Many Stories Before I Die (Part 3)


Annyeoong!! Saya kembali lagi readers! Mianhae kalo udah lama gak nge post… Aku lagi males cuap-cuap nih, jadi mendingan langsung baca aja yaaa😀

Now, HappyReading! ^__^

Don’t forget to Like and Comment!

 

Author : Kim Terra ( @swastiliciouss )  >>> Mention for followback! Yang nge-follow, saya doain masuk surga dan bisa ketemu sama bias nyaa *amiiin* :p

 

Tittle : Many Stories Before I Die (Part 3)

 

Cast :

  • Choi Jinri a.k.a. Sulli
  • Kim Heechul
  • Choi Siwon
  • Hwang Tiffany
  • Park Sun Young a.k.a. Luna
  • Song Qian a.k.a.Victoria
  • Amber Josephine Liu a.k.a. Amber
  • Jung Soo Jung a.k.a. Krystal

Support cast : Find it by yourself!

 

Genre : Romance, Friendship, Sad, Family

Rating : PG – 13

 

Disclaimer : Semua cast nya milik Tuhan, tapi alur dan plot-nya milik saya^^

 

Cat.: – tulisan yang bertanda miring itu artinya flashback gitu yaa J

 

 

// Ternyata mereka masih peduli…//

 

–        Author POV – in the morning

 

Sinar matahari yang menyilaukan, menyinari wajahnya. Membuat gadis manis itu terbangun dari tidurnya. Ia mengucek-ngucek matanya. Beberapa kali ia menguap dan meregangkan otot-otot tubuhnya. Lalu ia mengambil handphonenya yang terletak di atas meja, sebelah ranjangnya. Waktu menunjukkan pukul 06.30.

 

 

“Kau sudah bangun, nak?”Tanya Siwon Appa yang sedang membuka gorden kamarnya.

 

“Ne, appa…”jawab Sulli pelan.

 

 

Sulli masih duduk di ranjangnya, masih mengumpulkan tenaga. Ia melihat ke sekeliling kamar. Pemandangan kamarnya terlihat berbeda. Biasanya yang ia temui adalah tembok berwarna putih dengan gorden hijau. Tapi sekarang… Yang ia temui adalah tembok berwarna soft pink dengan gorden yang berwarna pink juga. Ia terdiam sebentar, mulai berpikir.

 

 

“Appa! Inikankamarku!”seru Sulli girang ketika ia menyadari bahwa ia sudah ada di rumah, di kamar tidurnya sendiri.

 

“Yap, betul sekali!”kata Siwon Appa.

 

“Kok tiba-tiba aku bisa dirumah? Bukannya kemarin masih di rumah sakit?”Tanya Sulli bingung.

 

“Iya. Kemarin, kata dokter, kau sudah lumayan sehat dan kau sudah bisa pulang. Saat itu, kau masih tidur. Appa tak tega membangunkanmu. Jadi Appa membawamu pulang saat kau masih terlelap, yah sekalian membuat kejutan untukmu…”jawab Siwon Appa panjang lebar.

 

“Oh begitu… Tapi aku senang bisa kembali ke rumah. Aku rindu kamarku!”kata Sulli sambil memeluk sebuah boneka yang sudah ada di kasurnya.

 

“Sulli-ah, kau jadi berangkat sekolahkanhari ini? Sebaiknya kau segera bersiap… kau masuk pukul 07.30kan?”

 

“Oh iya, hampir lupa! Aku mandi dulu ya, Appa!”kata Sulli sambil berlari kecil ke kamar mandi.

 

 

Dengan semangat, Sulli beranjak dari kasurnya. Ia mengambil handuk lalu segera berjalan menuju kamar mandi. Ia mandi sebersih dan secepat mungkin. Ia memang tak sabar untuk segera bertemu teman-temannya.

 

 

Sekitar 15 menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi. Sulli segera mengenakan seragam sekolahnya. Pakaian yang sudah seminggu lebih tidak ia pakai. Kini begitu senang hatinya karena pakaian tersebut telah melekat di tubuhnya. Lalu ia segera menuju ruang makan untuk sarapan bersama Siwon Appa.

 

 

“Annyeong, Sulli!”sapa Heechul yang sudah menunggu daritadi di ruang makan.

 

“Annyeong, oppa… Kok kau sudah datang? Cepat sekali…”Tanya Sulli.

 

“Ne, Sulli. Appa-mu yang menyuruhku datang lebih awal. Benarkanajhussi?”

 

“Benar… Karena Appa ingin kita sarapan bersama,”kata Siwon Appa mengiyakan.

 

 

Lalu mereka sarapan bersama. Dulu, sewaktu Tiffany Eomma masih ada, mereka selalu sarapan bertiga dengan Siwon Appa. Namun beberapa tahun terakhir, setelah Tiffany Eomma meninggal, Sulli hanya makan berdua dengan Appa. Bahkan, kadang sarapan sendirian, kalau Siwon Appa berangkat kerja lebih pagi. Pastinya saat itu Sulli sangat kesepian.

 

 

Tiba-tiba, Sulli teringat tentang kenangan terakhir bersama eomma-nya di meja makan beberapa tahun lalu…

 

 

—————————————————

 

 

“Sulli, ayolah! Kau harus sarapan, walaupun hanya sedikit…”kata Tiffany Eomma yang sudah siap menuangkan nasi goreng ke piring Sulli.

 

“Shireo, eomma! Aku tak lapar…”bantah Sulli.

 

“Kalau kau tak sarapan, kau akan mendapat tenaga darimana, nak? Kau harus sarapan…”Siwon Appa ikut menasehati.

 

“Shireo…”Sulli membantah lagi.

 

Wajah Sulli jadi cemberut. Hampir setiap pagi selalu seperti ini. Sulli selalu membantah jika disuruh sarapan. Alasannya pun selalu sama, ‘belum lapar’. Padahal ia membutuhkan sarapan yang cukup agar bertenaga di pagi hari. Awalnya, ia pikir Appa-nya akan membelanya, tapi ternyata Appa-nya juga menyuruhnya makan.

 

“Ayolah Sulli…”kini malah Tiffany Eomma yang memohon.

 

“Makanlah, Sulli. Dengan kau memakannya, itu artinya kau menghargai masakan eomma-mu… Kau harus tau, Sul, eomma-mu sudah berusaha sekuat tenaga lho untuk memasak masakan ini…”nasihat Siwon Appa.

 

Kata-kata Siwon Appa membuat Sulli sadar. Eomma-nya yang kini sedang sakit parah pun ternyata tidak mau bermalas-malasan, ia masih mau berusaha membuatkan sarapan untuknya dan Siwon Appa. Padahal Tiffany Eomma tahu, kalau Sulli paling susah dengan yang namanya ‘Sarapan’.

 

“Baiklah, eomma aku akan sarapan… Geundae (tapi)…”Sulli belum melanjutkan kata-katanya.

 

“Mwo?”Tanya Tiffany Eomma penasaran.

 

“SUAPIN…”jawab Sulli dengan manja sambil menunjukkan wajah aegyonya.

 

“Mwo? Suapin? Aiish, Sulli! Kau tahu, umurmu sudah 13 tahun, tapi masih minta disuapin! Nappeun yo… Tapi, biarlah… yang penting kau sarapan!”kata Tiffany Eomma sambil menyendok nasi goreng ke mulut Sulli.

 

 

—————————————————–

 

 

Ya, itulah momen terakhir Sulli bersama Tiffany Eomma di meja makan. Karena beberapa hari kemudian, Tiffany Eomma menghembuskan nafas terakhirnya, karena terlalu lelah. Tak terasa, ketika mengingat kejadian tersebut, bulir-bulir air mata membasahi pipi Sulli.

 

 

“Sulli, gwaenchana?”Tanya Siwon Appa, khawatir.

 

“Ehm, hah? Mwo?”Sulli malah jadi salah tingkah tak jelas.

 

“Waeyo, chagiya? Kenapa pagi-pagi sudah menangis?”Tanya Heechul sambil menghapus air mata di pipi Sulli.

 

“Ahni…”jawab Sulli singkat.’

 

“Sudah selesaikanmakannya? Ini… Kau minum dulu ya obatnya…”kata Siwon Appa sambil menyodorkan beberapa obat tablet dan kapsul.

 

 

Sulli meminum obat-obatnya. Lalu ia mengambil tas sekolahnya dan memasukkan obat-obat tersebut ke dalam tasnya. Obat-obat itu akan ia minum di sekolah sehabis makan siang nanti.

 

 

“Appa, aku berangkat dulu ya…”pamit Sulli.

 

“Ne… Hati-hati, ya. Jangan lupa nanti obatnya diminum…”kata Siwon Appa.

 

“Ya, Appa…”

 

“Oya, Heechul. Tolong jaga Sulli baik-baik, ya…”nasihat Siwon Appa.

 

“Ne, Appa. Kami berangkat dulu, ya…”

 

 

 

—————————————– At School

 

 

Semua orang memandangnya. Guru-guru, teman-teman, pembantu sekolah, satpam dan banyak orang lainnya memandang Sulli, yeoja yang sudah seminggu lebih tak masuk sekolah. Tak sedikit siswa yang menyapa Sulli.

 

 

“Sulli!”sapa beberapa siswi di sekolahnya. Sulli hanya balas melambai.’

 

“Sul, aku ke kelas dulu ya!”kata Heechul setelah mengantar Sulli sampai ke kelasnya.

 

“Ne, oppa…”kata Sulli yang kemudian masuk ke dalam kelas.

 

 

Semua mata memandangnya.Parayeoja dan namja menyapanya dan berteriak, “Sulli!”. Sulli menganggapnya sebagai sambutan.

 

 

“Sulli!”teriak Krystal, sahabatnya sekaligus teman sebangkunya. Krystal langsung memeluk Sulli, melepas rasa rindunya.

 

“Krystal!”

 

“Nanjeongmal bogoshipeo, Sul. Kemana saja kau selama seminggu? Aku kesepian tahu karena duduk sendirian…”Tanya Krystal.

 

“Nado jeongmal bogoshipeo, Krys… Mianhae, selama seminggu aku sakit dan tidak memberitahu kalian…”jawab Sulli.

 

“Gwaenchana. Tapi kau sudah sehatkan? Wajahmu masih sedikit pucat,”kata Krystal.

 

“Ne, aku sudah sehat…Victoria, Luna dan Amber dimana? Walaupun beberapa waktu lalu aku dibentak mereka, aku tetap rindu mereka…”Tanya Sulli.

 

“Mereka ada di kelasnya, seperti biasa…”jawab Krystal.Victoria, Luna dan Amber memang tidak sekelas dengan Krystal dan Sulli.

 

“Bagaimana kabar mereka?”

 

“Selama seminggu iniVictoriaselalu marah-marah… Karena kau tak pernah muncul lagi untuk latihan. Kau tahu? Walaupun mereka marah padamu, tapi saat kau tak masuk sekolah, mereka merasa kehilangan, termasuk aku…”ujar Krystal pelan.

 

“Ya, aku juga merasa kehilangan tanpa kau dan mereka… Gomawo, Krys, karena selama ini kau tetap baik padaku…”

 

“Tentu, Sul. Kitakansahabat! Oya, kau sakit apa kemarin?”Tanya Krystal. Pertanyaan ini membuat Sulli bingung. Tak tahu apakah ia harus menjawab jujur atau tidak.

 

“Ehm… Aku…”Sulli belum melanjutkan jawabannya tapi…

 

KRIIIING!~ Bel berbunyi. Leeteuk Seonsaengnim memasuki kelas, memotong pembicaraan Sulli dan Krystal.

 

 

“Jawabnya nanti saja, Sul… Leeteuk seonsaengnimkangalak. Aku tak ingin disuruh mengerjakan soal di papan tulis karena ketahuan mengobrol…”kata Krystal. Mendengar itu Sulli langsung bernapas lega.

 

 

—————————————- Jam Istirahat

 

 

Saat jam istirahat ini, Krystal mengajak Sulli ke perpustakaan. Katanya ingin meminjam novel. Sulli mengiyakan saja ajakan Krystal, yang penting Krystal tak bertanya lagi tentang penyakitnya.

 

 

Krystal dan Sulli menuju tempat novel remaja. Mereka sibuk membaca synopsis-sinopsis novel remaja tersebut. Mungkin ada novel yang menarik yang bisa dipinjam.

 

 

“Oh! Ternyata kau sudah masuk!”suara seorang yeoja membuat Sulli mengalihkan pandangannya dari novel yang sedang ia baca. Teryata ituVictoriabersama Amber dan Luna. Mereka bertiga menatap Sulli dan Krystal dengan sinis.

 

“Ehm.. iya…”jawab Sulli pelan, karena sebenarnya ia takut. Takut bila ketiga sahabatnya itu akan marah ataupun berkata sinis.

 

“Chingudeul, kemarin Sulli tak masuk karena sakit… Lihat saja, wajahnya pun masih pucat”ujar Krystal.

 

“Kalau sakit, kenapa waktu itu kau tidak memberitahu kami? Kau sudah tidak menganggap kami lagi?”Tanya Amber  dengan nada yang agak tinggi.

 

“Amber, kecilkan suaramu. Ingat, ini perpustakaan!”bisik Luna.

 

“Kami Cuma ingin Tanya, Sul. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari kami?”Tanya Victoria.

 

“Aku yakin kau sedang menyembunyikan sesuatu dari kami. Tapi aku tak tahu apa. Kalau kau masih menganggap kami sahabat, tolong katakan sekarang,”kata Luna.

 

 

Teman-temannya mulai mendesak Sulli. Sulli menundukkan kepalanya. Ia mengepalkan tangan kanan nya.

 

 

“Cukup! Aku tak mengerti kenapa kalian seperti ini! Waktu itu aku memang salah, mianhae. Tapi waktu itu aku memang sakit. Aku bolos rapat dan bolos ekstrakurikuler karena aku berobat ke rumah sakit dan ditemani Heechul oppa! Aku minta maaf karena tak memberitahu ini pada kalian… Maaf…”ucap Sulli panjang lebar.

 

 

Ucapannya tadi membuat keempat temannya melongo. Tanpa menunggu respon dari mereka, Sulli membanting novel yang daritadi ia baca. Lalu ia langsung berlari keluar perpustakaan. Tak peduli walaupun banyak orang yang melihatnya.

 

 

“Sulli-ah! Chagiya!”peluk Heechul ketika melihat Sulli yang berlari sambil menangis.

 

“Oppa…”ujar Sulli pelan.

 

“Kau kenapa, chagi? Ada yang menyakitimu? Ayo, katakana pada oppa,”Tanya Heechul.

 

“Ahniyo…”jawab Sulli.

 

“Jujur saja.. Teman-temanmu menyakitimu?”Tanya Heechul.

 

“Ahni… Mereka hanya belum bisa menerimaku saja. Geundae (tapi)… Gwaenchana, oppa chagiya…”jawab Sulli. Ia tak ingin Heechul terlalu mengkhawatirkannya.

 

“Apa perlu aku peringatkan mereka? Aku tak bisa terus melihatmu seperti ini…”kata Heechul sambil mengelus rambut Suli.

 

“Tak perlu, oppa… Gwaenchana. Jeongmal gwaenchana,”kata Sulli meyakinkan Heechul.

 

“Yasudah. Aku tak memaksa kok…”

 

“Oppa, aku ingin cuci muka dulu ya,”ujar Sulli sambil melepaskan pelukannya dari Heechul.

 

 

Heechul mengantar Sulli sampai ke depan pintu kamar mandi. Ia duduk di bangku yang ada di depan kamar mandi, menunggu Sulli. Tapi, sudah 15 menit ia menunggu dan Sulli belum juga keluar. Ada apa sebenarnya?

 

 

“Heechul!”panggil seorang yeoja, namanya Taeyeon, teman sekelas Heechul.

 

“Taeyeon!”

 

“Sedang apa kau disini?”Tanya Taeyeon.

 

“Menunggu Sulli. Sudah 15 menit di dalam, tapi dia belum kembali juga,”jawab Heechul.

 

“Haha, namanya juga yeoja. Nanti aku panggilkan dia. Aku masuk dulu yaa…”kata Taeyeon sambil berjalan masuk ke kamar mandi.

 

Beberapa detik kemudian…

 

“SULLI!”

 

 

———————————————– TBC —————————————————-

 

 

Huaaa, TBC lagi… Mianhae ya kalo part yang ini sangat mengecewakan dan terlihat buru-buru… Mianhae juga ya kalo kependekan dan banyak typo… Tapi walaupun begitu, aku minta LIKE dan COMMENT dari kalian yaa— Gomawo *bow*😀


12 thoughts on “Many Stories Before I Die (Part 3)

  1. kurang panjang lagi onnie, gak da Taelli nya…#nangis #maklum reader shippernya Taelli, mian…
    Yee, Sulli udh masuk skola! Udah baekan ma Krystal, tp member yg lain belum ya?
    Oy, Sulli kenapa? Pingsan lg?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s