Music Love Story-Part 4


Genre : Romance

Type : Chapter

Cast : Kim Jonghyun, Jung So Ra, Cho Kyuhyun (cameo)

So Ra hanya terdiam. “So Ra ! Kenapa kamu diam saja ? Apa kau tak suka mendengarnya ? Bukankah ini artinya kencanku dengan Jonghyun kemarin berhasil ?”, Seo Hee mencoba membangunkan So Ra dari lamunannya. “Ah ! Eh ? I .. Iya. Aku senang kok mendengarnya”, jawab So Ra terputus-putus. “Aih, baguslah kalau begitu. Dan tahukah kamu ? Aku dan Jonghyun udah berpacaran ! Tepat setelah menciumku, ia menyatakan cintanya ! Aku sangat senang So Ra”, ucap Seo Hee begitu bersemangat. “Engh, iya. Selamat ya. Ah iya, hari sudah semakin sore. Lebih baik kau pulang saja. Bukankan kau pernah bilang bahwa tiap Minggu sore kau harus membantu di kantor orang tua mu ?”, So Ra hanya mencari alasan untuk menyendiri. “Ah, kau benar. Kalau begitu aku pulang dulu ya !”, Seo Hee segera meninggalkan kamar So Ra. Di luar, Seo Hee bertemu dengan Jonghyun. Dan mereka hanya saling tersenyum dan Seo Hee berjalan menuju pintu keluar. Di kamarnya, So Ra terus saja melamun. “Seharusnya aku senang mendengar bahwa mereka sudah berpacaran”, ucap So Ra ditengah lamunannya.

Hari itu berlalu begitu saja. Esok harinya, usai membuat sarapan So Ra segera duduk dan makan sarapannya. Sedangkan Jonghyun masih bersiap-siap di kamarnya. Di tengah waktu menikmati sarapan, bel apartemen berbunyi. So Ra memutuskan untuk menghentikan makannya sejenak dan membuka pintu. “So Ra !”, sapa orang itu begitu So Ra membukakan pintu. “Eh ? Seo Hee ?! Apa yang kau lakukan di sini ?”, So Ra begitu terkejut. “Tentu aku ingin berangkat bersama kekasihku”, Seo Hee berbisik. “Ah iya, masuklah”, So Ra masuk dan segera menyelesaikan sarapannya. “Seo Hee ?”, ucap Jonghyun begitu keluar dari kamarnya. “Jonghyun-ah !”, sapa balik Seo Hee pada Jonghyun. “Apa yang kau lakukan di sini ?”, Jonghyun sedikit melirik So Ra. “Aku ingin berangkat bersama kalian !”, Seo Hee tersenyum lebar. Jonghyun berjalan menuju meja makan dan menyantap sarapan buatan So  Ra.

“Ayo berangkat !”, ajak Seo Hee usai Jonghyun menghabiskan sarapannya. So Ra tak menghiraukan dan mencuci piring. “So Ra, ayo berangkat”, ajak Jonghyun usai So Ra menyelesaikan urusan mencuci piringnya. Seo Hee mengedipkan mata, memberi kode pada So Ra untuk menolak saat So Ra menolehkan pandangannya pada Jonghyun dan Seo Hee yang berdiri di belakangnya. “Eh ? Kalian berangkat duluan saja. Aku masih harus melakukan sesuatu”, jawab So Ra polos. “Ah, baiklah kalau begitu ! Kita berangkat duluan saja yuk !”, ajak Seo Hee. “Baiklah, aku berangkat duluan ya”, Jonghyun meninggalkan So Ra. Pandangan So Ra tertuju pada Seo Hee dan Jonghyun yang kini berjalan menjauhinya. Tangan Seo Hee merangkul pundak Jonghyun saat akan keluar dari apartemen. “Mereka sangat pamer kemesraan di depanku”, So Ra sedikit manyun.

Sekitar 5 menit dari keberangkatan Seo Hee dan Jonghyun, So Ra juga berangkat kuliah. Sampai di kelas, So Ra melihat Jonghyun dan Seo Hee yang sedang berbincang berdua di sudut kelas. ‘Ih, menyebalkan sekali sih. Pacaran sampai di kelas, tidak lihat-lihat tempat sih ?’, So Ra yang biasanya tak peduli melihat orang berpacaran jadi mengomel. Selama kuliah berlangsung, So Ra hanya menatap Jonghyun yang duduk di depannya. ‘Kenapa aku tak senang sama sekali melihat mereka bersama ? Padahal akulah yang membuat mereka berkencan’, gumam So Ra.

***

            Kuliah hari itu selesai lebih cepat. Seperti biasa So Ra menunggu bus di halte dekat Universitas S. Ia tak melihat Jonghyun yang biasanya akan menjemputnya dengan mobil pribadinya saat pulang. Sesampainya di apartemen bahkan So Ra tak melihat Jonghyun ada di apartemen. ‘Dia belum pulang ? Apa dia sedang bersama Seo Hee ?’, pikir So Ra seketika. So Ra masuk ke ruang musik dan kembali memainkan gitar. Kali ini ia semakin mahir. Ia juga memainkan lagu My Flower yang ia susun bersama Jonghyun. “Tunggu dulu, aku mana bisa hanya berlatih tanpa tahu lebih banyak tentang gitar ? Apa lebih baik aku mengikuti kursus saja ya ?”, So Ra tersenyum. Tak perlu berpikir lama, So Ra masuk ke kamar dan mengambil tas juga jaketnya dan berlari keluar. Ia ingat, tak jauh dari apartemen ada sebuah tempat kursus musik terkenal. Ia pergi naik bus dan menuju tempat itu.

Sesampainya di tempat kursus itu So  Ra segera mendaftarkan dirinya dan ia mendapatkan jadwal mulai esok hari. Ia mengambil kelas gitar 2 kali seminggu dan kelas piano 2 kali seminggu juga 1 kali kelas vokal, masing-masing akan ia jalani tiap pulang kuliah. So Ra mulai tertarik dengan piano karena ia juga teringat dengan piano yang sebelumnya dimainkan Jonghyun untuknya, dan ia mengambil kelas vokal karena Jonghyun juga pernah bilang kalau So Ra seharusnya berlatih vokalnya agar lebih baik. Kelas gitar setiap Senin dan Rabu lalu kelas piano setiap Selasa, Kamis, dan kelas vokal setiap Jum’at. So Ra tersenyum manis setelah keluar dari tempat kursus itu. Ia menuju ke bank untuk mengambil uang membayar kursusnya mulai besok.

Sepulang dari bank So Ra segera pulang karena hari sudah malam. “Eh ? J..Jonghyun ? Itu ‘kan Jonghyun ?”, So Ra melihat Jonghyun yang mengemudi mobil tepat di sebelah bus yang ia tumpangi. Namun So Ra juga melihat seorang gadis yang duduk di samping Jonghyun. “S.. Seo Hee ? Sudah kuduga. Mereka sangat mesra, sampai di mobil masih pegangan tangan saja sih ?”, ucapan So Ra keluar begitu saja ketika melihat tangan Seo Hee menggenggam tangan Jonghyun yang sedang menyetir. ‘Loh ? Kenapa sih aku tidak pernah senang melihat mereka berdua ?’, pikir So Ra.

Sesampainya di apartemen, So Ra segera masuk ke kamarnya. ‘Ternyata Jonghyun belum pulang juga ? Dia sangat sibuk pacaran sepertinya, huh !’, So Ra bergumam. Tak lama, terdengar suara. Jonghyun sudah pulang.  “So Ra-ssi, aku membawa makanan. Ayo makan malam!”, Jonghyun mengetuk pintu kamar So Ra. ‘Duh, aku sama sekali tidak ada mood untuk bertemu dengannya. Kenapa sekarang dia malah mengajakku makan ?’, tanpa alasan So Ra menjadi bad mood. “So Ra-ssi ! Ayo makan ! Apa kau sudah tidur ?”, Jonghyun memanggil lagi. “Engh, maaf. Aku sudah kenyang !”, teriak So Ra. “Eh ? Apa dia sudah makan ? Tapi semua piring masih rapi, tidak ada pring yang terlihat baru dicuci. Semua masih dalam posisi saat pagi tadi So Ra menatanya. Apa dia makan di luar ?”, Jonghyun memutuskan untuk makan sendiri.

“Aneh, apa dia sedang bad mood ? Biasanya jika aku memanggilnya dari pintu setidaknya dia akan membuka pintu saat menjawab”, Jonghyun sedikit mengomel saat makan. Sedangkan So Ra masih terpaku di meja belajarnya. So Ra bahkan tidak tahu kenapa dia jadi bersikap seperti itu. Tapi sekali lagi, dia lupa. Ia hanya sarapan. “Lapar… Aku ingin sekali makan. Tapi aku benar-benar tidak ingin keluar. Ah, sudahlah. Aku bisa menahannya kok. Lebih baik aku tidur saja”, So Ra menuju ke tempat tidurnya. Ia memutuskan untuk tidur. Dan Jonghyun yang baru saja selesai makan memutuskan untuk menonton TV di ruang tengah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, Jonghyun masih sibuk menyusun sebuah lagu di ruang tengah. So Ra tentu sudah tertidur. Namun di tengah tidurnya itu, So Ra terbangun. Perutnya perih. Berkali-kali ia mencoba untuk kembali tidur, tidak bisa. “Engh… Aduh ! Perih ! Kenapa penyakit ini kambuh lagi ? Bukankan tadi aku sudah bisa tertidur ? Aduh ! Sakit sekali”, So Ra terus meremas perutnya sambil menggeliat kesakitan di tempat tidurnya. Sudah 5 menit keadaan berlalu seperti itu, So Ra merintih. Ia bangun dan membuka pintu kamar perlahan. Dilihatnya Jonghyun masih bangun, sibuk dengan urusannya di ruang tengah. “Aduh ! Kenapa dia masih bangun ? Aku tak bisa mengambil obat di dapur. Aduh ! Perutku semakin perih, kalau begini terus bisa makin parah”, So Ra kembali masuk dan menutup pintunya. Ia membaringkan tubuhnya lagi di tempat tidur.

Merintih. Itu yang masih dilakukan So Ra. 10 menit sudah berlalu, kali ini So Ra benar-benar tidak kuat. “Aaaaaaargh !”, So Ra berteriak kesakitan. “Eh ? S… So Ra ? Itu seperti suaranya ?”, Jonghyun mendengar teriakan So Ra dan segera berlari ke kamar So Ra. Ia melihat So Ra yang menggeliat kesakitan sambil meremas perutnya di lantai. Jonghyun mendekat. “So Ra-ssi ! Kamu baik-baik saja ? Apa yang terjadi ? Penyakit lambungmu kambuh lagi ?”, Jonghyun panik melihat So Ra yang sudah pucat dan berkeringat. “So Ra-ssi ! So Ra-ssi ! Tahanlah sebentar !”, Jonghyun menggendong So ra dan membaringkannya di tempat tidur. Jonghyun juga segera menelepon dokter untuk datang. Tapi So Ra benar-benar kesakitan, kali ini penyakit itu sudah akut. 20 menit kemudian dokter baru akan datang, bagaimana So Ra bisa bertahan ? So Ra-pun akhirnya jatuh dari tempat tidurnya dan tidak sadarkan diri. Jonghyun yang sedang menunggu dokter di depan kamar So Ra terkejut. Ia segera menelepon ambulans. Tepat ketika dokter datang, ambulans juga datang.

Dokter juga bilang, lebih baik So Ra dibawa ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, So Ra segera diperiksa dan akhirnya harus rawat inap di rumah sakit. Jonghyun yang sangat cemas menunggu So Ra sadar di kamar rumah sakit tempat So Ra di rawat. Sudah 3 jam So Ra tak kunjung sadar. “So Ra-ssi, penyakitmu bisa begini parah tapi kenapa kau tetap tak makan ? Kau membahayakan dirimu sendiri”, mata Jonghyun sudah basah. Jonghyun benar-benar khawatir dengan keadaan So Ra yang sangat parah begini. Tentu saja, tak pernah Jonghyun menangis sesedih ini.

***

            Waktu menunjukkan pukul 4 pagi, Jonghyun tertidur di sofa samping ranjang tempat So Ra berbaring. “Engh.. Rumah sakit ? Ini seperti rumah sakit. Apa ini karena penyakitku semalam kambuh sampai akut ?”, So Ra baru saja siuman. “J..Jo..Jonghyun ?”, mata So Ra tertuju pada laki-laki yang tertidur dalam posisi duduk di sofa. “Jonghyun-ssi…”, So Ra memanggil Jonghyun dan berusaha bangun dari tidurnya. Namun tak bisa, perutnya masih sedikit  nyeri. Suara gesekan ranjang saat So Ra akan bangun membangunkan Jonghyun. “So Ra-ssi ! Kau sudah sadar ?”, Jonghyun tersenyum bahagia. “Em. Jonghyun-ssi.. Kenapa matamu bengkak begitu ?”, tanya So Ra dengan polosnya. “Tentu saja aku menangis, karenamu ! Kau tahu ? Kata dokter kau hampir saja kehilangan nyawamu ! Penyakitmu itu sudah sangat akut dan hampir saja membunuhmu ! Bagaimana mungkin aku bisa menahan tangisku hah ?!”, Jonghyun menjawab dengan keras.  Matanya menitikkan air mata lagi. Kali ini bukan karena cemas, ia bahagia So Ra sudah sadar.

Dia menangis karenaku ? Ah, tentu saja. Dia pasti merasa bertanggung jawab karena aku ini room-mate nya’, pikir So Ra. “Sudahlah, Jonghyun-ssi. Aku sudah tak apa-apa. Kau jangan menangis lagi, kau adalah laki-laki. Apa kau tak malu menangis seperti ini di depan perempuan hah?”, So Ra mengangkat tangannya berusaha menghapus air mata di pipi Jonghyun. “Kenapa kau tidak makan hah ? Tadi pagi kulihat kau juga makan sedikit saja, lalu sampai malam begitupun kau juga tak makan. Kau tahu tahu sendiri ‘kan bagaimana lemahnya lambungmu itu ? Dokter juga bilang, kau harus makan dengan teratur !”, Jonghyun memarahi So Ra meski air mata masih mengalir di pipinya. “Jonghyun-ssi, kenapa kamu menangis sampai seperti ini ? Kamu hanya room-mate ku, kamu juga tak bersalah atas kejadian ini. Kamu tak perlu sampai seperti ini, aku takkan membiarkan siapapun menyalahkanmu atas kejadian ini kok”, So Ra sedikit tersenyum. “A.. Aku.. Aku juga tidak tahu kenapa aku menangis se-tragis ini. Tapi yang jelas aku sangat sedih melihatmu seperti ini, bukan karena kasihan atau apa. Tapi aku sangat sangat tidak bisa melihatmu seperti ini”, jelas Jonghyun terbata-bata.

Kalau bukan kasihan lalu apa ? Apa karena dia sudah menganggapku teman baiknya sehingga ia sampai sesedih ini melihatku sakit parah ?’, So Ra berpikir. “Ah, sudahlah Jonghyun-ssi. Kau juga butuh istirahat. Pulanglah, dan tidur. Aku bisa sendiri di sini”, So Ra tersenyum. “Apa ?! Apa kau gila ? Penyakitmu sudah parah seperti ini kau masih sempat memikirkan keadaan orang lain ? Tidak ! Aku tak akan pulang. Tentu saja aku akan menjagamu di sini”, Jonghyun emosi. “Kau juga tak perlu marah-marah seperti itu kan ?”, So Ra cemberut dan memalingkan pandangannya. Suasana hening. Datanglah seorang dokter dan seorang suster, menghampiri dan menyapa So Ra. “Selamat pagi. Perkenalkan, aku adalah Cho Kyuhyun. Aku yang akan menggantikan dokter Park yang sebelumnya menanganimu. Bagaimana kabarmu ?”, sapa dokter itu. “Ah, aku sudah merasa lebih baik”, jawab So Ra singkat. “Baguslah kalau begitu, aku akan memeriksa keadaanmu lagi”, dokter itu segera memulai pemeriksaan dibantu suster.

Eh ? Apakah dia benar-benar seorang dokter ? Dia sangat tampan bahkan murah senyum. Dan … Eh ? Apa sih yang baru saja aku pikirkan ?’, So Ra menatap lurus dokter itu sambil tersenyum. ‘Apa yang dia lakukan ? Kenapa dia senyum-senyum seperti itu melihat dokter ini ? Ia bahkan terus memandanginya. Jangan-jangan… So Ra menyukai dokter muda ini ?!’, Jonghyun melototi So Ra dan dokter itu. “Ehm ! Dokter, bagaimana keadaannya ?”, Jonghyun memecah konsentrasi So Ra. “Dia sudah baik-baik saja. Dia hanya perlu sedikit istirahat lagi dan mungkin lusa sudah boleh pulang”, jawab dokter itu. “Ia juga tak boleh banyak bergerak dulu, terutama karena perutnya baru saja kami obati dan tak boleh terlalu banyak bergerak juga”, jelas sang dokter. Setelah itu sang dokter pergi meninggalkan ruangan. Dan saat itu juga So Ra menggerakkan tubuhnya, ia ingin mengambil segelas air di meja dekat ranjang. Ia bahkan lupa apa yang baru saja dikatakan oleh sang dokter. Ia memutar posisi tubuh dan menyebabkan nyeri di perutnya kembali lagi.

“Ah !”, So Ra kesakitan. Jonghyun terkejut dan langsung memegangi perut So Ra dan membantunya kembali ke posisi semula. “So Ra-ssi ! Apa kau tak mendengar perkataan dokter itu ?”, Jonghyun emosi dan segera berlari memanggil dokter tadi. Dokter itu datang dan kembali mengobati So Ra. “Maaf, tapi sudah saya katakan bahwa kau tak boleh banyak bergerak. Tetaplah berbaring”, ucap dokter itu dengan senyum menatap lurus ke mata So Ra. “Ah, iya maaf. Aku hanya ingin mengambil air”, So Ra berkata dengan lirih. “Baiklah, emm.. So Ra. Kau harus terus istirahat ya”, dokter itu sedikit melihat papan nama di ranjang pasien tempat So Ra berbaring. “Iya, terima kasih dokter”, jawab So Ra. “Tunggu, berapa umurmu ? Kau terlihat sedikit mirip dengan seseorang”, kata dokter itu dengan sedikit menaikkan sebelah alisnya. “Aku 20 tahun, kenapa ?”, So Ra memasang wajah penasaran. “Kau sedikit mirip dengan seseorang”, ia tersenyum lagi. “Ah, b.. benarkah ?”, kata So Ra terbata-bata. “Iya. Dan karena usiamu tak jauh dariku yang masih 24 tahun, panggil saja aku oppa, Kyuhyun oppa. Aku tak begitu suka dipanggil ‘dokter’ oleh orang-orang sebaya-ku”. So Ra menjawab dengan ragu, “Aku So Ra. Eh ? 24 tahun ?! Muda sekali ! Pasti dokter, eh.. Oppa adalah orang jenius. Ahah, rasanya sedikit canggung ya memanggil oppa”. “Maaf, aku harus segera memeriksa pasien lainnya. Istirahatlah, aku pergi dulu”, Kyuhyun keluar dan meninggalkan So Ra.

***

            Jonghyun yang baru saja kembali dari membeli minum di kantin rumah sakit malihat dokter itu keluar dari kamar So Ra sambil tersenyum bahagia. ‘Eh ? Ada apa ya ?’, pikir Jonghyun. “Hey, Jonghyun-ssi !”, panggil So Ra dengan senyum bahagia ketika Jonghyun masuk. “So Ra-ssi, apa yang terjadi ? Kau terlihat sangat bahagia ?”, Jonghyun penasaran. “Apa kau tahu ? Dokter itu sangat baik ! Ia bahkan memintaku memanggilnya ‘oppa’. Katanya dia tidak suka dipanggil ‘dokter’ oleh orang sebaya-nya”, kata So Ra. “Apa ?!”, Jonghyun benar-benar terkejut. ‘Dokter gila ! Apa yang dia inginkan ? Baru kanal saja sudah meminta So Ra memanggilnya ‘oppa’ ? Dari wajahnya saja dia sudah terlihat sebagai playboy, jangan-jangan dia menyukai So Ra !’, Jonghyun bergumam. “Jonghyun-ssi ? Bukankan itu dokter yang baik ? Hihi”, So Ra tersenyum bahagia. “Ah ! Sudahlah, kau istirahat saja ! Aku akan pulang dan mengambil baju untuk 2 hari kedepan. Tapi jika dokter itu macam-macam segera hubungi aku ya !”, Jonghyun pergi meninggalkan So Ra.

1 jam berlalu, So Ra hanya terduduk di ranjang. “Aku lapar. Suster-pun tak juga mengantar makanan. Katanya aku tak boleh banyak bergerak agar lekas sembuh, tapi ttak makan bukankah sama saja ?”, keluh So Ra. “So Ra-ssi ! Bagaimana keadaanmu ?”, suara itu terdengar dari pintu kamar. “Dokter, eh.. Kyuhyun oppa !”, So Ra tersenyum senang.  “Kau sudah makan ‘kan ?”, dokter itu duduk di sebelah So Ra. So Ra menggeleng. “Eh ? Nah, ini kebetulan aku bawakan makanan. Makanlah”, dokter itu menyuguhkan semangkuk bubur. So Ra mengangguk tersenyum. “Melihatmu, mengingatkanku dengan sesorang”, dokter itu tersenyum manis hingga membuat So Ra yang awalnya sudah akan memasukkan sesendok bubur menjadi diam menganga. “Eh, So Ra-ssi.. apa kau mau aku naikkan sedikit lagi bantal untuk menyangga punggungmu ?”, tanya dokter itu. So Ra hanya mengangguk dan sedikit tersenyum. Dokter itu segera membenarkan bantal di belakang punggung So Ra, hanya saja ia membenahinya dari depan. ‘Eh ? Wajahnya terlalu dekat. Duh, aku malu’, So Ra menatap wajah dokter yang kali ini tepat berada di depannya dan menutupi seluruh jangkauan penglihatan So Ra.

Saat itulah Jonghyun datang. Membuka pintu dan melihat kepala dokter itu menutupi wajah So Ra, pemandangannya memang seperti mereka sedang berciuman. Jonghyun terkejut dan segera menghampiri dokter itu dan menarik bajunya dari belakang. “Hey ! Kurang ajar sekali kau !”, sebuah pukulan begitu saja mendarat di pipi dokter Kyuhyun. “Apa maksudmu hah ?!”, Kyuhyun ikut emosi dan mendaratkan sebuah pukulan di wajah Jonghyun. “Hey  Hentikan !”, So Ra berteriak kencang. Namun emosi dua laki-laki di depannya justru memanas. So Ra mencoba berdiri untuk melerai dua laki-laki itu. Tapi, nyeri di perutnya kembali lagi. “Aaa !”, So Ra merintih lagi. Tentu saja perhatian Kyuhyun dan Jonghyun langsung beralih ke So Ra yang kesakitan. “So Ra-ssi !”, dua laki-laki itu sama-sama khawatir. Kyuhyun langsung memegang perut So Ra, namun saat itu juga Jonghyun menariknya. “Hey ! Kau cari mati ya ? Pegang-pegang tangannya ?!”, Jonghyun emosi. “Apa kau lupa ? Aku ini dokternya ?”, Kyuhyun segera menangani perut So Ra.

“Kau sudah merasa lebih baik ‘kan ?”, tanya Kyuhyun. So Ra mengangguk tersenyum. “Kalau begitu aku pergi dulu ya”, Kyuhyun meninggalkan So Ra berdua dengan Jonghyun. “Jonghyun-ssi, kenapa kau se-emosi itu sih ? Kau itu hanya salah paham ! Dia tidak melakukan apapun, kau malah memukulnya”, So Ra kecewa. “Bukankah dia lancang menciummu ?”, Jonghyun membalas. “Bagaimana kau mendapat kesimpulan semacam itu hah ? Kau bahkan hanya melihat jarak jauh dan datang langsung memukulnya ! Dia hanya membenahi bantal untuk punggungku !”, So Ra naik darah. “Eh ?”, Jonghyun kehabisan kata-kata. Suasana hening.

***

            Sekitar 2 jam yang lalu Jonghyun pamit karena ada schedule yang sangat mendadak. So Ra yang merasa kesepian dan bosan bahkan tak dapat melakukan apapun. Kondisinya membaik dengan istirahat. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan dan pergi meninggalkan kamarnya. Entah kemana tujuan So Ra, ia hanya berjalan sesuai kemauan kakinya melangkah. “So Ra-ssi ! Apa yang kamu lakukan ?”, Kyuhyun mengagetkan So Ra. “Ah! Dokter, eh… Oppa rupanya. Mengagetkanku saja. Aku sedang berjalan-jalan untuk menghirup udara segar”, ucap So Ra. “Benarkah ? Kalau begitu ikut aku saja ke taman belakang !”, Kyuhyun seraya menarik So Ra dan menuju ke taman yang terletak di belakang rumah sakit. ‘Waaah… Tempat ini indah sekali’, gumam So Ra begitu sampai di taman belakang. Ia sangat menyukai pemandangan semacam ini, bahkan sekarang mulutnya sudah terbuka, menganga mengagumi keindahan pemandangan yang ada di depan matanya. “Bagaimana?”, Kyuhyun tersenyum. “Indah, sangat indah !”, So Ra juga ikut tersenyum lebar. “So Ra-ssi, kau… Sekarang kau benar-benar mirip dengan seseorang”, Kyuhyun hanya tersenyum kecil. “Sudah beberapa kali dok, hmm… Oppa bilang aku mirip sesorang. Sebenarnya aku ini mirip siapa?”. “Kau tak mirip dia sepenuhnya, hanya beberapa kesamaan saja. Kau sedikit mirip dengan adik sepupku”, jawab Kyuhyun. “Adik… Sepupu ?”, ‘Aku kira aku akan dimirip-miripkan dengan mantan pacarnya atau mungkin pacarnya yang pergi atau meninggal seperti yang terjadi di drama TV biasanya’, gumam So Ra.

“Duduklah”, Kyuhyun mempersilahkan So Ra duduk di sebuah kursi kayu yang terletak di pinggir taman. “Terima kasih”, So Ra memberi senyum. So Ra menghela nafas. “Aah, segarnya udara di sini. Tapi bagaimanapun juga aku ingin segera keluar dari rumah sakit. 3 hari tak masuk kuliah, berapa pelajaran yang sudah tertinggal. Dan rumahpun tak dibersihkan”, So Ra menghela nafasnya sekali lagi. “Kau itu. Sekarang pikirkan saja kesehatanmu. Ingat, kau tak boleh terlambat makan dan jangan sampai kelelahan!”, sikap seorang dokter terpancar dari mata Kyuhyun yang menatap So Ra. “I..Iya. Baiklah, aku mengerti”. “Ah iya, oppa. Kau masih 24 tahun ‘kan ? Bagaimana bisa kau menjadi seorang dokter di usia se-muda ini ?”, So Ra penasaran. “Aku sekolah akselerasi sejak SMP, dan aku kuliah kedokteran dan praktik hanya 8 tahun”, jawab Kyuhyun. “Apa orang se-jenius ini ya ?”, ucap So Ra polos. Kyuhyun tersenyum dan mengacak rambut So Ra. “Ah, oppa ! Jangan lakukan itu !”, So Ra malu dan memang ia tak terbiasa diperlakukan seperti itu kecuali oleh keluarganya. “So Ra-ssi. Sebenarnya siapa laki-laki yang menjaga mu itu ? Sepertinya aku pernah melihatnya”, tanya Kyuhyun. “Oh, dia adalah room-mate ku di apartemen. Dia juga seorang musisi terkenal, Kim Jonghyun”, balas So Ra. “Eh ? Room-mate ?! Kau tinggal dengannya ?”, Kyuhyun terkejut. “Iya”, jawab So Ra amat singkat. “Ah, sudah waktunya kembali. Aku harus segera membersihkan diri. Oppa, aku pergi dulu ya”, So Ra segera berjalan masuk ke rumah sakit dan melambaikan tangan. Kyuhyun balas tersenyum.

“Hhh, sudah 5 jam. Tapi belum juga kembali. Bukankah tadi bilang hanya 3 jam saja ? Apa harus selama ini jika schedule-nya terlambat ?”, So Ra mengomel sendiri.      “SoRa-ssi !”. “Eh ? Seo Hee !”, So Ra terkejut melihat Seo Hee masuk ke ruang rawatnya. “So Ra-ssi ! Apa kamu baik-baik saja ?”, tanya Seo Hee. “Iya, aku sudah baik-baik saja. Hanya aku butuh istirahat samapai lusa”, jawab So Ra. “Ah, begitu ? Itu artinya di kampus aku akan berdua terus dengan Jonghyun ! Maaf ya So Ra, bukannya aku tak suka kalau ada kamu, tapi biasanya ‘kan Jonghyun selalu bersamamu saat datang, pulang, bahkan saat-saat istirahat. Apa kamu tahu ? Itu menimbulkan gosip bagi Jonghyun ! Untung saja yang tahu bahwa kamu adalah room-mate Jonghyun adalah aku, kalau tidak akan muncul skandal dan merusak reputasi Jonghyun !”, jelas Seo Hee. ‘Begitu ya ? Kalau begitu mulai sekarang aku harus menjauhi Jonghyun. Jika media tahu bahwa seorang musisi terkenal tinggal se-atap dengan seorang gadis biasa, maka image Jonghyun akan rusak dan bermasalah’, pikir So Ra. “Bagus lah ! Tapi jika media tahu kau adalah pacarnya Jonghyun bagaimana ?”, tanya So Ra. “Tentu tidak apa-apa ! Aku ‘kan pacarnya, kalau di kamu masalahnya adalah… Kamu bukan siapa-siapa nya ‘kan ?”, Seo Hee menjawab tegas. ‘Benar juga. Justru itulah masalahnya’, So Ra bergumam.

“Seo Hee ! Ehm, bukankah kau setahun lebih tua ? Apa kau yakin akan terus membiarkanku memanggilmu tanpa sebutan ‘eonni’ ?”, tanya So Ra. “Eih, So Ra-ssi ! Apa kamu ingin menunjukkan pada dunia bahwa aku ini lebih tua hah ? Sudahlah, panggil namaku saja !”, Seo Hee cemberut. “Baiklah”, So Ra tersenyum. “Eh ! Dimana Jonghyun ? Dia ‘kan room-mate mu, setidaknya dia akan mengunjungimu ‘kan ?”, “Oh, dia bilang dia ada schedule mendadak hari ini”, jelas So Ra. “Yah… Ya sudahlah, aku pulang dulu ya. Kau harus lekas sembuh dan melihat kemesraanku dengan Jonghyun di kampus. Bye !”, Seo Hee meninggalkan So Ra.

***

            “So Ra-ssi ! Aku bawakan makanan untukmu !”, Jonghyun datang. ‘Eh ? Rupanya dia sudah tidur. Tentu saja, ini sudah malam. Schedule-ku hari ini bertamabah banyak sekali. Dia pasti tak menungguku’, pikir Jonghyun. “Istirahatlah So Ra. Cepatlah sembuh agar kita bisa melakukan aktivitas bersama lagi. Meskipun kau terlihat sehat, ternyata fisikmu sangat lemah. Tenanglah, aku akan menjagamu”, Jonghyun menyelimuti So Ra.

Pagi telah datang. Tak seperti biasanya, So Ra sedang tak membuat sarapan. Ia sedang terduduk bersandar di ranjang dan ditemani setumpuk buku yang menjadi referensi dan tugasnya. Sedangkan Jonghyun masih terlelap karena kelelahan di sofa sebelah ranjang. Suster sesekali datang memeriksa kondisi So Ra. Pukul 10 pagi. Jonghyun terbangun karena mendengar suara buku So Ra yang jatuh. “Ah, maaf Jonghyun-ssi ! Aku tak sengaja membangunkanmu”, kata So Ra. “Tidak masalah. Memang sudah seharusnya aku bangun”, Jonghyun tersenyum. “Jonghyun-ssi, apa kamu tak kuliah hari ini ?”, tanya So Ra. “Tidak. Aku akan di sini menungguimu dan merawatmu”, jawab Jonghyun. “Tapi… Untuk apa kamu sampai melakukan hal itu ? Aku hanya room-mate mu, aku juga bisa sendiri ‘kok”. ‘Dasar bodoh ! Kau memang room-mate ku. Lalu kenapa ? Aku tak boleh menungguimu hah ? Kau tahu ? Aku melakukan hal ini karena aku mulai menyukaimu !”, omel Jonghyun dalam hati. “Apa tidak boleh ? Kalau ketinggalan pelajaran maka aku akan mudah menyusul karena aku sudah mempelajarinya. Apa kau tak suka aku menjagamu ?”, tanya Jonghyun. “Eh ? Bukan begitu ! Hanya saja…”, belums selesai So Ra berbicara. “Selamat pagi So Ra-ssi !”, Kyuhyun sudah datang.

Eish ! Dokter ini lagi ! Mau apa sih dia sering-sering datang ke sini ? Memang sih dia dokternya, tapi bukankah jadwal periksa So Ra masih 1 jam lagi ?’, omel Jonghyun dalam hati. “Oppa !”, So Ra tersenyum menyambut Kyuhyun. “Bagaimana keadaanmu ? Apa sudah merasa lebih baik ?”, tanya Kyuhyun. “Sudah ! Sudah sangat baik. Oppa, apa aku tak bisa pulang hari ini saja ?”, So Ra bertanya balik. ‘Bagus. So Ra, aku tahu. Kau pasti tak betah berada di rumah sakit yang menjadi sarang dokter playboy seperti orang ini !’, pikir Jonghyun. “Tentu tidak. Minimal kamu harus istirahat total 2 hari. Tenang saja, besok ‘kan kamu sudah boleh pulang”, Kyuhyun tersenyum. “Baiklah kalau begitu. Oppa, ada perlu apa ? Kau tak mungkin datang karena ingin kontrol keadaanku ‘kan ? karena jadwalnya masih 1 jam lagi”, So Ra bertanya. “Ah, tentu tidak. Aku hanya ingin menemuimu saja. Sekaligus melihat kondisimu”, jawab Kyuhyun. Suara dering telepon. Sesorang menelepon Jonghyun. “Halo ? Benarkah ? Tapi … Baiklah”, pembicaraan itu begitu singkat. “So Ra-ssi. Aku ada schedule mendadak lagi. Kali ini sampai larut malam. Kau istirahatlah, maaf aku tak bisa menjagamu lagi”, kata Jonghyun. “Benarkah ? Tidak apa-apa. Di sini ‘kan ada Kyuhyun oppa. Hati-hati ya!”, jawab So Ra. ‘Menjijikkan sekali. Kenapa So Ra mau saja mengandalkan dokter ini ?’, Jonghyun mengguman. “Aku pergi dulu !”, Jonghyun segera menggunakan jaket, topi, kaca mata hitam, dan maskernya. Tentu saja, seorang musisi terkenal tak mungkin berkeliaran begitu saja tanpa harus menjaga image-nya.

Hari itu berlalu begitu saja. Ketika pagi datang, Jonghyun masih belum kembali juga. So Ra sudah bersiap untuk pulang. “Apa schedule nya sangat padat ? Ia bilang akan kembali larut malam, tapi sampai pagi begini pun belum kembali”, So Ra mengomel sendiri. “So Ra-ssi !”, Kyuhyun datang. “Oh, oppa !”. “Mana laki-laki itu ? Dia tak mengantarmu pulang ?”, tanya Kyuhyun. “Emm, sepertinya tidak”, jawab So Ra. “Dasar. Kemarin minta maaf tak bisa menjagamu, sekarang saat kamu butuh bantuan ia juga tak datang”, kata Kyuhyun. “Bukan begitu, mungkin ia sibuk”, So Ra membalas. “So Ra-ssi, lebih baik aku saja yang mengantarmu pulang”, kata Kyuhyun. “Tidak usah, malah merepotkan. Aku bisa pulang sendiri kok”, So Ra menolak. “Sudahlah, sini aku bawakan. Lagi pula hari ini aku tidak ada praktik”, katanya. Kyuhyun membawakan tas So Radan mengajak So Ra ke mobilnya. “Di mana apartemenmu ?”, tanya Kyuhyun begitu So Ra beranjak masuk ke mobil. “Ah, dari sini belok ke kiri. Aku akan menunjukkan jalannya”, kata So Ra.

Sesampainya di apartemen, Kyuhyun membantu So Ra menurunkan tasnya. “Terima kasih oppa. Ah iya, apa kau mau mampir ? Karena hari ini tak ada praktik, apa salahnya beristirahat ‘kan ?”, ajak So Ra. “Hmm, boleh. Baiklah, ayo masuk”, Kyuhyun dan So Ra segera naik lift dan menuju kamar apartemen So Ra dan Jonghyun itu. “Wah, rapi sekali. Si Jonghyun itu memang beruntung tinggal denganmu, jadi apartemennya rapi”, kata Kyuhyun. “Tidak oppa. Dari awal aku datang, apartemen ini memang rapi. Dan aku perhatikan Jonghyun itu memang orang yang rapi”, jawab So Ra. “Hm, benarkah ?”, Kyuhyun tak percaya. “Oppa, duduklah. Aku akan ke kamar dan membuatkanmu minum. Ingin minum apa ?”, kata So Ra. “Eh ? Terserah kamu saja, asal tidak repot”, Kyuhyun tersenyum. “Ingin mencoba mixed juice buatanku ? Tunggulah”, So Ra bergegas ke dapur. Ia mengambil sebuah kiwi dan apel dan juga gula alami buatannya. Mencampurnya dengan blender dan menuangkannya ke sebuah gelas. “Silahkan”, So Ra menyuguhkan mixed juice buatannya. “Waah, ini sangat enak !”, puji Kyuhyun setelah meneguk jus buatan So Ra. “Benarkah ? Baguslah kalau begitu”, So Ra tersenyum bahagia.

“Oppa, apa kau lapar ? Ini sudah waktunya makan siang bukan ?”, tanya So Ra. “Ah, tidak usah. Aku bisa makan nanti saja”, jawab Kyuhyun. “Jangan begitu. Begini saja, sebagai terima kasih karena sudah mengobatiku… Aku akan memasakkanmu kimchi jjigae, tunggu ya!”, So Ra bergegas ke dapur dan memulai memasak. “Hey So Ra-ssi ! Kau ini baru saja sembuh, jangan terlalu banyak aktivitas seperti ini. Lebih baik kau istirahat saja”, Kyuhyun mencegah So Ra. “Sudahlah, duduk saja dan nikmati jus itu. Aku tidak akan lama”, kata So Ra. Beberapa waktu kemudian, So Ra telah menyelesaikan masakannya itu dan meletakkannya di meja makan. “Makanlah”, kata So Ra. Kyuhyun mulai mencicipi masakan So Ra. Kemudian ia tersenyum sambil mengacungkan jempolnya sebagai pertanda bahwa masakan So Ra itu enak. So Ra balas tersenyum dan ikut makan.

***

            “Astaga, tempat ini kotor dan berantakan sekali. Mungkin karena tak pernah dibersihkan”, kata So Ra begitu masuk ke gudang. “So Ra-ssi, aku pulang dulu ya”, kata Kyuhyun. “Eh ? Apa yang sedang kamu lakukan ?”, tanya Kyuhyun begitu melihat So Ra yang sedang menangkat sebuah kardus berisi boneka. Boneka-boneka itu berasal dari para penggemar Jonghyun. “Aku sedang membersihkan gudang, aku tak bisa melihat tempat yang berantakan dan kotor seperti ini”, jawab So Ra. “Eish, kamu ini ! Apa kamu tak ingat ? Kamu baru saja sembuh ! Malah bersih-bersih. Tunggu, jangan-jangan kamu yang selalu membersihkan rumah ? Jadi kamu kelelahan ?”, Kyuhyun sedikit meninggikan nada bicaranya. “Bukan begitu, lagi pula sejak dulu aku baik-baik saja jika harus bersih-bersih atau melakukan aktivitas apapun. Aku hanya pernah mengalami sakit seperti kemarin saat aku mengikuti acara pendakian saat SD”, jawab So Ra jelas. “Baiklah, kalau begitu sini aku bantu”, Kyuhyun ikut membersihkan gudang. “Oppa, bukankah tadi ingin pulang ? Sudahlah, biar aku bantu”, ucap So Ra. “Sudah, ayo cepat kita selesaikan”,  Kyuhyun tak menghiraukan.

2 jam kemudian So Ra dan Kyuhyun menyelesaikan pekerjaan mereka. Kyuhyun sudah bersandar di sofa ruang tengah untuk istirahat. Namun So Ra tidak, ia masih membersihkan kamar Jonghyun. “Se-rapi apapun dia, kertas-kertas berserakan dimana-mana. Emm, sepertinya semua ini adalah aransemennya”, ucap So Ra seraya membersihkan kamar Jonghyun. So Ra memulai dari membersihkan meja belajar.

“So Ra-ssi ! Apa yang sedang kamu lakukan ?”, tanya Kyuhyun begitu melihat So Ra sedang di kamar Jonghyun. “Ah, oppa ! Aku sedang membersihkan kamar Jonghyun. Kemarin aku belum sempat  membersihkannya”, So Ra meneruskan pekerjaannya. “Kau itu ! Apa tak lelah juga ? Baiklah, sini aku bantu lagi”, Kyuhyun membantu So Ra mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan. “Sepertinya dia sedang membuat aransemen lagu, sebelumnya aku tak pernah lihat kamarnya berantakan seperti ini”, kata So Ra sambil merapikan kertas. “Ah iya, sepertinya aku harus mencuci selimut ini”, So Ra segera mengambil selimut di tempat tidur Jonghyun. Namun di seberang, Kyuhyun sedang menduduki selimut itu. So Ra sekuat tenaga menarik selimut itu. “Oppa ! Engh ..Ber.. Berdi..  Berdirilah !”, So Ra menarik selimut itu. Spontan Kyuhyun berdiri dan So Ra terjatuh. Suara benturan tubuh So Ra ke lantai cukup keras. “So Ra-ssi ! Kau baik-baik saja ?”, Kyuhyun langsung berlari ke So Ra.

Jonghyun pulang. Ia masuk ke apartemen. “Eh ? Apakah di rumah ada orang ? Bukankah ini sepatu So Ra ? Ah iya ! Hari ini ‘kan sudah waktunya So Ra pulang !”, Jonghyun teringat. Ia segera berjalan masuk menuju ke kamarnya. Di kamar, Kyuhyun yang berlari ingin menyelamatkan So Ra justru terpeleset karena selimut yang jatuh dan ia menimpa So Ra yang  sudah terbaring di lantai. Bibir Kyuhyun jatuh tepat di bibir So Ra. Jonghyun yang melihat pintu kamarnya terbuka, langsung  masuk begitu saja. Pemandangan di depannya membuat matanya terbelalak, hingga menjatuhkan tas yang sedang ia genggam. Bagaimana tidak ? Kyuhyun dan So Ra sedang berciuman !

Bersambung


One thought on “Music Love Story-Part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s