Who Is My Love ? (chapter 1)


Isi ff ini semua murni pikiran ku. J
Happy reading. ^,^
#jgn liat dari cast’nya ya, liat ceritanya. xD

Title : Who Is My Love ? (chapter 1)
Cast :
Kim Ki Bum (SJ)
Kwon Yuri (SNSD)
Lee Donghae (SJ)
Other cast from SJ n SNSD
Genre : Romance, Friendship
Rating : G
Aurhor  : Lala Brigida

*ini kya footnote, tapi tempatnya d atas, jadi ini headnote dh! xD
ES = Elementary School = SD (sekolah dasar)
JHS = Junior High School = SMP (sekolah menengah pertama)
itu keterangan biar nanti bacanya ga bingung. Kekeke~
Happy reading. J

Part 1

—————

Yuri pov

“Yul ! ppali ! kita sudah terlambat !”  terdengar Sooyoung teriak dari halaman depan rumah ku.

“Aish ! ne ne !” aku pun tergesa-gesa berlari mengambil tas tangan ku berwarna hitam, yg ya terlihat sangat simple untuk yeoja seusiaku.

“Ya ! kenapa kau memakai baju seperti itu?!? Kwon Yuri !! kita ini akan bertemu teman-teman lama kita. Mereka bisa terkena serangan jantung melihat penampilan mu seperti ini ! seorang Yuri yang dulu sangat lugu, sekarang sudah terlihat seperti brandal. -,- Dan tas itu? buanglah tas itu ! aish kau ini yang benar saja. cepat ganti pakaian mu !” Sooyoung sangat marah ketika melihat aku keluar dari rumah dgn memakai tight jeans berwarna hitam, dengan hoodie berwarna putih, sepatu Adidas putih, dan tas hitam kesayangan ku ini. ^^

“Waeyo?!? Aku nyaman seperti ini! Aku tak peduli org berkata apa tentang penampilan ku!” ucapku tak kalah keras dengan Sooyoung.

“Hmh..ya sudahlah, terserah kau saja. aku malas bertengkar dengan mu. Kajja..”

Mobil Sooyoung pun melaju di tengah keramaian kota Seoul. Malam ini aku dan Sooyoung akan datang ke acara reuni dengan teman-teman ku saat di Junior High School. Aku sudah tak sabar bertemu mereka semua. Terutama dia, namja yang selalu membuat ku terkesan. Walaupun aku tidak begitu dekat dengannya, kami ditakdirkan untuk bersama sejak masih kecil hingga di Junior High School. Aku sangat merindukannya… >,<

Aku dan Sooyoung pun memasuki sebuah cafe bernuansa kerajaan kuno. Aku melihat beberapa teman ku sudah datang, dan kami semua pun saling bertegur sapa.

“ya !! lihatlah dirimu Kwon Yuri ! apa yang terjadi dengan mu? Saat masih JHS, kau adalah yeoja lugu. Dan sekarang kau seperti brandal yg entah darimana. Hahahaha” Eunhyuk menggodaku yang baru saja datang.

“Aish, diam kau ! aku tidak banyak berubah kan? Tetap biasa saja seperti dulu. Kekeke~.” aku pun menyahut dengan asal.

“Yul ! apa kau tidak merindukan ku?” suara itu menghentikan tawaku. Aku pun berbalik mencari arah suara itu.

“Omo ! Yoona !!!” aku pun langsung memeluknya.

“hahahaha, kau masih saja seperti dulu Mrs.Simple. tidak terlalu mementingkan penampilanmu.” Yoona benar-benar memahamiku. Dia adalah sahabatku saat di Junior High School. Sooyoung juga sahabatku tentunya. Kekeke~

“Yul ! Yoona ! Youngie !” terdengar suar teriakan dari arah pintu masuk. Aku sudah sangat mengenal suara itu. Itu Hyoyeon ! teman sebangku ku saat di JHS. Di belakangny terlihat sahabat ku yg lainnya Taeyeon dan Seohyun.

“Annyeong Haseyo..” sapa Taeyeon pada kami semua. Seperti biasa, dia terlihat sangat tenang dan mengagumkan.

“Taeng ! neomu yeoppo..” sahut Leeteuk yang daridulu memang selalu menggoda Taeng.

“kenapa hanya kita yang datang mana yang lain?” tanya Seohyun dengan wajah polosnya.

“Mollayo.. aku tidak perlu yang lain datang atau tidak, asalkan kalian yang datang aku sudah sangat senang.” Ucap Yesung secara tiba-tiba.

“Kyuhyun dan Kibum dalam perjalanan kemari. Tunggulah mereka sebentar lagi, baru kita mulai dinner yg meriah ini ! yey !” sahut Wookie dengan gembira. Mendengar nama itu, entah mengapa jantung ku jadi berdetak kencang. Hmm, aku pikir dia tidak akan datang, karna aku pernah mendengar setelah lulus JHS dia memilih untuk melanjutkan sekolahnya di USA.

“Oh Kibum ternyata datang. Aku pikir dia tidak datang, karna sibuk mengambil kelas tambahan di liburan kali ini.” Ucap Taeng, dan itu membuat ku sedikit agak bingung.

“Kau tau darimana Taeng? Jangan bilang sekarang kau satu universitas dengan Kibum?” tanya Shindong menyelidiki.

“Ne, memang benar. Dari tahun 2004-2007 aku di JHS satu sekolah dengannya, tahun 2007-2010 aku juga satu sekolah lagi dengannya di Senior High School di USA, dan sekarang aku kuliah di Seoul University, aku juga satu universitas dengannya. aku pun heran kenapa bisa seperti itu.” jelas Taeng panjang lebar.

“Wah wah, jangan-jangan kau akan berjodoh dengannya !” Hankyung menggoda Taeng.

“Ya ! kau jangan bilang begitu ! kau tak melihat wajah Yoona sudah seperti udang rebus karna terlalu panas mendegar kata-katamu?!” Kangin pun ikut menggoda Yoona.

“Ya ! sudah-sudah itu hanya masa lalu !” sahut Yoona dengan wajahnya yang benar-benar memang sudah memerah. Haha

Yoona sempat menjadi yeojachingu Kibum saat di JHS. Dan saat itu sempat membuat ku sedikit terpukul karna dia berpacaran dengan sahabat ku , Yoona ! dan aku sudah menyukai Kibum sejak masih kecil. Sejak masih di Elemantary School !
Aku dan Kibum satu sekolah sejak ES sampai JHS. Jadi aku sudah mengenal Kibum lebih lama dari yang lainnya. Bisa dibilang aku ini adalah teman masa kecilnya. Tapi sudah hampir belasan tahun kami saling mengenal, aku sama sekali tidak dekat dengannya.

“Annyeong..” terdengar suara 2 orang namja dari pintu masuk cafe. Dan aku sudah mengenal suara itu. itu Kibum dan Kyuhyun! Aku tak sanggup melihatnya, sudah hampir 4 tahun kami tidak bertemu. Terakhir kami bertemu saat kelulusan Junior High School. Dan kami baru bertemu lagi setelah menjadi mahasiswa. Aku pun memberanikan diri untuk membalik tubuh ku dan memandangnya.

“Aish ini dia yang paling di tunggu-tunggu oleh Yoona. Hahahahaha” Eunhyuk terus menggoda Yoona dan diikuti suara tawa yang lainnya. Aku hanya tersenyum singkat pada Kibum. Aku dan dia memang sudah lama saling mengenal, tapi sikap kami benar-benar kaku dan aneh ! aku wajar bersikap kaku padanya,karna aku menyukainya dan tak pernah berani untuk mengatakan itu padanya. Tapi kalau dia yang bersikap seperti itu, aku tak tau alasannya..

Kami pun menyelesaikan makan malam yang dibumbui dengan canda dan tawa. Kami memutuskan untuk diam lebih lama krna sudah terlalu tidak bertemu. Melihat yang lain sedang asik bercanda, aku memutuskan untuk menyendiri ke balkon cafe.

 

*Kibum pov*

Aku sangat senang hari ini bisa bertemu lagi dengan teman-temanku saat di JHS. Dan tentu saja bertemu dengannya ! Yuri..Kwon Yuri..yeoja yang selalu berpenampilan sederhana. Walaupun dia dari kalangan keluarga berada, tapi dia selalu berpenampilan biasa saja. itulah yang membuat ku tertarik dengannya. Aku yang sedang asik mengobrol dengan yang lainnya, mencari keberadaan Yuri yang ternyata sudah tidak ada di antara kami. Mata ku langsung tertuju pada balkon cafe. Dia terlihat sedang memainkan iphone berwarna biru muda di tangannya. Aku pun memutuskan untuk mendekatinya.

“Annyeong..” sapaku padanya. Kami memang sama sekali tidak akrab. Bahkan untuk berbicara pun kami sangat jarang. Tapi malam ini aku memberanikan diri untuk menegurnya.

“Ahh, annyeong Kibum-ssi.” sahutnya sopan seraya membungkuk pada ku.

“Jangan seperti itu. kita ini sudah kenal sangat lama. Bahkan sejak di ES kita sudah saling mengenal. Kita ini seumuran Yuri-ssi.” akupun berusaha bersikap akrab padanya. Sebenarnya jantungku berdetak kencang saat bersamanya seperti ini.

“Ya! Kau sendiri memanggilku seperti itu.” sahutnya acuh. Astaga..yeoja ini benar-benar tidak berubah. Walau aku tidak dekat dengannya, tapi aku tau betul sifatnya yang cuek dan sedikit kasar. Dan ini juga yang membuat ku tergila-gila dengannya sejak dulu.

“kekeke~, mianhae. bagaimana kabar mu?” aku pun mulai basa basi dengannya.

“Baik. Kau sendiri bagaimana?”

“Nado. Kau melanjutkan kuliah mu di universitas mana?” sekali lagi aku mengeluarkan basa basi tidak penting.

“Aku melanjutkan di Inha univ. Kau sendiri?” dia bertanya padaku.

“aku di Seoul univ.” Sahut ku singkat

“Bersama Taeng lagi?”

“Hmm. Ne.”

“Sepertinya kau ditakdirkan untuk selalu bersama Taeng.” Sahutnya dengan nada sedikit menggoda ku.

“Mollayo. Hahahaha. Aku juga ditakdirkan bersamamu sejak masih kecil. Walaupun akhirnya kita berpisah saat lulus JHS.” Entah aku mendapatkan keberanian darimana  berkata seperti itu padanya.

“Hmhm, ne kau benar. Bagaimana hubungan mu dengan Yoona?” pertanyaannya membuat ku terdiam.

“Yoona? Aigo..aku tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya. saat di JHS dulu, aku dan dia tidak berpacaran serius. Yoona tau itu. dia tau aku menyukai orang lain.”

“Ooh…” aish aku benar-benar benci kalau yeoja ini sudah mulai bersikap dingin. Bisa-bisanya aku tergila-gila pada yeoja seperti dia.

“Kibum? Yuri? Kalian sedang apa?” suara Taeng memecahkan keheningan di antara kami.

“Hm? Anniyo.. aku hanya ingin cari angin. Karna kulihat Yuri sendiri, jadi ku temani saja.” sahutku, dan Yuri hanya tersenyum sekedarnya pada Taeng.

“Ya Kibum! Fany menelpon ku, dia menanyakan kapan kau akan pulang. Dia menyuruhmu untuk menjemputnya di rumah Sunny.” Taeng berkata sedikit agak sinis pada ku. Mungkin dia takut kalau aku akan menghianati sahabatnya Tiffany. Tiffany adalah yeojachingu ku sejak kelas 2 di Senior High School. Hingga sekarang pun aku masih menjadi yeojachingunya. Yaaah, walaupun beberapa kali sudah sempat berpisah, tapi akhirnya kami bersama-sama lagi. Aku memang menyayangi Fany, tapi sudah beberapa tahun aku bersama, aku tak benar-benar ingin memilikinya. Bisa dibilang aku berpacaran dengan Fany hanya untuk mengisi hatiku yang kosong. Bukan benar-benar untuk mencintainya. Tapi walaupun seperti itu, aku selalu berusaha untuk tidak menyakiti Fany. Aku menyayanginya, tapi tidak dengan sepenuh hatiku..

“Ah, aku hampir lupa untuk menjemputnya. Ya sudah, sebentar lagi aku akan pergi.” Taeng yang mendengar jawaban ku, langsung masuk lagi ke dalam cafe.

“aku pergi dulu. Bangapseumnida.” Ucapan perpisahanku pada Yuri.

“Nado bangpseumnida.” Yuri membungkuk pada ku.

“Yul?” Omo…aku tumben berani memanggilnya dengan panggilan akrab seperti itu.

“Mworago?” sahutnya dengan wajah sedikit agak bingung.

“Boleh aku tau no.ponselmu?” ucapku memberanikan diri seraya menyerahkan iphone ku padanya.

“Ahh, ne.” Dia pun memasukkan no.ponselnya ke iphone ku.

“Ini.” Dia menyerahkan iphone ku.

“aku pergi dulu..” aku berjalan mundur meninggalkannya, dan dia melepaskan kepergian ku hanya dengan mengangguk kecil. Aish…yeoja ini benar-benar cuek. Aku semakin penasaran dengannya.

————————————–

@Yuri’s Home

*Yuri pov*

Aku langsung merebahkan tubuhku saat begitu sampai di rumah. Huh, malam ini benar-benar melelahkan sekaligus menyenangkan. Aku sangat senang bertemu dengannya. Aku merasa nyaman bila di dekatnya walaupun kami tidak begitu banyak bicara. Fany.. itulah nama yeoja yang sangat beruntung yang bisa memiliki Kibum. Aku ingin sekali menjadi yeoja itu..

#drrt drrt# Lamunanku buyar saat iphone yang ada di saku celanaku bergetar.

5368****** Calling (nomor hasil karangan author. xD)

Hm? Nugu? Aku tidak mengenal no. ini.. aku pun langsung mengangkat telpon itu.

“Yoboseyo..”
“Annyeong Yuri-ah..^^”
suara di seberang sana begitu tidak asing bagiku, tapi aku tetap bertanya..
“Nuguseyo?”
“Kibum. Apa aku mengganggumu?” 
Mwo??? aku benar-benar tidak menyangka ia menelponku.
“Ooh, anniyo. Mworago?”
“Aku hanya ingin menghubungimu. Dan tentu saja bisa jauh lebih akrab denganmu.^^”
omona..perkataannya benar-benar membuatku meleleh, apalagi membayangkan killer smilenya. T,T
“Ahh, ne. Apa yeojachingu mu tidak marah kau seperti ini?”
“Anni, yeojachingu ku sangat pengertian. Aku juga tadi sempat menceritakan mu padanya. Kekeke~”
“Micheo. -,-..”
sahutku singkat
“Hmm, apa kau ada waktu besok malam? Aku ingin mengajakmu keluar?”
dan perkataannya kali ini benar-benar membuat ku terkejut. O,o
“Kau yakin yeojachingu mu tidak akan marah?”
 aku memastikannya sekali lagi.
“Ne, aku yakin dia tidak akan marah. Lagipula kita kan hanya berteman.”
“Hmm, geurae..”
“Besok malam aku akan menjemputmu jam 7.”
“Kau masih ingat rumahku?”
“Tentu saja. saat aku masih dengan Yoona, hampir setiap hari aku mengantarnya ke rumah mu. Hahaha..Geurae, aku tidur dulu. Annyeonghi jumuseyo..”
“Hmm..ne.”

Huh, jantungku rasanya mau melompat dari tempatnya. O,o
entah aku terlalu senang atau terlalu kaget mendapat telpon dari namja yang sudah aku sukai sejak dulu. Tuhan, apa aku jatuh cinta?

—————————–

 

*Kibum pov*

Aku sudah bersiap dengan hoodie berwarna hitam, dan memakai baseball cap. Aku pun menuju mobilku yang ada di garasi. Aku melajukan mobil sport ku dengan kecepatan cukup tinggi. Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya. cinta masa kecilku? Hmm, mungkin itu memang benar. Aku memang menyukai Yuri sejak kecil. Rasa suka yang dimiliki pada saat masih kecil dulu, kini berubah menjadi rasa yang ingin memiliki. Entah mengapa aku masih saja terush mengharapkannya. Padahal aku jarang sekali berhubungan dan bertemu dengannya. dan kali ini adalah kesempatan ku untuk mengenalnya lebih jauh. ‘Fany..mianhae..bukan maksud ku untuk menghianatimu. Aku hanya tidak bisa menahan perasaanku. Tapi..aku berjanji tidak akan menyakitimu.’ Ucapku dalam hati sambil memandangi foto fany di layar iphone ku.

Aku pun sampai di depan rumah Yuri. Dan aku tidak perlu repot-repot untuk mencarinya ke dalam, karna ia sudah menungguku di depan rumahnya. Aura cantiknya tetap terlihat, walaupun ia hanya mengenakan hotpans hitam, blus biru tua, dan sepatu DC dengan warna senada.

“kau sudah lama menunggu?” aku berjalan mendekatinya.

“Anni. Kita mau kemana?” ia bertanya pada ku.

“Taman? aku sudah lama tidak ke taman malam-malam begini. Aku ingin menikmati suasana taman di malam hari. Kajja masuk.” Aku membukakan pintu mobil untuk Yuri.

————————-

*Yuri pov*

Aku dan Kibum pun akhirnya tiba di taman. kami membicarakan banyak hal di sana. Mulai dari masa kecil kami hingga sekarang.

“Ya! Aku tidak menyangka akan bisa seakrab ini dengan mu.” Ucap Kibum dengan raut wajah gembira.

“Nado. Kau berpacaran dengan Fany?”

“Hmm, ne. Kau kenal dengannya?” kibum  bertanya padaku.

“Ne. Tapi hanya sekedar saling mengetahui satu sama lain. Saat itu taeng pernah mengajak Fany berkunjung ke rumah ku.” sahut ku.

“Oh. Bagaimana dengan mu? apa namjachingu mu tidak marah, kau pergi dengan ku?” pertanyaan kibum membuat ku terdiam.

“aku tidak punya namjachingu.” Sahutku singkat.

“Bagus!” Kibum langsung tersenyum sinis.

“Mworago?!? Kenapa kau bilang bagus?” tanyaku heran.

“Berarti aku masih ada kesempatan.” Aku semakin tidak mengerti dengan perkataan kibum.

“Maksudmu?”

“aku menyukai mu sudah lama Yuri-ah.. bahkan sejak kita masih kecil. Aku selalu mengagumi, dan seiring bertambahnya umur dan pikiran ku, aku ternyata menyukaimu. Bahkan sekarang mulai jatuh cinta dengan mu !” Kibum.

#bukk!# dengan refleks ku tinju kecil tangannya, tapi cukup membuatnya tergeser dari tempat duduknya.

“Ya! Apa-apaan kau?!? Ingat kau punya yeojachingu!” aku membentaknya.

“Ya! Apa aku salah mengucapkan perasaan ku padamu? Coba saja kita tidak berpisah selama beberapa waktu, aku yakin kau sekarang adalah yeojachingu ku!” sahut Kibum mantap.

“kalau suatu saat nanti aku akan putus dengan Fany, kau harus janji akan menjadi yeojachingu ku, arraseo?” Huh? Ucapannya benar-benar membuat kepala ku semakin pusing.

“Aish, micheo. Sudah aku mau pulang.” Aku pun beranjak dari tempat duduk ku.

“Ya! kenapa kau masih diam di situ? Ppali!!” Kibum akhirnya beranjak dari tempat duduknya setelah mendengar  teriakan ku.

Aku dan Kibum pun sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan ke rumah ku. selama di perjalanan kami tidak berbicara satu sama lain. Aku memakai earphone di telingaku, agar tidak mendengar kata-kata aneh dari mulut Kibum.

#pletak# tiba-tiba saja sebuah jitakan mendarat di kepala ku.

“Ya! kau kenapa?!” sahut ku kesal karna kaget dengan jitakan Kibum.

“kita sudah sampai. Kau mau bermalam di mobil ku ha?” tanya Kibum sinis.

“Aish, kalau seperti ini, aku menyesal pergi denganmu.” Aku pun bergegas membuka pintu mobil, dan menutupnya lagi dengan keras.

Tapi tiba-tiba saja langkah ku terhenti karna Kibum menarik tangan ku.

“apa kau yakin kau tidak punya perasaan yang sama dengan ku?” Deg! Jantungku berdegup kencang mendengar perkataan itu dari mulutnya.

“kalau aku jujur, kau harus janji sikap mu tidak akan berubah pada siapapun. Arra?” tanyaku meyakinkannya.

“Hmm ne. Arra. Ppali katakan yang sebenarnya!” Kibum semakin mendesakku.

“Joahae. Aku juga sudah menyukai mu sejak kecil. Sudah sana kau pulang!” aku pun mengusirnya begitu saja.

“Aish, sampai jumpa lagi.” tanpa reaksi apa-apa dia berlalu begitu saja meninggalkan ku.

Semoga keputusanku yang mengungkapkan perasaanku padanya tidak berdampak buruk terhadap hubungannya dengan Fany.

——————

TBC !! xD
mau lanjut lagi? O,o
wlopun ini ff gajenya minta ampun, tapi mohon comment’nya. ^o^
mian klo bnyk bahasa yg gaje dan bkin bingung. xD
klo yang nyari DONGHAE, dia ada d chapter selanjutnya, entah chapter brp, jadi mesti sabar. xD
mian lagi, ceritanya blum kliatan, tp klo bnyk yg comment trus minta lanjut, aku jamin part selanjutnya lebih seru. xD
#mesti lanjut ! xD wkakakakakak

 


15 thoughts on “Who Is My Love ? (chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s