BLOOOMM!!! THE FLOWERS OF LOVE [part 4] END


BLOOOMM!!! THE FLOWERS OF LOVE

[part 4] END

Nama author           : Pipah, afifah

Cast                            : Seohyun,minho, donghae, sulli, jinki, eunhyuk and others.

Genre                         : romance, sad. Ahh entahlah ! #plakk

Tipe                            :   part (4)  !!

 

Anneyong haseo….. hahahhaha..aku pipah balik lagi… karena bias utamaku seo unie.. jadi readers sekalian tak akan menemukan ff karyaku yang main cast yeojanya bukan seo uniee..

Mianhae jika ff saya sangat molor. Ya, mau bagaimana lagi soalnya saya juga udah kelas XII. Mau tidak mau ya sibuk banget #plakk.

Readers ingin curcol dikit : Pipah pernah bilang SEOKYU adalah harga matiku, tapi kalian bertanya-tanya pastinya bahwa kalo seokyu harga matiku kenapa malah ga pernah buat ff seokyu malah buat ff pair WONSEO dan MINSEO. Mungkin kalian menganggap aku adalah ‘penghianat’. Tapi apa kalian tahu apa alasanku sebenarnya di balik semua itu. itu karena aku rada gimana gitu pas ada orang bilang bahwa BLOG ini ‘sarang wires’ #padahal ga juga kan?. Jadi pipah ingin buktiin kalo gak hanya ff seokyu yang nangkring di blog ini. ada juga kan ff kyupa yang pairnya bukan seo unie ?

Mianhae jika kata-kata saya tadi menyinggung readers sekalian. Aku hanya berusaha menjadi orang yang terbuka dan jujur dalam berpendapat.

Dilarang keras memperbanyak ff ini tanpa se ijin author. Kalu enggak tak sumpahin mules-mules. yang memperbanyak pokoknya itu ntar berurusan sama TUHAN..hehehe

Comment dong readers.. kalo nggak ntar di sumpelin minho oppa pake toak lho.. wekkk~

Tanpa banyak cing cong…. inilah.. BLOOOM !! THE FLOWERS OF LOVE..

Seohyun POV~

“KYAAAAA…”jeritku

Tiba-tiba ada tangan kekar menarik bahuku ke pelukannya. Dan..

PRANGGGGG…

“minhoo..”ucapku saat membuka mataku. Orang yang memelukku ini adalah minho. Dan guci yang melayang tadi sudah hancur bekeping-keping berserakan di lantai.

DUAKKK.DUAKKK

Pencuri itu babak belur dipukuli minho.

“cepat pergi. Sebelum ku laporkan polisi!”geramnya. alhasil pencuri itu lari terbirit-birit.

“minho..goma..”ucapku terputus

“BABOOOO… kenapa malah kau kejar hah. Bagaimana kalau pencuri itu tadi membawa senjata api hah??!”kesalnya

“hehe.. tenang saja aku bisa mengatasi dengan kekuatanku kok.”sergahku

“bodoh. Itu namanya nekat. Kau itu hanya yeoja biasa. Melindungi diri sendiri saja belum becus. Biarkan aku yang melindungmu.”ujarnya lembut sambil mengacak rambutku.

Jadi seperti ini ya, diperlakukan layaknya yeoja biasa. Senangnya~. batinku

“ne. Arasso. Aku tidak akan berbuat seperti itu lagi.”pasrahku

Mata kami bertemu, dan perlahan ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Dapat ku rasakan hembusan nafasnya menerpa wajahku. Semakin dekat dan…

CHU~.

kami berciuman cukup lembut dan cukup lama#plakk si yadong mulai nongol

“aku sudah puas dengan dirimu yang sekarang. Jadi kau tidak perlu sok menjadi pahlawan.”ujarnya melepas ciuman kami lalu memakaikan jasnya di tubuhku.

##!@@

ku hembuskan nafas panjangku sehingga banyak oksigen yang masuk dalam paru-paruku.

“nyaman..”lirihku

Pagi yang cerah ini ku isi dengan menikmati sebotol kopi hangat. Lelah memang setiap pagi harus bekerja sebagai loper koran. Tapi tak apa. Selama pekerjaan ini halal [?] aku tak akan mengeluh. Batinku.

Dipikiranku terlintas memori malam itu. Malam itu ku habiskan berdua dengan namjacinguku (baca:minho) di bawah cahaya bulan dan angin yang cukup semilir. Bahkan aku sampai tertidur di pundaknya. Haha. Mengingatnya saja membuatku terkekeh sendiri. Ingin rasanya mengulang saat-saat bersamanya.

Tertt..terrtt..(sms)

“kau dimana? Nanti malam adalah pertandinganmu dengan si ‘siluman’ itu. kau harus datang. Kalau tidak tahu sendiri akibatnya.” Si tampan #plakk

“hahh.. apa pula ini. tampan? Narsis tingkat sekarat.!”pekikku saat melihat sms dari si bawel (baca : donghae)itu.

“aku jadi penasaran, siapa ketua geng shawol itu ya?”pikirku.

“ahhh.. sudahlah”..

@@!##

Saat ini aku sudah berada di arena balapan. Dan aku sedang menunggu ketua geng shawol itu. dan tentunya aku sudah lengkap dengan penyamaranku.

Dan aku beruntung karena hari ini minho ada janji dengan jonghyun, jadi aku bisa bebas keluar. Wkwkwk

Berrmmmm…bermmm..

Ku lihat dari kaca spion motorku, terlihat sebuah sepeda motor melesat menuju ke arahku.

“dia datang.”bisik donghae padaku. aku tak tahu mengapa, perasaanku tiba-tiba menjadi tidak karuan.

Ckiitttt……

Ketua geng shawol itu menghentikan motornya tepat di samping kiriku.

”tunggu.. aku seperti tidak asing dengan motor ini, tubuh atletis ini, dan lagi bau parfum namja ini. semua itu tidak asing bagiku”batinku. Sempat terlintas di benakku seorang minho yang ada dibalik kaca helm itu.

“ohh GOD.. ku mohon semoga perkiraanku salah.”batinku.

Tiba-tiba ia membuka helm yang menutupi seluruh wajahnya..

JGLEKKK……..

Habislah sudah kau seo joo hyun. Tebakanku tepat sasaran. Ia memang choi minho, namjacinguku. Ku rasakan tubuhku mulai panas dingin. Pikiranku kacau. Kepalaku terasa berputar-putar tidak karuan.

“ku pastikan kau turun jabatan. Dan akan segera ku bongkar, siapa kau sebenarnya!”bisik minho di dekatku. aku hanya bisa menelan salivaku berulang kali. Aku sudah tidak mungkin mundur lagi. Aku harus menang. Dan semoga penyamaranku tidak terbongkar olehnya.

Jadi selama ini ia adalah musuh bebuyutan donghae. Bagaimana bisa semua ini terjadi. Tapi kalau di pikir-pikir memang ada kemungkinan. Bagaimana bisa aku sampai tidak sadar.

Tunggu, jangan-jangan minho tidak setuju hubungan sulli dan onew gara-gara onew adik donghae yang notabanenya ‘musuh’ bebuyutannya.

Saat ini aku sedang posisi mengendarai sepeda motor. tapi pikiranku kalut. Mungkin wajahku terlihat pucat pasi. Aku tak dapat membayangkan bagaimana jika minho membongkar penyamaranku? Apa ia akan membenciku selamanya. Aku terlalu takut ia menjauhiku. Karena saat ini aku sudah sangat terlanjur mencintainya. Tiba-tiba…

BRRAAAKKKKK………

Motor yang ku kendarai oleng hingga akhirnya jatuh tergeletak di aspal jalanan. Aku pun terpental cukup jauh. Untung saja jalanan saat itu memang sepi. Jadi tidak ada kendaraan lain yang lalu lalang. Ku rasakan kakiku cukup perih dan setelah ku lihat ternyata kulitku ada yang tergores aspal. Aku hanya merintih menahan sakit.

Tiba-tiba aku melihat cahaya  yang cukup menyilaukan. Dan saat aku membuka mata minho sudah turun dari motornya. Untung saja, helm dan sarung tangan masih melekat di tubuhku.Lalu ia mengulurkan tangannya padaku. tapi ku tepis pelan tangan kekarnya itu, serta memberi isyarat bahwa aku baik-baik saja.

“aku memang musuhmu di arena ini, tapi aku masih punya rasa perikemanusiaan. Jadi aku takkan setega itu meninggalkanmu merintih kesakitan sendiri. Aku hanya ingin membantumu saja. Haha.”ucapnya sambil duduk di sampingku.

“kau tahu.. yeoja sepertimu memang patut di puji. Kau yeoja yang pemberani. Kau tahu, kau itu mengingatkanku pada seseorang yang sangat aku cintai. Ia sama sepertimu. Yeoja yang nekat. Tapi justru karena hal itu aku makin mencintainya.”ceritanya yang, jujur saja membuatku makin merasa bersalah.

“HYAAA..!! apa yang kau lakukan hah. Jangan dekati dia !”teriak sesorang yang ku rasa si donghae

“jauhi dia..”ucapnya galak sambil menarik lenganku pelan.

“jinki-ah, kau yang bawa motornya. Biar aku yang mengurus big sone.”jelas donghae yang segera di laksanakan jinki

Sedangkan aku hanya menatap nanar minho yang masih tak bergerak se inci pun. Ia terlihat tersenyum. Minho taukah kau, melihat senyummu yang tulus tadi hanya membuat dadaku terasa semakin sesak. Seumur hidup baru kali ini aku menyesal menjadi seorang pembalap. Tak terasa air mataku mulai turun membasahi pipiku.

Tibalah kami di sebuah taman yang memang sepi.. tentu saja, ini sudah tengah malam.

“ada di sebelah mana lukamu?”tanya donghae sambil memperhatikan kaki jenjangku

“di bagian punggung kaki..”tukasku seadanya [?]

“oppa… hmm aku . .”ucapku tertahan

“ada apa?”tanyanya

“aku ingin mengundurkan diri dari geng sone..”ucapku lirih.

“hahh… anio. Pokoknya tidak boleh. Apa yang membuatmu tiba-tiba berkata seperti itu. apa karena jatuh . atau kau terpengaruh omongan minho brengsek itu..?”selidiknya

“anio.. aku hanya lelah. Aku ingin menjadi yeoja biasa.”sergahku

“pokoknya tidak boleh. .”tolaknya

“ne. Ne. arraso..”pasrahku bergidik ngeri melihat tatapan tajamnya

“oppa.. apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa kau sangat membenci namja bernama minho itu?”tanyaku hati-hati

“dulunya kami sangat akrab. Tapi semuanya berubah, kami selalu bersaing dalam hal apapun. Aku tak tahu apa yang membuat minho begitu marah padaku.. sejak itu kami selalu bertengkar tiap hari. Bahkan di arena balap pun kami juga menjadi rival. Sampai sesuatu hal lalu ia meninggalkan seoul untuk sementara waktu..”jelasnya mulai bercerita

“memang apa itu oppa?”tanyaku lagi

“karena sulli yeodongsaengnya adalah yeojacingu jinki. Dan minho tahu bahwa jinki adalah dongsaengku. Jadi ia menentang mati-matian hubungan mereka. Bahkan saking  bencinya padaku, ia mengancam memutuskan tali persaudaraan dengan sulli jika ia tetap kukuh melanjutkan hubungannya dengan jinki. Tapi yang membuat kemarahanku tidak terkontrol adalah pasca putusnya sulli dan jinki. Jinki selalu nekat ingin bunuh diri. Dan itu membuatku sangat marah. Hingga akhirnya eommanya tahu lalu memindahkannya ke luar negeri..”

“oo.. jadi begitu.. kasihan sekali ya jinki.”ibaku mngetahui semua cerita yang terjadi diantara mereka.

“ne.. jadi aku juga tak akan membiarkan kau berdekatan dengannya. Dan satu lagi, jika ia mendekatimu. Acuhkan saja. Aku tak suka kau berdekatan dengannya..”tegasnya seraya mengantarku pulang.

##!@@

Apa-apaan ini, dada semakin terasa sesak mendengar peringatan donghae. Tuhan apa yang harus aku perbuat? . aku tahu aku tidak boleh menemuinya. Tapi sampai mati pun tak akan ku katakan kalau sebenarnya aku mempunyai perasaan yang spesial pada namja ‘siluman’ itu. Kenapa semuanya harus seperti ini, kenapa harus di saat aku sudah jatuh sangat dalam pada namja itu.

Beberapa hari kemudian….

Handphoneku berbunyi nyaring, membangunkanku dari tidurku yang sangat tidak nyenyak ini. setengah sadar, ku raba-raba meja kecil di samping tempat tidurku. ‘my chagi’ calling.

“hahh.. ‘my chagi’ ? siapa pula ini. tapi kalau tidak salah ini nomor minho. Tapi sejak kapan berganti ‘my chagi’. Terakhir kali aku menamainya ‘babo’ #plakk”heranku

“yeoboseo..”jawabku malas

“hyaa…!! dasar pemalas. Cepat bangun aku sudah mau berangkat ke rumahmu.”marahnya

“hyaa.. tidak perlu berteriak. Aku sudah bangun. Memangnya untuk apa kau datang ke rumahku hah?”kesalku

“heh babo.. kau itu yeojacinguku. Jadi tidak ada larangan untuk mengajakmu berkencan. Cepat mandi dan siap-siap. Awas saja kau kalau aku sampai tapi kau belum siap.”ancamnya

“heh.. itu bukan ajakan kencan tapi ancaman..”tuduhku

“sudah jangan cerewet. Lakukan saja perintahku..”jawabnya

“tuan choi minho. Aku kan belum meng-iyakan ajakanmu. Jadi kau tidak berhak menyuruhku sesuka hatimu..”paparku

“kau tidak akan menolak. Sudahlah pokoknya kau harus sudah siap saat aku datang. titik??”ketusnya seraya memutuskan hubungan nirkabel itu.

“hya..!! selalu seperti ini. anehnya aku tak bisa menolak permintaannya. Hah, ku rasa otakku sudah ngawur #plakkk”makiku pada diri sendiri

##!@@

“lama sekali sih..”kesalnya dan aku hanya terkekeh

“itu wajar. Aku kan yeoja.”jawabku. sekilas ku lihat motor yang ada di sampingnya

“YAMAHA RGR (mirip yang d pake abang rosi, mian kalo salah) .”gumamku seraya menatap motor itu

“kau tahu soal motor. bagaimana bisa? Aku baru tahu !.”tanyanya yang nyaris mengalihkan perhatianku padanya.

“hahh.. ohh ne. Itu karena aku sering melihatnya di koran-koran yang aku jual..”bohongku

“ohh.. lalu apa yang terjadi pada kakimu hah?”tanyanya lagi

“ohh. Ini engg.. aku terjatuh saat melempar koran di rumah langgananku.”bohongku lagi. Padahal luka ini ada gara-gara kecelakaan balapan tadi malam. Batinku.

“ohh.. aku kan sudah bilang berhentilah menjadi loper koran. Kalau kau butuh sesuatu katakan saja padaku. aku tidak ingin kalau kau sampai sakit. Arraso..?”pintanya lembut.

“arasoo. Aku kan hanya berusaha agar tidak selalu merepotkanmu..”sergahku

“aku tahu. Tapi kalau sampai luka seperti ini kau hanya membuatku khawatir padamu.”ucapnya lembut lalu menggandeng tanganku menuju motornya.

Ya Tuhan apalagi ini. dadaku rasanya semakin sesak. Di benakku rasa bersalahku semakin meluap-luap saja. Ku lihat, Minho sangat tulus mencintaiku. Aku benar-benar tak tega membohonginya. Dan aku tahu, bahkan sangat tahu betapa bahayanya berhubungan dengannya.

Ku eratkan pelukanku di punggung bidangnya itu. ku hirup aroma tubuh namja ini. nyaman. Terbesit di pikiranku jika ia meninggalkanku. Aku pasti akan sangat rindu pada aroma namja ini.

“kau mau kita pergi kemana?”tanyanya yang masih fokus mengendarai motornya.

“hmmm..”pikirku. tiba-tiba aku melihat 2 orang namja dan seorang yeoja yang sangatku kenali.

“hahh.. mereka kan petinggi gengku. Astaga, mereka melihat ke arahku. Ini sangat gawat.’panikku mendapati mereka melihat ke arahku. Mereka baru saja mengetahui identitasku beberapa hari yang lalu gara-gara kecerobohan donghae itu. semoga mereka tidak mengikutiku.

“ayo turun. Kita sudah sampai..”perintah minho padaku

“ne.. MWO…”pekikku saat kami tiba di sebuah HOTEL.

“hya..!! kenapa kita ada di sini.?”tanyaku kebingungan

“hehh.. kau sendiri kan yang menyuruhku membelok ke tempat ini.”jawabnya. hah ! bahkan aku tidak sadar apa yang ku katakan pada minho hingga tiba di tempat ini.

“mianhae. Mianhae. Aku tak bermaksud apapun. Jangan salah sangka.”sergahku. tiba-tiba ia mendekatiku lalu menggendongku seperti pengantin menuju ke dalam hotel.

“turunkan aku.. ku mohon..”rontaku seraya memukul dada bidangnya itu. tapi tak di gubrisnya sama sekali. Tenagaku sepertinya benar-benar tidak sebanding dengan tenaganya.

Sesampainya di kamar ia langsung menghempaskan tubuhku ke ranjang berukuran king size itu. ia tiba-tiba mendekat ke arahku. Aku menelan salivaku ketika wajah kami sangat dekat. Reflek aku memejamkan mata.

Ku buka mataku perlahan saat tidak terjadi apapun. Dan ternyata ia hanya menempelkan dahinya ke dahiku. Lalu ia berdiri seraya menyelimuti tubuhku.

“mianhae.. kalau aku telat menyadarinya. Seharusnya aku sudah sadar saat wajahmu memerah dari tadi. Istirahatlah. Aku akan menemanimu.”ucapnya lembut

“aku baik-baik saja..”ucapku lemas

“tidak perlu memaksakan diri sendiri. Aku tahu kau lelah, jadi kita batalkan saja kencan kita. Dan lagi, jangan pasang wajah minta dicium. ”perintahnya.

“haiiisshh.. menyebalkan.”pekikku seraya membuang muka padanya

“mwoo..?”sadarku bahwa ia dari tadi memperhatikanku .

Mata kami bertemu dan saling menatap dalam. Saat ku sadari ia mulai memiringkan kepalanya sambil memejamkan matanya. Nafasnya yang hangat sudah mulai menerpa wajahku. Dan wajah kami kini hanya berjarak 5 cm lagi, sampai sebuah suara mengagetkan kami.

“CHOI MINHO…KELUAR KAU…!!”teriak seorang namja

“KELUAR KAU NAMJA SIALAN !.. BERANINYA KAU MENGGANGGU KETUA KAMI. KAU MAU HAH, MOTOR LIMITED EDITIONMU ITU KUBAKAR DI JALANAN HAH!!!”teriak namja itu lagi yang ku rasa ikan bawel itu. dasar sister complex itu selalu saja menyebalkan. Batinku.

“apa maksudnya mengganggu ketua mereka..?”tanya minho padaku. sedangkan aku hanya menunduk tak berani menatapnya.

BRUUAKKK…

Terdengar pintu kamar yang ku tempati ini di dobrak secara paksa. Lalu ku lihat beberapa namja dan yeoja sedang menampangkan mimik wajah kemarahannya. Terutama si donghae itu. di belakangnya aku juga melihat eunhyuk, sungmin dan jinki yang membawa tongkat baseballnya.

“KAU.. sudah ku peringatkan kan. Jangan dekati yeoja ini. dia ketua geng sone, dan namja ‘siluman’ sepertimu tak pantas berada di dekatnya.”marah donghae seraya menarikku ke belakang punggungnya

“tunggu.. apa maksudmu?”tanya minho dingin

“dia adalah anggota kelompokku, lebih tepatnya big sone kami. Dan untuknya, aku yang akan membalas kelancanganmu karena mengajaknya ke hotel.”tegas donghae sambil mendekati minho

“ANDWAE…………”teriakku sambil menahan air mataku

“aku.. aku yang salah. Aku mendekatinya karena aku hanya ingin mengorek informasi tentangnya, dan mencari tahu kelemahannya…”bohongku sambil menggigit bibirku. Takut kalau-kalau tangisku pecah.

“tapi dia namja yang bodoh. Dia mudah sekali di dekati. Jadi hentikan saja semua ini. dan kajja kita tinggalkan namja babo itu..”ucapku getir.

“mianhae..”lirihku saat aku mulai melangkah keluar

##!@@

“chankamma.. aku sudah tidak bisa. Aku sudah berkhianat. Aku sudah tidak bisa menjadi big sone lagi.”jelasku pada donghae oppa

“waeyo. Bukankah kau bilang kau hanya bermain-main dengan minho.”tanyanya

“anio.. aku berbohong oppa. Aku yeojacingunya. Dan tadi malam  aku baru tahu ia adalah musuhmu. Mianhae. Tapi aku benar-benar telah jatuh cinta padanya oppa.”jelasku

“MWOO..”pekiknya keras.

“mianhae oppa.. mianhae..”lirihku

“….”heningnya tak menaggapi kata-kataku tadi

“tinggalkan saja dia. Aku yang akan menggantikannya di hatimu..”tuturnya yang nyaris membuatku tercengang

“apa maksud oppa? Aku tak mengerti.”jujurku

“babo.. jadi memang benar ya. Kau tidak sensitive dengan orang-orang yang ada di sekitarmu. Aku sudah menyukaimu sejak kita berteman saat kita kecil dulu. Saat pindah ke seoul aku benar-benar sedih apalagi bisnis appa yang sedikit mengkerut. Jadi sebagai pelampiasan aku menjadi liar dengan ikut balapan liar seperti ini. kau tahu, uang hasil dari memenangkan pertandingan ku gunakan untuk membayar orang suruhanku untuk mencarimu.  Aku dengar keluargamu kecelakaan dan meninggal, tapi hanya kau yang selamat. Dan pihak rumah sakit bilang, kau kabur dari rumah sakit setelah pemakaman keluargamu. Aku shock dan panik setengah mati mencarimu. Tapi hasilnya nihil..”jelasnya yang menyisakan rasa bersalah yang sangat dalam.

“mianhae..”lirihku lagi.

“saranghae..jeongmal saranghaeyo seo joo hyun..”ucapnya

“…..”heningku

“aku .. oppa aku..aku hanya menganggapmu sebagai oppaku. Mianhae aku tak pernah peka pada perasaanmu oppa. Tapi semuanya sudah berbeda oppa. Aku sudah terjatuh terlalu dalam pada namja itu.”jujurku sambil menangis

“gwechanayo. Aku bisa mengerti. Aku juga tak mau memaksakan perasaanku padamu. Aku hanya berpesan padamu, kalau kau benar-benar mencintainya perjuangkanlah cintamu.”pesannya sebalum melangkah pergi menjauhiku. Ku tatap punggungnya nanar.

“oppa.. kau orang yang sangat baik. Aku yakin siapa pun yeoja yang menjadi pendampingmu pasti akan sangat bahagia hidup dengan namja sepertimu. Kau akan bahagia oppa, walaupun tidak denganku. ”ucapku tulus

Seohyun POV END~

 

Minho POV~

Setelah insiden di hotel beberapa hari yang lalu, aku tak pernah lagi melihat seohyun. bahkan di sekolah sekalipun. Hatiku gusar mendapati ia tak lagi muncul di sekolah. Apa-apaan ini, harusnya kan aku yang marah dengan semua kebohongannya. Tapi mengapa berbanding terbalik seperti ini sih. Ku akui aku sangat rindu padanya.

Aku sebenarnya sangat ingin datang ke rumahnya walaupun hanya sekedar melihatnya dari jauh. Tapi perasaan egois menguasai pikiranku.

Tak terasa bel pulang berbunyi nyaring . semua murid mulai berhambur keluar gerbang sekolah. Saat aku melaui gerbang sekolah tiba-tiba ada yang menghalangi laju motorku. Sontak ku hentikan motorku mendadak hingga menimbulkan decitan yang cukup nyaring. Dan terlihat donghae sedang menatapku sendu.

“ikutlah denganku..”ucapnya, lalu ia melangkah dan mulai melajukan motornya.

Entah apa yang akan di bicarakannya padaku. tentang seohyun mungkin. Dan tak ada salahnya jika aku mengikutinya, siapa tahu aku mendapat informasi tentang seohyun darinya.

@@!##

Tibalah kami di sungai Han. Ia mulai melangkah menuju ke salah satu bangku yang ada di tepi sungai Han itu. dan aku pun mengikutinya.

“apa yang mau kau bicarakan..?”tanyaku to the point

“aku mencintainya. Sangat mencintainya..”ujarnya memulai pembicaraan

“aku tahu. Lalu?.”tanyaku dingin

“tak perlu sedingin itu padaku. tenanglah, dia menolakku. Dia bilang, dia sudah terlanjur mencintaimu. Melihatnya memohon padaku untuk melepaskanmu, adalah permintaanya sebelum dia pergi meninggalkan seoul..”paparnya

“mwo.. meninggalkan seoul?”pekikku

“ne.. dia pergi 3 hari yang lalu. Dan dia meninggalkan surat ini untukmu.”ujarnya seraya memberikan sebuah amplop padaku. lalu ia pun bangkit dari duduknya.

“kalau kau mencintainya. Tunggulah dia. Aku yakin ia akan kembali untukmu.”pesannya sebelum benar-benar melangkah pergi dariku. perlahan ku buka surat dari yeoja yang beberapa bulan ini menghiasi hari-hariku.

Dear choi minho a.k.a ‘siluman’

Minho-yya.. saat kau baca surat ini aku pasti sudah meninggalkan seoul. Tentu saja. Haha. Mianhae jika aku pergi tanpa pamitan padamu.

Mianhae..jeongmal mianhae jika aku sudah membohongimu selama ini. jujur aku baru tahu si ‘siluman’ itu kau, saat pertandingan kita saat itu. jujur aku tak bermaksud apapun.

Aku pergi meninggalkan seoul bukan untuk pelarian. Tapi aku akan melanjutkan studiku di luar negeri. Tapi aku tak akan memberitahumu di mana. Akan ku beri tahu jika nanti aku sudah kembali. Jadi jangan berusaha mencariku.

Selama aku pergi, belajarlah menjadi namja yang  lebih baik, rubahlah sifat dinginmu, sikap semena-mena, tukang suruh, sikap seenaknya, sikapmu yang menyebalkan dan yang paling penting turutilah perintah soo ahjumma. Dia sangat menyayangimu. Ohh ya, ku mohon restuilah hubungan sulli dan jinki. Mereka saling mencintai. Kau tahu, aku pernah dengar jinki berusaha bunuh diri saat kau tidak merestui hubungan mereka. Haha.

Satu lagi pesanku, jangan pernah bertengkar lagi dengan donghae. Kau harus berjanji, awas saja kalau ku dengar kalian masih bertengkar. Akan ku hukum kalain berdua. Oohh.. satu lagi, tolong carikan donghae oppa seorang yeoja yang baik. Ku rasa dia kesepian😄.

Saranghae~

From : seohyun

Aku terkekeh sendiri membaca surat yang di tinggalkan seohyun untukku.

“aku berjanji akan menjadi namja yang kau inginkan. Dan keinginanmu agar aku dan donghae berdamai akan ku usahakan. Tapi saat kau pulang nanti kau akan ku hukum. Seenaknya saja pergi tanpa berpamitan padaku. bahkan kau tidak memberiku ciuman perpisahan #plakk”kataku pada diri sendiri

##!@@

3 tahun kemudian……………..

Ku rapikan dasi yang bertengger rapi di leherku. Lalu ku ambil jas dan tas kantor yang berisi file-file penting yang akan ku persentasikan pagi ini di kantor. Taukah kalian, choi minho bukanlah seorang pemain basket lagi, tapi seorang excecutif muda berbakat di seoul.

Perlahan ku turuni satu persatu anak tangga yang menghubungkan lantai 1 dan 2 di rumahku ini.

“oppa…”pekik sulli saat melihatku

“ne…”jawabku

“oppa.. semakin hari kau semakin tampan.”pujinya

“hahaha… gomawo. Kalau soal ketampanan, itu memang sudah dari dulu.”narsisku.

“hahh.. lebih baik aku menelan kata-kataku tadi.”sewotnya

“haha.. sulli-ya apa kau hari ini akan di jemput jinki?”tanyaku

“ne oppa.. aku berangkat kuliah bersama jinki oppa. Oppa kenapa berangkat pagi sekali.”tanyanya

“hari ini oppa ada meeting dengan client.”jawabku

“ooohhh…”jawabnya ber-oh ria

“minho-yya .. sepertinya putri teman eomma yang bernama jessica itu menyukaimu..”kata eomma tiba-tiba

“mwo… tapi biarlah, itu haknya.”jawabku seadanya

“hah? ..oppa sombong sekali.”cibir sulli

“hehe.. aku kan kan sudah bilang pada eomma dan sulli ribuan kali, bahwa aku saat ini hanya ingin menunggu kepulangan seseorang. Dan ku rasa kalau jessica menyukaiku itu akan berakhir sia-sia.”jujurku

“lalu bagaimana kalau seohyun eoni tak kembali..?”tanya sulli

“itu tak mungkin. Aku yakin ia akan kembali padaku lagi.”jawabku lalu melangkah pergi tak menggubris teriakan sulli yang memekakkan telinga itu.

##!@@

ku teguk secangkir kopi di sebuah restoran yang tak terlalu jauh dari kantorku. Hari ini aku ada janji dengan client yang akan bekerja sama denganku dalam pembuatan proyek terbaruku ini. rencananya aku akan membuat sebuah hotel mewah di jeju.

Ku pandangi jalanan yang terekspos jelas dari dalam restoran. Melihat orang-orang yang berlalu lalang di trotoar. Aku melamun sambil memutar ulang memori otakku. Saat dimana ia masih menemaniku melalui hari-hariku. Seorang yeoja yang berhasil membuatku kelimpungan, membuatku seakan-akan meledak saat berada di dekatnya. Yeoja nekat, sok tahu, ceroboh, pemarah tapi tak tahu mengapa ia dapat membuatku bertekuk lutut padanya. padahal aku adalah excecutif berbakat termuda di seoul. Banyak memang, yang yeoja-yeoja yang selalu berusaha mendekatiku. Tapi entahlah hatiku serasa beku untuk mereka semua. Karena dipikiranku hanya ada dia.

Perlahan ku rogoh saku jasku dan mengeluarkan poselku itu. ku tekan tombol ON pada ponselku itu. beberapa detik kemudian muncullah seorang yeoja yang menjadi layar dasar ponselku itu. yeoja itu adalah yeoja yang selalu ku tunggu kepulangannya. Seulas senyum menyungging dibibirku saat melihat foto gadis yang sedang tersenyum manis itu.

“bogoshipoyo seo joo hyun…saranghae.”lirihku

Ku alihkan lagi pandanganku ke arah jalanan. Sekilas aku melihat seorang yeoja berbaju putih mirip seohyun sedang berdiri membawa koper dan barang-barang yang cukup banyak. Aku hanya tersenyum melihat yeoja yang mirip dengan yeojacinguku itu.

“mana mungkun seohyun mengenakan dress..”batinku.

Ku perhatikan lagi yeoja tadi, lama-kelamaan aku merasa kalau ia benar-benar seohyun. setelah ku yakinkan diriku sendiri, aku mulai berlari menuju pintu keluar restoran ini.

“chankamma tuan choi. Anda mau kemana, Mr.James akan segera tiba..”sergah sekretarisku.

“anio.. kau yang urus. Client bisa ku dapatkan lain kali lagi. Tapi untuk mendapatkan istri, hanya ada 1 kesempatan.”ucapku seraya meninggalkan sekretarisku yang masih bingung dengan kata-kataku tadi.

Ku lihat seohyun masih ada di sebrang jalan. Saat aku membuka pintu keluar, Tiba-tiba aku melihatnya berlari ke arah jalanan dan menarik seorang abuchi.

BYUUUURRR…..

Sialnya mobil yang hampir menabrak seohyun tadi melewati sebuah kubangan. Dan alhasil untuk melindungi abuchi tadi ia terkena air kubangan tadi.

Aku tersenyum lega. Sifatnya yang nekat, meyakinkanku bahwa ia benar-benar yeoja yang ku tunggu-tunggu.

Minho POV~

 

Seohyun POV~

Hari ini tepat 3 tahun aku meninggalkan seoul. Dan saat ini aku telah tiba di seoul, tepatnya aku sedang berdiri di trotoar seperti orang bodoh. Aku menunggu sulli dan jinki untuk menjemputku. Ya, aku kuliah di luar negeri karena di biayai soo ahjumma. Dan minho tak tahu soal itu. minho..haha bahkan saat mendengar namanya hatiku selalu berdesir.

Aku rindu sekali pada semua yang ada di seoul ini. sebenarnya aku sedikit berat saat meninggalkan minho, apalagi tak berkomunikasi selama 3 tahun. Tapi semua itu sudah berakhir. Karena hari ini aku akan bertemu lagi dengannya. Melihat matanya, hidungnya, bibirnya, tingkah manjanya, sikap dingingnya, sikapnya yang seenaknya. Aku sungguh rindu semua hal yang ada pada dirinya itu.

“apa dia masih menungguku…”batinku

Tiba –tiba aku melihat seorang abuchi yang hendak menyeberang. Tapi dari arah berlawanan aku juga melihat sebuah mobil melaju dengan cukup kencang. Segera ku tarik abuchi tadi ke trotoar dan melindunginya di belakang tubuhku…

BYURRRR…….

Sial, ada kubangan di depanku jadi beginilah aku, seluruh dressku kotor terkena air kubangan tadi. Huh. Padahal aku sudah berdandan sebaik mungkin untuk minho. Tapi tak apalah karena ‘melindungi semua yang lemah’ adalah moto hidupku.

“abuchi gwechanayo..?”tanyaku khawatir

“anio..gwechana. gomawo sudah membantu abuchi.”ucap abuchi ini seraya pergi.

“heii.. lihatlah yeoja itu, sangat menjijikkan ya.?”pekik seorang namja pada temannya.

Apa boleh buat, lebih baik aku lari saja sampai rumah minho. Saat aku akan lari, tiba-tiba seorang namja berteriak padaku.

“pakai ini..”ucapnya sambil melemparkan jasnya padaku

“gomawo. Tapi nanti jasmu kotor..”ucapku. seketika aku mengalihkan pandanganku pada namja yang berbaik hati meminjamkan jasnya padaku.

JGLEEEKK..

Bertubuh atletis dan sangat tampan. Namja yang aku rindukan itu tengah menatapku sambil tersenyum manis.

“choi minho…”ucapku lirih saat ia menarikku ke dalam pelukannya. Aku sangat bersyukur, karena saat ini aku masih dapat menghirup aroma namja yang ku cintai ini.

“tidakkah kau merindukanku.?”tanyanya

“bogoshipo-yo choi minho..”kataku. lalu membalas pelukannya.

“nado bogoshipo..”jawabnya seraya mengecup keningku.

“oppa..eonii…”teriak seorang yeoja ke arahku dan minho, reflek aku melepaskan pelukan minho dari tubuhku.

“sulli-yya…”kagetku melihat sulli berteriak

“oppa, eonii jangan berpelukan di jalan raya. Itu menghalangi orang lain yang sedang lewat. Haha. eoni.. bogoshipoyo..”ucapnya seraya memelukku.

“nado bogoshipo sulli-ah..”ujarku

##!@@

Saat ini aku ada di rumah minho. Kami mengadakan pesta sederhana untuk menyambut kepulanganku. Aku senang sekali akhirnya dapat berkumpul lagi dengan mereka.

“kodok jelek. apa kau tidak merindukan kami?’tanya seseorang. Dan ku lihat donghae, jinki, eunhyuk, tiffany, taeyeon, sungmin, jonghyun, key, dan seorang yeoja yang tak ku kenal.

“haha tentu oppa.. nado bogoshipo-yyo semuanya.”ucapku.

“kau tahu. Namja ini selama 3 tahun kelimpungan mencarimu. Ia seperti namja tidak waras.”papar donghae oppa sambil merangkul minho

“jinjja..?”kagetku

“anio.. mana mungkin.”sergahnya. dan hanya ku balas senyum gaje.

“seo~a .. kenalkan yeoja ini yeojacinguku.”ujar donghae oppa seraya memperkenalkan yeoja itu. lalu yeoja itu tersenyum padaku. ia sangat cantik.

“Im Yoon Ah imnida..”ucapnya

“ne.. seo joo hyun imnida..”jawabku seraya menjabat tangannya

“dari mana oppa  menemukan yeoja secantik yoona eoni ini. bukankah oppa paling payah dalam hal percintaan.”ucapku meremehkan

“HYA..!! diamm kau seo joo hyun. Itu dulu..”kesalnya

“hyung.. mengakulah. Kalau bukan minho yang mengenalkanmu siapa lagi?”pekik jonghyun yang mendapat anggukan dari yang lain.

“haha.. ne.ne aku mengaku..”pasrahnya

“ngomong-ngomong. Saat itu minho gencar sekali lho mencarikanku, donghae, sungmin, key dan jonghyun yeojacingu..”kata eunhyuk oppa

“lho.. memang kenapa oppa?”tanyaku

“kau ini bagaimana sih. Tentu saja ia takut kalau salah satu dari kami mendekatimu..”jujurnya yang langsung di pelototi minho.

“ampunnnn……”teriak euhyuk oppa gaje

@@!##

Ku hirup udara malam ini di balkon salah satu kamar yang ada di rumah minho ini. aku menatap kosong pemandangan yang tersuguhkan di depan mataku ini. pemandangan kelap-kelip lampu yang menghiasi kota seoul ini, tempatku bertemu dengan orang-orang yang sangat menyayangiku. Dulu aku sangat takut hidup sendiri di dunia ini setelah kematian appa, eomma dan taemin. Tapi ternyata masih banyak kejadian membahagiakan yang aku dapat sampai saat ini. kalau saja saat itu aku bunuh diri, tentu aku tak akan ada di sini saat ini.

“appa, eomma, taemin.. bogoshipo-yyo ..”lirihku seraya melihat ke langit.

“sudah ku duga. Kau pasti belum tidur.”ujar minho mengagetkanku. Aku melihatnya seraya memamerkan senyum di bibirku

“kau tahu, cukup sulit mengalahkan anggota sone sendirian. Tapi karena aku bertekad memilikimu. Akhirnya aku berhasil. Tapi apa yang ku dapat? Kau malah pergi begitu saja tanpa pamit padaku..”ucapnya seraya menatapku

“mianhae…”lirihku

“mereka bilang, aku dapat menjadi namjacingumu kalau aku dapat mengalahkan mereka semua sekaligus. Dan mereka kalah. Haha. Tapi sudahlah yang penting kau sudah kembali padaku.”lanjutnya

“ne.. aku tahu semua itu dari soo ahjumma dan sulli. Mereka memberitahuku lewat email..’ujarku keceplosan.

“mwo… eomma dan sulli?”tanyanya kaget. Sedangkan aku hanya nyengir kuda karena ketahuan.

“hehe..”tawaku garing

“jadi selama ini kalian mempermainkanku?”selidiknya. lalu ku balas anggukan singkat.

“baiklah.. kalau begitu kau harus menerima hukuman dariku..”pekiknya

“mwoo!!”kagetku

CHU~..

Tiba-tiba ia merengkuh leherku dan mencium bibirku cukup lama.

“itu hukuman pertamamu karena pergi tanpa memberi ciuman perpisahan padaku.”ucapnya

“dan hukuman kedua. Kau harus bersedia menjadi istriku. Dan kita akan menikah bulan depan.”pekiknya

“mwo..”kagetku

“tidak ada tapi-tapian. Harus mau. Dan hukuman terakhir akan berlaku selamanya : kalau kau berani melirik namja lain. Aku yakin kau tak akan selamat.”perintahnya seenaknya. Lalu ia pun memelukku erat di bawah sinar bulan malam ini. angin yang semilir membuatnya lebih mengeratkan pelukannya.

“itu semua ku lakukan karena aku sangat mencintaimu, dan aku sangat takut kehilanganmu. ”bisiknya di telingaku.

“appa gomawo. Telah memberi pesan padaku agar aku tak bunuh diri.”ucapku lirih

“aku tahu kau sebatang kara di dunia ini, tapi cobalah tersenyumlah untukku.”ujarnya yang membuatku mengingatkan pada mimpi-mipiku dulu. Aku baru sadar bahwa minholah namja yang ada di mimpi-mipiku. Buktinya setelah aku bertemu minho, aku tak pernah memimpikan namja itu lagi.

“eomma, appa, taemin aku memang sangat rindu pada kalian tapi untuk saat ini aku tak dapat menyusul kalian. Karena ada seseorang yang menahanku untuk tetap tinggal di dunia ini..”batinku

“saranghae my ‘siluman’…”lirihku

“nado.. nyonya choi..”jawabnya

 

~END~

Wekkkkkk !! akhirnya ff gaje ini berakhirlah sudah. Leganya. Huff.

Untuk kata-kataku diatas jangan di bashing ya. Kalo emang ga setuju ya udah biarin aja. Toh berpendapat kan hak tiap orang. Baner ga?

Gomawo pada semua readers yang telah baca+comment pada ffku ini, yang baca tapi ga comment juga aku ucapkan gomawo. Setidaknya kalian menyukai ff ini tanpa menunjukkan / mengapresiasikan rasa suka kalian ke ff ini melalui comment. Aku udah seneng banget.

Jadi bagi kalian silent readers aku anggap aja ‘secret admiror’ ffku gaje ini #plakk.

Dan untuk semua cast yang pernah nongol di ffku. Gomawo. Sudah mau berbaik hati menjadi cast di ffku ini. dan berikut ini adalah cast yang pernah nongol di ffku ini….

 


9 thoughts on “BLOOOMM!!! THE FLOWERS OF LOVE [part 4] END

  1. woahh…. happy ending…. baguss….kerenn……
    MinSeo akhirnya bersatu juga…… kata-kata chingu yang My Siluman itu lucu banget…kekekeke….. ^ ^
    ternyata sider sbg secret admiror…hihihih….bagus…..aku setuju daripd kesal sm sider lebih baik dianggap aja sbg pemuja rahasia yahh…..😉
    FF mu ddaebak banget….
    seohyun juga biasku… jd walaupun namjanya bukan kyuhyun gak apa-apa, aku tetap akan membacanya…
    sering2 membuat FF yang castnya seohyun yahh……. hwaiting…!
    aku tunggu FF mu slanjutnya..🙂

    Like

  2. Ahhh akhirnya dh ad kelanjutannya, daebakk deh authornya bagus bangat part endnya.
    Sama harga matiku seokyu, tp kn sering juga kyu dpairingi dgn yoja laen nah ne giliran seonya ma namja laen.
    Q suka minseo, asal cast yojanya seo pasti q baca deh. T.T

    Like

  3. wooaa…..so sweett……
    seru banget ceritanya, aku suka sm ceritanya dan castnya juga.
    ahh….aku suka banget kalo baca FF minseo. buat ff minseo yg banyak lagi yah…
    hehehe…mian, aku komennya di endingnya aja.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s