Jeje Seonsaengnim… My Hero, My Love Part 3


Annyeonghasseyo, readers… Saya kembali lagi dengan lanjutan FF ini. Nanjeongmal mianhaeyo, karena FF ini sudah berbulan-bulan nggak saya lanjutin. Mumpung liburan, saya bikin lanjutannya. Saya nggak tau ini ending nya kapan, jadi saya harap, para readers dan JaeSica shipper masih seneng bacanyaa…

Jangan salahin saya kalo FF nya jelek, salahin aja FF nya kenapa bisa jelek! *loh*

Oke saya nggak banyak cuap, langsung aja yaa… HappyReading:D

 

 

Author : Kim Terra ( @swastiliciouss ) -> Mention for followback

Tittle : Jeje Seonsaengnim… My Hero, My Love Part 3
Type : Series / Chapter

Cast :

  • Jung Jessica
  • Kim Jaejoong

Support cast : Find it by yourself!

Genre : Romance, Tragedy

Rating : PG – 13

 

Disclaimer : Semua cast-nya milik Tuhan, tapi alur dan plot-nya milik saya^^

 

 

 

# AUTHOR POV # Jam pulang sekolah

Seperti biasa, setelah sekolah usai, Jessica langsung menuju ke ruang UKS tempat seonsaengnim kesayangannya itu berada. Rencananya hari ini Jessica akan mengajak Jeje Seonsaengnim makan siang di sebuah restoran yang berada di Busan Mall.

TOK! TOK! TOK! Jessica mengetuk pintu.

“Silahkan masuk…”terdengar suara Jeje Seonsaengnim dari dalam. Jessica langsung membuka pintu.

“Annyeong, seonsaengnim…”
“Annyeong, Sica… Ada apa kemari?”

“Hmm.. Apa kau sedang sibuk?”Tanya Jessica, sedikit gugup.
“Ahni… Waeyo?”

“Hmm.. Itu.. Apa seonsaengnim mau menemaniku makan siang di Busan Mall?”tawar Jessica, ya mungkin ini kedengarannya agak nekat. Mengajak seonsaengnim-nya makan siang bersama, hanya berdua.
“Ehmm… Tenang saja! Aku akan mentraktir seonsaengnim… Dan pasti makanannya enak kok,”kata Jessica berusaha meyakinkan, karena daritadi lelaki dihadapannya itu hanya berdiam diri menatap Jessica dengan tatapan bingung.

“Dengan senang hati. Tak perlu kau traktir pun aku mau,”jawab Jeje seonsaengnim dengan senyum manisnya.
“Jinja?”Tanya Jessica. Jeje Seonsaengnim mengangguk mantap.

Mendengar jawaban dan anggukan dari Jeje Seonsaengnim, jantung Jessica langsung berdegup dua kali lebih kencang dari biasanya. Ia tak menyangka seonsaengnim yang kini ia sukai, mau makan siang bersamanya. Di kepalanya sudah banyak bayang-bayang momen indah yang mungkin akan terjadi saat makan siang nanti…

“ Tapi aku tak bawa kendaraan. Naik bus saja tidak apa-apa?”

“Ne, tak apa…”

“Kajja… Sica. Kita berangkat sekarang,”ajak Jeje Seonsaengnim.

 

—————————————— 30 Minutes later

 

“Sica, kita akan makan dimana?”Tanya Jeje seonsaengnim ketika sudah memasuki pintu mall.

“Ikut aku…”Jessica menarik Jeje Seonsaengnim ke arah sebuah restoran kecil yang bernama ‘Mr. Park’  (sebenernya restoran Mr. Park itu adanya di Indonesia sih, hehe… Kalo ada yang mau makan di sana, tempatnya ada di: Grand Indonesia, di daerah food court nya^^)

“Tuan dan Nona ingin pesan apa?”tanya sang pelayan dengan ramah.

“Chicken Cutlet!”seru Jessica dan Jeje Seonsaengnim secara bersamaan. Wajah kedua sejoli *?* tersebut pun jadi memerah.

“Ahh, ya! Chicken cutlet dua. Minumannya lemon tea…”kata Jeje Seonsaengnim. “Kau suka lemon tea, kan?”tanyanya kemudian.

“Ne, tentu…”jawab Jessica sambil mengangguk.

“Wah… Tuan dan Nona memang sepasang kekasih yang serasi ya…”komentar sang pelayan. Hal itu membuat wajah Jeje Seonsaengnim memerah dan jadi salah tingkah.

“Maaf, tapi kami bukanlah sepasang kekasih. Kami pun tidak berpacaran, hehe…”kata Jessica dengan maksud agar sang pelayan tidak sembarang bicara.

“Ne, dia benar…”Jeje Seonsaengnim membenarkannya.

“Ooh..  karena kelancangan saya, saya minta maaf…”ucap sang pelayan seraya membungkukkan badan.

“Ne, tak apa…”

“Silahkan tunggu pesanan anda selama 15 menit. Saya permisi dulu…”

“Ne…”

Pelayan itu kembali ke tempatnya. Selama menunggu makanan, Jessica dan seonsaengnim-nya saling ngobrol, bertukar cerita dan pengalaman. Bagi Jeje Seonsaengnim, Jessica adalah sosok yeoja yang neomu yeppoe, nyaman diajak bicara dan berbagi cerita, dan mungkin… Jeje Seonsaengnim juga menyukai Jessica. Waktu 15 menit yang berharga tersebut mereka gunakan untuk mengenal satu sama lain. Ya, mereka memang terlihat seperti sepasang kekasih.

“Permisi, makanannya sudah datang…”kata pelayan itu.

“Kamsahamnida…”

“Ne, Cheonmaneyo…”

“Mahni deusseyo, Jessica…”

“Ne, mahni deusseyo…”

Mereka sangat menikmati Chicken Cutlet tersebut sambil sesekali mengobrol.

“Seonsaengnim…”

“Mworago?”

“Sebelum mengajar dan bertugas di sekolahku sebagai dokter UKS, seonsaengnim mengajar dimana?”tanya Jessica. Pertanyaan tersebut sedikit membuat Jeje Seonsaengnim terkejut.

“Hmm… Di Seoul…”

“Kota besar itu? Mengapa kau pindah kesini?”tanya Jessica.

“Memangnya kenapa? Kau tak senang aku pindah kesini?”Jeje Seonsaengnim malah balik bertanya.

“Bukan begitu. Tentu aku sangat senang mempunyai seonsaeng sepertimu.”

“Lalu?”

“Aku hanya bingung. Mengapa kau meninggalkan kota Seoul dan pindah kesini? Bukankah disana lebih baik?”

“Aku… Ada sedikit masalah disana, jadi aku pindah kesini. Sekarang inilah tepat teraman ku untuk sementara.”

Jawaban yang menggantung tersebut, membuat Jessica semakin penasaran. Hal itu membuatnya ingin terus bertanya dan bertanya. Ya, anak remaja yang seumuran dengan Jessica, tepatnya 16 tahun, memang selalu ingin tahu. Seperti inilah contohnya.

“Kalau boleh tau, masalah apa?”

“Hmm… Untuk yang kali ini, lain kali saja ya, hehe…”tolak Jeje Seonsaengnim. Rasanya sangat tidak pantas untuk menceritakan masalah besar tentang Sunny, kepada muridnya sendiri. Tak lucu kan kalau seorang seonsaeng curhat kepada muridnya.

“Baiklah… Mianhae, seonsaengnim. Jika aku terlalu ingin tahu dan ikut campur urusanmu…”ucap Jessica karena merasa tak enak hati.

“Tak apa…Makannya sudah selesai kan? Kajja kita pulang…”

“Ne, kajja…”

“Saya minta bill nya, ya!”seru Jeje Seonsaengnim sambil mengangkat tangannya.

Pelayan pun segera datang dengan membawa bill. Jeje Seonsaengnim melihat seluruh jumlahnya. Kemudian mengambil beberapa lembar won yang jumlahnya sesuai dengan seluruh biaya yang harus dibayar. Jessica kaget melihatnya, karena seharusnya dialah yang membayar.

“Lho? Kenapa seonsaengnim…”

“Tak apa, Sica… Aku kan gurumu. Tak lucu kan kalau murid yang mentraktir gurunya…”

“Benar tidak apa-apa?”

“Ne… Kajja kita pulang…”

Mereka berjalan keluar dari restoran menuju pintu keluar sebelah selatan. Melewati toko baju, toko sepatu, toko buku juga game centre.

“Kau ingin main disana?”tanya Jeje Seonsaengnim ketika melihat Jessica yang terus memandang game centre.

“Ahni…”Jessica menggeleng.

“Sudahlah… Aku tau kau ingin. Kajja, kita main! Biar aku yang bayar,”ajak Jeje Seonsaengnim yang kemudian menarik Jessica kedalam game centre.

Mereka bermain, tertawa dan bercanda bersama, sambil bernostalgia dengan masa kecil masing – masing. Tak lupa juga, sesekali mereka berfoto bersama, untuk mengabadikan momen langka seperti ini. Begitu mesra, sampai-sampai banyak orang mengira kalau mereka adalah sepasang kekasih.

Sesekali mereka memisah. Jeje Seonsaengnim bermain “Street Basketball”, yaitu permainan memasukkan bola basket kedalam ring. Cukup banyak bola yang sudah ia masukkan, sebanding dengan score yang ia dapatkan. Sedangkan, Jessica bermain “Catch It” yaitu permainan mengambil boneka dari dalam box. Berbeda dengan Jeje Seonsaengnim yang bisa memasukkan bola dengan mudah, Jessica justru hampir gila karena sudah sepuluh kali mencoba tapi tak dapat apa-apa.

“Sini biar aku yang mencoba!”kata Jeje Seonsaengnim yang gelisah karena Jessica terus cemberut.

“Mau boneka yang mana?”

“Ini,”Jessica menunjuk sebuah boneka berbentuk beruang coklat dengan pita  merah di lehernya, yang menurutnya sangat lucu.

“Ne, arraseo.. Serahkan saja padaku!”kata Jeje Seonsaengnim sambil memasukkan koin ke dalam mesin tersebut.

Dan benar saja, dalam sekejap boneka beruang tersebut bisa diambil oleh Jeje Seonsaengnim, ia langsung memberikannya pada Jessica. Jessica memandangnya dengan kagum. Baru kali ini ia melihat namja sehebat dan sekeren Jeje Seonsaengnim.

“Waah… Kamsahamnida, seonsaengnim!”Jessica berteriak girang dan tanpa sadar Jessica…. GREEEEP! Memeluk Jeje Seonsaengnim. *mianhae, aku gatau suaranya harus gimana-__-*

“Ne, ne, ne… Cheonmaneyo…”kata Jeje Seonsaengnim.

“Bagaimana caraku berterima kasih?”

“Hmm.. Lepaskan aku,”jawabnya singkat.

Jessica melepaskan pelukannya. “Oh, mianhae, aku terlalu senang hari ini…”kata Jessica yang kemudian menunduk karena malu.

“Kalau begitu, kajja kita pulang… Sudah jam setengah 6 sore, Appa dan Eomma-mu pasti mencarimu…”ajak Jeje Seonsaengnim sambil menggandeng tangan Jessica.

————————– Di jalan

“Seonsaengnim…”

“Mworago?”

“Terima kasih.”

“Untuk apa?”

“Untuk segalanya. Terima kasih telah membuat hari ini menjadi indah dan membuatku melupakan semua bebanku untuk sejenak…”

“Terima kasih juga untukmu…”

“Untukku? Waeyo?”tanya Jessica.

“Karena telah menjadi sahabat baru bagiku…”jawab Jeje Seonsaengnim sambil merangkul murid tersayangnya itu.

Sore itu mereka pulang bersama. Berjalan di bawah matahari terbenam. Saling merangkul satu sama lain. Mengingat kembali hal-hal yang baru saja mereka lewati. Saling merasakan bahwa mereka sedang jatuh cinta. Walau perbedaan umur yang cukup jauh, 9 tahun.

Mungkin mereka pikir, hanya mereka berdua yang sedang melewati jalan tersebut. Tapi sebenarnya… ada sepasang mata tajam yang dari tadi mengikuti mereka. Mengambil momen-momen romantis mereka, dengan kameranya. Seseorang yang punya rencana untuk mereka…

————————————– TBC ———————————–

Gimana? Bagus atau Nggak? Saya minta kritik dan saran para readers yaa~!
Maaf kalo kurang panjang dan kebanyakan dialog daripada narasi, hehe…
PLEASE COMMENT AND LIKE! DON’T BE A SILENT READER ^__^

 


30 thoughts on “Jeje Seonsaengnim… My Hero, My Love Part 3

  1. Jejung kaya ia maen traktir aja mau doNg :3
    ,wah wah wah siapa nie yg jadi mata” -_-

    menurutku critanya emg kurang panjang n’ ad yg kurang kQ ._.v
    ini cuma perasaanku aja ato apa critanya agak kecepetan ==a

    tapi~ tulisanya udah mulai bgus kQ ^^b
    keep writing ok!

    Like

  2. ceritanya kecepetan nih chingu. padahal lagi rame” baca nih. hihi~
    penasaran yang jadi mata”nya siapa, jangan” Sunny lagi? andwae!
    lanjut ah author! jangan lama” ya?😉

    Like

  3. uyeeyy akhirnya ada chap 3 nya..
    tambah seru nih, padahal tadinya tak kirain flat aja ehehe ^^
    tapi kurang panjang nihh
    lain kali dipanjangin lagi yaaa😀
    lanjutannya ditunggu ^^

    Like

  4. author kau keren banget… siapakah yang memata-matai jess dan jeje? *jengjengjeng* backsound suara pelem hantu. tiba tiba kuntilanak masuk.. #ehsalah…. APAKAH KEY YANG MEMATA-MATAI JEJE DAN SICSIC?????😀 lanjutkan yah authorku sayang…😀 #mendingkenal

    Like

  5. menurut saya itu Fany!!!
    uhm, oke mereka mulai jatuh cinta. but, hhaha bedanya 9 tahun??
    wooo..
    iya thor, agak kependekan untuk ukuran satu part, hhehe *plak, reader byk mau
    author, hwaiting^^!

    Like

  6. First, aku mau bilang jeongmal gomawo udah ngepost ffnya yg SANGAT ditunggu unnie=D
    Part selanjutnya DITUNGGU ya unnie:)

    siapa mata2nya? Part selanjtnya sica & jaejoong jadi sepasang kekasih? Pengen tau~~

    Like

  7. kyaaaa lucuuuuuu, percintaan guru-murid😄
    tokohnya JaeSica lagi. awalnya maunya nyari inspirasi dari ff ChangStal guru-murid juga sih buat ff ChangStal, tapi ga ketemu. but it’s ok, tiada changstal, jaesica pun jadi hihi :3 thor, ini udh end blm? kalo blm lanjutin dongg, aku penasaran, lagian gapapa kan ngasih inspirasi buat aku? hahaha
    btw aku juga lagi jatuh cinta sama guru :3 hihi, lucu banget. lagi jatuh cinta sama guru malah ketemu nih ff hahahaha. keep writing this fic lah thor :3

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s