My Teacher part 2


JUDUL : MY TEACHER PART 2

AUTHOR : AAL

CAST : Choi jinri as Sulli

Cho Jino as Jino

Cho kyuhyun as Kyuhyun

Choi Joohyun as Seohyun

Genre: romance,friendship,family

Tipe : Chapter

Sulli ‘s Pov

“ Kyuhyun….sunbae?”

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Tidak percaya dengan apa yang aku lihat sekarang. Itu…. Kyuhyun sunbae dan ka seohyun kan? Kenapa…ada disini?

Kulihat kyuhyun sunbae sedang memasang gembok. Setelah selsai dia memberikan satu kunci pada kakak dan ia memegang yang satunya. Mereka berdoa sebentar lalu melempar kunci itu bersama-sama. Kyuhyun sunbae merogoh sesuatu dalam kantong jaketnya,lalu mengeluarkan kotak berukuran sedang yang dibungkus dengan kertas kado,lalu menyerahkannya pada ka seohyun. Ka seohyun tersenyum senang. Kyuhyun sunbae mendekatkan wajahnya lalu mencium kening ka seohyun lembut.

Cukup. Aku tidak mau lihat lebih dari ini. untung mereka berdiri memunggungiku jadi mereka tidak menyadari keberadaanku. Kubalikkan punggungku lalu menghadap Amber.

“Amber,kita pulang sekarang!”

“apa? Pulang?kenapa? kita kan baru sampai”

“pokonya pulang! Cepat! Ayo ambil tasmu kita pulang sekarang!”

“kenapa sih tiba tiba? Katanya mau lihat matahari terbenam,kenapa sekarang kamu minta pulang?” Tanya nya heran.

“iyaaaa gajadi. Ayo cepat kita pulang sekarang,aku ga enak badan” kutarik kencang pergelangan tangannya.

Ia diam sebentar lalu menyentuh keningku. “tidak ada yang panas ah”

“belum panas amber. aku baru gejala pusing nih. Makanya kita harus pulang sekarang!” kataku ngibul. Aku berusaha menahan air mata yang sedari tadi ingin menetes. Kalau ini jino, aku pasti sudah menangis daritadi. Tapi ini amber,dan dia ga tau apa apa soal ini. Makanya sebisa mungkin kutahan air mataku.

“hey hey stop it sulli! Nanti jaket ku melar!”

“iya iya makanya kita pulaaaaang!” aku berusaha mengecilkan suaraku agar kyuhyun sunbae dan kakak tidak dengar. Akhirnya amber menyerah,ia mengangguk dan mengikuti saranku untuk pulang.

“ sulli ,kita pulang bareng aja ya?” ajaknya

“ga usah,aku naik taxi saja”

“heh?serius?” Tanya nya khawatir

“iya iya ohh itu dia taxi nya,byebyeee amber” tanpa menunggu jawabannya, aku langsung men-stop taxi dan langsung loncat ke dalamnya.

Didalam taxi,aku terbayang-bayang akan kyuhyun sunbae dan kakak. Mereka kan lagi anniversary, ya wajar dong kalo ngerayain berdua. Yang tidak wajar adalah kenapa aku harus ketemu mereka sih!

Aku menyusut ingusku lalu kutahan dengan sapu tangan. Hari senin nanti aku harus minta maaf sama amber karna telah memnbuatnya khawatir.

Sesampainya di rumah aku langsung lari menuju kamarku dan mengunci pintunya.

“Dari mana saja kau? Kalau pulang setidaknya menyapa ibu dulu dong!” omel ibuku.

Aku tidak menjawab. Kutumpahkan semua air mata sedari menggantung dipelupuk mataku.

“hash dasar anak nakal! Berbeda sekali dengan kakaknya!”

Berbeda sekali dengan kakak.

Sudah puluhan kali,ah tidak. Sudah ratusan kali kudangar kalimat itu tapi kali ini rasanya sangat sakit. Berkali – kali kalimat itu menampar hatiku,tapi selalu kutepis kasar. Tapi beda dengan hari ini. aku tidak punya kekuatan apapun untuk menepisnya. Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah menangis.

Kenapa? Kenapa selalu kakak yang mendapatkan apa yang dia mau. Otak yang cerdas,paras yang cantik,hati yang baik dan…. Orang yang aku cintai. Apa yang akan kau rebut lagi dariku ka?

Selalu. Selalu saja kakak. Kapan gikiranku? Kapan aku mendapar yang aku mau?

Perasaanku benar benar kacau. Baru liat mereka kencan saja sudah begini. Gimana kalau lihat mereka menikah? Tunggu. Menikah? Mereka? Gak akan. Ga akan pernah aku biarkan. Sudah cukup banyak yang kakak ambil dariku. Aku tidak akan membiarkan kakak merebut kyuhyun sunbae juga. Tidak akan pernah.

End sulli’s pov

 

Seohyun ‘s pov

“wahh apa ini oppa?” aku menatap senang benda berbentuk kotak ditanganku.

“coba kau buka saja” katanya sambil tersenyum.

Aku membuka bungkus kado itu hati-hati. Takut merusak benda yang ada didalamnya. Aku terkejut sama mengetahui apa iyu.

“wah…oppa ini music box kan? Cantik sekali….” Aku terkagum-kagum dengan benda mungil ditanganku. Sebuah music box klasik yang dihiasi batu-batu cantik.

Saat kubuka tutupnya dapat kudengar suara alunan piano klasik.

“lagu ini…. Canon kan?” tebakku.

“kau suka?” Katanya tersenyum lembut.

“sangat. Sangaaaaat suka. Gomawo oppa” kucium pipinya lembut.

“ah,aku punya ini” aku merogohkan tanganku mencari benda yang sedari tadi berada dalam task u.

“tadaaaaaa”

Ia diam. Lalu mengerjapkan matanya tak percaya.

“itu…..itu kan CD Game starcraft yang  terbaru! Aku cari di internet saja katanya masih belum publish! Bagaimana kau mendapatkannya?” Tanya nya heran.

“temanku punya koneksi khusus langsung dari pembuatnya,karna itu aku berusaha agar bisa mendapatkan CD ini untukmu” jawabku sambil tersenyum manis.

“hyun… makasih banget ya!” katanya excited,sambil terus memandangi CD Starcraft itu.

Hihi,sudah dewasa tapi tetaaaaap saja seperti anak kecil.

“ah,oppa untuk memperingati hari ini kita foto yuk!” ajakku sambil mengeluarkan kamera berwarna shake-pink milikku.

“wah ide bagus. Kita minta tolong pada pasangan yang ada disekita sini aja untuk memotret kita.”

Aku mengedarkan pandanganku. Kayanya tadi di deket kami ada pasangan yang sedang memasang gembok juga deh. Ko sekarang gak ada ya?

“yasudah. Kita minta sama orang yang lewat saja oppa”

“sip”

Sesampainya di rumah~

Aku melambaikan tanganku pada kyuhyun oppa lalu bergegas masuk ke rumah. Tiba tiba kudengar suara ribut ribut.

“kau ini! begini saja tidak bisa! Kamu tuh bisanya apa?!”

“dari awal kan aku sudah bilang tidak bisa! Kenapa ibu maksa sih!”

Ternyata itu suara ibu dan sulli yang sedang bertengkar. Aku melangkahkan kakiku mendekati mereka.

“ibu,ada apa?”

“ah,kau sudah pulang seohyun,ini nih si sulli! Bikin masalah lagi!”

“apa?aku? kan sudah kubilang aku tidak bisa melakukannya kenapa ibu malah menyalahkan ku sih!” sulli berteriak nyalang. Terlihat sekali dari tadi ia berusaha menahan emosinya.

“hei! Aku ini ibumu! Bisa kan bicara lebih sopan lagi!” ibu tidak kalah berteriak. Harus ada yang menghentikan pertengkaran ini sebelum tambah panas.

“ibu,sulli tenang sebentar. Berfikirlah dengan kepala dingin” kucoba menenangkan mereka.

“kakak ga usah ikut campur!” sulli menjawab dingin.

“hei! Dia kakakmu! Sopanlah sedikit! Memang dasar beda sekali dengan kakakmu!” kata ibu.

Sulli terdiam. Kepalanya tertunduk dan bahunya bergetar. Aku menyentuh bahunya pelan tapi ditepis kasar. Tiba tiba ia mendongakan kepalanya dan menatap aku dan ibu.

“bedakan saja terus! Memang hanya kyuhyun sunbae yang mengerti aku!”

Apa? Kyuhyun oppa?

Sulli terkejut dengan omongannya. Ia menoleh padaku sebentar lalu tiba tiba lari menuju kamarnya.

Aku masih berdiri di tempat. Kyuhyun oppa? Apa maksudnya?

End seohyun ‘s pov

Sullli ‘s pov

Aku lari menuju kamarku. Menutup pintunya kasar. Lalu tertunduk di lantai. Aku… apa yang sudah kukatakan? Kenapa aku malah menyebut kyuhyun sunbae?

Tadi ibu menyuruhku untuk membuat makan malam. Padahal sudah puluhan kali kubilang  skill masakku 0. Tapi ia malah memaksa. Yasudah kuturuti saja permintaannya. Dan seperti yang diduga masakannya hancur semua. Tapi aku tidak merasa bersalah. Toh aku sudah bilang aku tidak bisa memasak kan?

Tapi ibu malah memaki-maki ku. Tanpa berfikir ia berkata kalau aku tidak bisa apa apa. Sekarang kutanya pada kalian bagaimana perasaanku? Hatiku masih kalut dengan pertemuanku dengan ka seohyun dan kyuhyun oppa di namsam tadi. Dan sekarang ibu malah mengataiku begitu. Wajar bila hatiku seperti disulut api.

Dan lagi-lagi ibu berkata begitu. Menyebutkan kalimat yang paling aku benci. ‘berbeda sekali dengan kakak’ . hatiku terasa ingin meledak. Kupandang kakak dan ibu bergantian lalu tidak sengaja keluarlah kata-kata itu.

Aku membekap mulutku dengan tangan yang masih bergetar. Bagaimana kalau kakak curiga? Apa dia akan tau perasaanku? Apa dia akan marah?

Keesokan harinya~

Aku bangun jam 7 pagi hari ini. rencana pertamaku adalah minta maaf pada kakak. Hatiku masih tidak tenang karna kejadian kemarin.

Aku menyiapkan hatiku lalu  mengetuk pintu kamar ka seohyun. Seperti yang sudah aku duga ka seohun sedang membaca buku ditemani the jasmine kesukaannya.

“ah,sulli? Masuklah” ia menepuk-nepuk tempat duduk disampingnya.

Aku pun duduk,menarik nafas sebentar lalu menghembuskannya perlahan.

“ka,maaf atas sikapku kemarin. Aku sudah bersikap kasar padamu. Maafkan aku.” Kataku sambil menundukan kepalaku. Seperti tidak punya muka untuk menatap wajahnya.

“tidak apa-apa. Aku tau kau sedang emosi kemarin. Wajar kalau kau berkata seperti itu. Tidak apa apa,aku tidak marah ko.” Katanya sambil mengelus rambut merahku (bayangin rambut sulli di Hot Summer)

Aku menggeleng “tapi aku merasa bersalah ka. Aku sudah bicara sopan pada kakak. Padahal kakak sendiri tidak melakukan sesuatu yang salah”

Ia menyandarkan kepalanya dibahuku,sambil memandang karpet bulu-bulu yang menghampar dibawah kakinya.

“jangan dipikirkan. Kau tidak salah. Wajar jika kamu berkata begitu. Kamu lagi emosi kan? Tidak apa apa sulli. Jangan dipikirkan lagi ya?”

Aku terdiam.

Kenapa masih begitu baik padaku ka?

Perkataannya membuatku tambah malu  dengan diriku sendiri. Benar kata orang. Aku memang berbeda dengannya. Tidak mempunyai hati sebaik dan setulus dirinya. Tapi salahkah aku bahwa hatiku masih menginginkan orang yang dicintainya?

Dosakah aku?

End Sulli ‘s Pov

 

Amber ‘s Pov

Aku duduk termangu , memainkan whristband turquoise kesayanganku sambil sesekaku milirik Sulli yang memandang kosong keluar jendela. Matanya memandang ranting-ranting pohon dari jendela kelas yang sedikit berdebu.

“Sulli” sapaku memecah keheningan.

Tidak ada jawaban.

“Sulli”

Masih tidak ada jawaban. Aku mengibaskan tanganku didepan mukanya,berusaha menarik perhatian.

“Sulli!”

“hah? Oh Amber hai,sejak kapan ada disini?”

Aku memutar bola mataku.” Dari 15 menit yang lalu”

“oyah? Wahahaha aku ga sadar” ia tertawa. Tepatnya tertawa terpaksa.

“kamu kenapasih? Bengong aja daritadi. Dan coba jelasin deh,kenapa waktu di menara namsam mendadak kamu ngerengek minta pulang? Explain!” kataku menunggu jawaban.

“kan aku sudah bilang tiba-tiba ga enak badan…” bohong. Aku tau dia sedang berusaha berbohong. Hah,kamu ga pintar bohong Sulli.

“bohong. Pasti ada alasannya kan?” kataku sambil melipat kedua tanganku di depan dada.

“ aku ga bohong…beneran deh” singgahnya.

“kenapa sih?dimarahin ibumu?” tanyaku.

“bukan”

“nilaimu isinya telor bebek lagi?”

“bukan”

“kehabisan album F(x) yang terbaru?”

“bukan”

“dibandingkan dengan kakakmu lagi?”

Dia berfikir sebentar,lalu menggeleng pelan.

Aku merengut. “aduuuh terus apa dong?”

“aku gak apa-apa Amber,Cuma sedikit pusing aja.” Sulli sepertinya mulai gerah,dengan pertanyaan yang sedari tadi aku lontarkan.

Hmmmmmmmm. “atau…..Si Jino sudah punya pacar?”

………………………….

Total silence.

“hah?!!” ia berteriak tepat didepan wajahku.

“loh? Bener ya? Si Jino sudah punya pacar? Makanya daritadi kamu lesuh.” Tebakku santai.

“hah?! Enggak lah! Enak aja! Aku lesuh bukan karna itu tau! Lagian Jino itu gak punya pacar! Kalau pun punya dia pasti cerita padaku!” waduh ko dia jadi emosi sih.

“loh? Aku Cuma nanya loooh. Kenapa jawabannya tiba-tiba langsung sewot gitu?”

Sulli mendengus. “lagian tiba-tiba kamu nanya gitu”

“emang kenapa kalau aku nanya itu? Kan ga ada hubungannya sama kamu.”

“ya jelas ada hubungannya lah! Dia…dia kan…”

Belum selsai Sulli bicara,tiba-tiba sesosok pria berambut hitam menghampiri kami.

morning, Jino!” sapaku ramah.

morning Amber,Sulli….. kamu kenapa tampangnya kusut begitu? “ tanyanya khawatir. Wah,tumben Jino khawatir.

“hah? Aku..aku…eh” ia tergagap

“Sulli sedang menjelaskan kalau kamu itu…….” Belum selsai aku bicara,Sulli tiba-tiba membekap mulutku.

“aku apa?” Tanya Jino sambil menaikkan sebelah alisnya.

“bukan apa apa hahaha. Ah,Jino sudah selsaikan peer hari ini belum?” Tanya Sulli berusaha mengganti topic pembicaraan.

“sudahlah,memang aku kamu apa” jawab Jino cuek,ia menjatuhkan tas nya kelantai lalu duduk dikursinya.

Sulli mencibir. “ya ya ya,aku tau anak pintar itu memang beda” ia duduk dikursinya,lalu kembali melanjutkan aktifitasnya. Memandang keluar jendela. Aku memperhatikan Jino dan Sulli bergantian lalu nyeletuk. “Memang pasangan yang sedang jatuh cinta tidak pernah mau mengakui perasaan sendiri ya”

………………………………..

“APA?!”

Mereka teriak barengan.

“iya……… kan biasanya kalau lagi jatuh cinta, orang ga mau mengakui perasaan sendiri”

Mereka berpandangan sebentar,lalu menoleh padaku.

“kami gak jatuh cinta!”  mereka mengucapkannya berbarengan.

“loh? Aku kan ga bilang itu kalian. Kenapa malan kalian yang sewot?”

Mereka berpandangan lagi.

“kami ga sewot!”

Masih barengan.

“tuhkan kalian sewot.”

Mereka berpandangan lagi.

“kami ga sewot,Amber!”

Barengan.

“woah,kalian emang serasi banget ya! Apalagi kalau udah dijejerin begini!” kataku takjub.

“kami ga serasi ko!”

Barengan lagi.

Ting~tong~ting~tong~

Baru aku ingin menggoda mereka lagi tapi tiba-tiba bel sekolah berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai. Murid-murid menghambur memasuki kelas dan duduk dibangku masing-masing. Sulli duduk disamping jendela,aku didepannya dan Jino tepat disamping Sulli.

Aku menoleh,memperhatikan mereka berdua lalu terkikik geli.

Dasar pasangan aneh~

End Amber’s Pov

Sulli ‘s Pov

Apasih Amber? pagi-pagi sudah menggodaku dengan candaannya yang sama sekali gak lucu.

Sooman Songsaenim masuk ke kelas dan mengetuk-ngetuk papan tulis dengan spidol ditangannya. Mendadakan bahwa kelas harus sudah sepi. Setelah puas suasana kelas yang senyap ia berkata “bapak ada pengumuman untuk kalian. Sebentar lagi akan diadakan festival olahraga. Dan kalian kelas 3,boleh mengikuti festival tersebut.”

Terdengar suara gaduh. Satu kelas bersorak senang. Bagaimana tidak? Biasanya kalau sudah kelas 3 sekolah biasanya tidak mengijinkan muridnya mengikuti kegiatan apapun yang akan menghambat proses belajar. Tahun lalu saja kelas 3 nya tidak boleh ikut kegiatan klub! Makanya kelas 3 tahun ini termasuk beruntung karna dibolehkan mengikuti festival olahraga. Aku? Aku sih terserah mau ada atau tidak.

Sooman Songsaenim berdehem sebentar lalu melanjutkan perkataannya “dan kegiatan festival olahraga ini bisa menambah nilai kalian! Tapi karna kalian sudah kelas 3 kalian hanya boleh mengikuti 1 jenis lomba dan lombanya sudah ditentukan!”

Lagi-lagi terdengar suara gaduh. Bukan suara gaduh yang menyenangkan,satu kelas malah menghela nafas kecewa. Aku? Tetep gak peduli mau ikut lomba apa. Tapi ada bagusnya sih. Kegiatan ini bisa menambah nilai.

Sooman songsaenim berdehem lagi “dan lomba yang kalian ikuti adalah lari berpasangan menggunakan 3 kaki dengan ayah kalian!”

Glek! Ayah?

Aku mengangkat tanganku. “songsaenim, kalau tidak dengan ayah tidak apa-apa kan?” tanyaku.

Haduh. Aku kan tidak punya ayah. Kalau dengan ibu tidak akan jadi masalah kan?

“ya tidak apa-apa, tapi pasangannya harus laki-laki”

Mwo?!

“tapi aku tidak punya saudara  laki-laki songsanim” kataku. Aku tidak berbohong. Memang semua saudaraku perempuan ko. Ada sih paman tapi tinggalnya diluar kota. Kan gak mungkin aku nyuruh paman ke Seoul Cuma buat ikut festival olahraga anak SMA.

“bapak tidak mau tau. Mau saudara kek, abang-abangh ttokbokki kek. Pokonya sudah ditetapkan pasangannya harus laki-laki!” katanya mengakhiri pembicaraan.

Duhh,dasar seenaknya! Jino dan Amber sih enak bisa pergi berpasangan dengan ayah mereka. Nah aku ? :  (

Sepulang sekolah~

“bagaimana caranya agar aku mendapatkan partner?” tanyaku pada Jino.

Jino berfikir sebentar. “ah! Minta tolong sama Amber saja! Dia punya 2 kakak laki-laki kan?”

Aku mendengus. “aku sudah tanyakan padanya. Kakanya yang pertama sudah menikah dan kakanya yang ke 2 kuliah di luar negri”

Jino mengangkat sebelah alisnya. “memangnya kenapa kalau sudah menikah?”

“ya ga mungkin lah….aku kan gak enak sama istrinyaaaa”

Jino mengangguk-anggukan kepalanya. Lalu mencetuskan ide gila. “ah! Minta saja kyuhyun hyung jadi partnermu!”

“mwo?! Gak mau ah…aku….” Tunggu. Kenapa musti gak mau? Bukannya ini kesempatan emas?

“eh mau deh mau! Yeay!”

“gitu aja seneng” kata jino mencimbir.

Aku menyikut bahunya. “ya seneng dooong. Siapa yang ga seneng ikut lomba sama orang yang disukai?”

Jino hanya mengangjat bahu. “yahh terserah lah. Tapi kamu bilang sendiri ya,aku gak mau ikut campur.”

Salute!” aku segera memberikan gesture siap-grak dan gesture menghormat pada Jino yang ko tiba tiba mukanya jadi lesuh ya?

End Sulli ‘s Pov

Jino ‘s Pov

Siapa yang tidak senang ikut lomba dengan orang yang disukai?

Blah! Orang yang disukai,orang yang disukai.

Cih,hatiku selalu sesak saat kalimat itu keluar dari bibirnya.

Sebenernya aku cukup menyesal dengan apa yang aku ucapkan. Kenapa aku menyarankan kyuhyun hyung ya? Kaya gak ada yang lain aja. Tapi mau gimana lagi,aku paling ga tahan liat muka Sulli jadi lesuh begitu.

Tadinya sepulang sekolah aku berencana mau main basket sama Taemin. Tapi karna perkataan Sulli tadi tiba tiba mood ku hilang dan akhirnya kuputuskan untuk langsung pulang ke rumah dan merebahkan diri dikamar.

Aku membenamkan wajahku pada bantal yang super empuk. Sudah kubilang aku lebih baik darinya kenapa Sulli tidak sadar juga?

Ah,ralat. Aku tidak pernah bilang. Aku tidak pernah bilang aku lebih baik darinya. Tidak pernah bilang kalau aku merasa lebih baik dari Kyuhyun hyung,tidak pernah bilang kalau hatiku sesak saat mendengar namanya ia sebut. Tidak pernah bilang kalau aku menyukainya.

Aku menyukai Sulli,entah sejak kapan. Perasaan itu hinggap dihatiku sampai sekarang. Mungkin karna sering bertemu makanya lama-lama jadi suka. Mungkin karna kami nyambung kalau ngobrol. Mungkin juga karna Sulli adalah satu-satunya gadis yang tahan berteman dengan orang sedingin aku.

Aku tidak tau pasti. Yang jelas aku ingin melindunginya,ingin terus bersamanya,ingin melihat ia bahagia. Walaupun mungkin ia akan bahagia meski tanpa aku.

End Jino ‘s Pov

Sulli ‘s Pov

“kalau sudah begini kau selesaikan dengan rumus yang ini habis itu blablabla~”

Aku tidak sepenuhnya mendengar apa yang dari tadi Kyuhyun sunbae ucapkan. Pikiranku masih sibuk  memikirkan ‘gimana-bilang-ke-kyuhyun-sunbae-soal-festival-olahraga-itu’ .

“nah! Ketemu deh jawabannya! Sudah mengerti belum?” Tanya Kyuhyun sunbae.

Aku tersentak dari lamunanku. “hah? Apa?”

Ia mendengus. “dari tadi aku cuap-cuap pasti gak kamu dengerin”

“eh?hehehe” aku membentuk tanda V dengan tanganku.

“mikirin apa?” ia bertanya.

Aku menatap matanya dalam-dalam. Menghela nafas pelan untuk menenangkan diri,lalu mulai berbicara.

“tadi di kelas ada pengumuman kalau akan diadakan festival olahraga. Kelas 3 diwajibkan untuk mengikuti jalan dengan 3 kaki dengan ayah mereka”

Aku diam sebentar lalu melanjutkan.” Terus yaaa as you know aku gak punya ayah. Dan sama sekali ga punya saudara laki-laki”

Kyuhyun sunbae mengangguk tanda mengerti. “terus?”

Aku menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. “terus…. Apa kyuhyun mau menjadi partnerku?”

Hening.

Aku menutup mata. Tidak berani melihat ekspresi wajahnya. Kaget?shock?histeris? *authorlebay

“boleh”

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. “sungguh?”

“tentu. Aku kan alumni SMA SM,kangen juga dengan suasananya. Sekaligus aku pingin reuni dengan guru-guruku waktu SMA”

“benat sunbae? Ga bohong kan?” tanyaku. Benernih Sunbae mau? Yes! Yes! Yes!

Ia mengangguk lagi. “benerlah,bohong kan dosa”

Yessss! Aku ingin melompat sangkin senangnya!

Aku mengangguk. “iya”

Tiba-tiba ia tertawa. Aku mengerutkan kening “kenapa tertawa?”

“lagian kamu tuh. Bilang aja kalau kamu mau ajak aku jadi partner. Ga usah sampe bingung segala” katanya masih tergelak.

“yaaaa abisnya. Kalau Sunbae nolak aku kan bingung mau nyari partner kemana lagi.” Jawabku santai.

Ia menelan sisa-sisa tawanya lalu berkata padaku “apasih yang ga aku lakukan untuk dongsaeng-ku ini” katanya lalu mengacak-acak rambutku.

Dongsaeng?

“iya dongsaeng” katanya.

“tapi aku kan bukan dongsaengmu.”

“berdoa saja semoga kau cepat menjadi dongsaengku”

Apa maksudnya? Jangan-jangan maksudnya…. Ah tidak-tidak. Jangan berfikir kesana dulu.

Sebenernya aku ingin Tanya maksudnya apa tapi takut. Takut mengetahui ‘jawabannya’ yang salah-salah malah membuatku tanbah down. Makanya kuputuskan untuk menelan pertanyaanku bulat-bulat.

“kapan festival olahraganya?” Tanya Kyuhyun Sunbae.

“hmmmm hari sabtu ini”

Ia tampak berfikir sebentar.”sabtu? besoknya ulang tahun Jino kan?”

Aku lupa…

“ah! Oiya! Benar juga! Yasudah Jino kan ulang tahun hari minggu,festivalnya sabtu. Yang pasti sunbae beneran jadi ikut kan?:

Ia tampak berfikir lagi,kali ini lebih keras. “oke”

End sulli ‘s pov

Jino ‘s pov

Tok~tok~tok~

“masuk sajaaa”

Aku sedang tidur siang sampai ada yang mengetuk-ngetuk pintu kamarku. Siapa sih? Eomma? Ganggu aja.

“ah,hyung? Sudah pulang?” wah tumben dia kemari.

“iya,baru saja. Kita tanding PS yuk”

Aku berenjak dari tempat tidur dan mengikutinya menuruni tangga menuju ruang keluarga. Walaupun aku dan Hyung ga begitu dekat. Setidaknya kami sering meluangkan waktu untuk tanding PS bareng. Walaupun selalu AKU yang kalah. Wajarlahhh hyung kan setiap hari mengasah kemampuan bermain game.

Kami duduk di sofa lalu hyung mengeluarkan kumpulan CD gamenya. Seperti biasa Hyung memilih bermain starcraft. Yahh alamat kalah lagi ini mah.

Tapi entah dapat angin dari mana hari ini AKU yang menang. Yuhuuuu sangking senangnya aku sampai melempar-lempar stick PS ku. Tapi ko ada yang aneh,kenapa Hyung ga ada ekspresinya gini ya.

“kau kenapa Hyung?” tanyaku.

Hyung menghela nafas. Matanya masih memandang stick PS ditangannya.

“kau tau Jino? Aku sangat menyayangi Seohyun”

Aku mengangguk. “aku tau. Nenek nenek lagi keramas juga tau”

Ia menonjok bahuku. “ya! Aku serius nih!”

“iya iya serius. Memang kenapa Hyung?”

Ia menaruh stick PS diatas meja lalu menatapku.

“bagaimana kalau aku melamarnya?”

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Aku membentuk huruf O besar dengan mulutku.

“kau…se-serius Hyung?” tanyaku. Sumpah aku ga habis fikir,Hyung akan mengatakan ini.

“kau pikir aku bercanda?” ia menatapku tajam.

“kau yakin? Apa tidak terlalu cepat?”

“kadang aku juga berfikir begitu. Tapi bukannya lebih cepat lebih baik? Kalau terlalu lama aku takut dia malah ragu. Lagian kita sudah sama-sama dewasa. Sudah saling mengerti.”

Apa ini? kenapa aku malah terbayang muka Sulli? Apa tanggapannya kalau dia tau soal ini?

“bagaimana menurutmu Jino? Aku harus bagaimana?” ia bertanya lagi.

Seharusnya aku mencegahnya. Seharusnya aku bilang tidak. Seharusnya kalau aku menyayangi Sulli,aku akan sekuat tenaga melarang kyuhyun hyung melamar Seohyun noona.

Tapi entah darimana. Keegoisan dalam hatiku lah yang menang. Sehingga aku berkata.

“aku setuju. Lamarlah dia hyung,sebelum terlambat. Aku mendukungmu.”

End Jino’s pov

Author ‘s pov

Hari pelombaan~

Para murid kelas 3 sudah berkumpul dari padi untuk pemanasan dan bersiap-siap. Ada yang menyiapkan spanduk,ikat kepala,pistol untuk menandakan mulainya pertandingan,garis finish,juga yel yel untuk masing-masing kelas.

Kelas Sulli dan Jino termasuk telat bangen untuk menyiapkan yel-yel. Makanya yel kelas mereka ya sedanya saja. Paling Cuma Go! X11-2 yes! We’re the winner! Norak? Memang. Tapi mau gimana lagi,namanga juga buru-buru. (author ga kreatif bikin yel -_-)

“sudah siap?”

Sulli menoleh ke sumber suara.

“ah iya,kamu sendiri?”

Jino mengangguk. “tentu,kau jadi dengan kyuhyun hyung?”

“jadi doooong hehehe”

Tersirat kesedihan dimata Jino,lalu ia menghapusnya.

“ah…jadi ya? Apa seohyun noona juga datang?”

Sulli mengangguk. “ya,ia datang untuk mendukungku dengan kyuhyun sunbae,ibuku juga datang”

Jino terdiam. Teringat dengan percakapannya dengan kyuhyun. Sebersit rasa bersalah hinggap dihatinya setiap kali ia melihat senyum yang merekah dari bibir Sulli.

“jino?” Sulli melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Jino.

“hey jino! Kau tidak apa apa?” Tanya Sulli khawatir.

Jino tersentak dari lamunannya. “hah? Oh iya gak apa-apa. Yasudah aku mau siap-siap dulu ya. Sebentar lagi giliran kita. Kyuhyun hyung sudah datang kan?”

“ya,dia sedang ganti baju sekarang”

“ohh oke deh” jino melambaikan tangan dan bergegas ke arahnya.

“Sulli”

Wow. Sulli menoleh lalu mengerjap-ngerjapkan matanya. Matanya barang sedetik pun tidak berkedip dari apa yang ia lihat sekarang. Kyuhyun memakai kaos putih polosdan celana basket. Ia juga menyematkan topi yang ia pasangkan terbalik.

“keren….” Guman Sulli.

“apa?”

“hah? Ah enggak hahaha”

“kapan lombanya mulai?” Tanya kyuhyun.

“sebentar lagi,lebih baik kita siap-siap sekarang”

“oke deh”

Kepada murid kelas 3 harap berkumpul pada garis start karna lomba laru dengan 3 kaki akan segera dimulai~

“ah,itu dia. Ayo sulli!” kyuhyun menggamit bahu Sulli,merangkulnya dan mereka berjalan bersama kearah garis start.

Sumpah,seneng,seneng,seneng banget!

Itulah yang Sulli rasakan sekarang. Semua peserta sudah bersiap dalam posisi masing-masing. Satu kaki mereka diikat dengan satu kaki pasangannya. Untuk itu dibutuhkan kekompakan dan kerjasama untuk memenangkan lomba ini.

“siap…………” dorr! “mulai!”

Kyuhyun merengkuh bahu Sulli kuat. Sulli bisa merasakan detak jantungnya yang kian keras,seperti berontak untuk keluar dari tubuhnya. Langkah kaki mereka panjang dan kompak,sehingga peserta lain kewalahan menghadapi mereka.

“X11-2 yes! We’re the winner!”

Sulli tidak sepenuhnya mendengar sayup-sayup yel yang super norak itu. Matanya focus pada garis finish yang sebentar lagi akan ia capai.

“sulli! Kyuhyun oppa! Semangat!” Seohyun juga tak kalah semangat menyemangati mereka,ia membawa terompet bekas tahun baru agar lebih meriah.

Dan…….FINISH!

“ya! Sulli dan pasangannya dari kelas X11-2 mendapat juara pertama!” teriak pembawa acara.

“yes! Kita menang sunbae! Kita menang!” kata Sulli semangat sambil lompat-lompat kecil.

Kyuhyun mengarahkan tangannya ke arah Sulli, “ayo kita tos!”

Sulli menepuk tangan Kyuhyun,ia bisa merasakan betapa kecil tanganya bila dibandingkan dengan Kyuhyun. Sulli tersenyum.

Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding ini!

End author’s pov

Jino ‘s pov

Sulli tampak begitu senang. Sementara aku merasa seperti manusia paling jahat di dunia. Sulli,apa tanggapanmu kalau kau tau besok Hyung akan melamar kakak mu?

Hari ini adalah terakhir kalinya kau melihat hyung dan seohyun noona berpacaran ‘biasa’. Besok,jika seohyun noona menerima lamaran hyung,mereka akan bertunangan. Dan jika kau sedih,itu akan membuatku merasa seperti lelaki paling brengsek di dunia.

“hei jino! Lihat kan? Aku dan kyuhyun sunbae menang!” kata sulli antusias.

“eh? Ah iya. Chukka” jawabku seadanya.

you don’t look like you happy for me,Jino”

“trust me, I am”  kataku mencoba tersenyum.

Apa aku bisa dipercaya?

“ah,Jino besok kan ulangtahun mu,mau dirayakan dimana?” tany Sulli.

“ohhh itu. Aku maunya tidak begitu banya orang yang datang”

“hmmm yasudah,aku, kau, amber, krystal, terus jonghyun saja”

Aku menghela nafas. “itu kebanyakan Sulli”

“ohh berate aku,ka uterus amber saja”

Aku menghela nafas lagi “itu juga kebanyakan”

“loh terus gimana dong?”

Aku menatap matanya dalam. “kita…berdua saja”

Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. “berdua saja? Mana seru!”

Asal ada kamu,semua pasti seru untukku.

“seru seru aja ah. Rencana ku,aku ingin kita having a good dinner . jadi acaranya jam 7an keatas”

Ia Nampak berfikir sebentar. “hmmmm oke deh”

Yippie!

End Jino’s Pov

Kyuhyun ‘s Pov

Setelah perlombaan,aku langsung mengarahkan kakiku kearah Seohyun.

“oppa menang! Selamat ya!” katanya.

“makasih jagiya,ah besok… apa kau ada acara?” tanyaku.

“besok? Tidak oppa. Memangnya kenapa?”

“besok temui aku di taman dekat rumah mu ya,dan jangan lupa bawa music box yang waktu itu aku berikan padamu.”

“music box? Oke. Memang ada apa oppa?”

“ada…yang ingin kubicarakan padamu”

Keesokan harinya~

Aku bisa merasakan tanganku berkeringat dingin. Mataku tar berhenti mengecek jam. Apa dia akan terlambat? Atau aku yang kecepetan? Ini masih jam 17.45. kami janjian jam 18.00 . berarti aku kecepetan 15 menit.

Entah kenapa aku berharap bisa memperlambat waktu untuk menetralisir perasaanku saat ini. tegang dan takut. Gimana kalau seohyun nolak? Hassssh.

Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Apa ini keputusan yang tepat? Ya,cho kyuhyun! Kenapa jadi kau yang ragu hah?!

“oppa!”

Aku mendongah. “ah,seohyun. Sini sini”

Aku mengajaknya duduk di ayunan.

Hening.

“oppa…?”

Hening.

“kyuhyun oppa!”

“hah iya kenapa?”

Seohyun mendengus. “ko kenapa? Seharusnya aku yang Tanya,kenapa oppa ngajak ketemuan disini?.”

Cho kyuhyun,beranikan dirimu.

“aku… aku ingin bertanya…apa yang membuat kamu bahagia Seohyun?”

Seohyun kaget dengan pertanyaan yang aku lontarkan.

“memang kenapa?” tanyanya.

“emmm kepengen tau aja” jawaku asal.

Ia tersenyum. “baca buku di perpustakaan, main piano,makan ubi manis di udara yang dingin,makan Caesar salad pake mayonnaise yang banyak”

Aku mencerna kata-kata Seohyun. Aku sudah tau semua tentang dirinya,apa yang ia sukai dan ia benci. Seohyun suka makan ubi manis di udara yang dingin,seohyun benci dengan suara petir. Ia suka jalan-jalan ditengah gerimis dan ia benci jika disuruh melakukan aegyo.

“hal seperti itu….bisa membuatmu bahagia?” tanyaku.

“seohyun tertawa kecil. “itu contoh hal kecil yang bisa membuatku bahagia oppa” ia terdiam sebentar lalu bertanya. “kalau oppa? Apa yang membuat oppa bahagia?”

“kau mau tau?”

Ia mengangguk. “tentu saja.”

Aku menghela nafas lalu menatapnya dalam. “apa kamu mau menjadikan aku manusia paling bahagia di dunia?”

Ia mengangguk pasti. “tentu saja,bagaimana caranya?”

“menikahlah denganku.”

—————————————TBC—————————————–

Gimana?kepanjangan?kependekan? jangan lupa RCL ^^ author sangat menghargai kalau ada yang komen…gomawo : )


39 thoughts on “My Teacher part 2

    1. Makasih udh baca ff gaje ku😄 .kepanjangan ya? Aku takut yg baca enek -_- hehe. Hmmm kita liat nanti ya jadinya sama siapa😄 *plak

      Like

  1. Kerennnnnnnnn
    Mau donk dilamar Kyuppa..
    Terima,,terima…
    Seomma,,terima donk…
    Bhgia’y…!!! ( ื▿ ืʃƪ)
    Lanjut lanjut…
    Sulli msh kecil gak cocok ma Kyuppa…
    Ma jino aja ya…

    Next part jgn lama” di post donk chingu…
    Yayayayaaa

    Like

  2. Waaah akhirnya ada juga🙂
    Sulli sama jino aja! Sulli jgn jahat sama kakakmu sndiri hehe
    Kyu ngelamar seo? Seo terima yah!
    Lanjut chingu, jgn lama2 hehe

    Like

  3. yaaaaaaaaaaaah…
    lagi seru2 nya malah TBC..
    ayo seo, terima aja..
    pokoke seokyu hrs bahagia ampe kpn pun…
    bukan berarti gak kasian ama sulli sih, tp khan seokyu emang udah saling cinta..
    update soon please..

    Like

  4. chingu updatenya lama sekali hehehehe
    itu seokyu jangan dipisahin ya (^/\^)
    seo kan kakaknya sulli jadi pasangannya ya harusnya kyu kakaknya jino, jadi sulli ama jino aja ya #liriksulli

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s