Love Chingu (HyoHyuk)


Judul:    Love Chingu (HyoHyuk)
Author : Ameony
Cast:      Lee Seohyun      Kim Ryeowook
                Kim Hyoyeon        Lee Hyukjae
               Tiffany Hwang
Ide cerita ini original diilhamkan Tuhan pada author, jadi jangan copy paste atau menjiplaknya tanpa seijin author dan  admin ya…
Ff ini awalnya am bikin buan saeng2 am dan am publish di note fb am, ‘Ameony Qhawarizmi’. Dan sekarang am kirim ke bog ini dan castnya am ganti sama Hyoyeon dan Seohyun. Terimakasih buat admin yang sudah mau post ff  ini dan buat reader yang menyempatkan diri untuk membaca dan baik hati ‘memberi komentar’. Am tunggu komentarnya ya teman2..
POV Seohyun
Ketika aku mengira Eunhyuk adalah pria bejat yang hanya mencintai gadis bertubuh indah dan berparas memesona, namja itu malah melakukan sebaliknya, dia mencintai wanita yang sangat amat biasa dan sederhana. Sahabatku, Hyoyeon. Sayangnya, Eunhyuk tidak tahu bahwa akulah yang mencintainya.
Hyoyeon membuka jendela kamarku, duduk di tepinya dan menatap kagum pada halaman rumahku yang luas dan indah. Mengaguminya.
“Aku mencintai seseorang, Seohyun.”
Aku menghampirinya, mencoba sesantai mungkin, berusaha terlihat bahwa aku tidak khawatir. Bagaimanapun, aku tahu bahwa akan tiba waktunya Hyoyeon mencintai kakakku.
“Nugu?” tanyaku sambil memainkan rambutnya yang di kuncir apel.
“Sahabatku, Ryeowook oppa.”
Lega dan kepedihan menelusup mendengar nama itu. Lega karena dia tidak mencintai orang yang kucintai dan sedih karena aku tahu Eunhyukku, orang yang kucintai, cintanya tak berbalas.
“yakinkah kau?” tanyaku.
Hyoyeon menelusupkan jemarinya di jemariku,”kurasa aku benar-benar kehilangannya saat dia pergi ke Tokyo dua Minggu yang lalu. Aku merasa sulit bernapas, dan hidupku terasa salah.”
“Dia sahabatmu Hyoyeon.” Jawabku.
Ia mengangguk,”Aku tahu Seohyun, makanya aku menceritakan ini padamu, ini terlalu sesak, aku tidak bisa menanggungnya sendiri.”
Aku menatapnya, meraih pipinya, setelah menghela napas pelan aku berkata,”Cinta, aku tidak memahaminya. Aku tidak bisa memberimu nasihat seperti sahabat-sahabat yang lain. Hanya saja, eomma pernah berkata, jalanilah hidupmu seperti air, itu yang kulakukan, mungkin kau juga bisa melakukannya.”
Hyoyeon menatapku dengan sebuah senyuman yang selama ini membuatku terluka, senyum kepedihannya,”Aku melakukannya seumur hidupku Seohyun, itu tidak bekerja, kitalah yang harus mengalirkan airnya, membuat arusnya, kurasa aku akan mengungkapkan perasaanku pada Ryeowook, jujur padanya walaupun itu berarti persahabatan kami akan berakhir dan kami akan seolah tidak saling mengenal.”
Aku membuang wajahku, mengamati lantai yang tidak menarik perhatian, hanya saja seolah di sana terpampang alur kemana ini akan berjalan, ada benang yang menghubungkanku dengannya, dengan Hyoyeon, Ryeowook, dan Eunhyuk.
~
POV Author
Sketsa berhamburan di meja Hyoyeon sementara Eunhyuk duduk di lantai, menunggui gadis itu.
“Perlu bantuan?” tanya Eunhyuk saat melihat Hyoyeon berusaha mengangkat maket gedung yang diolahnya kemarin.
Hyoyeon menggeleng,”Aku bisa sendiri.”
Tapi toh Eunhyuk berdiri dan mengambil maket itu dengan mudah, mengangkatnya ke meja di tengah ruangan.
“Oppa…” panggil Hyoyeon pelan.
“Ya?” Eunhyuk tidak berusaha berbalik untuk menghadapi Hyoyeon.
“Tidakkah ini terlalu aneh.”
“Apa?” tanya Eunhyuk.
“Kita. Aku, Oppa, Seohyun, Ryeowook.”
“Apanya yang aneh?” Eunhyuk merapikan tepian kaca maket agar sejajar dengan tepi meja.
“Aku mencintai Ryeowook.” Jawab Hyoyeon.
Eunhyuk merasa sesuatu tersungkur di jantungnya, menyebarkan energi negatif di seluruh tubuhnya, tetapi lelaki itu mencoba kuat.
“Lalu, apanya yang aneh?” tanya Eunhyuk.
“Aku melihat Seohyun berbicara dengan Eunhyuk kemarin, dia menggenggam tangan Ryeowook. Seperti menenangkannya, dan aku tidak merasa marah atau cemburu. Aku malah merasa.. lega. Bukankah seharusnya tidak begitu?” tanya Hyoyeon.
Eunhyuk kali ini berbalik dan menghadapi Hyoyeon yang bersungut dengan lengan berkerut, tangannya bertumpu di dagunya, dengan bersedekap.
“Mungkin yang kau rasakan itu bukan cinta.” Eunhyuk mencoba jujur.
“Lalu apa?” tanya Hyoyeon.
“Sayang?” tanya Eunhyuk.
Hyoyeon menggeleng,”tapi aku tidak bisa hidup tanpanya, itu bukan sekedar sayang biasa.” Hyoyeon menolak.
“Mungkin kau belum memahami, atau tidak usah dipahami.”
“aku kalut.” Jawab Hyoyeon.
Eunhyuk meraih bahu Hyoyeon dan mencari matanya,”Hyoyeon, kau adalah arsitek muda terbaik yang dimiliki korea saat ini. Menangkanlah proyek ini, tunjukkan pada dunia bahwa gadis ingusan, aneh, dan ceroboh sepertimu bisa berubah menjadi dewi cerdas tak terkalahkan. Masalah cintamu, Ryeowook, Seohyun, dan aku, itu bisa menyusul nanti.”
Hyoyeon mengangguk. Dan ia mendekap Eunhyuk, menjatuhkan kepalanya di dada pria itu. Entah mengapa, semua ini, dunia yang berputar di sekelilingnya saat ini, Eunhyuk yang mendekapnya, semuanya terasa benar.
~
Seohyun dan Eunhyuk adalah saudara, tapi Seohyun adalah anak yang diadosi orang tua Eunhyuk. Seohyun bersahabat dengan Hyoyeon, seorang siswa nerd cerdas yang yatim piatu. Karena persahabatan mereka sangat dekat, orang tua Seohyun pun meminta Hyoyeon untuk tinggal bersama mereka, daripada membiarkan Hyoyeon tinggal sendirian di pemukiman kumuh yang berbahaya.
Seohyun mencintai Eunhyuk, tapi dia tahu mustahil untuk mendapatkan Eunhyuk. Itu akan menghancurkan hati kedua orang tua yang telah mencintai dan menyayanginya dengan tulus selama ini. Memaksakan cintanya pada Eunhyuk sama saja dengan mengkhianati mereka. Dan satu fakta yang membantu adalah Eunhyuk mencintai Hyoyeon, langit seoul yang luas membentang dan jutaan bintang menjadi saksinya, saat Eunhyuk mengungkapkan itu pada Seohyun di atas gedung milik appa.
“Hyoyeon, kau dimana?” Eunhyuk menghubungi Hyoyeon-nya.
“di kantor oppa. Sebentar lagi pengumumannya.”
“Baiklah. Aku akan kesana.”
“Kau tidak kerja oppa?” tanya Hyoyeon khawatir. Selama ini Eunhyuk selalu gampang meninggalkan tugasnya di kantor tekno.
“aku bukan karyawan yang harus menaati jam kerja Hyoyeon. Tidak ada yang bisa memecatku.”
Hyoyeon mendesah, dia lelah menghadapi arogansi Eunhyuk yang seperti ini.
“Hmm… baiklah oppa. Hati-hati.”
~
Ryeowook memasak di dapur cafenya sementara Seohyun masuk ke dalam cafe,”Ryeowook aku menyerah.”
Ryeowook menghampiri Seohyun dan meminta gadis itu menatapnya,”Wae?
“Ini salah sejak awal. Aku tidak boleh seperti ini terus. Aku tidak bisa mengharapkan Eunhyuk. Dia terlarang bagiku.”
“Bertahanlah.”
Seohyun menggeleng,”Aku harus pergi, aku menemukan sekolah kedokteran terbaik di Swiss, aku akan mengikuti program penyesuaian untuk belajar france, dan sekolah di sana.”
Ryeowook menatapnya tanpa berkedip,”jika itu yang terbaik, tapi aku lebih suka kau di sini.”
“Trims.” Seohyun menatap pria yang selalu mendengarkannya itu, yang selalu ada saat dia membutuhkan, yang menopangnya saat dia rapuh. Seohyun memeluknya, mungkin ini terakhir kalinya dia merasakan pelukan hangat Ryeowook. Merasakan wangi aroma roti manis yang meenguar dari tubuh Ryeowook, di mana dia sering menangis di sana.
Ryeowook menyesap wangi rambut Seohyun. Aku lebih suka kau di sini, karena aku mencintaimu Seohyun.
~
Seohyun menyiapkan segalanya dengan cepat, dia tidak ingin hancur, dia harus bangkit dan berjuang untuk kehidupannya, walaupun itu artinya dia harus pergi. Seohyun telah memberitahu orang tuanya, mereka setuju, asalkan itu membuat Seohyun bahagia. Tapi Seohyun belum memberitahu Eunhyuk, dia tahu Eunhyuk akan menahannya, jadi biarlah Eunhyuk tahu saat Seohyun sudah pergi.
Seohyun memutuskan untuk pergi ke Swiss hari itu juga, mudah saja karena dia sudah sering melancong ke Eropa, jadi segalanya terasa seperti biasa, hanya saja, kali ini dia akan pergi lama.
“Oppa kau di mana?” tanya Seohyun.
“di jalan.” Jawab Eunhyuk.
“bisakah kita bertemu.” Tanya Seohyun.
“ada masalah apa Chagi?” tanya Eunhyuk.
“aku tidak bisa mengatakannya di telepon.”
“Baiklah, malam ini ya saeng.”
Seohyun menghela napasnya pelan,”Baiklah oppa… hati2 ya.”
Seohyun mendekap dadanya pedih,”Jaga dirimu oppa.”
Dan dia meminta taksi agar langsung membawanya ke bandara.
~
Eunhyuk mendapat jabatan tangan dan senyum kegembiraan saat di atiba di kantor Hyoyeon. Semua rekan kerja Hyoyeon menyalaminya, Hyoyeon berhasil, rancangannyalah yang akan digunakan sebagai stadion iceskate olimpiade dunia di seoul. Stadion terbesar dan terbaik yang pernah ada.
Namun Eunhyuk mendapati orang yang menjadi pembicaraan itu tersungkur di sudut ruangan di kantornya, dengan air mata mengalir di pipinya, Eunhyuk menghampiri dan mendekapnya.
“Ada apa Hyoyeon?” tanya Eunhyuk.
Hyoyeon terisak dan hanya terisak, selalu dalam pelukan Eunhyuk seperti ini.
~
Hyoyeon memberitahu Ryeowook yang menemuinya tepat sesaat sebelum pengumuman. Ryeowook mengatakan bahwa dia mencintai Seohyun. Tapi Seohyun mencintai orang lain, Eunhyuk. Ryeowook meminta pendapatnya, tapi Hyoyeon tidak cukup kuat untuk memberikannya. Dia hanya berlari meninggalkan Ryeowook. Seohyun terpukul karena dia terlalu jahat pada Seohyun. Satu-satunya orang yang menerimanya saat semua orang mengabaikannya. Orang yang memberinya tempat tinggal, keluarga, dan kehidupan. Hyoyeon malah mengambil satu-satunya milik Seohyun yang bisa membuatnya bahagia, Eunhyuknya.
“Jadi bukan Ryeowook yang mencintai Seohyun yang menjadi masalah?” tanya Eunhyuk setelah Hyoyeon tenang. Mereka berada di cafe sekarang.
Hyoyeon menggeleng,”kurasa oppa benar. Aku hanya mencintai Ryeowook. Tidak lebih.”
Ada kelegaan yang mengalir di dalam diri Eunhyuk, tapi dia tidak berusaha menampilkannya.
“Apa rencanamu?” tanya Eunhyuk.
“Apa oppa mencintai Seohyun?”
“tentu, dia adikku.”
“maksudku lebih dari apa yang seharusnya dirasakan kakak pada adik.”
Eunhyuk menggeleng,”tidak. Aku ingin Seohyun bahagia. Tapi bukan dengan cara ini. Ada pria yang mencintainya bukan.”
Hyoyeon diam, tidak menjawab.
“maaf…” bisik Eunhyuk saat menyadari ucapannya melukai Hyoyeon.
“gwencana oppa. Aku semakin sadar bahwa aku tidak mencintai Ryeowook. Karena aku tidak merasakan apapun saat kau mengatakan hal itu.”
“Apa yang kau rasakah kalau aku bilang aku mencintaimu?” tanya Eunhyuk.
“tidak lucu oppa.”
“Aku mencintaimu Hyoyeon.”
“aku tahu.”
“aku serius, aku mencintaimu lebih dari apa yang seharusnya dirasakan sahabat pada sahabatnya atau kakak pada adiknya. Apa kau merasakannya? Apa yang kau rasakan?”
Hyoyeon tidak menjawabnya, dia hanya takut menatap mata Eunhyuk, takut mengakui, bahwa dia merasa sangat bahagia, kebahagiaannya terlarang. Orang ini, yang mengatakan bahwa dia mencintai Hyoyeon, yang secara tidak sadar telah Hyoyeon cintai juga, adalah orang yang juga dicintai sahabatnya. Hyoyeon bukan manusia bejat yang berbahagia di atas penderitaan sahabatnya.
~
Udara London selalu ringan dan hangat. Hyoyeon menghadapkan wajahnya ke angkasa dan memejamkan mata, merasakan semilir angin dan kehangatan matahari menyehatkan tubuhnya. Hyoyeon bersyukur berkat kerja kerasnya, dan maket2 yang dibuatnya, negara-negara besar di berbagai belahan dunia membutuhkannya untuk membangun stadiun2 itu di negara mereka. Hyoyeon merasa dia memang harus pergi. Perpisahan adalah yang terbaik bagi dia dan Eunhyuk. Walaupun pada faktanya perpisahan malah menumbuhkan perasaaan itu sepesat jika mereka bertemu.
“Hai cantik.” Suara lembut itu adalah ilusi. Hyoyeon sering berilusi bahwa dia bisa mendengar suara Seohyun. Sejelas saat mereka serumah dulu.
“napeun yeoja!” tapi itu bukan lagi hanya sekedar suara, dia merasa seseorang menepuk pipinya. Ilusinya bertambah parah, apakah kesibukannya yang menggila akhir-akhir ini membuatnya seperti ini.
Hyoyeon membuka matanya pelan, dan ilusi itu berbentuk sangat jelas, Seohyun tersenyum ke arahnya, senyum lebar seperti saat dulu, Seohyun menyelamatkannya dari penindasan yang dilakukan teman-temannya di sekolah.
“Seohyun…”
“Hmm… syukurlah. Kupikir kau amnesia karena kejatuhan material bangunanmu, yeoja perancang stadiun.”
Hyoyeon melonjak dan memeluk Seohyun erat.
“bogoshippo…”
“nado… jeongmal bogoshippo.”
Air mata mengalir di pipi Hyoyeon. Seohyun melepaskan pelukannya,”Ah, berjauhan denganku membuatmu jadi cengeng begini.”
Hyoyeon mengusap air matanya dan tersenyum,”Kau menyebalkan Seohyun.”
Seohyun terkekeh,”Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku juga bisa sepertimu. Kau yang jelek dan aneh bisa berubah jadi arsitek superior rebutan dunia. Aku juga ingin orang tahu yeoja cantik sepertiku juga bisa menjadi malaikat penyembuh.”
Hyoyeon tersenyum senang, bahagia.
“Jadi kau sudah jadi spesialis apa bu dokter?” tanya Hyoyeon.
“Neurolog. Spesialis saraf. Jadi aku bisa mengobati sarafmu yang nyaris putus karena mencampakkan oppaku.”
Hyoyeon menjatuhkan tubuhnya pelan,”mianhae Seohyun. Aku lancang mencintai orang yang kau cintai.”
Seohyun mendesah,”Kau tahu, aku marah padamu karena kau merebut semuanya dariku. Kau mencintai Ryeowook ku, dan Eunhyukku. Tapi akhirnya aku sadar aku lebih mencintaimu. Jadi tak masalah. Dan aku tahu semuanya memang harus seperti ini. Saat Ryeowook tiba-tiba menyusulku ke Swiss. Membuatku shock menemukannya menyiapkan sarapan di cafe langgananku di Swiss, dan berkata bahwa dia tidak bisa berjauhan denganku karena dia sangat mencintaiku, dia rela menungguku, sampai aku bisa mencintainya. Aku mencintainya sekarang, lebih dari adik pada kakak, sahabat pada sahabat, aku mencintainya sebagai yeoja yang membutuhkannya, merasakannya dalam setiap nafasku. Dan aku sedih karena aku mendapat kabar bahwa kau meninggalkan korea, mencampakkan oppaku.”
“aku tidak ingin melukaimu lagi.” Bisik Hyoyeon.
“kau melukaiku dengan begini Seohyun. Aku terluka melihatmu bertahan memaksakan perihmu. Terimalah oppaku Hyoyeon. Bahagialah bersamanya. Seperti aku dan Ryeowook.”
“entahlah Seohyun… ini masih membingungkan.”
Seohyun menepuk punggung tangan Hyoyeon,”Cinta itu simple. Kita hanya perlu menjalaninya.”
Hyoyeon menunduk dan mengangguk. Kemudian dia menyadari satu hal, cincin yang melingkar di jari manis Seohyun.
“Kau bertunangan dengan Ryeowook hah? Kenapa tidak bilang!??? Aku sahabatmu bukaan?!”
Seohyun meringis melihat kemurkaan sahabatnya.
~
“Ryeowook, cepat antar Seohyun ke butik Fanny. Dia baru datang dan kalau kalian lambat, dia bisa sudah berada di belahan dunia lain.”
“Kenapa sih kau menyuruh kami ke designer lain, kenapa tidak kau saja yang mendesign, kau kan jago.” Ryeowook bermalas-malasan di sofa setelah baru tiba dari acara peresmian pembukaan cabang restonya di london.
Seohyun menjitak Ryeowook,”Kau mau menikah dengan jas berbahan semen?”
Ryeowook meringis dan segera berdiri,”Iya! Iya! Dasar galak! Pantesan saja Eunhyuk rela saja kau pergi.”
Seohyun segera menarik Ryeowook sebelum sahabatnya membunuh calon suaminya. Ryeowook terbahak dan merangkul Seohyun ke luar rumah.
Hyoyeon mendesah sebal dan menyambar buku sketsanya dan berlari ke taman di belakang rumahnya, dia membuat taman yang indah karena halaman belakang rumahnya di London cukup luas. Hyoyeon duduk di bangku ayunan berlapis busa yang nyaman, dan mulai mencoret-coret.
Kali ini dia tidak menggambar sketsa gedung seperti biasanya. Dia malah menggambar sebuah sketsa gaun pengantin, gaun impiannya. Hyoyeon tersenyum sendiri melihat sketsanya itu. Lalu dia menggambar gaun untuk prianya, dan di tulisnya catatan kecil,’colour-black’.
“Aku lebih suka putih.”
Suara itu mengagetkannya, seorang pria berdiri di belakangnya, menunduk melewati kepalanya, Hyoyeon dapat merasakan hembusan napas pria itu di wajahnya.
“Aku pasti keren mengenakannya, ya kan pengantin wanitaku?”
Hyoyeon merasakan wajahnya memerah, dia bangkit, namun Eunhyuk menahannya, Eunhyuk beralih ke hadapannya dan berlutut.
“Berhentilah menghindar, aku mencintaimu, aku tidak bisa menjanjikan apa-apa padamu, aku hanya ingin kamu bahagia bersamaku. Menikahlah denganku?”
Hyoyeon merasakan wajahnya semakin merona dan air mata mengalir di pipinya. Eunhyuknya datang, Eunhyuknya, orang yang dia rindukan selama malam-malam panjangnya hadir di hadapannya, dia membutuhkan Eunhyuknya, dia tidak akan berlari lagi.
“Ne..”
Eunhyuk menghapus air mata Hyoyeon, menggenggam tangannya, dan mengecupnya pelan, kemudian Eunhyuk memeluk Hyoyeon. Seperti dulu, Hyoyeon merasakan kehangatan itu, tapi kali ini, semuanya tidak pernah terasa lebih benar daripada ini. Serasa alam tersusun dalam konstelasi yang tepat, selama ini memang begitu, namun saat Eunhyuk di dekatnyalah dia baru bisa menyadarinya.
Cinta memang bisa membuat hati yang berantakan menjadi teratur, terutama cinta yang saling memberi dan menerima.
Seohyun menghapus air matanya, sementara Ryeowook mendekapnya, mereka melihat pertemuan yang mengharukan itu dari lantai dua.
“Tidak masalah kan kalau Hyoyeon jadi kakak iparmu?” tanya Ryeowook.
“Tidak. Selama dia tetap menjadi sahabatku, selalu dan selamanya.”
Ryeowook mengecup kening Seohyun, menikmati Anugrah yang diberikan Tuhan pada mereka.
Ditunggu komentarnya ya teman-teman.

32 thoughts on “Love Chingu (HyoHyuk)

  1. akhirnya setelah berabad-abad *lebeh aku nemuin ff hyohyuk mana keren banget bahasanya.

    Terus suka karakter hyuk disini keliatan sangat mencintai hyo.
    Pokoknya kerenn aku bisa ngerasain apa yang mereka rasain. Daebak~

    Keren pokoknya suka lah

    Like

  2. Waaaah hyohyuk c dance machine copel nieee wooowww..
    Ni tumben ad yg msangin ryeowook ma seohyun, jrg” loooh kbanyakan seokyu mlu kn..
    Bgus chinguu, critany kompleks sbnerny diantara cast cm klo dibkin series akn lbih bgus wlwpun sya ga stuju jg c sbnerny heheee..
    Bkin sequelny donk chinguu..

    Like

  3. Akhrny ad jg yg bkin ff ttg hyohyuk..
    Neomu gamsahamnida ya author soalny q pecinta hyohyuk couple🙂

    d tggu crta hyohyuk slnjtny
    author daebak!!

    Like

  4. kok pendek amat sih……
    Buat yang panjang dong thor….,tapi meskipun pendek tetap bagus kok

    Jangan lupa buat sequelnya y thor

    Like

  5. Waaaaaaaahhh,,,,,
    daebak,,,,cerita awal x cerita cinta segiempat y thor,,,,????xD
    plakplakplak,,,,,
    hehehe,,,,becanda,,daebaaaaaak banget dua jempol untuk author,,,,HORE!!!!!hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s