WHAT IF YOU BELIEVE ME 12 : Is It Okay For Loving You?


Huaah! Halo readers setia serial “What If You Believe Me”! Apa kabar? (^_^)

So, di chapter ini bakalan terungkap perasaan Seohyun yang sebenarnya. Oh, ya, jangan benci sama Minho, ya? Haha, dia itu sebenarnya bakalan jadi kunci buat perasaannya Seohyun nanti. Tapi, itu bakalan ada di chapter selanjutnya.

Well, kalo gitu, selamat membaca! (^_^)

Chapter  1           Chapter 2            Chapter 3            Chapter 4

Chapter 5            Chapter 6            Chapter 7            Chapter 8

Chapter 9            Chapter 10       Chapter 11


WHAT IF YOU BELIEVE ME

CHAPTER 12 : IS IT OKAY FOR LOVING YOU?

Author : Everlasting ( twitter : @dwiriella )

Main Casts : Kyuhyun, Ryeowook, Seohyun, Super Junior, SHINee, SNSD

Genre : Romance, Friendship, Family

Type : Series

Di dalam pesawat…..

Seohyun mencari tempat duduknya dan menemukannya di barisan tengah, tepat di samping jendela. Ia pun duduk di sana. Sementara Ryeowook pun berjalan menuju tempat duduknya. Ia tersenyum begitu melihat sosok yang duduk di samping tempat duduknya.

“Seohyun – ah…”

Seohyun menoleh dan tersenyum mendapati Ryeowook yang duduk di sebelahnya. Tak bisa dipungkiri bahwa hatinya merasa senang dan berdesir  menyadari bahwa ia dan Ryeowook mungkin akan semakin dekat berkat liburan ini. Ya…mungkin.

Sementara Kyuhyun mencari – cari sosok Seohyun dalam pesawat. Dirinya kecewa begitu melihat Seohyun ada di samping Ryeowook. Dan yang tidak beruntungnya lagi, ia mesti duduk berseberangan dengan mereka berdua. Sesekali ia melirik dua sosok itu yang sedang mengobrol dekat, ya maksudnya seperti orang yang sudah saling mengenal selama bertahun – tahun. Mengingat dirinya saja dengan Seohyun masih ada kecanggungan jika bersama.

“Kyuhyun oppa….”

Kyuhyun tersadar dan mengalihkan pandangannya pada orang yang sudah ada disampingnya sejak tadi, namun tidak disadarinya. Ia mendesah begitu mendapati siapa orangnya. Dengan cuek, ia memasang handsfree iPod ke telinganya, dengan  terang – terangan mengabaikan orang yang tadi menyapanya.

Sandara mendengus kesal. Ia tahu sejak tadi Kyuhyun mengamati Seohyun dan Ryeowook, seperti orang cemburu. Yeoja sialan! Umpatnya dalam hati sambil memandang Seohyun penuh kebencian.

Sementara di barisan bangku belakang.

“Menyebalkan!!” sungut Sunny sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kenapa Sunny? Kesal karena tidak duduk di samping Ryeowook?” tebak Krystal.

“Itu salah satunya. Tapi…yang lebih parah, lihat siapa yang duduk di sampingnya!”

Krystal mendongakkan kepalanya dan melihat Ryeowook sedang mengobrol dengan seorang yeoja yang tidak begitu jelas terlihat. Ia pun menyipitkan matannya untuk memperjelas penglihatannya.

“Oh, itu Seohyun. Memangnya ke – ….ya ampun! Jangan bilang kau cemburu pada gadis itu?!” tanya Krystal tak percaya.

Sunny hanya diam. Jelas – jelas ia cemburu, tapi masalahnya Krystal tidak tahu bahwa yang membuatnya cemburu adalah karena yeoja itu yang disukai Ryeowook.

Sementara Minho membuang pandangannya ke luar jendela. Dirinya merasa tak suka melihat keakraban antara Seohyun dengan Ryeowook. Namun, dalam hatinya ia bertanya – tanya, apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.

***

Seohyun’s POV

Kami akhirnya ke villa yang akan kami tempati selama 2 malam ini. Wow, seumur hidupku baru kali ini kulihat villa yang semewah ini. Villanya berdesain modern. Ada halaman luas dibelakangnya dan beberapa meter dari sini ada pantai. Yang paling senang tentu saja Tiffany, karena ia sangat suka pantai. Romantis, begitu katanya. Ha ha ha, kurasa akan ada banyak moment HeeFany nanti!

Leeteuk membagi kamar bahwa yeoja di lantai bawah dan namja di lantai atas. Aku dan Tiffany pun memilih untuk sekamar, tentu saja! Masa iya aku harus sekamar dengan Sunny dan temannya. Sedari tadi saja, aku sudah mendapatkan tatapan tak suka darinya dan Sandara. Mungkin, kata Tiffany benar, bahwa Dara mungkin tak suka padaku gara – gara aku sering bersama Kyuhyun.

Oh, ya! Ngomong – ngomong soal Kyuhyun, dia dimana ya? Dari waktu masih di bandara keberangkatan, kami belum bertegur sapa sedikitpun. Gosh! Aku bahkan benar – benar melupakannya.

Setelah selesai membereskan barang – barang kami, aku dan Tiffany bergegas mencari yang lain. Tak perlu repot – repot, karena ternyata semuanya sudah berkumpul di ruang depan.

“Yo! Teuki, aku lapar!” protes Siwon.

“Kita bikin barbecue saja, yuk!” ajak Kibum.

Dan akhirnya kami berkumpul di halaman belakang dan memanggang barbecue. Tiffany membantuku membuat bumbunya. Tapi, baru sebentar, ia sudah di ajak Heechul entah kemana dan meninggalkanku sendiri di sini. Ah, tuh kan apa kataku tadi.

“Sudah selesai?”

Aku mengangkat wajahku dan menemukan Ryeowook yang tersenyum  disampingku. Hatiku mulai berdegup kencang lagi. Inilah yang selalu terjadi setiap kali aku berada didekatnya.

“Ah..iya, sudah…” jawabku.

Kami pun mulai mengoleskan bumbu pada daging yang ada dan memanggangnya. Aku merasa suasana sangat hening, padahal sebenarnya di sekitar kami sangat berisik. Tapi, suasana antara aku dan Ryeowook malah sepi.

“Ehm…Seohyun….”

“Ya?”

“Maafkan aku…”

Aku langsung menghentikan kegiatanku dan memandang Ryeowook heran.

“Untuk apa, Ryeowook – ssi?”

Ryeowook mendesah,”Mungkin kau merasa tidak nyaman dengan kehadiran Sunny. Maafkan aku, karena aku yang mengajaknya. Ayahku yang menyuruhku untuk mengajaknya. Maafkan aku karena tidak mengatakan padamu sejak awal”.

Aku tersenyum. Ryeowook, berhentilah membuat hatiku berdebar seperti ini.

“Tidak, tidak apa – apa, Ryeowook – ssi. Aku sudah tidak memikirkan lagi masalah yang kemarin. Santai saja”, kataku ringan.

Kudengar Ryeowook tertawa kecil.

“Terima kasih, Seohyun. Kau selalu membuatku merasa nyaman”.

DEG!

Lagi. Debaran ini.

“Wookie, sudah selesai belum?”

Kulihat Siwon dan Yesung menghampiri kami. Mereka berdua malah sudah menenteng piring. Aku tersenyum geli. Mereka pasti sudah kelaparan setengah mati. Siwon menelan air liurnya beberapa kali melihat barbecue yang masih mengepul itu.

“Sudah, ambil saja yang sudah masak”, jawab Ryeowook.

Tanpa diperintah lagi, mereka berdua langsung menyambar barbecue itu dengan garpu. Dalam sekejap, Siwon sudah melahapnya. Aku lumayan terkejut melihatnya, secara itu kan masih panas. Apa lidahnya rentan panas ya?

“Nyam…nyam….enak sekali…..Wookie! Kau memang selalu jadi koki yang hebat! Seohyun, kau juga!” ucap Siwon.

Aku menanggapinya dengan tawa kecil.

“Siwon – ssi….ini kan cuma barbecue….” kataku merendah.

“Sama saja! Ngomong – ngomong kalian berdua bisa jadi pasangan yang cocok, lho!” kata Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ryeowook.

Aku tersentak. Kurasakan kedua pipiku memanas sekarang. Apa maksudnya?

“Siwooonnn…..” desis Ryeowook.

Aku meliriknya. Dari ekspresinya, mungkin ia sama malunya denganku. Tak lama kemudian, yang lain datang menghampiri kami.

“Waah, sudah selesai ya? Gomawo Wookie, Seohyun – ssi. Woyy! Ayo makan, mumpung masih panas!” teriak Leeteuk pada yang lain.

Aku memperhatikan para geng konglomerat saling berebut mengambil barbecue duluan. Ya ampun,  mereka seperti anak kecil saja!

“Eh, Kyu! Kau mau kemana?! Tidak mau makan?!” teriak Leeteuk.

Kutolehkan wajahku begitu mendengar namanya. Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“Aku tidak lapar. Aku mau istirahat dulu”, jawabnya acuh tak acuh. Dari nada suaranya aku merasa ia seperti sedang kesal. Entah karena apa, jelas sekali ia sedang tidak mood.

Tak sengaja mata kami bertatapan. Aku ingin tersenyum padanya, tapi wajahku mendadak menjadi kaku begitu melihat ekspresi wajahnya. Ekspresi wajahnya………benar – benar tak bisa digambarkan. Begitu dingin…….datar………seperti………saat ia menatapku pertama kali waktu di kantin itu. Sudah lama sekali, Kyuhyun tak pernah lagi menunjukkan ekspresi seperti itu padaku. Ada apa ya?

Kyuhyun memalingkan wajahnya dan berjalan pergi. Aku terus memperhatikannya sampai sosoknya menghilang dari pandanganku.

Cari tahu apa yang terjadi padanya, Seohyun.

EH? Siapa yang berbicara seperti itu?

Kau khawatir pada Kyuhyun, kan?

GOD! Hatiku yang berbicara seperti itu?! Khawatir?! Pada Kyuhyun?! Yang benar saja!

Jangan coba menutupi perasaanmu, Seohyun. Kau memang khawatir dan peduli padanya.

Ok, well. Cukup. Aku memang penasaran mengapa akan sikapnya yang mendadak dingin seperti tadi. Mungkin ini efek karena bagaimanapun ia adalah temanku.

“Ah, maaf. Aku mau ke dalam dulu”, ujarku sambil buru – buru pergi dari situ, tanpa yang lain sempat meresponnya.

Ku langkahkan kakiku secepat mungkin masuk ke dalam villa. Ku edarkan pandanganku untuk mencari sosoknya. Tak perlu waktu lama, karena begitu aku masuk, aku melihat Kyuhyun sedang duduk di salah satu anak tangga. Wajahnya ditutupi oleh kedua tangannya. Kedua bahunya terkulai lesu. Aku pun berjalan pelan mendekatinya. Ia memang kelihatan ada masalah.

“Kyu….” panggilku.

Sepertinya ia terkejut begitu mendengar suaraku. Ia langsung menurunkan tangannya yang menutupi kedua wajahnya dan menatapku terkejut.

“Seohyun?”

Aku diam menatapnya. Wajahnya sangat kusut, seperti memendam ber ton – ton beban dalam hatinya. Sekilas, aku merasa iba melihat ekspresinya saat ini.

“Kau tidak apa – apa, Kyu?” tanyaku.

Ia tersenyum padaku, tapi senyum yang lemah. Entah kenapa hatiku merasa tak enak melihatnya.

“Aku tidak apa – apa, Seohyun”.

Aku tidak percaya, tentu saja. Mana bisa ia berkata tidak apa – apa dengan tampang seolah akan pingsan beberapa detik lagi.

“Wajahmu Kyu, pucat sekali. Kau sakit?”

Kyuhyun tertawa, walau terdengar sumbang. Ia pun bangkit dan berjalan mendekat padaku.

“Kau sangat perhatian padaku, ya? Tak usah cemas, aku baik – baik saja”, jawabnya sambil mengeluarkan senyum khasnya.

Aku mendecah mendengarnya jawabannya. “PD sekali kau Kyu. Kau aneh sekali tadi, makanya aku bertanya padamu”, jawabku membela diri, walaupun sebenarnya aku memang khawatir.

Ia tersenyum remeh, pertanda ia menyangsikan jawabanku barusan.

“Itu artinya kau khawatir padaku. Masa’ itu saja kau tidak menyadarinya. Akui saja, Seohyun. Kau memang mengkhawatirkanku”, katanya ngotot.

Aku mendesah, “Baiklah, Kyu, kau menang. Aku khawatir padamu. Puas?!” ujarku agak kesal dan membalikkan badanku siap untuk pergi. Kenapa kita jadi bertengkar begini?

“Seohyunnie……”

Aku tersentak mendengarnya. Refleks langsung menghentikan langkahku dan berbalik menghadapnya.

“Kau memanggilku apa tadi?”

Ia menatapku dan tersenyum jahil.

“Seohyunnnie. Aku memanggilmu Seohyunnie. Kenapa?”

Aku menatapnya tak percaya. Masalahnya, belum pernah ada yang memanggilku seperti itu. Minho saja yang sudah bersahabat denganku selama bertahun – tahun, tak pernah memanggilku yang aneh – aneh selain namaku. Kulihat wajah Kyuhyun semakin menyeringai melihatku yang berdiri terpaku.

“Kedengarannya sok dekat sekali,”kataku pada akhirnya.

Ia tertawa dan berjalan mendekat padaku. Dilingkarkan sebelah tangannya ke bahuku.

“Kita memang dekat, SEO – HYUN – NIE”, ujarnya jahil sengaja menekankan kata terakhirnya.

“Aissh…!!”

Aku langsung menepis tangannya dari bahuku. Ku tatap ia dengan pandangan kesal. Ia hanya tertawa dan terlihat semakin senang melihat ekspresiku yang kesal. Dasar!

“Tadi saja kau sudah perhatian padaku. Artinya hubungan kita sudah dekat kan, Seohyunnie?” gencarnya semakin mengerjaiku.

Aku menggeleng – gelengkan kepalaku. “Inikah dirimu yang sebenarnya, Cho Kyuhyun? Narsis dan evil?”

Ia terkekeh lagi, lalu dipasangkan tampangnya pura – pura berpikir,”Hmm….kau bisa bilang seperti itu”.

Gosh! Ni orang, benar – benar menyebalkan.

Aku mendecah dan berbalik meninggalkannya. Benar – benar tak akan ada habisnya bila aku terus meladenni tingkah evilnya.

“Eh, tunggu! Seohyunnie! Seohyunnie!” panggilnya namun tak kuhiraukan.

Setelah agak jauh darinya, aku menghentikan langkahku dan berbalik. Kulihat sosoknya yang sudah menaiki tangga membelakangiku. Diam – diam aku tersenyum.

Seohyunnie……

Aku suka mendengarnya.

End of Seohyun’s POV

***

Kyuhyun’s POV

“Hoaahmmm!”

Aku mengerang bangun dari tidurku. Aigoo…..tidur siang ini terasa segar sekali. Sebelumnya aku merasa tidak bersemangat akan liburan ini, melihat Minho yang sering bersama Seohyun. Dan melihat kedekatan antara Seohyun dan Ryeowook.

Seohyun dan Ryeowook…..

Aku yakin ada sesuatu diantara mereka. Cara mereka saling bertatapan……itu selalu membuatku merasa tidak nyaman. Tatapan Seohyun padanya tak sama dengan ketika ia menatapku. Aku tahu jelas itu, karena aku selalu menatap Seohyun dalam. Tapi, fakta bahwa mungkin saja Seohyun memiliki perasaan yang sama dengan perasaan Ryeowook terhadapnya, membuatku hampir putus asa. Ku perhatikan gerak – geriknya seharian ini. Aku memang tak pernah bisa lepas untuk memandangnya sedetik pun. Namun, sayangnya yang ku perhatikan malah membuatku semakin sakit hati saja.

Tatapan bercahayanya yang bukan untukku…….

Dentingan tawa merdunya yang tidak beriringan denganku……….

Dan semua itu ia berikan pada Ryeowook. Sahabatku.

Seringkali aku bertanya – tanya , bahwa mungkinkah aku sudah kalah sejak awal?

Tak mampu memikirkan kemungkinan yang terus mendesak dalam hatiku, kutinggalkan mereka semua. Rasa lapar yang sejak tadi kurasakan, mendadak hilang begitu saja. Bagaimana bisa aku bersenang – senang, sementara aku menyaksikan Seohyun terlihat bahagia bersama Ryeowook menikmati liburan ini?

Aku sungguh tak mau menjadi saingannya Ryeowook. Ryeowook jelas mencintainya dan mungkin ia juga mencintai Ryeowook. Jadi, aku memilih untuk meninggalkan mereka.

Tapi…… gadis itu…..Seohyun…

Tiba – tiba ia datang dan mengacaukan lagi sistem sarafku.

Disaat aku ingin sendiri dan menjauhi mereka berdua……..ia malah datang dan menunjukkan perhatiannya padaku.

Semakin kucoba untuk menghilangkan ia dari benakku, semakin hatiku terdorong untuk mendekatinya.

Hatiku menolak untuk melupakannya.

Hanya melihatnya berbicara padaku dan menunjukkan kekhawatirannya padaku, sudah membuatku lupa atas semua kepenatan yang dari tadi memenuhi diriku.

Mendadak aku ingin bangkit dari keterpurukkanku. Mendadak frustasiku hilang.

 

All is because of you….

 

Seohyunnie………

 

Saranghae…….

***

Aku berjalan menuruni tangga menuju ruang utama. Langkahku terasa ringan sekali. Aah, rasanya aku ingin cepat – cepat bertemu dengan Seohyun lagi!

Jantingku hampir copot karena syok, ketika tiba – tiba ada seseorang yang menggandeng tanganku. Ia muncul begitu saja seperti hantu.

“Oppa!”

Geez! Park Sandara! Ia selalu membuntutiku seperti bayangan.

“Lepaskan, Dara! Dan minggir!” bentakku kesal.

Tapi, ia tak menghiraukannya dan malah semakin mempererat gandengannya.

“Jangan begitu, oppa. Aku rindu sekali saat – saat kebersamaan kita. Kapan kau akan berkunjung ke rumahku lagi? Aku selalu menunggumu, oppa…..” katanya sok manja sambil menyenderkan kepalanya di bahuku.

Aku bergidik jijik dan segera menghempaskannya dengan agak kasar. Aku sungguh benci pada wanita genit seperti ini. Apalagi yang maksa seperti dia. Sayangnya, ayahku dekat dengan ayahnya, sehingga agak sulit untuk menjauhinya bila didepan keluargaku dan keluarganya.

“Jangan pernah mendekatiku lagi. Aku tak suka padamu”, ujarku blak – blakan  dan langsung meninggalkannya.

Ruang utama sangat ramai. Rupanya semua orang sedang ada disini. Walaupun jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, namun belum ada satu pun yang terlihat letih. Ku hempaskan diriku ke atas sofa. Aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku untuk mencari sosok Seohyun. Kulihat ia sedang bersenang – senang dengan Tiffany, Heechul dan Minho. Diam – diam aku tersenyum melihatnya yang tertawa lepas seperti itu.

Cantik, ia selalu tampak cantik dimataku.

Merasa tak ada yang perlu khawatirkan dengannya, ku buka lagi PSP – ku. Aku mulai tenggelam lagi dalam dunia game – ku.

“Bro! Kau sudah kembali!”kata Kibum padaku.

“Apa maksudmu? Aku selalu bersama kalian”, kataku.

Kudengar Leeteuk tertawa ,”Tidak, akhir – akhir ini kau bukan seperti Kyuhyun yang kami kenal. Bukan EvilKyu atau GameKyu yang sering hang out dengan kami. Kau cenderung seperti orang yang patah hati, Kyu…”

Yang lain langsung tertawa mendengarnya. Kurasa wajahku menjadi panas saat ini. Walaupun Leeteuk bercanda, tapi kata – katanya……Ehm…..agak sedikit benar.

“Diamlah, kau Teukie. Hal seperti itu tidak ada dalam kamusku!” elakku.

“Kyu, kau gak naksir Seohyun juga, kan?” tanya Siwon dengan polosnya yang sontak membuat semuanya terdiam.

Glek!

Kutelan salivaku dalam – dalam. Untungnya saat ini sedang tak ada Ryeowook

“A – apa yang membuat kalian berpikiran seperti itu? Ka – kalian ini! Jangan bicara omong kosong!” ucapku agak gugup. Semoga mereka tidak menyadarinya.

Mereka saling berpandangan satu sama lain. Dan memandangku lagi. Seperti kurang percaya.

Oh, God!

“Hey, kalian! Apa – apaan dengan pandangan seperti itu?! Mana mungkin aku menyukai Seohyun! Jangan suka berpikiran yang macam – macam!” kataku pura – pura marah.

Untungnya mereka langsung percaya begitu saja. Mereka mengangguk – anggukan kepala mereka. Fiuuh…..! desahku dalam hati.

“Oh, syukurlah kalau begitu. Jadi tidak akan ada persaingan antara kau dengan Ryeowook,” kata Yesung.

End of Kyuhyun’s POV

 

“Wookie oppa….”

Ryeowook membalikkan badannya dan mendapati Sunny sedang tersenyum manis padanya. Ryeowook pun membalas senyumnya. Bagaimanapun, Sunny tetap sahabatnya yang bahkan sudah ia anggap sepertinya saudaranya sendiri.

“Ada apa, Sunny – ah?”

“Tidak apa – apa, oppa. Hanya ingin menyapa oppa saja….” ia berhenti berbicara, perlahan ekspresi Sunny berubah menjadi agak murung. “Maafkan aku oppa, atas sikapku yang kemarin. Aku benar – benar sudah keterlaluan. Aku menyesal oppa…….tolong maafkan aku….” ujarnya sambil menunduk.

Perlahan Ryeowook tersenyum lembut. Diraihnya kedua bahu Sunny dengan kedua tangannya. Sunny pun mengangkat wajahnya dan menatap Ryeowook dengan sendu.

“Tak usah kau pikirkan lagi masalah yang kemarin, Sunny – ah. Aku juga minta maaf padamu, karena kata – kataku yang juga berlebihan padamu. Jadi, kita lupakan saja semuanya dan nikmati liburan ini, ok?”

Mendengar itu, Sunny tersenyum kembali.

“Jadi oppa memaafkanku? Oppa tidak benci padaku?”

Ryeowook tertawa kecil.

“Mana bisa aku benci padamu, Sunny……kau kan sudah kuanggap seperti adikku. Jadi, jangan berpikir yang tidak – tidak. Yang perlu kau tahu, aku selalu menyayangimu, Sunny – ah”, kata Ryeowook lembut.

“Gomawo oppa…”

“Sama – sama, Sunny….”

Ryeowook pun menepuk – nepuk  kepala Sunny dengan lembut. Sunny tersenyum senang menatap Ryeowook. Diam – diam dirinya melirik Seohyun.

Seohyun tanpa sadar memperhatikan mereka dari jauh. Entah kenapa hatinya ia merasa tak suka dan sedikit iri melihat kedekatan antara Sunny dan Ryeowook. Ia tak tahu mengapa ia bisa merasa begitu. Berkali – kali ia mencoba untuk mengingatkan dirinya sendiri bahwa bagaimanapun Sunny adalah sahabat dekat Ryeowook dan lagi…..fakta bahwa mereka sudah akan bertunangan. Namun, tetap saja itu tak bisa menenangkan hatinya saat ini.

Pandangannya tanpa sengaja bertemu dengan Sunny. Sunny pun melemparkan senyum misterius padanya. Seohyun hanya bisa terdiam dan memalingkan lagi wajahnya. Dirinya tak mau terpengaruh dengan apapun yang Sunny rencanakan padanya. Ia yakin, Sunny berusaha untuk membuatnya cemburu.

“Oppa, sini…” ujar Sunny sambil menarik tangan Ryeowook.

“Ada apa, Sunny?” tanya Ryeowook bingung, namun ia tak memprotes ketika Sunny membawanya ke hadapan sebuah piano yang ada di ruangan itu.

“Sudah lama sekali oppa tidak memainkan piano untukku. Maukah oppa melakukannya lagi sekarang?” tanya Sunny dengan penuh harap.

“Sunny….”

“Ayolah oppa……untukku….sekali ini saja……please……” pintanya sambil memasang tampang yang sulit ditolak.

Ryeowook menghembuskan napas pelan dan tersenyum. “Baiklah”. Dan ia pun duduk di kursi di hadapan piano tersebut, dengan Sunny yang ikut duduk disampingnya.

Perlahan disentuhnya permukaan tuts piano. Ia menoleh pada Sunny dan bertanya, “Kau mau aku memainkan lagu apa?”

Sunny berpikir sebentar dan kemudian menjentikkan jarinya. Ia menatap Ryeowook dengan mata yang berbinar – binar.

“Over The Rainbow! Itu kan lagu favorit kita berdua yang oppa sering mainkan!”

Ryeowook mengangguk – angguk,”Baiklah…”

Ditekannya tuts piano pelan – pelan sesuai melodinya. Ia tersenyum sambil menghayati setiap nada yang ia mainkan. Tanpa sadar, ia pun ikut bernyanyi saking menghayatinya. Jangan salah, Ryeowook itu mempunyai suara yang indah. Menyanyi adalah salah satu dari bakat musiknya.

Sunny pun ikut bernyanyi bersama Ryeowook. Dulu, mereka sering seperti itu. Ketika Sunny sedang kesal, Ryeowook akan memainkan piano untuknya. Dan yang selalu ia mainkan adalah lagu Over The Rainbow. Jika sudah seperti itu, Sunny akan melupakan semua kekesalannya dan ikut mendendangkan lagu itu bersama Ryeowook. Itulah yang membuat Sunny jatuh cinta pada Ryeowook.

Melihat kebersamaan antara Sunny dan Ryeowook yang begitu intens, Seohyun tak dapat mengelak bahwa ia memang cemburu. Dicobanya tersenyum beberapa kali, namun tetap saja hatinya tak bisa ikut tersenyum. Minho yang sejak tadi memperhatikannya merasa khawatir.

“Seohyun, kau tidak apa – apa?”

Seohyun menggeleng dan memaksakan senyum pada Minho. Namun, Minho yang sudah bersahabat dengannya selama bertahun – tahun, tetap saja tak bisa dibohongi. Matanya mengikuti arah pandang Seohyun. Lalu diperhatikannya ekspresi Seohyun lagi. Benar, ada sesuatu yang salah pada Seohyun. Ia yakin itu.

Sunny pun melirik Seohyun yang sedang memperhatikan mereka. Dengan sengaja, disandarkannya kepalanya diatas bahunya Ryeowook yang masih bermain penuh. Seohyun menahan napasnya karena terkejut melihatnya. cepat – cepat dialihkannya wajahnya ke tempat lain. Perasaannya menjadi campur aduk sekarang. Tegang, curiga dan kesal jadi satu. Melihat itu, Sunny diam – diam tersenyum puas.

“Maaf, aku mau jalan – jalan sebentar. Sepertinya aku memerlukan udara segar saat ini”, ujar Seohyun sambil bangkit dari duduknya.

Tiffany berhenti mengobrol dengan Heechul dan menoleh pada Seohyun. “Kau mau kemana, Seohyun? Ini sudah larut”.

“Tidak apa – apa, Fany. Aku hanya berjalan – jalan disekitar sini. Tidak akan lama”.

Minho pun ikut bangkit dari duduknya. “Kau mau aku temani?” tanyanya khawatir.

Seohyun menggeleng. “Tidak usah, Minho. Terima kasih.” Dan ia pun pergi.

Tiffany memandang kepergian Seohyun dengan ekspresi khawatir. “Ada apa dengannya? Apa tidak apa – apa ia sendiri malam – malam begini?”

Minho terdiam sebentar. Ia pun sangat khawatir dengan Seohyun. Perasaan sangat tak enak melihat Seohyun saat ini.

***

Seohyun’s POV

Kulangkahkan kakiku terus entah kemana. Yang kutahu kemanapun asal jauh dari sana. Jauh dari dia.

Benar – benar sesak yang kurasakan saat ini dan bertanya – tanya. Apa yang sebenarnya kurasakan terhadap Ryeowook? Apakah hanya sebatas ketertarikkan biasa? Atau rasa cinta?

Di awal – awal selama 2 tahun terakhir ini, aku yakin bahwa aku hanya menyukainya karena ia tidak seperti anak – anak orang kaya pada umumnya. Tapi, aku tak pernah memperkirakan semuanya akan sejauh ini. Semua ini berawal sejak pesta itu. Saat ia tersenyum dan berbicara padaku. Saat ia mengatakan bahwa ia menyukai hadiahku. Saat ia mengatakan bahwa ia ingin menjadi temanku. Semua itu telah membuatku semakin jatuh dalam kekagumanku yang semakin dalam padanya. Hingga akhirnya aku sampai pada perasaan ini. Perasaan yang tak pernah kuperkiran akan terjadi padaku.

Aku jatuh cinta pada Ryeowook.

Mengapa hatiku selalu berdebar – debar bila berada didekatnya? Mengapa aku ingin melihat sosoknya saat ia tak ada? Mengapa aku tidak suka menerima bahwa ia akan bertunangan dengan Sunny?

Itulah jawabannya. Karena aku mencintainya.

Kulangkahkan kakiku lebih jauh lagi. Aku sudah tidak tahu dimana diriku saat ini. Pandanganku kabur akibat air mata yang menumpuk di pelupuk mataku. Perlahan air mata itu turun dan aku pun menangis.

Menangis karena merasa bodoh mencintai seorang Ryeowook.

Kau terlalu bermimpi Seohyun.

Ya, benar, aku memang terlalu bermimpi dengan perasaan bodoh ini! Mana mungkin Ryeowook akan mencintaiku! Lihat saja, calon tunangannya saja adalah Sunny, yang cantik dan kaya. Tak mungkin ia akan melirik gadis biasa sepertiku.

Tapi, apa yang bisa kulakukan? Aku tidak pernah meminta untuk jatuh cinta. Kalaupun begitu, aku tidak pernah memilih untuk jatuh cinta pada Ryeowook.

Aku ini benar – benar menyedihkan.

Tiba – tiba kudengar langkah seseorang tidak jauh di belakangku. Mendadak aku langsung berhenti berjalan dan langkah itu pun terdengar berhenti. Ku edarkan pandanganku ke sekeliling. Dimanakah aku sekarang? Sekelilingku begitu gelap. Sepertinya aku berada di tengah hutan. Ah, shit!

Kudengar lagi langkah itu mendekatiku. Aku berdirik terpaku, tegang, tak dapat menggerakkan sendiku sedikit pun saking takutnya. Bagaimana kalau itu orang yang ingin mencelakaiku? Apalagi saat ini aku berada di tempat asing yang jauh dari teman – temanku. Ah, bodohnya aku, siapa suruh aku berjalan sejauh ini!

“Seohyun?”

Kudengar ia memanggil namaku. What?! ia juga tahu namaku. Ya Tuhan! Bagaimana ini? Tolonglah aku!

Keringat dingin terus mengucur dari dahiku saat kurasakan orang itu berhenti tepat dibelakang tubuhku. Sangat dekat, sehingga mungkin aku bisa bertubrukkan langsung dengannya jika aku berbalik. Namun, aku tak berani berbalik. Hembus napasnya yang dingin saja sampai menggelitik tengkukku.

“Si – siapa kau?” suaraku bergetar saking takutnya.

“Ini aku Seohyun”.

Aku pun mengambil ancang – ancang siap untuk lari dari situ. Ketika tiba – tiba sebuah tangan menarikku dan memutar tubuhku untuk menghadapnya.

“KYAAA!”

Aku pun memejamkan mataku saking takutnya. Kedua tangan itu mengguncang – guncang bahuku pelan.

“Jangan takut, Seohyun! Ini aku!”

Perlahan kubuka mataku.

“Minho?”

Minho tersenyum dan mengacak – acak kepalaku pelan.

“Kau ini penakut sekali, Seohyun. Lagian apa yang kau lakukan ditengah hutan seperti ini? Menjelajah alam? Untung saja aku mengikutimu. Kalau kau sampai hilang atau diculik bagaimana?”.

Aku mengangguk – anggukkan kepalaku seperti orang bodoh. Ia benar, cuma gara – gara cemburu, aku hampir saja membahayakan nyawaku.

“Maafkan aku…”

Minho terkekeh, “Untuk apa minta maaf padaku?”

“Terima kasih…..” kataku pelan.

“Nah itu baru benar. Sama – sama, Seohyun – ah.”

Aku pun menghapus kedua air mataku. Kulangkahkan kakiku menuju sebuah pohon besar dan duduk dibawahnya. Minho pun ikut duduk disampingku. Keheningan yang cukup lama mengisi diantara kami.

“Ada denganmu, Seohyun? Kau pasti ada masalah, aku yakin itu”,

Aku terdiam. Pikiranku menerawang kosong.

“Kau bisa menceritakan padaku kalau itu bisa mengurangi bebanmu. Ingat, aku kan sahabatmu yang selalu akan ada disaat kau senang maupun susah. Kalau kau ada beban, bagikan saja beban itu padaku dan kita akan memikulnya bersama. Bukankah itu akan terasa lebih ringan?”

Aku menghembuskan napasku dan terdiam sebentar. Kuputuskan untuk bercerita sedikit padanya.

“Minho…..pernahkah kau merasakan jatuh cinta?”

Ada jeda yang cukup lama sebelum ia menjawab pertanyaanku.

“Ya, pernah,”

Aku menoleh padanya terkejut, “Benarkah? Kenapa kau tak pernah cerita padaku?” tanyaku jadi cemberut.

Minho tersenyum yang nampak seperti senyuman pahit,”Tak usah kuceritakan padamu. Toh, cinta pertamaku itu sepertinya tidak akan berakhir dengan bahagia”.

“Mengapa? Memangnya kau sudah menyatakan perasaanmu?”

Minho menggeleng, “Belum. Namun, mungkin suatu saat aku akan mengatakannya padanya”.

Alisku mengernyit heran. “Lalu? Mengapa kau bisa bilang akhirnya tidak akan happy ending? Kau sendiri saja belum menyatakan perasaanmu”, protesku.

Minho menoleh padaku dan menatap lekat kedua mataku,”Karena ia sudah mencintai orang lain, Seohyun – ah……..ia tidak akan pernah mencintaiku…..”

Aku tersentak. Kutatap balik kedua bola matanya, jelas sekali tersirat kesedihan yang dalam waktu ia mengatakannya. Aku menjadi simpati, karena aku pun merasakan seperti itu. Merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan.

“Minho……..” lirihku.

Ia kemudian tersenyum kecut dan mengalihkan pandangannya dariku.

“Tak usah merasa kasihan seperti itu padaku, Seohyun. Aku baik – baik saja”.

Tapi sebenarnya aku tahu ia tidak baik – baik saja. Perasaan yang pahit seperti ini, tidak akan pernah membuat seseorang itu merasa baik.

“Apa….apa kau masih mencintainya, Minho?”

Minho terdiam lagi. Kemudian, dengan pelan ia menjawab, “Ya…..aku masih sangat mencintainya sampai saat ini. Aku tidak tahu bagaimana bisa melupakannya. Aku bahkan tak yakin bahwa aku bisa melupakan gadis itu, Seohyun…….”

Benar – benar persis dengan apa yang kurasakan saat ini. Mungkin kita berdua memang bisa berbagi beban yang sama. Aku pun tertawa kecil memikirkannya. Minho menoleh padaku dengan tatapan heran.

“Heh, apanya yang lucu?”

Aku berhenti tertawa. Kusenderkan kepalaku ke batang pohon besar dibelakangku.

“Kurasa kita mengalami nasib yang sama, Minho. Cinta pertamaku juga sepertinya tidak berjalan mulus”.

“Kau yakin?”

Aku hanya terdiam, tak mampu menjawab pertanyaan begitu simple seperti itu. Karena pada kenyataannya, di bagian hatiku yang paling dalam, aku masih berharap Ryeowook akan mencintaiku.

“Tidak tahu……” jawabku akhirnya dengan pelan.

Akhirnya kami pun duduk hanya berdiam diri, larut dengan pikiran masing – masing.

End of Seohyun’s POV

 

“Huaah…!! Sudah jam 12!! Ayo semuanya kita istirahat!!” ajak Leeteuk.

Yang lain pun terlihat seperti sudah kecapaian, sehingga tak ada yang memprotesnya.

“Goodbye, Fany! Have a nice dream, ya!” kata Heechul dengan wajahnya yang bermasker.

Tiffany mengangguk tersenyum dan menguap. Wajahnya juga sudah ditutupi masker. Ia pun melambaikan tangannya pada Heechul.

“Ayo, Seo…..” ajak Tiffany, yang dikiranya Seohyun ada disampingnya.

Begitu sampai di kamar, ia langsung menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur. Tiffany masih belum menyadari ketidakberadaan Seohyun.

“Seohyun – ah…..” panggilnya. Namun tak ada jawaban.

Ia langsung bangkit dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

“Seohyun!” teriaknya mulai panik.

Ia berlari keluar kamar dan berteriak – teriak memanggil Seohyun.

“KYAA!! SEOHYUN HILANG!!”

 

Kyuhyun’s POV

Aku baru saja hendak menaiki tempat tidurku, ketika tiba – tiba kudengar sebuah teriakan. Aku dan Ryeowook yang satu kamar denganku saling berpandangan. Kami langsung bergegas menuju lantai bawah. Kulihat Tiffany yang menangis, aku pun langsung menghampirinya.

“Tiffany! Ada apa?!”tanyaku panik.

Sambil sesenggukan Tiffany menjawab, “Se..Seohyun…..dia hilang……..”

Jantungku seperti berhenti berdetak saat itu juga. Aku tak percaya dengan apa yang kudengar.

“Mana mungkin dia hilang!” teriakku.

Tiffany masih terus menangis,”Ta..tadi…ia bilang….ia akan mencari udara segar…..tapi…..sampai sekarang….ia belum pulang…..”

Yang lain datang bergegas menghampiri kami.

“Apa yang terjadi?” tanya Leeteuk.

“Seohyun hilang…..” jawab Ryeowook pelan.

“APA?!”

“Kenapa bisa seperti itu?”

Aku pun tak dapat memikirkan apa – apa lagi sekarang. Aku langsung berlari keluar.

“KYU!!” kudengar mereka memanggilku, namun tak kuhiraukan.

Aku terus berlari mencari disekeliling villa. Namun hasilnya nihil. Aku tetap tak menemukan sosoknya. Tiba – tiba mataku terpaku pada satu tempat. Tak jauh dari tempatku berdiri sekarang di halaman belakang, terlihat sebuah hutan yang sangat gelap.

Mungkinkah Seohyun ada disana?

Cepat – cepat ku arahkan kakiku kesana. Bayangan Seohyun yang ketakutan dan sendiri terus bermain di otakku. Aku langsung berlari tanpa tahu menghiraukan gelapnya hutan ini. Yang kupikirkan hanya satu. Menemukan Seohyun.

“SEOHYUN!!” teriakku.

Aku semakin mempercepat lariku. Aku pun sendiri tak tahu kemana ini dan ada dimana aku saking gelapnya.

Seohyun dimana kau?

Aku terus berlari dengan liar sambil memanggil – manggil namanya. Tiba – tiba, kakiku tersandung sesuatu dan membuatku jatuh tersungkur. Kakiku membentur sebuah batu besar yang tajam.

“AARRGGHH!!” teriakku kesakitan.

Nyeri yang menusuk kurasakan menjalar di kaki kananku. Celanaku robek di bagian betis kanan, tepat di bagian dimana luka itu berada. Dengan sekuat tenaga, kucoba untuk berdiri lagi. Ku abaikan luka yang sungguh nyeri itu dan kucoba untuk berjalan lagi.

Dan, OH! Sakitnya sungguh tiada tara.

“Arrghhh…!!” aku terjatuh lagi.

Semakin kucoba untuk berjalan, semakin dalam luka itu menyiksaku. Aku tahu luka itu akan semakin parah bila kupaksakan. Namun, saat ini yang paling penting adalah Seohyun.

Bagaimana keadaan Seohyun sekarang? Apa ia baik – baik saja? Apa ia menangis? Apa ia kedinginan?

Dengan semua pemikiran itu, kupaksakan tubuhku untuk bangkit melawan semua rasa sakit di kakiku. Dengan terhuyung – huyung, aku berjalan ke arah dimana instingku berkata. Tiba – tiba…

“Siapa disitu?”

Langkahku terhenti begitu mendengarnya. Suara ini….aku yakin sekali siapa pemilik suara ini. Kulangkahkan lagi kakiku mendekat ke sumber suara itu.

“Hey berhenti!” suara itu terdengar semakin jelas.

Tak kuhiraukan dia. Ku seret lagi kakiku untuk semakin mendekat.

“Minho, apa mungkin itu cuma hewan malam?”

Mendadak aku langsung menghentikan langkahku begitu mendengar suara yang satu lagi. Suara ini…….suara lembut yang selalu ingin kudengar setiap waktu……

Tanpa menghiraukan nyeri yang menusuk pada kakiku. Aku langsung berlari tak peduli dengan kegelapan dan kesakitan yang kurasakan.

“Kyu…Kyuhyun?”

Seohyun menatapku tak percaya. Aku langsung menghambur ke arahnya dan memeluknya dengan erat.

“Bodoh……kau sudah membuatku khawatir setengah mati……..aku hampir gila karena mencarimu….”

Kupeluk tubuhnya dengan sangat erat. Aku sungguh tak mau kehilangan tubuh ini………..tubuh orang yang paling kusayangi didunia ini. Mungkin lebih dari hidupku sendiri.

“Kyu…Kyuhyun…..kenapa kau  – “

“Jangan pergi lagi seperti itu. Jangan pernah menghilang lagi dari hadapanku. Aku bisa gila kalau kau berbuat seperti itu lagi. Kau mengerti?” bisikku lembut. Kurasakan ia menganggukan kepalanya pelan.

Kulepaskan pelukanku dan ku tatap dalam – dalam wajahnya. Walaupun terlihat sendu namun kecantikannya yang tersinari oleh sinar bulan tak dapat kuabaikan. Ku sentuh sisi wajahnya dengan lembut dengan sebelah tanganku mengelus – elus sisi wajahnya yang satu lagi. Ia tampak begitu cantik dan rapuh dan aku tak bisa menolaknya. Sehingga tanpa sadar, ku dekatkan wajahku pada wajahnya dan kukecup sebelah pipinya dengan lembut.

Ia sangat terkejut dan langsung menjauhkan dirinya dariku.

“Ap – apa yang kau lakukan?!”

Aku pun sendiri terkejut melihatnya yang tiba – tiba lepas dari tanganku. Ingin rasanya kuraih lagi ia dan mendekapnya  dengan erat seperti tadi. Namun, melihat ekspresinya saat ini yang syok, marah dan sedih, membuatku merasa sangat bersalah. Jujur, aku sendiri tak sadar ketika menciumnya tadi.

“Ma – maaf…..aku tak – “

BUUGGH!!

Aku jatuh tersungkur akibat pukulan Minho yang sangat keras disisi wajahku. Dengan sangat murka, ia menarik kerahku dan dengan paksa membuatku berdiri.

“Berani – beraninya kau melakukan itu padanya!!” teriaknya dan hendak memukulku lagi.

“AARRGGHH!!”

Tiba – tiba nyeri di kakiku terasa lagi. Kali ini lebih menusuk dari sebelumnya. Kepalan tangan Minho yang akan memukulku terhenti di udara begitu melihatku merosot lagi ke tanah.

“Kyuhyun!” teriak Seohyun dan kemudian berlutut disisiku.

Kini aku mengerang kesakitan, tak bisa ku tahan lagi. Rasa – rasanya aku ingin mati saja daripada menghadapi rasa sakit yang luar biasa ini.

“Minho bantu aku!”

Minho pun membantuku berdiri. Aku mengalungkan sebelah tanganku di leher Minho dan sebelah tanganku lagi di leher Seohyun. Mereka berdua memapahku dan mendudukkanku dibawah sebuah pohon. Aku bersender pada batangnya dengan Seohyun yang membantu untuk meluruskan kakiku.

“Kyuhyun!” Seohyun memekik begitu melihat luka yang tengah menganga di bagian depan betisku. Mungkin kelihatannya sangat mengerikan, ya tidak heran, karena rasa sakitnya juga mengerikan.

Aku memaksakan senyumku padanya, “Tak apa, Seohyunnie. Aku baik – baik saja”.

Seohyun langsung menatapku dengan geram, “Kau ini bodoh atau apa sih?! Jelas – jelas kau terluka! Dan kau mengatakan kau baik – baik saja?!” teriaknya marah.

Sesaat aku terkejut, karena mengira ia benar – benar marah. Namun, tiba – tiba kedua matanya berkaca – kaca. Perlahan ia menundukkan wajahnya dan terisak pelan.

“Ini semua pasti gara – gara aku………gara – gara tindakan bodohku yang pergi begitu saja dan membuatmu terluka mencari diriku……ya kan, Kyu?”

Aku terenyuh melihatnya yang  menangis seperti ini. Bagaimanapun, sakitku ini bukan apa – apanya bila dibandingkan dengan sakit apabila kehilangan dirinya. Perlahan ku raih kedua bahunya.

“Jangan menangis Seohyunnie. Asalkan kau baik – baik saja, maka aku pun akan baik – baik saja. Kalau kau menangis seperti ini, aku juga jadi tidak bisa tenang”.

Seohyun mencoba meredakan isakannya. Walaupun kedua air matanya masih mengalir, namun ia tidak terisak lagi.

“Maafkan aku, Kyuhyun. Kau tidak seharusnya terluka gara – gara aku. Aku hanya merasa, sudah terlalu merepotkanmu, tapi kau tetap saja membantuku. Aku sadar, aku sering mengacuhkanmu, namun kau terus saja disampingku. Maafkan aku…..”

Hatiku langsung berdesir mendengarnya. Dengan sengaja,  kuraihnya lagi ia dalam dekapanku. Ku elus – elus rambutnya dengan lembut. Kurasakan air matanya mulai membasahi kemejaku lagi. Namun, setidaknya hatiku merasa bahagia, karena aku yakin bahwa ia akan selalu damai dalam pelukanku.

Setelah yakin bahwa ia tidak akan menangis lagi, kulepaskan ia. Kuacak – acak rambutnya pelan.

“Ini yang kedua kalinya kau membasahi bajuku, Seohyunnie…”kataku sambil tertawa.

Ia menatapku malu. “Maafkan aku….”

“Sudahlah tidak apa – apa. Oh, ya! Lebih baik kita bermalam saja disini”, ucapku.

“Apa?!”

Seohyun membelalakkan matanya terkejut. Aku terkekeh melihatnya, karena ia terlihat sangat menggemaskan dengan kedua matanya yang membulat sempurna seperti boneka.

“Kurasa ia benar. Aku hampir tidak bisa melihat apa – apa saking gelapnya. Kita bisa tersesat jika memaksakan diri. Lagipula keadaan Kyuhyun tidak memungkingkan kita bisa pulang sekarang. Jadi, kita tunggu saja sampai besok pagi”, kata Minho yang entah datang darimana dengan membawa setumpuk ranting dan kayu.

Ia menyerahkan sebuah kayu setinggi betis pada Seohyun. “Seohyun, bisa tolong bebatkan kayu ini pada kakinya? Soalnya aku mau membuat api unggun. Kau bisa melakukannya kan?”

Jujur, aku sedikit terkejut melihat perubahan sikap Minho yang tiba – tiba. Kenapa ia jadi menunjukkan perhatiannya padaku? Kukira ia bakalan marah, melihat kedekatan antara Seohyun dan aku tadi.

Seohyun mengangguk – angguk, “Baiklah”.

Setelah membersihkan lukaku, dengan aku yang agak meringis kesakitan tentunya, ia pun membebatkan kayu itu pada kaki kananku. Karena tidak ada kain yang tak terpakai, akhirnya ia menggunakan syalnya.

“Kau tidak perlu menggunakan syalmu. Aku bisa merobek sedikit kemejaku untuk itu. Lihat sekarang! Kau akan kedinginan, Seohyunnie…” kataku dengan nada prihatin.

Ia tertawa kecil, “Tidak apa – apa, Kyuhyun. Anggap saja ini sebagai ganti kemejamu yang sering kubasahkan karena air mataku”.

Aku tersenyum mendengarnya. Kuperhatikan Seohyun yang dengan telaten dan lembut mengurus lukaku. Ah, andai saja Ryeowook tak menyukainya. Andai saja Seohyun mempunyai perasaan yang sama denganku. Mungkin aku sudah menyatakan perasaanku padanya. Mungkin segalanya akan berjalan lebih mudah.

Setelah selesai membebat lukaku, ia duduk menyenderkan dirinya tepat di sampingku. Udara malam berhembus dan terasa sangat dingin. Sebenarnya api unggun yang dibuat Minho cukup untuk menghangatkan diriku. Namun, sepertinya tidak bagi Seohyun. Karena kurasakan tubuhnya yang menggigil dan hembusan napasnya yang begitu dingin terasa olehku. Belum lagi, diam – diam ia menggosok – gosokkan kedua telapak tangannya secara tak kentara, mungkin ia tak ingin mengkhawatirkan kami. Aku menyesal karena sama sekali tak membawa jaket untuknya, saking paniknya tadi.

“Pakailah ini, Seohyun….”

Kulihat Minho menjulurkan jaket yang tadi dipakainya pada Seohyun. Namun, Seohyun menggeleng padanya.

“Tidak usah, Minho. Terima kasih”.

Minho mendesah dan bangkit dari duduknya. Ia langsung memakaikan jaket itu pada Seohyun, tanpa Seohyun sempat protes.

“Bibirmu sudah hampir biru begitu. Kau pikir aku tega membiarkanmu mati kedinginan?”

“Tapi, kau juga…”

“Tak usah khawatirkan aku, Seohyun. Fisikku tidak selemah itu”.

“Terima kasih, Minho..”

Minho hanya tersenyum. Kemudian ia menuju pohon yang di samping pohon tempat aku dan Seohyun bersandar. Ia pun duduk dibawahnya.

“Aku mau tidur duluan. Sampai jumpa besok pagi”, katanya dan mulai memejamkan matanya.

Kini tinggalah aku dan Seohyun yang masih terbangun. Kami sama – sama berdiam diri. Setelah beberapa waktu berlalu, kulirik ia. Kepalanya sedang terantuk – antuk ke depan dan akhirnya jatuh ke sebelah pundakku. Aku tersenyum dan mengangkat sebelah tanganku untuk mengelus – elus kepalanya. Ia bergerak sedikit dan kukira ia akan tebangun. Tapi, ternyata tidak. Ku elus – elus lagi kepalanya seperti meninabobokannya dan kulihat ia tersenyum dalam tidurnya. Ia seperti terlihat sangat nyaman, ketika kulakukan itu . Hatiku lega melihatnya yang tertidur nyenyak di pundakku. Aku pun menyandarkan kepalaku ke atas kepalanya dan memandang langit yang gelap.

Tak lama kemudian, mataku perlahan – lahan ikut terpejam.

End of Kyuhyun’s POV

***

Ryeowook’s POV

Kubuka mataku perlahan menatap langit – langit kamar. Apa yang terjadi? Kucoba mengingat – ingat kejadian terakhir. Dan aku pun tersentak.

SEOHYUN!!

Begitu memikirkannya dadaku langsung sesak lagi.

“Kau sudah sadar, Wookie?”

Aku menoleh dan mendapati Leeteuk sedang menatapku dengan pandangan khawatir. Namun, aku tak menghiraukan pertanyaannya. “Seohyun?! Bagaimana dia?! Dimana ia sekarang?!” tanyaku dengan panik.

Leteuk menepuk – nepuk pundakku mencoba mencoba menenangkanku. “Tenang, Wookie…tenanglah…..jika sampai besok pagi mereka belum pulang. Aku akan menelepon polisi”.

Aku mengernyitkan alisku heran, “Mereka?”

“Ya, Kyuhyun dan Minho juga belum kembali.”

Aku langsung bergerak untuk turun dari tempat tidur. Namun, Leeteuk langsung mencegahku dengan menahan lenganku. “Kau mau kemana?”

“Mencari Seohyun”, jawabku singkat sambil melepaskan lenganku darinya.

Leeteuk langsung menahan lenganku lagi. “Jangan, Wookie! Kau tidak bisa! Lihat kondisimu saat ini!”

Aku menatap Leeteuk dengan geram, “Lalu bagaimana dengan Seohyun?! Aku juga tak bisa berdiam diri seperti ini! Hanya memikirkan ia tak ada saja, hatiku sudah sesak dan rasanya mau mati!” teriakku emosi.

Leeteuk menghela napas, “Aku mengerti perasaanmu, Wookie. Tapi, sekarang sudah terlalu gelap untuk mencari Seohyun. Dan pada akhirnya kau akan tersesat dan tak kembali seperti Kyuhyun!”

Aku terdiam. Aku tak bisa mengelak bahwa perkataan Leeteuk ada benarnya juga. Kutatap keadaan diluar melalu jendela kamarku. Begitu gelap……..dan saat ini mungkin Seohyun juga berada dalam kegelapan. Andai saja aku bisa menemukannya, andai saja penyakitku ini tadi tidak kambuh pada saat yang tidak tepat, mungkin setidaknya hatiku tidak akan segelisah ini.

Aku memang menderita penyakit asma sejak kecil. Pertama kali aku kambuh adalah waktu usiaku 7 tahun. Waktu itu, walaupun  aku sudah menghirup tabung oksigen, namun tetap tidak mempan. Aku terus kesulitan bernapas sampai akhirnya aku pingsan. Dokter bilang, penyakit asmaku akan mudah kambuh bila aku merasa stress atau banyak pikiran. Mungkin, saat itu karena pertama kali aku kambuh, sehingga aku syok dan pingsan. Setelah kejadian itu, aku tak pernah pingsan lagi kalau kambuh.

Itu artinya sudah 10 tahun yang lalu dan kini aku mengalami hal yang sama. Begitu mendengar Seohyun hilang, aku tak dapat mengontrol diriku lagi. Dadaku langsung merasa sesak. Berkali – kali aku menghirup tabung oksigen, namun aku tetap kesulitan bernapas. Sementara saat bayangan sosok Seohyun terus bermain di benakku, aku terus mencoba melawan asma ku, tapi apa dayaku. Penyakit itu lebih kuat menyerangku dibandingkan saat – saat sebelumnya. Tak lama kemudian, sekelilingku menjadi gelap. Dan yang terakhir kulihat adalah bayangan wajah Seohyun.

“Wookie…”

Panggilan Leeteuk membuyarkan lamunanku. “Ah, Teukie. Aku mau ke bawah dulu…” kataku sambil berjalan menuju pintu. Melihat itu, Leeteuk langsung bergegas menuju pintu dan menghalangi jalanku. Ia menatapku tajam.

“Ryeowook, sudah ku bilang – “

“Tenang saja, Teukie. Aku tidak akan kemana – mana. Aku hanya ingin ke ruang depan”.

“Tapi, kau harus beristirahat, Wookie”.

Aku menatapnya dalam, “Aku sama sekali tidak bisa beristirahat untuk saat ini, Leeteuk. Hatiku terlalu gelisah untuk saat ini. Tolong, Leeteuk, biarkan aku sendiri dulu. Tak usah kau cemaskan aku, aku tidak akan kemana – mana. Percayalah padaku”, kataku sebelum meninggalkannya menuju lantai bawah.

Cepatlah pulang, Seohyun. Aku menunggumu.

End of Ryeowook’s POV

Seohyun’s POV

Kurasakan sesuatu yang menyilaukan dan panas menyentuh wajahku. Perlahan – lahan kubuka kedua mataku. Ah, ternyata sinar matahari!

Kurasakan ada sesuatu yang berat di kepalaku, kepalaku sulit bergerak karena seperti ditahan oleh sesuatu. Kucoba menganalisa situasi dan keadaan. Oh, ya! Aku berada di hutan, bermalam disini dan kini sudah pagi, berarti saatnya pulang. Aku mencoba mengangkat lagi kepalaku, namun tetap saja tak bisa. Memangnya apa sih yang ada di atas kepalaku ini? Sayangnya menoleh saja aku tidak bisa.

Akhirnya ku putuskan untuk memindahkan sendiri ‘entah apa itu’ dari kepalaku. Namun, betapa terkejutnya aku, ketika kudapati ada sebuah tangan yang menggenggam erat tanganku. Tangan ini begitu putih dan dingin. Kuingat tadi malam aku duduk disamping Kyuhyun. Jantungku mulai berdegup kencang. Jangan – jangan ini……..

Sebentar, sebentar! Saat ini, kepalaku saat ini juga ada diatas bahu seseorang. Apa jangan – jangan ini bahu Kyuhyun?

Oh, ya ampun! Aku benar – benar malu saat ini!

Mungkin, karena aku terlalu banyak bergerak, Kyuhyun pun bangun. Beban diatas kepalaku terangkat, yang kusadari ternyata itu kepala Kyuhyun yang bersandar di atas kepalaku. Setelah mengerjap – ngerjapkan matanya, ia pun menoleh padaku dan tersenyum.

“Oh, kau sudah bangun, Seohyunnie?”

Namun, ia tetap saja belum melepaskan tanganku. Aku jadi bertanya – tanya, bagaimana bisa orang yang tidur menggenggam sesuatu se erat ia menggenggam tanganku ini? Sepertinya ia menyadari bahwa aku terus memandangi tautan tangan kami. Dan ia pun langsung melepaskannya.

“Maaf, aku hanya mencoba membuat tanganmu lebih hangat…” ujarnya malu – malu.

Aku tersenyum geli melihat kedua pipi pucatnya yang bersemu merah. Ternyata seorang Cho Kyuhyun bisa juga ya malu – malu begini (^^).

“Tidak apa – apa…”

“Tapi, tidurmu nyenyak, kan Seohyunnie? Semalam kan kau tertidur pulas di atas bahuku. Sebegitu nyamankah aku untukmu?” tanyanya sambil menyeringai jahil.

Pipiku langsung memanas mendengarnya. Bagaimana bisa sedetik ia bersikap manis dan detik selanjutnya, ia kembali bersikap menyebalkan? Orang ini benar – benar tak bisa dipercaya!

“Yah! Kau jangan mulai lagi narsismu!”bentakku kesal. Ia hanya terkekeh mendengarnya.

Aku pun bangkit dan membangunkan Minho yang masih tertidur nyenyak dibawah pohon. “Heh, Minho! Bangun!” kataku sambil mengguncang – guncang bahunya.

Ia membuka matanya setengah, seperti melek menatapku. Setelah itu ia kembali memejamkan matanya. “Aku masih ngantuk, Seohyun…..sebentar lagi….” gumamnya.

Aku mendengus kesal, kuguncang – guncang lagi bahunya lebih keras. “Bangun Minho! Tadi malam kan kau yang tidur duluan! Ayo cepat! Jangan buat yang lain semakin khawatir!”

Untungnya Minho menurut. Ia pun bangun dan membantu Kyuhyun berdiri. Setelah itu kami mulai menyusuri lagi jalan hutan menuju villa. Walau kaki Kyuhyun sudah dibebat, namun aku tetap membantunya berjalan, sementara Minho memandu kami jauh didepan.

Waktu akhirnya sampai di villa, kulihat sebuah sosok sedang berdiri di halaman depan. Mendengar langkah kami yang semakin dekat, sosok itu berbalik dan…….

DEG!

Itu adalah Ryeowook.

Semua perasaan yang kurasakan terhadapnya langsung memenuhiku lagi. Jantungku berdegup lebih cepat dan tubuhku mulai gemetaran. Aku tak tahu lagi apa aku bisa bersikap biasa lagi dihadapannya, setelah aku menyadari perasaanku yang sebenarnya terhadapnya. Dan sungguh, aku tak siap melihatnya untuk saat ini.

“SEOHYUN!!”

Seharusnya aku yang lari duluan sejak awal ketika melihatnya, karena kini ia langsung berlari ke arahku dan mengunciku dengan erat dalam pelukannya.

“Seohyun, Seohyun, oh Seohyun! Kau kembali!” katanya semakin mempererat pelukannya.

Hatiku benar – benar tak karuan saat ini. Aku hanya bisa berharap agar ia tak merasakan detak jantungku yang berpacu dengan sangat cepat saat ini.

“Rye – Ryeowook….”

“Gomawo, Seohyun. Terima kasih karena kau selamat….Terima kasih karena kau kembali…. Terima kasih Tuhan…..Terima kasih…..” katanya dengan lirih.

Aku tak bisa lagi berkata apa – apa sekarang. Hatiku terasa begitu hangat mendengarnya. Perlahan aku mengangkat tanganku dan membalas pelukannya.

Namun, sesuatu membuatku tersadar. Ryeowook……ia akan bertunangan. Aku langsung melepaskan pelukanku dan mundur agak menjaga jarak darinya.

“Seohyun?”

Ingat. Jangan terlalu berharap, Seohyun.

“Sebaiknya kita masuk. Maafkan aku karena sudah membuatmu khawatir”, kataku dengan nada yang sebiasa mungkin dan berbalik untuk meninggalkannya.

Tiba – tiba Ryeowook meraih pergelangan tanganku.”Seohyun? Ada apa denganmu?”

Aku tak berani menatapnya. Hatiku menolak untuk menjauhinya, tapi aku juga tak bisa membiarkan perasaanku jatuh terlalu dalam untuk mencintainya.

“Apa maksudmu bertanya seperti itu? Aku tidak apa – apa”, kataku sambil mencoba melepas pergelangan tanganku. Tapi, ia semakin erat menggenggamnya.

“Apa aku telah berbuat salah padamu? Kalau begitu apa salahku?”

Kau tak berbuat salah apapun, Ryeowook. Tapi, hatiku lah yang bermasalah. Akulah yang salah karena mencintaimu yang tak mungkin mencintaiku.

Aku masih diam tak berani menatapnya.

“Seohyun….” panggilnya lagi.

Aku menarik napasku dalam – dalam. “Kita masuk saja”, kataku dengan dingin.

Aku pun menarik tanganku sampai lepas dan berjalan meninggalkannya. Walaupun ini akan sulit, namun aku harus melupakannya apapun yang terjadi. Sekalipun itu harus menjauhinya.

“Seohyun! Tu – “

Langkahku mendadak berhenti waktu merasa sesuatu yang aneh. Aku pun berbalik. Aku sungguh terkejut melihat pemandangan di hadapanku.

“Ryeowook!” teriakku sambil berlari ke arahnya.

Ryeowook terjatuh dan terlihat kesulitan bernapas. Aku langsung berlutut di sampingnya. “Ryeowook! Ryeowook! Kau kenapa?!” teriakku panik.

Ia terus menarik napasnya dengan kesulitan. Aku sungguh tak tega melihatnya saat ini. “TOLONG!! SIAPAPUN TOLONG AKU!!” teriakku.

Tak butuh waktu lama, kulihat yang lain berlari ke arah kami. “Seohyun! Ada ap – “ kalimat Minho terpotong begitu melihat Ryeowook.

“Yesung! Cepat ambilkan tabung oksigen di kamar Ryeowook!” teriak Leeteuk.

Yang lain langsung mengelilingi kami. Hatiku mendadak ikut sesak melihat Ryeowook yang susah payah mencoba bernapas. Oh, Tuhan! Tolong selamatkan dia!

“Oppa…!!” teriak Sunny histeris.

“Oh, tidak! Jangan lagi…!” kudengar seseorang berbisik seperti itu. ‘Jangan lagi’?

“Ryeowook….Ryeowook….kumohon bertahanlah…..” pintaku lirih sambil menggenggam erat tangannya.

Tak lama kemudian, Yesung datang dan menyerahkan tabung oksigen itu pada Ryeowook. Dengan tangan yang bergetar, Ryeowook meerimanya dan menghirupnya perlahan – lahan. Aku dengan tegang mengawasinya yang lama – kelamaan kembali bernapas dengan normal.

“Ryeowook…..” panggilku.

Ia berhenti menghirup dan memejamkan matanya. Pelan – pelan ia menoleh padaku dan tersenyum.

“Tidak apa – apa, Seo. Aku sudah tidak apa – apa sekarang…” katanya dengan lembut. Namun, aku masih memandanginya dengan cemas.

“Wookie….kumohon sekali ini saja, kau istirahat dulu. Tadi malam, kau belum istirahat dengan baik. Ini demi kau juga, Wookie…..” kata Leeteuk menasehati.

“Teukie benar. Kau bisa sering kambuh jika jarang istirahat…” sambung Kibum.

Ryeowook pun tersenyum pada teman – temannya. Aku pun membantunya berdiri,”Baiklah, aku akan istirahat…” katanya.

Aku, Leeteuk, Yesung dan Sunny mengantar Ryeowook sampai ke kamarnya. Ia pun berbaring di atas tempat tidur.

“Istirahatlah Ryeowook. Kami akan membangunkanmu saat makan siang”, kata Yesung.

“Iya, oppa….jangan membuatku khawatir lagi…” kata Sunny.

Ryeowook tersenyum, “Ya, terima kasih Yesung, Sunny. Aku berjanji akan baik – baik saja supaya kau tidak usah khawatir lagi”, katanya dengan lembut pada Sunny.

Leeteuk berdehem, “Kalau begitu, biarkan Ryeowook istirahat. Ayo!” katanya dan langsung menarik Sunny yang sepertinya masih ingin berlama – lama disini. Dan kini, tinggalah kami berdua.

Aku pun memaksakan senyumku pada Ryeowook, “Jagalah baik – baik kondisimu, Ryeowook – ssi. Selamat beristirahat”, kataku dan mulai berjalan menuju pintu.

“Tunggu!”

Langkahku terhenti. Aku berbalik dan menatapnya heran.”Ada apa, Ryeowook – ssi?”

Ia terdiam sebentar dan menatapku dalam, “Bisakah kau tetap disini?” pintanya dengan lembut.

Saat ia menatapku seperti itu, aku seperti terhipnotis oleh pandangannya. Hatiku begitu ingin mengiyakannya, namun logikaku menolaknya. Jadi, aku hanya terdiam menatapnya dengan dilema yang memenuhiku.

Ia terus menatapku penuh harap. “Ada yang harus kubicarakan denganmu”, katanya pelan namun tegas.

Aku tersadar lagi dari lamunanku. Ku tarik napasku dalam – dalam, sekuat mungkin menolak suara hatiku saat ini. “Maafkan aku. Kalau ada yang ingin kau bicarakan denganku, sebaiknya nanti saja, kalau kau sudah selesai istirahat”, kataku tegas.

“Kumohon, Seohyun. Hanya sekali ini saja. Maukah kau mendengarkanku?” pintanya lirih dengan tatapan sangat memohon.

Sungguh, aku  benar – benar tak tega saat ini. Tanganku bergetar saking kuatnya aku melawan hasratku untuk mengabulkan permintaannya. Namun, dengan sekuat tenaga, kuusir perasaan itu jauh – jauh. Aku harus segera pergi dari sini.

“Maafkan aku, Ryeowook – ssi. Selamat tinggal”, kataku dan langsung berbalik meninggalkannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Saranghae, Seo Joo Hyun!”

 

 

 

Dan seketika itu langsung menghentikan langkahku……….

 

 

 

To be continued

A LITTLE SPOILER!!


So, readers, rencananya peran Minho di cerita ini mungkin cuma sampe next chapter. Tapi………bakalan ada cast baru yang hadir di next chapter juga. Cast ini bisa dibilang sangat penting untuk para main castsnya, khususnya untuk Kyuhyun.

 

Jadi………..Cuma mau main tebak – tebakkan sedikit, hehe….

 

Siapakah dia?

 

Clue : Salah satu member Super Junior yang belum nongol di cerita ini.

 

Hayoo……..tebak! (^_^)\/

 

See you!


67 thoughts on “WHAT IF YOU BELIEVE ME 12 : Is It Okay For Loving You?

  1. Kyaaa🙂 akhirnya muncul juga part 12’a🙂 itu donghae bukan?
    Soalnya dia belum muncul sama sekali di FF ini🙂
    emng kyuhyun siapanya donghae?
    Ditunggu part selanjutnya ya😉
    updatesoon please..

    Like

  2. woaahhh…setelah lama hilang dr peredaran, akhirnya WIYBM keluar juga…..hehehehe….^_^

    mm..biar ku tebak, cast barunya itu apakah Sungmin..?

    next chapter jangan lama2 yahh….! fighting..^_^

    Like

  3. Akhirnya part12nya ada juga^^
    Seo sbenernya sayang sama kyu?
    Minho sabar yah..
    Ryeong jgn sama seo, seo sama kyu aja
    Wah siapa? Donghae bkn?
    Lanjut yah~

    Like

  4. kren bgt sumpah. . .author emg jago bkin reader jingkrak-jingkrak kegiragan lwt critanya. , dua jempol dh buat author. . .slalu di tggu part briktny. . .

    Like

  5. Hahaha mochi aja deh…. Kangen ni sama mochi😆
    uhuk…seo jadi biang masalah sekali di part ini… Aku malah jadi simpati sama minho. Minho diterusin gapapa kok, kasi yul atau krys.

    Like

  6. ahhhh akhirnya…
    muncul juga setelah sekian lama aq menunggu….

    huaaaa kasian bgt ya kyuppa luka saat mencari seonni….
    sedih,seneng,sakit,haaaa pokoknya campur aduk deh ..
    baca ff ini the best bgt…

    keren aq suka bgt tpi baru bereni koment sekarang..
    hehehehe mianhae….

    tpi kan member super junior yg belum muncul banyak???
    salah satu.a sungmin,shindong,hangeng,eunhyuk,kangin,donghae.

    jadi yg mana dong yah??

    Like

  7. Thooor!! Ini mah msh ga jelas si seo naksir siapa ==”

    Kok perasaan ff ini plg jarang keluarnya ya? Padahal aku nunggu lho thor. Ah authornya (?)

    Sungmin bukan cast barunya?

    Like

  8. ff nyah bagus banget…
    seohyun nyah kayanyah cinta banget ma Ryeowook…tapi kasihan kyu nya…
    maga next part nya seo lebih ke kyu…
    ditunggu lanjutannya…

    Like

  9. akhirnya……..penantian panjang menunggu ff ini,,hehehe
    yyyaaaaaaaaaaa……………..seo ternyata emang cinta ma wookie ya,,, aq kira ma kyu…
    wookie nyatain??? aiiihhh,,,buat seo makin bimbang aja….

    penasaran…
    chingu,, next partnya dibuat romantisnya seokyu dunk,,hihihi
    kasian kyu ditinggalin,,padahal kakinya kan masih sakit….😦

    Like

  10. ksian kyu nya
    seo ayo dunk sadar kalau kyu cinta mati bgt ma kamu
    kata2 khawatir kyu ma seo bikin aku mewek
    saranghae minho oppa, kasian dianya kayanya dia uda rela ngelepas seo buat kyu*poor minho
    author DAEBAKKKKKKKKKKKKKKK
    lanjutttttttttttttttt jangan lama2 dunk pleaseeeeeeeeeeeeeeeeee

    Like

  11. endingnya seokyu dnk, ya?
    hmm.. siapa ya, sungmin ya? tp aq hrp hae aja chingu. kashn minho, tmbhin cast bwt minho dnk, kristal ato yul gt. endingnya harus seoku #maksa. ok, dttgu chap slnjtnya.

    Like

  12. woooaaa… akhirnya bisa baca lagi FF nieh….

    endingnya bakalan jadi SEOKYU kan???
    hehehe
    hmmm… kira2 syapa yach?? DONGHAE??? hehehe
    moga donghae!!!!
    part slanjutnya cepet cepet di publish yach chingu..#maksa banget hehe ^^

    yang suka Seobaby banyak banget… waaa.. makin demen aku liat dia.#apa apaan ini,, gak jelas amaatt hehehe..

    ddaebaakk chingu… kutunggu yach part slanjutnya!!!
    ekstra penasaran nieh…satu lagi,, aku juga demen ama ryeowook… tapi ngarep endingnya bareng Kyuhyun….always SEOKYU!!!

    Ajaaa hwaitiing chingu!!! ^0^v

    Like

  13. Setelah ditunggu agak lama akhirnya part ini keluar jg..
    Seohyun suka ryeowook..ryeowook suka seohyun..kyuhyun suka seohyun..ntar jdinya seohyun sama siapa ya?
    Donghae kah?atau shindong?hehe

    Like

  14. akhirnya update jg… lama nunggunya, hehehe
    makin seru aja nih, belum ketauan bakal sama siapa si seohyun…
    new cast-nya sungmin kali, or donghae, hehhehe, bingung
    ditunggu chapter berikutnya ya

    Like

  15. huaaaa
    akhirnya ada juga nih part’a
    ya ampun sedih bgt sih liat nasib kyu kyk gtu
    udah cptn itu satuin seo sama kyuaih itu wookie bilang saranghae??
    andwae….
    kyk’a itu donghae oppa
    dy blm mncul” nih
    wah donghae oppa pnya peranan pntng nih??
    pnsaran deh jadi’a

    Like

  16. ih sumpah kasian amat si kyuhyun ditinggalin gt aja . si ryeowook sh maen peluk2 aja . jd dilupain kan kyuhyunnya . >,<
    seo eonnie , jgn sma ryeowook please . sma kyuppa aja pleaseeeeeee .
    setujuuuuu ada minstal ya thor !! yeyeye author baik😀

    Like

  17. Chingu, mian yah tp jujur aku udah rada bosen sm ff ini bukannya apa ya ini ff terpanjang yg pernah kubaca.. Tp sampe part 12 belum selesai jg. Jadi kalo bisa diend secepatnya yaa ::) jangan tersinggung ya chingu

    Like

  18. Yahh .. Si wookie nyatain cintanya buat seo. N’ pda kenyataan ny mereka berdua t saling suka. Trus nasib si kyu bagaimana?? Thor,,endingny SeoKyu yah.. Jebal…

    Cast baru,,hmm…sungminkah? Ato donghae?? Aihh pokokny next chap harus keren n’ jgn lama2! Ok!! #reader maksa
    Author Fighting!!

    Like

  19. annyeong author ^^ aku reader baru..
    aku udah baca dari awal, tp komen disini doang.. mian *bow*

    ff’nya DAEBAK!!
    nangis aku T.T
    part 13 !! CAN’T WAIT

    Like

  20. sumpaah ceritanya BAGUS BANGET.
    gak sia-sia deh nunggu lama,

    seohyun jangan sama wokkie,seohun haru sama kyu
    😀
    jangan lama-lama chingu lanjutannya.

    Like

  21. nice FF
    hmm ak msih blum ngerti . pas dteng vila trus kyu nya kmna?? breng minho??

    kyu sweet bgt ^^
    tpi tetep evil haha😄

    siapa ya???
    sungminnnnnn?????😄

    selalu d tunggu part selanjutnya ^^

    Like

  22. OMO ! FF ini udh publish lagi..alhamdulillah😄
    Seohyun~ah tetap kan hatimu untuk Kyuhyun aja ya,jebaaaaalllll
    Biarin aja,ryeowook sama sunny,oke oke?
    Cintai lah org yg mencintaimu wookie..oke??
    cast baru? Sungmin kah? Donghae kah? Hhahaha..

    Aku selalu tunggu kelanjutannya lho😄

    Like

  23. Hmmm…siapa Ɣɑ̤̥̈̊ donghae or éunhyuk?ah Ώggªk tw dech pokok’a d tg next partnya penasaran kisah seokyu…..gomawo chingu Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

    Like

  24. DAEBAAAAAKKKKKKKKKK !!! tapiiiiiiiiii, knpa seo sukanya sama ryeowook ???? ga terima !! Ga dpet bgt feelnya wktu ngebayangin seo sm ryeowook.. ga cocok !! aku jd rada sebel sm ryeowooknya. Apapun yg terjadi pokoknya seohyun harus sm kyuhyun

    Like

  25. Yampun thor aku nunggu ini lama banget, aku kira nggak ada lanjutannya
    Tambahan castnya donghae karna sekarang dia ulangtahun *nggak nyambung dong Cho*
    Oh iya thor jangan bikin aku menunggu terlalu lama lagi ya

    Like

  26. aaaa!
    udh d tnggu dr kpan tau mu thor!
    kok lma kali sh part 12 nya?
    hehe…
    minho jdi kmbing cengo ngliet kmesraan seokyu.
    wakakakakak….
    jiah…
    wookie gmana sh?
    yg kuat dunk…
    ayoloh,part slnjtnya jgn lma2 ya,tkut lpa nh crta nya.

    Like

  27. woa~ keren bgt nih ceritanya…
    nice story. i like it.🙂
    satu member suju yg belum hadir : shindong ?
    d tunggu next chapternya ya eon🙂

    Like

  28. Aduh bingung mau coment apa..
    Intinya chapter ini bener2 bagus dan keren..
    Cast baru? Sungmin kali ya? Atau..
    Ah gak tau ah…Aku tunggu chap selanjutnya aja😀
    update soon ya😀

    Like

  29. seruuuuu…

    maunya sih ending.nya SeoWook, haha xD
    soalnya kalau SeoKyu udah biasa, gak seru, kekekek~

    lanjut yah thor, kereeennnn ff.nya ^^

    Like

  30. hai… author… maaaf aku comen lg… cm mau tanya,, kapan dilanjut???? aku benar2 penasaran ni dgn kelanjutannya…. plis cepat2 diupdate ya…. plisssss.

    Like

  31. ff ini daebak,,,
    mian bru coment part ini,,,,,
    bnar2 buat tegang nhe,,,,
    seokyuuu aq harap endingxa,,,,
    donghae oppa kah????

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s