What If You Believe Me 10 : Can You Believe Me?


Annyeong, chingu! Readers – ku semua yang tercinta! (^^)

Mian ya, judul untuk chapter ini gak sesuai dengan yang aku kasih tahu waktu di chapter sebelumnya. Aku ganti, karena judul yang ini lebih nyambung (^^)

Ah, senengnya akhirnya puas juga dengan panjang FF nya. Makasih untuk semua komennya dan like nya. Maaf ya aku gak bisa reply, soalnya aku internetnya lewat HP. Di rumah aku gak pasang sambungan internet pula. Mian, ya (=_=) Tenang aja kok, aku baca dan mendengar semua komen dari kalian. Tapi, kalau kalian menyertakan alamat twitter, insyaAllah aku bisa bales komen kalian lewat twitter. Atau kalau kalian mau komen langsung di twitter juga boleh. Ini twitter author KLIKDISINI

Oh ya, kemarin kan ada beberapa pertanyaan kok Kyuhyun bisa tahu alamat Seo? Jawabannya : si Kyuhyun tahu aja entah darimana tuh anak bisa tahu (hehe…..) intinya Kyuhyun coba cari tahu segala sesuatu tentang Seo. Kan namanya juga orang PDKT ^_*

Terakhir, bila ada kritikan, saran atau pendapat, silahkan tinggalkan komennya ya (^^)

Now, selamat membaca!

Chapter  1           Chapter 2            Chapter 3            Chapter 4

Chapter 5            Chapter 6            Chapter 7            Chapter 8

Chapter 9

 WHAT IF YOU BELIEVE ME

CHAPTER 10 : CAN YOU BELIEVE ME?

Author : Everlasting

Cast : Kyuhyun, Ryeowook, Seohyun, Super Junior, SHinee, SNSD

Genre : Romance, Friendship, Family

Type : Series

Seohyun’s POV

Selama di perjalanan keheningan kembali terjadi. Entah kenapa semua pertanyaan yang sejak tadi mendesak dalam hatiku, kini tenggelam lagi.

“Disini saja. Aku turun disini saja”, kataku padanya.

Tapi, ia hanya menatap lurus ke depan, terus menggenggam erat setirnya. Ia tidak menurutiku.

“Kyuhyun ?”

“Aku tahu rumahmu bukan disini”, ucapnya langsung.

Aku menatapnya tajam.

“Aku lebih tahu lagi. Tapi, aku mau turun disini! Hentikan sekarang juga!” perintahku tegas.

Dia menoleh padaku terkejut dan langsung menyampingkan mobilnya untuk berhenti. Lalu ia menatapku heran.

“Kenapa?” tanyanya.

“Aku hanya tidak ingin orang tuaku salah paham melihatku diantar namja malam – malam begini. Tenang saja, rumahku sudah dekat, kok”, aku tersenyum padanya. “Terima kasih sudah mengantarku, Kyuhyun – ssi. Selamat malam”, kataku sambil meraih gagang pintu dan akan membukanya.

“Tunggu”, ujarnya tiba – tiba.

Aku menoleh padanya. Ia menatapku seperti mau mengucapkan sesuatu, tapi tidak mengatakan apa – apa.

“Ada apa?” tanyaku.

Dia menghembuskan napasnya dan menatapku semakin dalam.

“Apa kau membenciku?” tanyanya serius.

Aku melotot terkejut. Ada angin apa sih, kok tiba – tiba ia menanyakan hal itu?

“Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?”

Ia menghembuskan napasnya lagi dan menghempaskan punggungnya ke sandaran jok.

“Entahlah, tapi aku merasa seperti itu”.

Aku hanya diam menatapnya.

Ya, sebenarnya aku memang tidak suka padanya. Tapi, aku tidak benci. Memangnya untuk apa aku harus membencinya?

“Tidak”, jawabku.

Dia menoleh padaku.

“Sungguh?”

Aku mengangguk.

“Apa kau berkata jujur?”

Aku menghembuskan napasku. Sepertinya lebih baik dia tahu yang sebenarnya.

“Ya. Aku memang tidak benci padamu. Tapi, kuakui, aku tidak suka denganmu”, jawabku jujur.

Ia terkejut, kemudian cepat – cepat memalingkan wajahnya dariku. Entah apa hanya perasaanku saja, tapi aku melihat guratan kekecewaan sekilas tergambar diwajahnya.

“Kau mau tahu kenapa aku tidak menyukaimu?” tanyaku pelan.

“Kau mau menceramahiku?” tanyanya sarkatis.

Aku menghela napasku. Ini pasti akan sulit.

“Kyuhyun, sadarkah bahwa kau itu terlihat sangat sombong dan dingin? Mianhe, aku memang tidak tahu orang yang seperti apa sebenarnya dirimu. Tapi, aku hanya tidak suka melihat seseorang yang seperti itu”, jawabku. Kuharap ia tidak marah.

Tapi, ia malah tertawa dan mendecah.

“Apa kau sedang mengatakan tentang dirimu sendiri, Seohyun? Apa kau juga tidak sadar, betapa dingin dan penyendirinya dirimu? Kau mengataiku begitu, padahal kau juga sama!” katanya sinis.

Aku serta merta langsung panas mendengarnya. Bukankah tadi ia yang menginginkan aku berkata jujur?

“Apakah akan ada perbedaan jika aku bersikap ramah pada kalian semua? Apa kalian tetap akan menerima kehadiranku tanpa memandang statusku? Tidak kurasa! Karena begitulah kalian, para orang kaya, memandang rendah orang – orang sepertiku!” kataku dengan geram.

Ia menatapku tajam dan wajahnya merah sangat marah.

“Jangan bawa – bawa status disini! Kau tidak bisa memukul rata semua orang seperti itu!” ia balas membentakku.

“Aku berbicara berdasarkan kenyataan!” balasku.

“Kau sungguh egois, Seohyun!”

Aku terdiam.

Egois? Egois katanya?!

Sejenak, teringat olehku semua wajah murid – murid disekolahku, pandangan merendahkan mereka padaku, sindiran – sindiran mereka yang harus kutelan hampir setiap hari.

Dan sekarang………..ia mengatakan aku egois?!

Kurasakan air mataku yang mulai merebak. Mataku sudah mulai berkaca – kaca. Akibat rasa marah yang tidak bisa kulampiaskan.

Sial! Aku benci harus menangis disaat – saat seperti ini!

“Kau tahu, Cho Kyuhyun? Kau tidak tahu apa – apa”, kataku sebelum keluar dari mobilnya secepat mungkin. Sebelum air mataku jatuh didepannya.

Aku sungguh berharap ini adalah terakhir kalinya aku melihatnya.

Karena sekarang, aku benar – benar membencinya.

End of Seohyun’s POV

***

Kyuhyun’s POV

Aku terpaku melihat ia yang berlari semakin menjauh dari pandanganku.

Ia menangis.

BUK!

Kupukul setir dengan frustasi.

Sial! Apa yang sudah aku lakukan?!

Sebenarnya aku tahu bahwa ia memang dijauhi oleh murid – murid di sekolahku. Aku tahu itu. Tapi, entah mengapa aku kesal sekali waktu ia memukul rata dipandangannya, bahwa semua orang kaya lebih mementingkan status.

Tidak! Makanya aku marah, karena aku tidak seperti itu! Aku tidak peduli ia orang miskin atau tidak, aku tetap ingin bersamanya.

Harusnya ia tahu itu…..

Harusnya ia tahu…..

BUK! BUK! BUK!

“Sial! Sial! Bodoh!” teriakku frustasi sambil memukul setir lebih keras lagi.

Aku semakin emosi sekarang. Aku menyesal! Sungguh sungguh menyesal!

Sekarang aku telah membuatnya membenciku.


End of Kyuhyun’s POV

***


Seohyun’s POV

Ketika sampai dirumah, aku menghapus dulu semua bekas air mataku, supaya tidak menimbulkan pertanyaan bagi orang tuaku.

Tapi, waktu aku masuk ke rumah, hanya ada adikku, Yonghwa. Pasti mereka masih bekerja.

Ya, semenjak perusahaan ditempat ayahku bekerja bangkrut, orang tuaku membuka rumah makan kecil – kecilan dipinggir kota. Jaraknya tidak jauh dari rumahku. Biasanya mereka membukanya dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Aku kasian melihat orang tuaku bekerja begitu keras. Berkali – kali aku dan Yonghwa menawarkan diri untuk membantu, tapi orang tuaku menolak. Mereka ingin aku dan Yonghwa hanya fokus pada sekolah kami.

Itulah membuatku berjanji pada diriku sendiri untuk sukses dan meringankan beban mereka sebisa mungkin. Makanya aku bertahan sekolah ditempatku sekarang, walaupun mesti menelan banyak kepahitan.

Aku terdiam sejenak memikirkan pertengkaranku dengan Kyuhyun barusan.

Salahkah aku berkata seperti itu? Tapi, memang itulah yang kualami. Makanya, aku sakit hati sekali waktu ia seenaknya mengatakan, kalau aku egois. Karena, ia sungguh tidak tahu apa yang kurasakan terhadap apa yang telah mereka perbuat padaku.

Aku mendesah. Sebenarnya apa yang ia pikirkan tentangku?

***

Saat sampai di sekolah keesokan harinya, aku merasakan tatapan – tatapan menusuk dari teman – temanku. Mereka pasti sedang membicarakanku.

Tebak karena apa? Yah….pasti kalian juga tahu….

Aku berdansa dengan pangeran impian mereka.

Haha…..mereka sungguh menyedihkan. Orang dingin hati seperti Kyuhyun, tidak pantas disebut pangeran.

Pangeran yang seharusnya itu adalah yang baik hati, ramah dan berkarisma. Well, aku tidak melihat satupun hal itu ada padanya.

Hm….mungkin Ryeowook lebih pantas disebut pangeran.

Kurasakan hatiku berdesir ketika mengingatnya.

Oh ya, gimana ya reaksinya atas hadiahku kemarin? Suka tidak ya? Atau jangan – jangan ia langsung membuangnya, tanpa melihat isinya dulu?

Aissh…… aku terlalu memikirkan semua kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.

Aku terus berjalan menuju kelasku, menghiraukan tatapan – tatapan teman – temanku. Akhirnya aku sampai didepan kelas.

“……iya yah. Kok bisa Kyuhyun oppa memilih cewek miskin seperti dia…….”

“………kalo cantik sih, cantik kan juga aku. Dia kan cuma punya otak…………..”

What??!! Aku cuma punya otak katanya?? Keterlaluan!

“………..kau benar, Eun Hee. Penampilannya benar – benar kampungan. Kok bisa – bisanya ia menggoda Kyuhyun oppa….”

MENGGODA??!!

“…….iya….kasian Kyuhyun oppa. Dasar yeoja penggoda……”

Well, cukup. Itu sudah benar – benar keterlaluan. Mereka benar – benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan ini semua gara – gara Kyuhyun. Dia telah menambah daftar  ‘anti’ untukku. Aku menghembuskan nafas kesal dan membuka pintu kelas dengan kasar. Mereka semua terdiam begitu melihatku. Yang ada hanyalah tatapan dan bisikan tertuduh mereka. Aku melangkah masuk tanpa menghiraukan itu semua. Kulirik geng konglomerat, khususnya Kyuhyun . Aku mendelik ke arahnya yang hanya terdiam menatapku.

Tiffany melambai – lambaikan tangannya padaku sambil tersenyum. Ah, leganya. Setidaknya aku masih punya sahabat. Aku tersenyum padanya dan duduk disampingnya.

“Annyeong, Seo”.

“Annyeong, Fany – ah”.

Ia pun berbisik padaku. “Jangan dihiraukan yeoja – yeoja gila itu. Mereka itu hanya sirik padamu”.

Aku mengangguk. Tiba – tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang. Ini pasti Minho.

Aku pun membalikkan badanku dan terkejut. Dia bukan Minho.

“Annyeong, Seohyun – ah”.

Ryeowook sedang tersenyum padaku.

DEG.

Oh, my God! Kenapa hatiku selalu tak karuan setiap ia melihatku. Apalagi tersenyum seperti itu padaku. Pasti sekarang wajahku sudah mulai memerah.

“A-annyeong, Ryeowook –ssi”, aku membalas senyumannya dengan gugup.

Ia semakin tersenyum. Matanya yang jenaka menatapku bersahabat. Ah, dia sungguh prince charming – ku!

“Gomawo atas lukisannya. Aku sangat menyukainya”, katanya.

Hah? Ia menyukainya? Aku tak salah dengar, kan? Aah….aku senang sekali!

Aku tersenyum seperti orang bodoh.

“Apa kau yang melukisnya?” tanyanya.

“Ah, ani…bukan aku yang melukisnya”. Yaa…..sayang juga ya, seandainya aku yang melukisnya.

Ah, babo Seohyun. Bukannya bersyukur! Nanti kalau aku bertemu lagi dengan kakek itu, aku akan berterima kasih lagi padanya.

“Oh…”

Aku hanya menunduk, tak berani menatap matanya. Lama – kelamaan, aku jadi semakin gugup.

“Ng…Seohyun – ah. Nanti ketika jam istirahat, ada yang ingin kubicarakan padamu”, katanya.

Eh? Aku melongo menatapnya. Ia hanya tersenyum kemudian pergi.

Tak lama kemudian Hyerim seosaenim masuk. Disusul Minho yang berlari – lari dibelakangnya. Minho hampir mendahului Hyerim seosaenim, ketika tiba – tiba beliau berdehem. Langkah Minho terhenti, ia berbalik dan nyengir. Kami semua tertawa melihatnya. Hyerim seosaenim menggeleng – gelengkan kepalanya.

“Ini sudah keberapa kalinya kau terlambat, Minho………”

“Mian haeyo, seosaenim. Mobilku masih di bengkel, jadi tadi aku naik taxi, eh ternyata macet. Waktu aku mau naik bus, ter-“

“Ah, sudah – sudah! Kau ini banyak alasan! Kau beruntung hari ini, karena aku juga terlambat, kau ku maafkan. Tapi, lain kali…..kau tahu sendiri akibatnya.“

“Kamsahamnida, seosaenim. Kamsahamnida…” kata Minho sambil membungkuk. Ia sumringah sekali tidak dihukum.

Ia pun berjalan ke bangkunya yang terletak dibelakangku dengan berseri – seri. Tiffany menggeleng – geleng padanya. Ia hanya nyengir. Tapi, ketika melihatku, cengirannya langsung hilang.

Lho? Ada apa?

Minho menatap tajam Kyuhyun. Kyuhyun pun balas menatapnya. Terdengar ia membanting tasnya dibelakangku. Aku merasa sesuatu yang tidak enak sedang terjadi terhadapnya. Dan sepertinya ada hubungannya denganku. Aku mengerutkan keningku mencoba mengingat – ngingat interaksi terakhirku dengannya.

Ah, ya! Tadi malam. Pasti gara- gara itu. Tapi, kenapa ia mesti bersikap segitunya? Aku mendesah, biarkan sajalah.

Tiba – tiba Minho menepuk pundakku dari belakang. Aku menoleh.

“Seo – ah, kemarin kau pulang dengan selamat, kan? Ia tidak berbuat hal – hal yang buruk terhadapmu, kan? Apa ia berbuat macam – macam padamu?” tanyanya seperti orang panik.

Aku mendesah. Minho benar – benar berlebihan.

“Calm down, Minho. Semuanya baik – baik saja, kok. A – “, aku tertegun dengan kata – kataku sendiri. Sekilas, teringat lagi pertengkaranku semalam dengan Kyuhyun. Sebenarnya tidak seluruhnya baik – baik saja.

“Seohyun?”

Aku tersadar. Aku menghembuskan napasku dan mencoba tersenyum seolah tidak ada apa – apa. Bisa gawat kalo Minho tahu aku bertengkar dengan Kyuhyun semalam.

“Tidak apa – apa, Minho…”

Ia membalas senyumku. Lalu, tiba – tiba ia meletakkan tangannya di bahuku.

“Kalau ia berani berbuat macam – macam padamu, aku tidak akan membiarkannya. Aku akan selalu ada disampingmu, Seohyun…” katanya lembut.

Aku hanya mengangguk saja. Habisnya bingung, kok akhir – akhir ini ia bersikap agak protektif padaku. Hmm, mungkin karena aku best friend – nya kali ya…. hmm…mungkin…

“Seohyun! Minho! Ingin menghentikan kemesraan kalian atau ingin aku keluarkan sekarang juga?!” suara Hyerim seosaenim menggema di kelas.

Aku dan Minho terperanjat dan langsung cepat – cepat membaca buku kami. Aissh….aku malu sekali….

End of Seohyun’s POV

***

Akhirnya saatnya istirahat tiba. Murid – murid pun membereskan buku – bukunya.

“Aigoo….ke kantin yuk, aku lapar sekali”, kata Heechul.

Anggota geng konglomerat yang lain langsung mengiyakan.

“Ayo… lho, Wookie mo kemana?” tanya Leeteuk.

“Kalian duluan saja”, kata Ryeowook sambil berjalan meninggalkan mereka menuju Seohyun.

Semua anggota geng konglomerat keheranan melihatnya.

“Ada apa dengannya?” tanya Leeteuk.

“Apa hubungannya ia dengan Seohyun? Tadi pagi juga ia menghampiri Seohyun,” kata Kibum.

Semuanya hanya terdiam saking bingungnya. Kyuhyun mengerutkan keningnya. Matanya agak menyipit memperhatikan Seohyun dan Ryeowook. Seperti sedang berpikir.

‘Ada apa ya antara Seohyun dan Ryeowook?’ tanyanya dalam hati.

“Sudahlah. Biarkan saja dia. Kita duluan saja. Ayo!” ajak Heechul. Yang lain langsung mengikutinya.

***

“Aaaarghh…..!”

Sandara memukul meja keramik didepan cermin toilet. Terlihat jelas ekspresi geram di wajahnya.

“Dara….” panggil Krystal.

“Dasar yeoja miskin! Bisa – bisanya ia merebut Kyuhyun dariku!” geramnya.

“Tapi, yang mengajaknya dansa kan Kyuhyun sendiri”, kata Krystal.

Sandara berbalik dan menatap Krystal dengan tajam.

“Kau membelanya?! Hah?! Yeoja miskin itu pasti yang menggodanya duluan!” bentak Dara.

“Bukankah yang suka menggoda Kyuhyun itu kau?” tanya Krystal sambil menyeringai.

“Krystal!” bentak Dara kesal.

Krystal tertawa. Ia benar – benar suka menggoda Sandara ketika ia sedang marah. Sunny melipat tangannya didepan dada dan menyandarkan dirinya di dinding toilet. Ia tidak peduli dengan kekesalan Sandara. Ia sedang memikirkan pertunangannya dengan Ryeowook. Ia tersenyum sendiri memikirkannya.

‘Akhirnya, Ryeowook oppa akan jadi milikku.’ katanya dalam hati.

“Huh, yeoja itu pikir, ia bisa dengan mudahnya mendapatkan Kyuhyun oppa? Huh, aku yang akan menyingkirkannya duluan sebelum ia bisa mendekati Kyuhun – ku lagi”, kata Dara dengan sinis.

“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Krystal. Kali ini ia menyadari bahwa kemarahan Sandara benar – benar serius.

“Bukankah setelah ini ada pelajaran Lee Soo Man seosaenim?”

“Huh?” tanya Kristal tak mengerti.

Sandara tersenyum sinis. “Aku ingin main – main dengannya dulu, sebelum benar – benar menyingkirkannya”, ucapnya sambil menyeringai licik.

***

Ryeowook mengajak Seohyun ke perpustakaan untuk berbicara dengannya. Seohyun mengiyakannya dengan agak malu – malu. Mereka berdua pun berbincang – bincamg di dalam perpustakaan.

“Jadi, sebenarnya ada apa, Ryeowook – ssi?” tanya Seohyun. Ia sendiri sebenarnya gugup dengan apa yang akan dikatakan Ryeowook. Masalahnya ini pertama kalinya ia berbicara hanya berdua dengan Ryeowook.

“Ng…apa sepulang sekolah kau ada acara, Seohyun?” tanya Ryeowook.

Seohyun menggerak – gerakkan bola matanya sambil berpikir.

“Hmm, sepertinya tidak. Memangnya kenapa?”

 Ryeowook tersenyum.

“Hari ini di rumahku ada acara. Aku ingin mengajakmu ke rumahku. Anggap saja ini ucapan terima kasih atas hadiahmu yang sangat berkesan kemarin”, kata Ryeowook agak sedikit malu – malu juga.

Seohyun terkejut. Ia benar – benar tak menyangka Ryeowook akan mengundangnya ke rumahnya. Jantungnya berdegup langsung berdegup lebih cepat dari biasanya.

“Ryeowook – ssi……..kau mengajakku ke rumahmu?” tanya Seohyun tak percaya.

“Ya, begitulah…”

Rasa – rasanya Seohyun ingin menghilang dari situ saat itu juga. Untuk menyembunyikan rasa senang yang tidak terduga – duga  itu.

“Bagaimana, Seohyun – ah? Kau mau kan? Ku mohon….”pinta Ryeowook.

“A – a….” Seohyun tergagap mendengar permintaannya. Di satu sisi, ia ingin menerima ajakannya. Tapi, di sisi lain ia merasa malu untuk mengiyakan. Ia agak merasa minder.

“Seohyun – ah, kau mau kan jadi temanku?” tanya Ryeowook lembut.

Seohyun langsung mengangguk – angguk. “Tentu saja, Ryeowook – ssi”, jawabnya cepat.

Ryeowook tersenyum mendengarnya.

“Kalau begitu, terimalah ajakanku. Anggap saja  ini adalah awal pertemanan kita”, katanya.

Seohyun terpaku mendengarnya. Ia menatap Ryeowook. Selama ini ia selalu menganggumi Ryeowook diam – diam. Kagum atas kerendahan hatinya yang selama ini selalu ia tunjukkan. Dan sekarang ia mengajaknya berteman? Orang seperti dia? Seohyun tidak akan pernah menyia – nyiakan kesempatan ini.

Perlahan senyum mengembang di wajah Seohyun.

“Aku akan datang, Ryeowook – ssi”.

***

Seohyun’s POV

Aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan. Aku baru saja mengiyakan ajakan Ryeowook. Aku mendesah. Ku harap ini keputusan yang benar.

Kami sudah kembali ke kelas. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Sekarang ini pelajaran fisika, pelajarannya Lee Soo Man seosaenim, pelajaran favoritku. Baru satu menit bel selesai berbunyi, beliau sudah ada didepan pintu kelas.

“Selamat pagi, anak – anak”.

“Pagi, seosaenim”, jawab kami serempak.

Soo Man seosaenim adalah guru yang paling tegas dan disiplin di sekolah ini. Banyak yang menghindar dari beliau karena kata mereka beliau sangat galak. Tapi bagiku ia galak untuk kebaikan murid – murid juga. Tentu saja ia jadi galak, kalau murid – muridnya tidak patuh. Buktinya, aku belum pernah sekalipun dimarahinya. Ia malah pernah berkata, bahwa aku ini adalah murid favoritnya. Yah..mungkin karena aku tidak pernah melalaikan sedetik pun pelajarannya.

“Keluarkan PR kalian”, perintahnya. Setiap habis pelajarannya, beliau selalu memberikan tugas. Dan pasti akan selalu diperiksa di pertemuan berikutnya. Kalau sampai tidak mengerjakannya, waah…bisa di usir keluar kelas saat itu juga dan dianggap tidak hadir.

Soo Man seosaenim mulai beredar menghampiri setiap bangku, memeriksa PR. Aku pun membuka tasku dan mencari bukuku. Tapi, aku tidak menemukannya disana. Aku mulai panik! Apa jangan – jangan ketinggalan?!

“Wae, Seo?” tanya Tiffany begitu menyadari ekspresi syok di wajahku.

“Kok bukuku gak ada sih? Apa kau meminjamnya, Fany?”

Tiffany menggeleng . “Tidak, Seo. Lagian kalau aku meminjamnya, aku tidak akan mengambilnya dari dalam tasmu”.

Aku mengobrak – abrik tasku dengan panik. Aku yakin, aku tidak meninggalkannya di rumah. Karena, seingatku, buku itu masih ada tadi pagi. Lalu sekarang kemana?!

Soo Man seosaenim sudah semakin dekat ke mejaku. Aku semakin panik! Bagaimana ini?! Aku bisa dikeluarkan sekaligus dialpakan sekarang!

“Ehem, PR – mu mana, Seohyun?”

Aku mendongak. Kulihat Soo Man seosaenim sudah berdiri didepanku dengan salah satu tangannya yang menengadah padaku. Aku menelan salivaku. Ini gawat!

“Eh, se – seosaenim…..” aku benar – benar gugup sekarang, tidak tahu harus menjawab apa. Aku tidak mau dikeluarkan dari kelas!

“Seohyun?” beliau memanggilku lagi.

Omo! Bagaimana ini?!

“Seo – seosaenim, sepertinya buku saya hilang”, jawabku pelan sambil menunduk.

“Hilang?” jawabnya bingung.

“N – ne. Tadi pagi, buku itu masih ada di tas. Tapi, sekarang sudah tidak ada, seosaenim,” jawabku masih menunduk.

Beliau terdiam sebentar.

“Kau…kau mengerjakan PR –mu kan, Seohyun?” tanya beliau penuh selidik.

Aku langsung mendongakkan kepalaku dan berdiri.

“Tentu saja, seosaenim! Aku mengerjakannya! Aku juga membawanya! Tapi entah kenapa buku itu sekarang hilang. Aku minta maaf, seosaenim”, ujarku langsung sambil membungkuk padanya.

Beliau menghembuskan napasnya.

“Aku percaya padamu, Seohyun. Ini pertama kalinya aku tidak memperlihatkan PR – mu. Tapi, kau tahu kan, hukuman tetap hukuman. Ku harap kau mengerti apa yang kumaksud”.

Bahuku langsung lunglai mendengarnya. Ya, aku tahu, aku pasti tetap akan dihukum. Soo Man seosaenim itu tidak pernah pilih kasih. Akhirnya, aku membungkuk sekali lagi ke arahnya.

“Ya, aku mengerti, seosaenim. Maafkan aku”. Dengan lemas, kulangkahkan kakiku menuju pintu. Habis sudah pelajaran fisika hari ini. Aku didepak tepat ketika pelajaran favoritku. Hah…benar – benar…..

“Aku juga tidak bawa PR, seosaenim!”

Langkahku seketika terhenti. Aku sontak menoleh ke arah sumber suara tersebut.

End of Seohyun’s POV

 

Aku juga tidak bawa PR, seosaenim!”

Langkah Seohyun terhenti. Ia langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut. Dan ia terkejut.

Seohyun menatap Kyuhyun tak percaya. Bukan hanya dia, tapi seluruh murid di kelas itu dan Soo Man seosaenim.

 “Permisi, Mr.Cho?” Soo Man seosaenim menginterupsinya.

Kyuhyun berdiri dari bangkunya.

“Benar, seosaenim. Aku tidak membawa PR . Aku tidak sengaja meninggalkannya di rumah”, jawabnya dengan sangat percaya diri. Bukan tampang bersalah yang seharusnya.

Kalau saja yang mengatakan itu adalah Siwon atau Kibum atau Leeteuk atau murid – murid lain selain Kyuhyun, Seohyun atau Ryeowook, mungkin semua tidak akan terkejut. Tapi, kali ini yang berkata seperti itu adalah Cho Kyuhyun, salah satu murid terbaik di sekolah.

Soo Man seosaenim mendesah dan menggeleng. “Aku tidak percaya, dua murid andalanku melalaikan PR hari ini. Jujur, aku kecewa sekali. Ku harap kalian tidak mengulanginya lagi”.

“Ne, seosaenim. Maafkan aku…..” kata Kyuhyun sambil membungkuk. Ia pun berjalan menuju pintu kelas dan melirik Seohyun sekilas yang masih terpaku ditempatnya semula, masih menatapnya tak percaya. Ia membuka pintu dan berjalan keluar dari kelas.

“Ehem…Ms. Seo, sampai kapan kau akan berdiri disitu?” tanya Soo Man seosaenim.

Seohyun terkejut dan tergagap. “Eh, ma – maafkan aku….” ia pun cepat – cepat keluar dari situ dan menutup pintu kelas.

 

Kyuhyun’s POV

Aku menunggunya diluar kelas. Sebenarnya  tadi aku berbohong. Aku tidak meninggalkan PR – ku dan sudah mengerjakannya. Aku hanya ingin menemani Seohyun. Sekaligus meminta maaf padanya atas perkataanku semalam. Tak lama kemudian, kulihat ia keluar dari kelas. Tampangnya sungguh lesu. Ketika melihatku, ia langsung cepat – cepat membuang mukanya. Ia berjalan begitu saja melewatiku. Aku tidak boleh membuang kesempatan ini.

“Tunggu!”

Ia langsung menghentikan langkahnya. Tapi, tetap tidak membalikan badannya. Aku menghampirinya dan berdiri di depannya.

“Seohyun…” panggilku. Ia tetap tidak bergeming.

“Aku….atas perkataanku semalam – “

Ia langsung mendongak dan menatapku sengit.

“Aku egois, begitu kan anggapanmu?! Sudahlah, Kyuhyun, aku tidak perduli!”

Ia pun langsung berjalan meninggalkanku. Aku tidak terima ini! Aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama lagi seperti tadi malam. Aku langsung mengejarnya dan memblokir jalannya. Ia sangat terkejut dan menatapku marah.

“Minggir, Kyuhyun!”

“Tidak, Seohyun!”

“Apa maumu?!”

“Dengarkan aku!”

“Aku tidak mau!” ia pun berusaha melewatiku, tapi aku terus menghalangi jalannya.

“MIAN HAEYO, SEOHYUN. JEONGMAL JOESONG HAEYO (aku benar – benar minta maaf)!”

Seketika ia terdiam. Aku menghela napasku dan menatap lekat kedua bola mata indahnya itu.

“Aku tidak bermaksud menyakitimu, Seohyun. Mian haeyo….tolong maafkan aku….” kataku pelan.

Ia hanya menatapku diam. Perlahan ku letakkan tanganku di kedua bahunya dan menatapnya lebih dalam.

“Kumohon, Seohyun. Berhentilah membenciku….”

Perlahan ia menurunkan pandangannya dariku. Kurasakan tubuhnya mulai melemas. Aku pun menurunkan tangannya dari bahunya dan menatap ke bawah. Pasrah.

Kumohon, Seohyun… sekali ini saja….berikan aku kesempatan lagi…..berikan lagi aku kesempatan untuk mendekatimu, Seohyun…..kumohon……

“Wae, Kyuhyun? Wae?” suaranya sangat pelan. Hampir menyerupai bisikan.

Aku mendongakkan kepalaku dan menatapnya. Ia pun melakukan yang sama. Ia menatapku lirih.

“Kenapa kau melakukan semua ini padaku?”

“Seohyun……”

“Mengapa kau selalu menatapku seperti itu? Mengapa kau mengajakku berdansa? Mengapa kau mengantarku pulang? Darimana kau bisa tahu alamatku? Dan mengapa………..” ia menghela napas, “………mengapa kau begitu peduli bila aku menbencimu atau tidak? Wae, Kyuhyun? Kumohon……kumohon jelaskan padaku…….”

Aku terdiam mendengarnya. Tak sanggup harus berkata apa. Lidahku kelu. Seolah aku ditindih sejumlah beban yang tak bisa ku angkat. Haruskah ia tahu yang sebenarnya? Haruskah ia tahu bahwa aku melakukan semua itu, karena sudah tidak tahan memendam perasaan ini untuknya selama 2 tahun? Haruskah aku mengatakannya? Haruskah?

Ia menatapku memohon, seolah ia letih dengan semua ini. Padahal, akulah yang paling letih akibat terus menyimpan perasaan ini untuknya.

“Kyuhyun……” panggilnya lirih.

Aku menunduk, tak sanggup lagi menatapnya. Tuhan, kumohon…..apa yang harus kulakukan?

“Aku…..aku…..” haruskah aku mengatakan yang sebenarnya?

Ia diam menunggu jawabanku.

“Aku….aku….hanya ingin selau ada disisimu……..menjadi temanmu……boleh…bolehkah aku melakukan hal itu, Seohyun?”

Ia terkejut.

“Kau….kau ingin menjadi temanku?” tanyanya tak percaya.

Aku mengangguk pelan. Matanya yang bulat menatapku semakin terkejut.

“Ta – tapi mengapa, Kyuhyun? Mengapa kau ingin menjadi temanku?”

Kini aku kembali berani menatap kedua bola matanya. Aku tak ingin melepaskan pandanganku lagi darinya.

“Karena aku ingin membuktikan padamu, Seohyun, bahwa tidak semua orang kaya itu seburuk yang kau kira. Aku tulus ingin berteman denganmu, tidak peduli siapa kau sebenarnya. Tidak peduli kau kaya, miskin, cantik, popular atau segala apapun statusmu, aku tetap ingin berteman denganmu, Seohyun. Karena kau istimewa bagiku. Kau sungguh istimewa menjadi dirimu yang apa adanya”.

“Kyuhyun……..”

Aku tersenyum padanya. Kuletakkan lagi kedua tanganku di bahunya. Menggenggamnya erat, seolah mencoba menyalurkan semua kesungguhan diriku untuknya. Aku semakin menatapnya dalam.

“Seohyun…….bisakah kau percaya padaku?”

End of Kyuhyun’s POV

Seohyun’s POV

“Seohyun…….bisakah kau percaya padaku?”

Ia memegang kedua bahuku dan menyakan hal itu padaku, sambil menatapku dalam. Aku merasakan hangat kedua tangannya di bahuku. Yang entah mengapa sentuhannya itu sangat mempengaruhiku untuk bisa mempercayainya.

Kami terus diam dan saling memandang satu sama lain. Masing – masing pandangan kami mempunyai arti yang hanya bisa dimengerti oleh kami sendiri.

KRIIING!!!

Bunyi bel tersebut sungguh mengagetkan kami. Kami berdua sama – sama terperanjat. Kyuhyun refleks melepaskan bahuku dan aku refleks mundur. Jantungku berdegup kencang. Aku mencoba bernapas normal kembali, karena aku baru menyadari ternyata sedari tadi aku menahan napasku. Kulirik Kyuhun yang memalingkan wajahnya dariku, ia juga sedang terengah – engah sama sepertiku.

Tak lama kemudian, pintu kelas terbuka. Soo Man berjalan keluar meninggalkan kelas. Tiba – tiba Tiffany menghambur keluar, diikuti Minho dibelakangnya. Mereka langsung berlari menghampiriku.

“Seohyun! Seohyun!” panggil Tiffany.

“Fany – ah, mengapa kau seperti orang panik begitu?” tanyaku heran.

Matanya melirikku dan Kyuhyun bergantian. Minho mendelik curiga pada Kyuhyun. Aku heran, kenapa Minho masih bersikap seperti itu pada Kyuhyun. Merasa diperhatikan dan ditatap tajam seperti itu, Kyuhyun pun meninggalkan kami bertiga tanpa sepatah kata pun. Aku mendesah.

Ketika sampai didepan pintu kelas, ia berpapasan dengan Ryeowook yang baru kusadari sudah berdiri disana sejak tadi, memperhatikan kami. Ryeowook menatap Kyuhyun yang hanya meliriknya sekilas sebelum masuk ke kelas. Ryeowook kembali menatapku yang kemudian terkejut mendapati aku juga sedang menatapnya. Aku jadi gugup dan sepertinya juga ia. Ia pun sekilas tersenyum padaku, sebelum pergi.

Tiffany mendekat padaku dan berbisik.

“Ada apa dengannya?”

“Huh? Siapa?” tanyaku bingung.

Tiffany memutar bola matanya.

“Tentu saja Kyuhyun. Kau kira aku sedang membicarakan siapa”.

Aku hanya menggeleng diam. Jujur, aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan. Yang pastinya sekarang, aku pusing lagi dibuatnya. Semua sikap dan kata – katanya benar – benar diluar dugaanku.

“Sudahlah, Seohyun. Tidak perlu bersikap seolah – olah tidak tahu apa – apa. Semua orang di kelas juga tahu kalau Kyuhyun tadi sengaja ingin menemanimu. Sampe harus bohong segala pada Soo Man seosaenim”, kata Tiffany sambil tertawa.

Aku mengerutkan keningku bingung. “Teserah kau mau menganggapku babo atau apa, tapi aku benar – benar tak mengerti apa yang sedang kau bicarakan, Tiffany”.

Tiffany menatapku tak sabar. “Seohyun, Kyuhyun itu ingin bersamamu, makanya ia bohong kalau ia tidak membawa PR – nya. Itu bukan hal yang kebetulan kan, mengingat kalian berdua baru saja berdansa tadi malam. Sudah pasti diantara kalian pasti ada apa – apanya”, katanya sambil menyeringai.

Aku mendesah. Aku harusnya sudah menduga ini sejak awal. Kejadian ini pasti akan menimbulkan gosip yang baru ini antara aku dan Kyuhyun.

“Serius deh, Seohyun, tadi kalian berdua ngapain aja?” tanya Tiffany dengan ceria. Aku menggeleng – geleng. Nih anak seneng banget kalau aku sama Kyuhyun, batinku.

Minho mendengus. “Pasti ia mencari – cari kesempatan lagi padamu”, katanya dengan kesal. Ia pun mendekat padaku dan memegang kedua bahuku.

“Jangan percaya padanya, Seohyun. Kau tidak boleh percaya pada orang seperti dirinya”, katanya mencoba meyakinkanku.

“Yah! Minho! Jangan menghasut orang seperti itu!” teriak Tiffany sambil menjitak kepalanya. Minho meringis kesakitan.

“Yah! Tiffany!”

Tiffany beralih padaku dan tersenyum ceria.

“Pokoknya aku sangat mendukung hubunganmu dengan Kyuhyun, Seohyun! HWAITING!” katanya sambil mengacungnya tinjunya di udara.

Rasa – rasanya kini aku yang ingin menjitaknya.

***

Ryeowook berkata padaku kalau ia akan menungguku di tempat parkir. Seusai pelajaran terakhir tadi, aku menyuruh Tiffany untuk pulang duluan, dengan alasan ada urusan yang harus kuselesaikan. Aku tentu saja tidak memberitahu urusan itu, kalau tidak mau jadi gosip baru buat Tiffany.

Aku terus berjalan menuju tempat parkir dengan keceriaan dalam hatiku. Aigoo, sampai yang tidak akan senang, bila orang yang kusukai tiba – tiba mengundangmu ke rumahnya. Ah, mimpi apa aku semalam. Aku terus tersenyum – senyum sendiri, sampai ketika kusadari bahwa aku sudah di tempat parkir. Aku berhenti sejenak untuk menarik napas panjang. Tenang, Seohyun. Tenang.

Setelah cukup untuk menenangkan diriku, aku pun mengedarkan pandangan mencari dimana Ryeowook. Dan……disanalah ia…….. masih dengan hati yang berdebar, aku pun berjalan mendekatinya. Ketika melihat kehadiranku, sebuah senyum  terpancar di wajahnya.

“Kau sudah datang, Seohyun – ah”, katanya, lalu membukakan pintu untukku di bagian depan. “Masuklah”, katanya sambil tersenyum.

“N – ne, gomawo,” jawabku agak gugup, lalu aku pun masuk.

Aku mencoba mengingat – ingat, kenapa rasanya situasi ini terasa familiar. Seolah – olah aku pernah mengalami hal seperti ini juga sebelumnya. Oh ya! Tadi malam, waktu Kyuhyun juga membukakan pintu untukku. Hhh…aku merasa tidak nyaman karena mendadak aku mengingatnya lagi.

Selama di perjalanan, aku dan Ryeowook membicarakan banyak hal. Ryeowook sangat terbuka dan aku merasa nyaman mengobrol dengannya. Selain itu juga, wawasannya luas. Aku menyadari bahwa ia sangat jatuh cinta musik dan suatu saat ingin melanjutkan karirnya sebagai musisi. Aku tersenyum mendengarnya. Aku sangat menyukai orang yang punya mimpi dan berkehendak kuat ingin mewujudkan impiannya.

Aku merasa kami berdua cocok satu sama lain. Pipiku seketika merona memikirkan hal itu. Ah, kau ini berpikir terlalu jauh, Seohyun!

Tak lama kemudian, kami sampai di rumah megahnya. Setelah memarkirkan mobilnya, kami pun bergegas keluar.

Mendadak aku merasa tegang lagi. Bagaimana  jika nanti aku melakukan hal yang memalukan? Bagaimana nanti jika aku tidak diterima oleh keluarganya? Dan yang lebih jauh lagi, bagaimana jika aku diusir?

Aissh…..itu mengerikan sekali! Aku mencoba mengatur napasku. Kumohon, tenanglah sekali ini saja Seohyun! Jangan sampai mempermalukan dirimu sendiri di depan orang yang kau suka! Aissh….pikiran ini malah membuatku semakin tegang!

Sepertinya Ryeowook menyadari keanehan dari ekspresi wajahku.

“Kau tidak apa – apa, Seohyun? Kau kelihatan tegang sekali….” katanya dengan nada khawatir.

Aku memaksakan sedikit senyum padanya untuk, mencoba menurunkan keteganganku. “T – tidak apa – apa, Ryeowook – ssi….”

Tanpa kuduga, Ryeowook menepuk – nepuk bahuku dengan lembut. Aku seketika merinding dengan sentuhannya.

“Tidak usah khawatir, Seohyun – ah. Semua orang di rumahku pasti akan menyambutmu dengan baik”, kata Ryeowook seolah – olah mengerti dengan kekhawatiranku.

Aku pun mengangguk dan memberikan senyuman terima kasih untuknya. Ekspresi kelegaan terpancar jelas di wajahnya.

“Kajja”.

***

Aku tak berhenti mengagumi setiap sudut rumah ini semenjak menginjakkan kakiku disini sejak tadi. Waktu tadi malam, rumah ini didekor, sekarang  walaupun semua dekorasinya sudah dicopot, tapi tetap saja megah. Seperti di istana.

Setelah, berjalan cukup lama, maklum rumah ini luas sekali, kami sampai di sebuah ruangan yang luas.

“Ini ruang santai. Semua teman – temanku kalau datang, pasti berkumpul di ruangan ini”, kata Ryeowook sambil tersenyum padaku.

Aku mengangguk dan mulai melangkahkan kakiku ke dalamnya, menikmati keindahan ruangan itu. Ruangan itu mempunyai jendela – jendela yang sangat besar, tingginya dari lantai sampai ke langit – langit. Hampir menyerupai ruangan kaca. Sofa – sofanya terlihat sangat menyenangkan dan nyaman. Satu – satunya TV yang ada disitu berukuran raksasa. Seperti bioskop mini. Dan tak lupa juga, di sudut ruangan tersebut terletak sebuah piano. Aku tersenyum, ruangan ini benar – benar untuk santai. Andai aku punya ruangan seperti ini.

Ryeowook mendekat padaku dan berdiri disisiku. Ia tersenyum padaku.

“Acaranya belum dimulai. Ayah dan Ibuku masih di perjalanan. Umm…..sebaiknya kita duduk dulu saja disini”, katanya sambil menunjuk sofa yang nyaman itu. Aku mengangguk canggung.

“OPPA!!”

End of Seohyun’s POV

“OPPA!!”

Ryeowook berbalik dan terkejut melihat Sunny yang datang menghampirinya. Sunny tersenyum ceria dan langsung bergelayut manja di tangan Ryeowook.

“Oppa! Kau sudah pulang ya? Eomma dan Appa juga sudah datang kok!”katanya ceria.

Seohyun terkejut dengan kehadiran Sunny dan lebih terkejut lagi melihat Sunny yang tiba – tiba menggandeng tangan Ryeowook. Ryeowook melirik Seohyun, ia pun langsung melepaskan tangan Sunny pelan – pelan.

“Oh….” hanya itu yang bisa Ryeowook katakan setelah berhasil melepaskan dirinya dari Sunny.

Sunny heran dengan sikapnya. Tiba – tiba ia menyadari kehadiran seseorang. Ia pun melirik pada Seohyun dan terkejut.

“Op – oppa?! Kenapa dia ada disini?!” katanya sambil menunjuk Seohyun.

“Oh, aku yang mengundang Seohyun kemari”, jawab Ryeowook sambil tersenyum dan langsung berdiri di samping Seohyun.

Mulut Sunny terbuka saking syoknya.

“Op – oppa y – yang mengundangnya?”tanyanya tak percaya.

Ryeowook mengangguk, “Yup!”

Sunny menggeleng – geleng tak percaya. Ia pun menyipitkan matanya menatap Seohyun dari ujung kaki sampai ujung kepala. Merasa diperhatikan seperti itu, Seohyun merasa tak enak. Ia pun memutuskan menyapa Sunny.

“Annyeong, Sunny – ah”, sapa Seohyun sambil mencoba tersenyum.

Sunny menatapnya tak suka. ‘Apa yang dilakukan yeoja  ini disini? Kok Wookie oppa bisa mengundangnya? Aku harus tahu ada hubungan apa dia dengan Wookie oppa!’ katanya dalam hati. Ia pun sengaja mengacuhkan Seohyun dan beralih pada Ryeowook.

“Wookie oppa, oppa yang lain mana?” tanyanya seimut mungkin.

“Ah, sepertinya masih di jalan”. Ia pun beralih pada Seohyun dan tersenyum. “Seohyun – ah, kau mau minum apa? Nanti aku siapkan”.

“Ah, ti – tidak usah repot – repot, Ryeowook – ssi….” jawab Seohyun gugup.

Sunny sangat terkejut melihat perhatian Ryeowook pada Seohyun. Dia kan bisa menyuruh pelayan untuk menyiapkan minuman? Kenapa harus dia sendiri yang menyiapkannya? Walaupun sudah bertahun – tahun berkunjung ke rumah Ryeowook, Ryeowook belum pernah sekalipun menawarkan seperti itu padanya.

“Tidak apa – apa. Berhubung cuaca hari ini sangat panas, kalau ice cream vanilla saja bagaimana?”

Seohyun menjadi agak malu,”Tidak usah, Ryeowook – ssi……”

Ryeowook tertawa kecil, “Tidak usah malu seperti itu, Seohyun – ah. Kita kan teman, ingat? Baiklah, aku mau menyiapkannya dulu. Nanti aku kembali lagi. kau tunggu dulu saja disini, ya? Arasseo?” katanya sambil menepuk pundak Seohyun sebelum meninggalkannya.

Dan kini tinggalah Sunny dan Seohyun dalam ruangan itu.

***

Lima mobil sport keluaran terbaru memasuki pekarangan rumah keluarga Kim. Setelah memarkir mobil – mobil itu, keluarlah lima masing – masing pemiliknya, yang tak lain geng konglomerat.

“Ayo!” kata Leeteuk. Dan mereka pun berjalan masuk. Tiba – tiba Siwon berhenti.

“Satu, dua, tiga, empat, lima, lho? Kyuhyun mana?” tanya Siwon.

“Babo, aku kan sudah bilang dari tadi kalau Kyuhyun pulang ke rumahnya dulu”, jawab Yesung agak kesal.

“Hehe….lupa…” Siwon cengar – cengir gak jelas.

“Ayolah, kita masuk duluan aja”, ajak Heechul. Dan yang lain pun mengikutinya.

***

Sunny menatap Seohyun dengan marah. Ia sangat cemburu melihat perhatian Ryeowook padanya. Padahal selama ini, Ryeowook tidak pernah perhatian pada yeoja lain selain dirinya. Karena ia adalah satu – satunya yeoja yang menjadi sahabat Ryeowook. Seohyun yang sejak tadi menyadari tatapan tajam dari Sunny, memutuskan untuk tidak menghiraukannya. Ia sudah biasa menghadapi yang seperti ini.

 

Seohyun’s POV

“Jadi……kau adalah temannya Wookie oppa?” tanya Sunny padaku. Ia mengangkat dagunya, seolah – olah memandang rendah padaku.

Hhh, aku tahu, hal seperti ini pasti akan terjadi. Jadi, hal yang terbaik adalah mengacuhkannya.

Aku menghembuskan napasku. “Ya…begitulah”.

Ia tersenyum sinis dan mulai menatapku dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.

“Kau pikir kau siapa bisa jadi temannya Wookie oppa, dasar yeoja miskin!”

Aku tersentak mendengarnya. Apa ia akan mulai menghina statusku seperti lain? Aku menatapnya tajam. Tapi, tak sepatah kata pun keluar dari mulutku. Aku menunggu ucapan apa yang akan ia katakan selanjutnya.

Ia menatapku sinis, lalu melipat tangan di dadanya dan ia mulai mengitariku. Aku diam di tempatku.

“Kau benar – benar tidak memenuhi standar untuk dekat – dekat dengan Wookie oppa. Asal tahu saja, ya! Wookie oppa dan aku akan bertunangan!”

Aku terkejut mendengar pernyataannya yang terakhir. Bertunangan?! Ryeowook dan Sunny?!

Hatiku langsung sesak mendengarnya. Tapi, aku tidak boleh percaya langsung dengan perkataannya. Aku yakin, ia sengaja menyakitiku dengan berkata seperti itu. Aku tidak boleh jatuh hanya karena ia berkata seperti itu. Walaupun, aku percaya bahwa hal itu mungkin saja terjadi. Mengingat hubungannya dengan Ryeowook yang dekat.

Jadi, aku hanya berdiri diam disini. Tidak menanggapi ucapannya. Menahan semua emosiku.

“Jadi, kuminta kau jauh – jauh dari Ryeowook – ku!” kata Sunny tegas.

Sekarang gantian aku yang tersenyum sinis padanya. “Mengapa aku harus menjauhi Ryeowook? Aku dan dia berteman. Tidak ada hak bagimu untuk menyuruhku seperti itu”, kataku tak kalah tegas.

Ia berhenti mengitariku dan menatapku dengan marah. Aku membalas tatapannya.

“Aku adalah tunangannya Ryeowook oppa! Aku berhak melarang yeoja genit sepertimu supaya tidak dekat – dekat dengan tunanganku!”

Mendengar kata tunangan membuatku sungguh muak padanya. Ia bersikap seolah – olah Ryeowook itu adalah miliknya. Sungguh gadis posesif! Aku sangat merasa direndahkan mendengar ucapannya yang seolah – olah aku adalah yeoja kecentilan yang ingin bersama Ryeowook. Padahal  jelas dirinya sendirinyalah yang terlihat seperti itu!

Aku tertawa kecil, “Huh? Tunangan? Mana cincin pertunanganmu, Sunny?” tanyaku santai.

Ia langsung melotot padaku dan mengarahkan jari telunjuknya padaku.

“Kau…Seo Joo Hyun…sekali lagi kuperingatkan supaya menjauh dari Ryeowook oppa. Ia milikku!”

“Maaf, aku tidak mau, Sunny – ssi. Aku berteman dengan Ryeowook. Dan ia juga mau berteman denganku”, aku menggeleng tegas padanya. “Aku tidak akan pernah menjauhinya selama ia adalah temanku”.

Terlihat jelas wajah Sunny yang langsung murka mendengar ucapanku barusan. Ia berjalan mendekat padaku dan berhenti ketika jarak kami tinggal beberapa sentimeter. Ia menatapku tajam.

“Lihat saja, kalau kau berani mendekatinya, kau yeoja miskin tak tahu diri! Kau sungguh tidak pantas berteman dengannya, dasar wanita jalang!”

Hatiku sangat panas begitu mendengar kata – kata terakhirnya. Ini sudah benar – benar keterlaluan!

“Kenapa kau diam, huh? Kau itu tidak punya apa – apa! Kau itu orang miskin! Kau bisa masuk sekolah ini dengan beasiswa, kan? Itu membuktikan bahwa orang tuamu yang tidak bertanggung jawab! Tidak bisa cari uang untuk anaknya sendiri! Benar – benar orang tua tidak berguna, sama seperti anak – “

PLAKK!!

Sebuah tamparan keras mulus mendarat ke pipi Sunny. Sunny memegang pipinya yang merah. Air matanya otomatis langsung jatuh karena perih.

Aku sudah tidak tahan lagi! Dia sudah benar – benar keterluan menghina orang tuaku! Tanganku langsung melayang begitu saja tanpa kusadari.

“APA YANG KAU LAKUKAN?!”

Sebuah suara membuatku dan Sunny terperanjat.

Oh, tidak…….

End of Seohyun’s POV

 

 “APA YANG KAU LAKUKAN?!”

Seohyun dan Sunny terperanjat.  Didepan pintu berdiri Leeteuk dan anggota konglomerat yang lainnya berdiri dibelakangnya. Terlihat jelas ekspresi syok di wajah mereka. Sementara Leeteuk menatap Seohyun dengan marah.

Melihat hal itu, Sunny langsung memanfaatkan keadaan ini dengan berlari ke arah Leteeuk dan memeluknya sambil menangis.

“Oppa…….hiks…hiks…..” isaknya pura – pura.

Leeteuk melepaskan pelukannya pelan – pelan dan menatap lembut Sunny.

“Kau tidak apa – apa, dongsaeng?”

Sunny semakin menangis. Dalam hati ia tersenyum licik.

“Oppa….hiks…..sakit sekali………hiks……”

Leeteuk kembali menatap tajam Seohyun. Seohyun hanya bisa terdiam menyaksikan akting Sunny. Ia tahu Sunny pasti pura – pura.

“APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADA ADIKKU?! KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI BERBUAT SEPERTI ITU?!”

Seohyun mengalihkan tatapannya ke lantai. Matanya perih ingin menangis. Ia benar – benar merasa sendiri dan terpojok saat itu.

Melihat Seohyun yang hanya diam seperti itu, membuat Leeteuk semakin marah. Ia maju dan berdiri didepan Seohyun.

“HEY, KAU DENGAR TIDAK! BERANI – BERANINYA KAU MENAMPAR ADIKKU! KENAPA KAU DIAM SAJA? JAWAB AKU!”

Seohyun masih dengan sakit hatinya hanya mampu tertunduk. Ia ingin mengatakkan sesuatu tapi tak ada suara yang keluar.

“KAU ITU DENGAR TIDAK HUH?! DASAR YEOJA KASAR TAK TAHU SOPAN SANTUN!”

Ugh. Kata – kata itu sungguh menusuk Seohyun. Beribu penghinaan diterimanya, yeoja inilah, yeoja itulah, benar – benar menusuk hatinya. Kalau saja bisa, hatinya sudah meneteskan banyak darah saat ini. Seohyun  ingin menangis, tapi ia berusaha menahan keras air matanya.

Yesung berjalan mendekat untuk menenangkan Leeteuk yang sepertinya siap untuk melontarkan amarahnya lagi. Namun, seketika semuanya terdiam ketika melihat Seohyun yang perlahan – lahan mengangkat wajahnya. Leeteuk terkejut melihat ekspresi yang tergambar di wajah Seohyun saat itu. Kesedihan, kemarahan, putus asa, kemurkaan. Itulah yang saat ini tertera jelas di wajahnya.

Seohyun tersenyum getir.

“Huh, jadi beginikah kalian para orang kaya? Apakah memang sudah menjadi pekerjaan kalian untuk menghina orang – orang miskin sepertiku? Puaskah bila kalian sudah membentak, menghina dan menginjak – injak yeoja miskin sepertiku? Huh? Apa kalian puas?!” bentak Seohyun dengan mata berkaca – kaca.

Semuanya terdiam melihatnya. Tak ada yang berani berkata sepatah kata pun. Bahkan Sunny menatapnya terkejut, tak menyangka Seohyun masih punya keberanian untuk membela dirinya.

Seohyun menatap tajam orang – orang yang ada di ruangan itu satu – satu. Ia bisa saja menyerah untuk melawan air matanya yang siap jatuh kapan saja. Ia mungkin saja sudah menangis dari tadi dan berlari meninggalkan mereka. Tapi, ia menolak! Ia menolak untuk dipojokkan dan diinjak – injak harga dirinya. Itu sama saja melindungi Sunny, orang yang paling bertanggung jawab atas ini semua.

Pandangannya berhenti pada Sunny dan menatapnya dengan penuh kemurkaan. Sunny merinding melihat tatapannya.

“Kau bisa saja menghinaku, aku tidak akan membuang – buang waktuku untuk menanggapi hinaan darimu! Karena dengan menghina diriku, kau baru saja membuktikan bahwa dirimu itu lebih MENYEDIHKAN dari diriku!”

“TAPI JANGAN PERNAH SEKALIPUN KAU MENGHINA ORANG TUAKU! TIDAK ADA SATUPUN ORANG YANG BERHAK MELAKUKAN ITU!”

“Sekali aku mendengar kata hinaan yang dilontarkan untuk kedua orang tuaku, walaupun itu hanya SATU kata, aku TIDAK AKAN tinggaL DIAM! Aku akan mengejar orang itu SAMPAI MATI!”

Seohyun agak terengah – engah setelah mengucapkan semua itu. Rasa marah dan terhina yang ia rasakan membuatnya berani mengatakan semua itu. Semua orang yang ada di ruangan itu tak ada yang berani melawannya. Semuanya hanya diam. Kemarahan Seohyun begitu jelas, sampai – sampai membuat mereka sendiri pun takut.

Sunny hanya tertunduk ketakutan, tak berani menatap Seohyun. Leeteuk terkejut mendengar semua itu. Rasa menyesal dan bersalah seketika menyelimutinya. Ia diam tak bergerak menyaksikan sosok yeoja yang sedang murka dihadapannya. Tapi, ia lebih menyesal lagi begitu melihat sorot mata yeoja ini yang penuh dengan kepedihan.

Seohyun merasa dirinya lemas, begitu menumpahkan semua amarah, perasaan dan sakit hatinya. Ia pun segera melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu. Ia merasa air matanya sudah tidak bisa ditahan – tahan lagi saat itu.

Namun langkahnya seketika terhenti, ketika melihat kaki seseorang yang tiba – tiba berdiri dihadapannya. Ia mengangkat wajahnya dan melihat Ryeowook sedang menatapnya sedih.

“Seohyun………”

Seohyun semakin ingin menangis melihatnya. Perlahan air matanya mulai menetes.

“Ryeowook – ssi……hiks…..maafkan aku…..hiks…….aku……..aku harus pergi………” katanya lalu segera melangkah cepat meninggalkan ruangan itu.

“Seohyun!” panggil Ryeowook.

Ryeowook segera berlari untuk mengejarnya, namun ketika sampai didepan pintu, langkahnya terhenti. Ia berbalik dan menatap tajam semua orang di ruangan itu.

“Aku tak percaya, kalian melakukan hal ini padanya. Bila sampai terjadi apa – apa padanya, aku tidak akan memaafkan kalian!” ucapnya marah, sebelum berlari meninggalkan mereka untuk mengejar Seohyun.

“Seohyun – ah, kumohon……jangan pergi………” ucap Ryeowook dalam hati.

***

BERSAMBUNG……

SEE YA!


43 thoughts on “What If You Believe Me 10 : Can You Believe Me?

  1. geng konglomerat kok gitu sih. kasihan kan seohyun..
    banyakin seokyu nya dong. hehe

    oiya chingu aku boleh copas ff ini gak? aku mau simpen di komputer.

    Like

  2. Wah…..daebak…!!!
    Akhirnya keluar jg ff ini aku tunggu2in lho ^^ #gadaygnanya
    Kasian seo eonni …yg sbr ya eonni kyupa pasti disamping eonni terus kok wkwkwk
    Kira2 apa yg bkl terjadi…?? Penasaran >_< bnykin seokyu momentnya ya+update soon ya hehehe
    Lanjut…!!^^v

    Like

  3. Salam kenal..

    Slama ini sya slalu diam aka silent reader klo bca ff ini.. Tpi karna part ini bner2 mngras hti,, jdi hrus brkmntr..

    Kasian bangeet seohyun dihina terus.. Sya hmpr nangis tuh di bgian trkhr.. Leeteuk oppa jgn lngsng mrh & nghina dlu donk,, kasian seohyun.. Sunny,, kau licik kali,, kau yg slah krna tlah mnghina ortu’a seohyun..

    Smg seo pulang trus ktmu kyuhyun oppa deh.. Trus kyu bsa nenangin seo.. Dan dri situ smg seokyu mkin dket.. Amien #plak

    author,, klnjtan’a jgn lm2 di tunggu sma sya.. SeoKyu moment ya.. *merayu

    daebak !
    SEOKYU JJANG !!

    Like

  4. Huuuh dasar th c sunny g tw malu, jd trbwa emosi juga ..
    Hmp lanjutan.x jngn lama” ya ..
    Hehe
    annyeong ak readers bru ..yeong ak readers bru ..

    Like

  5. aaaaa~ itu semua yeoja disekolahnya kok gtu semua-__- udah sandara ngumpetin buku PR, sunny yg menghina seohyun ampe segitunya. ckck
    untung masih ada tiffany ama minho yg dgn setia jadi temennya😀
    ah suka bgt pas kyuhyun jg bilang gak bwa PR cuma buat nemenin plus minta maaf sm seohyun ^^, semoga aja di next part pas keluar rumah ryeowook ada kyuhyun yg baru dateng dan bwa seo pergi.. hehe.
    ayo author lanjutannya jangan lama.lama

    Like

  6. ak setuju bgd wktu Seo nampar Sunny,biz mulutnya tajam kyk pisau bgd jd cwe mentang2 anak orkay seenaknya aja main hina..huh……jengkel bgd…sabar..sabar…tar ada Kyuppa.*plakk
    wuah beruntung bgd jd Seo disukain namja kyk Kyuppa m Wookieppa….
    ak harap jdnya ttep m Kyuppa tp tar Wookieppa m spa, Sunny gtu…ach ga cocok, ma ak aja..*plakk ditbok para istri wookie
    chingu, mkin seru nech ff ny tar Seo pusing dach tch milih spa, Kyuppa apa Wookieppa….
    ditunggu lanjutannya………………ASAP ych chingu…^_^

    Like

  7. satu kata bt author “daebak”
    ceritany benar2 menguras emosi
    itu org2 kaya pd sombong semua,pdhal mereka
    ga tau knyataany ud ng-judge seo mcm2
    lanjut dong author (^/\^)

    Like

  8. dasar geng konglomerat gak pny etika…!!!
    Suka2 nya aja ngehina org lain yg gak sama status nya..!!!
    Bikin kesel aja..
    Seo, yg sbr ya…
    Maaf, aku lbh ngedukung seo ama kyu..
    Kyu, kamu udah mendam perasaan kamu slama 2 thn??
    Hebaaat..
    Mudah2an kyu bisa mendptkan hati seo dan tulus ama seo..
    Ditunggu ya update selanjutnya..
    SEOKYU JJANG…!!!!

    Like

  9. ini ff bner2 dh bkin aku mrah ,sdih ,nngis ,ksel smua jdi satu ..
    jngn lma2 ya chinggu lnjtinnya ..ini ff bner2 dh bkin aku mrah ,sdih ,nngis ,ksel smua jdi satu ..
    jngn lma2 ya chinggu lnjtinnya ..

    Like

  10. ah,,ryeowook… segitu cintanya ma seo..hehe
    seo jg brani bicara gt,,,jujur,q bayanginnya susah bgt lho, cz seo kn wajahnya lembut,,hehe
    ta aq sukaaa,, apalagi pas kyu ma seo,, so sweet bgt..
    lanjutnya jgn lm2 ya chingu,,hehe

    Like

  11. sunny jahat bgett , kasian seomma musti nahan sakit+nangisnya supaya gag diinjek injek harga dirinya …
    ayolah seo unnie ,terima kyuppa jadi temanmu , ntr lama lama jadi demen deh ^^
    lanjutt chingu ^^

    Like

  12. yang ngumpetin buku seohyun itu dara ya? hjahhahahha
    ahhhh kyuhyun coba kau ungkapkan untuk menjadikan seo unnie sebagai kekasihmu oppa.. jangan malu-malu kucing gtu.. aku setuju ko oppa jika dengan seo unnie.
    sunny unnie disini nyebelin ya, teuki oppa juga nih karakternya nyebelin. biasanyakan jadi appa seohyun kalo ga oppa.
    kyu ayoo datanglah mengejar seohyun..wookie oppa moga kehilangan jejak seo. dan seo unnie malah ketemu kyu oppa.. SEOKYU ahhhhh

    Like

  13. Waaah daebak daebak chingu aq sk sikap seo yg tegas disini yg sabar ya seo bentar lg abang kyu datang…
    Di tg chingu next partnya ni salah1 ff yg aq tg loh..hehehe
    Gomawo

    Like

  14. Aigo~ seohyun kasian banget😦

    Ih sandara licik banget, apalagi sunny
    kejem-_-

    Itu kenapa teuki juga ikut marah? Apa karna sunny adiknya?

    Aku salut eon sama seohyun pas lagi membela dirinya sama orang tuanya (Y)
    Sampai² semuanya cuma bisa diam aja hehe

    Itu minho juga suka sama seohyun ya eon?😮

    Eonnie, lanjut ya, penasaran bangeeeet ><

    Ditunggu lanjutannya, kalau bisa jangan terlalu lama ya eon😉

    Like

  15. Aigo~ Chingu Akhirnya FF Yang sudah ku tunggu begitu lama keluar >.<
    hih~ gregetan dah ngelihat Sunny kyk gitu
    Seohyun yang jadi begitu juga…Aigo~ sudah tak bsa mengucapkan dengan kata- 2🙂
    yang Pasti FFnya Daebak ditunggu lanjutannya Ya😀

    Like

  16. aigooo pengen jitak sunny unnie yang jahat gitu deh..
    haduuh seo kenapa hidupmu selalu menderita si?? kan udah ada pangeran setan yang siap sedia disampingmu *digaplokKyu
    nice thor.. lanjut cepat ya ;D

    Like

  17. wwwaaaahh KEREN. . . .
    kasian seo di hina terus,sunny jahat bgt. .
    banyak’n moment seokyu y donx chingu. . .
    d tungga part selajut y,jgn lama2 ya chingu. . .

    Like

  18. wuuaaahhhhhh….. keren banget FF nya chingu…
    sumppaahhh…… smpe brnfas pun susah saat mmbacanya……
    aku suka karakter seohyun di FF ini… beda aja dr FF yg laen…
    chingu.. daebak dechhh…..
    lanjutin part slanjutnya yachh…. jgn lama2….

    Like

  19. Kok bersambung sih, itu ntar Kyuhyun muncul trus bawa pergi Seohyun ya~asal nebak~
    Leeteuk gak tau yg sbenernya langsung aja belain Sunny, rada kesel sama Sunny jadinya..
    Eh Minho suka sama Seohyun kan? Dari sikapnya kayaknya bukan sedekar rasa pada sahabat deh..k~
    Leeteuk gak tau yg sbenernya langsung aja belain Sunny, rada kesel sama Sunny jadinya..
    Eh Minho suka sama Seohyun kan? Dari sikapnya kayaknya bukan sedekar rasa pada sahabat deh..

    Like

  20. Ohmygod! Daebak! Puas banget bacanya chingu panjang banget. Aaaah Seohyun hebat banget. Aku suka karakternya disini. Kasian Kyuhyun juga memendam rasa 2 tahun lamanya, so sweet. Aku berharap banget waktu Seo keluar rumah Wookie ketemu Kyu. Next part cepet ya chingu! Hwaiting!

    Like

  21. Bagus ffnya chingu ^^ nambah seru..
    kyu sma minho berantem mrebutkan seo..
    wookie suka sama seo ^^ tpi mau tunangan sama sunny..
    Hey,, seo juga punya perasaan!! #emosi kasian seo dihina-hina terus..
    sunny bikin emosi aja >,<
    Seokyu!
    lanjut chingu~

    Like

  22. Aduhh, makin penasaran bgt sama kelanjutannya.. Jgn lama” publish’a dong.. Kita semua udah kelewatan penasaran.. Hehehe, nice FanFic🙂 seokyu jjang! Seowook jjang! Aku terserah author nih, mau seo ama kyu apa sama wookie oppa🙂 abis disini karakter kyu dan wookie oppa bener” bikin aku kagum🙂 seonni juga karakter’a keren bgt! Author DAEBAK!!

    Like

  23. setelah sekian lama aku menunggu,akhir nya publish juga chap 10 nya🙂

    Aku nangis baca perjuangan seohyun di sekolah,perjuangan kyuhyun utk yakinin seohyun
    sudah seharusnya Geng Konglomerat itu sadar kalo perilaku mereka keterlaluan,semua murid di sklh juga bikin emosi
    Tapi aku bangga banget sama seohyun disini,hiks…hiks…😥

    Aku selalu tunggu kelanjutan ff ini
    Daebakk banget deh author🙂
    SeoKyu Jjang🙂

    Like

  24. sangaaaaaattt seru,, baca dr part 1 baru dikomen part 10 eheheh gk pa2 toh.
    Author tnya gimana nti endinya… Kalo boleh mnta req sih harus ama kyu, ehheh coz reder bnyak yg seokyu🙂
    Wookie oppa jadian aja ma tiffany :p
    ditnggu part selnjtnyaaa.. Hwaiting

    Like

  25. kayaknya part selanjutnya tambah seru nih…. lanjoot yaa! jgn lama-lama publishnyaa. aku tunggu publish~nya ya thor:) nice ff:thumbup buat author!

    Like

  26. Author saya gereget sama part ini sumpah sedih banget ini.
    Sunny jahat banget sama seo eonnie😦
    Daebak thor lanjut ya🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s