LOVE IN SHINee DORM SEASON II


Annyeong…. Setelah cukup lama menghilang aku balik dengan fanfic ku. Sebenenya ff ini ada season pertamanya, tapi berhubung menurutku kurang ada gereget jadinya aku post yang seoson II ajah. Araseo,, happy reading.

Jangan jadi silent readers yah,,,gomawo,, 

 

LOVE IN SHINee DORM SEASON II

 

Chast :

– Kim Kibum

–  Kim Jong Hyun

– Lee Jin Ki

– Lee Taemin

– Choi Min Ho

– Park Hye Ri

– Kang Jun Yhi

– Shin Se Kyung

– Kang shin  Yang

 

 

Author : Jejem d’ninja hatori aka Choi Je Bin

Genre  : Friendship, Family, Romance.

 

Malam itu ketika Key danHyeRiberjalan bersama….

 

“Apa ketika berkencan kau akan terus seperti ini”? tanyaHyeRimempertanyakan penampilan Key yang lebih mirip ninja kini. Sebagian wajahnya ditutupi kain syal yang melilit dilehernya. Wajahnya pun semakin tak terlihat dengan sentuhan topi yang ia pakai. Key pun menghentikan langkahnya, diikuti oleh Hye Ri.

“Mian,, kuharap kau mengerti provesiku.”

 

“Arraseo.. mungkin aku masih terlalu shok. Memiliki namja chingu seorang selebritis. hehehehe” Canda Hye Ri.

 

“Kau ini, hmmmmmp sudah malam sebaiknya kau kuantar pulang. Otteokhae??” tawar Key.

 

“Ne, Arraseo, besok kau juga mempunyai banyak kesibukan jadi sebaiknya kau beristirahat.”

 

“Changkaman…, mengapa kau tidak memanggilku oppa ?”

 

“Haruskah ? bukankah usia kita sama ?”Hye Ri sedikit menolak.

 

“Yaa.. !! walau bagaimanapun usiaku lebih tua darimu walau beberapa bulan” Key bersikeras.

 

“Aisss… dasar cerewet…. Arraseo…arraseo,,, Key oppa. ” godaHyeRi.

“Good job ! kajja”.

 

*  * *

Key POV.

Dilubuk hati yang paling dalam, jujur aku masih belum percaya dengan apa yang terjadi hari ini. makan malam bersamaHyeRi, bercanda bersamanya, dan yang paling penting adalah kami kini adalah pasangan.

 

Hari ini, ketika langit bersinar cerah dan menunjukkan kehangatannya, hari ini ketika dunia serasa milikku seutuhnya, menjadi saksi permulaan kisah kami. Hmmmmmmph… yah,, walaupun aku harus bekerja keras mulai sekarang untuk merebut hatinya secara utuh. Tapi aku yakin aku mampu.

 

Akhirnya, setelah beberapa lama, mobil yang kukendarai berhenti tepat didepan dorm. Lalu kuistirahatkan mobil itu di kamarnya. Di garasi dorm.

 

Dengan wajah berseri akupun melangkahkan kaki mendekati pintu, dan lantas membukanya. Sepi.. yah itulah atmosphere yang kutemui di ruang tamu, tak ada satu pun orang disana, lalu akupun bergegas menuju dapur, berniat untuk membasahai tenggorokanku yang kering.

Namun betapa ter kejutnya aku ketika menginjakkan kaki di sana. Wajah-wajah  evil  dari Taemin, Min Ho, Jong Hyun dan Onew hyung yang duduk di meja makan menyambutku. Hal itu membuatku hampir jantungan.

 

“Yaaa….. ada apa dengan kalian ? kenapa melihatku seperti itu ?”

 

“Hyung,,, siapa yoja ini ?” tanya Taemin sambil memperlihatkan layar I-pad nya. karena tak jelas aku pun mendekat dan menyambar I-Pad itu dari Taemin.

 

“Omo !!!!!!! scepat ini sudah ada di internet ??” mataku membelalak, melihat foto yang ada di I-pad itu adalah aku dan Hye Ri saat berpelukan ditaman, namun disana foto Hye Ri tidak terlalu jelas.

 

“Yaa,,,,,Ini bukan saatnya untuk kaget. . .!! ” Bentak Jonghyun kesal.

 

“Yaa… Otokhaji ? lalu, waeyo membentakku eperti itu??” bentakku balik karena kesal disambut dengan keadaan yang tak kumengerti.

 

“Aisshhh,,, yaa.. Kibum-aa, seharusnya kami yang bertanya padamu. Kenapa kau tidak pernah bercerita kepada kami bahwa kau mempunyai yoja chingu sekarang ? ”protes Onew Hyung.

 

“Ne,,, apa hyung sudah tidak menganggap kami keluarga lagi ? hingga tega menyembnyikannya pada kami.” Min Ho membenarkan dengan wajah kecewanya yang eksotik dan Taemin mengangguk polos. Namun tentu saja aku menyangkal tuduhan saudara-saudara ku ini.

“Aigoo kalian salah paham. Aku baru saja akan menceritakannya pada kalian. Aissh.. aku juga tak menyangka secepat ini sudah ada di internet, asal kalian tahu kami baru tadi sore menjadi pasangan.”

 

“Mwo ?????”  mereka kaget berjamaah seraya membulatkan mata.

 

“Jinja-yo? “ lanjut Taemin.

 

“Ne, jinja,, mana mungkin aku menyembunyikan hal sepenting ini pada kalian.” Aku membela diri.

 

“Arraseo,, keurom siapa wanita itu ?” tanya Jonghyun penasaran.

 

“Nuguya ? kalian mengenalnya.” Jawabku. Membuat mereka semakin penasaran dan mendesakku untuk memberitahu. Kemudian mengerubutiku dengan pertanyaan-pertanyaan mereka.

 

“Mwo ? kami mengenalnya ? ”

 

“Apa dia seorang selebriti juga ?”

 

“Animyeon mungkin anggota Girl Band ?”

 

“Ayolah Hyung beritahu kami ? palli ..!!!”

 

Desak Onew, Jjong, Min Ho dan  Taemin berurutan seraya mencengkram tubuhku.

“Anio.. salah besar. Hmmmmmp nanti kalian juga akan tahu. Arraseo… sekarang aku mau mandi dulu… daaah..” jawabku sambil menggoyangkan telunjuk. Kemudian berlalu dari, dengan tampang puas membuat mereka penasaran.

 

“Yaa….. !!!! dasar menyebalkan.. apa susahnya memberi tahu kami” teriak Jong Hyun namun tak kuhiraukan. Kulanjutkan langkahku menuju kamar mandi.

 

Author POV.

Didalam kamar Onew, Jjong, Taemin dan Min Ho  masih mendiskusikan perihal yoja chingu Key. Mereka tampaknya betul-betul penasaran dengan yoja yang berhasil merebut hati seorang Key.

 

“Hyung.. mengapa tidak kita periksa saja barang-barang Key hyung. Siapa tahu ada petunjuk” usul Min Ho licik.

 

“Ne,, aku setuju. Minimal kita tahu siapa namanya. Aku tidak mau terkena insomnia malam ini karena penasaran.” Taemin membenarkan,

 

“Aisshh kalian ini, seperti tidak mengenal Key saja. Apa kalian mau terkena omelannya yang melebihi ajhuma itu.” Onew menolak.

 

“Ne, aku setuju dengan Hyung, apa kalian tidak bosan mendengarnya mengomel setiap hari ? Aigooo aku benar-bernar tidak bisa membayangkan bagaimana menakutkannya wajah Key kalau tahu kita mengacak-acak barang pribadinya” Jonghyun menggeleng-gelang jijik.

Taemin dan Min Ho pun mengangguk pelan pertanda menyetujui pendapat kedua hyung mereka.

 

“Omo..!! ” Key yang baru saja membuka pintu kaget melihat ekspresi menyeramkan yang lagi-lagi menyambutnya. “Yaa… kenapa kalian menatapku seperti ini lagi ?” lanjutnya protes.

 

Namun mereka tak bergeming. Mereka terus saja menatap Key dengan tatapan tajam. Akhirnya Key pun mengerti maksud mereka.

 

“Arraseo,,,arraseo besok akan kubawa dia kesini. Jadi kalian tidak perlu penasaran”.

Tiba-tiba wajah menyeramkan Onew, Jjong, Min Ho dan Taemin berubah sumringah.

 

“Jinja-yo ? kau memang mengerti kami Hyung……” Ucap Min Ho lega.

 

“Ne… akhirnya aku bisa tidur dengan tenang” ucap Taemin polos kemudian merebahkan tubuhnya diatas  tempat tidur, dan secepat kilat terlelap memeluk guling. *dasar maknae.

 

“Arraseo,, kami tunggu…” sambut Onew kemudian mengikuti jejek Taemin, yang diikuti pula oleh Jonghyun dan Min Ho.

 

Dan Key hanya geleng-geleng kepala melihat situasi itu.

 

* * *

Di dorm Shinee..

Sore itu, langit begitu cerah namun tak membuat Jjong, Onew, Min ho dan Taemin tertarik keluar. Mereka lebih memilih bermalas-malasan di ruang tamu dorm. Min Ho tampak asyik terbuai dengan PSP, onew dan taemin membolak balik majalah, sedangkan Jjong masih berkutat dengan ponsel-nya,, beberapa cemilan pun tertumpuk di meja tak terkecuali ayam goreng favorite sang leader.

 

“Hmmmphh, libur memang menyenangkan. Uri, bisa bermalas-malasan sesuka hati” ucap Taemin, sambil membolak-balik majalah dan tiduran di sofa.

 

“Ne,,, aku bisa menghayati menyantap ayam gorengku” dukung Onew kemudian menyantap ayam gorengnya penuh nafsu.

 

“Yaa…. Bukankah hyung selalu makan itu hampir tiap hari ? apa hyung tidak bosan ?”sindir Min ho dengan pandangan masih tertuju pada layar PSP.

 

“Aissh kau ini. sudah diam saja,,” Onew kesal.

 

“Jonghyun hyung, gwenchana ? waeyo dari tadi hyung terus saja diam? ” tanya Taemin kawathir melihat keadaan hyungnya.

 

“Anio, gwenchana… aku hanya sedang malas bicara.”

 

“Jinya ? Arrase. Emmm,,,, Changkaman !! ini sudah lewat satu hari, tapi Key hyung belum juga memperkenalkan yoja chingunya pada kita.” Kata Taemin.

“Ahh…ne. kau benar.. apa Key membohongi kita ?” Onew membenarkan. Namun tak ada tanggapan dari  Jjong dan Min Ho, mereka masih sibuk dengann urusan mereka masing-masing.

 

Beberapa saat kemudian….

“Annyeonghaseo…”

Tiba-tiba pintu utama dorm terbuka, bersamaan dengan itu seseorang tampak masuk dari pintu itu, yang ternyata adalah Key.

 

“Annyeonghaseo” jawab yang lain antusias, namun tidak dengan JJong dan Minho. Walaupun mendengarkan apa yang terjadi mereka seperti malas untuk mengalihkan pandangan mereka.

 

. “Aaa.. hyung, kebetulan hyung sudah pulang.” Taemin sumringah.

 

“Ne.. apa kau lupa ? bukankah kau berjanji akan memperkenalkan Yoja itu pada kami ?” cerocos onew.

 

“Tentu saja aku tidak lupa. Dia sedang bersamaku sekarang.” Jawab Key dengan senyum puas.

 

“Jinja ?” seru Taemin dan Onew antusias. Memaksa Jonghyun yang semenjak tadi terdiam mengalihkan perhatiannya dari layar ponsel.

 

“Tapi dimana ?”  Taemin celingak-celinguk heran, Karena tak melihat satu orangpun bersama Key.

“Changkaman, dia masih diluar. Dia masih malu bertemu kalian.” Jawab Key kemudian kembali keluar, meninggalkan  Taemin, Onew dan Jonghyun dengan wajah penasaran mereka.

 

Beberapa saat kemudian Key kembali dengan menggandeng seorang Yoja.

 

“Annyeong….” Sapa Yoja itu malu-malu.

 

“Mwo ???????” Jong Hyun membelalakkan matanya ketika melihat Yoja yang bersama Key.

 

“Ukhuk…ukhukkk” Onew yang baru saja mulai menyantap Ayam gorengnya, harus rela memuntahkannya kembali ketika melihat hal itu. ”Kau kan ???”.

 

“Hyung…hyung kau harus melihtnya” ucap Taemin panik sambil memukul-mukul MinHo yang tak kunjung bergeming, dengan mata masih tak percaya menatap Hye Ri.

 

“Yaa… changakaman, aku sedang sii….. Mwo  ?????? Noona ???” Min Ho seketika melepaskan PSP yang semenjak tadi membiusnya, ketika melihat yoja yang bersama Key.

 

Hye Ri dan Key yang menjadi penyebab kaget berjamaah itu hanya tersenyum geli.

 

“Apa aku tidak salah lihat ?” ucap Taemin masih tak percaya, seraya menggerakkan tubuh Hye Ri kekanan dan kekiri.

“Nee.. kau tidak salah lihat namsaeng ku.” Hye Ri meyakinkan sambil memegang wajah Taemin.

 

“Noona, aku senang sekali.” Ucap Taemin sumringah kemudian memeluk Hye Ri erat. Dan mengajaknya duduk di sofa diantara hyung-hyungnya. Diikuti oleh Key.

 

“Jadi sejak kapan kalian menjalin hubungan ? “ tanya Onew penasaran.

“Jangan bilang sejak Hye Ri masih tinggal disini?” tuduh Jonghyun kemudian penuh curiga.

 

“Aigooo.. tentu saja tidak. Kami baru menjalanninya beberapa hari.” Sanggah Key dan diiyakan oleh anggukan Hye Ri.

 

“Tapi bagaimanapun juga chukae.” Ucap Min Ho dan diikuti oleh yang lainnya.

 

“Tapi.. aku baru tahu Hyung menyukai yoja yang lebih tua.” Kata Taemin polos.

 

“Siapa bilang. Hye Ri lebih muda dariku beberapa bulan”

 

“Mwo? tapi bukankah ia kini telah bekerja. Secara normal seharusnya usianya diatas dua puluh sekarang” Onew menanggapi.

 

“Ne.. Hyung benar” timpal Jonghyun.

 

“Hye Ri beberapa kali menjalani kelas eksklarasi. Benarkan ?” kata Key kemudian memandang Hye Ri bangga.

“Ne,, saat sekolah menengah pertama dan menengah atas aku mengikuti program eksklarasi. Dan pada saat sekolah perawat aku juga selesai lebih cepat” jelas Hye Ri malu-malu.

 

“Waahh…  noona hebat sekali” kompak semua ternganga-nganga. Tanpa sadar nyamuk yang numpang imigrasi kesedot. *Gubrak garring.

 

“Noona, kenapa tidak tinggal saja lagi bersama kami ?” desak Taemin semangat.

“Ne.. Taemin benar…” Min Ho membenarkan.

 

“Gomawo, jongmal gomawo… tapi aku sibuk dirumah sakit, lagi pula tak ada alasan bagiku untuk tinggal lagi disini” tolak Hye Ri, membuat guratan kecewa tergambar di wajah Taemin.

 

“Nee,, lagipula, itu akan sangat berbahaya bagi Hye Ri, kalau sampai pihak media tahu para fens  akan membuat masalah yang bisa merugikan Hye Ri.” Jelas Onew.

 

“Hyung benar, jangan sampai hal yang lebih parah dari Se Kyung terjadi pada Hye Ri. Apa lagi Hye Ri bukan dari kalangan selebritis, itu bisa semakin menyulitkannya menghindar dari masalah” Jonghyun membenarkan.

 

“Ne… maka dari itu, untuk saat ini aku mau merahasiakannya dulu dari media. Aku tidak ingin membahayakan Hye Ri” timpal Key lagi.

 

“ottokhae dengan noona ? gwenchana ? ” Tanya Min Ho

“Gwenchana.. aku mengerti posisi kalian. Yang terpentingkan bukan seberapa banyak orang yang tahu, tapi sebarapa besar kami dapat menjaga hubungan ini. arrachi ?”

 

“Noona… gomawo sudah mengerti keadaan kami. Kau sungguh baik” ucap Taemin kemudian kembali memeluk Hye Ri manja.

 

“Aiiissshhhh… Ya Temin-a !!!! aku saja yang namja chingunya baru memeluk Hye Ri satu kali” protes Key kesal plus cemburu. Namun Taemin tak bergeming, ia tetap memeluk Hye Ri.

 

“Biarkan saja, lagi pula aku juga masih merindukan Taemin.” Jawab Hye Ri, Taemin pun  tersenyum puas  dan menjulurkan lidah mengejek Key.

 

“Aissshh dasar anak kecil” Key semakin kesal, disambut oleh tawa yang lainnya.

 

Jonghyun POV

Malam semakin gelap. Menghantar kami pada pukul 20:00 waktu seoul. Kulihat Hye Ri tengah sibuk sendiri membersihakan meja makan yang kami tinggalkan selepas dinner bersama. Sementara yang lain tengah sibuk mengobrol di ruang tengah. Entah apa yang mereka tertawakan. Sampai terdengar hingga kamar.

 

“Mau kubantu?” tawarku. Ketika melihatnya mencuci piring.

 

“Jeongmal? araseo. Lap ini hingga kering.” jawabnya sambil menyodorkan piring yang baru saja di bersihkannya satu-persatu.

“Sudah cukup lama ya?” ucapku sambil mengeringkan piring-piring itu dengan lap. Ia pun  memandangku heran. ”Ne, semenjak kau berhenti jadi perawatku.” Ia pun tersenyum mendengar perkataanku. Kemudian mengatakan.

 

“Ne.. hmmmph.  Kau benar, sudah cukup lama sejak hari itu” ucapnya kemudian terdiam beberapa saat dan melanjutkan ”Huft… akhirnya selesai.”.

 

”arraseo.. kubantu pindahkan ke laci” tawarku kemudian bermaksud memutar badanku. Namun terhenti ketika tanpa sengaja kepalaku membentur  laci. “Awww…..”.

“gwenchana jonghyun-a ?” ia tampak panik. “Omo …. Memar !” lanjutnya ketika melihat memar di dahiku.

 

Aku hanya terdiam dan tersenyum menatapnya. Yang masih sama seperti dulu.

“Yaa…. Wae? Ini bukan saatnya tersenyum. Sudahlah aku ambilkan antiseptic dulu. Kau tunggu disini” perintahnya, dan bersiap melangkahkan kaki. Sebelum akhirnya kutahan lengannya. Ia menatapku heran.

 

“Gwenchana… ini hanya masalah kecil.  Tidak perlu berlebihan”

 

“Mwo ?? kau lihat ini memar. Bagaimana kalau sampai menimbulkan reaksi pada luka lamamu ?”

 

“Animida. Gwenchana. .” aku bersikeras.

 

“Aissshh,, kau ini. sudah jangan membantah. Diam disini. Aku ambilkan antiseptic”. Perintahnya kemudian pergi.

Aku hanya mengantar punggungnya yang kini sudah tak tampak. Ia memang sedikitpun tak berubah. “Gomawo Hye Ri-a. tatapan itu. Tatapan tulus itu. Memang tak berubah….”.

 

Author POV

 

“Gamsahabnida Hye Ri-a,, masakanmu memang enak” puji Onew didepan pintu sebelum Hye Ri pulang.

 

“Jinja ? cheonmaneyo.”

 

“Noona, jangan sungkan untuk datang lagi kemari. Arrachi ?” pinta Taemin manja.

 

“Ne..arrachi. Naega monjeogan. Annyeong…” pamit Hye-Ri kemudian berbalik dan pergi bersama Key.

 

“Ne.. annyeong..” balas yang lainnya.

 

“hati-hati dijalan..” tambah Taemin dengan semangat ’45.

* * *

Siang itu di sebuah mall di kota seoul….

 

Seorang yoja tengah berlari kencang. Memaksa ratusan pasang mata memandangnya dengan tatapan heran. Tampak dari raut wajahnya yang panik, ia tengah berada dalam masalah besar. Dan benar saja tak beberapa jauh dari gadis itu beberapa orang ajhushi berpakaian serba hitam tengah berlari kencang mengejarnya. Beberapa kali ia menengok kebelakang berharap para ajhushi tidak lagi mengejarnya, namun apa daya tampaknya ajhusi-ajhushi itu masih menikmati adegan kejar-mengejar itu. Hingga tiba-tiba…

 

“Omo….. awwww” seorang namja merintih kesakitan. Tas belanja yang dibawanya pun berserakan. Namja itu pun kemudian bangun dari posisi jatuhnya dengan tatapan kesal menatap seorang yoja yang telah tega menghantam tubuhnya hingga ia terjatuh.

 

“Yaa,,, ini itu tempat belanja bukan lapangan atletik. Bisa-bisanya kau berlari di tempat umum seperti ini…”

 

“Jongseohabnida… tapi…” belum sempat yoja itu melanjutkan kalimatnya.

 

“Yaa…. Berhenti kau …!!!!!!!”  teriakan dari arah belakang memaksanya untuk kembali berlari. Meninggalkan namja yang ditabraknya yang kini sudah semakin merah padam, asap keluar dari lubang hidung dan telinganya, menandakan ia tengah marah benar.*lebay red..

 

“Yaa……  jangan lari. Kau harus bertanggungjawab.. !!!!!” tariaknya kesal. Namun apa daya, yoja itu sudah terlalu jauh. Dengan bersungut ia pun memungut tas belanjanya yang berserakan.

 

Dibagian lain pusat perbelanjaan….

“Omo….!!” Seorang namja yang baru saja keluar dari dalam toilet. Terkaget-kaget ketika melihat seorang yoja tengah berdiri terengah-engah didepannya. “Yaa.. apa yang..” belum sempat ia melanjutkan, tangan yoja itu keburu membungkam mulutnya. Setelah cukup lama celingak celinguk, dibalik pintu toilet. Ia pun akhirnya menghela nafas lega ketika dirasa aman. Yang membuatnya tak menyadari namja yang dibungkamnya tadi tengah berontak hampir tak dapat bernafas. Ia pun segera melepaskan bungkaman tangannya yang semenjak tadi menempel di mulut dan hidung namja itu.

 

“Hmmmmmmmm”  namja itu menghela nafas panjang. “ya.. Noona, sebenarnya ada apa denganmu ? ini toilet pria. Dan kau baru saja hampir membunuhkan dengan bungkaman mautmu. Arrachi  ???”

 

“ jongseohabnida, aku benar-benar terpaksa. Seseorang yang jahat tengah mengejarku tadi. Jadi aku tidak sadar masuk kedalam toilet pria.  Jeongmal Jongseohabnida…” ucap yoja itu menunduk menyesal.

 

“Arraseo.. sebaiknya kau keluar sekarang, sebelum orang lain masuk ketoilet ini” ucap namja itu dengan wajah masih kesal.

* *  *

“Aissh,,, kenapa mereka lama sekali.. aku hampir kering menunggu didalam mobil sendiri” gerutu Taemin sambil mengipas-ngipaskan wajahnya.  Tak berapa lama dua orang yang yang menjadi biang kekesalannya pun datang. “Hyung, kenapa kalian lama sekali ?? aku hampir kering disini”

 

“Aissshhh… kau baru hampir kering, aku saja, harus terkena kecelakaan ketika menunggunya.” gerutu Min ho.

“Mianhae Min ho-a.. kau tahu kan kalau aku berbelanja aku suka tak ingat waktu. Lagipula bukankah aku sudah mengajakmu untuk menunggu didalam toko. Dengan begitu kau tidak akan tertabrak seorang yoja seperti tadi” Key membela diri.

 

“Mwo ?? hyung tertabrak seorang yoja ? ottokhae ceritanya ?” tanya Taemin penasaran.

 

“Nanti saja kuceritakan. Sekarang dimana Onew Hyung ? aku ingin cepat kembali kedorm” gerutu Minho lagi.

 

“Hyung sedang pergi ke toilet. Aku juga tidak mengerti mengapa ia bisa selama ini ” jawab Taemin. “Aaa.. itu dia..” lanjutnya lagi ketika melihat Onew datang.

 

“Jongseohabnida… di toilet aku mengalami insiden kecil. Sekarang sebaiknya kita pulang saja” jelas Onew, kemudian mengatur posisi duduknya di kemudi.

 

“Insiden ?? sebenarnya ada apa dengan hari ini ? Min Ho juga mengalami insiden tadi. ” Ucap Key heran.

 

“Sudahlah nanti saja ceritanya. Sekarang kita pulang saja. Aku kawathir dengan keadaan Jonghyun hyung dirumah. Belakangan ini ia tampak murung” kata Taemin.

 

“Arraseo,, kaja” seru Onew. Kemudian mobil yang dikendarainya mulai meninggalkan parkir mall.

* * *

“Maneyo ?. aaah,,  ne  hyung. anyyeong..”klik. Onew pun mengakhiri perbincangan via telponnya yang cukup lama.

 

“Dari manager hyung ? ” tanya Taemin penasaran.

 

“Ne, panggillah Key dan Jonghyun, ada hal penting yang harus kusampaikan. Nanti aku akan memanggil Min ho. Kita berkumpul di ruang tengah” perintah Onew. Taemin pun mengangguk mengerti kemudian bergegas memanggil hyungnya dikamar.

 

Beberapa saat kemudian….

“Sebenarnya ada apa hyung ?” tanya Jonghyung yang baru saja datang bersama Key dan Taemin.

 

“Ada hal penting dari manager Hyung yang harus kusampaikan pada kalian”

 

“Mwo ?“ tanya Jonghyun lagi kemudian mendudukkan bokongnya di sofa.

 

“Jadi begini, minggu depan kita akan mulai aktif promosi album baru kita “HELLO”. Tapi noona coordinator yang biasa mengurusi segala sesuatunya tengah cuti, jadi akan digantikan oleh yang lain untuk sementara waktu”.

 

“Lalu apanya yang penting ? kurasa siapapun yang menjadi koordinatornya tidak masalah” ucap Min ho.

 

“Ne, aku setuju asalkan dia mengerti style kita. Gwenchana.”  Key membenarkan.

“Anio.. bukan hanya itu. Coordinator baru itu akan tinggal bersama kita. Mulai besok”

“Mwo ??? tinggal  bersama kita ??” yang lain tersentak kaget.

 

“Tapi kenapa harus ?. ” protes Jonghyun. Dan diiyakan oleh yang lainnya.

 

“Manager bilang itu karena kita akan sangat sibuk beberapa bulan ini. bukankah kalian sudah membaca jadwal ?” Onew meyakinkan. Akhirnya mereka pun mangut-mangut setuju. Ya tak ada pilihan lain.

 

“Kuharap dia juga pandai memasak seperti Hye Ri noona” Khayal Taemin sambil mengepal tangannya semangat.

 

“Omo.. !! besok ??? kita belum beres-beres …. ”  Key kelabakan.

 

“Taemin-a.. seperti –nya hal buruk akan terjadi..” bisik Minho pada Taemin.

 

“Ne..kalau sudah seperti ini kita pasti jadi ikut-ikutan repot. Ottokhaji ?”

 

“Otthokhae, kalau kita kabur saja. Palli..” usul Min Ho licik kemudian bersiap bangun dari posisi duduk, dijejaki pula oleh Taemin. Namun berlum sempat mereka melangkah..

 

“Yaaa….. kalian mau kemana ??? kita harus beres-beres sekarang !!” ucap Key tegas. Membuat mamber yang lain seketika bersungut-sungut lesu.

* * *

Ting ..tong….

Bel di dorm SHINee berbunyi. Taemin bergegas membuka pintu. Seorang yeoja berambut sebahu dan berbadan langsing berdiri disana. Sepertinya ia adalah coordinator sementara yang dikatakan onew.

 

“Annyeonghaseo,,,, joneun Kang Jun Yhi imnida. Saya adalah coordinator sementara” Yoja itu langsung memperkenalkan diri.

 

“Aaaah ne,,, anyyeonghaseo. Joneun Lee Taemin imnida. Kami sudah menunggumu. Silhkan masuk” Taemin mempersilahkannya duduk.

 

“Gamsahabnida…”.

 

“Hyung.. !! noona coordinator sudah datang” Taemin setengah berteriak, memanggil hyung-nya yang masih dikamar.

 

Beberapa saat kemudian Onew, Jjong dan Key pun keluar… menyadari kehadiran member yang lain Jun Yhi pun segera berdiri memperkenalkan diri.

 

“anyyeonghaseo. Joneun Kang Jun Yhi imnida”. Namun ..

 

“Doe,,,,,???? ”teriakan Onew mengagetkan Key dan Jjong yang berada didekatnya. Sepontan membuat mereka menutup kuping karena kaget.

 

“Yaaa,,hyung. Waeyo ??” tanya Taemin heran.

“Aiggo.. suaramu..!!!!” protes Jjong, sambil menggosok-gosokkan telinganya. Disampingnya, Key bersiap untuk mengomel. Namun belum sempat ia melakukannya Onew beranjak menuju Jun Yhi. Tanpa menyisakan rasa bersalah sedikitpun. Namun menyisakan tatapan evil dari Key.

 

“Noe !!!!!!!!” ulang Onew lagi, seraya menunjuk kearah Jun Yhi yang kini berdiri heran.

 

“Nan ??”

 

“Ne.. neo” ulangnya lagi.

 

“Yaa,,,, Onew-ah, waeyo ? kenapa kau menatap Jun Yhi noona seperti itu ?” protes Jjong lagi.

 

“Apakah kau mengenalnya ? ” tanya Jjong.

 

“Noe..????!!!!!!” kata itu terulang lagi. Namun kini dari tubuh yang berbeda. Suara itu datang dari tubuh atletis yang mulai berjalan mendekat kearah mereka. Min Ho…

“Yaa… sebenarnya ada apa dengan kalian ??!!” Sungut Key dengan tatapan yang semakin evil. Sedangkan yang lain tentunya makin heran gak jelas.

 

“Kau mengenalnya juga ?” tanya Onew.

 

“Ne.. aku mengenalnya”

 

“Noona, apakah kau begitu terkenal ? sehingga hyung-hyung mengenalmu ?” tanya Taemin polos.

 

“Anio.. apakah kita pernah bertemu sebelumnya ?” tanya Jun Yhi balik.

 

“Yaa.. apa kau tidak ingat, kau yang menabrakku di mall. Hingga belajaanku berantakan” tuduh Min Ho kesal.

 

“Ne… kau juga yang membungkamku di toilet, dengan bekapan mautmu.” Tambah Onew.

 

“Omo !!! jinja ???? jongmal jongseohabnida. aku benar-benar lupa. Sekali lagi jongmal jongseohabnida” sesal Jun Yhi sambil menunduk berulangkali.

 

* *  *

“noona,, silahkan  beristirahat..mulai sekarang ini adalah kamarmu. Anggap saja rumah sendiri” ucap taemin ramah. Ketika memperlihatkan kamar untuk Jun Yhi.

 

“Mianhae telah merepotkan..” ucap Jun Yhi kemudian masuk kedalam kamar mungil itu.

 

“Arraseo,, istirahatlah. annyeong” Taemin kemudian berlalu meninggalkan Jun Yhi.

 

21:15..di dorm SHINee…

 

Onew POV…

Dengan langkah gontai aku berjalan menuju toilet.  Menyusuri ruangan dorm yang sunyi.

“Kressek… krussuukk”. Suara itu seketika menghentikan langkahku. Entah mengapa suasana tiba-tiba terasa dingin. Bulu kudukku terbangun dari tidurnya.

“Omo  !!!! suara apa itu ?? apakah ada maling di dorm ini ? animyeon ada hantu ?” gumamku takut. Namun dengan berusaha menahan takut kuikuti arah suara itu.

 

“Aku leader. Aku harus berani ” bathinku semangat.

 

“Mwo ? dari sini ?” gumamku heran menyadari suara berisik itu terdengar jelas dari ruang tempat kami menyimpan pakaian dan perlengkapan show. Takut-takut kubuka pintu ruangan itu. Dan…..

 

Key POV

 

“HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!” Terikan itu seketika membangunkanku dari dalam buaian mimpi. Namun rupanya tidak hanya aku namun Jonghyun hyung juga..

 

“Suara apa itu ???” tanyaku.

 

“Molla..  mungkinkah ada…..” Ucap Jonghyun hyung  seraya memeluk tubuhnya sendiri “cepat bangunkan yang lainnya.” Perintahku. Lantas ia pun menurutinya. Setelah bersusah payah, akhirnya si Raja tidur Min ho pun bangun. Namun tidak dengan Taemin. Ia hanya bangun sesaat dan mengatakan “Wae ?” kemudian tidur lagi memeluk guling. *hmmmmmph..

 

“Sebenarnya ada apa hyung ?” tanya Minho setengah tidur, seraya mengucek matanya.

 

“Molla, tapi yang jelas aku mendengar suara teriakan.” Jawabku.

 

“Jinja yo ???  Arraseo..” kata Minho kemudian bersiap untuk tidur lagi. Namun secepat kilat kutarik lengan bajunya.

 

“Changkaman… dimana Onew hyung…??” tanya Jjong panik setelah menyadari kasur Onew hyung kosong.“Jangan-jangan..” lanjutnya lagi.

 

“Hyuuungg….!!” Teriak kami serempak lantas bergegas mengibaskan selimut, dan mencari keberadaan Onew hyung. Meninggalkan Taemin yang malah tampak makin pulas.

 

Beberapa saat kemudian….

“HYUNG……..!!!!!!” teriak kami shock ketika mendapati Onew hyung tergeletak di lantai. Didekatnya Jun Yhi tengah berusaha menyadarkan Onew dengan mengguncangkan tubuh Onew hyung.

Tanpa banyak cingcong kami pun membopong tubuhnya yang lumayan berat kedalam Kamar.

 

* * *

Author Pov.

“Hahahahahaha…” serempak Temin, Minho dan Key tertawa mendengar penjelasan Jun Yhi pagi itu.

 

“Yaa… jangan mempermalukanku seperti itu” protes Jun Yhi malu.

 

“Jongseohabnida . tapi ini benar-benar lucu. Hyung pingsan karena menyangka kau adalah hatu. hahahaha ” Key membela diri.

“Yaa Jun Yhi-a lain kali jangan prepare malam-malam..!!. apa lagi dengan menggunakan baju serba putih” protes Onew, “aku benar-benar takut !!”

 

“Jongseohabnida.. tapi aku berfikir itu akan lebih menghemat waktu agar kita tidak repot paginya.”

 

“Arraseo,, nanti kita bisa telat. Sebaiknya kita berangkat sekarang.” Usul Min ho, seraya melihat jam di tangannya.

 

“Changkaman….. mana Jonghyun hyung ?” tanya taemin setelah menyadari ketiadaan Jonghyun.

 

“Dia masih dikamar. Dia terlihat semakin buruk hari ini. sejak tadi pagi ia murung” jelas Key.

 

“Hmmph.. apakah dia ada masalah ? ” tanya Taemin lagi.

 

“Molla… ketika kutanyakan padanya dia pasti selalu mengelak” jawab Min ho.

 

“Arraseo,, nanti saja kitabicarakan. Sekarang kita harus segera berangkat menuju KBS. Kalian jalanlah lebih dulu, biar aku yang memanggil Jonghyun hyung” perintah Key, lalu menuju kamar. Sedangkan yang lain bergegas keluar.

 

* * *

Bebrapa hari kemudian…

Dorm SHINee, 15:20..

“Hyung… lihat ini !!!!” Taemin kelabakan setelah melihat berita di internet.

 

“Mwo ??!!!! bagaimana bisa ?” ucap Min ho terbelalak melihat layar handphone Taemin.

 

“Wae?” tanya Key dan Onew yang baru saja datang dari dapur.

 

“LIhatlah hyung” Taemin menunjukkan layar handphone-nya pada Onew dan Key.

 

“Mwo ?????????” Onew dan Key kaget berjamaah.

 

“Jadi ini penyebab Jonghyun murung” tebak Onew.

 

“Tidak bisa dibiarkan. Kita harus menanyakannya langsung. Dia tidak bisa begitu saja memendamnya sendiri.” Ucap Key geram. Yang lain hanya manggut-manggut setuju.

 

Lalu bergerombol mendatangi dan mengitrogasi Jonghyun yang tengah anteng nonton TV walaupun tak jelas apakah dia tengah menikmatinya atau tidak.

 

“Jadi sudah tersebar..” ucap Jonghyun lesu.

 

“Yaaa,,, sebenarnya kau kenapa ? kenapa tidak pernah menceritakannya pada kami ?” omel Key.

 

“Hyung, kalau ada masalah seharusnya cerita pada kami. Jangan memendamnya sendiri” ucap Taemin sambil menggenggam tangan Jonghyun hangat.

“Ne,, Temin benar. Apa lagi ini menyangkut hubunganmu dengan Se Kyung noona” tambah Min Ho

 

“Mianhae.. aku tak bermaksud menyembunyikannya, karena kupikir aku bisa menyelesaikannya sendiri.”

 

“Yaa,, mana  bisa seperti itu. .kita itu SHINee. Kita keluarga” omel Key lagi.

 

“Lalu apakah berita ini benar  ?” tanya Onew yang semenjak tadi jatah bicaranya diambil.

 

“Animida.. kami hanya sedang bermasalah. Tidak sampai putus” jawab Jonghyun, membuat member lain menghela nafas lega.

 

“Arraseo.. hmmmmphh.. sepertinya kita butuh refreshing hari ini..” gumam Key.

 

“Bagaimana kalau kita ke watter park. Aku ingin berenang” usul Taemin girang.

 

“Hmmmmm… aku setuju” Min ho tak kalah semangat.

 

“Arraseo…  asalkan kita tidak memainkan wahana yang tinggi” jawab Key ngeri membayang kan wahana-wahana itu.

 

“jangan lupa ajak Jun Yhi.. dari kemarin dia sibuk mengurusi kita show..” usul Min Ho.

 

“Arraseo biar aku saja yang panggilkan” usul Onew. Dan ditanggapi tatapan curiga oleh yang lainnya.

 

“Yaaa… hyung. Aku curiga padamu” ucap Key Evil.

 

“Wae ???” tanya Onew heran.

 

“Hyung,,, kau menyukai Jun Yhi kan ????” tuduh Jonghyun.

 

“Yaa.. bagaimana bisa kalian menuduhku seperti itu??”

 

“Sudah.. mengaku saja. Kalau tidak mengapa kau bgitu perhatian padanya ???”tuduh Key lagi.

 

“Ne.. hyung benar. Sejak kejadian malam itu hyung sering senyum-senyum sendiri. Dan juga menjadi sangat perhatian dengan Jun Yhi noona” tambah Taemin.

 

“Ne… hyung bahkan membantunya membawa perlengkapan saat Show kemarin” Min ho semakin memanasi.

 

“Aiisssshhh,,, tentu saja tidak… jangan menatapku seperti itu” sanggah Onew.

 

”Hyung..apakah terjadi sesuatu malam itu ??” tanya Key licik.

 

“Yaa,,,,,, apa yang kalian bicarakan!!!!!??. Sudahlah.. sebaiknya kalian siap-siap. Dan Min ho sebaiknya kau saja yang memanggil JunYhi” protes Onew kemudian pergi kekamar.

 

* * *

Onew POV…

 

Hmmmp aku tidak mungkin menceritakan hal itu pada mereka. Bisa-bisa aku habis di tertawai. Tapi mereka benar, sejak malam itu, perasaanku berubah menjadi aneh.

 

Flash back,,,,

 

Hati-hati kudeakti ruangan itu. Walaupun takut, walupun rasanya ingin pipis lagi, walaupun kaki ku mulai gemetar. Tapi kuberanikan diri.. kukumpulkan seluruh sisa keberanianku malam ini. Perlahan kubuka pintu ruangan itu.

 

“HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!” spontan aku berteriak ketika melihat sesosok tubuh berdiri tepat dihadapanku. Tubuh itu juga berteriak histeris, dan kini tanpa sadar telah berada diatas badanku. Samar-samar kulihat wajahnya yang kini berjarak setengah cm dari wajahku.

 

Tib-tiba “Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…!!!! ”ia berteriak lagi, kemudian mendorongku…. Dan “Plak….!!!!!!!!!!” Kepalaku tebentur lantai, pendanganku seketika gelap… dan sunyi…. .

 

Minho POV….

Perlahan namun pasti aku menuju kamar Jun Yhi, yah terpakasa aku yang memanggilnya.

Beberapa saat aku pun berada tepat didepan pintu kamarnya. Dan bersiap untuk mengetuk pintu, namun…

 

“Sudah kukatakan. Jangan pernah menggangguku. Katakan padanya, jangan ganggu hidupku lagi.!!!!”

 

Walau samar kudengar kalimat itu diucapkan Jun Yhi, sepertinya ia tengah menelpon seseorang. Beberapa saat setelah itu, samar kudengar isakan tangis. Karena kawatir lantas kubuka pintu kamarnya segera. Kudapati Jun Yhi tengah terisak memeluk bantal. Namun ketika menyadari keberadaanku, buru-buru ia menghapus air matanya dari pipinya yang halus.

 

“Gwnchana ???” tanyaku kuatir.

 

“Gwenchana-yo…..” jawabnya dengan suara parau. “Ada apa ?” lanjutnya lagi.

 

“Itu,,, yang lain mengajakmu untuk keluar refreshing, sebaiknya sekarang kau siap-siap. Dan sepertinya kau juga sangat membutuhkan itu sekarang” jawabku hati-hati.

 

”Arraseo,,, aku ganti baju dulu…”

 

Akupun bersiap untuk pergi namun.”Changkaman..!!” cegahnya. Aku pun berbalik. “Tolong rahasiakan apapun yang kau dengar dan kau lihat terhadapku hari ini” pintanya.

Aku pun mengangguk mengerti. Walaupun penasaran, kuputuskan untuk tidak mencampuri urusannya.

 

*  * *

Author POV

Malam itu di dorm SHINee..

 

Ting..tong….

Bel itu memaksa Jonghyun melangkah malas menuju pintu. Setelah Taemin meneriakinya dari kamar.

 

“Annyeong..”  sapa seorang yoja yang berada dibalik pintu itu.

 

“Annyeong Hye Ri-a” sapanya sumringah ketika melihat Hye Ri, lantas mempersilahkannya masuk.

 

“Noona ???!!!!!!!” teriak Taemin girang.

 

“Annyeong… ini kubawakan makanan untuk kalian..” sapa Hye Ri sambil tersenyum ramah.

 

“Gomawo,,, arraseo biar kuletakkan didapur. Aku juga akan menyiapkan minum untuk noona. Arrachi ??!!” tawar Taemin semangat, kemudian menyambar bungkusan yang dibawa Hye Ri dan berlalu menuju dapur meninggalkan   Jonghyun dan Hye Ri berdua.

 

Key POV.

 

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya, van yang mengantarkan kami berhenti tepat didepan dorm. Aku pun turun, diikuti oleh Onew hyung dan Jun Yhi dibelakang. Tak jauh dari van kami kulihat van yang cukup familiar berhenti, seseorang yeoja keluar dari dalam van itu. Yeoja yang sangat familiar juga.

 

“Se Kyung-a” sapa Onew hyung pada yeoja itu. Yeoja itu pun menghampiri kami.

 

“Annyeong… ” sapanya ramah, kamipun membalas dengan sapaan yang sama.

“Kau mau bertemu hyung ?” tanyaku.

 

“Ne.. kau tahu kan belakangan ini kami sangat renggang, sehingga memunculkan banyak gossip. Jadi aku datang kesini ingin memberi kejutan untuk oppa” jelas Se Kyung semangat.

 

“Baguslah,, belakangan ini dia terlihat murung..” dukung Onew hyung.

 

“Ne… nuguya ?” tanya Se Kyung ketika melihat Jun Yhi yang semenjak tadi mengekori kami.

 

“Dia adalah coordinator sementara kami. Namanya Kang Jun Yhi ” jelas Onew hyung semangat. Lantas Jun Yhi pun menunduk sopan.

 

“Arraseo.. sebaiknya kita masuk saja” usulku. Kamipun bergegas menuju dorm.

 

Author POV.

Disaat yang bersamaan…

 

“Dimana yang lain ??? kenapa sepi sekali ?” tanya Hye Ri heran melihat suasana tak biasa di dorm itu. Lalu duduk di sofa.

 

“Aaa,, Key dan Onew hyung sedang ada show. Sedangkan Min Ho mengunjungi keluarganya. Yah kami sangat sibuk belakangan ini sehingga harus pandai mencuri waktu untuk pulang” jelas Jonghyun.

 

“Hwaiting….!!” Hye Ri menyemangati. “Kudengar tentang hubungan mu dengan Se Kyung. Apa kah itu benar ?” tanya Hye Ri takut-takut.

 

“Anio..kami hanya sedikit renggang belakangan ini. yah kau tahu lah, konsekuensi pekerjaan,,”

 

“Jongmal mianhae membuatmu sedih” sesal Hye Ri.

 

“Hhahaha..gwenchana Hye Ri-a. apa key tidak tahu kau datang kemari ?”

“Ne… aku ingin memberinya kejutan”

 

“Waaa,,,,, Key sungguh beruntung..”

 

“Yaa,,, kau tidak boleh seperti itu. Hmmmm arraseo,,, aku akan membantu Taemin didapur” ucap Hye Ri kemudian bersiap bangun dari posisinya, sebelum akhirnya kakinya tersandung meja, dan nyaris jatuh, spontan Jonghyun menarik pinggangnya. Namun…

 

 

 

 

“Yaa….. apa yang kalian lakukan” suara dari pintu itu mengagetkan seisi rumah, dan memaksa Taemin bergegas menuju sumbersuara. Namun betapa terkejutnya ia melihat adegan yang diepertontonkan JongHyun dan Hye Ri.

 

Taemin hanya bisa ternganga tak percaya.

 

“Kibum-a” ucap Jonghyun kaget menyadari keberadaan Key dan yang lainnya, dan segera melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Hye Ri.

 

“Oppa..??!!!!!!” ucap Se Kyung terbelalak.

 

Hye Ri POV…

 

Aku hanya terdiam tanpa berkedip membulatkan mata. Berharap semua yang terjadi saat ini hanya mimpi. Takut-takut kucoba menelaah atmosfer sekitarku. Se Kyung menatap tajam kearahku dan Jonghyun. Bulir-bulir bening menetes satu persatu dari kelopak matanya yang mungil, air mukanya terlihat kaku, tampak dengan jalas ia menahan amarah. Taemin, Onew  dan Jun Yhi berdiri dengan pose yang sama. Membatu.

 

Sedangkan Key oppa, entahlah. Nyaliku terlalu sedikit untuk berani melihat reaksinya kini. Mungkin lebih parah dari yang kubayangkan detik ini.

 

Jonghyun perlahan mulai mendekati Se Kyung hati-hati.

 

“Se Kyung-a… aku bisa jelaskan semua”.

 

“geumanhae *1) …” tolak Se Kyung dengan suara parau. Dan pergi seraya air mata terus mengalir deras.

 

Author Pov.

 

Jonghyun berlutut lemas dilantai. Ia menunduk  lemah. Key menatapnya tajam. Wajah Key perlahan memerah. Begitu pula matanya. Hye Ri masih tetap membisu. Suasana diruangan itu memaksanya untuk tetap bungkam.

 

Dan beberapa saat berselang kepergian Se Kyung, Key pun keluar.

 

Key POV.

Perlhan airmataku menetes. Menatap kosong kearah danau. Yah,,, aku tak kuasa menahannya lagi. Ini hantaman telak untukku. Aku telah  berusaha menjadi yang terbaik untuknya. Walaupun nyatanya kini, aku masih belum yang terbaik dihatinya. Telah kuberikan hatiku seluruhnya. Walaupun aku tak tahu apakah kini seluruh hatinya untukku.

 

“OTTHOKAJI *2) …..???!!!!! OTTOKHAJI ????????!!!!!!!!”

 

“HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!” aku berteriak sekencang-kencangnya.  Berharap semua beban dan rasa sakit itu akan hilang bersama teriakanku.

 

Tak peduli orang-orang menatapku aneh. Tak peduli jika bahkan ada wartawan disana. Tak peduli seberapa dingin cuaca malam ini.

Aku pun terduduk lemah di bangku taman itu. Dan terisak….

 

Perlahan kurasakan sentuhan syal  hangat melilit leherku kemudian menutupi sebagian wajahku. Bersamaan dengan itu kulihat wajah yang begitu ku kenal berdiri disampingku. Ya wajah  itu. wajah yang kini menyakitiku.

“Jangan… orang-orang akan mengenalimu” cegahnya ketika aku akan mencoba untuk melepaskan syal itu. Syal yang kami beli bersama dihari pertama kami menjadi pasangan.

 

“aku tak akan menjelaskan apapun karena kutahu seberapa keras kulakukan itu. Itu akan percuma untuk saat ini. Jongmal*16)  mianhae*15), telah membuatmu terluka saat ini.” ucapnya parau, kulihat jelas matanya memerah..  ia pun memutar badannya 180 drajat dan pergi.

 

AUTHOR POV..

Di dorm SHINee…

“Otthokhae*3) hyung ? ” tanya Taemin penuh harap. Jonghyun menggeleng lesu.

 

“Dia tak mau menerima telepon dariku”

 

“Hmm,,,, geumanhae.. itu akan percuma saja untuk saat ini. Biarkan Se Kyung menenangkan diri dulu. Besok kita jelaskan bersama padanya.” Onew menasehati.

 

“Ne… kurasa Onew benar. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah Key. Dia belum pulang,,,”  ucap Jun Yhi kawatir. Seraya melihat jam dinding yang  kini menunjukkan pukul 12 malam.

 

“Hmmm…. Kenapa ini harus terjadi ?? otthokhaji hyung ??” sesal Taemin.

 

“Entahlah,,, yang jelas aku telah menjelaskan yang sejujurnya pada kalian” ucap Jonghyun berusaha tegar.

 

“Hmmmm,,,, pasti Hye Ri noona sangat sedih sekarang.” Tambah Taemin lagi.

 

Suasana pun semakin sunyi… tidak ada lagi suara yang  keluar dari Taemin, Onew, Jjong dan Jun Yhi. Yah… setidaknya suara nyanyian cicak sedikit menyemarakkan suasana ruang tamu dorm itu.

 

Klik……. Pintu utama terbuka… semua mengalihkan pandangannya kesana.

Key muncul dari balik pintu itu. Air mukanya kacau…. Ia berjalan gontai tanpa mempedulikan  makhluk lain yang ada disana.

 

“KiBum-a….” paanggil Jonghyun. Key berhenti tanpa menengok.

 

“Aku tidak bisa bilang aku baik-baik saja saat ini. jadi biarkan aku sendiri dulu.” Ucap Key kemudian pergi menuju kamar.

 

“Hyung…….” Ucap Taemin sedih.

 

Beberapa hari kemudian…..

 

“Gomawo*4) Hye Ri-a” ucap Jonghyun mengantar Hye Ri masuk kedalam van.

 

“Cheonmaneyo*5).. itu memang sudah seharusnya…” balas Hye Ri tersenyum dari dalam van.

 

“Satu jam lagi kami tunggu d’studio photo. ” ucap Onew.

 

“hyung, gunakan kesempatan ini untuk bersama Se Kyung noona, sebelum dia berubah pikiran. Palli*6)  ” Min Ho menyemangati. Dan dibalas senyuman oleh Jonghyun.

 

“Arraseo*7).. sebaiknya kita segera mengantar Hye Ri. Key sudah menunggu di studio photo” jelas Jun Yhi sambil menatap layar ponselnya.

 

“Arraseo… hwaiting*8) hyung…” ucap Taemin semangat.

 

“Tapi, ottkhae denganmu dan Key ??” tanya Jonghyun.

 

“Geumanhae.. jangan pikirkan itu. gwenchana*9). Sekarang masuklah. Se Kyung eonny sudah menunggumu di restoran. Palli !!! ” jawab Hye Ri.

 

Beberapa saat kemudian van yang mereka tumpangi  melesat meninggalkan Jonghyun.

“Gwnchana ??? Hye Ri-a… apa benar kau baik-baik saja ??” gumam Jonghyun kemudian masuk menemui Se Kyung yang telah menunggunya.

 

Hye Ri POV

 

“Noona, apa perlu kami jelaskan lagi pada Key Hyung ?” tawar Taemin yang duduk disebelahku.

 

“Animida*10) …” tolakku

 

“Hmmm…Jom choma *23) Hye Ri-a. Aku juga tidak mengerti mengapa Key hyung seperti itu. Kupikir menjelaskan pada Se Kyung noona akan lebih sulit. Tapi ternyata….”

Keluh Min ho. Namun hanya kutanggapi dengan senyum kecut.

 

Pandanganku hanya tertuju pada setiap jalan yang dilewati van ini. setidaknya ini lebih menghibur dari pada harus mengingat masalah itu. Yah.. walaupun untuk beberapa saat.

 

Onew  POV.

 

Kulihat Hye Ri yang duduk didepanku. Ia tampak buruk saat ini. bahkan saat ia mengatakan “Gwenchana”.  Hmmmm….. ,minggu ini memang benar-benar minggu yang buruk untuk kami. Dan bahkan, sepertinya untuk Jun Yhi yang kini duduk tepat disampingku. Ia terlihat gelisah dan murung ketika melihat pesan yang masuk di ponselnya.

 

“Waeyo*11)  ??” tanyaku.

 

“Animida..” jawabnya singkat. Walaupun aku yakin jawaban untuk pertanyaanku tak sesingkat itu. Ingin rasanya kubertanya lebih dalam. Tapi siapa aku ?. Aku tak berhak mencampuri urusannya.

 

* * *

Jun Yhi POV.

Aku hanya bersandar lemah didinding ruangan.  “Aigoo…. otthokaji ?” sungutku. Aku benar-benar tak tahu cara menghindarinya lagi. Aku lelah.

 

Kutatap jam yang melingkar ditanganku. “sudah waktunya. Aku harus kembali bekerja. Hwating Jun Yhi-a!!” ucap ku semangat. Kemudian keluar dari ruangan itu.

 

“NUGUYA*12)  ????”

 

“Omo …!!!!” ucapku kaget ketika mendapati Min Ho menyambutku diluar ruangan dengan tatapan evil nan exotiknya.*bayangin deh tatapan Min Ho.

 

“Nuguya????” ulangnya lagi.

 

“Mwo *13)???”

 

“Kau berbicara dengan siapa ?” tanyanya, yang membuatku sedikit mengerti.

 

“Anio*10)..  tidak penting.” Kilahku “Sebaikanya kita ke studio. Yang lain sudah menunggu. Arraseo ?” lanjutku sambil tersenyum.

 

“Katakan padaku Jun Yhi-a !! apakah  berhubungan dengn orang yang mengejar mu di pusat perbelanjaan?!” cegahnya sambil memegang tanganku ketika aku mulai berjalan pergi.

 

“Sudah kukatakan itu tidak penting” jawabku lagi. Namun ia tak melepaskan genggaman tangannya. Ia malah menarikku dan merapatkanku kedinding, kemudian memegang kedua pundakku. Perlahan wajahnya mulai mendekat. Glek.. . situasi ini membuatku semakin tak mampu berkata apapun. Dadaku rasanya sesak.

 

“katakana padaku sekarang. Nuguya ??” paksanya lagi.

 

“Yaa.. Min Ho-a.. !! jangan memaksanya !” bentak Onew yang tiba-tiba datang.

 

Kemudian melepaskan cengkraman tangan Min Ho dari tubuhku. “Jangan seperti itu pada wanita, sekarang kita harus melanjutkan pemotretan. Arrachi..” ucapnya bijak. Kemudian menarikku dan pergi meninggalkan Min Ho.

 

Min Ho POV.

 

“tidak penting ???? seberapa sepelekah masalah yang membuatmu hampir setiap hari murung Jun Yhi-a ?” gumamku menatapnya pergi bersama Onew hyung.

 

Flash back. . .

 

“Hmmmm lelah sekali” keluhku menepuk pundak. Yah pemotretan kali ini memang sangat melelahkan. Kami harus beberapa kali mengganti kostum. Bukan hanya kami Jun Yhi pun pastinya sangat lelah, stelah seharian mengurusi kami.

 

Aku  berjalan keluar dari toilet. Setidaknya mencuci muka bisa membuatku lebih fresh.

“Yaaa !!!! sudah kukatakan jangan ganggu aku lagi !!!”

 

Kalimat itu lagi. Kalimat itu menghentikan langkah kakiku menuju studio.   “ katakana juga padanya !!!!!! aku tidak ingin kembali, jadi jangan ikuti aku lagi. Arraseo !!??”.

 

“Jun Yhi ?” gumamku ketika menyadari bahwa yang mengucapkan kalimat itu adalah dia.  “Tidak bisa dibiarkan. Aku harus tanya langsung padanya” bathinku.

 

* * *

Key POV

 

“Hyung,,,, jebal *14).. jangan seperti ini” rengek Taemin didekatku. “Bukankah kami telah menjelaskannya padamu ?” lanjutnya lagi.

 

“I know that Taemini. Tapi hal ini tak semudah yang kau bayangkan”

 

“Hyung…  Se Kyung noona saja bisa dengan mudah mengerti. Tapi mengapa kau tidak ??”

“Taemin-a.. jebal, jangan memaksaku.. arraseo..!!” ucapku dengan nada tinggi kemudian meninggalkan Taemin yang tampak kecewa dengan jawabanku. Mianhae 15)  Taemini-a.

 

* * *

Author POV.

 

Pagi itu Onew kelabakan menuju meja komputer setelah menerima pesan dari manager hyung dikamar.  Saking terburu-burunya. Kakinya tersangkut selimut, kemudian teresungkur di lantai. Kemudian tersenggol daun pintu. Setengah mengantuk ia bangkit dan cepat-cepat meraih CPU komputer.

 

“Hyung … waeyo ??” teriak Taemin heran melihat tingkah hyungnya pagi itu.

 

“cepat kesini !!!!!!” teriak Onew. Taemin pun bangkit, walaupun disertai sungutan.

 

“Omo !!!!!!!!! hyung !!!!! ” teriak Temin terbelalak melihat artikel di internet pagi itu. Begitu pula dengan Onew.

 

“Yaaa….!!! Sebenarnya ada apa dengan kalian ? ini baru jam 6 pagi ” tanya Jonghyun yang baru saja datang dengan wajah kesal. Dibelakangnya Min Ho dan Key mengekor sambil menguap menahan kantuk.

 

“Hyung kau dalam bahaya” jawab Taemin sambil menatap Key.

 

“Wae ?” tanya Key kemudian bergegas menatap layar computer.

 

Nareul mukkgo gadundamyeon sarangdo mukkin chae
Miraedo mukkin chae keojil su eopneunde
Jayuropke biwonohgo barabwa
…..

 

Ponsel Onew berbunyi. Rupanya ada panggilan..

 

“Dari manager hyung..” gumam Onew kemudian segera menerima panggilan itu.

“Yobseo…. ne kami sudah membacanya. Ne hyung, aku mengerti.”. klik. Perbincangan singkat itu pun terputus.

 

“Ottokhae ??” tanya Taemin cemas.

 

“Tak ada jalan lain..kita harus mengadakan pers conference.HyeRijuga harus ikut. Berita ini sudah terlanjur mencuat” jelas Onew.

 

Key POV

 

Aku menyender didinding lesu. Yah cepat atau lambat wartawan pasti akan tahu mengenai hubunganku danHyeRi. Tapi kenapa harus disituasi yang serumit ini ?.

 

“Hyung.. apa kalian pernah bertemu di Itaewon sebelumnya ?” Tanya Min Ho, setelah melihat artikel di computer itu.

 

“Omo…!!! Disini ditulis tanggal 6. berari itu dua hari yang lalu.” Lanjut Taemin.

 

“Yaa.. itu artinya kalian sudah berbicara sebelum kami menjelaskan pada Se Kyung. Tapi mengapa kau masih seperti ini ?” tanya Jonghyun kesal.

 

Namun tak kupedulikan. Kutinggalkan mereka menuju kamar mandi tanpa berkata apapun.

 

Flash back,,,,,,,

 

“Oppa sudah lama menunggu?” tanyaHyeRiyang kini berdiri tepat didepanku

 

“Anio… duduklah” ucapku. “waah suasana di Itaewon bagus sekali hari ini. keurom kau mau pesan apa ?” tanyaku sambil menyodorkan buku menu restoran itu.

 

“Oppa ??!!!”gumamnya heran.

 

“Waeyo ?”

 

“Gwenchana?” tanyanya lagi. Aku pun menghela nafas panjang.

 

“Hmmmm… arraseo, aku sepertinya tak bisa berbohong. Dan aku tak bisa begitu saja mengatakan aku baik-baik saja saat ini. yah,, walaupun yang lainnya telah menjelaskan segalanya padaku. Jadi….”

 

“Jadiapa?”
”Katakan padaku. Apa hatimu masih ada untuknya ? jebal, jawab dengan jujur” pintaku sambil menatapnya tajam.

 

“Jawab dengan jujur?” gumamnya. Dan kubalas dengan anggukan.

 

“Ye*17),,, perasaanku masih ada untuknya… tapi…”

 

“Cukup… itu sudah cukup” kataku memotong kalimatnya.

 

“Oppa, aku belum selesai…” protesnya.

 

“Itu sudah cukup.. hmmmm sepertinya sudah jelas.” Gumamku.

 

“Oppa..” ulangnya lagi. Kali ini dengan suara parau. .

 

“Pesanlah apa yang ingin kau makan. Bon-nya akan masuk dalam tagihanku” ucapku singkat kemudian beranjak pergi.

 

“Oppa…!!!!” cegahnya sambil memegang tanganku. Kulepaskan tangannya. Aku tak sanggup menatapnya saat ini.

 

* * *

Hye Ri POV..

 

Ting tong… Bel apartemen ku berbunyi. Dengan langkah gontai kuputuskan untuk membuka pintu. Kosong.. yah itulah keadaan yang kudapati kini. Aku pun memutuskan untuk kembali. Namun benda yang tergeletak di lantai mengurungkan niatku.

Sebuah surat. Lantas kuputuskan untuk membukanya.

 

“Kau tak pantas untuk oppa !!!!! lihatlah dirimu !!!”

 

“Hmmmm… ” aku menghela nafas panjang. Ya..ini adalah surat kaleng ke sepuluh yang kuterima, sejak berita kami tersebar kemarin.

 

Sungguh aku tak tahu harus bagaimana. Di rumah sakit, pertanyaan yang sama selalu menyambutku “Bagaimana kalian bertemu ?”, “Apakah berita itu benar ?”. dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Namun aku hanya bisa bungkam. Aku tak ingin berbuat gegabah dalam situasi seperti ini. aku tak ingin membuat oppa dan yang lainnya bermasalah.

 

 

Ting..tong… bel apartemenku berbunyi lagi. Namun aku tak beranjak dari sofa. Aku malas harus menemukan situasi yang sama dengan tadi.

 

.  Beberapa menit kemudian,,, Ting ..tong,, bel itu kembali berbunyi

Akhirnya kembali kuputuskan untuk membukanya.

 

“Annyeonghaseo*18) …” jonghyun tersenyum manis dibalik pintu itu.  Dibelakangnya Taemin melakukan hal yang sama.

 

“Annyeonghaseo.. kalian ?? masuklah”. Keduanya pun masuk dan duduk di sofa setelah kupersilahkan.

 

“Bagaimana kalian tahu alamatku ?” tanyaku sambil menyiapkan minuman untuk mereka.

 

“Itu tidak sulit, bukankah sekarang kau sudah begitu terkenal?” canda Jonghyun. Aku hanya tersenyum.

 

“Waaaah.. apartemen noona bersih sekali” puji Taemin.

 

“Maneyo *19) ? gomawo..” jawabku sambil meletakkan minuman dimeja “Silahkan…..”

 

“Gomawo.. ” jawab mereka serempak. Kemudian menyeruput minuman itu.

 

“Tadi tanpa sengaja kami menemukan ini. dan lantas membacanya” jelas Jonghyun sambil mengeluarkan sebuah amplop tanpa pengirim. Yah sudah kuduga. Surat kaleng lagi.

 

“Noona.. gwnchana ?” tanya Taemin kawatir.

 

“Tenang saja. Gwenchana.. keurom*20).. apakah Se Kyung noona tahu kau datang kesini. Pastikan ia tidak salah paham lagi. Arraseo ?” aku mengalihkan pembicaraan.

 

“Yaa,,,,Jangan mengkhawatirkanku. Bagaimana dengan hubunganmu dengan Key ? bukankah kalian sudah bertemu ? tapi mengapa ia masih seperti itu ? sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian ?” desak Jonghyun.

 

“Hmmmm. Arraseo..” akhirnya kuputuskan untuk menceritakannya pada Jonghyun dan Taemin.

 

Flash back…

 

“Cukup… itu sudah cukup” katanya memotong kalimatku.

 

“Oppa, aku belum selesai…” protesku.

 

“Itu sudah cukup.. hmmmm sepertinya sudah jelas.” Gumamnya.

 

“Oppa..”ulangku lagi. Kali ini dengan suara parau. .

 

“Pesanlah apa yang ingin kau makan. Bon-nya akan masuk dalam tagihanku” ucapnya singkat kemudian beranjak pergi.

 

“Oppa…!!!!” cegahku sambil memegang tangannya. Namun ia lepaskan dan pergi.

“Oppa,, hatiku memang masih ada untuknya, tapi itu dulu. Kini kau telah menghapusnya. Bahkan sampai tak tersisa sedikitpun” gumamku mulai terisak.

 

Back to story…

 

“Anigoya *21)  …!!! Manamungkin kalian bisa menggantung seperti ini?” Ucap Taemin shock.

 

“Bagaimana  mungkin Key bisa melakukan hal itu.  Tanpa membiarkanmu melanjutkan kata-katamu” Jonghyun geram.

 

“Geumanhae…. Kapan pers conference?” tanyaku berusaha mencairkan suasana.

“Besok… jelaskanlah tentang hubungan kalian. Akui saja.. aku yakin semua akan baik-baik saja. Walaupun awalnya akan berat. Tapi bukankah hubungan kalian sangat penting. Jangan hiraukan surat kaleng, atau semacamnya. Perlahan para fens akan paham. Sama seperti awal hubunganku dengan Se Kyung. Arrachi ??” Jonghyun menyemangati.

 

“Ne… arraseo. Gomawo…”

 

“Semangatlah noona. Setelah semua selesai, baru kita selesaikan dengan Key hyung.

”tambah Taemin.

 

“Ne,, aku mengerti” jawabku tersenyum.

 

* * *

Author POV….

 

Gedung SM. Enterteiment tampak lebih ramai hari ini. yah.. apalagi kalau bukan karena akan diadakan pers conference Key dan Hye Ri.

 

Para wartawan sudah duduk di tempat yang disediakan. Lengkap dengan laptop dan pertanyaan yang telah mereka siapkan.

 

Beberapa saat kemudian para anggota SHINee masuk kedalam ruangan. Diikuti oleh Hye Ri dan manager mereka. Sorot kamera, mengiring mereka ke tempat duduk.

 

Sesi pertanyaan pun dimulai.

 

“dimana kalian saling mengenal ?” tanya seorang wartawan membuka sesi itu.

 

“Hye Ri adalah perawat pribadi Jonghyun beberapa bulan yang lalu. Ya disaat itulah kami saling mengenal” jawab Key santai. Tanpa terlihat beban sedikitpun dari wajahnya. Dan diiyakan oleh yang lainnya.

 

“Omo..jadi kalian tinggal serumah..?”

 

“Ne, kami semua tinggal serumah, tapi tentu saja di kamar yang berbeda. Kami sangat menghormati Park Hye Ri” jelas Jonghyun.

 

“Wah,, kalian semua sudah sangat dekat rupanya” wartawan itu menanggapi.

 

“Tentu saja,, noona Park Hye Ri sungguh baik pada kami. Ia bahkan sering memasakkan makanan untuk kami” jelas Taemin semangat.

 

“Lalu sudah berapa lama kalian menjadi pasangan ?” desak wartawan yang lainnya kemudian.

 

“Anio… kami bukan pasangan.” Jawaban itu sontak membuat seisi ruangan kaget. Seluruh kamera kini mengarah sumber suara yang semenjak tadi diam. Hye Ri.

 

“Saya memang bertemu dengan Kim Ki Bum saat menjadi perawat pribadi Kim Jonghyun, dan tinggal bersama dengan mereka. Tapi hanya sebatas itu.” Jelas Hye Ri yang mengagetkan SHINee dan manager.

 

“Hye Ri-a, apa yang kau lakukan?” bisik Jonghyun. Namun tak digubrisnya.

 

“Jadi anda menyangkal segala pemberitaan itu ?” tanya salah seorang wartawan lagi.

“Ye,, saya rasa semua sudah salah paham. saya dan Kim Ki Bum sudah seperti keluarga. Begitu pula dengan yang lainnya.  Bukankah begitu Taemin ?  “

 

”Aaaa… ne..” jawab Taemin masih dengan wajah heran dan shock.

 

“Lalu bagaimana dengan foto-foto saat anda dan Key berpelukan?” desak wartawan  lagi.

 

“Mengenai foto-foto yang sudah tersebar, saya tidak akan menyangkalnya. Bukankah tak salah jika kita bertemu dan berpelukan dengan seseorang yang suda kita anggap keluarga? Jadi saya sangat menyesal telah membuat SHINee kerepotan dengan gossip ini.  Jongseohabnida…” jelas Hye Ri sambil tersenyum.

 

* * *

“Hye Ri-a… sebenarnya ada apa denganmu ?” protes Onew ketika pers conference berakhir.

 

“Jongseohabnida… tapi aku tidak ingin merepotkan kalian.. . lagi pula kurasa hal itu akan terjadi juga”

 

“Hye Ri-a. apa maksudmu ?” tanya Min Ho.

 

“Ya.. sepertinya sebentar lagi hubungan itu tak akan ada” ucap Hye Ri, dengan melirik kearah Key yang terduduk lesu di sofa.

 

“Arraseo… gamsahabnida untuk hari ini. mianhae telah merepotkan dan membuat kalian bingung. Naege monjeogan*22).. annyeonghaseo” pamit Hye Ri kemudian pergi dengan berlari kecil.

 

. * * *

Hye Ri POV

 

“Noona…” panggil Taemin namun tak dihiraukan

 

“Jongseohabnida, Taemin, Jonghyun, Onew, Min Ho” gumamku dalam hati. Yah aku harus melakukannya.

 

Aku tak ingin terus-terusan merepotkan kalian dengan hubungan yang hampir berakhir ini. setidaknya aku harus memperbaiki nama kalian, dan tentunya nama Key oppa yang sempat tercoreng oleh gossip tentangku, sebelum kuputuskan untuk pergi dari kehiupan kalian.

Pergi dari kenangan indah bersama kalian. SHINee…..

 

* * *

Someone POV..

 

“Bawa dia kehadapanku apapun caranya !!!!” ucap Ajusshi itu dengan nada tinggi.

 

“Baik tuan…!!!” . jawab beberapa orang namja yang berada didepannya.

* * *

Esoknya…

 

Taemin POV

 

Sungguh aku benci suasana sore hari ini. Sepulang show siang tadi Jun Yhi noona istirahat dikamar. Key hyung juga, masih meringkuk ditempat tidur.

 

Onew hyung sibuk didepan computer. Sudah hampir 30 menit dia disana. Tanpa jelas untuk apa. Sebentar membuka situs, sebentar membuka game. Sebentar lagi buka ini,,itu,, . sementara didekatku Jonghyun hyung memainkan tombol remote tanpa jelas mau nonton chanel yang mana.

 

“Huhh… PSP pun tak dapat membantu” gerutu Min ho hyung lalu melepaskan PSP nya dan berlalu menuju kamar.  Ya…. Masalah kemarin masih menyita pikiran kami.

 

Ting tong,,, bel di dorm kami berbunyi. Membuyarkan keheningan didorm itu. Dengan gontai kuputuskan membuka pintu.

 

“noona…?” sapaku kaget mendapati Hye ri noona tengah berdiri dihadapanku.

“Annyeonghaseo….” Sapanya. Ia tampak layu, walaupun senyuman tersungging diwajahnya.

 

“Annyeonghaseo…  masuklah” ucapku.

 

“Hye Ri-a ?????” ucap Jonghyun hyung kaget mendapati Hye ri noona. Beberapa saat kemudian adegan yang sama juga dilakukan oleh Onew hyung.

 

“Annyeonghaseo..” ulang Hye Ri noona lagi.

………………………………………………..

“Langsung saja, aku ingin bertemu Key oppa. Bisa?” ucap Hye Ri noona tanpa basa-basi begitu kami persilahkan duduk.

 

“Ye, kami mengerti..” jawab Onew hyung kemudian menuju kamar.

 

“Hye Ri-a sebenarnya ada apa ?” tanya Jonghyun hyung.

 

“Nanti kalian juga akan tahu” jawab Hye Ri noona, masih dengan senyum memaksa.

Beberapa saat kemudian Onew hyung muncul lagi bersama Key dan Min ho hyung.

 

“Bisakah kalian meninggalkan kami berdua? Aku ingin bicara empat mata dengan oppa” pinta Hye Ri noona kemudian.

 

“Aa.. kami mengerti….” Jawab Onewh hyung kemudian mengajak kami menyingkir dari mereka.

 

Author POV.

 

“Mwo-yo ?” tanya Key dingin.

 

“mmmm.. aku ingin menyerahkan ini..” jawab Hye Ri seraya mengambil sesuatu di tas jinjingnya.

 

Tak jauh dari mereka Jonghyun, Min Ho, Taemin dan Onew tengah asyik mengintip dari balik dinding.

“Aissshh… Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?, aku tidak mendengar apapun ” gerutu Jong hyun.

 

“Hyung,,, tidak bisakah kita menguping disana.. aku benar-benar tak dapat mendengar apapun” usul taemin polos.

 

“Yaa..Taemin-a…. mana ada menguping langsung didepan orangnya…aisssh kau ini” tanggap Min ho kesal.

 

“Aiggooo… makanya kalian diamlah. Aku juga sedang konsentrasi” timpal Onew.

 

“Yaa… kalian sedang apa ????” tiba-tiba Jun Yhi yang baru saja keluar dari kamarnya datang. Dengan sigap Min ho pun menariknya.

 

“Psssttt,,,, diam saja. Arrachi *7) ..!!!!” perintah  Min ho.

 

Back to Key and Hye Ri…

 

“Apa ini ?” tanya Key melihat kotak kecil berwarna biru yang dikeluarkanHyeRi.

 

“Cincin…”

 

“Cincin ????”

 

“Ye,,,, cincin yang oppa berikan untukku.”

 

“Waeyo*11)  ?”

 

“Kurasa oppa tahu apa artinya…..”

 

Flash back….

 

“HyeRi-a….”  ucap Key malam itu.

 

“Ne….”

“Aku ingin minta pendapatmu” ucap Key lagi sambil menyerahkan sebuah kotak kecil kepadaHyeRi. “Bukalah” lanjutnya lagi.HyeRipun menurut.

 

“Whaaa.. indah sekali oppa” ucapHyeRiberbinar.

 

“Jinja… apa kau suka ?”

 

“Hmm…” angguk Hye Ri

 

“Arraseo,, karena kau menyukainya. Untukmu saja….” Jawab Key santai.

 

“Mwo ?? untukku??? Waeyo??”

 

“Sebagai Hadiah…”

 

“Hadiah ??” tanya Hye Ri lagi “Tapi aku tidak sedang ulang tahun hari ini” lanjutnya polos.

 

“Yaaa,,,, apa kau tidak ingat ini hari ketujuh kita sebagai pasangan?”

 

“Tentu saja aku ingat. Tapi apa harus oppa memberiku hadiah seindah ini. keurom harganya  pasti sangat mahal”

 

“Gwenchana…  sini kupakaikan” ucap Key lalu menyambar cincin itu dan lantas memakaikannya dijari Hye Ri. “Jangan pernah lepaskan, kemanapun dan kapanpun. Arrachi ??”.

 

“Waeyo?”

 

“Karena.. itu artinya kau melepaskanku. Melepaskan perasaanku untukmu.”

 

Back to the story…

 

“Arraseo… kupikir hanya itu  ucap HyeRikemudian, tanpa ada tanggapan sedikitpun dari Key. Ia hanya tetap pada pose dingiinnya. ”Chogiyo*23) …. semuanya aku pamit…” ucapHyeRi setengah berteriak. Membuat yang lainnya kelabakan dan keluar dari persembunyian mereka.

 

“Aaa,,noona kenapa cepat sekali. Mengapa tidak makan malam disini ?” tawar Taemin.

 

“Gomawo.. tapi aku tidak bisa” jawab Hye Ri “Dan sepertinya tidak akan bisa” gumamnya lagi dengan nada rendah.

 

“Ye…?????” tanya Temin heran.

 

“Anioo… aaa ini kubawakan Samgyetang(semacam sup ayam) untuk kalian. Sepertinya sudah dingin jadi sebaiknya panaskan dulu ” jelas Hye Ri sambil menyerahkan bungkusan yang dibawanya.

 

“Gomawo..” ucap yang lain serentak.

 

“Arraseo naega meonjeo gan*22),,, anyyeong” pamit Hye Ri, kemudian keluar. Namun beberapa menit kemudian Jonghyun yang semenjak tadi membisu mengejarnya.

 

Diluar dorm..

 

“Changkaman*24)  Hye Ri-a..!!!!!!”

Hye ri pun berhenti dan berbalik.

 

“Ye ????”

 

“Apa harus berakhir seperti ini ??” tanya Jonghyun dengan tampang menyesal.

 

“emmmm,,, tapi sepertinya  begitu. ” jawab Hye Ri dengan senyum memaksa.

 

 

“Hye ri-a….“

“Gwencaha*9) …. Tempatku bukan disini, Keurom kalian kembalilah ke kehidupan kalian. aku juga akan kembali kekehidupanku. Jagbyol*29) … Annyeong haseo….” Ucap Hye Ri kemudian pergi. Meninggalkan Jonghyun yang masih membatu.

 

* * *

“DIMANA DIA !!!!!!!!!”  teriakan Jonghyun yang tiba-tiba kembali mengagetkan isi dorm.

 

“Nuguya *12)?” tanya Onew.

 

“Siapa lagi kalau bukan si pengecut itu !!!!!”

 

“Kalau yang hyung maksud Ki bum hyung. Dia ada dikamar …” jawab Taemin takut-takut mendapati hyungnya datang dengan tampang ingin membunuh.

 

Jonghyun pun bergegas menuju kamar. Bagai singa kelaparan ia masuk siap menerkam mangsanya. Meninggalkan Taemin, Onew, Jun Yhi dan Min ho dalam posisi mematung.

 

“Duarrrrrr..!!!! ”Beberapa saatkemudian terdengar suara bantingan pintu

 

“Hyung..!!! cangkaman*24)  !!!!” teriak Taemin seraya mempercepat langkahnya menyusul Jonghyun, kemudian dijejaki oleh yang lainnya, ketika menyadari perang  akan terjadi di dorm itu.

 

Jonghyun POV

 

Segera kupercepat langkahku menuju kamar.

 

Kubuka pintu itu dengan sangat keras. Mengagetkan Key yang dengan santainya tiduran di atas kasur sambil mendengarkan musik.

 

“Yaa,,, bisa-bisanya kau  santai mendengarkan musik disaat seperti ini !!!” bentakku namun tak digubrisnya. Ia kembali menyibukkan dirinya dengan i-pod yang ada digenggamannya. Parahnya lagi ia menambah volumenya.

“Yaa…!!!!” bentakku geram. Kemudian kulepaskan paksa head phone yang menyumpal kupingnya. Ia pun berdiri dengan tatapan evil. Kutarik kerah bajunya. Dan menyeret lalu merapatkannya kedinding. Ia tak melawan. Ia masih kekeuh dengan pose dingin dan acuh tak acuhnya yang semakin membutku geram. memaksaku untuk bersiap menghantam wajahnya.

 

“Hyung,,,Jangan…!!!” cegah Taemin dari balik pintu.  Dibelakangnya yang lain mengekor.

 

“Biarkan saja..!!!!!” ucap Key sambil menatapku tajam.

 

“Noe*25) …….??!!! ” Ucapku, mengurungkan niat untuk melayangkan tinjuku. Namun kembali kutarik kerah bajunya. “Yaa… sebenarnya ada apa denganmu ??? apa kau sudah tak mencintainya ?? ha????” bentakku.

 

“Ani*21).. aku masih mencintainya..” jawabnya singkat.

 

“Mwo*13)  ?????? lalu kenapa kau tidak mempertahankannya ? apa kau ini seorang pengecut ?? apa kau tak bisa berbuat sesuatu ???”

 

“Ye !! tidak bisa !!!!” jawabnya membentak, lalu “Karena hatinya untuk orang lain !!!! dan dia adalah KAU …KIM JONGHYUN..!!!!” kalimat terakhir Key sontak membuatku kaget dan perlahan melepaskan cengkramanku di kerah bajunya.

 

“Mwo….!!!!” Gumamku terbata. Perlahan akupun mundur dan terduduk di lantai.

 

“Ye,, dia menyukaimu. Jadi sekarang bisakah bisakah kau memberitahuku, Ottokhaji ???? sementara kau adalah bagian dari sekenario hidupku dan Hye ri!!  ” bentaknya dengan suara bergetar, lalu keluar dari dalam kamar.

 

Taemin POV

 

“Karena hatinya untuk orang lain !!!! dan dia adalah KAU …KIM JONGHYUN..!!!!” kalimat Key hyung sontak membuatku dan yang lainnya semakin maematung. Sungguh kami betul-betul shock…

“Mwo….!!!!” Gumam Jonghyun hyung terbata.

 

“Ye,, dia menyukaimu. Jadi sekarang bisakah bisakah kau memberitahuku, Ottokhaji ???? sementara kau adalah bagian dari sekenario hidupku dan Hye ri!!” bentak Key hyung kemudian keluar dari dalam kamar.

 

“Hyung ….. “ guamaku, kemudian Min Ho hyung  mengikuti langkahnya keluar.

 

Author POV…

 

Jonghyun masih terduduk seraya memeluk lututnya. Onew, Taemin dan Jun Yhi berhamburan mendekatinya.

 

“Gwenchana….???” Tanya Onew kawatir.

 

“Hyung,,, aku tahu Jun Yhi pernah menyukai namja lain. Tapi demi tuhan aku sama sekali tidak tahu kalau namja itu adalah aku. Jinja… ”

 

“Geumanhae hyung…. Jangan menyalahkan dirimu. Kita semua juga tidak tahu. Keurom.. bukankah Hye Ri noona pernah mengatakan pada kita bahwa dia tidak lagi mencintai namja itu. Itu artinya dia tidak memiliki perasaan apapun padamu lagi.”

 

“Arra,, Taemin-a.. arraseo.. tapi aku adalah penyebab semua ini. dan aku baru saja hampir memukul Key. Tanpa kutahu aku lah pemicu semua ini.” sesal Jonghyun dengan mata mulai berair.

 

“Taemin benar, kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri.  Yang harus kita lakukan sekarang adalah menjelaskannya pada Key.” Ucap Jun Yhi berusaha menenangkan.

 

“Arraseo.. biar aku yang jelaskan pada Ki Bum hyung” ucap Taemin kemudian pergi menyusul Key.

 

Taemin POV..

 

Diruang tamu kudapati Key hyung tengah terduduk  lesu disofa, tampak dengan jelas dari air mukanya bahwa saat ini ia tengah kacau.

 

Matanya memerah. Disampingnya duduk Min ho hyung. Namun seperti yang kuduga tak ada yang dapat dilakukan Min  ho hyung selain memegang pundak Key hyung.

 

Dalam keadaan seperti ini siapapun tidak dapat menenangkan Key hyung termasuk aku. Tapi harus kulakukan itu. Sebelum semua terlambat.

 

“Hyung…..” gumamku. Namun ia tetap saja diam. Dan dingin… kemudian kudekati dia, dan duduk disampingnya.

 

“Hyung …. Setidaknya hyung harus mendengarkan perkataanku. Tak peduli hyung tanggapi atau tidak”. Ia tetap diam. Kutarik nafas dalam kemudian kulanjutkan “ Hyung,,, kami. Ani… aku dan Jonghyun tau bahwa Hye Ri noona mencintai namja lain. Ia menceritakannya sendiri pada kami” ucapanku sontak membuat Min Ho dan Key hyung langsung menatap kearahku.

 

“Yaa,,,, jadi selama ini kalian sudah tahu ?????” tanya Min ho hyung kaget.

 

“Tapi, jeongmal.. kami tidak tahu bahwa namja itu adalah Jonghyun hyung.”

 

“Keurom*20),,,, ” tanggap Key hyung. Masih dengan tatapan evil plus bonus senyum sinis.

 

“Tapi perlu hyung ketahui.. Hye Ri noona mencintaimu hyung.. ” kalimatku kembali membuat mereka menatap kearahku. Namun…

 

“Heh,,, apa aku bisa percaya ???!!! sementara dia tak pernah sekalipun berkata seperti itu kepadaku.” Jawabnya sinis.

 

Key POV

 

“Itu karena hyung tak memberinya kesempatan untuk mengatakannya.”

 

“Hyung,,,Restoran di Itaewon. “ jelas Taemin lagi.

 

“Mwo?”

 

“Ye,,, Restoran Itaewon..” jawabnya

 

“arraseo.. aku sudah menjelaskannya pada hyung. Sekarang pikirkanlah..” ucapnyanya lagi, lalu bangkit dan pergi bersama Min Ho masuk kedalam kamar.

 

Aku masih termenung memikirkan kalimat terakhir Taemin. Termenung dan tenggelam dalam pikiranku sendiri.

 

“Restoran di Itaewon..?? ye,, Reestoran di Itaewon..” gumamku.

 

Flash back..

 

”Katakan padaku. Apa hatimu masih ada untuknya ? jebal, jawab dengan jujur” pintaku sambil menatapnya tajam.

 

“Jawab dengan jujur?” gumamnya. Dan kubalas dengan anggukan.

 

“Ye*17),,, perasaanku masih ada untuknya… tapi…”

 

“Cukup… itu sudah cukup” kataku memotong kalimatnya.

 

“Oppa, aku belum selesai…” protesnya.

 

Back to story…

 

“sebenarnya apa yang ingin  dikatakan Hye Ri saat itu????” gumamku lagi. “Aku harus memastikannya sendiri” lanjutku, setelah itu berdiri dan mempercepat langkahku menuju kamar.

 

Min ho POV

“Ottokhaji ???” ucap Jonghyun hyung parau. Dia betul-betul masih menyalahkan dirinya. Bagaimana tidak, secara tak langsung dia lah penyebab semua ini. penyebab runtuhnya hubungan Hye Ri dan Ki bum hyung.

 

“Kidarida…. *26)  hanya itu yang bisa kita lakukan ?”jawab Taemin seraya menghela nafas.

 

“Mwo…?? kidarida ???  ” ulang Jun Yhi heran.

 

“Ye,,, kita tunggu saja. Yang jelas kita telah berusaha semampu kita.” Jawab Taemin. Kami hanya bisa menghela nafas  pasrah.

 

Tiba-tiba,, pintu kamar terbuka. Ki bum hyung masuk dengan terburu-buru. Semua menengok kearahnya.

 

“Ki Bum-a..” panggil Onew hyung, namun tak dipedulikan. Ia tetap melangkah lurus menuju sudut kamar. Mendekat kearah laci disana, dan lantas membukanya. Kemudian setelah mendapatkan barang yang ia cari ia pun berbalik dan pergi tanpa berkata apapun.

 

“Yaa… kibum-a.. kau mau kemana ????” tanya Onew hyung. Namun tetap saja tak dipedulikan.

 

“Akhirnya….” Gumam Taemin.

 

“Waeyo ???” tanyaku heran dan diiyakan oleh raut wajah setuju dari yang lainnya. Namun Taemin hanya membalas dengan senyum puas dan misterius.

 

 

Key POV.

Setelah mengambil kunci mobil akupun bergegas  keluar dari kamar. Tak kugubris apapun yang dikatakan Onew hyung. Ya.. karena itu tak penting sekarang.

 

Namun ku-rem langkahku ketika melihat kotak biru yang diberikan Hye Ri dimeja. Lantas segera kusambar kotak itu dan bergegas keluar.

* * *

Hye Ri POV

 

Sudah hampir setengah jam aku duduk di halte ini. namun aku belum beranjak juga. Sudah berapa bus juga yang  berhenti. Namun aku masih tetap dalam posisiku. Diam…

 

Ya… semua telah berlalu. Seperti yang kukatakan pada Jonghyun. Aku harus kembali kekehidupanku yang sebenarnya. Kehidupan Park Hye ri, tanpa Key, tanpa SHINee. Dan mungkinkah tanpa sinar ????

 

Dari kejauhan kulihat bus mulai mendekat. Yah.. tak ada gunanya juga aku berlama-lama disini. Berada dalam bayang-bayang mereka.

 

Key POV

 

Aku melaju dengan kecepatan 80 km/jam. Tak peduli berapa banyak suara klakson yang menanggapiku atau seberapa sering sumpah serapah yang dilontarkan orang-orang disepanjang jalan.

 

“Aigoo …!! Sebenarnya dimana dia??.” Gerutuku ketika tak melihat Hye Ri, walau pun telang celingak celinguk kiri-kanan.

 

Tapi, dari kejauhan kulihat ia, tengah berdiri di sebuah halte bus. Kusalip bus yang berada didepanku dan lantas berhenti tepat didepan halte bus itu.

 

Hye Ri POV

 

Sebuah mobil hitam tiba-tiba melaju kencang dan menyalip bus yang akan kutumpangi. Lalu berhenti tepat didepanku.

 

Aku memandanginya bingung. Tapi bus yang akan kutumpangi kemudian berhenti tepat di belakang mobil itu. Aku pun bergegas berjalan kearah bus itu. Namun…

 

“Chogiyo….!!!” *23) Suara seorang namja menghentikanku. Akupun berbalik.

 

“Oppa ???” gumamku heran melihat Ki bum oppa turun dari mobil itu. Ia kemudian mendekat kearahku.

 

“Hye ri-a…”

 

“Oppa?  Apa yang oppa lakukan disini ?”

 

“Ya… noona sebenarnya kau mau naik atau tidak????” teriak ajhussi dari dalam bus itu.

 

“Jongseohabnida ajusshi. Dia tidak akan naik” sahut Key oppa sambil membungkuk. Bus itu pun berlalu.

 

“Oppa.. apa yang kau lakukan ?? aku mau pulang ..” protesku.

 

“Tidak, sebelum kau menjawab pertanyaanku” cegahnya.

 

“Mwo ??? pertanyaan apa ?”

 

“Restoran di Itaewon… sebenarnya apa yang ingin kau katakan padaku???”

 

“Yee????” gumamku heran.

 

“Ne… kata-katamu yang kupotong. Bisakah kau memberitahunya sekarang padaku ???”

 

“Apa.. itu penting ???” tanyaku meyakinkan.

 

“Ye,,, tentu saja.” Jawabnya mantap.

 

Aku menarik nafas panjang dan menghelanya pelan.

 

“Noe*25) … telah menghapus namja itu dari sini. Tanpa menyisakannya sedikitpun” jawabku mantap sembari menunjuk kearah dada.

 

Ia pun tersenyum kemudian merogoh saku jaketnya, dan mengeluarkan sebuah kotak kecil.

Ya, kotak yang kuberikan padanya beberapa saat yang lalu. Lalu mengelurkan cincin yang ada didalamnya dan memakaikan dijari ku.

 

“Jadi aku berhasil ???” gumamnya.

 

“Yee???” tanyaku heran. Namun tak ada jawaban.. . Ia lantas menarikku dalam pelukannya

 

Flash back…(Love in SHINee Dorm season I)

 

“Arraseo,,jika kau bersedia membantuku benar-benar menghapus “pria” itu dari sini aku akan menerima mu” jawabHyeRidengan menunjuk kearah dada.

 

“Ne, tentu saja.. aku pasti bersedia.” Jawabku bersemangat.

 

Back to the story

 

Key POV..

 

“Jadi aku sudah berhasilHyeRi-a..” ulangku lagi. Dengan semakin mempererat pelukanku.

 

“Heehh ???” gumamnya heran.

 

“Ye, aku sudah berhasil menghapusnya dari hatimu” jawabku mantap.

 

“Yee,,,  oppa telah berhasil. Chukae*30),,,“ balasnya sambil menatap mantap karahku.

 

Senyuman tersungging dibibirnya. Kemudian membalas pelukanku. Pelukan yang telah lama menghilang. Namun….

 

“Yaa..waeyo…??!!!“ protesku ketika tiba-tiba saja ia melepaskan pelukannya.

“Oppa.. apa oppa tidak sadar kalau kita ditempat umum ?. Bisa-bisa ada wartawan yang mengenali kita” jawab Hye Ri panik.

 

“Aku tidak peduli. Bukankah seharusnya begitu” jawabku santai. “Lagipula aku berhak mendapatkan pelukan itu. Yah hitung-hitung sebagai hadiah” lanjutku lagi.

 

“Hadiah ???”

 

“Yee,,, bukankah aku sudah berhasil membantumu melupakannya??!!” jawabku mantap.

 

“Aissshh… arraseo. ….” Balasnya.

 

Kemudian,,,,

 

 

 

 

tiba-tiba saja mencium pipiku.

 

“Yaaa,,,!!!!! ” ucapku salah tingkah.

 

“Itu bonus ” jawabnya santai. Walau terlihat jelas rona malu tergambar di wajahnya.

* * *

 

Someone POV…

 

“Apakah hari ini ??” tanya seorang ajhussi.

 

“Ye, tuan.. kami akan membawanya hari ini” jawab seorang pria lain sambil membungkuk.

 

* * *

 

“Apa kau sudah memberitahu Se Kyung???  ” tanya Key siang  itu.

“Ne, kau tenang saja aku sudah memberitahunya. Dia pasti akan datang” jawab Jonghyun mantap.

 

“Hmmmm,, baguslah… keurom.. Hyung apa segala sesuatunya sudah siap ??” tanya Key lagi sambil memeriksa kesetiap tas belanja yang dibawa Onew.

 

“Ye,, tenang saja. Aku sudah membeli semua yang kau butuhkan.” jawab Onew. Kemudian menaruh tas belanja itu diatas meja dapur dan pergi.

 

“Aissshhhh,,, terkadang aku senang melihat Key hyung bersikap dingin seperti kemarin. Setidaknya kita terhindar dari kerepotan seperti ini” gerutu Min ho sambil mengepel lantai didapur.

 

“Geumanhae hyung….  Terima saja. Lagipula bukankah bagus mereka kembali bersama. Hmmm senangnya jika setiap hari ada pesta perayaan seperti  ini. ” ucap Temin sumringah.

 

“Aigoo.. kau sih enak dapat tugas memotong sayuran” sungut MinHo lagi.

 

“Min-ho-aa!!!! Hyung !!!! Bantu aku disini ..!!!” Teriak Key dari ruang tengah.

 

“Yeee…” sahut Onew.

 

“Aissshhhh…. Merepotkan sekali” timpal Min ho. Namun ia tetap saja menurut. Yah,, tak ada pilihan lain kalau tidak ingin diomeli.

 

* * *

 

“Annyeonghaseo…” sapa Hye Ri yang baru saja datang.

 

“Annyeonghaseo.” jawab Taemin “Masuklah.. Se Kyung noona juga sudah datang” jelas Taemin kemudian mengajak Hye ri menuju ruang tengah dimana yang lainnya berkumpul.

 

“Annyeonghaseo…” sapa Hye Ri lagi dan dibalas dengan kalimat yang sama oleh yang lainnya.

 

“Duduklah.. ” ucap Key kemudian mempersilahkan Hye Ri duduk disampingnya.

 

“Waahhh… banyak sekali…!!!” seru Hye Ri takjub melihat begitu banyak makanan dimeja .”Mianhae aku tidak bisa membantu. Tadi aku harus membantu dokter operasi”

 

“Gwenchana Hye Ri-a. aku juga sama, tidak ikut membantu mereka. Anggap saja hari ini hari untuk memanjakan kita” sahut Se Kyung seraya tersnyum.

 

“Arraseo… karena semua sudah berkumpul. Ayo kita mulai perayaan hubungan Key hyung dan Hye ri noona…” seru Taemin semangat seraya mengambil sumpit.

 

“Yaa Taemin-a.. apa kau melupakan Min Ho ? ia masih di toilet” cegah Jonghyun. Membuat Taemin mengembalikan sumpitnya lesu.

 

“Aigooo.. aku lupa. Aku punya beberapa cemilan juga dikamar. Kemarin ibuku mengirmnya sebaiknya kuambil sekarang.” Ucap Onew kemudian bangkit.

 

Kring…kring….kring.. tiba-tiba saja suara ponsel JunYhi berdering..

 

“Jongseohabnida.. aku terima telepon dulu. Kalian mualailah dulu…” ucap Jun Yhi kemudian segera berlari menuju kamarnya.

 

Min ho POV

 

“Huft leganya..” gumamku setelah keluar dari toilet. Akupun bergegas menuju ruang tengah. Karena yang  lain pasti sudah lelah menungguku.

 

“Mwo ?? apa yang kalian lakukan ?? anio. Jangan masuk biar aku saja yang keluar.”

 

Suara dari kamar Jun Yhi mengagetkanku. Beberapa saat kemudian ia keluar dengan wajah panik. Sampai-sampai tak mempedulikanku yang berada tepat didepan kamarnya.

 

Author POV..

 

“Aigoo… kemana sih mereka lama sekali…” sungut Taemin tak sabar.

 

Beberapa saat kemudian Jun Yhi yang menjadi salah satu biangnya datang sambil menjinjing mantel.

 

“Kau mau kemana malam-malam begini ?” tanya Jonghyun heran.

 

“Jongseohabnida.. aku ada keperluan mendadak… tidak usah menungguku. Naega monjeo gan. Annyeong.” Pamit Jun Yhi kilat kemudian pergi.

 

“Aigoo… mau kemana dia???” gumam Key.

 

Beberapa saat kemudian…

 

“Yaa…!!! Kau mau kemana ???” tanya Jonghyun lagi. Ketika mendapati Min ho melakukan hal yang sama.

 

“Jongseohabnida.. aku ada keperluan mendadak… tidak usah menungguku. Naega monjeo gan. Annyeong”

 

“Aissshhh.. sebenarnya ada apa dengan mereka ?????” gerutu Key .

 

“Mau kemana dia ??? keurom dimana Jun Yhi ?” tanya Onew yang baru saja keluar dari kamar sambil membawa beberapa bungkus snack.

 

“Animida..Jun Yhi keluar setelah menerima telepon.  Kemudian Min Ho juga keluar setelahnya.” Jelas Key.

 

Tanpa berbicara apapun.. Onew lantas pergi. Setelah menumpukkan bungkusan snack itu pada Taemin.

 

“Aisshh,,, yaaa!!!!! Sebenarnya ada apa ini ???? ada apa dengan kalian?????” gerutu Jonghyun kesal.

 

“Hmmmm… sepertinya akan ada cinta segitiga lagi…” gumam Taemin. Memaksanya mendapatkan tatapan evil dari yang lain.

 

* * *

Author POV

 

“Yaa…. Lepaskan aku..!!!!!” berontak Jun yhi berusaha melepaskan cengkraman dua namja serba hitam dari tangannya. Tapi tentu saja percuma. Tubuhnya terlalu mungil bila dibandingkan dua namja itu.

 

“Yaaa…lepaskan dia ….!!!!”

 

Jreng..jreng..!!! super SHINee dataaaangggg…..!!!!!  *ngeGeJe banget…

 

“Min ho, Onew,,???!!!” gumamHyeRiketika melihat Onew dan Min ho datang.

 

“Ya lepaskan dia…” ulang Min ho lagi. Namun tak ada tanggapan dari keduap namja itu.

 

Tentu saja Onew dan Min ho lantas mencoba untuk melepaskan Jun Yhi. Namun..

 

“Yaa… lepaskan kami !!!!!!” berontak Onew ketika menyadari dua orang namja mencengkram tubuhnya, begitupula dengan Minho.

 

“Bawa mereka juga !” perintah salah seorang namja yang memegang Jun Yhi…

 

Min ho POV..

 

“Yaa,, sebenarnya apa mau kalian????” brontakku lagi ketika para namja bertubuh raksasa itu memasukkan kami kedalam mobil. Sedangkan Jun Yhi dimasukkan  kedalam Mobil yang lainnya.

 

“Lepaskan kami !!!!” tambah Onew hyung.

 

“Bungkam mulut mereka…!!!!” perintah seorang namja yang ada dikemudi. Kemudian namja yang disebelah kami pun masing-masing mengeluarkan sapu tangan dari saku jasnya.

 

“Yaa….yaaaaa apa yang..” brontakku namun tiba-tiba saja semua terasa gelap dan. Sunyi……

* * *

Onew POV

 

Ketika tersadar  aku tengah berada dalam ruangan yang besar. Ani, megah tepatnya.

 

Terlihat dari luas ruangan itu, dan perabot mewah yang berada didalamnya. Tubuhku diikat dikursi yang tengah kududuki.

 

Kulihat disampingku hal yang sama  terjadi pada Minho, namun ia masih belum sadar.

 

“Omo !!! dimana Jun Yhi ???” gumamku panik. Setelah menyadari tak ada seorangpun disana kecuali aku dan Min ho. “Mungkin kah.. terjadi sesuatu yang buruk padanya ???”.”Ani..ani… semoga saja tidak..” gumamku lagi.

 

“Jadi ini mereka…??” ucap seorang ajhussi yang tiba-tiba saja datang dari belakang kami.

 

“Yaa…Min ho-a. sadarlah..!!” tegurku sambil menendang-nendang kaki Min ho.  Tak ada reaksi…

 

“Yaa..!!!  Raja Tidur !!!!!” bentakku keras. Dan akhirnya membuahkan hasil.

 

“Hyung dimana kita ??? dimana Jun yhi ???” tanyanya panik.

 

“Kalian berada dirumahku ” jawab ajhusshi itu yang kini berada didepan kami, bersama beberapa orang namja tadi yang kini kuyakin adalah bawahannya. Ajhusshi yang rapih dan elegan dengan balutan tuxedo. Asap mengepul dari cerutunya yang super duper bongsor. ngalahin diameter microphone yang biasa kupakai dipanggung. *lebay….

 

Terlihat dengan jelas bahwa dia adalah orang kaya. Atau mungkin seorang mafia ??? entahlah…

 

“Yaa,,,, ajhussi sebenarnya apa maumu ??? kenapa menyekap kami ??” protes Minho geram.

 

“Heh…karena kalian mencampuri urusanku !” Jawabnya cengengesan.

 

“Keurom.. dimana Jun Yhi ?. Apa yang kau lakukan padanya???” timpalku lagi.

 

“Jun Yhi ????? itu bukan urusanmu.” Jawabnya singkat.

 

“Yaa…!!! Lepaskan mereka. Mereka tak ada sangkut pautnya dengan semua ini!!!!” tiba-tiba suara yang begitu kukenal datang dari arah belakang.

 

“Jun Yhi-a… ” gumam Min ho.

 

“Jun yi-a cepat pergi !!! apa yang kau lkukan disini ???!!!” teriakku namun tak dirgubrisnya.

 

“Jebal…. Lepaskan mereka…” pinta Jun Yhi seraya mendekat kearah ajhussi itu.

 

“Keurom… apa gantinya ???” tanya Ajhussi itu balik.

 

“Nan,,,,” Jun Yhi menjawab ragu “nan… akan melakukan apapun yang kau inginkan !!!!!” lanjutnya.

 

“Yaaa….apa yang kau katakan..!!!!” protes Min ho semakin geram.

 

“Heh ?? jeongmal?? Kau sudah berulang kali mengatakan itu padaku. Apa aku bisa mempercayaimu ??” tanggap ajhussi itu ragu.

 

“”Yaaa!!! ABEOJI !!!!…”

 

Teriakan protes Jun yhi sontak membuat kami menengok kearahnya.

 

“Mwo ???? abeoji ???”  ulang Min ho terkejut.

 

“Jadi …???!!!!” gumamku lebih terkejut lagi.

 

“Whaaa.. jadi mereka belum tahu ???!!!!” ucap Ajhussi itu mantap.

Jun yhi hanya tertunduk lesu….

 

* * *

 

“Aigoo ??? sebenarnya kemana mereka pergi..????” gerutu Jonghyun kawatir.

 

”Oppa, apa ada jawaban ??” tanya Hye Ri tak kalah kawatir.

 

“Anio.” Jawab Key seraya menggeleng lesu mengenggam ponselnya.

 

“Hmmmph… sudah hampir jam 12 malam mereka belum juga kembali. Apakah mereka baik-baik saja ??” timpal Taemin.

 

“Jonghyun-a apa tidak sebaiknya mengantarkan Se Kyung eonny. Dia pasti lelah.” Saran Hye Ri.

 

“Gwenchana.. aku akan ikut menunggu disini” tolak Se Kyung.

 

“Ani.. kau bilang besok ada syuting CF. sebaiknya kuantarkan pulang. Arra ??” ucap Jonghyun.

 

“Emm..” angguk Se Kyung  menurut.

 

Akhirnya Se Kyung dan Jonghyun pun pergi. Tinggallah Taemin, Key, dan Hye ri yang masih tersisa di dorm.

Mereka masih menunggu. Harap-harap cemas. Hingga waktu menunjukkan pukul setengahh 1 malam..

*  * *

“Kalian sudah pulang ???” tanya Hye Ri kelabakan ketika melihat Onew, Min Ho dan Jun Yhi akhirnya pulang…

 

“Jongseohabnida telah membuat kalian cemas. Aku kekamar dulu. Annyeonghi jumuseo..” ucap Jun Yhi kemudian berlalu begitu saja.

 

“Yaa…. Sebenarnya ada apa ??? mengapa raut wajah kalian seperti ini ???” Tanya key cemas mendapati hyung dan namsaengnya pulang dalam keadaan lesu dan berantakan.

 

* * *

“Mwo ??????” serentak Key, Taemin, Jonghyun dan Hye Ri kaget ketika mendengar cerita dari Min Ho dan Onew.

 

“Jadi … Kang Jun Yhi adalah putri dari Kang Shin Yang???” ucap Jonghyun kaget.

 

“Kang Shin Yang ?? nuguya ??” tanya Taemin.

 

“Aigoo.. apakah kau tidak pernah menonton TV? Kang Shin Yang itu adalah direktur utama K-Group yang merupakan salah satu perusahaan property terbesar di Korea.” Jawab Jonghyun.

 

“Omo.. berarti dia adalah pewaris tungglal K-Group??? Waaa…. Jongmal..jeongmal hebat..” timpal Key.

 

“Keurom ,,, bagaimana bisa dia berada disini? Sebagai Coord. Kalian ?” tanya Hye Ri kemudian.

 

“Animida… dia tidak menceritakannya pada kami. Ia hanya menceritakan sampai itu saja” jelas Onew.

 

“Apapun alasannya. Aku yakin adalah alasan yang masuk akal” sahut Min ho mantap.

* * *

“Chogiyo…. ” sapa Jun Yhi siang itu. Ketika yang lain tengah berkumpul diruang tengah.

 

“Aaaahh… Jun Yhi-a. waeyo..?” tanya Jonghyun.

 

“Hmm…aku ingin berbicara sesuatu… ”

 

“oo…. Katakanlah..” Key mempersilahkan.

 

Jun Yhi POV.

 

Kutarik nafas panjang sebelum memulainya.

 

“Jongseohabnida…” ucapku singkat  seraya membungkukkan badannya 90 drajat.

 

“Yaa,,, waeyo ? Kenapa noona harus minta maaf ??” tanya Taemin.

 

“emmm,,, walau bagaimanapun juga aku telah membohongi kalian. Tentang jati diriku. Dan juga, aku menyebabkan  Min Ho dan Onew dalam masalah semalam. Untuk itu, jeongmal jongseohabnida..”

 

“Geumanhae… cheonmaneyo.. ” ucap Onew tersenyum. Senyum yang begitu tulus….

 

“Tapi,,,,, bukan itu yang  ingin kami dengar sekarang..” tiba-tiba Min ho membingungkanku dengan kalimatnya.

 

“Yee ????” gumamku menatapnya bingung.

 

“Doe.. sebenarnya mengapa sampai bisa menjadi coordinator kami. Keurom ,,, mengapa kau harus sembunyi dari ayahmu ? ” lanjutya dengan pertanyaan beruntun.

 

Aku menunduk.. kemudian kutatap satu-persatu wajah-wajah mereka. “Waeyo ?? jelaskan pada kami” yah.. seolah kalimat itu lah yang tertulis di kening mereka.

 

Kembali kuhela nafasku. Yah tak ada gunanya lagi aku menyimpannya.

“Arraseo… seperti yang kalian ketahui aku adalah anak tunggal dari direktur K_Group. sejak kecil aku dididik untuk menjadi seorang pewaris tunggal sebuah perusahaan. Tapi, aku tetaplah seorang manusia yang memiliki cita-cita, kesenangan dan duniaku sendiri. Dan dunia fashion adalah duniaku.. Aku ingin sekali pergi ke paris dan belajar banyak tentang fashion dan design disana, kemudian menjadi seorang designer. Yah… tapi itu tidak mudah. Karena walau bagaimanapun aku adalah pewaris tunggal K-Group. Abeoji tak mengijinkanku bersentuhan dengan segala sesuatu yang berbau design ketika ia tahu aku tertarik pada design” jelasku.

 

“Keurom.. bagaimana noona bisa menjadi coord. kami. Bukankah noona abeoji tidak mengijinkanmu menjadi seorang designer??” sela Taemin.

 

“Ye,,, tapi tentu saja aku tidak menyerah. Aku diam-diam belajar sendiri. Melalui internet, Tv, buku animyeon*27)  apa saja yang bisa menambah pengetahunku tentang design. Dan ketika mulai masuk universitas diam-diam aku bergabung dengan club fashion & design. Namun suatu hari abeoji mengetahuinya. Dan memutuskan untuk mengirimku ke Amerika. Yah karena tidak tahan akhirnya aku kabur dan bersembunyi. Dan beberapa hari kemudian menemukan lowongan menjadi seorang coord. Bukankah tinggal bersama artis seperti kalian merupakan persembunyian yang aman ???” lanjutku sambil tersenyum.

 

 

“Waaaahhh… seperti film saja…” sahut Jonghyun.

 

“Jinja,,,? hehe,,, tapi,,,” ucapku lagi.

 

“Tapi apa ??” tanya Key.

 

“Sepertinya aku tidak bisa lagi menjadi seorang designer. Lusa, tepat sebulan aku bekerja sebagai coord. sementara kalian. Aku akan ke Amerika dan melanjutkan study yang sempat kutunda”

 

“Mwo ?? wae ???” tanya Min Ho kaget.

 

“Ye,,, aku sudah berjanji pada Abeoji untuk mengikuti keinginannya. Menjalannkan perusahaan.”

 

“Mwo ??? apa itu karena kejadian semalam itu ? yaa sebenarnya apa yang kau bicarakan dengan ayahmu ?” tanya Onew dengan tatapan curiga.

 

“Apa dia memaksakan sesuatu padamu ? sehingga melepaskan kami dengan begitu mudah ??” timpal Min ho.

 

Flash back,,,,

 

“Abeoji… jebbal,,, jangan libatkan mereka. Mereka tak ada hubungannya. ” rengekku pada appa. Ketika kami berbicara berdua. Tak ada Min ho, Onew atau siapapun disana.

 

“Arraseo,, akan kulepaskan mereka. Tapi tidak denganmu. Kau akan ke Amerika. Kau harus melanjutkan study-mu yang sempat kau tunda.”

 

“Arraseo… tapi berikan aku waktu 3 hari. Aku harus menyelesaikan tugasku. Bukankah Abeoji juga selalu berkata sepeti itu?. Menjadi orang yang bertanggung jawab ?”.

 

Back To The Story..

 

“Ye,,, abeoji memang memintaku untuk ke Amerika. Dan membebaskan kalian sebagai gantinya. Tapi… bukan karena itu. Sudah lama, sebelum kejadian tadi malam. Setelah melihat bertemu dengan kalian yang begitu care satu-sama lain seperti saudara kandung, kalian yang tak pernah melupakan keluarga kalian sekalipu kalian terkenal. Membuatku rindu pada abeoji. Lalu Kuputuskan untuk mengikuti keinginannya. Namun karena aku masih terikat kontarak dengan kalian kuurungkan niatku.

 

Aku tidak ingin mengecewakannya. Aku ingin menjadi anak yang baik untuknya. Walau bagaimanapun aku adalah harapan satu-satunya K_Group. Aku tidak mungkin berbuat egois, dengan mengorbankan begitu banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya di perusahaan kami hanya karena impian kecilku.”

 

“Arraseo,, jika itu keputusanmu. Kami akan mendukung. ” ucap Key.

 

“Hwaiting…!!!!!!” lanjut Taemin dan Jonghyun serempak.

 

* * *

Onew POV..

 

“Amerika ???? hmmmmph… sepertinya harus benar-benar melupakannya..” gumamku sambil duduk di meja makan.

 

“Nuguya..???”

 

“Omona !!!!” ucapku kaget melihat wajah Taemin tiba-tiba tepat berada didepanku.

 

“Memangnya siapa yang harus hyung lupakan ?? ” tanyanya lagi dengan tatapan jahil.

 

“Animida….”

 

“Geumanhae hyung mengaku saja.. tidak usah malu-malu..”

 

“Aigoo.. kau ini. sudahlah aku mau mandi. Nanti malam kita ada show. Arraseo… !!!” ucapku kemudian pergi, menghindari pertanyaan-pertanyaan Taemin yang semakin menjebak erta manyudutkanku, dan lama-kelamaan akan membuatku mengatakan “Ya.. aku menyukai Jun yhi” kalau tidak segera menghindarinya.

 

* * *

Min Ho POV.

 

Setelah mondar-mandir hampir sepuluh menit dikamar akhirnya kuputuskan untuk menemui Jun Yhi dikamarnya.

 

Tok..tok,,tok.. kuketuk pintunya perlahan..

 

“Aaa..Min Ho-a” sapanya ketika membuka pintu. “Ada apa ??” tanyanya.

“Aa…mmm. Animida..” jawabku gugup kemudian berbalik dan buru-buru  kembali kekamar.

 

“Aigoo.. kenapa aku jadi tiba-tiba seperti ini” bathinku kesal.

 

* * *

Author POV..

 

Hati-hati dijalan Jun Yhi-a..ucap Hye Ri seraya memeluk Jun Yhi hangat dibandara.

 

“Ne,,, gamsahabnida.. aku betul-betul akan merindukan kalian”

 

“Jangan lupa untuk selalu menghubungi kami..” kata Key.

 

“Ye,, kirimlah e-mail.. kami akan menunggunya.”  Lanjut Jonghyun.

 

“Keurom.. kalau noona pulang ke seoul jangan lupa mengunjungi kami. Arra ??” timpal Taemin.

 

“Yee,, arrachi..” ucap Jun Yhi kemudian memeluk kelima namja didepannya bergantian.

 

“Yaa… kenapa kalian diam saja? Katakanlah sesuatu,,” sungut Jonghyun mendapati Min Ho dan Onew hanya kaku tak bersuara.

 

“Ne,,, paling tidak berikan salam perpisahan” gerutu Key lagi.

 

Namun… mereka hanya membisu.. hingga..

 

“Jun Yhi-a”

 

“Aku ,,,”

 

Tiba-tiba kalimat dari Onew dan Min ho keluar bersamaan. Min ho dan Onew saling menatap kesal satu sama lain karena merasa ucapannya diganggu.

“Ye,,,??? Katakana saja” jawab Jun Yhi sedikit kaget.

 

AKU MENYUKAIMU…” ucap Min ho dan Onew lagi-lagi serempak. Sontak membuat yang lain terheran-heran. Onew menutup mulutnya malu. Min ho mengalihkan pandangannya tak kalah malu. Mereka betul-betul tak menyangka akan mengatakan hal yang sama.

 

“Mwo ?? kalian menyukai Jun Yhi?” tanya Key tak percaya.

 

“Aigoo. Apa ku bilang akan terjadi terjadi cinta segitiga …” tanggap Taemin.

 

“Ye,, aku juga menyukai kalian. Jinja chua-yo*31)…”jawab Jun Yhi semangat. Memaksa yang lainnya kembali memasang wajah bingung.

 

“Mwo ?? kau menyukai dua-duanya ??” tanya Jonghyun lebih heran dari sebelumnya.

 

“Ye.. tentu saja. Dan bukan hanya mereka berdua tapi kalian semua. Aku sangat menyukai kalian. Ani.. aku sangat mencintai kalian.. kalian seperti keluarga kedua ku.”

“Aaa…aa… keurei*28) … keluarga. Aku juga menyukai Jun Yhi seperti adikku sendiri” kilah Onew.

 

“Aku juga.. sama. Jangan berpikir yang macam-macam” ucap Min Ho.

 

“Aaaa… jadi begitu. Arraseo… karena kita adalah keluarga. mari berpelukan sekali lagi” seru Key semangat. Dan  mengajak yang lain berpelukan ala teletubis.

 

“Arraseo.. naega monjeo gan.. annyeonghseo” ucap Jun Yhi kemudian masuk kedalam terminal bandara. Diiringi lambaian tangan hangat dari SHINee dan Hye Ri.

 

Jun Yhi POV

 

“Mianhae.. Onew, Minho. Aku mengerti maksud kalian. Tapi kali ini studyku sudah menunggu. Kalian pasti akan mendapatkan yang terbaik. Tetaplah bersinar SHINee..and AMERIKA.. I’M COMING!!!”.

– THE END-

WAJIB COMENT…!!!!!!

*Glosarium

1. geumanha= sudahlah

2. ottolkhaji=apa yang harus kulakukan

3. ottokhae= bagaimana

4. gomawo/gamsahabnida=terimakasih

5. cheonmaneyo=sama-sama

6. palli=cepat/cepatlah

7. arraseo=baiklah

8. hwaiting=semangat

9. gwenchana=tidak apa-apa

10. anio/animida/ani=tidak, bukan.

11 wae/waeyo=kenapa

12 nuguya=siapa

13 mwo=apa

14 jebal=kumohon

15 mian/mianhae/jongseohabnida=maaf

16 jongmal=sungguh/sangat

17 ye/ne=ya

18 annyeong/annyeonghaseo=hai/(ucapan salam)

19 maneyo/jinja=benarkah,sungguh

20 keurom=lalu,kemudian

21 anigoya=itu tidak mungkin

22.naega monjeogan=ku pergi dulu

23.jom choma=sabar.

24. changkaman= tunggu

25. noe = kau

26. kidarida= menunggu

27. animyeon=atau

28 kaeure=benar

29. jagbyol=selamat tinggal.

30.chukae=selamat

31.chua_yo=aku menyukaimu


3 thoughts on “LOVE IN SHINee DORM SEASON II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s