What If You Believe Me 9 : Let’s Dance, My Princess


Apa kabar, readers!

Hah…..setelah sekian lama, akhirnya author bisa update lagi!

Sesuai dengan request, lebih tepatnya kritik, dari para readers, akhirnya author bikinnya lebih panjang lagi yang sebelum2nya.

Gomawo atas dukungan para readers semua ^^

Jangan lupa, komen yang banyak ya, supaya author makin semangat update – nya, hehe….

Chapter  1           Chapter 2            Chapter 3            Chapter 4

Chapter 5            Chapter 6            Chapter 7            Chapter 8

WHAT IF YOU BELIEVE ME

CHAPTER 9 : LET’S DANCE, MY PRINCESS

 Author : Everlasting

Cast : Kyuhyun, Ryeowook, Seohyun, Super Junior, SHinee, SNSD

Genre : Romance, Friendship, Family

Type : Series

Author’s POV

“Ryeowook – ssi?” panggil Seohyun.

Ryeowook membalikkan badannya dan terkejut melihat Seohyun berdiri di hadapannya.

Semua teman – temannnya pun menoleh, tak terkecuali Kyuhyun. Mereka semua terdiam dan terpana melihat penampilan Seohyun yang sangat cantik. Walaupun make upnya minimalis dan bajunya tidak mewah, tapi justru itulah yang membuatnya sangat mempesona dan menawan.

“Selamat ulang tahun, Ryeowook – ssi”, ucap Seohyun sambil tersenyum.

“Oh..eh…I..iya. T..terima kasih, Seohyun –ah”, jawab Ryeowook akhirnya tersadar dari lamunannya mengagumi Seohyun.

Seohyun tersenyum. Itu membuat Ryeowook semakin terpesona, pipinya memerah.

‘Dia sangat cantik dan anggun’pikir Kyuhyun. Ia tak lepas memandangi Seohyun. Sebenarnya bukan hanya dia, tapi semua member konglomerat. Mereka semua mengagumi kecantikan Seohyun.

“Hm…I – ini untukmu. Aku tahu, ini bukan hadiah yang mewah dan mahal, tapi bagiku ini istimewa. Aku harap kau menyukainya”, kata Seohyun malu – malu sambil menyerahkan tas berisi hadiahnya kepada Ryeowook.

Ryeowook menerimanya dengan senang hati.

“Terima kasih, Seohyun – ah”.

“Ini juga dariku, aku harap kau menyukainya. Saengil chukae, Ryeowook – ssi”, kata Tiffanny sambil menyerahkan hadiahnya.

“Terima kasih, Tiffanny – ah”.

“Baiklah, kami permisi dulu. Selamat malam”, kata Seohyun sambil tersenyum dan membungkuk dan ia serta Tiffanny pun berlalu.

Ryeowook hanya bisa memandangi kepergian mereka berdua. Speechless.

***

“Seohyun -ah!”

“Minho – ssi!”

Mereka berjalan mendekat. Minho tercengang melihat penampilan Seohyun. Ia malah bengong.

“Hey! Hey! Kau masih hidup, Minho?” tanya Tiffanny sambil melambaikan tangannya didepan wajah Minho.

“Kau cantik sekali….” ucap Minho tanpa sadar.

Seohyun memutar bola matanya dan mendesah.

“Ck, kau ini….”, desah Tiffanny sambil menggelenggkan kepalanya.

“Minho!” panggil Key.

Minho tersadar. “Oh…Key! Tunggu aku akan kesana”, lalu ia berpaling pada Tiffanny dan Seohyun.

“Hey, aku kesana dulu ya! Aku ada urusan dengan Key. Sampai jumpa, Seo, Tiffany,” katanya lalu pergi.

“Seo –ah, sekarang kita mau apa? Apa kita pulang saja?” tanya Tiffanny.

“Ja..jangan! Itu tidak baik, pestanya kan belum selesai. Lebih, kita duduk saja disana, ayo!” ajak Seohyun sambil menunjuk tempat disamping dekorasi pohon.

Mereka pun duduk disana sambil menikmati pesta.

***

“Wah! Apa tadi itu benar – benar Seohyun teman sekelas kita? Dia terlihat sangat berbeda. Cantik sekali!” kata Leeteuk.

“Benar. Aku hampir tidak mengenalinya! Soalnya selama ini ia tidak pernah memakai make – up. Aigoo, aku belum pernah melihat ada yang secantik dia..” kata Siwon.

Ryeowook sedari tadi hanya diam saja. Ia masih terpesona dengan Seohyun. Sesekali ia tersenyum sendiri.

‘Akhirnya kau datang juga’ kata Ryeowook dalam hati. Ia lalu memandang tas yang berisi hadiah dari Seohyun, lalu tersenyum.

Mereka, para member sedang membicarakan Seohyun. Kecuali Kyuhyun yang diam saja. Pandangannya tertuju ke suatu tempat. Ia sedang memandang Seohyun yang sedang tertawa bersama Tiffanny.

‘Kenapa aku hanya bisa menatapnya saja? Kenapa sulit bagiku untuk mendekatinya?’ pikir Kyuhyun dalam hati.

“Kalau kupikir – pikir, kurasa Seohyun lebih cantik dari Yuri”, kata Kibum yang langsung disertai tatapan tajam dari yang lain. Heechul langsung menjitaknya.

“Aduh! Kau ini kenapa sih!” protes Kibum.

“Kau itu keterlaluan tahu! Baru kemarin kau memuji Yuri, sekarang kau berpaling pada Seohyun! Sementara kemarin – kemarin kau mengatakan bahwa Yoona adalah gadis yang paling cantik yang pernah kau lihat! Aissh….kau itu benar – benar…..” kata Heechul sambil menjitaknya lagi.

Yang lain langsung terkikik melihatnya.

“Permisi Tuan Ryeowook. Apakah anda mau saya letakkan hadiah itu bersama hadiah – hadiah yang lain?” tanya salah satu pelayan Ryeowook.

Ryeowook tersenyum. “Tidak usah, terima kasih. Biar saya saja,” katanya lalu pergi.

End of author’s POV

Ryeowook’s POV

Aku berjalan menuju kamarku dan membuka pintunya. Aku masuk.

Ini adalah hadiah yang paling spesial untukku. Aku tidak akan menyamakannya dengan hadiah – hadiah yang lainnya.

Aku tersenyum menatap tas berisi hadiah tersebut. Perlahan – lahan aku mengeluarkan isinya. Isinya berupa sesuatu beberbentuk persegi panjang yang masih terbungkus. Aku pun membuka bungkusnya. Dan ternyata isinya sebuah lukisan. Lukisan itu menggambarkan seorang laki – laki muda yang sedang bermain biola, dimana disampingnya terdapat sebuah lukisan yang sepertinya dilukis olehnya. Aku sangat tersanjung melihat lukisan ini. Entah mengapa lukisan ini membuat aku merasa, akulah yang didalam lukisan itu. Apa itu mungkin ia memang menggambarkan figurku?

Aku tak bisa berhenti tersenyum melihat lukisan ini. Ini adalah hadiah ulang tahun yang paling membuatku bahagia dalam hidupku.

Terima kasih, Seohyun – ah.

End of Ryeowook’s POV

Sementara itu di ruangan pesta, Sunny dan teman – temannya baru saja sampai. Mereka langsung menghampiri geng konglomerat.

“Annyeong, Oppa!” sapa Sunny dan teman – temannya.

Para geng konglomerat melirik kedatangan mereka dengan pandangan malas. Hanya Yesung saja, karena memang pada dasarnya orangnya ramah, mau menyapa mereka. Mungkin dengan Ryeowook juga, kalau ia ada disitu.

“Annyeong Sunny, Krystal, Dara….” kata Yesung.

“Oppa Wookie mana?” tanya Sunny sambil mengedarkan pandangannya.

“Gak tahu. Kau cari saja sendiri”, jawab Leeteuk judes.

“Iihh….oppa, dasar!”kata Sunny sambil cemberut. “Krystal, Dara, aku cari Wookie oppa dulu, ya!” katanya, kemudian pergi.

Sandara melirik Kyuhyun yang sedang memperhatikan sesuatu. Ia pun mengikuti arah pandang Kyuhyun, namun ia tidak mendapatkan apa yang sedang Kyuhyun perhatikan, karena terhalang tamu – tamu yang lain.

***

Sunny mencari Ryeowook di sekeliling ruangan pesta, namun tidak menemukannya. Ia pun menuju ruangan lain di rumah Ryeowook. Ia sudah hapal betul denah rumah ini, karena sering kesini.

“Aduuhh….Wookie oppa mana sih? Aku kan pengen ngasih kado ini langsung, sebelum keduluan sama yang lain…..” kata Sunny (padahal emang udah keduluan, haha)

Akhirnya Sunny memutuskan untuk ke kamar Ryeowook. Sesampainya di sana ia melihat Ryeowook yang baru keluar dari kamarnya.

“Oppa…..!!” panggil Sunny berlari mendekati Ryeowook.

“Sunny – ah, kenapa kau kesini?”

“Aku cari – cari oppa tahu dari tadi! Oppa kenapa gak nungguin aku?” kata Sunny sambil cemberut.

“Err…ya maaf Sunny….”

Sunny tersenyum kembali.

“Gak apa – apa, kok! Oh, ya, selamat ulang tahun ya, Oppa!” kata Sunny memeluk erat Ryeowook.

“I…iya….makasih”, kata Ryeowook sambil berusaha melepaskan pelukannya.

Sunny pun melepaskan pelukannya dan menyodorkan sebuah box berpita kuning diatasnya.

“Ini buat Oppa! Ini sengaja aku pesan dari Jepang lho!” kata Sunny.

“Makasih Sunny!” kata Ryeowook tersenyum dan mengambil kado tersebut. “….ayo kita ke ruang pesta lagi….”ajaknya.

“Kok, gak dibuka dulu sih kadonya?” tanya Sunny sambil cemberut.

“Eh….ba..baiklah..”

Ryeowook pun membuka tutup box tersebut. Tenyata isinya sebuah i – pad dari Apple Inc.

“Wah….terima kasih ya Sunny! Aku baru saja ingin membelinya…” kata Ryeowook tersenyum.

“Sama – sama oppa. Sunny kan selalu tahu yang terbaik buat oppa! Ini keluaran terbaru, lho! Langsung dipesan dari pabriknya di Jepang, soalnya belum dijual di pasaran!” kata Sunny. ‘hihi, pasti kado aku yang paling bagus’ kata Sunny dalam hati.

“Baiklah, ayo!” kata Ryeowook.

“Oppa mau kemana?”

“Tentu saja ke ruangan hadiah. Kan mau menaruh hadiah darimu dulu disana”.

Sunny cemberut lagi.

“Kenapa gak ditaruh di kamar oppa aja? Kado dari aku kan lebih spesial dibanding sama lainnya. Aku gak mau kado dari aku digabung sama yang hadiah dari yang lain”, kata Sunny merajuk.

Ryeowook mendesah.

“Baiklah….” katanya mengalah lalu masuk ke kamarnya lagi.

Sunny tersenyum senang.

***

Sementara pesta terus berlanjut dengan meriahnya. Ayah Ryeowook, Kim Jonghyun sedang sibuk menyapa para tamu. Begitu pun dengan istrinya, Victoria Song. Mereka tersenyum ramah dan saling berjabat tangan dengan para tamu. Victoria terlihat sangat elegan dengan gaun malamnya yang berwarna merah. Begitu pun dengan Jonghyun yang terlihat berwibawa. Tapi, aura wibawanya seketika tenggelam ketika dihadapannya berdiri Cho Hangeng. Sang tamu yang sebenarnya sejak tadi paling ia nantikan.

“Ah, Mr. Cho, apa kabar?” sapa Mr. Jonghyun.

Sang tamu hanya tersenyum tipis, malah terkesan sedikit angkuh. Istri Mr. Hangeng, Jung Jessica ( ini bukan bibinya Tiffanny ^^) , yang membalas sapanya.

“Annyeong, Mr.Kim, Mrs.Kim”, sapa Mrs.Jessica sambil tersenyum.

“Ayo, silahkan masuk”, kata Mrs.Victoria.

Setelah membungkuk sopan, Mrs.Jessica pun mengikuti suaminya masuk. Setelah mereka menghilang dari pandangan, Mr.Jonghyun mendecah.

“Cihh…sombong sekali. Kalau bukan karena dia adalah seorang Cho Hangeng, aku pasti sudah mendepaknya”, katanya sinis.

***

Setelah beberapa saat, kini tiba acara makan malam. Semua tamu memasuki ruangan dimana semua kursi dan meja telah tertata rapi untuk makan malam. Para tamu pun menduduki tempat yang tersedia, tak terkecuali Seohyun dan Tiffanny.

“Hei, Seo! Tiffanny! Disini!” Minho melambai kepada mereka berdua.

“Ayo, Tiffanny, kita kesana!” ajak Seohyun menarik tangan Tiffanny.

Mereka berdua menempati tempat satu meja dengan Minho dan Key.

Sementara keluarga Kim satu meja dengan keluarga Park, yang terdiri dari Mr. Park Henry Lau (hehe, maksa ^^), istrinya, Mrs. Kim Taeyeon serta yang pastinya Sunny. Sedangkan Leeteuk sengaja memisahkan diri dari pertemuan keluarga itu.

“Kyu….” panggil Ryeowook.

Kyuhyun yang sedang menuju mejanya terhenti dan menoleh pada Ryeowook.

“Ada apa Wookie?”

“Kau ikut di mejaku saja, ya?”

“Kenapa?”

Ryeowook mendengus.

“Ah, biar aku ada temannya saja”, jawab Ryeowook dengan tatapan penuh arti yang memohon.

Kyuhyun melirik mejanya. Ia  melihat orang tua Sunny disana. Ia mengerti kalau Ryeowook pasti agak risih harus satu meja dengan orang tuanya Sunny segala.

“Baiklah”, katanya sambil tersenyum.

***

“Seohyun lihat, makanannya masakan internasional.  Pasti mereka menyewa koki yang sangat profesional”, kata Tiffanny sambil menatap semua makanan dihadapannya dengan mata berbinar.

Seohyun mendesah dan tersenyum tipis. Ia memikirkan bagaimana mereka menghambur – hamburkan  uang hanya untuk hal – hal seperti ini. Sedangkan, orang tuanya harus bekerja setengah mati demi mendapatkan uang yang ala kadarnya. Ia selalu berpikir, betapa tidak adilnya dunia ini.

“Apa sih yang gak bisa dilakukan orang kaya”, katanya agak sinis.

Minho yang menyadari adanya kesinisan dalam suaranya. Ia mengerti perasaan Seohyun yang sedang getir saat ini.

“Seohyun……..” panggil Minho.

Seohyun mengangkat wajahnya dan menatap Minho. Minho menatapnya dengan lembut. Kemudian ia tersenyum ceria.

“Aku tahu, kalau kau pasti lebih suka goguma daripada spagetti, kan. Haha….” kata Minho. sebenarnya ia mencoba menghibur Seohyun.

Ia berhasil, Seohyun tertawa mendengarnya.

“Seo, sekali – sekali kau jangan makan goguma terus. Cobalah ini”, kata Tiffanny sambil mengisi piring Seohyun dengan salah satu makanan didepannya.

“Ah, Tiffanny! Jangan banyak – banyak!”

“Memangnya kau sedang diet, Seohyun? Aigoo…kau itu sudah kurus….” kata Key.

Seohyun langsung menjitak kepala Key. Key pun meringis kesakitan.

“Jangan bicara macam – macam. Awas ya kau, nanti kubilang pada Ms.Hyoyeon, kalau kau naksir gurumu sendiri”, ancam Seohyun. Minho dan Tiffanny tertawa mendengarnya.

“A-anio! Tidak lagi sekarang,” kata Key dengan wajah memerah.

Mereka pun tertawa.

Sementara dari kejauhan, tanpa sengaja Kyuhyun melihat Seohyun yang tertawa bersama temannya. Ia terpesona melihatnya.

‘Andai aku bisa melihatmu tertawa seperti itu bersamaku setiap saat’ kata Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun terus memandang Seohyun. Sementara Ryeowook yang duduk didepan Kyuhyun menyadari, bahwa Kyuhyun sedang memperhatikan sesuatu. Ia pun menolehkan wajahnya ke belakang dan tanpa sengaja melihat Seohyun. Ia tersenyum begitu melihatnya. Ia membalikan lagi wajahnya dan menyadari Kyuhyun masih memperhatikan sesuatu. Ryeowook mencoba mengikuti arah pandang Kyuhyun.

‘Seohyun?’ tanya Ryeowook dalam hati.

‘Mungkinkah Kyu sedang memperhatikan Seohyun?’

Namun Ryeowook langsung menggelengkan kepalanya. Ia tidak yakin.

***

Akhirnya acara makan malam selesai. Dan kini adalah saatnya berdansa. Hampir semua pasangan turun ke lantai dansa. Sunny melirik ke arah Ryeowook, berharap ia akan mengajaknya dansa.

“Wookie oppa….”

Ryeowook menoleh ke arah Sunny.

“Wae?”

Sunny menghembuskan napasnya.

“Oppa tidak mau mengajakku berdansa?” tanyanya sambil cemberut.

“Eh?” Ryeowook mengedipkan matanya kebingungan. Lalu ia menggelengkan kepalanya.

“Anio, Sunny – ah. Aku sedang tidak mau berdansa. Lebih baik ajak yang lain saja. Mian, ya Sunny – ah…”

Sunny menghentakkan kakinya kesal, lalu berlalu dari Ryeowook. Ryeowook hanya bisa mendesah melihat kepergian Sunny.

Sementara Kyuhyun dari tadi hanya menatap Seohyun (plis deh, Kyu….). Semakin lama, semakin banyak pasangan yang turun ke lantai dansa. Yesung sedang berdansa dengan Yuri, sementara Kibum mengajak mantan pacarnya, Sooyoung berdansa, karena sebenarnya ia sedang kesal, habis ditolak Yuri. Yuri lebih memilih bersama Yesung daripada Kibum (haha…kasian…). Sementara Siwon sedang berdansa bersama Yoona. Yoona terlihat bahagia. Mereka terlihat cocok.

Kyuhyun melihat Seohyun. Sebenarnya, ia tidak begitu suka dansa.

Tapi, begitu melihat Seohyun……………

Tanpa ia sadari, kakinya sudah melanghkah ke arahnya………….

Seohyun’s POV

Aku sedang mengobrol dengan Tiffanny. Kami sedang asyik memperhatikan pasangan – pasangan yang berdansa. Kami memang tidak ingin berdansa. Terutama aku. Pertama, aku memang tidak bisa berdansa. Kedua, tidak ada yang mengajak kami berdansa. Ya….it’s ok sih, toh malu – maluin juga kalau aku berdansa.

“Hey, lihat Seo! Key dengan Krystal!” pekik Tiffanny.

Aku melihat ke arah Key dan Krystal yang sedang berdansa. Haha…..kulihat wajah Key yang memerah dan Krystal yang tampak kesal, mungkin karena gerakan kikuk Key. Dansa mereka memang terlihat paling kaku dibanding yang lain.

“Ya, haha…..Jadi sekarang ia naksir Krystal. Baguslah. Secara, Ms. Hyoyeon kan udah mo nikah sama….siapa itu namanya……guru baru kita……hm…..Eun..Eunhok…”

Aku mendesah dan memukul pelan lengan sahabatku yang lagi kambuh sifat pelupanya.

“Eunhyuk seosaenim. Pabo,”

“Hehe…iya….” jawab Tiffanny cengar cengir gak jelas.

Tiba – tiba Tiffanny diam terpaku. Tergambat jelas wajahnya syok setengah mati melihat seuatu dibelakangku. Aku bingung melihatnya.

“Fany –ah, ada apa?”

Tiffanny tidak menjawab, matanya melotot seperti melihat hantu.

Tiba – tiba aku merasakan ada yang berdiri dibelakangku. Aku menoleh ke belakang.

Dan………

Dan……

Dia……

Mataku melebar melihat sosok yang berdiri didepanku. Sosok itu pun menatap tajam ke arahku.

Kurasakan semua mata terpaku pada kami. Padaku dan sosok didepanku.

Tiba – tiba, ia melakukan sesuatu yang sama sekali tak pernah terbayangkan dalam hidupku.

Dengan satu uluran tangan, ia berkata :

“Maukah kau berdansa denganku?”

—–

—–

—–

—–

—–

—–

—–

—–

Aku terpana melihat semua ini, tidak tahu harus berkata apa. Semua orang memandang kami. Aku masih syok dengan ini. Kutatap ia. Ia membalas tatapanku seperti waktu itu. Tatapan tajam yang sulit ditolak.

Aku tak tahu harus bagaimana sekarang. Dan ia sedang menunggu jawabanku, begitupun semua orang di pesta itu. Waktu terus berlalu.

Akhirnya, dengan satu tarikan napas, aku menjawabnya.

“Tentu saja”, jawabku sambil memaksakan sedikit senyum.

Tanpa, menunggu apa – apa lagi, Kyuhyun langsung menarik tanganku dan membawaku ke lantai dansa.

End Seohyun POV

Kyuhyun’s POV

Aku tidak tahu apa yang kupikirkan. Ketika melihatnya, kurasakan semua perasaanku padanya tak bisa kutahan lagi.

Tanpa aku sadari tubuhku telah bergerak mengikuti kata hatiku. Aku tak peduli lagi dengan semuanya. Aku berjalan ke arahnya. Kurasakan sekelilingku menghilang, kecuali dia. Aku hanya melihat dia. Seolah – olah hanya dia yang ada di ruangan ini.

Hal selanjutnya yang kuketahui adalah aku sudah mengulurkan tanganku dan mengajaknya berdansa.

Tergambar jelas, perasaan syok di wajahnya. Tapi, aku sudah tidak perduli lagi. Aku hanya ingin ia menerimaku.

Cukup lama sebelum ia mengiyakan ajakanku dengan sedikit terpaksa. Tapi, seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku TIDAK peduli walaupun ia terpaksa. Dengan segera, aku menarik tangannya dan mulai berdansa dengannya.

Semua orang menatap kami. Seketika kusadari, semua pasangan telah menyingkir dan membiarkan hanya kami berdua yang berdansa ditengah – tengah lantai dansa. Kamilah sekarang yang menjadi pusat perhatian.

Aku pun menatap wajah malaikatnya dihadapanku. Aku tersenyum padanya dengan lembut.

Seohyun……….tak tahukah kau bahwa aku sudah menantikan saat – saat seperti ini sejak lama?

Ia hanya menatap wajahku dengan keheranan jelas yang terpancar dari wajahnya. Dan itu membuatku semakin menginginkannya.

Aku semakin memeluk tubuhnya dengan erat, mendekatkan kepalaku di rambut halusnya, mencium dalam aromanya yang semakin membuatku terbuai. Sementara jantungku terus berdetak semakin cepat.

Hangat. Hangat sekali. Apakah ini mimpi? Aku membayangkan waktu berhenti berdetak dan kami tetap seperti ini selamanya.

“Kyuhyun – shi…..” suara halusnya menyadarkan aku. Seketika aku sadar, aku sudah mencium kepalanya terlalu lama.

“Seohyun – ah……” panggilku lembut ke arahnya. Menyebut namanya saja sudah membuatku bahagia.

Ia sedang menatapku dengan kedua mata indahnya, yang tak pernah bisa ku tolak pesonanya.

“Kyuhyun, kenapa kau melakukan hal ini?”

Aku hanya menatapnya dalam dan menjawab spontan, tanpa kupikirkan lebih dahulu.

“Karena aku sangat menginginkannya”, jawabku lembut.

Ia mengerutkan keningnya tak mengerti. Seketika aku tersadar, aku hampir mengungkapkan perasaanku padanya.

Ini tidak boleh terjadi! Setidaknya, jangan sekarang. Ia belum begitu mengenalku, walaupun aku sudah sangat mengenalnya.

“Apa maksudmu?” tanyanya.

Aku jadi panik sendiri. Spechless….speechless….speechless…..

Ia menunggu jawabanku.

Tiba – tiba, semua orang bertepuk tangan. Kusadari, bahwa musik baru saja berhenti dan itu artinya akhir dansa kita. Hufft…aku merasa tertolong.

Aku melepaskan pelukanku dan kami membungkuk ke arah penonton.

Ia segera melepaskan tangannya dari genggamanku dan pergi.

Aku hanya bisa menatap kepergiannya. Entah apa yang kurasakan sekarang. Senang, bahagia, menyesal. Semuanya jadi satu.

End of Kyuhyun’s POV

***

Segelintir orang yang berada di pesta itu tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Sebut saja segelintir orang tersebut adalah : geng konglomerat beserta semua murid yang satu sekolah dengan mereka. Apalagi, fans – fans Kyuhyun. Mereka histeris semua.

Tentu saja ini sangat menggemparkan. Cho Kyuhyun, si gunung es, tidak ada satu wanita pun yang berhasil menaklukan hati bekunya itu. Well, kecuali dalam kasus ini, Seohyun satu – satunya cewek yang bisa sedekat itu dengan Kyuhyun.

Hal menggemparkan yang kedua, adalah Seo Joo Hyun! Semua tahu bahwa, Seohyun adalah murid yang paling sederhana, yaa….sebut saja paling miskin di sekolah itu. Ia adalah satu – satunya murid yang diberi beasiswa. Walaupun ia juga adalah siswi terpintar, namun mereka tidak pernah sekalipun me – respect kehadirannya. Mereka tidak suka orang miskin. Dan sekarang….dan sekarang…..ia berdansa dengan orang paling popular di sekolah!

Tentu saja, semua cewek iri dengannya. Iri dengan kecantikannya, kepintarannya, dan kini iri karena ia bersama Cho Kyuhyun. Rasa – rasanya, mereka ingin mencabik – cabiknya, seperti Cinderella yang dicabik gaunnya oleh ibu tiri dan saudari – saudari tirinya. Hal itu paling dirasakan oleh Sandara Park.

Hal yang ketiga, walaupun tidak menggemparkan (hehe…) adalah semua tahu bahwa Sandara menyukai Kyuhyun. Perlu digaris bawahi, sangat menyukai Kyuhyun. Ia adalah musuh dari fans Kyuhyun, karena ia tak segan – segan untuk menyingkirkan siapapun yang dekat – dekat dengan ‘Kyuhyun –nya’. Ia licik dan selalu mendekati Kyuhyun dengan berbagai cara. Tapi, hal yang membuat lega para fans Kyuhyun adalah, Kyuhyun tidak pernah membalas perhatiannya. Lebih tepatnya, dikatakan bahwa Kyuhyun malah mencuekkannya seperti ia cuek kepada yang lain. Tapi, yang sialnya, Sandara itu TIDAK PERNAH menyerah untuk mendapatkan Kyuhyun.

Nah, sekarang bagaimana dengan geng konglomerat?

Semua anggota geng konglomerat ternganga, apalagi Heechul. Mulutnya sampai dimasukin bolu sama Yesung (haha….).

“Kyuhyun….dia……” kata Kibum tak mampu menyelesaikan kata – katanya.

Mereka semua tenggelam dengan pikiran masing – masing. Tentu mereka terkejut setengah mati. Kyuhyun sahabat mereka selama ini yang mereka tahu adalah, dance hater dan tukang nolak cewek. Makanya ia gak pernah punya pacar, walaupun yang ngantri bejibun.

Dan sekarang…..apa yang mereka lihat? Seorang Cho Kyuhyun mengajak cewek yang sama sekali gak popular untuk berdansa?

Yah, well….mereka akui Seohyun cantik dan pintar. Tapi, ia bukan orang kaya. Dan selama ini mereka selalu bergaul dengan orang – orang yang statusnya sederajat dengan mereka.

“Apa yang sedang ia pikirkan sih sebenarnya? Aissh…..” Leeteuk jadi frustasi sendiri.

“Dari semua cewek, kenapa harus Seohyun?” tanya Siwon.

Sementara Yesung hanya menyeringai.

“Hmm…..sepertinya ini akan menjadi sangat menarik…”katanya.

“Eh…apa maksudmu?” tanya Heechul.

“Tapi, aku setuju. Ini memang menarik”, kata Kibum.

Sementa Ryeowook dari tadi hanya terdiam. Berbagai pertanyaan mendesak didalam kepalanya.

‘Kenapa Kyuhyun mengajak Seohyun? Apa ia menyukainya?’ tanyanya dalam hati. Tak bisa dipungkiri, bahwa Ryeowook sangat cemburu.

Seketika, ia mengingat tatapan Kyuhyun tadi waktu di meja makan.

‘Apakah waktu itu ia benar – benar menatap Seohyun?’

Saat, Kyuhyun datang, mereka semua langsung memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan. Tapi, Kyuhyun hanya acuh tak acuh dan mulai memainkan PSP – nya. Tak ada yang tahu, bahwa sebenarnya dalam hati Kyuhyun, hatinya sedang kacau dan tak karuan.

Ryeowook hanya menatap dalam sahabatnya sambil terus bertanya – tanya dalam hatinya.

***

Seohyun’s POV

“Jangan tanya lagi masalah itu padaku”, jawabku tajam pada Tiffanny. Kami sedang berjalan menuju pintu depan untuk menunggu mobil Tiffany.

Tapi, Tiffanny tidak menghiraukan kekesalanku. Ia terus mengoceh tentang masalah dansa tadi dengan bersemangat.

Aku mendesah. Satu – satunya alasan kenapa aku berkata seperti itu kepada Tiffany adalah karena aku sendiri tidak mengerti apa yang terjadi.

Aku masih ingat dengan jelas, bagaimana Kyuhyun memelukku dengan erat dan mencium rambutku dengan sangat lama. Tahukah ia, jantungku hampir copot gara – gara ia melakukan hal itu? Aku syok dan benar clueless, kenapa ia sampai sejauh itu.

Perasaanku kini campur aduk. Malu, sangat, secara semua orang memperhatikan kita. Kesal, tentu saja, berani – beraninya ia seperti itu padaku padahal kita tidak pernah dekat. Marah, apalagi, ia tidak memberiku alasan yang jelas ketika aku menanyakan padanya.

Aaaargghh!! Ini kedua kalinya ia membuatku clueless seperti ini!

“Eh, Seo, kau tadi tidak melihat sih bagaimana semua cewek cemburu setengah mati padamu! Apalagi si Sandara itu! Waah, wajahnya seperti habis dipanggang 90 derajat celcius! Haha…..”

Aku hanya mendengus mendengarnya. Yang membuat aku heran juga, gak penting banget sih mesti cemburu sama hal – hal yang kayak begituan.

“Seo, apa menurutmu ia menyukaimu?” tanyanya setengah berbisik.

“Huh?”

“Apa mungkin Kyuhyun menyukaimu? Ah! Kurasa itu mungkin! Ah, chukae, Seohyun – ah!” kata Tiffanny kegirangan.

Aku hanya melirik sahabatku sambil menggeleng – geleng melihatnya. Rupanya ada kemungkinan sarafnya mulai error.

“Wae? Kau sendiri tidak cemburu? Kau juga kan cewek”, kataku iseng.

Tiffanny langsung menggelengkan kepalanya dengan tegas.

“Tidak! Aku lebih suka Heechul oppa!” katanya seketika langsung menutup mulutnya. Ia keceplosan. Aha!

Seringai terbentuk di wajahku. Aku mendekatkan wajahku padanya. Wajahnya sudah semerah tomat.

“Ah….jadi kau naksir Kim Heechul, ya?”

Ia menggeleng – gelengkan wajahnya dengan cepat, tapi tidak mengatakan sepatah kata pun. Aku tertawa. Jadi inilah sebabnya kenapa ia jadi lebih rajin merawat kulitnya. Karena konon kabarnya, Heechul itu suka memperhatikan cewek yang kulitnya halus dan rajin dandan seperti dia. Mungkin dia mau saingan kali ya.

Seketika tawaku berhenti, ketika kulihat orang – orang didepanku. Ayah dan ibu Ryeowook, serta Ryeowook sedang berjalan sambil berbincang – bincang dengan orang tuanya Sunny dan Leeteuk. Kami berpapasan,aku dan Tiffany membungkuk hormat kepada mereka.

Kulihat Ryeowook tersenyum padaku dan ia menghampiri kami. Kurasakan jantungku berdebar – debar ketika ia mendekat.

“Terima kasih sudah datang, Seohyun – ah, Tiffanny – ah”, ucapnya.

“Sama – sama”, ucap kami berbarengan.

Aku tersenyum padanya dan ia membalas senyumku. Jantungku semakin berdebar.

“Kalian sudah mau pulang?” tanyanya.

Kami mengangguk.

“Apa kalian di jemput atau bawa kendaraan? Aku bisa menyuruh supirku untuk mengantarkan kalian, kalau tidak ada yang menjemput atau kalian tidak bawa kendaraan”, katanya dengan wajah khawatir.

Aku agak terkejut dan salut dengan perhatiannya.

“Terima kasih, Ryeowook – shi. Tenang saja, kami dijemput, kok. Kamsahamnida,” jawabku sopan.

Ia tersenyum lega.

“Ryeowook!”

Kami menoleh, ternyata ayahnya yang memanggil. Terlihat jelas ada kesal di wajah ayahnya.

“Apa yang kau lakukan disana? Kemari!” perintahnya.

Ryeowook mendesah. Kemudian ia berpaling kepada kami dan tersenyum.

“Baiklah kalau begitu, kalian hati – hati ya di jalan. Selamat malam, Seohyun – ah, Tiffanny – ah,” katanya sambil membungkuk.

“Selamat malam Ryeowook- ssi”.

Ia pun meninggalkan kami. Tapi, kulihat ia tersenyum padaku baru pergi. Detak jantungku semakin tak karuan sekarang.

Kami pun berjalan lagi. Tiba – tiba ada yang memanggil.

“Seohyun! Tiffanny! Tunggu!”

Kami menoleh, ternyata Minho. Ia berlari ke arah kami.

“Eh, bareng ya. Soalnya mobilku masuk bengkel dan tidak ada bisa menjeputku”, katanya.

“Lalu tadi kau kesini naik apa?” tanya Tiffany.

“Aku numpang mobil, Key. Tapi, tadi ia ngotot mau mengantar Krystal dan menolakku bareng dengannya. Aissh….dasar anak itu…”

Aku dan Tiffanny tertawa mendengarnya.

Dan saat itulah, sebuah suara yang dalam dan berat memanggilku dari belakang.

“Seohyun – ah….”

Kami menoleh, terkecuali aku. Aku tahu jelas siapa pemilik suara ini. Walaupun, aku tidak sering mendengarnya, tapi suara ini sangat khas.

Aku masih membelakanginya, semua rasa yang tadi kurasakan, kesal, marah dan malu, muncul lagi. Sampai akhirnya Tiffanny menyodokkan sikutnya ke lenganku dengan keras. Aishhh….sakit sekali!

“Seo, dia memanggilmu….”bisiknya.

Aku mendesah dan membalikkan tubuhku. Dia berdiri didepanku dengan kedua tangannya didalam sakunya. Kepalanya sedikit menunduk. Kemudian ia mengangkat wajahnya dan menatapku.

“Aku…..bolehkah aku mengantarmu pulang?”

Satu…..

Dua….

Tiga….

DAR!

Aku menatapnya tak percaya. Apakah ia sadar apa yang baru saja ia katakan?

Kami semua, maksudku, aku, Tiffanny dan Minho terkejut setengah mati. Lagi.

Tiffanny yang paling parah disini. Mulutnya sambil ternganga lebar. Untungnya ia tak lupa untuk menutup mulutnya. Sementara aku tak berani melihat ekspresi Minho.

Sedangkan dia, Cho Kyuhyun, hanya menatapku dengan wajah tanpa ekspresi, seperti biasa.

Aku menarik napasku. Mencoba mengontrol keterkejutanku yang sedang menguasaiku sekarang.

“Aku pulang bersama Tiffanny”, jawabku datar.

Tiba – tiba, Tiffanny berdehem – dehem.

“Ah….maaf Seo, aku duluan ya! Kau pulang bersama Kyuhyun – ssi saja, ya! Dadah….. Ayo Minho!” katanya terburu – buru sambil menarik tangan Minho.

Aishh…..apa – apaan sih ni anak! Apa maksudnya coba?

“Eh…eh Tiffanny…..”kataku mencoba menghentikan Tiffanny.

Tapi, kemudian Minho melepaskan tangannya dari Tiffanny dan langsung berdiri disampingku.

“Tidak. Seohyun pulang bersamaku”, katanya tegas. Kulihat ia menatap Kyuhyun dengan tajam.

Kyuhyun membalas tatapannya. Dan sekarang mereka saling adu tatapan.

Halo….ada apa sih sebenarnya?

“Minho….” bisik Tiffanny.

“Kau pulang duluan saja. Biar aku pulang bersama Seohyun”, kata Minho tanpa melepaskan tatapannya dari Kyuhyun.

Akhirnya Tiffanny menyerah. Dan ia pun pergi.

Sedangkan aku? Aku hanya terpaku menyaksikan kedua makhluk ini.

Kyuhyun lalu beralih padaku. Ia tersenyum padaku dan tanpa kusangka – sangka, ia menarik tanganku!

“Kajja”, katanya sambil membawaku pergi.

Aku sungguh sungguh syok! Tidak menyadari apa yang terjadi.

Kami sampai didepan mobilnya. Tiba – tiba sebuah tangan menarikku dari belakang.

“Apaan kau! Lepaskan Seohyun!” bentak Minho.

Kyuhyun tidak melepaskan tanganku, ia menatap tajam Minho.

“Apa yang kau lakukan disini, Minho? Aku mau mengantar Seohyun. Pergilah, aku tidak mengajakmu”, katanya dingin.

Minho tersenyum sinis.

“Siapa kau berani mengantar Seohyun? Maaf, saja, tapi aku tidak percaya pada orang sepertimu”, balas Minho.

Kurasakan genggaman mereka di kedua sisi tanganku mengeras. Mereka semakin menggenggam pergelangan tanganku semakin erat.

“Sshh……”aku meringis. Sakit sekali yang kurasakan pada pergelangan tanganku.

Mereka sontak menoleh padaku. Kurasa baru kali ini mereka menyadari keberadaanku. Dasar!

“Lepaskan tanganku, Kyuhyun! Minho!” bentakku.

Mereka tidak mau juga melepaskannya. Malah menatapku, seperti orang bodoh. Grrr…!

Aku pun menghentakkan kedua tanganku sampai terlepas. Aku menatap tajam mereka berdua.

“Seo, masuklah. Aku akan mengantarmu pulang”, kata Kyuhyun.

“Anio! Seohyun! Jangan percaya orang seperti dia!”, kata Minho.

Aku menghembuskan napasku. Kurasa aku tidak ada pilihan lain selain menumpang mobil Kyuhyun. Tidak ada lagi yang menjemputku dan tidak mungkin juga naik bus. Karena, jarak rumah Ryeowook ke jalan raya sangat jauh.

“Minho, aku akan pulang bersama Kyuhyun. Kyuhyun – ssi, sebaiknya Minho pulang juga bersama kita. Ia juga tidak membawa kendaraan”, kataku padanya.

Kyuhyun menatapku tak percaya. Sementara Minho menyeringai. Tanpa aba – aba, ia langsung membuka pintu mobil bagian belakang dan masuk.

Aku hanya menggeleng – geleng melihat tingkahnya yang sungguh kekanak – kanakan.

“Seo, kau mau masuk atau tidak?” kata Minho belum menutup pintu mobilnya. Aku berniat akan masuk, ketika tiba – tiba Kyuhyun menarik tanganku dan membukakan pintu bagian depan.

“Disini saja, “ katanya sambil tersenyum padaku.

Aku mendesah dan masuk. Ia pun duduk disampingku. Ketika kulirik ia sekilas, kulihat sebuah senyum menghiasi wajahnya. Walaupun kurasa itu lebih tepat disebut senyuman evil (^^).

End of Seohyun’s POV

***

Ryeowook’s POV

Entah kenapa hari ini aku merasa sangat bahagia. Aku tak berhenti tersenyum sejak tadi.

Seohyun………

Hm….kurasa aku bisa lebih dekat lagi dengannya mulai sekarang.

Yess!! Haha….

Tapi……gimana caranya ya…?

Hmm……

“Oppa….?”

Aku tersadar dari lamunanku dan menoleh ke samping. Sunny melihatku dengan ekspresi bingung.

“Wae, Sunny – ah?”

“Oppa dari tadi senyum – senyum terus. Ada apa Oppa?” katanya keheranan.

“Ah..eh….eh….” aku jadi salah tingkah. “Tidak, tidak ada apa – apa?” kataku sedikit grogi. Kurasakan keringatku mulai mengucur di dahiku.

“Oh…..” katanya sambil menggembungkan pipinya.

Malam ini, selesai pesta, orang tua Sunny tidak langsung pulang. Katanya ada hal penting harus dibicarakan. Aku dan Sunny juga disuruh berkumpul dengan mereka. Hm, ada apa ya?
Kami sampai di ruang tengah. Disana sudah ada orang tuaku dan orang tua Sunny.

“Ah, Ryeowook, Sunny – ah, sini – sini, duduk”, panggil ibuku.

Aku dan Sunny mendekat. Aku duduk disamping ibu dan ayahku. Sedangkan Sunny duduk didepanku, disamping ayah dan ibunya.

“Ah, baiklah. Karena Sunny dan Ryeowook sudah disini, bagaimana kalau kita langsung memberitahukan mereka?” kata ayahku membuka pembicaraan.

Memberitahukan apa?

Ayah Sunny, Mr. Henry tersenyum mengiyakan, begitu juga dengan Mrs. Taeyeon.

“Jadi, kami sebenarnya merencanakan untuk pertunangan kalian”.

Huh? Aku tak mengerti.

“Siapa yang mau bertunangan apa, Appa?” tanyaku bingung.

Ayahku mendesah. Sementara kedua orang tua Sunny dan ibuku tertawa. Huh? Apakah aku sebodoh itu?

Tapi, siapa juga yang mau bertunangan?

“Tentu saja kau dan Sunny – ah”.

APAAAAAAA???!!!!

Aku jelas panik!!!

“Pe…pe…pertunangan?! Aku dan Sunny???!!!” tanyaku tak percaya.

Mereka semua mengangguk dan tersenyum padaku.

What the hell!!!

‘Aww, aku dan Wookie oppa akan bertunangan?? Yess!!! Sebenarnya aku sudah tahu ini sejak lama. Walaupun ini adalah sebenarnya demi bisnis, itu tidak jadi masalah. Yang penting aku bisa mendapatkan Wookie oppa! Yess!!’ teriak Sunny dalam hati.

“Tapi, kenapa, Appa?” tanyaku tak terima.

Kulihat ayahku berdehem – dehem. Ia menatapku tajam.

“Kami rasa, kalian sudak sangat dekat dari dulu. Sudah pasti kalian sudah sangat mengenal satu sama lain. Jadi, hal yang terbaik adalah menyatukan kalian berdua. Bukankah itu baik daripada bersama dengan orang yang belum kalian kenal dengan baik”, jelas Appaku.

Cihh! Benar – benar alasan yang bagus. Kayak aku yang tidak tahu sifat aslinya Appa saja! Pasti ini semua ada urusannya dengan bisnis.

“Lagipula, kalian berdua itu terlihat cocok sekali! Bukan begitu, Mrs. Victoria?” kata ibu Sunny dengan ceria.

“Tentu saja!” balas ibuku tak kalah cerianya.

Aku menghembuskan napasku kesal. Kulirik Sunny yang sumringah – sumringah saja. Sementara aku……….

Tidak bisa! Bagaimana mungkin aku akan menikah dengan orang yang sama sekali tidak kucintai. Sunny itu sahabatku. Sahabat ya selamanya tetap sahabat. Tidak lebih dari itu. Aku tidak pernah punya perasaan lebih terhadap Sunny.

“Tenang saja, Ryeowook – ssi. Kalian akan bertunangan nanti selesai SMA. Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri”, kata Mr. Henry sambil tersenyum padaku.

Aku memaksakan sedikit senyum kecil. Aku tetap ingin berlaku sopan, walaupun sebenarnya aku benar – benar menentangnya.

“Tentu saja, Appa. Bukankah begitu, Wookie oppa?” Sunny mengedip – ngedipkan matanya padaku.

Kenapa sih Sunny ikut – ikutan setuju?

“Ah, neh…..” jawabku agak malas.

Seohyun……….

Tiba – tiba aku teringat dia.
Aku kan mencintainya. Kenapa aku mesti bertunangan dengan Sunny!

Tiba – tiba terlintas sebuah ide dibenakku.

Setelah Sunny dan orang tuanya pulang, aku langsung mendekati Appa dan Ummaku.

“Appa, Umma…..” panggilku. Mereka menoleh.

“Ya sayang?” jawab ibuku.

“Besok acara keluarga lagi, kan?” tanyaku.

Acara keluarga disini maksudnya adalah, setiap Sabtu siang, kami mengundang keluarga rekan bisnis ayahku untuk makan bersama. Biasanya yang sering datang adalah, keluarga Sunny. Sebenarnya acara itu membosankan. Tapi, karena aku juga boleh mengundang teman – teman dekatku, jadi tidak membosankan. Teman – teman dekatku itu tentu saja Leeteuk, Kibum, Siwon, Heechul, Yesung dan Kyu. Jadi setiap hari Sabtu, mereka datang ke rumahku.

“Neh, memangnya kenapa?” tanya ayahku.

Aku tersenyum.

“Tidak hanya memastikannya saja”, aku berbohong, sebenarnya aku punya alasan lain.

Aku akan mengajak Seohyun besok.

Kurasa inilah langkah awalku untuk mendekatinya.

End of Ryeowook’s POV

***


Seohyun’s POV

Keheningan…….

Hanya itulah yang terjadi didalam mobil ini. Tidak ada yang berani bicara sejak tadi. Semuanya diam.

Aku melirik Kyuhyun yang sedang berkosentrasi menyetir. Ekpresinya? Dat……..ya, tebak sendiri lah….

Aku melirik Minho dari kaca spion. Ekspresinya? Cemberut, pasti sedang kesal.

Sementara aku? Bingung, gak ngerti, pusing………

Kenapa suasana jadi gak jelas begini?

Akhirnya, Kyuhyun yang pertama kali berbicara.

“Dimana sebaiknya kuturunkan kau, Minho?” tanyanya dengan dingin.

Minho pun memberitahukan alamatnya tak kalah dinginnya.

Pantas saja aku merasa dingin disini.(???)

Setelah itu, tak ada yang berbicara lagi.

Hening…… seperti di kuburan.

Eh?

Tu…tunggu sebentar!

Kenapa ia tidak menanyakan alamatku juga? Apa ia sudah tahu? Atau jangan – jangan aku mau diturunkan dimana saja ia mau?

“Kau tidak bertanya padaku?” tanyaku.

Ia mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum…….eh salah…….menyeringai.

“Aku sudah tahu”.

What??!

“Yah! Kenapa kau bisa tahu?! Kau ini sungguh mencurigakan!” malah Minho yang merespon.

Aku mencoba untuk menahan semua pertanyaan dan emosi yang menggelegak dalam hati.

Satu hal yang kuyakini sekarang. Ia punya maksud!

Pertama, menatapku waktu di kantin tempo hari yang lalu.

Kedua, mengajakku berdansa.

Ketiga, mengantarku pulang.

Dan kini aku tahu bahwa ia tahu alamatku tanpa sepengetahuanku.

Tapi, untuk apa semua itu? Karena masalahnya, kita tidak pernah berteman sebelumnya.

Rasa – rasanya aku ingin langsung menghamburkan semua pertanyaan itu padanya sekarang. Tapi, aku tidak mau Minho ikut campur. Jadi, kutahan dulu semuanya.

Akhirnya, kami sampai didepan rumah Minho.

“Turunlah!”, perintah Kyuhyun sangat dingin. Ha, ini sih jelas – jelas mengusir!

Tapi, Minho hanya diam. Aku menoleh ke belakang. Minho menatapku.

“Kau yakin tidak apa – apa bila kutinggalkan?” tanyanya khawatir.

Aku baru akan menjawabnya, ketika Kyuhyun bicara duluan.

“Kau pikir Seohyun anak SD yang mesti kau jaga terus! Keluarlah dari mobilku sekarang juga”.

Minho langsung emosi mendengarnya. Aku cepat – cepat langsung mencegah Minho, sebelum semuanya makin rumit.

“Ssshh, Minho tenanglah. Aku tidak apa – apa, kok. Kau masuk saja”, kataku tersenyum semanis mungkin padanya, supaya ia tidak marah.

Berhasil. Minho pun membalas senyumku. Kulihat wajahnya sudah tidak garang lagi. Lalu ia beralih pada Kyuhyun dan menatapnya tajam.

“Awas kalau kau berani macam – macam pada Seohyun”, ancamnya.  Setelah itu, ia langsung keluar dari mobil.

Jadi beginilah sekarang. Hanya aku dan dia.

Aku dan si menyebalkan Cho Kyuhyun.

***

BERSAMBUNG KE PART SELANJUTNYA : CAN’T STOP THINKING ABOUT YOU

See you (^^)


41 thoughts on “What If You Believe Me 9 : Let’s Dance, My Princess

  1. Keren……Keren…..tapi kow lama banget yah,chingu???tapi aq selalu nunggu kelanjutannya kow,,,moga seo jadi sama kyu,,kayanya so sweet banget deh mereka … ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ …

    lanjutannya semoga cepet keluar Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡

    Semangat…semangat…

    Like

  2. Aku deg-degan baca Fanfic ini…
    Dilema mau pilih SeoWook apa SunWook,abis ke2 nya sama-sama suka T.T😦😦
    Minho kyknya suka Seohyun deh?
    Aku bingung😦
    Ditunggu updetannyaaaa🙂🙂

    Like

  3. keren banget…..

    aq ikut deguen-deguen…and teriak2 gx jelas baca nie ff…
    apalagi…pas bag yg Kyu ngajakkin Seo dansa….*ah….I Can’t stop for screaming…
    awalnya rada gemes ma sikap Kyu yg malu2 kucing, tapi akhirnya…..mas Kyu berani juga….
    dia akhirnya berinisiatif buat deketin Seo….*he..he..
    aduh-aduh msh bingung diriq kok Kyu udh tw rumah Seo yah…??? atau jangan2 Kyu udh kenal lama ma Seo, tapi Seo nya kagak ingat…???

    huwaah…yg jelas dtunggu banget, chingu part selanjutnya…..!!!
    hwaiting…and gomawo akhirnya bsa puas baca nie ff….*panjangnya nambah..!!!*ke..ke..ke

    Like

  4. yeay.. kyuhyun nya udah mulai pdkt nih ceritanya haha senangnya.
    aduh romantis nya pas mereka dansa terus yg lainnya pada minggir serasa dunia milik berdua😀
    ayo ayo next part panjang lg ya kayak gini..

    Like

  5. WOW :shocked: :shocked: :shocked: :shocked: :shocked: :shocked: :shocked:
    ni ff lama ga nongol dan begitu nongol… DOR !!!!!
    iya kan? part sebelum ini masi adem2 aja, part ini HUAHHHHH aku gaje gitu bacanya
    iya ini panjang chingu. ntar updatenya segini juga ya, atau lebih panjang😀 hehehe \digampar

    kyuwook saingan uy..😡 tapi wook kalah start gitu yah. haha. tapi kan seo naksir wook.
    seo judes amat sama kyu…😥 huhuhu,,,, cepet jadian dong kalian berdua🙄
    minho juga ikut saingan ya, hihihi
    eh chingu tiffany kan cakep, masa iya ga ada yang ngajakin dansa ???😀
    aku dukung kyu!!! KYU FIGHTING!!

    Like

  6. waaaaaaaaaaaaaa akhirnya keluar juga
    sumpah baca part ini bikin deg2an plus penasaran🙂
    Kyu ud mulai berani ya hehehe
    ayo Evil maknae tunjukkan semangat mu buat dapetin si Angel maknae (Seo)…btw kayanya yg naksir Seo banyak amat ya, mulai dari Kyu,Wookie, ampe Minho juga
    tapi aku yakin pasti Seo bakal milih Kyu cz Seohyun hanya untu Kyuhyun dan Kyuhyun hanya untuk Seohuyn🙂

    Like

  7. Eh, ini lama banget nunggunya.. Pas keluar tau2 panjang gini, puas deh~biasanya aku slalu bawel minta dipanjangin..
    Aku ikut deg2an part ini, Kyu mulai brani tp kayaknya Seo masih suka Ryeowook ya? Minho juga kayak suka Seo..
    Lanjutannya jangan lama2 ya chingu..

    Like

  8. woaaa seokyu!
    tadinya udh lupa sama jalan ceritanya*saking lamanya* tpi akhirnya inget juga hehe
    bagus chingu ffnya..
    yang suka sama seo banyak bgt. sunwook? couple baru nih
    gpp sunwook, seo sama kyu jadinya.. minho sama yuri aja ya..
    dara kayaknya jahat, mau ngrencanain ssuatu sama seo?
    woa kyu udh tau rumah seo.. haha minho sabar sabar #penasaran
    lanjut yah chingu~

    Like

  9. wah bacanya sambil nahan napas nih….seruuuu banget..
    kyu ternyata berani jga…..
    moga seo ma kyu….wooky ma sunny aja…

    Like

  10. Yg d.tunggu2 akhir.y dtng juga…
    Hwaa mkin penasarn sma klnjtn.y,
    kra2 seohyun sma siapa ya?? Y.iyla sma kyu
    trus wokkie sma sunny?? Hem.. Cocok2

    d.tunggu lnjtn.y yaaa

    Like

  11. akhir nya keluar juga lanjutannya..
    Wah ada kemajuan nh,lebih panjang ceritanya,suka suka suka😀
    hadeh kyk bakal ada konflik antara wookie,kyu,seo,minho…
    Semoga seokyu jadinya..

    Oke deh aku tunggu kelanjutannya yaaaaa

    Like

  12. akhirnya update juga…
    seruuuuuuuuuuuuuuuuuuu………

    kyu FIGHTING !!!!!
    chingu juga buat ff x FIGHTING !!!!
    lanjut chingu jangan lama,,

    Like

  13. wookie kalah cepet sama kyu… kyu berani banget ambil tindakan, mulai dari ngajak dance, trus nganter pulang, sampe2 minho curiga banget gitu… lucu deh. perhatian minho sebatas sahabat kan???
    ditunggu lanjutannya, gak sabar…
    chapter ini bener2 nyenengin, keren

    Like

  14. Akir nyaaa,kyu brgerak jg
    Buruan kyu,ntar d sambar wookie
    Hahaha
    Ayo seo,d pilih d pilih *plakk,emg ny obral
    Tp aq mw ny dy am kyu
    Hehe
    D tnggu next chap
    ^^

    Like

  15. Seokyuagainagain seokyu jjang!!!!!! Ffnya bagus chingu pertahankan yah .. Hhehe aku brhrp di blog ini semua ffnya seokyu… Aku jg sk couple laen kayak taeteuk soosung yoonbum haesica.. Hehhe, pertahankan chingu,🙂

    Like

  16. ya ampuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnn! bagus banget sehhhh ceritanya!
    tapi update nya lama niannn!
    si seo ama kyu dalam mobil b’2 an…ommmonnnaaa
    minho jadi obat nyamuk aja ahhh!
    ga sukka gw! ryewook ganggu aja! sna sma sunny!

    Like

  17. SeoKyu oh..oh SeoKyu…kerenlh pokoknya ffnya…
    Nanti jdnya m spa ych Kyu ap Wookie???btw, c Minho jug sk m Seo juga????wwuah klo ych cinta segi banyak dnkz..^_^
    lanjutannya ditunggu & jgn lama2 ych…

    Like

  18. Chingu aku baru baca part 1-9 hari ini dan hasilnya……aku jatuh cinta sama fanfict ini. Suka banget sama pairingnya, SeoKyu. Ceritanya seru banget. Aku suka sama karakter Kyu disini, dingin dan misterius. Feelnya dapet banget apalagi pas bagian SeoKyu saling menatap, bisa ngebayangin gimana tatapan evil Kyu<3
    Jadi tambah suka SeoKyu apalagi mereka duet lagi di smtown live in Paris aaaw^^
    Next part lebih panjang dan cepet ya chingu! Hwaiting!

    Like

  19. Author ko tumben panjang ya part nya? Hahahahhaa GOOD JOB
    author, tau ga sih gue pas baa part ini hampir teriak” gara” apa yang dilakuin kyu sama seo? Huahhahahahaahah sigh gue jdi mesem” sendiri bayangin mereka. Astaghfirullah
    aisshh gue sebel nih sama karakter minho disini. Hushhh pergi kau jangan menggangu.
    Semoga aja wookie oppa ga jadi ajak seo ke rumahnya amin. Gue rada ga setuju nih thor…
    Kyu, kau berbaik hatilah sama seo dan bicara jujur. Kasian seo harus nebak” mulu.

    Like

  20. Kyu oppa udh mulai bertindak baguslah haha
    Lucu pas waktu kyu oppa sama Minho oppa saling narik tangan seo eonnie.xixi.
    Lanjut thor🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s