Strawberry Short Cake [Part 6 Happy Together]


Strawberry Short Cake
 
Part 6 Happy Together
 
Author            :  Nciz Krisna
Cast                :  Yoona, Donghae
Another cast   :  Seohyun Kyuhyun Yuri Minho Sooyung Tiffany Siwon Jessica
Genre             :  Romantic Comedy
Rating            :  PG-15
 
Part terakhir adalah part terpanjang *2x lebih banyak dari part sebelumnya* semoga tidak membosankan ya, reader… Warning!!! Jangan mengharapkan sesuatu yg romantis *SERIUS deh*
 
Beberapa hari sebelum ujian akhir…….
“Yuri noona, bukan begitu caranya. Kan tadi sudah ku ajarkan. Aku yang adik kelasmu saja bisa mengerjakan. Masa noona tidak.” Minho memasang tampang putus asa. Tampang Yuri lebih putus asa lagi.
“Ah, sudahlah. Aku menyerah. Kalau ujian akhir besok aku tidak lulus, aku akan  tinggal kelas. Kita berdua akan jadi satu kelas Minho. Menyenangkan bukan?” Yuri merajuk. *jangan ditiru ya anak2!*
“Yaa!! Itu memalukan. Noona, harus lulus dan masuk universitas.”
“Kau malu punya pacar sepertiku??” Yuri hampir menangis.
“Hiks hiks hiks huhuhuhu” tapi Yuri justru mendengar isakan itu dari orang lain. Yuri dan Minho seketika menoleh bersama, dan menemukan Sooyoung tengah menangis meratapi nasib.
“Soo, kau masih menangisi Siwon juga? Sudahlah, jangan menangis lagi ya.” Yuri lupa akan tangisnya dan memeluk Sooyoung.
Minho berkomentar “Betul, Sooyoung noona. Lagipula menurutku Siwon hyung lebih cocok dengan Tiffany noona yang manis dan lemah lembut. Tidak seperti Sooyoung noona yang…..”
“Huuuuaaaa…. hiks hiks” Tangis Sooyoung semakin menjadi-jadi. “Aku bukan menangisi Siwon. Aku menangisi Changmin-oppa. Setiap hari sibuk di rumah sakit. Tidak ada waktu untukku. Punya pacar dan tidak punya kenapa sama saja. Setiap hari hanya bersama kalian berdua. Membosankan!” -.-
__******__
“Yoona, appa bawakan cemilan untukmu. Wah, putri appa rajin sekali belajarnya. Tiffany dan Siwon sudah pulang? Tadi kan di sini belajar bersamamu?”
“Mereka itu anak yang pintar appa. Tidak perlu belajar keras sepertiku. Mereka sekarang pergi berkencan ke Namsan Tower.” Yoona mengambil cemilan dan memasukkannya ke mulutnya.
“Jinja? Wah, sudah mau ujian masih sempat berkencan. Sudah cantik dan tampan, pintar pula. Ngomong-ngomong kau tidak ikut kencan? Namja bernama Donghae itu tidak pernah kemari lagi?” Yoona menghentikan aktifitas ngemilnya mendengar pertanyaan appanya.
“Oh, itu…. Dia juga sedang belajar, appa.” Yoona menjawab dengan ragu-ragu
“Kalian break pacaran dan konsentrasi belajar? Wah, kalian memang anak yang rajin. Lanjutkan belajarmu.” Appa Yoona mengambil kesimpulan sendiri.
__******__
Donghae berjalan tergesa-gesa di bandara. Besok dia akan ujian dan dia belum belajar apa-apa. Memang sedikit konyol pergi ke Jepang padahal mau ujian. Donghae sedang menimbang mau naik bus atau taxi ketika dilihatnya Kyuhyun berjalan kearahnya.
“Kyuhyun?”
Kyuhyun melambaikan tangannya pada Donghae, kemudian refleks menutupi matanya karena sesuatu masuk ke matanya.
“Kenapa kau menutupi matamu? Apa ketampananku menyilaukanmu???” Tanya Donghae dengan tampang serius. Kyuhyun langsung muntah darah. Author pun kejang2 *???*
“Yaaa!!! Jangan bicara sembarangan. Ada sesuatu masuk ke mataku.”
“Kyu…. Kau menjemputku? Kau benar-benar sahabat yang baik. Aku jadi terharu…. padahal aku cuma pergi sebentar” Donghae memandang Kyuhyun sendu lalu memeluknya erat. Kyuhyun melepas pelukan Donghae dengan kasar.
“Buseet! Main peluk aja lu! Kau mau orang lain salah paham pada kita? Aku kan masih normal.” Donghae memandang orang-orang disekitar mereka yang melihat mereka dengan tatapan curiga.
“Aku datang untuk mendengar penjelasan darimu. Tentang kau dan Jessica. Dalam interviewnya Jessica bilang kau dan dia pacaran. Selama ini kau mempermainkan Yoona?”
“Aku tidak mempermainkan Yoona. Aku benar-benar mencintainya. Aku juga tidak sedang pacaran dengan Jessica.”
“Benarkah? Aku tidak percaya. Jelas2 aku mendengar sendiri Jessica bilang kau pacarnya….”
“Aku berani bersumpah demi Yoong yang sangat kucintai, aku dan Jessica tidak sedang berpacaran. Jika aku berbohong, aku rela kehilangan setengah dari ketampananku. Meski hilang setengah aku yakin tetap tampan. Soalnya ketampanan….”
“Ah iya sudah sudah! Berhenti bicara tentang ketampananmu. Baiklah aku percaya padamu! Lalu apa rencanamu? Kau akan mengejar Yoona lagi atau tidak?”
“Apa Yoong masih bisa menerimaku?”
Kyuhyun mengangkat bahu. “Molla… Sebaiknya kau pulang dan mempersiapkan diri untuk ujian besok saja dulu.”
“Baiklah! Tapi, Kyu, aku sangat lelah. Bandara ini luas sekali. Bagaimana kalau kau menggendongku….”
“Yang benar saja!!!” -.-
__******__
 “Ah, soal matematika memang rumit. Kyu, nomor 5 bagaimana cara mengerjakannya?”
“Mana? Serahkan pada jagoan matematika” Kyuhyun membusungkan dada. Seohyun menggeser badannya mendekati Kyuhyun
“Kalau soal ini, begini…. nah, dicari dulu x-nya. Lalu masukkan ke persamaan. Tinggal dihitung kan? Nah, ketemu jawabannya.” Kyuhyun membuat coret-coretan di kertas, di sampingnya Seohyun menunduk mengamati coretan sambil manggut-manggut.
“Wah, ternyata gampang. Kau hebat!” Seohyun mengangkat wajahnya tepat ketika Kyuhyun memalingkan muka pada Seohyun. Pandangan mereka bertemu. Jarak di antara mereka sangat dekat.
“Seohyun…. “
“Ne?”
“Ciuman pertama kita di perpustakaan, lalu pertunjukkan drama. Kalau yang ketiga sekarang bagaimana?”
Buuuugg!! Seohyun memukul kepala Kyuhyun dengan buku matematika setebal 10 cm.
“Dasar yadong!!! Lanjut soal nomor 6….” Bentak Seohyun. Kyuhyun hanya nyengir kuda sambil mengelus kepalanya yang benjol.
Seohyun mengamati Kyuhyun yang tengah komat-kamit membaca mantra eh menghafal rumus. Kyuhyun itu betul-betul menyukaiku tidak ya? Kok dia tidak juga menyatakan cinta padaku. Seohyun mendengus kesal kemudian kembali menekuni bukunya.
Kyuhyun mendongakkan kepalanya. Mengamati Seohyun yang tengah asik mengerjakan soal. Aku benar-benar payah! Aku sudah sering mengatakan cinta pada yeoja. Tapi kenapa kali ini begitu sulit. Jangan-jangan aku kena karma! Seohyun memandang Kyuhyun. Pandangan mereka kembali beradu.
“Kyu, kenapa kau melihatku begitu?”
“Seohyun, aku….. sebenarnya aku….”
“Kau kenapa?” Jangan-jangan kali ini dia benar-benar akan menyatakan cinta. Batin Seohyun.
“Aku…. ah, aku mau ke toilet….” Kyuhyun berdiri dan beranjak menuju toilet.
Doeng!!! Bukan menyatakan cinta??? Aarrggghhhh!!! Menyebalkan! Kyuhyun kali ini aku tidak akan melepaskanmu. Seohyun mengepalkan tangan dan membulatkan tekadnya.
“Kyuhyun, tunggu!” Seohyun memanggil Kyuhyun. Kyuhyun berbalik dan mendapati wajah Seohyun yang memerah, entah karena kesal entah karena apa.
“Kyuhyun. Aku mencintaimu. Bisakah…. bisakah mulai saat ini kita berpacaran?”
Deg
Deg
Deg
“…………..”
Kyuhyun tertegun. Seohyun menunduk karena malu tapi tidak ada reaksi apa-apa dari Kyuhyun. Seohyun mendongakkan kepala memberanikan diri memandang wajah Kyuhyun. Tapi, Kyuhyun tetap diam saja. Seohyun mulai menitikkan air mata.
Plaaak!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Kyuhyun dari tangan Seohyun.
“Yaa!! Cho Kyuhyun!! Aku sudah menekan rasa maluku, membunuh keraguanku dan mengumpulkan keberanianku menyatakan cintaku. Kau seharusnya mengatakan sesuatu. Aku kecewa padamu…”
Seohyun beranjak pergi, meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam di tempatnya. Seohyun menghentikan langkahnya ketika sebuah pelukan hangat menyapanya dari belakang. Kyuhyun mendekapnya.
“Tunggu, Seohyun. Saranghae. Aku juga sangat mencintaimu.” Kyuhyun membisikkan kalimat itu tepat di telinga Seohyun yang berada dalam dekapannya. Seohyun tersenyum. Seohyun membalikkan badannya. Kyuhyun melepaskan pelukannya.
“Mau bicara begitu saja, membuatku menunggu begitu lama. Menyebalkan!!!” Seohyun memukul badan Kyuhyun dengan tangannya.
“Yaa!! Seohyun, sakit! Mianhae, aku benar-benar tegang. Baiklah! Aku akan mengucapkannya sebanyak mungkin sebagai permintaan maaf. Seohyun, saranghae saranghae saranghae saranghae saranghae saranghae………” Seohyun menempelkan telunjuknya di bibir Kyuhyun.
“Sudah, cukup. Aku sudah tahu kau mencintaiku.” Seohyun tersenyum.
“Tapi, Seohyun. Tamparanmu ini sakit sekali…” Kyuhyun mengelus pipinya yang merah dan terasa panas.
Chu~   Seohyun mendaratkan ciuman singkat di bekas tamparannya di pipi Kyuhyun
“Masih sakit?”
“Masih…”
Chu~ Seohyun melesatkan ciuman keduanya. “Bagaimana?”
Kyuhyun tersenyum nakal. “Masih sakit. Cium sekali lagi….”
“Yaa!!! Kau mau ku pukul pakai buku ini lagi?”
“Jangan! Galak banget deh…. tapi kalau peluk boleh kan?” Kyuhyun memeluk Seohyun erat seakan enggan melepaskannya. Seohyun tertawa dan balas memeluk Kyuhyun erat.
Tiba-tiba Kyuhyun melepaskan pelukan Seohyun sedikit kasar. Membuat Seohyun terkejut dan memandang Kyuhyun heran.
“Waeyo, Kyu oppa?”
“Aku kan tadi mau ke toilet…. Hiaaa….” Kyuhyun langsung lari ngibrit ke toilet. -.-
__******__
Ting toong…… Donghae yang sedang melamun di sofa terlonjak kaget. Dengan terpaksa dilangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya….
“Donghaeee…..” Ketiga pasangan kekasih serempak menyapa si tuan rumah dan tanpa menunggu tuan rumah mempersilahkan masuk mereka langsung masuk ke dalam apartement. Donghae kaget terbengong-bengong dengan kedatangan tamu tak di undang tersebut.
“Yaa! Donghae, kenapa melamun saja di depan pintu. Ayo, masuk. Anggap saja rumah sendiri” Ucap Kyuhyun santai.
“Ini kan memang rumahku” Donghae mendengus kesal.
“Donghae, apatementmu luas dan nyaman. Benar seperti dugaan kami, cocok untuk pesta.” Yuri tertawa
Seohyun dan Tiffany menuju dapur mengambil gelas dan piring. Minho membantu Yuri menata makanan dan minuman. Siwon dan Kyuhyun sibuk memilih film yang akan ditonton.
“Kenapa mereka bertindak seperti di rumah mereka sendiri?” Donghae geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat-sahabatnya.
“Pesta apa ini?” Donghae bertanya kebingungan
“Pesta untuk merayakan ujian yang sudah selesai. Bebas dari ujian… sungguh menyenangkan!”  Tiffany menjawab dengan membawa gelas dan piring dari dapur. Donghae mengamati semua sahabat-sahabatnya, ada yang kurang.
“Ooh, kenapa cuma berenam. Sooyoung dan…. emm, dan sahabat kalian yg satu lagi mana?” maksudnya Donghae si nanyain Yoona tapi buat basa-basi bawa-bawa Sooyoung deh.
“Sooyoung noona sedang ke rumah sakit menemui dokter Changmin” Jawab Minho
“Minho, apa Sooyoung dan dokter itu ada hubungan?”
“Sepertinya begitu, Seohyun noona. Mereka sedang pendekatan. Bahkan setiap hari Sooyoung noona membuat makan siang untuk dokter itu.”
Donghae mengangguk-angguk mendengar penjelasan Minho, tapi bukan jawaban itu yang dia nantikan. Yang Donghae ingin tahu adalah dimana Yoona sekarang.
“Lalu?”
“Apanya yang lalu, Donghae hyung?”
“Ya itu, tadi kan aku menanyakan dua orang. Kalau Sooyoung menemui dokter Changmin, lalu….?”
“Lalu???” Minho memancing Donghae. Sekarang semua orang menatap ke arah Donghae. Donghae menggaruk kepalanya.
“Lalu ya itu, satunya lagi kemana?”
“Yang satunya lagi? Sooyoung kan cuma ada satu, Hae?” Yuri menimpali dengan tampang bingung.
“Bukan Sooyoung…”
“Lalu siapa? Dokter Changmin? Ya, dia di rumah sakit, dia kan dokter.” Giliran Siwon menimpali
“Bukan dokter Changmin. Kalian itu bagaimana?”
“LALU SIAPA???” tanya ketiga pasang kekasih bersamaan.
“Itu… Aaah! Sudah lupakan saja.” Donghae memasang wajah kesalnya.
“Bagaimana kau ini bicara berputar-putar.”
“Benar yang dikatakan, Kyuhyun. Kau membuat kami semua jadi bingung” timpal Seohyun.
“Kalian yang bicara berputar-putar. Dari tadi aku kan menanyakan Yoona. Kalian malah membicarakan Sooyoung dan dokter Changmin.” Donghae membela diri. Ups!! Ketiga pasangan kekasih lalu cekikikan dan tertawa terbahak-bahak. Donghae sadar bahwa dirinya telah dipermainkan.
“Ooh, jadi dari tadi kau mencari Yoona. Seharusnya kau langsung mengatakannya, Hae.” Kata Tiffany di sela tawanya.
“Kalau Yoona kami tidak tahu dia dimana. Hehe” Kata Yuri tanpa dosa.
“Tahu begitu tadi aku tidak tanya.” Dengus Donghae kesal.
__******__
“Yoona ada tamu untukmu?”
“Siapa, appa? Aku mau pergi ke pusara Kibum. Ini sudah mau berangkat.”
 “Appa tidak tahu tapi sepertinya appa sering melihatnya. Tapi dimana ya?” Melihat appa-nya yang terlalu lama berpikir, Yoona memutuskan cepat turun ke bawah menuju ruang tamu menemui siapa yang mencarinya.
“Ah, ya benar. Itu dia, dia itu penyanyi terkenal Jung Jessica. Lho, Yoona kemana? Sudah turun ke bawah ya?” Appa Yoona cepat-cepat turun ke bawah menyusul putrinya. Yoona memandang heran tamunya. Seseorang yang biasa dia lihat di televisi kini sedang duduk manis di ruang tamunya.
“Apa kabar? Apa aku menganggumu? Maaf ya aku mendadak menemuimu. Aku tahu kita belum saling mengenal. Tapi ada hal yang harus kubicarakan denganmu. Oia, namaku Jung Jessica.”
“Tentu saja, aku tahu. Kau kan sangat terkenal.” Yoona tertawa
“Benarkan aku begitu terkenal?” Tanya Jessica sambil ikut tertawa. Jessica lalu bercerita tentang awal karirnya. Bagaimana dia bertemu dengan seorang pencari bakat. Tentang perasaan pertama kali rekaman. Tentang fans yang kadang aneh-aneh. Tentang pertunjukkan drama musikal pertamanya delelelelelelellll. Sampai-sampai Yoona tertidur. Malam berganti siang. Dan siang berganti malam lagi. Seabad kemudian barulah Jessica sadar bahwa ocehannya tidak jelas dan ngelantur.
“Tunggu!!! Kenapa jadi ngelantur begini. Maaf ya, Yoona. Mulutku kalau sudah bercerita suka susah berhenti.” Yoona bangun, menguap dan mengucek matanya lalu menatap Jessica dengan tatapan seakan berkata Lho-sudah-selesai-ceritanya?
 “Begini Yoona. Aku datang karena ada yang harus kuceritakan denganmu. Singkat saja. Aku ingin memintamu kembali pada Donghae.” Ucap Jessica to the point.
“Apa? Kau memintaku berpacaran dengan pacarmu”
“Pacarku? Ahahahhaa, pasti kau dengar interviewku ya? Sebenarnya aku dan Donghae tidak berpacaran. Aku memang meminta padanya untuk pacaran lagi denganku. Aku memintanya menjawab lewat sms. Saat ada interview dan ada sms darinya, aku langsung bersemangat dan tanpa membuka pesannya aku langsung yakin dan mengatakan bahwa dia pacarku. Ketika di backstage, aku baru membuka pesannya ternyata isinya dia bilang tidak bisa bersamaku lagi karena mencintaimu. Hahahahaha…😀 lucu ya??” -.-
“Hah???” Yoona menampakkan ekspresi bingungnya
“Dengarkan aku, Yoona. Aku datang kemari bukan karena aku merasa kau lebih mencintai Donghae dibandingkan aku. Aku datang bukan karena merasa kau lebih baik untuk Donghae dibandingkan aku. Aku datang karena Donghae sudah memilihmu sebagai orang yang dia cintai. Aku ingin dia bahagia. Dan kau adalah orang yang bisa membuatnya bahagia…..
“Tapi, Sica….”
“Aaah, kau tidak perlu mencemaskanku. Lagipula aku kan terkenal, sekali lirik akan ada ratusan namja yang mau denganku. Tidak ada yang tidak terpesona dengan kecantikkanku. Hahahaha. Yoona, tolong pikirkan kata-kataku ya. Aku pulang dulu, bye!” Jessica berlalu sementara  Yoona tertegun. Wah, Jessica ternyata tidak kalah narsis dari Donghae. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka berdua dulu pacaran. Dua-duanya punya kepribadian yang unik. Batin Yoona.
“Yoonaaa… Mana artisnya? Lihat appa sudah menyiapkan kertas untuk meminta tanda tangan. Appa juga sudah berdandan rapi, mau minta foto bersama hehehe. Mana Jessica, Yoona? Hei! Kenapa kau melamun?” Yoona tidak memperdulikan appanya yang heboh sendiri.
“Yaa!!! Im Yoon A!!! Mana artisnya???”
“Sudah pergi, appa…” Sahut Yoona pelan.
“Mwoo??? Sudah pergi? Aku kan belum minta tanda tangan dan foto bersama? Aduuuuh….” Appa Yoona terduduk lemas karena kecewa.
__*****__
Yoona berjalan menuju pusara Kibum. Meletakkan karangan bunga putih di atasnya, dan memandang pusara itu.
“Oppa, kau bilang aku harus bahagia kan? Aku tahu apa yang membuatku bahagia. Tapi, entah bagaimana aku harus meraihnya. Aku tidak tahu apa aku masih punya kesempatan untuk meraih kebahagiaan itu. Aku… aku sudah banyak mengecewakan dia.”
“Apa yang harus aku lakukan, Oppa? Apa aku harus mengejarnya?”
“Apa kau akan tetap bahagia jika aku bersamanya? Oppa, tidak bisakah kau menjawab pertanyaanku?”
Yoona terduduk di samping pusara Kibum. Menunduk memandang pusara itu dan membiarkan air matanya jatuh. Tetes hujan satu persatu jatuh dari langit membuat rintik hujan. Tetes-tetes hujan mulai membasahi Yoona.
“Yoona, kau tahu aku sangat suka gerimis ketika cuaca cerah” Ucap Kibum saat Yoona dan Kibum duduk berdua di sebuah halte bis.
“Kenapa?”
“Karena sangat indah, setelah gerimis reda kau mungkin bisa melihat pelangi. Mulai hari ini kau harus ingat, ketika ada gerimis di tengah cuaca cerah itu artinya aku sedang bahagia. Ingat ya!”
“Baiklah, aku akan mengingatnya.” Kibum memandang Yoona sambil tersenyum bahagia.
Yoona memandang langit yang tengah menjatuhkan tetesan hujan di bumi meskipun cuaca cerah. Yoona tersenyum mengingat percakapannya dengan Kibum dulu.
“Oppa, apa kau sedang bahagia sekarang? Apa ini jawaban dari pertanyaanku? Oppa, terima kasih.”
__*****__
Donghae memandang ketiga pasangan kekasih di apartementnya sambil memanyunkan bibirnya. Minho dan Yuri di depan televisi menonton drama romantis sambil bergelayut mesra. Seohyun dan Kyuhyun sekilas terlihat sedang membaca buku bersama. Tapi dari penglihatan Donghae, Kyuhyun sama sekali tidak membaca tetapi asik memandangi Seohyun yang tengah tenggelam dalam novel yang dibacanya. Tiffany dan Siwon? Jangan di tanya, mereka berdua sedang asik bermain ular tangga. Mereka kan bukan akan kecil lagi, batin Donghae.
Donghae mendengus kesal, lalu berdiri dan berteriak “Yaa!! Kalian semua, kalau mau pacaran sebaiknya cari tempat lain jangan di apartementku!”
Ketiga pasang kekasih memerhatikan Donghae, saling pandang satu sama lain menyadari bahwa mereka semua berpasangan kecuali Donghae.
“Ckckckckckck… bilang saja kau iri, Hae” kata Kyuhyun sambil tersenyum mengejek.
“Sebaiknya kita telfon Yoona saja. Suruh kemari. Aku akan menelfonnya.” Yuri mengambil handphonenya dan berjalan menjauh agar bisa bicara lebih jelas tanpa ada yang mengganggu.
Donghae memandang kepergian Yuri dengan dada dugeun-dugeun. Memikirkan apakah kira-kira Yoona mau datang kemari atau tidak. Lalu kalau datang, apa yang harus dia katakan padanya? Donghae mengkembang-kempiskan mulutnya saking tegangnya.
Beberapa menit kemudian, Yuri kembali dengan tampang cemas…
“Gawat! Tadi aku telfon ke rumah Yoona yang mengangkat appa-nya. Appa Yoona bilang, Yoona sakit sekarang. Demam gara-gara hujan-hujanan di pusara…..” Belum selesai Yuri bicara. Donghae sudah melesat keluar pintu, menuju rumah Yoona.
__******__
Yoona berbaring lemas di tempat tidurnya. Di dengarnya suara pintu terbuka. Yoona memutar kepalanya pelan. Dengan pandangan matanya yang kabur karena sakit kepala yang teramat sangat, dia memandang namja itu dengan tampang sendu.
“Yoona…” Donghae mendekati Yoona, duduk di samping ranjang dan memegang dahi Yoona.
“Badanmu panas sekali. Apa kau baik-baik saja?” Donghae memandang Yoona cemas. Yoona masih memandang Donghae dengan tampang sendunya.
“Bisakah kau memelukku?” Ucap Yoona pelan. Meskipun bingung dengan maksud Yoona, tapi Donghae menuruti kehendak Yoona. Donghae berbaring di samping Yoona lalu membawa Yoona dalam dekapannya.
“Malam itu, Kibum-oppa juga memelukku seperti ini….. tapi setelah itu dia meninggalkanku” Yoona mulai terisak dalam dekapan Donghae.
“Aku tidak akan meningalkanmu. Aku akan menjagamu. Istirahatlah…” Donghae mempererat pelukannya pada Yoona. Yoona merasakan kehangatan dan kenyaman dalam dekapan Donghae. Yoona mulai memejamkan matanya dan tertidur.
2 jam kemudian Yoona membuka matanya dan menyadari bahwa dia tertidur dalam dekapan seseorang. Yoona segera melepaskan pelukan itu dan bangun. Yoona memandang Donghae yang tertidur di sampingnya dengan bingung.
“Apa yang terjadi? Kenapa Donghae tidur bersamaku dan memelukku? Tunggu….. tadi itu aku pulang hujan-hujanan lalu demam. Lalu aku bermimpi bertemu Donghae. Ternyata bukan mimpi. Tapi kenapa dia tidur bersamaku???”
Belum menemukan jawaban dari pertanyaannya, Yoona melihat Donghae sudah mulai terbangun. Yoona panik dan tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya Yoona pura-pura sibuk menyisir rambutnya yang berantakan dengan tangan. Donghae memandang Yoona dan menyadari kepanikan gadis itu. Donghae lalu tersenyum jail.
“Wah, Yoongku sudah bangun…. Emm, rambutmu berantakan ya, sini kubantu merapikan” Donghae bangkit dan duduk di hadapan Yoona merapikan rambut Yoona dengan tangannya. Yoona hanya terduduk malu.
“Aku heran… kenapa kau begitu agresif padaku. Sampai memintaku memelukmu segala” Ucap Donghae sambil tersenyum jail.
“Apa???”
“Eits! Tidak perlu memasang tampang galak begitu, Yoong. Kau bahkan tertidur dengan nyenyaknya dalam pelukanku. Kau merindukanku ya?” Tanya Donghae masih dengan cengiran nakalnya. Yoona merasakan mukanya memerah seketika.
“Kau??!! Lalu kenapa kau tidur di sini? Apa kau tidak sadar ini kamar seorang gadis. Kau bahkan tidur di sampingku. Tidak sopan! Kau ini….” Yoona menghentikan kalimatnya ketika tangan kanan Donghae memegang dahinya.
“Panasmu sudah turun. Sepertinya kau sudah sembuh, bahkan sudah bisa marah-marah berarti benar-benar sudah sehat. Wah, pelukanku hebat sekali ya, bisa membuat demam Im Yoona turun dalam waktu beberapa jam saja. Pelukan cinta Hahahahaha. Aku benar-benar hebat!” Donghae memasang tampang bangga. Yoona melengos.
“Yoong, tidakkah kau seharusnya mengucapkan terima kasih padaku?”
“Shireo!!! jinja shireo!!! neomu neomu shireo!!!”
“Aish! Tampangmu ketika marah benar-benar menggemaskan… Sebagai ucapan terima kasihmu untukku, malam ini kau harus kencan denganku. Pukul 7 di taman kota, bangku yang biasanya…. bukankah hari itu kita belum selesai.” Donghae segera turun dari tempat tidur Yoona dan bersiap pulang.
“Oia, kau naik taxi ya… hehe” Donghae melambaikan tangannya dan menuju pintu lalu menghilang dari pandangan Yoona.
“Aku tidak akan datang…” teriak Yoona yakin Donghae masih mendengarnya walaupun sudah keluar dari kamarnya. Tapi tidak ada jawaban.
“Ah, dasar menyebalkan! Sudah janjian malam-malam, di luar lagi kan dingin, aku baru saja sembuh dari demam. Masih menyuruhku naik taxi pula, dasar tidak sopan!”
“Aigoo… aku harus pakai baju apa ya? Haduh, namja itu benar-benar menyebalkan. Jam berapa sekarang? Aku belum mandi. Belum bersiap-siap…. aaaahhh, harus cepat-cepat!” Yoona bangkit dari tempat tidurnya dan heboh sendiri bersiap-siap membuat appa Yoona memandang putrinya dengan heran.
__******__
“Yaa!! Lee Donghae, kau tau jam berapa sekarang? Kau menyuruhku datang jam 7 sementara kau datang setengah 9. Apa maksudnya?” Yoona memasang tampang galaknya begitu Donghae mucul di hadapannya dengan ngos-ngosan.
“Mainhae… Yoong… tadi… mobilnya… mogok… jadi… aku… terpaksa… berlari… ke sini…”
“Alasan!! Kenapa tidak naik taxi???”
“Taxi???…. Betul juga… kenapa tadi…. aku… tidak… naik taxi saja ya!” Donghae memukul jidatnya menyadari kebodohannya.
“Yoong, kenapa kau baru bilang sekarang?… Seharusnya dari tadi… aku kan jadi tidak harus berlari malam2 begini seperti orang bodoh…”
“Kau menyalahkanku? Sudah terlambat, malah menyalahkan orang lain. Dimana otakmu?” Emosi merasuki Yoona. Melihat Yoona yang marah2 Donghae pun ikut kesal.
“Kenapa kau marah2? Aku sudah berjuang agar tidak terlambat! Kenapa kau tidak bisa menghargai usaha orang lain!”
“Apa? Kenapa kau ikut marah? Kau menyebalkan!!!”
“Kau juga menyebalkan!!!”
Sementara Yoona dan Donghae asik bertengkar. Tujuh pasang mata tengah mengawasi mereka berdua dari balik semak-semak.
“Aduh, Kyuhyun oppa kenapa kita harus bersembunyi di sini. Semaknya membuat kulitku gatal2.”
“Sabar, Seohyun. Kita harus bersembunyi agar Yoonhae tidak tahu kita mengawasi mereka. Mana yang gatal? Sini ku garuk…” Plak! Jitakan keras jatuh di kepala Kyuhyun
“Jangan bermesraan! Ini bukan saat yang tepat. Perhatikan Yoonhae saja! Bukankah seharusnya mereka bermesraan. Kenapa malah bertengkar? Mereka itu bagaimana?”
“Sssstt, Sooyoung, jangan keras-keras bicaranya. Nanti ketahuan…”
“Ah, Yul. Aku gemas pada mereka berdua….”
“Hei, kalian berdua jangan berisik!”
“Ah, Tiffany kau juga jangan cerewet!” Kata Sooyoung dan Yuri bersamaan.
“Sssttt. Diam!” Siwon dan Minho berteriak bersamaan.
Keributan mulai terjadi di balik semak-semak itu dan terjadi aksi saling dorong. Dan… BRUUUUUKKKKK!!!! Mereka bertujuh sukses jatuh terjerembab karena semak-semak itu tidak kuat menahan berat mereka bertujuh.
Yoonhae yang sedang asik bertengkar menoleh bersamaan dan memandang ketujuh temannya dengan tampang bingung.
“Apa yang kalian lakukan di situ?” Tanya Yoonhae bersamaan *duh, bisa juga kompak* Mereka bertujuh hanya nyengir kuda menyadari aksi mengintip mereka ketahuan.
“Yoona, Donghae. Maaf ya mengganggu kalian. Kami hanya ingin memastikan kalian baik-baik saja.” ucap Kyuhyun sambil mengusap kepalanya yang benjol akibat jatuh berjamaah.
“Kalian mengintip kami ya?”
“Bukan begitu, Yoona…. kami, kami hanya mencemaskan kalian” Yuri berusaha menjelaskan diikuti anggukan oleh yang lainnya.
“Apa yang perlu kalian cemaskan?” Tanya Donghae bingung
“Ya, kalian itu. Lihat! Bukannya bicara baik-baik tentang hubungan kalian, malah bertengkar.” Sooyoung berusaha membela diri.
“Tidak ada lagi yang perlu kubicarakan dengan Donghae, dia menyebalkan!”
“Yoona, kau lebih menyebalkan!”
“Bukan salahku. Kau yang terlambat malah menyalahkanku”
“Aku kan sudah minta maaf. Lagipula aku sudah berusaha, kau yang tidak bisa menghargaiku.”
“Ah, sudah-sudah… Aigoo, kalian bertengkar seperti anak kecil.” Minho mencoba melerai Yoonhae. “Begini saja, Donghae hyung untuk apa kau menyuruh Yoona datang kemari?”
“Aku mau mendengar jawaban pernyataan cintaku padanya yang belum sempat dia jawab” Jawab Donghae sambil membuang muka dari Yoona
“Yoona noona, kenapa kau mau datang kemari?”
“Aku mau menjawab pernyataan cinta Donghae.” Jawab Yoona juga sambil membuang mukanya dari Donghae
“Ya, Tuhan kalian ini merepotkan! Sudah begini saja, Yoonhae ayo kalian berhadapan. Teman-teman bantu aku” Kata Sooyoung. Yuri Seohyun dan Tiffany berdiri di belakang Yoona sementara Kyuhyun Minho dan Siwon di belakang Donghae. Mereka mengatur agar Donghae dan Yoona berdiri berhadapan.
“Donghae, sekarang ulangi pernyataan cintamu…” perintah Sooyoung
Donghae menurut saja. “Emm… Yoong, saranghae…”
“Yoona, cepat jawab pernyataan cinta Donghae.” Perintah Sooyoung lagi.
“Donghae…”
“Pakai oppa donk, Yoona…” Yoona mendelik mendengar perintah Sooyoung tapi dituruti juga.
“Donghae oppa…. nado saranghae!”
“Nah, kalian resmi pacaran. Sekarang berpelukan…” teriak Sooyoung, Yoona dan Donghae saling tatap ragu-ragu. Akhirnya orang-orang dibelakang mereka pun mendorong mereka agar berpelukan. Yoonhae pun berpelukan.
“Yah!! Berhasil…. Berhasil…. Berhasil” Teriak mereka bertujuh lalu mereka bertujuh juga berpelukan *mirip Dora ma Teletubies -.-*
“Akhirnya! Ayoo… kita rayakan, ayo kita buat pesta bersatunya Yoonhae” teriak Tiffany.
“Ayooo…” Jawab yang lain kompak. Mereka langsung berjalan meninggalkan Yoonhae yang masih berpelukan.
“Heh, sudah jangan lama-lama berpelukannya. Ayoo, kita pergi makan-makan! Kalian yang traktir.” Kyuhyun memisahkan Yoona dan Donghae yang sedang berpelukan.
“Eeh, Seohyun… Chagiya, tunggu aku…” Kyuhyun berlari mengejar Seohyun yang sudah berjalan lebih dulu bersama yang lain. Yoona berjalan hendak menyusul yang lain ketika tangannya ditahan oleh Donghae.
“Apa?” tanya Yoona bingung
Chu~ Donghae mendaratkan ciuman di pipi kanan Yoona. Yoona terkejut, sedetik kemudian memasang tampang cemberut.
“Kenapa, Yoong? Masa dicium pacar sendiri marah…”
“Aku marah soalnya kau tidak adil. Yang dicium cuma yang kanan, yang kiri bagaimana?” Tanya Yoona manja. Donghae tertawa lalu mencium pipi kiri Yoona juga.
“Kalau di bibir bagaimana?” Tanya Donghae lagi. *Kyaaa…. yg masih kecil minggir!*
“Hoiiii, Yoonhae. Jangan pacaran saja!!! Ayoo cepat, kalian harus mentraktir kami…” Teriak Sooyoung dengan tampang kelaparan dari kejauhan sambil menepuk-nepuk perutnya yang keroncongan.
“Di bibirnya lain kali saja, Oppa. Ayoo, kita susul mereka!” Yoona menggandeng tangan Donghae, dan keduanya berlari mengejar sahabat-sahabat mereka. *hahahaha… ngga jadi*
Now, don’t change and smile together.
Everyone here will now always be happy
Love Happiness. From now on
Love Happines. Forever and ever
Love Happiness. You and me
Love Happiness. Doing it together
Forever Happy Together_Suju-Happy Together
“Yoong pertanyaanku yang dulu itu serius lho”
“Pertanyaaan yang mana, Hae oppa?”
 “Kalau sudah menikah nanti kau mau punya anak berapa?”
“Eeh? Kita masih muda, baru juga kemarin ikut ujian akhir. Kau sudah berpikir menikah dan punya anak?”
“Itu penting! Pokoknya aku mau anak kita tampan, lemah lembut dan baik sepertiku. Tidak seperti dirimu yang galak dan suka marah-marah…”
“OPPAA!!!!”
“Tu kan kau marah. Galak! Aah, anak kita benar-benar tidak boleh mirip denganmu…”
“Aargh! I HATE you…” Yoona pasang tampang galak.
“I LOVE you too, deer” Donghae kedip-kedip mata nakal.
“Eeeh???!!!”
Ckckckckckckck. Kasian Yoona punya pacar cacat mental *Author dicincang Elfishy, dimasukin ke sup mendidih* emangnya author salah apa si? Author kan cuma blak-blakan😀
END
 
Huft! *narik nafas lega* akhirnya seokyu yoonhae dah bersatu, author bisa tidur dengan nyaman tanpa takut tiba2 dibunuh reader *efek comment2 sadis di part5* -.- hehehe
Ottoke, readers? Need comment untuk kelangsungan hajat hidup orang banyak *apaan si* hahaha :D mianhae, kalau kepanjangan….
Ya udah, bye bye, annyeong, readers! Goodbye baby goodbye *oii, bukan lagu anak sm-ent tuu…* author pura2 gag tau…..

27 thoughts on “Strawberry Short Cake [Part 6 Happy Together]

  1. masih tbc chingu? aaahh~ lagi seru serunya baca langsung di potong *ngegelayut manja ditangan author*
    Ditunggu yaa update-annyaa:)
    Tapi jangan lamalama yaa:) *ppopo*

    Like

  2. ahahahahaha lucu lucu kocak! feel lucunya ada, gak dibuat2😀
    aku ngena banget feelnya pas seokyu :3
    ini end? kan yoona ama donghae nya masih ngegantung…
    lanjutin dong ^^

    Like

  3. ya amplop! ni FF akhirnya publish jg, tapii
    sebentar sebentar……

    OMONAAA >.<
    kenapa kepenggal di situuu????

    Ni FF harusnya dah END, ni part t'akhir
    Admmiiiiiinnn, itu ngepublish-nya belom selese…..
    huhuhuhu T.T *nangis gembor2 bareng yoonhae*

    Like

  4. pairmya semua favoritku… Sbnrnya aku kurang respect ma yoonhae, tp krn gaya bhsa author yg enak dan luwes, aku suka dehhh ^^

    Banyakin sifany atau seokyu donk.. Minyul jg, jgn cuma yoonhae. Plissss….😦

    Cpat ya lanjutannya😉

    Like

  5. Daebak nih ff,, and panjang ternyata masih berlanjut..
    Suka pas seokyu momentya..
    Bkin lebih byk moment seokyu nya donk thor..
    . And bkin hae supaya cepet baikan sma yoong
    .next part

    Like

  6. akhirnya semua dapet pasangan.. cuma aku yang enggak.. *geret siwon oppa yang lagi digelayuti mesra sama tiffany #minggir lo*
    ah… author emang hebat bikin romcom.. bikin lagi ya..😀

    Like

  7. aduuuhh daebak banget.
    Selesai yah???
    aduuhh pengen lagi *?*
    ceritanya dari part 1 sampke 6 gak pernah mbosenin…
    daebak thor daebak…😀
    biarpun minyulnya gak banyak tapi tetep keren kok…😀 (karena emng bukan minyul yg main castnya…😀 )

    Like

  8. Akhirnya muncul juga….setelah penantian panjang.hahaha.

    Bahasanya keren…..lucu tp romantisnya jg dpt.
    Sering2 buat ff yoonhae ya….

    Like

  9. endingnya KEREN n BAGGUS BGT!!
    waktu baca ff ni bikin aq ngakak n senyum senyum sndiri#jadi gila donk?
    akhirnya yoonhae bisa bersatu,seokyu juga,tiffany-siwon juga,klo sooyoung…..emm…..,aq do’a in aja moga langgeng ma changmin oppa deh,hehe….
    pkpknya ff nya daebak bgt n T.O.P B.G.T

    Like

  10. Ini FF sukses bikin aku ketawa ngakak sendiri didepan laptop hahaha *disangkaoranggila* hahahaha.. tapi aku salut sama authornya yang humoris banget! hahahaha salut! Ide-idenya WOW banget! hahahaha😀 seneng akhirnya pada bersatu😀 banyakin bikin FF YoonHae lagi ya hahaha! couple lain juga gak papa, tapi jangan HaeSica hehe *akubisanyesek* #berlebihan hehe.. Aku suka FF ini! Banyakin bikin FF YoonHae ya! hahaha *maklumkenayoonhaefever* hehehe😀

    Like

  11. wow! authornya kreatif banget. ceritanya dari part 1-6 nggak ngebosenin. jadi nge-fans deh ama author…
    lanjutin lagi donk! baca ceritanya author bikin aku kayak orang gila kadang ketawa sendiri, kdang juga nangis, kadang marah-marah..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s