BLOOOMM! THE FLOWERS OF LOVE [part 3]


BLOOOMM!!! THE FLOWERS OF LOVE

[part 3]

 

Nama author           : Pipah, afifah

Cast                : Seohyun,minho, donghae, sulli, jinki and others.

Genre                        : romance, sad. Ahh entahlah !

Tipe                : part !!

 

Anneyong haseo….. hahahhaha..aku pipah balik lagi… karena bias utamaku seo unie.. jadi readers sekalian tak akan menemukan ff karyaku yang main cast yeojanya bukan seo uniee..

mianhae readers yang dah nunggu ni ff.. peluk+cipika-cipiki readers satu-satu..

Adakah yang kangen ma aku…huhu~#d tendang ke pucuk monas.. whehehe

Mianhae ff you can do it, me too ga sempat di balas.. pulsa modemku kering kerontang.hehe. mianhae juga yang tidak suka akan pair sunny dan kyu oppa. Soalnya aku bingung mau di pairkan dengan siapa..dan mianhe terutama bagi readers yang kecewa akan ending wonseo. Mau bagaimana lagi. Aku hanya ingin berganti suasana dan menampilkan yang beda aja. haha ..

Ya.. berhubung tiap hari pulang sore dan buat tugas ini itu. lagipula beberapa hari yang lalu saya terkena musibah kecelakaan T.T jadi mianhae jika ffnya sangat molor..

Dilarang keras memperbanyak ff ini tanpa se ijin author. Kalu enggak tak sumpahin mules-mules. yang memperbanyak pokoknya itu ntar berurusan sama TUHAN..hehehe

Comment dong readers.. kalo nggak ntar di sumpelin minho oppa pake toak lho.. wekkk~

Tanpa banyak cing cong…. inilah.. BLOOOM !! THE FLOWERS OF LOVE..

Seohyun POV~

“ya.. sulli kita mau kemana sih..jeball katakan, aku masih ada urusan.”pintaku pada sulli namun tak di gubris olehnya.

“Bagaimana ini, minho tukang suruh itu bisa murka kalau aku tidak datang. Hasshh kenapa harus berpikir seperti itu sih?? Mungkin Itu tadi kan hanya bercanda saja. Ah tentu tidak serius, mana mungkin. Ahh tidak … tidak serius”batinku sambil mengacak-acak rambutku sendiri.

“eoni.. kita sudah sampai..tarrraaraaarrraa!”pekik sulli girang

“mwoo… tempat ini kan??”teriakku spontan..

“lho eoni tahu siapa pemilik rumah ini?”tanya sulli bingun akan teriakanku barusan

“hahh.. anio. Anio. Aku tak tahu.”bohongku. padahal jelas-jelas aku tahu siapa pemilik rumah ini. ya. Penghuni rumah ini adalah bawahanku #plakk. Maksudku donghae dan adiknya yang juga anggota sone. Kalau tidak salah onew.

“hyaa..!!”sulli mau apa kita ke mari. aku buru-buru. Cepatlah” rengekku

“tunggu sebentar eoni. Aku sedang menunggu seseorang..’jawabnya sambil terus mengamati rumah di depan kami dengan seksama

“kalau kita kemari untuk apa bengong di depan rumah orang seperti ini. kau mau kita di sangka maling/ atau penguntit/mata-mata hah??”tuduhku panjang lebar.

“tenanglah eoni. Kalau eoni berisik seperti ini nanti ditinggal minho oppa lho..”tukasnya tanpa dosa. Hanya ku balas cibiran

Tiba-tiba dari rumah donghae dan onew keluarlah seorang namja berpostur tubuh yang lumayan tinggi, hidung mancung dan kulit putih mulus yang tak lain dan tak bukan adalah onew namdongsaeng ikan bawel itu.

“matilah aku. Bagaimana kalau onew mengenaliku..”gumamku. buru-buru ku tundukkan kepalaku agar onew tak mengenaliku. Sekilas ku lihat sulli diam mematung saat melihat onew. Ku rasa ia terpesona. Haha

“haii.. sudah lama menungguku ya?”tanya onew

“ohh.. anio. Kami baru saja datang kok oppa…”jawab sulli

“oo.. ku kira sudah lama. Ehh, nuna ini siapa sulli?”tanyanya lagi seraya menunjukku

“ohh.. anneyong. Seo joo hyun imnida. Panggil saja seohyun.!”ucapku tegas

“eoni tak perlu lah seformal itu. haha. Seo eoni ini adalah yeojacingu minho oppa, alias calon kakak iparku..”ujar sulli sambil cengar-cengir [?] ga jelas. Dan hanya ku balas tatapan haus pembunuhan.

“oohh.. ayo masuk dulu. Tidak sopan berbicara di pinggir jalan seperti ini.”ujar onew

“oohh, oppa kami buru-buru, aku hanya ingin menyerahkan ini..”ucap sulli seraya menyerahkan sebuah amplop. Surat cinta mungkin. Haha

“aku harap oppa datang di acara ulang tahunku..”ucap sulli pelan

“mianhae sulli. Ku rasa aku tak bisa datang di acara pestamu itu. aku ada janji dengan hyungku..”jawabnya. yang berhasil membuat sulli menunduk dengan bibir bergetar.

“tapi oppa… oppa bohong kan? Apa gara-gara minho oppa? Ku mohon oppa. Itu kan masa lalu kita. Minho oppa tidak akan marah-marah. Sekarang status kita hanya teman kan oppa?.”tanya sulli bertubi-tubi sambil menahan air matanya

“aku tahu. Tapi mungkin di mata minho hyung sama saja. Aku tak ingin menghancurkan persaudaraan kalian.”tukasnya sambil melangkah memasuki rumahnya.

Aku melongo. Melihat adegan barusan. Apa-apaan ini. aku tak mengerti arah pembicaraan mereka. Ku lihat wajah sulli terus menunduk dan terdengar suara tangisan. Ku tarik tubuhnya ke dalam pelukanku agar ia tidak semakin sedih.

“semua pasti akan baik-baik saja. Walaupun aku tak mengerti apa yang terjadi di antara kalian. Tapi cobalah ceritakan padaku, pelan-pelan saja. Mungkin itu akan meringankan rasa sakitmu..”bisikku tepat di telinganya. Dan ia pun membalas dengan anggukan.

Lalu ku seka air mata yang membasahi matanya dan seraya pergi meninggalkan rumah itu.

Seohyun POV END~

 

Sulli POV~

In taman…^^

Al hasil, eoni menarikku ke sebuah taman terdekat untuk menenangkanku mungkin. Ku dudukkan pantatku di sebuah kursi di taman tersebut dan eoni ikut mendudukkan dirinya di sebelahku. Dan suasana menjadi hening. Hanya ada suara isakan yang cukup jelas. Aku masih sesenggukan sambil menunduk. Perasaanku hancur, padahal jinki oppa adalah orang yang sangat aku tunggu kedatangannya. Tapi ia menolak untuk pergi ke ulang tahunku.

“sulli.. sudahlah jangan menangis terus. Aku jadi bingung kalau mendapati kau menangis seperti ini terus.”kata seo eoni mulai membuka pembicaraan

“aku tak tahu letak kesalahanku pada minho oppa, sehingga oppa melarang keras aku berpacaran dengan jinki oppa. Saat itu aku membawa jinki oppa ke rumah untuk ku kenalkan pada eomma dan minho oppa. ..“paparku mulai bercerita

FLASHBACK#

“kajja oppa.”pintaku sambil membuka pintu rumahku.

“ne..”jawabnya sambil mengekor di belakangku

“anneyong eomma.. aku pulang.”teriakku pada eomma sambil berhambur ke dalam pelukannya.

“ne.. anneyong sulli-ah ..siapa namja manis ini  chagi..?”tanya eomma sambil melirik jinki oppa

“aneyyong haseo. Lee jinki imnida.. saya adalah..”sapa jinki oppa terputus

“haha.. kau pasti namjacingu sulli ya?”tanya eomma tepat sasaran. Dan kami berdua hanya mengangguk malu.

Krekkk~..

“anneyong.. aku pulang.”ujar seseorang yang ku yakin adalah minho oppa.

“anneyong oppa..”balasku sambil bergelayut manja di lenganku

“yeodongsaengku kenapa terlihat sangat bahagia?”tanya oppa menggodaku

“anio.. ohh. Aku hanya ingin memperkenalkan namjacinguku pada oppa.”paparku sambil senyum gaje

“jinjja? Wah dongsaengku sudah tahu pacaran rupanya.”jawab minho oppa

“jinki oppa. Ini oppaku..”teriakku

“KAU…”teriak minho oppa mengagetkan kami semua

“oppa..”bisikku

“sulli.. aku tidak setuju kau berpacaran dengan namja ini..”ucap minho oppa dingin

“MWO..wae oppa?”pekikku

“sudah ku bilang kan kalau aku tidak setuju. Dia tidak pantas menjadi namjacingumu.”lanjut minho oppa

“tapi oppa..”sergahku

“tidak ada tapi-tapian. Kau harus menurutiku kalau masih berniat menjadi dongsaengku. Kalau kau masih berhubungan dengan namja ini. ku pastikan, kau bukan dongsaengku lagi.”papar minho oppa seraya menaiki tangga

“yya.. choi minho apa-apaan kau!!”teriak eomma namun tak di gubris minho oppa sedikit pun

“jinki oppa. Apa yang terjadi di antara kalian?..”ucapku parau sambil manahan tangis

“anio.. gwechanayo. Aku mengerti. Sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini. mianhae telah membuat oppamu marah padamu..’ucap jinki oppa seraya meninggalkanku dan eoma

“eomma..hiks.hiks. apa salahku pada minho oppa. Aku sudah terlanjur mencintai jinki oppa eomma.”lirihku dalam pelukan eomma

“eomma juga bingung sulli-yya. Kau tahu sendiri kan, oppamu seperti apa. Sebaiknya kau tahan perasaanmu, eomma tahu ini sangat menyakitkan untukmu. Tapi eomma mohon. Ini demi keutuhan keluarga kita. Nanti eomma akan bicarakan pelan-pelan pada oppamu itu.”papar eomma menenangkanku

FLASHBACK END#

Jadi seperti itulah eoni, kisahku bersama jinki oppa. Sejak kejadian itu jinki oppa terus menjauhiku, bahkan saat bertemu pun ia tak menyapaku sama sekali. Dan lagi, sikap minho oppa berubah drastis. Ia menjadi namja yang sangat dingin dan angkuh, termasuk padaku.

“jadi kau tidak tahu sama sekali apa yang menyebabkan oppamu membenci jinki?”tanya seo eoni padaku

“ne.. aku memang sengaja tidak menanyakannya. Aku terlalu takut menghadapi minho oppa. Tapi ia bersikap lebih manis setelah mengenal eoni.”ucapku

“mwo.. apa kau bilang sulli?”tanya eoni inocent

“anio.. bukan apa-apa. Kajja eoni kita pulang. Eommaku ingin bertemu dengan eoni.!”ucapku seraya meninggalkannya yang masih bengong menunggu jawabanku atas pertanyaanya

“Hya.. sulli, sudah ku bilang jangan bicara setengah-setengah. Itu menyebalkan. Hasshh, tidak oppanya tidak dongsaengnya hobi sekali bicara setengah-setengah.”pekiknya kesal

Sulli POV END~

 

Seohyun POV~

#Choi home#

“eoni tunggu di sini sebentar, aku mau memanggil eommaku.” ujarnya seraya menjauhiku

Tak lama kemudian sulli datang bersama wanita paruh baya.

“anneyong.”sapaku sambil membungkuk hormat padanya

“ne.. anneyong. Jadi kau ya, yang bernama seohyun?”tanyanya

“ne.. seo joo hyun imnida..”ucapku memperkenalkan diri dan membungkuk lagi

“hahha.. tidak perlu seformal itu pada calon mertua seo~a.. “ucapnya yang sukses membuatku kaget setengah mati

“mwo.. calon mertua.?”tanyaku bego

“ne.. lho bukankah kau itu yeojacingu anakku minho? Ohh perkenalkan aku choi sooyoung eomma sulli dan minho”paparnya

“mwo.. anio ahjumma. Aku bukanlah yeojacingu minho. Kami hanya teman.”ucapku menjoba meluruskan kesalah pahaman ini. dasar satu keluarga sama saja, suka seenaknya berpendapat #plakk

“ohh.. padahal aku berharap kau itu yeojacingunya. Soalnya kau adalah yeoja pertama yang dibawa ke rumah ini oleh minho. Haha.!”godanya padaku

“lalu ada apa ahjumma menyuruhku ke sini?”tanyaku to the point

“aku ingin minta bantuan padamu. Kau tahu kan sulli dan minho sering bertengkar. Dan kau juga sudah dengar dari sulli kan kalau minho tidak pernah mau membantunya mengerjakan PR.”paparnya soo eomma

“ne.. lalu.?”lanjutku

“ahjumma minta kau mau menjadi guru les privat sulli. Karena sulli sering mengalami kesulitan dalam belajar. Dan kemarin sulli merengek ingin menjadi muridmu. kau tenang saja masalah gajimu tidak perlu dipikirkan. jadi apa kau bersedia seohyun?.”

“ayolah eoni.. ku mohon, memang eoni mau melihat nilaiku semakin turun dan lagi apa eoni tidak kasihan padaku, karena dimarahi oppa terus..”rengek sulli padaku

“hhhmm.. ne . aku mau”ujarku akhirnya

“yeyyyyy.. gomawo eoni “teriaknya sambil memelukku

Cukup lama juga sih aku mengobrol dengan mereka. Soo ahjuma yang mempunyai 2 anak, tetapi masih seperti anak muda. Ya, bisa di bilang ahjumma-ahjumma gaul. Tapi ingat bukan girang ! #plakk. Dia juga sama cerewetnya dengan sulli. Sampai-sampai aku lupa dengan minho. Haha.

“gomawo eoni. Hari ini sudah mau menjadi guru les privatku. Besok aku akan selalu menjemput eoni di kelas. Oke..”ujar sulli padaku.

“ne.. kalau begitu aku pamit pulang dulu sulli dan ahjumma.”pamitku. saat aku bangkit dari dudukku . tiba-tiba pintu ruang tamu itu terbuka. Dan muncullah sesosok manusia yang sangat tidak asing bagiku. Tapi mengapa wajahnya masam seperti itu.

Ia pun menatapku tajam saat melihatku. Lalu berlalu begitu saja melewatiku. Tanpa menyapa atau pun menyunggingkan senyum. Huhh

“yya.. oppa kenapa tidak sopan sekali pada seohyun eoni.”teriak sulli yang berhasil menghentikan langkahnya menuju anak tangga lalu berpaling melihatku

“memangnya harus??”ujarnya dingin

“yya.. minho-yya antarkan seohyun pulang ini sudah hampir malam. Tidak baik kalau dia pulang sendirian.”perintah soo ahjummma pada anak sulungnya itu

“dia kan sudah besar. Biarkan saja dia pulang sendiri.”jawabnya dingin lalu mulai menaiki anak tangga menuju kamarnya

BRAKKKK~

Terdengar suara pintu dibanting sangat keras. Dan yang ku tahu itu berasal dari kamar minho. Mengapa dia marah? Apa salahku sihh? Dasar.batinku

“yakk..oppa..”teriak sulli

“sulli sudahlah. Mungkin oppamu sedang lelah setelah bermain basket. Ohh ya, seohyun pulang diantar supir ahjumma saja yya?”tanya soo ahjumma

“anio.. tidak perlu ahjumma. Aku bisa pulang naik bis. Lagipula masih banyak bus yang lewat kok ahjumma.”jelasku pada sulli dan soo ahjumma

“eoni jangan lupa pada hari ulang tahunku, eoni harus datang. Kalau tidak aku sendiri yang akan menyeret eoni ke mari #duakk..”pekik sulli seenaknya

“whatt!!. Ne arasso.arasso. akan ku usahakan datang. Anneyong sulli dan ahjumma.”pasrahku

“ne.. kalau begitu hati-hati” ujar soo ahjumma. Yang ku balas dengan anggukan singkat.

di dalam bus…

mereka sangat baik dan ramah padaku. pasti aku tidak akan pernah kesepian jika hidup dengan keluarga seperti mereka. Haha. Tapi kenapa minho bisa lahir dari wanita sebaik dan seramah soo ahjumma ya. Kalau dipikir-pikir sifat mereka bertolak belakang. Dasar. Ehh kenapa tadi dia marah hanya gara-gara main basket sihh. Dasar babo.

“eh tunggu.. bermain basket..hashh seohyun pabo!!”ucapku saat ingat bahwa tadi aku tidak datang menonton permainan basketnya. Tapi mengapa gara-gara aku. Mana mungkin ia marah hanya gara-gara aku tidak datang sih.. akh. Pusing.

Kususuri jalan gang sempit menuju rumahku. Dan tepat di depan rumahku terdapat sebuah sepeda motor yang tak asing lagi bagiku.

“donghae oppa..”sapaku

 

Seohyun POV END~

 

Donghae POV~

Sudah lebih dari 2 jam aku menunggunya disini. Namun ia tak juga muncul. Aku khawatir sekali padanya.

“donghae oppa..”sapanya padaku. namun aku tak menanggapinya. Aku segera menarik tangannya agar ia mengikutiku

“oppa.. ada apa sihh?”tanyanya

“sudah jangan cerewet. Ikut saja.”tukasku dingin lalu melajukan motorku dengan kecepatan tinggi

Aku tahu ia sedari tadi diam karena ia tahu sifatku. Aku paling benci ditanya-tanyai saat sedang marah. Dan kurasa ia menyadari jika aku sedang marah.

“ayo turun..” ucapku. Dan ia hanya menurutiku sambil mengekor di belakangku

Aku mengajaknya ke taman tempat kami biasa bertemu atau sekedar menikmati suasana dimalam hari. Kulirik sepintas raut wajahnya yang sedkit sendu. Aku memang tidak ahli marah terlalu lama padanya.

“seo~a…”ucapku memecah keheningan ini. lalu ia menoleh dan memasang tampang rasa bersalahnya

“babo..sudah ku bilang berulang kali. Jangan pasang wajah tidak berdosamu itu.”pekikku lalu ia pun tersenyum padaku

“arasoo.. habis aku bingung pada oppa. Aku tidak melakukan apapun, tapi sikap oppa dingin seperti itu..”jawabya

“haha.. apa aku seseram itu saat marah??”candaku.

“haiisshh.. selalu saja seperti itu. menyebalkan sekali.”tukasnya

“kau tahu geng shawol musuh bebuyutanku yang pernah aku ceritakan padamu?’tanyaku

“ne oppa.. memang ada apa oppa?”tanyanya balik

“pimpinan mereka telah kembali. Dan kemarin rencananya ia ingin melawanmu. Tapi kemarin kau malah menghilang entah kemana.”jelasku padanya. lalu raut kesedihanya muncul kembali

“mianhae oppa. Kemarin aku membuat tugas sampai larut malam. Lalu aku malah tertidur di rumah temanku itu oppa?”paparnya

“jinjja? Siapa? Yeoja atau namja?”tanyaku bertubi-tubi padanya

“haissshh.. ikan bawel seperti oppa memang tidak bisa diam..”ucapnya sambil berlari

“kodok jelek bilang apa kau..”teriakku seraya mengejarnya #film india mode on

“hehh.. kau itu kodok. Harusnya larimu pelan. Tapi kau berlari seperti kuda. Dasar aku lelah. Ayo pulang.”pintaku

“dasar oppa payah. Ne.. ayo ini sudah malam.”ujarnya

###@

“gomawo oppa sudah mengantarku pulang..”tukasnya seraya menjauh pergi

“seo chakkama. Ini handphone untukmu. Agar aku mudah menghubungimu jika ada pertandingan mendadak seperti kemarin. Dalam handphone ini juga sudah ku isi nomor semua member sone”jelasku yang diikuti anggukannya

“ne.. gomawo oppa. Untuk menebus kesalahanku, aku mau oppa mengatur pertandingan ulangku dengan pimpinan shawol itu.?”tukasnya

“ne..ne.. aku tahu kau pasti akan mengatakan hal itu.  aku pulang dulu. Ehh, bayarannya 2x lipat lho jadi jangan lupa..haha. Anneyong.”pamitku padanya lalu mulai melajukan motorku

Sesampainya di rumah………..

“aku pulang….”sapaku pada penghuni rumah. Dan terlihat ekspresi bingung appa, eomma dan jinki yang sedang menontong televisi karena kehebohannku tadi. Tidak peduli tatapan mereka, aku hanya langsung ngeloyor pergi

“apa yang terjadi pada hyungmu jinki-ahh ?”tanya appa pada dongsaengku, jinki

“molla.. aku tidak tahu. Saat pergi auranya seperti ingin membunuh. Tapi saat pulang seperti mendapat undian lotre saja”kata eommaku

Donghae POV END~

 

Seohyun POV~

Sinar matahari yang mulai meninggi mulai mengusik tidurku. Ku buka mataku sambil berjalan malas menuju kamar mandi. Padahal jarak rumahku dengan sekolahku cukup jauh tapi memang pada dasarnya aku adalah yeoja yang sulit bangun pagi, ya jadi beginilah . harus siap menjalani hukuman karena terlambat.

Hupp.. akhirnya aku dapat lolos dari gerbang yang hampir tertutup itu. hehe. Kebiasaanku setiap pagi. Padahal pelajaran dimulai pukul 7.30 tapi gerbang sudah tutup jam 7 tepat. Hahh. Sekolah yang membingungkan #plakk

Ku telusuri koridor-koridor kelas yang biasa aku lewati menuju kelasku. Saat sampai di depan kelasku. Aku kaget bukan main. Banyak sekali poster-poster, spanduk, dan yeoja-yeoja yang mengerubuni kelasku.

Aku memang sudah terbiasa dengan suasana seperti ini semenjak si sotoy itu datang. Tapi kali ini yang membuatku sedikit kaget adalah isi dari poster dan spanduk itu.

Di salah satu spanduk tertulis “choi minho finghthing!!” , “kami turut sedih!”, ‘choi minho harus semangat” by : ‘CMFCL’ . hahhh apa pula itu. tanyaku pada diri sendiri.

“melamunkan siapa sihh..”tanya seseorang di belakangku

“yya.. taeng. Jangan mengagetkan aku. “kesalku

“habiss. Kau asik sekali melamunnya, sampai terkekeh sendiri.”jawabnya

“anio..sudah aku mau masuk”ucapku lalu menuju bangkuku

Cukup sulit untuk menembus kerumunan fans minho itu. benar-benar butuh tenaga ekstra. Dan setelah berjuang menuju mejaku. Aku sangat kaget melihat minho sedang bercanda dengan yeoja-yeoja pengagumnya itu. menyebalkan. Padahal tidak biasanya dia seperti ini. biasanya kan ia tak pernah menanggapi mereka.

Saat aku meletakkan tasku pada mejaku. Tiba-tiba semua hening. Candaan dan tawa minho dan yeoja-yeoja itu menghilang seperti ditelan bumi. Dan anehnya mereka semua menatapku ‘aneh’. Dan sekilas minho melihatku tajam.

“permisi .. aku hanya meletakkan tasku!”ucapku lalu pergi dari kerumunan orang tidak penting itu. setelah aku keluar dari kerumunan itu suara tawa dan candaan itu kembali bergemuruh. Akhh aku pusing.

“gwecanayo seo..?”tanya taeyeon padaku

“anio.. taeng temani aku ke taman sekolah yukk. Aku pusing jika terus disini”ujarku seraya melirik tajam pada minho yang asik ketawa-ketiwi

“ne.. kajja”jawab taeyeon seraya merangkul tanganku

Tamannnn….

“pabo.. lama-lama aku bisa gila kalau tiap pagi harus menghadapi yeoja-yeoja fans minho itu..!”ucapku membuka pembicaraan

“kau cemburu ya?”goda taeyeon

“hassshh.. mana mungkin. ‘choi minho kami turut sedih’ untuk apa pula. Dan lagi siapa itu ‘CMFCL’ hah.. dasar kurang kerjaan.” Paparku

“itu nyatanya kau perhatian sekali pada minho. Mengakulah seohyun. aku sudah bersahabat denganmu 2 tahun. Lho memang kau tidak tahu berita yang sedang heboh pagi ini?”tanyanya balik dan ku lanjutkan dengan menggelengkan kepalaku

“mwo.. padahal semua sudah tahu sejak kemarin. Jadi minho itu kemarin di keluarkan dari tim basket inti, menjadi pemain cadangan”jawabnya

“mwo.. mana mungkin. Dia bermain sangat bagus saat aku menunggunya pada pertandingannya yang pertama. Dia pemain yang bagus.”kagetku

“mwo.. menunggunya bermain?”tanya taeng penuh selidik padaku

“hasshh.. jangan berpikiran yang tidak-tidak. Kau tau kan tugas yang diberikan seongsaenim. Gara-gara aku di hukum dengannya. Aku jadi satu kelompok dengannya. Dan saat itu dia ada pertandingan. Jadi mau tidak mau aku harus menunggunya bertanding dululah.”jelasku

“hhmm.. jadi begitu. Tapi aku dengar dia bermain buruk kemarin. Tapi kalian kompak ya. Berhasil membuat makalah dalam waktu sehari. Padahal makalah itu materinya cukup sulit lho..”ujaranya

“kompak bagaimana. saat itu aku malah tertidur di rumahnya. Jadi dia yang membuatnya sendiri..”ucapku keceplosan

“mwo.. kau tidur di rumah choi minho..”pekiknya yang sukses mendapat jitakan dariku

“yaa.. tidak perlu berteriak. Aku tidak tuli. Lagipula apanya yang dibanggakan sih kalau bisa tidur di rumahnya…’tanyaku meremehkan

“yakk.. dia itu incaran semua yeoja disini. Yya tidak semua sih. ..”jawabnya

“ya.. kau menyukainya ya.. aku tidak tertarik padanya. sikapnya sangat menyebalkan. Apalagi pagi ini dia sok tebar pesona..”elakku . ya aku tahu aku berbohong pada perasaanku sendiri saat ini. aku terlalu malu mengakuinya

“anio.. aku lebih suka melihatmu dengannya. Haha. Itu tandanya cemburu tau!!”teriaknya

“yya. Jangan teriak. Aku tak cemburu. Aku harus berapa kali mengucapkannya padamu”bohongku

“ne..ne.”pasrahnya

“ehh .. siapa sih ‘CMFCL’ ..?”tanyaku

“ohh.. mereka. ‘Choi Minho Fans Club Lovers’ ya semacam organisasi pecinta choi minho.“jelasnya padaku

“mwoo. Apalagi itu. dasar, benar-benar kurang kerjaan.”kesalku

“biarkan sajalah.. seohyunie ayo kembali ke kelas sudah hampir masuk. Nanti kita di hukum lagi oleh seongsaennim..”pintanya dan mendapat anggukan olehku

“kajja..”seruku

Kami masuk ke dalam kelas. Dan ternyata kelas sudah sepi. Tidak terlihat lagi yeoja-yeoja pemuja choi minho itu. dan kini mataku tertuju pada seorang namja yang tengah konsentrasi membaca buku pelajaran. Ya choi minho. Siapa lagi? Hanya dia yang mampu membuat pikiranku terus menerus fokus padanya.

##@@

Hari-hari yang menyebalkan. Aku dan minho tidak berbicara sedikit pun setelah hari itu. padahal kalau dihitung-hitung sudah sekitar 5 hari aku dan ia perang dingin. Setiap pagi ketawa-ketiwi bersama fansnya tanpa menyapaku. Saat pulang sekolah langsung melesat juga. Bahkan saat aku mengajari sulli di rumahnya, aku juga sering berpapasan dengannya. Tapi seperti biasa ia tidak menggubrisku.

Padahal aku selalu mencoba menyapanya duluan atau bahkan hanya sekedar tersenyum. Tapi dia tak membalasnya #gondok bgt kan?. Tapi aku enggan menanyakan apa salahku sehingga kami berperang dingin seperti ini. aku terlalu malas menanyakan. Paling juga tidak di gubris, aku tersenyum saja tidak dibalas olehnya. Dassar.

Dan ini hari ke-6 ku berperang dingin dengannya. Ku langkahkan kakiku menuju pagar rumah minho dan sulli . ya, aku baru saja selesai les dengan sulli.

Hari masih menunjukkan pukul 6 petang. Padahal biasanya aku baru pulang mengajari sulli pukul 7 malam. Lumayan lah pulang awal. Hehehe #author banget!!

Ku tunggu bus  di halte untuk pulang ke rumah. Tiba-tiba hujan turun sangat deras. Membuatku cukup kedinginan di halte itu. apalagi aku menunggu bus seorang diri di halte itu. tapi aku sudah terbiasa dengan ini. sudah 3 bus yang ku stop[?], namun tidak ada yang berhenti. Karena semua bus penuh sesak. Mungkin karena ini waktu pulang kerja dan lagi hujan yang cukup deras.

Ku senderkan tubuhku di salah satu bangku tunggu di halte ini. di seberang jalan aku melihat seorang namja yang sedari tadi mencoba memasukkan bola basket ke dalam ring, namun ia tidak juga berhasil. Ku rasa ia bermain dengan kemarahan. Dan ku lihat ia membanting bola basketnya. Lalu tidur terlentang di bawah guyuran hujan.

“apa namja itu gila. Tidur di tengah hujan deras seperti ini?”tanyaku pada diri sendiri

Tunggu ku rasa aku mengenali namja itu. dan saat itu minho yang terlintas di pikiranku. Tapi ku tepis pikiranku yang mengatakan kalau namja itu adalah dia. Tapi rasa penasaran terus menghantuiku. Ku beranikan diri berjalan mendekatinya.

JDERRRR……….

JDERRR… hatiku bagaikan tersambar petir saat tahu siapa namja yang tidur terlentang di bawah guyuran hujan ini. dan benar saja ia adalah choi minho. Lalu ku payungi tubuh nya yang sudah basah kuyup itu.

Perlahan ia mulai membuka matanya. Dan aku tahu ia sangat kaget melihatku sedang berdiri sambil membawa payung.

“untuk apa kau disini..”ujarnya dingin seraya bangkit. Dan aku hanya diam tak bergeming menatapnya.

“cepat pergi. Aku tak ingin melihatmu.”ucapnya mengusirku. Aku melihat matanya yang sembab. Ku rasa ia habis menangis

“apa kau habis menangis?’tanyaku yang tak menghiraukan kalimat pedasnya tadi

“bukan urusanmu. Kau yang pergi atau aku yang pergi..”usirnya lagi. Namun aku tak segera menjawab pertanyaannya. Tiba-tiba ia mulai berbalik dan mulai melangkahkan kakinya.

“mianhae..”teriakku, dan berhasil membuatnya berhenti di tempat

“aku minta maaf jika telah membuatmu marah. Apa kau marah gara-gara aku tak datang pada pertandinganmu saat itu?” tanyaku. Namun ia tak mengucapkan sepatah katapun padaku.

“kalau aku memang bersalah. Apa ada cara agar kau memafkanku hah?? Apa kau tahu melihatmu seperti ini juga sangat menyakitiku. Aku juga merasa sakit jika kau terus seperti ini. apa kau tahu hah rasanya, saat orang yang penting dalam hidupmu tiba-tiba marah tanpa alasan padamu?”tanyaku bertubi-tubi dan mulai menangis

Semua terasa hening saat ini. ia masih saja tak bergeming dari tempatnya.

“aku menyerah. Aku tak lagi mengerti jalan pikiranmu. Padahal aku sudah berusaha semampuku untuk menghadapimu. Ku pikir aku memang bodoh. Bagaimana bisa seorang choi minho merasakan apa yang dirasakan seorang yeoja sepertiku..”ucapku berusaha kuat. Aku mulai membalik badanku dan berlalu darinya.

“jauhi aku..”ucapnya

“mwo..apa kau bilang!! Wae..waeyo?”tanyaku tak percaya akan ucapannya barusan. Dan berharap bukan kata itu yang keluar dari mulutnya.

“sudah ku bilang kan JAUHI AKU. Kau tahu, aku sangat membencimu. Dan aku ingin kau pergi dari hadapanku.”teriaknya sambil mencengkeram pundakku

Air mataku sudah tak dapat ku bendung lagi. Dan kini air mataku telah menyatu dengan air hujan yang ikut menemani situasi yang paling dramatis[?] ini. aku yang sangat shock hanya bisa diam membisu di tempatku. Dan ku sadari minho sudah berbalik arah meninggalkanku.

Ingin rasanya ku mengejarnya dan  menanyakan letak kesalahanku. Dan apa maksudnya menyuruhku menjauhinya. Tapi tubuhku bergetar hebat aku tak dapat bergerak se inci pun.

Tiba-tiba dari belakang aku di bekap seseorang dengan paksa. Aku mencoba memberontak. Tapi semuanya sia-sia, tubuhku lemas seketika dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

Seohyun POV END~

 

Someone POV~

Dasar yeoja murahan. Minho sudah menyuruhnya enyah dari hadapannya tapi masih saja mengejarnya.

“hya yesung-ssi.! apa benar yeoja ini yang selalu menempel pada minho hah?”tanyaku pada mata-mataku yang selalu mengawasi gerak-gerik minho

“ne.. fanny-ah. Aku sering melihatnya dengan minho.”jawab namja yang bernama yesung itu.

“hah. Dasar yeoja tengik. Beraninya dia. Cihh. Akan aku perlihatkan apa arti dunia yang sebenarnya padamu. Dan akan aku buktikan padamu apa akibatnya berurusan denganku.”kataku sambil ber-evil smile

“tapi kau harus berhati-hati fanny-ah. Ku rasa minho sudah mencium gerak-gerik kita.”ucap yesung

“diam kau. Aku tahu apa yang harus aku perbuat.”ucapku sinis

Aku menyekap yeoja ini di salah satu rumah yang tak berpenghuni. Tiba-tiba ia menggeliat. Ku rasa ia mulai sadar. Aku mengikatnya di sebuah kursi serta menutup mulutnya dengan plester.

“hmmppff..hmmppf..?”ucapnya yang tertahan karena mulutnya ku bungkam

“tenanglah. kau ada di markasku nona manis. Tidak perlu se-tegang seperti itu.”kataku sinis. Tiba-tiba ia mulai memberontak. Lalu ku tampar dia.

PLAKK..dan juga ku jambak rambutnya yang tergerai tapi berantakan itu.

Lalu ia mulai menatapku tajam. Tatapan yang cukup buas. Hahaha. Tapi aku suka.

“huuuu.. tatapan yang mengerikan untuk yeoja sepertimu. Aku takutt..??”godaku. lalu ku buka plester yang tadi membungkam mulutnya dengan paksa. Dan ku dengar ia sedikit merintih.

“siapa kau.lepaskan aku.!”pekiknya seketika

“waww.. suaramu lumayang keras ya. Tidak perlu sungkan, berteriaklah semaumu. Tapi ku rasa akan sia-sia. Akan membuang energimu saja. Ohh. Kau ingin berkenalan denganku ya. Aku Tiffany, yeojacingu choi minho.”ucapku santai seraya duduk di sebuah kursi berhadapan dengannya

“siapa pun kau. Aku tak peduli. Apa maumu?? Cepat lepaskan aku..”ujarnya

“begitukah?? Mauku adalah memperkenalkan duniaku ini padamu. Aku tidak akan melepaskanmu sebelum bermain-main denganmu..”jawabku sinis

“apa maksudmu..!! apa salahku hahh!”teriaknya

“cihh. Dasar wanita penggoda. Sudah salah masih saja mengelak. Kau tahu, minho itu milikku. Dan hanya untukku. Tak akan ku biarkan siapapun mendekatinya termasuk KAU.”ucapku sambil menekankan kata terakhirku

“asal kau tahu. Tanpa kau suruh pun ia sudah menyuruhku menjauhinya.”ucapnya lirih

“Jadi cepat lepaskan aku atau aku akan..”tambahnya

“ohh.. itu memang pantas untukmu.   Atau apa?? Melepaskanmu sih, mudah saja. Tapi teman-temanku sedang perjalanan ke mari..”paparku

“teman-teman??”tanyanya

Krekk..teman-temanku sudah datang  hanya 6 namja. Tapi lumayanlah[?]

“bermainlah sepuas kalian padanya..’ucapku sambil menyeringai

“apa kami boleh bermain apa saja dengannya?”tanya salah satu temanku

“ne.. terserah kalian saja. Nikmatilah..”ujarku

“ANDWAEEEE…..”teriak yeoja itu saat teman-temanku mulai mendekatinya.

BRUAKKKK…

“choi minho..”teriakku kaget mendapati namja yang ku gilai itu mendobrak pintu ruangan ini sambil membawa sebuah tongkat di salah satu tangannya

Someone POV END~

 

Minho POV~

BRUAKKKK…

“choi minho..”keget tiffany saat aku mendobrak pintu markasnya itu.

“jangan sentuh yeojacinguku…”teriakku. dan mulai memukuli namja-namja brengsek yang hampir menyentuh seohyun. dan mereka semua tumbang dengan sekali pukulan tongkat baseballku #plakk, ya-iyalah

“yeojacingu?? Tapi minho dia itu yeoja penggoda. Ia tak pantas untukmu.”pekik tiffany geram

“lebih tidak pantas lagi jika kau yang menjadi yeojacinguku. Sudah ku bilang, cari saja namja lain. Aku tak ada perasaan apapun padamu. Dan satu lagi. Dia itu calon istriku. kalau kau masih menyayangi nyawamu, cepat pergi !.”paparku sambil melepaskan ikatan di tangan dan kaki seohyun

“sudahlah jangan menangis lagi. Aku sudah ada disini. Ayo cepat naik ke punggungku.”tegasku sambil menyeka air matanya lalu menggendongnya di punggungku.

“kau ku pecat!!”marahku saat berpapasan dengan tiffany.

Minho POV END~

 

Seohyun POV~

Badanku bergetar hebat. Aku tadi benar-benar takut setengah mati. Untung saja tadi minho datang. Kalau tidak, entahlah apa jadinya aku sekarang. Walaupun aku yeoja preman tapi aku benar-benar takut dengan hal-hal yang berbau kekerasan.

“choi minho. Kenapa kau tadi menolongku? Bukankah kau bilang aku harus menjauhimu?”tanyaku memecah keheningan

“karena pernyataan cintamu. Kau itu gadis nekat. Berada di dekatku hanya akan membahayakan dirimu sendiri.!”jawabnya yang membuatku mengerti, bahwa ia sebenarnya menghawatirkanku.

“mwo?? Kapan? Dimana?”bingungku

“sudahlah itu tidak penting. Sekarang kau sudah tahu kehidupanku. Aku tahu dunia kita berbeda. Dan Walaupun denganku kau hanya akan selalu mengalami hal-hal buruk, tapi ku mohon tetaplah mencintaiku seo~a. Tetaplah menjadi milik seorang choi minho, seo~a. Dan aku tak ingin berpisah darimu. Aku akan menjagamu seumur hidupku. ”paparnya yang membuatku terkejut mendengarnya. Jantungku pun mulai berdetak tak karuan.

“kau dan aku berpacaran menurutku bukan ide yang terlalu buruk #plakk.jadi sekarang kau sudah resmi menjadi menjadi yeojacinguku. Awas saja kalau kau berani melirik namja lain. Ku pastikan kau tak akan selamat.”ujarnya seenaknya

“hya minho. Ancaman macam apa itu? lalu tadi apa maksud calon istri hah? Jangan seenaknya ya membuat pernyataan. Orang bisa salah kira tahu?”jelasku

“aku hanya mengarang.”jawabnya singkat

“mwo.. apa-apaan itu. ngomong-ngomong pasti banyak sekali yeoja yang berharap kau gendong seperti ini ya??”tanyaku sambil tertawa ga jelas

“hah? Jinjja? MONYET kali..”tukasnya

WHHHAATTTTTTT… jadi dia hanya menganggap yang ada di punggungnya seekor monyet. Hah, menyebalkan. Tapi aku senang setidaknya aku resmi menjadi yeojacingnya.#duakk author iri tingkat akut

“gomawo.. chagiya”ucapku lirih

“mwoo. Apa kau bilang. Chagiya?”tanyanya yang membuatku tersentak menelan salivaku

“hehh.. jangan ngawur. !”ucapku asal sambil menyandarkan kepalaku di pundaknya. Menghirup wangi tubuhnya yang amat nyaman itu.

Seohyun POV END~

 

Minho POV~

Ku rebahkan badannya di ranjang king sizeku. Ia sudah tertidur sejak perjalanan pulang menuju rumahku. Karena aku tak tahu rumahnya. Ya, jadi ku bawa pulang saja ia ke rumahku. Lagipula eomma tak akan marah, apalagi melihat kondisi seohyun yang acak-acakan ini.

“apa yang sebenarnya terjadi?”tanya eomma menginterogasiku

“dia tadi di serang sekelompok preman di jalan untung aku sedang melewati jalan itu.”bohongku

“astaga.. kasihan sekali seohyun. kalau saja kau mau mengantarkan ia pulang pasti tidak akan terjadi seperti ini.”tukas eomma

“mianhae. Aku yang salah.”sesalku

“sudahlah. Sekarang kau keluar, biar eomma dan sulli yang menggantikan bajunya. Ia basah kuyup. Eomma rasa ia demam.semoga besok sudah lebih baik.”papar eomma

“arasso. Hati-hati.  Jangan sampai calon menantu eomma bangun.”pintaku sambil mengedipkan sebelah mataku

“calon menantu? Apa maksudnya eomma?”tanya sulli kebingungan dengan pernyataanku

“mereka sudah resmi berpacaran.”tegas eomma

“jinja??”pekik sulli lalu ku tatap tajam ke aranya

“arasso oppa..”kata sulli sambil nyengir buaya[?]

##!@@

“tidurlah yang nyenyak chagi~a. Mimpikan aku ya.”lirihku di telinganya. Lalu ku kecup keningnya sekilas dan membenarkan posisi selimutnya. Lalu aku pun beranjak menuju ke sofa yang berjarak 5 meter dari ranjangku.

siang harinya….

Matahari siang mulai menampakkan kekuasaanya dalam menyinari dunia#lebayy. Ku renggangkan ototku yang terasa kaku ini. hah. Tentu saja biasanya aku tidur di kasur yang super empuk. Tapi kali ini aku hanya tidur di sofa. Aku baru ingat kalau semalaman aku menjaga seohyun. ku lihat yeoja di ranjangku masih tidur dengan sangat nyenyak. Ku dudukkan pantatku di pinggir ranjangku. Dan akupun menyunggingkan senyumku saat ku belai pipinya yang nyaris putih mulus itu.

“demamnya sudah turun.”gumamku

Tiba-tiba i-phoneku bergetar..dan tertera nama eoma di layarnya.

“yeoboseo ..”ucapku malas.

“yahh.. minho-yya cepat bangun,ini sudah siang.. Bantu eomma menyiapkan  pesta ulang tahun adikmu. Eomma sudah memilihkan baju untuk sulli dan seohyun. dan eomma tahu kau tidur sangat nyenyak karena ada seohyun di kamarmu. Tapi sekarang eomma minta kau mengambil baju pesanan eomma itu. eomma juga sudah menyuruh bibi kim mengurus seohyun.“jelas eomma di sebrang sana

“ne..arasso. aku segera ke sana.”pasrahku

Segera ku ganti bajuku. lalu ku dekati yeoja yang sedari tadi belum bangun itu. ku sibakkan rambutnya yang menutupi wajahnya itu. lalu ku cium singkat keningnya. Aku memang sengaja tidak ijin keluar padanya. aku tak tega membangunkannnya

“gomawo my chagiya. Tetap mimpikan aku di tidurmu. Aku perggi dulu, aku akan kembali seepatnya untuk menemuimu..”ujarku lirih di dekat telinganya

Minho POV END~

 

Seohyun POV~

Aku mulai menggeliat sambil mengumpulkan nyawa saat sesuatu mirip bisikan di telingaku. Terasa sedikit geli memang, tapi entah kenapa aku merasa berbeda saat bisikan itu menggema di telingaku.

Ku tolehkan kepalaku kesana-kemari mencari sesosok namja yang sangat aku cintai itu. tapi tak ada tanda-tanda keberadaanya. Lalu ku lihat di tanganku terselip secarik kertas. Tepatnya kertas memo.

“kodok jelek ayo cepat bangun, kau benar-benar seperti mayat ya. Aku sudah mengguncang-guncang tubuhmu ribuan kali. Tapi kau tetap tak bergeming. Mianhae, aku tak pamit. Aku harus segera mambantu eomma mempersiapkan pesta ulang tahun sulli..”bacaku pada tulisan diatas kertas memo itu

“hyaa… aku lupa. Hari ini kan sulli ulang tahun..”pekikku sambil bergegas mandi

“tunggu. Ini kan rumah minho. Aku tidak bisa seenaknya di sini. Hahh. Kado sulli.”pekikku mengingat kado sulli yang ada di dalam ranselku

“untung saja masih utuh. Syukurlah.”ucapku lega

TOK.TOK

“agashi. Sudah bangun rupanya. Kajja. Agashi harus melewati beberapa perawatan tubuh.”jelas bibi Kim

“perawatan? Tapi bibi aku harus membantu mempersiapkan pesta sulli.”jawabku

“tidak perlu. Semuanya sudah ada yang mengatur. Jadi agashi tenang saja. Kajja”ucap bibi Kim ramah

“ne..”pasrahku

Aku memasuki senuah ruangan yang cukup luas. Di dalamnya aku melihat kira-kira 10 yeoja berpakaian sama sedang melakukan perawatan pada soo ahjumma dan sulli.

“seohyunie..masuklah.”pinta soo ahjumma

“ne..”jawabku seraya memasuki ruangan itu lebih dalam[?]

“lakukan yang terbaik untuknya..”perintah soo ahjumma pada beberapa yeoja berseragam itu

“agashi mari ikut saya.”ajaknya ramah

Aku mengalami beberapa perawatan tubuh. Mulai dari ujung kaki sampai ujung kepalaku. Aku hanya diam mengikuti perintah para karyawan itu.

“nyonya.. ini baju pesanan  anda.”ujar bibi kim seraya menyerahkan beberapa tas pada soo ahjumma

“ne.. gomawo bibi kim. Ohh ya lalu ada dimana minho?”tanya soo ahjumma

“tuan muda ada di bawah sedang menemui para tamu yang datang.”jawab bibi kim

“ohh.. baguslah. Aku akan segera turun.”tegas soo ahjumma

“eomma..eonii bagaimana. Apakah aku terlihat cantik?”tanya sulli padaku dan soo ahjumma

“neomu yeppeo sulli-yya.”pujiku dan anggukan dari soo ahjumma

“gomawo eoni.”tukasnya

“seohyuniee. Kau ganti bajumu dengan dress ini ya. Lalu kau temani sulli turun ke bawah.”papar soo ahjumma

“ne..”jawabku takjub melihat dress indan nan mahal itu

@@!##

“astaga..”pekik sulli saat melihatku keluar dari ruang ganti

“jelek yya.. mianhae”lirihku

“perfect..tidak sia-sia mereka memberikan perawatan selama 6 jam padamu. Sekarang kau temani sulli turun ya seo~a. namjacingumu saat ini pasti sudah gelisah menunggumu di bawah. Lihatlah dia sudah menelfonku puluhan kali, menanyakan kapan kau turun ..”papar soo ahjumma yang ku balas dengan senyum dan anggukan.

Ku turuni anak tangga satu persatu. Ku lihat, semua orang memandang ke arah kami. Termasuk minho, namjacinguku. Aku merasa jantungku mulai tak berturan lagi. Apalagi melihat ekspresi minho. Ia tersenyum sangat manis.

Kemeja putih dengan dasi pita hitam bertengger di leher jenjangnya. Dengan berbalut jas hitam senada dengan dasinya. Serta senyum yang menawan tersungging di bibirnya membuatku benar-benar terpana. Tampan, batinku.

Akhirnya aku mengerti, mengapa semua yeoja tergila-gila padanya. bahkan sampai berkelahi demi mendapatkannya. Karena saat ini aku baru sadar. Ia sangat tampan. Semua yang ada pada dirinya sungguh sempurna. Tubuh atletisnya, matanya, bibirnya, hidungnya. Semuanya seperti melekat sempurna di wajahya.

“lumayan.”bisiknya di telingaku saat ia menghampiriku. Aku bingung dengan pernyataannya.

“apa mau berdansa dengaku Nonya choi?”godanya padaku. dan ku balas dengan anggukan kecil

Kami berdansa cukup lama. Ia terus saja memandangku sambil tersenyum tidak jelas.

“hya..apa yang kau lihat. Kenapa kau memandangku seperti itu.”risihku

“hehe.. aku hanya tidak menyangka berdandan atau tidak kau tetap sama saja, tidak ada perubahan sama sekali.”paparnya

“aku tahu..”sesalku

“kau selalu terlihat sama, TETAP CANTIK. kau juga sudah berhasil mengambil hatiku sejak awal.”bisiknya di telingaku. Saat ini rona merah di pipiku pasti sudah terlihat di kedua pipiku.

@@!##

Setelah aku berdansa dengan minho aku jalan-jalan mencari minum. Tenggorokanku sangat kering. Tak sengaja aku melihat seorang pria membawa sebuah tas berisi puluhan dompet. Aku memincingkan mataku sambil mengawasi gerak-gerik namja mencurigakan ini. ia menyadari aku menguntitnya. Ia pun segera berlari menuju ke taman rumah minho.

“tunggu puluhan dompet. HYAAA..!! pencuri..!!!”teriakku. spontan aku berlari mengejarnya

“hosh.hoshhh. mau lari kemana lagi kau hah. Kau sudah terjepit.”ucapku penuh kemenangan karena dia berlari ke jalan buntu

“cihhh..”sinisnya sampil melemparkan sebuah guci ke arahku. Spontan aku menutup mata dan menutupi wajahku dengan lenganku

‘KYYAAAAA….” teriakku

~TBC~

Gimana readers. Tambah gaje ya.. huee. Aku bingung nih sama endingnya entar. Yang pasti adu balapannya ada di part selanjutnya alias part terakhir.. wkwkwk sebenarnya mau aku jadiin threeshoot tapi karena halamannya kalo di hitung ada 35 halaman lebih. Jadi ya.. aku penggal aja. Hehe. Kasihan readers entar matanya jontor #plakk

Dan part terakhir terinspirasi pasca saya kecelakaan #plakk.

Selain itu aku minta maaf pada readers sekalian jika bias kalian di ff ini berperan sebagai antagonis..pisss !

Readers.. bolehkah saya minta alamat fb kalian?? Biar kita lebih dekat .. hehe . nanti biar aku yang add.


13 thoughts on “BLOOOMM! THE FLOWERS OF LOVE [part 3]

  1. Aigooo, eonni nama fb aku park seung tae xD
    e-mail FB’a seungtaepark@ymail.com
    wkwkwkw #gaje mode: on
    soalnya aku seneng bgt ketemu eonni.. Eonni sama kaya aku, bias utama seohyunie😉
    klo eonni ga bisa nulis FF tanpa seohyun pemeran utamanya, kalo aku ga bisa baca FF tanpa seohyun didalamnya(?) wkwkwk.. Tp meskipun ada seohyun, saat cast namja’a yonghwa, aku ga bakalan bisa baca😐 intinya cast namjanya selain YH🙂
    ditunggu lanjutannya ya🙂 my favorit FF and my favorit couple after seokyu(?)
    kekeke.. DAEBAK eon #reader bawel
    #ditendang kerumah donghae

    Like

  2. woaahh…… minho oppa romantis sekali…….
    Minho…..Noona pengen banget jadi yeojachingumu……hahahaha…..**ditendang CMFCL ke samudra atlantik…..**

    MinSeo resmi pacaran…. so sweet banget… tapi eonni gak tega baca part slanjutnya, dimana Seo dan Minho tahu kalo mereka sebenarnya musuhan…..(?)….
    pokoknya harus happy ending….!!!

    btw,, saeng abis kecelakaan apa….? saeng, cepet sembuh yahh… : mrgreen :
    hwaiting….!!!
    nama FB eonni : Yoonha Aghvor Magnae Quon-Egbert

    Like

  3. waaahh.. bagus bgt thor makin penasaran deh, oya, aku curiga jangan jangan seo itu big sone yaa?? Hhe #plaak
    Jangan lama lama ngepublishnya yaa =))

    Like

  4. wuaaaaaaaaaaah..
    luaaaaaaaaaaar biasaaaaaaaaaaa..
    akhirnya minseo jadian jg..
    romantis booo..
    penasaraaaaaan bgt gmn jd nya kalo mereka adu balap..
    keluarga nya minho baek bgt bisa nerima seo apa adanya..
    update soon please..

    fb ku: Eky Loebiz

    Like

  5. ya seo dilempar guci? kurangasem itu maling -_-

    lanjootlah, jgn2 next chap ada adegan kecelkaan nih? author pnh kcelakaan mtor?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s