The Born of the Dancing Jung (part 3 )


I am back with MinStal J thanks for all your comments for the previous parts . I hope you enjoy the 3rd part .

 

 

“Hebat sekali…” puji Key dan Taemin bersamaan.

“Apa yaang hebat ? Mungkin saja kalau Younghwa sunbae mengada-ada. Lagipula, dia kan guru musik dan hari ini hari pertamaku bersekolah disini, mungkinkah aku langsung terpilih untuk suatu lomba …” sahutku ragu.

“Mungkin saja, kenapa tidak ? Kemampuan Sin Hye sonsenngnim dan Younghwa sonsengnim untuk memilih muridnya ikut suatu kompetisi itu kan memang patut diacungi jempol…” ucap Taemin berapi-api.

“Yaaa.. tapi terkadang mereka hanya melihat kemampuan sebelumnya…” sindir sebuah suara perempuan. Yui. Senior dari Taemin dan juga Key.

“Karena dia memang anak pindahan luar negeri dan juaranya banyak jadi dipilih.. tapi tidak melihat kearah yang lainnya yaitu kemampuan dan skill.. bukan berarti pindahan luar negeri itu selalu hebat kan ? Standard !” sambung Yui sinis diiringi tawa oleh Kahi dan juga Bekah.

“Ya ! Noona ! Jangan ngomong begitu…” sergah Jonghyun dari belakang.

“Waeyo ? Ada yang salah ??” tanya Kahi, yang ternyata kakak dari Jonghyun.

“Beruntung, Jessica bukanlah grup kami, tapi dari grup manja yang dikepalai oleh Sooyoung, yang sekarang malah kecelakaan !” sambung Yui.

Aku hanya diam menanggapi tiga sunbae ini, sepertinya mereka adalah kepala dari semua gank, harus kuakui kalau badan mereka memang sangat bagus, apalagi Kahi sunbae. Di Amerika, aku pernah melihat news tentang Kahi sunbae yang memiliki latar belakang, backdancernya BoA, penyanyi terkenal itu.

“You don’t know her..” ucap sebuah suara membelaku. Minho !

Semua menengok kebelakang, mendapati Minho memegang bola basketnya dan menjinjing ranselnya. Minho juga punya pengaruh, namun kenapa dia membelaku ? Apa karena dia tau kalau aku adik dari Jessica onni?

“Yahh.. dan kalian ga akan pernah maju kayak dia, kalau kalian masih seperti ini..” sambung Donghae oppa yang kini sudah berdiri didepan Yui.

“Oppa.. sejak kapan ??” Baru saja Yui akan menyelesaikan kata-katanya, Jessica muncul.

“Ah ye.. sejak berhubungan dengan Jessica Jung ? Nan…”

“Sirheoyo ?” tanya Sica. “Kalo kamu ga suka sama aku, kenapa kamu serang adik aku dan … da… Lee Donghae –ssi ?? waeyo ??!! UNFAIR !”

“Unfair ? kenapa unfair ? you grab my sister’s boyfriend ???” sahut Bekah dengan nada marah.

“Boyfriend ?” Kali ini Donghae angkat bicara. Sebelumnya, Donghae oppa mengisyaratkan pada Minho untuk membawaku pergi.

“Kkaja..” ajak Minho sembari meraup tanganku dalam genggamannya.

“Onni ??”

“Gwenchanha … mereka akan baik-baik saja…”

Minho baru saja mengantarkanku pulang. Aku mengompres tanganku, cengkeraman Minho yang kuat membekas sampai membuat tanganku merah. Sudah jam 7 malam, dan Jessica onni belum pulang, aku khawatir dengannya. Sedari tadi aku sudah mencoba menghubungi ponselnya. Apa yang terjadi tadi antara Kahi Sunbaenim, Bekah dan juga Yui onni ? Haruskah aku tau, ataukah aku hanya berpura-pura tidak tau dan tetap fokus pada ballet dan modern danceku ? Ya, aku sudah mantap untuk tidak ikut campur urusan mereka.

Aku membuka buku danceku dan mendapati tulisan Seo Joo Hyun, teman baruku, pada salah satu halaman.

-“Soo Jung-a… hwaiting… mianhae aku ga bisa dateng ke audisi mu, mungkin lain kali, Yonghwa sunbaenim memintaku untuk tetap disekolah sampai keadaanku pulih… gwenchanha…”-

SeoHyun J

Aku meletakkan surat itu di meja belajarku, sesuatu bergetar dari dalam tasku. Ponselku. Omo, sudah jam berapa ini ? Jessica ?? atau siapa ini ?

“Yeobuseyo ?”

“Yeobuseyo Kryseu…..” ucap suara dari seberang. Aku bingung siapa ini, mengapa mengenalku ? “Sudah kubilang cepat simpan nomorku…” sahut suara itu lagi.

“Ng.. ne, geunde nuguji ?” tanyaku.

“Taemin.. Lee Taemin..”

“A.. Taemin-ssi, annyeonghaseyo. Ada apa malam begini menelpon ?” tanyaku.

“Aniya.. aku dipaksa menelpon oleh Jonghyun hyung..” Aku mulai mendegar suara berisik dari sana. “Aniya Krystal-ssi…”

“Geunde, Kryseu.. neon jinjja gwenchanha yo ?” tanya Taemin, kini suaranya berubah menjadi serius.

“Ne, nan gwenchanha.. memangnya ada apa ?”

“Aniya. Gwenchanha.. isaengae, ga biasanya Minho mau nganterin cewe kecuali Yuri sunbae. Selain itu, Minho tadi terlihat amat marah, setelah kejadian dengan Yui –ssi tadi memangnya kamu diapain ??”

“Ga diapa-apain kok . Geunde, Yuri sunbae ??” Matda, mungkin Sica onni sedang bersama Yuri sunbae di apartement nya. Semoga Yuri onni ga keceplosan ngomong tentang audisi agency itu. Hanya Key, Seo Hyun, Taemin dan juga Yuri yang tau.

Yuri menatap sepasang kekasih dihadapannya, Jessica menunduk dan Donghae merangkulnya. Jessica, sahabatnya kini hanya bisa tertunduk diam sembari memainkan ujung roknya.

“Aku bener-bener takut, next time Krystal pasti akan digituin lagi sama Yui onni. Eotteokhyadwe ? Kalo mom sama dad tau, Krystal ga aman dan nyaman disini, mereka bakal nyuruh Krystal kembali ke Miguk dan menunda impian Krystal sampai ia berumur 20 tahun. Aku ga tega….”

“A matda.. kita belom telpon Krystal yah, apa dia udah sampe rumah ? Atau malah dia ditinggal sama Minho disekolah..?” tanya Yuri, baru saja akan mengambil ponselnya menelpon Minho, malah Minho yang telpon.

“Yeobuseyo ?”

“Minho –ya.. kau sudah mengantar Kryseu kan ? Apa dia baik-baik saja..” tanya Yuri bertubi-tubi. Dari seberang telepon Minho hanya bermalas-malasan, malas kalau berhubungan dengan yang namanya Krystal, dia bukan siapa-siapa gue dan ini terpaksa gue bantu dia, pikir Minho dalam hati.

“Ne… waeyo ? A geunde bukannya Yuri noona harusnya menemui Kibum sunbae.. sudah pulang ?” tanya Minho dengan nada datar, sama sekali tidak ingin membuka topik masalah ini.

Yuri terdiam di seberang sana, ia speechless, bagaimana ia harus katakan ke Minho kalau mustahil bagi dia dan Minho untuk masuk dalam zona in a relationship. Namun, nampaknya Minho tidak mau mengerti.

“Ne. ini baru aja pulang, geunde udahan dulu ya teleponan nya, ada Jessica sama Donghae, mereka Cuma ma denger kabar Krystal udah pulang belum… byee…” ucap Yuri lalu menutup teleponnya.

Yuri kembali ke meja tamu sembari menepuk pundak Jessica yang masih nampak guilty. Saat ini sejujurnya ia ingin bercerita sesuatu namun, nampaknya Jessica dan Donghae juga punya masalah. Nanti malam saja, kalau pas mereka online.

“Eotte ?? Kryseu udah dirumah…??” tanya Donghae.

Yuri mengangguk mantap sembari sesekali mengusap rambut Jessica yang kini duduk manis disampingnya, wajahnya yang tadinya tegang sudah mulai membaik, Yuri tau kalau Jessica sayang banget sama adiknya dan paling takut kalau adiknya kenapa-napa.

“Jessica.. she is at home now.. you can wipe your tears away.. okay ?” ucap Donghae. Sebagai Yuri ia agak iri. Secara pemandangan yang biasa muncul di drama kini malah muncul dihadapannya sendiri.

Minho keluar dari kamarnya, sembari menghembuskan napasnya ia masuk ke ruang makan, ada Jonghyun dan Onew yang sedang bergumul dengan ayam mereka. Onew nampak semangat karena dia Chicken Mania di dorm itu.

“Chicken lagi ?” ucap Minho sembari menunjuk ayam yang masih ada didalam kotaknya. Jonghyun mengangguk, tangan dan mulutny belepotan minyak, ga beda sama anak SD yang baru belajar makan.

“Ya.. Choi Minho…” panggil Key cepat. Sekilas Key seperti memanggil Taemin (try to say Choi Minho fast..-red)

“Ne…??” sahut Taemin.

“Bukan kamu… tapi Minho…”

“Waeyo ??” tanya Minho dengan malas, sembari mencomot ayam, tanpa nasi. Entah kenapa malam itu, Minho sangat amat tidak ingin makan.

“Kryseu… alamatnya Kryseu eodi ??” tanya Key dengan memburu.

“Buat apa ??”

“Hemm.. buat nganterin dia besok-besok..”

“Key hyung.. kan Minho udah anterin.. kenapa hyung ikut-ikutan ? Mendingan aku aja..” sahut Taemin.

“Ini pada apa-apaan sih ??”

“Lagian kan Minho hyung udah sama Yuri sunbae ayolah… kasih aku aja…” ucap Taemin dengan muka pengen.

Yuri ..? pikir Minho dalam hati. Ini saatnya, gue harus bikin Yuri noona cemburu, dan aku akan pake Krystal. Semoga dia bisa diajak kerjasama, ucap Minho dalam hati.

“Andwee…pokoknya andwee..” ucap Minho lalu berbalik masuk ke kamarnya.

Ponsel milik Taemin ada dikamarnya, berarti dia bisa dapet nomor hapenya Krystal. Ada gejolak senang di hati Minho, berharap kalau misinya akan berhasil. Klik! Dipencetnya tuts handphone itu dan dikirimnya sebuah pesan.

To be continue –

 


3 thoughts on “The Born of the Dancing Jung (part 3 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s