TRUE LOVE PART 1


TRUE LOVE PART 1
Author : FIRSHA
Cast : choi minho SHINee
Seohyun Snsd
Yoona Snsd
Key SHINee
And other cast.
Genre : Romance,sad.
Length: chapter (5-6 chapter maybe)
Rating: teenagers
Nb:ini murni dari hasil pemikiran saya dan otak saya, jadi maaf kalau ada kesamaan pemain, cerita dan alurnya karena itu murni ketidak sengajaan!! ini adalah ff kedua saya, jadi mohon dimaklumi kalau banyak typo disana-sini dan alurnya agak berantakan. Author lagi pingin buat ff romance dan ada unsur- unsur sedihnya gitu. Yaudah,gak usah banyak bicara langsung ajah baca.
Tapi sebelumnya, comment please!!!!!!!
Happy reading readersJ
Seohyun pov
“minho-ssi, itu sudah masa lalu kita! Jangan pernah membuatku mengingatnya lagi, aku sudah berusaha melupakannya”seruku parau, semilir angin kian menerpa rambut panjangku membuat wajahku tertutup dengan rambutku.
“hah.. hyunnie-ah, kau kemana saja selama ini?mengapa kau baru kembali sekarang? Yang dulu, maafkan aku.. aku tidak tau kalau kau dan yuri…” perkataannya menggangtung, rasanya aku ingin memakinya sekencang-kencangnya.
 “saudara?huh? Mengapa kau bisa berkata seperti itu? Apa kau tidak tau bagaimana rasanya menjadi aku minho-ssi?oh iya, aku lupa kau tidak pernah mengerti rasanya menjadi aku karena kau sudah ada yuri”seruku lantang lalu sekuat tenaga berusaha menahan air mataku.
“hyunnie-ah!”dia sedikit membentak, “jangan begitu, aku tau dulu aku salah tapi..tapi..”kata-katanya menggantung membuat dadaku semakin sakit, aku ingat dimana dia mencampakkanku dan dimana dia lebih memilih yuri eonnie, kakakku.
“tapi kau masih belum bisa melupakan yuri ,begitu?hah?”aku mendongakkan wajahku berusaha membuat wajahku sejajar dengan muka tegasnya. Dia menatap mataku senduh, aku tau sekarang mataku tampak berkaca-kaca tapi sebisa mungkin kutahan cairan bening itu keluar.
“hyunnie-ah, kumohon jangan berkata seperti itu.. itu tidak benar!”serunya lalu memegang kedua pipiku, aku tersenyum kecil meremehkan lalu berbalik menatapnya. “bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu minho-ssi?kau tau?kau sangat jahat!”seruku lalu melepas kedua tangannya dari pipiku.
Aku berbalik kembali menatap danau didepanku, taman ini.. tempat ini.. danau ini membuatku kembali teringat pada kejadian masa laluku bersama namja disampingku ini. “arra, aku memang jahat tapi mauka kau memaafkan aku?”tanyanya parau
Aku terduduk lalu melepaskan butiran-butiran bening dari mata indahku, kumasukkan kedua tanganku kedalam kantung jaketku lalu berdiri. “mianhe minho-ssi, aku ada urusan jadi pertemuan kita kali ini berakhir sampai sini saja..”seruku lalu berjalan pelan
Kulirik dia tampak duduk melihat kepergianku, aku moleh kebelakang sekilas dan kudapati dia sedang mengambil sesuatu didalam saku jaketnya, entahlah itu apa.
“ne yuri, aku akan segera kesana..”samar-samar kudengar dia berbicara dan kuyakin dia sedang menelfon yuri, aku tertawa kecil lalu menangis. Bisa-bisanya dia mempermainkanku, apa aku hanya sebuah boneka dimatanya?hahaha..
Aku tertawa melihat betapa lemahnya diriku, aku terus berjalan terseok-seok menembus ribuan rumput panjang didepanku. Air mataku masih dengan derasnya menyelusuri pipi pucatku.
Aku mengambil handphone didalam kantung jaketku lalu memencet tombol dua, tidak ! aku tidak mungkin memencet tombol satu karena itu adalah nomor telepon minho,hah lucu sekali!
“yeobseyyo..”seru sebuah suara diujung sana, aku tersenyum mendengar suaranya lalu mendesahkan nafasku. “hyunnie-ah, apa kau baik-baik saja?”serunya lagi, terdapat nada kekhawatiran didalamnya.
“key, aku bertemu dengannya.. bertemu dengan minho”seruku parau.
***
“mwo?kau bertemu dengannya ditaman?dia benar-benar gila!”aku mendengar key memaki-maki tidak jelas, aku sibuk memandang keluar jendela cafetaria ini, fikiranku melayang entah kemana. Kufikir saat aku kembali dari amerika, aku bisa melupakan mereka dan menjalin hubungan yang baru dengan yuri eonnie tapi saat melihat wajahnya rasa marah, bingung, sedih, bimbang bercampur membaur.
“sudahlah hyunnie, aku akan membantumu menghadapinya”aku mendengar key berusaha menguatkanku, aku menatapnya lalu tersenyum tipis. Kugenggam tanganku lalu mengelus-ngelusnya berusaha membuat hatiku tenang.
Key memajukan tangannya lalu mengenggam tanganku, aku mendapatkan kehangatan dari telapak tangannya. “hyunnie-ah, ingat aku selalu disampingmu..”serunya lalu tersenyum lebar kearahku. senyuman itu.. andai minho yang didepanku sekarang, andai..
Aku mendesahkan nafasku lalu memandang keluar jendela sekali lagi, “key, dulu aku begitu bahagia bersamanya tapi mengapa dia membuatku seperti ini key?selama ini aku berusaha melupakannya dengan pergi ke amerika tapi mengapa semuanya menjadi begini?wae key?” aku terisak sendiri sambil memandang keluar jendela.
“hyunnie-ah, aku mengerti perasaanmu sekarang.. kau tertekan dengan keadaanmu hyunnie tapi kumohon hyunnie kuatlah demi aku..”serunya lirih, aku terisak lagi lalu menunduk menghadap ke meja.
Aku merasakan sebuah tangan memegang kedua pipiku, lalu memaksa wajahku untuk mendongak menatap kearahnya, air mataku masih jatuh perlahan-lahan membasahi tangan key. “key..”Seruku lirih, dia tersenyum lalu menghapus air mataku.
“hyunnie, ini sudah malam.. kuantar kau pulang, nanti kau sakit”serunya lalu tersenyum sekali lagi, aku hanya dapat mengangguk-anggukan kepalaku. Aku beranjak berdiri disusul olehnya, dengan semangat key mengapit lenganku lalu menarikku keluar.
Sesampainya diluar key menyalakan mesin motornya lalu memberi tanda agar aku duduk dibelakangnya, selama perjalanan kami diselimuti oleh keheningan. Bukan karena tidak ada topik yang bisa dibicarakan tapi sepertinya key sadar bahwa aku tidak ingin diajak bicara.
“hyunnie,sudah sampai..”seru key, aku mendongak dan mendapati pekarangan rumahku yang indah. Selama itukah aku melamun memikirkan minho?waktu terasa bergulir begitu cepat padahal kurasa baru saja aku meninggalkan cafetaria tapi aku sudah sampai didepan rumah.
Aku turun dari motor key dengan malas lalu menundukkan badanku, “gomawo key, kau sudah menemaniku hari ini..”seruku lalu beranjak pergi namun tangan key menahan lenganku, aku berbalik lalu menatap key heran.
“hyunnie, menjadi kuatlah”serunya menyemangatiku lalu tersenyum lebar, aku mengangguk-anggukkan kepalaku lalu mengelus pelan tangannya yang masih menggenggam lenganku. “kha! Pulanglah, adikmu pasti mencarimu..”seruku lalu melepas genggaman key dari lenganku.
Key memakai helmnya lalu mengendarai motornya dengan cepat menembus dinginnya malam, aku tersenyum memandang kepergian key, lalu aku berjalan memasuki rumah.
“hyunnie, kau pulang dengan siapa?”seru seseorang saat aku memasuki rumah, aku mendongak dan mendapati yuri eonnie tengah berdiri didepanku. Aku menatapnya sekilas lalu melepas sepatuku, “hyunnie, jawab aku!”serunya agak membentak
Aku beranjak menaiki tangga tapi seseorang menahan lenganku, aku berbalik dan mendapati yuri eonnie memandangku dengan tajam. “aku ini eonniemu!jangan bersikap seperti itu hyunnie-ah!”bentaknya dengan keras.
Aku berbalik mensejajarkan wajahku didepan mukanya, “tch!”decakku lalu memandangnya tajam, “eonnie?kau bilang apa?sejak kapan kau menjadi eonnieku?”bentakku tak kalah keras, dia memandangku tidak percaya.
“hyunnie-ah, kau-“
“kenapa?kau kaget aku bersikap seperti ini?sudahlah, aku malas berdebat denganmu!”seruku lalu menghentakkan tangannya dengan keras, dan dia tampak menutup mulutnya tidak percaya. Aku berlari sekencang-kencangnya menuju kamarku lalu menutup pintunya dengan keras.
Aku terduduk diatas kasurku, sebelah tanganku berusaha menopang tubuhku agar tidak ambruk keatas kasur dan tanganku yang satunya berusaha menahan isakan yang keluar dari mulutku. “wae? Kenapa ini harus terjadi padaku! kenapa?”gumamku sendiri.
Minho pov
“baik pak, saya usahakan pertemuan dengan arsitek itu diadakan hari ini karena kemarin arsitek itu membatalkannya secara sepihak untuk bertemu..”
Aku masih memandang keluar jendela, tidak memperhatikan sedikitpun semua kata yang keluar dari mulut taeyeon, sekretarisku. Aku masih memikirkannya,seohyun. apa sebegitu bencinyakah dia padaku? apa yang harus kulakukan..
Flashback
“oppa apa yang ingin kau bicarakan?cepatlah,aku sudah tidak sabar mendengarnya..” aku mendengar yoeja disampingku merajuk-rajuk memintaku berbicara, aku terdiam memandangi danau didepanku ini. aku harus mengatakannya!betul!
“hyunnie, sebenarnya aku…”kata-kataku menggantung, tiba-tiba saja tenggorokanku tercekat dan oksigen didalam paru-paruku telah habis. Kulirik dia menatapku heran, poni doranya sudah diterpa angin disana sini..
“huh, oppa apa yang ingin kau bicarakan sebenarnya?kau terlalu lama..”kudengar dia merajuk lagi menunggu kepastian dari mulutku, aku membuka bibirku dan terasa sekali bibirku bergetar menahan kata-kata yang keluar dari mulutku..
“hyunnie, setelah aku mengatakan ini kumohon kau tidak marah padaku..”kata-kataku lepas begitu saja dari bibirku, aku melarangnya marah?tentu saja dia akan marah bodoh! Tapi aku harus mengulur-ngulur waktu mencoba mencari kata-kata yang baik..
“oppa, kau ingin mengatakan apa?”dia bertanya heran seolah menuntut pada sikapku yang membuatnya bingung, aku menunduk menatap rumput-rumput panjang yang menari-nari karena semilir angin..
Aku mengambil nafas dalam-dalam, memenuhi oksigen didalam paru-paruku dan akhirnya aku mendongak menatap matanya yang kebingungan, bibirnya agak terbuka seolah meminta jawaban dan rambutnya yang sebahu masih diterpa angin sore ditaman ini.
“hyunnie, sebenarnya aku-“
“chagy, kau sudah mengatakannya?”aku berbalik dan mendapati yuri ada disampingku lalu menggenggam tanganku, seohyun berdiri refleks lalu menutup mulutnya. Matanya berkaca-kaca, hal yang paling kutakutkan akhirnya datang!
“oppa, eonnie.. apa maksudnya ini?kalian..”serunya lalu menunjuk aku dengan yuri, aku mendongak menatap yuri dan yuri tertunduk menyadari kesalahannya barusan. “hyunnie..”seruku lirih.
Bulir-bulir air matanya turun membasahi kedua pipinya, “oppa! Kau jahat!”matanya memerah mengisyaratkan kemarahannya, aku menatap yuri yang masih menunduk, yuri mengenggam tanganku erat lalu mengapit lenganku.
“hahahaha..”dia tertawa keciltidak percaya  lalu berlari sekencang mungkin, kuliat dia beberapa kali terjatuh namun dia tetap berlari sekencang mungkin. Hingga akhirnya diujung taman kulihat seorang pria memeluknya, mendekapnya penuh hangat.
Terbesit rasa tidak suka didalam hatiku namun aku segera berbalik menatap yuri yang menangis, kudekap yuri lalu kuelus-elus rambutnya pelan. “hyunnie.. mianhe..”batinku
Flashback end
“pak…pakk..”
Lamunanku tersadar oleh gerak tangan yang berada didepan mukaku, aku segera merileksan tubuhku lalu mendongak menatap taeyeon. “mianhe taeyeon-ssi, saya sedikit tidak enak badan akhir-akhir ini..”seruku lalu memijat-mijat pelipisku.
“apakah bapak sedang memikirkan seohyun pak?”aku mendesahkan nafas lalu menggeleng-gelengkan  kepalaku, “kau sudah lima tahun bekerja bersamaku taeyeon-ssi, tentu saja kau mengetahui masa laluku dengan seohyun..”seruku lirih.
Taeyeon tersenyum tipis lalu mendesahkan nafasnya pelan, “kalau saya jadi bapak, saya juga akan merasa bersalah pada seohyun pak tapi didunia ini tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan pak..”seru taeyeon
Aku mengangguk-anggukan kepalaku menyetujui perkataan taeyeon, aku mendesahkan nafas kecil lalu memandangnya, “kemarin aku bertemu dengan seohyun, tampaknya dia belum memaafkanku dan kata yuri sikap seohyun pada yuri menjadi lebih parah dari sebelum keberangkatannya ke amerika”seruku lalu menundukkan kepalaku.
“benarkah?ternyata dia sudah kembali, mungkin seohyun masih belum menerima kenyataannya pak, seseorang jika bertemu kembali dengan orang yang dia benci pasti akan menimbulkan kemarahan pak jadi.. bersabarlah pak.”taeyeon menyemangatiku, aku tersenyum kecil meresponnya.
“apakah bapak ingin membatalkan pertemuan dengan arsitek itu?sepertinya bapak sedang sakit”lanjut taeyeon lalu memiringkan wajahnya berusaha melihat wajahku.
“tidak usah, arsitek itu ada rekan bisnis penting bagi perusahaan kita.”seruku lalu menegakkan badanku yang kuakui sedikit lemas.
“baru saja arsitek itu mengkonfirmasi jadwal pertemuannya pak dengan pesan singkat ke handphone saya..”serunya taeyeon, “oh yah?terus dimana kita akan melaksanakan pertemuan?”tanyaku, kulihat dia sedikit mengintip handphonenya
“di restoran suki, setengah jam lagi pak..”seru taeyeon lantang, aku tersenyum tipis membalasnya, sungguh sekarang aku sedang benar-benar dalam mood yang tidak baik. Sampai dia pamit keluar saja, aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil.
aku masih memandangi pemandangan kota seoul di sore hari, semburat-semburat bewarna orange kian terlukis dilangit. Diberbagai titik terdapat semburat abu-abu dan disekitarnya masih bewarna biru keputian.
“mendung..”gumamku sendiri, aku mendesahkan nafasku lalu menariknya lagi dan begitu seterusnya. Berfikir tentang seohyun, banyak menguras tenagaku belum lagi bayangan masa lalu yang kian mengejarku.
Seohyun pov
“dulu disini key, pertama kali aku bertemu dengannya..”seruku masih tetap memandang danau didepanku, kudengar key menghela nafasnya lalu memegang pundakku yang bergetar.
“hyunnie-ah,kau tidak boleh terlarut dalam masa lalumu.. kau harus memandang kedepan, lupakan dia yang telah menyakitimu”aku terdiam berusaha mencerna setiap kata yang keluar dari mulut key.
“aku melihatnya hyunnie, dulu aku melihat bagaimana minho dan yuri menyakitimu.. aku melihatmu dari jauh hyunnie”aku semakin terisak membayangkan kembali saat itu, key semakin menekan pundakku memaksaku untuk bersandar pada dada bidangnya.
Aku bersandar pada dadanya, dalam jarak sedekat ini aku dapat mendengar baik detak jantungnya. Aku dapat merasakan deru nafas key diujung pipiku, aku dapat merasakan elusan-elusan lembut tangan key di puncak kepalaku.
“key, kenapa kau begini?”tanyaku lirih, kurasakan dadanya sedikit bergerak dan elusan dikepalaku berhenti. “kenapa bagaimana hyunnie?”serunya heran, aku tersenyum kecil sekaligus terisak tanpa suara.
“mengapa kau begitu baik padaku key?”tanyaku parau, kurasakan dia kembali bersandar pada punggung kursi lalu kembali mengelus-ngelus puncak kepalaku. “karena aku mencintaimu hyunnie-ah, akan terus begitu sampai kapanpun”aku kembali terisak mendengar penuturannya
Aku mendongak memandang matanya yang hangat, dia menegakkan badannya lalu memutar badannya agar lebih dekat kepadaku. “itu lagi, kau selalu mengatakan itu setiap kali kutanya begini..”seruku parau
Dia tersenyum tipis lalu mendesah pelan, dia kemudian mengelus pipiku singkat. “itu karena aku mencintaimu hyunnie”serunya lalu tersenyum kecil, aku menatapnya datar.
“bodoh! Bukankah kau tau kalau aku tidak mungkin membalas cintamu,kau sudah kuanggap sebagai sahabatku sendiri key-ah”seruku lalu memukul lengannya pelan, dia nampak berpura- pura kesakitan.
“ternyata cantik-cantik kau mempunyai tenaga yang luar biasa hyunnie”serunya bergurau, aku memukul lengannya sekali lagi. Aku berbalik mendongak danau didepanku, begitu juga key yang telah menyandarkan lengannya di punggung kursi.
“berhentilah mencintaku..”seruku tanpa memandang key, kuamati dari sudut mataku dia memandangku heran. “tidak mungkin hyunnie, itu mustahil!”serunya agak keras, aku tersenyum kecil lalu menatap key sekilas.
“aku sudah bil-“
“hyunnie, bukannya kau ada janji dengan klienmu.. lihat sekarang sudah mendung, kau tak ingin bertemu dengan klienmu basah kuyupkan.. kajja kuantar”serunya memotong perkataanku lalu menarikku keluar dari taman ini.
Minho pov
“hmm, berapa lama lagi kita akan menunggu?”tanyaku agak kesal, kulihat taeyeon menatapku lalu tersenyum tipis, “barusan saya mendapat pesan kalau dia sudah dipersimpangan jalan pak”seru taeyeon sopan.
Aku tersenyum tipis lalu menyesap coffee didepanku, sekarang kota seoul sedang diguyur hujan pada sore ini. kupandangi keluar jendela cafetaria ini, samar-samar kulihat aktifitas jalan raya yang sudah kunjung padat.
“itu dia pak, dia sudah datang”seru taeyeon lalu beranjak berdiri, aku juga ikut berdiri dan merapikan jasku yang agak kusut. Aku memandang lurus seorang yoeja yang agak berlari menuju kami, rambutnya agak basah terkena hujan kurasa. Rambutnya yang panjang sedikit menutupi wajahnya.
Wajahnya agak samar-samar kulihat dalam jarak jauh, kulihat dia merapikan jaket coklatnya yang agak kusut. Aku berbalik menatap taeyeon dan taeyeon berbalik menatapku, “pak.. dia seohyun..”serunya agak pelan.
Aku membulatkan mataku dan lebih bulat lagi saat kulihat seohyun berada tepat didepanku, ekspresinya sama denganku, matanya ikut membulat dan bibirnya agak sedikit terbuka dan bergetar.
Taeyeon yang menyaksikannya berusaha menyapa seohyun, “nona seo joo hyun, ternyata kau arsitek yang bekerja sama dengan perusahaan kami?”seru taeyeon berusaha akrab, seohyun menatap taeyeon lalu tersenyum kecil.
“benarkah?saya juga tidak tau kalau saya akan bekerja sama dengan anda taeyeon-ssi dan.. tuan choi”serunya seolah baru mengenalku, aku tersenyum kecut didalam hati melihatnya.
“baiklah, mari kita duduk..”ajak taeyeon lalu menatapku sekilas, aku tersenyum membalas tatapan seohyun. kulirik seohyun ikut duduk namun kebanyakan melihat kepada taeyeon bukan kepadaku.
“jadi anda ingin minum apa nona seo joo hyun?”tanyaku berusaha akrab, dia memandangku lurus, “tidak usah, saya disini hanya membicarakan pekerjaan tuan choi”serunya berusaha seformal mungkin.
Hatiku masih tidak karuan, aku bisa bertemu dengannya lagi disini tapi sikapnya tidak pernah berubah.. masih saja dingin kepadaku! “jadi anda ingin design seperti apa untuk perusahaan baru anda taeyeon-ssi?”tanyanya
“saya ingin yang bangunannya agak unik dan bisa mendapat kesan dimata orang yang melihatnya..”seruku, seohyun memandangku lalu tersenyum tipis. Seohyun mengambil buku didalam tasnya lalu menulis sesuatu.
“masalah biaya, biar saya yang mengurusnya.. anda tinggal merancangnya saja nona seo joo hyun..”tambah taeyeon dan seohyun hanya membalasnya dengan senyuman singkat..
Drrtt.. drrrtt…
Taeyeon mengangkat handphonenya lalu memberi tanda untuk keluar sebentar, aku mengangguk lalu tersenyum. Aku memandang seohyun yang kian menulis, kulihat dia menghentikan tulisannya lalu menatapku.
Pandangan kami bertemu membuat kecanggungan menyelimuti kami, hujan semakin keras mengguyur kota seoul. “ehmm..”seohyun berdeham lalu kembali menulis, aku kembali memperhatikannya.
“hyunnie-ah”seruku lirih, entah dari mana aku tiba-tiba saja memanggilnya. Dia tetap menulis namun semakin dalam menunduk, menghindariku?tidak bisa hyunnie!
Aku memajukan tanganku lalu memegang tangannya yang membuat gerakan tangannya berhenti, dia memandangku tajam lalu berusaha melepaskan genggamanku namun sekuat tenaga kutahan.
“maaf tuan choi, bisakah anda melepaskan tangan anda..”serunya lalu menatap tanganku, aku menatapnya tidak percaya. Kulihat beberapa saraf dimatanya sudah mulai memerah, “hyunnie, kenapa kau begini?”tanyaku lirih
Dia tertawa meremehkan lalu menghentakkan tanganku, “maaf tuan choi, bisakah anda bersikap professional?”serunya lalu beranjak berdiri, dia membungkukkan badannya lalu beranjak pergi.
“hyunnie, kenapa kau berubah..”batinku.
Seohyun pov
Aku memasuki rumahku, hanya sunyi dan keheningan yang kudapatkan. Orang tuaku pergi ke Canada karena beberapa sebab, dan hanya aku dan yuri disini. Maaf sekali lagi aku tidak ingin mengakuinya sebagai eonnie.
Tadi sepulang dari restoran aku singgah kerumah key, tentunya untuk melampiaskan kesedihanku padanya dan baru sekarang aku sampai dirumahku.
Aku menaiki tangga rumahku, hanya suara langkah kaki yang menggema diseluruh rumah. Mungkin yuri sedang asik bertelfonan didalam kamarnya bersama minho atau mungkin sedang dinner bersama minho, entahlah aku tidak mau mengurusinya.
Aku tepat berada didepan pintu kamarku yang tepat bersebelahan dengannya(yuri), aku memandang lirih pintu kamarnya yang didepannya tertempel fotoku dengannya saat berusia 12 tahun.
Mataku panas namun sekuat mungkin kutahan air mataku keluar, clek! Pintunya terbuka, cepat-cepat kubuka pintu kamarku namun sebuah suara membuatku terdiam didepan pintu dan meneteskan air mata.
“hyunnie..”seru minho..
ToBeContinued…
Kenapa ada minho dikamar yuri? Hayo…. Maaf yah kalau ceritanya rada-rada menggantung dan jelek, banyak typo disana-sini. Maapin._.V keep comment please!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!:)
Kalau mau kenalan sama author bisa follow @firshaamalaa

6 thoughts on “TRUE LOVE PART 1

  1. ya ampuuuuun..
    Itu si minho ama yuri ngapaen di dlm kamar??
    Kasian bgt si seo di khianati gt, tp pasti ada alasan nya, makanya minho ampe ngerasa bersalah bgt..
    Key jg kasian bgt, kyknya cinta bgt ama seo..
    Tp pengennya ending nya seo ama minho, lbh dpt chemistry nya..
    Kekekeke..
    Update soon please..

    Like

  2. Ceritany bagusss..🙂
    Minho/seohyun, Key/seohyun
    huwaa~ pairing yg paling kucari2 dan kusuka,slny limit bgt author yg bt castny min-seo-key. Mrka sm2 91 line, dan ga tau knpa kliatn cocok aj.hehee
    Updateny pasti ditunggu!
    Nice ff^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s