Can’t let you…


Title : Can’t let you..

Author : Laras (Jeong Na Ri)

Ratting : teen

Length : One shoot

Genre : romance, friendship

Cast :

–          Cho Kyuhyun as him self

–          Lee Nari

–          Lee Sungmin as Cho Sungmin (Mianhae diganti ^^)

Other Cast:

–          Lee hyukjae or Lee eunhyuk

–          Hyoyeon as him self

Annyeong hasaeyo, Maaf yah kalo berantakan dan jelek. Soalnya ini Fanfiction petama ku, sebenarnya ada yang sebelumnya tapi, gak yakin untuk di publishin (Kalo minat sih ntar aku publishin mention ke twitter aja @Laras794). Dimohon untuk tidak copy-paste apalagi bashing, Gomawo and Selamat membaca.^^

 

Seorang Namja mendekati seorang yeoja secara tiba-tiba di pagi hari itu. Namja itu mengucapkan kata-kata yang benar-benar membuat yeoja itu terkejut.

“Nari-ssi, Saranghae” ucap namja itu di depan yeoja itu secara langsung.

“Oppa..” Yeoja itu benar-benar terkejut mendengarnya, ia terdiam tak dapat berkata apapun saat itu.

“Kau mau jadi yeojachinguku?” Tanya namja itu sambil menatap tulus pada yeoja itu

Tetapi yeoja itu tak dapat menatap mata namja itu. Ia tipe yeoja yang sedikit risih bila ditatap oleh seorang namja, kecuali orang itu adalah orang terdekatnya.

“Gomawo oppa tapi mianhae aku tidak bisa aku hanya menganggapmu hanya sebagai oppa” jawab yeoja itu tanpa harus basa-basi lagi.

Nari POV

Aku mengingat kembali ke masa lalu ketika aku di kelas 1 SMU. Teringat seorang namja yang tak lain adalah Sunbaeku yang menyatakan perasaannya kepadaku, dia adalah Sungmin oppa. Dia sudah menyatakan cintanya padaku 3 kali, tapi aku tak kunjung menerima perasaannya itu. Dia adalah sunbaeku yang beda 2 tingkat di atasku di saat itu dia di kelas 3 sedangkan aku di kelas 1. Saat ini aku duduk di bangku kelas 3 tepatnya di SM High School. Sungmin oppa sudah lulus 2 tahun yang lalu ketika aku naik ke kelas 2.

Di sisi yang lain ada namja yang sekelas denganku selama 3 tahun berturut-turut. Ia namja yang terkenal dengan Si pintar Matematika, Si penggemar Game, ia adalah “Evil Kyu” atau Cho Kyuhyun. Ia selalu menggangguku, dia tak suka padaku karena aku telah menolak pernyataan cinta hyung-nya 3 kali berturut-turut. Benar, dia dongsaeng dari Sungmin oppa. Kudengar darinya Sungmin oppa masih menyukaiku sampai saat ini (Pede banget).

Saat bel pulang sekolah berbunyi, Murid-murid lain sudah berhamburan keluar. Tapi kulihat Kyuhyun masih tertidur di tempat duduknya dengan kepala dia atas meja mengahadap ke arah jendela luar. Ia tak tahu bahwa ini sudah waktunya pulang, akupun mencoba untuk membangunkannya.

“Kyuhyun! Cho Kyuhyun!” aku mengguncangakan tubuhnya

“WAE???” ia terbangun dan melihatku, matanya masih merah rambutnya pun berantakan

“Kau mau menginap disini? Sudah waktunya pulang” ucapku padanya

“Jinjjayo?” kejutnya sambil membulatkan matanya

Akupun menunjuk ke arah belakangku memperlihatkan keadaan kelas yang sudah kosong tak ada siapapun, hanya ada aku dan Kyuhyun di kelas itu.

“Lihat kan?”

“Aaa..” angguknya

Dia segera membereskan buku-buku pelajarannya yang masih berantakan di atas mejanya. Tiba-tiba aku bertanya padanya tanpa sadar

“Kyuhyun, kenapa kau membenciku?”

Dia terdiam sejenak, ia tak bicara apapun dan melanjutkan membereskan kembali buku-bukunya dan memasukannya ke dalam tas. Aku terus melihatnya ia berjalan ke arah pintu namun tiba-tiba ia berhenti di dekat pintu.

“Kau tahu kan kenapa aku membencimu, kenapa bertanya lagi padaku. Kau sudah menolak hyung-ku 3 kali. Ah… apa hyung-ku itu sudah gila bisa-bisanya dia tergila-gila pada si jelek ini” ucapnya sambil menatap langit-langit.

“YA!!! Siapa yang kau bilang jelek! Dasar kau EVIL KYU!

Dia tak menghiraukanku dan segara pergi dari ruangan ini. Akupun juga segera pergi dari sana dengan wajah yang mengerut karena kesal pada Evil Kyu itu.

Kyuhyun POV

      Aku benar-benar bingung apa bagusnya yeoja itu hingga Sungmin hyung benar-benar suka padanya, sampai sekarang ia kuliahpun tetap saja masih menyukainya.

“ Aisshh..Hyung kau benar-benar gila dibuatnya” desisku

Aku berjalan menyusuri jalan menuju ke rumahku, kulihat kaleng kosong didepanku aku yang saat ini sedang kesal spontan langsung menendang kaleng itu tak tentu arah

“PLETAK”(emang suaranya begitu ya?) kaleng itu sepertinya mengenai sesuatu

“Aaaa… Appoyo…” benar dugaanku kaleng itu mengenai seorang yeoja, aku segera mendekatinya dan meminta maaf

“Mianhaeyo, mianhae” bungkuk ku berulang kali padanya

Ketika yeoja itu menoleh padaku aku berhenti membungkuk padanya kembali berdiri tegap dan menatap sinis padanya. Yeoja itu adalah si jelek Nari

“Bisakah untuk tidak membuatku menjadi bahan kejahilanmu, Evil kyu!” kesalnya dan menatap sinis padaku

“Oh.. kau pantas dapat itu” aku membalas tatapan sinisnya dengan tatapan Evilku

Aku segera pergi dari hadapannya meninggalkannya sendiri dan tak kuperdulikan ocehan tak penting si jelek itu. Tiba-taiba kudengar suara yang familiar memanggil si jelek itu. Aku segera menoleh ke belakang aku lihat namja yang mendekati, namja itu adalah Hyungku.

Author POV

“Nari, gwaenchanayo?” panik Sungmin begitu melihat Nari yang kesakitan gara-gara ulah Kyuhyun tadi.

“Oppa? Nan gwaenchanayo” Nari bilang seperti itu pada sungmin tapi terlihat dari wajahnya yang tersenyum terpaksa menahan kesakitan.

“YA!! CHO KYUHYUN!! Cepat minta maaf padanya dengan benar” Sungmin menarik Kyuhyun ke arah Nari, tapi kyuhyun menarik tangannya kembali dari genggaman Sungmin

.           “AH..WAE?WAE? hyung dia itu sudah menolakmu 3 kali biarkan saja dia biar dia rasakan. Aish..Sikeuro aku pulang”

Kyuhyun pergi begitu saja dan mereka hanya bisa melihat punggung kyuhyun yang semakin menjauh dari mereka.

“Nari maafkan dongsaeng-ku itu ya. Mianhae, jangan dimasukan ke dalam hati” Sungmin meminta maaf pada Nari mewakili Kyuhyun

“Nae, gwaenchanayo oppa. Oppa aku pulang dulu ya sudah malam. Annyeong”

“Nae, hati-hati di jalan jika sudah sampai beritahu aku, annyeong”

Sungmin selalu mengkhawatirkan yeoja itu, dia yeoja yang mudah ditindas oleh orang lain karena sifatnya yang polos. Dia ingin selalu melindungi yeoja itu, dia tetap berhubungan dengan Nari walaupun sudah kuliah dan ada jarak yang jauh diantara mereka.

~Di rumah Kyuhyun & Sungmin

Sungmin duduk di ruang TV dekat kyuhyun sambil menonton TV dan mengambil remotenya dari tangan Kyuhyun

“Hyung aku heran padamu, apa sih yang kau suka dari yeoja itu?” Herannya sambil membalikan badan ke arah Sungmin

“Dia baik, kalem (bahasa apa ya? Pokoknya begitu), polos, manis, aku benar-benar ingin selalu disisinya dan melindunginya dari siapapun termasuk kamu, karena dia tipe yeoja yang mudah ditindas” ucap Sungmin dengan tatapan tetap ke arah TV.

“Lalu kenapa perlakuannya ke Hyung baik, sedangkan aku tidak? Dia juga sering membalasku setiap ku ganggu.”

Sungmin menatap Kyuhyun sambil tersenyum Evil padanya

“Karena aku yang menyuruhnya”

*Flashback*

Saat itu Sungmin dan Nari ada di lapangan sekolah. Nari menemani Sungmin yang sedang bermain basket di hari terakhir ia berada di SM High School

“Nari~ah” panggil sungmin kepada Nari sambil terus memainkan bola basketnya

“Wae?” jawab Nari dan langsung melihat Sungmin

“Saat aku sudah tak ada disini, Jika Kyuhyun menggangumu balas saja dia jangan takut”

“Aku tidak mau aku tidak berani”

“Gwaenchana balas saja nappeun namja itu” ujar Sungmin pada Nari

“Tidak Oppa. Aku tidak bisa”

Sungmin mendekati Nari dan mencubit pelan pipi Nari

“Nari~ah dengarkan aku, kamu hoobae kesayanganku. Aku tidak mau kamu ditindas terus meskipun yang menindasmu itu dongsaengku, arra?

“Nae, arrayo. Tapi Oppa lepaskan cubitanmu ini nanti pipiku melar” ucap Nari sambil memukul pelan tangan Sungmin yang mencubit pipinya itu

Sungmin segera melepas cubitannya itu, lalu ia membelai rambut Nari yang panjang, hitam legam dan indah itu

“Kalu kamu tak melawan aku akan marah padamu, dan aku akan membencimu” ancam Sungmin pada Nari

*Flashback end*

Sungmin telah menceritakan janji antara Nari dan Sungmin itu kepada Kyuhyun saat itu. Itu semua membuat Kyuhyun sedikit kesal

“Ah~ Hyung”

“Padahal aku ingin menitipkannya padamu dan aku ingin kamu menjaganya untuku” senyum sungmin pada Dongsaengnya itu

“Ah~ aku tidak mau. Aku benci padanya karena telah membuat Hyungku seperti ini”

Sungmin segera mencubit pipi Kyuhyun dan menarik pipinya itu

“Jangan bahas itu lagi, arra?”

“Aaa~ iya Hyung lepas appoyo” meronta kesakitan Kyuhyun

“Pip-pip” sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Sungmin

From: Nari

            “Oppa aku sudah sampai di rumah. Gomawo oppa soal yang tadi”

Send: Nari

            “Baguslah,istirahatlah yang cukup jagalah kesehatanmu dan selamat tidur”

“Dari siapa?” Heran Kyuhyun sambil melirik ke ponsel Sungmin.

“Dari Nari” senyumnya sambil terus melihat ponselnya itu

“Padahal kalian dekat kenapa si jelek itu tak pernah mau menerimamu?”

Lagi-lagi Sungmin mencubit pipi Kyuhyun

“Pabo, Dekat itu bisa macam-macam, kami dekat sebagai teman”

“Aa… iya Hyung lepaskan” ringis Kyuhyun

~Esok pagi di sekolah

Nari di pagi itu duduk di bangkunya, hanya terdiam dan merunduk entah apa yang terjadi padanya. Ia orang pertama yang datang ke sekolah bahkan ia datang terlalu pagi. Di saat itu Kyuhyunpun datang, ia terheran melihat Nari yang diam dari kejauhan.

“Hei jelek, tumben kau diam saja” ejeknya pad Nari

Nari menoleh pada Kyuhyun hanya tersenyum tipis padanya dan kembali merunduk terdiam di tempat duduknya

Kyuhyun POV

Kenapa dengan yeoja satu ini tidak biasanya dia diam saja. Biasanya dia mengejekku, jalan-jalan sekitar sekolah atau tidak menulis sesuatu yang tak penting di papan tulis. Kemarin diapun baik-baik saja, apa dia sakit atau ada masalah.

“YAA!! CHO KYUHYUN! Buat apa kau pikirkan dia.” sadarku di dalam hati untuk tidak memikirkan si jelek itu

Aku segera keluar dari kelasku dan mengeluarkan ponselku dari sakuku berniat mengirim pesan pada Sungmin hyung tapi aku mengurungkan niatku. Untuk apa aku kan berniat biar hyung melupakan yeoja jelek itu. Aku kembali memasukan ponsel ke dalam sakuku, dan aku kembali berjalan pergi dari sana.

Nari POV

Gelisah, rasa takut yang luar biasa, stress becampur aduk dalam diriku aku tak tahu harus bagaimana rasa itu terus menghantuiku setiap hari. Aku benar benar tak tahu harus bagaimana.

“Nari! Nari!” lambaian tangan chinguku didepan mataku membuatku sadar dari lamunanku saat itu.

“Oh..Hyoyeon” aku menatapnya dengan tatapan kosong

“Tanganmu lebam, apa tadi malam lagi?” unjuknya pada tanganku yang lebam.

Aku tersenyum terpaksa padanya, sahabatku sejak kecil inilah yang tahu segalanya tentangku. Aku selalu menangis, tertawa, dan senang dihadapannya aku mempercayainya.

“ya, tadi malam lagi. Tapi tidak apa-apa kok.”

Hyoyeon tiba-tiba langsung memelukku, ia mengelus punggungku. Aku yang menahan kesedihanku saat itu ini langsung menangis dipelukannya.

“Do paboya. Cepatlah keluar dari rumah itu aku tak sanggup lagi melihatmu seperti ini, benar kata Sungmin oppa kau terlalu mudah untuk ditindas.” Hyoyeon saat itu juga ikut menangis di hadapanku setelah ia melepas pelukannya padaku.

Ini masalah keluarga kami Appa dan Eommaku bercerai pada 4 tahun yang lalu. Aku dan oppaku juga ikut terpisah. Oppaku ikut dengan Eommaku sedangkan aku ikut Appaku. Aku selalu berpikir mungkin Appaku stress sejak perceraiannya dengan Eommaku. Aku menjadi bahan pelampiasan kemarahan Appaku. Jika aku berbuat suatu kesalahan saat di rumah terkadang ia melemparku dengan barang-barang yang ada di sekitarnya, atau aku dipukul olehnya. Seperti yang terjadi tadi malam aku tak sengaja menjatuhkan makanan, ia melemparku dengan pajangan kayu yang ada di dekatnya dua kali. Bagaiamanapun aku harus bersabar karena dia appaku.

Aku yang seperti ini membuat Hyoyeon semakin sedih ketika melihatku terluka lagi. Aku memintanya untuk merahasiakannya tak memberitahu siapapun termasuk namjachingunya oppaku sendiri. Dia adalah yeojachingu Eunhyuk oppa. Tak ada boleh yang tahu soal diriku ini hanya aku dan Hyoyeon, Hyoyeon tak boleh beritahu siapapun itu karena aku yang memintanya. Hyoyeon sudah berusaha mengajakku untuk keluar dari sana tapi aku tidak mau, inilah pilihanku.

“Aku tak bisa keluar dari sana, bagaimanapun dia Appaku. Maaf Hyoyeon” ucapku sambil berusaha untuk tersenyum padanya.

“pabo, do pabo..” ia mengataiku bodoh dengan air mata yang tetap mengalir.

Author POV

            Kyuhyun tak sengaja melihat mereka yang menangis di kelas, tanpa diketahui olah Nari dan Hyoyeon. Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu saat di tengah pembicaraan antara Nari dan Hyoyeon. Saat itu Nari dan Hyoyeon segera menghapus air mata mereka takut akan ada yang datang. Hyoyeon mulai menenangkan dirinya dan mencoba untuk membuat Nari senang. Tak lama Kyuhyunpun datang.

“Oh..Sudah mau bicara ya si jelek itu”

“Diam kau Evil Kyu!” tatap Nari kepada Kyuhyun dengan begitu sinis

“Hah! Sungmin hyung bisa-bisanya menyuruh anak ini untuk melawanku” tawa jahat kyuhyun keluar saat itu untuk mengejek Nari

“Sudah, sudah. Nari nanti aku akan bertemu Eunhyuk oppa dia kangen sekali padamu, dia ingin bertemu denganmu” ungkap Hyoyeon yang mengalihkan keributan itu.

“Mianhae. Nanti aku harus segera pulang.

“Sayang sekali tidak bisa bertemu”

Sebenarnya Nari juga ingin bertemu dengan oppanya itu, tapi dia ingat pada Appanya dia pun mengurungkan niatnya itu.

*Setelah pulang sekolah*

Nari segera pulang, saat itu ia benar-benar terburu-buru karena takut untuk pulang terlambat. Saat itu Kyuhyun melihat buku Nari yang tertinggal di mejanya, ia pun segera mengambilnya dan mengejar Nari.

“YA!!! NARI!!” panggil Kyuhyun kepada Nari saat mengejarnya

Nari tak mendengar panggilan Kyuhyun ia sangat terburu-buru. Hingga saat ditanggapun Kyuhyun segera menarik tangan Nari untuk berhenti

“AAA… Kyuhyun Appoyo, lepaskan tanganmu” kesakitan Nari karena Kyuhyun memegang tangan Nari yang lebam itu

Kyuhyun yang terkejut segera melapaskan pegangannya pada Nari, ia pun melihat tangan Nari yang penuh lebam itu ia cukup terkejut melihatnya. Mata Kyuhyun pun terpaku ke tangan Nari yang lebam itu.

“Tanganmu, kenapa?” tanya Kyuhyun pada Nari sambil menunjuk tangan Nari yang lebam itu.

“Ah.. Gwaenchanayo, itu bukuku, Gomawo Kyuhyun.” Nari langsung mengambil bukunya dari tangan Kyuhyun dan segera pergi.

Kyuhyun POV

*Di rumah Kyuyun & Sungmin*

Aku benar benar bingung apa yang terjadi pada Nari dan akupun terus bertanya-tanya soal Nari. Dia juga sering terlihat lebam ataupun luka tapi dia selalu mengatakan baik-baik saja. Kenapa pertanyaan ini muncul pada diriku sekarang.

Sungmin Hyung saat itu mendekatiku dan duduk di sampingku, seperri biasa ia mengambil remote TV dari tanganku dan mengganti saluran Tvnya

“Hyung, apa kau dulu sering lihat Nari terluka atau lebam?” tanyaku padanya

“Tidak juga, dulu pernah di wajahnya di sekitar dahi ketika kutanya itu cuma terbentur saja. Ada lagi di tangan tapi dia bilang terkena lemparan batu.” Jelas hyung padaku

“Hyung percaya tidak, tadi saat aku lihat di tangan Nari banyak lebam tapi dia bilang gwaenchanayo dan langsung kabur dariku. Pakah itu alasan yang sama? Aku rasa tidak mungkin.” Dugaku pada keadaan Nari.

“Lebam?” heran sungmin hyung yang langsung menatapku

“Ya, tadi pagi aku tak sengaja melihat Hyoyeon dan Nari menangis aku Cuma mendengar Hyoyeon bilang dia harus keluar dari rumah itu. Aku benar-benar bingung”

Aku memang benci pada Nari tapi melihat kondisinya aku prihatin. Dia ternyata sering terlihat menangis sendirian ataupun hanya di depan Hyoyeon saja, itu menurut teman-teman yang melihatnya.

“aku akan coba tanya pada Eunhyuk” ucap Sungmin secara tiba-tiba

“Eunhyuk? Aku nuga mendengar Hyoyeon bicara soal orang itu kepada Nari”

“Dia oppa-nya Nari, orang tua mereka cerai Eunhyuk ikut Eommanya sedangkan Nari ikut Appanya. Soal Hyoyeon wajar saja, Hyoyeon itu yeojachingunya Eunhyuk.” jelas Sungmin

“HAH!!”

Benarkah itu, aku cukup terkejut mendengarkan perkataan hyung itu, mengingat aku pernah menyukai Hyoyeon. Sekarang aku sudah tidak menyukainya, aku hanya sekedar menyukainya tak lebih bahkan aku tak mengharapkannya.

*Pada esok paginya*

Kulihat bangku si jelek itu di kelas, tasnya ada di bangkunya tapi orangnya tak ada. Setelah aku menaruh tasku aku berkeliling di sekitar sekolah untuk sekedar jalan-jalan. Saat kulewati taman belakang sekolah aku mendengar suara menangis seseorang, akupun mencoba untuk mencari darimana asal suara itu beasal.

Aku melihat Nari menangis sendirian disana. Ia duduk di rerumputan sambil merundukan kepalanya. Entah mengapa aku ingin menenangkan yeoja ini, dia menangis tak henti hingga terisak-isak.

Entah mengapa aku seperti di panggil ke arahnya, apa ini keinginanku sendiri?. Aku perlahan jalan mendekatinya. Miris sekali melihatnya menangis, rasanya aku benar-benar ingin menenangkannya. Rasanya beban yang ada di dalam dirinya begitu berat hingga ia seperti ini.

“Nari..” kupanggil dia pelan

Dia menoleh padaku dengan matanya yang berkaca-kaca. Dia merunduk dan menghapus air matanya. Aku duduk di sampingnya memandang wajahnya itu yang masih berlinang air mata. Kalu dilihat dia benar-benar cantik, dia terlihat rapuh saat ini seperti anak kecil yang butuh pertolongan.

“Waeyo?” tanyanya padaku dengan suara yang terdengar getir karena menangis

“Wae? Ada masalah?” aku berbalik bertanya padanya

“Anniyo, gwaenchanayo” dia mengucapkan itu tapi ia tetap kembali menangis sesegukan

Saat itu aku langsung menariknya dan segera kupeluk Nari dalam dekapanku, aku mengusap kepalanya dan mengusap punggungnya itu

“Kamu selalu bilang gwaenchana padahal dirimu sendiri selalu ingin menangis, jika tak mau bicara padaku setidaknya menangislah sepuasmu aku akan menemanimu” ucapku padanya.

Entah sejak kapan aku mengetahui semua sifatnya, yeoja ini sudah selama 3 tahun satu sekolah bahkan satu kelas denganku. Dia musuhku, musuh yang begitu rapuh. Saat ini aku sudah benar-benar tak tahan melihatnya yang selalu ingin menangis. Saat itu ia menangis dipelukanku tangisannya terdengar semakin kencang.

5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. 20 menit.. sudah 30 menit aku memeluknya yang masih saja terus menangis di dekapanku. Kulepas dekapanku dan mulai memandangnya, aku menghapus air matanya, dan tersenyum di depannya

“Tersenyumlah, lebih baik jika kamu tersenyum. Jika kamu ingin menangis, menangislah. Janganlah selalu bilang gwaenchana, saat keadaanmu tidak baik. Ingatlah kata-kataku ini” Tuturku padanya.

Aku mengambil sesuatu di sakuku yang telah kusiapkan. Aku mengeluarkan sebuah obat oles, kutarik tangannya yang lebam itu. Pelan-pelan aku olesi tangan Nari yang penuh lebam itu dengan obat yang telah kubawa itu dari rumah.

Nari POV

            “Kyuhyun mengapa kau baik padaku?” tanyaku di dalam hatiku sambil melihatnya yang sedang mengobati tanganku yang penuh lebam ini.

Kenapa hatiku terus bertanya-tanya saat ini. Aku menangis di pelukannya, padahal dia tak tahu mengapa aku seperti ini. Padahal Sungmin oppa jauh lebih baik dariny, tapi kenapa wajahku memanas dan jantungku berdegup kencang saat bersama Kyuhyun.

“Kau ini yeoja jadi jagalah fisikmu.” Ia menceramahiku sambil terus mengobatiku.

Setelah mengobatiku aku dan Kyuhyun kembali ke kelas. Ia menggenggam tanganku sampai ke kelas dan menarikku agar berjalan lebih cepat. Hari ini aku sudah merasakan hangatnya pelukan Kyuhyun dan tangan hangatnya. Aku rasa aku menyukai namja ini, dia namja yang ada di masa aku bersekolah di SM high school. Masa dimana aku mengalami perdebatan yang sering kami lakukan, sekarang semua itu berubah jadi kehangatan. Tenangnya hatiku dan rasa senang karena telah bersamanya.

“Sungmin oppa, mianhae aku menyukai dongsaengmu. Hatiku sekarang berkata seperti ini. Aku menyukaimu Kyuhyun.” Ucapku dalam hatiku ini

Ketika bel pulang sudah berbunyi para murid sudah berhamburan pulang dan keluar dari kelas itu. Tiba-tiba Kyuhyun mendatangiku dan mengulurkan tangannya padaku meminta sesuatu.

“Mwoya?”

“Ponselmu mana?”

Kuberikan ponselku padanya aku tak tahu apa yang dia lakukan dengan ponselku. Kulihat dia mengetik sesuatu entah itu apa dan mengembalikannya padaku.

“aku sudah menyimpan nomor ponselku disitu. Jika butuh hubungi aku saja, aku akan membantumu.” Ucapannya itu membuat wajahku kembali panas

“Go..gomawo” ucapku yang sedikit tegang

Aku dan Kyuhyun keluar dari sekolah bersamaan. Ketika kami keluar terlihat 3 orang yang menunggu kami di depan sekolah dan melambaikan tangannya pada kami. Disana ada Sungmin oppa, Hyoyeon, dan Eunhyuk oppa. Melihat Eunhyuk oppa yang kurindukan itu aku langsung lari dan memeluknya.

“Eunhyuk oppa” aku memanggil namanya karena merindukannya

Aku memeluknya erat aku benar-benar merindukan oppaku ini, kucium baunya yang khas dengan dirinya. Dia membalas pelukanku, air mataku keluar begitu saja ketika ia mendekapku. Inilah oppaku kehangatan yang kurindukan dari seorang Eunhyuk oppa. Setelah sekian lama aku ingin sekali menceritakan apa yang terjadi padaku, tapi aku tak bisa mengatakannya dan tak boleh mengatakannya.

Author POV

            Tiba-tiba Sungmin menarik Nari dan melihat tangan Nari yang penuh lebam itu.

“Ini kenapa?” tanyanya kapada Nari, yang juga membuat Eunhyuk mengalihkan pandangannya ke arah tangan Nari.

“gwaenchanayo, cuma terkena batu saja” bohong Nari pada mereka

Seperti biasa Sungmin mengkhawatirkannya, itu pasti karena Sungmin menyukai Nari sudah wajar jika ia benar-benar mengkhawatirkannya.

“Oppa! Bagaimana keadaan eomma? Nari mengalihkan pembicaraan

“Jangan mengalihkan pembicaraan, itu kenapa?” tegur Eunhyuk sambil menatap heran.

“Anni, gwaenchanayo. Oppa aku harus pulang aku takut nanti Appa mencariku. Dah semua sampai ketemu lagi” lambai Nari

Ketika Nari mau pergi Kyuhun segera menarik tangan Nari.

“waeyo?” heran Nari

“Kanapa kamu selalu mengucapakan wae? wae? Apa hidupmu cuma penuh dengan kata Wae. Ini obatnya bawalah.” Kyuhyun memberikan obat itu kepada Nari.

“Gomawo Kyuhyun.”

Nari segera pulang, ia pulang sendiri karena arah tujuan mereka berbeda.

*Esok harinya*

Di hari minggu itu Nari ingin sekali jalan keluar tapi ia takut untuk meminta pada Appany. Ia sudah bertanya tadi pagi kepada Appanya, tetapi Appanya tidak mengijinkannya pergi keluar. Ia pun bediam diri di kamarnya yang terletak di lantai 2 rumahnya. Saat itu ia iseng melihat ponselnya dan melihat kontak yang ada di ponselnya, saat itu ia melihat nama Kyuhyun. Ia pun memberanikan diri menelepon Kyuhyun.

“Yeoboseyo” sapa Kyuhyun

“Yeoboseyo, Kyuhyun?”

“oh.. Nari-ssi ada apa?

“A..anniyo. aku sedang bosan jadi aku coba meneleponmu”

“Kita jalan saja keluar, sekalian jalan-jalan” ajak Kyuhyun pada Nari

Mendengar Kyuhyun yang mengajak Nari keluar untuk jalan membuat Nari terkejut. Tapi Appanya tak mengijinkannya untuk pergi keluar.

“Mianhae Kyuhyun. Aku tidak diijinkan keluar oleh Appaku.”

“yah..sayang sekali” ia terdengar kecewa tak dapat mengajak Nari

Di lantai 1, Appanya Nari terus memanggilnya tapi Nari tak mendengarnya karena ia sedang menelepon Kyuhyun. Tiba-tiba Appanya mendatangi kamarnya.

“LEE NARI!”  Appanya memanggil dan membuka pintu kamar Nari dengan kencangnya

“a..appa..”

Appanya mengambil ponsel Nari yang sambungan teleponnya belum sempat dimatikan. Kyuhyun dapat mendengar pembicaraan mereka melalui sambungan telepon itu.

“KAMU KALAU APPA PANGGIL DENGARKAN!” bentaknya kepada Nari, lalu Appanya melemparkan dengan kencang ponsel Nari ke arah Nari

“AAA…!!!” teriak Nari

Appanya kembali siap-siap melemparkan bingkai foto ke arah Nari yang diambilnya dari meja belajar Nari. Tapi Nari berbicara sebelum ia melempar

“Kalau Appa menyiksaku terus aku akan pergi dari sini!” inilah pertama kali Nari berani melawan Appanya itu

“Berani sekali kau!” bentaknya dan melempar bingkai foto itu ke Nari

Kyuhyun POV

            Aku mendengar suara jeritan Nari sebelum sambungannya terputus. Aku mulai gelisah dan khawatir padanya. Aku segera mencari Sungmin hyung yang berada di kamarnya ini. Aku segera membuka pintu kamarnya dan menarik tangannya untuk mengajaknya pergi.

“Ya!! Kyuhyunnie waeyo??” herannya ketika kutarik dia pergi

“Cepat kita ke rumah Nari, tunjukan dimana rumahnya. Jangan benyak bertanya lagi. Hyung cepat nyalakan mobil antarkan aku kesana, sekarang!” ucapku pada Sungmin Hyung tanpa harus basa-basi lagi.

Aku mengambil jaketku, dan Sungmin hyung sudah siap di mobilnya. Kami segera ke rumah Nari saat itu juga. Sepanjang jalan aku hanya bisa menggigit jariku karena mengkhawatirkan Nari aku hanya tak mau terjadi sesuatu padanya.

Setiba kami disana aku menyuruh Sungmin Hyung untuk menunggu. Aku segera turun dari mobil. Dari depan pintu rumahnya aku dengar suara jeritan seorang yeoja, tanpa pikir panjang aku segera masuk ke dalam rumah itu. Tapi begitu aku masuk di sana terlihat tak ada siapapun, kulihat TV yang menyala tapi tak ada yang menontonnya.

“AAA…” kudengar seperti suara jeritan Nari dari lantai 2

Aku yang mendengar jeritan itu segera berlari ke lantai 2. Kulihat pintu yang terbuka, aku segera kesana. Aku lihat seorang Namja yang Sepertinya Appanya Nari yang hendak melempar lampu belajar ke arah Nari. Dengan sigap aku lindungi Nari dari lemparan lampu itu. Lampu itu mengenai punggungku karena berusaha melindungi Nari, rasa sakit di punggungku pun terasa sangat sakit.

“Siapa kau?” Heran namja itu melihatku

“K..K..Kyuhyun..” Nari melihatku saat itu dan aku tersenyum padanya agar dia tak khawatir padaku.

Aku segera mendorong Namja itu hingga terjatuh. Aku segera menarik Nari keluar dan menyuruhnya jalan lebih dulu. Punggungku terkena lemparan barang lagi, entah itu apa aku tak tahu dan tak kuperdulikan yang kupikirkan saat ini Nari harus selamat. Namja itu terus mengejar kami sambil membawa tongkat di tangannya. Kami segera naik ke dalam mobil yang disetiri Sungmin hyung dan segera pergi dari sana.

Aku langsung memeluk Nari yang menangis sedari tadi kulihatnya. Dia selamat, dia terlihat shock. Aku terlalu khwatir padanya ketimbang diriku sendiri. Kali ini dia tak bisa bilang gwaenchana karena memang keadaannya yang tidak baik-baik saja.

“Untung kau selamat, jangan kembali lagi kesana” ujarku padanya

Nari POV

            Aku selamat, Kyuhyun menyelamatkanku dari siksaan Appaku.

“Kyuhyun.. Gomawo. Do gwaenchana?” tanyaku padanya sambil menatapnya tapi dia tetap mendekapku.

Akhirnya dia mengetahui penyebabku seperti ini, dan yang melakukan penyiksaan ini padaku tak lain adalah Appaku sendiri. Aku diantar ke Apartemen tempat Eommaku dan Oppaku tinggal. Kyuhyun memakaikan jaket miliknya ke tubuhku dan menggendongku di punggungnya. Aku bisa mencium bau khas Kyuhyun, di punggungnya yang hangat ini dan jaket yang ia pakaikan padaku.

Begitu kami sampai Eommaku dan Oppaku terkejut melihatku yang seperti ini. Penuh dengan lebam di tubuh akibat penganiayaan yang aku terima dari Appaku. Kyuhyun menurunkanku di ruang tamu. Kyuhyun saat itu mau menjauh dariku untuk memberikan tempat untuk Eommaku. Tapi aku saat itu menggenggam tangannya, aku tak mau membiarkan pergi namja yang telah melindungiku ini.

“Gomawo Kyuhyun.” Ucapku padanya dan tersenyum melihatnya, dia juga menatapku hangat dan membalas senyumanku dengan senyumannya.

Sungmin POV

            Nari sepertinya menyukai Kyuhyun, kulihat sepertinya Kyuhyun juga menyukai Nari. Hatiku benar-benar tak tahan melihat yeoja yang kucintai mencintai namja lain terlebih dia adalah dongsaengku sendiri, hatiku benar-benar sakit

“Aku harus bagaimana?” hatiku terus bertanya seperti iti, aku mencintai yeija ini sajak 2 tahun yang lalu

“Maaf aku keluar sebentar” pamitku pada Eunhyuk sambil keluar dari ruangan itu dengan begitu lemas.

Kyuhyun POV

            Aku duduk di samping Nari, dia terus menggenggam tanganku. Tangan hangat Nari aku benar-benar menyukainya, aku benar-benar ingin melindunginya

“Bagaimana itu bisa terjadi?” tanya eomma Nari kepadaku.

Aku segera menceritakan pada Eomma Nari mengenai kejadian tadi. Dan apa yang terjadi pada Nari setiap Hari di sekolah. Aku tak bisa membiarkan Nari menceritakannya karena mungkin saja di akan kembali menangis lagi.

“Siapa namamu?” tanya Eomma Nari dengan begitu herannya

“Kyuhyun, Cho Kyuhyun” jawabku sambil tersenyum pada Eomma Nari.

Lalu setelah itu Eomma Nari meninggalkan kami berdua. Nari menghadap ke arah ku dan menatapku

“Kamu tinggal disini saja , jangan jalan sendirian mintalah Oppamu untuk mengantar dan menjemputmu., arra?” tegurku pada Nari

“Nae. Gomawo Kyuhyun aku tak tahu harus membalasmu seperti apa”

“Sudahlah tenang saja, ingatlah semua kata-kataku. Jangan paksakan dirimu”

Setelah aku menenangkan Nari aku segera berpamitan padanya dan keluarga Nari dan pulang bersama Sungmin hyung.

Author POV

             Selama 3 hari Nari tidak diperbolehkan untuk Sekolah, setelah diperiksa oleh dokter. Eomma Nari pun telah memperingatakan Appa Nari dan akan mengancamnya untuk melaporkannya ke polisi kalu ia berani mengusik Nari lagi, walaupun Nari tak tega pada Appanya. Setelah 2 hari ia tak sekolah Nari benar-benar bosan, tiba-tiba seseorang datang ke rumahnya di hari itu. Dimana saat itu Eommanya dan Oppa nya sedang pergi, iapun membukakan pintu.

“Sungmin Oppa” kejut Nari begitu melihat Sungmin datang.

Nari segera menyuruh Sungmin masuk ke dalam tanpa basa-basi lagi,

“Oppa, mau minum apa?” tanya Nari padanya

“Tidak usah aku cuma sebentar. Aku ingin bicara denganmu.” Ucap Sungmin

“bicara denganku?”

Suasana saat itu semakin membuat ketegangan di antara mereka.

Nari POV

            Aku merasa Sungmin oppa akan membicarakan soal apa yang ia lihat, pasti ini mengenai Aku dan Kyuhun. Aku lupa soal Sungmin oppa ada saat itu di antara kami.

“Kamu menyukai Kyuhyun?” benar dugaanku dia akan bicara seperti itu

Aku benar-benar takut, apa aku harus berbohong padany aku takut akan membuatnya benar-benar kecewa pada kami. Tapi aku berpikir lagi lebih baik aku jujur padanya daripada tak jujur padanya.

“Nae oppa. Aku cinta pada Kyuhyun. Mianhae oppa.” Jujur ku pada Sungmin oppa dan aku hanya bisa tertunduk lesu.

“Gwaenchanayo. Kalu kamu memang lebih bahagia dengannya. Tapi boleh aku memelukmu sebelum kau benar-benar akan ada di pelukan Kyuhyun?”

Akupun langsung memeluknya dan dia memelukku dengan begitu erat di dekapannya. Aku membiarkannya memelukku, karena ini adalah permintaan terakhirnya padaku.

“Setelah ini biar aku bicara pada Kyuhyun soal aku menyerah, tapi soal perasaanmu aku tak akan bilang karena itu harus diselesaikan oleh kalian berdua” jelas Sungmin Oppa.

Setelah ini tak ada lagi Sungmin oppa yang mengejarku, tak ada lagi Sungmin oppa yang mencintaiku selama 2 tahun. Aku tak dapat menerimanya karena sudah ada namja lain di hatiku, dialah Cho Kyuhyun

Author POV

            Hari demi Hari telah berlalu, Kyuhyun dan Nari semakin dekat. Kyuhyun ataupun Nari belum mengetahui perasaan mereka satu sama lain. Tak ada lagi kebencian di antara mereka. Hingga 2 bulan telah berlalu Kyuhyun memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaannya pada Nari.

Kyuhyun POV

            Tekadku sudah bulat aku akan mengatakan sejujurnya soal perasaanku pasa Nari. Yeoja yang dulu kubenci dan sekarang jadi yeoja yang kucintai, ia sangat berarti bagiku. Di hari Minggu itu Kyuhyun menelepon Nari dan menyuruhnya untuk menemuinya di Namsan Tower. Kyuhyun terus menunggu sambil memandang pemandangan kota Seoul pagi itu.

1 jam telah berlalu kulihat Nari datang dan tersenyum padaku, dan kutarik di ke tempatku. Saat ini aku sudah ada di dekatnya, dia ada di sampingku saat ini. Akupun mengambil sesuatu di saku celana ku yang telah kusiapkan sejak tadi dan menunjukan padanya.

“Gembok? Untuk apa?” heran Nari dan langsung menatapku dengan bingungnya.

“Maukah kamu mengukir namaku dan namamu di gembok ini?” tanyaku padanya dengan serius dan berharap ia mengerti.

Author POV

            Nari langsung membulatkan matanya menatap Kyuhyun ia benar-benar terkejut mendengarnya.

“Saranghae Nari, maukah kamu menjadi yeojachinguku?” ungkap Kyuhun sambil teru tersent\yum pada Nari

Namun tiba-tiba Nari lari dari sana dan menjauh dari Kyuhyun entah kemana.

“Nari!” panggil Kyuhyun pada Nari namun tak didengarnya.

Kyuhyun putus asa ia bersandar di pagar besi itu, ia merunduk dan berpikir ia telah di tolak oleh Nari tanpa jawaban apapun dari mulut Nari. Namun ia kembali terkejut setelah Nari kembali dan mengambil gembok itu dari tangan Kyuhyun. Ia menuliskan sesuatu yang tak diketahui Kyuhun dan menuju pagar besi itu.

Betapa terkejutnya Kyuhyun begitu melihat Nari telah memasangkan gembok bertuliskan namanya dan Nama Nari di pagar itu. Nari tersenyum pada Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun.

“Nado saranghae, kyuhyun”

“Gomawo Nari, Gomawo.. aku berjanji tak akan membiarkanmu sedih lagi, aku tak akan membiarkanmu sendirian lagi dan tak akan membiarkanmu menderita lagi. Gomawo Nari”

“Nae, arrayo. Itu memang sudah kewajibanmu Kyuhyun Oppa.”

Kyuhyun yang begitu senang mencium puncak kepala Nari dan langsung memeluknya dalam dekapannya itu.

 

 

~END~

 

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s