Because, I Love You 1


Judul : Because, I Love You
Nama author : Gracia Kristin
Cast :
– Jung Jessica
– Lee Donghae
– Kim Jonghyun
– Kwon Yuri
Genre : Romance, Friendship
Tipe : Chapter 1
Jessica P.O.V
 
            “Mwo? Jam 7? Aduhhh, kenapa aku selalu saja bangun telat? Kenapa tak ada yang membangunkanku? Umma dan appa tidak peduli pada anak perempuan mereka satu-satunya ini.” Aku sangat histeris pagi ini. Bukan hanya karna bangun terlambat, tapi juga hari ini adalah ulang tahun sahabatku Kwon Yuri. Dan aku berencana membuat kejutan.
Tapi, mana mungkin kejutannya berjalan lancar kalo aku saja datangnya telat!
 
Oke, Jung Jessica, berhenti mengomel pada dirimu sendiri. Pergilah mandi dan bersiap-siap.
 
*vibra handphone*
“Ada apa? Jangan marahi aku ya, maaf kalo aku telat.” Ujarku antisipasi jika dimarahi oleh Yoona.
“Jinja? Baiklah, aku akan segera sampai disekolah.” Padahal mungkin masih stengah jam lagi aku sampai. Skarang saja aku masih mengeringkan rambutku yang basah.
 
“Kau ini, setiap hari bangun terlambat!” kata umma.
“Mianhae umma, eh iya. Seharusnya, kau membangunkan aku tadi. Kalo begitu kan, aku pasti tidak terlambat.” Balasku.
“Hey, Jung Soo Yeon mengapa bicara begitu pada umma mu sendiri, heh? Sopanlah sedikit. Appa capek mendengar mu begitu setiap hari.”
“Maaf appa. Ya sudah, aku pergi yaa…”
 
*Disekolah*
 
Ternyata, mereka sudah memberi surprise ke Yuri tanpa ada aku. Yah sudah, daripada harus menungguku yang ceroboh ini, pasti acaranya akan kacau.
 
Aduh, itu Lee Donghae oppa. Mati aku, mau ditaruh dimana wajahku. Sehari-hari ia melihatku datang terlambat.
 
Aku menutup wajahku saat berpapasan dengannya. Bisa-bisa dia ilfeel padaku dan akhirnya membenciku. Cintaku takkan terbalas dong.
 
Lee Donghae P.O.V
 
Gadis ini, mengapa setiap hari selalu saja terlambat. Aku, sebagai ketua OSIS disini harus menegurnya.
Tapi, mengapa ia menutup mukanya seperti itu? Apakah ia kecelakaan dan mukanya penuh luka?
 
Ah, dasar babo kau Lee Donghae. Mana mungkin wajahnya yang manis itu penuh luka?
Tunggu dulu, aku menyebutnya manis?
 
“Hei kau!” akhirnya aku memutuskan untuk menegurnya.
Masih saja tidak mau menoleh.
 
“Hei kau! Jung Soo Yeon!” akhirnya menoleh juga. Memang papan nama siswa itu sangat berguna, hehehe…
 
“Ada apa donghae oppa?” ia pun membuka wajahnya. Benar kan, tidak ada luka sama sekali.
 
“Aku melihatmu selalu saja terlambat. Kau pikir sekolah ini hotel ya, terserah mau datang jam berapa!” kataku dengan nada tinggi.
 
Jessica P.O.V
 
“Aku melihatmu selalu saja terlambat. Kau pikir sekolah ini hotel ya, terserah mau datang jam berapa!” kata namja tampan itu padaku.
 
Aduh, sungguh aku malu sekali. Tidak tau harus mengatakan apa padanya. Mana wajahnya yang ganteng itu makin membuatku hilang konsentrasi.
 
“Kenapa kau diam saja, nona Jung?” tanyanya lagi menyadarkan ku.
 
“Ahh, maaf donghae oppa. Rumahku jauh dari sekolah ini. Makanya aku sering terlambat. Tapi, aku janji tidak akan terlambat lagi.” Kataku berbohong kalau rumahku jauh.
 
“Kau pikir dengan alasan itu akan membebaskan mu dari hukuman, heh? Kau tetap harus membereskan buku di perpustakaan!”
 
“Kenapa hukumannya diganti, oppa? Padahal biasanya aku hanya membantu membersihkan kantin saja.” Aku menggembungkan pipiku.
 
“Jadi kau membantahku?” wajahnya yang tampan itu tiba-tiba melotot ke arahku.
 
“Oh ti…tidak oppa. Permisi!”
 
Ah, dasar kau ini Jessica mengapa bodoh sekali? Pake acara membantahnya lagi. Nanti dia pikir kau ini seorang pemberontak. Bagaimana dia akan menyukaimu?
 
Tiba-tibaa…
“Auwww!” aku terlalu banyak melamun, sehingga buku-buku yang tadi sudah tertata malah menimpa kepalaku. Aku meringis kesakitan.
 
“Kau baik-baik saja, Sica?” namja itu, aku seperti kenal suaranya.
 
“Apa yang sedang kau lamunkan sih? Sampai-sampai kejatuhan buku begini. Kalo kau pusing dan pingsan bagaimana? Kalau tidak ada aku bagaimana?” ujar namja yang bernama Kim Jonghyun tersebut.
 
“Mianhae Jonghyun-ssi. Aku memang sedang melamun. Oh iya, trima kasih karena sudah membantuku.” Balasku.
 
“Kau ini bagaimana, aku adalah sahabatmu. Masa kau jatuh tertimpa buku hanya kupandangi saja. Dasar babo!”
 
Jonghyun memang satu-satunya sahabat lelakiku. Yang lain juga berteman, tapi hanya Jonghyun tempat curhatku. Dia baik sekali padaku.
 
Yuri P.O.V
 
Hari ini ulang tahunku. Aku bahagia karna sahabat-sahabatku member surprise padaku. Walaupun kata mereka, Sica yang merencanakannya.
Tapi, kerja si Jung Soo Yeon itu kan terlambat terus, susah mengurus gadis itu.
 
Tetap saja, aku masih menunggu Jonghyun memberi ku selamat. Aku melihatnya tadi, tapi ia tidak melihatku dan malah pergi ke perpustakaan.
Aku bingung, kenapa harus mencintai namja yang cuek padaku. Tapi aku sudah terlanjur.
 
“Yul, maaf ya tidak ikut memberimu surprise tadi pagi!” aduh, gadis ini suaranya yang melengking sungguh mengganggu. Tapi, dia tetap sahabat yang paling ku sayang.
 
“It’s ok, Sica. Tapi, karena kau terlambat dan tidak memberiku surprise, kau tidak ku traktir.” Candaku. Wajahnya langsung berubah kesal.
 
“Ahaa, Jung Jessica, mana mungkin aku tidak menraktir sahabat ku yang tercinta ini. Tersenyumlah!” kataku membujuknya.
 
“Wah dasar kau. Oh iya, saat aku terlambat aku berpapasan dengan Hae oppa. Dan tentu saja aku sangat malu. Dia menegurku karna selalu terlambat. Mau ditaruh dimana mukaku?” mulailah ia bercerita tentang Lee Donghae oppa pujaan hatinya.
 
Tidak ada hari tanpa tidak membicarakan Donghae oppa. Ketua OSIS kita itu, memang membius semua wanita. Eh tidak semua, buktinya aku tak suka padanya.
 
“Kau memanggilnya Hae? Seperti sudah akrab saja.” Ledek ku. Aku suka skali meledeki Sica. Wajahnya yang kesal itu sangat lucu.
 
“Ah, biarin lah Yul. Suatu saat nanti juga pasti lebih dari akrab, hahaha…”
 
“O,ya. Aku tadi melamun tentang Hae oppa dan akhirnya kepalaku tertimpa buku-buku di perpustakaan.” Aku terkejut. Anak ini benar-benar ceroboh.
 
“Kau ini, kenapa slalu ceroboh begitu heh? Lalu bagaimana, apa kau terluka atau sakit?” tanyaku.
 
“Maaf. Aku tidak apa-apa kok. Ada jonghyun-ssi yang menolong ku tadi.”
Aku terdiam. Jonghyun-ssi katanya? Mengapa harus dia yang menolong Sica? Aku tau Jonghyun memang sahabat Sica juga. Tapi, kenapa ia tak pernah ada saat aku butuh bantuan seperti Sica?
 
“Yul…Yul!”
 
“Eh maaf…” aku terlalu banyak melamun sampai-sampai tidak mendengar kalau daritadi nona Jung memanggilku.
 
“Kau mendengarku kan, Yuri?”
 
“Tentu Sica. Jonghyun-ssi baik sekali ya?”
 
***
Lee Donghae P.O.V
 
Hari ini adalah pembagian klub bagi siswa kelas X. Sialnya, aku sebagai ketua OSIS harus mengkoordinir mereka.
Ahh, Eunhyuk pasti mau membantuku.
 
“Ya! Lee Hyukjae!”
 
“Ada apa Hae? Mengapa berteriak-teriak begitu?”
 
“Hyukjae, kau temanku kan? Teman pasti saling membantu kan?” rayuku.
 
“Ah, Hae aku sudah tau dari raut wajahmu. Kau pasti ada maunya. Karna kau sahabatku, katakan saja apa maumu!”
 
“Kau memang baik. Begini, tolong bantu aku mengkoordinir siswa kelas X yang mau pilih klub mereka. Catat saja mereka mau masuk klub apa, selebihnya akan kuurus.” Jelasku panjang lebar. Eunhyuk mengangguk tanda mengerti.
 
***
Jung Soo Yeon dan sahabatnya, aku tak tau siapa namanya. Dia mau masuk klub apa ya?
Tapi, mengapa aku mau cari tau? Pasti nanti tau sendiri. Dia kan harus melapor padaku.
 
“Permisi Lee Donghae oppa! Aku mau tanya, dimana mendaftar untuk klub.” Wah, ternyata dia ada kesadaran untuk menanyakannya padaku.
 
“Pergi ke depan ruang OSIS sana. Ada eunhyuk disana, kau mendaftar padanya.” Jelasku. Sengaja bersikap seperti ini agar wibawa ku sebagai ketua OSIS tetap terjaga. Didepan yeoja yang tidak disiplin ini sekalipun.
 
“Ah, gomawo Donghae oppa.”
 
Jessica P.O.V
 
Aku menanyakan hal yang sebenarnya telah ku ketahui pada Hae oppa. Sebenarnya, aku hanya ingin bicara saja dengannya, hehehe
 
“Bukankah kau sudah tau dimana pendaftarannya?” tanya Yuri yang masih belum mengerti jalan pikiranku.
 
“Memang sudah, aku hanya mau berbasa-basi dengan Hae oppa.”
 
“Kau ini. Ada-ada saja.”
 
Itu dia Hyukjae oppa. Padat skali tempat ini. Mereka ini tidak tau budaya antri ya? Kenapa harus berdesak-desakan seperti itu sih?
 
“Permisi…permisi…aduh permisi ya.”
 
Aku saja susah melewati mereka untuk pergi ke baris depan.
“Nona Jung Soo Yeon. Mau pilih klub apa?” ah, Hyukjae oppa sangat ramah. Tak heran Hae oppa memilihnya sebagai sahabat.
 
“Aku mau klub music oppa.” Jawabku tak kalah ramah ditambah senyuman. Kalau mau diberi restu kan, harus baik juga pada sahabat Hae oppa, hihi.
 
“Wah, pilihanmu itu bagus. Sampai jumpa denganku di klub music ya.”
Ternyata Hyukjae oppa juga di klub music. Wah bagus ini, aku bisa dekat dengan Hyukjae oppa lalu mencari info tentang Hae oppa, senangnya!
 
Yuri P.O.V
 
“Bagaimana denganmu Nona Kwon?” tanya Hyukjae oppa dengan senyuman mautnya.
 
“Aku mau klub tari, oppa.”
 
“Klub tari. Baguslah, pantas dengan postur tubuhmu yang bagus.”  Hyukjae oppa baru saja memuji ku. Wah, Hyukjae oppa saja tau aku ini menarik, masa Jonghyun tidak pernah menyadarinya.
 
Ah, akhirnya orang yang ku tunggu daritadi datang juga. Aku penasaran dia mau ikut klub apa.
Tidak mungkin ia masuk ke klub yang sama dengan ku. Setahuku, ia tidak ahli dan tidak hobi menari.
 
“Jonghyun-ssi! Sini, palli…” Jessica memanggilnya. Aku ingin skali memanggilnya dengan akrab begitu.
 
“Jonghyun-ssi, ayo daftar klub.” Lanjut Sica lagi. Aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.
 
“Kau mau ikut klub apa Jonghyun-ssi?” jantungku berdebar padahal hanya mau tanya saja. Bukan main kau ini Yul.
 
“Kau mau ikut apa Sica?” tunggu dulu. Ia tak menjawab pertanyaan ku dan malah bertanya balik pada Sica?
Malangnya nasibku ini. Mengapa ia tak mencoba bersikap baik padaku?
 
“Nona Jung ikut klub music. Ayo, cepatlah kau mau ikut klub apa Kim Jonghyun?” hyukjae oppa langsung memotong pembicaraan mereka. Terlihat ia mulai kesal, mungkin karna Jonghyun terlalu lama basa-basi dengan Sica.
 
“Eh iya, mianhae hyung. Aku mau masuk klub design grafis saja.” Jawabnya.
 
“Design grafis. Baiklah, kau boleh pergi. Banyak yang mengantri.”
 
Jadi ia suka design grafis? Sungguh unik. Aku lebih kagum padanya. Tapi, dia mengagumi ku 1% saja sepertinya tidak. Ah, sabar lah Yuri.
 
Jonghyun P.O.V
 
Terlihat skali tadi Lee Hyukjae hyung kesal padaku. Padahal, apa salahku padanya? Dasar laki-laki aneh.
Aku kan hanya mau berlama-lama dengan Sica.
 
Ah, lalu nona Kwon Yuri juga. Sok akrab denganku. Gadis itu genit sekali. Berbeda dengan Jessica Jung yang aku puja.
Yah, walaupun aku tidak satu klub dengannya. Aku juga sudah tau, karna Sica tidak mungkin memilih design grafis.
 
Jung Jessica, kapan kau akan menjadi milikku, heh? Mengapa yang dipikiranmu itu hanya Lee Donghae saja? Apa aku kurang tampan atau kurang terkenal?
 
Lihat saja Sica, aku pasti akan mendapatkanmu.
 
*TBC*
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s