Shinee Love Story II (end)


Annyeong,,,

Gag banyak pembukaan, Cuma mau bilang happy reading.

Jangan lupa komen yah, makasih juga buat komen di part sebelumnya.. ^^

*       CHAST      :

Ø       Lee Taemin aka Taeyeon

Ø       Kim Jonghyun aka  LeeJonghyun (kakak Taeyeon)

Ø       Choi Minho aka Minho

Ø       Onew aka Lee Jin Ki (Ayah Taeyeon dan Jonghyun)

Ø       Kim Ki Bum aka Kim Gwibuny (Ibu Taeyeon dan Jonghyun)

Ø       Luna

Ø       Kyuhyun

*       AUTHOR   : Jejem a.k.a choi je bin

*       GENRE      : Romantic, Family

“Min Ho-a..? jadi kau yag semenjak tadi mematung disana ?. Tapi kenapa kau tak menyapaku ? Aaaaa,,,, apakah kau masih kesal karena aku panggil Alien ? Aisssh,, tapi bukankah kau juga melakukan hal yang sama padaku ?”

“Wee.. bisakah kau tidak menyambutku dengan pertanyaan beruntunmu ? Aigoo… Tentu sajak tidak , Aku hanya senang melihatmu tampak diam”  Jawaban Min Ho membuatku salah tingkah.

“Mwo ? apa maksudmu ?”

“Ne kau tampak manis sewaktu tadi kau diam.  Dan aku suka melihatnya” Ucapan Min Ho semakin membuatku memerah.

“Aigooo, sudahlah kau membuatku malu” jawabku polos.

“Hahaha… tampaknya hujan sudah mulai reda” kata Min Ho menengok  ke atas.

“mari kuantar pulang” lanjutnya lagi, kemudian menyeret lenganku.. Aku terdiam karena bingung. “ Sudahlah, tidak baik gadis pulang sendiri malam-malam begini” ia meakinkanku. Akhirnya aku menurut saja pada Min Ho si Alien itu.

Di sepanjanng jalan kami hanya sesekali berbicara, entah mengapa rasanya aneh sekali, mungkin karena udara yang dingin seusai hujan disertai jalanan yang cukup sepi. Hingga tiba-tiba langkahku terhenti ketika ia menaruh, tepatnya memakaikan sesuatu di kepalaku.

“Pakai ini, biar kau tidak sakit terkena tetesan air hujan” katanya memakaikanku syal yang dipakainya tadi.

“Tapi kau ???”

“Tenang saja aku tidak apa-apa ” ia meyakinkanku.sambil tersenyum *flaming charisma again.

“Gomawo,,” ucapku.

“Cheonmaneyo…kaja !” balasnya, dengan tetap menggenggam tanganku seperti tadi, namun kali ini lebih erat dan,,,,,,, hangat.

Tak terasa sudah sampai rumah.

“Sudah sampai, gomawo sudah mengantarku..”

“Ne, cheonmaneyo, senang bida bertemu denganmu malam ini” Jawab Min Ho sambil tersenyum *lagi-lagi flaming charisma..aigooo.. G U B R A K,,,,!!

 

Tapi, suasana tiba-tiba seoah menjadi dingin lagi ketika Min Ho tiba-tiba merunduk dan mendekatkan wajahnya kearah wajahku. Aku hanya mematung dengan mata tak berkedip kearah tatapan tajam Min Ho.

Jantungku mempercepa iramanya, darahku juga seakan tak mau kalah, berlomba-lomba mengalir lebih kencang. Seiring dengan keringatku yang sepertinya izin keluar, ketika wajah Min Ho semakin dekat,,,dekat kepipiku.. kemudian…

“Kau tak akan membawa syalku masuk bukan ?” bisik Min Ho, kemudian mengambilnya dari kepalaku.

“Aaa…aaa… tentu saja tidak” jawabku gugup.

“Arraseo, aku pamit…. “ kemudian ia melanjutkan

“Kau  tau, kau manis sekali hari ini. Dan aku merasa beruntung telah melihatmu seperti ini. Annyeong” katanya sambil berjalan mundur, kemudian berbalik melambaikan tangan. Dan pergi ditemani cahaya malam.

“Annyeong ” Balasku pelan.

Author POV….

Saat makkan malam,,,

“Lain kali biar oppa-mu yang menjemputmu” kata Tn. Lee Jin Ki

“Ne, tidak baik kau pulang sendiri malam-malam” Eomma menambahkan.

“Arraseo, lain kali tidak akan terulang lagi. Biar lain kali Jonghyun oppa yang menjemputku”

“Tapi  sepertinya Taeyeon tidak butuh dijemput. Dia sudah punya orang yang mengantarnya” ucap Jonghyun, dengan tetap berkonsentrasi pada makan malamnya.

“Mwo ? Jinja ? Aigooo… anak eomma sekarang sudah besar. Apa dia pacarmu ? ” tanya Ny. Gwibunyi bersengat, dengan menaikkan alis mata kerah Taeyeon.

“Any,,any,, Aissshhh,, dia hanya temanku dan kebetulan bertemu”

“Aku sudah selesai, aku tidur duluan Annyeonghi jumuseo” Jonghyun pun berlalu menuju kamarnya.

“Aigoo.. Honey ada apa dengan anakmu ? tumben sekali dia tidur secepat ini” Tanya Tn. Lee Jin Ki keheranan, dengan mata tertuju kearah jarum jam yang menunjukkan pukul 8 malam.

“Aku juga tidak tahu. Taeyeon, apa oppa mu ada masalah ? “  tanya Ny. Gwibuny kemudian.

“Aku juga heran melihat oppa seperti itu” jawab Taeyeon  kebingungan melihat oppanya.

***

Tok,,tok,,,tokk,, “Oppa, apakah kau sudah tidur ? apa aku boleh masuk” Tanya Taeyeon dari luar kamar Jonghyun.

“Ne, masuklah…” jawab Jonghyun dari dalam kamar.

Taeyeon kemudian membuka pintu, dan duduk didekat oppanya.

“Oppa, apa Oppa ada masalah ? Kalau ada ceritalah padaku” Tanya Taeyeon, menatap oppa-nya penuh kekhawatiran. Namun Jonghyun menggeleng dan tersenyum.

“Any,,? Animyeon oppa marah padaku ?”

Jonghyun hanya terdiam dan tetap memandang Taeyeon penuh arti, kemudian….

“Saranghae  Taeyeon,, saranghae,,, aku sangat menyayangimu” kata Jonghyun sambil memeluk Taeyeon erat. Taeyeon yang kaget hanya mematung tak membalas pelukan itu beberapa saat. Namun kemudian dikalungkannya kedua tangannya di tubuh Jonghyun, dan menggantungkan dagunya di pundak Jonghyun, ditepuknya pundak itu dengan wajah diliputi tanda tanya.

“Ne, oppa aku juga mencintaimu, dan sangat menyayangimu. Kau adalah oppa yang paling baik, aku berutung mempunyai oppa sepertimu” mendengar jawaban  Taeyeon, Jonghyun perlahan melepaskan pelukannya dari badan mungil Taeyeon.

“Oppa yang paling baik ?” Tanya Jong hyun dengan wajah agak masam.

“Ne, walaupun kau sering menjahiliku, tapi aku sangaaaat menyayangimu. Sangat” jawab Taeyeon bersemangat.

“Hmmmmmmm….. Oppa yang baik ?” Kata Jong Hyun mengulang perkataan Taeyeon, setelah terdiam beberapa saat, dan menarik nafas panjang, ia pun melanjutkan  “Arraseo, aku akan tetap menjadi seperti itu. Mianhae telah membuatmu kawatir. Sekarang kembalilah kekamarmu Jamur.” kata Jong Hyun, kemudian mengacak-acak rambut adiknya.

Taeyeon kemudian kembali kekamarnya. Meninggalkan Jong Hyun kembali dalam lamunannya.

Flash Back…

Jong Hyun POV.

Jam dinding menunjukkan hampir pukul 8 malam tapi Tayeon belum juga pulang.

“’Eomma, sebaiknya aku jemput saja Taeyeon” kataku lalu mengambil mantel dan payung. Kemudian keluar. Namun setelah aku menutup pintu dan membalikkan badannku dua sosok orang telah  berdiri di dalam gelapnya malam di depan gerbang rumahku. Setelah kuperhatikan dia adalah Taeyeon, bersama seorang pria yang tak kutahu siapa.

Ketika aku ingin memanggilnya. Ucapanku terhenti ketika pria itu membungkukkan badannya, dan mendekatkan wajahnya kearah wajah Taeyeon. Seketika mataku terasa memanas. “Jong Hyun apa yang kau pikirkan, berhentilah seperti ini” kataku mengutuk diriku sendiri.. Kemudian masuk lagi kedalam rumah.

“Jonghyun.. kenapa kau kembali ? apa kau tidak jadi menjemput adikmu ?” Tanya eomma heran. Namun tak kujawab. Aku hanya berkonsentrasi untuk terus berjalan  menuju kamarku tanpa berkata apapun. Kemudian masuk kedalam kamar, dan mengutuk diriku sendiri. Hingga eomma memanggilku untuk makan malam.

* * *

Taeyeon POV

“Taeyeon-a.. siapa yang akan jadi pasanganmu di party minggu depan ?” Luna menyambutku pagi itu dikelas dengan pertanyaan yang tak kumengerti.

“Mwo ? party? memangnya party apa ?”

“Aigoo.. kau tidak membaca di papan pengumuman ? minggu depan sekolah kita kan berulang tahun. Apa kau tidak mengingatnya sama sekali ?”

“Aigoo… aku lupa minggu depan sekolah kita ulang tahun. Aku juga tidak sempat melihat papan pengumuman” jawabku, dengan memukul keningku pelan.

“Aisshh,,kau ini. Lalu kau mau berpasangan dengan siapa ?” Luna  kembali menyodoriku pertanyaan yang  sama. Dan aku juga kembali bingung harus menjawab apa

“Aku juga tidak tahu. Mungkin seperti biasa”

“Mwo ? Aissss jangan bilang kau mau berpasangan dengan Jong Hyun oppa lagi ?” Luna menebak.

“Waeyo ? apa salah jika aku berpasangan dengan oppa  ku sendiri ?” protesku pada Luna.

“Mianhae bukan begitu. Tapi cobalah pikir. Tahun lalu kau juga datang dengan Jong Hyun oppa. Bukan hanya itu malam inagurasi juga. Ayolah Taeyeon, jangan terlalu lengket dengan oppa mu.Itu semakin membuat orang berfikir kalau kalian…”

“Brother complex ? kau mau bilang itu kan ? ” sambarku dengan wajah masam sebelum Luna melanjutkan perkataannya. Perkataan yang sering sering juga dilontarkan teman-teman yang lain menanggapi kedekatan overdois-ku dengan oppa-ku sendiri. Perkataan yang sering membuat telingaku terasa panas ketika mendengarnya. Memangnya apa yang salah dengan hal itu ? Dan memangnya apa yang salah dengan berpasangan dengan oppa ku sendiri ?.

“Mianhae Taeyeon… aku tau itu berlebihan tapi itu kenyataannya. Jong Hyun oppa terlalu mendominasimu ?” jawab Luna dengan wajah bersalah.

”Otthokaji ? ”

“Sebaiknya kau berpasangan dengan pria lain saja, agar orang-orang tidak terus-terusan mengecapmu seperti itu.”

“Yaa.. mudah berbicara seperti itu. Tapi dengan siapa ?lagi pula kalaupun ada, oppa tidak memiliki pasangan selain aku”

“Dasar babo, apa kau  tidak sadar banyak pria menyukaimu. Tapi mereka takut karena oppamu. Dan masalah Jong Hyun oppa, aku yakin hampir semua siswi disini ingin menjadi pasangannya. Coba saja kau fakir, Jong Hyun oppa itu vokalis band disekolah kita, dia juga cukup tampan. Kalupun tidak ada aku juga siap menampung oppa –mu. hehehehhee” jawab

“Arraseo,, kita lihat saja nanti.”

***

PLUK. . . segumpal kertas mendarat diatas mejaku ketika pelajaran sedang berlangsung dikelas. Tanpa pikir panjang langsung saja kubuka. Beberapa tulisan tersusun rapi diatasnya.

“maukah kau berpasangan denganku di party minggu depan ?

tulis jawabanmu dibaliknya. Min ho”.

Glek…  mwo ? apa-apa an ini ? segerah kualihkan sorot mataku kearah Min Ho yang rupanya semenjak tadi melihatku, dan tersenyum.  Tanpa membalas senyumnya. Aku langsung menuliskan jawabanku di kertas itu.

“Nanti kujawab sepulang sekolah.” kemudia kulempar kan kembali kertas itu kepemiliknya. Tanpa menengok sedikitpun kearahnya.

“Aigoo… ottokhae ? otthokaji ?  apa sebaiknya aku tanyakan saja pada oppa ? tapi kalau dia tidak mau bagaimana ?” beberapa pertanyaan itu mengelayut dipikirankku  hingga bel tanda istirahat pun berbunyi.

Saat istirahat kuceritakan semuanya pada Luna. Luna terlihat sangat antusias ketika aku menceritakan kejadian itu. Namun keningnya pun berkerut ketika aku menceritakan kekhawatiranku akan Jong Hyun oppa.

“Hmmmmm sebaiknya kau bilang saja pada oppa-mu sepulang sekolah agar kau juga bisa langsung memberi jawaban pada Min Ho. Kau tidak boleh membuat pria setampan dia menunggu, kalau kau tidak ingin dia berpasangan dengan wanita lain yang sejak tadi mengantre“ katanya kemudian menjuruskan pandangan kerarah segerombolan siswi yang tengah mengerumuni sesuatu. Oh any mereka mengerumuni seseorang.

“Aigoo ,,,itu Min Ho ? lalu kenapa mereka mengerumuninya ?” tanyaku kaget melihat kejadian itu.

“Tentu saja mengajak Min Ho menjadi pasangannya. Lagi pula ini adalah kesempatan baik agar orang-orang tak menganggap kalian brother complex”

“Arraseo.. aku akan menjelaskkannya pada Jong Hyun oppa nanti sepulang sekolah”

“Hwaiting !!!!” teriak Luna menyemangatiku. Kami berdua pun tertawa lepas.

***

Sepulang sekolah…. Di halaman sekolah…

“Oppa aku ingin bicara sesuatu padamu. Boleh ?” tanyaku ragu pada Jong Hyun oppa yang tengah asik dengan PSP-nya.

“Ne,,katakan saja” jawabnya dengan mata masih focus kearah layar PSP.

“Mmmmm,,,,,,ini,,,,ee..eee…ee,,itu. Itu mengenai..” aku seperti kehabisan kata-kata untuk menjelaskan pada oppa. Dan hal itu membuat Jong Hyun oppa sedikit kesal.

“AIssshhh,,kenapa kau ini jamur ? sudah katakan saja..” jawab Jong Hyun oppa kemudian kembali berkonsentrasi ke PSP –nya.

“Mmmm ini mengenai party itu. Aku….”belum sempat aku melanjutkan Jong Hyun oppa langsung menanggapiku dengan raut wajah berbinar dan seketika itu juga ia mengalihkan pandangannya dari PSP yang semenjak tadi menghipnotisnya menuju kearahku.

“Aaahh,, aku baru ingat. Untung kau mengatakannya. Tenang saja aku akan menjadi  pasanganmu, jadi kau tidak perlu kawatir“

“Any.. maksudku……” kembali pembicaraan ku terhernti ketika seorang mengucapkan salam dari arah belakang.

“Annyeong haseo” Seketika itu juga kami berbalik. Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat bahwa orang itu adalah Min Ho. Sepertinya ia akan menagih jawabannku. “Aigoo.. apa yang kau lakukan disini ? ” ucapku dalam hati.

“Chogiyo hyung, aku temannya Taeyeon, aku ada keperluan dengannya. Apa kah boleh ?” Tanya Min Ho sopan.

“Oh,, ne.. katakan saja disini” jawab oppa datar dengan memperhatikan Min Ho dari ujung kaki hingga ujung teratas helai rambutnya.

“Gomawo… Taeyeon-a, ottokahe ? apa kau bersedia menjadi pasanganku minggu depan ?” mendengar pertanyaan Min Ho itu Jong Hyun oppa langsung menatapku tajam. Itu membuatku semakin tak karuan.

“aa,,,,hhmmmm itu, aku kabari nanti saja. Nanti aku akan menghubungimu. Mianhae” kataku pada Min Ho sambil menggaruk kepala yang tiba-tiba terasa gatal.

“Oh,,ne,,, kabari aku secepatnya. Jangn biarkan aku terlalu lama menunggu. Arraseo aku pamit dulu. Annyeong haseo” ucapnya kemudian pergi.

“Ne, annyeong haseo.” Jawabku. Tapi tidak dengan Jong Hyun oppa.. dia terlihat kecewa saat menatapku. Hal itu membuatku merasa bersalah.

Masalah ini pun berlanjut sampai rumah…

“oppa, mianhae. Tadi aku akan menjelaskannya tapi kau keburu manyelaku. Ayo lah oppa mianhae. Sampai kapan oppa akan terus mendiamiku ?” rengekku pada oppa.

“ Arraseo,, tapi kau tetap tidak boleh berpasangan dengannya”

“Mwo ? wae ? Kalau alasannya karena oppa tidak mempunyai pasangan, aku bisa mencarikannya untuk oppa ” protesku pada oppa dengan raut wajah kecewa.

“Aisshhh,,, Kau ini adikku, sudah seharusnya aku menjagamu ?” Oppa tetap bersikukuh.

“sudah lah biarkan saja. Jangan keterlaluan menjaganya, adikmu sudah besar. Lagi pula kau ada disana kan ?” eomma yang semenjak tadi diam melihatku merajuk akhirnya angkat bicara. Tentu saja itu membawa angina segar untukku. “Lee Jong Hyun –ssi..” lanjut eomma lagi kemudian duduk berhadapan dengan oppa, ia memperhatikan setiap detail wajah Jong Hyun oppa dengan tangan menopang dagu. Hal itu membuat oppa terganggu. Dan aku juga menjadi bingung karenaya

“Yaaa…eomma, kenapa kau memandangiku seperti itu ?” protes oppa.

“Jong Hyun-ssi  apakah kau segitu tidak lakunya ?. apa tak ada satupun wanita yang mau berpasangan dengan mu, sehinngga kau menjadikan adikmu korban ?” pertanyaan eomma membuatku harus rela menahan tawa. Dan Jong Hyun oppa tentu saja tersinggung mendenganya.

“Mwo ? apa maksud eomma ? apa eomma meremehkanku ? ”

“Mianhae… habisnya eomma tidak pernah medengarmu memiliki seorang yoja chingu.”

“itu…itu… Aissshh.. kalian ini. Arraseo !! kau boleh berpasangan dengan anak laki-laki itu ” Jawab Jong Hyun oppa kemudian masuk kekamarnya.

“Jinja ? gomawo opaku sayaaaaang” teriakku pada oppa kegirangan.

* * *

Author POV

Seminggu kemudian…

“Taeyeon,,, palli !! Min Ho sudah menunggumu !!!!” paggil Ny. Gwibuny dari luar pintu kamar Taeyeon.

“Ne eomma ” balas Taeyeon. Ia kemudian berdiri dari meja riasnya sesekali merapikan letak jepitannya dan sedikit memutar menghadap kaca, memastikan ia tampil cantik malam ini dengan dress pinknya. Sesegera mungkin ia menuju ruang tamu disana sudah ada Min Ho  tengah mengobrol hangat dengan oppa dan eommanya. Min Ho tampak tampan dengan stelan jas hitam dan jeansnya. Lengkap dengan senyum khasnya. *reader bayangin sendiri ja yah..

Setelah berpamitan mereka pun menaiki Hyundai hitam milik Min Ho yang semenjak tadi kedinginan diluar.

“Aigoo.. anak kita sekarang sudah besar. Dia sangat beruntung bisa berpasangan dengan anak setampan itu” ucap Ny. Gwibuny berbinar dengan kedua tangan menggantung di pipi melepas kepergian anaknya bersama Min Ho di depan gerbang.

“Aku juga beruntung bisa mendapatkan istri sepertimu ?” goda Tn. Jin Ki.

“Aigoo,, kenapa kau ini ?  sudahlah aku mau masuk dulu” protes Ny. Gwibuny kemudian masuk kedalam rumah.

“Kau memang tidak romantis” gerutu Tn Jin Ki.

Di sekolah. . . .

Sekolah tampak ramai malam itu. Lampu-lampu berjejer rapi tampak indah dengan gemerlapnya. Langit juga seolah menikmati malam itu, terlihat dari rona wajahnya yang ditaburi bintang. Suara deru musik terdengar hingga halaman sekolah.

Taeyeon dan Min Ho turun dari mobil, mereka kemudian menuju auditorium tempat berlangsungnya acara. Disana sudah banyak siswa-siswi yang datang. Termasuk Jong Hyun ia sudah lebih  dahulu berada disana.

Namun baru beberapa langkah bejalan Min Ho menghentikan langkahnya diikuti oleh Taeyeon yang berjalan dibelakangnya. Min Ho kemudian membalikkan badannya menghadap Taeyeon.

“Yaaaa Taeyeon-ssi, apakah begini cara pasangan memasuki pesta ?” Tanya Min Ho.

“Otthokaji ?” Tanya Tayeon balik.

“Ayo gandeng tanganku” jawab Min Ho dengan tangan membentuk sudut 60 derjat.

Taeyeon kemudian dengan canggung menyambut lengan Min Ho.

Ia merasa aneh, sangat berbeda ketika ia melakukan hal yang sama dengan oppa-ya. Persaan aneh itu juga yang ia rasakan ketika di perjalanan bersama Min Ho. Hal itu yang membuatnya memutuskan untuk tetap diam selama perjalanan, sbelum akhirnya beberapa kali Min Ho melontar kan beberapa pertanyaan padanya, yang membuat suasana di mobil itu sedikit lebih hidup.

Hampir semua pandangan tertuju pada mereka ketika memasuki ruangan auditorium. Termasuk Jong Hyun. Dan Taeyeon hanya menunduk malu, pipinya yang putih seketika merona.

Beberapa menit kemudian acara pun dimulai. Setelah beberapa rangkaian acara formal selesai. Acara yang paling ditunggu siswa pun datang. Apa lagi kalau bukan pesta dansa.

Masing –masing pasangan kemudian berdiri di posisi masing masing tak terkecuali Min Ho dan Taeyeon.

Alunan musik dansa nan indah kemudian dimainkan. Menghipnotis setiap pasangan dansa hanyut dalam suaranya. Tapi tidak dengan Jong Hyun, konsentrasinya hanya tertuju pada Taeyeon, ia terus mengawasi adiknya. Hal itu membuat Soeyeon,  pasangan dansanya menjadi kesal.

“Yaa,,, Jong Hyun oppa, ottokhae ? kenapa kau tampak tidak menikmati berdansa denganku? ”

“Any, mianhae… aku hanya tidak enak badan” dalih Jong Hyun, kemudian berusaha memfokuskan dirinya pada dansa. Walaupun sepertinya ia cukup kesulitan untuk itu.

Disisi lain Taeyeon dan Min Ho tampak menikmati kebersamaan mereka. Sesekali mereka tersenyum kecil.

“Taeyeon-a.. kau tahu kau cantik malam ini, aku sebenarnya ingiin mengatakan ini dari tadi, tapi aku menunggu saat yang tepat” bisik Min Ho di telinga Taeyeon. Tentu saja hal itu membuat Taeyeon semakin memerah.

“Gomawo…. Kau juga  tampan malam ini” balas Taeyeon menyanjung. *malam ini ? setiap hari kaleeee.

 

Musik pun berhenti. Setiap siswa sibuk dengan aktiitasnya masing-masing di pesta itu. Ada yang bercanda ada juga yang asyik mengobrol membentuk kelompok-kelompok kecil.

Dibagian lain ruangan itu. Taeyeon celingak –celinguk mencari seseorang.

“Aigoo.. kemana Luna ? apa dia sedang sangat asyik dengan pasangannya sehingga tidak menemuiku ?” gerutu Taeyeon.

“Kau sedang mencari apa ? apa ada barangmu yang hilang ?” tiba-tiba Min Ho datang sambil membawa soft drink untuknya.

“Eobseum, aku hanya sedang mencari Luna, tapi sepertinya dia sedang asyik dengan pasangannya.”

“Owh,,,hmmm bagaimana kalau kita keluar saja, menghirup udara segar” tawar Min Ho.

“Ne kaja !” jawab Taeyeon antusias.

Taeyeon dan Min Ho pun keluar dari Auditorium. Mereka menuju taman depan sekolah. Mereka kemudian duduk dibangku di bawah pohon menghadap kolam disana. Namun kecanggungan malah menghinggapi mereka, lagi. Taeyeon duduk gelisah. Memainkan ujung dress pinknya, mengggigit bibirnya yang merah. Begitu juga dengan Min Ho, ia tampak canggung, digaruknya lehernya yang tak gatal.

“Malam yang indah” ucap mereka serempak. Kemudian saling memandang satu sama lain, dan tertawa lepas. Suasana pun tak canggung lagi.

“Taeyeon-a.. kau lihat langit itu ? penuh dengan bintang” ucap Min Ho menghadap langit kemudian diikuti oleh Taeyeon.

“Ne sangat indah” jawab Taeyeon.

“Kau tahu, dulu aku merasa seperti langit pada musim hujan, kosong dan gelap.”

“Jinja ? tapi kenapa bisa seperti itu?” Taeyeon mengalihkan pandangannya pada Min Ho, karena kaget mendengarnya berkata seperti itu.

“Ne,,, dulu, ketika aku masih disekolah yang lama, aku pernah memiliki seseorang yang sangat berarti untukku”. Min Ho menjelaskan, dengan raut wajah sedikit murung dan terus menghadap langit, seakan apa yang ia jelaskan itu telah tergambar dilangit.  Hal itu membuat Taeyeon menjadi penasaran dengan apa yang terjadi pada diri Min Ho sebenarnya.

“Apa dia kekasihmu ?”

“Hampir,, dia hampir menjadi kekasihku”

“Mwo ?maksudmu ? Aaaaa..biar kutebak. Pasti dia menolakmu ? ” tebak Taeyeon.

“Dia bahkan belum sempat menolakku” Menengar jawaban Min Ho Taeyeon mengertkan keningnya. Menyadari hal itu Min Ho pun menceritakannya.

Flash back..

Min Ho POV

“Aku harus cepat ” gumamku, ketika melihat jam yang melingkar di tanganku menunjukkan angka 16:30. Sebisa mungkin aku melaju kencang, dengan Hyundai hitamku. Melewati jalan yang bersalju. Hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu.  Satu tahun aku mempersiapkan diri untuk hari ini. Untuk mengungkapkan perasaanku sebenarnya pada Hye Ran. Jadi aku tidak boleh gagal.

Pukul 16:20 ditaman. Tak terlihat ada Hye Ran disana. “Mungkin dia akan terlambat” bathinku.

Namun sudah dua pulum menit aku menunggu, ia tak datang juga. Padahal salju mulai memperbesar kuantitasnya. Mantel sepertinya tak mempan untuk memprotek-ku dari dinginnya cuaca. Akhirnya aku memutuskan untuk menelponnya. Namun belum sempat aku memencet tombol. Sebuah pesan singkat menghentikanku.

Aku hanya bisa tertunduk lesu membacanya. Aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini. Kecewa ? mungkin lebih dari itu. Mataku rasanya panas, kemudian mengeluarkan bulir-bulir bening hangatnya ditengah dinginnya salju.

Sejak saat itu hidupku seperti kehilangan separuh oksigen.  Ya sejak kepergian Hye Ran. Ia meninggal karena kecelakaan ketika hendak menuju taman tempat kami janjian.

Sekolah, semakin mengingatkanku akan dirinya. Tentu hal itu semakin menyiksaku. Berbulan-bulan setelah kepergiannya membuatku harus hidup dalam bayangan bersalah. Dan kehilangan,,,, .

Akhirnya eomma memutuskan untuk memindahkan ku kesekolah lain.

Author POV.

Taeyeon tertegun mendengar cerita Min Ho. Ia tak menyangka pria jahil yang diuduk didekatnya kini pernah mengalami hal extreme seperti itu.

Min Ho kemudian mengalihkan pandanannya kearah wajah Taeyeon.

“Taeyeon-a, gomawo” ucap Min Ho lirih.

“Mwo ?gomawo untuk apa ?”

“Ne,, gomawo karena kau telah menjadi bintangku lagi, menghiasi langitku yang dulu gelap”. Deg.. mendengar hal itu Taeyeon tertegun dalam posisinya. Perasaan anehnya pada Min Ho itu semakin kuat dan menjadi-jadi. Perasaan yang lebih aneh dengan perasaan yang ia rasakan ketika Min Ho mengantarnya pulang. Kemudian …….

“Taeyeon-a” ucap Min Ho lagi.

“Ne,,,,”

Tiba-tiba Min Ho menarik tubuh Taeyeon, menaruhnya didalam pelukannya yang hangat dan erat, membuat perasaan Taeyeon semakin tak karuan. Tangannya berkeringat. Dengan mata yang masih tak berkedip. Namun seketika hal itu berakhir, ketika….

“Apa yang kau lakukan pada adikku ??” seketika itu tinju Jong Hyun mendarat kewajah Min Ho. Hal itu membuat Taeyeon kaget. Dan berusaha menghalangi ketika Jong Hyun hendak menghajar Min Ho untuk kedua kalinya. Namun Jong Hyun tetap tak bisa menahan diri, ia terlalu marah ketika melihat hal itu.

Min Ho masih tekulai di tanah, dengan tangan memegan ujung bibirnya yang berdarah.

“Yaaa…oppa !!! apa yang kau lakukan ?? kenapa kau seperti ini ? ” bentak Taeyeon. Namun Jong Hyun tak menjawab,ia kemudian menyeret  lengan adiknya meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Min Ho, yang masih terduduk ditanah.

Sepanjang jalan, Taeyeon berusaha melepaskan diri dari cengkraman kuat Jong Hyun. Ia tak mengerti ada apa dengan oppanya.

“Oppa …!! Lepaskan aku. Yaa,,,, Jong Hyun oppa !!! ” brontak Taeyeon, namun Jong Hyun tak menggubrisnya,ia tetap focus menghadap depan dengan pandangan tajam. Pandangan kemarahan.

“Oppa.. sebenar nya kau kenapa ? kenapa kau memukulnya ?  kenpa kau melakukan ini padaku ?kau sungguh keterlaluan” teriakan Taeyeon akhirnya menghentikan langkah Jong Hyun.

“Keterlaluan kau bilang? Dia yang telah keterlaluan karena berani memelukmu. Aaaa kau suka padanya ?” bentak Jong Hyun melotot.

“Ne aku memang menyukainya. Waeyo ? apa ada yang salah dengan menyukai seseorang ? oppa, aku sudah besar. Aku berhak untuk menyukai dan disukai siapapun.” Protes Taeyeon, dengan mata mulai berlinang.

“Any, tidak boleh. Karena hanya aku yang boleh memiliki mu. Kau dengar itu !!!!???” Teriak Jong Hyun dengan menggetarkan tubuh Taeyeon yang dicengkramnya.

Taeyeon tertegun mendengar ucapan oppanya ia benar benar tidak mengerti apa yang dikatakan oppanya itu. Apa mungkin yang dikatakan orang-orang tentang oppa nya adalah benar.

“Mwo ?? apa maksud oppa”

“Ne,, neol saranghae Taeyeon-a… saranghae” ucap Jong Hyun kemudian memeluk adiknya. Kini ia telah meluapkan apa yang selama ini ia takuti, ia meluapkan segala perasaan yang membuatnya bingung ya, itulah kenyataanya. Ia mencintai Taeyeon.

Dilepaskannya pelukan Jong Hyun. Kemudian tangannya mendarat di pipi Jong Hyun.

“Oppa sadarlah !, kita saudara kandung. Perasaan oppa adalah salah” ucap Taeyeon kemudian pergi, dengan air mata deras mengalir di pipinya. Namun langkanhnya terhenti ketika..

“Kau bukan adik kandungku Lee Taeyeon. Jadi apa salah aku mencintaimu?” Teriak Jong Hyun kemudian.

“Mwo“ Taeyeon berbalik. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan oppanya malam ini. Baginya ini seperti mimpi buruk. Ini seperti terbang keluar angkasa lalu terlempar kembali kebumi.

***

Dirumah. . . .

“Jadi kau sudah tahu segalanya Taeyeon-a.” Kata eomma mereka dengan wajah sedih menahan air mata, setelah mendengar segala yang telah terjadi antara Taeyeon dan Jong Hyun.   Di bagian sofa yang lain Appa mereka tertunduk lesu.  Tak tahu harus berkata apa. Mereka kini harus menerima kenyataan bahwa rahasia besar yang telah mereka simpan belasan tahun, terbongkar dengan jalan yang tak mereka duga.

“Eomma,, appa. tolong ceritakan padaku tentang asal-usulku.” Paksa Taeyeon dengan air mata masih deras mengalir dipipinya.

“Arraseo.. ” Jawab Ny . Gwibuny lirih.….

Flash Back…..

Gwibuny POV.

Hari itu, 18 Juli 1993. . .

Hujan tengah menglir dengan derasnya ketika aku terbangun oleh suara tangisan Jong Hyun yang waktu itu berumur satu tahun.

Setelah menidurkan dan memberinya ASI akupun berniat menuju dapur. Namun lagi-lagi suara tangisan bayi menghentikanku. Kulihat Jong Hyun dikamarnya, ia tmpak pulas.

Dengan perasaan takut, aku menyusuri dari mana suara itu berasal. Suara tangis itu pun semakin keras ketika aku berdiri didepan pintu. Kuberanikan membuka pintu. Dan betapa terkejutnya aku melihat seorang bayi permpuan yang pucat tengah menangis kedinginan di dalam keranjang.

Tali pusarnya masih ada pertanda ia baru saja dilahirkan. Akhirnya aku membawanya kedalam rumah, dan memanggil suamiku. Dak. Kamipun memutuskan untuk mengambilnya. Menjadi anak kami.

Author POV.

Taeyeon masih menangis didalam dekapan eommanya. Eomma angkatnya. Ia masih belum bisa menerima kenyataan pahit ini.

Dan Jong Hyun, ia tertunduk lesu didalam kamarnya. Menyesali segala yang terjadi. Mengutuk dirinya sendiri dengan apa yang telah ia katakan pada Taeyeon.

Taeyeon POV

Sudah satu minggu sejak kejadian itu kehidupan dirumah berubah. Jong Hyun oppa menghindariku. Ia menjadi pendiam, waktunya dirumah ia habiskan didalam kamar. Berbicara denganku pun tidak. Ia seperti diliputi perasaan bersalah. Ingin aku berkata padanya bahwa aku sangat menyayanginya. Ingin rasanya aku mengatakan padanya bahwa ia tetaplah oppa yang paling baik yang kumiliki, dan aku merasa beruntung menjadi adiknya. Terlebih appa dan eomma tak sedikitpun berubah. Mereka berjanji akan terus menyayangiku seperti dulu, seperti sebelum segalanya terjadi. Dan aku sudah mulai menerima kenyataan yang menimpaku kini. Karena aku percaya aku ditakdirkan untuk bertemu keluarga  ini keluarga yang menyayangiku sepenuh hati. Dan aku sangat bersyukur untuk itu.

Namun disekolah juga tak jauh berbeda. Min Ho menghindariku sejak kejadian itu. Dikelas ia tak pernah lagi menampakkan senyumnya padaku. Aku sudah berusaha minta maaf padanya. Tapi ia hanya mengatakan “Ia, aku memaafkan mu” lalu kemudian pergi, dan bersikap seperti ini. Aku tak tahu lagi harus bagainmana, karena mangharapkan Min Ho seperti mengharapkan undian berhadiah.

Author POV

Keesokan harinya. . .  .

Taeyeon sedang belajar dikamarnya sore itu ketika suara yang talah lama tak didengarnya menghentikannya.

“Taeyeon-a boleh aku masuk ?”

“Oppa ???” Tanya Taeyeon balik dengan raut wajah tak percaya.kemudian mempersilahkan oppa-nya masuk.

Jong Hyun kemudian masuk, kedalam kamar Taeyeon, mengambil kursi yang lain di kamar itu, dan duduk berhadapan dengan Taeyeon.

“Hai rambut jamur…” sapa Jong Hyun sambil tersenyum, dan dibalas senyum pula oleh Taeyeon, yang tidak percaya mendengar panggilan itu kembali keluar dari mulut  oppanya.

“Mianhae… jongmal mianhae karena telah membuatmu menangis. Mianhae karena aku  tidak bisa menjadi oppa yang baik bagimu. Mianhae karena aku tak seharusnya memiliki perasaan itu padamu, adikku sendiri”. Ucap Jong Hyun lagi dengan wajah bersalah.

“Any… oppa tidak seharusnya minta maaf padaku. Karena yang kuinginkan sekarang adalah Jong Hyun oppa-ku yang dulu. Yang selalu menjahliku dan yang sangat menyayangiku” balas Tayeon, dan memgang erat kedua tangan oppa-nya senang.

“Jinja ? kau memang benar-benar si rambut jamur-ku. Hmmm lalu bagaimana dengan Min Ho ?” pertanyaan Jong Hyun itu kembali merubah air muka Taeyeon kembali berkerut.

“Any.. sepertinya tidak dapat diharapkan“ jawab Taeyeon lesu.

“Tapi kau menyukainya kan ?” Tanya Jong Hyun lagi. Dan Taeyeon hanya mengangguk lemah.

“Arraseo, sekarang temuilah dia. Dia telah lama menunggumu diluar” kata-kata Jong Hyun,,mengagetkannya. Segera ia melompat kearah jendela yang menghadap kehalaman depan rumahnya. Dikibasnya gorden, kemudian diluar tampak si Alien tengah berdiri tersenyum manis sambil melambaikan tangannya. Segera ia berbalik menghadap oppa-nya dengan tatapan curiga dan bingung.

“Ne.. aku yang menyuruhnya kemari. Aku telah menemuinya, dan menjelaskan segalanya padanya. Dia juga telah menjelaskan padaku bahwa dia sangat menyukaimu. Dia hanya takut mengungkapkannya. Dia takut kau akan bermasalah dengan ku jika dia mempertahankanmu” jelas Jong Hyun panjang lebar.

“Oppa gomawo…” ucap Taeyeon sambil memeluk oppanya kegirangan.

“Ne, cheonmaneyo….. aku berjanji akan terus menjadi oppa yang baik untukmu, aku berjanji segalanya akan kembali seperti semula” kemudian melepaskan pelukan Taeyeon dan melanjutkan

“Taeyeon-a.”

“Ne ?”

“Apa kau bisa mengenalkanku dengan temanmu yang bernama Luna itu. Setelah kuperhatikan ia jauh lebih manis dari mu” Ucap Jong Hyun malu-malu.

“Mwo Luna ??????”.

THE END

Akhirnya selesai juga FF pertama saya ne. Gomewo yah, cz. dah ikhlas  membaca, menelaah, menghayati dan semoga menikmati FF ini.  Oya, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk karya selanjutnya. Jadi jangan takut buat kritik. Insya Allah saya bakalan ikhlas menerima. Uke dee reader, mianhae yah kalau gag sesuai dengan yang diharapkan


3 thoughts on “Shinee Love Story II (end)

  1. @zahara: gomawo..

    WADUUUUUUUUH FRUSTASI BERAT NIH…WOY CHINGUDEUL DON’T BE SIDERS donk !!!!!!!! taga amat…!!!! hiks…# nangis guling-guling…

    Like

  2. chingu, Minho pasrah bgt yaa ditinju? waaah jjong ga bisa dipandang sebelah mata nih. kuntet-kuntet tapi berotot, hmm…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s