[OneShoot] Several Love Serenity


Title:              [OneShoot] Several Love Serenity

Author:           WulanChyNngsh

Main Cast:   Jessica Jung Soo SNSD

Choi Minho SHINee

Park Jun Su Super Junior

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast:  Kim Taeyeon SNSD

Kwon Yuri SNSD

Lee Donghae Super Junior

Im Yoona SNSD

Rating :       PG-13

Genre:           Romantic, Angst

01:40 AM

Seorang yeoja duduk disamping jendela dengan muka pucat dan mata yang sembab. Di dadanya, di dekapnya dengan erat sebuah foto keluarga yang terlihat sedikit kusam. “Eomma.. Appa.. aku sangat sangat merindukan kalian. Aku membutuhkan seseorang untuk berbagi. Aku butuh kalian. Kenapa kalian meninggalkan aku dan membiarkan aku tak mempunyai tempat bersandar lagi??” air mata yeoja itu pun kembali menetes dan mengenai foto keluarga tersebut. Foto keluarga tersebut adalah foto keluarga sederhana tetapi mempunyai makna yang sangat mendalam. Disana, terdapat seorang ibu, ayah, anak laki-laki yang kurang lebih berumur 13 tahun dan seorang gadis kecil nan manis yang kurang lebih berumur 7 tahun. Gadis kecil itu tampak sangat bahagia dengan senyuman merekah di wajahnya. Anak lelaki tersebut juga terlihat bahagia dengan balutan jas hitam kecil di tubuhnya.

BRAKKK!!! Sebuah suara berasal dari pintu depan dan mengagetkan yeoja tersebut. Seseorang masuk dengan sempoyongan lalu jatuh terkulai saat belum mencapai pintu ——  Yeoja tersebut menghapus air matanya dan menyimpan foto keluarga itu di bawah bantalnya. Ia segera bergegas ke arah sumber suara tadi. “Oppa.. lagi-lagiseperti ini. Huuh  kenapa kau selalu seperti ini? Pulang larut malam dan selalu dalam keadaan mabuk. Aku sungguh menghawatirkan keadaanmu oppa,,” yeoja itu berkata dengan mimik yang terlihat sangat cemas melihat oppa-nya seperti ini.

“Haaa, su-daah-laah jee-ssi-caaa.. jaa-ngaann baa-nyaak bi-caa-raa laa-gii kaa-u, aa-kuu su-daaah puu-sing menn-dee-ngar o-cehan-mu ii-tu. Bisa-kah kau see-dii-kit saa-ja tak mem-per-duli-kaan aa-ku? Bisaa-kah kaa-u tak mengaa-tur-ku teruuus ha???  Yeoja yang bernama jessica  itu hanya terdiam mendengar jawaban oppa-nya itu. Dengan sabar dia mengantarkan oppa-nya ke kamar.

Membukakan seragam kerja oppa-nya, membukakan alas kaki yang dipakai oppa-nya dan menyelimuti oppa-nya itu. Jessica menangis melihat keadaan oppanya itu. Dia memandang seorang namja tampan di hadapannya. Satu satunya orang yang ia miliki di dunia ini, sekarang sudah berubah, sudah tak dikenalnya lagi. “aku tak mengenal oppa yang sekarang. Kemana kau yang dulu oppa??” ucapnya lirih. “tidur yang nyenyak oppa, aku sungguh sungguh merindukan oppa yang dulu. Kembalilah seperti yang dulu. Apapun akan kulakukan agar kau kembali, oppa.. SARANGHAE LEETEUK OPPA!” Jessica pun memandang sekali lagi namja yang sangat ia sayangi di hadapannya ini lalu mematikan lampu dan beranjak keluar meninggalkan kamar oppanya.

16:10 PM

“Jessica, apakah kau sudah selesai dengan pekerjaanmu?” seorang namja menghampiri jessica dengun senyuman manis yang menghiasi wajahnya. “ah? Aku sudah selesai dengan pekerjaanku, ada apa memangnya?” Jessica menjawab dengan senyuman pula. Mata namja tersebut berbinar, sejurus kemudian “maukah kau pulang bersamaku? Kumohon..” namja tersebut kembali mengembangkan senyum. Jessica menoleh ke arah Taeyeon, sahabat kecilnya sekaligus teman kerjanya. Taeyeon mengangguk dan mengisyaratkan agar Jessica menerima ajakan namja tersebut. “aah- mianhae Minho, aku sudah berjanji untuk pulang bersama Taeyeon. Taeyeon segera menepuk pundak Jessica  “pulanglah bersamanya, lagi pula aku kan bisa pulang bersama Yuri, bukan begitu Yuri?” TaeYeon mengharapkan jawaban dari Yuri, semoga seperti yang ia harapkan, pikirnya. “aa- iya eonni, aku akan pulang bersamamu kan? Jessica, pulanglah bersama Minho. Tak usah pikirkan kami” Yuri menjawab sambil mengedipkan sebelah matanya. “aaa…- baiklah” jawab jessica masih dengan sedikit keraguan. “gomawo Taeyeon” ucap Minho kemudian. Taeyeon hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepala.

            Langit sore berwarna jingga kota seoul sudah mulai muncul. Tetapi jalanan masih ramai dengan para penggunanya. Seorang namja dan yeoja menyusuri pinggir jalanan tersebut. “Bagaimana dengan oppa-mu?” Minho memulai pembicaraan. Jessica menolah lalu menunduk. “maaf jika pertanyaan itu mengganggumu” ucap minho kemudian. “Tidak, itu tidak menggangguku. Keadaannya masih sama. Tak ada yang berubah dari oppa-ku. Mungkin, keajaiban belum menghampirinya” Jessica memancarkan raut wajah kesedihan. “Percayalah, suatu saat, keajaiban pasti akan menghampirinya. Dan aku percaya, kau akan sabar menanti keajaiban itu menghampiri oppa-mu”  ucap minho. “ya, sampai kapanpun aku akan menanti oppa-ku kembali. Terima kasih telah membuatku lebih tegar” Jessica mengembangkan senyumnya. Bis yang sedari tadi mereka tunggu pun datang. Mereka segera menaiki bis dan mencari tempat untuk duduk.

Ini semua berawal saat oppa pulang kerumah dengan wajah kusut dan mata sayu. Aku pun bertanya padanya “oppa, ada apa denganmu? Kenapa keadaanmu seperti ini?ceritakan padaku” saat itu aku sangat cemas melihat keadaan oppa seperti itu. Dia hanya berlalu meninggalkanku ke kamarnya. Aku sangat bingung, ada apa dengan oppa-ku. Saat sudah sedikit  tenang, aku pun menghampirinya. “oppa, bolehkah aku masuk?” aku membuka sedikit pintu kamarnya. “silahkan” oppa menjawab dengan singkat. Aku pun masuk kedalam dan duduk di sampingnya. “maaf kalau ini mengganggumu, tapi sungguh, aku ingin sekali kau berbagi cerita padaku tentang masalah yang sedang kau hadapi saat ini oppa” aku berharap, kali ini oppa akan menjawab pertanyaanku. “aku baru saja kehilangan seseorang yang aku cintai, lagi, untuk ketiga kalinya” jawaban oppa itu membuatku kaget. Apa maksudnya? Sungguh aku tak mengerti. “apa maksudmu oppa? Aku tidak mengerti” aku kembali bertanya. “apakah kau ingat? Aku pernah bercerita kepadamu tentang seorang yeoja yang sangat aku cintai? Sekarang, yeoja itu sudah meninggalkanku sendiri, tanpa siapapun yang mencintaiku” oppa menunduk dalam. “jangan berbicara seperti itu oppa. Aku selalu disini untukmu, mencintaimu oppa..” aku mencoba membuatnya sedikit tegar. “Terimakasih, setidaknya aku tak juga sendirian. Masih ada kau yang saat ini kumiliki. Jangan pernah tinggalkan aku, seperti mereka meninggalkan aku” oppa memelukku erat. Aku sungguh menyayanginya. “aku berjanji oppa” kukembangkan senyumku. Lalu kulihat sedikit senyuman di wajahnya.

“oppa? kau mau kemana?” tanyaku pagi itu karena kulihat oppa sudah bersiap siap untuk pergi. “aku ingin mencari pekerjaan yang baru” jawabnya sambil berlalu. “pekerjaan baru? Memang ada apa dengan pekerjaan lamamu oppa?” aku bertanya padanya. Oppa menoleh sesaat, lalu “tempat itu selalu mengingatkanku pada yeoja yang sangat aku cintai. Jessica aku pergi dulu” jawabnya. “oppa, apakah kau tak ingin sarapan dulu?” tanyaku sedikit berteriak karena oppa mulai menjauh dari rumah. “tidak-“ sayup-sayup terdengar jawabannya.

Aku pun manghela nafas. Minho memandangku, “lalu? Apa yang terjadi pada oppa-mu sampai sampai dia seperti sekarang ini?”

Itu adalah hari pertama oppa-ku pulang dalam keadaan mabuk. Aku menantinya sudah sejak senja tiba. Tapi oppa yang kunanti itu tak kunjung datang. Aku terus menantinya. Hingga jam menunjukkan pukul 12 malam pun, oppa-ku itu tak kunjung datang. Aku mulai menghawatirkannya. Kurang lebih setengah jam berlalu, lalu oppa yang ku nanti pun datang. Dia datang dengan sedikit sempoyongan. Aku berfikir, apa yang baru saja di lakukan oppa-ku sehingga pulang selarut ini? Aku pun menghampirinya, “oppa, aku sangat menghawatirkan mu, dari mana saja kau? dan.. kenapa kau.. bau arak? Apakah kau mabuk oppa?” aku sungguh-sungguh mencemaskannya.

“aku sudah mendapat pekerjaan. Maka dari itu aku pulang selarut ini.. Mabuk? Hah mabuk? Siapa yang mabuk Jessica? Aku tak mabuk, hahaha mengarang saja kau ini. Sudah, aku ngantuk, aku tidur dulu” oppa pun berlalu ke kamarnya meninggalkanku. “Kenapa sekarang kau seperti ini? Padahal baru saja kemarin kau memelukku dengan erat” ucapku lirih. Kembali aku menghela nafas.

“Mungkin saat itu,oppa-mu terlalu lelah dengan pekerjaan barunya” Minho merespon cerita Jessica. “ya mungkin saja begitu, tapi sejak saat itu, oppa selalu pulang larut malam dan dalam keadaan mabuk, aku sungguh-sungguh merindukannya” Jessica terdiam. Minho merangkul Jessica untuk menenangkannya.

JESSICA P.O.V

Aku benar benar merasakan kehangatan saat aku bersamanya. Wajah ku memerah saat dia menatapku. Ada sesuatu di dalam diriku yang bergejolak saat aku berada di sampingnya. Ada perasaan senang saat dia merangkulku. Mungkinkah aku mencintainya???

17:20 PM

Trap.. trap.. trap.. trapp.. trap.. trapp.. trapp..trap.. trap..trapp.. BUKKKK!!!

“Heh kau punya mata tidak? menabrak orang sembarangan saja kau. kau buta hah??” Yuri menjawab dengan ketus sambil mengusap pundaknya yang tadi ditabrak oleh namja aneh itu. “maaf aku tak lihat” namja tersebut menjawab juga dengan nada ketus. Ia berlalu meninggalkan Yuri dan Taeyeon. “HEI KAU, MAU KEMANA KAU?? SEENAKNYA SAJA KAU PERGI BEGITU SAJA” ucap Yuri yang sepertinya mulai terpancing emosinya. Namja tersebut terus berlalu dan tak memperdulikan Yuri. “sudahlah Yuri, dia kan sudah meminta maaf” Taeyeon menenangkan Yuri. Tapi sepertinya Yuri tak perduli. Ia pun mengejar namja tersebut dan….  BUKKKKK!!!! Sebuah pukulan mendarat dengan mulus di pipi namja tampan itu. Namja itu pun terjatuh seketika. “LEETEUK OPPA???” Taeyeon berlari kearah namja tersebut. “Leeteuk??? Siapa ?? Apa kau mengenalnya eonni??” tanya Yuri. “dia adalah oppa Jessica” jawab Taeyeon kemudian. “oppa?? Jessica??” sejurus kemudian.. “oppa, maafkan aku, maafkan aku..” Yuri meminta maaf pada Leeteuk. “kau adalah yeoja tersinting yang pernah kutemui” jawab Leeteuk sambil berlalu.

“Oppa..” Taeyeon berlari mengejar Leeteuk. Leeteuk menoleh, lalu kembali meneruskan langkahnya.”oppa tunggu..biar kuantar kau pulang dan ku obati lukamu??” Taeyeon menyamakan langkah Leeteuk. “tidak usah,aku bisa melakukannya sendiri” ucap Leeteu sambil terus berjalan. “ayolah oppa, kali ini saja” ucap Taeyeon sedikit memaksa. “kenapa kau ingin sekali mengantarku pulang?” jawab Leeteuk. “ah tidak apa-apa, aku hanya ingin meminta maaf atas perbuatan temanku tadi oppa..” kilah Taeyeon. “karena kau terus memaksa, yasudah..” mata Taeyeon berbinar seiring keluarnya jawaban dari mulut Leeteuk.

Baiklah oppa, permainan kita mulai!  Mulai saat ini, aku berjanji untuk merubahmu sedikit demi sedikit seperti keinginan Jessica. Aku ingin, sahabatku itu tak lagi sedih oppa. Terimakasih telah memberiku kesempatan untuk dapat masuk ke kehidupanmu oppa …

17:32 PM

Jessica dan Minho turun dari bis yang mereka tumpangi. Mereka berjalan menyusuri jalanan ke arah rumah mereka. Seorang yeoja berjalan di hadapan mereka. “hei Minho, lihat, yeoja itu! Apa yang keluar dari kakinya?” tanya Jessica menggebu-gebu. “ah?” Minho hanya menoleh sekilas. Jessica tiba-tiba berlari “Jess..” ucapan Minho tertahan. Apa yang di lakukannya? Pikir Minho dalam hati. “hey, itu.. di kakimu. Ada darah yang keluar dari kakimu” Jessica menyamai langkah yeoja itu. Yeoja itu hanya menoleh lalu kembali berlalu. Dingin sekali yeoja ini, pikir Jessica dalam hati. “ada apa dengan yeoja itu yah Minho?” Minho hanya kebingungan menatap Jessica. “yeoja mana yang kau maksud?”tanya Minho. “yeoja mana?? Kau masih bertanya yeoja yang mana? Memangnya ada berapa banyak yeoja kau lihat?”Jessica sedikit kesal pada Minho. “hanya kau..yeoja yang kulihat..” Minho menggaruk kepalanya, bingung. “astaga.. kau tak lihat? Sejelas itu ia berjalan di depanmu, kau tak melihatnya? Yeoja i….tu??” Jessica kaget,yeoja itu.. “ah? Kemana yeoja itu? Mengapa cepat sekali menghilangnya? Kemana perginya? aku tadi sungguh melihatnya Minho, dia berjalan gontai dengan darah yang mengalir di kakinya. Dia sangat pucat. Tapi, wajahnya terlihat sangat cantik. Kau percaya kan padaku? Aku tadi sungguh melihatnya Minho..” Minho terlihat sedikit cemas melihat keadaan Jessica seperti ini.

“istirahatlah yang cukup. Ku pikir, kau pasti sangat lelah dengan semua pekerjaanmu, dengan semua masalahmu..” ucap Minho saat sampai di depan rumah Jessica. “yah.. mungkin begitu dan kuharap hanya begitu.. terimakasih sudah mau jadi temanku. Terimakasih selalu bersedia kurepotkan” ucap Jessica. “hey kau tak pernah merepotkanku, aku sangat senang biarpun hanya jadi temanmu. Kau teman terbaikku Jessica” senyuman merekah menghiasi wajah namja tampan itu. “terimakasih” jawab Jessica juga dengan senyuman.

“Taeyeon??” Jessica terkejut melihat Taeyeon keluar dari dalam rumahnya bersama.. Leeteuk. “kau baru pulang?” tanya Leeteuk kepada Jessica. “ah.. ne oppa, maaf sedikit terlambat” Jessica mengembangkan senyum. “yasudah tak apa-apa. Masuklah kedalam rumah. Wajahmu terlihat sangat lelah” Leeteuk mengacak rambut Jessica. “iya oppa.. eh? Kenapa wajahmu oppa?” Jessica memperhatikan lebam di wajah oppa-nya. “ah tidak apa, sedikit masalah saja” Leeteuk menjawab dengan santai. “aku sudah mengobatinya Jessica” ujar Taeyeon. “oh baiklah, terimakasih telah menolong oppa-ku dan mengobati lukanya” jawab Jessica. “yasudah aku pergi dulu” ucap Leeteuk. “yasudah, hati-hati di jalan oppa..”

Taeyeon dan Leeteuk berlalu meninggalkan Jessica. Telihat senyum bahagia menghiasi wajah yeoja manis ini “aku senang ada perubahan pada oppa hari ini. Semoga peubahan ini tak cepat berakhir”.

-FlashBack-

“oh iya, terimakasih sudah mau mengantarku pulang. Kau yeoja yang baik, tak seperti temanmu itu” Leeteuk memulai pembicaraan. “ah tidak oppa, temanku itu sebenarnya baik, hanya saja dia sedikit emosional” jawab Taeyeon. “ya.. itu namanya dia tidak baik. Oh aku ingat.. tadi.. kau ini memanggilku.. LEETEUK OPPA? Tau dari mana kau namaku? Aku sepertinya tidak mengenalmu?” tanya Leeteuk “ah aku sampai lupa oppa.. aku ini sahabatnya Jessica” Taeyeon mengembangkan senyum. “oh adikku satu itu rupanya.. Kau sahabatnya? Kenapa kau mengenalku sedangkan aku tak mengenalmu?” ucap Leeteuk bingung. “ah tentu saja kau tak mengenalku. Kita kan memang  belum pernah berkenalan. Choneun Kim Taeyeon Imnida” Taeyeon mengulurkan tangan. “oh.. Taeyeon? Annyeong, Park Jun Su Imnida” senyum namja ini manis sekali. “aku sering kerumahmu dan disana terpampang banyak sekali fotomu. Maka dari itu aku mengenalmu” Taeyeon menjelaskan. “oh, aku memang tak pernah update tentang adikku. Makanya aku tak tahu dengan siapa adikku selalu bermain hehe” ah namja ini tertawa dan terlihat sangat tampan.

“Eh? Kenapa aku menyebutnya tampan? Ah sudahlah lupakan saja (???)” ucap Taeyeon dalam hati.

            “Bolehkah aku bertanya sesuatu oppa?” ucap Taeyeon hati-hati. “silahkan! Selama tidak memberatkanku” ucap Leeteuk santai. “mengapa oppa tak seperti dulu lagi?” Taeyeon bertanya dengan sangat hati-hati. “tak seperti dulu? Aku memang begini dari dulu!” Leeteuk terlihat sedikit bingung “bukan itu maksudku oppa.. apa yang membuatmu jadi seperti sekarang ini? Pulang selalu malam dan…” Taeyeon menghentikan ucapannya. Dia menghela nafas dalam-dalam “maaf kalau aku sedikit lancang dengan pertanyaanku tadi oppa” lanjut Taeyeon kemudian. “sering pulang dalam keadaan mabuk maksudmu? tak apa! Kau harus tahu, aku berubah bukan karena apapun dan bukan karena siapapun. Aku berubah karena keinginanku sendiri” Leeteuk menarik nafas dalam-dalam. “lalu.. bagaimana dengan.. yeoja yang sangat kau cintai? Maaf sekali lagi oppa.. aku hanya ingin tahu banyak lagi tentangmu” ucap Taeyeon lagi. Leeteuk beranjak dari kursinya. Dia berjalan perlahan menuju jendela, lalu.. “ayo ikut aku” Leeteuk menarik tangan Taeyeon. Taeyeon hanya terdiam kebingungan memandang namja ini. “apa yang akan dilakukannya?” pikir Taeyeon dalam hati.

–  end of flash back –

17:55 PM

            “mau kemana dia jessica?” tanya Minho saat melihat Leeteuk keluar dari rumahnya bersama Taeyeon. “dan, kenapa bersama Taeyeon?” ucap Minho kemudian. “aku pun tahu? Tak ada yang memberitahuku tentang itu” jawab Jessica. “yasudahlah. Biar aku menemanimu disini sampai oppa-mu itu kembali” ucap Minho untuk kesekian kalinya setiap ia tahu bahwa Jessica sendirian di rumah. “andwae Minho, aku kan sudah terbiasa sendirian di rumah. Sungguh merepotkanmu” ucap Jessica sambil tersenyum. “ah tidak merepotkan Jessica. Aku senang jika bersamamu” (?) senyuman merekah di wajah Minho. “tidak usah, sudahlah kau pulang saja. Kau pasti sangat lelah seharian sudah bekerja. Aku menghawatirkanmu” Jessica memandang wajah Minho. Ada sedikit kekecewaan di wajah namja tampan ini. “padahal aku sungguh ingin bersamamu dalam jangka waktu yang lama” Minho terlihat kecewa. Selalu itu yang terjadi jika Jessica menolak untuk di temani oleh Minho. “baiklah.. hati-hati dan baik-baiklah di rumah. Istirahatlah yang cukup. Aku tidak ingin kau sakit  Jessica” kata Minho kemudian. “gomawo Minho. Aku sangat senang ada yang masih memperdulikanku. Maaf jika saat ini aku membuatmu kecewa. Aku hanya ingin kau tidak kerepotan dengan menemaniku disini. Aku juga tidak ingin kau sakit karena kau kurang istirahat” Jessica tersenyum manis. “ne~ aku akan baik-baik saja. Terimakasih sudah perduli padaku, noona” akhirnya senyuman mengembang di wajahnya. “baiklah aku pulang dulu” ucap Minho kemudian. “ya hati-hati dijalan Minho-a, sampai bertemu besok” Jessica melambaikan tangan dan tersenyum gembira. “gomawo, sampai bertemu besok Jessica” Minho tersenyum gembira. Ah aku sangat mencintai yeoja ini (???)

18:03 PM

-Sebuah Pemakaman Umum Kota SEOUL-

            “untuk apa oppa kita kemari?” Tanya Taeyeon bingung. “ah sudah ikuti saja aku” jawab Leeteuk kemudian. Mereka berjalan terus memasuki pemakaman umum itu. Taeyeon sudah mulai menebak arah pikiran Leeteuk. Dan benar saja, mereka berhenti di depan sebuah makam yang terlihat masih baru. Masih banyak bunga bertebaran di atas makam datar itu, dan ada sebuah bunga lily cantik di depan nisannya. Nisan, ya nisan. Nisan cantik dengan pahatan marmer dan ukiran dari emas. Ada foto seorang yeoja yang amat cantik sedang tersenyum di nisan itu. Wajahnya terlihat pucat. Ukiran-ukiran emas itu mengukir sebuah tulisan kanji kuno yang tak terlalu jelas dan ukiran indah bertuliskan “R.I.P- Telah Tenang Dalam Damai- Im YoonA – May on 30, 1990 until April on 10, 2011” aku melihatnya terkesiap. Ya, memang makam ini masih baru. Kasihan yeoja ini, masih terlalu muda untuk usianya. Tiba-tiba Leeteuk menekuk lututnya dan bersimpuh di depan makam ini. Ia menunduk dalam dan, sekilas kulihat mengalir cairan bening dari pelupuk matanya. Ah, oppa yang terlihat sangat tegar ini, menangis? Aku sedikit bingung, apa yang harus ku lakukan selanjutnya? Aku memutuskan untuk duduk di sampingnya. Ku sentuh pundaknya lembut. Ia sedikit kaget dan segera menyeka air matanya. “apa kau baik-baik saja oppa?” tanyaku sedikit hati-hati. “aku tak apa, apa kau ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaanmu tadi? Inilah jawabannya” ucap Leeteuk lesu. “Ah maaf oppa, aku tak bermaksud..” “sudahlah tak usah menyesalkan diri” Leeteuk memotong ucapanku. “ayo kita pulang. sudah gelap” lanjut Leeteuk kemudian. “baiklah oppa, sekali lagi aku minta maaf” aku merasa bersalah karena telah menyinggung masalah yeoja ini.

-flashback-

“oppa? kau mau kemana?” tanyaku pagi itu karena kulihat oppa sudah bersiap siap untuk pergi. “aku ingin mencari pekerjaan yang baru” jawabnya sambil berlalu. “pekerjaan baru? Memang ada apa dengan pekerjaan lamamu oppa?” aku bertanya padanya. Oppa menoleh sesaat, lalu.. “tempat itu selalu mengingatkanku pada yeoja yang sangat aku cintai. Jessica aku pergi dulu” jawabnya. “oppa, apakah kau tak ingin sarapan dulu?” tanyaku sedikit berteriak karena oppa mulai menjauh dari rumah. “tidak-“ sayup-sayup terdengar jawabannya.

Leeteuk P.O.V

Aku melangkah cepat menuju *tempat kerja* baruku. Aku sangat terburu-buru karena kemarin aku sudah berjanji agar tidak datang terlambat. Ini adalah hari pertama ku bekerja pada seorang pengusaha muda yang sangat kaya. Pekerjaan yang menurutku tak sesuai dengan hati nuraniku. Tapi aku bisa apa saat ini? Hanya inilah yang bisa aku perbuat untuk bertahan hidup bersama seorang adik yang sangat ku cintai, Jessica.

Aku mulai memasuki pekarangan parkir sebuah apartmen mewah di pusat kota Seoul. Di sana berjajar puluhan, ratusan bahkan ribuan mobil-mobil mewah milik para pengusaha kaya, para pebisnis yang sukses, bahkan beberapa pejabat kota Seoul pun mungkin ada yang memarkirkan mobil mewahnya disana. Aku sedikit malu sebenarnya memasuki apartmen ini hanya dengan.. berjalan kaki. Yaa,, memang aku punya apa? Sepeda pun aku tak punya. Penjaga masuk di apartmen itu memandangku dengan curiga. Mungkin di pikirnya aku ingin mencuri atau apa. Aku tak perduli yang penting aku bisa mencapai tujuanku yaitu bertemu dengan bos baruku.

Di pintu masuk apartmen, ada dua orang penjaga bertubuh tegap yang menghentikanku. “hei berhenti kau!!” teriaknya lantang. Aku terkesiap. Dan benar saja, yang di maksud oleh dua orang penjaga itu adalah aku. Aku menoleh lalu berhenti. “apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin mencuri? Atau kau ini teroris bom bunuh diri?” tanyanya menyelidik. Aku sedikit ciut menghadapi dua penjaga ini. Lalu ku jelaskan saja padanya tujuanku untuk bertemu seorang pengusaha muda yang sangat kaya raya. Dan akhirnya penjaga itu pun mengerti dan mengizinkanku masuk.

Aku berjalan menyusuri koridor lantai empat. Aku mencari-cari kamar apartmen dengan nomor 661. Agak sulit mencarinya, karena ada banyak sekali kamar apartmen disini. Aku berhenti sesaat saat melihat kamar dengan nomor 598. Berarti sudah tak jauh lagi, pikirku. Aku melangkah menyusuri satu persatu kamar dan.. ah ini dia. Kamar 661. Aku pun melangkah mendekati pintu megah itu dan memencet bel yang menempel di samping pintu. Seorang algojo membukakan pintu dan “siapa kau? Dan apa tujuanmu kemari?” ucapnya dengan muka menyeramkan. “Annyeong, Choneun Park Jun Su imnida” ucapku saat algojo itu bertanya. “biarkan ia masuk!!” ujar seseorang dari dalam. Terdengar sekali betapa besar kharismanya. “baik tuan.. Cepat masuk!!” ucapnya saat menoleh padaku.

Ada sedikit perasaan tidak enak saat aku memasuki ruangan ini. Dingin dan sedikit menakutkan untukku. Aku terus mengikuti algojo ini dan sampailah pada sebuah ruangan yang sangat megah. Dilihat dari luarnya, aku berpikir mungkin ini adalah ruangan kerja. Ada sofa, meja besar, TV flat, computer, air conditioner dan sebuah kursi dengan seorang namja yang duduk diatasnya. Aku tak bisa melihat wajahnya karena ia menghadapkan kursinya kebelakang, menghadap tembok.  “silahkan duduk” ucap namja itu kemudian. Aku melangkah lalu duduk di depan meja besar itu. Namja itu pun memutar kursinya dan kini aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia masih sangat muda, bahkan mungin lebih muda dariku. Wajahnya tampan, sangat tak terlihat bila ada aura buruk di dalam dirinya. Apalagi mengingat pekerjaan yang ia tawarkan padaku sebagai seorang.. PEMBUNUH BAYARAN!!

Yaa, aku bekerja padanya sebagai seorang pembunuh bayaran. Ia bilang, disini aku akan bekerjasama dengan Lee Donghae. Aku sangat mengenal nama itu. Ya, ia adalah sahabat baikku sewaktu aku masih sekolah. Tapi, aku belum menemukan sosoknya sampai detik ini.

Aku menelaah ruangan itu mencari sosok yang kucari. “kau pasti mencari sahabatmu? Dia sedang menjalankan tugasnya. Dia pria yang baik. Dia selalu tepat waktu dalam menjalankan tugasnya, dan ia tak pernah membuatku kecewa oleh hasil pekerjaannya” ucap namja itu kemudian. Aku terkesiap mendengarnya. Bagaimana ia tahu isi pikiranku?

Satu jam, dua jam, tiga jam pun berlalu. Aku mulai menikmati suasana disini. Ternyata tak seburuk yang ku bayangkan. Bos-ku ini ternyata seorang yang baik. Hingga larut malam aku hanya mengobrol dan minum arak. Hari ini dia tidak memberiku tugas. Ah rasanya tak pernah aku sebahagia ini. Saat waktu menunjukan pukul 00.00 AM, aku pun berniat untk pulang karena aku sudah sangat pusing. Ia pun mengizinkanku pulang dan menyuruhku kembali lagi besok. Aku melihat Donghae kebingungan dan membopongku saat pulang. dia tak mabuk sepertiku. Ia hanya minum sedikit saja. Ah payah sekali sahabatku satu ini, pikirku.

-end of flashback-

20:42 PM

            “aku pulang” seseorang membuka pintu lalu masuk. Ah rasanya senang sekali mendengar suara oppa saat belum larut malam seperti ini. Sudah lama aku tak mendengar suara oppa saat masih jam segini. Oppa melangkah masuk dan melepas alas kakinya. “ada apa? Mengapa kau memandangku seperti itu?” tanyanya padaku. Ah aku sampai-sampai tak sadar sedang memperhatikan oppa dengan wajah berbinar. “ah, andwae oppa, aku hanya senang melihatmu pulang tak larut malam lagi” ucapku sedikit salah tingkah. “ada sedikit kendala kecil tadi, makanya aku pulang cepat, untung temanmu, Taeyeon, mau berbaik hati mengantarku pulang” ucapnya seraya menarik kursi lalu duduk di depanku. Ah senang sekali rasanya bisa mengobrol seperti ini lagi bersama oppa. “ah Taeyeon memang anak yang sangat baik oppa, dia sahabatku” tak hentinya ku pandangi oppa-ku ini. “dia sudah banyak bercerita padaku, tentangmu dan tentang persahabatan kalian” jawab oppa kemudian. “teuk oppa.. apa kau lapar? Pasti kau sangat lapar kan? Aku sudah membuatkan masakan kesukaan mu, kimchi. Ayo makanlah” bahkan aku kini sudah berani memanggilnya dengan panggilan kesayanganku padanya.. *teuk oppa*. “kau tahu sekali, aku memang sangat lapar. Ah terima kasih Jessica sudah membuatkan makanan kesukaanku” ucapnya sambil mengacak rambutku lembut. Hangat sekali rasanya bersama oppa seperti ini lagi. “mungkin ada baiknya kalau aku mandi dulu, tunggu disini sebentar ya, aku mandi dulu”oppa beranjak dari duduknya. “baik oppa, aku tunggu disini” jawabku kemudian dengan sangat bersemangat.

07:40 AM

“aku berangkat dulu Jessica” ucap Leeteuk seraya menyeruput teh nya. “baiklah oppa, hati-hati di jalan. Jangan pulang terlalu larut oppa” Jessica tersenyum riang.

Leeteuk P.O.V

Dua bulan lebih sudah aku menjalani pekerjaan ini. Entah sudah berapa banyak dosa yang ku timbun. Sebenarnya aku lelah dengan semua ini. Membunuh satu persatu orang yang bahkan sebelumnya tak pernah ku kenal. Membalaskan dendam dari sebuah perintah. Menutupi semua kebusukan dari seorang CHO KYUHYUN. Tak ada yang tahu bagaimana kebusukan namja itu. Pintar sekali ia berdalih dari semua kepicikannya. Memakai nama ku dan nama Donghae sebagai topengnya.

Sebenarnya aku ingin sekali meninggalkan pekerjaan ini. Tapi aku sudah terlanjur terikat oleh namja itu. Tak ada lagi jalan keluar yang bisa ku tembus. Bahkan Donghae pun, yang terlihat nyaman dengan pekerjaannya, ternyata tak merasa bahagia sama sekali dengan pekerjaan ini. Lalu apa yang aku dan Donghae bisa lakukan? Tak ada! Sulit sekali terlepas dari semua ini. Terlebih namja kaya raya itu adalah bos ku. Mungkin bila aku macam-macam, dengan mudah ia akan suruh seseorang untuk membunuhku. Apalagi mengingat begitu banyak hutang yang aku timbun dari harta namja itu. Ah rasanya aku menyesal telah memulai semua ini.

Aku ingin berubah dan membuat adikku bahagia. Aku tahu, selama ini Jessica tak pernah bahagia melihatku seperti ini. Oppa tersayangnya hanya mendapatkan predikat sebagai seorang pembunuh!! Aku ingin merubah images ku dan menghilangkan predikat itu, tapi sekali lagi, aku bisa apa? Aku hanyalah seorang manusia bodoh. Yang tak bisa apa-apa, yang tak berani melawan semua. Terkadang aku merasa ingin mati saja, karena hidupku di dunia ini sudah tak lagi berguna. Orang macam apa aku ini? Bahkan membahagiakan satu-satunya orang ku punya di dunia ini pun, aku tak bisa.

Pagi ini, aku tak pergi ke tempat biasa aku melakukan tugasku. Aku enggan pergi kesana.  Aku memutuskan untuk pergi ke makam YoonA. Memang selalu kesinilah aku jika aku sedang galau dan kacau. Mungkin memang tak sepantasnya seorang laki-laki seperti aku, menangis sejadinya di depan makam kekasihnya. Tapi aku merasakan ketenangan disini. Melepas semua kepenatanku, melupakan sejenak semua masalah hidupku. Hanya disini aku bisa bebas meluapkan semuanya.

            Dan pagi ini, untuk kesekian kalinya, aku kembali melangkahkan kakiku disini. Di pemakaman umum kota Seoul. Aku menguatkan hatiku. Aku tak boleh terlalu cengeng. Aku tak ingin YoonA sedih melihatku seperti ini. Aku terus melangkah menuju satu titik yang kutuju. Kuletakan bunga lily putih di depan nisan marmer. Kupandang foto YoonA disana. Ia sedang tersenyum. Ah aku sangat merindukan senyum yeoja ini. Kapankah aku bisa melihat senyumnya lagi? Kapankah aku bertemu dengannya lagi? Yeoja yang sangat aku cintai. Ingin rasanya kudekap tubuhnya erat dan takkan kulepaskan lagi, agar ia tak meninggalkanku untuk kedua kalinya. Ah YoonA, kenapa kau harus pergi secepat ini??

16:02 PM

            “ayo kita pulang, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat” ajak Minho kepada Jessica. “suatu tempat? Untuk apa Minho?” Tanya Jessica sedikit bingung. “ah sudahlah ikut saja. Itu rahasia” ucap Minho tersenyum. “haa baiklah” ucap Jessica kemudian. “Taeyeon, Yuri, aku pulang dulu ya, sampai bertemu besok” Jessica melambaikan tangan kepada Taeyeon dan Yuri. “baiklah, hati-hati di jalan” ucap Taeyeon. “kau ini, jaga temanku baik-baik ya” ucap Yuri pada Minho. “tanpa kau suruh pun, aku pasti akan menjaganya baik-baik. Tenang saja” jawab Minho. “baiklah, aku percaya, kau adalah namja yang baik, bukan begitu?” . “aku memang namja yang baik” ucap Minho yakin.

17:10

Chunggaecheon Park

            “Kenapa kau mengajakku kesini Minho?” Tanya Jessica bingung. “sebenarnya sudah lama aku ingin mengajakmu kesini. Tapi aku tak pernah punya keberanian untuk mengajakmu” ucap Minho sedikit salah tingkah. “kenapa kau tak mempunyai keberanian? Bukankah tak sulit hanya mengajakku kesini?” Tanya Jessica polos “bukan itu masalahnya, aku mengajakmu kesini yaitu untuk mewujudkan tujuanku” Minho menunduk. “tujuan apa?” Jessica ternyata belum juga mengerti. “aku mencintaimu Jessica” ucap Minho memeluk Jessica erat. Jessica kaget melihat reaksi Minho seperti itu. “aku ingin kita tak hanya bersahabat. Aku ingin... kau menjadi pacarku. Maukah?” Minho melepas pelukannya dengan wajah lega. “ah?” Jessica terdiam sesaat lalu menunduk. “aku…juga sangat mencintaimu Minho. Tapi mungkin..”Jessica menarik nafas dalam, dan.. “mungkin aku tak dapat menjadi pacarmu. Umurmu dan umurku terpaut dua tahun Minho” Jessica menunduk kecewa. “aku tak perduli itu. Aku tetap mencintaimu Jessica. Kumohon..” Minho menggenggam tangan Jessica. “aku merasa tak pantas untukmu. Kau namja yang tampan, baik dan perhatian. Bahkan kau lebih muda dariku. Aku rasa, kau bisa dapatkan yeoja lain sela..” Minho menempelkan telunjuknya pada mulut Jessica. “jangan bicara lagi. Aku tak ingin yeoja lain. Aku hanya ingin kau. Aku tak perduli jika aku lebih muda darimu. Saraghae Jessica JunSu..” Minho sungguh-sungguh berharap. “Nado..aku sangat-sangat mencintaimu Choi Minho..” Jessica memeluk Minho. Terlihat cairan bening mengalir dari pelupuk mata Jessica.

13:00 PM

            “KEMANA TEMANMU ITU? KENAPA SUDAH JAM SEGINI, IA TAK JUGA DATANG???” bentak Kyuhyun pada Donghae. Donghae hanya menunduk. “APA KAU MENDENGARKU?? KENAPA KAU HANYA DIAM SAJA??” Kyuhyun emosi karena orang yang sedang di ajak bicara olehnya ini hanya diam saja. “dengar tuan” Donghae masih tetap menunduk. “CARI DIA SAMPAI KETEMU!! AKU TAK MAU TAHU, SEBELUM JAM TIGA SORE INI, KAU HARUS MENEMUKANNYA. CEPAT!!!!!” Kyuhyun menggebrak mejanya dengan marah. Donghae segera melangkah keluar dengan terburu-buru.

13:43 PM

Aku  menyusuri satu persatu rumah petak itu. Aku tak pernah tahu sebelumnya, dimana selama ini sahabatku tinggal. Setelah lelah bertanya, akhirnya aku menemukan alamat  rumah Leeteuk. Ah akhirnya aku menemukan titik terang. Aku pun mempercepat langkahku menuju rumah yang ku tuju. Tinggal belok ke kiri, sampailah aku di rumah Leeteuk.

Sebuah rumah yang tak terlalu besar dengan cat yang sedikit mengelupas. Pagar kayu rumah itu sudah sedikit rapuh. Ah, bagaimana tempat seperti ini bisa di sebut rumah? Memang sih rumah ini bersih. Tapi rumah yang sudah dalam keadaan seperti ini? Ternyata di dalamnya masih di huni oleh manusia? Bahkan tak hanya seorang, tapi dua orang manusia? Mereka berdua manusia yang sangat tegar. Aku merasa, aku jauh jauh lebih beruntung dari mereka. Aku masih mempunyai orangtua, walaupun hanya seorang ibu. Aku mempunyai sebuah rumah yang layak tinggal, biarpun tak jauh berbeda dengan yang ada di hadapanku sekarang. “ah sudahlah..” ucapku kemudian.

            Aku memasuki pekarangan rumah itu dan mengetuk pintunya perlahan. TOK..TOK..TOK.. tak ada jawaban. Kuketuk sekali lagi.. masih tak ada jawaban. Aku sedikit mengintip lewat celah pintu, sepertinya tak ada orang. Gelap dan sepi. Aku mencoba mengetuk pintunya sekali lagi. Tetap sama, tak ada jawaban. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari rumah itu dan kembakli ke kantor.

14:15 PM

BUKK!! Seorang algojo mendaratkan pukulan di wajah Donghae. “PABO!!! ORANG MACAM APA KAU INI? MENEMUKAN PARK JUN SU SAJA KAU TAK BISA???” Kyuhyun mencaci maki Donghae dengan amarah yang meluap-luap. “tapi.. di rumahnya tak ada orang tuan..” Donghae terlihat kesakitan. “DIMANA OTAKMU? APAKAH KAU TAK BISA BERTANYA? BANYAK KAN ORANG YANG KAU TEMUI DISANA? BODOH!!!!” lagi-lagi Kyuhyun meluapkan amarahnya pada Donghae.

“SUDAHLAH LEPASKAN DIA!! MANUSIA TAK BERGUNA!!!” Kyuhyun meninggalkan apartmennya dan pergi entah kemana.

-9 DAYS LATER-

Sembilan hari sudah ia tak memunculkan batang hidungnya. Kemana dia? Apakah dia ingin lari dari kenyataan? Lelaki macam apa dia? Seorang pengecut yang tak berani menghadapi semuanya.

            “KALAU KAU TAK BISA MENEMUKANNYA, TEMUKAN ADIKNYA, CEPAT!!!” Kyuhyun untuk kesikian kalinya meluapkan amarahnya pada Donghae. “adiknya? Mengapa adiknya tuan? Adiknya kan tidak bersalah?” ?? Donghae terkesiap mendengar perintah dari Kyuhyun tadi. Kasihan sekali adiknya. “TAK USAH BANYAK TANYA DAN JANGAN PERNAH MEMBANTAH PERKATAANKU!! TEMUKAN ADIK DARI PARK JUN SU!! SEGERA!!!

-flashback-

“apakah kau mampu membayar semua hutangmu?” tanya Kyuhyun pada Leeteuk. Leeteuk masih dalam keadaan mabuk dan terkulai setengah tak sadar. “tentu saja, apa kau meragukanku? Aku pasti mampu melunasi semua hutangku” Leeteuk menjawab dengan mata terpejam. “dari mana kau dapatkan uang sebanyak $4000 dalam waktu singkat?” Kyuhyun terus memancing Leeteuk. “pabo sekali kau ini. Aku kan mendapatkan gaji dari hasil kerjaku” ucap Leeteuk. “kurasa itu takkan cukup untuk melunasi hutangmu.hutangmu sudah terlalu banyak” Kyuhun tersenyum sinis. “kalau itu tak cukup, aah aku kan punya seorang adik. Dia cantik dan sangat manis. Ah ambil saja dia untukmu untuk melunasi semua hutangku. Bagaimana?” bodoh sekali namja ini. Adiknya di jadikan jaminan untuk melunasi hutangnya. Ah Kyuhyun mematikan tape recorder di tangannya. “Inilah tujuanku bodoh. Akhirnya kau masuk dalam perangkapku” Kyuhyun tersenyum puas dan meninggalkan Leeteuk yang setengah tak sadar itu.

-end of flashback-

07:30 AM

Donghae kembali ke daerah perumahan petak itu untuk yang kesekian kalinya. Kali ini, bukan Park Jun Su yang ia cari. Tapi.. Jessica Jun Su. Ia terus melangkah menuju rumah yang ia tuju. “kuharap kau ada di rumah” ucap Donghae dalam hati.

Donghae masuk kedalam halaman rumah itu dan mengetuk pintunya perlahan. Tok..tok..tok.. “ne- Teuk oppa? Kenapa dia kembali lagi? Ah mungkin ada yang tertinggal” Jessica menuju pintu lalu membukanya. “ah..akhirnya” ucap Donghae. “ne? cari siapa?” ucap Jessica bingung. “ayo ikut aku” ucap Donghae seraya menarik tangan Jessica. “aniyo,mau kemana? Aku tak mau” ucap Jessica menepis tangan Donghae. “kau adik dari Park Jun Su kah?” ucap Donghae. “ne~ siapa kau?”ucap Jessica bingung. “aku teman oppa chingumu. Tadi oppamu kecelakaan. Ia di tabrak oleh sebuah mobil saat sedang melintas” Donghae berbohong agar Jessica mau ikut dengannya. “MWO?? KECELAKAAN?? BAGAIMANA KEADAANNYA SEKARANG?? DIMANA SEKARANG DIA??” Jessica begitu panik mendengar oppa nya kecelakaan. “aku tak tahu bagaimana keadaannya, tadi dia segera di bawa ke rumah sakit. Maka dari itu, ayo ikutlah denganku” ucap Donghae kemudian. “ne-ne~ aku matikan kompor dulu” ucap Jessica dan segera berlari ke dalam rumahnya. “ayo!!” ucap Jessica menggebu-gebu. Mereka berjalan dengan cepat. “maafkan aku Jessica” ucap Donghae dalam hati.

“ah? Kenapa kesini? Bukankah tadi kau bilang kita mau kerumah sakit?” Jessica bingung karena Donghae mengajaknya ke sebuah apartmen mewah. “tunggu sebentar, biar aku ambil uang dulu untuk biaya pengobatan oppa-mu” Donghae kembali berbohong. “kalau begitu, aku tunggu disini saja” ucap Jessica. “ani, kau harus ikut denganku. Disini, tidak boleh ada orang asing masuk. Apa kau mau dianggap teroris?”ucap Donghae. “ah? Sebegitu ketatnya kah peraturan disini?” ucap Jessica. “ne-“ ucap Donghae singkat. “ah baiklaah..” ucap Jessica.

“ini tuan” ucap Donghae. “bagus, tepat waktu” Kyuhyun memutar kursinya berbalik lalu menatap Jessica dari ujung kepala sampai ujung kaki. “sana pergi. Kerjakan tugasmu yang lain” ucap Kyuhyun pada Donghae. “baiklah tuan” Donghae melangkahkan kakinya keluar. “ah? Mau kemana kau? kenapa kau meninggalkanku sendiri? Kau membohongiku?”tanya Jessica pada Donghae. “ternyata kau baru sadar. Namja itu memang membohongimu. Oppa-mu itu tidak kecelakaan. Aku pun tak tau dimana dia. dasar yeoja pabo!!” ucap Kyuhyun tersenyum sinis. “ah? Apa kau bilang? Pabo? Kau yang pabo. Namja aneh” Jessica meninggalkan Kyuhyun dan berniat untuk kabur. Tiba-tiba dua orang algojo menghadangnya. “mau kemana kau? kau tak akan bisa kabur dari sini. Saat ini kau milikku” ucap Kyuhyun. “CEPAT.. IKAT DIA!!!” perintah Kyuhyun pada dua orang algojonya. “ANIYO!! AKU TAK MAU!! AKU INGIN KELUAR DARI SINI. DASAR NAMJA GILA!!” ucap Jessica memberontak. Dua algojo membungkam mulutnya lalu mengikatnya. “maafkan aku yeoja manis. Kau sudah terlanjur dijadikan jaminan oleh oppamu itu. Jadi sekarang kau adalah milikku” ucap Kyuhyun. “mwo? Lepaskan aku.. aniyo, oppa tidak mungkin seperti itu. Kau berbohong!!! Lepaaskan aku namja gila!!!”tiba-tiba PLAKK!! Kyuhyun menampar Jessica. “AKU MEMANG GILA HAHAHA!! KEGILAANKU INI SUDAH MENCAPAI PUNCAKNYA!! DAN AKU INGIN KAU MENGIKUTI SEMUA PERMINTAANKU. ATAU… UCAPKANLAH SELAMAT TINGGAL UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA PADA OPPA CHINGUMU HAHAHA” Kyuhyun tertawa bengis. “AKAN KUSURUH OPPAMU KESINI AGAR DENGAN MUDAH DAPAT KUBUNUH DIA!!” ucap Kyuhyun tersenyum gila. “ANIYO!! JANGAN!! BUNUH SAJA AKU. JANGAN BUNUH OPPA-KU” teriak Jessica. “ah? Rupanya kau takut oppa-mu itu kubunuh?? Kau ingin oppa-mu selamat? Jadilah yeoja penurut dan tidak keras kepala Jessica” ucap Kyuhyun.  “untuk apa aku menuruti namja gila sepertimu? Aku tak mau” ucap Jessica. “rupanya kau ini susah sekali di taklukan. Aku suka yeoja sepertimu” ucap Kyuhyun. “tapi aku tak suka namja sepertimu!!” Jessica kokoh pada pendiriannya. “baiklah kalau itu yang kau mau” ucap Kyuhyun lalu “DONGHAE!! CARI PARK JUN SU LALU BAWA DIA KEMARI!! BIAR KUBUNUH DIA DENGAN TANGANKU SENDIRI!! CEPAT!!” perintah Kyuhyun pada Donghae. “ANIYO!! JANGAN!! HEY TUNGGU JANGAN!!” Jessica berteriak menahan langkah Donghae. “BAIKLAH BAIKLAH. KATAKAN APA YANG KAU INGINKAN??” kata Jessica pada Kyuhyun. “akhirnya.. luluh juga kau” ucap Kyuhyun. “DONGHAE!! TAK USAH KAU CARI PARK JUN SU ITU!! TAK ADA GUNANYA” ucap Kyuhyun pada Donghae. “baik tuan” ucap Donghae. “yeoja manis.. aku hanya ingin kau jadi pacarku!! Bagaimana?” ucap Kyuhyun. “MWO?? PACARMU?? AKU TAK MAU!! KAU INI NAMJA YANG GILA!! AKU TAK MAU JADI PACARMU” ucap Jessica. “heh kau bilang mau menuruti permintaanku?” Kyuhyun kesal. “ya memang.. tapi kalau disuruh menjadi pacarmu? Aku tak mau!!” ucap Jessica. “memangnya kenapa? Bukankah aku namja yang tampan? Aku punya segalanya. Apapun yang kau minta akan aku turuti” Kyuhyun tetap memaksa. “aku tak mencintaimu. Lagi pula, aku tak pernah mengenalmu sebelumnya. Kau tahu, imagesmu dimataku sudah sangat buruk. Aku hanya mencintai satu namja. Maaf!” ucap Jessica. “siapa namja itu? Park Jun Su?” ucap Kyuhyun. “bukan! Dia adalah CHOI MINHO!! Satu-satunya namja yang aku cintai di dunia ini” ucap Jessica. Dia tak sadar telah mengucapkan nama CHOI MINHO didepan Kyuhyun. Kyuhyun sedikit tersentak mendengar nama itu. “baiklah kalau kau tak mau” Kyuhyun tersenyum sinis.

“KIRIMKAN SURAT INI PADA PARK JUN SU! LALU TEMUKAN CHOI MINHO. CARI TAHU DIMANA DIA DAN BAWA DIA KEHADAPANKU DALAM KEADAAN UTUH!!” perintah Kyuhyun pada Donghae. “baik tuan” Donghae segera melangkah keluar melaksanakan perintah Kyuhyun.

            Untuk kesekian kalinya Donghae kembali mengunjungi rumah Leeteuk. Ia menyelipkan sebuah surat di bawah pintu rumah Leeteuk. Lalu ia pun melakukan tugas selanjutnya, yaitu menemukan CHOI MINHO.

10:30 AM

Minho duduk dalam kegelisahan. Sedari tadi, tak ada yang ia lakukan. Ia hanya memikirkan yeojachingunya. Hari sudah menjelang siang, tapi yeojachingunya itutak kunjung datang. “kemana kau Jessica? Mengapa kau tak kunjung datang? Apa kau tidak masuk hari ini? Mengapa kau tak masuk? Apakah kau baik-baik saja? Ah Jessica, aku sungguh menghawatirkanmu” ucap Minho dalam hati.

“Taeyeon, kemana Jessica? Kenapa jam segini ia belum juga datang?” tanya Minho pada Taeyeon. “entahlah. Aku pun tak tahu. Bukankah dia pacarmu? Kenapa kau malah bertanya padaku?” ucap Taeyeon. “aku tak tahu. Ku pikir kau tahu. Kau kan sahabatnya” ucap Minho sambil berlalu.

“ada apa eonni?” ucap Yuri. “entahlah. Minho menanyai Jessica padaku” ucap Taeyeon. “Jessica? Memang ada apa dengan Jessica?” tanya Yuri bingung. “Jessica tak memberi kabar dan aku tak tahu dimana dia sekarang” jawab Taeyeon. Yuri hanya terdiam, bingung.

“Minho, apa kau sudah temui dia di rumahnya? Mungkin dia kurang enak badan? Atau mungkin, oppanya berulah lagi?” tanya Taeyeon pada Minho. “belum. Nanti sepulang kerja aku akan ke rumahnya” ucap Minho.

Minho P.O.V

            Kemana kau yeojachinguku? Aku menghawatirkanmu. Firasatku tidak enak. Apa yang  terjadi padamu? Apakah sesuatu sedang terjadi padamu? Apakah kau baik-baik saja? Ah kuharap begitu. Kuharap kau baik-baik saja. Dan ku harap sesuatu tak terjadi padamu.

16:00 PM

Minho melepas pakaian chef nya. Ia terlihat sedikit terburu-buru. Tak lama, ia segera meninggalkan restoran tempat ia bekerja dan menuju rumah Jessica. Tiba-tiba seseorang membius Minho dari belakang lalu membawanya pergi dengan mobil mewahnya.

            Donghae berjalan cepat sambil menyeret Minho yang masih tak sadarkan diri. “ini tuan” ucap Donghae sambil meletakan Minho di depan Kyuhyun. “kerja bagus” ucap Kyuhyun. “Minho-ah? Kenapa dia ada disini?” ucap Jessica terperangah. “apa yang kau lakukan padanya? Mengapa ia seperti ini?” tanya Jessica emosi. Kyuhyun hanya berlalu meninggalkan Jessica. “Hey mau kemana kau?” ucap Jessica. Kyuhyun tetap berlalu.

19:30 PM

Leeteuk membuka pagar lalu memasuki halaman rumahnya. Ia lalu mengetuk pintu perlahan. TOK..TOK..TOK.. Leeteuk menunggu sesaat. Tak ada jawaban dari dalam. Ia mengetuk sekali lagi. Tetap tak ada jawaban. Kemana Jessica? Pikirnya. Tak biasanya jam segini ia tak ada di rumah. Ia pun mencoba masuk. Ternyata pintunya tak di kunci. Mengapa ia tak mengunci pintu rumah? Kemana dia? Firasatku sedikit tidak enak. “Jessica..Jessica.. dimana kau?” Leeteuk memanggil-manggil adiknya. Tak ada jawaban. Tiba-tiba ia merasa menginjak sesuatu. Sebuah amplop coklat . Ah firasatku benar-benar tak baik. Sesuatu sedang terjadi pada adikku. Dimana dia sekarang? Leeteuk menuju kamar Jessica, yah Jessica benar-benar tak ada di rumah. Firasatnya semakin tidak enak. Akhirnya Leeteuk segera membuka amplop itu dan segera membaca isinya.

“Tak usah lari dariku. Apa kau mau bermain-main denganku? Sudah berapa kali ku katakan padamu, kau tak akan pernah bisa terlepas dariku. Sebesar apapun usahamu, secepat apapun kau mencoba menjauh, kau tak akan bisa lari dari tanggung jawabmu. Kau sudah terikat dengan pekerjaanmu dan aku tak akan membiarkanmu meninggalkan pekerjaanmu. Ya, mungkin saat ini, kau sedang mencari adik tersayangmu. Bukan begitu? Seperti yang pernah kau katakan padaku, jika kau tak mampu membayar hutangmu, adikmu adalah jaminannya. Benarkan? Tenang saja, adikmu saat ini aman di tanganku. Apakah kau ingin adikmu selamat?  Temuilah adikmu secepatnya di tempatku. Jika dalam waktu 24 jam kau tak kunjung datang, KUBUNUH ADIKMU!! ingat! Aku tak pernah main-main dengan ucapanku!! Nyawa Jessica ada di tanganmu!!

Tertanda: CHO KYUHYUN

            “Namja itu lagi. Tak ada hentinya ia membuatku susah” ucap Leeteuk dalam hati. Leeteuk segera bergegas meninggalkan rumahnya. “apa yang sebenarnya ia inginkan? Mengapa ia menyandra Jessica? Jessica tak tahu apa-apa” ucap Leeteuk emosi. Maafkan aku Jessica, ini semua ulahku. Tapi kau yang harus menanggung semuanya.

“ah romantis sekali kalian berdua. Aku iri melihat kalian.. tapi tenang saja, sebentar lagi kalian tak bisa seperti ini. Karena aku.. AKAN MEMISAHKAN CINTA KALIAN BERDUA!!” ucap Kyuhyun memasuki ruangan dimana Jessica dan Minho berada. “apa yang sebenarnya kau inginkan? Tak bosankah kau selalu menggangguku?” ucap Jessica emosi. “sudah ku bilang bukan, aku akan berhenti mengganggumu jika kau mau jadi pacarku!!” ucap Kyuhyun santai. “mwo?” ucap Minho terperangah. “apa? Kau kaget mendengarnya? Jessica itu sekarang milikku. Jadi aku bebas mau mengapakan dia. Kau tahu, tujuanku membawamu kemari adalah agar aku dapat membunuhmu dengan cepat. Jadi aku dapat memiliki Jessica seutuhnya. Hahaha” ucap Kyuhyun. “jangan dengarkan dia Minho. Dia ini orang gila” ucap Jessica. “sudah berulang kali kau bilang aku gila. Kau mau mencari masalah denganku?” Kyuhyun menarik rambut Jessica. Jessica meringis kesakitan. BUKKK..!! satu pukulan keras mendarat di pipi Kyuhyun. Kyuhyun terjatuh kebelakang. “KU PERINGATKAN PADAMU, JANGAN PERNAH SEKALIPUN MENYENTUH PACARKU!!! TAK ADA YANG BOLEH MENYAKITINYA!!” Minho meluapkan amarahnya pada namja sinting ini. “kau mau mengancamku? Ancamlah aku sepuas hatimu! Sebelum ku jatuhkan nyawamu di atas tanganku sendiri!!” ucap Kyuhyun tersenyum sinis sambil mengusap ujung mulutnya yang berdarah. “BUNUH SAJA AKU!! AKU TAK TAKUT!!” Minho terus menantang Kyuhyun. Kyuhyun meninggalkan ruangan itu dengan tawa di mulutnya.

“Jessica!!” seseorangmenerobos masuk ke dalam ruangan itu. “TEUK OPPA!!”ucap Jessica. Ada sebuah kesenangan dan kelegaan tersirat di wajah Jessica. “ah syukurlah kau baik-baik saja. Aku menghawatirkanmu. Apa namja itu melukaimu?” Leeteuk memeluk Jessica. Wajahnya terlihat sangat cemas “aniyo oppa. Aku baik-baik saja. Kenapa kau tahu aku ada disini oppa?” tanya Jessica. “firasatku mengatakan kalau kau ada disini” ucap Leeteuk berbohong. “oppa..apa kau baik-baik saja oppa?” tanya Jessica. “tentu, aku baik-baik saja Jessica” ucap Leeteuk lembut. “ya..ya..ya,,sepertinya ada kumpul keluarga disini”Kyuhyun kembalimasuk kedalam ruangan. “IKAT MEREKA BERDUA!!” perintah Kyuhyun pada dua orang algojonya. “hei apa-apaan ini? Lepaskan!!” ucap Leeteuk meronta. “ANI!! JANGAN IKAT MEREKA!! HE KAU!! HENTIKAN!!” ucap Jessica marah. Kyuhyun hanya tersenyum bengis. Leeteuk dan Minho di ikat di atas kursi. Lalu mereka di seret ke hadapan Jessica.

“baiklah Jessica. Sekarang nyawa oppa dan namjachingu mu ada di tanganmu. Jika kau mengambil tindakan yang salah, kau akan menyesal!!” ucapan Kyuhyun menyambar telinga Jessica. Jessica menatap Kyuhyun tanpa rasa gentar. “sekarang!!” kyuhyun mengeluarkan dua pistol dari balik kemejanya. pistol di tangan kanannya mengarah ke Leeteuk. Dan pistol di tangan kirinya mengarah ke Minho. “pilihlah satu dari dua orang yang kau sayangi!! PARK JUN SU atau CHOI MINHO!!!” ucap Kyuhyun lantang. “AKU TIDAK AKAN PILIH SIAPAPUN. AKU INGIN KEDUANYA. KARENA AKU MENYAYANGI KEDUANYA!!” ucap Jessica mulai menangis. Sebenarnya ia sungguh-sungguh takut kehilangan salah satu dari mereka. Tapi ia berusaha menyembunyikan ketakutannya. “biar aku saja yang berkorban untuk semua ini Jessica! Ini semua ulahku dan aku yang harus menanggung semuanya!!” BUKK!! Pukulan dari algojo itu berhasil membungkam mulut Leeteuk. “DIAM KAU!!” ucap algojo itu pada Leeteuk. “ANI OPPA.. AKU TIDAK INGIN KALIAN BERDUA TERKORBANKAN. BUNUH SAJA AKU CHO KYUHYUN” ucap Jessica penuh keyakinan. “MWO?? JANGAN JESSICA! SUDAH BIAR AKU SAJA!!” ucap Minho. “HAISH.. DIAM KALIAN SEMUA!! AKU BINGUNG!! JESSICA, AKU TIDAK MUNGKIN MEMBUNUHMU. AKU MENCINTAIMU!!” ucap Kyuhyun. “HENTIKAN OMONG KOSONGMU ITU!! CEPAT BUNUH AKU!!”ucap Jesssica memaksa.

Kyuhyun berjalan kearah Jessica. Ia memandangi yeoja itu. Ia berbalik menghadap ke arah Leeteuk dan Minho. Kebusukan sudah tersirat di wajah Kyuhyun. Ia sudah memandang pada satu titik dengan sangat yakin. Aku harus mengorbankannya, “maafkan aku Jessica” gumamnya dalam hati. Ia memandang ke satu titik dengan sangat tajam. “Aku tahu inilah pilihan terbaiknya” gumam Kyuhyun. Lalu dengan satu gerakan cepat, Kyuhyun menekan pelatuk di pistolnya, dan dalam sekejap berhasil menembus dada namja di hadapannya. “Maafkan Aku..” Kyuhyun menjatuhkan pistolnya memandang namja di hadapannya. Mata namja itu membelalak, tangannya bergerak perlahan ke dadanya dan mencabut peluru runcing di dadanya. “jagalah Jessica dengan baik.. HYUNG!!” namja itu berkata dalam parau suaranya sesaat sebelum meregang nyawa. “saranghae.. je..s..si..ca” ucap namja itu untuk terakhir kalinya. Jessica terbelalak tak dapat melakukan apapun. Ia berusaha dengan kuat mengeluarkan suaranya, tapi ia tak mampu. Ia terus mencoba hingga akhirnya….

“MIIIIIINNNNNHOOOOOOOOO……………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

-FIN-


21 thoughts on “[OneShoot] Several Love Serenity

  1. Endingnya gantung ya?? trz Leeteuk di apain ma Kyuhyun? di makan / di Cincang? *apaan seh? gaze bner!*

    Kkyyyaa… Nan Yeobo, Minho Oppa >.<
    Knpa kmu mati? trz aq ma sp?😦
    *plakk! abaikan*

    Like

  2. Endingnya gantung banget chingu…..

    bagaimana nasib jessica m leeteuk oppa ntar…..???

    trus, siapa sebenarnya yeoja yang di liat m sica pas turun dari bus….yeoja yang kakinya mengeluarkan darah itu….? apakah dia yoonA…..?

    aku penasaran banget……

    Like

  3. Lanjuttt donggg buruan, nanggung bgttt.
    (≧◡≦) si kyuhyun minta di sate, bikin emos *asatjim lg puasa* tp tp tp klu minho mati entar gimna jessica ? Klu emang bakal ama kyu…si kyu harus bener” ngambil perhatian jessica sepenuh nya. Tp tp tp dia udah bunuh minho, sica pst gak maafin *bowwww makin bingung aja*

    Like

  4. #mangap#
    scrool lagi ke atas
    #garuk2 kepala
    nih endingnya ngebingungin bgt,,, walopun entah kenapa aku gag sreg ama minho-sica..
    tapi aku dukung kyusica *apa deh*
    emang kyu udah lama kenal sica ya? kok bisa ia cinta ama eoniku,,
    nih ff musti kudu wajib ada sekuelnya,, masih ngegantung bgt,,

    Like

  5. sadeesss. mank gilak si kyu yah, cuman mw dapetin sica aja, segitunya banget.
    lagian cepet banget dia cinta sm sica >_<
    tapi setuju, nih fic bakal tambah seru kalo ada lanjutannya.

    Like

  6. Crita sih seru.
    Cuma alurnya bingung,sbnrnya mw critain apa sih?
    Jdnya kesannya kek crita asal lalu gt.
    Bingung jg bacanya
    Hubungan n sifat karakternya ga jelas.
    Kok tiba2 Kyu dibilang suka ama sica?trus kok jdnya minho yg dibunuh?hae cuma kek peran tambahan gt.
    Ending pun gantung.
    Sbnrnya klo mw dikembangin bs jd crita yg bgs sih!
    Sorry yah klo ada kata2 yg mnyinggung.cuma mw kasi masukan doang,yah aq jg bkn pnulis,jd cuma liat dr sisi pembaca aja sih…

    Like

  7. ne msi ada lanjutanny kh??
    trz nasibny sica, teuk ma kyu gmn??
    trz knp kyu tiba2 bs suka ma sica??
    dilanjutn j critanya chingu,
    seru lo critanya, sayang aja klo endingnya gantung kyk gini.. ^^
    mian klo bawel,cm mw ngasi saran aja *bow

    Like

  8. kok ngantung ceritax ?
    tp seru… tp lbh seru klo author bikin sequelx…
    hehehe…
    saran aku sih lanjutin aja… oke author ?

    Like

  9. Lho??
    Xoq nggntung bgt?
    Klo minho mti?sica ma cp dong?
    Ma kyu?yah d bkin lnjtannya dong,,pdhl crtanya bgus, cma endingnya bkin bngung,
    #mian author,saya cuma berpndapat*bow*

    Like

  10. rame banget ffnya!
    tapi ngegantung😐 lanjutin dooong author😐

    kyuhyun suka jessica… kapan kenalnya? atau kyu emang udah tau jessica? #banyaktanya
    aku setuju kyu sama sica :3

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s