Missing In Love



Cast: Zhang Liyin, Yesung, Lee Yeonhee, Jungmo, Kangin, Go Ara, Leeteuk, Krystal

Genre: Sad Romance (?)

Author: Littlecheonsa

 

CHAPTER 1

1 Oktober 2007 

Lee Yeonhee POV 

Aku menatap jam tanganku untuk kesekian kalinya, sudah hampir jam sebelas malam tapi orang yang kutunggu belum juga datang. Suasana di dalam café sudah mulai sepi, begitu juga keadaan diluar sana, hanya beberapa orang saja yang masih berlalu-lalang. Aku menyeruput kopiku yang mulai dingin, ini sudah cangkir yang ketiga. Kemana dia? Dia sendiri yang mengajak bertemu di tempat ini, dia tidak mungkin lupa kan?! Tidak, dia tidak akan lupa hari ini. Aku mencoba menenangkan diriku sendiri, menepis semua pikiran buruk dalam kepalaku. Aku memeriksa lagi kotak kecil yang ada di sampingku. Sarung tangan biru muda itu masih ada, cantik, hasil karyaku sendiri. Ini sebagai tanda terima kasihku padanya.

 

Terima kasih untuk tujuh tahun ini, terima kasih karena berada di sisiku.. mencintaiku, Yesung oppa..

 

Aku tersenyum sendiri, mengingat tujuh tahun yang telah kulalui bersamanya. Mungkin hadiah ini belum bisa membalas semuanya, tapi aku benar-benar tulus membuatnya, hadiah ini adalah hatiku. Tahun ini mungkin aku tidak bisa merayakannya di pantai seperti tahun sebelumnya. Tahun ini Yesung oppa akan sangat sibuk,pacarku itu.. bukan orang biasa.

 

Agassi, maaf tapi kami akan segera tutup” perkataan pelayan wanita itu membuyarkan lamunanku, “jeongmalyeo? Bukannya kalian tutup jam 12 ya..” “ne.. itu untuk sabtu minggu saja Agassi” “Oh begitu ya” ujarku lemah.

 

Aku melangkahkan kakiku dengan enggan keluar dari café itu. Yesung oppa tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia mungkin sering telat tapi tidak pernah tidak datang. Aku memutuskan untuk terus menunggunya di depan café, karena aku yakin dia pasti datang. Akhir-akhir ini Yesung oppa memang kelihatan aneh, aku terbiasa bila dia tidak sering menghubungiku atupun bertemu denganku, aku mengerti dia pasti sedang sibuk, di waktu senggangnya dia juga pasti akan menelponku. Tapi dia sudah tidak pernah mnghubungiku lagi. Kemarin malampun waktu kutelpon, dia tidak bicara banyak, hanya mengajakku bertemu di café ini.

 

 

 

Tiba-tiba aku melihat sesosok yang kukenal, berjalan perlahan menghampiri ku. Sosok yang sejak tadi kutunggu, “oppa..” wajahku cerah seketika melihatnya datang. Aku berlari kecil menghampirinya. “Aku tau oppa pasti datang, wae geurae oppa? Kenapa telat sekali?”. “Tidak apa-apa.. lagipula itu bukan urusanmu”. “Ye?”, aku menatapnya bingung, ini sama sekali bukan dia. Tatapannya berbeda, ada kekalutan dan kepediahan yang kutangkap dari matanya, tapi aku tidak mengerti itu apa. “oppa.. ceritakan saja padaku, siapa tau aku bisa..” “geumanhe Yeonhee-ah..”. Aku tersentak kaget, Yesung oppa menepis tanganku.

 

Apa yang terjadi padanya? Apa dia kelelahan? Apa yang dia pikirkan sekarang? Sebenarnya ada masalah apa?

 

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berkecamuk di kepalaku. “Wae..? kenapa kau masih menungguku di sini?”, “karena aku tau oppa pasti datang. Oppa pasti lupa ya sekarang ini hari apa?” aku berusaha tetap ceria menghadapinya, aku tidak mau hari ini harus bertengkar dengarnya. “Yeonhee-ah, uri.. geumannajha” suara yesung oppa bergetar. Dia tidak menatapku, tatapannya kosong. Aku berusaha mencerna ucapannya, tapi sungguh aneh.. yang kudengar hanyalah suara berdesing di telingaku, “Ye?” aku memaksakan senyumku yang getir. “Mianhe Lee Yeonhee, aku tidak bisa terus bersamamu.. aku bosan..

 

Aku tidak mau percaya apa yang kudengar. Aku berharap Yesung oppa mengeluarkan tawanya yang konyol dan mengatakan aku bodoh karena sudah tertipu, tapi aku tidak bisa menemukan itu dari sorot matanya.

 

Yesung oppa bosan kepadaku.. dia ingin mengakhiri semuanya.. jadi ini jawaban dari sikap anehnya selama ini..

 

Bosan? Geundae wae? Apa yang salah dariku? Katakan oppa! Aku akan memperbaikinya.. aku tidak akan mengulanginya oppa.. jebal marhaebwa..” mataku memanas, menahan air mata. Tubuhku bergetar merasakan sesak yang tiba-tiba datang di dadaku. “Tidak ada yang salah.. hanya aku saja yang tidak bisa..”. Air mataku luruh, aku tidak sanggup lagi berdiri di hadapannya. Aku hanya ingin berlari meninggalkannya, aku ingin berlari sampai ku lelah dan terlelap. Berharap esok hari semua ini hanya sebuah mimpi buruk.

 

Yeonhee-ah.. Lee Yeonhee”, dia memanggilku, untuk apa? Untuk menjelaskan seberapa bosan dia kepadaku? Aku tidak mau mendengarnya. Aku terus berlari tanpa memperhatikan sekelilingku. Tiba-tiba ada suara yang memekakkan telingaku dan cahaya terang yang menghampiriku dengan cepat. Aku masih mendengar teriakan Yesung oppa memanggil namaku, namun semuanya menjadi gelap. Aku seperti melayang.

 

2 Oktober 2007

 

Yesung POV

 

Disinilah aku, terpaku menatap peristirahatan terakhir gadis yang paling kukasihi. Gadis yang membuatku berani untuk mempunyai mimpi, Lee Yeonhee. Masih terekam jelas di benakku, senyuman manis yang terlukis indah di wajahnya saat menemuiku malam itu. Seakan semuanya hanya mimpi buruk, aku tak bisa dan tak mau percaya. Yeonhee pergi meninggalkanku. Dan akulah penyebab semua itu. Ya, semua ini karena kebodohanku, keegoisanku. Seandainya aku tak mengatakan hal itu.. seandainya aku tak memutuskan hal itu.. seandainya aku berterus terang padanya.. dan seandainya aku bukanlah aku yang sekarang, pasti Yeonheeku tak akan pernah mengalami hal itu.

 

Pasti tidak akan pernah ada upacara pemakaman seorang Lee Yeonhee hari ini. Karena Seharusnya, aku dan Yeonhee pergi ke pantai berdua, seperti yang biasa kami lakukan tahun-tahun sebelumnya bila merayakan hari jadi kami. Mengingat itu semua hatiku semakin marah, benci pada diriku sendiri. ‘bodoh.. apa ini yang dinamakan mencintai seseorang, apa ini yang dinamakan melindungi kekasihmu’ geramku dalam hati. Aku ingin melindunginya, tapi yang kulakukan malah menyakitinya. Bahkan sampai saat terakhirnya pun Yeonhee tidak pernah tau bahwa aku sungguh-sungguh mencintainya, bahwa yang kulakukan semata-mata untuk melindunginya.

 

Air mataku sudah tak mampu untuk ku sembunyikan bahkan dengan kacamata hitam yang dari tadi kupakai. Kesedihan ini membuatku tak bisa merasakan apa-apa lagi. Dan penyesalan ini membuatnya semakin terasa sesak. Tubuhku sudah seperti tak berjiwa lagi. Hampa. Tuhan, seharusnya aku yang mengalami kecelakaan itu, seharusnya akulah yang dihukum karena melukai hatinya. Mengapa harus dia? Mengapa harus Yeonhee?

 

“Jong Woon-ah.. semua itu kecelakaan. Bukan salahmu, kita tidak pernah tau kehendakNya” Kangin berdiri di sampingku. Aku tau sejak tadi dia menungguku di situ. Kami hanya tinggal berdua di pemakaman ini.

 

“Aku seharusnya tidak membuatnya menangis.. Aku seharusnya tidak pernah memutuskan seperti itu” Sahutku getir.

 

“Kau hanya ingin melindunginya, kau hanya ingin dia mendapatkan kehidupan lebih baik” Kangin menyentuh pundakku. Mencoba menenangkan hatiku.

 

“Kehidupan yang lebih baik.. heh” kataku pahit. “APA INI YANG DISEBUT LEBIH BAIK, AKU MENYAKITINYA, AKU MEMBUNUHNYA”

Kebencianku sudah meluap-luap, emosiku tak bisa lagi kukendalikan. Aku menepis tangan sahabatku itu dan mendorongnya. “Aaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrghhhhhhhhhhh” pikiranku benar-benar kalut.

 

Aku meremas rambutku dan menjatuhkan kedua lututku ke tanah. “Geumanhae.. jangan seperti ini” suara Kangin melembut, “Ya.. Kim Jongwoon” kali ini suaranya bergetar. Sepertinya dia tak tahan melihat keadaanku yang semakin memilukan. “Young Woon-ah.. Jebal.. Tinggalkan aku sendiri” ujarku lemah. “Arasseo.. kau memang butuh sendiri. Aku menunggumu di mobil” kangin melangkah pelan meninggalkanku sendiri. Aku melihat sorotan iba dan kesedihan dari pancaran matanya. Tapi aku tak peduli. Aku benar-benar butuh sendiri. Menikmati kepahitan yang kutimbulkan sendiri, menikmati saat terakhirku bersama Yeonhee.

 

++to be continued++

 

Nb: mian ya buat yg suka yeonhee onnie, aku bikin dia mati di FF ini, sebenernya author jg g rela, tp gmn lg donk klo Yeonhee onnie g mati nanti pemeran utamanya g dapet yesung.. plakkk!! *d tabok c onnie* hehehe


4 thoughts on “Missing In Love

  1. Seharusnya di jadiin oneshoot aja thor.
    Karna kayakx inti ceritax udah di pake di chap ini trus tinggal di tambahin penjelasan detilx aja..
    Tapi secara cerita dan penulisanx bagus sih sya rasa oke2 aja, asal jangan ampe kehilangan khasnya aja di chap selanjutx…
    “̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮ mian udah banyak protes^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s