Friends or Love


Friends or Love

cast : Krystal, Minho, Luna, Amber, Sulli, Onew, Taemin, Key, Jonghyun, Jino
genre : Friendship, Romance
author : Elfishysparkyu

“Masalah salah satu diantara kita adalah masalah kita semua. Itu janji persahabatan kita. Apa kau lupa Luna?” tegas Krystal.

Didepannya Luna terus menunduk murung. Berkali-kali ia hanya mendesah tanpa berucap sepatahkatapun.

“Kalau kau mau aku bisa menghancurkannya.” imbuh Amber, sejak tadi ia sudah tersulut emosi.

“Sepertinya dia ada latihan basket kan? Bagaimana kalau kita selesaikan semua sekarang?” saran Sulli.

“Jangan.. ” cegah Luna serak, akhirnya ia buka suara. “Aku bisa mengatasinya sendiri.” ucapnya.

Krystal mendecah. “Mengatasinya dengan terus-terusan menangis? Itu artinya kau kalah Luna.”

“Ne, kau harus menunjukkan padanya kalau kau bukan yeoja yang gampang diremehkan.” Amber semakin menggebu-gebu.

“Aku hanya tidak ingin masalahnya semakin rumit.” jelas Luna.

“Luna.. ” Amber memutar kedua bola matanya jengkel. “Ini tidak akan memperumit masalah. Justru kami akan menyelesaikan semuanya.”

“Sudahlah, kalau kau tidak mau. Serahkan pada kami saja.” Krystal beranjak pergi. Begitu pula Amber dan Sulli. Menyisakan Luna yang terisak sendiri.

Masalahnya adalah Onew, pacar Luna ketahuan selingkuh. Dan mereka tidak terima atas nama persahabatan. Sekarang mereka semua berniat akan melabrak Onew.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Onew meneguk air mineral yang diberikan Minho. Latihan sore ini cukup menguras tenaganya. Ditengah lapangan tampak Key, Jonghyun, dan Taemin yang masih asyik berebut bola orange. Sedang ia dan Minho hanya mengamati dari pinggir lapangan.

“Aku lelah.” seru Key lalu ikut duduk diatas rerumputan.

“Onew.. ” panggil Amber lantang, ia datang dengan gerombolannya.

“Apa yang kau lakukan pada Luna?” imbuh Krystal.

“Kau selingkuh dari Luna kan? Namja macam apa kau ini?” kini giliran Sulli yang berujar.

“Kau tahu? Kami tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Luna.” cerocos Amber lagi.

Mereka terus saja menumpahkan amarahnya tanpa membiarkan Onew membela diri.
Onew hanya menatap bingung tiga yeoja itu. Minho dan Key yang disebelahnya pun sama tak mengertinya. Jonghyun dan Taemin yang masih ditengah lapangan terpaksa menepi.

“Ada apa?” tanya Jonghyun.

Minho hanya menggedikkan bahunya sambil menggeleng.

Sementara acara melabrak itu berlangsung semakin panas.

“Onew, harusnya kau bersyukur punya yeoja sebaik Luna. Kenapa kau malah menyia-nyiakannya?” ujar Amber, ia mendorong tubuh Onew dengan menekankan jari telunjuknya.

“Tunggu, aku bisa menjelaskannya.” Onew berusaha membela diri.

“Apalagi? Sudah ketahuan kau selingkuh.” tuduh Krystal.

“Ne, sudah ada buktinya. Kau tidak bisa mengelak.” imbuh Sulli.

“Iya, aku tahu. Tapi aku sudah minta maaf pada Luna.” jelas Onew. Tapi nampaknya itu malah semakin menambah kemarahan mereka.

“Kau pikir minta maaf lalu selesai?” Sulli mendecah. “Gampang sekali.” sindirnya.

“Dasar kau memang keterlaluan.” omel Krystal sebelum akhirnya Minho menarik tangannya sedikit menjauh dari kerumunan itu.

“Apa yang terjadi?” tanya Minho tak mengerti.

“Onew selingkuh.” jawab Krystal singkat lalu akan berbalik ke keributan tadi. Tapi Minho menahan tangannya.

“Lalu apa yang kau lakukan?”

“Tentu saja memberi pelajaran pada Onew. Jika Luna tidak bisa marah padanya, kami yang akan melakukannya.”

“Itu bukan urusanmu Krys.”

“Urusan sahabatku berarti urusanku.”

“Dan urusanmu adalah urusanku. Jangan ikut-ikutan.” tegas Minho.

Krystal langsung bersungut-sungut kesal. Padahal ia belum puas menumpahkan amarahnya. Lalu bagaimana sekarang?

“Jauhi Luna dan jangan ganggu dia lagi. Kau tidak pantas untuknya.” teriakan Amber membuat Krystal kembali ke keributan yang masih berlangsung itu. Dan Minho mengikutinya.

“Mulai sekarang kau sudah kami masukkan ke daftar hitam. Jadi jangan main-main dengan kami. Kalian semua juga.” lanjut Amber menunjuk Taemin, Minho, Key dan Jonghyun. “Dan kau Sulli, jangan genit dengan Taemin. Jauhi mereka semua.” tegasnya.

Sulli manggut-manggut.

“Aku kan tidak tahu apa-apa.” ucap Taemin yang masih memainkan bola basket ditangannya.

Sementara Krystal dan Minho hanya saling pandang khawatir. Kenapa jadinya seperti ini?

~ ~ ~ ~ ~ ~

Dua orang itu berjalan beringingan. Tangan mereka saling menaut erat tapi bibir mereka terkunci rapat.

Krystal terpaksa menghentikan langkahnya saat Minho berhenti tiba-tiba.

“Kau belum bilang pada mereka Krys?”

Krystal menggeleng pelan.

“Kenapa?”

“Kan baru seminggu. Aku masih ingin menikmatinya sendiri. Menurutku masih terlalu dini untuk menceritakan pada mereka. Tapi sekarang.. ” Krystal mendesah penuh penyesalan.

“Sekarang tidak mungkin kau bilang pada mereka kalau kau pacaran denganku. Iya kan?” tebak Minho.

Krystal mengangguk. “Aku tidak tahu kalau jadinya seperti ini.”

“Lalu sekarang bagaimana?”

“Entahlah..” lagi-lagi Krystal menghembuskan nafasnya berat.

“Kau tidak minta putus dariku kan?”

“Tentu saja tidak. Kita pacaran sembunyi-sembunyi saja dulu. Kita rahasiakan dari mereka sampai waktunya tepat untuk menceritakannya.”

Minho tersenyum mendengarnya. Diraihnya tangan Krystal satunya lagi. Hingga keduanya dalam genggamannya kini. Mereka saling berhadapan. “Terserah kau saja. Tapi teman-temanku terlanjur tahu. Jadi cepat atau lambat teman-temanmu juga pasti akan mengetahuinya.”

“Mereka tahu? Kenapa jadinya serumit ini? Lalu bagaimana kita besok disekolah? Dikelas? Aduh..” Krystal merengek seperti anak kecil.

“Lihat saja besok. Ayo kuantar pulang.” ajak Minho. Ia kembali mengayunkan langkahnya sambil menggandeng Krystal.

Sementara Krystal melangkah lunglai. Sepertinya ia menyesal telah melakukan tindakan bodoh melabrak Onew.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Kelas yang tadi damai mendadak ricuh saat Onew dan teman-temannya baru masuk. Rupanya pertarungan kemarin masih dilanjut. Kali ini dengan sindiran-sindiran sengit.

“Kau tahu Luna, satu namja pabo menyia-nyiakanmu, seribu lainnya antri untukmu.” mulai Amber, ia yang duduk disebelah Luna menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.

Dibelakangnya Sulli juga ikut menimpali. “Setiap orang pasti mendapat karma dari perbuatannya, semoga.” ucapnya sinis.

Dan disamping Sulli tampak Krystal hanya terdiam kaku. Minho menatapnya tajam seakan berkata ‘Jangan ikut-ikutan.’

Mereka terus saja mencurahkan caci makian dan sindiran pedas. Padahal Onew, Minho, Key, Taemin, dan Jonghyun tak peduli dan terus melangkah ke bangku mereka.

Krystal menengok sekilas. Di bangku belakang Minho tersenyum padanya sambil berbisik ‘I love you’ meski tak terdengar tapi gerakan bibirnya terbaca jelas. Dengan segera Krystal memalingkan kembali wajahnya. Sempat-sempatnya Minho melakukan itu. Padahal keadaan sedang genting.

“Aku ke toilet sebentar.” pamit Krystal. Dengan lebih dulu memberi isyarat pada Minho untuk mengikutinya.

“Perlu aku temani Krys?” tanya Sulli.

Krystal menggeleng. “Tidak usah.” ucapnya sambil tersenyum. Ia segera melangkah pergi.

Tak berapa lama Minho menyusul keluar.

~

Krystal sedang mencuci tangannya di wastafel saat Minho datang. Namja itu bersandar pada dinding lalu mendesah.

“Aku sudah tidak tahan.” ucapnya

“Aku juga.” Krystal mengelap tangannya dengan tisu yang ia bawa.

“Lalu?”

“Lalu apa? Perang dingin ini masih berlangsung. Apa yang bisa kita lakukan. Semua ini gara-gara Onew.”

“Kenapa kau menyalahkan Onew?”

“Memang dia yang salah, dia yang selingkuh dari Luna. Itu kan awal masalahnya.”

“Krys.. ” Minho meraih tangan gadis itu dan menarik kedekatnya. “Bagaimana kalau kau jujur pada mereka kalau kita pacaran?” tanyanya.

“Itu tidak mungkin. Mereka pasti tidak terima. Amber bisa membunuhku.”

Minho mencubit hidung Krystal pelan. “Itu berlebihan sayang.”

“Jangan memanggilku seperti itu, aku geli mendengarnya.”

“Lalu bagaimana? Aku tidak bisa selalu bersikap dingin padamu seolah tidak ada apa-apa antara kita.”

“Aku juga, tunggulah waktu yang tepat.”

“Kapan?”

“Sampai keadaannya sedikit membaik.” ucap Krystal ragu.

Minho mendecah. “Kalau mereka teman yang baik harusnya mendukung apa yang kau lakukan Krys.”

“Ne, tapi masalahnya aku pacaran denganmu. Dan kau temannya Onew. Otomatis kau masuk daftar hitam musuh kami.” jelas Krystal. “Sudahlah, aku mau ke kelas.”

“Tunggu..” Minho menahan tangan Krystal. Kemudian mencium kilat pipi gadis itu.

Krystal memukul dada Minho pelan. “Kau ini.” decahnya malu.

Klek.. Pintu itu terbuka..
“Yah, Minho apa yang kau lakukan di toilet wanita?” jerit Sulli.

Krystal kontan mundur menjauh dari Minho. Tangan yang masih digenggam Minho, ia lepas paksa.

“Kenapa kau di toilet wanita? Kau mengintip ya? Apa yang kau lakukan pada Krystal? Kau mengganggunya?” berondong Sulli, ia mengacung-acungkan telunjuknya menuduh.

Minho hanya menatapnya bingung. Kemudian tersadar, benar juga ini toilet wanita.

“Kau tidak apa-apa Krys?” kini Sulli beralih ke Krystal.

Krystal menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia masih kaget sebenarnya.

“Choi Minho, ternyata kau tidak ada bedanya dengan Onew. Kalian semua memang sama.” Sulli melancarkan aksinya lagi.

Buru-buru Krystal menariknya keluar. “Sulli, ayo kita ke kelas saja.” ajaknya.

Sulli menurut tapi ia masih sempat mendengus kesal pada Minho. Dan Krystal hanya mendesah berat. Ini akan membuat semua semakin sulit.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Minho menulis sesuatu pada selembar kertas. Ia lalu meremas kertas itu hingga menyerupai bola. Dilemparnya kertas itu kearah Krystal.

“Aish.. ” desisnya karena tidak tepat sasaran. Lemparannya justru mengenai Amber.

~~Temui aku pulang sekolah~~

Amber menautkan alisnya bingung. Dilihatnya Luna, gadis itu masih sibuk mencatat. Ia beralih ke Onew yang ternyata sibuk mengotak-atik handphonenya. Ia melirik tajam dan kemudian punya pemikirannya sendiri.

“Taemin, apa maksud ini?” tunjuknya mengibar-ngibarkan kertas itu ke atas. “Ini untuk Sulli kan?” tebaknya.

Taemin sama sekali tak mengerti. “Apa?” tanyanya bingung.

Sulli segera meraih kertas ditangan Amber itu. “Hah?” ia segera memutar kepalanya pada Taemin.

“Aku tidak tahu apa-apa.” elak Taemin.

“Ini tidak mungkin untukku Amber.” imbuh Sulli.

“Lalu masa untukku. Dulu Taemin kan pernah menyukaimu, bukan aku.” Amber bingung sendiri.

“Mana aku tahu.” Sulli menggedikkan bahunya.

Sementara Krystal berusaha menahan tawanya, ia geli sendiri. Diliriknya Minho, pacarnya itu sedang pura-pura menulis. Membuatnya semakin tak bisa menahan tawa. Ia tersenyum pada namja itu.

“Krys.. ” sapa Luna, ia menoleh kebelakang. “Kenapa?” sepertinya ia menyadari gelagat aneh Krystal. Sesekali ia melirik Minho.

“Anio, tidak apa-apa. Aku hanya ingat film kartun yang aku tonton tadi malam, lucu sekali.” bohong Krystal.

“Oh.. ” Luna mengangguk, walau dalam hati ia tidak percaya. “Pulang sekolah bisa temani aku ke toko buku?” tanyanya.

“Maaf Luna, eomma menyuruhku untuk pulang cepat. Bersama Amber atau Sulli saja ya? Mianhe Luna.” lagi-lagi Krystal terpaksa berbohong.

“Tak apa, aku bisa pergi sendiri. Sulli sudah janji dengan Amber ke toko kaset. Iya kan?”

Amber dan Sulli mengangguk serempak.

“Tapi kau tetap ikut mobilku kan Krys? Aku akan mengantarmu dulu baru ke toko buku.” tanya Luna lagi.

“E.. Itu ada sesuatu yang harus aku beli dulu Luna. Nanti kau jadi lama menungguku.”

Luna mengangguk. “Ya sudah.” ucapnya. Padahal ia semakin curiga. Bukankah alasannya kontras dengan yang dikatakan sebelumnya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Yah, Choi Minho. Kau memang menyebalkan.”

“Kenapa kau?” heran Minho melihat pacarnya teriak-teriak tidak jelas.

Krystal mendesah kemudian menelonjorkan kakinya diatas rerumputan itu. “Kau menyebalkan karena membuatku jatuh cinta padamu.”

Minho turut duduk mengikuti posisi Krystal. “Berarti kau lebih menyebalkan karena membuat aku yang lebih dulu jatuh cinta padamu.” balasnya. “Krys, bisa tidak kau memanggilku oppa saat kita hanya berdua?” pintanya.

Krystal mengangguk. “Minho oppa.” bisiknya walau masih terdengar kaku. Ia tertawa. “Bagaimana ya kalau teman-temanku mendengar ini?”

“Katakan saja pada mereka kalau kita pacaran, gampang kan?”

“Bicara gampang.. ” Lagi-lagi Krystal mendesah dan menaruh kepalanya dipundak Minho. Membiarkan matanya menikmati permainan basket Key, Onew, Jonghyun, dan Taemin didepan sana.

Minho merengkuh pacarnya itu. Melingkarkan tangannya ke pinggang Krystal. “Kau tahu? Aku ingin seperti ini tanpa harus sembunyi-sembunyi Krys. Aku ingin mengandeng tanganmu ke sekolah. Berbincang denganmu dikelas. Makan bersamamu dikantin. Aku ingin semua orang tahu kalau kau pacarku. Tapi sepertinya itu sulit sekali.”

“Aku tahu, aku juga ingin seperti itu. Tapi kau jangan terus mendesakku oppa. Janji persahabatan kami itu begitu kuat. Kami bersahabat sejak kecil. Banyak suka duka yang sudah kami alami bersama. Rasanya begitu sayang untuk sedikit saja menodainya.” jelas Krystal panjang lebar.
Minho mengangguk, semakin dipererat dekapannya pada Krystal.

“Kalian malah pacaran.” decah Taemin, ia mengambil air mineral dan meneguknya pelan.

Krystal langsung mengangkat kepalanya. Disaat Jonghyun, Key, dan Onew juga beringsut ke tempat mereka.

Krystal melirik Onew sekilas dengan tatapan sedikit kesal.

“Kenapa, kau masih marah padaku?” tanya Onew sadar diri.

“Tidak.. Aku hanya tidak suka kau selingkuh dari Luna. Kau tidak pernah memikirkan perasaan yeoja ya?” jujur Krystal.

“Aku hanya main-main Krys.” Onew mengambil handuk kecil dan menyeka peluh yang membasahi dahinya.

“Main-main katamu?”

“Krystal.. ” Minho menahan tangan Krystal sebelum gadis itu kembali menumpahkan kemarahannya pada Onew.

Krystal menurut. “Sudahlah, semoga Luna mendapat pengganti yang lebih baik darimu. Dan semoga tidak ada yang suka main-main sepertimu.” lanjutnya menekan kata ‘main-main’, ia melirik Minho, menyindir.

“Aku bukan orang seperti itu Krys.” gelak Minho. Dirangkulnya lagi kekasihnya itu.

“Mana aku tahu.” ucap Krystal asal.

“Kau tidak percaya?”

“Berjanjilah kau akan setia padaku baru aku percaya.”

“Tidak mau.” jawab Minho enteng.

Krystal langsung bersungut-sungut. Sampai kemudian Minho kembali berucap.
“Aku tidak mau hanya berjanji, aku akan membuktikannya.” diusapnya kepala Krystal pelan dan gadis itupun tersenyum.

“Gombal sekali.” celetuk Key.

“Kau membuat kami iri saja.” imbuh Jonghyun.

“Makanya punya pacar.” teriak Taemin.

“Kau sendiri???” balas Jonghyun dan Key serentak.

Taemin hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil tertawa. Begitupun Minho dan Krystal, mereka tersenyum geli menghadapi tingkah aneh orang-orang itu.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Ne, Minho oppa. Aku sudah didepan.” Krystal mengatupkan handphonenya.

“Krys, kau bicara dengan siapa? Kenapa menyebut oppa?” tanya Amber, mungkin juga ia salah dengar.

“E.. Anio.. Aku bicara dengan appa bukan oppa.”

Amber mengangguk. Tapi tetap saja ada kecurigaan yang menggelitiknya. Namun ia berusaha untuk menepisnya.

“Ayo ke kelas.” ajaknya. Ia menggandeng tangan Krystal. “Luna punya cerita untuk kita.”

“Apa?”

“Nanti kau juga tahu sendiri.”

~

“Mwo? Jadi kau jadian dengan Ryeowook oppa, teman Victoria onnie?” Sulli memekik. “Chukhae Luna chukhae.” hebohnya.

Luna hanya mengangguk malu-malu.

“Bagaimana bisa?” tanya Krystal bingung.

“Tentu saja bisa, Luna dikenalkan Victoria onnie dengan teman kampusnya.” jelas Amber.

“Sejak kapan?”

“Sejak putus dari si tukang selingkuh itu, mereka lalu pendekatan. Dan sekarang jadian.” lanjut Sulli.

“Makanya Krys, kau jangan sibuk sendiri. Kau jadi tidak tahu kan?” ucap Luna, ia tersenyum manis sekali. Sepertinya ia benar bahagia.

Krystal hanya tersenyum tipis. Benar juga, ternyata ia sudah ketinggalan banyak hal karena terlalu sibuk dengan Minho.

“Lagipula akhir-akhir ini kau seperti menjauh dari kami.” tutur Amber.

“Ne, kau sibuk sendiri.” Sulli ikut menimpali.

“Itu hanya perasaan kalian saja.” elak Krystal.

“Tapi kau sudah jarang pulang bersama kami. Jarang pergi-pergi bersama kami.” tambah Luna.

“Ne, itu karena nilaiku semester kemarin turun. Eomma melarangku terlalu banyak main.”
Entah alasan ini masuk akal atau tidak. Krystal memperhatikan teman-temannya, sepertinya mereka tidak percaya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Minho oppa, pindah… ” perintah Krystal cepat saat matanya menangkap sosok Sulli menaiki bus yang sama yang ia tumpangi dengan Minho.

Minho langsung paham dan segera bergeser dari sebelah Krystal ke kursi belakang.
Ia kemudian memasang headset ditelinganya dan pura-pura tidur.

Krystal pura-pura memandang keluar jendela saat Sulli menghampirinya.

“Krystal..” sapa Sulli, ia juga sempat menatap heran pada Minho yang duduk dibelakang.

“Sulli, duduklah.” pinta Krystal menunjuk sebelahnya. Bekas Minho duduk tadi.

Sulli menurut. “Kau mau kemana?” tanyanya.

“Aku disuruh eomma kerumah Boa ahjumma.” bohong Krystal.

“Oh.. Dia?” tanya Sulli, ia menunjuk belakang.

Krystal ikut menoleh. Ia melihat Minho yang masih asyik dengan headset ditelinganya sambil memejamkan matanya. Ia tersenyum, ternyata pacarnya itu pintar sekali berakting.

“Aku malah tidak tahu ada dia.” lagi-lagi Krystal terpaksa berbohong.

Mungkin hanya kebetulan, pikir Sulli.

“Aku turun disini, aku duluan ya Sulli.” ucap Krystal saat bus itu berhenti. Ia keluar buru-buru.

Sulli hanya mengangguk dan tersenyum. Tapi saat ia melihat Minho juga turun, ia mulai berpikiran lain. Walaupun mereka sendiri-sendiri dan terlihat menjaga jarak, ini tetap mencurigakan.

Dengan segera Sulli pun ikut turun ditempat itu. “Kemana mereka?” bingungnya.
Karena baik Krystal maupun Minho sudah tak terlihat batang hidungnya. Ia menengok ke arah kanan, kemudian ke arah kiri. Cepat sekali mereka menghilang. Dan ini semakin menambah kecurigaannya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Aku rasa Sulli mulai curiga oppa.” ucap Krystal.

Minho hanya tersenyum masih menggenggam erat tangan gadisnya. “Lama-lama mereka pasti tahu.”

Krystal memanyumkan bibirnya. “Kau benar.”

Mereka terus berjalan beringingan diantara pohon-pohon rindang itu. Sesekali tertawa lepas. Tanpa menyadari ada sepasang mata yang mengawasinya.

Krystal menghentikan langkahnya. “Minho oppa, kalau teman-temanku tahu lalu memintaku putus darimu. Bagaimana?” tanyanya.

“Bagaimana? Apa kau akan melakukannya?”

Krystal menggeleng. “Tidak, aku mencintaimu.” ucapnya manja. “Tapi aku juga menyayangi mereka.”

“Krys, sudah jangan bicarakan ini. Kita lihat saja nanti.”

“Tapi aku sungguh bingung oppa. Mereka sahabatku sejak kecil, kau pacarku. Kenapa kalian harus berseberangan?”

“Bukankah kalian yang mulai? Kalian yang memusuhi kami. Padahal menurutku itu urusan pribadi Luna dan Onew.

Krystal mengangguk dan semakin bersungut-sungut.

Minho menjadi gemas sendiri dengan tingkah pacarnya itu.

“Krys..” panggilnya. Ditariknya tubuh Krystal hingga mengalun ke dekatnya. Ditatapnya gadis itu lekat-lekat. “Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu.” ucapnya.
Diangkatnya dagu Krystal pelan agar gadis itu menatapnya. Lalu didekatkan wajahnya pada wajah Krystal. Dekat, semakin mendekat, dekat sekali. Sedikit menunduk, perlahan ia mulai mencium bibir gadis itu lembut.

“Omo.. ” pekik Sulli tertahan. Ia menutup wajahnya dengan tas selempangnya. Ia melihat semua itu dari tempat persembunyiannya. Sesekali ia mengerjap-ngerjap bingung. Nyatakah ini?

~ ~ ~ ~ ~ ~

Rapat dadakan pun langsung diadakan dirumah Luna. Sulli membeberkan semua yg ia lihat.

“Aku sudah menduga sejak lama.” ujar Luna. “Cara mereka tersenyum, saling mencuri pandang. Dan juga Krystal yang semakin sibuk sendiri akhir-akhir ini. Alasannya macam-macam dan tidak masuk akal. Semua itu sangat mencurigakan.”

“Ne, berarti ini sudah lama. Saat aku memergoki Minho ditoilet wanita, aku sudah merasa aneh. Tapi aku tidak terlalu menggubrisnya. Aku pikir Minho menganggu Krystal karena sehari sebelumnya kita melabrak Onew. ” beber Sulli.

“Aku malah mendengar sendiri Krystal berkata Minho oppa ditelepon. Tapi dia menyangkalnya. Lalu aku berpikir aku yang salah dengar.” tutur Amber.

“Sekarang semua sudah jelas, lalu bagaimana?” tanya Sulli, ia memandang bergantian Amber dan Luna.

“Sebenarnya ini urusan pribadinya, terserah dia. Aku hanya tidak suka Krystal tidak jujur pada kita.” ucap Luna.

Amber mengangguk. “Kita biarkan saja sampai dia mengaku sendiri.”

“Kalau dia tetap mengelak?” tanya Sulli lagi.

“Kita lihat saja besok.” Amber tersenyum penuh arti. Entah apa yang ia rencanakan.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Krystal melangkah ke bangkunya tapi seorang namja duduk dengan manis disebelah Sulli itu.

“Siapa kau?” tanyanya, karena wajah itu begitu asing.

Namja itu tersenyum. “Jino imnida, aku murid baru.”

“Tapi ini tempat dudukku.”

“Oh, maaf aku tidak tahu.” Jino celingukan mencari bangku kosong. Yang tersisa hanya bangku paling belakang sebelah Jonghyun. Ia mendesah mengetahui itu.

“Kenapa?” tanya Krystal bingung.

Jino tersenyum ragu. “Mataku minus, kalau dibelakang aku tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas.” tuturnya.

“Sudahlah Krys, biarkan saja dia disini. Kasian matanya minus.” sela Amber.

“Lalu aku?”

“Kau saja yang pindah ke belakang di sebelah Jonghyun.” pinta Luna.

“Tapi.. ”

“Atau disebelah Minho juga boleh.” perkatakan Sulli ini seakan menohok Krystal. Ia termangu ditempat. Bukankah sebelah Minho ada penghuninya, Taemin. Krystal masih terdiam, mereka mengucapkannya dengan begitu dingin. Jangan-jangan…

Perlahan Krystal benar menyeret kakinya ke belakang. Taemin yang menyadari itu lalu pindah ke sebelah Jonghyun. Mempersilahkan Krystal duduk disebelah Minho.

“Sepertinya mereka tahu.” Krystal berbisik lirih. Ia melirik Luna, Amber, Sulli, ekspresi mereka begitu datar. “Mereka pasti marah padaku.” Krystal lalu menaruh dagunya ke atas meja. Memainkan jemarinya mengetuk-ngetuk meja itu.

Minho menepuk-nepuk punggung kekasihnya itu. “Tak apa, cepat atau lambat ini pasti terjadi.” hiburnya.

Krystal semakin menghela nafasnya berat. Kenapa akhirnya harus seperti ini.

Sepanjang pelajaran itupun ia sama sekali tidak konsentrasi. Pikirannya galau sendiri. Dan pandangannya tak lepas dari teman-temannya yang seakan tak peduli dengan keberadaannya kini.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Krystal melangkah pelan memasuki kelasnya. Tangannya tetap menaut erat dengan tangan Minho. Saat melewati Luna, Amber, dan Sulli. Ketiga temannya itu tampak sibuk sendiri. Mereka saling tertawa lepas seakan acuh dengannya. Krystal hanya bisa mendesah. Sudah seminggu seperti ini. Dan ia sudah tidak kuat diasingkan lebih lama lagi.
Yang ada dalam benaknya kini, teman-temannya itu pasti membencinya sekarang.

Disisi lain, memang ini yang ia inginkan. Ingin leluasa berhubungan dengan Minho. Sekarang, semua orang tahu kalau mereka pacaran. Tapi, sebagai gantinya ia harus kehilangan sahabat-sahabatnya.

“Taemin, minta cokelatmu.” Minho meraih satu batang cokelat di atas meja Taemin.

Ia membuka bungkusnya pelan. Dan menyodorkannya pada Krystal.

“Aku tidak mau.” Krystal tetap cemberut ditempatnya.

“Ayolah Krys, makanlah. Nanti perasaanmu akan lebih baik. Kata orang cokelat itu bisa mengobati stres.” lagi-lagi Minho meminta Krystal untuk membuka mulutnya.

Gadis itu menurut. Minho menyuapkan cokelat yang ia pegang. Krystal menggigitnya sedikit.

“Awas ya kalau perasaanku tidak lebih baik.” ucap Krystal seraya menguyah cokelatnya.

Minho tersenyum. “Aku masih punya cara untuk membuatmu lebih baik.”

“Apa?”

“Bagaimana kalau seperti ini?” Minho mencium kilat kening Krystal, gadis itu terhenyak kaget.

“Ini di kelas, aku malu.. ” teriak Krystal, ia memukul-mukul Minho pelan.

Minho menangkap tangannya. “Krys, aku senang melihatmu tersenyum seperti ini.” ucapnya.

Krystal langsung mengulum senyumnya. Ia mulai merona malu.

“Yah, pipinya memerah.” ledek Minho.

“Siapa? Tidak.” Krystal memegangi pipinya sendiri.

“Tidak mau mengaku?”

“Mengakui apa? Memang tidak.”

Minho mendekatkan wajahnya ke wajah Krystal. “Tuh kan merah sekali.”

“Huuuh… ” Krystal mulai merajuk manja.

“Ne.. Aku tahu.” Minho mengusap kepala kekasihnya itu. “I love you.” ucapnya.

Dan itu membuat Krystal tersipu lagi. Setidaknya perasaannya sedikit lebih baik sekarang.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Lihat kan? Dia baik-baik saja tanpa kita.” ucap Luna.

Sulli mengangguk. “Dia terlihat bahagia bersama Minho.”

“Dan dia tidak merasa bersalah karena tidak jujur pada kita. Walau sudah jelas tapi dia tetap tidak mengaku sendiri pada kita kalau dia pacaran dengan Minho.” imbuh Amber.

“Tapi sebenarnya Krystal tidak salah juga.” timpal Luna. “Cinta tidak pernah salah kan?”

“Aku juga berpikir begitu. Seandainya kita jadi Krystal mungkin kita melakukan hal yang sama. Disaat kita bisa dibilang musuhan dengan Onew. Dan Minho adalah salah satu temannya yang dengan tegas kita musuhi juga.” tutur Sulli.

“Lalu kita harus bagaimana?” tanya Amber.

Mereka bertiga terus memperhatikan Krystal. Dan benar Krystal tampak bahagia bersama Minho. Walau yang sebenarnya ia menanggung beban dalam hatinya. Tapi Luna, Sulli dan Amber tidak tahu itu kan?

“Kalian itu salah taktik.” ucap Jino yang sejak tadi hanya diam.

Amber mengkerutkan keningnya. “Apa maksudmu?”

“Kalian menunggu Krystal mengaku sendiri pada kalian kan?”

Amber dan Sulli mengangguk.

“Ne, lalu?” tanya Luna.

“Bagaimana mungkin Krystal melakukannya kalau kalian selalu bersikap dingin padanya. Dia pasti berpikir kalau kalian membencinya.” jelas Jino.

“Lalu kami harus bagaimana?” tanya Amber.

“Harus pakai cara lain.” ucap Jino sok tahu.

Amber mendecah tak percaya. Tapi perlu dipertimbangkan juga cara yang akan diusulkan Jino.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Krystal.. ” panggil Luna.

“Ne?” Krystal yang sedang berjalan bersama Minho langsung menghentikan langkahnya.

“Kau mau pulang?” tanya Luna lagi.

Krystal mengangguk.

“Bisa bicara sebentar? Dikelas bersama Sulli dan Amber juga.”

Krystal menatap Minho sebelum kemudian mengangguk lagi.

“Aku menunggumu disini Krys.” ucap Minho saat Krystal melepaskan tangannya dan berlalu mengikuti Luna.

~

Krystal terus menunduk dihadapan Luna, Amber, dan Sulli. Ketiga temannya itu menatapnya tajam. Kini ia bagai seorang pesakitan yang sedang diadili.

“Apa kau mau bicara sesuatu Krys?” tanya Amber memulai pembicaraan.

Krystal menghela udara sejenak. “Ne, aku tahu maksud kalian. Memang aku pacaran dengan Minho. Maaf aku tidak jujur pada kalian. Karena keadaannya sulit sekali untukku. Aku tahu kalian pasti membenciku.” ucapnya.

“Sejak kapan?” tanya Sulli.

“Sejak sebelum Onew ketahuan selingkuh.”

“Dan kau tidak mengatakan pada kami? Seharusnya kau jujur sejak awal sebelum kita musuhan dengan mereka.” ucap Luna.

“Itulah bodohnya aku. Maafkan aku. Aku benar-benar kehilangan kalian. Aku tahu kalian marah padaku. Tapi tolong jangan jauhi aku.” Krystal menumpahkan segala bebannya. “Apapun akan kulakukan asal persahabatan kita tetap seperti dulu.”

“Kalau putus dari Minho?” tanya Amber lantang.

“Apa?”

“Kau tidak bisa melakukannya kan?” tantang Amber.

Krystal mendesah berat. “Aku akan melakukannya.” ucapnya yakin walau ia mulai menitikkan air mata.

Dengan tergesa, ia menyeret kakinya. Melangkah keluar ke tempat Minho berada.

Amber, Sulli, dan Luna segera mengikutinya.

~

Krystal terlihat berusaha mengatur helaan nafasnya. Ia menghampiri Minho sambil berurai air mata.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Minho khawatir.

Krystal menggeleng. “Aku ingin mengatakan sesuatu.” ucapnya. Ia sedang berusaha menyusun kata-katanya.

“Apa?” Minho menunggu gadis itu berucap lagi.

“Demi kebaikan kita bersama sebaiknya kita.. ”

“Jangan…. ” pekik Amber, Luna, dan Sulli serempak memotong ucapan Krystal sebelum keluar kata ‘putus’.

Krystal menoleh bingung, begitu juga dengan Minho.

“Kau pikir kami setega itu menyuruhmu putus dengannya?” tanya Amber.

“Kami tidak sejahat itu Krys.” imbuh Luna.

“Apa kau lupa janji persahabatan kita?” tanya Sulli.

“Kebahagiaan salah satu diantara kita adalah kebahagiaan kita semua.” teriak Amber, Luna, dan Sulli bersama.

Krystal tetap termangu ditempatnya. Ia terisak lagi. “Gomawo.” ucapnya lirih sambil mengusap air matanya. Jujur, ia terharu sekali.

“Kenapa menangis?” heran Luna.

“Minho, kenapa pacarmu cengeng sekali?” tambah Amber.

Minho hanya tersenyum dan menaruh tangannya di pundak Krystal. “Iya, kenapa tiba-tiba kau jadi cengeng sekali?” tanyanya.

Krystal semakin terisak dan memeluk Minho.

“Yah, bukan berarti kau harus mesra-mesraan didepan kami.” teriak Amber.

“Ya sudahlah terserah kalian saja.” ucap Sulli, ia menarik lengan Luna dan Amber. “Kami pulang dulu. Besok kau harus duduk disebelahku lagi Krys. Aku tidak tahan dengan Jino yang cerewet itu.” lanjutnya sebelum berlalu.

Krystal melepaskan pelukannya dan menoleh kepada teman-temannya. “Aku sayang kalian.” teriaknya.

“Hanya pada mereka? Padaku?” tanya Minho kemudian.

Krystal tersenyum dan kembali memeluk Minho. “Padamu juga.” ucapnya manja.

~ ~ ~ end ~ ~ ~

*

*

*

*
Mencoba bereksperimen(?) dengan Minstal..
Maklumi ya kalau kurang dapet feelnya atau kurang greget atau kurang pas atau gimana, aku belum terlalu mendalami Shinee dan f(x) soalnya..


31 thoughts on “Friends or Love

  1. suka. .suka. .suka. .
    Aku suka minstal,oh iya aku rada janggal sama kalimat amber memutar bola matanya.selebihnya keren
    gomawo udah buat ff minstal

    Like

  2. Kyaaaaaaaa omo omo omoooooo…ceritanya miriiiiippp banget sm kisah yg aku alami..omoooooo…75% sama lah..hehe :p
    Aku juga bikin anak org nangis :p
    Minho lagi2 romantiiiiissss :p
    Like this thor😉

    Like

  3. Wah . .
    Terharu dgn persahabatan mereka!
    MinStal romantis bgt!
    Q suka yg bagian ngelabrak onew! Jadi ikutan panas n malah ketawa sendiri baca amber,sulli n krys nyolot! Hahaha!
    Secara keseluruhan ni ff mencuri hati q! *plakk*

    Like

  4. ommmo keren banget khahahha coba Taemin sama Sulli pacaran jugaaa lengkap deh semua, kekekeke

    itu si Jino nyempil-nyempil yaah hehhhe =D
    keep writting, FIGHTING!

    Like

  5. Kyaa~ romantis banget u.u
    Minho-Krystal emang Romelette dah (?)😄
    Aku kira trio kwek2 itu rela ngebikin Kle putus ama Minho. Untung aja nggak😄
    Onewdubu… Kenapa dia yg dibikin playboy? -.-
    Jino unyu banget~
    Good job thor!!
    Bikin Minho-Krystal lagi, ya?😄

    Like

  6. Daebak !!! Suka banget sama ceritanya. Apalagi MinStal nya:) keren thor, kalau bisa dan sempat buat ff MinStal lagi yaa hehe soalnya ff minstal udah jarang banget sekarang.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s