The Born of the Dancing Jung part 1Jumat, 30 September, 2011 14:00


Author : Aninda (Choi Eun Won) freelance*
Main Cast : Jung Soo Jung a.k.a Krystal and Choi Minho
Cast : Random
Genre : Romance with li’l bit Comedy
This is my 1st FF that being published here. Please fasten your seat ! (?) or a bucket to throw me :)
Check this out my FF… :) happy
California, itulah kota kelahiranku. Namaku Jung Soo Jung, namun sebagai orang Amerika asli, orang tuaku memiliki nama Amerika untukku, Krystal Jung. Nama yang indah, bukan ? Aku terlahir sebagai anak kedua di keluarga Jung. Kedua orangtuaku adalah pengusha. Aku memiliki kakak perempuan namanya Jung Se Yeon atau Jessica Jung. Aku amat menyayanginya, begitupula dia juga menyayangiku.
Ballet dan Modern Dance, adalah kesukaan ku sejak aku masih kecil. Sekarang usiaku baru saja menginjak 17 tahun, dan omma belum mengizinkanku untuk mengikuti jejak kakakku, Jessica untuk pergi ke Seoul. Padahal, Seoul juga bagian dariku. Bagaimanapun aku tetap orang Korea. Sudah berulang kali aku mencoba meyakinkan omma dan appa untuk pergi ke Seoul, namun not even close. Seperti hari ini.
“Mom, I can guarantee you that I’ll be okay in Seoul, please mom let me go…”
“No… you still can’t go until you reach 20…” ucap omma tegas.
“I can’t wait 3 years in America and do nothing… Did you remember when I was 5 years old and there was someone wanted me to be their model for kids milk and you denied it..??”
“But mom really can’t let you go… how about your school, your life, your food, and your house…it’s not easy to live in Seoul..” ucap omma lagi. Appa hanya diam sambil menatap keluar jendela.
“There is Jessica, mom.. You can control my life through her… please mom…”sahutku mulai menunjuk foto Jessica.
“Do you really want to go ??” kini appa angkat bicara sambil menggenggam ponselnya.
Aku mengangguk bersemangat, sambil duduk didekat appa, aku yakin appa pasti akan mengizinkanku untuk pergi dan menyusul Jessica onni.
“Are you sure that you reall y want to go, far away from us and we only visit you like we visit your sister, Krystal ??” Aku kembali menangguk bersemangat. Appa bangkit berdiri.
“Hye Gyo –a… let us talk for a while…” ucapnya lalu masuk kedalam kamar.
Ya itulah appaku, selalu berembuk dengan omma sebelum mengambil keputusan. Aku memang tau dan sadar kalau keputusan yang harus diambil oleh omma dan appa adalah sulit adanya. Permintaan yang hanya bisa dikabulkan jika aku sudah beranjak 20 tahun dan harus kutagih sekarang sebelum aku kehilangan skillku. Pikiranku melayang ke Amber, teman kecilku yang kini sedang ada di Taiwan. Apa kabarnya ia sekarang ? Kami berjanji akan ke Seoul bersama.
“A matda… aku juga arus beritahu Amber kalau aku akan ke Seoul.. kuharap aku dapat pergi dengannya…” ucapku sembari mengeluarkan ponselku.
Namun, aku mengurungkan niatku. “Aku belum tentu pergi.. ah nanti saja kalau sudah ada perjanjian dari omma dan appa…”
Setelah 30 menit, aku masuk kamar karena mulai mengantuk. Baru saja akan membenamkan diri kedalam selimut, appa masuk kedalam kamar bersama dengan omma. Aku kembali terduduk, ingin sekali mendengar apa yang menjadi kesepakatan mereka. Sejujurnya, aku tidak siap mendengar kata “You’re not allow..”
“Krystal…”
“Yes mom…” jawabku dengan nada penuh harap.
“I hope you can be good even without me …” ucap omma sambil memelukku dan mengusap rambutku. Di detik-detik awal, aku tidak mengerti apa yang dikatakan oleh omma.
“And I hope you can reach your dream..” ucap appa sembari mengelus jidatku perlahan.
“Mom, dad.. can you tell me what is exactly happening ? and what’s your answer and agreement…?” tanyaku sembari mengernyitkan dahiku saat aku berhasil melepaskan pelukan omma yang cukup erat dan sesak.
“We allow you to go to Seoul… I have called your sister before and she accept to taking care of you when you are there. And about your school and others, Jessica will take care everything. But, promise me one thing…Be a good girl, and never make your parent embarrass” Aku benar-benar ternganga mendengar perkataan omma dan appa, benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukan. Tertawa, menangis haru atau malah jejingkrakan.
“ooooooooooo I love you mom. I love you dad…”
Jessica benar-benar menjemputku di Incheon International airport, ada yang berbeda dari kakakku, namun aku tidak tau apa itu. Hanya saja aku merasa kakakku semakin cantik dan semakin cantik. Aku dibawa ke tempat penyetopan taksi dan Jessica membawaku dengan sebuah taksi.
“Seodaemun ahjussi…” ucap Jessica onni sambil membetulkan letak ikat pinganggnya.
“Aaa Krystal.. have you eat ?” Aku menggeleng dan menyandarkan kepalaku diatas bahu Jessica onni. Nyaman. Bahu yang selalu menopang kepalaku setiap aku kelelahan. Seperti bahu milik omma.
Baru saja turun dari taksi, sebuah telepon masuk ke handphone milik onni. Kulirik sekilas Lee Donghae. Who is he ? Did she already found her love ? Omo… Namun, Jessica onni malah mematikan ponselnya dan mencabut baterenya, lalu kembali memasukkan handphone-nya kedalam tasnya. Waeyo ? Aku pun menggeleng sendirian. Bukan tradisi ku dan Jessica onni untuk menanyakan masalah privasi, kecuali orang itu mau share sendiri, lain soal.
“Onni…”
“Ne…”
“Kau hidup mewah sekali disini.. bagaimana bisa ? Bukankah uang yang dikirim omma dan appa selalu pas-pasan ?” tanyaku setelah explore keseluruh dari kamar apartemen mewah yang ditempati oleh Jessica.
Jessica hanya tersenyum kecil dan membiarkan ku duduk di sofa berwarna soft pink yang dihiasi bantal-bantal bergambar lucu. Kulihat dapurnya pun amat sangat elegan, kompor elektronik, kulkas 3 pintu, meja makan kaca, cabinet, bahkan kamar mandinya pun berbath-tub.
“Aniya …” ucap Jessica onni sembari menyerahkan segelas jus, -mungkin Jeruk atau Mangga- dan duduk disampingku semabri menyalakan TV layar datar dihadapan kami. “Justru appa dan omma sebenarnya telah menyiapkan ini semua untuk kita berdua. Namun, omma dan appa sejujurnya menyembunyikan ini dari kita…” sambun Jessica onni.
“Jinnja ??”
Jessica mengangguk. Aku termenung sejenak. TV menayangkan tentang dance musical yang diadakan di Jamshil Indoor Stadium.
“Aaa geunde…” Jessica onni bangkit lalu mengambil sesuatu dari atas meja belajarnya. Aku tau itu mejanya dari dekorasinya yang sama dengan menja yang ada di Amerika.Lalu, onni memberikanku sebuah amplop coklat.
“Ige mwonde ??” tanyaku sembari membolak-balik kertas itu.
“Hmm… buka aja..”
“Kirin Arts School ??” Dengan detail dan teliti aku membaca satu per satu apa yang tertulis dalam surat approval Kirin Arts School tersebut. “Whats that mean ?”
“Sebelum onni ke Seoul, onni sudah minta izin mom and dad untuk membawa beberapa sertifikat dan juga penghargaan serta ijazah yang pernah kamu tekuni di bidang dance, mulai dari traditional dance, sampai modern dance ..” jelas Jessica.
“Lalu ?”
“Omma dan appa mengizinkanku untuk membawanya. Dan ketika aku berhasil masuk ke Kirin, aku menyerahkan semua fotokopian dokumen sertifikat serta ijazahmu, dan mereka mau memberikan special offerings untukmu.”
“Oohh jadi aku bisa mengikuti berbagai kompetisi tanpa ditest lagi ? Nanti kalau ada yang envy gimana ??” tanyaku mulai khawatir. Jessica onni menggeleng.
Aku memeluk Jessica onni erat dan air mataku menetes terharu. Is my dreams already come true ? Or is it just the beginning of everything ? I don’t know.
-to be continue-

8 thoughts on “The Born of the Dancing Jung part 1Jumat, 30 September, 2011 14:00

  1. Qu yang kommen prtma.. Cihuyy
    Kykx seru nihh klw nnti minho ktemu krystal dan sm2 suka dance.. Wahhh keren.. Cpt dilnjut yah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s