Waiting For Stranger


Nama Author : Krystalized

Cast :

–          Lisha ( Fiction )

–          Crystal ( Fiction )

–          Lee Donghae

–          Another member of Super Junior

Genre : Romance

Type : Oneshoot

Fanfiction :

Sebuah bagian darinya telah tumbuh bersamaku

Dan dia pun melihat , itu adalah diriku dan dirinya

Bersama selamanya dan tak pernah berpisah

Mungkin berpisah dalam hal jarak , tetapi tidak pernah bagi hati kami

Aku menunggu disini,

Berharap pesan darinya datang

Dia mungkin saja tidak menyukaiku

Bagaimana aku bisa sebodoh ini ?

Aku jatuh cinta…

Dengan seorang pria yang tak kukenal

Aku bisa saja bertemu dengannya

Tetapi terlalu sulit untuk meninggalkannya

Aku tak pernah melihatnya

Tapi aku tak peduli

Dia telah menjadi teman yang begitu baik

Dan kau tau apa yang terpenting ?

Dia selalu ada ..

Hingga suatu saat dia pergi

Aku sudah mengetahuinya sejak awal

Lalu bagaimana aku memberitahunya

Dan menunjukkan perasaanku ?

Mungkinkah dia berpikir aku bodoh ,

Atau ini hanyalah sebuah lelucon.

Tak terasa pipiku mulai basah , bulir – bulir mata mengalir menghiasi wajahku.

Babo[1]

Jeongmal babo ya[2] ..

Waeyo ? Wae[3]

Kenapa aku bisa seperti ini ? Bahkan untuk seseorang yang tidak pernah aku ketahui. Raut wajahnya pun tak dapat kulukiskan di angan imajinasiku. Setiap huruf , kata , dan kalimat yang dia tuliskan terus berlalu – lalang dalam pikiranku. Aku merindukannya , ya aku merindukannya. Aku rindu akan cerita – ceritanya , aku rindu akan lelucon – leluconnya , aku rindu akan segala kata – katanya yang membuat senyum di bibirku tetap ada.                                                                  Kulihat lagi iPad-ku yang tergeletak di tempat tidur. Berharap adanya suatu bunyi terdengar yang menandakan ada e-mail yang masuk. Tapi semua sama saja , sama seperti mentari yang kembali terbenam begitu pula e-mailku yang tak pernah terbalaskan. Pikiranku melayang – melayang , dan bagaikan layar bioskop tiba – tiba saja ingatanku akan masa lalu menyatu bagaikan potongan puzzle.                                                                                                                                 7 tahun lalu aku bertemu dengannya , atau lebih tepatnya hanya sebatas dunia maya. Dunia maya ? ya dunia maya .. dunia penuh dengan rahasia yang tak terungkapkan atau dapat dibilang hanya dunia imajinasi atau buatku hanyalah dunia pelarian. Saat itu aku tenggelam dalam dunia yang satu ini tapi ada satu website[4] yang membuatku tak dapat berhenti yaitu Stranger Website. Website ini memungkinkanku untuk chatting dengan orang yang tak dikenal dari seluruh dunia. Karena itu pula aku memiliki banyak teman mancanegara. Walaupun aku tak pernah menanggapi serius akan hubungan pertemanan ini sehingga waktu mempertemukan kami dalam kata – kata.

Namanya Hae..                                                                                                                                                                                                                                                                         Ya benar , hanya Hae saja , aku tak mengerti mengapa dia tak ingin memberitahukan nama aslinya tapi yang jelas aku tak perduli akan hal itu apabila aku dapat tetap bersamanya. Dia begitu berbeda , dia tak seperti orang yang tak pernah kutemui, kata – katanya begitu dalam hingga membuatku hanyut dalam setiap huruf yang tertera di layar laptopku. Walaupun kami tak pernah melihat wajah satu dengan yang lain. Tapi itu tak mengurangi kebahagiaanku bercerita dengannya. Aku tak tau apa yang berbeda darinya, hanya saja aku dapat merasakan perasaannya yang tulus dalam bercerita. Begitu banyak cerita yang ia percayakan padaku. Cerita tentang kecintaanya yang begitu dalam terhadap dunia tari , cerita tentang kehidupannya yang begitu penuh lika – liku di dalam asramanya, cerita bagaimana ia sangat merindukan keluarganya karena tidak bisa tinggal bersama mereka. Hidupku yang bagaikan polkadot berwarna hitam putih berubah bagaikan air hujan yang terkena sinar matahari. Hidupku penuh warna , dia datang begitu tepat disaat hidupku benar – benar terasa bosan karena kedua orang yang membuatku lahir di dunia ini terhisap dalam kesibukan dunia bisnis. Aku ingin melihat wajahnya tapi Hae menolaknya. Sebagai gantinya ia berjanji padaku

            I promise I will go to your country and we will meet someday.[5]

Itulah janjinya padaku, Hae berkata bahwa melihat wajahnya bukanlah hal yang penting, tetapi melihat wajah hatiku yang tertulis di kata – kata. Aku begitu percaya padanya , semua cerita dan perasaanku yang tak pernah orang lain mengerti kutumpahkan dalam ketikan dan kukirimkan kepadanya. Dan ia selalu membalasnya dengan begitu banyak kata – kata yang membuatku merasa bahwa aku adalah orang yang berharga. Dan aku pun mulai menyadari ..

Aku jatuh cinta

Ya .. aku jatuh cinta sepenuhnya kepada seseorang yang tak pernah kutemui

Tadinya aku pikir ini hanyalah sementara , sehingga aku mengetahui bahwa perasaanku ini bagaikan air yang terus tercurah kedalam sebuah gelas sehingga tak dapat menampungnya lagi. Kuputuskan hari itu untuk mengakui perasaanku padanya dan tentu saja dengan persiapan mental. Sepulang sekolah , aku langsung membuka laptopku dan siap menuliskan e-mail untukknya tapi aku menyadari ada 1 e-mail yang baru dan belum kubaca. Kubuka isinya dengan sebuah tekanan di mouse[6]-ku.

Deg

Jantungku berhenti sejenak dalam hitungan detik. Aku baca kembali perlahan kata – kata tersebut. Tapi aku tak percaya .. sungguh aku tak percaya. Kubaca lagi tulisan tersebut sehingga 3 kali. Tapi tulisan itu tak berubah .. Ingin sekali aku mengambil setiap barang yang ada di dekatku untuk menghancurkan layar ini hingga menjadi kepingan kaca.

Tapi aku tak bisa..

Hanyalah air yang merupakan isi hatiku mengalir di kedua pipiku. Aku tak percaya ini semua. Kubaca lagi tulisan ini dengan suara yang berbisik ..

            I’m so sorry .. I can’t do this again but I’ll promise someday the time we spend together for all this talk story will back again. I promise. I wouldn’t say goodbye but I will say, see you dear ..[7]

Aku mendengar sebuah retakan ..

Hatiku pecah menjadi kepingan air mata saat itu..

Drrrt..drrrt

Ddanddaranddan ddanddaranddan Ddanddaranddan ddadaddarabba

Ddanddaranddan ddanddaranddan Ddanddaranddan ddadaddarabba

iPhone pink-ku berbunyi menyadarkanku dari dunia nostalgiaku. Kuangkat telepon dan langsung saja disambut dengan teriakan histeris dari sahabatku

Crystal : “ SHAAAAAAAAA , AKU UDAH TAU TANGGALNYA SHAAA, SUJU                                DATANG TANGGAL 12 MEIII. KITA MESTI AIRPORT[8] SHAA HARUS                              DAN WAJIB OK?

Lisha    : “ Woii .. santai dong crys .. iya sip sip pasti lah ke airport .. wajib itu say,                                                        udah ya ? gue mau belajar dulu besok masih ulangan , ok ? annyeong[9]

Crystal : “ Annyeoonggg

Kumatikan iPhone-ku sehingga aku dapat belajar dengan tenang. Minggu ini memang sedang Ujian Akhir Semester. Untung saja ujian ini ada sebelum Supershow 4 di Indonesia , kalau tidak.. aku pasti tidak akan diperbolehkan untuk menonton. Kupandangi poster – poster yang begitu banyak tertempel di dinding kamarku. Aku tidak sabar melihat Supershow ini , arrghh .. pasti mereka sangat keren. Ingin rasanya aku memiliki remote waktu untuk mempercepat kehidupan ini.

Aishhhhhh

            Ahh .. apa yang kulakukan ? Seharusnya aku belajar sekarang , sudah ya oppa aku belajar dulu.

1MINGGU KEMUDIAN

Kyaa…leganyaaa , akhirnya aku bisa bernafas lega karena ujianku telah selesai dan yang paling penting adalah

BESOK SUPER JUNIOR OPPA AKAN DATANG KE JAKARTA

ARRGHHH OMONAAAAAAAA[10]

Aku tak sabar lagi melihat Heechul dan Donghae oppa. Kyaaa .. aku pun melangkahkan kakiku sambil menghayalkan apa saja yang akan terjadi saat Super Junior sudah sampai disini. Tentunya ELF akan menggila bukan ? Hahaha aku tertawa sendiri memikirkannya. Bagaimana wajah mereka ya ? Heechul oppa pasti sangat cantik. Kalau Donghae oppa ?

Deg

Entah kenapa tiba – tiba hatiku bergetar mengingat Donghae oppa. Dia adalah bias ke-2 ku setelah Heechul oppa. Selain wajahnya yang begitu tampan dia mengingatkanku pada seseorang , seseorang yang begitu kunantikan tetapi orang itu juga yang membuatku merasa beruntung karena memiliki seseorang yang dapat kurindukan.

Hae

Orang itu adalah Hae. Bukan karena Donghae oppa memiliki kata Hae juga di namanya tapi karena kata – kata yang Donghae oppa ucapkan di setiap acara televisi begitu memiliki aura dan perasaan yang sama di setiap e-mail yang Hae kirimkan.                                                  Hatiku kembali meringis .. Aku kembali ke rumah sambil memikirkan e-mail apalagi yang harus kukirimkan pada Hae. Walaupun sejak peristiwa kepergiannya, aku tak pernah berhenti mengirimkan e-mail padanya setiap hari. Aku tahu ia tak pernah membalas e-mailku atau bahkan ia tak pernah membacanya ? Sudahlah .. aku bahagia melakukan ini dan tak ada yang bisa menghentikanku. Kupijakkan kakiku di anak tangga rumah dengan lunglai. Kubuka iPadku dan langsung login di e-mailku , bersiap menuliskan surat hatiku yang tak terbalaskan. Kulihat 1 e-mail baru , kuputuskan untuk membuka e-mail itu dulu sambil menyisiri rambutku yang baru terurai setelah kuikat sepanjang jam sekolah tadi.

Kletek .. kletek

Sisir yang kugenggam kujatuhkan di lantai atau lebih tepatnya terjatuh. Hatiku berdegup kencang, kurasakan sistem peredaran darahku yang mengalir lebih cepat , mataku tak dapat berkedip , lalu kuusap – usap mataku berharap ini semua memang kenyataan. Bibir di wajahku mulai membentuk sebuah senyuman , air mataku keluar. Tetapi kali ini adalah air mata yang berbeda. Ini bukan air mata kesepian , bukan air mata penantian , bukan air mata kesakitan , tapi ini adalah air mata kebahagiaan. Aku menangis dan sesekali tertawa sedikit karena masih tak percaya apa yang terjadi. Kau tahu apa yang terjadi ?

Semua sudah selesai ..

Penantian panjang ini telah selesai

Kulihat layar iPad-ku yang berisikan sebuah e-mail yang telah kutunggu sejak 5 tahun yang lalu , e-mail dari orang yang kucinta sejak 5 tahun yang lalu tertera di layar dunia mayaku

            Hi my dear .. How are you ? I think you’re fine when I see all of your e-mail for me. I’m sorry to make you waited for this long time. But now , I’m gonna keep my promise. You still remember that promise ? I promise that I will come to your country. And I will do it. Tomorrow I already in Jakarta , I hope we can meet in airport tomorrow ? I hope you will and tell me your clothes description so it will be easy to find you. I will come from Gate 2A on 2pm p’clock . Thank you so much for all of your care for me and still send e-mail to me even I never reply your e-mail. I hope our meeting tomorrow will be great[11].

Mulutku seakan – akan bisu seketika dan sepertinya air mata ini mewakilkan kata – kata dari hatiku. Aku begitu bahagia .. sangat dan sangat bahagia. Kutempatkan jari – jariku di layar iPad dan mulai membalas e-mail dari Hae.

            Is it a dream ? Really , thank you so much to come back again. I know you will keep your promise. And of course , I will come to airport tomorrow. I’ll wearing purple t-shirt with white sweater and short pants. It’s okay to waited for this long time if that is the only way to talk to you again like this. Really , I can’t wait to see you tomorrow. Bye Hae J[12]

Kyaaa

Besok aku akan bertemu dengan Hae, orang yang kucintai dan yang sangat kunantikan. Besok juga akan kuputuskan untuk memberitahu perasaanku yang telah lama kupendam. Tapi tunggu dulu .. BESOK ? Jeongmal [13]? Aigoo aku baru ingat kalo besok Super Junior oppa juga akan sampai di airport. Bagaimana ini ? Sepertinya pesawat mereka juga mendarat di waktu yang berdekatan dan mereka keluar dari Gate 2 , tapi aku lupa juga apakah Super Junior oppa akan keluar dari Gate 2a atau 2b. Sudahlah .. lebih baik aku menunggu diluar saja , lagipula aku yakin sekali pasti didalam penuh sekali oleh ELF yang ingin melihat mereka. Lebih baik aku istirahat saja supaya tidak terlalu lelah.

Arrrggghhhhh

Aku tak bisa tidur sekarang, aku memikirkan akan ada peristiwa besar apa yang akan terjadi besok. Begitu banyak yang kupikirkan hingga aku tak sadar lama – lama penerangan mataku mulai mengecil. Dan aku memulai kehidupan sementaraku di dunia mimpi.

KEESOKAN HARINYA

Aku terbangun dan menyadari bahwa aku baru terbangun pukul 08 13. Dan berarti aku sudah tidur lebih dari 12 jam. Mungkin karena aku sudah terlalu lelah karena belajar ujian dalam 1 minggu ini membuat kantung di bawah mataku seperti panda. Aku pun sarapan dan segera mandi untuk bersiap ke airport. Crystal sudah berjanji akan menjemputku di rumah dan kami akan bersama – sama ke airport. Dia juga berjanji akan menemaniku hingga aku bertemu dengan Hae. Beruntungnya aku memiliki sahabat sepertinya , hanya dia satu – satunya orang yang kubagikan cerita tentang diriku dan Hae selama 7 tahun ini. Dia sempat menasehatiku untuk tidak usah mengirimi Hae e-mail lagi tetapi pada akhirnya dia menyerah dan berkata jika aku benar – benar mencintainya maka buatlah hingga orang itu tidak sanggup untuk tidak membalas cintamu itu.

Waktu menunjukkan pukul 12. 06 siang .

Tengtong..teng

Aku meraih tas Guessku yang berada di meja dan segera berlari keluar rumah. Dan kulihat Crystal sudah berada di depan pintu menunggu.

Crystal : “ Shaa , are you ready ?[14]

Lisha    : “ Ready everywhere everytime [15]

AAAAAAAAAAAAAAA

Teriakku dan Crystal bersamaan sambil tertawa. Kami pun segera menuju mobil Honda Freed putih milik Crystal dan mobil pun segera melaju dengan kencang. Didalam mobil pun aku dan Crystal tertawa bersama dan berimajinasi apa saja yang akan terjadi di airport nanti. Apa kami akan berteriak ? pingsan ? atau bahkan tak bisa berkata – kata karena terpesona akan ketampanan oppa – oppa ini. Hahaha                                                                                     Tak terasa kami sudah sampai di airport dan waktu sudah menunjukkan pukul 13.29 siang.Kami memutuskan untuk makan di restoran sebelah sambil menunggu.

1 JAM KEMUDIAN

Aku menunggu sambil memandangi layar iPhone-ku berharap ada e-mail yang datang dari Hae. Tiba – tiba aku mendengar suara riuh dari dalam sana . Wajahku dan Crystal saling bertatapan dan sepertinya kami memiliki pemikiran yang sama.

SUPER JUNIOR !!! Kyaaaaa

Aku pun dengan cepat menghabiskanku minumanku dalam beberapa detik. Dan segera berlari ke depan pintu Gate 2. Kami pun menunggu di luar dengan hati yang berdegup kencang karena aku takut jika Hae datang , ia akan kebingungan karena tidak dapat melihatku. Aku tepat berada 9 meter dari pintu Gate 2. Didalamnya ada 2 pintu lagi yaitu Gate 2a dan Gate 2b. Entahlah aku tidak tahu darimana Super Junior akan datang. Tanganku sudah sigap memegang kamera SLR , tentu saja untuk memotret momen berharga ini.                           Kulihat ELF yang tak dapat dihitung jumlahnya sudah mulai ribut dengan teriakan. Sepertinya Super Junior sudah semakin dekat. Kunyalakan kameraku untuk bersiap – bersiap memotret. Bodyguard – bodyguard[16] pun sudah bergandengan tangan untuk bersiap menjaga Super Junior. Memang dari informasi yang kuketahui Donghae oppa meminta kepada Lee Soo Man untuk menempatkan bodyguard 2x lipat dari yang biasanya. Tetapi aku tidak mengetahui ada alasan apa dibalik itu semua. Kulihat wajah – wajah Korea yang mulai berdatangan dari dalam sana. Tanganku pun ikut bergetar karena menyadari bahwa hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik mataku dapat melihat artis yang selama ini kukagumi. Crystal pun sudah siap dengan kamera di tangannya.                                                 Benar saja , tak lama kemudian sesosok tubuh tinggi atletis dan memiliki kulit putih keluar dengan memakai sebuah t-shirt putih hitam dan celana jeans. Kyaaaa..Itu CHOI SIWON Omonaaaaaa … ingin sekali aku berteriak tapi rasanya ada yang mengganjal di tenggorokan. Kuputuskan untuk memotret langsung karena takut kehilangan waktu – waktu yang begitu berharga ini. Untuk sesaat , aku lupa bahwa aku sedang menunggu Hae juga. Kulihat Shindong dan Eunhyuk oppa yang berjalan dengan memakai kacamata hitam. Kuakui fashion airport Super Junior sangat bagus terutama karena badan mereka yang proposional kecuali untuk Shindong oppa mungkin hehe. Leeteuk , Sungmin , dan member – member lain pun berdatangan. Sambutan ELF pun semakin ramai , membuat tubuhku pun juga merinding. Kulihat mereka melewatiku dan Crystal , tapi entah kenapa kaki kami tidak dapat bergerak dan hanya terpana melihat mereka berjalan di depan kami.                                                                      Kulihat mereka satu persatu dan kusadari Eunhyuk oppa sedang melihatku dan berbisik kepada Leeteuk oppa.

KYAAA

Apa ini hanya khayalanku saja ? Otakku benar – benar tak dapat berpikir dengan baik sekarang. Tapi itu benar Eunhyuk oppa melihatku dengan wajah kebingungan. Kulihat juga member Super Junior yang lain sesekali melihat ke belakang untuk dan berbisik. Apa yang sedang mereka lihat sih ? Aku ? Mungkinkah ?

Aishhhhh

Apa yang kupikirkan ? Tidak mungkin .. tidak mungkin , aku pun kembali mengarahkan kameraku ke arah pintu Gate 2. Sepertinya ada yang kurang diantara mereka. Siapa ya ? Aku berpikir keras , sehingga seseorang pria tampan berkacamata memakai celana jeans dengan jaket biru dan topi berjalan dengan penuh aura. Omonaa .. itu LEE DONGHAE , Donghae oppa. Kuarahkan kameraku padanya , kulihat dia berjalan dengan melihat iPhone yang ada di tangannya. Kulihat dia seperti sedang mencari sesuatu. Sepertinya dia mencari member Super Junior yang lain. Karena dia memang member terakhir yang keluar dari pintu Gate 2. Entah kenapa , tiba – tiba suaraku keluar begitu saja berteriak kepada Donghae oppa sambil menunjukkan arah kemana member yang lain berjalan.

Lisha  : “ DONGHAE OPPA , THAT WAY ! THAT WAY ! [17]

Aku berteriak dengan kencang supaya Donghae oppa dapat mendengarnya. Lalu kulihat dia menengok kearah yang kutunjukkan. Tapi wajahnya kembali berpaling dan sekarang menatap wajahku. Wajahku memerah dan tubuhku bergetar. Dia terdiam sejenak , lalu melihat iPhone-nya dan berjalan. Entah kenapa aku dapat merasakan tubuhnya semakin terlihat dekat dan besar. Mataku yang masih berada di kamera , aku usap – usap untuk memperbaiki penglihatanku.                                                                                                                                     Saat kubuka mataku, aku melihat sesosok pria tampan yang kukagumi. Kyaaa .. LEE DONGHAE , sekarang Donghae oppa berada tepat di depanku. Nafasku seakan – akan berhenti dan dapat kudengar suara ELF yang berteriak – teriak di dalam memanggil nama Donghae oppa. Donghae oppa mengamatiku dari rambut hingga kaki. Aku merasa sangat gugup dan kudengar Donghae oppa yang mulai berbicara.

Donghae : “ Are you Lisha ? [18]

Deg

Untuk sejenak aku terkejut akan pertanyaannya , bagaimana dia mengetahui namaku ? Eotteokhae ? eotteokhae ?[19] Kurasakan tangan Crystal mencubit leganku. Aku pun menjawabnya dengan terbata – bata.

Lisha : “ Ne..e.. , i a..m Li..shaa [20]

Aku menanti jawaban darinya dan kulihat senyuman di wajahnya. Dan diriku tersadar matanya meneteskan butiran air. Aku tak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang. Hingga aku tiba – tiba teringat tentang Hae. Apakah mungkin ? Apakah mungkin itu dirinya ?

Lisha : “ Hae..e..? Are you Hae? [21]                                                                        Donghae : “ Finally , I meet the one that I love for this long time [22]

Aku terdiam dan tak bisa berkata – kata. Aku dapat merasakan tubuhku menjadi hangat. Aku baru tersadar kalau Donghae oppa sedang memelukku dengan suara hangat tangisan antara dirinya dan diriku. Oppa melepaskan pelukannya dan melakukan sesuatu yang tak kusangka.

Donghae : “ I already decide[23]

Lalu oppa mulai berlutut di depanku dan kulihat bodyguard – bodyguardnya sudah mengelilingi kami untuk menjaga Donghae oppa. Oppa memegang tanganku dan berkata

Donghae : “ Would I be yours ? [24]

THE END

Author’s Note : Annyeonggg , gimana ffnya ? Mian kalau masih jelek *bow90derajat soalnya ff pertama . Thanks yang udah mau baca yah J , Comment please and don’t be a silent reader J Gomawo


7 thoughts on “Waiting For Stranger

  1. Aaaaaa penantian bertaun” akhirnya ketemu juga🙂
    Author, lisha kan sama donghae, heechulnya untuk aku aja ya? Okok? ^^

    Like

  2. Woaaaaaah, I wish thats not just dream or just FF huhuhuhu :))

    Entah kenapa setiap ff aku slalu bayangin kayak asli..
    Dan andai itu benera, itu beneran so sweet..
    Woaaah speechless aku bacanya huhu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s