Please Believe Me 2


.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

PLEASE BELIEVE ME

Cast :

♥ Krystal Jung

♥ Choi Minho

♥ Choi Changmin

♥ Sulli

♥ Taemin

New Cast : kamu akan temukan sendiri disini😀

Author : nDa Minstal SeoKyu

Part 2

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:. Akhirnya Krystal dan Minho meninggalkan kelasnya. Minho menatap Krystal dengan sangat kesal. “Jangan harap aku mau bekerjasama denganmu!” teriaknya tepat di depan muka Krystal.

“Aishhh,,emangnya aku sudi harus berkerjasama denganmu” jawab Krystal tak kalah sengit.

‘Aigooo..kenapa aku harus menjadi wakil ketua murid sih. Bisa-bisa aku setiap hari bekerjasama dengan dia terus’ gerutu Krystal dalam hati sambil menghentakkan kakinya.

Minho yang berada di sampingnya melihat tingkah laku Krystal dengan tatapan aneh. “Dasar childish!” ucapnya  dengan nada meremehkan.

“Mwo? Tadi kamu bilang apa? Aku childish?” ucap Krystal berteriak tepat di depan muka Minho.

Karena malas berdebat, Minho hanya diam dan berjalan meninggalkan Krystal seorang diri. “Ya, Choi Minho mau kemana kau? Gimana dengan struktur organisasinya?” ucap krystal masih dengan teriakannya.

Minho tetap tidak mempedulikan ocehan yeoja di belakangnya. Dia hanya melambaikan tangannya sambil terus menatap ke depan.

Hari ini untuk kedua kalinya, namja yang bernama Choi Minho itu membuatnya dongkol setengah mati. Akhirnya Krystal duduk di kursi kosong sebelah ruang kelasnya. Hari pertamanya di sekolah begitu membuatnya menderita. Baginya, ini hari terburuk yang pernah ada.

“Arghhh” aku berteriak sekerasnya, mungkin hal ini setidaknya bisa membuatnya agak tenang.

Tanpa disadari Krystal, seorang namja mendekati dirinya.

“Dar” ucap namja tersebut mengagetkannya.

“Changmin oppa?” teriakku kaget.

“Mianhae, aku mengagetkanmu ya!” ucap Changmin menyesal.

“Anio oppa, hanya saja aku…”Krystal menggantungkan kalimatnya.

“Kamu kenapa?” tanya Changmin penasaran.

“Ani..gwenchanayo oppa” ucapku diikuti gelengan kepala.

‘Aigooo..untung saja aku tidak jadi melanjutkan kata-kataku. Minho kan saengnya changmin Oppa. Pasti kalau aku ceritakan padanya, Changmin Oppa akan membela dongsaengnya itu!’ Krystal merutuk dalam hati.

Changmin memperhatikan yeoja di depannya itu. Nampaknya dia memang sedang ada masalah.

“Krys kalau kamu punya masalah lebih baik kamu ceritakan saja, jangan dipendam dalam hati. Itu gak baik lho!” Changmin memulai pembicaraan.

“Anio Oppa aku tidak ada masalah ko. Aku hanya sedang memikirkan ekskul apa yang akan aku ikuti di sekolah ini” jawabku ngasal.

“Oh, Oppa pikir kenapa. Hmm gimana kalo kamu ikut ekskul badminton ajah bareng Oppa”

“Badminton?”

“Ne!”

“Aku pikir-pikir dulu deh Oppa” ucapku sambil tersenyum. Aku melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 3 sore. “Omo ternyata waktu sudah sore Oppa, aku pulang duluan ya Oppa. Aku lupa ada janji dengan Sica Unnie!” ucapku sambil berlari menuju gerbang sekolah.

“Krys….” Changmin mencoba memanggilnya namun Krystal tetap berlari. Akhirnya Changmin mengalah untuk tidak memanggilnya lagi.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

“Changmin sedang apa kamu disini? Mana raket dan Kok yang aku suruh ambil?” tanya Donghae hyung sang ketua klub badminton.

Changmin menepuk jidatnya. “Omo aku lupa hyung. Tadi aku bertemu teman dan kita mengobrol sebentar. Baiklah akan aku ambilkan sekarang” ucap Changmin sambil beranjak menuju dorm ekskul badminton.

“Aishh, kau ini. Ya udah kita bareng aja kesana!”.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

“Arghhhhh,,benar-benar hari yang sangat menyebalkan. Bukannya bahagia ketemu temen-temen baru malah harus berurusan sama yeoja yang menyebalkan itu” Minho berkata sendiri sambil menendang kaleng kosong yang ada di depannya.

Minho menatap sekeliling. Takutnya ada orang yang kena timpukan kaleng kosong yang tadi ditendangnya. Untungnya saja saat itu jalan yang dilewati Minho memang sangat sepi. Dia merasa merinding dan dengan cepat berlari ke arah rumahnya.

“Eomma aku pulang!” teriak Minho ketika memasuki rumahnya.

Tiffany [Eommanya Minho] bingung melihat Minho pulang seorang diri. “Lho ko kamu pulang sendirian? Hyungmu mana?” tanya Eomma bingung.

Tanpa menjawab pertanyaan Eommanya itu. Minho mengangkat kedua bahunya sambil berlalu menuju kamar tercintanya yang berada di lantai 2.

“Brukk” Minho menghempaskan tubuhnya di kasurnya yang empuk. Karena kelelahan, beberapa menit kemudian dia memejamkan matanya dan terlelap.

:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:

“Ahjussi,,Stop disini saja!” ucap Krystal pada supir taksi. Dia mengeluarkan uang yang sesuai dengan argo taksinya itu dan memberikannya pada pak supir. “Ahjussi ini,,kembaliannya untukmu saja” ucap Krystal sambil tersenyum dan langsung berlari memasuki mall yang berada di depannya.

“Aisshhhh,,otokhae,,aku sudah sangat terlambat. Unnie pasti akan marah-marah lagi!!” ucap Krystal sambil berlari dan melihat terus jam tangannya. Hari ini dia ada janji bertemu dengan Sica Unnie untuk membeli kado yang akan diberikan kepada Eomma. Tepatnya besok Eomma berulangtahun.

Krystal celingukan mencari sosok Jessica Unnie. Tak berapa lama kemudian, ia melihat sosok kakaknya itu sedang berdiri menyandar di tembok putih. Krystal berlari mendekatinya. Dia sudah pasrah kalau-kalau Unnienya akan memarahinya habis-habisan. Apalagi dia sudah telat 1 jam dari waktu yang dijanjikan. “Unnie,,hosh..hosh..jeongmal mianhae” ucapnya kelelahan.

“Aishhh,,kenapa kau lari-lari seperti itu. Lihat sekarang kamu kelelahan bukan?” tanya Unnie pada Krystal sambil menyodorkan sebuah botol air mineral padanya. Ini kebiasaan Sica Unnie, dia selalu membawa air mineral kemanapun dia pergi. Katanya sih biar gak dehidrasi.

“Kajja” ajak Sica Unnie sambil menarik tangan Krystal. Krystal hanya pasrah tangannya ditarik seperti itu. semoga dengan kepasrahannya, Sica Unnie hari ini tidak marah karna dirinya telat.

Kami memasuki sebuah toko yang bernuansa pink, di dalamnya banyak gaun dan acesoris untuk perempuan. Kami berdua memilih-milih kado mana yang cocok untuk Sooyong Eomma. “Unnie,,bagaimana kalau kita memberi Eomma dress ini?” tanya Krystal sambil memperlihatkan dress berwarna pink dengan bolero putih di atasnya.

“Ehmm,,lumayan bagus. Tapi apa Eomma akan suka?” tanyanya sedikit bingung.

“Aku yakin ko Eomma suka. Eomma kan sangat mencintai warna pink, Unnie inget gak waktu kita kecil  baju kita kan semuanya warna pink?” ucap Krystal sambil bernostalgia semasa kecilnya.

Jessica pun tertawa mengingat kejadian masa kecilnya bersama dengan Krystal. Dia masih ingat ketika Eomma mereka selalu membelikan baju yang berwarna pink. Bahkan mereka mengira Cuma ada satu warna di dunia ini untuk seorang yeoja yaitu pink. Dan parahnya, mereka pikir warna biru, ungu, kuning dsb itu emang warna pink juga. Tapi untunglah waktu mereka menginjak bangku sekolah, mereka langsung bisa memebedakan mana warna pink, biru dan teman-temannya itu.

“Mianhae Noona, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang yeoja pada kami, nampaknya dia seorang pelayan disini.

Aku dan Sica Unnie saling pandang. Nampaknya mereka terganggu karena kita terlalu ribut. Akhirnya kami pun memutuskan untuk membelikan gaun pink ini untuk Eomma. “Ne, aku mau gaun ini satu ya!” ucap Sica Unnie pada pelayan yeoja itu.

Kami pun beranjak menuju Kassa untuk membayar gaun yang dibeli.

“Unnie, aku lapar nih. Cari makan yuk?” ajak Krystal sambil memegang perutnya.

“Sama Unnie juga belum makan. Kajja!”

Kami pun duduk di sebuah restoran cepat saji yang sepi pengunjung. “Krys, kau ingin pesan apa? Biar aku yang pesan” tanya Sica Unnie yang membutaku bengong.

“Tumben sekali dia yang pesan, biasanya dia selalu menyuruhku untuk memesan. Ada apa dengannya hari ini” ucapku dalam hati.

“Krystallll,,kamu ko malah bengong sih! Jadi mau makan gak?” teriaknya kesal.

“Hehehe iya Un, aku pesan samain kaya Unnie aja deh” ucap Krystal pada akhirnya.

Jessica pun beranjak untuk memesan makanan. Dan tak lama kemudian, dia kembali ke meja dengan emmbawa sebuah nampan yang berisi 2 nasi, 2 ayam dan 2 minuman soda, ditambah 2 eskrim.

“Krys, bagaimana hari pertamamu di sekolah?” tanya Sica Unnie di sela-sela kami makan yang langsung membuat mood Krystal berubah menjadi buruk.

“Ah,,Unnie aku bete banget hari ini”

“Lho, kenapa? Kamu tidak punya teman?” tanya Jessica bingung. Setaunya, Krystal itu pandai bergaul. Sangat tidak mungkin kalau dia tidak punya teman di sekolahnya.

Krystal menggelengkan kepalanya. “Ani,,anioo Unnie,,bukan gara-gara itu. Hari ini aku beremu dengan namja yang sangatttttttttttttttt menyebalkan. Lihat nih Un, lututku luka gara-gara namja itu” ucap Krystal sambil menunjuk perban di lututnya.

Jessica menatap luka dongsaengnya itu. “Emang apa yang dilakukan namja itu?” tanya Jessica penasaran.

Krystal menceritakan semua kejadiannya hari ini mulai dari dia bertabrakan dengan Minho sampai dia dijadikan partner di kelasnya. “Arghhhhh Aku benci diaaaaaaaaaaa” teriak Krystal di akhir ceritanya. “Aku menyesal tidak menuruti kata Eomma untuk bersekolah denganmu”

Jessica Unnie hanya tersenyum melihatku sperti itu. “Krystal, krystal hati-hati lho jangan kelewat benci sama orang apalagi sama namja”

“Wae? Emangnya kenapa?” tanya Krystal polos

“Haha,,kamu nih masa gitu aja gak tau. Kepanjangan dari BENCI itu kan BENar-benar CINta”

“Aishhh..Unnie!!! That`s Imposible…mana mau aku sama namja gak bertanggungjawab itu!!”

“Eh Who Knows??Lagian di dunia ini tuh “NOTHING IS IMPOSSIBLE!!!” ucapnya sambil menyuapkan sesendok eskrim ke mulutnya.

“Unnie bisa pegang ko ucapanku. Aku yakin aku tidak mungkin menyukainya, lagian sudah ada orang yang aku suka. Dan itu bukan dia!”

“Jeongmal? Nuguya? Apa Unnie kenal?” tanyanya penasaran.

“Belum saatnya Un aku menceritakan padamu. Tunggu tanggal mainnya” ucap Krystal yang semakin membuat Unnienya itu penasaran.

“Aishhh,,araso araso. Oh ya sekarang gantian dong Unnie juga pengen cerita nih” ucapnya manja.

“Ne,,ceritalah!!”

“Huaaa hari ini Unnie sangat senangggggggggg sekaliiiiiiiiiiii”

“Waeyo Un? Unnie menang undian 1 M yah..Daebakk,,,!! Aku bisa minta dibeliin baju baru dong nih!” ucap Krystal dengan mata berbinar.

“Aishhh kau ini pikirannya belanja mulu. Bukan, bukan karna itu. tapi hari ini Unnie resmi punya pacar” ucap Sica Unnie sambil memperlihatkan sebuah cincin berinisial D di jari manisnya. Sudah kebiasaan Sica Unnie, kalo pacaran pasti harus memakai cincin berinisial nama namjachingunya.

“Wah namja mana nih Un yang bisa memenangkan hatimu. Apa dia satu sekolah denganmu? Sial sekali namja itu mendapatkan Unnie yang cerewet” ucap Krystal sambil tertawa.

“Aishh,, kau ini seenaknya saja bicara pada Unniemu. Awas ya kalau kau meminta bantuanku, aku tidak akan membantumu!” ancam Jessica pada Krystal.

“Andwae Unnie,,jeongmal mianhae..hehehe. Emang dia anak mana Un? Aku kenal gak?” tanya Krystal mengalihkan pembicaraan.

“Hmm, kamu gak kenal. Soalnya Unnie juga belum pernah publish dia kemanapun”

“Publish? Kaya artis aja. Hehe. Siapa sih Un. Aku penasaran. Cepet dong cerita!!” paksa Krystal sambil menggoyangkan lengan Jessica.

“Namanya Donghae, dia satu sekolah denganmu. Sekarang dia di tingkat akhir”

“Mwo? Ko bisa? Aku pikir dia satu sekolah denganmu” teriak Krystal tak percaya.

“Bisa dong. Apa sih yang Unniemu gak bisa?” ucap Jessica sambil menepuk-nepuk dadanya.

:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:

“Minho ya,,nado saranghae!”

Minho terbangun dari tidurnya, dia mengusap-ngusap kepalanya dan tersenyum-senyum sendiri. “Aishhh,,kenapa aku mimpi seperti ini. Tapi siapa yeoja itu? Apakah mimpi ini menandakan bahwa sebentar lagi aku akan punya yeojachingu” Minho masih memikirkan mimpinya itu.

Lamunan Minho buyar ketika Tiffany Eomma memasuki kamar Minho tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.

“ceklek” pintu kamar Minho terbuka dan Eomma masuk ke dalam kamarnya dengan spatula di tangannya.

“Ya, Choi Minho kenapa kau belum ganti baju?” teriak Eomma sambil mengacung-ngacungkan spatula di depan muka Minho.

“Aishhh,,Eomma kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu. Bagaimana kalau aku sedang berganti pakaian”

Tiffany Eomma tidak mempedulikan jawaban Minho. “Minho ya, cepat ganti baju dan tolong antarkan dokumen yang tertinggal di kamar Hyungmu ke kantor Appa” suruh Eomma pada Minho.

“Lho, ko dokumennya Appa ada di kamar Changmin hyung?” tanya Minho bingung.

“Ahh ceritanya panjang. Sudah cepat jangan banyak tanya. Sana pergi, kasian Appamu menunggu terlalu lama” ucap Eomma sambil berlalu dari kamar Minho.

Setelah selesai mengganti pakaian, Minho langsung beranjak menuju kamar Changmin hyung. Seperti biasa, kamarnya Changmin Hyung tidak pernah dikunci bila sang pemilik sedang berada di luar rumah. Tidak seperti dirinya yang selalu mengunci kamarnya bila dia hendak pergi kemanapun. Baginya, kamarnya itu adalah hidupnya. Jadi, dia tidak ingin siapapun masuk ke kamarnya tanpa seijinnya.

“Ceklek” Minho membuka pintu kamar. Terllihat sebuah kamar yang tertata rapi dengan cat putih bercorak biru muda. Minho mencari dokumen yang dibutuhkan Appanya. Untungnya dokumen itu tidak sulit dicari. Dokumen itu berada di sebelah komputernya Changmin.

Ketika Minho mengambil dokumen milik Appanya, tanpa sengaja sebuah figura foto tersenggol dan jatuh. Minho memungutnya tanpa memperhatikan foto siapa yang ada di dalam figura itu. Awalnya Minho hanya menyimpannya asal, namun dia urung berbuat seperti itu dan akhirnya dia membenarkan posisi figura itu seperti sedia kala. Minho terlihat kaget ketika mengetahui foto siapa yang berada di dalam figura itu. Foto seorang yeoja yang mukanya sangat familiar dengannya. “Wae? Kenapa ada foto yeoja menyebalkan itu di kamar Changmin hyung” Minho bertanya pada dirinya sendiri.

“Eomma aku pulang…” teriak seorang namja dari ruangan bawah yang tak lain dan tak bukan dia adalah Changmin.

~ TBC ~

:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:

Question Note:

Siapa ya foto yeoja yang ada di kamar Changmin….

Buat yang penasaran tunggu lanjutannya di part 3 hehe

Jeongmal mianhae yah kalo tambah Geje,,hehe. Aslinya aku udah bikin part 2, tp gatau tiba2 tuh FF ilang gatau kemana. Jadi pas mikir lagi ceritanya udah bingung.hehe. Semoga masih ada yg mau membaca dan mengetahui lanjutannya.😀

Buat yg penasaran sama lanjutannya. Jangan lupa comment yah!!

Don`t Be Silent Readers OK!!😀

[Comment yang banyak bisa bikin aku semangat dan mempercepat lanjutannya! :D]


12 thoughts on “Please Believe Me 2

  1. hahh dikit bget sih yg kmmen, part1 udh qu lupa tp pass bc nih, qu udh ingat… next part yah thor.. ttp smngat…:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s