About Love


Author : Ve LeeteuKyuMin

Title : About Love

Gendre : Sad Romance, One Shot, Brothership dan ada Typo..haha

Summary : Aku oang yang tak pantas Bahagia…

A/N : Author kagak pinter bahasa makanya dalam penulisan seenak udel.. mohon maaf sebelumnya… tapi mudah2an bisa dimengerti..Amiin

Cast :

–          Donghae

–          Choi Ji #anggap reader juga boleh

–          Member Suju

–          Other cast

 

~Author pov~

 

Winter in Seoul

 

Satu persatu bulir salju turun ke bumi. Semakin lama buliran itu semakin membanyak, membuat semua orang harus menyediakan payung atau mengeratkan pakaian tebal mereka. Ya memang sekarang salju sedang aksis2nya di Kota terkenal itu. Namun, Donghae dia tak melindungi kepalanya atau pakaian tebal untuk  sekedar mengangatkan tubuhnya. Dia tak sedikitpun beranjak dari tempatnya, didepan sebuah toko buku terkenal. Bagai orang yang tak punya semangat hidup itulah keadaannya sekarang, salju yang menimpa kepalanya dan kedinginan yang mulai menyeruak ditubuhnya seakan tak diperdulikannya. Yang dipikirannya sekarang adalah bagaimana dia bisa memutarkan waktu, walau hanya sedetik. Namun, mustahil bagi dirinya penyesalanlah yang sekarang harus dia rasakan. Tiba-tiba seseorang memayunginya tampak raut wajah yang sangat khawatir

 

“Hyung kenapa kau tak berteduh?” tanyanya ternyata dia adalah Ryeowook

“…” Donghae hanya terdiam tak menunjukkan ekspresi apapun

“Hyung!”panggil Ryeowook lagi

“Hnn..” kali ini ia menyahut

“Kenapa kau tak berteduh hah! Kau mau sakit? Kau seenaknya memberikan tubuhmu dijatuhi benda2 putih ini, sudah kubilang kalau kau tak mau masuk, cari tempat berteduh mana kau tak memakai jaket tebal lagi” Omel Wookie seraya membuka jaketnya untuk diberikan pada Hyungnya itu

“…” diam lagi Donghae, namun kali ini matanya menjatukan buliran air mata. Rasa khawatir kembali menyeruak didiri Ryeowook

“Hyung kau menangis? Apa yang terjadi? Apa aku terlalu keras mengomelimu, apa ak..”

“Ahni, Wookie, aku ini orang yang tak pantas bahagia” ucap Donghae tiba-tiba

“mengapa kau bicara seperti itu Hyung?” Ryeowook mengerutkan dahinya tak mengerti

“Apa kau mau dengar satu kisah dariku?” lanjutnya

“Ya Sudah kita duduk dibangku sana Hyung, aku mau dengar. Lagian ini belum terlalu malam”

 

***

 

Autumn In Mokpo

 

~Donghae P.O.V Flashback~

 

Mokpo High School , 2001

 

“Burung kecil apa kau sudah mengerjakan PR bahasa dari Jung Songsenim?” tanyaku pada seorang gadis, teman sekaligus sahabatku ketika aku baru sampai dikelas.

“Issh Ikan amis..” jawabnya sekenanya

“Apa yang sedang kau catat hah?” tanyaku sembari merebut sebuah buku yang mirip catatan harian

“LEE DONGHAE!” Teriaknya kalap

“Sebentar saja Choi Ji~Ah, aku mau melihatnya. Kau kan tak pernah meminjamkannya padaku” memang benar setiap kali aku mau melihatnya di langsung memasukkannya kedalam tas putih bercoraknya dan kali ini aku mendapatkannya

“Setelah kau baca, jangan mengomentari seakan kau pandai membuat itu, komentar yang membangun saja” ucapnya pasrah

“Arraso” jawabku singkat, mataku tertegun  dengan setiap kata yang dituliskannya, meski banyak coretan disana sini #pengalaman Author kalo buat ff..haha abaikan

“Kenapa kau menatapku seperti itu hah? Dasar ikan amis”

“Sejak kapan kau pandai membuat Novel seperti ini?” tanyaku setelah selesai menatapnya heran

“Aaa aku masih belajar, kembalikan bukuku” katanya dengan merampas kembali buku miliknya

“Sepertinya kau punya bakat dibidang itu, apa kau berniat menjadi seorang pengarang?”

“Aku Cuma iseng saja membuat itu, Lee Donghae ikan amiiss” ledeknya

“Ya!”

“Sssst Jung Songsenim sudah mau masuk”

“Yah, PR bahasaku belum dikerjakan, Aissh Choi Ji~” kesalku karena melupakan menyontek PR #jangan ditiru,, haha

 

~~~

 

Bel tanda pulang sudah sedari tadi berbunyi, Ya gara2 aku tak mengerjakan PR, Jung Songsenim menghukumku menyalin tulisannya yang ada dipapan tulis sebanyak 4 lembar penuh dan harus selesai dalam satu jam, ya resikoku karena sangat malas eh tepatnya lupa mengerjakan  PR.

 

“Donghae-ssi” ujar seseorang menghamburkan kekesalanku

“Choi Ji~ah kau belum pulang?” tanyaku

“Belum oppa, Aissh maksudku Donghae~ah” sahutnya tergugup

“Ya kau lucu sekali burung kecil, bilang saja Oppa kenapa harus Aissh, seharusnya kan kau bilang itu padaku? Umurku kan lebih tua beberapa bulan darimu”

“Ne, arraso Op-oppa,, ah ikan amis aku kikuk bicara seperti itu..”jelasnya sambil duduk disebelahku

“haaa Kikuk atau kau menyimpan persaan padaku?” ejekku sambil kepalaku pura2 bersender dipundaknya

“Ya! LEE DONGHAE IKAN AMIS.. ap apaan kau” kagetnya sambil terperanjat

“Sudah kau duduk lagi , aku Cuma pura-pura. Rasanya hatiku sangat senang mengerjaimu”

“Issh menyebalkan”

“Oh ne, kenapa kau belum pulang Choi Ji.. apa Oppamu belum menjemputmu?”

“Ahni, aku mau menemanimu menyelesaikan hukuman” jawabnya sambil mengeluarkan buku ‘Novel’nya tadi dan mulai menulis

“Oh ne, kau belum menjawab pertanyaanku..” ujarku tiba2 sambil memainkan balpoinku

“yang mana?”

“Aish dasar burung, ingatanmu payah sekali.. itu pertanyaan tentang kau apa mau jadi seorang pengarang?”

“Oh ini, kau benar oppa, sejak lama aku ingin seperti eomma, dia adalah pengarang novel paling laris di eranya..”

“Eommamu seorang pengarang Novel? Jinja?” tanyaku tak percaya, gadis kecil ini mulai bercerita hal yang tidak aku tahu darinya, ya aku memang sahabatnya tapi aku tak tahu banyak tentang dirinya, bahkan aku tahu rumahnya baru2 ini

“Ne.. hnn.. tapi mungkin sekarang karyanya sudah dilupakan oleh semua orang..”

“tunggu biar kutebak, kau ingin meneruskan bakat eommamu kan supaya karyanya kembali dikenal..” sahutku sok tahu

“Ahni, jika appaku tahu, aku pasti diusir dari rumah”

“Wae?”

“Novel, ya Novel yang membuat Eommaku tidak bersama kami lagi, jangan tanyakan alasannya..”

“Ne, aku mengerti..”

“Terus soal ini” aku menunjuk pada catatannya “Apa kau merahasiakannya pada appamu?”

“Tentu, hanya Oppaku yang tahu, bahkan dia mau berusaha untukku supaya appa bisa mengijinkanku menjadi pengarang seperti Eomma, dia memang tak sekeras appa, Kepergian eomma katanya memang takdir, ya Takdir..”

“Apa aku boleh membantumu juga?” tanyaku

“Hnn..” sahutnya

“Membantu mewujudkan impianmu? Jika kau mau aku berjanji akan membantumu”

“Yaksoke?”

“Ne Yaksokhe..” ujarku sambil melingkarkan jari kelingkingku dengannya

“ Jika impianku itu bisa terwujud, kau haruslah orang pertama yang membeli dan membaca Novelku, Ne..”

“Ne Yaksoke” jawabku dengan janji yang kedua.. aku senang melihatnya kali ini siratan-siratan kebahagian terpancar bebas di wajah putih nan cantiknya, baru kali ini aku melihatnya begitu bahagia

“Gomawo.. Gomawo sebelumnya Donghae Oppa, Ikan amisku” ujarnya sembari memelukku.. hah! Apa yang barusan ia lakukan padaku

“Ah ne, biasa saja Burung Kecil..” sahutku malu-malu “HAH!” teriakku tiba-tiba

“Wae”

“Issh aku melupakan ini, hukumanku, aku baru menulis satu lembar” kemudian aku melihat jam “ Ya! Setengah jam lagi.. Choi Ji bantu aku..”

“Ahni itu kan hukumanmu, mengapa aku yang harus bantu, lagian kau mau hukumanmu tidak diterima? Tulisanku kan berbeda denganmu, bagai Langit dan Bumi.. jadi teruskan saja, tenang aku menemanimu  disini”

“Aisssh..” desisku kesal

 

~~~

 

Sejak saat itu hari-hariku dan Choi Ji berubah seketika, dia yang sejak kukenal agak tertutup, sekarang sudah sangat bebas bercerita apapun padaku, mulai dari hal yang serius sampai hal yang sangat sepele yang harusnya tak perlu diceritakan. Dan aku mulai meminjamkan laptopku padanya, supaya karyanya bisa lebih banyak. Hanya ada satu saja yang mengganjal di hatiku..

 

Choi Ji tak jujur padaku soal perasaannya, kurasa dia menyukaiku, ya bukan aku sok tahu perasaan hati orang lain, itu karena aku tahu  dari setiap gelagatnya ketika memandangku. Kuakui juga, aku memang mencintainya. Dan dengan ke sok tahuanku ini aku bisa menyimpulkan kalo kita saling jujur soal perasaan, kita mungkin bisa berpacaran.

 

Kali ini aku aku sedang istirahat sambil memainkan laptopku, aku mulai membuka folder-folder yang menyangkutku dan Choi Ji.. satu Folder yang menyita pandanganku, Novel karya Choi Ji yang ada di laptopku, aku penasaran membacanya…seharusnya aku tak boleh membacanya, tapi rasa penasaranku terlampau banyak..

 

“Kau memang berbakat Ji.. Sudah saatnya karyamu ini diketahui publik ” Gumamku

“Hae Oppa kau sedang apa?” tiba-tiba Choi Ji datang dan seketika aku menutup keras laptopku

“Ah-Ahnio Choi Ji, kau mengagetkanku”

“Ah mianhae, habisnya dari tadi aku memanggilmu dari kejauhan, kau malah tak menolehku dan sibuk dengan laptopmu, kau sedang melihat apa?” tanyanya seperti mengintrogasi

“Ah ahnio, tidak penting.. apa yang ditanganmu?” tanyaku mengganti topik

“tidak penting ya, na yang di tanganku ini sangat dan sangatlah penting..“ ujarnya dengan mimik muka seperti biasa, mimik kebahagiaan

“Mwo?”

“Bacalah dan setelah baca itu, berterimakasihlah padaku!”

“Yaaah, palingan ini berita yang sangat basi” akupun mulai membaca apa yang Choi Ji bawa yaitu selembar kertas “bagaimana kau tahu aku suka menari?”

“Aku tahu dari Dong Hwa oppa, waktu aku kerumahmu tapi kau tak ada, katanya kau sedang berlatih dance.. kau sangat ingin menjadi penari profesional kan? Oh iya selain itu kau juga Appamu ingin kau menjadi penyanyi? Na saat aku tanya-tanya, jika kau berhasil memenangkan ini, kedua keinginanmu akan sama-sama terwujud..” jelas Choi Ji #yang ini author bner-bner ngarang

“Jincha? Gomawo Choi Ji~ah”

“Ne, yang kau perlu hanya semangat dan berusaha sebaik mungkin, kau juga sudah sering membantuku Oppa..” Choi Ji tersenyum ramah

“Choi Ji aku mau minta maaf padamu?” ucapku sedikit ragu-ragu

“Soal apa Oppa?”

“Aku telah lancang membaca Novelmu, padahal kau sudah melarangku supaya jangan dulu membacanya, mianhae”

“Gwenchana Oppa, lagi pula Novelku kapan bisa di publiskan ke publik, aku juga menjadi ragu-ragu..”

“Wae? Kau harus semangat, ku yakin Novelmu akan sukses di pasaran..”

“Ne, meski kau sudah membacanya janjimu masih tetep berlaku, kau adalah orang pertama yang harus membaca dan membeli novelku, arraso!”

“Ne..Burung Kecil”

 

Itulah janjiku, janjiku padanya

 

Akupun mengikuti kontes yang diadakan SMEnt beberapa hari kemudian,, dan sang keberuntungan telah berpihak padaku, aku memenangkan penghargaan outward terbaik dan aku di kontrak disana, dan kabar ini membuat keluargaku bangga, dan kabar baik ini Choi Ji harus mengetahuinya

 

“Yeoboseo!” ujarku senang saat Choi Ji mengangkat telponku

“Donghae? Wae?” tanyanya

“Gomawo.. Jeongmal Gomawoyo Choi Ji ah~”

“Atas?”

“Aku menang, aku menang..”

“Jincha? Chukaeyo.. Chukkaeyo” Ujarnya memberi selamat padaku, tapi kudengar ada sedikit isakan disuaranya

“Choi Ji, kau sedang menangis?” tanyaku

“Ahnio, aku hanya terharu, Oppa bisa kita bertemu sekarang?”

“Hnn,, Ne”

“Aku tunggu di pantai..”

“Ne, yasudah jika begitu, sampai jumpa di pantai..”

“Ne, Oppa..”

 

Akupun segera menuju Pantai, sesuai dengan keinginan Choi Ji, sedikit lama aku menunggunya, dan dia baru datang satu jam kemudian, memang sangat membuatku menunggu lama, akan tetapi saat kulihat Wajahnya,, rasa kesalku tadi tak ada artinya.. aku menyunggingkan senyuman ramah padanya seakan aku tak menunggunya sedetikpun..

 

“Annyeong haseo oppa” Ujarnya padaku

“Ne, kau baru datang?” tanyaku sedikit basa-basi

“Mianhae, kau sudah menungguku terlewat lama, tadi ada problem sedikit,, tak apa kan? Apa kau tak marah kan padaku Ikan amis?..” candanya

“Ya! Dasar kau burung kecil… kau tak lihat aku menunggumu lama sekali, sampai kakiku berlumut hah!”

“Ne, Mianhae My Prince..”

“Ya! Apalagi itu hah?”

“kau tak suka aku sebut Prince,, ya padahal aku tulus bicara padamu.”ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya

“hahahaha” tawaku dan kemudian memeluknya tiba-tiba,, dia sedikit kaget “Saranghae,, Saranghae Choi Ji ~ah” lanjutku

“Op-Oppa ap apa yang kau bicarakan”

“Saranghae” lanjutku

“Mianhae” Ucapnya yang sukses membuatku kecewa

“Wae, kuyakin kau mencintaiku juga Choi Ji, ya kau mencintaiku kan??” aku tak percaya apa yang dikatakannya “Kau menolakku?”

“Ahnio Donghae, kurasa belum saatnya.. aku menyuruhmu kesini bukan untuk ini” Ucapnya tertunduk  “ada hal penting yang akan aku bicarakan padamu..” lanjutnya

“Apa itu?” tanyaku dengan perasaan yang masih sedikit kecewa padanya

“Novelku, Novelku sudah kukirimkan ke salah satu penerbit..”

“Oh ya? Terus?”

“Katanya harus menunggu kapan bisa dipublikasikan. Oh ya, Oppa maukan mengantarku jika suatu waktu penerbit itu memintaku jika ada kesalahan sedikit dalam penulisan Novelku”

“Ne, aku pasti akan mengantarmu Burung kecil” ujarku sambil menyentil hidungnya

“Appo,”

“Oh Ne, perutku lapar,, kita pergi ke Restoran seafood yuk, Otthe?”

“Ahnio, bagaimana kalo ke kedai Eskrim..”

“Ya! Aku lapar, Eskrim mana bisa kenyang..”

“Terserahlah, aku mau pulang saja..”

“Nah loh, terus aku? Yasudah kita makan eskrim.. issh dasar bocah”

 

Choi Ji hanya senyum-senyum. Aku menyukai senyumannya, meski hatiku ada rasa kecewa padanya. kami melewatkan malam itu dengan memakan Eksrim, dan sedikit berjalan-jalan.

 

Seperti yang dimintanya, mulai dari esoknya kami selalu bolak-balik menanyakan kepada penerbit bagaimana nasib(?) novel Choi Ji.. entah sial apa yang menimpa Choi Ji, saat kami menemui penerbit, kami bertemu dengan Appanya. Aku melihat raut kemarahan yang sangat menakutkan dari Appanya itu. Choi Ji di tarik paksa oleh appanya pulang, bukan hanya itu rupanya sang Appa kenal dekat dengan penerbit itu. Dan tanpa ada rasa kasihan sama anaknya, sang appa menyuruh penerbit itu supanya membatalkan Penerbitan Novel yang selama ini dibuat Choi Ji dengan susah payah. Tak ada yang bisa aku lakukan saat itu, aku hanya bisa diam. Diam tak bisa menolongnya.

 

Hari itu, ya hari itu adalah hari terakhir aku bertemu dengannya. Karena aku harus mengikuti Trainee untuk jangka waktu yang aku pun tidak tahu, aku pergi ke Seoul, meninggalkan keluargaku dan Choi Ji burung kecilku dan satu janji yang belum kutepati.

 

Aku hanya menitipkan surat padanya lewat hyungku Dong Hwa, entah dia sudi membacanya atau tidak.

 

Donghae P.O.V Flashend

 

***

 

“Akh, aku menangis mendengar ceritamu, Mianhae..” Ucap Wookie sembari menyeka air matanya

“Memang menyedihkan..” Sahut Donghae dengan mata yang nanar

“Apa kau tahu kabar Choi Ji selama kau Trainee dan menjadi Donghae Super Junior?” tanya Wookie

“Ahnio..” Jawabnya datar

“Kau masih mengharapkannya?” lanjut wookie bertanya

“Hnn…” Donghae menoleh menatap wajah Ryeowook yang kemudian dia terjatuh ambruk di hadapan Wookie

“Aissh paboya,, Wookie seharusnya kau sadar tadi hae hyung ada keganjalan..” Ryeowook mendial no Teukie “ Hyung.. bisa turubn kebawah? bantu aku? Donghae hyung pingsan..”

Ne tunggu aku..” sahut Leeteuk

 

Leeteuk dan Siwon tiba di mana Donghae dan Wookie berada, mereka cukup berjalan sebentar karena lokasinya tak jauh dari Dorm.

 

“Gendongkan dia kepunggungku..” Suruh Siwon

“Ne..” Sahut Leeteuk dan Wookie serempak

 

Siwon menggendong Donghae sampai ke Dorm,  Donghae terkena demam,, semua member memanuhi kamarnya untuk berjaga,, dia terus saja bergumam tak jelas,, gumamannya Hanya ‘Burung Kecil’ tampak di wajahnya tersirat raut wajah yang seperti menyimpan beban yang begitu berat..

 

“Burung Kecil? Perasaan dia tak pernah memelihara burung? Masa demam bergumam2 memanggil burung kecil..” Eunhyuk menggaruk kepalanya heran

“Ada apa Hyuk?” tanya Leeteuk yang membawa semangkuk bubur dan melihat tingkah Hyukie yang kelewat aneh

“ Ah tak tahulah Hyung, aku tak mengerti apa yang digumamkannya.. burung kecil.. hah aneh, nanti hae kalau mau burung kita kepasar hewan,,” Ucap Hyuk sekenanya

“Bukan itu maksudnya, Burung kecil yang dia maksud itu  Choi Ji.. Yeojachingunya..”ujar Ryeowook tiba-tiba

“Mwoa Mwoa Mwoa.. Yeojachingu? Terus selama ini aku dianggapnya apa?” cerocos Hyukie heboh

“Hyukie! bisakah kau serius dulu sekarang?” Bentak Sungmin

“Ne, aku hanya bercanda”

“kenapa kau bisa tahu Hyung?” Tanya Kyu

“Sebelum pingsan dia menceritakan kisahnya padaku” Jelas Wookie

“Bisakah kau menceritkannya Untuk kami?” tanya Yesung

“…” tak ada jawaban

“Percayalah, Hae tidak akan marah jika kau bercerita..” lanjut Teukie

“Baiklah, dia bilang..” Ryeowook menjelaskan secara detail dari A-Z apa yang Donghae tadi ceritkan.. ada yang merespon dengan wajah biasa saja dan ada juga yang terharu..

“Hiks.. aku tak bisa berkomentar apa-apa” isak Hyukie

“Choi Ji, Burung  Kecil dan Novel..” Ujar Heechul tiba-tiba

“Waeyo Chulie?” tanya Hankyung

“Teukie apa kau ingat apa yang kusebutkan barusan?” tanya Heechul pada Teukie “Kau masih menyimpannya tidak?” lanjutnya

“OMO! Tunggu sebentar..” Leeteuk berlari menuju lemarinya, diacak2nya barang yang ada disitu dia tak peduli lemarinya berantakan

“Teukie Teukie hyung apa yang kau cari?” tanya Kangin

“Akh siaaal.. kenapa aku lupa menyimpannya.. kalian bisa bantu mencari? Cari kotak kecil berwarna Shappire Blue..” tanpa komando lagi semuanya mencari

“isinya apa Hyung?” tanya Shindong

“Satu foto dengan kertas kecil yang digulung..” jelas Leeteuk

“Apa ini?” Ujar kibum tiba2 dan mengacungkan benda yang dicari itu

“Kau mendapatkannya dimana?” tanya Leeteuk

“Di pojok sana..” Jawab kibum

 

Semuanya kembali berkumpul, sang leader membuka kotak itu yang sedikit berkarat.. tampaklah satu foto seorang yeoja dengan rambut hitam sebahunya. Wajahnya putih dan matanya yang sipit.. tak lupa Leeteuk juga membuka gulungan kertas itu..

 

“Choi  Ji akhirnya bisa bahagia oppa, kapan kau bisa melihatku yang bahagia ini oppa..”

“Apa maksud pesannya hyung?” tanya Sungmin

“Mollayo, Huamh ngantuk, kalian kembali ke kamar masing2, sudah sangat malam,, meski besok tak ada kegiatan, tidur terlalu malam tidak baik untuk kesehatan”ujar Teukie sambil berjalan menuju Ranjangnya

“Terus Hae?”

“Ada aku..”

“Yasudah  Jalja Hyung..” Ujar Yesung

“Ne .. Jaljayo..”

 

_______

 

Malam itu kembali menjadi pagi..

“Tidurku begitu singkat sekali, Hae apa ka..” ujar Leeteuk namun tak dilanjutkan “Hae.. Lee Donghae kau kemana?”

Leeteuk melihat tempat tidur Donghae sudah rapih, dia segera keluar mencari dan diluar sama terdapat sedikit Ribut.. Sungmin dan Ryeowook tak ada juga.

 

Drrt Drrt Drrt handphone Kyu bergetar..

 

“Sungmin hyung”

 

From : Ming Hyung

“Kalian  jangan Khawatir.. Donghae pergi bersamaku dan Wookie ke Mokpo.”

 

Mereka pun sedikit lega karena Donghae pulang kerumahnya… sementara di posisi HaeMinWook..

“Apakah Choi Ji ku makin cantik?” tanya Hae tiba-tiba pada Wookie

“Ne, tentu Hyung dia pasti wajahnya makin cantik..” Jawab Wookie

“Apakah dia masih menungguku? Hah kau bodoh Lee Donghae, dia pasti sudah bahagia dengan namja lain..”Runtuknya pada dirinya sendiri

“Hae apa kau masih ingat dimana rumah Choi Ji?” tanya Sungmin

“…” Donghae terdiam beberapa saat

“Kau ingat Hyung?” tanya Wookie

“1 Km lagi..” Jawabnya

 

Tak lama kami pun tiba disatu Rumah, rumahnya yang sedikit mewah namun terlihat Sunyi.. seorang Pria paru baya menghampiri kami

 

“Apa anda semua sedang mencari sesuatu?” tanya Pria itu

“Ne, apakah ini kediaman Choi Ji?” tanya Sungmin, karena Donghae malah diam

“Apa ada diantara kalian yang bernama Lee Donghae?”

“Ne, dia Donghae,,”

“Ada sesuatu yang akan saya kasih tahu padamu, tunggu sebentar” Pria itu sedikit berlari masuk ke Rumah itu dan tak lama ia datang dengan membawa sebuah kotak berwarna perak

“Anakku menitipkan ini padaku untuk diberikan padamu” kata Pria itu yang ternyata Appanya Choi Ji

“Choi Ji?” Tanya Donghae

“Setahun yang lalu dia sudah pindah rumah, dia sudah bahagia dengan dunianya” Jelas pria itu

Bagaikan ribuan pedang yang menyerang langsung ke ulu hatinya, Donghae tersenyum kecut mendengar penjelasan Appanya Cho Ji,, Choi Ji si Burung Kecilnya rupanya telah bahagia dengan Namja lain bukan dengannya.. Pikirnya..

“Kau mau mengunjunginya? Jika kau bersedia, Ikut aku dan buka kotak itu setelah kau sampai ditempat Choi Ji. Itu pesannya sebelum ia pergi”

“Baiklah aku mau melihatnya.” Jawabnya yang seperti agak dipaksakan

“Ahjussi Ikut kami saja naik mobil..” Tawar Sungmin

“Tidak usah, rumahnya dekat, kita berjalan kaki saja..”

Appa Choi Ji terus berjalan diikuti Donghae, Sungmin dan Ryeowook, pikiran Donghae sedikit kalut sampai dia sedikit bosan berjalan

“Ah.. Sudah sampai…” ujar Choi ji Appa

“Apa tidak salah?” Sungmin dan Ryeowook saling menatap, apa yang di hadapannya ini bukan tempat untuk orang yang hidup.. disini Hanya ada Hamparan makam yang berjejer dengan rapi

“Ah, ahjussi kau pasti salah jalan,,” ucap Donghae tak percaya

“Ahnio, Putriku memang tinggal disini sekarang.. Cepat kau menghampirinya,,”

 

Donghae berjalan ngontai menuju satu pusara disana tertulis dengan rapi

 

CHOI HAE JI

 

Dengan lemas ia membuka kotak perak yang sedari tadi digenggamnya.. Foto seorang Yeoja Cantik, namun tak ada sehelai rambutpun dikepalanya,, dan Sepucuk Surat.. Hae membuka surat itu

 

To : ‘Super Junior Donghae ‘Si Ikan Amis..😀

From : Burung Kecil Choi Ji

“Annyeong My PRINCE..

Ah sebelum dimulai apa kau sudah mendapat tempat duduk yang nyaman? Hati-hati jangan sampai kau menduduki makam orang lain itu tidahk baik.. J

Ohkom.. oppa bagaimana kabarmu sekarang? Kuharap kau tak kurang sesuatu apapun. Kau tahu aku ELF juga loh, tepatnya ELFishy… ya aku mengagumimu..

Oh ya apa kau sudah membeli dan membaca Novelku? Aaah jangan bilag kau tidak.. kau tak menepati janjimu kalau begitu. Tapi tenang aku tak marah kok.. kau tahu sehari setelah kau pergi ke seoul, Oppaku bersimpuh didepan appa untuk mengijinkanku mempublishkan Novelku, ya Sebulan kemudian aku mengirimkan Kotak kecil padamu.. Ah jangan bilang lagi kotaknya tidak sampai..

Oppa kau lihat fotoku kan? Jelek ya,, itulah diriku.. aku ternyata orang penyakitan, pantas saja appaku melarangku.. akh itu tidak penting.

Oppa sejujurnya aku mencintaimu, aku memang bodoh tak dari dulu mengatakan itu, , apa kalau aku bilang lagi apa masih berlakukah? Haha Choi Ji babo kau kan sudah mati.. ckckck

Oppa jika kau mau menangis menangislah tak apa aku disini melihatmu kok.. kekeke

Oh ya dikotak itu ada Novelku judulnya “About Love”, itu kuberikan untukmu.. Jaga baik-baik dan baca ya.. itu kisahku yang diam-diam mencintaimu namun tak pernah mau mengungkapkannya.. Haha

Ya ampun balpoinku mau habis, goodbye oppa,, kuharap kau lebih bahagia setelah ini..

Bye..😥 ..

 

“Goodbye Choi Ji burung Kecilku…” Donghae memeluk Novel itu dan menatap keatas langit..

 

FIN

 

Selesai juga Fanfic abal-abal ini,,

So Sad..😥

tapi gak tahu menurut kalian,,, hehe

ya baca jangan lupa comment ya! ^_^

 

*Bow


11 thoughts on “About Love

  1. hiks hiks ,, nyesek choi ji nya mati .. bgus .. kerennn … hae oppa ,, tabahkan hati muu , msih ada aku di siniiii.. *ditendang elfishy…

    bkin lgi thor .. Hwaiting ..

    Like

  2. suratnya sedih..
    tapi pas baca bagian ‘ya ampun, bolpoinku mau habis’, langsung krik krik krik..
    ga tepat banget momennya, wahahaha..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s