membuka pintu kontrakanku, benar-benar berbeda dengan rumah tadi. Aku membuka Hpku lagi dan melihat foto yang sangat ku rindukan,

“chagi, eomma merindukanmu,”

Aku merapihkan pakaianku, dan bersiap tidur hari ini sangat melelahkan.

 

*****

 

Keesokan harinya, aku bersiap kembali ke club, aku tidak berniat untuk terus berpura-pura menjadi seseorang. Aku berjalan keluar kontrakan dan aku terkejut ternyata tuan Sungmin sudah menungguku diluar.

“nona Seo jebal ikutlah bersamaku,” serunya. aku benar-benar bingung dengan sikapnya.

“aniyeo, aku harus bekerja,” seruku tegas.

“chamkam, aku akan membayarmu, 2x lipat, ah..,3, atau 10x lipat jika kau mau menerima tugas ini,” seru dia senaknya, memang apa yang dia pikirkan, apa harga diriku bisa dibayar dengan uang.

“mianhae tuan, aku adalah aku, dan aku tidak mau menjadi orang lain,” balasku kesal, aku pun berjalan, namun tuan Sungmin lagi-lagi mencegah langkahku.

“jebal, pikirkanlah dulu, nyawa sahabatku ada di tanganmu,” serunya membuatku diam.

“itu bukan urusanku tuan,” seruku mencoba melepaskan genggaman tangannya.

“aku tahu kau butuh uang itu, kumohon bantu kami,” serunya kekeh.

“Seohyun~a,” panggil seseorang yang ternyata  itu orang yang sama halnya tidak ingin kutemui.

“apa yang anda lakukan ?” tanyanya yang melihat tanganku dipegang tuan Sungmin.

“ah, mianhae,” balas tuan Sungmin, namun dia tak kunjung melepaskan tangannya.

“lepaskan aku, aku akan terlamabat,” seruku.

“Ya!! Tuan dia bilang lepaskan dia,” serunya membantuku meloloskan diri, aku segera berjalan cepat meninggalkan dua namja itu.

 

*****

Dia mengejarku, bukan tuan Sungmin tapi orang yang tak mau aku ajak bicara.

“siapa dia?” tanyanya.

“bukan urusanmu,” balasku.

“Seohyun~a,” panggilnya  heran. Aku memandangnya dengan tatapan datar.

“jangan ikut campur dengan urusanku Minho, kau bisa urus urusanmu sendiri,” seruku ketus lalu berjalan lebih cepat agar menjauh darinya.

“Seohyun~a,” panggil Minho kini tangannya menggenggam tanganku.

“kau sama saja dengan tuan tadi,” seruku sambil menepis lengannya.

“jebal, jangan kembali ke club itu,” serunya , namun aku tidak menghiraukannya.

 

Aku berhasil lolos dari tuan Sungmin dan Minho, kenapa…kenapa namja senang sekali menarik lengan yeoja, tanganku sangat sakit dibuat mereka.

 

“Seohyun!!” teriak seseorang, dan aku sangat benci dan takut pada suara itu, dia bosku.

“ne,” balasku menghampirinya.

“kau, ada tamu yang ingin dilayani, pergi cepat!!” serunya dengan suara keras.aku pun berjalan menuju ruang  tamu itu, aku benar-benar takut, semoga saja tamu itu tidak macam-macam. Perlahan aku masuk dan terkejut melihat tamu itu.

“tuan..”

“annyeong,” sapa tuan Wookie. Tuan Sungmin hanya tersnyum.

“Seohyunnie jebal tolong kami dan Kyu,” seru tuan Wookie, sebenarnya aku tertarik dengan pekerjaan itu namun aku takut, takut jika Kyuhyun tahu kalau aku bukan kekasihnya.

“Seohyun, percaya pada kami, kami akan melindungimu, disini terlalu bahaya untuk yeoja sepertimu,” seru tuan Sungmin, aku sedikit tertegun mendengar ucapannya.

Aku tak bisa menjawab sama sekali, kedua namja itu menatapku lekat dan penuh permohonan. aku mencoba menganggukan kepalaku, berharap kalau pekerjaan ini bisa dilewati dengan mudah.

“Seohyun~a gomawo,” seru tuan Sungmin menggenggam lenganku.

“bagus, tapi… “ seru tuan Wookie menatapku dari atas sampai bawah, lalu tuan Wook menatap wajah tuan Sungmin dan tersenyum aku sangat tidak mengerti pandangan mereka.

 

*****

 

Tiba-tiba tuan Wookie menarikku ke mobil, sedangkan tuan Sungmin bicara pada bos.

“mianhae kita mau kemana?” tanyaku khawatir.

“tenang saja Seohyunnie kau akan berubah nanti,” jawabnya membuatku bingung.

 

Kami sampai kesebuah salon termewah yang pernah kulihat, tuan Wook menarikku masuk kedalam, sungguh tempat yang sangat indah dan megah. Apa ini salon? Bahkan ini lebih indah dari rumahku dulu.

 

“Seohyunnie kesini,” seru tuan Wook menunjukan sebuah ruangan. Aku menghampirinya dan benar-benar sangat indah penuh alat rias dimana-mana.

Tuan Wook membisikan seseuatu pada seorang perias, perias  itu mengangguk dan menghampiriku, tuan Wook duduk menungguku di rias.

 

30 menit kemudian,

Aku tak berani melihat wajahku sekarang, bahkan semenjak saat itu aku sudah tak bisa merawat diriku lagi.

“Hyeonnie…ah maksudku Seohyunnie, kau sangat cantik,” seru tuan wook menghampiriku, aku mulai membuka mata dan melihat diriku di cermin. Apa ini aku? Apa ini wajahku, sudah lama sekali aku tak merias wajahku.

“kajja kita pergi ,” seru tuan Wook memberikan lengannya aku menggapai lengannya.

 

Tuan Wook membawaku ke rumah tuan Kyuhyun ,

“Seohyunnie, jangan panggil aku ‘tuan’ rasanya aku tua sekali, panggil aku oppa, arra?” serunya , aku hanya diam dan menatap wajahnya, ‘oppa’ sudah lama sekali aku tak memanggil seseorang dengan panggilan itu.

“arra,” balasku lalu turun dari mobil menuju rumah tuan Kyuhyun.

 

*****Author Pov’s*****

 

Sementara dengan Kyuhyun dia sibuk bulak balik menunggu Hyeorin mengangkat teleponnya,

 

No yang anda hubungi sedang tidak aktif atau diluar jangkauan. Silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi bib….

“Ya!!! Lee Hyeorin, apa kau mau membuatku gila kenapa kau tak mengangkat teleponku!!” seru Kyuhyun kesal menatap Hpnya.

 

Cekrek….

Seohyun membuka pintu rumah Kyuhyun, Kyuhyun yang mendengar suara pintu terbuka segera menghampirinya.

“Hyeo,” seru Kyuhyun berlari menuju Seohyun lalu memeluknya, Seohyun tidak bisa berbuat apa-apa.

“Hyeo~a kenapa teleponku tak kau angkat?” seru Kyuhyun kesal dengan nada manja. Seohyun menatap Kyuhyun dengan pandangan bingungnya.

“ah..mianhae Hpku….” seru Seohyun berhenti, “Hpmu kenapa?” tanya Kyu heran.

“ah…Hpku ketinggalan tuan..ah oppa,” balas Seohyun gugup. Kyuhyun menatap Seohyun heran dan terpana. “tadi…tadi kau memanggilku apa?” tanya Kyuhyun meyakinkan.

Seohyun merasa takut karena mungkin dia melakukan kesalahan, Seohyun menganggukan kepalanya.

“Hyeo~a, ayo panggil aku ‘oppa’ lagi, aku sangat senang akhirnya kau mau memanggilku itu,” seru Kyuhyun senang sambil memeluk Seohyun, Seohyun kaget ternyata Kyuhyun senang.

“aku mencintaimu Hyeo, aku mencintaimu,” seru Kyuhyun terus mempererat pelukannya pada Seohyun, namun Seohyun hanya diam, mata Seohyun mulai berkaca.

“kau….kau kenapa menangis?” tanya Kyuhyun yang heran karena melihat Seohyun menangis. Seohyun hanya menatap wajah Kyuhyun lekat dan mulai mengelap air matanya.

“aniyeo, gwenchana,” seru Seohyun , Kyuhyun menepis tangan Seohyun, Seohyun heran , lalu lengan Kyuhyun mengambil saputangannya dan mengelap pipi Seohyun.

“Hyeon~a jangan menangis, maafkan aku jika aku salah,” seru Kyuhyun mengelap lembut pipi Seohyun.

Seohyun menatap lembut wajah Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum menerima pandangan Seohyun.

“kau sudah makan siang?” tanya Kyuhyun lembut. Seohyun menggelengkan kepalanya.

“kajja, kita akan makan siang ditempat kesukan kita,” seru Kyuhyun lalu menarik lengan Seohyun lembut.

 

Kyuhyun dan Seohyun pergi ke tempat biasa Kyu dan Hyeo habiskan bersama, Sungmin dan Wookie diam-diam mengikuti mereka.

 

Didalam mobil Kyuhyun tidak ada percakapan sama sekali, Seohyun terus melihat kearah jalan, sedangkan Kyuhyun heran dengan sikap Seohyun.

“Hyeo~a kau kenapa? Dari tadi kau jarang bicara?” tanya Kyuhyun khawatir. Seohyun melihat kearah Kyuhyun lalu menggelengkan kepalanya.

“baiklah jika kau tak mau memberitahuku,” seru Kyuhyun tersenyum, Seohyun terus memandang Kyuhyun.

Aku bukan Hyeorin.

Batin Seohyun.

 

Akhirnya mereka sampai di restoran yang biasa mereka kunjungi, pelayan-pelayan disana juga tidak tahu kalau Hyeorin sudah meninggal jadi mereka menganggap Seohyun itu Hyeorin. Seohyun masih terlihat kagum pada tempat makan ini, dia belum pernah makan di tempat semewah ini.

“Hyeo~a kau kenapa? Seperti baru pertama kesini saja,” seru Kyuhyun. Tapi yang dikatakan Kyuhyun benar Seohyun memang baru pertama kali kemari.

 

“Hyeo~a aku ke toilet dulu, kau duduklah ditempat biasa,” seru Kyuhyun , Seohyun bingung sekali karena memang tidak tahu tempat duduk mana yang biasa mereka tempati. Akhirnya Seohyun memilih sebuah tempat duduk dekat dengan jendela. Kyuhyun keluar toilet dan mencari Seohyun ditempat biasa mereka, namun Seohyun tidak ada, Kyuhyun bingung tapi dia menemukan Seohyun sedang duduk di dekat jendela.

 

“Hyeo~a, kau mau duduk disini?” tanya Kyuhyun heran.

Seohyun bingung, namun dia mulai memikirkan sesuatu. “ah, oppa aku rasa aku bosan duduk disana,” jelas Seohyun gugup. Kyuhyun merasa itu masuk akal, mungkin baginya Hyeorin bosan duduk disana. Kyuhyun pun duduk berhadapan dengan Seohyun, Kyuhyun tersenyum terus memandang wajah Seohyun, namun Seohyun hanya terlihat biasa bahkan cenderung ingin membuang mukanya.

“tuan Cho anda ingin pesan apa?” tanya pelayan yang menghampiri mereka.

“aku pesan yang biasa saja,” jawab Kyuhyun.

“nona Lee? Anda ingin pesan yang biasa ?” tanya pelayan itu. Seohyun bingung, makanan apa yang biasa Hyeorin pesan. Karena takut Kyuhyun curiga Seohyun menganggukan kepalanya pelayan itu pun pergi.

 

Beberapa menit kemudian, makanan datang, Kyuhyun memesan stick daging kesukaannya, sedangkan Seohyun menerima kesukaan Hyeorin yaitu stick ikan salmon , Seohyun terlihat pucat karena Seohyun sama sekali tidak menyukai ikan.

“Hyeo~a, wae?” tanya Kyuhyun heran melihat Seohyun tegang.

“gwenchana,” balas Seohyun gugup.

“makanlah,” seru Kyuhyun, Seohyun hanya menganggukan kepalanya. Kyuhyun sudah mulai makan namun Seohyun belum menyentuh sedikitpun makanannya. Kyuhyun memandangnya heran, akhirnya Seohyun mencoba memakan itu, dan seohyun pun terlihat pucat, dia ingin sekali muntah. Seohyun segera lari ke toilet, Kyuhyun benar-benar khawatir dengan keadaan Seohyun.

“Hyeo~a,” seru Kyuhyun mencari Seohyun di toilet. Seohyun sedang memuntahkan makanannya.

“kau kenapa? Kau sakit?” tanya Kyuhyun benar-benar khawatir. Seohyun terlihat lemas dan menggelengkan kepalanya. Kyuhyun dengan sigap memeluk Seohyun lembut.

“mianhae, mianhae,” seru Kyuhyun terus. Seohyun merasa tersentuh dengan sikap manis Kyu.

Mereka pun meninggalkan restoran itu, pemilik restoran meminta maaf karena Seohyun muntah-muntah padahal itu bukan karena mereka, Seohyun merasa bersalah karena Kyuhyun memarahi mereka semua.

“Oppa itu bukan salah mereka,” seru Seohyun menahan amarah Kyuhyun.

“Chagi, mereka membuat yeoja yang kucintai muntah, dan mereka harus bertanggungjawab.” Jelas Kyuhyun. Seohyun menatap mata Kyu yeoja yang kau cintai, oppa aku bukan Hyeorin, gumam Seohyun dalam hati.

Kyuhyun memeluk Seohyun hangat, namun hati Seohyun merasa sakit karena dia diperlakukan bukan sebagai dirinya.

 

Berminggu-minggu pun Seohyun menjalani tugas sebagai Hyeorin, Kyuhyun semakin mencintai Hyeorin yang ternyata Seohyun. Seohyun juga mulai merasa aneh dengan perasaannya, dia merasa bisa kasih namja lagi namun namja ini malah menganggapnya orang lain.

 

Suatu hari Kyuhyun dan Seohyun berjalan-jalan disebuah taman, Kyuhyun mulai terbiasa dengan sikap diam Seohyun. Kyuhyun menggenggam erat jemari Seohyun dan tersenyum penuh kasih.

“chagi, saranghaeyo,” seru Kyuhyun. Namun Seohyun tak membalas ucapan Kyuhyun, hatinya sakit karena dia tak mengerti harus membalasnya sebagai Hyeorin ataukah Seohyun.

Saat hendak pulang Seohyun dan Kyuhyun berpapasan dengan Minho, Minho terkejut sekali melihat Seohyun digandeng seorang namja. Seohyun juga terkejut karena melihat Minho. Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa mengajak Seohyun terus jalan , sedangkan Minho dan Seohyun bertatapan teduh.

“Seohyun~a,” panggil Minho. Namun Seohyun tidak membalas sama sekali, karena merasa dicuekin Minho menarik lengan Seohyun dan otomatis Kyuhyun juga terhenti jalannya, sekarang mata Seohyun , Minho, Kyuhyun bertemu.

“nuguseyo?” tanya Kyuhyun heran sekaligus kesal melihat Minho menggenggam lengan Seohyun.

“harusnya aku yang bertanya seperti itu, siapa kau?” tanya Minho balik pada Kyuhyun. Seohyun khawatir dengan keadaan ini,

“Oppa kita jalan saja,” seru Seohyun pada Kyuhyun. Minho yang mendengar Seohyun memanggil namja didepannya ‘oppa’ sangat kaget.

“Seohyun~a,” panggil Minho lagi, Kyuhyun sangat geram dengan Minho.

“sebenarnya siapa kau? Dia bukan Seohyun dia Hyeorin dan dia tunanganku,jangan mengganggunya,” jelas Kyuhyun lalu menarik Seohyun, Minho benar-benar tidak mengerti dengan penjelasan Kyuhyun.

 

*****

 

Keesokan harinya Seohyun bersiap kembali ke rumah Kyuhyun, namun saat keluar Minho sudah menunggunya dengan tatapan minta penjelasan.

 

“dia siapa?” tanya Minho penasaran. Seohyun menatap Minho dingin.

“bukan urusanmu,”

“Ya!! Seohyun~a kenapa kau seperti ini,” sentak Minho kesal karena selalu diacuhkan Seohyun. Seohyun menatap Minho kesal.

“sudah berapa kali aku bilang, jangan ikut campur urusanku,” seru Seohyun.

“aku bertanggung jawab padamu, karena itu aku ingin menjagamu,” jelas Minho.

“tanggung jawab? Tanggung jawab apa, kau bukan siapa-siapaku,” seru Seohyun kesal.

“Seohyun~a apa namja itu, apa namja kaya itu yang membuatmu melupakan Donghae hyung semudah itu,” seru Minho. Seohyun yang sedang berjalan terhenti mendengar ucapan Minho.

“jangan mengungkit tentangnya,” seru Seohyun dengan suara bergetar, mata Seohyun mulai berkaca.

“mianhae Seohyun~a, aku tak bermaksud…” belum sempat Minho menjelaskan , Seohyun menatapnya teduh, “dengarkan aku , Donghae oppa tidak akan tergantikan,” seru Seohyun lalu berjalan meninggalkan Minho. Minho masih terpaku mendengar ucapan Seohyun.

Seohyun berjalan cepat, dia langsung menaiki bus, air matanya tak mampu tertahankan, Seohyun duduk dibangku pojok dekat jendela sambil menangis.

Oppa…bogosipoyo..”

Seohyun menghapus air matanya saat sampai di tempat biasa dia dijemput Sungmin. Sungmin menyadari kalau Seohyun habis menangis, namun tak berani untuk bertanya.

“gomawo,” seru Sungmin mulai mengajak Seohyun bicara. Seohyun menatap heran Sungmin.

“untuk?”

“kau sudah bersedia menjalani hari-hari ini,” seru Sungmin. Seohyun hanya tersenyum, “aku menjalankan semua ini karena uang, itu saja,” seru Seohyun, namun sebenarnya hatinya berkata lain.

“hem…” balas Sungmin , “tapi apa kau tak mencintainya?” tanya Sungmin lagi, Seohyun menatap Sungmin, “aku hanya bekerja, tidak lebih,” jelas Seohyun.

“oh ia, kau ingat aku pernah meminta profil pribadimu?” tanya Sungmin. Seohyu  menganggukan kepalanya.

“karena kau tak kunjung memberinya aku mencari sendiri informasi tentangmu,” seru Sungmin, Seohyun menatap Sungmin risih.

“tenanglah,  aku hanya tahu informasi umummu, namamu Seo Joo Hyun kan?” tanya Sungmin. Seohyun mengangguk.

“kau anak tunggal dan kedua orang tuamu, maaf mereka sudah meninggal?” tanya Sungmin memastikan, Seohyun mengangguk lagi.

“kau tidak punya saudara lagi?” tanya Sungmin heran. Seohyun hanya diam wajahnya menjadi semakin sedih. “oh, mianhae apa aku salah bicara,” seru Sungmin yang melihat wajah Seohyun. “gwenchana,” balas Seohyun datar.

 

Mereka pun sampai si rumah Kyuhyun,  seperti biasa juga Seohyun masuk ke rumah Kyuhyun sendiri sedangkan Sungmin hanya bertugas mengantar dan menjemput Seohyun.

 

*****

 

Kyuhyun sedang asik bermain game di kamarnya jadi tidak mendengar Seohyun datang, Seohyun berjalan sendiri mencari Kyuhyun. Akhirnya Seohyun menemukan sebuah ruangan, saat Seohyun masuk didalamnya banyak sekali foto-foto Kyuhyun dan Hyeorin juga banyak boneka-boneka dan mainan-mainan anak-anak. Seohyun  memegang satu mainan dan dia teringat seseorang.

“mianhae, mianhae chagi,” seru Seohyun air matanya mengalir.

Kyuhyun yang merasa kalau Seohyun belum datang juga memutuskan untuk menunggunya, saat keluar dari kamar dia melihat ruangan pribadinya terbuka , Kyuhyun pun menghampiri ruangan itu.

“Hyeo~a,” panggil Kyuhyun yang melihat Seohyun didalamnya, Seohyun cukup terkejut dan segera menghapus air matanya.

“kau kenapa? Kau sedih?” tanya Kyuhyun khawatir. Seohyun menggelengkan kepalanya.

“kau suka ruangan ini, nanti saat kita menikah dan punya anak, ini akan jadi ruang bayi kita,” jelas Kyuhyun sambil memeluk Seohyun. Seohyun merasa sakit hatinya, entah kenapa.

Kini mereka sedang berada dibalkon rumah Kyu, Seohyun dan Kyuhyun sedang berdiri melihat pemandangan.

“Oppa,” panggil Seohyun, Kyuhyun menoleh .

“ne?”

“bagaimana jika aku bukan Hyeorin?” tanya Seohyun gugup. Kyuhyun merasa aneh dengan pertanyaan Seohyun.

“kau ini, lalu kau itu kembarannya?” seru Kyuhyun sambil tertawa.

“aku serius,”

“hem… Hyeo~a kau itu anak tunggal mana mungkin kau bukan Hyeoku,” seru Kyuhyun mengelus lembut kepala Seohyun. Seohyun merasa kalau dirinya tak dianggap. Seohyun menepis lengan Kyuhyun dan berjalan keluar dari balkon, Kyuhyun terlihat heran dengan Seohyun.

“kau kenapa chagi?” tanya Kyuhyun , Seohyun hanya diam.

“gwenchana, aku mau pulang sekarang oppa,” seru Seohyun berjalan mengambil tasnya. Kyuhyun segera mencegahnya.

“Hyeo~a apa aku salah?” tanya Kyuhyun cemas, sambil menggenggam lembut lengan Seohyun.

“kau tidak salah oppa, aku hanya ingin pulang,” seru Seohyun namun matanya tak menatap Kyuhyun, mata Seohyun mulai berkaca.

“kalau begitu aku antar kau pulang,” seru Kyuhyun.

“aniyeo, aku pulang sendiri saja,” balas Seohyun lalu pergi meninggalkan Kyuhyun, Kyuhyun tidak bisa membantah permintaan kekasihnya.

 

Seohyun berjalan sendiri melewati jalan-jalan, tangannya tak berhenti menyeka air matanya yang terus menetes.

“aku ini kenapa, Ya! Seohyun, jelas-jelas Kyu oppa hanya mencintai Hyeorin,” gumam Seohyun.

Seohyun pun terus berjalan sambil menangis.

 

*****Kyuhyun Pov’s*****

 

Sebenarnya ada apa dengan Hyeorin, kelakuannya sangat aneh semenjak aku keluar dari rumah sakit. Aku merasa dia bukan Hyeoku, tapi tidak mungkin. Hyeo~a kalau ada masalah kenapa kau tak mengatakannya padaku.

Ah.. aku ingat namja waktu itu, apa dia mengenal Hyeoku, jangan-jangan Hyeorin punya hubungan khusus dengannya, ah… tidak mungkin, Cho Kyuhyun jangan berpikiran negatif tentang kekasihmu, Hyeorin adalah gadis yang baik.

 

*****

 

Dua hari kemudian….

 

Apa-apan ini kenapa Hyeorin tidak bisa dihubungi, lalu kenapa apartemennya juga sepi, ke rumahnya mereka bilang keluarga Hyeorin sudah pindah. Sebenarnya kau kemana Hyeo… aku sudah dua hari tak bertemu denganmu.

 

“Yoboseo?”

“Sungmin~a kau tahu Hyeorin kemana?”

“……………….”

“mwo? Dia tidak bilang padaku,”

“……………..”

“bantu aku mencarinya”

“…………………..”

 

Kenapa Sungmin juga tidak tahu, ah… Hyeo~a apa kau membenciku karena itu, oh…. Mianhae..mianhae…..

 

*****Author Pov’s*****

 

Sebenarnya Sungmin juga bingung karena Seohyun tidak ada di kontrakannya sejak dua hari yang lalu, Sungmin berbohong pada Kyuhyun.

“ah… Seohyun~a sebenarnya kau kemana?” tanya Sungmin dalam hati.

 

Sungmin terus mencari dan kebetulan melihat namja yang pernah menyuruhnya melepaskan tangan Seohyun. Sungmin segera berhenti dan menghampiri namja itu. Namja itu Minho, Minho menatap kesal pada Sungmin.

“Annyeong,” sapa Sungmin. Minho hanya diam dan menatap tajam.

“ada urusan apa denganku?” tanya Minho ketus.

“apa kau mengenal Seo Joo Hyun?” tanya Sungmin. Minho semakin kesal menatap Sungmin.

“ada apa? Jangan memperdaya yeoja itu,” jelas Minho.

“ah..aku hanya ingin bertanya, apa kau tahu Seohyun sekarang ada dimana?” tanya Sungmin.

“aku tidak tahu, jangan ikut campur urusannya,” seru Minho.

“aku mohon jika kau tahu dimana Seohyun berada segera beritahu aku,” seru Sungmin sambil member kartu namanya. Minho menolak pemberian itu.

“jangan ganggu dia,” seru Minho ketus, Sungmin heran karena sikap baiknya dibalas seperti itu.

“Mianhae, aku bertanya baik-baik, kenapa kau seperti itu,” seru Sungmin heran. Minho menatap kesal Sungmin.

“orang kaya sepertimu tak akan pernah tahu perasaan orang kecil seperti kami,” jelas Minho lalu meninggalkan Sungmin. Sungmin terdiam dan menatap tubuh Minho yang semakin jauh darinya.

 

Sungmin terus berjalan, sambil memikirkan kata-kata Minho. Saat berhenti di lampu merah Sungmin melihat Seohyun sedang membersihkan sebuah rumah makan kecil. Sungmin segera menuju Seohyun.

“nona Seo,” panggil Sungmin saat melihat tubuh Seohyun dari belakang. Seohyun membalikan badannya.

“ah…tuan,”seru Seohyun terkejut melihat Sungmin dihadapannya.

 

Sekarang mereka berdua sedang duduk di taman dekat rumah makan itu. Sungmin menatap Seohyun heran.

“apa uang yang aku berikan kurang?” tanya Sungmin heran.

Seohyun menatap Sungmin kesal, “ini bukan karena uang,” balas Seohyun

“nona Seo, ada apa sebenarnya?” tanya Sungmin lagi.

“tuan, sebenarnya kau ingin aku bekerja sampai kapan? Tuan Kyuhyun tak sadar juga, apa kau menyuruhku untuk terus menemaninya seumur hidup, menjadi istrinya?” seru Seohyun yang tak sadar air matanya mengalir.

“nona kumohon, aku tidak bilang kau harus melakukan sampai seperti itu,” jelas Sungmin. Seohyun menatap Sungmin.

 

*****

 

Sementara Kyuhyun yang bingung harus mencari Hyeorin kemana lagi akhirnya memutuskan pergi ke resotnya, tetapi ada yang aneh dengannya kepala Kyuhyun terasa berat. Kyuhyun menatap resot itu dengan samar, kepalnya seperti mesin pemutar video, semua masa lalunya terlihat kembali. Kyuhyun mencoba menenangkan dirinya namun saat melihat laut dan gubuk itu Kyuhyun teringat kejadiannya saat tenggelam yang membuatnya masuk rumah sakit.

“Hyeorin….” Pekik Kyuhyun saat mengenang dia meneriaki Hyeorin yang meninggalkannya. Namun Hyeorin yang selama ini bersamanya siapa.

 

Kyuhyun segera tancap gas ke rumahnya dia mengacak-ngacak kamarnya dan menemukan surat yang Hyeorin beri.

“ada apa ini, Hyeo…Hyeo kau sudah meninggal, lalu …lalu siapa dia, siapa yeoja yang sama denganmu itu,” seru Kyuhyun.

 

Ingatan Kyuhyun perlahan kembali, Kyuhyun yang sudah dikuasai emosinya menuju suatu  tempat ternyata rumah sakit tempat Hyeorin dirawat.

Kyuhyun semakin teringat saat dokter bilang kalau Lee Hyeorin sudah meninggal sekitar sebulan yang lalu. Kyuhyun berjalan dengan tatapan kosong, dia sangat shock.

“siapa, siapa dia, siapa yeoja itu, kenapa dia menipuku,” gumam Kyuhyun sambil mengeluarkan air matanya.

 

Kyuhyun mengingat-ngingat saat dia dan Hyeorin bersama akhir-akhir ini, saat Hyeorin tak suka dengan ikan yang ternyata makanan kesukaaan Hyeorin, lalu sikap hyeorin yang berubah diam, Hyeorin yang memanggilnya ‘oppa’, namja kasar yang mengenal hyeorin, lalu saat Hyeorin bilang terakhir kali..

bagaimana jika aku bukan Hyeorin?”

“kau ini, lalu kau itu kembarannya?”

“aku serius,”

“hem… Hyeo~a kau itu anak tunggal mana mungkin kau bukan Hyeoku,”

“Hyeorin ah… bukan, dia bukan Hyeo, siapa sebenranya yeoja itu, siapa dia yang berani-beraninya berpura-pura menjadi Hyeorinku.” Gumam Kyuhyun kesal.

 

Kyuhyun segera pulang ke rumahnya dia sangat shock.

 

Keesokan harinya,

Sungmin mengantar kembali Seohyun ke rumah Kyuhyun, mereka tidak tahu kalau Kyuhyun sudah mengingat semuanya. Seohyun dan Sungmin masuk seperti biasa, mereka sudah menyiapkan alasan. Namun saat itu mereka melihat Kyuhyun dengan tatapan tajam kerarah mereka.

 

“Kyu~a aku kaget sekali ternyata kau sudah menunggunya,” seru Sungmin gugup, karena melihat tatapan evil Kyuhyun .

“oppa,” seru Seohyun, namun Kyuhyun malah melihatnya seperti ingin membunuhnya,

“jangan panggil aku oppa,” seru Kyuhyun ketus, Sungmin dan Seohyun terkejut.

“kau kenapa Kyu~a?” tanya Sungmin cemas. Kyuhyun menatap tajam Sungmin dan Seohyun.

“beraninya kalian membohongiku,” seru Kyuhyun kesal, Seohyun dan Sungmin benar-benar terkejut .

“kau sudah ingat Kyu?” tanya Sungmin meyakinkan.

“siapa kau? beraninya berpura-pura menjadi Hyeoku,” sentak Kyuhyun penuh amarah, Seohyun benar-benar ketakutan dia hanya menunduk dan tubuhnya bergetar. Sungmin melihat Seohyun cemas, Seohyun tak berani menjawab . Kyuhyun yang merasa tidak di respon sangat geram.

“JAWAB AKU!!!” sentak Kyuhyun didepan wajah Seohyun, tubuh Seohyun bergetar hebat, mata Seohyun mulai berkaca dia memandang wajah Kyuhyun penuh permohonan.

“Mianh…ae..” balas Seohyun gagap dan bergetar karena takut, Kyuhyun terus memandang kesal Seohyun.

“kau mempermainkanku, apa karena uang?” tanya Kyuhyun sinis , walau pertanyaan sederhana namun Seohyun sangat sakit hati.

“benarkan, apa karena uang kau menipuku?” tanya Kyuhyun lagi dengan nada meremehkan, Seohyun benar-benar tak tahan diperlakukan seperti ini.

“berapa uang yang dia berikan sehingga kau MENIPUKU!!!”  sentak Kyuhyun

 

*PLAK*

Seohyun mendaratkan tangannya di pipi Kyuhyun, Seohyun menatap tajam mata Kyu. Air mata Seohyun mengalir.

“awalnya aku melakukan ini karena uang, tapi kau tau, aku kasihan padamu!” seru Seohyun dengan suara bergetar lalu meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin. Seohyun keluar sambil menangis.

“apa yang kau lakukan?” tanya Sungmin kesal pada Kyuhyun. Kyuhyun masih terdiam karena tamparan Seohyun.

“dia tidak salah, jika kau marah lampiaskan padaku, jangan menghinanya!” sentak Sungmin kesal pada Kyuhyun lalu meninggalkan Kyuhyun sendiri.

 

Sungmin mengejar Seohyun, namun Seohyun menolak untuk diajak pulang.

“apa kalian orang kaya selalu berkata seperti itu?” tanya Seohyun kesal matanya penuh air mata.

“mianhae, aku antar kau pulang,” seru Sungmin.

“tak usah, pekerjaanku sudah selesei, kau tak perlu membayarku lagi, aku tidak butuh uangmu, dan jangan temui aku lagi,” jelas Seohyun lalu pergi meninggalkan Sungmin.

 

Sementara itu Kyuhyun sangat kesal, dia mengacak-ngacak rumahnya, dia melemparkan setiap barang yang ada dihadapannya.

“damn…………!!!!!!!!!!!!!!” sentak Kyuhyun kesal.

 

*****

 

Seohyun masih berjalan sendiri, air matanya terus mengalir mengingat kata-kata Kyuhyun tadi.

“aku…aku tak melakukan itu karena uang,” gumam Seohyun dalam tangisnya.

Tak terasa Seohyun berjalan sampai ke kontrakannya lagi, namun saat dia hendak masuk dia melihat seseorang.

“Seonnie,” panggil orang itu, Seohyun menatap orang itu dengan air mata mengalir.

“Sunny~a, Joohae~a,” seru Seohyun lalu berlari menghampiri yeoja bernama Sunny yang sedang menggendong anak kecil.

 

Mereka berpelukan hangat, Seohyun mencium terus anak kecil itu.

“mianhae..mianhae… mianhae chagi, mianhae anakku,” seru Seohyun sambil menggendong anak berumur satu tahun itu.

Sunny menatap Seohyun haru, “gomawo Sunny~a, gomawo,” seru Seohyun pada Sunny. Sunny hanya tersenyum sambil mengelap air matanya.

Mereka sekarang sudah masuk kontrakan Seohyun, anak bernama Joohae itu sudah tertidur.

“kenapa kau sulit sekali dihubungi?” tanya Sunny. Seohyun hanya diam.

“mianhae,” balas Seohyun.

“apa kau berniat meninggalkan Joohae?” tanya Sunny lagi.

“aniyeo, bukan seperti itu, aku meninggalkan kampung bukan karena itu,”jelas Seohyun membela diri,

“lantas? Apa Joohae membuatmu teringat Hae oppa?” tanya Sunny lagi.

“bukan seperti itu, aku bukan ingin membuangnya aku hanya ingin menitipkannya padamu,” seru Seohyun berusaha meyakinkan Sunny.

“tapi kenapa kau tak menulis pesan sama sekali, bahkan semenjak 9 bulan yang lalu kau meninggalkan Joohae kau tak pernah sekalipun menjenguk bahkan menelepon pun tidak,” jelas Sunny kesal. Seohyun sangat menyesal sekali.

“mianhae Sunny~a, aku.. aku juga sangat tersiksa melakukan ini, tapi ini untuk kehidupan Joohae nanti,” jelas Seohyun sambil menangis, Sunny mengerti namun dia masih kesal dengan sikap Seohyun yang meninggalkan Joohae begitu saja.

“sudahlah, sekarang Joohae sudah bersamamu lagi ,” seru Sunny memeluk Seohyun, Seohyun sangat menyesal dengan perbuatannya.

 

*****

 

Keesokan harinya,

Sungmin dan Wookie datang ke rumah Kyuhyun, mereka masuk ke kamar Kyu, Kyu masih terlungkub di kasur.

“Ya!! Cho Kyuhyun!!” panggil Sungmin kesal, sebenarnya Kyuhyun sudah bangun namun dia tidak mau memalingkan wajahnya.

“jangan berpura-pura aku tahu kau sudah bangun,” seru Sungmin lagi.

“apa mau kalian? Harusnya aku yang kesal dan marah pada kalian,” seru Kyuhyun mulai memandang Sungmin dan Wookie sinis.

“marah? Ya kau berhak marah, tapi jangan padanya, marahlah pada kami yang memintanya,” jelas Sungmin menatap Kyuhyun kesal.

“kau..kenapa kau begitu membela wanita itu!” sentak Kyuhyun.

“Kau tahu dia yeoja yang baik, dia membantumu bertahan hidup dari pikiran sesatmu itu!” jelas Sungmin,

“apa maksudmu?” tanya kyuhyun heran.

“Kau tahu, dia TIDAK  menerima bayaran dari kami, dia mengembalikan semua uang yang kami beri padanya, dia menolongmu tanpa pamrih!” jelas Sungmin.

“aku tak peduli, dia membohongiku dengan berpura-pura menjadi Hyeorin ,” seru Kyuhyun. Sungmin semakin kesal menatap Kyu.

“Jangan bercanda Kyu, dia…yeoja berama Seohyun itu yang membuatmu selamat, apa jadinya saat kau sadar dan tahu kalau Hyeo meninggal? Apa kau akan mencoba bunuh diri lagi? Menenggelamkan diri? Memutus nadimu? Meminum racun? Atau gantung diri?” tanya Sungmin bertubi-tubi. Kyuhyun tak mampu berkata apa-apa.

“kau tahu dia sangat baik, dan jangan pernah menyakitinya!” sentak Sungmin lalu meninggalkan Kyuhyun diikuti Wookie dari belakang.

 

PRANG…………. Kyuhyun melempar vas bunga di mejanya, dia benar-benar kesal dan tak bisa mengontrol emosinya.

 

“AAAAAAAAAAA…..” teriak Kyuhyun seperti orang gila.

 

Sementara itu Sungmin dan Wookie ada di mobil.

“hyung~a gwenchana?” tanya Wookie cemas tetapi takut karena melihat ekspresi Sungmin saat marah tadi.

Sungmin hanya menganggukan kepalanya namun wajahnya masih penuh amarah.

“Wookie~a bawa mobil ini ke rumah Seohyun,” seru Sungmin, Wookie mengangguk lalu menjalankan mobil menuju rumah Seohyun.

 

Sesampainya di rumah atau kontrakan Seohyun , Sungmin dan Wookie segera turun dan mengetuk pintu kontrakan Seohyun. Namun yang membukanya bukan Seohyun.

“ah…mianhae anda mencari siapa?”tanya seorang yeoja yeng ternyata Sunny.

“aku mencari nona Seo? Apa dia ada?” tanya Sungmin.

“ah…Seonnie sudah pergi kerja tadi,”  jawab Sunny sambil tersenyum.

“kerja?” tanya Sungmin heran.

“mianhae, kalau tidak ada keperluan lain aku mau tutup pintunya,” seru Sunny. Sungmin dan Wookie pun memberi salam lalu pergi.

 

Sungmin dan Wookie mencari Seohyun di club biasa, namun bosnya bilang Seohyun sudah berhenti sejak saat Sungmin memintanya keluar.

“lalu yeoja itu kemana,” gumam Sungmin heran, Wookie hanya mengangkat bahunya.

 

TBC…

 


69 thoughts on “I’m not her

  1. pertama2 aku mau bilang PERTAMAXX……hahahaaha

    aih ehheemmm….
    eonniiii….kyaaaa gemes.
    eh ternyata seo udah punya joohae anakn ya sama donghae oppa… ttrus kyu punya tunangan hyorin…donghae sama hyorin udah mati….
    jadi yaaaaa tinggal keiklasan kyu untuk menikahi janda kembang seo joo hyun ini akakaakakak…..*plakk

    yah eonni seperti biasa2nya permintaan seorang wires,, jadi persatukan seokyu dalam satu pernikahan suci…toh kyu oppa punya banyak mainan anak2 dan games yang bisa dimainin berdua antara anak dan ayahnya toh gapapa dong johae punya appa si kyuhyun,,,

    trus bikin adeknya joohae

    part selanjutnya boleh minta yadongnya eonnii??
    akakakaakkk….

    trus bikin sunsun couple jadian yaaa??!!!

    ah eonni aku banyak permintaan…mianhae eonnii
    jalan cerita ini milikmu kami sebagai readers cuma bisa menyemangati memberi usul dan membaca hasil karyamu…
    cemungudh eonnii!!!!fighting!!

    Like

  2. .,wah seru…
    .,seokyu moment d tmbah dong…
    .,seomma punya anak??…
    .,kasihan haeppa d buat mati…
    .,next part cpt ea eon^^

    Like

  3. seohyunnya disini udah punya anak? ulangi ANAK? -___- bukan anak kyuhyun lagi.. heuheu #miris
    itu lagi kyu sembarangan marah marah ama seomma awas nanti kalo nyariin huuuuh.. oia aku kira ini awalnya oneshoot ternyata chapter.. oke ditunggu part 2nya

    Like

  4. eonn, keren ff nya,,,, aku suka ^^
    minho itu siapanya seo eonni ?
    jadi penasaran sama lanjutannya,,,
    di tunggu ya eonn, jangan lama-lama,,,, hehe,,, ^^

    Like

  5. wah ffnya kereeeeeeeen bget……!??!?!?!
    tp seo dah pnya anak ya………..!!?!??!
    smoga seokyu cpet brsatunya…….
    dtnggu klnjtannya jngan lma2 ya………….hehehehehheeh

    Like

  6. SeoKyu lagiii~
    JooHae? seo istrinya hae, haenya kemana? (Haenya main sama akuu #PLAK)
    miris nih agaknya. Seo mantannya Hae, trus minho itu siapanya? yang ngejar ngejarkah?
    Sunny – JooHae dateng dari kampung? di korea ternyata ada kampuung toh .___.
    Agak susah, ngebayangin Hyeo yang mirip asli sama Seo…
    tbc? yaaaah😦 aku kira oneshoot.. padahal aku ngarep ini bakal jadi oneshoot loh… Seperti biasa, ENDING HARUS SEOKYU. just SEOKYU. titik
    bytheway, ini DAEBAK. feelnya dapet~ bahasanya juga oke buat dibaca~
    Lanjuuut!!

    Like

    1. gomawo😀..

      haha… ceritanya ada kampung gitu..kekeke…
      mianhae,.. author lupa nulis Twoshotnya…*bow
      udah author kirim kok..tunggu ya..:D

      Like

  7. keren keren keren….
    bahasanya kaya cerpen santai tapi ngena… feel abissss….
    lanjutkan chingu!! kalau perlu bikin after stotynya juga yah😀

    Like

  8. mwo????
    kirain oneshoot.. keekeke~ ^^”
    bagus bagus…. pnjang euy,, seneng dh baca ff yg pnjangnya kyk gini..😀
    lanjutkan..
    kayaknya ceritanya msih pnjang ya?
    SunSun blm dpt getar cintanya keke~
    anaknya Seohyun eonni namja/yeoja? lbih suka nma anaknya DongJoo.. #yangpunyaceritasiapa?
    kan udh ad SeoKyu couple, SunSun couple, klo Wookie sma aku aja.. RyeoNik couple.. hahaa~😛 #diterorRyeosomnia
    1 kta lagi “fighting!”😄

    Like

  9. yahhhh kaget ad tbc ny….
    kirain oneshoot…..hehe
    seru2 ni ff….
    hae dah meninggal y….
    gmana y klanjutan ny….
    pnasaran…..
    lanjutttt chingu fighting!!!!

    Like

  10. .cingu lanjut…..
    Ff ya daebak
    kasihan si seo eonni
    gra” kyupa
    tpi aq bngung hae oppa 2 k5na ko’ ga’ di critain ttng hae pa
    5kin pnsran nic
    cingu lanjutya jngan l5″ ea cingu aq tnggu
    lo:-)

    Like

  11. Wuiii !!
    Mian dah lama g’ buka page..
    Ff’y bgus chingu..
    Tpi seperti’y JooHae adalah hasil dari SeoHae ya ?
    Emm, really like this ff !!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s