Because Your Love 2


judul : because your love
cast : seohyun snsd,minho shinee,yoona snsd and other.
Genre : ROMANCE
Author : seo joo hyun

SEOHYUN POV
aku duduk memasuki cafetaria kampus ini, mencari-cari tempat duduk paling sudut didekat jendela. Tempat yang sering kududuki dengan yoona tapi sekarang yoona sedang ada kelas, huh! Ini sunggu membosankan, sekarang diseoul sedang musim salju, udara disini sangat dingin bahkan sedingin es.


Aku menggesek-gesekkan tanganku untuk mendapatkan kehangatan, kuseruput kopiku dengan seksama. Aku terus menerus memandang pemandangan diluar jendela, salju turun dari langit yang agak mendung.
“kau sedang apadisini?”tanya sebuah suara,aku berbalik dan memandangnya sekilas. Dia, choi minho! Aku sekarang tambah bad mood, mengingat kejadian tadi pagi aku benar-benar malu. Aku tak menanggapi pertanyaannya, kulirik dia mendengus kesal. “kau sedang apa disini?”tanyanya lagi, aku meliriknya sekilas. “kenapa kau mau tau?itu bukan urusanmu..”jawabku kesal, dia kaget mendapat reaksiku yang berlebihan. Aku juga tidak tau mengapa sikapku begini, yang jelas ini salah satu cara menutupi kemaluanku.
Sungguh, aku benar-benar malu bertemu dengannya. “akukan bertanya baik-baik, seharusnya kau juga menjawabnya dengan ramah”dengus minho kesal, “itu karena aku.. aku..”aku tidak tau harus berkata apa, fikiranku sedang buntu sekarang! Apalagi minho masih melihatiku lekat-lekat.
“kau kenapa?”tanyanya heran melihat tingkahku, “aku..akuu.. tidak apa-apa” jujur, hanya itu yang bisa kukatakan sekarang. “ya! Kenapa wajahmu merah?”sergah minho, aku jadi salah tingkah akibat ucapannya. Aku berkali-kali meminum kopiku dengan cepat, “aww!”pekikku saat merasakan bibirku terbakar karena kopi panas ini.
“kau minum pelan-pelan, lagian kenapa kau jadi salah tingkah?”mampus! aku tidak tau harus berbuat apa sekarang, minho lagi-lagi melihatku. “ya! Seohyun..”teriak orang dari jauh, yoona! Ah, thanks yoona… kau menjadi pahlawanku..
“kalian..”yoona menunjukku dan minho, “sedang apa disini berdua?”lanjutnya lagi, “ani,kami hanya kebetulan bertemu. Yoona bisakah kau duduk disini..”seruku lalu menepuk-nepuk kursi disebelahku, yoona lalu tersenyum dan duduk dikursi disebelahku.
“kau tak ada kelas minho-ssi?”tanya yoona kepada minho, aku kembali memandang pemandangan diluar. “ani, sudah selesai. Kau sendiri?”tanya minho kembali, yoona tersenyum lagi. “ani, kelasku sudah habis sekarang.”jawab yoona dan aku diam seperti kambing congek.
“kalian.. aku pergi duluyah,have fun disini”seruku lalu beranjak berdiri, “kau mau kemana?”tanya minho diikuti dengan lirikan yoona, “aku ada kelas,kalian aku tinggal duluyah”jawabku lalu meninggalkan yoona dan minho.
Akupun berjalan keluar cafetaria, kurapatkan jaketku ketubuhku,sekali-kali kugesekkan kedua tanganku. Entah kenapa, aku berjalan menuju taman kampus yang dipenuhi oleh tumpukan salju. Jika sedang musim seperti ini, tak ada orang yang mengunjungi taman ini karena alasan disana terlalu dingin. Nah,sekarang aku malah berniat kesana untuk mengeluarkan penat.
Aku duduk dibangku taman yang dipenuhi salju, sebenarnya aku sudah tidak ada kelas tapi entah kenapa melihat yoona dan minho aku menjadi jengkel,marah dan penat. Aku tidak tau kenapa, daripada aku marah-marah tidak jelas didepan mereka berdua, lebih baik aku pergi menenangkan diri.
Diluar dugaanku, kufikir tubuhku kebal akan dinginnya udara ditaman yang bertambah dingin dari biasanya tapi kulihat telapak tanganku mulai memutih dan dibeberapa bagian membiru. Aku tetap tak ingin beranjak dari sini, aku menyandarkan punggungku pada bangku taman ini.
Rasa dingin dan menusuk kurasakan diseluruh bagian punggungku, entah kenapa rasanya aku tetap ingin disini padahal aku sadar aku hampir mati membeku ditaman kosong ini. Kuhembuskan nafas beratku yang diikuti awan tebal disekitar mulutku,merasa kedinginan aku menggesek-gesekkan kedua tanganku.
Aku merutuki diriku yang lupa membawa sarung tangan, untuk kesekian kalinya kurapatkan jaketku untuk mengurangi rasa dingin ditubuhku. Kulihat tanganku sudah membiru namun aku ingin terus berada disini.
Tik! Air mataku jatuh, aku tidak tahu kenapa. Aku hanya ingin menangis saja ditaman ini, mengeluarkan amarahku yang sudah sampai dipuncak kepalaku dan berdiam sejenak disini. Sudah sekian lama aku berada ditaman ini, sekarang tanganku sudah susah digerakkan dan sekali lagi kutegaskan aku tidak ingin beranjak dari tempatku ini.
Pandanganku kabur, aku sudah tau kalau aku hampir mati disini. Aku bangkit dari tempat ini untuk bersiap pergi dari taman dingin ini namun pandanganku sudah kabur dan badanku sudah susah digerakkan.
Buk~
Aku jatuh tersungkur di atas salju, dingin! Ya dingin kurasakan menusuk disekujur tubuhku, aku hanya berharap seseorang datang menyelamatkanku atau aku akan mati kedinginan disini..
“ya seohyun!”hanya kata-kata itu yang terakhir kali kudengar diakhir kesadaranku dan aku tidak ingat selanjutnya yang terjadi.

MINHO POV
Setelah seohyun pergi meninggalkanku dengan yoona, entah mengapa aku jadi khawatir dengannya. aku lebih banyak melamun memikirkan seohyun dan mengabaikan yoona yang tengah asik curhat padaku.
“ya! Minho, apa kau mendengarku?”tanya yoona sambil melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku, aku tersadar dan langsung tersenyum hambar.
“mianhe, aku tak memperhatikanmu. Aku sedang tidak enak badan,aku pamit pulang dulu”ucapku mengakhiri pertemuan singkat kami, yoona tersenyum sekali lagi. Senyuman yang sangat cantik, senyuman yang mampu membuat namja manapun terpikat melihatnya. Namun tidak bagiku, justru sekarang aku merindukan senyuman kesal seohyun, senyuman yang mampu membuatku tertawa konyol melihat tingkahnya.
“ne, pergilah. Aku masih menunggu seohyun..”serunya.
Aku keluar dari cafetaria itu lalu berjalan mencari kelas seohyun, udara dingin yang menusuk menyambut kehadiranku. Kurapatkan jaketku ini, dan membetulkan sarung tanganku. Aku menuju kelas seohyun, kulihat ruangan didepanku ini kosong tak ada orang.
“lee taemin..”panggilku pada seorang namja didekatku yang sedang asik membaca buku, taemin berbalik menatapku heran. “ne,sunbae?”tanyanya takut, “apa kau melihat seo joo hyun? Kalian sama kelas kan?”tanyaku, dia terlihat takut akan cara bicaraku yang tegas, sesekali dia merapikan letak kacamatanya.
“ani sunbae, kami tidak ada kelas.”jawabnya dengan ekspresi yang sama, aku hanya mengangguk lalu berjalan lurus. Aku bingung harus kemana, aku mencari diperpustakaan, di wc, diparkiran tapi seohyun tak kunjung kutemui.
Apakah dia ditaman?ani, mana mungkin orang mau ketempat dingin seperti itu. Bisa-bisa dia mati kedinginan disitu, tapi.. apa salahnya jika kucoba.
Aku berjalan menuju taman kampus ini, udara dingin lagi-lagi menyambut kehadiranku dengan ramah. Tumpukan salju terlihat dimana-mana, aku terus mengedarkan pandanganku dan sesekali merapatkan jaketku. Udaranya sangat dingin, kuyakin tak ada binatang yang hidup disini. Jika ada, dia mungkin sudah mati kedinginan.
Pandanganku berhenti pada sosok tumpukan salju yang aneh,bentuknya seperti manusia yang sedang tertidur. Aku mendekati tumpukan salju tersebut dan kaget saat mendapati topi rajut bertuliskan nama seohyun, aku dengan sigap membongkar tumpukan salju tersebut.
Kulihat seorang yoeja terbaring tidak berdaya, kuangkat tubuhnya yang dingin. Kulihat tangan seohyun sudah membiru, dan badannya dingin sedingin es. Aku lalu berlari membopong tubuh seohyun kearea parkir.
Aku sampai di area parkir dan langsung disambut tatapan berpuluh-puluh orang, “haish, mana aku bawa motor!”keluhku sambil mencari cara, oh iya! Seohyun bawa mobil. Dengan sekuat tenaga, kubuka tas seohyun lalu menggeledah isi tasnya.
Aku mendapatkan kunci mobil berbentuk keroro dengan bertuliskan huruf S, aku membuka mobilnya dan lalu membaringkannya dikursi. aku berjalan kekursi pengemudi, tak kupedulikan tatapan orang yang heran melihatku. Aku memandang tajam siapapun yang melihatku.
Kukemudikan mobil seohyun menuju luar kampus, fikiranku tidak tenang! Tubuhku bergetar menahan dinginnya udara, kunyalakan penghangat dimobil seohyun. Aku saja sudah kedinginan begini, apalagi seohyun sekarang.
Kugenggam satu tangan kiri seohyun, ya tuhan! Tangannya sedingin es, kugesekkan permukaan tanganku yang hangat ketangan seohyun yang sedingin es. Sudah 5 menit kumencoba menghangatkan tangan seohyun namun tidak ada yang berubah.
Akhirnya kupasangkan sarung tanganku ketangan seohyun, kubuka jaketku lalu memasangkannya ditubuh seohyun. aku masih menfokuskan pandanganku kejalanan, sambil sesekali melihat wajah seohyun yang pucat pasih.
“babo!”bentakku namun seohyun pasti tidak mendengarnya. Yang jelas kalau dia sudah bangun, aku akan memarahinya. Akhirnya aku sampai didepan rumah seohyun, kulirik keadaan rumahku sebentar. Sunyi! Hanya itu.
TING~ TONG~
Kupencet bel rumah seohyun, tanganku masih sekuat tenaga menahan badan seohyun. bukannya berat tapi aku seperti memegang bongkahan es, tuhan tolong selamatkan seohyun.
Clek! Pintu rumah seohyun terbuka dan pembantu seohyun kaget melihatku yang menggendong seohyun, tanpa basa-basi aku langsung menghambur masuk kerumah seohyun. aku menaiki tangga lalu memasuki kamar seohyun yang bernuansa ungu.
Clek! Kubuka pintu kamarnya, lagi-lagi udara dingin menyambutku dan kuyakin penyebabnya adalah ac kamarnya yang lupa dia matikan, bau bunga lafender kembali tercium oleh hidungku. Kurebahkan badan seohyun dikasurnya, kucari-cari remot ac seohyun dan setelah mendapatkannya aku mematikannya.
Kunyalakan penghangat ruangan seohyun, “minho-ssi kenapa dengan nona seohyun?”tanya pembantu seohyun yang berdiri didekat pintu, “dia sakit bi! Cepat telfonkan dokternya..”bentakku, aku bingung kenapa aku bisa-bisanya bersikap kasar tapi saat ini yang kufikirkan hanyalah seohyun yang berada didepanku tak berdaya.
“ne..”jawabnya lalu turun, aku membuka sarung tanganku dari tangan seohyun. kugenggam tangannya, syukurlah.. tangannya kembali normal, meskipun tidak sehangat biasanya tapi ini sudah kemajuan. Kupandangi wajah seohyun yang sudah tidak terlalu pucat lagi, “seohyun, ayolah bangun..”ucapku memohon walau ucapanku tak didengar olehnya entah mengapa aku merasa ini cukup membantu.
Keselimuti tubuh seohyun, kusibakkan rambutnya yang panjang itu. “ada apa dengan seohyun?”seru sebuah suara didepan pintu, ternyata seorang pria paruh baya yang memakai jas putih dan kuyakini itu adalah dokternya.
“sepertinya dia hampir mati kedinginan dok, tolong selamatkan dia..”seruku memohon, tak kupedulikan tatapan dokter itu yang heran atas perlakuanku. Kulihat dokter itu berjalan menuju seohyun, aku bangkit dari kasur lalu mempersilahkan dokter itu memeriksanya.
Dokter itu terlihat menyuntikkan sesuatu pada seohyun dan beberapa menit kemudian suara nafas seohyun kembali normal, “kau siapanya?”tanya dokter itu, aku bingung harus menjawab apa, kalau dibilang temannya.. apa seohyun menganggapnya? Saudara..?dari mana-kemana-_-
“aku..aku.. pacarnya”ucapku meyakinkan, entah dari mana keberanian itu datang. “kau tidak usah bohong!”serunya lalu tertawa kecil, aku kaget mendengar ucapannya. “aku sudah mengenal seohyun dari kecil..”lanjut dokter itu selanjutnya.
“bagaimana bisa ,dok?”tanyaku penasaran, lagi-lagi dokter hanya tersenyum, “aku adalah dokter pribadi seohyun, waktu umur 7 tahun dia mengalami amnesia. Sejak itu orang tuanya mempercayakanku menjadi dokter pribadinya.”jelas dokter itu.
Deg~
Aku kaget mendengar ucapan dokter tersebut, ingatanku kembali kemasa laluku bersama teman kecilku tapi namanya bukan seohyun melainkan joohyun. Entah apa yang ada didalam fikiranku.
“eng…”seohyun menggeliat pelan.

SEOHYUN POV

“seohyun, ayolah bangun..” aneh, biasanya disetiap mimpiku pria itu tidak mengatakan begini, kini dia menyuruhku bangun dari sesuatu. Aku tidak tau maksudnya apa, wajahnya masih samar-samar kulihat tapi senyumnya masih bisa kuingat.
Kulihat pria itu berjalan kebelakang lalu melambai-lambaikan tangannya, “tidak! Kumohon, temani aku disini, jebal~”seruku lalu berusaha mengejarnya namun makin lama bayangannya mulai memudar, mulain menghilang dan akhirnya menghilang.
“engg…”aku menggeliat pelan, kubuka perlahan mataku, pandanganku masih kabur dan samar-samar tapi aku bisa melihat ada dua orang pria yang tengah asik berbincang, salah satu orang itu menghampiriku lalu duduk dipinggir kasurku.
“seohyun,gwenchana?”tanyanya, kini aku bisa dengan jelas melihat wajah itu, tatapan itu, senyuman itu namun raut wajahnya tidak seperti biasanya, raut wajahnya menggambarkan kekhawatiran. Seingatku, terakhir kali aku duduk ditaman namun kini aku berbaring dikasurku.
“minho-ah, gwenchanayo..”seruku lalu mencoba untuk duduk, minho membantuku untuk duduk. Aku berbalik lalu melihat namja paruh baya yang tak asing dimataku, “dokter lee”seruku, dia hanya tersenyum dan mendekat kearahku.
Dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, “ini.. jangan terlambat meminum obatmu”seru dokter lee lalu beranjak keluar kamarku, aku menatap minho heran.
“kenapa kau bisa ada disini, seingatku aku ada ditam..”aku menutup mulutku, hampir saja aku diketahui berbohong didepan minho, “babo! Aku tau kau ditaman dan kau tidak ada kelas!”bentaknya padaku, aku kaget melihat reaksi minho. Aku menunduk.
“wae?”tanyanya halus, aku menatapnya sekilas. “wae apa?”jawabku, dia mendesahkan nafasnya. “mengapa kau berbohong padaku, kau bilang kau ada kelas tapi ternyata kau ketaman dan hampir mati membeku disana.”tanyanya lagi, aku menatapnya takut-takut. “aku.. aku..”jawabku terbata-bata, “kau kenapa?”tanyanya..
Aku tunduk, berusaha untuk tidak menatap matanya yang tajam. “ara-ara, aku tahu kau ada ditaman dan kau berbohong kalau kau ada kelas”serunya yang langsung membuatku mendongak, aku tersenyum kecil lalu menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.
“wae?”tanyanya, aku berbalik dan mendapati tatapan hangatnya memandangiku. “wae apa?”seruku tidak mengerti, minho menghela nafasnya. “kenapa kau membohongiku?”tanyanya, “aku..”kalimatku menggantung.
“apa kau mulai menyukaiku seohyun?”goda minho lalu mencolek daguku, aku memanyunkan bibirku lalu memukul lengannya pelan. “hahaha, jangan bercanda minho! Kau itu musuhku dan selamanya akan tetap begitu..”seruku dengan agak membentak agar menutupi kegugupanku.
“ya! Kenapa wajahmu memerah?jadi benar kau mulai menyukakiku”goda minho sekali lagi, aku semakin memukul lengannya. Kenapa dia bisa kegeeran seperti itu? Dia menahan tanganku, pandangan kami bertemu. Sepert ada sengatan listrik di mata kami yang bersatu.
“aku harus menelfon yoona, dia menunggumu.”serunya lalu mengambil sesuatu dikantong celananya, entah mengapa aku membenci dia mengingat yoona. Ya seohyun! yoona itu adalah sahabatmu, tega sekali kau cemburu padanya.
“ne, sebaiknya kau telfon dia sebelum dia menungguku lebih lama”seruku lalu menatapnya yang memencet beberapa angka di tombol handphonenya.
“yoona-ssi, kau tak usah menunggu seo. Dia ada dirumahnya sekarang, dia tadi pingsan”seru minho.
“ne, dia sudah tidak apa-apa. Kau pulanglah sekarang”lanjutnya lagi lalu menutup handphonenya.
Minho menatapku lalu menaikkan tangannya menyentuh jidatku, lalu dia menyentilnya pelan. “aww!”pekikku tertahan lalu menyentuh jidatku yang sepertinya sudah memerah, “ya! Kau apa yang kau lakukan, sakit tau!”bentakku sambil mengelus-ngelus jidatku.
“babo!”serunya lalu tersenyum penuh arti. “mwo?”seruku tidak percaya.
“ne, kau babo! Apa kau tau kau hampir mati!”bentaknya lalu menyentil dahiku lagi, “ya!”pukulku di lengannya. “tapikan sekarang aku baik-baik saja”seruku lalu mengelus-ngelus dahiku pelan.
“aku menemukanmu telah tertimbun salju, kalau aku tidak datang mungkin kau sudah mati seohyun babo!”serunya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, “kufikir aku kuat dengan udara ditaman tapi saat aku mau pergi aku malah pingsan”seruku lalu terkekeh sebentar.
“aku saja baru memasuki taman itu sudah kedinginan, apalagi yoeja sepertimu babo”serunya lagi, aku menampakkan ekspresi kesalku. “hey kau namja jelek, aku tidak babo!kau yang babo!babo!babo!babo! babo!ba-“
Aku mendapati kedua tangan minho berada dikedua pipiku, tangan hangatnya membuat pipiku yang tadinya dingin menjadi lebih hangat. Aku terkesiap melihat dia menggesek-gesekkan tangannya di pipiku, “hey,kau apa yang kau lakukan”protesku, dia terlihat masih sibuk dengan aktifitasnya.
“mukamu saja sudah pucat, aku melakukan pertolongan pertama buatmu”serunya membela dirinya, aku memanyunkan bibirku dan dia tertawa. “kau mirip keroro, sedikit!”serunya lalu tertawa lagi, aku kembali memanyunkan bibirku.

Kupandangi matanya yang besar,hidungnya yang mancung, bibirnya yang memerah, dagunya yang tegas, bentuk mukanya yang sangat sempurna! Ya tuhan, namja ini memang benar-benar perfect!
“kenapa kau melihatku seperti itu?”tanya minho membuyarkan lamunanku, aku melepaskan kedua tangan minho dari pipiku. “aku sudah jauh lebih hangat,gomawo”seruku lalu merapikan rambutku sebentar, dia tersenyum tipis.
“kenapa kau belum pulang?ini sudah hampir malam”seruku, “memangnya kenapa?toh rumahku disamping, jadi tidak perlu jauh-jauh pulang”serunya lalu melepas jaket tebalnya. “huh, tapi mengapa kau bisa menemukanku?bukannnya kau bersama yoona?”tanyaku lalu berusaha bangkit dari tempat tidurku.
Tapi sebuah tangan memegang pundakku dan memaksaku untuk duduk ditempat tidur, “kau tidak boleh banyak bergerak,kau belum sehat”Serunya lalu mengangkat gagang telfon didekat tempat tidurku.
“tolong antarka satu mangkuk bubur”seru minho lalu menutup telfon itu, “jadi.. kenapa?”tanyaku lagi, dia menatapku sekilas lalu duduk dikursi meja belajarku. “aku tidak tau dan aku juga tidak mau tau” jawabannya membuatku bingung.
“maksudnya?”tanyaku heran, “sudahlah, jangan pernah tanya lagi”jawabnya lalu melipat kedua tangannya didada bidangnya, tok~ tok~
“non, ini makanannya.”seru pembantuku lalu menaruh makanan itu dikasurku lalu keluar kamarku, aku memegang sendok makanku tapi terjatuh lagi. Tanganku bergetar dan lemas, aku berusaha memegang sendok makanku lagi sebuah tangan mencegahku.
“aku akan menyuapimu manja”serunya lalu mengangkat makanan itu keatas pangkuannya, “hey, aku tidak manja cuman aku lemas babo”protesku, “kau babo”serunya lalu mengaduk-ngaduk bubur dihadapannya.
“hey,aku tidak babo dasar nam-“ dia sudah memasukkan sendok kedalam mulutku membuat mulutku penuh oleh makanan. Aku menelannya sekaligus membuat tenggorokanku agak sakit, “hey, aku belum sele-“ dia memasukkan satu sendok lagi kedalam mulutku.
“awkuh,, beeesslumm-“ sementara aku mengunyah dia sudah memasukkan satu sendok lagi kedalam mulutku, akhirnya aku lebih memilih diam dan menikmati buburku. Setelah makananku habis aku langsung memukul lengannya keras.
“kau.. mau membuatku mati keselek(?) hah?”protesku yang mendapat respon lucu darinya, “haha, kau terlalu cerewet menjadi orang sakit”serunya lalu menaruh mangkuk itu diatas meja belajarku, dia memasang jaketnya lalu mengaitkan tasnya dipunggungnya.
“aku pulang dulu, jangan pernah merindukanku”godanya lalu mengerlingkan matanya, “tak akan namja babo!”bentakku lalu membuang muka, dia keluar dan aku melihat kepergiannya dengan senyuman.

AUTHOR POV
Dua yoeja yang berbalut jaket hangat dan sebuah syal dilehernya sedak asik membicarakan sesuatu di salah satu sudut cafetaria seoul university, tampak seorang yeoja berparas cantik tengah memandang orang yang didepannya dengan pandangan gusar.
“ya! Seohyun,kau membuatku khawatir kemarin. Aku menunggumu, tadinya aku mengumpulkan tugas dari park songsaenim bersamamu tapi katanya kau pingsan jadi aku sendiri saja”seru yoona lalu memukul pelan lengan seohyun.
“hahaha, mianhe yoona membuatku khawatir”seru seohyun lalu menampakkan senyum khasnya. “apa kemarin minho yang mengantarmu saat kau pingsan?”tanya yoona penasaran.
“ne tapi kau tidak usah khawatir, minho hanya milikmu seorang yoona”jawab seohyun lalu mengacungkan kedua jempolnya.
Yoona tersenyum kecut lalu menyesap minumannya, “hmm, seohyun sepertinya aku makin mencintai minho. Senyumannya membuat dunia serasa melayang-melayang”seru yoona tanpa melihat kearah seohyun.
Seohyun memandang heran pada yoona yang tersenyum-senyum pada minuman didepannya, seohyun menggelengkan kepalanya sekilas lalu menyesap minumannya juga. “apa yang ganteng dari namja yang mirip kodok keselek gitu”ucap seohyun akhirnya.
Yoona menegakkan tubuhnya dengan ekspresi kesal, dia tidak terima dengan perkataan seohyun yang seenaknya mengkritik namja yang disukai. “ya! Asal kau tau, minho itu tinggi, mukanya ganteng, badannya kekar dan-“
“ehm, sepertinya ada yang membicarakan diriku”deham suara berat disamping yoona dan seohyun.

MINHO POV
Ke mana yoeja itu?setelah kejadian kemarin, entah mengapa aku mengkhawatirkan dia. Aisshh, choi minho! Ini pertama kalinya kau mencemaskan seorang yoeja!!!!!!!!!!!!!!!!arghhhh!
Aku memutuskan tetap duduk diatas motor sportku lalu mengedarkan pandanganku, mataku yang besar memudahkanku untuk melihat lebih jelas. Ya! Itu pasti dia, dia selalu duduk disudut cafetaria dan bersama sahabatnya itu, yoona. Aku harus menghampirinya!
Aku berlari cepat memasuki cafetaria lalu mencari-cari sosok keberadaan seohyun, astaga! Dia sangat manis jika tertawa seperti itu.
“ya! Asal kau tau, minho itu tinggi, mukanya ganteng, badannya kekar dan-“ samar-samar kudengar seseorang memujiku.
“ehm,sepertinya ada yang membicarakan diriku”seruku lalu duduk didekat yoona, seohyun dan yoona melihatku kaget tapi anehnya yoona menatapku malu-malu. Apa dia menyukaiku?aduh,aku merasa tersanjung kalau begitu.
Kalau yoona menatapku dengan malu-malu, lain lagi ekspresi seohyun yang menatapku dengan mata sipitnya yang sinis dan raut muka geram tapi dia sangat lucu.
“aa annyeong minho-ssi”sapa yoona yang masih menundukkan kepalanya, aku tersenyum memamerkan deretan gigiku yang rapi dan putih. “annyeong yoona, jangan panggil aku formal begitu”seruku santai, aku menatap seohyun dalam.
“annyeong keroro”sapaku menggoda seohyun, seohyun membulatkan matanya dan tangannya dia genggam erat-erat berusaha menahan emosinya yang sudah penuh. “annyeong kodok keselek”sapanya mengejekku.
“jadi sekarang namaku telah berganti menjadi kodok keselek?bukannya tadi kau bilang aku tinggi ganteng dan kekar”seruku menyombongkan diri didepan kedua yoeja ini, dia membuang muka lalu kembali menatapku kembali.
“yang memuji kau itu yoona namja babo!”serunya ketus lalu menatap yoona, aku menatap yoona disampingku, yoona terlihat menundukkan wajahnya lagi. “oh,jadi kau yoona yang memujiku rupanya. Yah aku maklumilah…”seruku menyombongkan diri lagi.
“ne, minho oppa”serunya masih malu-malu, oppa?yah dia memang memanggilku oppa, aku merasa geli mendengar seseorang memanggilku oppa. Yang sering kudengar seohyun memanggilku ‘namja babo’. Seohyun dan yoona memang berbeda dari segi manapun.
“tck!”seohyun menggerutu, “yoona-ah, jangan memanggil dia oppa nanti dia malah tersanjung dan sering memuji dirinya”seru seohyun pada yoona, “ani seohyun, itukan lebih sopan”seru yoona lalu tersenyum malu-malu.
“tapi-“
“sudahlah seo, kalau kau mau memanggilku oppa. Katakana saja”seruku sambil mengedipkan mataku, seohyun membuat gerakan seolah-olah ingin muntah , aku dan yoona hanya tertawa geli.
“jangan harap!”bentaknya lalu mengerucutkan bibirnya yang membuatnya semakin lucu, dia bangkit lalu mengalungkan tas dipunggungnya. “permisi, aku ingin pulang!annyeong minho-ssi.. yoona”seru seohyun lalu membungkukkan badannya.
Dia lalu berjalan dengan cepat namun kutahan tangannya, “biar kuantar, nanti kau hipotermia lagi”seruku lalu berdiri. “tck!”seohyun mendecak kesal, “aku tidak akan membahayakan keselamatanku bodoh! Antarlah yoona, dia tidak membawa mobilnya”seru seohyun lalu meninggalkanku begitu saja.
Kenapa dia?mengapa raut mukanya menampakkan kekesalan, apa dia marah padaku karena aku dan yoona menertawainya?atau dia cemburu?cemburu?ani, dia tidak mungkin cemburu. Terus dia kenapa kesal begitu?aneh….

SEOHYUN POV

“tck!”aku mendecak kesal dibangku taman lagi, kuingatkan aku tak mungkin hampir mati kedinginan lagi!
“mereka sangat keterlaluan menertawaiku seperti itu, untung yoona sahabatku. Kalau tidak, sudah kubunuh yoona”gumamku sendiri, aku berdiri lalu menendang-nendang tumpukan salju ditaman ini.
Aku menghela nafas lalu membetulkan letak syal dileherku, “babo! Kodok keselek yang bodoh! Bodoh! Jelek! Jahat! Kau jahat!”gumamku tidak jelas. Tes ! cairan bening keluar melalui dua mataku, hey aku kenapa?
“hahaha”aku menertawai diriku yang lemah ini, aku! Lagi-lagi menangis hanya karena seorang choi minho seorang! Musuhku yang entah mengapa sering membuat hatiku sakit, apakah aku mencintainya? Menyukainya? Merindukannya?entahlah.
“dasar babo!”bentak seseorang dibelakangku. Aku berbalik dan mendapati seorang namja dengan raut wajah emosi, matanya sudah memerah menandakan kemarahannya yang memuncak. Ya tuhan, minho kenapa begitu?
To be continued readersJ
Comment pleaseee!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Bagaimana jalan ceritanya?maaf yah kalau jelek, karena author masih baru hehe._.V author berusaha kasih romantic lho, dengan sekuat tenaga nih buatnya. Huh, semoga usaha author gak sia-sia deh.


7 thoughts on “Because Your Love 2

  1. hwaaaaaaa suka suka suka suka. ikutan senyum2 nih.
    konyol ya mereka hihi
    yaaahhh kenapa tbc nya pas saat2 ituu? malah bikin tambah penasaran kan jadinyaa~ hehehe
    hmm mereka sama2 suka tapi belum sadar yaaaa.
    lucu deh minho ngungkapin perhatiannya kaya gtu.
    tapi entah kenapa, aku bayangin minho itu kyuhyun oppa yaa?
    lanjutannya ditunggu yaaaa😀😀

    Like

  2. ckckck,,,
    Brantem mulu krjaan ny!!
    Tp lucu, seru liat seomin!!
    Trus, knp tch minho kliatan mrah??
    Hayoo seo Knp tch minho!!#cpt kabur seo, ntar knpa2 lg!
    Ok, update jgn lma!^^

    Like

  3. Kyaaa ad ff minseo lg, ayikkk suka co’ thor ff km.
    Walaupun q lebih suka seokyu seh, tp gk pa2 lah minseo sekali2 seo dpasangin ma namja lain jgn kyu trus donk yg dpsangin ma yg lain#sedih.
    Ne ad next partkah?
    Kirain oneshoot..kkkk…..

    Like

  4. Baguss
    paling seneng sama adegan minho ngerawat seohyun…
    Benci jadi cinta tu seo unnie🙂
    jangan ada yg tersakiti(?) dong, baik yonna ato seo *bawel,, trserah author’a dong*
    LANNJUUTTT…
    Secepat’a…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s