My Lovely Fox [3]


Judul : My Lovely Fox [3]

Author : Bee-Nim [Freelance]

Main Cast : Go Miho, Eunhyuk

Support Cast : Euncha, Leeteuk, Suju member

Rating : AAbK

Genre : Romance

1st published at http://wp.me/p1rQNR-5q

 

^^^

 

“Hyung…” Eunhyuk memanggil Leeteuk dengan pandangan penuh harap.

“Aku ga tau, Hyuk…” Leeteuk menjawab dengan nada disabar-sabarkan. Eunhyuk sudah memanggilnya seperti ini dari tadi, menuntut jawaban atas pertanyaan yang sama, yang dia tidak tahu jawabannya.

Eunhyuk meletakkan kembali kepalanya di sandaran sofa. Fokusnya kembali pada tayangan televisi dimana terdapat adegan singa mengejar seekor rusa. 10 meter jarak antar keduanya. 5 meter. 2 meter. Hap, si singa berhasil menangkap buruannya. Eunhyuk mendesah, merasa sedikit kasihan pada si rusa. Lalu, “Hyung…” panggilnya menatap Leeteuk lagi.

“Aiy, molla!” Leeteuk menukas kasar. Pria itu berusaha fokus kembali pada kertas-kertasnya tempat dia membuat konsep untuk bicara di acara rekaman Suju Foresight. Eunhyuk menyebalkan.

Yang dianggap menyebalkan kembali menatap si singa yang mulai menikmati makan siangnya dengan nikmat. Dua gigit, “Hyung~” panggilnya pada Leeteuk. Kali ini tanpa menoleh.

Karena sebal, Leeteuk diam saja.

Si singa mencabik lagi. Tiga gigitan, “Hyung…” Eunhyuk memanggil Leeteuk lagi. Kali ini Leeteuk benar-benar habis kesabaran. Tangannya menggenggam gelas dan dia berdiri mendadak menghadap Eunhyuk dengan muka sangar.

Refleks Eunhyuk mengambil bantal melindungi wajahnya. “Lihat saja sendiri kalau kau penasaran! Kau ga liat apa aku lagi sibuk?!” hardiknya marah.

Eunhyuk memandangnya ketakutan dan memelas sekaligus. Muka memelasnya itu yang bikin amarah Leeteuk mereda seketika. Jengkel karena tidak bisa marah pada Eunhyuk, Leeteuk kembali ke tempat duduknya sambil menggerutu, “Mending ngebantuin, malah ngerepotin!”

“Jinjja Hyung? Aku boleh liat ya?” tiba-tiba Eunhyuk sudah berada di sebelah Leeteuk dengan gummy smilenya yang menyebalkan.

Belum lagi Leeteuk menjawab, sebuah bantal terbang mendarat mengenai kepala Eunhyuk. “Ya! Sakit, Imma!” terdengar suara Donghae mengiringi suara bantal yang membentur wajah Eunhyuk.

Eunhyuk mengepalkan tangannya dengan sikap mengancam. Donghae balas memelototinya. “Kau menginjak kakiku, Bodoh!” sergahnya kasar pada Eunhyuk.

Memang tadi Eunhyuk merasa menginjak sesuatu ketika menghampiri Leeteuk. Tapi karena terlalu senang mendengar jawaban Leeteuk, dia tidak terlalu mempedulikan hal itu. Ya maaf saja kalau itu ternyata kaki Donghae, pikirnya tanpa penyesalan sama sekali. Mengabaikan Donghae, dia kembali memelas pada Leeteuk. “Jinjja, Hyung?”

Leeteuk menggebrak meja. Sedikit air tumpah dari gelasnya. Eunhyuk mengkerut ketakutan. Dengan mendesis Leeteuk berkata menahan batas akhir kesabarannya, benar-benar yang terakhir, “Cepat bawa sini komputermu!”

Jejingkrakan seperti orang gila, Eunhyuk mengambil laptopnya di kamar. Dia kembali dalam waktu kurang dari satu menit, dan mengangsurkan laptopnya pada Leeteuk sambil berucap, “Gomapta, Hyung. Jeongmal kamsahamnida, leader-nim…”

Mengabaikan jilatan Eunhyuk, Leeteuk bersiap mengetikkan password akun twitter-nya di laptop Eunhyuk. Tapi dia langsung memandang Eunhyuk kesal. “Kembali ke sini kalau aku hanya tinggal memasukkan password-nya!” katanya galak lalu menyingkirkan laptop Eunhyuk dari hadapannya.

Eunhyuk memandangi Leeteuk tak mengerti, namun ketika dia melihat layar laptopnya masih hitam, dia segera menyadari kesalahannya. Laptopnya belum dinyalakan, hehehe…

Eunhyuk menyalakan laptopnya dengan girang di sofa. Tidak menyadari Donghae mendekatinya. Ketika dia menyadari ada sesuatu yang bergerak di depan layar laptopnya, dia kaget setengah mati, “WAAA!” teriaknya hampir menjatuhkan laptop dari pangkuannya.

Wajah Donghae polos terpampang di hadapannya, memandangnya penuh rasa ingin tahu. Setelah jantungnya kembali berdetak normal, Eunhyuk menjitak keras kepala Donghae. “Ya! Kau mengagetkanku!”

Donghae yang tidak terima karena Eunhyuk asal main jitak, berteriak memprotes dan berusaha membalas. Eunhyuk mengelak tak kalah ributnya. Bersikeras bahwa itu hukuman setimpal karena hampir membuat laptopnya jatuh. Donghae tetap tidak mau terima. Kini keduanya ribut berteriak-teriak saling menyalahkan dan berusaha saling menggetok kepala lawannya.

Cukup sudah! Leeteuk naik pitam kali ini. Ini hari minggu dan dia seorang diri yang harus mengerjakan konsep MC mereka. Bukannya membantu, Eunhyuk dan Donghae malah memperburuk suasana hatinya, dan sekarang merusak konsentrasinya. Kalau keduanya kucing, sudah dia lemparkan ke luar jendela dari tadi. Dia bersiap bangun dari kursinya hendak menghukum kedua bocah itu.

Sayang gerakannya kalah cepat dari Heechul. Keluar dari kamar dengan masker melekat di wajahnya, teman seumurnya itu tampak seperti setan. Meski ditutupi masker, kemarahannya tetap nampak jelas dari matanya yang memerah. Sepertinya tadi dia ketiduran saat memakai masker dan jadi bangun gara-gara kedua setan ribut itu. Leeteuk tersenyum puas. Rasakan, kalian. Heenim sudah marah, kalian berdua bakal masuk neraka tanpa perlu mati dulu. Huh!

Dalam sekejap, pemandangan Eunhyuk dan Donghae yang berkelahi digantikan oleh aksi penyiksaan Heechul terhadap keduanya. Mereka memohon-mohon ampun pada Heechul, tapi Heechul sama sekali tidak peduli. Setelah tidak tidur semalaman, tidur siangnya terganggu oleh kedua makhluk rese ini. Dia terus melampiaskan kekesalannya sampai permohonan ampun Donghae dan Eunhyuk berubah menjadi rintihan.

Hasil akhirnya adalah, Donghae dan Eunhyuk duduk bersimpuh di lantai dengan tangan terangkat ke atas. Heechul mondar-mandir di hadapan mereka dengan tangan bersedekap. “Kalian mengganggu tidur siangku,” katanya dengan nada pelan yang berbahaya.

Dia berbalik dan melangkah lagi sambil berbicara, “Padahal aku tidak tidur semalaman.”

Eunhyuk dan Donghae menguik-nguik tak jelas. “DIAM!” bentak Heechul sadis. Lalu dia melanjutkan, “Bagaimana kalau kulit wajahku berkerut, hah?!”

“Geundae, Hyung…” Eunhyuk mencoba menjelaskan masalahnya pada Heechul. Tapi Heechul tak mau peduli. Dia malah menatap tajam pada Eunhyuk.

“Kalian tetap begini sampai aku bilang kalian boleh berdiri!” tetapnya dengan nada tak bisa dibantah. Setelah itu dia masuk kembali ke kamarnya.

Donghae mendelik pada Eunhyuk, menyalahkannya. “Mwo?!” Eunhyuk tidak suka dengan tatapan Donghae. Padahal dia hanya ingin online, mengecek apakah ada pesan baru dari si rubah cantik, kenapa malah jadi begini? Dia kesal sekali pada Donghae. “Ini semua gara-gara kau, tau?!” hardiknya pada Donghae.

Yang dihardik tentu saja tidak terima. Bagaimana bisa Eunhyuk menyalahkannya padahal monyet itu dulu yang melakukan KDRT! “Kalau kau ga menjitakku, ga akan begini akhirnya!” bantah Donghae.

Tiba-tiba pintu kamar Heechul terbuka lagi, mengejutkan kedua bocah itu dan Leeteuk. “KALIAN MAU SEUMUR HIDUP KUSURUH BEGITU?!” teriaknya dari pintu kamar dengan kemarahan menggelegak. Akh, rusak sudah maskernya! Dasar bocah-bocah brengsek!

“Ani, Hyung! Kami diam sekarang…” Eunhyuk dan Donghae menjawab ketakutan. Dan mereka memang langsung diam.

Dengan sedih dan tangan yang mulai pegal, Eunhyuk memandangi laptopnya yang sekarang sudah menyala. Foxiemiho, bogoshippo…

 

^^^

 

Di kamar Miho, gadis itu dan Euncha sedang terkikik-kikik membaca fanfictions. Para penulis itu benar-benar kreatif. Miho dan Euncha tidak pernah sekalipun bosan dibuatnya. Selalu ada ide-ide baru yang segar. Kadang ceritanya sangat menyentuh hingga keduanya ikut digulung kesedihan, tapi tak sedikit juga yang membuat perut mereka sakit karena tertawa. Dan membacanya bersama seorang sahabat adalah hal yang paling mengasyikkan, pikir Miho sambil merangkul Euncha.

Sebenarnya kalau harus jujur, Miho dan Euncha sedang sama-sama gelisah menantikan sesuatu. Mereka bertahan membaca semua FF yang mungkin dibaca hanya agar bisa langsung waspada kalau ada notifikasi e-mail tentang pesan twitter.

Ini sudah hari ketiga Miho bertukar pesan dengan Leeteuk, dan Euncha dengan setia selalu menjadi pengamat yang sangat antusias. Semuanya tampak lancar dan menyenangkan. Leeteuk terdengar seperti seseorang yang benar-benar menyenangkan. Kata-katanya lucu dan memberi semangat, khususnya bagi Miho. Kadang Miho merasa menemukan inspirasi untuk melakukan sesuatu karena kata-kata yang dikirimkan Leeteuk. Dia merasa mampu, dan menemukan alasan lagi untuk tidak menyerah menemukan agensi yang tepat.

Yah, walaupun baru tiga hari usahanya mencari agensi, tapi kalau semuanya berakhir dengan penolakan, mau tidak mau Miho merasa semangatnya kerdil juga. Dalam situasi seperti itulah, pesan-pesan balasan dari Leeteuk memberinya semangat. Memang tidak banyak, tapi memberi rasa hangat di hatinya.

Tapi hari ini sepertinya Leeteuk sibuk. Sejak tadi malam tidak ada satupun pesan yang masuk dari Leeteuk. Miho penasaran dan menunggu-nunggu. Untung Euncha menemaninya sejak semalam, sehingga dia agak teralihkan.

Lama-kelamaan kantuk mendatangi kedua gadis yang terus menatapi monitor laptop di atas tempat tidur itu. Tanpa sadar mata Euncha sudah terpejam. Miho menyusul tak lama kemudian. Penantian mereka akan pesan dari @special1004 sepertinya harus berakhir dengan sia-sia.

Keduanya jatuh tertidur dengan penasaran. Ketika ibu Miho memasuki kamar hendak melihat apa yang sedang dilakukan kedua putrinya—Euncha sudah menjadi adik Miho sejak anak itu lahir, Miho sendiri yang menetapkannya—beliau tersenyum melihat keduanya sedang tertidur tengkurap dengan wajah menghadap satu sama lain. Ditutupnya lagi pintu kamar Miho dengan pelan. Minggu siang ini sepertinya akan berlalu dengan damai.

 

^^^

 

Miho dan Euncha menatap layar tv dengan ngeri. Tangan mereka berdua terpaut. Ketika layar menunjukkan Bathilda Bagshot yang berubah menjadi Nagini, keduanya meringkuk menyembunyikan wajah masing-masing dengan kompak. Seruan tertahan terdengar dari mulut keduanya mengikuti ketegangan adegan selanjutnya ketika Harry Potter hampir celaka akibat ular terkutuk itu, Nagini. Mereka mengambil nafas lega sewaktu Harry dan Hermione akhirnya berhasil meloloskan diri.

Padahal mereka sudah menonton film terakhir Harry Potter ini berulang kali, tapi selalu saja mereka menunjukkan reaksi yang sama seperti saat baru pertama kali menontonnya. Kali ini mereka memutuskan menonton film itu lagi karena tidak ada yang bisa, dan ingin, mereka lakukan di luar rumah. Keduanya sama-sama mengharapkan pesan dari Leeteuk akan datang malam ini.

Tapi karena tidak datang-datang juga, akhirnya Euncha mengusulkan untuk menonton film saja. Dengan setengah hati Miho menyetujuinya. Baru sepuluh menit mereka nonton, setengah hati Miho yang tadi tertinggal di laptopnya sudah hijrah ikut nonton bersamanya di sofa. Harry Potter benar-benar obat mujarab untuk mengalihkan perhatian.

Ketika akhirnya film itu selesai, mereka membereskan perlengkapan menonton sambil mengulangi diskusi yang sama seperti yang selalu mereka lakukan setelah menonton film itu. Keasyikan mereka berbicara terus berlanjut hingga mereka memasuki kamar. Begitu serunya mereka saling menimpali, mereka tidak menyadari sekarang sudah pukul 11.30 malam.

Euncha lah yang pertama kali menyadarinya. Dia terkejut melihat jam dinding di atas meja rias Miho. “Ommona, sudah malam sekali!” serunya kaget.

Miho menoleh ke arah jam dan ikut terkejut. Secara tiba-tiba pikirannya langsung kembali ke laptopnya. Dia melirik Euncha. Adiknya itu juga sedang mencuri pandang ke arahnya. Kemudian mereka bangun bersamaan dan menyerbu meja tulis. Berebutan mereka melihat ke arah laptop.

“Jamkanman!” Miho mengejutkan Euncha dengan menutupi monitornya.

“Wae?” Euncha heran.

“Bagaimana kalau tidak ada pesan?” Miho berusaha mengantisipasi perasaan antiklimaks yang mungkin terjadi.

Euncha termangu. Ya, bagaimana kalau tidak ada pesan? Entahlah, pikiran Euncha kosong.

“Aku… mungkin akan kecewa,” Miho berkata pelan.

Euncha memandangi kakaknya. Ya, dia pasti juga akan kecewa. “Mungkin dia sedang sibuk.”

Miho berusaha mengembalikan semangatnya. “Ya, mungkin dia sedang sibuk. Ani, dia pasti sibuk. Dia kan selebriti,” katanya sambil menganggukkan kepala.

Perlahan dibukanya tangan yang menutupi monitornya, lalu segera ditutupnya lagi. Kepalanya menggeleng-geleng panik, “Ga. Ya ampuuun, aku gugup sekali!”

Euncha tidak tahu harus berkata apa sebab perasaannya kurang-lebih sama dengan Miho.

Miho membenarkan posisi duduknya, lalu mengumpulkan tekadnya. Wajahnya tegang ketika menanyai Euncha, “Kau siap, Eunchanie?”

“O, Mihonnie…” Euncha mengiyakan sambil meremas bahu Miho.

Lalu Miho membuka tangannya cepat-cepat. Matanya meneliti satu per satu isi inboxnya, dan kekecewaannya datang secepat gerakan tangannya tadi. Leeteuk tidak mengirim pesan lagi.

Euncha tidak kalah kecewanya. Dengan lemas gadis itu mundur ke ranjang dan terduduk lesu. Leeteuk tidak mengirim pesan lagi.

Miho memandang Euncha dengan rasa kecewa yang tidak ditutup-tutupi, sehingga mengundang rasa iba Euncha. Nadanya tidak yakin ketika berkata, “Dia selebriti yang sibuk…”

Miho mengangguk. “Dia sibuk,” dia mengulangi perkataan adiknya asal.

Euncha bisa merasakan apa yang dirasakan Miho. Ini sangat mengecewakan. Mungkin akhirnya Leeteuk memutuskan main-mainnya sudah cukup. Mungkin pesan-pesan mereka memang hanya intermezo sesaat bagi leader Suju itu. Yah, siapa yang tahu. Toh mereka juga tidak mengenalnya. Menguatkan diri dan berusaha berpikiran positif, Euncha berkata pada Miho, “Ayo tidur, Eonnie. Besok kau mau berkeliling lagi, kan?” tanyanya memaksakan seulas senyum.

Miho menghargai usaha adiknya itu, sehingga dia ikut memberikan senyum tipis. “Ya,” jawabnya singkat.

Dia memutar tubuhnya hendak mematikan laptop dan melonjak terkejut. Di sana, di pojok kanan bawah, baru saja berkedip tanpa suara, datang sebuah notifikasi dari twitter!

“Eunchanie…” panggilnya ragu pada adik sepupunya itu. Dia tidak menunggu respon Euncha dan langsung melanjutkan, “A, a, ada pesan masuk…”

Euncha terlonjak dari duduknya, lalu langsung berkata tegas. “Buka twitternya, Eonnie. Sekarang!”

Miho hanya bisa menuruti kata-kata Euncha dengan gugup. Klik.

Dan keduanya melompat-lompat girang. Dari Leeteuk! Pesan dari Leeteuk datang! Euncha menutup mulut Miho agar teriakannya tertahan, tapi mulutnya sendiri agaknya tidak bisa dikontrol, sehingga Miho ikut menutupi mulut Euncha. Mereka terus berloncat-loncatan seperti itu hingga beberapa saat. Akhirnya ketika capek sendiri, keduanya terengah-engah sambil mengambil posisi di depan laptop.

Pesan itu singkat. Tentu saja kurang dari 140 karakter. Tapi sanggup membuat hati keduanya melompat-lompat gembira:

“Hari Minggu yang indah! Bagus sekali kau memanfaatkannya dengan berkebun!”

Miho dan Euncha membuka mulut lalu berteriak tanpa suara. Leeteuk mengomentari foto Miho yang diunggah tadi pagi, setelah selesai membantu ibunya merapikan taman. Sebenarnya Miho melakukannya tanpa maksud apa-apa. Akhir-akhir ini pengikutnya di twitter semakin banyak, dan mereka sering menyebutkan nama Miho dalam tweet mereka. Hal ini menjadi pemicu bagi Miho untuk sering-sering eksis di twitter.

“Eonnie, kau harus membalasnya sekarang juga! Kali ini jangan menundanya sampai besok!” Euncha menyuruh Miho. Selama ini memang Miho selalu menunggu beberapa jam untuk membalas pesan Leeteuk. Hanya agar pria itu tidak mengiranya fans gila yang terlalu ingin diperhatikan.

Tapi Miho merasa Euncha benar kali ini. Dia harus melangkah lebih berani lagi. Maka dia pun memainkan jarinya di keyboard:

“Ah, kau melihatnya? Ya, badanku segar setelah bergerak seharian tadi. Bagaimana harimu?”

Send.

Tangan Miho terhenti kaku di atas keyboard. Dia tidak berlebihan kan? Wajar kan kalau dia bertanya seperti itu?

Ada pesan masuk. Leeteuk lagi. Euncha menutup mulutnya di balik punggung Miho. Ya ampun, kakaknya sedang ‘bercakap-cakap’ dengan Leeteuk!

Miho membuka pesannya:

“Kau belum tidur? Hariku cukup penuh, kkkkk.”

Miho mengepalkan tangannya dan menggeleng-geleng senang. Dia sangat gembira sampai takut rasanya. Dia membalas lagi:

“Belum bisa. Apakah kau tetap bekerja di akhir pekan seperti ini?”

Dengan cepat jawaban dari Leeteuk datang lagi:

“Tentu saja. Bukan akhir pekan namanya kalau tidak bekerja.”

Malam ini mukjizat terjadi. Miho dan Leeteuk terus berkirim pesan lewat twitter seolah mereka sedang chatting. Miho sangat antusias, dan Leeteuk sepertinya sedang punya banyak waktu untuk melakukan percakapan ringan seperti ini.

Foxiemiho      :     “Wah, seberat itukah jadi artis?”

Special1004    :     “Hahaha, tidak berat. Aku sudah terbiasa.”

Foxiemiho      :     “Sepertinya aku harus bersiap-siap.”

Special1004    :     “Eh? Bersiap-siap apa?”

Foxiemiho      :     “Bersiap bekerja sekeras itu.”

Special1004    :     “~ah, aku ingat. Kau ingin jadi artis kan?”

Foxiemiho      :     “Bingo!”

Special1004    :     “Kau bisa apa?”

Miho terdiam sesaat, tidak jadi menekan keyboard. Dia bisa apa ya? Ah, terserahlah.

Foxiemiho      :     “Aku belajar akting.”

Di belakangnya, Euncha memukul pelan pundak Miho. “Ya, kenapa kau berbohong?” tanyanya berbisik seolah Leeteuk akan bisa mendengar perkataannya. Miho diam saja. Dia bisa kok, Euncha saja yang tidak tahu.

Special1004    :     “Wah, apa kau ingin menjadi bintang film?”

Foxiemiho      :     “Rencananya begitu. Apa kau bisa akting?”

Special1004    :     “Kkkkk, tidak, tidak. Spesialisasiku adalah menari.”

Miho menoleh memandang Euncha. Setahunya, Leeteuk bisa menari, tapi bukan itu keahliannya. Pria itu ahli bicara kan? Euncha mencibirkan bibirnya sambil menggeleng ke arah Miho. Dia juga bingung.

Lalu masuk pesan lagi dari Leeteuk.

Special1004    :     “Dan menyanyi. Dan bicara.”

Foxiemiho      :     “Kkk, ya aku percaya kau pandai bicara. Kau memang paling mempesona saat bicara!”

Lalu diam. Pesan dari Leeteuk tidak datang lagi.

Kenapa? Ada apa? Apakah sambungan internetnya terputus? Hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya, tapi mungkin saja terjadi kan? Miho sibuk berpikir setelah dua menit tetap tidak ada jawaban dari Leeteuk. Lalu pikiran buruknya muncul. Apakah dia sudah salah bicara? Apakah Leeteuk tidak suka dipuji? Tidak masuk akal sih, tapi mungkin moodnya sedang kurang baik malam ini? Miho menggaruk kepalanya panik.

Foxiemiho      :     “Leeteuk?”

Tidak ada jawaban selama 30 detik, lalu,

Special1004    :     “Ah, maaf. Aku mengambil minum tadi. Apa kau angels?”

Miho bingung harus menjawab apa. Dia pernah menjadi ELF dulu sekali, tapi biasnya bukan Leeteuk. Dia menyukai Donghae. Tapi masa dia mau bilang begitu?

Foxiemiho      :     “Aku ELF.”

Akhirnya dia memilih jalur aman.

Special1004    :     “Ah senangnya. Aku senang kami punya fans secantik dirimu.”

Foxiemiho      :     “Ahaha, hati2, aku akan jadi saingan kalian sebentar lagi.”

Special1004    :     “Hhh. Tak apa. Aku senang. Kau akan jadi hobaeku.”

Foxiemiho      :     “Ah! Tentu saja. Anyeong, Seonbaenim #berlatih.”

Special1004    :     “Hhh, kau bisa memanggilku Oppa saja.”

Foxiemiho      :     “Oppa? Kurasa tidak.”

Special1004    :     “Memang kenapa? Memang berapa umurmu?”

Deg. Miho sebal dengan pertanyaan itu.

Foxiemiho      :     “Tahukah kau bahwa tidak sopan menanyai umur seorang wanita?”

Special1004    :     “Ini kan hanya untuk menentukan panggilan…”

Foxiemiho      :     “Kalau begitu tebak saja.”

Satu menit tidak datang jawaban dari Leeteuk.

Special1004    :     “Aaagh, aku tidak tahu. Tapi aku yakin tidak lebih dari 20!”

Foxiemiho      :     “Hahahahahaha. Kau lucu.”

Special1004    :     “Aku benar kan?”

Foxiemiho      :     “Jawabannya… BI.MIL…”

Special1004    :     “Pasti aku benar. Sudah, panggil saja aku Oppa.”

Foxiemiho      :     “Tidak #merong.”

Special1004    :     “Ya, tidak baik mempermainkan orang yang lebih tua!”

Foxiemiho      :     “#merong.”

Special1004    :     “Baiklah, kau tidak mau memanggilku Oppa #gadistidaksopan.”

Foxiemiho      :     “Kkk, aku hanya tidak mau memanggilmu Oppa.”

Special1004    :     “Lalu kau mau memanggil nama saja pada seonbae-mu?…”

Special1004    :     “…Itu namanya tidak sopan.”

Foxiemiho      :     “Baiklah, kalau begitu, kupanggil kau Hyung.”

Di belakangnya, Euncha terguling ke kasur. Dia menutup mulutnya agar tawanya tidak bersuara.

Special1004    :     “Memangnya kau laki-laki?!”

Foxiemiho      :     “Hmmm, bagaimana ya?”

Euncha memegangi perutnya yang sakit menahan tawa. Dia tidak percaya Miho berniat mempermainkan Leeteuk.

Special1004    :     “Hhh, kau tidak berbakat menyamar jadi laki2.”

Foxiemiho      :     “Maksudmu?”

Special1004    :     “Aku tahu kau cewek sejati. Itu semua benar2 fotomu kan?”

Foxiemiho      :     “Yep. Itu memang fotoku. Lalu?”

Special1004    :     “Ya sudah jelas kan? Sekalipun kau mengaku kau sedang menyamar jadi wanita…”

Special1004    :     “…Itu tidak mungkin. Kau terlalu feminin untuk menjadi pria.”

Miho mengangkat alisnya. Niat jahilnya sudah tergugah.

Foxiemiho      :     “Kenapa tidak? Pernah dengar transgender?”

Tak ada jawaban. Miho merasa taktiknya mempermainkan Leeteuk berhasil. Pancingannya sudah mengena.

Special1004 :        “Maksudmu? Kau melakukan operasi?”

Foxiemiho   :        “Apa ada cara lain bagi seorang pria bisa terlihat begitu feminin?”

Special1004 :        “Eiish, jangan bercanda seperti itu.”

Foxiemiho   :        “Aku kan hanya menyuruhmu berlogika.”

Diam. Cukup lama. Sampai Miho dan Euncha mengira Leeteuk sudah pergi. Miho memandangi Euncha bingung. Apakah Leeteuk marah?

Special1004 :        “Maaf, jangan tersinggung. Kau benar2 laki2?”

Miho dan Euncha terjungkal ke tempat tidur. Mereka terbahak-bahak sambil menutup wajah mereka dengan bantal. Tidak mengira akan semudah itu mempermainkan seorang Leeteuk. “Kau gila, Eonnie! Cepat balas sana!” kata Euncha mendorong Miho turun dari tempat tidur.

Miho hendak membalas dengan jawaban yang sebenarnya, tapi entah kenapa dia masih ingin mengerjai Leeteuk.

Foxiemiho      :     “Bagaimana kalau kau katakan penilaianmu?”

Special1004    :     “Entahlah. Menurutku bukan. Kau terlalu cantik.”

Foxiemiho      :     “Tidak pernahkah kau melihat lelaki secantik aku ketika kau pergi ke…”

Foxiemiho      :     “…Thailand? Bukankah kau sering ke sana?”

 

^^^

 

Eunhyuk menatap monitornya bingung. Perasaannya kacau. Tidak mungkin. Gadis ini pasti mempermainkannya. Tapi untuk apa? Bukankah dirinya sendiri yang rugi kalau mengaku-aku sebagai lelaki? Tapi dia tadi bersikeras tidak mau memanggilnya Oppa. Malah memilih Hyung. Mana yang benar?

Special1004 :  “Kenapa kau menceritakan ini padaku?”

Kalau benar dia seorang lelaki, rasanya Eunhyuk mau pingsan saja. Tidak adil. Perasaannya sudah berdebar-debar begitu keras ketika melihat foto-fotonya. Mengapa dia justru lelaki? Tidak. Dia lebih suka mengetahui kenyataan bahwa dia dipermainkan dibandingkan terpaksa menerima bahwa rubah cantik itu aslinya adalah lelaki. Dia berdoa sungguh-sungguh dalam hatinya.

Jawabannya datang!

Foxiemiho      :     “Entahlah. Aku berpikir kau seperti seorang yang berkepribadian baik.”

Special1004    :     “Aku tidak mengerti.”

Foxiemiho      :     “Aku merasa kau orang yang bersahabat dan terbuka denganmu…”

Foxiemiho      :     “…rasanya bukan hal yang sulit untukku.”

Oh Tuhan! Aku ingin tenggelam saja ke dalam bumi! Dia ini benar-benar laki-laki! Rasanya seperti dikhianati.

Special1004           :            “Lalu bagaimana dengan rencanamu menjadi artis?”

Foxiemiho             :            “Hhh, aku sedang menerima banyak penolakan, tapi aku akan berusaha!”

Eunhyuk mengusap wajahnya. Tentu saja banyak yang menolak. Bagi lelaki normal saja bersaing di dunia entertainment bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi seorang transgender. Tiba-tiba Eunhyuk merasa kasihan pada si rubah ini.

Special1004    :     “Apakah para fans-mu tahu mengenai hal ini?”

Foxiemiho      :     “Ahahaha, aku tidak punya banyak fans.”

Special1004    :     “Bukankah semua pengikutmu itu fans-mu?”

Foxiemiho      :     “Wah, aku tersanjung sekali. Kupikir mereka hanya mau berteman denganku.”

Special1004    :     “Hhh, aku tidak yakin begitu.”

Foxiemiho      :     “Boleh aku bertanya?”

Special1004    :     “Mwoeyo?”

Foxiemiho      :     “Apa pendapatmu tentang orang2 transgender?”

Apa? Entahlah, Eunhyuk tidak mengerti. Harisu Seonbaenim adalah satu-satunya manusia transgender yang dia kenal. Itu pun kenal hanya karena namanya. Dia punya teman homoseksual, tapi bukan transgender. Apakah ada yang berbeda dengan mereka? Eunhyuk berpikir keras.

Foxiemiho      :     “Leeteeuk? Eh, Hyung? Kkkkk”

Eunhyuk benar-benar bingung. Bicara dengan gadis ini, eh pria ini, eh… tapi dia sudah jadi gadis sekarang. Ah, apa ya? Akhirnya Eunhyuk memutuskan akan memanggilnya Rubah saja, toh itu namanya. Rubah ini selalu berhasil mengejutkannya. Tadi dia sudah beralasan mengambil minum ketika sedang shock menyadari bahwa Rubah ini mungkin saja fans Leeteuk Hyung. Sekarang apa yang harus dia katakan?

Rubah itu tidak mengirim pesan lagi. Sekarang total sudah 10 menit Eunhyuk mendiamkannya. Sebab Eunhyuk bingung luar biasa. Tidak tahu harus menulis apa. Dia sedang kecewa dan mungkin agak geli pada Rubah itu, tapi dia juga tidak ingin menyinggung perasaan si Rubah, karena apapun wujudnya, Rubah itu tetap manusia yang punya hati. Jadi dia harus bagaimana?

Special1004    :     “Memang orang2 transgender kenapa?”

Foxiemiho      :     “Kupikir kau sudah pergi.”

Special1004    :     “Belum. Tadi ketiduran sambil duduk.”

Foxiemiho      :     “Hahahaha. Maaf, aku berprasangka. Kau pasti lelah. Tidurlah.”

Perasaan Eunhyuk semakin tidak enak. Rubah ini bukan tipe fans yang merepotkan. Bisa dibilang dia cukup pengertian. Sejak awal Eunhyuk merasa senang berkirim pesan padanya sebab meskipun mendapat pujian dari seorang selebriti, dia tidak lantas menuntut lebih. Bahkan dulu Eunhyuk sempat berpikir tidak akan ada balasan darinya. Tiga hari belakangan ini meskipun mereka sering bertukar pesan, isinya lebih ringan dan lucu, membuat Eunhyuk merasa nyaman untuk meneruskan interaksi di antara mereka.

Special1004    :     “Maaf, aku berbohong.”

Dua menit tidak ada jawaban. Lalu,

Foxiemiho   :        “Ne?”

Special1004 :        “Aku tidak tidur. Aku sedang memikirkan jawaban pertanyaanmu tentang transgender.”

Foxiemiho   :        “Kkkkk, kau memikirkannya? Santai saja. Tidak dijawab juga tidak apa-apa.”

Benar kan? Eunhyuk tahu ini jahat, tapi dia merasa kalau dia terus berinteraksi dengan si Rubah, dia akan banyak memberikan jawaban bohong. Dan menurut Eunhyuk si Rubah tidak pantas dibohongi. Jadi dia akan mengakhiri ini.

Special1004 :        “Hhhhh, tapi aku memang mulai mengantuk. Kurasa aku akan off.”

Foxiemiho   :        “O. Geurae. Aku juga harus tidur. Pagi ini aku harus berjuang lagi.”

Ya. Mencari agensi. Kasihan si Rubah.

Special1004    :     “Berjuanglah. Tips dariku, kau harus tunjukkan sesuatu yang berbeda. Biasanya itu berhasil.”

Foxiemiho      :     “Begitukah? Baiklah. Terima kasih. Selamat tidur.”

“Selamat ti…” Eunhyuk sudah mengetik balasan tapi dihapusnya lagi. Akhirnya dia memilih sesuatu yang lebih formal, “Selamat malam,” ketiknya.

Selama beberapa saat dia mengamati monitornya. Pikirannya berlarut-larut dengan perasaannya yang kacau. Sial, dia pikir dia sudah menemukan ‘seseorang’, tapi sekarang terpaksa dibunuhnya lagi perasaan berharapnya.

Transgender. Mungkin Eunhyuk bisa menghormati dan menerimanya sebagai teman, tapi tidak lebih. Sekarang dia harus memulihkan perasaannya yang, jujur saja, agak terlalu kecewa. Sial, ini akan merepotkan, pikirnya sambil mematikan laptop. Kemudian pria itu melangkah gontai menuju kamarnya. Tidurnya tidak akan nyenyak malam ini.

 

^^^

 

Di kamar Miho, Euncha masih bergetar geli melihat kelakuan kakaknya. “Aku berani bertaruh dia tidak akan mengirimimu pesan lagi,” katanya pada Miho.

Miho tampak berpikir dan sorot kekecewaan muncul di matanya. “Ah, kau benar. Bodoh sekali aku!” gadis itu menyesali kelakuannya.

“Hahaha,” Euncha malah makin geli melihat kebodohan sepupu yang seharusnya jenius ini. “Sudahlah, tak apa-apa. Kalau benar begitu, itu membuktikan bahwa selebriti pun hanya manusia biasa.”

Miho sedih, tapi membenarkan perkataan Euncha. Yah, sudahlah. Toh, itu sudah terjadi. Tapi dia masih kesal kenapa dia berani bertindak sebodoh itu. Hilang sudah kesempatannya mendapat koneksi. Dasar tidak punya perhitungan, Miho mengutuki dirinya sendiri.

 

^^^

 

Malam itu, Miho dan Eunhyuk berangkat tidur dengan kegelisahan masing-masing.

 

 

-cut-


4 thoughts on “My Lovely Fox [3]

  1. ha..ha..ngakak..bayangin wajah eunhyuk yang bingung abis, karena dibo’ongin miho…^^
    tapi msh bingung, kenapa eunhyuk gx langsung bilang aja klw itu message dari dirinya…knapa hrus pura2 jdi Leeteuk..ntar kan si Miho jdi salah sangka…??

    btw chingu-a te2p smangat bikin ff ya…!!! walaupun yg comment dikit, tpi seiring dgn berjalanny waktu…pasti bakalan banyak yg nyadar kok klw nie ff bagus n layak bwt dibaca….!!! hwating…*grasp

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s