The Born of The Dancing Jung (part 6)


Main Cast : Jung Soo Jung a.k.a Krystal and Choi Minho
Cast : Random
Genre : Romance with li’l bit Comedy

woaaa back again with the 6th part . almost the last part . HOORRAAYYY !
read it ! and don’t forget to leave comments … gamsahabnidaa😀

    Key melihat Jessica dan Donghae masuk ke halaman parkir kampus. Hanya berdua. Dimana Krystal, apa dia sudah pergi ? pikir Key dalam hati. Key berlari menghampiri Jessica dan Donghae.
    “Noona.. Krystal mana ??” tanya Key semangat.
    “Hm. Mau fokus latihan jadi dia gak akan kuliah 4 hari.. waeyo ??”
    “Aniyo…”
    Mereka ber3 berjalan masuk kedalam lobby sekolah sambil ngobrol dan sesekali bercanda dengan santainya. Dari kejauhan Minho memperhatikan mereka dibalik helm dan kacamata hitamnya. Dia duduk diatas motornya, ragu akan parkir atau tidak.
 
    “Ya!! Mau parkir tidak ? Lihatlah antrian telah menunggu…” teriak sang satpam dengan kesal.
    Motor-motor dibelakang mulai membunyikan klaksonnya dan mulai menggas motornya. Minho menggeser motornya dan mulai meminggir. Terdengar umpatan tidak jelas dari pengendara-pengendara dibelakangnya. Perlahan dibukanya tasnya dan mengeluarkan binder dari dalam tasnya.
    “Gimana dia bisa hapalin dance-movenya kalo kamu pegang bindernya..?” ucap seseorang dibelakangnya. Kibum hyung disusul dengan Yuri noona.
    “Minho-ya.. kau tau…Kiss and Cry akan jadi showcase pertama dan terakhir untuk Krystal. Dia akan kembali ke Amerika dengan alasan kalau dia memang belum bisa jauh dari omma dan appa nya ..” jelas Yuri sembari menepuk bahu Minho.
    “Tolonglah kali ini saja.. kamu benar-benar koreksi hati kamu. Aku yakin kamu akan regret kalo kamu nyia-nyiain Krystal begitu saja..” sambung Yuri dan ia langsung beranjak pergi.
“Cam kan kata-kata yeoja ku baik-baik, Minho. Kamu akan punya kehidupan sendiri nantinya..” lanjut Kibum lalu ikut pergi bersama Yuri dan merangkul Yuri sembari melambaikan sebelah tangannya pada Minho yang masih terpaku.
    Dengan sekali sentak, motor itu kembali menyala dan Minho keluar dari halaman parkir sekolah. Ia bingung harus kemana sekarang. Apakah Krystal benar-benar akan membolos ? Lalu apa yang akan Krystal jelaskan pada orang tuanya jika ia ke Amerika..? Andwe, dia ga boleh pulang.
Don’t Stop

Make it Pop

DJ blew my speakers up tonight

Imma fight do it in the sunlight

Tik Tok on a clock

And the party don’t stop

No.. oooo..oooo..

    Kuharap dengan volume 45% ini tidak akan menganggu ketentraman tetangga sekitar. Karena ini apartement, kecuali yang punya daddy sama mommy ga papa kali aku memutar sampai 95%.
    Entahlah apa yang kupikirkan yang pasti tanpa binder itu, aku kaku. Dance move yang kupelajari seakan ingin hilang dari ingatanku. Aku menghempaskan tubuhku di kasur. Hanya suara Kesha yang mengalun dari laptopku. Hanya detikan jam yang berdetak dari kamarku, hanya suara gemericik air dari arah dapur yang berbunyi.
    Ding Dong.. Ya dan hanya suara bel yang berkumandang dari pintu depan.
    “Mwo ?! Suara bel ? Nugu ?” tanyaku pada diri sendiri.
    “Nuguseyo ??” sapaku dari dalam apartemen. Tidak ada sahutan. Aku mengintip tidak ada orang.
    Kubuka pintu dan menemukan sepaket McDonald lengkap dengan minuman dan juga ice-creamnya tergeletak manis didepan pintu apartementku. Ada sebuah post-it yang tertempel padaminuman dan juga makanannya.
파이팅! Krystal… Dimakan ya… –
    Aku bukanlah peramal yang bisa membaca dari tulisan dan aku memang benar-benar bingung siapa yang tega memberikan makanan penuh lemak namun super enak ini ke apartemenku. Aku memungut(?) makanan itu dan membawa masuk kedalam apartement. Paket HamCheeseBurger, disertai Lemon Tea, dan juga McFlurry mengundang koor dari dalam perutku dan membuatku menelan liurku.
    “Gamsahamida…” ucapku sambil membungkuk 90 derajat pada kertas post it yang kutempel di pintu kulkas.
    Aku menyantap burger dan meminum lemon tea itu sendirian. Wuaaa massiseoyo.. jinjja massiseo. Tapi siapa yang kirim ini ya, onni ? aah impossible, onni ga begitu suka makanan beginian kecuali terpaksa banget.
    “Minho ?” gumamku. “Aniya aniya… Minho aniya !!” ucapku lagi sambil menggelengkan kepalaku. Entah kenapa aku sangat ingin menyebut namanya sembari memakan hamburger ini. Ada kekuatan lebih dan entah kenapa lambat laun aku menghapal beberapa dance moveku walaupun tidak semua. Haruskan kusebut namanya berkali-kali ?
    Minho bersembunyi dibalik sebuah pot besar dekat dengan kamar apartemen milik Krystal. Dari kejauhan ia bisa melihat raut muka senang dan bingung yang mix jadi satu di muka Krystal. Minho menjentikkan jarinya, ini yang harus ia lakukan selama 4 hari ini, ikutan bolos dan menyiapkan surprise-surprise kecil yang akan membuat Krystal bisa memaafkannya. Minho mulai sadar digantungin memang tidak enak.
    “Key, kamu ada di kampus kan ??” tanya Minho dari ponselnya.
    “Ne.. wae ? Geunde kau kemana saja Minho, seluruh guru mencarimu…ara ???” ucap suara Key dari seberang. Minho kembali bersembunyi ketika dilihatnya Krystal keluar dari apartemennya membuang sampah tidak jauh dari tempat persembunyian nya.
    “Mission.. kkalke..” Plip, Minho menutup flip ponselnya sembari kabur lewat tangga darurat dan langsung ke basement dan mengarah ke tempat parkir motornya.
Motor sport berwarna hitam yang besar itu nampak makan tempat, tempat parkir yang bisa dipakai untuk 2 motor, dipakai sendiri sampai parkiran itu jadi berantakan.

10 thoughts on “The Born of The Dancing Jung (part 6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s