SONG AND THE DANDELION 1


TITLE                                     :  SONG AND THE DANDELION 1

MAIN CAST                          :  YOONA “SNSD”

DONGHAE “SUJU”

JESSICA “SNSD”

OTHER CAST/CAMO          :  TAEYEON “SNSD”, etc

GENRE                                  :  SERIES/CHAPTER, ROMANCE, little bit ACTION

AUTHOR                               :  SeoKyuWonSull a.k.a Zalukhu

DISCLAIMER                       :  THE STORIES IS MINE. CAST IS SME’s

 

Anyeong….

Ada yang nungguin ff YoonHeaSica??Sebenarnya ini pairing favoritku setelah SeoKyu.Dan juga ini ff pertama YoonHaeSica aku. Jadi mian kalo rada gaje ya J

NO BASHING, NO PLAGIAT, AND NO SILENT READERS.

FF INI MURNI IDE SAYA. JIKA ADA KESAMAAN PEMAIN, ATAU KESAMAAN LAINNYA, ITU BUKAN UNSUR KESENGAJAAN

HAPPY READING

 

SONG AND THE DANDELION 1

Hah…hah… mereka terus berlari meski nafas mereka sudah terengah-engah. Hujan lebat malam itu tak menghentikan langkah lari mereka.Glarrr. “Aa….” Gadis kecil itu berteriak sembari menghentikan larinya.“Ayo nak.terus lari jangan takut ayah disini.” Ucap sang ayah menenangkan putri kecilnya yang gemetaran. Glarrr.Petir semakin menjadi-jadi diikuti hujan yang semakin lebat. “Ayah sebenarnya kita mau kemana? Aku lelah aku juga takut ayah. Hiks..hiks” tangis lirih sang gadis “Jangan menangis nak, kita harus mencari tempat yang aman atau kita….”

“Hahaha…mau kemana kalian?Apa masih ingin berlari?” segerombolan pria yang tak dikenal datang.“Apa kau tidak kasihan dengan putri cantikmu yang kelelahan itu?” ucap salah satu dari mereka yang sedari tadi berbicara.Sang pria mengeluarkan benda hitam dari kantong jasnya.Pistol! Serta merta mata ayah dan anak itu membelalak.Pria itu menyapu pistolnya yang mengkilap sembari membuang cerutu basah dari mulutnya “Sebaiknya kau serahkan bukti itu atau peluru cantikku ini akan menembus kepala mu.”Pistol itu terarah lurus menghadap kepala sang ayah. Pria itu bersiap menarik platuknya.Bukk.Sebongkah batu melukai pelipis kiri pria itu.Darah mengalir bersama aliran air hujan di wajahnya. “Sialan dasar gadis keparat” ia langsung mengganti sasaran menuju sang gadis. “Lari….” Sang ayah langsung menyergah pria yang hendak menembak gadis itu. Mendengar aba-aba sang ayah gadis kecil itu pun berlari. Dorrrr..Dorrr… “Ayahhhhhh….!!”

SONG AND THE DANDELION 1

Hah…hah…keringat dingin mengucur dari dahiku bercampur dengan air mata yang telah mengalir deras. “Ayah….” Lirihku sambil memeluk lutut “Aku tidak bisa melupakan peristiwa itu.Tidak sebelum aku menemukan mereka”. Kuraih jam weker di meja kecil ku yang menunjukkan pukul 9 malam. Ku seret kakiku bangkit menuju kamar mandi dan mengenakan T-shirt tebal cokelat yang dilapisi dengan mantel hitam, celana skiny pants abu-abu. Kulingkari syal di leherku dan meraih tas gitarku keluar dari apartemen kecilku. Semenjak keluar dari rumah penitipan 3 tahun yang lalu aku menjadi seorang penyanyi kafe tepatnya menjadi seorang gitaris dari sebuah band kafe.

“Hai Yoong. Awal sekali kau datang?” sapa Taeyeon eonnie vokalis band ku. “Nde eonnie seperti biasa ini akhir bulan” ucapku datar. “O..iya. apa kau akan berangkat malam ini?” ujarnya sambil memoleskan lipgloss ke bibir tipisnya. “Mmm…” gumamku mengiyakan. “Baiklah Yoong saatnya kita yang menggebrak paggung ini” ucapnya tersenyum sambil menarik tanganku menuju panggung.

SONG AND THE DANDELION 1

Dentuman keras suara bass dan getaran sound speaker membuat suasana semakin riuh. Bias-bias lampu redup warna merah-kuning-hijau menari kesana kemari. “Everybody..scream!!” seketika semua pengunjung berteriak mengikuti perintah sang penyanyi. Aku benar-benar tidak menyukai suasana seperti ini.Berisik. Kalau saja bukan karena ditarik Hangeng, Ryewook, dan Eunhyuk  kesini mungkin aku tidak akan datang.

“Wah..benar-benar beruntung datang kesini hari ini.” ujar Leeteuk yang ngos-ngosan sehabis menari.

“Kau benar.Lihat gadis berbaju merah tadi.Hooootttt” ucap Hangeng sambil mengipas-ngipaskan tangannya.

“Hm..tidak-tidak aku lebih suka yang berbaju silver kau lihat atas bawah wawww” ucap Eunhyuk meliuk-liuk tangannya menggambarkan gitar Spanyol. Aku hanya geleng-geleng kepala melihat keyadongan sahabat ku ini.

“Eh..tapi band kafe ini tak kalah hot. Vokalisnya meski berwajah anak-anak tapi tetap saja seksi” ujar Leeteuk sambil meneguk teqquillanya.

“Aku lebih suka drumernya” timpal Hangeng.

“Ani gitarisnya lihat benar-benar bersinar meski dibelakang.”Ujar Eunhyuk sambil mengacungkan dua jempol

Aku melirik sedikit kearah pemain band yang dapat ku lihat dari meja bartender tempat kami duduk.Hanya vokalis dan drummer yang terlihat olehku sementara pemain gitar tertutupoleh redupnya lampu kafe.

“Tidak aku justru ngeri melihatnya tanpa senyum.Mengerikan” gidik Leeteuk.

Aku hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka.Kulirik arloji kulit ku yang menujukkan pukul 04.00.“Mwoo??” kagetku.Sontak teman-temanku menoleh padaku.

“Ada apa Hae?” Tanya Eunhyuk mengerutkan alis “Kenapa kalian tidak bilang sekarang jam 4? Aku kan harus ke Jeju pasti ayah akan marah kalau aku tidak tepat waktu” kulangkahkan kakiku tanpa berpamitan pada 3 sahabatku.

“Hae…mau kemana?” tak ku acuhkan seruan mereka dan terus berlari kecil menuju parkiran sambil memencet tombol hp ku.Bukk. “Ah..Mianhamnida” ucapku membungkuk pada gadis yang terduduk akibat tabrakanku.Ia bangkit sambil mengusap-usap tubuhnya yang kotor karena tanah. “Gwenchana?” tanyaku sambil mengulurkan tangan. Sejenak ia menghentikan kegiatan ‘bersih-bersih’nya melirik kearah tanganku. Ia ulurkan tangannya dan otomatis kudekatkan uluran tanganku. Hap!.Ia meraih tas gitar yang tergeletak di sampingku dan melangkah pergi tanpa menyambut uluranku. Aku mematung heran mengira ia akan menyambut uluranku “dasar gadis aneh”. “ah! Aku harus bergegas atau….” Langkahku terhenti ketika kakiku menginjak benda padat kecil.Itu sebuah gantungan kunci petak berwarna silver.Seperti sebuah minicase. “JY..sepertinya ini milik gadis tadi” ku tolehkan kepalaku mencari sosok gadis itu. “Agassi….agassi…ini milikmu!!” ucapku sambil mengejarnya.Terlambat.Ia telah berlalu menghilang dari balik tembok belokan itu. “Lain kali ku kembalikan sepertinya dia karyawan disini”

 

SONG AND THE DANDELION 1

 

Aku buru-buru keluar dari kafe.Ku putuskan menggunakan kereta malamini ke Jeju.Memang setiap akhir bulan aku selalu ke Jeju mencari petunjuk tentang pembunuh ayahku yang terbunuh di Jeju.Bukk. Tiba-tiba seseorang dari pintu depan menabrakku. “ah… Mianhamnida” aku bergegas berdiri membersihkan debu dari tubuhku. Tiba-tiba ia mengulurkan tangan “Gwenchana?” tanyanya namun tak ku gubris ‘cih..dasar pria! Aku tidak ada waktu untuk meladenimu’ batinku. Kuraih tas gitarku dan berlalu tanpa menggubrisnya. Aku bejalan cepat takut tertinggal kereta.Aku merasa pria tadi memanggilku tapi takku hiraukan.Ku percepat langkahku sebelum ada halangan lainnya.

@Seoul station

Aku duduk di kursi panjang sebelah kaca.Kusandarkan kepalaku ke besi panjang yang berdiri di sebelahku.Malam itu tidak terlalu banyak penumpang ke Jeju.Aku terpekur mengingat segala kejadian 13 tahun lalu yang merenggut nyawa ayahku.Sesungguhya aku tak ingin lagi menginjakkan kakiku ke Jeju tapi aku juga ingin selalu mengunjungi makam ayahku.Dan mencari tahu tentang segerombolan pria malam itu.Tiba-tiba pintu kereta terbuka membuatku terkejut karena terlalu lama kembali ke masa lalu.

Kumelangkah bergegas mencari taksi menuju rumah lamaku di Jeju.Kuraih gitarku dan memasuki taksi. Aku merasa ada sesuatu yang kurang dari tas gitarku. Kuteliti beberapa menit mencari kekurangan itu.“Hah…Gantungannya!Kemana gantungannya?” teriakku dalam taksi membuat supir melirik heran dari kaca depannya.“Ahjussi tolong putar balik ke stasiun aku kehilangan sesuatu” ujarku panic. Benda itu merupakan satu-satunya peninggalan ayah sebelum kejadian itu ayah sempat menyerahkannya padaku entah apa, yang jelas ayah memintaku menyimpanya baik-baik.

Kutelusuri semua sudut stasiun, toilet, bangku di ruang tunggu bahkan gerbong yang ku naiki tadi yang memang tujuan terakhirnya adalah Jeju.Aku menyerah begitu salah seorang petugas stasiun meminta ku angkat kaki karena stasiun harus tutup. Dengan langkah gontai ku melangkah ke arah taksi yang…”Hei!! Kemana taksi tadi? Sial!”.Dan inilah aku yang kini berjalan ditengah malam sendirian.“Untung saja rumahku dekat dengan stasiun” ujarku dalam hati.

@Yona’s Old Home

Lelah! Berjalan 500 m dimalam hari memang melelahkan.Sesekali ku usap kakiku yang pegal karena sedari tadi berjalan tanpa henti.“Akhirnya!”ucapku datar. Ku buka pintu pagar kayu yang beberapa darinya sudah lapuk dan melangkah hingga sebuah suara membuatku terlonjak “Anyeonghaseo Yoona-yaa lama sekali tak berjumpa denganmu” ujar gadis itu dengan senyum ramah.Namun aku tak membalas.Aku hanya berjalan masuk tanpa memperdulikan keberadaannya.Aku membecinya bahkan aku tak ingin mengingat namanya. Walaupun aku ingat, aku tidak akan menyebutkan nama itu. Aku benar-benar membencinya.“Cih!Berpura-pura menyapaku.Aku benci dengan orang-orang seperti kalian” dengusku.“Yoona-yaa…” gumamnya tertunduk.

SONG AND THE DANDLION 1

 

Langit pagi hari Jeju yang biru benar-benar memberikan kesegaran tersendiri.Awan putih tebal berarak seolah ikut menari dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi.Sudah 2 jam yang lalu aku sampai di Jeju. Ku putuskan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum bertemu dengan ayah 3 jam lagi. Aku mengelilingi pantai biru Jeju dengan deburan ombaknya yang damai, padang bunga kuning seolah-olah membuat lautan kuning, kincir angin yang berputar pada porosnya(?) dan bukit-bukit seolah-olah menyambutku dengan burat-burat batu alaminya. Laju mobil Ferrari merahku terhenti ketika melihat padang dandelion yang ada di depanku. Bukan dandelionnya yang menarikku tapi sosok itu.

Sesosok gadis bergaun putih itu.Ia duduk diatas batang kayu di tengah padang dandelion menikmati angin yang bertiup kencang namun lembut. Menutup matanya dan membiarkan angin membelai lembut rambut blondenya. Sesekali ia membuka mata begitu angin memainkan rok gaun putihya. Tiba-tiba ia tersenyum seolah-olah ada sesuatu yang menarik didepannya kemudian kembali menutup mata. Entah angin lembut atau senyum manisnya yang membuatku nekat perlahan menghampirinya. Langkahku terhenti begitu ia berdiri bangkit masih dalam keadaan menutup mata. Aku tetap diam ditempat memperhatikan tingkahnya.“Ini saatnya” gumamnya sambil merentangkan tangan dan membuka mata. Aku bingung dengan sikapnya hingga akhirnya…

”Wahhh….indah!” ujar ku melihat pemandangan itu. Angin bertiup kencang menerbangkan semua putik-putik putih bunga dandelion di padang itu. Semua terbang lembut serempak.Aku semakin kagum melihatnya.Putik-putik itu terbang seolah-olah salju turun di musim gugur. Aku terus mencermati pemandangan itu dan menutup mata menyesapi  udara segar padang itu “Yeppoda” gumamku. Begitu aku membuka mata aku tak lagi melihat gadis itu. “Ha? Kemana dia?ahh..sayang aku belum sempat berkenalan dengannya”.

@LeJu’s Corp

“Temukan gadis itu, rebut barang buktinya dan bunuh.” Samar-samar kudengar suara berat dari balik pintu kantor ayahku. Sebelum ku ketuk pintunya tiba-tiba engsel pintu itu bergerak

“Oh..Donghae?!Kapan kau datang?” ujar paman Jung menyapaku gelagapan.Aku hanya heran melihatnya.

“Oh baru saja paman” ujarku

“Oh..sana temuilah ayahmu, aku sudah tak ada urusan lagi” terangnya seolah-olah aku meminta persetujuannya. Aku membungkuk menunggu paman Jung berlalu dan masuk ke kantor ayah

“Tumben sekali paman Jung datang hari ini biasanyakan ia hanya akan datang pada bisnis-bisnis tertentu saja dan bukan disini tapi di Seoul” tanyaku pada ayah

“Oh hanya membicarakan rencana pengembangan bisnis” ujar ayah sambil membakar cerutunya

“Ayah…buang cerutu itu” kuraih cerutu digenggam ayah dan membuangnya ke tong sampah yang ada di belakang meja kerja ayah “Lalu tadi aku mendengar barang bukti. “Barang bukti apa?” ayah gelagapan mendengar pertanyaanku

“Mm.oh barang bukti untuk perencanaan joint venture keluarga kita Hae.Ah sudahlah sejak kapan kau jadi cerewet” alih ayah menutupi sesuatu.“apa yang disembunyikan ayah? Kenapa ia gelagapan?” batinku terusik dengan sikap ayah yang sedikit aneh.

SONG AND THE DANDELION 1

 

Aku benar-benar sedih dengan sikap Yoona malam tadi.Padahal aku sengaja tidak tidur hanya ingin menyambutnya. Menyiapkan makan malam karena aku yakin pasti ia tidak makan ketika hendak kesini. Lagipula tidak ada sesuatu dirumah lamanya yang bisa ia makan. Kuputuskan untuk mendatangi padang dandelion favoritku. Ku masukkan earphone ketelingaku sambil mendengar lagu favoritku “Hah..Yoona-ya! Ini lagu favorit kita dulu.Kita selalu kesini mendengarkannya hingga tertidur” .Kupejamkan mataku perlahan dan memutar kembali memori 13 tahun yang lalu.

“Aww…”

“hahaha…rasakan! Siapa suruh kau merusak boneka Tiffany?!Apa kau lupa kalau Tiffany tidak suka bendanya dirusak apalagi oleh gadis sepertimu?! Miskin dan lusuh?!

“Tapi aku tidak sengaja lagipula Tiffanny yang menyandungku hingga merusak bonekanya”

“Apa?! Jadi kau menuduhku?!Rasakan ini” Byurr…seketika baju putihku yang baru di beli ayah dengan gaji pertamanya sebagai mandor kotor terkena tumpahan minuman berwarna Tiffany. Aku hanya dapat menunduk dan menangis tanpa melawan

“Hey kalian! Jangan ganggu dia?!” sesosok gadis datang mengalihkan pandangan semua orang dikelas itu

“Siapa kau berani menghalangi kami?”

“Aku?Aku?! Heh..apa-apaan kalian ini mengaku orang terpopuler tapi tidak mengetahuiku. Aku adalah Im Yoona preman cilik di SD ini.” ujarnya sambil membusungkan dada

“Cih! Aku tidak takut” tukas Tiffany meremehkan ia mengambil sisa minuman tadi lalu menyiramkannya kea rah Yoona. Yoona menghindari siraman itu menggunakan tas mewah Tiffany “Ya!! Apa yang kau lakukan?” semua murid saat itu hanya memandang kagum pada Yoona karena tidak pernah ada yang berani membalas Tiffany selama ini. Tiffany kesal dan berlari pergi diikuti oleh 3 teman centil lainnya

“Gwenchana?” ujarnya mengulurkan tangan padaku. Aku ragu takut ia akan menjahiliku “Tenang..aku tidak akan mengganggu orang sepertimu. Aku hanya akan membalas orang-orang seperti dia” ujarnya sambil menpuk-nepuk baju kotorku.

“Kamsahamnida” ujarku membungkuk.“Kau Jessica Jung kan?Yang baru pindah dari Amerika?” aku hanya mengangguk.

Semenjak hari itu kami berteman baik.Yoona selalu disisiku melindungiku sehingga takada yang berani menjahiliku.Kami juga selalu datang kesini saat pulang sekolah,saatmengerjakan tugas, bermain atau sekedar mendengarkan lagu yang dinyanyikan penyanyi cilik masa itu Kim Taeyeon.“Bogoshipo Yoona-yaa…” gumamku lirih. Kubuka mataku dan tesenyum melihat padangdandelion yang ada didepanku aku tersenyum mengingat-ingat masa kecilku saat bermain dengan Yoona. Kututup lagi mataku dan berdiri sambil merentangkan tangan

“Sica-aa jika kau merasakan angin bertiup semakin kencang maka itulah saatnya…”.

“Saatnya? Saatnya untuk apa?”

“Satu..dua.tiga..Ta-da”

“Inilah saatnya….” Ku buka mataku dan serta merta pemandangan alam favoritku terlihat.Putik-putik putih bunga dandelion berterbangan mengitariku.Semuanya menari tersapu angin lembut musim gugur pulau Jeju.Setitik air mata mengalir dipipiku.“Kalau saja aku tidak diam hari itu pasti kita akan tetap bersama hingga hari ini” lirihku dalam hati.Aku terkejut melihat seorang namja berada tak jauh dari tempatku berdiri.Semenjak tidak ada Yoona aku memang menjadi pencuriga karena merasa tak ada yang melindungiku.Tanpa aba-aba aku langsung berlari meninggalkan namja itu. ***

Hah..hah… nafasku terengah-engah tak teratur karena lari terlalu kencang dan tak berhenti. Merasa sudah aman ku hentikan lariku dan membungkuk menoleh kebelakang. “Hah syukurlah..” kuseka keringatku dan mengipas-ngipaskan tanganku sekedar mendinginkanku. Aksi kipas-mengipaku terhenti.Ketika mataku beradu dengan mata Yoona yang bingung namun dingin ke arahku.

“Ah..selamat pagi Yoona! Kau mau kemana rapi sekali?” sapaku membungkuk tersenyum melihat pakaiannya.

SONG AND THE DANDELION 1

Aku memutuskan untuk kembali ke stasiun mencari gantungan kunci pemberian ayah.Aku bukan mencemaskan gantungannya tapi isi yang ada dalam minicase itu.Aku telah berjanji atas nama ayah untuk menjaganya. Aku bergegas keluar dari rumah dan tak lupa membawa gitarku.Aku baru sampai di persimpangan luar dari komplek perumahan ketika melihat sosok gadis itu terengah-engah seperti usai melarikan diri ‘kenapa dia?Seperti dikejar hantu saja’ batinku.

“Hah…hah syukurlah” ia membungkuk dan mengipas-ngipakan tangannya. Tiba-tiba mata kami beradu aku berusaha menutupi salah tingkahku “Ah..selamat pagi Yoona! Kau mau kemana rapi sekali?” tanyanya sambil membungkuk dan tersenyum memperhatikan pakaianku.Aku hanya diam berusaha memberikan tatapan terdingin dan penuh benciku.“Apa kau akan ada show?” ujarnya sambil melirik jinjinganku” aku masih diam dan berlalu pergi tanpa menyahuti satupun pertanyaannya.

“Yoona-yaa!!Sampai kapan kau akan begini padaku?” teriaknya tiba-tiba menghentikan ku. Untunglah saat itu jalanan sepi sehingga tidak ada yang akan memperhatikan kami. “Aku tahu aku salah.Tapi bisakah kau menyapaku untuk sekedar basa-basi?” ucapnya dengan nada tinggi.Jujur aku tidak penah melihatnya berteriak.Itu bukan kebiasaanya sebagai gadis anggun. “Okay jika kau tak mau menyapaku. Setidaknya kau boleh mencaciku atas kejadian itu agar aku tidak selalu merasa bersalah” ujarnya serak dan mengungkit hal-hal itu.Aku benci ketika orang mulai mengungkit hal malam itu.Aku menoleh sebentar kebelakang dengan tatapan benciku dan kembali melangkah.

“Yoona-yaa!!Tidak tahukah kau betapa tersiksanya aku selama 13 tahun ini karena tidak ada dirimu?Aku sangat merindukanmu” tangisnya pecah.Aku membalikkan badan.Sesungguhnya aku ingin mengahampiri dan memeluknya.Tapi rasa benci telah menyelimuti bagian besar hatiku.Kini yang ada hanya dendam.Semenjak hari itu aku putuskan untuk melindungi diriku sendiri.Ku urungkan niatku dan maju beberapa langkah.

“Rindu?Heh? Kata klise apa itu?! Ujarku datar.“Mencacimu? Untuk apa aku mencacimu? Apa ayahku akan hidup kembali?” sergahku membuatnya tertunduk“Tidak ia tidak akan hidup!Dan jangan pernah berharap aku akan menyapamu. Aku lupa tentang dulu.Yang kuingat hanya aku dan ayahku.” Kutinggikan nadaku “Jadi jangan memintaku untuk mengingat yang dulu” ujarku  menghardiknya sambil berlalu pergi.

“Yoona-yaa!!” ia meraih tanganku sambil menagis. “Lepaskan” reflek aku menepis tangannya kuat hingga ia tejerambap “Yoona-yaa!” tangisnya menunduk.

“Jangan menyentuhku” ucapku ketus

“Kenapa kau jadi dingin begini?Ini bukan Yoona yang ku kenal.Kau tidak akan pernah kasar padaku” isaknya.Aku hanya memalingkan wajahku tanpa berusaha membantunya.“Sekeras itukah hatimu sekarang?” aku lelah mendengar ba-bi-bu nya dan melangkah pergi.

“Ya!!Agassi!!!”

SONG AND THE DANDELION 1

 

Usai pulang dari kantor ayah aku bergegas memacu Ferrari sportku menuju rumah yang berada tak jauh dari kantor. Komplek perumahan itu berada di balik padang dandelion yang tadi ku hampiri. Beberapa menit bayangan gadis itu muncul dipikiranku.Senyumnya yang teduh, wajah cantiknya yang tertutupi oleh helaian rambut yang tertiup angin.Gesture tubuhnya yang lembut saat bangkit. “Yah..Donghae-aa!!Ada apa dengan mu? Bahkan kau belum mngetahui namanya tapi sudah berani memikirkannya” gumamku sambil tersenyum

“Yoona-yaa!!

“Lapaskan!!”

Aku terlonjak begitu mendengar suara hardikkan dari seo..ah ani dua orang gadis. Aku melihat salah satu dari mereka terjerambap dengan muka basah. Tunggu! Bukankah dia gadis yang kulihat di padang dandelion tadi?.Ku sipitkan mataku sambil meneliti gadis itu. “Ah! Benar tidak salah. Tapi sepertinya ia menangis” ku perhatikan kelakuan dua gadis yang tak jauh dari tempatku sekarang

“Jangan menyentuhku” yeojja berkaos putih itu menepis kasar tangan gadis yang masih terduduk ditanah itu.“Siapa dia? Kenapa begitu kasar?” tanyaku pada diri sendiri

“Kenapa kau jadi dingin begini?Ini bukan Yoona yang ku kenal.Kau tidak akan pernah kasar padaku” aku melihat gadis itu terisak tanpa mendapat bantuan dari yeojja kasar itu.Ia malah melenggang pergi mengacuhkan si gadis. Kesal dengan sikap yeojja kasar itu, aku memutuskan untuk menghampiri mereka

“Ya!! Agassi!! Kenapa kau begitu kasar? Kenapa kau tidak membantu temanmu berdiri?” ucapku sambil membantu sang gadis berdiri. Ia hanya menatapku dingin. “Aku tidak tahu apa masalah kalian.Tapi setidaknya bisakah kau membantunya? Bukankah kau yang membuatnya terjatuh” ujarku sambil mencek keadaan si gadis “Gwenchana?” tanyaku pada sang gadis yang hanya mengangguk masih dengan air mata yang mengalir. Gadis berkaos putih itu hanya mendengus dan pergi meninggalkan kami dengan hentakkan kakinya yang keras.

“Ya!! Ndo! Kenapa tidak minta maaf?! Aish…” aku hendak mengejarnya tapi tangan kecil itu menahanku

“Sudahlah..jangan mengejarnya! Ini bukan salahnya” ujar sang gadis

“Tapi….”

“aku lah yang seharusnya meminta maaf” ujarnya sambil tertunduk lesu. Aku tidak tega melihat gadis itu bersedih.Ku lihat lutut dan sikunya berdarah karena terjatuh tadi. “Agassi…sepertinya kau terluka” kusentuh lukanya dan ia meringis “Ah..maaf… bagaimana kalau ku obati? Rumahku tidak jauh dari sini” tawarku berharap ia mau menerimanya.

“Ah.tidak usah.Rumahku juga dekat dari sini. Ada di gang no 4” tunjuknya kembali meniup-niup lukanya. Gang no 4?! Omo..sepertinya aku memang sudah ditakdirkan untuk bertemu dengannya. “Wah..kalau begitu kita tetangga dong? Rumah ku juga ada di gang no 4” ujarku berusaha tetap tenang menutupi hatiku yang berlonjak. “Bagaimana kalau ku antar kau? Toh, kita juga searah kan” lanjutku.Gadis itu mengangguk “Yess!!”.***

“Berhenti disini. Rumahku yang itu” iamenunjuk rumah berwarna krem minimalis. “Aku turun disini saja tidak enak jika tetangga melihat kita.Apa lagi kita baru bertemu hari ini.” ujarnya sambil turun dari mobilku.

“Tapi bagaimana dengan lukamu?” tanyaku khawatir

“Tak masalah hanya luka kecil.Terima kasih atas tumpangannya.” Ujarnya membungkuk meninggalkanku

“Ah..Jakkaman!” panggilku menghentikan langkahnya“apa lain kali aku boleh mampir ke rumahmu…..” aku sengaja menggantungkan kalimatku memancingnya agar ia menyebutkan nama. Ia tersenyum sambil membungkuk menolehku lewat kaca mobil.

“Jessica..Jessica Jungtentu saja boleh…”

“Lee Donghae” ucapku menyebutkan nama.

“Ya Lee Donghae-ssi.Silahkan berkunjung dan sekali lagi terima kasih atas tumpangannya” ucapnya kembali tersenyum dan melangkah tegak menghilang di balik gerbang.“Hah…sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama” gumamku tersenyum dan melaju menuju rumah.

SONG AND THE DANDELION 1

Kejadian di persimpangan tadi benar-benar membuyarkan mood ku untuk mencari benda itu.Aku memutar arah scootermatic sewaanku ke arah pantai Jeju. Dalam keadaan sedih, marah dan kacau seperti ini biasanya aku akan kesini. Sebenarnya bukan inilah tempat yang ingin ku kunjungi. Tapi padang dandelion itu. Aku tahu kalau gadis itu sering kesana apalagi semenjak kejadian itu.Karena itu aku memutuskan untuk tidak lagi mengunjungi tempat itu.Ku pinggirkan scootermaticku ke rumah warga yang tak jauh dari pantai. Aku melangkah sambil menenteng tas gitar di tangan kananku dan sneaker boot hitamku di tangan kiri. Aku berjalan menunduk memperhatikan bayanganku yang bergerak didepanku sambil sesekali menendang pasir putih pantai.Kurasakan angin pantai yang sepoi-sepoi menggoyang-goyangkan rambut lurus hitamku.Aku terus berjalan menyusuri pantai yang memang sepi.

Pantai itu bukan objek wisata jadi wajar saja kalau hanya ada aku disini.Aku berhenti sejenak menengadah dengan telapak tangan melindungi mataku memperhatikan awan lembut dan langit biru di atasku “Hm…cerah sekali” ujarku kembali melangkah aku melihat batang kelapa yang sudah lama tumbang dibibir pantai.Kuputuskan untuk duduk mengistirahatkan kakiku yang mulai lelah.Aku terpekur mengingat sikap kasarku pada gadis itu tadi pagi.“Ah ani!Itu bukan salahmu Yoona!” ujarku pada diri sendiri menggeleng-geleng menepis bayangan itu.

Beberapa saat aku hanya menatap kosong ombak pantai yang terhempas keras di pantai. Kuraih tas gitarku dan mengeluarkan gitar coklat usang yang diberikan ayah padaku. Dan merupakan kado terakhir ayah padaku.Kubersihkan sebentar badan gitar itu dan membenarkan beberapa kuncinya sambil sesekali memetiknya untuk sekedar mencek.Begitu aku merasa sudah pas, ku petik gitarku memainkan lagu yang biasa ku nyanyikan saat sendiri.

-MISTAKE-

Ha… aha…yea ih….

Huhuhu..hu~~

Nan ajig jejarijyo
Yeojeonhi geudae gyeoteseo
Hemaeida jichyeoseo

oneuldo geudaer maemdolda
Haru tto haru heulleo heulleoseo
Yeogikkaji ongeojyo

almyeonse apeun nae mam almyeonseodo

utneun geudaega nar deo apeuge hajyo

 

Air mata mengalir pelan dipipiku. Semua memori-memori lamaku terputar seolah tombol rewind tertekan otomatis. Ayah yang menyambutku dengan senyumnya saat aku pulang. Aku yang bergandengan dan tertidur di padang dandelion bersamanya semuanya masuk perlahan-lahan. Aku menagis.Membiarkan air mata mengalir sambilmemaksakan diriku untuk kembali melanjutkan lagu yanga baru akan memasukai reffrain

Nareur deo saranghage mandeulji mothan
Nae jalmosijyo
Nae…Naega do….Naego do…
hiks..hiks….

Aku benar-benar tidak mampu bernyanyi lagi.Ku hempaskan gitarku kepasir lembut pantai.Aku terisak sambil menutup mulutku dengan kepalan tanganku.Air mataku mengalir deras. Kenangan tentang kejadian terbunuhnya ayah malam itu bercampur aduk dengan masa canda tawaku ketika masih bersama ayah dan gadis itu

“Yoona-ya…kelak kalau kau sudah besar kau ingin jadi apa?” Tanya ayah sambil tersenyum lembut padaku

“Hm….aku ingin jadi penyanyi bersama Jessica” ujarku sambil melirik jessica

“Bersamaku? Kenapa?” ujar Jessica terkejut

“Suaramu kan bagus dan aku mahir dalam bermain gitar jadi kita akan selalu bersama hingga tua” ujarku tersenyum. Membuat jesica tersipu

“Hahaha…lalu Jessica kau mau menjadi apa?” ayah membelai rambut Jessica yang telah ia anggap sebagai putrinya sendiri.

“Hm…appa sepertinya aku akan jadi penyanyi juga seperti Yoona.Asal ada Yoona aku tak masalah menjadi apa pun” ujarnya ikut menyerbu di pangkuan ayahku.

Kami berjanji untuk bersama dalam keadaan apapun.Tapi malam itu Jessica mengingkari itu bukan hanya Jessica tapi keluarganya.Mereka membiarkanku sendiri tanpa mau menolongku.

Dadaku semakin sesak begitu mengingat malam itu.Sesekali ku tepuk dada kiriku menghentikan rasa sesak itu. Percuma!.Semuanya terlalu pahit untukku ingat.Terlalu sakit untuk dilupakan.Aku menangis sejadi-jadinya.“Aaagh!!!…hiks…hiks….Appaaaa!!” teriakku tanpa menghentikan tangis.Aku menghentikan tangisku sejenak ketika merasa ada sebuah langkah mendekatiku.Aku menoleh ke arah ujung kaki yang mendekatiku masih dalam keadaan segugukan.Lalu mengarahkannya ke wajah orang itu.Namun gelap.Sinar matahari menyilaukan pandanganku.

“Hm….Kenapa kau berhenti disaat-saat yang tidak tepat?Padahal tadi kau menyanyikannya dengan sempurna?” ujarnya.Samar-samar ku lihat senyum terulas dibibirnya “Hah…dankau malah mengakhirinya dengan suara cempreng. Membuat telingaku sakit” lanjutnya

“Kau siapa?…….” tanyaku meyelidik

“Aku….?”

 

BERSAMBUNG…

Siapakah namja itu?author bigung nentuin siapa, jadi pengen minta saran dari readers aja

Tolong ya komentar dan sarannya ^^ TERIMA KASIH


45 thoughts on “SONG AND THE DANDELION 1

  1. bkan namja tu yg membuatq pnsaran, tp akn brakhir dgn siapakah donghae??? yoona atau jessica???
    ah!!! aq pngen yoona aja, mskipun akhir2 bnyak FF tntg yoonhae.
    tp tak apalah…
    krna apapun yg brhubungan dgn yoonhae tdk akan membuatq bosan.

    klau dsruh ngasih saran, aq pilih siwon oppa sbgai namja itu, tp kibum oppa jga tdk apa2…

    lanjutkan chingu!!!
    aq tunggu…
    keep writing!!!

    Like

  2. pertama baca ff ini agak bingung..
    Namun lama kelamaan gak bingung agie..
    Suka ma karakter yoona eonni dsni,..
    Cuek n dingin.. Bisa ngehayal yoona eonni berkarakter beda ma ff yg laen..!!
    Q pngen cow yg nemuin yoona eonni dpantai itu siwon oppa..jebal author siwon oppa yah..!!
    Cpat dlanjut..!!

    Like

  3. spa tuuu??apakah hae hyung??

    wah hae hyung sukany ma sica trnyata..

    n itu bokapny hae hyung yg nembak bokapny yoona y??

    wah complicated nie..

    ditunggu updetanny chingu..

    Like

  4. siapakah itu??
    jdi tmbah pnasaran sma ceritanya….,ditunggu next prt nya ya?jgan lama lama
    klo aq usul,pgennya ending nya yoonhae aja

    Like

  5. cow yg nemu’in Yoona Siwon oppaaaaaa!!
    jebal Siwon oppa!!please…
    buat aja Wonpa ga sengaja ktmu Yoona yg lgi asik nyanyi!!tpi Yoona’a ttp dingin!!
    trus biar Sica ma Hae ajach!tpi jgn dbuat gmpg,dbuat lbh complicated!!
    munkin Yoona bkl rebut Hae gr2 dendam x!kekeke
    Yoowon Haesica!!!fighting….
    lanjut…

    Like

  6. setuju, suka nih sama karakter YoonA di sini. walaupun sedih banget masa lalunya ;/
    Kyuhyun aja gmana? tipe2 yg doyan ngatain/ evil gtu kan kyuhyun😛
    hehe author hwaiting!

    Like

  7. siwon apa kyuhyun aja…..

    tapi rasanya sakit kalo liat donghae oppa suka ama cewek lain selain yoona……hahaha.
    lanjutannya jangan lama2 ya…..

    Like

  8. Wah…
    jadi bingung aku…
    awalnya sih pengen Kyuhyun…
    tahunya pada ngusulin Siwon ma Kibum… aku juga nigar kalau Yoonadivt gak bakalan suka kalau aku bikin karakter Eonni jadi gak ceria seperti biasa., tahu-tahunya ada yang suka…
    aku tunggu aja deh sdulu yah…

    Siwon?? Kibum?? Jonghyun?? Joohyunh?? atau Kyuhyun?? hehehehe
    Makasih atas komennya😀 mian gak bisa di balas satu-satu😀

    Like

  9. waah seru seru😀
    tapi donghaenya sukanya sama si sica T.T gapapa sih, awalnya emang suka sica tapi akhirnya happy ending bersama yoona😄 *jiwa shipper menggebugebu

    cowonya? Hae aja gimana? Ato kyu? Kalo hae, entar haenya bisa tambah deket gitu ama yoona hehe

    Lanjuuut asap ! Yoonhae FTW!

    Like

  10. YoonHaeSica.. okelah~ akhir akhir ini banyak sekali ff Yoonhae yang bermunculan (?)
    Waaah ini bagus.. overall aku suka banget sama bahasanya yang mudah tapi dramatis juga.. Yang agak bikin susah itu, hm pas bagian Sica’s side atau Yoona’s side.. itu suka ngebingungin, hehe
    Sica yang bunuh appanya Yoong? kok bisa? Sica bukan anak mafia kan?
    Hae juga tetangga Sica, dia baru pindah ya?
    Suka karakter Yoona disini, dingin kaku.. biasanya yang dingin itu pasti Sica..
    Soal pair, aku netral aja deh… mau HaeSica atau YoonHae gpp~
    Yang datengin Yoong siapa? Siwon aja plis, atau nggak Kibum… siapa aja deh asal jangan Kyuhyun.. karna Kyu itu milikku >.< .___.
    Lanjuut yaah~ jangan lama lama~

    Like

  11. Semoga akhirnya yoonhae:/
    penasaran sama namja ituu, feeling aku namja itu kyuppa atau heeppa. Tapi kayanya salah deh, feeling aku kan jarang benernya *curhatsedikit

    Like

  12. Aaa. . karakter Yoonanya keren^^
    Chingu ffnya YoonHae doonk. . Awalnya hae gasuka yoona begitu juga sbaliknya tapi lama lama mereka jadi saling suka. .haha
    Fighting!

    Like

  13. wah,,, ni FF sooo daebak lah pokoknya,,,,
    entah kenapa pas ngebaca akhiran part 1 nya kok aku ngebayangin kalo tu namja Kibum oppa atau Sungmin Oppa ya,,,,,🙂
    pokonya maju terus deh,,,, 1000 jempol bwt karyamu🙂

    Like

  14. haesica ya haesicaa, yoonhae udh byk, haesicaa ajaahh😀 yoona sama siwon/kibum, tapi lebih bgus siwon yoonwon haesica!! daebak ff nya, lanjutkann !

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s