I Love You (Oneshoot)


Judul  : I Love You (Oneshoot)

Cast   :  SNSD Jessica Jung

Super Junior Lee Donghae

SNSD & Super Junior Member

Genre  : Romance & Sad

Author : Cloudy

 

Annyeonghaseo…..aku kembali lagi dengan ff haesica *lagi dan lagi* hehehe….maaf bila ada yang tidak suka dengan pairingnya.Oh ya ff ini dipublish juga di wp pribadiku (http://fradina1004.wordpress.com) Ditunggu saran dan kritiknya.Kamsahamnida…J

 

I love him!Kelirukah jika aku merasakan perasaan ini? Tak pantaskah aku untuk berada di sampingnya? Begitu burukkah aku hingga semua orang mencecarku dengan makian bahkan hinaan yang tak kunjung usai karena aku yang ternyata menjadi yeojanya lagi? Apa aku seperti nenek sihir dalam negeri dongeng yang hanya akan berbuat jahat padanya? Atau aku seperti benalu yang hanya akan membuatnya menderita? Tak mengertikah mereka bahwa akupun hanya MANUSIA BIASA yang juga ingin dicintai dan disayangi? Apa itu terlalu tinggi untuk kugapai? Tahukah mereka jika di setiap detiknya aku dihinggapi ketakutan karena sindiran dan cacian itu serasa jadi bayang-bayang yang terus saja mengikuti kemanapun kakiku melangkah? Pahamkah mereka tentang sayatan dan luka di hatiku yang semakin menganga? Ingin sekali rasanya andaikan aku bisa,aku ingin berteriak dan memohon kali ini saja IZINKAN AKU BAHAGIA BERSAMANYA.

********************************************

“Gwaenchana Sica? Mianhae,aku benar-benar tak menyangka jika jadinya akan seperti ini” Taeyeon duduk di sampingku seraya meraba tulang pipi kananku yang sedikit memar.

“Aniyo,kau ini aneh sekali.Ini bukan salahmu Taeng,lagipula siapapun tak akan ada yang bisa membayangkan jika salah satu dari mereka melemparkan ponselnya padaku.Sudahlah,aku tidak apa-apa”

Kulihat Taeyeon masih menunjukkan sikap khawatirnya padaku ,terkadang aku merasa heran melihat kegelisahannya.Bagaimana tidak? Jelaslah aku yang menerima teror-teror itu,aku yang mendapat cacian dan makian dan akulah yang menjadi sasaran mereka namun mengapa justru Taeyeon yang kelimpungan?

“Kau yakin akan meneruskan semua ini Sica?” Taeyeon berbisik padaku,kedua matanya melirik ke sekeliling ruangan seakan memastikan tak ada seorangpun yang bisa mendengar pertanyaannya.

“Apa maksudmu Taeng?” Aku menatapnya tak mengerti.

Taeyeon menggeser posisi duduknya sehingga kini dia berhadapan denganku “Sica,kau tahu sendiri bukan hubunganmu dengannya selalu seperti ini? Banyak yang menentangnu,Sica! Banyak yang membencimu gara-gara hal ini! Apa kau tidak lelah menghadapi sikap mereka? Aku benar-benar tidak bisa melihat kau disakiti oleh mereka”

Aku terdiam,dalam hati akupun membenarkan ucapan Taeyeon.Selama ini aku kerap bertanya namun tak kunjung kudapatkan jawabannya.Aku tak habis pikir dengan reaksi yang selalu mereka tujukan padaku,mengapa di mata mereka aku begitu buruk? Sejak dulu kurasakan seperti itu! Selalu aku yang berada di posisi yang salah,selalu aku yang ada di posisi terpojok dan selalu aku pula yang dirasakan tidak pantas bersanding dengannya.Dia,namjachinguku tak pernah sekalipun menerima perlakuan seperti ini.Hanya aku! Hanya aku yang mereka anggap layaknya sampah!

“Sica,kau kenapa?” Genggaman tangan Taeyeon menghentakkan lamunanku.

“Taeng,kau ingin aku memutuskan hubunganku dengannya lagi seperti dulu?Maaf,aku tak bisa! Cukup sekali saja aku melakukan kesalahan itu,kau pun tahu sendiri bukan jika bertahun-tahun aku tersiksa karena berusaha melupakan perasaanku padanya,namun kenyataannya sekarang  kami bersama lagi dan aku bertekad kali ini aku tak ingin kalah! Memang kedengarannya egois,aku tahu itu tapi jika terus-menerus mengalah dan menuruti perkataan mereka,aku dan dia sampai kapanpun takkan mungkin bisa bersama”

Tanpa kusadari pandanganku mulai mengabur dan bulir bening itu tanpa bisa kucegah jatuh dari kedua mataku.Issshhhh…….mengapa aku jadi mudah menangis?

“Uljima….jebal!” Taeyeon memeluk dan mengusap punggungku. Untung saja member yang lain sudah masuk ke dalam kamar,kalau mereka sampai tahu dan melihatku dalam keadaan menangis pastilah secara kompak mereka akan ribut dan bukan tidak mungkin namjachinguku akan langsung mereka hubungi.

“Uljima,aku hanya tidak ingin kau terluka.Uljima,Sica!Mianhae jika perkataanku menyakitimu”

Aku tak sanggup mengeluarkan suaraku,tangisku semakin tak dapat kutahan dan semua sakit yang tertimbun di hatiku rasanya menyeruak. Taeyeon hanya terdiam membiarkanku menangis dalam pelukannya.

“Jung Soo Yeon……….Apa telingamu bermasalah?Angkat teleponnya…palli….!Suara ponselmu mengganggu tidurku!”

Suara Sooyoung yang melengking membuatku terkejut,aku melepaskan pelukanku dan cepat-cepat kuhapus air mataku

“Mungkin dari pangeranmu,Sica” terka Taeyeon seraya tersenyum

Aku hanya mengangkat bahu dan bergegas menuju kamar.Di depan pintu Sooyoung dengan matanya yang terpejam dan menyandarkan kepalanya pada daun pintu tampak berkaca pinggang,tangannya kanannya mengayun-ayunkan ponselku yang masih berbunyi.

“Mianhae,Soo” ucapku sambil mengambil ponsel dan berjalan mendahuluinya masuk ke kamar,dia hanya bergumam tidak jelas lalu kembali ke tempat tidurnya.Ada sedikit rasa bahagia saat kubaca nama sang penelpon yang tertera di lcd ponselku.

“Yobseo.ada apa Hae?” Aku berusaha menstabilkan suaraku yang masih tak karuan akibat menangis tadi.

“Bisakah kau bersikap hangat sedikit padaku Sica?selalu saja jawaban dingin yang kuterima jika aku menghubungimu!

Aku terkekeh mendengar suaranya yang agak jengkel “Lantas jawaban seperti apa yang harus kuucapkan padamu?hmmm….Hai dear…atau mungkin halo yeobo…itu yang ingin kau dengar dariku?”

“Aisshhhhh…..kau ini belum juga berubah”

“Kau harusnya tahu itu tuan Lee Donghae!”

“ Ne..ne…arra…ice princessku tidak mungkin bisa bersikap seperti itu!”

“Lalu ada apa kau menghubungiku tengah malam begini?Bukankah kau harusnya istirahat?Hari ini kau berlatih kan?” Aku melirik jam yang tertempel di dinding kamar,hampir pukul 1 pagi.

“Apa kau kira aku bisa tidur setelah kejadian tadi siang?Kau baik-baik saja kan Sica?”

Aku tertegun.Apa dia mengetahui hal buruk yang menimpaku?Ahhhhh….babo!padahal aku sangat berharap dia tidak tahu soal ini.

“Tentu saja,kenapa kau bertanya seperti itu?’

“Sica,jangan menutupinya lagi!Maaf,gara-gara aku kau harus menerima perlakuan buruk dari mereka.Aku benar-benar minta maaf”

“Tak perlu minta maaf Hae,kau tak melakukan kesalahan apapun” Dadaku kembali sesak dan air mataku kembali jatuh untuk kesekian kalinya!

“Sica…perbuatan mereka sudah keterlaluan!Andai saja ada cara untuk menghentikan mereka,pasti aku akan segera melakukannya.Maafkan aku,Sica!”

Dadaku semakin sesak dan menghimpitku untuk bernafas,aku menggigit bibir bawahku agar isakanku tak terdengar olehnya.Tolong Donghae,jangan pernah berpikir tentang hal itu!Jangan pernah mencari cara untuk menghentikan mereka karena itu membuatku sangat takut! Tak tahukan kau bahwa hanya ada satu jalan yang ampuh untuk membuat mereka diam? Kita BERPISAH,DONGHAE! Itulah jalan yang dapat menyelesaikan semuanya.Hal yang paling aku hindari.

“Terkena lemparan sebuah ponsel tidak akan menyebabkan aku mati.Aku hanya menyayangkan mengapa harus benda itu yang mereka lemparkan padaku,ponsel bukan barang yang murah kan?”

“Jessica…..berhenti bercanda!”

“Donghae-shi jangan terlalu mengkhawatirkanku,aku sudah terlatih selama bertahun-tahun untuk menghadapi masalah seperti ini.Percayalah,aku baik-baik saja” Aku berusaha menepiskan rasa kalutnya yang begitu kentara kurasa dalam nada suaranya.

“Aku pun sudah terlatih selama bertahun-tahun untuk mengetahui bagaimana keadaanmu yang sebenarnya lewat jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku!Kau selalu saja berbohong padaku,Sica!Jangan menangis lagi,kumohon….!Kau sudah sering sekali menangis karena aku”

Aku tersenyum mendengar perkataan Donghae.Adalah tindakan bodoh dan sia-sia menutupi keresahan dan kesedihanku darinya,dia terkadang lebih mengetahui keadaanku dibandingkan diriku sendiri.

“Donghae,ini adalah keputusan kita berdua bukan?Demi Tuhan aku tidak menyesal dengan semua yang terjadi padaku,jadi kumohon jangan menyalahkan dirimu lagi,kau bisa melakukannya untukku kan?”

“Ne.Terima kasih kau masih sanggup bertahan denganku,Sica.Sekarang lebih baik kau istirahat,besok pagi temui aku di ruang latihan ok!”

“Ok! Good nite Hae,see you”

Aku menekan tombol merah dan mengakhiri sambungan teleponku dengannya,mendengarnya begitu mengkhawatirkanku membuatku sedikit lega setidaknya dia masih ada untukku dan meyakinkanku bahwa aku bisa menghadapi semua tindakan orang-orang itu.Masih dengan posisi saat aku menerima telepon tadi –di sisi tempat tidur- aku mencoba untuk memejamkan kedua mataku dan menarik nafas panjang,berharap oksigen yang kuhirup dapat membuat paru-paru ku bebas dan tidak menyesakkan lagi.NIHIL!!!!usahaku tak sedikitpun membawa hasil yang lebih baik,beban yang bergelayut dalam benakku maih saja tetap tinggal dan menjadi penguasa di tiap  jengkal tubuhku.

*********************************************

Sesuai perkataannya tadi malam hari ini aku menunggunya di depan ruang latihan,dari tempatku berdiri samar dapat kudengar suara musik yang tengah diputar di dalam ruangan.Ahhhh…itu lagu baru mereka,aku tersenyum tipis saat membayangkan oppadeul dan namjachinguku sedang berlatih keras demi album baru mereka.

“Sica~a kau sudah lama disini?” namja berwajah cantik yang selalu mengaku sebagai kakak kembarku tiba-tiba menyapa dan berdiri di sampingku.

“Aniyo,aku disini baru 15 menit yang lalu oppa.Geundae….kenapa oppa tidak ikut latihan bersama yang lain?”

Namja itu tersenyum “Aku minta izin sebentar Sica,kau kesini pasti ingin bertemu Donghae kan?chankanman,aku panggil dia dulu” Dia melangkah dan membuka pintu.

“Donghae……kau tega sekali membuat adikku berdiri di depan pintu!Apa kau tidak ingin menemuinya dulu,Hah?”

“Ya! Oppa,kenapa kau berteriak seperti itu?lagipula ini bukan salah Donghae,dia sudah menyuruhku untuk menunggunya di kantin tapi aku tidak mau dan lebih memilih untuk diam disini.”

“Jessica…kau benar-benar mencintai ikan itu ya?” Dia mengacak pelan rambutku “Ah,aku hampir saja melupakan sesuatu” Heechul oppa agak membungkukkan tubuh dan mendekatkan wajahnya padaku.

“Waeyo,oppa?” refleks aku memundurkan langkahku agar ada jarak diantara kami.Oppa…..pikiranmu masih sehat kan?

“Memarnya masih terlihat ternyata! Kau sudah ke dokter,Sica?”

Babo Jessica! Heechul oppa mendekatkan wajahnya hanya untuk melihat bekas lukaku ! Bodohnya kau Jess,memikirkan yang macam-macam pada oppamu sendiri.

“Hyung,dia yeojachinguku” seseorang menepuk pundak Heechul  oppa dari belakang.

Aku memiringkan wajahku agar dapat melihat si pemilik suara,dengan peluh yang masih bercucuran di sekitar keningnya dia menarik Heechul oppa agar menjauh dariku.

“Donghae!kau berani sekali melakukan ini padaku,menarikku seperti barusan adalah tindakan yang tidak sopan!Lagipula apa yang ada di pikiranmu?mana mungkin aku berbuat yang tidak-tidak pada adikku sendiri?!”

Donghae tertawa lalu menghampiri dan memeluk pinggangku “Mianhae,hyung……anggap saja itu balasan karena tadi kau berteriak padaku”

Heechul oppa hanya menggelengkan kepalanya,kurasa dia sudah terbiasa menghadapi saengnya yang usil seperti Donghae.

“Sica,sebaiknya kau turuti ucapanku tadi dan kau Donghae carilah jalan agar adikku tak sakit lagi seperti sekarang.Arraseo?” Tanpa menunggu jawaban dariku ataupun Donghae,Heechul oppa sudah berlalu dari. hadapan kami berdua.

“Hae,kau punya waktu istirahat berapa menit?mau kutemani kau dimana?” Aku melihat ke arahnya,tapi bukannya menjawab pertanyaanku dia malah tetap berdiri mematung dan raut wajahnya terlihat…..sedih?

“Donghae,kau mendengarku?Ada apa?” Aku menepuk pipinya pelan.Apa ada yang mengganggu pikirannya?Ah…tidak mungkin!bukankah beberapa menit yang lalu dia masih ceria ketika bercanda dengan Heechul oppa?

“Sica,apa yang kau rasakan saat bersamaku?”

Tiba-tiba saja dia melontarkan pertanyaan yang menurutku sangat aneh.Aku mengernyitkan keningku tanda tak mengerti dengan maksud perkataannya.

“Haruskah aku menjawabnya Hae?bukankah kau sudah tahu apa jawabanku?” Aku melepaskan pelukannya lalu mengalihkan wajahnya agar menatapku.

“Aku tidak harus menjawabnya lagi,bukan?” Kutelusuri setiap inchi dari lekuk wajahnya dengan kedua telapak tanganku berharap ketegangan dan kesedihannya menghilang,ku sunggingkan senyumku untuk meyakinkan dirinya bahwa semua baik-baik saja.

“Aku tahu,Sica!tapi aku benar-benar takut!Aku takut terus-menerus membuatmu menangis!”

Donghae tiba-tiba memelukku begitu erat,sebegitu besarkah ketakutan yang dirasakan olehnya?

“Hae…” aku mencoba mengendalikan keterkejutan tubuhku akibat pelukannya “Berhenti berkata seperti itu!Apa kau sadar jika ucapanmu lebih membuatku sakit? Kau selalu di sampingku dan menyayangiku itu sudah cukup,Donghae! Jangan berpikiran tentang bagaimana perasaanku saat hal yang buruk terjadi padaku,semua akan baik jika kau menemaniku.Aku mengerti ketakutan dan kegelisahanmu tapi tolong jangan tunjukkan seakan-akan kau yang bersalah,kita sudah sepakat untuk tidak kalah kali ini bukan?’ Tanpa kusadari suaraku bergetar dan mataku memanas,nyatanya berulang kali dia memintaku untuk tidak menangis lagi aku tak tetap tidak bisa melakukannya.

“Uljima,Sica….aku berjanji tak akan mengulanginya lagi.” Dia melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mataku.

“Sampai kapanpun dan apapun yang terjadi nanti jangan salahkan dirimu,kumohon”

Dia mengangguk “Aku berharap semuanya akan menjadi lebih baik untuk kita berdua,Sica”

Sebenarnya aku ragu dengan ucapan Donghae yang terakhir.Apa mungkin semuanya akan membaik?walaupun kuharap jawabannya adalah iya namun aku tak bisa menutup mata dan telingaku melihat bagaimana kerasnya penentangan mereka terhadap hubunganku dengan Donghae.Bisa kau bayangkan bukan betapa gigihnya orang-orang itu memakiku selama bertahun-tahun? Memang semua sempat terhenti ketika 5 tahun lalu kami memutuskan untuk berpisah,dimana mereka bersorak gembira karena Donghae yang mereka cintai akhirnya bisa terlepas dariku,ironis bukan?tak sedikitpun mereka memikirkan perasaan kami berdua karena yang mereka inginkan hanya satu,Donghae tidak bersama seorang Jessica Jung lagi! Jadi merunut kejadian terdahulu tak salahkan jika aku sanksi dengan perkataannya?

“Nona Jung apa kakimu tidak pegal berdiri terus seperti ini?” Bisikannya sukses mengembalikan semua pikiranku.

“Mengapa daritadi kau selalu bertanya tentang sesuatu yang kau sendiri pun sudah tahu apa jawabannya?Kau sedang mempermainkanku,hah?”

Dia tertawa “Mianhae Sica,bagaimana jika sekarang kita ke kantin?atau kau lebih senang menerima pelukanku seperti tadi?”

“Shirreo!!!” tukasku cepat. Aku mundur beberapa langkah dan menatapnya jengkel.Melihatnya kembali menyunggingkan senyum nakalnya aku bisa meraba jika keresahannya sudah perlahan menghilang.Aku senang walaupun itu berarti aku harus menghadapi keusilan dan kenekatannya yang terkadang menguji kesabaranku.

“Kau tunggu disini aku akan beritahu yang lain dulu” Dia masuk ke ruang latihan dan tak sampai 5 menit dia sudah menghampiriku kembali.

“Hanya 15 menit! Tidak apa-apa kan?”

Aku menggeleng “Gwaenchana,maaf aku mengganggu latihanmu”

“Aniyo,lagipula aku yang memintamu kesini bukan?Kajja,waktu kita tidak banyak”

Dia menggamit lengan kananku dan menggenggamnya erat.Gomawo Hae,bisikku dalam hati.

***************************************************

Pemberitaan buruk dan hinaan itu masih saja berlanjut tapi aku sedikit bisa merasa tenang karena tidak lagi disertai dengan tindakan yang membuatku merasa takut.Tak berlebihan kan jika aku merasa ketakutan?kejadian waktu itu cukup menyisakan trauma bagiku bahkan setiap aku keluar dari dorm hatiku kerap khawatir jika orang-orang itu tiba-tiba saja berada di depanku dan menyerangku lagi.Ok,mungkin terdengar paranoid tapi coba saja jika kau berada di posisiku pasti kau akan merasakan hal yang sama denganku.

“Jessica………sarapan…” teriakan Tiffany membuatku terpaksa beranjak dari ranjang kesayanganku,dengan malas aku keluar kamar dan bergabung dengan teman-temanku yang sudah berkumpul di ruang makan.

“Kau masih ingin tidur,Sica?” Tanya Taeyeon sembari meletakkan beberapa potong roti di atas meja.

“Ne,aku masih mengantuk Taeng”

“Aigoo…..kau ini,bagaimana jika nanti kau jadi istri Donghae oppa?bisa-bisa setiap pagi dia harus menyiapkan makanan sendiri karena kau masih terlelap!” Sunny menarik kursi dan duduk di sampingku.

Aku tertawa “Mungkin itu konsekuensi yang harus dia terima,Sunny” Yeoja yang pintar sekali dalam aegyonya itu hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar jawabanku.

“Sampai sekarang aku masih tak menyangka jika kalian memutuskan untuk bersama lagi,hajiman….apa kau tak berniat merubah panggilanmu padanya? Yuri menuangkan air putih ke dalam gelasnya.

“Apa maksudmu Yul?” Aku mengambil sepotong roti dan mengoleskan selai cokelat di atasnya

“Dia itu lebih tua darimu Sica!mengapa kau tak memanggilnya oppa?atau chagi,yeobo hmmm…..darling mungkin?”

Mataku membulat,aku tak bisa menahan tawaku mendengar pertanyaan Yuri,bagaimana mungkin aku bisa menyebutnya dengan panggilan itu?bukan berarti aku tidak sopan tapi selama ini aku sudah terbiasa memanggil dia dengan sebutan Donghae,lagipula aku bukanlah anak remaja lagi yang harus bersikap sok mesra pada kekasihku sendiri.

“Mengapa kau tertawa?Ada yang salah dengan ucapan Yuri?” Tiffany menatapku heran.

“Aniyo,aku hanya tak bisa membayangkan jika harus memanggilnya dengan sebutan tadi”

“Dasar kau ini!’ ucap Tiffany seraya melanjutkan makannya.

“Eonnie,apa yang ada di pikiranmu saat kau memutuskan untuk kembali bersama Hae oppa?” Kini giliran uri deer yoong yang melayangkan pertanyaannya padaku.

“Ya! Apa pagi ini kalian berganti profesi menjadi wartawan?mengapa aku yang jadi sasarannya?”

Dia tertawa “Bukan begitu eonnie,aku hanya ingin tahu apa itu salah?jujur saja eonnie jika aku ada di posisimu aku tetap akan memilih mundur daripada mencoba lagi namun hasilnya tetap sama yaitu membuatku sakit! Sangat melelahkan dan menjadikanku tidak nyaman.Itu juga yang kau rasakan sekarang kan?”

Dia melihatku dengan pandangan menyelidik.Im Yoona…….mengapa gadis kecilku bisa bertanya seperti itu?

“Kau ingin tahu jawabanku Yoong?karena aku sadar jika aku jauh darinya maka aku akan menderita,memang awalnya akupun berpikiran yang sama sepertimu namun jika aku memilh jalan itu sampai kapanpun aku dan Donghae akan selalu berpisah dan aku tak sanggup bila hal itu terjadi lagi”

Yoona menganggukkan kepalanya dan suasana menjadi hening,syukurlah mereka tidak menanyakan hal yang macam-macam lagi aku bisa pusing jika sikap cerewet mereka kambuh.

Drrrttt…..Drrtttt…. ponsel yang kusimpan di sampingku bergetar,ternyata ada pesan singkat dari Donghae.

 From : My Aiden Lee

Soo yeon~a malam ini aku akan menjemputmu pukul 8,siap-siap ok ^^

Aku tersenyum saat membaca pesannya,apalagi yang akan dia lakukan?

“Dari siapa Sica?” Sunny mencondongkan tubuhnya agar bisa melihat lcd ponselku.

“Donghae,chankanman aku membalas pesannya dulu”

To : My Aiden Lee

Kita mau kemana?memangnya kau tidak sibuk?Aku perlu menyamar?

Tak sampai 2 menit ponselku kembali bergetar

From : My Aiden Lee

Makan malam,aku berlatih sampai sore.Aniyo,kau tak perlu menyamar tempat kita nanti malam takkan dikunjungi banyak orang

Dengan masih sedikit tak mengerti saat memikirkan tempat makan malam nanti,aku membalas kembali pesan darinya.

To : My Aiden Lee

Ok ^^

Kusimpan kembali ponselku di atas meja dengan senyum yang mengembang di wajahku.Ini memang  acara makan malam pertama kami tapi aku ingin terlihat cantik di depannya,mungkin langkah pertama yang harus aku lakukan adalah membuka isi lemariku untuk memilih pakaian yang akan aku kenakan nanti.

“Ada apa Sica?Kau terlihat senang sekali?” Sooyoung mengerutkan keningnya.

“Donghae mengajakku makan malam Soo.Ada yang mau membantuku memilihkan pakaian?”

“Yang jelas jangan Hyoyeon eonnie!” celetuk Yoona

“Ya! Apa maksudmu Yoong?” Hyoyeon memperlihatkan tatapan jengkelnya

“Jangan mulai lagi Yoong…” ucapku berusaha menghentikan perbuatan usilnya

“Aku akan membantumu,Sica” Tiffany memperlihatkan eyesmilenya padaku

“Gomawo”

*********************************************

“You’re very beautiful Jessica!” decak Tiffany setelah selesai merapikan tatanan rambutku.

“Jangan berkata seperti itu Tiff,kau membuatku malu!” Dia hanya tertawa kecil lalu kembali mengecek penampilanku.Finally….untuk malam ini aku memutuskan untuk mengenakan dress selutut berwarna broken white dipadukan dengan high hells silverku.Aku bangkit dari kursi rias dan melihat pantulanku di cermin,semoga saja dia menyukai penampilanku.

“Eonnie…Hae oppa sudah datang” seru Seohyun dari balik pintu

“Ne,sebentar lagi aku keluar Seo”

Tiffany mengambil tas tangan silverku dan untuk terakhir kalinya aku bercermin kembali

“Sudah beres Miss Jung,temuilah kekasihmu itu”

Aku keluar kamar dan menuju ruang tengah,dia sedang berbicara berdua dengan Yuri dan ketika melihatku datang pembicaraan mereka langsung terhenti.Hmmm…apa mereka membicarakan hal yang penting?

“Kita berangkat sekarang Hae?”

Donghae berdiri dan menatapku dengan kedua mata elangnya,memperhatikanku dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.Apa ada yang salah dengan pakaianku?

“Ya! Mengapa kau melihatku seperti itu?” Aku menyentil hidungnya,walau bagaimanapun aku merasa risih jika diperlakukan seperti itu olehnya.

“Appo….!!!” Dia meringis seraya mengusap hidungnya “Malam ini kau begitu cantik,Sica” Dia memajukan sedikit tubuhnya sehingga dekat dengan wajahku.

“Kau berani macam-macam acara malam ini batal,Hae!”

Dia terkekeh “Kau sama sekali tak bisa diajak romantis Sica!”

“Sudahlah,ayo pergi!” aku menarik tangan kirinya,dari ujung mataku dapat kulihat jika teman-temanku mentertawakan kelakuan kami berdua.Awas kau Donghae,berani memujiku di hadapan orang banyak lagi,kupastikan riwayatmu tamat! Geramku dalam hati.

Kami mulai meninggalkan area basement,ah ya sampai saat ini aku belum tahu tempat makan malam kami,sebenarnya dia mau mengajakku kemana?

“Hae,kita pergi kemana?”

Dia melirikku sekilas “Dorm super junior”

“Mwo????” Apa aku tak salah dengar? Dia tidak berniat membawaku ke sarang oppadeul yang jahil itu kan?

“Hahaha…kenapa kau terkejut Sica?duduklah yang tenang,arrachi?”

“Hae,kau masih sadar kan?” aku memastikan jika dia tidak sedang bermain-main denganku.

“Jessica,kau kira aku sudah gila?sudahlah jangan bertanya lagi,percaya padaku kau akan baik-baik saja”

“Up to you,Donghae!” ucapku agak kesal.

Dia tergelak dan mengacak rambutku pelan.Tanpa aku sadari kami sudah sampai di area parkir dorm Super Junior,setelah menyimpan mobil kami berjalan menuju lift.Sesekali aku mencuri pandang mengamati wajahnya,konyol memang tapi entahlah dia terlihat begitu…tampan walaupun hanya berbalut tuxedo hitam dan kemeja putih.Omona…….whats wrong with you Sica?Apa itu berarti aku makin tergila-gila pada namja di sampingku ini?

“Ayo masuk” Donghae menggamit tangan kanankudan pintu lift pun tertutup.Ya!apa sebentar lagi aku benar-benar akan diajak ke dormnya?Ini pelanggaran juga bukan?Aku tidak mau kesana!Hiyaaaa….andwae! Bagaimana sekarang?

“Kau kenapa Sica?” tanyanya saat melihatku menggeleng-gelengkan kepala.

“Hah?Aku tidak apa-apa Hae” jawabku gelagapan.Oh God,jangan sampai dia mengetahui kegugupanku.

“Sampai!!!” Dengan masih menggenggam erat tanganku kami berdua keluar dari lift,aku hanya mengikuti langkahnya tanpa berucap sepatah katapun!Memikirkan keadaanku nanti membuat otakku tidak bisa tersinkron dengan baik.

Aku melirik kiri dan kanan ruangan-ruangan di koridor yang aku lewati,tunggu!ini bukan lantai dimana namjachinguku tinggal!Lantas mengapa Donghae membawaku kesini?

“Sebenarnya kita mau kemana,Hae?Dia hanya tersenyum tanpa mejawab pertanyaanku lalu dia mengajakku menaiki anak tangga dan membuka sebuah pintu.

“Disinilah tempat makan malam kita,princess” ujarnya.

Mataku terbelalak,dari tempatku berdiri sekarang sampai di meja makan yang terletak di tengah sana semuanya bertabur mawar berwarna putih,seakan menjadi pijakan untukku berjalan.Aku sama sekali tak menyangka jika dia membawaku ke atap gedung,syukurlah setidaknya pikiran burukku tadi tidak terbukti sekarang.

“Hae,kau menyiapkan semua ini?”

“Dengan dibantu yang lain tepatnya.Aku tidak ingin ada seorangpun yang mengganggumu Sica,karena itu aku memutuskan memilih tempat ini.Kau tidak kedinginankan?” Dia menarik kursi untukku sedangkan dia sendiri duduk di depanku.

“Kau mengambil pilihan yang tepat Hae.Tenanglah aku baik-baik saja” Satu hal lagi yang harus aku syukuri bahwa sekarang masih musim panas,jadi cuaca di malam hari tidak begitu membuatku tersiksa.

Hidangan di depanku saat ini adalah steak dan air putih,Donghae menjelaskan walaupun tempatnya sudah tersedia tapi dia tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan makanannya,maka dari itu dengan tergesa dia meminta bantuan Wookie oppa untuk memasak.Tak ada yang kami bicarakan saat melahap steak yang harus kuakui rasanya begitu lezat,hanya saja seringkali aku memergoki Donghae yang tengah menatapku.Aissshhh…..apa yang ada di pikiranmu saat ini?

Selesai makan aku beranjak dari kursi dan berjalan agak ke tepi,dari tempatku berdiri sekarang dapat kulihat berjuta cahaya lampu yang memenuhi setiap sudut kota Seoul.Neomu kyeopta!Pendarnya yang kecil dan berkelip seperti hamparan bintang yang bersinar di langit.

“Apa malam ini kau bahagia Sica?” tiba-tiba saja Donghae berada di belakangku,dia memelukku dan mengaitkan jemarinya diantara sela jari-jariku.

“Ne,gomawo Hae.Sampaikan juga terima kasihku pada teman-temanmu.Aku sangat menyukainya”

Dia menopangkan kepalanya di bahuku,perlahan dia mengeratkan pelukannya,hangat dan nyaman masih sama seperti yang dulu.

“Aku tidak tahu kapan keadaan akan berubah Sica.Satu tahun ini ternyata masih sama seperti tujuh tahun yang lalu.Ini pasti menyulitkanmu bukan?Mainhae,aku tidak bisa berbuat apa-apa.Kau masih bisa bertahan disisiku kan?”

Aku menarik nafas dan memejamkan kedua mataku.Apa aku masih mampu untuk menghadapi semuanya?Entahlah,yang pasti di setiap detiknya aku hanya berusaha untuk bisa menghadapinya,demi untuk bisa bersamanya.

“Soo Yeon~a,kau mendengarku?”

“Ne,tentu saja.Aku akan tetap disisimu,Donghae!Lima tahun ini kau tersiksa bukan tidak ada seorang Jessica Jung yang mendampingimu?”

Dia membalikkan tubuhku dan menarik kedua tanganku hingga ke belakang pinggangnya.Lagi!dia menatapku lewat matanya yang tajam.Oh God…help me!Jantungku terasa berdetak lebih cepat tiap kali dia melakukan hal ini,aku paling tidak tahan dengan tatapannya.

“Bukankah kau merasakan hal yang sama denganku Jessica-shi?” dia mendekatkan wajahnya seraya tersenyum nakal.

“Apa yang kau lakukan Donghae?Apa aku harus menjawab pertanyaanmu?”tanyaku sarkatis

Dia kembali menegakkan tubuhnya dan tersenyum,dengan lembut tangan kanannya mengelus rambutku “Aku tak perlu jawabanmu,Sica” Dia kembali merengkuhku dan mengecup puncak kepalaku.

“Apa kau tak bosan terus memelukku seperti ini?”

“Babo!mana mungkin aku bosan?Kau tahu bukan selama kita berpisah aku harus sekuat tenaga menahan perasaanku?Aku juga takut,Sica.Aku takut tak bisa memilikimu lagi!namun aku sekarang bisa bernafas lega karena kau ternyata ada di sampingku.Biarkan aku memelukmu,Sica.Aku sangat merindukanmu”

Kurasakan pelukannya yang semakin erat.Mataku mulai memanas dan tanpa bisa kucegah aku menangis di dalam pelukannya. “Mengapa kau tetap memilihku,Hae?bukankah kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku?banyak yang tidak suka kau berhubungan denganku.Kau tahu itu kan?’tanyaku lirih.

“Kau mau tahu jawabanku Sica?”

“Ne” jawabku pelan

“Nun gateun saram ddo uhpsuh,juwireul dulluh bwado geujuh geuruhtdun guh,odisuh chatni nun katchi joheun saram,nuh katchi joheun saram,nuh katchi gatchi saram,nuh katchi joheun sun mool”

Aku terdiam mendengar jawabannya.Sebegitu berartikah aku untuknya?Dia lalu melepaskan pelukannya dan mengusap air mataku.

“Tidak ada yang bisa menggantikanmu,Sica!Sampai kapanpun kau tetap yang terbaik untukku,tak peduli apa yang orang lain katakan.Aku akan selalu memilihmu,kau percaya itu kan?”

Aku mengangguk.Dari dulu aku selalu mempercayainya,hanya dia yang mampu membuatku tenang lewat kata-katanya,rengkuhannya ataupun tindakannya padaku.Oh Tuhan….jangan sampai aku terpisah lagi dengannya.

“Gomawo Soo Yeon~a” Dia mendekatkan wajahnya kembali dan mengecup keningku kemudian  beralih pada kedua kelopak mataku dan terakhir dia menempelkan bibirnya ke bibirku dan menciumnya lembut.

“Aku mencintaimu,Donghae”

*************************************

“Kamsahamnida oppa…..kami sama sekali tak keberatan jika oppa mengajak kami makan bersama lagi” ujar  Yoona seraya membalikkan sendok dan garpunya di atas piring.

Taeyeon melayangkan tatapan tajamnya “Mianhae oppa,saengku yang satu ini memang selalu bersemangat jika mendengar kata makan jadi mohon dimengerti”

Semua kontan tertawa mendengar ucapan Taeyeon sedangkan Yoona yang duduk di sebelahku nampak mengerucutkan bibirnya.Saat ini kami baru saja selesai makan siang bersama di kantin SM Office,di mejaku sekarang duduk dengan posisi melingkar teman-temanku ditambah para member Super Junior,kalau saja Shinee dan F(x) bergabung disini pasti suasana akan semakin ramai.

“Tenang saja Yoong sebelum aku berangkat wamil nanti aku janji akan mengajakmu makan lagi.Kau mau kan?”

Yoona langsung mengangguk menanggapi perkataan Leeteuk oppa,membuat semua kembali tertawa.

“Hae oppa,tolong ingatkan Leeteuk oppa tentang janjinya padaku hari ini,kalau perlu kau telepon saja aku seperti tadi pagi.Kau tidak keberatan kan?”

Mwoo????apa aku tak salah dengar?Donghae menelepon Yoona tadi pagi? Hei!apa kau tahu seminggu ini aku sudah mencoba menghubungi namja itu namun selalu saja tak pernah diangkatnya?lalu mengapa dia punya waktu untuk menelepon Yoona?

Donghae mengangguk seraya tersenyum.Sekilas aku melirik ke arahnya yang duduk di sebrangku,sebenarnya apa yang ada dalam otaknya?mengapa dia bisa melakukan itu pada Yoona?selama kami berkumpul disini saja belum pernah sekalipun dia menyapaku,padahal biasanya dia selalu mengajakku untuk duduk berdekatan atu tak jarang dia menggodaku!Kau tahu juga bukan kalau pangeranku itu terkadang suka berbuat usil?

“Hati-hati Hae,jangan terlalu sering menelepon Yoona,nanti bisa-bisa adikku cemburu!” Heechul oppa melayangkan pandangannya pada kami berdua secara bergantian.

“Oppa….apa yang kau katakan?mana mungkin aku cemburu pada Yoona?” aku berusaha tersenyum walaupun sesungguhnya hatiku sangat ketakutan.

“Tenang saja oppa,Hae oppa sudah kuanggap seperti kakakku sendiri jadi aku takkan mungkin merebutnya dari Sica eonnie!” Yoona mencondongkan tubuhnya padaku seraya tersenyum manja.

“Aku ke toilet dulu” Tiba-tiba saja Donghae beranjak dari kursinya dan berlalu dari hadapan kami.

Spontan aku ikut berdiri dari kursiku dan berpamitan pada teman-temanku,entah kenapa aku merasa jika Donghae berbohong,jelas sekali bahwa sepanjang makan siang tadi dia terlihat tidak nyaman dan raut wajahnya seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

“Donghae” panggilku saat melihatnya berjalan di koridor.Benarkan?dia bukan ke toilet!

“Donghae” aku memanggilnya kembali dengan agak keras.Entah volume suaraku yang tidak tertangkap jarak pendengarannya atau dia memang sengaja mengacuhkan panggilanku  yang jelas tak sedikitpun dia menoleh padaku.Dia menuju ruang latihan dan membuka pintunya lalu masuk ke dalam.

“Donghae,ada yang mengganggu pikiranmu?” Aku mencoba mendekatinya yang kini tengah duduk di sudut ruangan seraya menekuk kedua lututnya.Sebelumnya kututup rapat pintu agar tak seorangpun yang bisa mendengar kami.

“Sebaiknya kau keluar Sica!Aku ingin sendiri!”

Apa aku tak salah? Mengapa dia berbicara dengan nada ketus seperti ini?

“Donghae,ada masalah apa? Ada yang membuatmu marah?” aku duduk di depannya dan masih mencoba untuk menenangkan amarahnya.

“Kau tak mau keluar? Fine,biar aku saja yang keluar!” Dia berdiri dan menabrak tubuhku.

“Tunggu” Aku memegang lengan kirinya “Apa aku berbuat salah padamu Hae?Apa kau terganggu karena aku nyaris mencoba meneleponmu setiap hari?Jika iya,maafkan aku Hae.Aku hanya ingin tahu keadaanmu saja” Aku berdiri dan memandang wajahnya yang terlihat masih menahan emosi,rahangnya yang mengeras dan tatapan matanya yang menyiratkan kekesalan dapat kusimpulkan jika dia sedang bergumul dengan rasa marah dalam dirinya.

“Lebih baik mulai sekarang kita berpisah,Sica!”

DEG!! Ini hanya mimpi kan? Katakan kalau ini hanya mimpi,Tuhan!Tolong,jangan biarkan ketakutanku selama ini menjadi kenyataan.

“Jangan bercanda Hae,aku tidak sedang main-main sekarang”

“Apa kau kira aku bercanda,hah?” dia melepaskan genggaman tanganku lalu kedua tangannya mencengkram pundakku.

“Sudah jelas bukan?Aku ingin kita berpisah Jessica!”

Seketika kurasakan sel-sel dalam tubuhku melemah dan kedua lututku hampir tak kuat lagi menopang untukku berdiri.Aku menatap dalam kedua matanya yang sedang memandang lekat ke arahku,aku masih berharap jika dari pantulan pupil matanya itu aku mendapatkan jawaban bahwa dia sedang bercanda denganku dan apa yang dikatakannya adalah bohong!.

“Jangan dekati aku lagi dan anggaplah semua yang terjadi kemarin tak pernah ada.Arraseo?”

Serasa ada yang menghantam hatiku saat dia lagi-lagi mengeluarkan suaranya “Mwo? Apa maksudmu,Hae?”

Dia melepaskan cengkramannya lalu berjalan agak menjauh dariku “Kau tidak bodoh jika hanya untuk mencerna arti dari kata-kataku kan?Kurasa apa yang aku ucapkan sudah sangat jelas,aku tak perlu mengulanginya lagi bukan?”

Aku menoleh dan melihat pantulan dirinya dari cermin besar yang memenuhi tiap sisi ruangan ini. Damn it! Pandanganku mulai samar karena kelopak mataku kini dipenuhi air mata yang tidak kuharapkan kehadirannya,tidak saat aku masih bersamanya.

“Aku hanya tidak mengerti,Hae.Mengapa tiba-tiba kau berbicara seperti itu? Apa alasanmu?Aku melakukan kesalahan padamu?atau ada sikapku yang membuatku kesal?” Suaraku mulai parau karena sekuat tenaga menahan tangisku,kumohon…..jangan sampai semuanya berakhir.

“Aku lelah dengan keadaan kita,Sica.Maaf aku tak bisa bertahan dan sebaiknya lupakan saja semua yang terjadi pada kita”

Dia melihatku sekilas lalu meninggalkan ruangan.Aku jatuh terduduk dan tangisku pecah bersama sakit yang menghujam jiwaku.Benarkah ini sudah mencapai akhirnya? Mengapa? Mengapa dia harus menyerah setelah setahun ini aku terus-menerus bertahan dan berusaha  untuk selalu di sampingnya? Mengapa dia bisa dengan begitu mudahnya mengucapkan kata-kata menyakitkan seperti tadi?Tidak! Ini pasti salah! Dia tidak mungkin melakukan pengingkaran atas janjinya sendiri!

Dengan tergopoh aku berdiri dan mengusap air mataku lalu membuka pintu.Ku ambil ponsel dari dalam tasku mencoba untuk meneleponnya sembari melihat ke sekeliling koridor yang aku lewati.Huh!dia sama sekali tak mengangkat teleponku! Donghae…….kau dimana?

“Chogiyo,apa kalian melihat Donghae?” aku bertanya pada anak trainee SM yang sedang berkumpul di dekat lift.

“Ne,baru saja dia masuk lift,eonnie” yeoja berambut sebahu menjawabku sambil mengarahkan pandangannya ke pintu besi yang sedang dikerumuni banyak orang.

“Gomawo” dengan langkah tergesa aku mendekati lift dan menunggu sampai pintunya terbuka.Chankanman,aku masih belum tahu dia akan pergi kemana!Lebih baik aku menelepon Leeteuk oppa,pasti Donghae memberitahu leadernya itu jika dia memang akan meninggalkan gedung ini.

“Yobseo,mianhae oppa apa kau tahu Donghae akan pergi kemana?” tanyaku dengan nada tak sabar

“Jessica?Ne,baru saja dia mengirim pesan singkat padaku.Dia akan pulang ke dorm lebih dulu,hajiman…kau kemana saja?member yang lain mencarimu”

Pintu lift terbuka,aku bersama tiga orang yang lainnya masuk dan memijit lantai paling dasar “Aku ada urusan sedikit oppa,kalau begitu aku tutup dulu teleponnya,oppa.Kamsahamnida,annyeong” kusimpan kembali ponselku dan memasukkannya kedalam tas.

Keluar dari lift aku langsung berlari menuju area parkir dan mencari van Super Junior yang syukurlah ternyata masih ada,tapi….dimanakah Donghae?tidak mungkin kan dia pulang naik taxi?Baiklah aku lebih baik menunggunya di dekat van saja,kuharap dia akan segera kesini walaupun aku yakin jika pertemuan kami nanti tidak akan dikatakan baik.

“Sedang apa kau disini?” suara dari arah belakang menyentakkan pikiranku,aku menoleh dan kulihat namja itu menatapku kesal.

“Tak ada yang perlu kita bicarakan lagi Sica!” dia berjalan mendekatiku dan membuka kunci mobil.

“Aiden tunggu” cegahku saat dia akan melajukan mobilnya “Apa perbuatanku kemarin tak bisa kau maafkan? Kau tak punya waktu untukku sedangkan kau masih sempat untuk menelepon Yoona! Apa aku salah besar padamu Hae?”

Dadaku sesak dan dapat kurasakan jika air mataku kembali menetes.Dia tak segera menjawab pertanyaanku,kedua tangannya mencengkram keras setir mobil dan tampak jari-jarinya memutih dengan wajahnya yang tegang.

“Ini tak ada hubungannya dengan Yoona,Sica!Sudahlah,apa kau belum jelas juga perkataanku tadi?”

“Kau tidak mencintaiku lagi Hae? Kau lupa pada janjimu sendiri?”

“Ne,aku tidak mencintaimu lagi,Sica.Tentang janjiku waktu itu anggap saja aku tak pernah mengucapkannya padamu!”

Dengan kasar dia menstater mobil lalu pergi meninggalkanku.Tangisku tak dapat lagi kutahan,seluruh tubuhku rasanya letih dan hancur! Aku tak lagi mempedulikan orang-orang yang melewatiku,saat ini aku hanya ingin menangis! Menangis karena ternyata apa yang aku pertahankan akhirnya harus berakhir seperti ini.

“Kita pulang sekarang Sica yang lain sudah menunggumu” seseorang merengkuh pundakku sembari melayangkan senyumnya.

“Taeng?” Dia hanya mengangguk lalu menggenggam tanganku dan mengajakku ke dalam van.Tunggu,sejak kapan dia berada di dekatku? Apa dia melihat saat aku bersama Donghae?

Masuk ke dalam van semua teman-temanku nampak terkejut melihat keadaanku,Yuri menggeser tempat duduknya untuk memberiku tempat. “Aku ingin tidur,Yul.Bangunkan jika kita sudah sampai”  Kusandarkan kepalaku dan mencoba untuk memejamkan mataku.Aku tahu jika mereka ingin mengetahui alasanku menangis seperti sekarang,tapi aku belum siap menceritakannya pada mereka,aku masih berharap ini hanyalah mimpi buruk dan saat aku terbangun nanti semuanya masih sama seperti dulu! Saat dia masih bersamaku.

******************************************************

“Jung Soo Yeon….bangunlah! Aku tahu jika kau puteri tidur di dorm ini tapi tak harus mengurung diri di kamar seperti ini kan? Ayolah sampai kapan kapan kau terus begini?” Sooyoung entah untuk yang ke berapa kalinya mencoba membuatku beranjak dari tempat tidur.Memang setelah kejadian itu aku lebih banyak menghabiskan waktuku di dalam kamar,aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku,untuk bisa menerima kenyataan pahit yang selama ini aku takutkan.

“Setidaknya makanlah,Sica!Kau mau bertambah kurus,hah?Jangan hanya untuk mandi saja kau keluar dari kamar lalu kembali berbaring lagi!Oh Tuhan….sejak kapan teman sekamarku menjadi bodoh seperti ini?”

Aku membalikkan tubuhku dan kulihat Sooyoung yang duduk di samping ranjang sembari menatapku jengkel,mungkin dia sudah bosan karena tak juga berhasil membangunkanku.

“Aku lelah Sooyung,tolong beri aku waktu untuk istirahat dan tenanglah jika aku lapar aku masih ingat dimana Taeyeon menyimpan makanan untuk kita”

“Tidak! Kau harus bangun sekarang! Palli!” Dia menarik kedua tanganku sehingga membuatku terduduk di tempat tidur.

“Ya! Choi Sooyoung apa kau tak bisa melakukannya secara halus,hah?”

Aku dan Sooyoung menoleh ke arah pintu,Taeyeon berdiri disana sembari membawa nampan.

“Sebaiknya kau keluar saja Soo” Taeyeon menyimpan nampan di atas meja riasku lalu berdiri di depan Sooyoung.

“Arra….Jessica kuserahkan padamu Taeng” Akhirnya Sooyoung keluar dari kamar dan meninggalkanku berdua bersama Taeyeon.

“Jangan membuatku khawatir Sica! Semua mencemaskan keadaanmu,berbagilah dengan kami jika kau sudah siap.Jangan menanggungnya sendiri,kau mengerti maksudku kan?”

Aku meletakkan bantal dan kugunakan sebagai sandaran tubuhku,kutarik nafas panjang dan sejenak memejamkan kedua mataku.Haruskan aku menceritakannya sekarang?kurasa aku sudah cukup egois karena seminggu ini membuat seisi dorm kelabakan akibat aksi mengurungku di kamar.

“Dia meninggalkanku Taeng” Seakan ada yang mengoyak jiwaku saat aku kembali teringat kejadian itu.

“Aku sudah menduganya,Sica.Mianhae saat di area parkir itu aku tidak sengaja melihatmu dengan Hae oppa namun aku tak menyangka jika kalian….” Taeyeon menggantungkan kalimatnya.

“Aku hanya tidak mengerti Taeng,tiba-tiba saja sikapnya berubah padaku tanpa aku tahu penyebab pasti dia seperti itu karena apa!Sebelumnya aku sudah merasa ada yang aneh karena dia tak juga mengangkat teleponku atau membalas pesanku tapi aku tak pernah sedikitpun mengira jika dia akan memutuskan hubungan kami!” Mataku mulai memanas dan bulir-bulir bening itu tanpa kuhendaki jatuh lagi,Taeyeon yang duduk di hadapanku memandangku dengan iba kedua tangannya menggenggam tangan kiriku.

“Kau sudah menanyakan alasannya,Sica?”

Aku mengangguk “Dia sudah tidak bisa bertahan dengan keadaan kami! Dia tidak mencintaiku lagi,Taeyeon! Kau bisa bayangkan kan bagaimana perasaanku saat ini? Jika dia memang tidak bisa mengapa dia memintaku untuk kembali? Mengapa harus dia yang menghancurkannya,Taeng? Mengapa harus dia yang meluluhlantahkan harapan pertahananku?padahal selama ini aku sekuat tenaga berada di sisinya karena aku yakin jika dia akan selalu berdiri di sampingku,namun….” Aku tak bisa lagi melanjutkan kata-kataku,suaraku seakan terkunci dan isakan tangis yang kemudian menggantikannya.Taeyeon memelukku erat dan mengusap-usap punggungku.

“Namun….mengapa akhirnya harus seperti ini?Selama dia denganku apa dia pernah dicaci?dicakiti,dihina atau bahkan dimaki? Tidak kan? Lalu mengapa dia jadi berubah,Taeng? Apa dia memang sudah lelah berada di dekatku? Apa aku begitu buruk,Taeng?Aku tidak mengerti mengapa dia mencampakkanku! Apa aku tidak pantas dengannya?”

“Hentikan Jessica!” suara Yuri membuatku terkejut.Dia mendekati kami dan meletakkan gelas berisi air putih di samping nampan makanan yang dibawa oleh Taeyeon.

“Sudah cukup kau menangisinya selama seminggu ini,Sica!’Aigoo….jeongmal napeun namja! Sudah kuperingatkan namun nyatanya dia memperlakukanmu seperti ini? Yurii berdiri di depanku dengan menahan emosinya,aku hanya terdiam mendengar ucapannya tapi tunggu,apa yang dia katakan tadi? Sudah kuperingatkan? Sebenarnya apa maksud dari kalimat itu? Apa aku melewatkan sesuatu?

“Kau masih mencintainya setelah apa yang dilakukannya padamu,uh?”

“Apa aku harus menjawabnya,Yul?Kau sudah tahu jawabanku bukan?” tanyaku retoris

“Babo!” Yuri menepuk pelan kepalanya “Sepertinya aku harus meminta penjelasan dari laki-laki itu” Yuri berbalik dan tergesa keluar dari kamar.

Hah?Jangan bilang dia akan menghubungi Donghae?!” Yul,tunggu! Arrgghhhh…” Tepat saat aku bangkit dari tempat tidur kepalaku tiba-tiba berdenyut nyeri dan pandanganku mengabur,untung saja Taeyeon dengan sigap menahan tubuhku dan membantuku kembali duduk di tempat tidur.

“Kau kenapa Sica?” tanyanya cemas. Aku melihat ke arah pintu dan Yuri sudah tidak ada,aigoo….apa yang akan dilakukannya?

“Makanlah Sica,jangan menyiksa dirimu sendiri!”

“Aniyo,ini hanya pusing biasa Taeng.Aku tidur saja nanti pasti sakitnya akan hilang” Aku berbaring dan menaikkan selimutku.

Taeyeon menggelengkan kepalanya “Dasar keras kepala!Baiklah,sekarang kau istirahat tapi jika nanti kau masih merasa sakit kita pergi ke dokter.Arrachi?!”

Aku mengangguk “Tolong pastikan kalau Yuri tidak berbuat yang macam-macam Taeng.Aku khawatir padanya”

“Aku mengerti,Sica.Tenanglah” Dia tersenyum lalu pergi meninggalkanku.

**************************************************

Aku masih mencintainya sampai detik ini walaupun dia telah meninggalkanku dengan jalan dan alasan yang tidak aku mengerti,sungguh tak ada penyesalan sedikitpun karena aku pernah memutuskan untuk kembali bersamanya dulu.Aku memang bodoh kan?Memang! Kau pun setidaknya dapat meraba apa yang aku rasakan saat ini,seperti dijatuhkan dari tempat yang sangat tinggi tanpa penahan apapun yang dipasang di tubuhku.Semua hancur lebih dari kepingan dan mungkin tak bisa disatukan lagi.Sejujurnya jika aku bisa memilih lebih baik aku diremukan oleh mereka yang sejak lama membenci kehadiranku daripada olehnya yang merupakan satu-satunya penawar rasa sakitku,setidaknya saat terjadi sesuatu yang tidak aku harapkan tubuh dan jiwaku masih berusaha untuk tetap berdiri karena kehadirannya yang membuatku tenang dan nyaman,namun sekarang apa yang bisa aku lakukan saat dia sang penyembuh lukaku justru menyemburkan racunnya yang seketika menenggelamkanku dalam kepedihan tak berujung? Bagaimana aku harus menata hari-hariku tanpa dia di sampingku?

“Kita sampai eonnie….” Seru Seohyun seraya membuka pintu mobil.Sore ini dia memintaku untuk menemaninya ke toko buku,kalau bukan karena paksaan teman-temanku –yang secara bersamaan memiliki jadwal- aku lebih baik tetap diam di dorm daripada keluar seperti sekarang!

“Ne.Kajja” aku mengikuti langkahnya menuju tempat favoritenya ini.

Melangkah masuk aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan yang tidak begitu ramai,mungkin benar apa yang dikatakan Seohyun jika bukan akhir pekan tempat ini tidak dikunjungi banyak orang,untunglah aku sedikit lega karena itu berarti tidak akan banyak orang yang menyadari kehadiran kami walaupun begitu aku tetap saja menyamarkan penampilanku dengan memakai kacamata dan syal yang menutupi leherku.

“Aku ingin melihat kesana dulu Seo,tak apa kan jika kau kutinggal sendiri?”

“Tak apa eonnie,nanti aku akan menyusulmu”

Aku mengangguk dan mulai berjalan menyisir setiap bagian dari toko buku tersebut.Tak ada yang menarik perhatianku padahal biasanya aku sama seperti Seohyun yang terkadang antusias jika pergi kesini.

“Chogiyo,bisakah aku meminta bantuanmu?” perempuan berambut sebahu yang wajahnya ditutupi masker menyapaku saat aku membaca majalah fashion di sudut ruangan.

“Ne?”

“Bisakah kau menyebutkan harga buku ini?aku lupa tidak memakai kacamataku” dia menyodorkan sebuah buku fiksi ke hadapanku.Aku berdiri dan mengambil buku itu dari genggamannya.

Saat melihat harga yang tertera tiba-tiba saja yeoja yang mempunyai tinggi sama sepertiku itu merapatkan tubuhnya padaku dan arrrgghhhh…..kurasakan sakit yang teramat sangat di perut sebelah kiriku,seperti ada benda tajam yang menembus permukaan kulit perutku dan sungguh ini sangat sakit!

“Inilah akibatnya karena kau selalu di sisi Donghae oppa,Jessica Jung!” bisiknya di telingaku lalu secepat kilat pergi dari hadapanku.

Kepalaku mulai pening dan persendianku terasa lemas,buku yang kupegang terlepas begitu saja dan saat kuraba ada cairan berwarna merah yang mulai membasahi pakaianku.Oh Tuhan….aku tak dapat lagi menahan sakitnya,pandanganku mulai mengabur dan tepat sebelum tubuhku ambruk kulihat yeoja berkulit putih berlari ke arahku seraya memekik memanggil namaku

“EONNIE……………….”

******************************************************

“Bukalah matamu eonnie,maafkan aku!harusnya aku tak memaksamu pergi bersamaku!kumohon….bangunlah.”

“Tenanglah Seo,lebih baik kita terus berdoa supaya Sica baik-baik saja”

“Ne,Taeyeon benar.Berhentilah menangis Seo,jika Jessica tahu dia pasti memarahimu!”

Aku mengenal suara-suara itu tapi mengapa sepertinya mereka sedang mengkhawatirkanku?sebenarnya aku kenapa?Euuuhhhhh…….Aku melenguh pelan dan mencoba membuka kedua mataku yang rasanya sangat sulit untuk kulakukan.

“Eonnie,Eonnie.Kau sudah sadar?”

Mataku memicing ketika berhadapan dengan silau cahaya putih yang memenuhi ruangan tempatku berada.Hei,ini bukan kamarku!! Dan mengapa pula ada jarum yang menempel di pergelangan tangan kiriku?

“Aku dimana?” tanyaku pelan

“Kau di Rumah Sakit,Sica.Apa yang kau rasakan?apa lukamu masih sakit?” Yuri duduk di samping ranjangku,ada kelegaaan yang terpancar dari wajahnya.

Aku terdiam,mencoba mengumpulkan kembali ingatan dalam sel-sel otakku.Bukankah aku harusnya menemani maknae ke toko buku?ya,aku memang disana dan menunggu Seohyun dengan membaca majalah.Lalu selanjutnya…..yeoja itu!ya,aku ingat!ada seorang yeoja yang datang menghampiriku dan dia…..

“Ada yang menusukku Yuri!Perempuan itu yang melakukannya padaku!” Ketakutan dalam sekejap menjalari hatiku,aku mencoba bangkit dari tidurku tapi aigoo…..perutku seperti dicengkram kuat!

“Sica,tenanglah.Berbaringlah,bekas operasimu belum pulih!” Taeyeon membantu merebahkan tubuhku.

“Tenanglah Sica,kau sudah aman.Urusan itu sudah ditangani oleh pihak SM jadi kau tidak perlu khawatir lagi”

“Dia mengatakan sesuatu Taeyeon!dia menyebut nama Donghae!” Aku bergidik saat perkataannya kembali terngiang di telingaku.

“Dia anti fansmu Sica,sudahlah tak perlu kau pikirkan lagi.Kami melihatmu sembuh itu yang paling penting sekarang.Kau tahu melihatmu tidak sadar selama dua hari ini telah membuat kami ketakutan di siang dan malam?Tenanglah,semua sudah berakhir.”

Anti fansku?Andaikan dia tahu jika sekarang aku sudah berpisah dengan Donghae pasti dia tidak akan melakukan ini padaku kan? Tuhan,,,,,sebegitu burukkah aku hingga dia membenciku seperti ini?

BRUKKK!!!!

“BRENGSEK!!!!HARUSNYA AKU TAK MENGIZINKAN DIA UNTUK  KEMBALI PADAMU!!!”Suara orang yang sepertinya terjatuh dan makian itu mengejutkanku juga yang lainnya,spontan Taeyeon dan Yuri langsung bangkit dari kursinya dan setengah berlari membuka pintu kamar rawatku.Bukankah itu suara heechul oppa?

“KAU TIDAK MENGERTI HYUNG!!!”

“Oppa,hentikan!Jessica sudah bangun!”

Kali ini suara lain yang terdengar menimpali suara sebelumnya.Aku mengenal suara itu!!!!Suara namja itu,dia…..

“Antarkan aku keluar Seo” ucapku seraya kembali bangkit dari tempat tidurku

“Jangan eonnie,lukamu belum sembuh!” cegah Seohyun

“Dan aku harus membiarkan dua namja bodoh itu berkelahi? Aku bisa melakukannya sendiri jika kau tak mau membantuku” dengan tergesa aku memijakkan kakiku dan mulai berjalan dengan berpegangan pada tiang infusanku.Seohyun akhirnya ikut memapahku dan berdiri di samping kananku.

Saat membuka pintu aku melihat namja yang pernah mengisi kehidupanku menantang namja di depannya,kedua tangannya terkepal dan jelas sekali dia sedang berusaha mengendalikan emosinya.Yuri dan Taeyeon berdiri di belakang mereka dengan cemas,mencoba memisahkan dua namja yang sedang bersitegang itu.

“APA YANG TIDAK AKU MENGERTI,HAH?KAU MENGECEWAKAN JESSICA!KAU MENYAKITI JESSICA!APA KAU MASIH MENYANGKAL??DASAR PENGECUT!!!!

“TERSERAH HYUNG!YANG JELAS ITU TAK SEPERTI YANG KAU BAYANGKAN!!

“Hentikan!!!! Apa yang kalian lakukan?” tanyaku melihat ke arah mereka secara bergantian.

“Jessica?kau sudah bangun?” Heechul oppa melepaskan tangannya dari kerah pakaian Donghae,ada lebam di sudut kanan bibirnya.

“Berhenti bersikap seperti ini oppa!Kau bukan anak kecil lagi kan?” Heechul oppa terdiam dan hanya berdiri terpaku di depanku.

“Dan kau” aku mengalihkan pandanganku ke arah Donghae yang tengah menatapku dengan…entahlah tak bisa kutafsirkan.Apakah itu rasa iba?sedih?atau mungkin benci? “Untuk apa kau datang kesini?Jangan mempermalukan dirimu sendiri dengan melakukan hal yang tidak kau inginkan!”

Aku berusaha menahan air mataku yang selalu saja memberontak setiap kali aku bertatapan dengannya.Mengapa dia ada disini?bukankah dia tak peduli lagi padaku?lantas mengapa dia harus menampakkan kehadirannya di depanku?

“Eonnie,lukamu!” Seohyun menunjuk ke arah lukaku.

“Omona….Taeng cepat panggil dokter!” Heechul oppa meraih pundakku “Lukamu belum kering,Sica.Ayo kembali ke kamarmu.” Dia membantuku untuk kembali ke ruang rawatku.

Aku merasakan perih yang menghujam otot perutku dan darah mulai meresap menembus serat-serat kain pakaian rumah sakitku.Ketika sampai di ambang pintu aku menghentikan langkahku,sakit ini semakin kuat kurasakan,seakan menarik semua tugas indera tubuhku.

“Waeyo,Sica?Kau masih kuat berjalan?” Tanya Heechul oppa dengan cemas

“Arrgghhh….oppa….” Aku tak sempat melanjutkan kata-kataku karena tubuhku rubuh dan semuanya gelap.

************************************************

Semua bukanlah mimpi buruk dalam tidurku.Ini adalah kenyataan yang siap ataupun tidak aku harus menerimanya.Aku harus mulai belajar bahwa memang segala yang ada dalam hidupku akan datang dan pergi tanpa bisa aku ketahui takdirnya.Begitupun dengan dia,sosok yang sampai detik ini masih tersimpan dan terkunci dalam kotak memori hatiku.Jangan bertanya tentang rasa itu yang nyatanya masih tinggal dan memenuhi pikiranku karena jujur akupun tak mengerti!Apa karena dia terlanjur telah memberiku banyak ukiran kenangan sehingga sulit bagiku untuk menghapusnya?Entahlah,mungkin jawabannya adalah iya!Terlalu banyak detik yang kulewatkan bersamanya,penuh dengan bahagia dan air mata yang mendera.

Hari ini tepat satu bulan setelah insiden penusukan itu aku mulai melakukan kegiatanku kembali bersama kedelapan saudariku.Merekalah yang tak henti-hentinya memberiku energi agar aku kembali hidup!Aku pun tahu jika hidup harus terus berjalan meskipun kuakui itu sangatlah sulit tapi aku akan berusaha hidup yang benar-benar hidup!Mengikis semua luka dan menguburnya dalam lembaran masa laluku.

Dan sekali lagi tentang dia.Tentang Lee Donghae,kini aku hanya bisa melihat raganya dari pantulan mataku tanpa bisa menyentuhnya ataupun merengkuhnya.Dia sudah terlalu asing bagiku,bentangan jarak sudah dia bangun agar aku tak dapat memasukinya lagi.Aku tersiksa!Tahukah kau akan hal itu? Tahukah kau bahwa air mataku selalu saja jatuh karena mengingatmu? Karena teringat semua rasa yang pernah kau berikan padaku!Donghae…….kapankah aku bisa berhenti mencintaimu?

 

 

~FIN~


30 thoughts on “I Love You (Oneshoot)

  1. Waaaah haesica…
    Mank susah y jd artis, dr agencyny aj ga bole pcaran eh dr antisny lbih” lg, haaaahhh kcian hae hyung ma sica..
    Pdahal hae hyung bukn org sprti itu, psti dy pny alasan knapa ninggalin sica, coz dy syg ma sica..
    Sbar hyung, klo jdoh ga akn lari kmn gt kt org” jadul..
    Chinguu qreen, bkin sequelny awas klo ga hehee.. #ngasahpistol

    Like

  2. wuuoohh ,,, haesica … turut berduka cita dgn nasic ny sica ..
    huehuehueee .. hae oppa, knpa jadi gtu??? mencampakkan sica onnie.. hiks hiks..
    masih pnasaran ap yg d smbunyiin hae sma yuri .. hmm apa yaa???
    mari kita tunggu jwban ny dari sequel ny *hrus bkin!!!!

    Hwaitinggg …

    Like

  3. Kok endingnya gini sih??😦 sumpah deh itu antifans lebaynya gak kira2!! Gila x tusuk2 Jessica!! Donghae jd cowo gak gentle! Huh! Jd emosi nih -__-
    Aduh jgn sampe deh kejadian nyata kaya gini.. Mending Sica gausah sm Donghae deh klo kaya gini..
    Yahh author buat ff haesica lg dong yg happy ending

    Like

  4. Huaaaaaa sumpah ini ff haesica terbagus yg pernah aku baca,hiks…hiks..sedih thor,kebawa banget ma jalan ceritanya😥
    tapi kenapa endingnya gantung gini?hiks… ToT
    pokoknya cuma satu kata buat author DAEBAK ^^d

    Like

  5. Sumpah daebak ni ff, aku ampe kbwa emosi jga.. Huh! Ni ff kyk nyata aja mggambrkan haesica. Sequel ya thor, u.u
    makasi dah bkin haesica ..

    Like

  6. Heuuuuuu kenapa haesica ga balikaaaan? Aaaaah, sedih sica nya bener bener tersiksa tuuuuuuh😦 hae pasti niat mau lindungin jess makanya kayak gitu kan? Ya ampuuuuuuun! Itu anti fans bete sumpah! Nice ff thooooor

    Like

  7. sedih>,<
    kecewa ma haepa d sini eh.

    benar-benar sangat mengerikan antis tuh,ampe segitunya.
    dasar tidak berperikemanusiaan n keadilan.

    emngnya salah bila haepa dengan sica eon?
    aduwh aduwh q esmosi nih ke para antis jessica.
    enyahlah kaw antis:((

    tolong dong ntar law buat ff haesicanya yg happy ending napa.
    q kan jadinya galaw law jadi gantung gini ceritanya :((

    Like

  8. Yahh.. Kasian sica eonn T.T
    bikin lagi dong tapi endingnya jangan sedih seperti ini… T.T
    bener2 bagus ffnya..
    Aku sampe nangis.. T.T

    Like

  9. hwaaa authorr aku sedih
    Soalnya…. KEJADIAN SICA DIPUKUL PAKE HP ITU PERNAH TERJADI PADAKU

    Kenapa mesti pisah sih? Hae oppa jangan tinggalin sica eonnie dongg, kalian cocok banget tau

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s