Please, Don’t Let Her Go (chapter 2)


Title: Please, Don’t Let Her Go (chapter 2)

Cast: Seohyun and Kyuhyun.

Genre: Romance, Friendship, Family, Angst.

Type: Series

Summary: Tuhan, tolong berikan dia waktu yang lebih lama lagi untuk bersamaku.

Author: CK93

 

Ehehehe halloooo~~~ ini part 2 nya kkkk~~ part 2 ini aku bikin dengan susah payah setelah memutar otak dan kembali berpikir tentang ide buat part 3 -_- mudah-mudahan di part 2 ini ga mengecewakan dan feelnya dapet😐 jujur aku sebenernya agak kurang PD dengan FF ini (dan FF lainnya-_-) maaf ya kalo jelek, ini pertama kalinya aku bikin FF tentang orang bisu dan penyakitan ._. hehehe. Jadi mohon di koreksi kalo ada yg salah, dan aku mohon reder bisa memaklumi pilihan bahasa aku yg bener-bener berantakan. Maklum aku bkn orang yg puitis dan pandai memilih bahasa hehehe -_- ya udh dari pada nunggu, silahkan naca FF ini😀

 

Kyuhyun masih berlari dengan napas yang tersengal-sengal, dia sudah mencari ke semua tempat yang dia tahu, tapi hasilnya nihil. Saat dia melewati taman dekat rumah Seohyun, dia melihat tumpukan salju, dia berjalan mendekati tumpukan salju itu, dan matanya terbelalak, kaget. Tubuhnya menegang. Dia melihat tubuh Seohyun tergeletak di tumpukan salju itu. Tubuh gadis itu hampir saja terkubur dengan tumpukan salju. “Seohyun!” Kyuhyun segera menggali tumpukan salju itu dan mengangkat tubuh Seohyun. Seohyun membuka matanya. “Seohyun? Kenapa kau tiduran di tengah tumpukan salju ini?! Kau sudah gila?!” Kyuhyun menggiring Seohyun menuju kursi kecil di taman itu. Seohyun hanya menundukan kepalanya lemah. “Duduklah dulu, aku akan membeli minuman hangat.” Kyuhyun berkata sambil berlari meninggalkan Seohyun yang sudah duduk di kursi. Tak lama, Kyuhyun datang membawa segelas kopi hangat di tangannya. “Minumlah.” Kyuhyun menyodorkan gelas itu kepada Seohyun. Seohyun mengangkat kepalanya, lalu mengambil kopi itu dan membungkukan kepalanya. Kyuhyun duduk di sebelah Seohyun, keadaan hening sebentar, hanya terdengar suara kendaraan yang sesekali lewat. Seohyun menyeruput kopinya lalu menghembuskan napasnya. Kyuhyun menatap Seohyun, dan secara tiba-tiba Kyuhyun mengambil gelas yang sedang dipegang Seohyun, lalu menaruh gelas itu disampingnya. Kyuhyun menarik kedua lengan Seohyun, mengusap-ngusapnya dengan tangannya dan meniupnya lembut. “Dingin? Tanganmu merah sekali.” kata Kyuhyun lembut. Seohyun hanya menggelengkan kepalanya, tapi Kyuhyun tahu, wanita di depannya ini sedang berbohong. Jelas-jelas dia dapat melihat bibir wanita di depannya yang sudah membiru dan tubuhnya tidak berhenti menggigil. Kyuhyun berdiri secara tiba-tiba dan menarik lengan Seohyun yang tadi dipegangnya. Seohyun ikut berdiri dan menatap Kyuhyun. Seohyun menatap Kyuhyun bingung. “Kau harus pulang. Apa kau tahu ibumu benar-benar khawatir dengan keadaanmu? Berhentilah membuat aku cemas Seohyun. Kau tahu, saat ibumu meneleponku dan berkata bahwa kau hilang dan belum pulang ke rumah, jantungku hampir berhenti berdetak. Kau harus janji, jangan pernah membuat ku khawatir lagi, oke?” Kyuhyun berkata lembut dan mengangkat jari kelingking sebelah kanannya. Seohyun mengangguk lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lalu mengacak rambut Seohyun pelan. Kyuhyun menarik lengan Seohyun lembut, “Mari pulang.” Kata Kyuhyun. “Ah iya, kenapa tadi kau mengubur tubuhmu di salju?” Kyuhyun lanjut bertanya. Seohyun diam, lalu mengambil handphonenya dan mengetikkan sesuatu. Setelah selesai mengetik dia memberikan handphonenya kepada Kyuhyun. ‘Aku hanya berusaha mendinginkan pikiranku saja. Aku sangka dengan menguburkan diri di salju pikiran kita bisa ikut dingin’ Kyuhyun mengernyit bingung membaca tulisan di hadapannya. Kyuhyun lalu mengalihkan pandangannya kepada Seohyun. “Astaga! Kau itu terlalu polos atau apa sih? Sejak kapan menguburkan diri di salju itu menjadi salah satu tips untuk membuat pikiran kita dingin? Ckck.” Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mengembalikan handphone Seohyun. Seohyun diam setelah habis diceramahi Kyuhyun. “Wow tanganmu benar-benar dingin.” Kyuhyun berkata kaget lalu menggenggam lengan Seohyun dan memasukkanya ke dalam saku mantelnya. Seohyun terperanjat kaget. Dia diam dan menahan napasnya sebentar. Dia merasa jantungnya bisa saja lompat keluar saat itu juga. Rasanya, tubuhnya benar-benar hangat saat itu. Mereka jalan dalam diam, hanya terlihat asap yang mengepul keluar dari mulut mereka.

 

Kyuhyun tersenyum mengingat pertemuannya dengan Seohyun. Gadis itu adalah salah satu harta berharganya yang tidak bisa tergantikan. Gadis itu adalah oksigennya, pusat kehidupannya berputar. Hanya eksistensi gadis itu yang benar-benar bisa membuatnya bertahan sampai sekarang. Dia tidak tahu kenapa dia bisa begitu mencintai Seohyun, atau…… lebih tepatnya tergila-gila? Dia tahu ibunya pasti akan menentang hubungannya dengan Seohyun, tapi Kyuhyun tetap tidak mau melepaskan Seohyun dari kehidupannya. Dia tidak mau merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang benar-benar dia cintai untuk kedua kalinya. Dia sudah cukup gila dengan hidup tanpa Ayah selama 10 tahun. Dan sekarang dia tidak mau kehilangan Seohyun. Setelah larut dengan pikirannya sendiri, Kyuhyun perlahan memejamkan matanya. Tubuhnya dan pikirannya benar-benar lelah saat ini. Dan akhirnya dia terlelap.

~~

                Seohyun masih diam di atas tempat tidurnya, cuaca yang dingin membuat dia malas bergerak ditambah dengan kepalanya yang tidak berhenti berdenyut dari tadi. Pikirannya melayang kepada sosok lelaki yang sudah menemaninya selama 4 tahun ini, Cho Kyuhyun. Dia tidak mengerti kenapa lelaki itu bisa tetap bertahan di sampingnya. Dia tampan, kaya, pintar, apa yang tidak dia miliki? Banyak wanita cantik dan lebih baik darinya yang menunggu Kyuhyun. Dia ingin Kyuhyun hidup normal –setidaknya tidak berhubungan dengan wanita cacat– dia sangat mencintai Kyuhyun tapi dia takut bagaimana jika dia pergi lebih dulu meninggalkan Kyuhyun? Kyuhyun pasti akan sangat menderita. Dia hanya ingin….. lelaki itu bahagia. Seohyun memejamkan matanya, mencoba berpikir, tetapi hanya jalan buntu yang dia temukan, dan ternyata malah semakin membuat kepalanya berdenyut. Dia mengambil obat di samping tempat tidurnya, lalu meneguknya. Seohyun tersiksa dengan penyakitnya, kadang dia berpikir kenapa Tuhan memberinya cobaan seperti ini? Sempat terlintas di benaknya untuk mengakhiri hidupnya, tapi dia teringat dengan ibunya yang akan hidup sendirian jika dia pergi. Ayahnya sudah meninggal sejak Seohyun berumur 12 tahun, dan tragedi itu lah yang membuatnya bisu sampai sekarang. Dia segera beranjak perlahan dari kasurnya lalu mengambil mantel dan syalnya yang tergantung di belakang pintu dan berjalan keluar dengan sempoyongan. Rumahnya sepi. Dia tidak melihat tanda-tanda Ibunya sedang berada di rumah. Dia berjalan menuju pintu dan berjalan keluar menuju taman dekat rumahnya. Dia menatap gundukan salju di depan matanya, pikirannya melayang dengan kejadian 3 tahun lalu. Dulu dia pernah menguburkan dirinya di gundukan salju ini lalu setelah itu dia di ceramahi habis-habisan oleh Kyuhyun. Sejak saat itu dia tidak pernah melakukan hal itu lagi, tapi untuk sekarang…… dia ingin melakukannya lagi. Dengan perlahan dia membaringkan tubuhnya di atas gundukan salju itu dan memejamkan matanya. Dia berharap dengan cara ini dia bisa menemukan jalan keluar dari masalahnya. Dia berbaring selama hampir 20 menit. Tak lama dia kembali membuka matanya, tubuhnya benar-benar kedinginan. Dia segera berdiri dan menatap kosong jalanan. Rambut panjangnya kotor dengan salju-salju yang menempel. Tubuhnya menggigil. Akhirnya dia berjalan pulang ke rumahnya. Saat membuka pintu rumahnya dia melihat ibunya sudah duduk di sofa ruang tengah segera berlari menghampirinya. “Seohyun?!!” Ibunya berkata panik melihat keadaan anaknya. Bibirnya bergetar dan terlihat sudah membiru, matanya terlihat lelah dan tubuhnya menggigil hebat. Ibunya segera memapahnya ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur. Ibunya memegang kening Seohyun dengan punggung tangannya, “Astaga! Kau demam!” ibunya berkata panik –lagi– dan segera berlari keluar mengambil alat kompres dan obat-obatan. Seohyun hanya diam, kepalanya benar-benar pusing dan sudah berdenyut hebat. tak lama, semuanya menjadi hitam.

 

~~

 

Seohyun membuka matanya, bau ini sudah tidak asing. Bagaimana tidak? Dia sudah bolak-balik ke tempat ini setidaknya hampir sebulan sekali, mungkin, atau lebih? Dia melihat ibunya sedang duduk memegang tangannya sambil menangis. Dia menatap ibunya lemah. “Seohyun, bagaimana keadaanmu sekarang? Masih sakitkah?” Ibunya bertanya lembut. Seohyun menggeleng lemah. Ibunya menghembuskan napasnya lega. “Kenapa kau tidak mau di operasi?” Seohyun hanya menatap ibunya dengan tatapan memelas. Ibunya mendesah. “Ah baiklah, eomma sudah bosan membaca alasanmu itu. Sekarang eomma hanya bisa menuruti kemauanmu.” Ibunya berkata lemah, Seohyun hanya tersenyum.Tak lama terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar. Terlihat seorang lelaki dengan rambut dan penampilannya yang berantakan datang dengan napas tersengal-sengal. “Seohyun!” Kyuhyun berlari mendekati kasur Seohyun. Wajahnya terlihat frustasi, lagi-lagi Seohyun berhasil membuat lelaki ini hampir gila dan kehilangan kewarasannya. Saat mendengar berita dari Ibu Seohyun, Kyuhyun seperti dihantam batu besar, dia merasa bumi berhenti berputar pada saat itu, pikirannya buntu. Walaupun dia sudah sering mengalami kejadian ini, tetapi itu tidak membuatnya terbiasa. Dan sekarang setelah melihat keadaan gadisnya ternyata tidak membuatnya lebih baik. Hatinya tetap sakit melihat gadisnya terkulai lemah di atas kasur dengan selang infus di tangannya dan selang yang masuk ke hidungnya. Tubuh gadisnya semakin kurus, matanya semakin sayu dan mukanya benar-benar pucat. Ibunya segera berdiri dan berjalan keluar kamar, memilih membiarkan Seohyun dan Kyuhyun berdua. Kyuhyun segera memegang tangan Seohyun erat, air matanya turun dengan sendirinya. Tangan sebelah kanan Seohyun mengelus rambut Kyuhyun pelan. Kyuhyun semakin mempererat genggaman tangannya dan membiarkan tangisnya pecah. Seohyun ikut menangis melihat keadaan lelaki di hadapannya. “Gwenchana?” Kyuhyun  bertanya sambil terisak. Pertanyaan bodoh memang, siapa yang merasa baik-baik saja dengan penyakit sialan yang siap membawanya pergi kapan saja? Seohyun hanya mengangguk sambil tersenyum, mencoba bersikap tenang, berharap setidaknya sikap itu bisa sedikit memberi perasaan lega untuk Kyuhyun. Kyuhyun duduk –masih dengan tangannya yang menggenggam tangan sebelah kiri Seohyun erat–, setelah menghentikan tangisannya tadi, Kyuhyun melepas tangan sebelah kanannya dan mengelus rambut Seohyun sambil tersenyum pelan. Mereka tidak butuh banyak kata untuk berkomunikasi. Perasaan Seohyun dengan mudah tersalurkan kepada Kyuhyun, begitu pula sebaliknya. Tiba-tiba Kyuhyun mengeluarkan suaranya dan bernyanyi. Dia menyanyikan lagu Daniel Beddingfield – If You’re Not The One. Suaranya yang merdu menggema dengan lembut di kamar Seohyun. Seohyun diam, memejamkan matanya, mencoba meresapi semua kata-kata yang keluar dari mulut Kyuhyun. Air matanya jatuh perlahan. Ia tidak dapat menahan rasa harunya. Kenapa Seohyun bisa membiarkan lelaki ini memasuki kehidupannya begitu jauh? Hal ini semakin membuat Seohyun sulit melepas lelaki di hadapannya. Kenapa lelaki ini bisa begitu mencintai Seohyun?

 

Kyuhyun dan Seohyun duduk di bawah pohon tempat mereka pertama kali berdua. Pohon yang rindang itu cukup melindungi mereka berdua dari ganasnya sinar matahari yang menyengat pada hari itu. Angin berhembus pelan. Kyuhyun mengganti posisinya, sekarang dia berbaring dengan posisi kepalanya di atas paha Seohyun. Seohyun menatap Kyuhyun lalu tersenyum, rambut panjangnya menjuntai ke bawah menyentuh pipi Kyuhyun. Kyuhyun memegang rambut Seohyun lalu menciumnya pelan. Pipi Seohyun bersemu merah, dia segera menarik rambutnya dari lengan Kyuhyun dan mengikatnya. Kyuhyun tertawa pelan lalu dia memainkan jemari sebelah kiri Seohyun dengan lembut. Tangan sebelah kanan Seohyun mengelus rambut ikal Kyuhyun pelan. Keheningan menyelimuti mereka berdua, hanya terdengar suara dahan pohon yang bergoyang. Kyuhyun memejamkan matanya, dia berharap waktu bisa berhenti saat itu juga. Membiarkan mereka berdua menikmati saat-saat kebersamaan yang mungkin entah beberapa tahun kemudian bisa saja….. hilang. Seohyun mengetikkan sesuatu di handphonenya lalu memberikannya kepada Kyuhyun. Kyuhyun membacanya, ‘Oppa, kenapa oppa bisa menyukaiku?’ Kyuhyun menatap Seohyun sebentar lalu kembali menatap handphone itu. Kyuhyun membuang napasnya pelan lalu segera mengangkat kepalanya dan duduk kembali di sebelah Seohyun. “Seohyun, kau tahu, aku tidak butuh banyak alasan untuk menyukaimu. Aku tidak dapat menjabarkan satu persatu alasanku menyukaimu. Mungkin semua yang ada pada dirimu itu adalah alasanku menyukaimu. Sifatmu, senyummu, tawamu. Kau….. kau  adalah alasanku menyukaimu.” Kyuhyun menatap Seohyun sambil tersenyum. “Ah dan ralat, aku bukan sekedar menyukaimu, tapi mencintaimu.”

 

Kyuhyun menghentikan nyanyiannya dan menatap Seohyun yang kini sedang menatapnya penuh arti. Matanya basah. Kyuhyun mengusap lembut air mata Seohyun. Lalu mencium kening Seohyun cukup lama. Seohyun memejamkan matanya. Rasanya, jika dia bisa berteriak sekarang maka dia akan berteriak sekarang juga. Sebagian kesadarannya hilang entah kemana. Perasaannya meledak-ledak. Dia kembali berpikir, apakah sekarang saat yang tepat untuk menghentikan semua ini sebelum dia tenggelam terlalu jauh………?

 

~TBC~

 

Haaaaa aduuhh mudah2an reader ga kecewa dengan FF ku iniiii, aku bener2 ga PD >.< heheehe. Disini agak banyak flashback:/ kkkk~ dan apakah di part ini konflik batin Seo udh keliatan? ._. aku bingung mau ngasih edisi (?) klimaksnya gmn -___- aaa tolong doakan aku mudah2an cepet dpt ide buat klimaksnya OTL hehehe. Oh iya, aku ga bakal bosen bilang makasih buat yg udh mau baca😄 makasiiihh bgt udh mau baca FF ini (dan FF lainnya) yang ancur😀 ah iya, kalian harus denger lagu Daniel Beddingfield itu, lagunya bener2 super duper romantis😄 #promosi kkkkkk~ dan maaf aku belum ad a ide buat FF aku yang sebelumnya TT~TT mianhe *bow*


20 thoughts on “Please, Don’t Let Her Go (chapter 2)

  1. sudah berapa lama ya aku nunggu FF ini
    Kenapa harus ga PD ?
    Aku suka banget sama FF mu
    Penggunaan katanya bagus banget

    Huaaaah terharu bacanya..
    aku suka banget sama kata kata nya
    Simple tapi bikin terharu😥
    Aku selalu tunggu kelanjutan FF ini lho
    Publish Soon🙂

    Like

  2. sudah berapa lama ya aku nunggu FF ini
    Kenapa harus ga PD ?
    Aku suka banget sama FF mu
    Penggunaan katanya bagus banget
    Tapi sayang nya kurang panjaaaaang,hehe

    Huaaaah terharu bacanya..
    aku suka banget sama kata kata nya
    Simple tapi bikin terharu😥
    Aku selalu tunggu kelanjutan FF ini lho
    Publish Soon🙂

    Like

    1. Maaf ya nunggu lama T_T
      soalnya… masih banyak bgt FF yg lebih bagus dari FF ini ;__; makasih ya udah mau suka sama FF geje ini :’)/nangis/
      Aaaa makasih ^^
      kurang panjang ya? insyaAllah buat chapter selanjutnya aku panjangin deh~~ hehehehe

      Wah, padahal ini bahasa abal-abal bgt -_-vvv
      makasih ya udha mau nunggu, doain aja kelanjutannya cepet kkk~~~
      sekali lagi makasih udh mau baca FF ini😀

      Like

  3. Wahh…aku hmpir lupa sm ff ini. Aku cm ingat ada ff yg seohyun’a bisu. Trnyata ff ini yg aku tggu2.
    Part selanjut’a jgn lama2 ya author, ntar aku lupa lg sm crta’a. Hehe

    Like

  4. FF nya bagus banget…….

    kisah cinta seokyu sedih banget……..hiks….hiks…. kyu oppa so romantic….

    mmm…. jadi penasaran ngedenger lagunya si Daniel Beddingfield itu…..
    konflik batinnya seo udah keliatan tapi dikit banget…. hampir gak kerasa malahan… tapi itu sihh menurutku….

    pokoknya cepet dilanjutin part 3 nya n moga dapat inspirasi yg bagus utk klimaksnya…..o_<

    Like

  5. akhirnya setelah sekian lama ffnya muncul lagi🙂
    kenapa seonya mesti sakit sih huhu -____- untung kyu setia nemenin walaupun eommanya ngelarang!
    hah pokonya harus happy end ya🙂 authornya baik deh /plak

    Like

  6. TT bgus ff nya eon.
    lanjutan na jgn lama2
    oiya eon pemilihan bhsa mu bagus kok.
    tp aku saranin paragraf nya jgn pjg2 gitu
    biasa kan paargraf ga sepanjangitu hehehhe,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s