How Great Is Your Love (Chapter 2)


How Great Is Your Love

(Chapter 2)

Author                        :           Gisica (Gita Jessica)

Main Cast                  :

  • Lee Donghae
  • Im Yoon Ah

Support Cast             :

  • Seo Joo Hyun
  • Cho Kyuhyun
  • Kwon Yuri
  • Jung Yunho

Length                        :           Sequel

Rating                         :           General

Genre                         :           Romance (kayanya J)

 

Annyeong chingu author kembali lagi dengan chapter yang kedua, mian banget reader kalau chapter 1 kurang romantis…. maklum baru awal, tapi semoga untuk chapter yang kedua ini readers bisa sedikit senyum-senyum (tapi enggak janji juga sih). Heheheeeee😀 (untuk worm yoong, ini chapter 2 yang kau minta….) lets chek this out…………

~Donghae Pov~  (Prolog)

 

Melihat senyummu membuatku semakin bersyukur bahwa aku bisa memilikimu………………….

 

 

 

***

            Sore hari sekitar pukul empat waktu mokpo, Yoona sudah terbangun dari tidurnya. Ia merasa sudah kembali seperti biasa. Sebelum beranjak dari ranjang tidur, Yoona menyandarkan dirinya di sisi ranjang… ia merasa bingung dengan sikap Donghae yang cepat sekali berubah.

“Hufh, ada apa dengan dia. Semalam dia begitu menakutkan, tetapi tadi pagi dia tampak lembut dan manis…. akh kau pikir apa Yoona, dia itu hanya kasihan melihatmu menangis. Mungkin habis ini dia kembali seperti sifat aslinya, dingin dan angkuh.” Ucap Yoona seraya berjalan ke arah pintu kamar. Tapi ketika ia ingin membuka pintu kamar, Donghae masuk dan mengejutkannya.

“Yoong kau sudah bangun. Ayo kita jalan-jalan sebentar, kau mau kan??” belum sempat Yoona menolak, Donghae menuntun dan membawanya ke luar villa. Yoona dengan tampang bingungnya, tetap diam tak merespon apa pun.

_______

Taman yang indah dengan danau kecil di tengah-tengahnya, juga beberapa permainan anak-anak seperti jungkat-jungkit, ayunan, sebuah kotak pasir dan yang lainnya. Suasana semakin sore, namun banyak pengunjung yang datang terutama keluarga yang sudah memiliki anak. Ternyata Donghae membawa Yoona ke tempat tersebut, dengan cepat Donghae mencari tempat untuk mereka berdua.

“Bagaimana kalau di sini Yoong, kita bisa lihat anak-anak bermain ayunan.” Donghae segera mengamparkan alas untuk mereka berdua duduk (itoloh mirip running man epsd snsd). Ia juga telah menyiapkan kotak yang berisi makanan untuk piknik.

“Yoong, ayo duduk… kita piknik di sini.” Donghae dengan lembut menuntun Yoona duduk, Yoona yang masih diam bagaikan patung hanya bisa menghela napas panjang dan menuruti Donghae.

Senyum manis Donghae terus mengembang, seraya memotong sandwich yang disiapkannya. Sedangkan Yoona masih dengan sikap diam, tanpa senyum di wajahnya. Sesekali Donghae mengacak-ngacak rambut Yoona pelan, tapi Yoona masih tetap diam.

“Ini Yoong…” Donghae memberikan satu suapan sandwich ke mulut Yoona, tapi Yoona menolak dengan wajah bosannya.

“Yoong, kau kan baru makan bubur tadi pagi. Pasti sekarang kau lapar, ayo Yoong… makan biar kau selalu sehat.” Tapi bukan Lee Donghae namanya kalau tidak bisa meluluhkan hati seseorang, ia terus memaksa Yoona dengan gaya imutnya.

“Baiklah, tapi aku makan sendiri saja tidak usah disuapin… aku bukan anak kecil.” Ucap Yoona jutek. Donghae hanya mengangguk-ngangguk, tapi masih dengan senyum manisnya. (Ya ampun Yoong unnie, jangan jutek-jutek sama Haeppa… Haeppa tetap senyum manis untuk author yah… hehehehe).

Setelah menghabiskan sandwich, makanan, dan minuman. Donghae berdiri dari alas untuk mereka duduk.

“Yoong, kau tunggu dulu di sini. Aku pergi sebentar, jangan kemana-mana.” Donghae meminta Yoona untuk menunggunya sejenak.

__

Sudah sekitar 15 menit Donghae tak juga menampakan dirinya. Yoona yang dimintanya untuk menunggu, sudah sangat lelah. Ia juga merasa malu karena banyak pengunjung taman yang datang melihat ke arahnya. Maklumlah tempat itu, tempat keluarga kecil berkumpul atau pasangan… jadi tak ada yang datang ke taman tersebut seorang diri.

“Di mana dia, aku suruh menunggunya di sini… apa dia hanya ingin membuatku malu, atau dia meninggalkanku sendirian dan dia kembali ke villa. Kalau begitu dia benar-benar jahat!!!” pikiran negatifnya tentang Donghae tak henti bersemayam. Tak lama Yoona mengoceh-ngoceh seorang diri, Donghae muncul dari arah belakang dan langsung menutup mata Yoona dengan kedua tangannya.

“Hei, siapa kau?? Kau mau apa… aku tidak datang sendirian, jadi jangan macam-macam.” Kata Yoona, yang terlihat panik dan ketakutan. Ia berpikir orang jahat sedang mendekatinya… ia ingin berteriak untuk meminta bantuan seseorang, namun ia mengurungkan niatnya karena malu.

“Aku siapa?? Aku penculik, Yoong!!” jawab Donghae dengan suara imutnya.

“Mwo?? Kau…” Yoona tanpa takut seperti tadi, langsung melepaskan tangan Donghae yang menutupi matanya. Ia juga menunjukkan ekspresi wajah kesal karena menunggu, sambil berjalan menjauhi Donghae.

“Yoong, kau kenapa??” Donghae mengikuti Yoona yang berjalan dengan cepat, tanpa berhenti. Yoona pun tak menjawab, ia masih bersikap dingin.

“Yoong saranghae…” panggil Donghae teriak. Sontak Yoona memberhentikan langkah panjangnya, walhasil teriakan Donghae mampu di dengar oleh pengunjung lain. Dengan cepat Donghae berjalan mendekati Yoona, Yoona menundukkan kepalanya.

“Kau tidak tahu malu!!” ucap Yoona pelan.

“Cara apa pun akan aku lakukan, agar kau selalu di sisiku… ingat jangan tinggalkan aku.” Kata Donghae, seraya mengusap lembut rambut panjang Yoona. Lagi-lagi Yoona hanya diam… lalu Donghae mengajak Yoona ke perkumpulan permainan anak-anak. Tepatnya sebuah kotak pasir yang ukurannya cukup besar menampung puluhan anak-anak. Donghae menuntun Yoona untuk berjalan di tengah-tengah kerumunan anak bermain pasir yang mereka membentuk pasir-pasir tersebut sesuai imajinasi.

“Kenapa kesini, kita mengganggu mereka bermain… sudahlah kita pergi!!” Yoona berusaha menolak, tapi langkahnya terhenti saat anak kecil berusia sekitar 3 tahun meminta untuk di gendong.

“Gendong!!!” pinta anak kecil perempuan yang menggemaskan itu pada Yoona, tanpa berpikir lama Yoona pun menggendong anak kecil tersebut. Donghae yang melihat sikap Yoona terhadap anak kecil begitu manis… ia makin mengembangkan senyumnya. Tak lama Yoona menggendong anak kecil itu, datanglah wanita muda cantik.

“Ya ampun maaf yah sudah merepotkan, kamshamnida. Sini Sunny.” Ibu dari anak kecil perempuan itu langsung membawanya pergi.

Yoona dan Donghae melambaikan tangan. “Sampai jumpa lagi.” Teriak Yoona.

Donghae tanpa ragu-ragu, menggenggam tangan Yoona. Yoona tak bertindak apa pun, ia melihat sekilas ke arah tangannya yang sedang digenggam.

“Yoong, ayo ikut aku.” Donghae segera menuntun Yoona, dibawanya Yoona mengitari kotak pasir tersebut.

“Sebenarnya mau apa?? Kau tahu dari tadi kita keliling kotak pasir ini terus.” Yoona tak hentinya berbicara.

“Tunggu bentar Yoong…” Donghae terlihat sedang mencari sesuatu. Yoona menghela napas panjang, dan menggeleng-geleng kepalanya… melihat tingkah Donghae.

“Yoong, kemarilah!!” sepertinya sesuatu yang dicari Donghae telah ditemukan, Yoona dengan berjalan lambat menghampiri Donghae.

“Liatlah Yoong.” Donghae menunjukkan istana pasir pada Yoona, juga terdapat bacaan di pasir tersebut. Yoona memandangi istana yang dibuat Donghae, dengan pandangan sejuta tanya… dan dengan lekat-lekat ia membaca tulisan yang terdapat di pasir itu.

Yoong and Hwae

We’re No. 1

I LVOE U

          Setelah membaca tulisan itu, Yoona malah tertawa pelan. Tawa Yoona yang pelan, membuat Donghae bingung.

“Yoong, kenapa kau tertawa… memangnya ada apa??” Yoona tak membalas dengan ucapan, melainkan menunjukan jarinya ke arah tulisan yang di pasir. Donghae langsung mengerti maksud Yoona.

“Oh, anio… jadi karena tulisan ini ‘LVOE’. Ya, Yoong hanya terbalik saja… ya sudah ini aku bentulkan.” Donghae segera menghapus huruf yang salah, dan membenarkannya.

 I LOVE U

            “Bagaimana Yoong, sudah benarkan,” Yoona mengangguk pelan. “Yoong, mianhae tadi aku udah buat nunggu lama. Tadi aku bikin istana pasir ini untukmu… mianhae!!” dengan tatapan lembutnya, Donghae menggengam kedua tangan Yoona. Dan mereka saling berhadapan.

“Yoong sebentar lagi matahari terbit, kita lihat di sini… kau pasti suka.” Yoona lagi-lagi tak berbicara, melainkan tersenyum tipis.

__

Matahari dengan sinar kuningnya, perlahan tenggelam… semua pengunjung tampak menikmati pemandangan matahari terbit itu. Begitu juga dengan pasangan baru, Yoona dan Donghae. Donghae dengan senyum bahagianya, sangat menikmati sunset terutama di sisinya sekarang ada seseorang yang sangat ia cintai. Ia juga merangkul wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu.

Malam semakin gelap, semua pengunjung taman mulai berhamburan keluar. Tetapi masih ada beberapa yang belum meninggalkan taman, namun Yoona dan Donghae mereka salah satuh pasangan yang belum meninggalkan taman.

“Yoong, kau kedinginan??” tanya Donghae yang terus memperhatikan istrinya, mengosok-gosok tangan. Yoona menggelengkan kepalanya, tetapi Donghae tahu kalau istrinya berbohong.

“Sini!!” Donghae meraih kedua tangan Yoona, dengan lembut ia menggosok-gosokkan pada tangannya.

“Apa ini sudah terasa hangat.” Yoona tak bisa mengelak, sebenarnya ia memang merasa kedinginan. Tetapi setelah Donghae membantu menghangatkannya, ia merasa sedikit hangat.

“Ya sudah Yoong, aku tak mau kau sakit. Kita pulang sekarang.” Mereka pun segera meninggalkan taman.

____

Sesampai di villa, Yoona segera turun dari mobil terlebih dahulu dengan langkah cepatnya. Tetapi Donghae tak juga beranjak turun, ia tetap berada di dalam mobil.

“Yoong, kau hati-hati yah!! Aku pergi sebentar.” Donghae berkata dengan berteriak dari dalam mobil…. dan dengan perlahan-lahan mobilnya pun melaju keluar dari perkarangan villa.

“Wae?? Mau kemana dia? Kenapa aku ditinggal sendirian di sini, huh….” keluh Yoona, ia pun segera masuk ke dalam villa.

__

Di dalam villa, Yoona tak tahu apa yang harus ia lakukan. Matanya mencoba untuk memejamkan, namun tetap saja gagal. Sejenak ia beralih ke televisi untuk melihat tayangan-tayangan yang menarik, namun nihil. Ia merasa bosan dengan tayangan televisi.

Lalu detik, menit, jam berlalu dengan cepat. Kini jam di dinding telah menunjukkan pukul 12.00… hari tengah malam. Tetapi Donghae masih belum menunjukkan tanda-tanda kedatangannya. Sementara Yoona sudah mulai kesal, ditambah prasangka-prasangka buruk tentang Donghae kembali lagi dipikirannya.

“Kenapa sudah tengah malam seperti ini dia belum datang juga, apa jangan-janagan dia kembali ke Seoul. Sekarang dia meninggalkan aku sendiri di sini, tega sekali dia. Dia pikir aku tak bisa pulang sendiri apa!!” ucap Yoona, yang terus mondar-mandir di dalam kamar. Tak lama Yoona berkata-kata, suara mobil terdengar di perkarangan villa. Yoona langsung mengintip dari jendela kamar, untuk memastikan kalau itu mobil Donghae atau bukan.

“Dia datang??” sebelum Donghae memasuki villa dan terutama kamar, Yoona segera beralih ke tempat tidur. Ia berpura-pura tidur, agar Donghae tak bersikap macam-macam padanya.

Dengan pelan Donghae membuka pintu kamar. “Yoong, aku pulang.” Donghae pun mendekati Yoona, yang sedang berpura-pura tidur. Tangan lembutnya mengusap rambut panjang Yoona yang terurai, bahkan senyum manis dari bibir Donghae tak henti berkembang.

“Yoong, mianhae aku sudah buat kau nunggu lagi.” Tanpa ragu ia mencium kedua punggung tangan Yoona, dan jari telunjuknya dengan usil menyentuh bibir istirinya itu.

“Yoong, bibirmu tipis sekali.” Yoona yang sadar Donghae mulai menyentuh bagian-bagian dari anggota tubuhnya… ia mulai berpikir yang tidak-tidak.

“Hei, mau apa dia… apa jangan-jangan dia mau melakukannya lagi, lagi…. oh maniaknya… Tuhan bebaskan aku dari orang ini.” Batin Yoona berontak hebat. Donghae segera menghadapkan wajahnya, ke wajah Yoona. Lalu ia tersenyum, melihat Yoona mengkerutkan bibirnya… seperti menolak untuk di sentuh.

“Aku hanya ingin menciummu di sini, Yoong,” satu kecupan hinggap di kening indah Yoona. “Keningmu sangat indah, makanya aku suka.”

Lalu Donghae mengeluarkan sesuatu dari saku celananya… tangan kanannya menyentuh leher Yoona. Sontak Yoona kembali di kejutkan, pikiran buruknya kembali lagi.

“Apa?? Apa yang mau dilakukannya?? Lee Donghae, apa kau namja yang selalu tampak buruk dipikiranku.” Yoona ingin membuka matanya, dan menghalangi maksud terselubung Donghae. Tetapi ia tak berani, yang ada ia malah menyerah seperti malam kemarin.

“Kau tahu Yoong, aku suka tulang lehermu… kau tampak seksi.”  Dengan hati-hati Donghae mengalungkan sebuah benda yang terbuat dari berlian (atau biasa disebut liontin, yah begitulah) di leher jenjang Yoona.

Yoona merasa ada benda asing yang terdapat di lehernya. “Yoong, semoga kau suka… aku mencintaimu.” Donghae mencium kening Yoona lagi, kemudian ia segera memasuki kamar mandi.

Selama Donghae berada di dalam kamar mandi, Yoona membuka matanya untuk memastikan bahwa sesuatu benda telah berada di lehernya.

“Mwo? Dia memberiku kalung, apa karena ini dia pulang sampai larut,” Yoona terus memegangi kalung pemberian Donghae. “Tetapi kenapa inisial kalung ini ‘YH?’ Aigoo… maksudnya ‘Yoona Hae’.”

Langkah Donghae keluar dari kamar mandi, Yoona pun kembali memejamkan matanya. Kali ini posisi tubuh Yoona berbeda dari yang sebelumnya, tadi ia dengan posisi telentang dan sekarang memiringkan tubuhnya membelakangi Donghae saat tidur. Usai mandi, Donghae menghempaskan tubuhnya ke ranjang tidur. Tanpa izin, ia memeluk Yoona dari arah belakang. Yoona yang dengan sengaja tidur membelakangi Donghae, namun harus menerima dekapan Donghae dari arah belakang.

“Kenapa dia memelukku, sambil tidur!!!!!!!!!!”

“Yoong, cepat tidur. Saranghae.” Ucapnya tepat di telinga Yoona. Entah kenapa cuaca yang dingin, tak membuat tubuh Yoona kedinginan. Ia merasa hangat dengan posisi tersebut, saat Donghae mendekapnya meskipun dari arah belakang.

“Kenapa kau bersikap seperti ini, kau tampak dingin semula… tetapi kenapa sekarang kau tampak hangat. Apa yang kau yang lakukan ini tulus??” Yoona bertanya pada dirinya sendiri.

Seolah tahu apa yang diucap Yoona, Donghae berkata yang membuat Yoona terkejut.

“Yang kulakukan ini sangat tulus, aku sangat mencintaimu… aku tak mau kau meninggalkanku… kau adalah matahariku.” Yoona hanya menghela napas panjang, seraya memejamkan matanya perlahan-lahan untuk tidur.

_____

Pagi hari yang cerah mengantarkan segalanya kembali beraktivitas. Di villa mokpo, sepasang pengantin baru, masih tertidur lelap. Yoona yang bangun terlebih dahulu, segera menyingkirkan lengan Donghae yang berada di tubuhnya. Ternyata posisi mereka tidur, tak berubah sampai pagi tetap sama seperti semalam.

“Aduh, tanganmu berat sekali.” Satu tangan berhasil Yoona singkirkan, tetapi saat menyingkirkan tangan yang satu lagi. Donghae menarik pelan tangan Yoona, dengan cepat tubuh Yoona berada di atas dada bidang Donghae.

“Yoong, 5 menit saja kita seperti ini,” Yoona tak bergerak, ia menurut saja. “Yoong saranghae.”

_______

Di rumah keluarga Im, Yuri dan Tuan Im sedang berada di ruang makan. Biasanya mereka selalu sarapan bertiga bersama Yoona, tapi untuk sekarang tidak lagi karena Yoona seudah menikah. Meskipun hanya berdua di ruang makan, tetap saja suasana rumah keluarga Im akan terasa ramai. Itu dikarenakan candaan yang dibuat Yuri dan Tuan Im.

“Yul, adikmu kan sudah menikah… apa kau tak punya rencana menyusulnya??” Yuri yang sedang menelan makanannya, tiba-tiba saja tersedak.

“Yul, kau tak apa-apa??” tanya Tuan Im. Yuri hanya menggeleng, seraya meminum air untuk mencerna sisa makanan yang masih tersangkut di tenggorokannya. Lalu ia mulai berbicara, setelah menelan makanannya.

“Mwo?? Appa, kau berencana menikahkan aku…”

Tuan Im tersenyum. “Appa hanya tanya, memangnya kau tak mau menikah??”

“Yeah, appa… tentu saja aku akan menikah. Tapi kalau aku sudah menemukan pasangan yang tepat.” Yuri tersenyum-senyum.

“Yul, bagaimana menurutmu dokter Yunho. Bukankah dia sangat tampan??” Tuan Im menggoda Yuri, Yuri pun jadi salah tingkah.

“Sudahlah jangan menggodaku, aku mau berangkat kerja dulu. Annyeong appa.” Yuri segera pamit untuk berangkat kerja.

______

Sudah lima belas menit Yoona menunggu Donghae di villa, sebelumnya mereka sepakat untuk kembali ke Seoul hari ini juga. Namun Donghae meminta Yoona menunggunya sebentar, ternyata lama (Jiah… lagu Viera).

“Kemana sih dia, katanya sebentar… tapi sudah lima belas menit. Hufh, apa dia??” ucap Yoona kesal, tetapi kekesalannya tak berangsur lama. Donghae datang dengan membawa sebucket sunflower, Yoona pun tak mampu meluapkan kekesalannya.

“Yoong, kelamaan yah?? Mianhae…. ini untuk matahariku.” Donghae memberikan sunflower yang dibawanya pada Yoona.

“Gomawo.” Jawab Yoona pelan dan singkat. Donghae meraih tangan Yoona, menuntunya masuk ke dalam mobil. Mereka pun segera memasuki mobil, dan bersiap untuk perjalanan menuju Seoul….

__

Di dalam mobil Donghae tersenyum sendiri, sedangkan Yoona masih dengan wajah tanpa ekspresi. Sesekali tangan kanan Donghae membelai rambut panjang Yoona dengan lembut, seraya menyetir.

“Yoong, maaf tadi aku lama…. karena aku membeli bibit sunflower untuk di tanam di rumah kita.” Ucap Donghae masih dengan setirnya. Sejenak Yoona melirik ke arah Donghae, Donghae yang tak sengaja tahu bahwa Yoona sempat meliriknya. Ia pun dengan usil menggoda Yoona.

“Hahahaha, Yoong kalau mau menatapku… nggak usah curi-curi pandang gitu. Kau bisa menatapku dengan lama kok.” Yoona membalas dengan menggeleng-geleng kepalanya pelan, ia masih juga tak percaya dengan sosok Lee Donghae yang berada di sampingnya… mengapa Donghae dapat berubah secepat ini.

“Tadi dia bilang apa?? Rumah kita, memangnya kita harus serumah juga… hufh… hanya berdua dengannya.” Kata batin Yoona, sambil menarik napasnya dalam-dalam.

____

~Donghae Pov~

Setiba di Seoul, akhirnya aku kembali ke ibu kota… tapi sekarang aku tak sendiri. Aku bersama wanita yang sangat berarti dalam hidupku, yaitu Im Yoon Ah istriku yang sangat cantik.

“Liat toko itu, semalam aku ke toko tersebut Yoong.” Aku menunjukkan toko perhiasan di seberang jalan, dari dalam mobil. Yoongku memandang Toko perhiasaan itu, meski mobilku sudah menjauhi toko tersebut. Aku hanya tersenyum, melihat Yoongku menatap kalung pemberianku, sepertinya ia berpikir sesuatu.

“Yoong, kau pasti pengen cepat sampai rumah kan, tunggu sebentar lagi kita sampai kok…” ia hanya tersenyum simpul membalas perkataanku. tapi itu sudah membuatku senang, setidaknya ia masih merespon.

Tak perlu waktu lama aku pun memberhentikan mobilku di sebuah taman hiburan Seoul (mirip dufan, hehee)… aku melihat reaksi wajahnya yang sangat bingung. Sepertinya ia ingin bertanya kenapa aku membawanya ke tempat ini, namun ia masih perlu beradaptasi denganku. Aku yang sudah mengerti, langsung memberitahukannya.

“Kau pasti bingung kan Yoong kenapa aku membawamu ke sini. Sebenarnya aku hanya ingin menghabiskan satu hari penuh denganmu…hanya kita.” Kataku seraya membukakan sabuk pengaman… ia pun segera turun dari mobil.

Dengan lembut kuraih tangannya, aku menuntunya masuk ke dalam taman hiburan. “Ayo Yoong kita bermain sepuasnya, kajja…..”

Di dalam taman hiburan begitu banyak permainan yang ingin kucoba satu persatu. Pertama aku memilih permainan yang memacu ardenalin sekaligus mengundang ketegangan yang luar biasa (lebay amat). Awalnya ia menolak dan memilih untuk menaiki permainan biasa saja, namun aku terus memaksa dengan bertingkah layaknya anak kecil. Tetapi mau tak mau ia menurutiku, dan kami pun menaiki permainan yang dianggap ekstrim tersebut.

~Pov Donghae End~

Usai menaiki permainan yang diminta Donghae, ternyata Donghae merasa mual. “Yoong sepertinya aku mau muntah, gara-gara naik permainan tadi. Kau tunggu di sini, aku mau ke toilet.” Yoona tertawa pelan. “Kau mabuk?? Katanya kau kuat naik semua permainan di sini, bukannya masih ada beberapa permainan lagi yang belum dicoba…” kini Yoona mulai angkat suara.

“Kenapa kau meledekiku, ya sudah kau tunggu di sini. Aku ke toilet sebentar!!” Donghae segera pergi ke toilet, sementara Yoona masih tersenyum.

Karena mulai jenuh menunggu Donghae yang tak keluar dari toilet, Yoona pergi mencari makanan. Donghae yang baru keluar dari toilet, tak mendapati Yoona di tempat semula. Ia kalut dan sibuk mencari Yoona di area taman hiburan, di tambah ponsel Yoona yang tak di angkat-angkat.

“Yoong, kau kemana?? Harusnya aku tak meninggalkanmu.” Donghae masih sibuk mencari. Sementara Donghae sibuk kesana kemari mencari Yoona (sangkain mencari alamat, hehehe). Yoona tengah mengantri membeli hotdog, tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras. Suara yang mampu di dengar oleh seluruh pengunjung area taman hiburan.

“Yoong istriku yang cantik, kau ada di mana?? Aku mencarimu, kau masih di taman hiburan kan?? Kalau kau masih di sini, cepatlah ke ruang informasi, temui aku Yoong… Yoong saranghae!!!” suara nyaring itu pun hilang, tapi mampu membuat Yoona membisu dan para pengunjung berkomentar aneh-aneh. Seperti halnya pengunjung yang mengantri bersamanya ikut berkomentar, usai mendengar suara dari ruang informasi.

“Aduh, di mana sih istrinya… kenapa suaminya ditinggal-tinggal. Pasti suaminya tipe pria yang romantis, andai aja suamiku begitu.” Ucap ibu berbadan sedikit besar.

“Iya, istrinya keteraluan sekali. Sama, kalau aku punya suami kaya gitu. Nggak bakalan aku tinggal… hahaha!!!” balas ibu berambut gimbal. Mereka saling memberbincang-bincang ria, Yoona yang mendengarnya hanya menggeleng-geleng kepala. Ia tak sadar, sampai-sampai penjual hotdog memberikan pesanannya tak di dengar.

“Nona, ini punyamu.” Yoona yang baru sadar, langsung mengambil hotdognya dan memberikan uang… lalu ia segera pergi dari penjual hotdog. Yoona pun berjalan menuju ruang informasi, dengan perasaan malu kalau bertemu Donghae karena semua orang akan tahu ia orang yang diumumkan melalui ruang informasi.

“Oppa!!” ucap Yoona yang telah sampai di ruang informasi, Donghae berdiri di depan pintu ruang informasi.

“Yoong…” Donghae berjalan cepat mendakati Yoona, ia juga langsung mendekap Yoona dengan erat.

“Tadi aku…” belum sempat Yoona menjelaskan, Donghae sudah memotong perkataannya. “Yoong, jangan tinggalkan aku.”

“Kau membuatku tak bisa bernapas.” Donghae pun melepas pelukannya.

Jiah…. segini doang, ikh authornya kaga niat buat ff romance…. ini mah masih standar, seharusnya jangan bilang ini ff romance coz biasa kan… romancenya kurang banget. (harus lebih belajar sama Riana eonni kayanya deh, untuk buat ff YH lebih nyatu). Maklum author biasa bikin cerita yang temanya horor pembunuhan jadi yang romance rada gatot (hikz…hikzzz nangis dipelukan Haeppa, etsss enggak jadi deh coz Yoong eonni melototin author… takut!!!!!!!!!!!!!!!!)

Hehehe mian tak sesuai harapan, terpaksa harus di potong lagi…. biar keliatan lebih banyak partnya…. nanti author post lagi yang ketiganya…. hehehe J (senyum geje).

*Teaser Chapter 3*

~Yoona Pov~

 

            Apakah harus aku menemaninya sebagai seorang istri, tapi sikap manisnya kepadaku membuatku merasa bahagia…. dia sangat cute, aku merasa deg-degan saat dia terus mengusap rambutku….. tapi aku masih ragu dengan diriku, dan juga dia Lee Donghae.

 

 

 

~TBC~


30 thoughts on “How Great Is Your Love (Chapter 2)

  1. lannjuttttt thor romantis kok!suer kaga boong!oh riana eonni ya…aku juga suka ff yoonhaenya semuanya bagus kekeke,jangan lama” ya thor lanjutannya…

    Like

  2. chingu, cepetan post yg part 3nya donk.,., terus masukin konfliknya belom ya??? masih manis-manis aja ff nya.,., hehehe ditunggu chingu ya.,.

    Like

  3. hmmm sebenernya sih romantis, cuma kayaknya romantisnya donghae keseringan deh hehehe
    tapi aku masih bingung, sebenernya, pertama kali sikap donghae yang ga baik tu gara2 apa? trus ko bisa tiba2 berubah?
    di part selanjutnya dijelasin yaaaa😀 hehehehe
    ditunggu ^^

    Like

  4. thor,, ceritanya T.O.P bgt.. dah!!
    aq pnggemar berat Yoonhae. so lanjutkan!!! *ngikutin gaya SBY…
    Yg aq bingung,, knapa donghae oppa bsa cinta yoona pdhal dy sama skali belum pernah brtemu dgn yoona sbelumnya??
    jd penasaran .. ckckckck

    Like

  5. waaaah qren chinguu..

    c hae hyung kyany nyimpen misteri tu kok dy ky gt yaaah??heeeemmmmm.. #sokmikir

    mank hae hyung mw dipasangin ma spa aj cocok kok hahahaaaa..

    ditunggu next partny chingu

    Like

  6. OHMAIGAT!!
    Gue suka bgt thor ama cerita ini ><
    so sweeeeeet lucu gimana gitu,
    hae oppa aga yadong yaa U_U inget gue ikan inget ada gue ! *plaakk*ditabok yoona eonni -.-
    entar bikin hae oppanya jealous dong, ada org ketiga gituh <— korban sinetron ._.v

    Lanjot! asap😀

    Like

  7. kyaaa bener kata ibu ibu nya, kalo gini cara nya aku mau punya suami yang romantisnya kaya haeppa.:D
    Ya ! Oppa kenapa kalo ninggalin yoona eonni suka lama ?kan kasian yoona eonni nya nunggu terus.
    Lanjut thor :>

    Like

  8. wahhh.. Donghae sweettttttt bangettttttttttttttt… 😀
    yoong onnie beruntung bsa dpet haeppa.. Haha..
    Lanjutin author.. Yoongnya ko jutek mulu… T,T
    haeppa terlalu swett.. Takut khilangan yoona onnie,,hehehe

    Like

  9. aih authorrrrr aku selalu padamu wkwkwk gajelas! aku selalu menunggu ff ini di update pokoknya🙂 oia riana eonni siapa? aku juga mau dong baca karyanya kalo yoonhae fanfic ^^,
    pokoknya hae oppa daebaklah! berubah 180 derajat dari pertama kenalan ama yoona haha.. ayooo buat lebih romantis lagi thor..

    Like

  10. auhtor ini donghae kayaknya kesemsem banget deh ma yoona…
    hahahahaha……

    cepetan dipudate ya part 3 jd pensaran sm lanjutan cerita yonhaenya

    Like

  11. keren chingu tapi donghae aneh kok berubah jadi romantis ? pertama so cool sekarang romantis? jelasin dong dipart selanjutnya donghae tuh kenapa wkwk :p

    Like

  12. Thor, suka bget sama cerita ini.. Apalagi castnya YoonHae.

    Pokoknya suka sama fanfic ini… Tetap semangt buat lanjutannya ya thor… Fighting^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s