Sequel of Because I’m a Fool (Please! Say That You Love Me) Chapter 4


Title : Sequel of Because I’m a Fool (Please! Say That You Love Me) Chapter 4

Author : Lyka_BYVFEGS

Main Cast : Lee Donghae x Im Yoona and others

Genre : Romance, Friendship, maybe Comedy

Length : Chaptered

Notes :

Aku datang….

Kali ini aku membawa kelanjutan dari FF chapter pertama yang pernah aku buat.

Semoga kalian suka.

Mianhe kalau part ini tidak sesuai harapan kalian dan kurang berasa feelnya.

Mianhe juga kalau part ini konfliknya kurang. Hanya ini yang bisa aku persembahkan untuk kalian. Aku sudah membuatnya dengan penuh perjuangan. Jadi tolong dihargai dengan comment maupun like.

Mianhe juga kalau typo, gaje dan kata-katanya berantakan.

HAPPY READING!!!

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“Wah! Indah sekali. Aku tidak menyangka Seoul mempunyai tempat seindah ini.” kata Jessica saat menikmati keindahan sunset di sebuah bukit yang merupakan tempat favorite Donghae dan Yoona serta sahabat-sahabat mereka.

“Benarkah? Tapi menurut oppa tempat ini biasa saja. Mungkin karena oppa sudah sering kesini jadi sudah terbiasa dengan pemandangan sunset disini.” sahut Donghae sambil menghampiri Jessica yang berada didepannya, meninggalkan Yoona yang sedari tadi berdiri disampingnya. Melihat Donghae menghampiri Jessica membuat gadis itu tidak bisa melakukan apa-apa selain menundukkan kepala. Dia tidak ingin melihat kemesraan mereka untuk kesekian kalinya dalam satu hari ini.

“Oppa sering datang kesini?” tanya Jessica tidak percaya.

“Ne, satu minggu sekali atau jika tidak ada pekerjaan oppa akan datang kemari.”

“Dengan siapa?”

“Tidak tentu. Kadang sendiri atau bersama sahabat oppa yang lain tapi oppa lebih sering mengajak Yoona kesini. Karena kami sama-sama menyukai tempat ini.” jawab Donghae yang disambut anggukan kepala Jessica.

Donghae menoleh ke arah Yoona yang berdiri dibelakangnya tampak Yoona menundukkan kepala. Sedangkan Jessica kembali sibuk menikmati pemandangan sunset yang terpampang didepan matanya. Berbagai macam pikiran berkecamuk didalam benak mereka bertiga. Donghae, Yoona dan juga Jessica sekalipun. Terlalu banyak rahasia yang mereka sembunyikan satu sama lain. Donghae dan Jessica dengan rencana mereka masing-masing sedangkan Yoona dengan perasaan cemburunya.

Lama mereka terdiam hingga seulas senyuman misterius tersungging dari bibir Jessica. “Oppa, bagaimana kalau besok kita pergi ke Pulau Jeju?”

“Pulau Jeju?” tanya Donghae terkejut.

“Ne, pasti sangat menyenangkan jika kita bisa berlibur bersama disana. Lagipula sudah lama aku tidak pergi kesana. Oppa dan Yoona bisa menjadi guide ku nanti.” kata Jessica sambil tersenyum lebar.

“Tapi…” kata Donghae sambil melirik ke arah Yoona. Tetapi gadis itu tidak mengetahuinya karena sejak tadi dia sibuk melihat tanah dibawahnya yang seakan-akan lebih tampan dibanding wajah Donghae.

“Ayolah, oppa!” rengek Jessica manja. Donghae yang melihatnya menjadi tidak kuasa untuk menolak. Selain itu terlintas dipikirannya tentang rencana yang dipersiapkannya. Siapa tahu dengan berada di Pulau Jeju akan lebih mempermudah dirinya untuk menjalankan rencana tersebut. Akhirnya dengan senyum licik tersungging dibibirnya Donghae mengangguk menyetujui permintaan Jessica.

“Benarkah? Jadi besok kita ke Pulau Jeju?” tanya Jessica tidak percaya. Dia pikir akan sulit untuk mengajak Donghae karena ‘perjanjian’ nya dengan Yoona, tetapi ternyata mengajak Donghae semudah membalikkan telapak tangan. Dan Jessica merasa beruntung dengan hal itu.

“Tentu saja.”

‘Yoona-ah! Kau ikut kan?” tanya Jessica.

“Ne?” tanya Yoona terkejut.

“Aku dan Donghae oppa berencana untuk ke Pulau Jeju besok. Apa kau mau ikut?”

“Tidak perlu, eonni. Aku tidak mau menggangu kalian berdua.” tolak Yoona. Ingin sekali dia marah kepada Donghae karena menuruti ajakan Jessica disaat perjanjian mereka belum selesai.

”Ayolah! Pasti akan lebih seru jika bersama-sama.” bujuk Jessica.

“Baiklah.” kata Yoona terpaksa.

“Yeah! Pulau Jeju, aku datang!” teriak Jessica kegirangan seperti anak kecil yeng mendapat mainan baru. Donghae yang melihatnya hanya bisa terkekeh geli sedangkan Yoona tampak tersenyum kecut.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

6th day

“Welcome to Jeju Island.” kata Jessica saat mereka telah tiba dibandara. Mereka bertiga menuju pintu keluar untuk mencari taksi yang akan membawa mereka ke villa milik keluarga Donghae.

“Oppa?” panggil Yoona yang berjalan dibelakang Jessica dan Donghae.

“Waeyo?” tanya Donghae menghentikan langkahnya, membiarkan Jessica mendahului mereka.

“Sepertinya ada yang mengikuti kita.” kata Yoona setengah berbisik.

“Benarkah?” kata Donghae sambil mengedarkan pandanganya ke seluruh penjuru bandara. “Tapi oppa tidak melihat siapa-siapa.”

“Tapi aku merasa ada yang mengikuti kita sejak dari rumah tadi. Aku takut, oppa.” kata Yoona sambil mencengkeram lengan Donghae.

“Tidak usah takut, Yoona-ah Ada oppa disini, oppa akan menjagamu.” kata Donghae sambil mengelus tangan Yoona yang mencengkeram kuat lengannya.

“Ne.” jawab Yoona sambil menganggukan kepala.

“Kajja!” ajak Donghae sambil mengandeng tangan Yoona erat.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“Mashita.” kata Yoona saat mencicipi hasil masakannya. Tidak sia-sia selama 2 tahun ini dia belajar memasak. Setelah melepas celemek yang dikenakannya serta menata meja makan, gadis itu segera menuju keruang santai untuk memanggil Donghae dan Jessica yang tengah menonton televisi.

Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Nafasnya tercekat, Yoona merasa udara disekitarnya hilang seketika. Perlahan bulir air mata mengalir dari kedua mata indahnya. Melihat pemandangan yang paling menyakitkan dihadapannya. Dimana Donghae tengah tertidur di pangkuan Jessica sambil menonton televise. Tidak jarang mereka tampak tertawa bersama.

“Benarkah, oppa?” tanya Jessica sambil tersenyum malu.

“Ne. awalnya oppa pikir kau itu sangat menyebalkan, tapi setelah kenal denganmu ternyata kau orang yang baik dan menyenangkan. Karena itulah oppa menyukaimu.” jawab Donghae yang berhasil membuat aliran sungai di pipi Yoona semakin mengalir deras.

“Aish! Oppa membuatku malu. Aku juga sangat menyukai oppa.” kata Jessica malu-malu.

DEG!

Kata-kata Jessica menambah luka dihati Yoona. Belum hilang keterkejutannya dengan pernyataan Donghae, sekarang dia harus menerima kenyataan bahwa Jessica juga menyukai Donghae. Sebisa mungkin Yoona menahan rasa sakit dihatinya, mencengkeram dadanya dengan kuat, berharap rasa sakit itu berkurang meski sebenarnya sakit itu sudah menganga terlalu lebar sehingga apapun yang dilakukannya tidak akan mengurangi rasa sakit itu sendiri.

Setelah menormalkan nafasnya dan mengembalikan moodnya seperti semula, gadis itu segera menghapus air mata dengan punggung tangannya dan segera menghampiri Donghae dan Jessica.

“Oppa! Eonni! Makan siangnya sudah siap.” kata Yoona -berusaha- tersenyum.

“Ne.” jawab Donghae seraya membenarkan posisinya menjadi duduk.

“Mianhe, Yoona-ah. Aku tidak membantumu, aku tidak terlalu pintar memasak.” kata Jessica sedikit malu.

“Tidak apa-apa, eonni. Kajja! Nanti makanannya keburu dingin.” ajak Yoona.

“Ne.” jawab Donghae dan Jessica bersamaan.

Mereka bertiga berjalan beriringan menuju meja makan yang terletak tidak jauh dari dapur. Dan lagi-lagi Yoona harus menahan air matanya saat mengetahui Donghae lebih memilih duduk disebelah Jessica daripada duduk di kursi sebelahnya yang jelas-jelas masih kosong.

“Oppa ingin makan apa? Biar aku ambilkan.” tanya Yoona berusaha bersikap seperti biasa.

“Tidak perlu, oppa bisa mengambilnya sendiri.” tolak Donghae sambil tersenyum lebar.

“Makanlah ini, oppa. Sepertinya enak.” kata Jessica sambi menaruh potongan daging ke atas piring Donghae.

“Gomawo.” Kata Donghae.

Melihat itu, Yoona merasa sangat kecewa. Ternyata Donghae lebih memilih Jessica daripada dirinya. Kalau sudah seperti ini, dia merasa sangat menyesal. Menyesal karena menerima ajakan Jessica pergi ke pulau jeju. Menyesal karena membiarkan Donghae dekat dengan Jessica. Menyesal karena membiarkan Donghae pergi 2 tahun yang lalu sehingga memberi kesempatan Donghae untuk mengenal Jessica. Menyesal karena tidak mengakui perasaannya kepada Donghae. Menyesal karena lebih mementingkan ketakutannya yang tidak mau kehilangan Donghae jika dia menyatakan mempunyai perasaan terhadap laki-laki itu. Menyesal karena dia adalah seseorang yang bodoh. Tetapi tidak ada gunanya menyesal sekarang ini. Pada akhirnya semua itu telah terjadi. Yang bisa dia lakukan hanyalah menyerahkan semuanya pada takdir yang akan menentukan apakah mereka -Donghae dan Yoona- berjodoh atau tidak.

Tampak Jessica dan Donghae yang tengah asyik saling menyuapi. Sementara Yoona melanjutkan makannya sambil menundukkan kepala, berusaha menyembunyikan air matanya yang mengalir entah sejak kapan.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“Oppa! Kajja, kita berenang.” ajak Jessica saat mereka telah sampai dipantai yang tidak jauh dari villa Donghae.

“Ne.” kata Donghae sambil menghampiri Jessica, meninggalkan Yoona yang berjalan dengan langkah berat dibelakangnya.

Sementara Donghae dan Jessica menikmati kebersamaan mereka, Yoona hanya duduk sendirian di tepi pantai yang tidak terlalu jauh dari tempat Donghae dan Jessica.

“Oppa! Hentikan! Kau membuatku semakin basah.” teriak Jessica yang sudah pasti terdengar oleh Yoona.

“Shireo! Siapa tadi yang mengajak berenang? Kenapa basah sedikit saja kau sudah merengek?” tolak Donghae.

“KYAAA!!! Tapi oppa tidak perlu mencipratkan air seperti itu kepadaku.” gerutu Jessica kesal yang langsung membalas perbuatan Donghae.

“Hahahaha…” bukannya menghentikan kegiatannya Donghae justru semakin menjadi-jadi dan tertawa penuh kemenangan karena telah membuat Jessica basah kuyup.

Yoona yang melihat itu hanya tersenyum miris dan memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Setidaknya pemandangan disekitar pantai lebih menarik baginya daripada harus melihat kemesraan Donghae dan Jessica. Tanpa disadari gadis itu, Donghae menatap gadis itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Sedih, terluka, penasaran dan khawatir. Tapi dari semua itu rasa penasaranlah yang mendominasi, hingga dia memutuskan untuk melanjutkan rencananya sampai dia mendapat jawaban yang diinginkannya.

Donghae masih setia mengamati Yoona dari kejauhan hingga tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi terkejut. Matanya terbelalak begitu melihat apa yang dilihatnya sekarang. Seorang laki-laki yang tak dikenalnya tampak menghampiri Yoona. dan yang paling membuat hatinya sakit adalah Yoona tampak senang akan kehadiran sosok itu. Donghae tidak pernah tahu siapa laki-laki itu. Karena yang dia tahu laki-laki yang dekat dengan Yoona hanyalah dirinya dan juga sahabat gadis itu.

“Oppa, waeyo?” tanya Jessica yang mendapati Donghae memperhatikan sesuatu.

“ani.” Jawab Donghae singkat. Tapi Jessica tidak percaya begitu saja, dia segera memalingkan wajah melihat ke arah yang dilihat oleh Donghae tadi. Tampak senyum misterius tersungging dibibirnya mengetahui apa yang dilihat Donghae. ‘Sepertinya menarik.’ batin Jessica.

“Kajja!” ajak Donghae sambil menyeret tangan Jessica. Jelas sekali terlihat dari wajah laki-laki itu bahwa dia sedang kesal. Atau lebih tepatnya cemburu.

“YA! OPPA! JANGAN MENARIKKU SEPERTI INI!” teriak Jessica sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Donghae di pergelangan tangannya.

“Mianhe.” kata Donghae tersadar dengan apa yang dilakukannya dan segera menjauhkan tangannya dari tangan Jessica.

“Oppa kenapa? Kenapa wajah oppa kesal seperti itu?” tanya Jessica – pura-pura – bingung.

“Tidak ada apa-apa.” jawab Donghae singkat.

“Tapi wajah oppa berkata lain. Ah! Aku mengerti. Oppa cemburu, benar kan?” goda Jessica.

“Ani. Untuk apa oppa cemburu? Lagipula belum tentu laki-laki itu mempunyai hubungan spesial dengan Yoona.” elak Donghae.

“Tapi tetap saja oppa cemburu. Terlihat sangat jelas dari mata oppa.” Jessica tak henti-hentinya menggoda Donghae.

“Aish! Hentikan! Kalau kau terus menggoda oppa, kita kembali ke Seoul sekarang.” ancam Donghae.

“Ne, arasseo.” kata Jessica tersenyum lebar. Seorang Jessica tidak akan bisa dibohongi oleh siapapun. Dan Jessica telah mengetahui secara terperinci seperti apa hubungan Donghae dan Yoona lengkap dengan perasaan mereka masing-masing.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“KIBUM OPPA!” pekik Yoona tidak percaya begitu mendapati seseorang yang sudah lama tidak dilihatnya berdiri dihadapannya dengan senyuman lebar.

“Annyeong.” sapa seseorang yang bernama Kibum itu.

“Bagaimana oppa ada disini?” tanya Yoona tidak percaya.

“Mungkin takdir yang mempertemukan kita.” jawab Kibum asal.

“Aish!” gerutu Yoona kesal.

“Jangan cemberut seperti itu, kau terlihat jelek sekali.” kata Kibum mencubit kedua pipi Yoona.

“YA! Oppa! Lepaskan! Kau sama sekali tidak berubah, selalu saja mencubit pipiku.” kata Yoona kesal. “Tapi kau kemana saja selama ini? Kenapa tidak pernah memberi kabar kepada kami? Meninggalkanku dan yang lainnya tanpa pamit. Kau benar-benar menyebalkan!” lanjut Yoona.

“Mianhe, aku tidak sempat berpamitan dengan kalian. Saat itu semuanya serba mendadak dan tidak ada waktu bagiku untuk berpamitan pada kalian. Tapi sepertinya tidak ada yang berubah dari kalian semua. Yang berubah hanyalah Tiffany dan Siwon hyung yang telah memiliki Siyoung dan juga Leeteuk hyung dan Taeyeon yang sudah bertunangan.”

“Kau sudah bertemu mereka?” tanya Yoona terkejut mengetahui kebenaran yang dikatakan Kibum.

“Ne, 2 hari yang lalu aku bertemu mereka. Tapi aku sedikit heran, kenapa kau dan Donghae hyung tidak ada? Apa kalian sedang ada masalah atau bagaimana?” tanya Kibum heran.

“Ani. Aku dan Donghae oppa hanya sedikit ada urusan jadi akhir-akhir ini tidak bisa bertemu mereka.” jelas Yoona.

“Oh, arasseo.”

“Oppa?” panggil Yoona.

“Hmm?”

“Aku merindukanmu.” kata Yoona memeluk Kibum erat. Setidaknya itulah yang dirasakannya sekarang. Sebelum dekat dengan Donghae dan sebelum kepergian laki-laki itu ke luar negeri, Yoona adalah satu-satunya yang paling dekat dengan Kibum. Jika saja 12 tahun yang lalu Kibum tidak menghilang, mungkin laki-laki yang dicintai oleh Yoona adalah laki-laki yang saat ini sedang dipeluknya. Kepergian Kibum membawa kesedihan bagi Yoona kecil dan Donghae lah yang selalu menghibur gadis itu.

“Aku juga, Yoona-ah.” kata Kibum membalas pelukan Yoona.

Tanpa mereka berdua sadari, ada dua pasang mata yang tengah menatap mereka dengan tatapan yang berbeda. Donghae dengan tatapan kesal sekaligus cemburu sedangkan Jessica dengan tatapan kebahagiaan dan senyum lebar tersungging diwajahnya. Barulah beberapa saat yang lalu Donghae menyadari bahwa laki-laki itu adalah Kibum, sahabatnya yang menghilang tanpa kabar. Tapi meskipun dia mengenal laki-laki itu tetap saja Donghae merasa cemburu, apalagi ketika dia ingat kedekatan Yoona dan Kibum sebelum Yoona dekat dengannya. Tidak menutup kemungkinan, Kibum akan menghalangi rencananya atau bahkan yang lebih ditakutinya adalah merebut Yoona darinya. Donghae sama sekali tidak pernah membayangkan hal itu akan terjadi.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

7th day

Hari ini adalah hari terakhir mereka di Pulau Jeju. Mereka menghabiskan waktu bersama di sebuah pusat berbelanjaan yang terletak cukup jauh dari villa Donghae. Sehingga mereka memutuskan untuk naik mobil yang telah mereka sewa, mengingat mereka tidak membawa mobil dari Seoul. Donghae dan Jessica duduk di kursi depan, sedangkan Yoona dan Kibum duduk dikursi belakang. Donghae dan Jessica tampak mengobrol akrab satu sama lain begitu juga dengan Yoona dan Kibum. Tanpa Donghae dan Yoona sadari Jessica dan Kibum saling menatap dan tersenyum penuh arti. Sedetik kemudian Jessica mengedipkan sebelah matanya yang disambut senyuman serta anggukan kecil dari Kibum.

“Kibum-ssi, aku tidak menyangka jika kita satu kampus bahkan bertetangga.” kata Jessica memecah keheningan yang sempat terjadi.

“Ne, aku juga. Mungkin aku terlalu sibuk kuliah dan mengurus perusahaan appa sehingga tidak pernah mengetahui siapa tetanggaku.” jawab Kibum.

“Rupanya kalian sudah mulai akrab.” celetuk Donghae.

“Ne, oppa. Semalam kami sama-sama tidak bisa tidur lalu memutuskan untuk mengobrol.”

“Oh!.”

“Ah! Andai saja aku mengenal eonni sejak dulu, pasti aku bisa segera bertemu dengan Kibum oppa yang menyebalkan ini.” kata Yoona sambil mencubit pinggang Kibum.

“Memangnya kenapa? Percuma kau kenal eonni sejak dulu karena eonni tidak mengenal Kibum-ssi sebelumnya.”

“Ah! Benar juga.”

“Sekarang kita akan pergi kemana?” tanya Kibum mengalihkan topic pembicaraan.

“Makan.” Jawab Jessica dan Yoona bersamaan.

“Makan?” tanya Donghae terkejut. “Bukankah sebelum berangkat kita sudah makan tadi?”

“Tapi kami masih lapar. Benar kan, eonni?” tanya Yoona meminta persetujuan.

“Ne.” jawab Jessica mantap.

“Baiklah, kita cari makan.” Kata Donghae mengalah.

“Aku heran kalian ini gadis macam apa. Kenapa makanan kalian banyak sekali?” tanya Kibum heran.

“Biarkan saja. Lagipula kami tidak akan gemuk hanya karena banyak makan, benar kan?”

“Ne, eonni.”

“Terserah kalian saja.” kata Kibum. “Asalkan bukan aku yang membayar makanan kalian, aku beri kebebasan kalian untuk memakan apapun.” tambah Kibum yang kemudian mengalihkan pandangannya menikmati pemandangan diluar dari jendela mobil yang sedikit terbuka.

Yoona dan Jessica saling berpandangan dan tersenyum geli mendengar ucapan Kibum. Sepertinya dua gadis ini menjadi sangat kompak jika menyangkut soal makanan. Yoona pun seakan-akan lupa dengan kedekatan Jessica dan Donghae.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“Oppa, buka mulutmu!” kata Jessica menyuapkan sepotong daging kea rah Donghae. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan gadis itu untuk menyuapi Donghae setiap kali mereka makan bersama.

Yoona yang melihatnya menjadi kesal. Kali ini bukan air mata yang keluar sebagai bentuk ketidaksukaannya akan keromantisan Donghae dan Jessica melainkan kekesalan yang amat sangat. Yoona melirik kea rah Kibum yang duduk disampingnya dan muncullah sebuah ide dikepalanya. Sedetik kemudian wajah yang terlihat kesal itu berubah menjadi ceria dengan senyuman yang tersungging di bibir mungilnya.

“Kibum oppa, aku ingin mencoba pesananmu itu. Bolehkah aku memintanya?” kata Yoona dengan nada manja yang langsung membuat Donghae dan Jessica memperhatikannya.

“Tentu saja.” jawab Kibum yang kemudian menyuapi Yoona dengan makanan yang dipesannya.

Yoona melirik ke arah Donghae yang mulai tampak kesal. Sedangkan Jessica tampak mengerutkan alisnya bingung tetapi sedetik kemudian terdengar kekehan kecil darinya. Yoona tidak mempedulikan ekspresi Jessica yang dengan cepat berubah itu, yang dia pedulikan adalah ekspresi dari wajah Donghae. Dia tersenyum lebar ketika mendapati wajah Donghae yang kesal. Sedangkan Kibum yang melihat api kecemburuan yang membumbung tinggi di sekitar mereka hanya tersenyum geli. Sebenarnya alasan Yoona melakukan ini bukanlah untuk membuat Donghae cemburu tetapi untuk mengalihkan perhatiannya dari Donghae dan Jessica. Atau mungkin Yoona ingin menunjukkan pada Jessica bahwa dia juga bisa bermesraan seperti itu dengan laki-laki lain

Donghae yang kesal langsung menyuapi Jessica dengan makanannya, sedangkan Yoona juga melakukan hal yang sama. Jessica dan Kibum hanya bisa menggelengkan kepala heran melihat sikap Donghae dan Yoona yang menurut mereka sangat aneh. Akhirnya acara makan siang hari itu menjadi sangat berantakan. Donghae yang memakan pesanan Jessica, sedangkan Jessica memakan pesanan Donghae. Begitu juga yang terjadi pada Yoona dan Kibum yang sama-sama bertukar makanan, karena acara suap-menyuap yang terjadi diantara mereka.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“Donghae oppa?” panggil Yoona yang mendapati Donghae sedang duduk menyendiri di halaman belakang. Donghae yang merasa namanya dipanggil segera menoleh kebelakang untuk mencari sumber suara. Dan sebuah senyuman langsung tersungging diwajahnya begitu mendapati Yoona yang memanggilnya.

“Apa yang oppa lakukan disini?” tanya Yoona setelah duduk disamping Donghae.

“Tidak ada. Hanya menikmati indahnya langit malam ini.” jawab Donghae tanpa mengalihkan pandangannya yang tertuju ke atas langit.

‘Oh.”

Setelah itu hanya keheningan yang terjadi di antara mereka, baik Donghae maupun Yoona sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesekali Yoona mengalihkan pandangannya ke arah Donghae sejenak, setelah itu kembali menikmati bintang dan bulan yang tampak bersinar terang dilangit. Begitupun Donghae, sesekali melirik ke arah Yoona tanpa disadari oleh gadis itu.

“Oppa?” panggil Yoona memecah keheningan.

“Ne?”

“Aku tidak menyangka waktu 7 hari yang seharusnya aku habiskan berdua dengan oppa berakhir seperti ini.” kata Yoona sedih.

“Maksudmu?” tanya Donghae bingung.

“Aku berharap dengan waktu 7 hari aku bisa mengganti waktuku yang telah terlewatkan tanpa adanya Donghae oppa disisiku. Sehingga aku mengajukan syarat itu ketika oppa meminta maaf kepadaku. Tapi sepertinya hanya aku yang menginginkan itu terjadi. Aku seperti mengharapkan sesuatu yang mustahil untuk aku dapatkan. Aku merasa hanya aku yang membutuhkan oppa. Hanya aku yang selalu ingin oppa ada disisiku. Hanya aku yang selalu memikirkan oppa. Sepertinya oppa tidak membutuhkanku. Bukan aku orang yang selalu oppa pikirkan, bukan aku orang yang ingin oppa jaga. Aku tidak peduli apapun, asalkan oppa ada disampingku aku sudah sangat bahagia. Apakah aku terlalu egois, oppa?” kata Yoona dengan mata memerah. “Hari ini adalah hari terakhir perjanjian kita. Apakah setelah ini hubungan kita bisa kembali seperti dulu?” tanya Yoona dengan nada sedih.

“Tentu saja. Memangnya apa yang membuat kita tidak bisa bersama seperti dulu?” tanya Donghae bingung.

“Jessica eonni.” jawab Yoona mantap.

“Ada apa dengan Jessica?”

“Kalian saling menyukai. Aku hanya takut jika oppa akan melupakanku setelah oppa bersama dengan Jessica eonni. Aku benar-benar takut. Kalau boleh aku jujur aku ingin meminta oppa menjagaku selamanya seperti janji oppa dulu. Melarang oppa untuk menikah dengan gadis lain, menjadikan oppa satu-satunya milikku. Aku tidak peduli oppa mengganggapku apa selama ini, tapi aku sangat membutuhkan oppa. Aku membutuhkan oppa lebih dari aku membutuhkan appa dan eomma. Aku benci diriku yang seperti ini. Diriku yang bergantung pada oppa, diriku yang tidak bisa jauh dari oppa, diriku yang tidak bisa melihat laki-laki lain karena hanya oppa yang aku lihat. Aku benci diriku yang seperti itu, Donghae oppa. Aku ingin menjadi seseorang yang kuat, mandiri, dan bisa menghibur diri sendiri agar suatu saat nanti ketika oppa tidak ada disampingku aku tidak akan kehilangan separuh nafasku. Donghae oppa, biasakah oppa tetap ada untukku meskipun oppa telah memiliki Jessica eonni?” tanya Yoona dengan air mata yang mengalir deras di kedua pipinya.

“Tentu saja. Oppa janji, oppa akan selalu ada untukmu apapun yang terjadi.” kata Donghae sambil menghapus air mata Yoona.

Yoona yang mendengarnya hanya bisa tersenyum dalam tangis, lalu dia menghapus sisa air matanya sendiri dengan punggung tangannya. Mengalihkan perhatian ke langit seperti yang dilakukannya sejak tadi.

“Oppa?” panggil Yoona.“Bolehkah aku bersandar dibahu oppa?”

“Tentu saja.” Jawab Donghae. Yoona pun segera meletakkan kepalanya dibahu Donghae tanpa melepaskan pandangannya dari bintang dan bulan yang bergelantungan di langit. 10 menit mereka bertahan dalam posisi seperti itu. Hingga tiba-tiba…

“Bernyanyilah, oppa!” pinta Yoona.

“Mwo?” tanya Donghae terkejut.

“Bernyanyilah untukku. Anggap saja sebagai tanda berakhirnya perjanjian kita.”

“Kau ingin oppa bernyanyi lagu apa?”

“Terserah oppa.” jawab Yoona sambil memejamkan kedua matanya. Menikmati perasaan nyaman dan hangat yang menjalar disekujur tubuhnya ketika bersandar di bahu Donghae, seseorang yang sangat dicintainya melebihi apapun didunia ini. Diiringi dengan suara nyanyian Donghae yang mulai terdengar ditelinganya.

Yeah listen! baby naege baby naui dunune

Neo hanamani sara sumsuineun de

Geunde wae ireohke noemu nado meongose

Na heullo nimkin che (jeomjeom meolleo jine)

Nae saraminde (geu nuga mworahaedo)

Neon nae yejande (keuge euichyeodo)

Neoman isseumyeon I’ll be OK

Ijen naega neol jigyeo julke

Baby you know because

I wanna love you I can’t live without you

Du nuneul gamgo nae du soneul jabgu

I wanna have you I really need you

Jigeum idaero modeungeol beoryeodugo

I wanna love you I can’t live without you

Neon geujeo naegero dagaseo myeondwae

I wanna have you nae modeungeol julke

Ijeneun neoege yaksokhalke

Geu sarami mwondae neoljikkyeo bulsu bakke

Neol kidaril su bakke No!

Deoisang andwae neol deryeowa yahae

Geuwa neun eorulliji anneun neoreul

Nae saraminde (naesaraminde yeah)

Neon nae yeoja inde (neon nae yoeja inde)

Neoman isseumyeon I’ll be OK

Ijen naega neol jikyeojulke

Baby you know because

I wanna love you I can’t live without you

Du nuneul gamgo nae du soneul jabgu

I wanna have you I really need you

Jigeum idaero modeungeol beoryeodugo

I wanna love you I can’t live without you

Neon geujeo naegero dagaseo myeondwae

I wanna have you nae modeungeol julke

Ijeneun neoege yaksokhalke

“Yoona-ah?” panggil Donghae saat dia telah selesai bernyanyi. “Im Yoona.!” panggil Donghae sekali lagi. Tetapi tidak ada jawaban dari gadis itu, karena ternyata Yoona telah tertidur dengan pulas. Entah karena lagu Donghae yang begitu menyentuh atau memang dirinya yang terlalu lelah setelah seharian jalan-jalan. Donghae hanya tersenyum mendapati Yoona tertidur dibahunya. Segera saja Donghae menggeser sedikit posisi duduknya agar bisa menggedong gadis itu menuju kamarnya.

Setelah membuka pintu kamar Yoona, Donghae segera membaringkan gadis itu di atas kasur dengan hati-hati seakan-akan Yoona adalah barang berharga yang mudah pecah. Diselimutinya tubuh gadis yang dicintainya itu, mengusap kepala gadis itu dengan lembut lalu mencium keningnya. Entah sudah berapa kali dalam 12 tahun ini dia melakukan hal itu ketika Yoona tertidur. Mencuri semua ciuman pertama Yoona saat gadis itu tengah tertidur, karena hanya saat itulah Donghae bisa melakukannya.

Setelah itu Donghae memutuskan untuk keluar dari kamar Yoona. Tetapi ketika mengingat perkataan Yoona tadi dia mengurungkan niatnya itu. Dia kembali duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan wajah Yoona dan sesekali membelai wajah putih mulus itu dengan lembut.

“Yoona-ah, kau harus tahu bahwa apapun yang kau rasakan oppa juga merasakannya. Oppa juga sangat membutuhkanmu, oppa juga ingin kau menjadi istri oppa. Hanya saja oppa belum siap, oppa takut kalau kau akan menolak oppa. Tapi sekarang oppa telah mempunyai jawaban dari pertanyaan oppa sendiri. Jadi oppa mohon bersabarlah, tunggulah sampai saat itu tiba. Karena jika saat itu tiba, kebahagiaan akan selalu bersama kita. Saranghae, Im Yoona.” kata Donghae yang kemudian mengecup bibir mungil Yoona sebelum keluar dari kamar gadis itu.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

“Kibum oppa! Dimana Donghae oppa dan Jessica eonni?” tanya Yoona saat mereka tengah bersiap untuk kembali ke Seoul.

“Mereka sudah berangkat.” jawab kibum santai.

“Berangkat? Kemana?” tanya Yoona bingung.

“Seoul. Tadi pagi-pagi sekali mereka memajukan jadwal keberangkatan mereka.”

“Kenapa?” tanya Yoona. “Apakah ada sesuatu yang terjadi?”

“Entahlah. Tapi saat aku bertanya kepada Jessica dia menjawab kalau Donghae hyung ingin segera membeli cincin tunangan. Makanya Donghae hyung mengajak Jessica untuk kembali ke seoul secepatnya.” jelas kibum.

“MWO?! CINCIN TUNANGAN?”

To be continued…

♥ ♥ ♥ ♥ ♥

Gimana pendapat kalian tentang part ini? Pasti jauh dari kata memuaskan.

Hah! Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi semua permintaan kalian. Tapi hanya sampai disinilah daya imajinasiku.

Apakah kalian sudah bisa menebak apa sebenarnya rencana dari Donghae oppa?

Dan apa kalian juga tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Kibum dan Jessica? Mengapa mereka berdua terlihat seperti berbicara satu sama lain melalui kedipan mata atau senyuman?

Aku punya satu pertanyaan lagi, apa kalian tahu siapa yang membuntuti Yoona dan Donghae saat dibandara?

Hayo… siapa yang bisa jawab? Bagi yang sudah tahu silahkan tulis jawaban kalian saat comment, bagi yang tidak tahu tunggu saja jawabannya di part selanjutnya yang merupakan part terakhir dari series ini.

Sekali lagi semoga kalian suka dengan part ini, aku tidak bisa membuat yang lebih panjang dari ini. Jadi aku harap kalian tidak mengeluh karena part ini terlalu pendek.

Oh iya, mianhe, jika lirik lagu EunHae di atas salah. Itu hasil comot (?) dari google.

Wkwkwkwk…

Jangan lupa comment dan like-nya.

Okey, sampai ketemu lagi di part selanjutnya.

Gomawo bagi yang udah baca baik comment ataupun tidak.

Dadah….*meluk readers satu persatu


36 thoughts on “Sequel of Because I’m a Fool (Please! Say That You Love Me) Chapter 4

  1. jessica sama kibum punya rencana apa sih. .
    jessica mau ngerebut donghae y?
    wah donghae mau beli cincin tunangan buat yoona?
    g sabar nunggu kelanjutannya. .

    Like

  2. sya tw sya tw… #ngacung

    yg prtama, yg ad di otak hae hyung dlm rencanany adalah sngaja mnggunakan sica sbg alat untuk mlihat sperti ap prasaan yoona kpd driny, apakah dy jg pny prasaan yg sama..

    yg kdua, knapa kibum n jessica aneh trnyata mreka ud tw kdekatan hae hyung & yoona, mreka jg tw klo hae hyung n yoona sm” pmalu untuk mngutarakan isi hati mreka msing” mkany dibkin acara cemburu”an gt, n mgkn trnyata bumsica sudah mmiliki hub hahahaaa..

    yg ketiga, org yg nguntit di bandara adalah kibum, sbenerny mreka 1 psawat, n jessica ud ngrencanain hal ini pd saat dy mminta hae hyung prgi k jeju..

    gmn bener ga tbakanny??

    klo bner tolong hadiahny diqrim k alamat di bwah ini hahahaaaa…

    ditunggu updetanny lg chingu, paaallliiiiiiiiiiiii…

    Like

  3. jangan bilang kalo jess ama kibum punya rencana hancurin hubungan haeppa ama yoongie….ah…..
    dan kayaknya akan terjadi kesalah pahaman soal cincin.soalnya haeppa bilang suruh nunggu.berarti masih akan ada sesuatu.#dikeplak author gara2 sok tau.hahaha

    bagus kok author….
    aku turut merasakan sakit hatinya yoong unnie saat liat haeppa ama jess….

    lanjutanya ditunggu banget…..cepetan ya….

    Like

  4. Uh . . Gasabar part slanjutnya >< dilanjut dong chingu, udah lama ga liat fanfic ini. . Jadi pengen liat YoonHae pas mau nikahnya, haha
    Fighting! ^^

    Like

  5. Jessica sama kibum oppa klo g sodaraan pasti ad hubungan special dan pengen nyatuin yoonhae..
    Yg ngikutin yoona eonni it kibum oppa..
    Haeppa bli cincin tunangn bwt yoonakn??
    Trus ntar yoona eonni psti slh phm kirain haeppa bli bwt jess eonni..
    Lanjut y thor..
    Paling demen sama ff nich..
    D tggu,jgn lma” y..

    Like

  6. sepertinya Jes ama Kibum gerah liat 2 makhluk itu ga jadi2, kayak para readers yg baca nih!hahaha, makanya dikomporin deh.
    Hae bli cincin tunangan itu ngapaen?mw langsung lamar Yoona?buset dah, maen nyosor aja Hae.
    Yg buntutin itu temen2 yg laen bukan sih?
    aku mnanti part slanjutnya yah, jgn trlalu lama, jeballll….

    Like

  7. Keren chingu,,,,,,,,
    gregetan dech ma yoona unnie ma haeppa cman blng ska aj ssh bgt ……..
    Psti cincin wat nglmar yoona unnie,,trus sica ma kibum bkin rcana spaya yoonhae mnydri prsaan msing2,,,, bnr gk unniee???so tau bgt sya….
    Part slnjt.a jgn lma2 ya chingu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s