Love: First Impression


 Love: First Impression

 

Halloooo,  lagi iseng – iseng buat cerita nih hehehe. Lagi terkena SeoKyu fever. Ceritanya sedikit terisnpirasi dari novel – novel karya Ilana Tan, tapi ini cerita murni buatan aku😀 dan ini bener – bener ff pertama aku loh ._. maklumin ya kalo garing atau ga seru * bow * dan maaf kalo bahasanya agak kurang enak ya * halah* hope y’all like it!🙂 mohon comment nya ya, kritik dan saran apa aja boleh deh. Buat perbaikan ff ku ke depannya🙂

 

Tittle: Love: First Impression

Cast: Seohyun and Kyuhyun

Minor cast : Sooyoung

Genre: Romance, friendship, family.

Summary: Tidak ada yang tahu kapan cinta akan datang, dan tanpa sadar, aku sudah terjebak di dalamnya.

Type: Series

Author: CK93

 

Hujan mengguyur kota Seoul sore itu. Aku hanya menatap ke luar jalanan. Terlihat di sisi jalan  orang – orang sedang membuka payung, ada juga yang sibuk berlari dan mencari tempat berteduh. Ck, kenapa harus hujan sih. “Ah sial aku tidak bawa payung hari ini.” aku kemudian kembali mengerjakan pekerjaanku yang sempat terhenti tadi. Terdengar suara knop pintu yang diputar, sepertinya itu Sooyoung unnie. Jika dia sudah masuk kesini berarti siarannya sudah selesai. “Hei Seohyun-ah, sedang apa kau?” tuh kan, benar perkiraanku itu adalah Sooyoung unnie. Kulihat tubuhnya yang kurus tinggi itu sedang sibuk membawa kertas – kertas bekas siaran tadi sepertinya. Aku,–Seohyun– dan –gadis kurus tinggi itu– Sooyoung unnie memang bekerja sebagai penyiar sebuah acara radio yang terkenal di Seoul. Kami menjadi penyiar acara “Confession” sebuah acara yang mengizinkan para pendengarnya mengirimkan surat yang berisi tentang perasaannya atau bahkan pernyataan cinta, walaupun tidak semua yang dikirim dibaca tentunya. “Ah, aku sedang menulis sesuatu hehe.” jawabku sekenanya sambil membereskan kertas – kertas yang berserakan di meja kayu itu. “Oh. Oh iya, lusa itu bagian kau yang siaran ya dan ehm, apakah malam ini kau ada acara?” aku hanya mengernyit mendegar pertanyaannya, kenapa di telingaku pertanyaannya itu seperti ajakan kencan ya? “Sooyoung unnie, maaf walaupun aku belum memiliki pengalaman tentang cinta tapi aku masih normal” aku menjawabnya sambil terkekeh pelan. “Ya! Kau itu! Aku juga normal bodoh!” Sooyoung unnie menjawab dengan nada kesal. “Begini ya maksudku, aku mau menemui temanku yang baru saja datang dari Jepang, kamu mau menemaniku tidak?” nada bicaranya mulai biasa. Aku menaikan sebelah alisku, berpikir. “temanmu itu lelaki atau perempuan unnie?” mungkin pertanyaanku memang aneh, tapi aku tetap harus tau apakah temannya itu lelaki atau perempuan. “Lelaki.” jawabnya singkat. Aku kembali berpikir “Lelaki? hm…. ikut tidak ya? Aku agak malas berhadapan dengan lelaki.” aku melihat Sooyoung unnie menatapku, masih menunggu jawabanku tentunya. “Hm, baiklah, jam berapa dan dimana? Aku akan menyusul kesana karena sekarang aku akan pergi ke perpustakaan dulu, mau mengembalikan novel yang aku pinjam kemarin” akhirnya aku menyetujuinya. Tidak biasanya aku menyetujui ajakan seperti ini. Tapi entah kenapa tadi aku menyetujui ajakan unnie ku itu. “Oke, tidak apa – apa. Kamu datang saja ke cafe di dekat belokan kantor kita ya jam 7” jawab unnie ku tersenyum. Huh, kenapa sepertinya dia senang sekali aku mau menyetujui ajakannya kali ini. Aku hanya mengangguk lalu segera membereskan  barang – barangku yang berserakan di meja dan memasukkannya ke dalam tas selempang kecil ku dan segera beranjak dari kursi. “Baiklah unnie, aku pergi dulu ya, sampai bertemu jam 7 nanti.” kataku sambil melengos pergi. “oke, hati – hati ya!” aku mendengar teriakan unnie ku itu, aku hanya mengangkat sebelah tanganku sebagai jawabanku.

Saat di luar aku baru ingat kalau sekarang sedang hujan. “Ah! Bodoh!” umpatku kesal. Tanpa berpikir sedikitpun aku segera berlari kecil menerobos hujan dan melindungi kepalaku dengan tas selempang kecil ku. Huh, dasar hujan membawa sial saja, ck. Aku segera berteduh di halte bus dan menunggu bus tujuanku datang. Tak lama datanglah bus tujuanku. Aku segera naik dan mencari tempat duduk yang kosong, dan ternyata kesialanku belum berakhir. Semua tempat duduknya penuh! Aku terpaksa berdiri. Hhhh jaketku dan celanaku sudah basah kuyup semua, bahkan rambutku pun terlihat seperti orang yang baru selesai mandi, basah sekali. Untung perpustakaan yang aku tuju tidak jauh. Aku hanya perlu bersabar sedikit agar cepat sampai kesana. Sekitar 15 menit kemudian, aku sudah sampai di perpustakaan itu dan aku segera turun dari bus lalu masuk ke dalam perpustakaa sambil mengeringkan rambutku yang basah. Fyuuh, untung disini hangat. Aku segera mencari bangku yang kosong untuk diduduki, kakiku pegal sekali habis berdiri di dalam bus tadi. Aku melihat bangku yang kosong di dekat jendela besar, aku pun segera melesat kesana dan duduk. Perpustakaan terlihat sepi, mungkin karena hujan orang – orang jadi malas pergi. Aku melihat novel yang aku pinjam, untung tidak basah, coba kalau basah, pasti aku akan didamprat habis – habisan oleh ibu petugas perpustrakaan berkacamata dan mata elang itu yang galak. Aku segera mengembalikan buku ku dan mencari buku lain. Aku memang suka membaca, jika ada waktu senggang aku pasti akan membaca, yah walaupun bukan membaca cerita – cerita yang ‘berat’. Bacaanku hanya buku seperti Pride and Prejudice, Harry potter, Scones and Sensibility, Twilight saga, yah pokoknya buku – buku semacam itu. Dan bahkan aku kadang-atau sering malah-membaca komik Keroro. Aneh? Memang, itulah aku. Bahkan kata Sooyoung unnie aku itu kelewat aneh, polos, bahkan karena saking polosnya bisa jadi bodoh. Aku belum mempunyai pengalaman cinta, S-E-D-I-K-I-T-P-U-N, ajaib? Memang. Kadang saat membaca novel aku selalu membayangkan kisah cintaku akan seperti kisah cinta Mr. Bingley dan Janet  seperti di novel Pride and Prejudice atau kisah cinta Bella Swan dan Edward Cullen seperti di cerita Twilight. Yah, itu semua hanya khayalan. Aku masih berkutat dengan kegiatan mencari bacaan yang baru. Tak lama aku menemukan 2 buah novel yang sepertinya seru. Aku segera kembali ke bangku ku dan duduk. Aku pun membuka lembaran demi lembaran novel yang pertama. Suasana perpustakaan ini benar – benar menyenangkan. Dinding cokelatnya, lantai kayunya, rak – rak buku yang besar berjejer dengan rapi, dan yang benar – benar aku sukai adalah jendela – jendela besar yang hampir ada di setiap sudut ruangan. Suasananya tenang sekali. Aku diam cukup lama di perpustakaan, tanpa sadar langit mulai gelap dan aku masih berkutat dengan novel ku sampai aku merasakan handphone-ku bergetar dari dalam tas selempang kecilku. Aku melihat peneleponnya “Sooyoung unnie” ah! Astaga! Aku lupa aku ada janji dengannya hari ini, ck, bodohnya aku! Aku pun segera mengangkat teleponku dengan sebelah tanganku yang mulai membereskan buku – buku di meja dan berlari ke meja petugas perpustakaan. “Hallo unnie” jawabku sambil tergesa – gesa. “YAAA!!! Seo Joo Hyun!! kau itu bodoh atau apa sih?!! Sekarang sudah jam 7 dan kau masih belum datang, ckck, untung temanku juga belum datang. Dimana kau sekarang bodoh?!” aku segera menjauhkan handphoneku dari telingaku, takut gendang telingaku akan pecah setelah mendengar suaranya. Sepertinya dia kesal sekali -_- “Ehm, unnie, maaf tadi aku keasyikan baca hehehe. Tenang saja aku sudah di jalan kok, perjalanan dari perpustakaan ke cafe tempat kita bertemu kan tidak jauh, tunggu saja 20 menit lagi ya unnie hehehehe.” aku mencoba menenangkan unnie ku, bahaya jika dia marah – marah lewat telepon, bisa – bisa handphoneku rusak nanti. “Ck, kau ini. Cepat! Awas jangan lama – lama!” jawabnya di seberang sana. “Hm… ya sudah aku tutup dulu ya, bus mulai penuh, dadah unnie ku, mmmwaaaahhhh!” aku berlagak seperti akan menciumnya lewat telepon dan aku pun terkekeh. “Aish, menjijikan. Cepat!” dia pun segera menutup teleponnya. Hahahha unnie ku yang aneh. Aku dan Sooyoung unnie memang sudah bersahabat sejak lama, dia hanya 1 tahun di atasku. Aku sudah menganggapnya seperti kakak ku sendiri. Aku tinggal bersebelahan dengannya di apartement. Aku memang hidup terpisah dengan keluargaku. Aku anak tunggal dan kedua orang tua ku tinggal di Jepang sekarang. Aku ingin belajar hidup mandiri dan tidak merepotkan kedua orag tuaku. Walaupun umurku belum sampai 25 tahun tetapi aku tidak mau terus bermanja – manja dengan kedua orang tua ku. Setelah melihat cafe yang aku tuju sudah mulai dekat. Aku segera turun dari bus dan berlari kecil, untung hujan sudah reda. Aku segera masuk ke dalam cafe, dan saat aku membuka pintu terdengar seperti suara bel pertanda ada orang yang masuk berbunyi. Suasana cafe cukup ramai, mungkin karena sudah jam makan malam. Aku segera mencaru unnie ku, dan tepat pada saat aku melihat ke kanan aku melihat seseorang melambaikan tangannya, ah, ternyata itu unnie ku. Aku bergegas mengahmpiri tempat duduknya. Dia masih sendirian, ah pasti temannya masih di jalan. “Hai, seohyun-ah” sapa unnie ku “Hai, sooyoung unnie, dimana temanmu? Masih di jalan kah?” tanyaku sambil menarik kursi dan duduk. “Eung, dia masih di jalan, sebentar lagi sampai katanya, tadi agak macet” aku hanya mengangguk mendengar jawaban unnie ku. Terlihat seorang pelayan datang dengan membawa buku menu “Silahkan agasshi anda ingin memesan apa?” tanyanya lembut sambil memberikanku buku menu. Aku menatap buku menu sebentar dan melihat menu – menu yang ada. Karena aku tidak terlalu lapar aku cuma memesan 1 tiramissu cake dan 1 hot chocolate. “Eum…. 1 tiramissu cake dan 1 hot chocolate saja, kau unnie?” tanyaku sambil melihat ke arah sooyoung unnie. Ah ternyata dia sudah memesan menu duluan. “Eh, aku sudah memesan duluan hehe” jawabnya sambil menunjukan senyumnya. “Oh, ya sudah itu saja pesananku” kataku menghadap ke arah pelayan tadi. “Baiklah agasshi, tunggu sebentar ya” kata pelayan itu sambil mengambil buku menunya dan pergi. Karena tidak ada kerjaan aku segera membuka novel yang baru aku pinjam tadi. Sooyoung unnie pun sibuk berkutat dengan handphonenya. Tak sampai 3 halaman aku membaca, aku mendegar suara kursi di depanku ditarik da terdengar napas seseorang tersengal – sengal seperti habis berlari 100 meter. Aku pun mendengar suara sooyoung unnie memanggil nama orang itu “Ah, Kyuhyun!” aku segera mendongak dan melihat seorang lelaki tinggi yang menundukan kepalanya. “Duduk dulu Kyuhyun-ah” kata unnie ku. Teman lelakinya –yang bernama Kyuhyun itu– mengangguk dan segera duduk. Dan pada saat dia mendongak, barulah aku sadar betapa tampannya lelaki yang bernama Kyuhyun itu. Kulitnya yang putih, hidungnya yang mancung, dan matanya yang tidak terlalu sipit tapi juga tidak terlalu bulat itu dan hitam, lalu rambutnya yang berantakan berhasil mengunci mataku. Aku terpaku dengan mata hitam lekatnya itu. Sungguh, aku benar – benar merasa waktu seakan berhenti saat itu. Dia pun diam menatapku, alisnya terangkat sebelah. Dan tanpa disadari ternyata Sooyoung unnie sudah memanggilku beberapa kali. “Seohyun-ah!” aku segera mengalihkan pandanganku dari lelaki yang bernama Kyuhyun itu dan beralih menatap unnie ku “Seohyun-ah kau ini kenapa? Ck, kenalkan ini temanku yang baru datang dari jepang itu, namanya kyuhyun. Dan Kyuhyun kenalkan ini sahabatku namanya Seohyun.” kata unnie ku sambil memperkenalkan aku dengan Kyuhyun. Kulihat Kyuhyun mengulurkan sebelah tangannya, aku segera menjabat tangannya-tanpa melihat matanya-yang hitam pekat-demi Tuhan, kalian tahu, saat aku melihat matanya aku takut aku akan terus terjebak dengan mata hitamnya itu. Aku seolah – olah baru melihat Edward Cullen yang direalisasikan menjadi sesosok lelaki Korea. Bagaimana bisa Tuhan menciptakan lelaki yang tampangnya hampir mendekati sempurna. “Annyeong, Cho Kyuhyun imnida.” oke, aku merasa aku akan benar – benar pingsan saat ini jua. Suaranya merdu sekali, kalian tau. Aku hanya bisa menelan ludahku dan berharap aku tidak akan pingsan saat ini juga. “Ah, eh, annyeong, Seo Joo Hyun imnida, kau bisa memanggilku Seohyun.” ya Tuhaaannn, apakah suaraku terdengar aneh? Atau bergetar? Atau pipiku terlihat merah? Aku harap tidak. “Ehm, kalian sepertinya terlalu lama berjabat tangan.” terdengar tawa Sooyoung unnie, huh, menyebalkan dasar unnieku ini. Aku segera melepas tanganku dan tetap menunduk. “Hahahaha, santai saja Seohyuin-ssi, aku tidak akan menerkam mu kok.” aku mendengar dia tertawa dan otomatis aku langsung mendongak. Aku melihat dia tertawa dengan memperlihatkan sederetan gigi putihnya itu. Sungguh, dia benar – benar tampan sekali. Silahkan kalian bayangkan sendiri bagaimana tampang lelaki di depanku ini. Dia hanya menggunakan kaos v-neck berwarna hitam yang dipadukan dengan jaket kulit berwarna cokelat dan celana jeans lalu sepatu hitam yang rapih. Bisa kalian bayangkan? Jika bisa, itu bagus, berarti kalian mempunyai kemampuan untuk cepat membayangkan lelaki tampan. Aku hanya tersenyum –sedikit– dan kembali menunduk lagi. Tak lama pesananku datang, hah, aku lega, setidaknya aku bisa mengalihkan pandanganku dari lelaki tampan di depanku ke makanan ku. Aku segera menyibukan diri dengan tiramissu ku dan sesekali aku mendengar tawanya yang terdengar merdu. Lalu tiba – tiba dia bertanya “Ah iya, Seohyun-ssi, kau bekerja di stasiun radio yang sama ya dengan Sooyoung?” otomatis aku menghentikan kegiatanku dengan tiramissu ku dan mendongak melihat kyuhyun. “Ah iya, hehe. Makanya ayo Kyuhyun-ssi kau kirim surat ke radio kami hehe.” aduh! Seohyun apa yang kamu katakan. Bodoh! Bodoh! Aku segea menutup mulutku dengan tanganku. Aduh dasar mulutku tidak bisa diam, aku baru bertemu dengannya tadi, atau tepatnya beberapa menit yang lalu, dan sekarang aku malah memintanya mengirim surat ke radio ku? Aish, bodoh. Saat aku sibuk mengumpat diri sendiri tiba – tiba aku mendengar dia –Kyuhyun– tertawa lagi. “Hahaha, wajahmu lucu sekali Seohyun-ssi dan tenang saja, aku pasti akan mengirim surat kok.” aku hanya –lagi lagi– tersenyum mendengar jawabannya. Tunggu sebentar, tadi dia bilang aku apa…? lucu?! Aku lucu?! Oke, aku tekankan sekali lagi LUCU?! Ya ampun, aku harap matanya tidak sedang rabun. Lagi – lagi aku hanya menunduk dan aku kembali –mencoba– menyibukan diri dengan tiramissu ku dan novelku, sesekali Kyuhyun bertanya padaku dan aku hanya menjawabnya dengan singkat. Entah dia akan menganggapku aneh atau bahkan dingin -_- setelah bertanya sedikit dia akan mengobrol lagi dengan Sooyoung unnie lagi. Dan untung saja pertemuan ini cepat berakhir, jika tidak aku akan mati kutu berhadapan dengan lelaki tampan itu. Aku segera masuk ke apartementku dan tidur. Hari ini terasa melelahkan sekali, dan saat tertidur aku malah bermimpi tentang seorang lelaki yang aku yakini mirip dengan…… Kyuhyun.

 

~TBC~


60 thoughts on “Love: First Impression

  1. halo jg chingu , ak jg termasuk raeder baru lo d sm town ff *ga nanya

    asssik seokyu , ahaha seo nya lucu, wah jgn kan seo onnie yg terperangah akan kecakepan kyu oppa , aku juga meleleh kali kalo ada disitu *lebay

    Like

    1. Hallooooo, sesama baruuu😄 (?)
      Ahahaha, aku jg pasti udh meleleh, eh, bkn meleleh lagi tapi jadi pasir hahaha. Makasih ya udh mau baca FF aku🙂

      Like

  2. keren banget ni FFnya !!!!!
    Kyuhyun oppa kerasa cakeeeeeeep banget disini.. kekeke
    seo unnie juga ampe se-terpesonanya gitu sama kyuhyun oppa.. so sweet..
    ayo lanjutin !!!
    ^^

    Like

    1. Keren? Ahahaha, makasiihh tapi ini masih abal2 FF nya -_-v tungguin aja ya kelanjutannya🙂 makasih udh mau baca FF aku🙂

      Like

    1. Keren? makasiihh, tapi ini masih abal2 sekaliiii😄 oke, tungguin aja ya lanjutannya, makasih udh mau baca FF nya🙂

      Like

    1. SeoKyu lucu? Emaaannggg, bikin gemes mereka😄 kecanggungan mereka malah bikin mereka keliatan lucu kkkkk~ inspirasinya bkn dr Autumn in Paris aja sih sebenernya hehehehe.Makasiihhh, tunggu aja ya lanjutannya. Sekali lagi makasiihhh *bow*

      Like

    1. Hahaha, Seo onnie mah mau gimana jg pasti lucu, pipi chubby nya ngegemesin sekaliiii😄 tunggu aja ya kelanjutannya, makasih udh mau baca FF ku🙂 SeoKyu jjang!!!

      Like

    1. Wehehehehe, emaanngg, karya Ilana Tan emg bagus bgt. Recommended deh buat yg suka baca novel/promosi/ Okeeee, tunggu aja ya kelanjutannya🙂 Makasih udh mau baca FF ku🙂

      Like

  3. Author/admin yang udah ngepost ff ini terimakasihhhhh!! Dan buat reader(s) yang udh comment terimakasih banyakkkk *bow* maaf ya aku ga bisa balesin comment satu2, lg online di handphone, ntar kalo aku online di komputer aku balesin deh😀 part 2 nya udh jadi kok, tinggal diedit2 trs dikirim🙂 tunggu aja ya. Makasih buat yang udh mau baca🙂 *lambai2 tissue*

    Like

  4. ini ff seokyu kah atau kyuyoung kah ?
    moga ajah seokyu chingu ,yayaya .
    # ngarep
    / plak * di gampar author .
    pkonya seokyu jjang .
    hwaiting

    Like

    1. Hahaha kalo aku nanti ketemu Kyu bukannya malu2, tp malu2in/kicked/ Hahaha kan ceritanya saking panasnya liat Kyu *loh?* Okeee, tunggu aja lanjutannya yaaaa🙂 makasih udh mau baca FF ku🙂

      Like

    1. Keren? Haaa ya ampun menurutku ini masih jauh dr keren malah ._. hehehe. Makasih yaaaa🙂 oke oke, tunggu aja ya lanjutannya🙂

      Like

  5. lucu ffnya,, seohyun ampe segitunya liat kyu oppa,, apalagi kalo aku liat kyu oppa beneran,,
    lanjut terus ya ffnya aku tunggu

    Like

    1. Makasih🙂 Hahaha aku naru liat Kyu difoto aja udh meleleh, apalagi liat asli hahaha. Okeeeee, tungguin aja ya lanjutannya. Makasih udh mau baca FF ku🙂

      Like

  6. wah SEOKYU again \(^o^)/
    serasa baca novel gimana gitu,hehe
    ckck,aku aja yg ngebayang.in terpesona,apalagi seo eonni yg ketemu+liat langsung,hehe😀
    Suka suka suka dan ga mengecewakan
    Ku tunggu kelanjutannya yaaa

    Like

    1. Kalo kita liat langsung pasti…. langsung pingsan di tempat hahahaha. Aaaaaa makasiihh😄 senang sekali ada yg comment seperti ini. Makasih yaaa🙂 tunggu aja lanjutannya🙂

      Like

  7. Wohowww seokyu couple again?? Ak suka deh couple yg satu ini

    Hmm iya
    autumn in paris .. Jdi inget novel itu kekee
    Tpi ak blum baca yang spring in london *gak ada yg nanya* #plakk

    Aishh.. Klo ak yg ada d posisi seo onnie mungkin ak bakal langsung pingsan -.-
    Hahaha

    Sealau d tunggu lanjutannya

    Like

    1. Iyap, SeoKyu couple😄 aku jg suka kkkkk~ *ga ada yg nanya-_-* Bacca deh Spring in London, aku jg ada inspirasi dari sana hehehehe. Kalo kita di posisi Seo onnie, kita udh pingsan barengan (?) Makasih udh mau baca FF ku🙂

      Like

    1. Wehehehe, aku malah ga kebayang kalo ada di posisi Seo ._.v pasti diam seribu bahasa hahaha. Haaa menurut aku ini masih jauh dr kata keren loh ._. hehehe. Okeeee, tunggu aja ya lanjutannya. Makasih udh mau baca FF ku🙂

      Like

  8. KEREN!!
    Cinta pada pandangan pertama ya seohyun onnie?
    Author aku jg baca novel Auntum in Paris tapi ending nya jng kyk novel itu sedih jadinya hehe
    di tnggu kelanjutannya ya author!gomawo

    Like

  9. wuah ceritanya seru chingu,,tp tr SeoKyu kn Bukan KyuYoong????
    lanjutannya moga makin seru chingu,,bt Seo mati gaya liat tampannya muka c Kyu..^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s