May I Love You?


[Annyeong, saya mau ngeshare FF nih tapi chapter satu dulu ga apa apa? hehe :D]
Tittle    : May I Love You?
Author : Xiahland
Cast     : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Kim Junsu, Park Yoochun, Shim Changmin,
Genre  : Romance
Tipe     : Chapter 1 – belum tau-_-
Namja cantik itu berjalan tak tentu arah.
Berjalan disebuah karpet merah di dalam club besar.
Rambutnya acak acakan seperti anak nakal, cara berpakaiannya pun tidak rapi.
Tangannya memegang botol alkohol.
Namja itu berputar putar, meloncat, dan semua hal yang aneh. Dia mabuk.  Mabuk berat.
Dia menenguk kembali botol alkohol itu. Dia tertawa puas, sangat puas. “Hhh~~ bunuh saja aku~!” teriaknya lalu tertawa kembali.
‘Bruk’ Namja cantik itu menabrak seseorang berbadan besar di depannya. Membuat botolnya menumpahkan semua isinya kearah orang tersebut.
“Ah mian.” Namja cantik membungkukan badan lalu berjalan kembali tanpa membawa botolnya. Namaun saat berjalan tangannya ditarik keras oleh seseorang.
“Ya!!” teriak lelaki itu. Wajahnya sudah seperti monster yang sedang mengamuk. “Mwo?” tanya Namja cantik itu santai.
“Kau pikir aku sudah memaafkan mu?!” tanyanya sambil membulatkan matanya sempurna.
“Aku tidak peduli.”
“YA!! Kau harus ganti rugi. Bajuku yang mahal ini basah dan sulit sekali untuk dicuci.”
“Mwoya?! Mahal katamu?! Baju seperti ini aku juga sering melihatnya di pasar loak yang di diskon 50%! Jangan berbohong!” seru Namja itu berani. Wajahnya masih terlihat polos.
“Kurang ajar sekali kau ini!” seru Lelaki itu. Tiba tiba saja, tas yang ia selmpang di pundaknya tertarik. Mata namja cantik itu langsung terbuka lebar saat tahu tasnya yang berisi uang dan buku pelajaran itu dibawa lari oleh lelaki berbadan besar itu. ternyata lelaki yang mengaku orang kaya adalah seorang copet. pintar sekali. “YA! COPET!” teriak Namja cantik itu dan langsung mengejarnya.
Lelaki itu sangat cepat berlari, namja cantik itu mulai melemah. Dan akhirnya namja cantik itu tak berlari lagi. dia berhenti tepat di depan club yang banyak sekali orang orang penting disana.
“YA! COPET!” teriaknya kembali membuat semua orang memerhatikannya dan mulai berbisik bisik. Namja cantik itu membuka sepatunya lalu melempar kearah orang yang membawa tasnya. Namun saying meleset, sepatunya malah terlempar ke arah yang berlawanan.
“Aish!!” teriaknya kembali, dia mengacak acak rambutnya. Semua benda penting miliknya berada di atas itu, namu apa sekarang? Tasnya sudah dibawa pergi entah kemana. Dia benar benar frustasi, sepatunya pun sekarang hilang satu. Sialnya.
Tiba tiba saja semua yang berada di sekitarnya bergoyang, berputar. Kepalanya seperti tertimpa benda berat dan membuatnya kesakitan. Dia memejamkan matanya, menahan rasa sakit itu.
“Ah..” desahnya. Kali ini kepalanya semakin sakit. Dia memutar badannya dan berjalan perlahan kearah club. Namun, ia menabrak seseorang di belakangnya dan membuatnya tersungkur jatuh. Lelaki yang ditabraknya tak merasa aneh saat melihat namja cantik yang terjatuh di hadapannya. Seperti sudah kenal, dia mendekati namja cantik itu.
“Ya, Jaejoong-shi?” tanyanya sambil mengguncang badan namja cantik itu yang diketahui bernama Kim Jaejoong itu.
“Ya my boyfriend.. Yunho.. Yunnie..” sapanya sambil tersenyum miris, menahan sakit. “Kau mabuk ya? Jangan memanggilku seperti itu lagi. Aku tidak homo. Ayo bangun. Tidak malu apa dilihat orang?” namun sekarang Jaejoong tidak sadarkan diri. Membuat Yunho bingung harus melakukan apa. Semua orang menatapnya, mengira Yunho yang membuat Jaejoong tak sadarkan diri.
“Ah.. tidak.. ini bukan aku yang melakukan.. aku tidak tahu apa apa!” seru Yunho membela diri. Semua orang berbisik membicarakannya. Yunho menghelakan nafas berat dan terpaksa menggendong namja cantik itu seperti putrid dongeng, membawanya ke rumah sakit terdekat.
===
Mata kecilnya kini terbuka perlahan. Matanya langsung tersorot sinar matahari yang begitu bersinar.
“Nghh…” Dia mengangkat badannya lalu menggaruk garuk kedua mata kecilnya.  “Kenapa aku ada disini? Seharusnya sekarang aku berada di depan club. Hh~ tasku.. sepatuku..” Jaejoong mengacak acak rambutnya frustasi. Mengapa ini terjadi?
“Hay nak..” sapa seseorang. Jaejoong menengok kesamping, mendapati seorang nenek nenek yang sedari tadi memerhatikannya.
“Ya?” tanyanya bingung.
“Kau kemari bersama seorang lelaki tinggi gagah dan tampan.” Sahut nenek itu menjawab pertanyaannya. Senyum lebar terpancar diwajah Jaejoong. Dia tersenyum girang.
“Benarkah?! AAA!!” teriaknya membuat semua orang di kamar rawat itu memerahtikannya. Dia menggulung gulung selimutnya sangking senangnya. “Semalam dia memerhatikanmu terus. Mentapmu.” Lanjut nenek itu.
“Benerkah?! Tuhan!! Ini seperti mimpi!!” senyumnya semakin lebar, hatinya berbunga bunga.
“Tetapi, dia menatapmu seperti akan memakanmu. Seram sekali.” Jder. Kalimat tadi membuat senyumnya luntur. Dia mempoutkan bibirnya kecewa.
“Benerkah? Seperti neraka bukan jika melihatnya? Dia memang  seperti itu..” Jaejoong menunduk, memainkan jari kecilnya.
Langkah kaki tiba tiba mendekati Jaejoong berada. Jaejoong mengangkat kepalanya dan mendapati Yunho berdiri dihadapannya membawa kantung plastic berwarna putih.
“Sudah bangun? Kau benar benar membuatku repot.” Yunho meletakan kantung plastic itu diatas meja lalu mendaratkan bongkongnya diatas kursi berwarna hitam.
“Mianhae. Tapi aku berterima kasih sudah mengantarku kesini. Terima kasih banyak.”
“Ya sudah. Aku pergi. Jangan lupa makan obat ini.” Suruhnya dan langsung meninggalkannya. Jaejoong tersenyum. Pipinya memerah. Hatinya kini semakin berbunga melihat cowok yang sangat dingin padanya kini sedikit perhatian kepadanya. Membuanya semakin cinta.
Ya, Kim Jaejoong seorang namja cantik sangat mencintai atau bisa dibilang terobsesi kepada Yunho, namja yang sangat tampan disekolahnya. Dia tidak pernah menyerah untuk mencintainya walau Yunho sama sekali tidak mencintainya, yang sudah beberapa kali menolak Kim Jaejoong.  Yang terpenting baginya, melihatnya saja sudah membuatnya puas.
Tersadar dia tidak mempunya uang dan hanya memiliki sepatu sebelah kanan, dia segera berlari mengejar Jung Yunho yang sudah cukup jauh.  Dia berlari hanya memakai satu sepatu karena kemarin sebelahnya hilang entah kemana. Kini dia berdiri di depan pintu rumah sakit, matanya berputar mencari lelak tampan itu.
“Ya! Yunho-shi!!” teriak Jaejoong sangat keras, membuat semua orang memerhatikannya. Yunho yang berdiri tak jauh dari pintu menengok dan melihat namja cantik itu melambai lambaikan tangannya.
Yunho menghelakan nafas berat. Jaejoong berlari menghampirinya.
“Mian Yunho-ah..” sahut Jaejoong dengan nafas terenga enga.
“Jangan memanggilku seperti itu.”
“Oh.. ne. Yunho-shi, kau tahu kemari tasku di copet seseorang. Semua uangku ada disana.”
“Lalu?” Yunho menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap Jaejoong dengan alis terangkat. “Aku binggung, aku harus pulang  bagaimana caranya karena aku tidak punya uang.”
“Lalu? Kau akan meminta uang padaku? Begitu?”
“Bukan. Maukah kau mengantarku pulang?” Yunho menghelakan nafas. Dia memerhatikan Jaejoong dari kepalanya sampai unjung jari kakinya. Benar benar seperti anak hilang. Yunho berdehem lalu “Ayo masuk.” Suruhnya. Jaejoong langsung tersenyum lebar lalu membuka pintu mobil mewahnya.
Selama perjalanan, Jaejoong dan Yunho tak saling berbicara. Hanya Jaejoong yang dari tadi yang mengarahkan jalan ke rumahnya. Tetapi, walau tidak berbicara, Jaejoong sudah sangat senang karena mereka satu mobil dan Yunho mengantarnya pulang.
Mobil mercedes berwarna abu abu terparkir tepat dirumah kecil milik Kim Jaejoong. “Terima kasih banyak.” Jaejoong membungkuk lalu mendorong pintu mobil. Mendaratkan kakinya diatas tanah. Mobil itu segera melanju kencang meninggalkannya sendirian disana.
Mobil itu berbelok dan menghilang dari pandangannya, Jaejoong segera meloncat loncat tinggi. Senang sekali, hari ini dia diantar pulang oleh namja tampan dengan mobil mewahnya. Dia berlari kencang kearah rumahnya, namun sesuatu membuatnya berhenti berlari. Dia melihat kakinya kirinya yang tidak memakai sepatu itu dan ternyata batu kecil dan tajam menancap ditelapak kakinya. Jaejoong memejamkan matanya menahan sakit kakinya. Dia melihat telapak kakinya dan terjadi pendarahan hebat.
“Aish.. kenapa ini terjadi..” Jaejoong meniup telapak kakinya yang semakin perih.
===
“Sakitkah?” tanya seorang lelaki di depan Kim Jaejoong.
“Ah ah ah..” desahnya sambil memerhatikan kakinya yang sedang diobati. “Tahan ya..” Lelaki itu meneteskan alcohol tepat di luka Jaejoong yang cukup dalam. “AH AH AH! Sakit sekali Kim Junsu!!” teriaknya memegangi betisnya dengan erat. Sudah cukup sabar Kim Junsu mendengar teriakan Jaejoong yang begitu keras karena kecerobohannya.
“Salahmu sendiri, sudah tau kau tidak memakai sepatu masih saja meloncat loncat diatas tanah yang penuh dengan batu. Kau benar benar bodoh.” Ejeknya, tangan jail Junsu segera memukul kepala Jaejoong. “Ah, sakit Junsu. Tapi hari ini aku senang sekali!” dia tersenyum lebar, merebahkan badannya dikasur lalu tertawa.
“Senang kenapa? Tanyanya penasaran. Junsu mengambil perban disebelahnya lalu melilitkan perban itu di telapak kaki Jaejoong yang mulus itu. “Tadi aku pulang diantar pangeranku! Ah senangnya! Dunia ini berasa hanya miliku kau tahu!!”
“Pangeranmu? Oh, maksudmu Jung Yunho? Bagaimana bisa?” tanyanya dingin, seperti tidak niat untuk bertanya tentang hal itu. Ya, Kim Junsu adalah sahabat Jaejoong dari SMA, mereka selalu bersama. Setiap harinya, Jaejoong akan menceritakan semua hal tenang Yunho.
“Em ceritanya panjang! Dia begitu perhatian! Aku semakin cinta padanya! Tuhan!!” Junsu hanya mengangguk, lalu membereskan kotak P3K. Jaejoong masih senyam senyum mengingat kejadian tadi.
Kini Junsu merebahkan dirinya di kasur, tepat disebelah Jaejoong.
“Jaejoong-ah, kenapa kau masih mencintainya?” tanya Junsu membuat Jaejoong menghelakan nafas berat.
“Tidak tahu. Rasanya aku tidak bisa melupakannya.”
“Tapi kau seorang lelaki!”
“Aku tahu. Tapi jika itu bisa membuatku bahagia, apa itu salah?” Junsu menggosok wajahnya. Merasa aneh memiliki sahabat seperti Jaejoong, menyukai sesama jenis. Jaejoong hanya menatap langit langit kamar yang mulai keropos.
“Padahal dia sudah menolakmu. Bahkan dia sudah cape denganmu dan masih banyak wanita wanita diluar sana yang mau berpacaran denganmu!” seru Junsu kesal, dia membalikan badannya.
“Aku tidak tahu. Rasanya hati dan mataku hanya tertuju padanya. Susah sekali untuk melihat orang lain. Pernah aku berpikir, kenapa bisa aku mencintai sesame jenis? Dan aku tidak pernah menemukan jawabannya. Aku tidak pernah meminta jawaban ‘Ya’ darinya, yang penting dia tahu. Junsu—“ Jaejoong menoleh kepalanya menatap Junsu. Satu hal yang membuatnya kesal, ternyata daritadi Junsu tidak mendengar semua kata katanya, Junsu malah membalikan tubuhnya dan tertidur, mengabaikan semua perkataan Jaejoong.
“Ya! Kim Junsu!!” seru Jaejoong, tangannya mendarat di pan**t Junsu dan berhasil membuatnya terbangun dan kaget. “Ah Jaejoong! Apa yang kalu lakukan?!”
“Pabo! Awas saja jika kau menyukai Yoochun!!” serunya.
“Mwo?!” teriakan Junsu begitu keras hamper merusak gendang telinga Jaejoong. Junsu membalikan badannya kembali menatap Jaejoong yang sedang tersenyum jail.
“Kau ini bicara apa hah?!” seru Junsu memukul lengan Jaejoong.
“Kau pikir aku tidak tahu? Kemarin kau berduaan di perpustakaan kan?! Kulihat pipimu memerah! Mengaku saja!” balas Jaejoong.
“Jangan bicara sembarangan!!” Junsu meraih bantal didekatnya lalu melemparkannya tepat diwajah Jaejoong. Membuat Jaejoong tidak mau kalah, Jaejoong membalasnya dan terus begitu
-TBC-
Ah segitu dulu ya, kalau ada kata kata yang salah mohon dimaafkan dan mohon dimaklum. please comment!!🙂

4 thoughts on “May I Love You?

  1. Wow aku suka jae yg hyperaktv gini fufufu
    Yunho walau cool tapi tetep gentle omg sun :* #kissuyun #didepakjae

    Penasaran deh bkln gmn si jae buat dapetin yun
    Tapi yun juga uda baek sih jadi mungkin gmpg2 aja ekekeke

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s