Princess of the Moon [chapter]


Princess of the Moon [chapter]

Main cast:

Key

Seohyun

Kyuhyun

Minho

Yuri

Genre: Fiktif, Romance

Author: Artemisgoddess

 

Once upon a time, konon katanya kehidupan bukan hanya milik dari manusia bumi. Dunia terbagi tiga bagian, masing-masing adalah Langit, Laut, dan Neraka. Masing-masing bagian itu dijaga oleh seorang dewa. Diantara bagian itu, bagian langitlah yang paling hidup tenteram.

Semua benda langit seperti planet-planet, bintang, komet, bulan, meteor juga memiliki alur kehidupan seperti di bumi. Tak terkecuali, matahari…karena matahari adalah Raja dari segalanya, maka dari itu segala benda langit memiliki sistem tata surya yang patuh mengelilinginya dalam sebuah lintasan yang disebut orbit.

Matahari adalah Raja/penguasa yang setiap masanya selalu berganti, biasanya yang menjadi matahari ialah anak-anak dewa pilihan. Raja matahari masa ini bernama Yunho, ia memiliki banyak anak yang masing-masing menempati satu planet, diantaranya adalah: Putri Taeyeon yang menguasai merkurius, Putri Tiffany yang menguasai Mars, Pangeran Minho  yang merupakan penjaga Bumi, Putri Yoona yang menguasai Venus, putri Sooyoung di Jupiter, putri Sunny di Uranus, putri Jessica di Neptunus, putri Hyoyeon di Saturnus, dan si maknae putri Bulan bernama Seohyun. Diantaranya hanya Minho yang seorang namja.

Putri-putri raja sudah menikah semua, hanya tinggal Minho dan Seohyun yang belum menikah. Sehingga Seohyun cenderung lebih dekat kepada oppanya itu ketimbang onnienya. Keduanya belum menikah karena berbeda alasan. Jika Minho karena ia telah jatuh cinta kepada salah satu bidadari pelangi bernama Yuri, sedangkan Raja Yunho salah mengira putra tunggalnya itu jatuh cinta kepada maknae pelangi bernama Krystal. Dan tanpa tendeng aling-aling ia langsung bertemu Kahi (umma para bidadari) dan menjodohkan Krystal dengan Minho. Keputusan sepihak raja, membuat Minho merasa bersalah, di satu sisi ia hanya mencintai Yuri, di satu sisi ia tidak tega membuat Krystal merasa terbuang. Jadilah hubungan mereka tanpa kejelasan, dan membuat Minho melupakan rencana menikahnya dengan alasan menjaga bumi. Padahal Seohyun, satu-satunya yang tahu kalau oppanya itu hanya mengalihkan kesedihannya dengan bekerja tak kenal waktu menjaga ruang antara bumi dan langit. Pangeran Minho selain memiliki tugas khusus itu, juga memiliki tugas merawat dongsaeng terkecilnya yakni Putri bulan. Maka dari itulah muncul sebab mengapa bulan selalu mengelilingi bumi.

 Putri bulan sangatlah putih dan cantik, dia disayang oleh onnie-onnienya dan terutama oppanya, Minho. Namun, dibalik kecantikannya dia ternyata sangat rapuh dan penyedih. Ia tidak kuat seperti onnie-onnienya dan oppanya. Alasannya belum menikah karena disamping ia belum cukup dewasa, ia juga belum pernah merasa jatuh cinta sekalipun.

 

 

Seohyun POV

Aku bosan menjadi putri bulan, aku ingin seperti onnie-onnieku yang lain, yang sudah hidup bahagia bersama namja yang dicintainya. Sedangkan aku? Aku belum menemukan namja yang aku cintai. Hidupku selalu sunyi dalam kegelapan, meskipun Minho oppa sangat menjagaku tetapi aku tetap saja ingin merasakan jatuh cinta. Kerajaan di bulan ini amatlah sepi, aku ingin sekali memiliki keturunan yang banyak agar kelak kerajaan ini tidak sesepi ini lagi.

Malam ini aku tampil dengan sempurna, aku berdandan dan menjaga kerajaan bulan dengan anggun. Malam ini spesial karena malam purnama. Dari atas langit-langit aku melihat planet yang dipimpin Minho Oppa. Planet itu bernama bumi, tempat yang sangat indah…berbeda jauh sekali dengan tempatku yang dingin dan sunyi.

Ketika sedang menatap bumi dengan intens, aku dikejutkan oleh dehaman suara namja, dan ternyata suara itu datang dari sebuah star (bintang). Bintang di langit jumlahnya bisa mencapai jutaan. Dan dari jutaan tersebut aku hanya akrab dengan seorang pangeran bintang timur bernama Key. Ia namja yang baik dan seumuran denganku, ia tidak pernah tidak datang di langit.

“Kenapa melamun, Seohyun?” tanyanya seperti biasa.

“Tidak apa-apa…” jawabku singkat.

“Malam ini kau sangat cantik sekali, cahayamu berpedar-pedar…” puji Key yang membuatku otomatis tersipu malu.

“Gomawo Key-ah…” balasku.

“Kau suka sekali memandang bumi lama-lama, apa yang membuatmu tertarik?” tanyanya sembari duduk di sebelahku. Kini aku dan Key duduk dalam jarak yang sangat dekat di atas awan kelabu. Matanya mengikuti arah mataku yang sedang memandang bumi di bawah sana.

“Entahlah Key, ada sesuatu yang membuatku tertarik disana…” jawabku.

“Kau ingin coba turun kesana?”

“Heh?”

“Ya, kau kan bisa turun ke bumi jika kau sedang menjadi purnama, karena kekuatanmu sedang penuh.” Jelas Key yang membuatku kaget. Sebelumnya aku tidak pernah mengetahui dari siapapun mengenai bisa atau tidaknya turun ke bumi.

“Apa katamu? Kau bilang aku bisa turun ke bumi? Jinjja?”

Key tampak heran di sebelahku.

“Kau tidak tahu Seohyun-ah? Mustahil dewa dan oppamu itu tidak memberitahumu tentang kekuatanmu itu.” Key masih dengan wajah tidak percaya.

“Jeongmal…aku tidak pernah tahu kekuatanku. Hhhhh…” Aku menghela nafas panjang.

“Ya, menurut legenda seperti itu. Sejak dahulu kala, putri bulan selalu spesial dari putri-putri lainnya. Ia mempunyai kekuatan turun ke bumi menjelma menjadi manusia jika pada malam purnama. Tetapi aku dengar dari cerita juga, generasi putri bulan beberapa dekade ini memang sudah tidak pernah memakai kekuatan itu lagi. Pernah ada kejadian malapetaka karena putri bulan turun ke bumi.” Jelas Key panjang lebar kepadaku.

“Cerita malapetaka apa Key?” tanyaku antusias.

“Masa kau juga tidak mengetahuinya,  Seohyun-ah?”

“Jjinja, aku pabo sekali ya?” murungku.

“Eh, bukan maksudku begitu. Baiklah mau aku ceritakan?” tanyanya lagi sambil menatap kedua mataku.

“Iya! Aku mau diceritakan…” pintaku sambil menarik-narik tangannya. Key masih menatapku dengan tatapan yang intens, aku heran kenapa dia menatapku dengan sebegitunya. Tatapan mata Key membuatku juga membeku menatap balik padanya, sesaat kami terdiam tidak berkedip seolah menyelami masing-masing jiwa. Lalu tiba-tiba Key menolehkan wajahnya menjauh dari wajahku. Kami terlihat kikuk satu sama lain.

“Baiklah, aku harus mulai dari mana ya ceritanya?” tanyanya dengan nada suara yang aneh, ada kecanggungan nampak pada Key.

“Dari awal mulanya, aku ingin mendengar cerita leluhurku…” pintaku setengah berharap.

“Baiklah, putri bulan yang aneh…legenda leluhur sendiri saja tidak tahu hehe…” Key tersenyum menggodaku. Aku hanya membalas tersenyum kecut.

Dan Key mulai bercerita…

Pada suatu ketika sekitar ribuan tahun yang lalu, ada seorang putri bulan yang jatuh cinta pada seorang namja di bumi. Setiap malam ia dengan tersiksa menatap ke arah bumi, memantau namja yang ia cintai dengan penuh kasih. Sehingga akhirnya ia memutuskan menggunakan kekuatannya untuk turun ke bumi, setiap malam purnama. Ia pun menjalin kasih dengan namja yang selama ini disukainya dan dilihatnya dari atas langit. Hingga pada akhirnya entah kenapa ia bisa turun ke bumi setiap malam biasa, bukan hanya pada malam purnama saja. Percintaan dua makhluk yang berbeda itu semakin intim. Putri bulan sadar betul kalau perbuatan yang dilakukannya adalah kesalahan. Langit akan benar-benar gelap dan menakutkan jika ia selalu turun ke bumi dan tidak menerangi langit malam. Hal ini membuat raja marah besar padanya. Ia diperingati untuk tidak boleh lagi berkunjung ke bumi. Pada malam-malam berikutnya pun ia menuruti perkataan dewa yang merupakan appanya untuk tidak turun ke bumi. Ini membuat putri bulan tersiksa dalam kerinduan yang teramat sangat terhadap namja bumi-nya. Ia pun sakit-sakitan dan redup cahanya, semua makhluk langit sangat sedih melihat putri bulan yang cantik mulai ringkih dan kurus. Semua dengan sedih meminta agar raja mengizinkannya bertemu dengan namja bumi itu, agar putri bulan bisa sembuh dan kembali bersinar. Akhirnya setelah sekian lama, sang raja pun tidak tega melihat putrinya benar-benar kurus dan pada akhirnya mengizinkan putri bulan turun ke bumi dengan satu syarat: tidak boleh kembali lagi ke atas langit. Dan dengan semangat yang tersisa, putri bulan menyetujui syarat itu.

Pada suatu malam, ia pun akhirnya pergi, semua menangisi kepergiannya. Mulai saat itu malam selalu kelam karena belum ada putri pengganti untuk putri bulan. Tak beberapa lama di kemudian hari, pada malam purnama, muncul putri bulan yang datang terbang dari bumi. Ia datang kepada dewa dengan menangis. Ia menceritakan telah menyesal mencintai namja bumi tersebut. Karena namja tersebut telah memiliki wanita lain, wanita yang benar-benar manusia. Raja pun murka karena sejak awal ia sudah menduga akhirnya seperti itu. Putri bulan benar-benar terus menangis, dan malam keesokkannya ia ditemukan telah menjadi mayat dengan bersimbah darah. Ia bunuh diri dengan mengorbankan dirinya kepada wolfmoon raksasa. Malam kematian putri bulan ditandai dengan bulan yang berubah warna dari putih menjadi kemerahan. Raja pun sedih kehilangan putrinya dan akhirnya mengundurkan diri dengan cara menjadi penghuni neraka.

“Begitulah kisahnya, Seohyun…tragedi mengenai kematian putri bulan” Key mengakhiri ceritanya. Dan mataku tanpa diperintah telah mengeluarkan airmata. Betapa menyedihkan cerita yang dikisahkan oleh Key. Jadi, begitukah kisah  leluhurku? Tragis karena mencintai seorang namja bumi. Aku menangis deras, Key pun sadar mendengar isak tangisku.

“Seohyun? Gwenchana?” tanyanya kepadaku.

“Aku hanya sedih, Key…kisahnya sangat menyentuh dan menyedihkan.” Jawabku seraya mengusap airmata yang meleleh di pipiku.

“Iya memang menyedihkan. Makanya sejak saat itu, putri-putri bulan seterusnya takut menggunakan kekuatan untuk turun ke bumi. Jangan menangis Seohyun-ah…jebal”

“Aku tidak mau menjadi putri bulan seperti itu…” ucapku lirih.

 

Seohyun POV end

 

Key POV

 

Ia menangis mendengar ceritaku, sudah kuduga begitu. Sejak kecil sebelum menjadi putri bulan ia memang selalu rapuh dan penyedih.

“Aku tidak mau menjadi putri bulan seperti itu…” ucapnya lirih.

‘Aku percaya kau tidak akan seperti itu, Hyun-ah…aku tidak akan pernah membiarkanmu jatuh cinta pada orang lain.’ Batinku dalan hati.

Lalu aku menyapu pipinya yang masih dilinangi sisa-sisa airmata. Aku ingin sekali mengecup pucuk kepalanya, mengecup kening dan matanya, membelai wajah cantik yang membeku miliknya, menyentuh hidung mancung mungilnya, mencium bibirnya. Tetapi, itu semua hanya sebatas keinginan dalam diriku saja. Seohyun menggeliat nampak risih terhadap tanganku yang masih memegangi pipinya. Langsung aku jatuhkan tanganku, mengepal awan. Aku menyesal telah membuatnya risih dan tidak nyaman berada di dekatku.

“Mianhe Key, aku harus pergi. Gomawo sudah bercerita padaku malam ini. Good night.” Pamitnya dan melangkah dengan halus menuju bulan bundar bercahaya perak.

“Good night, Seohyun-ah…”, jawabku.

 

Key Pov end

 

 

 

Seohyun Pov

 

Aku kini tengah memandangi bumi lagi. Aku berpikir bagaimana jika diriku seperti putri bulan yang diceritakan Key tadi. Apakah aku juga akan berbuat yang sama? Ketika sedang asik melamun, tanpa kusadari mataku tertuju pada satu titik di bumi sana. Semakin lama titik itu semakin jelas. Dan aku bisa melihat ada seorang namja sedang memandangiku, maksudku memandangi rembulan ini. Aku merasa aneh mengapa aku bisa mempunyai penglihatan sejelas ini? Namja itu seorang diri, sedang berdiri di beranda menatap ke arahku. ‘Apakah karena tatapannya yang intens bisa membuatku merasa seperti dilihat dan bisa melihatnya dengan jelas?’ aku berargumen dalam hati.

Aku dengan tertegun melihat namja itu tidak berhenti memandangiku. Pipiku tanpa sadar merona. Namja itu sangat tampan, seperti dewa Poisedon, dewa laut yang kukagumi. Dan aku penasaran apa yang sedang dipikirkannya sampai ia melamun tidak berkedip begitu. Rasa penasaranku mencuat tinggi, merasa tertarik dengan namja bumi tersebut.

‘Aku ingin turun ke bumi’, gumamku.

‘ah..aniio aniio!’, aku teringat kisah yang tadi Key ceritakan. Semua memang berawal dari rasa penasaran. Aku tidak boleh terpengaruh dengan rasa penasaran.

‘tapi, sejak dulu aku ingin sekali menjamah bumi’ gumamku lagi.

‘tidak boleh, Seohyun!’ balasku lagi.

2 pikiranku berargumen antara ingin dan tidak di kepala. Di satu sisi aku ingin sekali turun ke bumi, dan satu sisi aku takut.

‘Tetapi kau kan hanya turun, Seohyun, belum tentu kau jatuh cinta. Lagian itu urusan belakangan, sekarang turun sajalah dulu, ppali! Sebelum malam purnamu hilang,’ teriak satu sisi dalam kepalaku yang menginkanku pergi.

Aku kembali menggelengkan kepala, menentang keinginanku sendiri. Saat aku bertekad untuk tidak turun, sekilas kulihat namja di bumi itu tersenyum. Senyumnya nyata tertuju kepadaku. DEG! Hatiku berdenyut sakit. Perasaan aneh yang kini tengah menyelimutiku.

Kenapa ia bisa tersenyum? Bukankah manusia bumi tidak bisa melihat kita para manusia langit? Minho oppa bekerja dengan baik kan dalam menjaga perbatasan penglihatan manusia? Kini aku meragukan kinerja Minho oppa sebagai pangeran bumi. Ia terlihat lebih sering menggoda Yuri onnie, salah satu bidadari pelangi, ketimbang memberikan mantra perlindungan antara kehidupan bumi dan langit.

DEG! Namja itu tersenyum lagi. ‘Aissshh’ aku jadi gusar sendiri. Tanpa sadar aku meluncur, turun ke bumi. Aku benar-benar dibawah pengaruh tatapan maut namja tampan itu. Aku benar-banar tanpa sadar menggunakan kekuatanku turun ke bumi. Aku merasa terhipnotis.

Sesaat kemudian…

 

Aku benar-benar sampai ke bumi. Aku mendarat di beranda namja tadi berdiri. Namja itu sama sekali tidak terkejut melihatku terbang dari langit turun ke bumi. Alih-alih shock atau pingsan, namja itu malah tersenyum kearahku.

“Selamat malam, akhirnya kau datang juga.” Namja itu berbicara, dan ia berbicara denganku. Oh demi dewa langit, namja ini sungguh lebih tampan jika dilihat dari dekat.

Aku diam. Masih bingung mengapa ia bertanya hal itu.

“Selamat malam…hai aku Cho Kyuhyun”, ucap namja itu lagi sembari menyodorkan tangan. Aku terperangah, dan dengan ragu-ragu aku sambut tangannya. Ketika kami bersentuhan, kulihat ia bergidik sekilas merasakan jari jemariku yang dingin membeku. Sedangkan aku, malah merasa nyaman dengan hawa kulitnya yang hangat.

“Kau dingin sekali…” lirihnya.

“ Dan kau hangat sekali…” lirihku.

 

“Siapa namamu? Kau belum memberitahunya. Kau benar datang dari bulan kan?”

“Seo…hyun,,, namaku Seohyun. Darimana kau tahu aku dari bulan? Apakah tadi kau benar-benar melihatku di atas sana?” aku berkata seraya menunjuk cahaya keperakan bulan yang sekarang aku tinggal.

“Seohyun, nama yang indah…Eh iya, sudah lama aku memperhatikanmu. Kau kan gadis yang selalu merenung, murung di atas bulan sana. Hehe…” kata namja itu tersenyum, memamerkan sederet giginya yang rapih dan putih.

“Apa? Kau melihatku bukan malam ini saja?” tanyaku bingung.

“Iya, sudah beberapa kali aku melihatmu. Aku selalu berharap kau datang turun kesini, karena aku tidak bisa terbang ke tempatmu berada. Aku sering memandangimu dari beranda ini sampai angin tak terdengar lagi aku baru masuk dan berharap esok malam kau bisa sadar kalau aku menantimu.” Katanya dengan penuh perasaan.

‘oh jadi itulah alasan mengapa aku selalu merasa ada yang menarikku dari bumi, dan jawaban itu sudah kuketahui, namja inilah alasannya. Tatapan intensnya bisa menembus mantra perlindungan Minho oppa sehingga ia bisa melihatku yang ada di atas.’ Pikirku dalam hati.

 

“Kenapa kau ingin sekali aku turun? Dan mengapa kau nampak biasa saja melihat keajaiban ini?” tanyaku penasaran. Karena jika manusia normal pasti sudah pingsan sedari tadi melihat gadis pucat terbang dari langit turun ke beranda kamarnya.

“Aku menyukaimu. Dan aku tidak merasa aneh karena di bumi juga dipelajari kemungkinan-kemungkinan ada kehidupan lain di luar bumi, seperti bulan atau planet lainnya.” Terangnya. Sungguh ini berita penting untuk Minho oppa. Bayangkan saja jika manusia di bumi sudah semakin pintar dan melakukan penelitian di Bulan, maka musnahlah makhluk seperti kami.

 

“Tidak perlu khawatir, aku tidak akan memberitahu siapapun juga bahwa malam ini aku dikunjungi makhluk luar angkasa…hehe.” katanya dengan tertawa renyah.

“apa makhluk luar angkasa katamu?, aku adalah putri bulan!” aku merasa tidak terima disebut makhluk luar angkasa.

“hei, mianhe…jadi kau putri bulan? Berarti yang selama ini diceritakan di buku-buku dongeng itu benar ya? Kalau putri bulan adalah wanita yang cantik jelita…” katanya membuatku tersipu.

 

Seohyun pov end.

 

Kyuhyun Pov

 

Gadis ini tersipu malu atas ucapanku barusan, membuat sedikit pipi putih pucatnya menjadi merah jambu. Aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama sejak melihatnya di langit. Aku memandanginya dalam-dalam, tanpa sadar wajahku mendekati wajahnya dan mengecup keningnya.

Putri bulan ini benar-benar pemalu, lagi-lagi pipinya bersemu merah jambu. Aku semakin gemas dan menginginkannya. Tanpa berkata-kata apapun aku merengkuhnya, memiringkan kepalaku dan menyambut bibirnya. Ia sesaat seperti ingin menolak, namun seperti magnetku terlalu memperdayanya. Aku mencium bibirnya dengan penuh perasaan, aku rasakan hawa dingin berdekatan dengan dirinya, namun ciuman ini membuat kesan panas.

Perlahan tapi pasti ia membalas ciumanku juga. Aku membawanya masuk ke dalam kamar. Entah kenapa aku menjadi terburu-buru begini. Aku tidurkan tubuhnya di atas tempat tidurku. Sesaat tautan bibir kita terlepas. Aku melihat ia memandangkiku dan aku memandanginya. Aku meraih gaun putih keperakannya yang longgar lalu aku turunkan dari bahu sampai ke perutnya. Aku benar-benar terpesona melihat tubuhnya yang putih dan halus. Aku menjadi grogi sendiri harus berbuat apa ketika sudah berhadapan dengan tubuh maha sempurna seperti ini.

Kulihat ia aneh memandangiku yang terdiam. Dan tiba-tiba ia menarik kepalaku menelusup leher jenjangnya. Kini bibirku menyentuh tekuk lehernya, sumpah aku merinding dan mungkin bisa mati membeku bila dekat dengannya terus. Solusi yang paling tepat adalah melakukannya, untuk menghangatkan. Kuciumi lehernya, dan ia berdesah-desah pelan.

“Seohyun, maafkan aku. aku tidak bisa mengendalikan diriku ketika melihatmu…” aku berucap pelan di telinganya.

“Lakukanlah, hal ini yang selama ini aku dambakan.” Bisiknya. Mendapat persetujuan darinya, aku pun langsung seketika ganas. Aku tarik bibirku dari lehernya dan menuju belahan yang ada pada dadanya.

Desahannya sangat menggodaku. Aku buka gaunnya dan lagi-lagi aku tercengang melihat indah tubuhnya. Dia benar-benar seorang putri bulan…

 

Tbc…

 

Note: heii, aku kembali membawa ff keduaku disini ^^ bagaimana2 ff ini? Gak banget ya? Hikss. Gatau kenapa onnie lagi mengkhayal yang engga-engga, makanya ff ini imajinasi bgt, ga real bgt haha. Tapi, semoga ada yg suka..amiin. Ini ff tadinya mau oneshoot, eh kayanya gak bisa, jadinya bisa sampai 3 part. Oya, aku gak bisa buat nc, jadi tbc’nya maksa bgt ya? Mian…Tadinya mau buat pair MinSeo, namun malah ga dapet feel’nya, huhu. Ditunggu koment dan sarannya ya readers ^^

Kalau ada waktu boleeh mampir ke blog aneh bin gaibku :

http://dramaqueenff.wordpress.com

 

GOMAWOOOOO ^^


23 thoughts on “Princess of the Moon [chapter]

  1. keren banget ceritanya…..
    aku suka….
    mmm, menurutku… nc nya gak usah dehh… aku sempat kaget, kirain ada nc nya.. tapi alhamdulillah nc nya tdk ada….. ^ ^

    aku tunggu next chapternya… jangan lama2 yahh….

    Like

  2. Wuah, saya paling telat komen nih, baru baca sih, baru nemu juga…hahahahaha. Bagus banget critanya, tapi komennya dikit banget ya?? Anyway, keren kok. Ane ‘loncat’ dulu ke lanjutannya ya? Hahahahahaha

    Like

  3. keren min yg ginian ngahayalny tinggi banget ampe ke bulan haha~ moga ngk sad ending dah *duajempol buatlu min..xD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s