Chingu-ya, saranghae.


Cast : Yoona, Donghae, Kyuhyun, Seohyun, Yuri, Yesung, Tiffany, Taemin
Genre : Friendship, Romance
Author : Elfishysparkyu [Freelance]

~Kau adalah yang terakhir kuingat sebelum tidurku. Dan kau adalah yang pertama kurindukan saat aku mulai membuka mataku~

“Huaaaaahhhh….. Ini tidak boleh. Tidak boleh, tidak boleh terjadi.” teriak Yoona berulang-ulang. Ia mengacak-acak rambutnya sendiri hingga makin kusut tak beraturan.

“Kau kenapa?” tanya Tiffany heran sekaligus khawatir. Ia melengok kamar adiknya itu. “Bangun dan cuci mukamu, kau pasti mimpi buruk kan?”

Yoona bersungut-sungut kemudian beranjak dari ranjangnya. “Onnie.. ” rengeknya, ia menggelayut manja lengan Tiffany.

“Ada apa?” Tiffany semakin heran dengan tingkah adiknya itu.

“Apa dulu kau dan Siwon oppa berteman baik?”

“Kenapa tanya begitu? Tentu saja, kami kan teman sekantor.”

“Apa kalian sangat akrab sampai tidak ada satu pun rahasia diantara kalian?” tanya Yoona lagi.

Tiffany menautkan kedua alisnya semakin bingung. Ia mengangguk. “Ne, karena dalam hubungan harus saling terbuka. Apalagi kami sudah tunangan.”

“Bukan sekarang onnie. Maksudku dulu sebelum kau pacaran dengan Siwon oppa, apa kalian sangat dekat sebagai teman?”

Tiffany menggeleng. “Kalau itu kami biasa saja. Hanya saling kenal karena satu kantor, sesekali saling sapa. Lalu karena seringnya bertemu dalam urusan pekerjaan akhirnya muncul benih-benih cinta diantara kami.”

Yoona manggut-manggut.

“Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? Apa kau sedang jatuh cinta?” tebak Tiffany.

“Tidak onnie, aku kan hanya bertanya.” elak Yoona.

Tiffany tersenyum. “Tapi kau sudah cukup pantas untuk punya pacar.”

“Hahaha.. ” Yoona malah terbahak sendiri.

“Kenapa? Benar kan? Kau sudah 21 tahun. Tapi entahlah bagaimana kau bisa punya pacar kalau kau selalu bersama Donghae. Mana ada namja yang berani mendekatimu, mereka pasti mengira Donghae pacarmu. Atau jangan-jangan Donghae memang pacarmu?”

“Apa? Tidak onnie. Kau tahu sendiri kami hanya berteman, teman dekat, sahabat.” pekik Yoona. Ia menjelaskan sejelas-jelasnya.

“Ne, aku tahu. Ya sudah sana mandi. Kau kuliah pagi kan?” Tiffany mendorong pelan punggung Yoona.

Yoona mengangguk. Tapi tetap tak beranjak dari tempatnya. Ia masih sibuk dalam pemikirannya sendiri.

“Apalagi? Kau ada masalah?” tanya Tiffany menyadari gelagat aneh adiknya pagi ini.

“Anio onnie. Aku akan mandi.” ucap Yoona akhirnya, tapi terdengar tidak ikhlas. Ia beranjak pergi dengan setengah hati. Setengah hatinya yang lain entah memikirkan apa.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Taemin, apa kau punya pacar?”

Taemin segera meminum air putih didepannya sebelum ia tersedak karena pertanyaan tiba-tiba itu. “Ti.. Tidak hyung. Memangnya kenapa?” tanyanya terbata.

Donghae mengoleskan selai pada roti sarapannya. “Tidak apa-apa. Apa kau menyukai seorang gadis?”

“Iya, dia adik kelasku.”

“Bagaimana perasaanmu padanya?”

“Perasaanku?” Taemin senyum-senyum sendiri. “Aku bahagia jika dekat dengannya. Aku rindu jika jauh darinya. Kadang jantungku berdetak lebih cepat, pokoknya sulit dijelaskan.” ia menghentikan ucapannya dan menatap Donghae curiga. “Kenapa tiba-tiba kau menginterogasiku hyung?”

“Aku kan hanya bertanya. Anak seumuranmu pasti sedang senang-senangnya punya pacar.”

Taemin mengangguk. “Dan anak seumuranmu kurasa hanya kau yang tidak punya pacar.” balasnya.

“Apa maksudmu?” ucap Donghae tak terima.

“Aku hanya bicara kenyataan hyung. Lee Donghae, mahasiswa semester enam yang tidak punya pacar.” Taemin menekan kalimatnya kemudian terbahak sendiri.

Donghae mendecah. “Terserah apa katamu.”

“Benar kan hyung yang kukatakan? Karena orangnya sudah didepan mata dekat sekali tapi kau tidak berani menyatakan cintamu.”

“Apa yang kau bicarakan ini?” ucap Donghae. Ia berusaha mengelak dengan menggigit roti tawarnya.

“Kau pasti tahu siapa yang aku maksud hyung. Kalau kau mencintainya, katakan segera. Kalau kau menyayanginya, tunjukkan rasa itu.” ucap Taemin sok bijak.

“Aku menyayangi Yoona sebagai seorang sahabat, tidak lebih. Kau anak kecil tidak mengerti. Jangan sok tahu.” ucap Donghae. Namun ia sendiri ragu dengan yang dituturkannya itu.

Taemin tersenyum tipis. “Aku kan tidak bilang Yoona noona.” ia menenteng tas sekolahnya.

“Kau mau kemana?”

“Tentu saja ke sekolah hyung. Kenapa kau jadi pikun sekarang? Yoona noona, kau membuat kakakku mulai tidak beres.” Taemin bicara sendiri.

Donghae hanya mendengus kesal dan melanjutkan sarapannya. Namun kali ini roti tawar itu ia gigit tak berselera. Ia menerawang kosong sampai akhirnya tersenyum sendiri akan apa yang ia lamunkan.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Yoona menekuk wajahnya kesal. Moodnya sedang kurang baik hari ini. Ia terus menyeret kakinya tidak bersemangat.
Dan Donghae juga sama cemberutnya. Mereka terus melangkah berdua tidak saling sapa, tidak saling tegur, tidak saling bicara.

“Sepertinya aku sedang jatuh cinta.”

“Aku menyukai seorang gadis.”

Yoona dan Donghae seketika menghentikan langkahnya saat mereka berucap nyaris bersamaan. Mereka hanya terdiam dan terus saling pandang.

Hingga akhirnya Donghae kembali berkata. “Siapa?” tanyanya.

“Kau juga siapa?”

“Kau dulu.”

“Kau saja yang cerita dulu.” tegas Yoona.

“Ya sudah kalau tidak mau cerita.” ucap Donghae. Ia lalu duduk dibawah pepohonan pelataran kampusnya.

Yoona mengikutinya. “Kau juga tidak mau cerita kan? Sejak kapan kau main rahasia-rahasiaan denganku?” ia turut duduk memeluk kedua lututnya.

“Yoong, masalahnya…. ” Donghae bahkan tak mampu melanjutkan ucapannya. Ia bingung sendiri harus berkata apa.

“Sudahlah Donghae oppa, lupakan saja. Anggap saja tadi aku tidak mengatakan apa-apa.”

“Tidak bisa. Kau jatuh cinta pada siapa? Itu harus jelas Yoong. Kau sudah terlanjur bicara tadi. Aku harus tahu namja seperti apa yang disukai sahabatku. Apa kau sudah tidak percaya padaku lagi?” tanya Donghae.

“Lalu kau sendiri? Aku juga sudah terlanjur tahu kau menyukai seorang gadis tapi kau tidak mau bilang siapa orangnya. Aku juga ingin kau mendapat yeoja yang terbaik untukmu oppa.” balas Yoona, ia juga tidak mau kalah.

Sebenarnya mereka ini sedang ricuh dengan dirinya sendiri.

“Baiklah, tidak perlu mengatakan siapa orangnya. Ciri-cirinya saja bagaimana?” usul Donghae.

Yoona mengangguk setuju. Ia berdehem kecil. “Dia seorang namja.”

“Tentu saja Yoong. Tidak mungkin kau menyukai yeoja.” potong Donghae asal dan itu membuat Yoona kesal sendiri.

“Dengarkan dulu Donghae oppa.” perintahnya. Ia menerawang. “Aku sangat menyukai senyumnya. Senyuman tulus yang berasal dari hati. Jika dia tersenyum seperti ada yang menggelitik hatiku hingga aku merasa tenang dan nyaman melihatnya.”

“Senyumnya?” Donghae bergumam sendiri. Matanya menelusuri orang-orang yang lalu lalang. “Kibum?” tebaknya.

“Lalu tatapan matanya, tidak ada kesan tajam tapi terasa dalam sekali.  Tawanya.. suaranya… ” lanjut Yoona, ia menerawang.

Donghae mengernyitkan alisnya. Ia sibuk dalam pemikirannya sendiri tapi tetap fokus mendengarkan cerita Yoona. “Kyuhyun?” tanyanya lagi.

“Sifatnya yang baik dan sangat perhatian pada orang lain. Walau kadang bersikap seperti anak kecil tapi itulah yang aku sukai darinya.” ucap Yoona. Ia memandang namja dihadapannya kemudian tersenyum sendiri. Dan segera ia mengalihkan pandangannya saat Donghae menatapnya.

“Bagaimana aku bisa tahu kalau seperti itu. Apa memang Kyuhyun?”

Yoona tak menjawab dan hanya tersenyum tipis. “Giliranmu Donghae oppa.”

“Yang kau maksud Kyuhyun kan Yoong? Tidak salah lagi.”

“Giliranmu Donghae oppa. Siapa yeoja yang kau sukai itu?” tegas Yoona.

Donghae menghela nafas sejenak. “Ne, seorang gadis yang bisa membuatku tersenyum hanya dengan membayangkannya. Rambutnya panjang, kulitnya putih bersih, cantik sekali. Aku sangat menyukai tawanya yang lepas seakan tanpa beban.”

“Di kampus banyak gadis yang seperti itu oppa.”

“Satu lagi, keningnya indah. Aku sangat menyukai keningnya. Jika dia jadi pacarku, aku akan menciumnya setiap hari.”

“Apalagi itu?” cibir Yoona. Ia memanyunkan bibirnya.

Donghae hanya tersenyum kecil melihat reaksi Yoona. Ia menatap gadis itu lekat-lekat. “Yang paling penting Yoong, aku sangat menyukai matanya. Matanya selalu berbinar seakan melukiskan isi hatinya. Itulah yang membedakannya dari gadis lain.”

Yoona manggut-manggut. “Siapa yeoja yang seperti itu? Taeyeon? Sooyoung? Sunny?” tebaknya.

Donghae hanya mengulum senyumnya.

“Ayo katakan Donghae oppa, siapa gadis itu?” desak Yoona.

“Kau juga katakan siapa namja itu?”

“Kau katakan dulu oppa.”

“Kau dulu Yoong.”

“Apa susahnya mengatakan siapa yeoja yang kau sukai? Tinggal bilang namanya, gampang kan?” jengkel Yoona, padahal ia juga sama.

“Lalu kau sendiri? Apa susahnya Yoong? Kenapa kau juga tidak mau mengatakannya?” tantang Donghae.

Yoona merengut. Ia tahu ini tidak akan ada habisnya. “Terserah kalau kau sudah tidak mau jujur padaku oppa. Lebih baik aku pulang.” ujarnya jengkel. Ia berdiri, sejenak membersihkan pakaiannya dari rerumputan kering yang menempel kemudian melangkah pergi.

“Kau juga mulai menyimpan rahasia dariku, sama saja kan Yoong?” teriak Donghae, ia tetap bersimpuh ditempatnya. Diraihnya kerikil didepannya dan dilemparnya asal. Ia jadi kesal sendiri.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Ucapkanlah kasih, satu kata yang kunantikan.
Sebab ku tak mampu membaca matamu, mendengar bisikmu.
Nyanyikanlah kasih, senandung kata hatimu.
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini.
Sebab ku meragu pada dirimu.
~Ada cinta~

“Sekarang aku jadi semakin tidak yakin.” Yoona mengakhiri ceritanya.

Kyuhyun dan Seohyun yang duduk disampingnya mendengar dengan seksama.

“Lalu aku harus bagaimana?” tanyanya lagi.

“Katakan saja yang sebenarnya.” ucap Kyuhyun.

Seohyun mengangguk setuju. “Ne, itu lebih baik daripada kau hanya meratapi nasibmu yang tidak jelas seperti ini.”

Yoona mendesah. “Sudah jelas dia tidak mencintaiku, dia mencintai orang lain.”

“Nah, orang lain itu juga belum jelas kan siapa orangnya? Jangan mudah putus asa. Mana Im Yoona yang biasanya?” hibur Kyuhyun.

“Aku pusing.” Yoona menopang dagunya dengan tangan kiri. Sementara tangan kanannya memainkan-mainkan pensil yang ia pegang sejak tadi. “Lagipula aku ini yeoja, memalukan jika harus menyatakan cinta.” lanjutnya.

“Sejak kapan kau tahu malu?” oceh Kyuhyun asal.

Seohyun langsung menyubit pelan lengan Kyuhyun karena menyadari Yoona melotot tajam pada namja itu.

“Maksudku, sekarang sudah tidak jaman yeoja menunggu pernyataan cinta.” ralat Kyuhyun.

“Aku tidak akan melakukannya. Aku tidak mau menghancurkan persahabatan kami. Aku juga tidak mau mempermalukan diriku karena aku sudah tahu jawabannya.” ucap Yoona yakin.

“Terserah kau sajalah.” Kyuhyun menepuk punggung gadis itu pelan. “Kau yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu.”

Yoona hanya mengangguk kemudian mendesah. Kenapa harus sesulit ini? Kenapa muncul perasaan cinta jika tak tahu kemana arahnya?

“Kau tidak pulang Yoong?”

Yoona mendongak. Di pintu, Donghae menatap tajam padanya. Entah kenapa rautnya begitu sinis.

“Tentu saja pulang.” Yoona beranjak dari duduknya.

“Atau kau ada janji pulang dengan seseorang?” tanya Donghae.

“Siapa?” Yoona menoleh Kyuhyun. Karena sepertinya ucapan Donghae menunjuk namja itu. “Tidak.”

“Baguslah.. ” Donghae masih dengan sikap dinginnya melangkah pelan.

Dibelakangnya Yoona mengekor dengan perasaan heran. Kenapa dia?

“Kenapa aku merasa dia cemburu padamu ya oppa?” tanya Seohyun.

Kyuhyun tertawa kecil. “Aku?” herannya.

“Iya.” Seohyun tersenyum sendiri. “Apa ini artinya?” ia sibuk dalam pemikirannya.

Dan Kyuhyun mampu menangkap maksudnya. “Cinta itu juga ada padanya.” ucapnya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada.
Dalam rinai hujan, dalam terang bulan, juga dalam sedu sedan.
Mengapa sulit mengaku cinta padahal ia terasa.
Dalam rindu dendam, hening malam.
Cinta terasa ada.
~Ada cinta~

“Sepertinya namja itu memang Kyuhyun.”

“Tahu darimana?” tanya Yuri. Ia mengaduk-aduk jus alpukatnya.

“Aku melihatnya sendiri kemarin. Mereka berdua, bertiga bersama Seohyun. Aku memang sudah kalah ternyata.” Donghae mendecah, berkali-kali ia menghela nafasnya berat. Orange jus dihadapannya pun tak ia sentuh sama sekali.

“Makanya nyatakan perasaanmu padanya. Katakan kalau kau mencintainya.”

“Sudah terlambat. Dia mencintai Kyuhyun bukan aku.”

“Kenapa seorang Lee Donghae jadi pesimis seperti ini?” cibir Yuri.

“Aku hanya takut kehilangannya jika dia tahu perasaanku yang sebenarnya. Jika tidak bisa bersamanya sebagai kekasih, cukup bagiku untuk berada disisinya sebagai sahabat.”

“Dan menyiksa dirimu sendiri?”

Donghae menggeleng. “Tak apa, aku bahagia asal dia bahagia.”

“Aku tidak mengerti.” Yuri menggedikkan kedua bahunya. Namun ia langsung tersenyum saat matanya menangkap sosok Yoona sedang mencuri pandang ke arah mereka. Dan gadis itu tampak tidak senang. “Katakan perasaanmu padanya.” perintah Yuri cepat.

“Kenapa?” heran Donghae karena Yuri tiba-tiba bersemangat sekali.

“Sudahlah, percaya saja padaku. Katakan kau mencintainya.”

Donghae mengkerutkan keningnya bingung.

“Percayalah, kau tidak akan menyesal.” ucap Yuri sebelum ia berdiri kemudian berlalu pergi.

Dan Donghae tetap tak bergeming dari tempatnya. Ia tak paham dan masih terus saja meragu.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Yuri kan orangnya?” tanya Yoona datar, ia nyaris tak berekspresi. Ia bahkan bicara tanpa menatap Donghae.

“Apa?”

“Yeoja yang kau sukai, Yuri kan?”

“Kenapa bisa Yuri?” tanya Donghae bingung.

“Tapi memang Yuri kan? Aku sudah tahu. Kenapa kau tetap saja mengelak oppa? Apa aku memang tidak boleh tahu kalau gadis yang kau sukai itu Yuri?” cerocos Yoona, rasanya sakit sekali saat mengucapkannya.

“Bukan Yoong.” bantah Donghae, kemudian ia teringat sesuatu. “Lalu namja yang kau sukai itu Kyuhyun kan?” ia balas menuduh.

“Kyuhyun? Tentu saja tidak, Kyuhyun kan… ”

“Kau juga tidak jujur padaku kalau namja yang kau cintai adalah Kyuhyun.” potong Donghae cepat sebelum Yoona menyelesaikan ucapannya. Jujur, ia kesal sekali.

“Donghae oppa, kau salah.”

“Salah apanya, sudah jelas.”

Yoona jadi semakin gemas sendiri. “Memangnya kalau iya kenapa? Kau juga sudah bersama Yuri kan? Apa aku tidak boleh bersama Kyuhyun?” tanyanya.

Donghae menatap gadis itu tak percaya. Jadi benar namja yang dicintainya itu Kyuhyun. Ia terus terdiam tak tahu harus berkata apa.

“Semoga kau bahagia bersama Yuri.” lanjut Yoona pelan, itu terdengar getir sekali.

Donghae masih terus saja membisu. Ia membatu ditempatnya berpijak. Sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya ia ingin mengelak. Tapi bibirnya terlalu kelu untuk berucap. Karena ia juga tengah kalut sendiri.

“Donghae oppa, percayalah padaku. Apapun yang terjadi, tidak akan ada yang berubah dengan persahabatan kita.” ucap Yoona lagi. Itu sebenarnya ditujukan untuk menghibur dirinya sendiri.

Donghae mengangguk. “Ne.” ia menunduk lemah.

“Sebagai sahabatmu aku turut bahagia kalau kau bahagia oppa.” Yoona terus saja mencurahkan isi hatinya. Dari sanalah tersirat kegalauannya. Airmatanya mengalir pelan, tapi cepat disekanya sebelum Donghae melihat itu.

“Yoong, aku… ” panggil Donghae. Tapi ia tak segera menyelesaikan ucapannya. “Aku harap Kyuhyun namja yang terbaik untukmu.” lanjutnya terdengar berat sekali.

Yoona hanya tersenyum. Senyuman miris dan getir.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Donghae menatap tak percaya. Kyuhyun menggandeng mesra tangan Seohyun. Lalu bagaimana dengan Yoona? Aish, ini sudah hari ketiga ia tak saling bicara dengan gadis itu.

Donghae berdehem kecil kemudian duduk dihadapan Kyuhyun dan Seohyun. Dari wajahnya, terpancar jelas ketidaksukaan.

“Dimana Yoona?” tanyanya dingin.

Kyuhyun dan Seohyun hanya saling pandang. “Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Yoona kan selalu bersamamu.” ujar Kyuhyun.

“Yoona sakit. Apa kau tidak tahu?” imbuh Seohyun.

“Sakit?”

Seohyun mengangguk.

Yoona sakit? Dan dua orang dihadapannya ini malah tengah asyik berdua.
Donghae terus saja menatap tajam pada tangan Kyuhyun dan Seohyun yang tetap menaut erat.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun risih.

“Aku harap kau tidak mengecewakan Yoona.”

Kyuhyun mengernyitkan alisnya bingung. “Apa maksudmu?”

Dan Seohyun malah terbahak sendiri. “Kau salah paham. Kau pasti berpikir Kyuhyun berhubungan dengan Yoona kan?” tanyanya di sela tawanya. “Yang pacaran dengan Kyuhyun itu aku.” ia menggelayut lengan Kyuhyun.

“Apa? Tapi bukannya… ”

“Yoona menyukai seseorang?” tanya Seohyun. “Ne, dan orang itu bukan Kyuhyun. Orangnya tidak sekelas dengan kami.” tegasnya.

Kyuhyun mengangguk. “Yoona memang menyukai seseorang tapi sayangnya orang itu tidak menyadarinya.” lanjutnya. Membuat Donghae semakin heran sendiri.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Yoona melangkah lunglai. Kepalanya memang masih sedikit pusing. Demamnya pun baru saja turun. Tapi karena suntuk dirumah, ia memilih keluar jalan-jalan. Mungkin dengan menghirup udara segar membuat perasaannya lebih baik.

Ia terus melangkah tertunduk. Sampai tak sengaja ia menabrak seseorang.

“Maaf.. Maaf.. ” ucapnya sambil membungkuk berkali-kali.

Seorang yeoja dan seorang namja tersenyum manis padanya.

“Yuri.” pekik Yoona tak percaya. Ia melirik sekilas namja disisi Yuri.

Yuri tersenyum sumringah. “Kebetulan kita bertemu disini.” ia merogoh tasnya dan meraih sesuatu lalu diberikannya pada Yoona. “Ini undangan pernikahanku. Untukmu dan juga Donghae, tolong berikan padanya ya?”

Yoona menatap nanar undangan yang kini telah berada ditangannya lalu berganti menatap Yuri. “Ini?”

“Ne, aku akan menikah. Ini calon suamiku, Yesung oppa.”

“Apa?” pekik Yoona tak percaya.

Yuri ikut kaget dengan reaksi berlebihan Yoona itu. Ia dan Yesung saling pandang heran. Yesung kemudian tersenyum sambil membungkuk sekilas pada Yoona.

Yoona masih dengan ekspresi bingungnya. “Lalu.. Lalu Donghae oppa?”

“Donghae? Kenapa?” heran Yuri.

“Donghae oppa kan menyukaimu.” Yoona menggigit bibir bawahnya kemudian melirik Yesung. Ia takut salah ucap.

“Apa?” Yuri tertawa kecil. “Bagaimana bisa dia menyukaiku kalau hatinya sudah ditawan seorang gadis selama tiga tahun.”

Yoona semakin tak mengerti. Tiba-tiba kepalanya jadi pusing sekali. Tapi ia berusaha untuk memahami. Jadi gadis itu bukan Yuri?

“Lalu gadis itu siapa?” tanyanya.

Lagi-lagi Yuri hanya tersenyum. “Nanti kau juga tahu sendiri.” ujarnya berteka-teki.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Perlahan Yoona berjalan mengendap-endap. Langkahnya jinjit agar tak mengeluarkan suara apapun. Ia terus mengintai dari balik pagar. Rumah itu tampak sepi seperti tak berpenghuni. Si pemilik rumah pastilah masih sibuk dikantor. Lalu kedua anak lelakinya kemana?

“Noona, apa yang kau lakukan?” ujar Taemin. Ia menepuk pelan pundak Yoona.

“Huaah.. ” Yoona refleks menjerit. Apalagi Taemin bersama Donghae, matilah ia. Dua namja itu terlihat menenteng kantong belanjaan. Sepertinya mereka dari minimarket sebelah.

Taemin menatap lekat Yoona seakan menunggu jawaban gadis itu. Sedang Donghae bersikap angkuh seakan tak peduli.

“A.. Aku.. ” ia segera meraih kartu undangan dalam tasnya dan diserahkannya pada Donghae. “Untukmu.” ucapnya.

Donghae meraih undangan itu sambil berdecah. “Katanya sakit, tapi malah berkeliaran. Seharusnya istirahat dirumah saja.” ia mengomel sendiri. Tapi itu sebenarnya kekhawatirannya yang ditujukan untuk Yoona.

“Kata siapa aku sakit?”

“Kyuhyun dan Seohyun.”

Yoona tersenyum penuh kemenangan. “Jadi kau pasti sudah tahu kan yang sebenarnya? Semua sudah jelas kan?” ucapnya.

Donghae langsung paham kalau yang dimaksud adalah Kyuhyun dan Seohyun pacaran. Dan otomatis namja yang disukai Yoona bukan Kyuhyun.

“Ini lebih jelas lagi.” Donghae tak mau kalah. Ia mengibas-ngibaskan kartu undangan ditangannya.

Mereka lalu saling terdiam kalut dalam pikiran masing-masing. Dan Taemin merasa aura asing kini mencuat diantara keduanya.

Ia memandang Yoona dan Donghae bergantian. “Lebih baik kita masuk saja.” ucapnya. Ia menyerahkan plastik yang ia pegang pada Donghae. Lalu tangan kanannya menarik tangan Donghae dan tangan kirinya menarik tangan Yoona.

“Tapi kau mau apa?” pekik Yoona.

“Menyelesaikan semuanya.” ucap Taemin santai dan terus menyeret mereka.

Meskipun sangat tidak ikhlas. Yoona terpaksa menurut. Entah apa yang akan bocah itu lakukan.

Taemin tersenyum pada dua orang yang mengapitnya duduk di sofa. “Aku tahu masalah kalian. Hyung, sebenarnya kau mencintai Yoona noona kan? Dan noona, yang kau cintai itu Donghae hyung kan?”

“Apa?” pekik Donghae dan Yoona bersamaan. Yang dikatakan Taemin itu sungguh membuat mereka tercekat.

Taemin semakin tertawa geli. “Santai saja, santai.” ucapnya. Ia menghela nafas kemudian melanjutkan kalimatnya. “Kalian seperti mengelabuhi diri sendiri. Sampai kapan perasaan cinta itu kalian pendam dalam-dalam? Akuilah.” ia menyenggol Donghae dan Yoona bergantian.

Yoona tetap diam sambil memeluk bantal sofa. Sedang Donghae sesekali melirik gadis itu tapi tetap tak berucap sepatahkatapun.

Taemin geleng-geleng tak mengerti. “Lebih baik aku pergi saja.” ucapnya.

“Jangan.. !!!” pekik Donghae dan Yoona bersamaan. Mereka menarik Taemin agar tetap duduk ditengah mereka.

“Lalu aku harus apa? Kalian sendiri tidak mau saling jujur.” tutur Taemin. “Hyung, kau mencintai Yoona noona kan? Gadis yang mengisi hatimu selama tiga tahun itu Yoona noona kan?” lanjutnya.

Donghae mendelik jengkel pada Taemin.

“Akuilah hyung.” desak Taemin.

Donghae menghela nafas sejenak sampai kemudian ia mengangguk, pelan sekali.

Taemin tersenyum lebar, kini ia beralih ke Yoona. “Dan kau noona, kau juga punya perasaan yang sama kan?”

“Tunggu. Kenapa juga dia tidak pernah mengatakannya?” potong Yoona cepat.

Taemin menoleh ke Donghae.

“Harusnya dia sudah tahu. Harusnya dia bisa merasakannya kan Taemin?” ucap Donghae.

“Taemin, katakan padanya mana aku tahu kalau dia tidak bilang.” balas Yoona.

“Taemin, tanyakan padanya. Lalu dia sendiri?” imbuh Donghae.

“Taemin, aku ini yeoja. Dimana-mana yeoja itu menunggu pernyataan cinta, iya kan?” Yoona meminta persetujuan Taemin.

Taemin yang menoleh kesana kemari menjadi bingung. “Sudahlah, aku pusing. Kalian selesaikan saja sendiri.” teriaknya. Ia berlalu pergi.

Membiarkan kehampaan semakin menyelimuti Donghae dan Yoona. Dua manusia itu masih saling diam. Sesekali Donghae melirik Yoona yang masih memeluk bantal sofa dalam dekapannya.

“Yoong.” panggil Donghae akhirnya. Mungkin ia sudah tidak tahan terus saling diam.

“Ne?”

“Ikut denganku.” Donghae bangkit dari duduknya dan segera meraih tangan Yoona untuk mengikutinya.

“Kemana?”

Donghae tak menjawab tapi terus menyeret Yoona sampai halaman belakang rumahnya.

Mereka duduk pada sebuah bangku kayu di bawah pohon. Angin sore yang berhembus dibiarkannya menyapu wajah mereka.

“Yoong, mungkin sudah saatnya kita saling jujur.” ucap Donghae mengawali pembicaraan.

Yoona mengangguk. “Ne, aku rasa juga begitu.”

“Jadi sekarang katakan apa yang ingin kau katakan.”

“Ee, memang aku akui mulai ada perasaan yang berbeda saat aku bersamamu. Tapi sebenarnya aku masih ragu Donghae oppa. Aku sangat senang jika berada didekatmu. Aku rindu jika jauh darimu. Aku kesal jika kau bersama yeoja lain. Apa itu artinya aku mencintaimu?” tanya Yoona.

Donghae tergelak sendiri. “Mana aku tahu, itu kan perasaanmu.”

Yoona langsung memanyunkan bibirnya.

“Yoong.” panggil Donghae lagi. Meminta gadis itu untuk menatapnya. “Aku hanya ingin mendapat tempat yang pantas dihatimu. Entah sebagai teman, sahabat, atau cinta. Itu semua terserah padamu Yoong.”

“Apa ini pernyataan cinta?”

Donghae mengangguk.

“Yang terakhir.” ucap Yoona pelan. Ia kemudian tertawa sendiri.

“Kenapa?” tanya Donghae heran. “Dimana-mana saat ada namja menyatakan cinta, seorang gadis pasti malu-malu. Tapi kau malah tertawa.”

“Donghae oppa, mana mungkin aku malu-malu padamu. Saat kau sendiri sudah tahu luar dalam baik buruknya aku.”

“Ne, tapi itu lebih baik. Setidaknya aku sudah mengetahui setiap zona rahasia yang kau miliki.” Donghae menarik Yoona mendekatinya. Kemudian mendekap gadis itu dalam pelukannya. “Saranghae.” ucapnya.

Tapi Yoona buru-buru melepaskan pelukannya. “Apa ini artinya kita pacaran?”

“Menurutmu?” jengkel Donghae.

Yoona mengangguk-angguk paham. Sampai Donghae kembali menarik gadis itu dalam pelukannya.

~ ~ ~ end ~ ~ ~


32 thoughts on “Chingu-ya, saranghae.

  1. ppppuahahahaha astaga chingu… ffmu akhir2 ini lucu2 banget😀
    ih itu bagus banget…., yang bilang entah teman, sahabat, atau cinta huhuhu romantisnya prince hae…. Omong2 kening yang indah, kemaren2 aku liat julia roberts & ingetnya yoong😎 hehehe
    Dudul ah mereka ribut2 sendiri. Yang sama taemin juga…dodol banget!
    Choaaaaaaaaa ^^

    Like

  2. Paling suka dah sama author ini…
    kalo buat couple selalu cocok…
    YoonHae, SeoKyu, SiFany, YulSung…

    ada MinStal?
    aku mau… ^^

    Like

  3. Chingu ya~ senangnya aku kamu selalu share ff. kkk
    kbetulan aq lagi malas bngt nulis fanfic. whhee.
    and thanks karena sudah mengobati kerinduanku pada YoonHae.
    Btw type idealnya Hae pas banget deh sm Yoong. Sungguh sangat beruntung karena akhirnya mereka pacaran. Btw, aku suka banget sama kata-kata putis nan romantis ~Ada Cinta~ yang kamu masukan disini. Sungguh rangkaian kata yang sangat cocok untuk our YoonHae. Ditunggu y ff yang lain. Minstal?? boleh jg tuh. Moga cepat dpublish y admin. hhee. Fighting!!!

    Like

  4. kyaaa,,,
    YoonHae sama SeoKyu so sweet ^^
    ckckc Hae oppa,Kyu it cuma buat Seo jd ngak mungkin yoong suka sama Kyu…
    Daebak!!

    Like

  5. ff nya bgus bgd. . . . . . .
    V haeppa nembknya gak romantis bgd sih . . . . .
    Yoonhae cocok like this couple. . .di tngu ea crta slanjtnya . . . .

    Like

  6. so sweet banget yoonhae is the best,,,
    wahhh author masangin pairingnya yang aku suka semua
    YOONHAE, SIFANY, SEOKYU, sama YULSUNG,,,
    bikin FF mereka ya author yang banyak

    Like

  7. wah..wah wah… donghae oppa… gmn to??? kok takut-takut gtu nyatain cinta ma yoong… ahihihi

    Percakapan mreka lucu^^ Gokil autor..hehe

    Love It🙂

    Like

  8. hahahaha.. kasian taemin djadiin t4 pengaduan mrka berdua…
    ckckckkck…

    msa gga sdar iia sma persaan msing”….pdhlkan udh knl 3 taon, ap krna itu iia….

    Like

  9. YoonHae *_* ceritanya romantis….. Emang susah ya kayaknya kalo dr sahabat jadi cinta ._. entah kenapa percakapan mereka terkesan lucu ya, tp justru itu yg bikin romantis *loh?-_-* aku suka kata2nyaaa😀 aku tunggu FF YoonHae mu yg lain author ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s