Love Dilemma


Cast : Choi Minho
Krystal Jung
Kwon Yuri
Kim Keybum
Kim Jongwoon
Kim Jonghyun
Jessica Jung
Im Yoona
Genre : Friendship Romance

Author : Elfishysparkyu

~Aku mengagumi senyum hangatmu. Kedewasaanmu selalu menghadirkan rasa nyaman untukku~

“Yuri noona, biarkan aku disini lima menit lagi.” pinta Minho, ia seakan enggan beranjak dari sofa yang didudukinya.

Yuri menggeleng. “Nanti kalau Yesung oppa datang dia bisa membunuhku.”

“Memangnya kenapa? Apa dia cemburu padaku?”

“Kau tahu sendiri jawabannya kan?” Yuri masih tampak mondar mandir di dapur apartmentnya. Ia sedang sibuk menyiapkan makan siang.

“Kalau Jongwoon-ssi kau buatkan masakan istimewa. Kalau aku?” protes Minho.

Yuri tertawa. “Bukankah tadi kita sudah makan jjajangmyeon bersama?”

“Tapi itu kan aku yang beli.” Minho beranjak dari duduknya dan menghampiri Yuri. “Kelihatannya itu enak sekali noona.” tunjuknya pada hidangan yang sedang Yuri tata di piring.

“Kau mau mencoba?”

Minho mengangguk. “Boleh?” tanyanya.

“Boleh, tapi nanti. Sekarang kau pulang dulu. Sebentar lagi Yesung oppa datang dan kau bisa mengacaukan semuanya.” Yuri menarik lengan Minho dan mendorong pelan namja itu hingga ke depan pintu.

“Noona.. ” ucap Minho menghentikan tangan Yuri yang akan menutup pintu.

“Wae?”

“Jika Jongwoon-ssi bukan pacarmu, apa kau akan memilihku?”

Yuri tersenyum kecil. “Sekarang, kalau aku yang bertanya seperti itu padamu. Jika kau tidak bersama Krystal, kau akan memilihku?”

“Mungkin.” jawab Minho ragu, ia menggaruk-garuk kepalanya sendiri.

“Seperti itu juga jawabanku, mungkin.” Yuri hendak menutup pintunya.

Tapi lagi-lagi Minho menahannya. “Tapi aku lebih tahu kau daripada Jongwoon-ssi. Aku lebih dulu mengenalmu daripada dia.”

“Sayangnya saat kita bertemu lagi, keadaannya sudah berbeda. Kita sudah bersama orang lain.”

“Kau tidak lagi menyayangiku noona?”

“Andai usiamu lebih tua dariku, aku pasti akan langsung menjawab iya.”

“Kenapa bawa-bawa umur?”

“Sudahlah, kau tidak akan mengerti. Pulanglah.. ” usir Yuri, ia segera menutup pintu apartmentnya.

Membiarkan Minho tersenyum kecut diluar sana. “Aku pulang noona.” teriaknya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Ini untuk kesekian kalinya dia menghilang entah kemana.” Krystal menelonjorkan kakinya asal. Ia duduk direrumputan seadanya. “Aku tidak bisa menghubunginya. Handphonenya tidak aktif sejak pagi.”

Disampingnya Key asyik memakan makanan yang dibawa Krystal. Tentu saja sambil mendengarkan ocehan gadis itu.

“Kenapa kau memakannya? Ini aku bawa untuk Minho oppa.” Krystal merebut kotak bekal dari tangan Key.

“Orangnya kan tidak ada. Daripada tidak bermanfaat lebih baik aku manfaatkan saja.” Key mengambil lagi kotak dipangkuan Krystal itu.

Dan kali ini Krystal membiarkannya. “Kau tahu Key? Aku membuatnya dengan cinta tapi kenapa jadi kau yang memakannya?”

“Ini kan hanya kue. Nanti kalau Minho datang aku akan belikan untuknya sebagai ganti yang aku makan ini.” Key terus saja menyumpalkan kue itu ke mulutnya.

“Key, apa kau pernah berpikir kalau Minho oppa sedang berpaling ke lain hati?”

“Kau tidak percaya padanya?”

“Bukan, hanya saja aku merasa ada yang berbeda darinya. Mulai ada perasaan lain dihatiku saat bersamanya.”

“Kau curiga dia selingkuh?”

Krystal menggeleng. “Semoga tidak seperti itu.” harapnya.

“Krys, aku kenal Minho. Dia bukan namja seperti itu, tenanglah.” Key menepuk-nepuk punggung Krystal pelan.

“Gomawo.” ucap Krystal. Setidaknya ia sedikit lega karena ada Key yang menghiburnya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

~Aku sangat menyukai keceriaanmu. Tawamu adalah candu bagiku~

“Ayo bangun nona Jung. Minggu bukan berarti hari untuk bermalas-malasan.” ujar Minho, ia menarik paksa Krystal yang masih bergumul dengan selimutnya.

“Kenapa kau datang sepagi ini Minho oppa?” tanya Krystal masih dengan setengah tidur.

“Aku hanya ingin membangunkan putri tidur ini agar jangan terus bermanja-manja dengan ranjangnya.” lagi-lagi Minho menarik tangan Krystal agar gadis itu terbangun.

“Aku masih ngantuk.”

“Haruskah ada pangeran yang mencium putri tidur ini agar dia terbangun?” tanya Minho menggoda.

Kali ini berhasil, Krystal segera turun dari ranjangnya. “Tunggu di luar, aku mau mandi.” perintahnya.

Minho menurut, ia segera keluar dari kamar kekasihnya itu.

“Aku sudah siap, kita mau kemana?” tanya Krystal, kini ia tampak jauh lebih rapi dari yang tadi.

“Tidak kemana-mana, kita dirumah saja.” ucap Minho menghancurkan harapan Krystal. Namja itu sibuk dengan remote ditangannya. Pandangannya pun tak lepas dari layar televisi yang sejak tadi ia ganti-ganti chanelnya.

Dengan cemberut Krystal duduk disamping Minho. Ia lepas begitu saja high heels yang sudah membungkus rapi kakinya dan ia lempar asal.

Minho tersenyum melihat tingkah kekanakan pacarnya itu. “Senyum.” perintahnya.

Tapi Krystal malah semakin memanyunkan bibirnya.

“Jessica noona yang menyuruh kita dirumah saja. Kau baru sembuh dari flu kan? Sekalian jaga rumah katanya. Tadi dia pergi pagi-pagi.” tutur Minho.

“Kenapa tidak memberitahuku?” heran Krystal.

“Karena kau masih tidur.” Minho mengalihkan pandangannya menghadap Krystal. “Memangnya kau ingin kemana?”

Krystal menggeleng. “Tidak, aku pikir kau mau mengajakku jalan-jalan oppa.”

“Lain kali ya?” Minho mengusap kepala Krystal pelan. “Ayo senyum, senyum akan membuatmu kelihatan cantik.” bujuknya.

Dengan terpaksa Krystal menarik kedua ujung bibirnya. Senyum yang tidak ikhlas.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Dia masih sering menemuimu?” tanya Yesung, ia memainkan gelas kosong ditangannya setelah ia teguk seluruh isinya.

“Minho?” Yuri tersenyum tipis. “Aku tidak menyuruhnya, dia yang datang sendiri.”

“Aku tidak suka kau bermain-main dengannya.”

“Yesung oppa, kau cemburu?” tebak Yuri, ia tergelak sendiri. “Apa yang kau takutkan dari namja seusia Minho?” tanyanya.

“Bukan dia tapi kau. Aku takut kau benar berpaling padanya. Apalagi dia benar-benar mengharapkanmu, cinta pertamanya.” jujur Yesung.

“Oppa, kekhawatiranmu tidak beralasan. Ya memang dia mencintaiku sejak dulu. Tapi aku tidak pernah menganggapnya serius. Aku butuh namja dewasa sepertimu.”

Yesung menaruh gelas ditangannya lalu menatap Yuri serius. “Aku belum yakin sebelum aku mengikatmu.”

“Maksudmu?”

“Kau selalu bilang menginginkan cinta yang dewasa kan? Kalau begitu aku ingin hubungan kita ke jenjang yang lebih serius.” pinta Yesung.

“Menikah?” tanya Yuri terbata.

“Itu juga boleh, tapi kalau kau belum siap kita bisa tunangan dulu.” usul Yesung.

“Tunangan ya?” Yuri menerawang,itu belum pernah ia pikirkan.

“Atau kau masih ragu?” tanya Yesung. “Apa kau juga punya perasaan yang sama dengan Minho?”

“Yesung oppa.” Yuri tidak terima dituduh seperti itu. “Baiklah, kita tunangan. Kau yang urus ya?” pintanya.

Tunangan? Yuri tersenyum sendiri. Tidak ada salahnya juga.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Minho menjejalkan dirinya duduk diantara Key dan Jonghyun. “Apa aku terlambat?” tanyanya.

“Bukan hanya terlambat, tapi latihan sudah selesai tuan Choi Minho.” ucap Jonghyun. “Kau terlalu sibuk dengan cinta bercabangmu makanya sampai lupa latihan basket.” ledeknya.

“Kalau aku tidak berperasaan, aku pasti sudah mengatakannya pada Krystal.” imbuh Key. “Kadang aku tidak tega melihatnya.”

Minho hanya diam, rasa bersalah kerap menyelimutinya. Tapi mau bagaimana lagi? Ia membutuhkan sosok dewasa seperti Yuri tapi ia juga masih inginkan Krystal terus berada disampingnya.
Yuri adalah cinta pertama dari masa lalunya. Sosok yang sangat ia kagumi seperti ibunya. Dan Krystal adalah kekasih yang sudah dua tahun ini mendampinginya. Gadis itu juga tak mungkin ia lepas begitu saja.

“Kapan terakhir kau bertemu Krystal?” tanya Minho, ia melirik Key.

“Tadi sore.”

“Dia menceritakan sesuatu?” tanya Minho lagi.

“Banyak, telingaku sampai panas mendengarnya.” omel Key.

Minho tersenyum. “Dia memang cerewet sekali.” ucapnya, ia menerawang membayangkan Krystal. Sering sekali kecerewetan Krystal itulah yang sangat ia rindukan.

“Lalu bagaimana dengan Kwon Yuri?” tanya Jonghyun.

Minho beralih menatap Jonghyun. “Yuri noona adalah orang yang membuatku nyaman berada di dekatnya. Dia dewasa.” tuturnya.

“Dan Krystal tidak memiliki itu?” tebak Jonghyun.

Minho tersenyum tipis. Tanpa ia jawab, Jonghyun pasti sudah tahu jawabannya.

“Kenapa tidak kau tinggalkan saja Krystal? Itu lebih baik daripada kau terus menyakitinya.” usul Key.

“Aku mencintainya Key.”

“Dan Yuri noona? Kau juga mencintainya?”

“Sudahlah, kalian tidak akan mengerti.” Minho beralih ke lapangan basket didepannya. Ia berlari-lari kecil, sesekali mendrible bola dan memasukkannya ke dalam ring. Memang tidak ada yang tahu bagaimana perasaannya saat ini.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Saranghae Soojungie.” Minho memeluk Krystal dari belakang. “Aku merindukan memelukmu seperti ini.” ucapnya.

“Harusnya aku yang berkata seperti itu. Aku merindukan Choi Minhoku yang dulu.”

Minho hanya tersenyum mendengar tuturan Krystal itu. Ia tak mau bertanya kenapa? Ia sendiri tahu jawabannya. Ia berubah? Mungkin itu masalahnya. Dan itu membuat rasa bersalah semakin menggelayuti pikirannya.

“Minho oppa.” panggil Krystal, menyadari Minho tengah melamun mendekapnya.

“Ne?”

“Apa yang membuatmu mencintaiku?”

“Aku tidak tahu, rasa itu muncul dengan sendirinya.”

“Lalu apa yang tidak kau sukai dariku?” tanya Krystal lagi.

“Kenapa bertanya seperti itu?”

“Tidak. Key bilang, kadang seorang laki-laki akan mencari kekurangan yang dimiliki kekasihnya dan menemukannya pada gadis lain.”

Deg.. Minho melepaskan pelukannya. “Key bilang apa lagi?” selidiknya.

“Dia menyuruhku untuk bersikap lebih dewasa. Katanya aku bukan anak kecil lagi yang harus selalu bersikap kekanak-kanakan.”

“Hanya itu?”

Krystal mengangguk.

Minho memandang nanar gadis itu. Ya Tuhan, apa yang telah ia lakukan pada gadis sebaik Krystal.

“Oppa?” panggil Krystal lagi.

Minho segera tersadar dari lamunannya. “Wae?”

“Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang tidak kau sukai dariku?”

“Aku menyukai apapun yang ada padamu, Jung Soojung.” ucap Minho lembut, ia membelai rambut Krystal pelan. Gadis itu hanya tersenyum dibuatnya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Kau tidak akan pernah mengerti.” seru Yuri.

Didepannya Minho protes sejak tadi tentang rencana pertunangannya.

“Aku menginginkan sebuah hubungan yang serius. Walaupun Yesung oppa selalu sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Tapi aku membutuhkan sosok dewasa sepertinya.” tutur Yuri.

“Dan kau tidak butuh aku?”

Yuri memandang Minho serius. “Aku akui aku merasa nyaman didekatmu. Tapi tidak mungkin aku menggantungkan masa depanku padamu.”

“Kenapa? Karena aku lebih muda darimu? Kedewasaan tidak bergantung usia noona.”

Yuri tersenyum kemudian mengacak rambut Minho pelan. “Aku sendiri tidak tahu perasaanku padamu ini sebatas rasa sayang pada dongsaengnya atau rasa sayang pada seorang namja.” tuturnya.

“Bukankah saat kecil kau pernah berjanji akan menikah denganku?”

Yuri mengangguk. “Ne, karena kau yang membuatku kuat dalam permasalahan keluargaku saat itu.”

“Dan kau yang buatku bertahan dalam kesendirianku noona.” balas Minho, ia menunduk.

“Aku mengingatkanmu lagi pada eommamu?” tanya Yuri khawatir.

Minho mendongak kemudian tersenyum. “Aku memang tidak pernah melihat wajah eomma. Tapi aku yakin eomma secantik dirimu.”

Yuri mendesah. “Minho-ah, aku sadar hubungan kita tidak mungkin seperti dulu lagi. Aku menyayangimu tapi aku akan tetap bertunangan dengannya.”

“Tidak bisa kau pertimbangkan lagi?” mohon Minho.

“Aku mencintaimu Choi Minho.” teriak Yuri.  “Apa itu belum cukup? Jadi ijinkan aku untuk bersamanya.” lanjutnya.

“Noona..”

“Sstt.. ” Yuri lebih dulu menaruh telunjuknya didepan bibir Minho, sebelum namja itu menyelesaikan ucapannya. “Kau sendiri yang bilang kalau kedewasaan tidak bergantung usia. Mungkin kau memang belum menemukannya dari Krystal. Tapi aku yakin kau mencintainya. Iya kan?”

Minho hanya mengulum senyumnya.

“Pikirkanlah baik-baik.” pesan Yuri.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Onnie, ini hampir tengah malam. Aku ngantuk sekali. Mana ada bertamu malam-malam.” protes Krystal saat Jessica mengajaknya ke apartment teman lamanya. Padahal sudah sampai ditempatnya dan tinggal menaiki lift saja.

“Hanya mampir sebentar. Dia teman kuliahku di California. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku juga baru tahu kalau dia kembali ke Seoul.” Jessica terus melangkahkan kakinya menapaki koridor panjang kemudian memasuki lift. “Lantai 9.” gumamnya.

Walau malas Krystal tetap mengikutinya. “Janji tidak lama ya onnie.” ancamnya.

“Iya.” angguk Jessica.

Mereka lagi-lagi harus melewati koridor panjang.

“No 13, ini dia.” riang Jessica, ternyata gampang sekali menemukannya.

Ia lalu memencet bel berkali-kali. Rasanya sudah tidak sabar bertemu orang didalam sana.

Pintu itu pun akhirnya terbuka. Seorang gadis manis tersenyum menyambutnya. “Jessica.” ucapnya lalu memeluk Jessica.

“Yuri.” balas Jessica. “Aku merindukanmu.”

Yuri mengangguk. “Masuklah, kenapa malam sekali?” tanyanya. Ia melirik Krystal, dan Krystal hanya tersenyum kecil.

“Adikku.” jelas Jessica.

“Cantik seperti kakaknya.” canda Yuri. “Ayo masuk.” pintanya lagi.

Jessica menurut, Krystal juga tetap mengekor dibelakangnya.

“Duduklah.” perintah Yuri.

“Kau tinggal sendirian?” selidik Jessica.

“Ne, kau ingat namja yang pernah aku ceritakan padamu dulu? Yang selalu berkata aku adalah cinta pertamanya. Yang akan mencariku walaupun aku pergi ke ujung dunia?” bisik Yuri.

Jessica mengangguk antusias. “Ne, yang lebih muda darimu kan?” tanyanya.

“Dia disini.”

“Mwo?” pekik Jessica tertahan.

“Jangan berpikiran macam-macam.” sela Yuri.

Jessica pun tertawa mendengarnya. Dan Krystal hanya tersenyum melihat tingkah dua teman lama itu.

“Siapa noona?” Minho yang mendengar sedikit keributan akhirnya keluar. Tanpa ia sadari malapetaka telah menyambutnya.

Ia tetap terpaku ditempatnya. Menatap dua orang yang memandangnya nanar, Krystal dan Jessica.

“Minho-ya, sini kukenalkan pada temanku.” suruh Yuri, ia tidak tahu apa-apa.

Minho menurut. Ia berjalan ke sofa. Bersiap menghadapi tatapan benci Jessica. Dan tatapan Krystal yang sulit diartikan.

“Ini Minho, Minho ini sahabatku Jessica dan adiknya … ”

Jessica hampir saja berucap ‘Krystal’ dan menumpahkan amarahnya.
Tapi buru-buru Krystal menahannya.

“Soojung.” ucapnya pelan. Terdengar getir sekali.

Minho tersenyum pahit. Senyum yang dipaksakan. Ditatapnya Krystal, yeoja itu masih beraut datar seakan tak terjadi apa-apa. Justru Jessica lah yang tampak berubah dingin.

Tanpa ia tahu, Krystal berjuang sekuat tenaga agar tak menumpahkan airmatanya. Berkali-kali ia menata helaan nafasnya.

“Lebih baik kami pulang saja.” ucap Jessica angkuh, ia menarik tangan Krystal.

“Kenapa?” heran Yuri mendapati sikap acuh Jessica.

“Tak apa.” Jessica semakin menyeret Krystal untuk mengikuti langkahnya.

Meninggalkan Minho dan Yuri dalam kehampaan berdua.

Minho terus menunduk dan mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Krystal.” panggilnya. Ia beranjak dari duduknya dan memutuskan untuk mengejar Krystal.

Yuri yang terbengong sendiri akhirnya menyadari suatu hal. Ia tertawa miris dengan airmatanya yang mulai mengalir.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Dia tidak mau bertemu denganmu.” ucap Key datar. Untuk menghindari Minho, sejak pagi Krystal memilih bersembunyi dirumahnya.

“Ayolah Key bantu aku membujuknya. Sejak semalam dia tidak mau bicara padaku.” pinta Minho.

“Aku sudah membujuknya tapi yang ada dia marah-marah padaku. Lagipula salahmu sendiri kalau pada akhirnya akan seperti ini.” sesal Key.

Minho mendengus kesal, menyesali kebodohannya mungkin. “Krystal bilang apa?” tanyanya.

“Dia kecewa, marah, sakit hati. Tapi dia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya. Dia bilang jika kau memilih Kwon Yuri, dia akan mengalah.”

“Aku ingin bicara dengannya Key.”

“Tapi dia tidak mau. Sudahlah, lebih baik kau pulang saja. Jika dia sudah tenang, aku akan membujuknya agar mau bicara baik-baik denganmu.” suruh Key.

Minho mengangguk pasrah kemudian berbalik dan melangkah lunglai.

~

“Minho sudah pergi.” ucap Key, ia datang dengan sekotak tisu dan diberikannya pada Krystal.

Krystal menerimanya lalu kembali sibuk menyeka airmatanya. “Kau pasti sudah tahu sejak awal kan Key? Tapi kau tidak cerita padaku? Kau bersekongkol dengannya. Kalian sama jahatnya.” omelnya.

Key mendesah kemudian menyandarkan kepalanya pada sofa. Percuma jika meladeni Krystal. Toh apapun yang dikatakannya tetap salah.

“Sekarang katakan padaku siapa Kwon Yuri? Setahu Jessica onnie, yeoja itu dan Minho oppa sudah kenal sejak kecil. Ayo ceritakan padaku?” desak Krystal.

“Ne, aku juga tidak begitu paham. Yang aku tahu, Yuri noona adalah cinta pertama Minho. Dia menemukan sosok ibunya dalam diri gadis itu. Dia nyaman bersamanya karena kedewasaannya. Kau tahu sendiri eomma Minho meninggal saat melahirkannya.”

Krystal mengangguk. “Dan kau tidak cerita padaku sejak awal? Ini juga salahmu Key.” tuduhnya masih disela menangisnya.

Key hanya menggeleng-geleng tak mengerti. Benar kan? Apapun yang ia ucapkan tetap saja salah. “Kalau aku jadi Minho, aku tidak akan menyia-nyiakanmu.” desahnya.

“Jangan mengingatkanku kalau benar dia memang menyia-nyiakanku.” bentak Krystal.

“Ne, lebih baik aku diam.” ucap Key akhirnya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Mianhe, jeongmal mianhe.” ucap Yuri berkali-kali. Ia terus menunduk dalam tak berani menatap Minho.

“Noona, jangan minta maaf padaku. Itu akan membuatku semakin merasa bersalah padamu.”

Yuri tersenyum kecil. “Aku tidak akan bertunangan dengan Yesung oppa.”

“Mwo? Apa Jongwoon-ssi tahu?” khawatir Minho.

Yuri menggeleng. “Aku memang tidak akan bertunangan dengannya. Tapi kami akan langsung menikah.”

“Apa dia tahu noona? Lalu dia memaksamu untuk menikah?”

Lagi-lagi Yuri menggeleng. “Aku yang meminta menikah dengannya.”

“Tapi kenapa noona?”

“Aku hanya tidak ingin semakin terjebak dalam hubungan ini. Aku sadar aku butuh Yesung oppa, aku mencintainya. Dan kau? Kembalilah pada Krystal. Aku yakin kau masih mencintainya. Apa kau tidak lihat bagaimana dia berusaha bersikap tenang malam itu? Apa masih belum cukup dia menunjukkan sisi kedewasaannya?”

Minho mengangguk lemah.

“Minho-ya, aku menyayangimu. Tapi kali ini, sebagai noona kepada dongsaengnya. Kau juga bisa kan?” pinta Yuri.

“Ne, noona.”

“Sekarang kejarlah kembali cintamu, Krystal.” perintah Yuri.

Minho segera beranjak dari duduknya. Setidaknya ada kelegaan tersendiri dalam dirinya saat ia berhasil melepas Yuri.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Krystal masih terus saja membatu.

Disampingnya Minho masih berusaha untuk meminta maaf. “Mungkin perasaanku pada Yuri noona dan padamu itu berbeda Krys.” ucapnya.

“Apa bedanya?” tanya Krystal kaku.

“Padamu mencintai, padanya mengagumi. Aku merasa nyaman disampingnya karena dia dewasa. Aku sangat merindukan sosok eomma. Dan itu aku temukan darinya. Lagipula dia akan menikah dengan pacarnya Krys.”

“Oh ya? Jadi karena itu kau ingin kembali padaku?” tanya Krystal acuh.

“Bukan, aku sungguh masih mencintaimu. Dua tahun bersamamu cukup membuatku sadar kau terlalu berharga untukku Krys. Aku mohon berilah aku kesempatan sekali saja.” mohon Minho.

“Dan kau akan kembali mencintai gadis lain? Aku tidak mau terluka lagi.”

“Aku janji tidak akan mengulanginya Krys, janji.”

Krystal tersenyum kecil. “Aku tidak bisa. Bersamamu cukup membuatku mengerti bahwa dicintai itu jauh lebih indah daripada mencintai. Aku tidak akan merasakan yang namanya sakit hati. Aku yakin aku pasti bahagia. Mianhe.” ujarnya, sambil sedikit membungkuk ia berlalu pergi.

Mata Minho terus mengekor kemana gadis itu melangkah. Disudut sana seseorang telah menunggunya, Key.

“Sekarang biarkan aku yang akan menjaganya.” ucap Key. Ia tersenyum sekilas pada Minho lalu menggenggam tangan Krystal pergi.

Minho tertunduk lemas memandang dua orang itu. Pandangannya nanar, kenapa akhirnya harus seperti ini.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Buk.. Buk.. Buk.. Bola basket itu terus beradu dengan kerasnya beton. Teriknya matahari senja tak menghalangi dua orang itu untuk bermain basket.

Jonghyun duduk menepi. Menjelang sore lapangan basket di tengah kompleks perumahan itu mulai ramai. Ia mempersilahkan lapangan itu untuk digunakan orang lain. Dan Minho pun mengikutinya. Dua namja itu kini duduk direrumputan.

“Dua bulan berlalu apa kau masih tidak bisa melupakan mereka?” tanya Jonghyun mengawali pembicaraan.

Minho tersenyum tipis. “Aku sudah tidak memikirkannya lagi. Yang ada dalam hatiku kini hanya basket.” ia memainkan bola ditangannya.

“Lagipula itu salahmu sendiri. Kau tidak bisa melepas salah satunya, akhirnya kau kehilangan keduanya.” ledek Jonghyun.

“Ya, mungkin aku harus mencari yeoja perpaduan Krystal Jung dan Kwon Yuri.” Minho juga menanggapinya dengan candaan. Ia tertawa sendiri.

“Mana ada yang seperti itu?” cibir Jonghyun. “Tunggu.. ” potongnya sendiri. Matanya menangkap sesosok gadis yang berjalan ke arah mereka. “Dia memang ada.” pekiknya.

“Apa?” bingung Minho, ia ikut beralih ke arah Jonghyun memandang.

Deg.. Seorang gadis berambut panjang tengah berjalan ke arah mereka. Dan ia tampak benar sebagai perpaduan Krystal dan Yuri.

“Annyeong.” sapa gadis itu, ia tampak kebingungan. “Bisa aku tahu alamat ini?” tanyanya. Ia menyerahkan secarik kertas pada Jonghyun.

Jonghyun menjelaskan alamat yang dimaksud gadis itu. Sedang Minho disampingnya menatap yeoja itu terpana. Apa mungkin Kwon Yuri dan Krystal Jung melebur jadi satu dalam diri gadis ini? Minho tertawa sendiri membayangkan khayalannya.

“Gomawo.” ucap gadis itu, ia menunduk berkali-kali lalu berbalik pergi.

Jonghyun menyenggol Minho. “Benar kan dia perpaduan Krystal dan Yuri?” bisiknya.

Minho hanya tersenyum. Harus ia akui Jonghyun benar.

“Agesshi, boleh tahu siapa namamu?” teriak Jonghyun kemudian.

Gadis itu menoleh lalu tersenyum. “Im Yoona.”

*

*

*

*

*

*

Aku mulai suka minstal tapi aku juga tergoda minyul, jadilah author bimbang dan dilema.
Yasudah jadilah ff galau ini, toh aku suka pas Minho ngeliatin Yoona di ‘Replay’ , tapi bukan berarti Minho sama Yoona loh~
Mianhae kalau gak memuaskan, endingnya memang gak sesuai rencana awal..


11 thoughts on “Love Dilemma

  1. Baru ngeh klo yoona itu gabunganx krystal sm yuri, selama ini gak pernah di perhatiin sih ^^,
    Ffx bagus, si minho jadi playboy yah… Emank cocok sih tampangx k:pk=))k=Dk:pk=))
    Krystal milih key, syukur deh… Abis selama ini kan cuma key yang selalu ada buat dya🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s