Captured in His Heart. (chapter 9)


★  This story was made and copyrighted by R. No stealing or claiming as yours.

★  No silent reader. Any comments and critics will be very appreciated.

★  Any resemblance to another story or fanfiction is purely coincidental.

★  This story is 100% fictional.

★ Enjoy the story! ^^

Chapter 9: “Aku … kemari untuk memenuhi janjiku pada seseorang.”

 

“Kyuhyun sunbae, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Joohyun kaget.

 

“Kau … aku … aku juga ingin menanyakan hal yang sama,” Kyuhyun tergagap, luar biasa terkejut melihat gadis itu kembali muncul di hadapannya tanpa disangka-sangka.

 

Melihat keduanya saling terpaku tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun karena terkejut, si wanita pemilik penginapan ikut tercengang. Namun beberapa detik kemudian ia tertawa sambil menepukkan tangannya dengan penuh semangat. “Aigoo, ternyata kalian berdua sudah saling mengenal? Kebetulan yang sangat luar biasa,” katanya. “Joohyun-ssi, apakah pria yang tampan ini adalah pacarmu?”

 

Wajah Kyuhyun langsung memerah dan ia buru-buru membuka mulut hendak menjelaskan tetapi Joohyun sudah terlebih dahulu menjawab, “Ah, bukan begitu, ahjumma. Dia adalah seniorku di universitas. Hari ini kami kebetulan bertemu di sini.”

 

Wanita pemilik penginapan menangkap air muka Kyuhyun yang tampak salah tingkah dan ia langsung tersenyum penuh arti. “Baiklah, aku mengerti. Ah, Joohyun-ssi, bagaimana kabarmu? Sudah setahun kita tidak bertemu. Apakah kau ingin menempati kamar yang sama seperti yang kau tempati tahun lalu?”

 

“Aku baik-baik saja, dan syukurlah sepertinya ahjumma juga kelihatan sehat,” jawab Joohyun sambil tersenyum. “Aku senang ahjumma masih mengingatku dengan baik, padahal sudah setahun berlalu sejak kunjunganku kemari. Dan bagaimana mungkin ahjumma tahu bahwa aku sangat menyukai kamar yang kutempati tahun lalu?”

 

“Kau ini, mana mungkin aku melupakan gadis secantik dan sesopan dirimu?” wanita itu menepuk pundak Joohyun. “Kau tampak lebih sehat dan cantik dibandingkan setahun lalu, aku lega melihatnya. Baiklah, ini kunci kamarmu, Joohyun-ssi. Ah, Kyuhyun-ssi,” ia lalu menoleh pada Kyuhyun, “kamarmu terletak tepat di depan kamar Joohyun-ssi, jadi kalian bisa naik bersama-sama dan aku tak perlu mengantar kalian. Tidak apa-apa kan?”

 

“Eh? Ya … baiklah, aku … tidak keberatan,” jawab Kyuhyun.

 

Wanita pemilik penginapan pun tersenyum puas dan pergi meninggalkan kedua tamunya yang masih berdiri tanpa berkata apa-apa. Keduanya masih sama-sama merasa terkejut karena pertemuan yang begitu tiba-tiba dan tidak disangka-sangka itu, karenanya hawa canggung sedang menyelimuti mereka berdua.

 

“Kau … “ keduanya sama-sama membuka mulut dan mengatakan hal yang sama. Mereka kembali terdiam dan akhirnya tertawa, meruntuhkan kecanggungan yang ada. “Apa yang kau lakukan di sini, Kyuhyun sunbae? Apakah kau sedang berlibur?” tanya Joohyun akhirnya.

 

“Yah, begitulah,” jawab Kyuhyun. Ia lalu mempersilakan Joohyun untuk berjalan terlebih dahulu menuju kamar mereka. Sambil berjalan, ia kembali melanjutkan, “Kau sendiri? Apakah kau sedang berlibur juga?”

 

“Yah, begitulah,” Joohyun menggunakan kalimat yang sama seperti yang baru digunakan Kyuhyun, dan keduanya sama-sama tertawa.

 

“Rupanya kau sudah pernah kemari sebelumnya? Penginapan ini ternyata bagus juga, walaupun tidak terlalu besar. Bentuknya pun tidak seperti penginapan pada umumnya, terlihat seperti rumah peternakan biasa yang memiliki banyak kamar,” kata Kyuhyun sambil memandang berkeliling.

 

“Rumah ini memang awalnya hanya sebuah peternakan, suami istri yang tinggal di sini adalah pemilik sekaligus pengelolanya. Namun ketika anak-anak mereka telah dewasa dan pergi ke Seoul, mereka pun memperluas bangunan ini, menambahkan banyak kamar, dan akhirnya membuka penginapan,” jelas Joohyun. “Aku hanya sekali kemari setahun lalu, tempat ini nyaman sekali. Ahjussi dan ahjumma juga adalah orang-orang yang menyenangkan. Kau pasti juga akan menyukai tempat ini, sunbae.”

 

“Aku sudah menyukai tempat ini,” Kyuhyun tersenyum sambil berkata dalam hati. Ia lalu berkata, “Aku mendengar tempat ini dari salah seorang temanku. Ia juga pernah kemari beberapa bulan lalu. Luar biasa sekali aku bisa bertemu denganmu di tempat ini.”

 

“Seperti yang dikatakan ahjumma tadi, memang betul-betul kebetulan yang luar biasa,” kata Joohyun sambil tertawa. Ia kemudian berhenti di ujung lorong, tepat di depan dua buah pintu yang berdiri berhadapan. “Nah, ini kamarmu, Kyuhyun sunbae. Aku menyukai bagian penginapan di sebelah Timur ini, pemandangannya sangat menyenangkan. Hanya ada dua kamar di bagian ini, karenanya kita berdua sangat beruntung bisa menggunakannya.”

 

Kyuhyun tersenyum. “Baiklah, terima kasih banyak atas penjelasanmu, Seo Joohyun-ssi. Beristirahatlah, kita baru saja menempuh perjalanan yang cukup panjang dan kau akan membutuhkan energimu sore ini untuk mengantarku melihat-lihat peternakan,” katanya.

 

“Eh? Apa katamu?” tangan Joohyun yang sedang berusaha membuka kunci kamarnya langsung terhenti dan ia berbalik menatap Kyuhyun dengan pandangan heran.

 

Pria di hadapannya tersenyum lebar. “Kau dengar aku. Kelihatannya kau sudah mengenal tempat ini dengan cukup baik, setidaknya lebih baik dariku, dan aku butuh seseorang untuk memanduku berkeliling tempat ini. Kecuali kalau kau sudah memiliki rencana lain sore ini?”

 

“Tidak, aku belum memiliki rencana apapun,” dengan polos Joohyun menjawab.

 

“Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan,” Kyuhyun tersenyum puas. Ia menepuk-nepuk pundak Joohyun sambil berkata, “Selamat beristirahat, Seororo. Sampai jumpa nanti sore,” dan mengedipkan matanya sebelum menghilang di balik pintu kamarnya, meninggalkan Joohyun berdiri sendirian sambil melongo.

 

***

 

Jam hampir menunjukkan pukul 3 sore ketika Kyuhyun kembali melangkah keluar dari kamarnya. Sebelum meninggalkan kamar, ia melirik cermin untuk memastikan bahwa penampilannya sudah rapi dan bersih. Kameranya tergantung di lehernya dan dengan perlahan tetapi bersemangat ia mengetuk pintu kamar Joohyun.

 

Beberapa detik kemudian, gadis itu membuka pintu. Dari rambutnya yang masih tampak basah, terlihat jelas bahwa ia baru selesai mandi. Wajahnya tampak segar dan cerah. Melihatnya, lagi-lagi Kyuhyun merasakan sensasi aneh yang mulai terasa familiar di dalam dadanya. Ia pun berusaha menyembunyikannya dengan tersenyum lebar dan bertanya, “Apakah aku terlalu cepat memanggilmu?”

 

“Tidak, tentu saja tidak. Aku sudah selesai beristirahat dan membersihkan diri,” jawab Joohyun. “Aku akan segera turun dalam lima menit. Kyuhyun sunbae, kau pergilah duluan ke ruang duduk di bawah.”

 

Kyuhyun pun mematuhi perkataan gadis itu. Ia menuruni tangga dan segera menemukan ruang duduk yang dimaksud. Awalnya ia memilih untuk duduk di sofa, tetapi beberapa detik kemudian ia kembali bangkit dan berjalan mengelilingi ruang duduk dengan langkah gelisah. Jantungnya berdegup cepat dan ia berulang kali melirik ke arah tangga, menunggu Joohyun muncul. “Astaga, kenapa aku merasa gelisah begini?” pikirnya heran. “Yah, Cho Kyuhyun! Kau bukan akan pergi kencan atau sejenisnya, hanya berjalan-jalan mengelilingi peternakan dan … Oh! Itu dia datang.”

 

“Maaf membuatmu menunggu, Kyuhyun sunbae,” Joohyun tersenyum.

 

“Tidak apa-apa,” jawab Kyuhyun, membalas senyum Joohyun. Beberapa menit kemudian, keduanya sudah berjalan beriringan melintasi jalan setapak yang berada di sekitar bangunan penginapan. Udara sore itu sangat segar dan sejuk. Sejauh mata memandang, yang tampak adalah warna merah kecokelatan khas musim gugur yang bercampur dengan warna hijau rerumputan. Kyuhyun pun langsung sibuk membidik pemandangan yang terhampar di sekelilingnya dengan kameranya, terlihat puas sekaligus kagum.

 

“Sepertinya aku memilih tempat menginap yang tepat,” katanya senang. “Pemandangan di sini indah sekali. Aku memiliki perasaan kuat bahwa aku akan mendapatkan banyak sekali foto-foto bagus selama kunjunganku kali ini di Pulau Jeju.”

 

“Apakah kau pergi ke Pulau Jeju untuk memotret, Kyuhyun sunbae?” tanya Joohyun.

 

“Hmmm? Ya, kurang lebih begitu,” jawab Kyuhyun sambil kembali memfokuskan perhatiannya pada kameranya. “Aku ingin berpartisipasi dalam suatu pameran sekaligus kompetisi fotografi, dan kurasa pemandangan musim gugur di Pulau Jeju adalah objek yang tepat. Tidakkah kau merasa bahwa pemandangan di musim gugur adalah yang terindah?”

 

Pemandangan musim gugur di Pulau Jeju. Mendengar kalimat itu, Joohyun terdiam. Ia kembali teringat janji yang pernah diucapkannya bersama Jungmo untuk bersama-sama melihat pemandangan musim gugur di Pulau Jeju. “Ternyata bukan hanya kami berdua yang memiliki ide yang sama,” pikirnya, dan tanpa sadar ia tersenyum sambil memperhatikan Kyuhyun yang tampak bersemangat memotret.

 

Tiba-tiba langkah gadis itu terhenti. Tangannya meraba pipinya sendiri dan ia tampak terkejut sekaligus tidak percaya. Ingatan akan masa lalunya bersama Jungmo selalu memberinya kepedihan dan perasaan bersalah yang mendalam, serta selalu membuatnya menitikkan air mata kesedihan. Namun ketika itu, untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, kenangan akan Jungmo bisa membuatnya tersenyum dengan tulus tanpa ada sengatan menyakitkan dalam dadanya seperti yang biasanya ia rasakan.

 

Menyadari bahwa Joohyun tak lagi berada di sampingnya, Kyuhyun berhenti dan berpaling. Gadis itu berhenti beberapa langkah di belakangnya, masih memegangi pipinya dengan tatapan tak percaya sekaligus heran.

 

“Joohyun-ah, kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun heran.

 

Joohyun tersadar dari lamunannya. “Eh? Tidak. Aku tidak apa-apa, sunbae.”

 

Kyuhyun tersenyum. Dan secara tiba-tiba, tanpa ada peringatan sebelumnya, jantung Joohyun berdegup kencang. Ia masih tetap terpaku di tempatnya, menatap Kyuhyun yang berdiri beberapa langkah di depannya.

 

“Kalau begitu, ayo kita lanjutkan acara jalan-jalan kita,” kata Kyuhyun, masih sambil tersenyum menatap Joohyun.

 

Joohyun merasa lagi-lagi ujung bibirnya tertarik ke atas. Ia tersenyum, membalas senyum Kyuhyun dan melangkah menyusul pria itu. Langkahnya terasa lebih ringan dan entah kenapa matahari musim gugur sore itu terasa lebih hangat dibanding sebelumnya.

 

***

 

Yonghwa berjalan mondar-mandir mengelilingi ruangan dengan gelisah. Sejak tadi pagi ia sama sekali tidak bisa menghubungi Joohyun. Handphone gadis itu sepertinya tidak aktif atau ia berada di area yang tidak terjangkau. Dalam pembicaraan terakhir mereka melalui telepon tadi malam, nada suara Joohyun terdengar seperti ia sedang berusaha keras menyembunyikan sesuatu. Karenanya Yonghwa kini merasa cemas, terlebih lagi karena gadis itu sama sekali tak bisa dihubungi.

 

“Hyung, kau kenapa? Sedari tadi kau hanya mondar-mandir di sana dengan wajah muram. Kau membuatku cemas,” kata seorang pria muda yang sedang duduk di sofa sambil memainkan bass.

 

“Aku tidak bisa menghubunginya sejak tadi pagi,” jawab Yonghwa sambil mendudukkan dirinya di sofa. “Jungshin-ah, apa yang harus kulakukan?”

 

“Siapa yang kau maksud?” pria bernama Jungshin itu balas bertanya dengan heran. “Gadis bernama Joohyun yang sering kau bicarakan itu?”

 

“Ia sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu. Ia selalu menyembunyikan sesuatu sejak kematian Jungmo hyung, membuatku hampir gila karena mencemaskannya,” kata Yonghwa. Ia kini menyandarkan badannya sambil memejamkan mata karena lelah. “Dan hari ini aku sama sekali tidak bisa menghubunginya.”

 

“Astaga, hyung, kenapa kau bersikap seolah-olah kau tidak bisa menghubunginya selama seminggu? Tenanglah, barangkali handphone-nya mati karena kehabisan baterai,” kata Jungshin sambil tertawa kecil dan kembali memusatkan perhatiannya pada bass yang sedang dipegangnya. “Aku belum pernah melihatmu seperti ini sebelumnya. Pria yang sedang jatuh cinta memang selalu bertingkah luar biasa.”

 

“Apa maksudmu?” Yonghwa mendelik menatap Jungshin.

 

“Oh, ayolah, aku bisa menebaknya sejak pertama kali kau menyebut nama gadis itu,” Jungshin memutar kedua bola matanya. “Aku memang belum pernah bertemu dengannya, tapi dari caramu bercerita tentang gadis itu, raut wajah dan sorot matamu ketika menyebut namanya, tidak perlu menjadi seorang jenius untuk menyimpulkan bahwa kau sangat menyukainya.”

 

Yonghwa terdiam. Ia tidak menyangka bahwa orang lain bisa mengetahui perasaannya semudah itu. Pertanyaan lain muncul di kepalanya. Apakah Joohyun juga mengetahui perasaannya terhadap gadis itu selama ini?

 

“Ah, tak mungkin,” Yonghwa menggelengkan kepalanya. Ia kembali bangkit dan berjalan menuju jendela, menatap keluar dengan tatapan kosong.

 

“Kenapa kau tak pernah menyatakan perasaanmu padanya?” tanya Jungshin.

 

“Kau tahu betul kenapa,” jawab Yonghwa pendek.

 

“Karena Jungmo hyung?” tanya Jungshin lagi. “Hyung, aku tak bermaksud kasar, tapi Jungmo hyung sudah meninggal dua tahun lalu.”

 

“Aku tahu,” Yonghwa menjawab dengan getir. “Tapi sepertinya ia tidak pernah meninggalkan hati dan pikiran Joohyun. Dan Joohyun tidak pernah memberiku kesempatan. Ia menghilang begitu saja beberapa minggu setelah pemakaman Jungmo hyung. Bisa menemukannya kembali setelah dua tahun adalah suatu keajaiban bagiku.”

 

Jungshin terdiam. Ia menatap Yonghwa yang sedang memunggunginya. Ia sudah mengenal Yonghwa sejak mereka duduk di bangku SMA. Pria yang sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri itu selalu terlihat keras, ceria, dan menyenangkan. Namun ia bisa berubah drastis menjadi seorang pria yang sangat berbeda ketika menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan gadis yang bernama Seo Joohyun. Jungshin belum pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya karena dulu mereka bersekolah di SMA yang berbeda, tapi seperti yang tadi dikatakannya, ia tahu bahwa Yonghwa sudah lama menyimpan perasaan khusus pada gadis itu, meskipun gadis itu sudah memiliki kekasih yang tak lain adalah kakak sepupu Yonghwa sendiri, Jungmo.

 

Tiba-tiba ia dikejutkan oleh gerakan tiba-tiba dari arah jendela. Yonghwa mendadak menepukkan tangannya dan berbalik, seperti baru saja teringat sesuatu yang sangat penting.

 

“Hyung, ada apa?” tanya Jungshin kaget.

 

“Aku baru saja teringat sesuatu,” kata Yonghwa. Ia lalu terburu-buru membereskan barang-barangnya. “Sepertinya aku tahu di mana dia berada. Jungshin-ah, aku harus pergi sekarang. Besok aku akan menghubungimu lagi.”

 

Sebelum Jungshin sempat mengatakan apa-apa, Yonghwa sudah bergegas pergi meninggalkan tempat itu, meninggalkan Jungshin yang melongo sendirian.

 

***

 

“Kita sudah melihat bar, istal kuda, kandang ayam, dan kandang sapi. Kita juga sudah menyusuri lapangan rumput yang mengelilingi peternakan ini. Apa lagi yang ingin kau lihat, Kyuhyun sunbae?” tanya Joohyun.

 

Keduanya tampak agak kelelahan setelah menghabiskan sore itu dengan mengelilingi peternakan, tapi tak bisa dipungkiri bahwa keduanya merasa gembira dan bersemangat.

 

“Aku ingin sekali menyusuri perbukitan di daerah ini, tapi hari sudah senja dan sepertinya kau sudah merasa lelah, karena itu sebaiknya kita kembali saja ke penginapan,” jawab Kyuhyun.

 

Joohyun mengangguk setuju. Mereka berdua pun kembali berjalan beriringan menuju penginapan.

 

“Apakah kau sudah mendapatkan foto-foto yang kau inginkan, sunbae?” tanya Joohyun.

 

“Aku mendapatkan banyak foto bagus sore ini, tapi sepertinya aku belum cukup puas,” jawab Kyuhyun sambil mengamati hasil pekerjaannya.

 

“Bolehkah aku melihatnya?” tanya Joohyun lagi.

 

Kyuhyun tersenyum jahil dan menjauhkan kameranya dari jangkauan Joohyun. “Tidak boleh, Nona Seo. Kau baru boleh melihatnya nanti setelah aku selesai mengumpulkan foto-foto dari tempat ini,” jawabnya dengan suara misterius.

 

“Kenapa kau selalu bersikap begitu?” Joohyun tertawa sambil memukul lengan Kyuhyun dengan bercanda.

 

“Memangnya kapan aku pernah bersikap begini?” Kyuhyun membelalakkan matanya.

 

“Ketika pemotretan di Taman H tempo hari kau juga bersikap begini, kau lupa?”

 

“Ketika itu aku akhirnya menyerah dan mengizinkanmu melihat hasil pekerjaanku, tapi kali ini aku tidak akan semurah hati itu.”

 

“Ah, kau ini!” Joohyun akhirnya menyerah, tapi ia masih tertawa.

 

Masih sambil bercakap-cakap dan tertawa-tawa, keduanya akhirnya tiba di penginapan. Wanita pemilik penginapan menyambut mereka sambil tersenyum lebar. “Kalian sudah kembali rupanya. Sepertinya kalian sangat menikmati jalan-jalan sore kalian?” tanyanya dengan pandangan penuh arti.

 

Kyuhyun tertawa sopan. “Pemandangan di sekitar sini sangat indah. Aku juga sangat menyukai suasana di peternakan Anda. Aku sama sekali tidak menyesal sudah datang kemari, sungguh,” katanya.

 

“Ah, kau ini, peternakan dan penginapan kami tak seberapa bagus. Kau mengatakan itu hanya karena kau belum pernah mengunjungi peternakan sebelumnya,” kata wanita itu sambil mengibaskan tangannya, namun dari raut wajahnya terlihat jelas bahwa ia senang mendengar pujian Kyuhyun. “Ayo lekas masuk dan hangatkan diri kalian di ruang duduk. Makan malam akan kuhidangkan sebentar lagi.”

 

Kyuhyun dan Joohyun pun berjalan menuju ruang makan yang menjadi satu dengan ruang duduk. Mereka hanya perlu menunggu sebentar karena beberapa menit kemudian wanita pemilik penginapan menyusul masuk sambil membawa satu baki penuh dengan makanan. Kyuhyun dan Joohyun menatap makanan-makanan tersebut dengan takjub.

 

“Wah, apakah ini semua untuk kami? Banyak sekali, ahjumma, kami kan hanya berdua?” tanya Joohyun dengan mata melebar.

 

“Ah, benar juga, sedari tadi aku ingin bertanya sesuatu. Apakah yang sedang menginap di sini hanya kami berdua? Aku tidak melihat orang lain sejak tiba di sini,” kata Kyuhyun.

 

“Penginapan ini baru ramai ketika musim liburan. Di akhir pekan seperti ini, biasanya hanya ada lima atau enam orang tamu dan kali ini hanya kalian berdua lah tamuku,” jawab pemilik penginapan sambil meletakkan piring-piring di atas meja. “Anggap saja kalian adalah tamu kehormatanku. Lagipula aku senang memasak banyak-banyak. Nah, selamat menikmati makan malam kalian. Kalian bisa memanggilku bila membutuhkan sesuatu.”

 

“Wah, luar biasa sekali makanan-makanan ini,” kata Kyuhyun setelah pemilik penginapan pergi meninggalkan mereka berdua. Ia lalu mencoba sesendok sup dari mangkok terdekat. “Joohyun-ah, apakah aku yang sedang merasa sangat lapar ataukah memang sup ini enak sekali?”

 

“Masakan ahjumma memang sangat enak,” Joohyun menyetujui. “Rasanya tidak berubah sejak setahun lalu. Atau bahkan bertambah enak? Ah, entahlah, mari kita makan saja.”

 

Selama beberapa menit kemudian, hanya terdengar suara mengunyah dan denting sendok di ruang makan itu. Keduanya sibuk menikmati makanan tanpa mengucapkan sepatah kata pun hingga akhirnya piring-piring dan mangkuk-mangkuk yang ada di hadapan mereka kosong tak bersisa.

 

“Perutku kenyang sekali. Kurasa ini adalah hidangan makan malam terbaik yang pernah kumakan dalam sebulan terakhir,” kata Joohyun. “Ditambah lagi aku sedang berada di Pulau Jeju. Aaah, menyenangkan.”

 

“Kau melupakan satu hal,” kata Kyuhyun sambil mencondongkan badannya dengan wajah serius.

 

“Apa itu?” Joohyun menatapnya dengan penasaran.

 

“Kau menikmati hidangan ini bersamaku. Tidak sembarang orang bisa memperoleh kesempatan langka seperti ini,” jawab Kyuhyun dengan mata berkilat jenaka. Ia kemudian tertawa melihat wajah Joohyun yang melongo. “Aku hanya bercanda. Aaah, tapi memang kurasa ini juga hidangan makan malam terbaik yang pernah kunikmati. Masakan ahjumma memang sangat enak. Seandainya saja aku bisa memakan makanan seperti ini setiap malam dan bukannya mie instan.”

 

“Apa? Kyuhyun sunbae, kau setiap malam memakan mie instan?” Joohyun terkejut.

 

“Tentu saja tidak setiap malam, hanya ketika aku sedang malas keluar untuk membeli makanan,” jawab Kyuhyun. “Tapi bisa dikatakan aku cukup sering memakan mie instan.”

 

“Kau tidak boleh terlalu sering makan mie instan. Itu sangat tidak menyehatkan!” nada suara Joohyun mendadak menegas dan wajahnya tampak cemas. “Kau harus lebih memperhatikan kesehatanmu, sunbae.”

 

Kyuhyun terdiam. Ia tahu bahwa Joohyun adalah gadis yang baik dan sopan, tapi ia tidak bisa mencegah jantungnya yang kembali berdegup kencang ketika gadis itu mengekspresikan kekhawatirannya akan kesehatan Kyuhyun. Sudah banyak orang yang mengguruinya untuk lebih memperhatikan kesehatannya, termasuk ibunya sendiri, Jungsoo, dan Victoria, tapi sepanjang ingatannya baru sekali ini ia merasa tersentuh sekaligus senang.

 

“Apa yang kaupikirkan, Kyuhyun? Dia memang gadis yang baik dan penuh perhatian pada siapa saja, bukan berarti dia memperhatikanmu atau menganggapmu spesial!” ia berkata dalam hati. “Lagipula bukankah dia orang yang sangat mementingkan kesehatan? Sudah wajar jika ia menyuruhku lebih peduli pada kesehatanku.”

 

Raut wajahnya langsung berubah menjadi kecewa, membuat Joohyun merasa heran. “Ada apa, sunbae?” tanyanya.

 

“Apa? Tidak, tidak apa-apa,” secepat kilat Kyuhyun mengubah ekspresi wajahnya. Ia pun berusaha mengalihkan pembicaraan. “Ngomong-ngomong apa yang membawamu ke Pulau Jeju, Joohyun-ah?”

 

Kali ini, Joohyun yang terdiam. Pandangan matanya tampak menerawang. Ia ragu bagaimana sebaiknya menjawab pertanyaan itu. Tepat ketika ia memutuskan untuk mengelak seperti yang biasa dilakukannya setiap kali Yonghwa atau Taeyeon menanyakan hal-hal seperti itu, sesuatu menghentikannya. Ia menatap Kyuhyun, yang masih menunggu jawabannya dengan sabar. Sesuatu memberitahunya untuk tidak mengelak lagi kali ini.

 

“Aku … kemari untuk memenuhi janjiku pada seseorang,” jawab Joohyun.

 

“Siapa? Ahjumma?” tanya Kyuhyun.

 

Joohyun tersenyum lembut dan menggelengkan kepalanya. “Bukan. Ia tidak tinggal di sini. Ia … bahkan sudah tidak ada lagi di dunia ini,” jawabnya perlahan.

 

Kyuhyun langsung menyadari siapa yang dimaksud Joohyun. Ia seketika merasa luar biasa menyesal, terlebih ketika ia melihat mata Joohyun yang kini menyorot sedih.

 

“Astaga, aku … maafkan aku, aku tidak bermaksud … yah, lupakan saja apa yang baru kutanyakan padamu. Maafkan aku,” ia berkata dengan gugup.

 

“Tidak apa-apa, Kyuhyun sunbae, kau tidak perlu merasa tidak enak begitu,” Joohyun cepat-cepat menjawab. “Aku sama sekali tidak apa-apa, sungguh. Jangan merasa bersalah.”

 

Keduanya lalu sama-sama terdiam dengan canggung. Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa, begitu pula dengan Joohyun. Akhirnya mereka hanya duduk di kursi masing-masing tanpa berani menatap mata satu sama lain.

 

Keheningan itu akhirnya dipecahkan oleh Kyuhyun yang berkata, “Ini memang masih pukul 8 malam, tapi sepertinya aku ingin berbaring di kamar. Acara jalan-jalan sore tadi ternyata cukup melelahkan bagiku. Selain itu aku ingin mengamati ulang foto-foto yang telah kudapatkan. Kau juga sebaiknya segera beristirahat, Joohyun-ah.”

 

Joohyun mengangguk. “Ya, kurasa aku juga akan kembali ke kamarku sekarang,” katanya, lalu bangkit berdiri.

 

Mereka berdua berjalan bersama-sama menaiki tangga. Tepat sebelum memasuki kamarnya, Joohyun menoleh memandang Kyuhyun dan tersenyum sambil berkata, “Selamat malam, Kyuhyun sunbae.”

 

“Selamat malam. Beristirahatlah,” Kyuhyun membalas senyuman Joohyun.

 

Beberapa menit kemudian Kyuhyun sudah berbaring di atas tempat tidurnya sambil memandangi langit-langit. Dengan gusar, ia menutup matanya dengan tangannya dan bergumam pada dirinya sendiri, “Bagus sekali, Cho Kyuhyun, kau baru saja merusak malam yang menyenangkan tadi dengan membuatnya kembali teringat akan masa lalunya.”

 

Ia menghela napas panjang dan membalikkan badannya dengan gelisah. Sebelah tangannya lalu meraih kamera yang terletak di meja di sebelah tempat tidurnya. Ia pun duduk dan melihat ulang foto-foto yang berhasil ia kumpulkan. Sebagian besar foto itu hanya memuat gambar pemandangan dan peternakan, jarinya dengan cepat menekan tombol di sisi kamera untuk melihat foto-foto yang berikutnya.

 

Namun tiba-tiba jarinya berhenti menekan tombol. Perhatiannya tertuju pada sebuah foto yang baru saja muncul. Di foto itu, Joohyun sedang memunggungi kamera sehingga hanya rambut panjangnya yang tertangkap kamera. Ia beralih pada foto selanjutnya. Di foto itu, Joohyun menoleh ke belakang, melemparkan senyumnya yang cemerlang ke arah kamera. Tanpa sadar, lagi-lagi kedua sudut bibir Kyuhyun tertarik ke atas, membentuk sebuah senyum lembut. Ia semakin menyadari – dan akhirnya mengakui – bahwa tampaknya ia memang benar-benar tertarik pada gadis itu.

 

***

 

Langit sudah mulai terlihat terang ketika Kyuhyun terbangun. Ia meraih jam tangannya dan mengetahui bahwa saat itu sudah pukul 6 pagi. Sambil meregangkan ototnya, ia bangkit dan membuka jendela lebar-lebar, menghirup udara pagi yang terasa dingin dan sangat segar. Samar-samar ia mendengar suara sapi melenguh, disertai suara ayam yang ribut berkotek. Ia menyandarkan kepalanya di sisi jendela, menikmati suara-suara dan hawa khas peternakan yang menyapa inderanya.

 

“Menyenangkan sekali bangun pagi-pagi di peternakan seperti ini,” gumamnya.

 

Ia tetap diam dalam posisi itu selama kurang lebih lima belas menit, sebelum akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Sambil mengambil kameranya, ia bertanya-tanya apakah Joohyun sudah bangun dan bersedia menemaninya jalan-jalan sambil memotret lagi.

 

Dengan perlahan, ia mengetuk pintu kamar Joohyun. “Joohyun-ah, apakah kau sudah bangun?” tanyanya. Karena tak terdengar jawaban dari dalam, ia kembali mengetuk lebih keras. “Joohyun-ah?”

 

“Kyuhyun-ssi, kau mencari Joohyun-ssi?” terdengar suara wanita pemilik penginapan dari lantai bawah.

 

Kyuhyun pun melongokkan kepalanya ke arah ruang duduk di lantai bawah dan melihat wanita itu sedang sibuk menyapu. “Oh? Selamat pagi, ahjumma. Apakah Joohyun sudah bangun?” tanyanya.

 

“Ya, dia tadi bangun pagi-pagi sekali dan sudah meninggalkan penginapan untuk berjalan-jalan,” jawab wanita pemilik penginapan. “Setahun lalu ia juga selalu bangun pagi-pagi dan berjalan-jalan sendirian menyusuri daerah ini. Ah, ngomong-ngomong apakah sebaiknya sarapan kuhidangkan sekarang atau nanti saja?”

 

“Nanti saja, ahjumma. Aku juga ingin berjalan-jalan sebentar sebelum sarapan,” jawab Kyuhyun.

 

Ia lalu menuruni tangga dan beberapa detik berikutnya sudah berjalan di tengah udara pagi yang masih terasa dingin. Hatinya dipenuhi rasa kecewa karena ternyata Joohyun sudah terlebih dahulu meninggalkan penginapan tanpa dirinya.

 

“Jangan-jangan ia jadi membenciku karena percakapan semalam? Astaga, apa yang harus kulakukan?” dengan gusar ia mengacak-acak rambutnya. “Tapi … tunggu dulu. Aku juga belum mengajaknya pergi pagi ini, jadi aku tidak bisa langsung menarik kesimpulan. Lagipula bukankah tadi ahjumma mengatakan bahwa setahun lalu ia juga melakukan hal yang sama di pagi hari?”

 

Masih terus bergumam pada dirinya sendiri, ia tidak benar-benar memperhatikan ke arah mana ia berjalan. Ketika tersadar, ia sudah berada di puncak bukit. Selama beberapa detik, ia melupakan Joohyun karena merasa kagum akan pemandangan yang terhampar di hadapannya. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat keseluruhan peternakan tempatnya menginap, padang rumput dan pepohonan di sekitarnya, dan ia bahkan bisa melihat laut di kejauhan. Ia pun segera mengangkat kameranya dan tenggelam dalam kesibukan memotret.

 

Setelah puas memotret di puncak bukit, ia pun kembali melanjutkan perjalanannya menuruni lereng bukit, melewati banyak pepohonan dan padang rumput. Beberapa saat kemudian, ketika ia membelok memasuki bagian lereng yang agak tersembunyi, sesuatu menarik perhatiannya.

 

Ia melihat sebuah pohon yang berdiri di tengah-tengah padang rumput. Tidak ada pohon lain di sekitarnya. Pemandangan itu sangat indah dan mengingatkannya akan pemandangan yang pernah dilihatnya dalam suatu drama. Dengan langkah perlahan, dihampirinya pohon itu. Ia kemudian menyadari bahwa pemandangan yang dapat dilihatnya dari situ sangat indah. Pohon itu berdiri di lereng bukit yang landai, namun perlahan mulai menjadi terjal. Dari tempatnya berdiri, ia dapat melihat pemandangan yang hampir sama indahnya seperti yang dilihatnya tadi di puncak bukit. Bahkan warna biru laut pun dapat terlihat lebih jelas dari sana.

 

Ia berdecak kagum dan langsung sibuk memotret sekelilingnya. Dan tiba-tiba kameranya menangkap sesuatu yang bergerak dari balik pohon. Ia pun mengitari pohon untuk mencari tahu apa itu dan betapa terkejutnya ia ketika melihat apa yang ditemukannya.

 

 

(bersambung ke chapter berikutnya)


76 thoughts on “Captured in His Heart. (chapter 9)

  1. sesuai janji, chapter 9 publish-nya cepet hohoho. itung-itung aku minta maaf karena udah hiatus selama beberapa bulan kmaren. sekali lagi maaf ya. *bows*
    chapter 10 bakalan mulai kutulis malem ini, semoga selesainya bisa secepet chapter 9. ^^

    Like

  2. kira” ada aph yh di balik pohon itu , yah udh tbc ajh lanjutan.a jgn lama” yh eonni .
    gag sbar nnguiin perkembangan hub seokyu .
    bhsamu bgus bget eonn
    \(>_<)/

    Like

    1. makasih. ^^
      tapi kaya’nya kemampuan menulisku agak menurun nih, abis baca ulang dari chapter 1. huhu semoga bisa semakin ningkatin gaya tulisan + imajinasi. >_<

      Like

  3. Wohoww
    Kerennnn =D
    Kekee

    Hmm . Yg d balik pohon itu seo bkan ya?? =D
    perbanyak seokyu moment ya =D

    Selalu d tunggu part selanjutnya =D

    Like

  4. Wieh serasa liat drama2 Korea,,keren…

    Penggambaran seting tempatnya sumpah keren abis jadi seakan-akan kita bener-bener ngerasain suasana romantis tempat itu,,KEREN….

    Kelanjutannya semoga cepet,,,aq tunggu…

    Like

    1. waah makasih pujiannya, tapi aku masih harus banyak belajar dalam tulis-menulis kok. ^^
      makasih yah udah mau baca + komen.

      Like

    1. hehe tunggu aja yaa. joohyun pasti ntar ngebuka hatinya buat kyuhyun kok … eh atau buat yonghwa ya? hohoho. *ketawa evil*

      Like

  5. Siapa yg ada dibalik pohon itu?semoga seohyun..heheh..

    Yong sama vic gk usah nyusul k ulau jeju ya..heheh..bisa mengehancurkan moment seokyu..heheeh..

    Ditunggu kelanjutannya ya chingu..semoga lebih cepet dri part 9 ini..hehehe

    Like

  6. akhirnya chapter 9 publish jg , assek .
    wah itu yong oppa tau ya seo onnie dmna ? seru nih kayanya , kyu – seo – yoong .
    d tunggu kelanjutannya chingu~

    Like

    1. blom tentu juga sih yonghwa tau joohyun ada di mana, kan kali aja dia ternyata salah duga hehehe pokoknya tunggu aja chapter selanjutnya. ^^

      Like

  7. Yg dibalik pohon itu apa? Yonghwa kah?
    Aku suka bahasamu chingu, kayak baca novel.
    Ini masih panjang ya? Aku gregetan Seokyu gak cepet2 jatuh cinta padahal udah mulai ada getaran2 itu.

    Like

  8. eh…??
    jadi penasaran…??
    apa ya yg ada dibalik pohon itu ??

    lanjutttttttttttttt!!!!!!!!!!!

    chap 10 nya jangan lama2 ya !!!!

    Like

  9. selalu penasaran sama FF ini,, itu pasti seohyun deh yang dibalik pohon…
    ayo author udah gak sabar baca chapter berikutnya

    Like

  10. wah udh publish nh yang ke 9
    Kira kira siapa kah yang ditemukan kyuppa??
    Jadi penasaran >_<
    Tata bahasa nya bagus banget eonni
    Daebak deh pokok nya
    Ku tunggu kelanjutannya ya eonni😀

    Like

  11. chingu, sedih ngeliat seomma seperti itu, seomma sabar yaa evil kyuppa sebentar lagi berubah jadi angel, haha yang akan setia menjaga seomma.
    chingu lanjutannya jangan lama-lama, bisa penasaran tiap hari. HWAITING!

    Like

    1. waah reader baru, makasih ya udah mau baca. udah baca chapter sebelum-sebelumnya blom btw? klo berkenan, baca chapter lanjutannya ya hehe makasiih. ^^

      Like

  12. author-ssi!!!
    seneng banget ama seokyu moment d chpter ini..
    nulis chpter 10 nya yg cepet yahhh
    udah g sabar nihhh… oh ya!!! si yonghwa itu d buat kesasar aja dahhh
    BT dehh ada org k 3!!!
    hohoohoho

    Like

    1. hahaha orang ketiga itu justru yang bikin seru loh. insya allah yonghwa ga akan dibikin nyebelin kok, tapi klo victoria hmmm ga janji yaa, LOL. *ditimpukin fans victoria*

      Like

  13. author…. sungguh keren abbis !!!!
    cepet ya chapter 10 nya… ga sabbar banget.
    buat yong and vic jangan ganggu URI SEOKYU. huh?

    Like

  14. annyeong~
    aku..
    huwaaaaa mianhae
    aku selama ini jadi silent readers😦
    aku udah baca dari part 1 , tapi baru komen di part 9
    jeongmal mianhae😦
    aku tertarik buat ngomen sama ngasih semangat buat authornya hehehe

    ahh kau tau author?
    ff nya bagus banget >.<
    aku ampe terbawa suasana *halah
    SEOKYU is the best
    tapi itu si iyong itu tuh..ganggu aja ih!
    selalu ada pihak ke 3
    ahh biarkan…pihak ke 3 itu biasanya setan /PLAKK
    hahha
    sumpah author!! ff ini bikin emosi *karena ada pihak ke 3 yang ganggu SEOKYU -.-* , gregetan, senyum2 sndiri , plus penasaran😀
    authornya berbakat , aku iri😦

    well author~!!
    Fighting ya buat chapter 10 nya
    semoga besok udah pubish
    aku very nungguin (?) xDD
    auuthor-ssi, FIGHTING~!! \(^o^)/

    Like

    1. wah seneng banget deh klo ada yang ngasih komen super panjang begini. ^^
      mulai sekarang jangan jadi silent reader lagi ya, aku seneng banget soalnya klo banyak komentar yang masuk, bikin makin semangat nulis.
      makasih banget pujiannya, tapi jujur masih banyak banget kok yang harus kupelajarin, tulisanku masih agak jauh dari bagus. >///<
      hehe para pihak ketiga justru blom mulai ganggu, ntar pas mereka udah mulai beraksi baru deh kerasa gregetannya, tunggu aja ya. sekali lagi makasiih banget udah komen. ^^

      Like

  15. Lanjuuuttt..
    Perbanyak seokyu moment dong author..
    Aku dpet feel.a baca ff ni, cpa kah yg d.lihat kyu? Seo kah? Atau seo dan yonghwa?
    Hmmm… Next chapt jgn lama” y…

    Like

  16. nah gini dong thor chapter 9 nya cepet :p
    seperti biasa, ff nya emang bagussssss banget hihi.
    eh eh itu yang diliat ama kyu apa? seohyun?
    chapter 10 ditunggu yaa😀

    Like

    1. hehe iya soalnya kmaren idenya lagi lancar banget ngalir, trus mood nulis lagi tinggi, makanya bisa cepet.
      makasih ya pujiannya, aku masih harus belajar banyak kok tapi. sampai ketemu di chapter 10 ya. ^^

      Like

  17. Omooo \hugsyou~
    omg seobaby he’s captured in your heart eh?? Even you can’t lie.,, omg baby he’s so into you.., please get closer
    jalan2 terus woy., demen deh \huhuhu aku juga mau jalan2 sama kyu, dipoto2 candid sama kyu~ hihi\ \muntah
    itu lol ibu penginapannya😀😀 astaga buuuuu I LOOOOVE you for 3 reasons. 1.membiarkan mereka menuju kamar berdua saja 2.ngasi kyu kamar di depan seo 3.ibu bijak ^^ langsung paham kelakuannya kyu
    sebenernya seo ada janji apa sih?
    Kyu liat apa? Mungkin seo, sedang pingsan, terluka, atau apalah.
    Mr jung & ms song ga mungkin nyasar dong,, pasti nyusul kan?
    Aduh ini masih lama…pengen cepet lamaran, cepet nikah😉 \kicksmeh\

    Like

    1. lho kan udah dikasitau di chapter sebelumnya klo ga salah? joohyun dulu janjian ma jungmo mau ke pulau jeju bareng di musim gugur, tapi ga pernah kesampean karena jungmo udah meninggal. akhirnya sejak jungmo meninggal dia ke pulau jeju tiap musim gugur buat menuhin janji walaupun cuma sendirian.
      hahaha enaknya yonghwa ma victoria nyusul ga ya ke pulau jeju? klo ga nyusul ya kurang seru atuh, tapi tapi tapi hmmmm liat ntar deh.
      buseeett nikah mah masih lama neng hahahaha.

      Like

      1. uhuhuhu maafkan akuuuu. aku lupa janji itu😉
        lha trus apa? karena ga kesampean jadi seo aja yang tiap tahun ke pulau jeju? hohohoho😀😀 kalo gitu tahun depan pindah haluan ! ke pulau bali sama kyu !
        iya iya datengin aja itu orang dua, \tidak takut\ hahahaha \tidak takut tapi ntar kalo uda baca rusuh sendiri\😀😀

        Like

  18. wuah udh kluar lanjutannya,,tch yg ditemuin Kyu apa ych??
    jgn2 c Seo lg knp2 lg,,
    chingu,,kpn nech moment pernyataan cinta mereka udh gga sabar,,^_^ tr takut c Seo direbut Yonghwa trz c Kyu direbut Nicole,,lanjutannya cepet ych^_^

    Like

  19. ayayay akhirnya part. 8 dan 9 publish jugaaaa >_<
    saya penggemar berat ini lho!! ditungguin dari jaman jebot kapan part. 8 nya keluar.. kemana aj sih thor?? sampe hampir lupa saya sama ceritanya T.T

    setiap mau komen abis baca pasti lupa deh, jadi ya saya ngomen disebagian karnyanya aja. miaaaaan *bow

    makin kesini, makin romantis thor. agak sedikit bingung dengan masalah seo nya. nanti kalo udah terbongkar jelas, tolong jelaskan dengan sejelas-jelasnya ya thor. supaya saya yang oon ini ngerti.. hehe
    hwaiting ^^

    Like

    1. waa makasih udah mau komen. ^^
      di next chapter komen lagi yaa, semakin banyak komen masuk, aku semakin semangat nulis kelanjutannya.
      masa lalu joohyun kemungkinan bakalan kebongkar di chapter 10 atau 11, tunggu aja ya.

      Like

  20. Hallo authoorrrr, ceritanya makin keren!!! sumpah bikin gregetan mereka nih, Seo… Kyu…. kalian itu pasti nanti sama2 suka dan cintaa #halah Yoong dan Vic please jgn ganggu hubungan keduan insan itu #PrayForSeokyu. Aku beras baca novel loh….. ._. Pokoknya FF ini bener – bener keren!!! aku menunggu lanjutan FF ini dgn segera😄 kkkkkkk~

    Like

  21. huwoooakhirnya ini muncul jugakk~
    ahh~ suka deh mreka ketemu tiba2 gitu itu namanya jodoh😄
    terus apa yg ditemukan ko aget?? uu penasaran,,
    lanjutannya jangan lama2 yaa ^^

    Like

  22. update: chapter 10 baru jadi 4 halaman. chapter 9 ini panjangnya 13 halaman, jadi nampaknya chapter 10 publish-nya masih agak lama, let’s say seminggu lagi. bersabar yaa. ^^

    Like

  23. waaaa! Author daebak!!
    Tuh kan ceritanya seru bangeeet!
    Oh ya, maaf yaa aku ga comment di part 7 sama 8.
    Jadi comment nya langsung disini aja ya?
    Pokoknya over all awesome !

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s