Love Trip To Italy Part 3


Judul FF : Love Trip To Italy Part 3


Cast : Seohyun, Kyuhyun.

Genre : Romance


Author : AAL.

Aku sangat excited dengan rencana jalan-jalan hari ini. pasalnya Marcus bilang kalau ia akan mengajak ku ke…….Menara Pisa! Yeay!

 

Pasti taukan dengan menara yang bentuknya miring-miring itu? aku fikir Marcus akan mengajak ku tempat perbelanjaan. Karna sudah 2 hari aku di italia tetapi aku gak belanja apapun. Rugi dong kalau keluar negeri tapi gak belanja sama sekali. Yaaa,minimal belanja oleh-oleh lah!

 

Gee gee gee baby baby baby~


Aku meraih Handphone-ku yang sedari tadi tergeletak lemas di tempat tidur,lalu membeca sms yang masuk.

 

From: Marcus Cho.

Aku sudah di depan hotelmu. Cepat keluar,jangan membiarkanku lama menunggu!.


Aku mendelik kesal. Mungkin karna ia orang italia,jadi bicaranya suka kasar atau emang dari dalam perut ibunya dia sudah kesar? Maksudku,payah banget sih masa disuruh nunggu sebentar aja rewel. Aku kan musti dandan yang rapih dulu.

 

Tapi karna takut ditinggal akhirnya aku hanya menaburi bedak lalu mengulam bibirku dengan lipgloss. Setelah mematut diriku di cermin dan merasa cukup rapih aku bergegas turun ke lobby.

 

Mataku membulat saat menemukan marcus muncul dengan…..sebuah Vespa?

 

okay,what’s this?” kataku sambil menunjuk Vespa berwarna putih yang sedang ditungganginya. Ko ngerasa de javu ya? Waktu dia muncul dengan sepeda aku juga bertanya ‘what’s this’.

 

“ini vespa.” Katanya sambil menepuk badan Vespanya. “kita akan menggunakan Vespa untuk sampai ke menara pisa.”

 

“kalau kamu punya Vespa kenapa kemarin kita gak naik Vespa aja? Kenapa harus susah susah pakai sepeda?” tanyaku agak kesal.

 

“kemarin bensinnnya habis.” Katanya cuek lalu melemparku dengan sebuah helm berwarna putih. “pakai itu,dan cepat naik.”

 

Walaupun kesal,aku memakaikan helm itu pada kepalaku dengan hati-hati. Takut rambutku rusak.

 

“mungkin sedikit kebasaran. Sabar saja ya.” Katanya lagi lalu mulai melajukan Vespanya.

 

Aku baru menyadari sesuatu. Jalan-jalan menggunakan Vespa di italia. Romantis sekali ya? Akan lebih romantis lagi kalau aku melingkarkan kedua tanganku pada pinggangnya.

Seperti bisa membaca pikiranku Marcus menarik tanganku lalu melingkarkannya pada pinggangnya “supaya kau tidak jatuh.” Ucapnya.

 

Entah kenapa kurasakan kedua pipik hangat. Menatap punggungnya lebar membuatku merasa…merasa…ah tidak tidak. Aku tidak boleh berfikir yang aneh-aneh.

 

“kita sudah sampai.” Marcus memarkirkan Vespanya pada lahan parkir yang tidak terlalu luas. “hari ini banyak murid dari sekolah yang sedang melakukan study tour kesini,karna itu Menara Pisa pasti sangat ramai. Jangan sampai hilang ya.” Ia mengucapkan kalimat terakhir seperti sedang berbicara pada anak tk.

 

Kami berjalan beriringan memasuki wilayah pintu masuk di belakang katedral dan seketika aku terkesiap oleh pemandangan yang disajikan.

Menara Pisa yang ada di depan mataku sekarang sangat menakjubkan! Dengan tinggi 55,86 M menara ini terlihat begitu gagah. Tidak kalah dengan menara Eiffel yang ada di paris!

Menara Pisa awalnya dibuat agar berdiri vertical seperti menara lonceng pada umumnya,namun mulai miring tak lama setelah pembangunannya dimulai pada Agustus 1173.

Ada yang bilang menara ini miring karna gempa,juga ada yang bilang memang segaja didesain seperti ini. tapi yang pasti belum ada yang tau sebab aslinya.

Aku juga sedikit terkejut dengan ramainya kerumunan orang yang datang,mungkin karna hari ini hari minggu.

 

scusi,scusi.” Aku berusaha membelah kerumunan dan tiba-tiba aku merasakan sesuatu sedang menggenggam tanganku. Aku mendongak dan mendapati Marcus meraih tanganku sambil terus berjalan ke depan. Aku merasakan tangannya yang besar seperti membungkus seluruh tanganku. Tangannya besar dan….hangat.

 

Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan cepat dari arah berlawanan,sehingga menyentakan genggaman tangan Marcus hingga terlepas dan membuatku terdorong jauh kebelakang. Marcus sepertinya tidak menyadarinya karna ia sama sekali tidak menoleh kebalakang dan terus melangkah ke depan.

 

“Marcus! Hey! Wait for me!” aku mencoba berteriak sambil berusaha membelah kerumunan,dan setelah aku berhasil lepas dari kerumunan orang yang sedang berebut memandang Menara Pisa agar lebih dekat, aku baru menyadari sesuatu.

 

Aku menoleh ke kiri dan ke kanan,depan dan belakang tapi aku sama sekali tidak menemukan Marcus. Aku mencoba berjinjit dan menyipitkan mata tapi hasilnya nihil.

 

Astaga! Jangan bilang aku tersesat!

***

Marcus ‘s POV.

 

Aku terus berjalan tanpa menoleh ke belakang sampai aku menyadari kalau dari tadi tangan kanan ku hanya menggenggam udara. Sedetik kemudian aku baru menyadari kalau Seohyun sudah tidak berada dalam genggamanku.

 

Aku menyapu pandanganku pada sekeliling dan sama sekali tidak melihat wujudnya. Dengan sigap aku meraih handphone dan mencoba menelponnya tapi malah sibuk. Panik, aku berlari ke segala arah,menanyakan pada orang yang lewat apa mereka melihat seorang gadis berwajah asia tapi hasilnya nihil.

 

Astaga, seohyun kau ada dimana?!

 

***

Seohyun ‘s POV

 

Aku berjalan tanpa tujuan. Sudah ratusan kali aku mencoba menghubunginya tapi hanya layanan sibuk yang kuterima.

 

Merasa tidak ada hasilnya,aku mencoba untuk tidak panik dengan menikmati menara Pisa. Menara ini….andai aku bisa pergi kesini bersama Yonghwa Oppa,pasti akan lebih mengasikkan.

 

Aku memperhatikan ukiran-ukiran klasik yang terdapat pada sekeliling menara sambil berfikir bagaiman cara apa mengukir menara yang setinggi ini ya?

Aku terus berjalan sampai mataku menangkap sesuatu yang aneh.

Aku menemukan sebuah gang kecil yang berada tepat di belakang menara pisa. Gang kecil yang terlihat agak mencurugakan ini dikelilingi oleh semak belukar. Begitu aku mendekatinya aku bisa melihat di ujung gang itu ada sebuah pintu kecil penuh ukiran yang sangat mengundan rasa penasaranku untuk masuk.

 

Aku menggelengkan kepala dengan kuat. Aku kan sedang berada di negeri orang,tidak pantas rasanya asal masuk ke tempat yang bahkan aku sendiri tidak tau ada apa disana.

Tapi semakin lama aku menatapnya,pintu itu seperti memberikan sinyal agar aku masuk kesana.

Aku menghela nafas berat.

 

Sekali nekat tidak apa apa kan?

 

Kutolehkan kepala kekiri dan kekanan, memastikan bahwa tidak ada orang yang melihat lalu langsung berlari menyusuri gang sempit itu.

Setelah sampai pada ujung gang aku mengatur nafas ku yang memburu lalu membuka knop pintu besi yang sudah berkarat itu dengan hati-hati.

 

Terdengar suara ‘krieett’ yang membuat buku kudukku merinding.

 

Begitu pintu itu sudah kubuka sebenuhnya,mataku membulat.

 

Ada taman!

 

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku , takut salah lihaat dan pemandangan yang ada di depan mataku masih tetap sama.

Sebuah taman mungil yang di setiap pojoknya ditumbuhi bunga mawar segar. Kakiku melangkah untuk menyusuri taman mungil itu.

 

Wow, italia memang Negara yang tidak bisa ditebak. Siapa sangka didalam gang sempit yang bahkan mungkin tidak pernah dilirik orang ternyata terdapat sebuah taman yang cukup indah. Siapa yang merawat taman ini ya?

 

Aku melangkahkan kakiku dengan hati-hati lalu mulai menyusuru taman mungil itu. ditengah taman terdapat air mancur yang tidak begitu besar. Sepertinya air mancur ini sudah tidak bisa berfungsi karna tidak ada setetespun air yang keluar.

Dipuncak air mancur itu terdapat sepasang patung cupid yang sedang menari-nari,yang satu sedang menari menghadap timur,dan yang satu lagi menghadap bara

t.

Aku menatap pemandangan didepanku dengan nanar. Sumpah, andaikan aku kesini bersama Yonghwa Oppa pasti akan sangattt SANGAAAAT romantis! Kenapa aku harus pergi kesini bersama Marcus sih!

 

Tiba-tiba aku menyadari sesuatu. Tunggu, dimana Marcus????

 

Astaga, karna terlalu terpukau oleh pemandangan yang ada disini aku jadi lupa kalau diriku sekarang sedang tersesat. Dengan langkah cepat aku membalikan tubuhku menuju pintu tempat aku masuk tadi dan seketika tubuhku membeku.

 

Pintunya terkunci!

 

Astaga aku ingat sekali,saat aku masuk aku tidak mengunci ataupun menggembok pintu ini,dan kenapa bisa tiba-tiba pintu ini terkunci sendiri?

 

Aku mencoba menggedor-gedor pintunya “heyy! Somebody please help me!!!!”


Tidak ada yang menjawab. Sial!!!

 

Air mata sudah mulai memberontak keluar dari pelupuk mataku. Tapi aku terlalu capek untuk menangis. Aku lapar,haus, dan ingin pulang.

Merasa kakiku sudah mulai pegal aku memutuskan untuk duduk di pinggir air mancur yang menghadap timur.

 

Marcus…tolong temukan aku.

***

Marcus ‘s POV

 

Aku sudah menghubungi pihak sekuriti,dan memberikan kartu namaku pada mereka. Berpesan bila mereka menemukan seorang gadis berwajah asia,langsung menghubungiku.

 

Sudah berjam-jam aku mencari dan mengelilingi daerah menara Pisa tapi sama sekali tidak terlihat batang hidung gadis cerewet itu. aku takut tidak bisa menemukannya karna hari sudah semakin sore. Ia sama sekali tidak bisa bahasa italia. Bagaimana kalau dia diculik?

 

Tunggu. Marcus Cho, ada apa denganmu? Kenapa kau sebegitu khawatir dengan gadis yang baru kau temui 3 hari yang lalu?

 

Aku melangkahkan kakiku tanpa tujuan sampai seketika mataku menemukan sebuah papan yang sudah berlumut yang bertuliskan ‘NON ENTRARE’ (jangan masuk).

Papan berlumut yang sudah dihinggapi oleh puluhan kotoran burung. Tapi peraturan yang tertulis disitu menggelitik perutku untuk melanggarnya. Aku kan sudah mengenal Italia luar dalam,boleh dong kalau sekali-sekali melanggar peraturannya?

 

Aku memantapkan hatiku sekali lagi. Lalu mulai melangkahkan kaki melewati papan berlumut itu,seraya berdoa semoga di ujung sana tidak terdepat sesuatu yang berbahaya.

Aku melihat sebuah pintu kayu yang sudah termakan oleh umur. Kayunya sudah lapuk dan memiliki bau yang sangat tidak sedap. Pintu ini juga tidak memiliki knop pintu,sehingga aku menggunakan kakiku untuk membuka pintu ini dengan cara menendangnya.

 

Mataku terkesiap saat melihat pemandangan selanjutnya.

 

Bagaimana bisa ada taman disini?

 

Taman yang tidak begitu besar tetapi ditumbuhi berbagai bunga segar disetiap sudutnya.

Kulangkahkan kakiku sambil memperhatikan taman ini. taman ini terasa sangat berbeda. Apakah mungkin karna auranya ya? Taman ini terasa sangat klasik dengan air mancur yang berada di tengah taman.

 

Sepertinya air mancur ini tidak berfungsi lagi karna tidak ada sedikitpun air yang muncul. Sayang sekali,padahal air mancur ini sangat indah dengan sepasang patung cupid sedang menari-menari diatasnya.

 

Andai saja Seohyun bisa melihat pemandangan ini,ia pasti sangat kagum dan mulai menyukai Italia.

 

Tunggu. Dimana Seohyun????astaga aku keasyikan dengan taman ini sampai lupa dengan mencari gadis itu. aku memutar tubuhku menuju pintu berlumut tadi, dan seketika aku mematung.

 

Loh? Pintu itu ada dimana ya? Ada di disekitar sini kan?kenapa bisa hilang?

 

Panik, aku meraba-raba tembok batu yang mengelilingi taman ini sambil terus mencari pintu,tapi pintu berlumut tadi tetap tidak ketemu.

 

Sial! Karna itukah mereka memasang papan dilarang masuk kesini karna pintu itu bisa menghilang? Kalau begitu bagaimana caranya aku bisa keluar? Aku harus mencari Seohyun! Gadis manja itu pasti ketakutan!!

 

Merasa capek mencari pintu-berlumut-yang-tak-kunjung-ketemu aku mengistirahatkan tubuhku dengan duduk di tepi air mancur yang menghadap barat. Sambil memikirkan sesuatu.

 

Seohyun….kau ada dimana?

                                                                          ***

Seohyun ‘s POV.

 

Aku lapar.

 

Aku haus.

 

Aku capek.

 

Aku ingin pulang.

 

Tapi bagaimana caranya jika pintu itu terkunci? Lewat mana aku bisa keluar?

 

Lagi-lagi air mata mencoba memberontak keluar dari bola mataku. Kini aku tidak berusaha untuk menahannya dan membiarkan diriku terisak.

“ba-bagaimana…a-aku bisa pulang…huwa…..” isakku sambil menjabak ujung rambutku dengan kesal “huwa…MARCUS CHO KAU ADA DIMANAAA?!!!” aku berteriak menggunakan seluruh tenaga ku yang tersisa.

 

“siapa disana?”

 

Diriku mematung. Ada orang disini? Tapi siapa? Penjahat? Atau pemilik taman ini? jangan-jangan pemilik taman ini akan marah jika mengetahui orang asing seenaknya masuk ke tamannnya dan menyuruhku untuk ganti rugi,lalu aku tidak bisa menebusnya. Sehingga pemilik taman ini menyuruhku untuk merawat taman ini selamanya.

 

Pikiran-pikiran negativ berkecamuk dalam otakku sampai aku mendengar ada yang memanggil namaku “seo….hyun?”

 

Aku terkesiap dan langsung memutar badan. Mataku membulat saat menemukan Marcus sedang berada di sebrang tempat aku berdiri sekarang. Wajah dan rambutnya terlihat berantakan.

 

“Marcus!!!” dengan kecepatan tinggi aku langsung berdiri kearahnya dan memeluk tubuhnya erat “kemana saja kau…apa kau tau aku ketakutan…disini sendirian?!!!”

 

Yang tidak aku duga adalah ,Marcus membalas pelukanku dengan sama eratnya. Sampai-sampai bibirku sudah mencium dadanya. Shit, he’s smell was so sexy. Campuran antara bau keringat dan parfum cowok. Ia mengelus rambutku lalu menempatkan dagunya di puncak kepaku sambil berbisik “kau tau,aku hampir mati karna mencarimu.”

 

Satu kalimat yang meluncur keluar darinya sukses membuat jantungku mencelos keluar. Hatiku merasa hangat tanpa bisa dicegah.Ia melonggarkan pelukannya,lalu menatap mataku lembut. Sebelah tangannya mengelus pipi mulusku pelan.

 

SYURRRRRR.

 

Terdengar suara air yang mengalir. Kami terkesiap dan seketika menyadari kalau air dari kolam air mancur tiba-tiba menyala.

 

“ke…kenapa airnya bisa keluar?” tanyaku heran. Tiba-tiba terdengar alunan music wedding bell yang tidak jelas arahnya datang darimana. Membuat suasanya menjadi romantic sekaligus….horor.

 

“a-apa apaan ini?” marcus melepas pelukannya lalu berjalan menuju papan yang berada di samping air mancur. Padahal aku berani bersumpah,dari tadi aku duduk di tepi air mancur tapi sama sekali tidak melihat keberadaan papan itu!

 

“Seohyun,coba kemari. Ada tulisan yang tertulis di papan ini.” ia menarik tanganku ke tempat dimana papan itu berada. Papan ini berbahan kayu yang di sekelilingnya dihiasi bunga-bunga berwarna-warni. Aneh sekali. Papan kayu biasanya ditumbuhi lumut. Bukan bunga-bungan.

 

“tulisan ini tertulis dengan bahasa italia.” Kataku “coba kau terjemahkan.”

 

Marcus mengangguk mengerti lalu mulai membacanya “wahai sepasang manusia, selamat datang di….TAMAN CINTAAA???!!” ia memekik keras sekali. Hampir memecahkan gendang telingaku “apa-apaan ini? taman cinta? Maksudnya apa?”

 

“kau tak akan tau maksudnya kalau tidak membacanya sampai selsai,bodoh.” Ucapku agak kesal sambil mengelus sebelah telingaku yang tadi diteriakki olehnya. “cepat baca lagi.”

 

“jika pasangan yang sampai di taman ini,dan membuat air mancur yang berada di tengah taman menyala,dan pasangan itu bisa keluar dari taman ini dengan selamat itu berati mereka….” Tiba-tiba ia berhenti menerjemahkan kalimat sebelumnya.

 

“itu berarti mereka apaaaa?” tanyaku mulai gemas.

 

“berarti mereka adalah pasangan yang telah direstui oleh Tuhan. Dan para malaikatpun berdoa untuk mereka.”

 

SIIIIIIIIIIIIIIIIIING.

 

Terjadi hening yang cukup lama diantara kami. Dan suasana langsung berubah awkward. “ini tidak bisa dipercaya” kataku ragu-ragu “mana ada hal seperti ini bisa terjadi?” tanyaku pada Marcus yang masih terdiam “disini tertulis bila kita bisa keluar dari sini dengan selamat kan? Dan kita masih terkurung disini. Itu berarti tulisan ini tidak membuktikan apa-apa.”

 

Aku berjalan menuju pintu besi yang terkurung tadi lalu mencoba membukanya “lihat,tidak bisa dibuka kan?”

 

Marcus berjalan kearahku “rasanya aku tau dimana masalahnya.” Ia menyentuh tanganku yang masih berada pada knop pintu yang berkarat itu “ayo,kita coba buka pintu ini bersama-sama.”

 

Kami mencoba memutar knop ini sambil mendorong pintu perlahan. Dan ajaibnya…pintu ini langsung terbuka. ”Lihat? Berarti benar apa yang tertulis dipapan itu. kita memang berjodoh.” Katanya sambil tersenyum. Entah itu senyum mengejek atau apa.

 

“maldo andwe!!! Andweeeee!!!” aku mengacak-acak rambutku frustasi. “taman ini pasti bohong! Tidak mungkin ini terjadi! Kalaupun ini terjadi seharusnya aku kesini bersama pacarku, bukan sama kamu!” seruku sambil menunjuk muka Marcus yang masih menyeringai.

 

“terserah apa katamu. Aku tidak mengerti, yang jelas bersyukurlah karna kita bisa keluar.” Ia menarik tanganku keluar dari taman cinta ah maksudku taman sinting ini.

 

Hari sudah menjelang sore, langit-langit berubah menjadi keunguan dan burung-burung sudah kembali ke sarangnya. Tapi suasana yang ditimbulkan oleh kawasan menara pisa malah membuat suasana terasa indah sekaligus misterius.

 

“kita langsung pulang?” tanyaku sambil memasang helm. Sekarang kami sudah kembali ke are parkir dimana Marcus memarkirkan vespa nya.

 

Marcus menyalakan mesin Vespanya “kau tidak lapar?”

 

Aku baru ingat kalau dari siang aku belum makan. “sangat. Tapi kita mau makan dimana?”

 

“lihat saja nanti.” Ia tersenyum misterius lalu mulai menjalankan vespanya.

 

***

ABBIAMO ORDINATO DUO PIZZE!”


“DOVE ORDIAMO LA PIZZA?”


“QUESTO L’ORDINE!”


Dari tadi teriakan itu terus mencoba memekakan telingaku.

 

Marcus mengajakku untuk mencoba makan pizza di sebuah restoran pizza yang ada di Naples. Nama restoran itu Pizzeria da Michele.

 

Pizzeria da Michele adalah sebuah rumah makan kecil dengan dua ruangan dan satu oven yang tidak pernah berhenti bekerja. Kita harus sampai disana jangan terlalu siang karena kadang-kadang mereka akan kehabisan dough (adonan). Tapi untungsaja saat kami sampai disana,restoran ini masih menyiapkan beberapa dough.

Marcus sepertinya kenal baik dengan pemilik restoran ini,karna dia bilang setiap ia berkunjung ke restoran ini,ia selalu mendapatkan diskon.

Restoran ini tidak mempunyai menu. Mereka hanya menyediakan dua macam pizza. Biasa dan dengan tambahan keju.

 

“aku sudah memesan dua loyang pizza untuk kita berdua.” Kata Marcus  saat kami sedang menduduki salah satu bangku yang (untungnya) kosong.

 

“dua loyaaaang?!” tanyaku “apa tidak kebanyakan?”

 

“tentu saja tidak.”

 

“sepertinya aku akan makan satu atau dua potong pizza saja.” Kataku. Yaiyalah gini-gini aku harus jaga badan dong. Dan seperti yang kalian tau Pizza itu penuh dengan keju dan beef yang bisa membuat perutku membelendung.

 

“satu potong pizza? Geez,itu tidak mungkin!” ucapnya lalu tertawa “For God’s sake you’re in Naplesl! Tempat yang menghidangkan pizza terenak di dunia!”

 

Aku mendelik mendengarnya “ew. Kau berlebihan sekali, Marcus Cho.”

 

“lihat saja nanti.” Katanya sambil tersenyum misterius.

 

15 minutes later~

 

“hey itu pizza ku!” kataku sambil merebut potongan pizza terakhir yang hendak Marcus kunyah.

 

this is my Pizza,stupid! Kau sudah menghabiskan semua pizzamu. Dan pizza ini pu-nya-ku!” Marcus langsung melahap pizza itu cepat “apaku bilang,pizza ini sangat enak!”

 

Sial. Dia benar.

 

Seumur hidupku baru bertama kali aku menghabiskan satu Loyang pizza, SENDIRIAN!

 

Pizza ini lembut,kenyal,kulitnya tipis,dan diatasnya terdapat keju mozzarella yang banyak tapi tidak membuat kita enek. Beefnya tebal,dan tomatnya masih segar. Pizza ini dipanggang dengan suhu yang pas jadi saat kita memasukannya kedalam mulut, keju nya langsung meleleh dengan manisnya. Beefnya juga langsung membuat mataku membulat saat mencicipinya.

 

“ahhhh. Aku menjamin beratku akan bertambah.” Kataku sambil mengelus-ngelus perutku sudah mulai membelendung.

 

Diam-diam aku mengamati interior restoran ini. aneh ,aku seperti pernah melihat restoran ini sebelumnya. Tapi aku  yakin ini adalah kunjungan pertamaku, tapi aku tidak merasa asing. Apa sebelumnya aku pernah melihat restoran ini? dibuku panduan mungkin? Majalah? Atau internet?

 

“kau pasti pernah merasa melihat restoran ini.” Marcus berkata seakan bisa menjawab pikiranku. (kadang aku curiga dia benar-benar bisa membaca pikiran orang). “restoran ini pernah menjadi lokasi syutingEat,Pray,Love.”

 

Aku memajukan tubuhku “APAAAAAA?! Kau pasti sedang bercanda!”

 

“tentu tidak. Kau tau kan saat Julia Roberts mengatakan ia memakan 8 loyang pizza saat sampai di Italia? Dan disinilah ia menyantap pizza itu!”

 

AS-TA-GA! Aku berada di tempat dimana Julia Roberts pernah berada! Diam-diam aku mengelus bangku yang sedang aku duduki, siapa tau Julia Roberts pernah duduk disini.

 

“kalau begitu ayo kita pulang.” Marcus menarik tanganku untuk berdiri dan berjalan keluar restoran.

 

Sudah tiga kali (atau mungkin empat) dalam hari ini Marcus sudah memegang tanganku. Dan aku tidak keberatan. Padahal biasanya aku kan langsung menyentakan tanganku bila ada seseorang yang baru kukenal mencoba untuk menyentuh atau memegang tanganku.

 

Kami menaiki vespa, dan Marcus pun menjalankan benda ini menuju Hotelku

 

***

 

“besok kau siap-siap ya.” Ucap Marcus saat kami sudah sampai di depan pintu Lobby “siapkan baju,kira-kira untuk dua hari. Karna aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Dan rencananya kita akan menginap.”

 

“menginap?! Memangnya kita mau pergi kemana?” tanyaku agak terkejut. Ke colloseum sudah,menara pisa sudah. Lalu apa lagi?

 

“aku akan mengajakmu ke kota cinta yang ada di italia!.”

 

“kota cinta?” aku mendelik meremehkan “kota cinta itu adanya di paris,perancis! Mana ada di italia!”

 

“ada!” Marcus sepertinya tersinggung dengan omonganku  “Bahkan kota cinta di italia jauuuuh lebih romantic dari pada yang ada di perancis itu.”

 

Aku menahan tawaku “okay. Memangnya dimana kota cinta itu?.”

 

“Venezia.”

-TBC-

 

Fyuhhhh!! Akhirnya selsai juga aku nulis Part ini ^^. Maaf kalau kalian gak suka *bow* . oiya mengenai taman cinta yang ada di belakang menara pizza, tempat itu fiksi ya! Hanya imajinasiku saja! Tetapi untuk tempat-tempat yang lain seperti restoran pizza yang menjadi lokasi  syuting eat,pray,love itu beneran loh!

 

Seohyun dan Marcus akan jalan-jalan ke Venezia! Kira-kira akan terjadi apa ya disana? ^^. Tunggu Chapter selanjutnya ya! Dan jika kalian ingin Chapter selanjutnya keluar dengan cepat jangan lupa komen ya! Minimal 30 komen lahh *digebukin readers*😄.

 

Itu saja maaf aku banyak ngomong : ).


51 thoughts on “Love Trip To Italy Part 3

  1. wuooohh seru sumpah !! *.*
    ga tau kenapa puas bacanya ! karna banyak seokyu momentnya kali yaa hahah😄
    itu loh scene pelukan di taman cinta itu … astaga so sweet banget >< kyaaaa sepertinya mereka bakal jodoh ! wuooohh ke venezia? nginep? aku ngarep mereka sekamar #plak xD

    Like

  2. wuooohh seru sumpah !! *.*
    ga tau kenapa puas bacanya ! karna banyak seokyu momentnya kali yaa hahah😄
    itu loh scene pelukan di taman cinta itu … astaga so sweet banget >< kyaaaa sepertinya mereka bakal jodoh ! wuooohh ke venezia? nginep? aku ngarep mereka sekamar #plak xD t

    Like

  3. kyaaaaaaaaaaa!!! akhirnya part 3nya keluar juga *jogetbonamana* hahaha..
    ih sumpah author yang pas ditaman cinta itu so sweet bangettttt.. d>,<b daebak pokoknya..
    apalagi yang pas seohyun meluk kyuhyun terus air macurnya keluar terus buka kenop pintu berdua hyaaaaa #speechless
    ini bener bener aku tunggu part selanjutnya..🙂 semoga di venezia ada kejutan yang lebih dari ini . aku tunggu ya ^^, update soon

    Like

  4. uwahh…
    chingu, bagus bgt! apalagi waktu ditaman cinta mereka disah kan jadi jodoh.
    nginep? wah, moga mereka makin deket ya disana.
    update soon please

    Like

  5. cie….
    so sweet hahahay…..
    SEOKYU AHHHHHH…
    kalian so sweet bgt ihhhh….
    SEOKYU ayo dong lebih so sweet….

    aigooo…
    keren bgt makin seru aja….
    ayo lanjutkan….
    cepat ya….
    hahahaha
    gomawo…….

    Like

  6. aigo lama sekali chingu updatenya . .

    aaah moment seokyu’nya banyak hahah😀 tapi kurang panjang chingu
    waah jadi banyak tau tempat di italia
    update soon yaa ^~

    Like

  7. asikk bgt nih jalan2nya..
    seokyu mang ud jodohh..tp tu taman klo bnran ad keren jg
    seo mpe lupa ma pacarny
    next trip venice..kota cinta..wohooo..bakal falling in lop ga ni seokyu..^^

    Like

  8. yeee akhirnya dilanjutin…..
    author tau gak..aku ni readers setia….wkwkwkwkkk….cepet lanjutin! cepet ! bagus bgt! moga di kota itu yonghwa sm pacarnya yg di italia n seo tau akhirnya putus…..
    #readersngaco#

    Like

  9. Aku kembalii ~~~ #diketak
    Bagus, bagus, hmm… *elusdagu* Seo janga-jangan pal in lop ama Marcus Kyu? Hmm apa pun ceritanya, minumnya tetap Teh Botol Sosro! (?) Maksudnya, apa pun jalur ceritanya, next chapnya cepet okeh?😉

    Like

  10. hahaha
    astaga
    ga berhenti ngakak bacanya

    chinguuuuuuuuuuuu
    neomu neomu neomuuuuuuuuuuuuuuuuu joaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    jongmal joaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    jinjja joaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    hehehe

    “kalau kamu punya Vespa kenapa kemarin kita gak naik Vespa aja? Kenapa harus susah susah pakai sepeda?”
    “kemarin bensinnnya habis.” *GUBRAKKK asli bikin aku ngakak
    kyu aneh2 aza vespa nya ga ada bensin

    chinguuuuuuuuuuuuuuu lanjutannya cepatttttttttttttttttttttttttttttttt yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!!!!

    Like

  11. Crita ny romantis bgt!
    Pa lg pas adegan pelukan! Like it!
    Jngn lma2 update ny ea!
    Mf’ ea pdhl udh bca dri part 1 tp bru comment skrng!
    Peace!
    Hehe ^^v!

    Like

  12. seru banget ceritanya thor…,,
    aq pengen liat rambut kyu oppa yang berantakan sewaktu masuk ke taman cinta,,,.. pasti lucu deh,,, hehehehehe :p

    aduh,,,jadi lape ne,,, saat ngebaca mereka berdua makan pizza,,,,

    please update soon thor..,,,,

    Like

  13. aigooooo
    seokyu di taman cintaaaa????
    aaaaaaaa so sweeet!!!!!!
    eomma appa ajak aq juga donkkkkk???

    eh?? td marcus blg mw ngajakin kemana???
    kota cinta??? omiagudddddd
    ni couple bikin iriiiiii😄
    good job author!!
    next part jgn lama2 donggg

    Like

  14. author lnjudtind dund crta.na..
    pnsrand bgdts nih m next chapter.nya
    kok yong gag nongol* sih??
    tp gag apah* ..
    lebih bgus seokyu drpd yongseo..
    hahahahay ..
    hduph seokyu wires!!!

    Like

  15. bagus ching, ff travel yg jarang ada.
    saran sedikit, coba geh pake EYD , ga jadi tidak, kejauhan diubh menjadi terlalu jauh, dan kalimat2 laennya, cerita, pesan, fealnya dapet, tp aku jamin lbh dapet lg kalo kmu bisa bermain kta tanpa meninggalkan EYD , hehe
    aku jga pnulis ff dan SeoKyu shipper, tapi msh ga ykin mau bwt ff SeoKyu.
    keep writing ya

    Like

    1. Makasih udh komen🙂.
      Menurutku EYD akan bagus kalo dipake saat kita membuat ‘author pov’. Kalau aku membuat ‘author pov’ aku pasti menggunakan EYD. Tapi krn ini pov nya cast aku menggunakan bahasa biasa agar tokohnya lebih ‘keluar’.😀

      Like

  16. marcus kayaknya mulai suka ma seohyun deh..
    buktinya dy seneng bgt pas ke taman cinta itu..
    malah mau ngajak seohyun ke venezia..
    ada cerita apa y pas di venezia??

    Like

  17. crazy…………….. ceritnya bagus abbiss….
    min, pernah ke italia?? asiiik banget sih nyeritain italianya. muahhahaha
    yaoloh… cepetan ya min publish part 4 nya….
    pengen tau seokyu kelanjutan di venezia.
    nah tuh kan marcus cho itu org kaya dari korea. hahahhaha

    Like

    1. Nope…aku gapernah ke italia ^^. Tapi italia adalah negara yg sangat teramat ingin aku kunjungi🙂.
      Okee sabar ya chapter selanjutnya sedang dalam proses.🙂

      Like

  18. Aku seneng banget kalo authornya AAL🙂 soalnya semua ff-nya keren hihi .. Cara penyampaiannya baik, berasa lagi baca teenlit😀 hmm semoga ff-ff kamu yang belum kelar cepet di publish ya. Ga sabaaaaar soalnya ff kamu tbc’nya bikin penasaran tingkat dewa😀 semangat author !!

    Like

    1. Waaa jeongmal gomawo-yo! Your coment really made my day! Lagi stres belajar buat UAS tapi komen mu buat ku semangat lg! Jeongmal gomawo-yo! ^^

      Like

  19. kkkkeeeeerrrrrreeeeeeennnnnn!!!!!!!!!
    suka ma ff’y,.
    pnsran bngt gmn klnjutan’y,.
    btw jd pngen mkan piza nh pas ngbca pdasaat mrka mkan pizza,. heeeeeheeeeeee
    d tunggu cingu chapter slnjut’y,.
    jngn lma” cingu yh,.
    udh gk sbar nh pngn ngbca’y,
    because your ff is my favourite, heeeheeeeee
    d tunggu yh,.

    Like

  20. Nggak kebayang mereka berdua bisa masuk ke taman cinta -yang nggak jelas asal usul nya- Taunya emang jodoh.. Ke Venezia berharap 1 Kamar #plakkk

    HWAITING THOR ! DITUNGGU PART SELANJUTNYA !!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s