“Because I Love You” Chapt 4


“Because I Love You” Chapt 4

 

Author : Gracia Kristin / Jung Gracia

 

Main Cast : Jung Jessica

Lee Donghae

Kwon Yuri

Kim Jonghyun

 

Genre : Friendship, romance

 

Jessica P.O.V

Aku skarang resmi kekasih dari Lee Donghae. Siapa sangka mimpiku selama ini jadi kenyataan. Saat ia menyatakan perasaannya kemarin, rasanya seperti mimpi.

Aku langsung mengabarkan berita gembira itu pada Yuri. Dan ekspresinya…

 

“Jinja? Benarkan kataku, ahh selamat yang Jung Jessica. Akhirnya kau mendapatkan kebahagiaanmu juga. Aku turut senang!” ia berteriak-teriak ditelpon, berhasil membuat kupingku sakit.

 

Setelah dipikir-pikir, aku sudah cukup lama tidak bicara dengan Jonghyun. Rasanya memang aneh, dia kan sahabatku juga. Apa aku keterlaluan ya?

 

*vibra handphone*

‘Haloo yeoja telat…’ sapa orang diujung telpon yang tanpa kutanya, aku sudah tau dia itu siapa.

“Bisakah skarang memanggilku dengan nama asli ku saja ‘Ketua OSIS tukang tebar pesona’?” balasku.

‘Oh jadi skarang kau sudah punya senjata untuk membalas ya. Baiklah, aku akan memanggilmu Jessica yang cantik’

“Hentikan gombal mu yang basi itu. Ada apa sebenarnya?”

‘Tidak ada apa-apa’

“Ya! Lalu kenapa telpon?”

‘Hanya ingin dengar suaramu. Memang tidak boleh? Kau kan pacarku.’

 

Orang ini, ada-ada saja dia. Tapi aku senang sih, hehe😀

“Ternyata tidak ada apa-apa. Ada-ada saja kau.”

‘Besok aku jemput ya kesekolah’

 

Donghae P.O.V

Aku berstatus sebagai pacar Jung Jessica, adik kelasku sekarang. Ku akui, aku memang ternyata benar-benar suka padanya. Rasanya nyaman skali didekatnya.

 

“Good morning, Jessica yang cantik! Ayo naik.” Ujarku saat melihatnya keluar dari rumahnya.

 

“Morning. Aduh, jangan memanggilku begitu.”

 

Kami sampai disekolah. Dan jeng…jeng…jeng…jeng sontak semua mata tertuju padaku dan Sica.

 

“Oppa, kenapa mereka melihat kita begitu?” tanyanya. Wajahnya mulai khawatir.

 

“Biarkan saja. Anggap mereka itu fans kita berdua.” Jawabku berusaha santai didepannya.

 

“Lihat siapa yang datang, pasangan kita Lee Donghae dan Jung Jessica, yeee!” ah, Eunhyuk bisakah kau tidak senorak ini?

 

“Jangan berlebihan begitu oppa. Aku kan jadi malu.” Kata Jessica.

 

“Tidak apa-apa Jess. Aku senang skali mendengar kabar dari kalian ini.”

 

“Tapi, kau tau darimana aku skarang jadian dengan Sica?” tanyaku. Perasaan, sejak jadian dengan Sica aku belum memberi tahu Eunhyuk.

 

“Kan ada nona Kwon Yuri.”

 

“Iya, aku yang memberi tahu Hyukjae oppa. Aku rasa, kita harus merayakannya.” Sambung Yuri yang juga ada disana ternyata.

Aku senang skali kalau hubunganku dengan Sica disukai oleh mereka J

 

Jonghyun P.O.V

Ini tidak mungkin! Jessica tidak mungkin menjadi kekasih Donghae! Seharusnya ini tidak terjadi. Argghhhh!

 

Kim Jonghyun, kenapa kau harus mengalami ini semua? Kenapa kalah dengan Lee Donghae yang tidak berguna itu heh? Pabo! Pabo!

Skarang aku juga belum bicara dengan Sica sejak kejadian itu. Inilah akhir dari kisah cintamu, Jjong.

 

“Maaf apa aku mengganggumu?” ah kenapa kau muncul disaat seperti ini Sica.

 

“Tidak.”

 

“Maafkan aku Jjong. Aku marah padamu tanpa alasan berarti. Padahal yang kau katakan itu adalah kenyataan. Maaf ya. Tapi skarang aku ingin berterima kasih padamu. Kalau bukan karna kau, Donghae oppa dan aku pasti tidak akan jadian.” Ia menceritakan hal itu dengan berbinar-binar. Benar skali, dia sangat suka pada Donghae.

 

“Ah ia. Sama-sama. Justru aku yang merasa tidak enak padamu. Aku turut senang ya.” Aku memaksakan diri untuk tersenyum. Tidak mungkin aku mengacaukan hari Sica yang bahagia karna aku tidak setuju hubungannya dengan Donghae.

“Benarkah kau sudah tulus memaafkanku? Rasanya aneh Jjong tidak bicara denganmu sehari saja. Aku benar-benar tidak bisa kalau tidak curhat padamu.” Ujarnya.

 

Jessica, andai saja kau berkata ‘aku benar-benar suka padamu’ lain lagi ceritanya.

“Kau mau ikut nanti malam?” tanyanya lagi.

“Kemana?”

“Merayakan jadiannya aku dengan Hae oppa.” Oh bisakah tidak bicara tentang hubunganmu dengannya?

“Ah tidak bisa Sica. Aku sudah ada janji dengan orang lain.” Kataku bohong. Padahal aku memang tidak mau pergi. Bisa-bisa hatiku robek melihat mereka *maap admin mulai lebay*

“Apa kau tidak mau ikut karna masih marah padaku?”

“Oh aniyo, aku Cuma benar-benar ada urusan.”

 

***

Otakku benar-benar blank hanya karna seorang yeoja bernama Jung Soo Yeon. Heh, sungguh aku merasa benar-benar seperti pecundang skarang. Apalagi dihadapan Lee Donghae itu.

Ah, bukankah itu Kwon Yuri? Pasti skarang dia akan mulai genit lagi seperti biasanya.

 

Mwo? Apa-apaan ini? Dia lewat dihadapanku dan menoleh padaku saja tidak. Tidak sopan sekali dia. Dia pikir dia siapa.

Tapi benar juga sih, kalo dia menyapa pun aku tidak akan menanggapi.

 

Yuri P.O.V

Heh, skarang tidak ada lagi Kim Jonghyun dikamus hidupku. Cukup sudah semua perlakuannya padaku selama ini. Aku sudah sangat sakit hati.

Aku memang berpapasan dengannya saat pulang sekolah tadi. Tapi aku berusaha untuk tidak memandangnya. Nanti bisa-bisa misi melupakannya akan gagal.

 

“Ya! Jangan ngelamun terus dong.”

“Choi Minho, mianhae. Apa kau daritadi berdiri disini dan memanggilku yang sedang melamun? Hahaha…” Minho yang saat ini selalu membuatku bahagia.

 

“Kenapa tertawa? Apanya yang lucu? Jelaslah daritadi aku memanggilmu seperti orang bodoh. Kau malah berkhayal. Ish…”

 

“Sudah ya, jangan marah begitu. Ngomong-ngomong kau ikut ya nanti malam ke acara Sica dan Hae oppa.” Aku mengajaknya agar bisa mengenalkan Jessica pada Minho. Selama ini dia hanya tau Minho dari ceritaku saja.

 

“Ah tidak-tidak. Aku kan tidak diajak mereka. Lagian mereka tidak mengenalku.” Awalnya kau menolak, tapi lihat saja kau pasti ikut.

 

“Ayolah. Sica sendiri yang ingin tau tentangmu. Kan aku sering cerita tentang kau. Mau ya, lakukan saja demi temanmu yang cantik ini.” Aku menggodanya.

 

“Cantik katamu? Rasanya ingin muntah saja, haha. Ya sudah karna kau sahabatku aku ikut.”

Benarkan, kau pasti ikut Choi Minho J

 

Jessica P.O.V

Pakai ini saja kali ya, ah tidak yang ini saja.

Ah lama-lama aku akan menghabiskan 2 jam hanya untuk memilih baju. Bagaimana ini?

 

*vibra handphone*

‘Jung Jessica! Kau pasti belum siap sama skali ya?’

“Kenapa bisa tau Yul?”

‘Hello, aku ini sahabatmu. Aku tau kalau bukan bingung memilih baju kau akan bingung memilih sepatu atau accessories yang ingin kau pakai. Sudah simple saja. Kan cuman acara kita-kita.’ Yuri, kau tau skali kebiasaanku.

“Iya iya, bawel!”

 

Mengikuti kata Yuri, aku hanya memakai dress simple saja. Tidak pakai high heels untuk malam ini. Accessories juga tidak berlebihan. Cukup gelang hitam yang cukup besar dan I’m ready!

 

Donghae P.O.V

Daritadi aku masih berkutat dengan laptop ku. Masih ada yang harus ku kerjakan sebelum berangkat dan bersenang-senang.

 

“Aku sudah bilang padamu untuk mandi dan ganti baju Hae. Kenapa masih santai heh?!” daritadi si Lee Hyukjae ini memarahi ku terus. Aku jadi tidak konsentrasi.

 

“Ya! Diam sedikit kenapa? Aku tau. Tapi harus menyelesaikan ini dulu baru pergi. Kau ini bagaimana. Diam saja ya.”

 

“Ya sudah, terserah kau saja. Aku tidak tanggung jawab ya kalau nona Jung sudah satu jam menunggu dan lelah hanya karna menunggumu. Kasian skali, dia sudah berdandan dengan cantik, tapi semuanya rusak karna kau tak menjemputnya juga. Nanti pasti dia akan mengomel dan bilang ‘Lee Donghae oppa! Kau sangat tidak disiplin. Kita putus saja ya.’ Aduh bagaimana kalau itu terjadi…”

 

“Ya! Oke Eunhyuk, aku siap-siap sekarang juga.” Kataku kesal. Aku sudah capek mendengar perkataannya tadi. Menyumpahi aku putus dengan Sica, apa-apaan itu? Kalau jadi benar bagaimana? Ihh.

 

“Jessica yang cantik, aku akan segera menjemputmu!” ujarku ditelpon dan mengakhiri pembicaraanku dengan yeojachingu ku itu.

 

“Gombal skali kau. Sok mesra.” Ledek Eunhyuk.

 

“Terserah kau lah!”

 

Kami semua pun sudah berkumpul di café tempat biasa aku dan Eunhyuk nongkrong. Ada Sica, Hyuk, Yuri dan siapa anak ini? Aku tidak kenal tapi wajahnya familiar sekali.

 

“Annyeong haseyo, Choi Minho imnida. Aku dari klub tari bersama dengan Yuri.” Ooh, jadi dia satu skolah denganku. Pantas wajahnya familiar begitu.

Jika dilihat-lihat anak ini boleh juga. Lebih tinggi dari ku dan tubuhnya atletis. Kenapa malah ikut klub tari? Sayang skali. Sebenarnya bisa di klub basket.

 

“Kau satu skolah dengan kami ya. Pantas saja aku seperti pernah melihatmu.” Ujarku membuka pembicaraan dengan ramah agar si Choi Minho ini juga tidak canggung bersama kami.

 

“Jadi kau namja yang selalu dibicarakan Yuri? Tampan juga, hihihi…” ujar Jessica menggoda Yuri.

 

“Ya! Jung Jessica! Kenapa bilang si Minho ini tampan tapi padaku kau tidak pernah bilang begitu.” Balasku bercanda.

 

“Kau ini, harusnya kau tidak perlu menunggu aku bilang begitu. Kau tau kan, aku tidak akan memujimu hahaha.” Senang skali dia meledeku begitu. Tapi tidak apa tawanya saja sudah membuatku bahagia.

 

Yuri P.O.V

Dasar kau Jessica. Daritadi menggodaku terus dihadapan Minho. Malu tau.

Eh, tapi sepertinya ada yang kurang. Ah benar, Kim Jonghyun. Kemana dia? Apa dia tidak mau datang karna sakit hati?

 

“Yul, kenapa melamun begitu?” suara Minho menyadarkan lamunanku tentang namja yang tidak pernah menganggapku itu.

 

“Ah tidak. Bagaimana kau menikmati malam ini kan? Sudah ku bilang Hae oppa dan Sica itu baik.” Ujarku mengalihkan pembicaraan.

“Ne. kau benar, aku senang kenal dengan mereka.”

Baguslah Minho kalau kau senang. Aku sadar kalau aku harus move on. Tidak bisa stuck ditempat saja dan menangisi Jonghyun seperti yang selalu kulakukan dulu.

Toh namja didunia ini bukan hanya dia. Buktinya skarang ada Choi Minho yang selalu membuatku ceria.

 

“Yuri, aku pinjam Minho-mu dulu ya. Biasa pembicaraan antar lelaki.” Tiba-tiba Hyukjae oppa datang dan menarik lengan Minho. Tapi apa katanya? Minho-mu? Maksudnya apa sih?

 

“Ne. aku mengerti oppa.”

 

“Mereka itu sebenarnya mau apa sih?” Sica datang dengan wajah bingung.

 

“Ya tidak tau. Kan sudah dibilang tadi, pembicaraan antar lelaki. Bagaimana kau ini.” Balasku.

 

“Aku hanya penasaran saja. Ya sudah, kita berdua buat saja pembicaraan antar wanita, hehehe…” tambah Jessica lagi.

 

“Ada-ada saja kau ini.”

 

Minho P.O.V

Aku dibawa ke sudut lain café oleh kedua hyung ku ini. Seumur hidup, baru sekarang ada yang mengajakku untuk berbicara antar lelaki.

 

“Nah, biar kami jelaskan ya maksud kami mengajakmu kemari. Wajahmu sih terlihat bingung begitu.” Kata Donghae hyung.

 

“Jadi kami mau menintrogasi mu. Kau suka pada Kwon Yuri ya?” tanya Hyukjae hyung tiba-tiba.

Mwo? Apa maksudnya ini?

 

“Suka pada Yuri? Ah tidak hyung. Kami hanya teman dekat saja.” Balasku karna aku memang tidak punya perasaan apapun pada Yuri.

 

“Masa sih? Tapi tingkah lakumu padanya beda skali dengan jawabanmu barusan.” Sambung Hae hyung yang tidak percaya juga.

 

“Aku perhatian padanya karna aku memang menganggapnya sahabat yang baik untuk diajak bicara dan curhat. Aku berani sumpah hyung, aku tidak suka pada Kwon Yuri.” Kataku lagi dengan lebih jelas.

 

“Begitu ya, padahal kalau kau menyukainya kami akan membantumu agar bisa jadian dengannya.” Sambung Hyukjae hyung.

 

“Hahaha tidak perlu hyung. Aku memang tidak punya perasaan cinta padanya. Hanya sebagai sahabat saja.” Balasku lagi.

Aneh skali mereka ini, aku memang tidak suka pada Yuri. Mau di comblangin segala. Ada-ada saja mereka.

 

***

“Apa yang kalian bicarakan sih? Sepertinya serius.” Ujar Jessica saat melihat kami kembali.

 

“Ani, tidak seserius yang kau kira kok.” Balas Donghae hyung dan mereka berdua pun meninggalkan kami. Hyukjae hyung juga asik menikmati suasana café sampai mencueki aku dan Yuri.

 

“Ya! Apa sih yang kalian perbincangkan? Ayo cerita padaku saja.” Bisik Yuri ke telinga ku.

 

Bilang tidak ya?

 

Yuri P.O.V

Aku menggoda Minho untuk memberi tau apa yang mereka bertiga bicarakan tadi. Soalnya kelihatannya seru skali. Aku jadi penasaran kan.

 

“Ya sudah aku cerita padamu. Tapi jangan katakan pada kedua hyung ya kalau aku bilang.” Pinta Minho dan mendapat anggukan setuju dariku.

 

“Mereka pikir aku menyukaimu!” katanya.

“Mwo?” teriakku.

“Eh sst…ia mereka pikir aku itu suka padamu karna tingkah lakuku yang care padamu selama ini.” Sambungnya lagi.

 

Tapi bukannya memang benar kau, Choi Minho, suka padaku? Ia kan? Lalu dia mengaku tidak ya pada mereka?

“Lalu? Kau bilang apa?” tanyaku penasaran.

“Ya aku bilang tidak. Aku kan memang tidak menyukaimu Yul. Kau dan aku hanya sahabat biasa kan?”

 

Kata-katanya langsung menusuk hatiku. Aku sungguh yakin kalau Minho menyukaiku. Tapi skarang kenyataannya itu hanya mimpiku. Ah kau pabo skali Kwon Yuri! Bisa GR begitu.

 

“Ya! Kwon Yuri!”

“Ne, ne kita berdua memang hanya sahabat. Ada-ada saja ya mereka itu.” Balasku berusaha santai.

 

Tapi saat ini hatiku benar-benar sakit. Sepertinya aku memang terlalu banyak berharap. Apa aku tidak pantas bahagia? Dulu Jonghyun dan skarang Minho. Tidak ada yang mencintaiku didunia ini!

 

“Sica-ssi, aku pulang duluan ya.” Pamitku.

“Yah kenapa? Padahal masih bersenang-senang lho.”

“Tidak apa. Aku tiba-tiba merasa tidak enak badan. Jangan marah ya.”

“Ani~ aku tidak akan marah padamu. Pulang sana dan langsung istirahat ya. Minho mengantarmu kan?” tanyanya.

 

“Tidak Sica. Aku sudah bilang padanya bisa pulang sendiri.”

“Tapi ini sudah malam lho.” Sambung Hae oppa.

“Tidak apa oppa. Aku bisa naik taksi kok.”

 

Jessica P.O.V

Ah pagi yang cerah senang skali aku bangun hari ini. Hari libur artinya hari untuk bersantai, hehehehe.

Aku lelah skali karna semalam, tapi acara semalam itu menyenangkan. Apalagi bersama Lee Donghae yang aku cintai.

 

“Na…na…na…na…”

“Jung Jessica!” aku sedang bernyanyi dan eomma mengagetkan ku begitu saja.

“Ne eomma. Waeyo?”

“Mandilah dan berdandan dengan rapi. Ahjumma dan ahjussi mu akan mengunjungi kita hari ini.” Ujar eomma dari lantai bawah.

“Ne.”

 

Ahjumma dan ahjussi saja yang datang harus disuruh berdandan. Berlebihan sekali eomma ini.

 

“Eomma, memangnya ahjumma dan ahjussi mana yang akan datang? Kenapa aku harus berdandan segala?”

 

“Ituloh, mereka keluarga kita yang tidak tinggal di seoul. Nenekmu dan ibu mereka itu kakak beradik. Tapi mereka rindu melihatmu. Terakhir kau bertemu mereka kan saat kau masih 2 tahun. Mereka pasti akan kaget dan terpesona melihatmu.” Jelas eomma.

 

“Kenapa harus terpesona?”

“Karna kau sudah tumbuh jadi yeoja yang cantik.” Balas eomma membuatku malu.

“Eomma ada-ada saja.”

 

***

Sudah hampir siang tapi kemana ahjumma dan ahjussi ku itu? Apa tidak jadi datang ya? Padahal aku dan eomma sudah memasak masakan khas seoul.

 

Ting…tong…

Wah, itu pasti mereka. Aku segera berlari membuka pintu.

“Annyeong haseyo ahjumma, ahjussi!” sapaku seraya membungkukkan badan.

“Annyeong. Benarkan ini kediaman keluarga Jung.” Tanya perempuan berusia kira-kira seperti eomma yang tak lain adalah ahjumma ku.

“Ne, Jung Jessica imnida.” Kataku memperkenalkan diri.

 

“Ah jadi kau Jessica? Lama kita tidak bertemu ya. Kau sudah jadi gadis cantik.” Puji ahjussi.

“Ah gomawo ahjussi. Ayo masuklah, eomma sudah menunggu kedatangan kalian.”

Mereka pun berbincang-bincang. Terkadang terselip namaku dalam percakapan mereka. Mungkin mereka hanya kaget aku sudah sebesar dan secantik ini, hehe.

 

Setelah makan malam bersama, ahjumma dan ahjussi pamit pulang. Aku senang skali mereka datang, mereka baik skali pada kami.

 

Donghae P.O.V

“Jessica yang cantik!” teriakku dilorong sekolah. Sontak semua mata tertuju padaku *miss Indonesia kali :p*

“Ya! Lee Donghae oppa! Kenapa berteriak begitu? Kau pikir tidak malu apa. Ish…” ujar Jessica. Aku tau dia akan bilang begitu, hehe.

 

“Biar saja, biar satu dunia tau kalau kau adalah yeojachingu ku. Supaya tidak ada yang akan mendekatimu.” Balasku.

 

“Heh kau ini. Lalu, apa yang membuat mu berteriak begitu?”

“Aku mau mengajakmu bertemu dengan ibuku.” Kataku terang-terangan.

 

“M..Mwo?? Kau salah bicara atau aku yang salah dengar?” tanyanya kaget.

“Ya! Kau tidak salah dengar dan aku juga tidak salah bicara. Aku benar-benar akan membawamu bertemu dengan ibuku.” Balasku meyakinkannya.

“Oh my God, aku belum siap Hae oppa.”

“Sudahlah, ibuku itu tidak akan memakanmu tau. Kau cukup dandan saja yang cantik, aku jemput nanti malam. Tidak ada komentar, bye…” kataku lalu berjalan meninggalkannya.

 

Jessica P.O.V

Ini tidak mungkin. Ini terlalu cepat. Apakah Hae oppa sudah seserius itu sampai mau membawaku bertemu eomma nya? Ya ampun pikiranku benar-benar melayang saat ini.

 

Aku harus pakai gaun yang mana? Pakai high heels didepan eomma Hae oppa terlihat sopan tidak ya. Aduh nanti salah lagi.

 

*vibra handphone*

From : Hae oppa

 

Berpakaian lah dengan simple. Eomma ku tidak suka hal-hal aneh😀

Love you, Jessica yang cantik !

 

Ya sudah, karna dia bilang begitu aku akan tampil se-simple mungkin.

 

Klakson motor Hae oppa menggema diluar jendela kamarku. Setelah pamit pada eomma, aku langsung cepat-cepat keluar. Kan tidak lucu terlambat dihari bertemu ibu mertua hihihi…

 

“Ayo naik. Kau cantik!” puji namjachingu ku itu. Senangnya…

“Ah gomawo. Aku memang sudah cantik dari dulukala.” Candaku.

 

Memasuki restoran itu, rasanya jantungku mau copot saja.

“Ya! Kau gugup ya? Sudah biasa saja.” Ujar Lee Donghae oppa yang sok tenang itu.

“Ya! Bagaimana mau biasa saja sih disaat begini?” balasku.

“Sst…ayo. Nanti terlambat.”

 

Dari belakang kulihat wanita setengah tua, miriplah dengan eomma ku duduk dengan elegant. Aku semakin yakin kalo ketampanan Hae oppa turun dari eomma nya.

“Eomma, aku datang bersama yeojachingu ku Jessica…” ujar Hae oppa menyapa eomma nya itu.

Saat eomma Hae oppa membalikkan tubuh, dengan segera aku membungkukkan badan secara resmi sambil memperkenalkan diri.

“Annyeong haseyo ahjumma, Jung Jessica imnida.” Kataku lalu mengangkat tubuhku ingin melihat wajah eomma Hae oppa dan apa yang kulihat???

 

Apa aku tidak salah lihat? Orang yang ada didepanku dan adalah eomma Hae oppa adalah….

“Jung Jessica?” katanya sama kagetnya denganku.

“Ahjumma…”

“Kalian berdua sudah saling kenal atau pernah bertemu?” tanya Hae oppa heran saat melihat reaksi kami.

“Ani~Ani~ Lee Donghae! Kau tidak boleh menjadikan si Jung Jessica ini sebagai yeojachingu mu. Aku sama skali tidak setuju. Permisi!”

 

Ia terlihat marah skali dan langsung meninggalkan aku dengan Hae oppa. Tentu saja Hae oppa langsung mengejar eomma nya itu.

 

‘Apa aku memang tidak bisa bersama Hae oppa? Kau dan aku bersaudara Lee Donghae!’ ujarku dalam hati.

Sakit rasanya mengetahui bahwa pacarmu saat ini ternyata saudara mu.

Benar eomma Hae oppa adalah ahjumma yang waktu itu datang mengunjungi aku dan eomma. Arrghhh! Dari sekian banyak orang, kenapa kau yang harus menjadi saudara ku Lee Donghae!!!

 

*TBC*

 


17 thoughts on ““Because I Love You” Chapt 4

  1. chinguu !!
    nih FF udh lama aku tunggu” apalagi tntang haesica🙂 ,tapi kok jalan ceritanya keg gini sih ?
    jadi gmna dong kisah cintanya haeppa dan sicannie kalo mrk bersaudara ?
    #ngambek
    pkoknya endingnya harus haesica ya🙂
    # maksa😀

    Like

  2. huuuaaa chingu lma skli bru kluaar nieee..

    waah kok bs c hae hyung itu sodaraan ma sica??yh ga bs haesica dooonk??chingu haesica dooonk jebaaaal..

    itu c yuri kcian amat c ma jjong ga dpt ma minho jg kGRan, ud dh chingu nti tmuin ma yesung hyung aj atw ga nti minhony brubah pkiran gt y jebaaaaaaaal..

    ditunggu next partny

    Like

    1. iya nih, mianhae ya…
      Tunggu aja deh next chapternya lebih seru. Yuri nya juga ga bakal kasian lagi😉
      comment terus yaa😀

      Like

  3. huaaaaa bnyak liku” yah hubungan haesica couple ini.
    wah masa haesica saudaraan sih.
    kan gak lucu gitu.

    ehm gawat nih gawat>,<

    next part d tunggu^^

    Like

  4. Annyeong
    Sya uda lama bca ni ff tpi g prnah komen😀 (siders)
    Tpi karna ini ff sangat memuaskan banget jdi sya komen😀 (d bnuh author)

    Lanjut ya!

    Like

  5. Wah chingu! Trnyata disini maseh ada ff haesicanya.. Lanjutin ya chngu! Bikin yang lbh bnyak lgi..
    Udah muak saia bca ff maknae dsni.. Ni blog smtown apa khusus seokyu siy,, huh! Mian saia cma maw nyampein uneg2 ajah,,

    Like

  6. pdhal bru pcrn msa hrz psah lgi ??? gmna donk nsib hbngan mrka ????

    next chapternya cpetan yach chingu …. pnasran gla nieee

    Like

  7. yaelah~ Donghae kalo ga bisa sama Sica, sama aku ajaa! kkk~ #dipukulFISHYpakepanci
    pasti si Jjong seneng kalo tau HaeSica sodaraan. ck~ malangnya nasib kalian berdua HaeSica.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s