DeerYoong~FisHwae


DeerYoong~FisHwae

cast : Yoona, Donghae, Kyuhyun, Seohyun, Yuri
genre : Family, Friendship, Romance
author : Elfishysparkyu

“Apa ini?” heran Yoona mendapati kartu ucapan biru laut tergeletak manis dimeja kerjanya.

Yuri yang duduk tepat disebelahnya hanya menggeleng pelan. “Saat aku datang itu sudah ada dimejamu.”

Perlahan Yoona membuka kartu ucapan itu. Hanya terpampang sebuah gambar rusa kecil dan tulisan ‘I miss you DeerYoong’

Deg..
“DeerYoong?” Yoona bergumam sendiri.

“Kenapa?” Yuri mengambil kartu ditangan Yoona itu. “Tidak ada nama pengirimnya? DeerYoong? Sepertinya kau punya pengagum rahasia.” tuturnya.

Yoona hanya tersenyum tipis. “DeerYoong?” tanyanya sendiri. “FisHwae?” desisnya tertahan.
Mungkinkah dia?

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Ayolah noona, nanti aku akan mengantar Seohyun pulang. Janji tidak akan kemalaman.” rengek Kyuhyun, meminta ijin mengajak Seohyun keluar ternyata susah sekali.

“Tidak, kemanapun Seohyun pergi harus bersamaku. Kau belum cukup dewasa untuk aku percaya.” tegas Yoona.

“Bicara soal dewasa aku sudah 20 tahun noona.”

“Itu soal usia tapi sikap.. ” Yoona memperhatikan Kyuhyun dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Kau masih kekanak-kanakan.” ujarnya.

“Onnie..” lirih Seohyun. Ia tersenyum memelas pada Kyuhyun. Meminta namja itu untuk memahami sikap kakaknya.

“Noona, sampai kapan kau melarangku pacaran dengan Seohyun?”

“Sampai kau bisa merubah jalan pikiranku. Lagipula Seohyun masih terlalu kecil untuk pacaran.”

Yoona akan menyeret Seohyun memasuki rumahnya. Namun langkahnya tertahan saat Kyuhyun kembali berucap.

“Seohyun kan sudah kuliah noona. Kau saja pacaran saat masih kelas dua SMP.”

Yoona benar-benar terpaku ditempatnya. Kalimat terakhir Kyuhyun itu seakan telah menyihirnya. “A.. Apa katamu? Kau tahu darimana?” tanyanya terbata.

Kyuhyun hanya tersenyum simpul.

Yoona melirik Seohyun. Seohyun hanya menatapnya tak mengerti. Benar juga, itu kira-kira 10 tahun yang lalu. Sepertinya Seohyun sama sekali tidak tahu tentang itu. Saat itu ia masih kecil jadi ia belum begitu paham.

“Yah, Kyuhyun. Kau tahu darimana?” tanya Yoona lagi.

“Tentu saja aku tahu noona. Aku akan memberitahumu asal aku boleh mengajak Seohyun pergi.” tawar Kyuhyun.

Yoona berpikir sejenak. Bisa saja ia dipermainkan bocah ini.

“Kau tidak percaya padaku noona?” Kyuhyun seperti bisa membaca pikiran Yoona. “Bagaimana dengan DeerYoong~FisHwae?” lanjutnya.

Lagi-lagi berhasil membuat Yoona terbelalak. “Siapa kau? Apa yang kau tahu?” tanyanya.

“Semuanya.” Kyuhyun menarik tangan Seohyun dari genggaman Yoona. “Makanya biarkan kami pergi nanti aku akan memberitahumu semuanya, termasuk FisHwae.”

Yoona semakin membatu ditempatnya. Ia bahkan terlalu lengah hingga membiarkan Kyuhyun dan Seohyun pergi menjauh dari hadapannya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Yoona melangkah gontai memasuki pasar malam itu. Dua orang dihadapannya saling bercengkrama mesra sejak tadi. Itu membuatnya jengah sendiri.

Ia menghembuskan nafasnya berat. Sepertinya ia dipermainkan oleh Kyuhyun. Rasa penasarannya terpaksa menuruti tingkah dua bocah yang sedang pacaran itu. Dan lebih gilanya lagi kenapa juga ia mengikuti mereka.

“Seohyun, ayo kita pulang saja.” ajaknya, ia sudah sangat bosan.

“Tapi onnie.. ”

“Noona, kenapa kau tergesa-gesa. Tenang dan diamlah.” potong Kyuhyun cepat.

Yoona mendecah jengkel. “Kau mempermainkanku?” tanyanya.

“Tidak noona.” Kyuhyun tersenyum sesaat. “Hyung, kebetulan kita bertemu disini.” sapanya, ia beralih ke arah lain. Ke arah namja dibelakang Yoona.

“Kau sedang apa Kyu?”

“Aku sedang berkencan dengan pacarku. Ayo kukenalkan padanya.” pinta Kyuhyun, namja itu mengikutinya.

Yoona melirik sekilas. Ia menajamkan pandangannya. Dan ia mendapati sosok itu.
Deg..
“Ini tidak mungkin.” batinnya. Ia memalingkan wajahnya. Menata helaan nafas, detakan jantung, dan desiran hatinya.

“Seohyun, kenalkan ini Donghae hyung. Hyung, ini Seohyun pacarku.” tutur Kyuhyun. Ia tersenyum geli melihat Yoona yang salah tingkah sendiri.

Donghae dan Seohyun hanya saling membungkuk dan tersenyum sekilas.

“Noona, kau kenapa?” tanya Kyuhyun sengaja, karena sepertinya Yoona tidak siap dengan kejutan ini.

“Kau tidak ingat aku DeerYoong?” yang ini Donghae juga sengaja. Semua sudah direncanakan.

Yoona tetap membatu. Ia tersenyum kecut. “Ingat.” ucapnya kaku. Perasaannya campur aduk saat ini.

“Baiklah seperti janjiku noona, ayo Seohyun.” ajak Kyuhyun, ia menarik Seohyun. Disaat Yoona masih linglung seperti ini, ia cepat memanfaatkan situasi.

“Heh, kemana kalian?” teriak Yoona, tapi percuma Kyuhyun dan Seohyun sudah terlanjur menjauh.

Dan kenapa rasanya jadi canggung seperti ini saat hanya berdua dengan Donghae. Apakah bertemu mantan pacar harus secanggung ini. Tapi ini pertama kalinya setelah hampir 10 tahun, wajar kan..

“Lebih baik aku pulang saja.” ucap Yoona akhirnya. Ia hendak berbalik tapi Donghae menahannya.

“Yoong, sudah disini kenapa pulang? Ayo ikut denganku.” pintanya. Tanpa persetujuan Yoona ia menarik tangan gadis itu.

“Apa?” ucap Yoona tercekat. Ia bingung, kaget, hingga hanya bisa menurut pasrah.

~

“Kau mau?” tawar Donghae pada gula kapas yang baru dibelinya.

Yoona hanya menggeleng pelan. Kenapa rasanya seperti dejavu. Gula kapas, kembang api, balon warna-warni, aneka permainan anak-anak, dan orang disebelahnya ini. Benar, 10 tahun lalu ia pernah seperti ini. Bukan pernah, tapi sering sekali ia dan Donghae pergi ke pasar malam seperti ini.
Dibiarkannya kedua bola matanya kembali menikmati suasana ini. Dan tanpa sadar ia tersenyum sendiri.

“Kau masih menyukainya kan DeerYoong?”

“Heh? Apa?” Yoona buru-buru tersadar dari lamunannya.

“Kau masih suka pasar malam seperti ini kan?” ulang Donghae.

“Tidak, aku sudah tidak pernah lagi pergi ke pasar malam.”

“Kenapa?”

“Karena aku bukan anak kecil lagi. Bagiku ini terlihat kekanak-kanakan.”

Mereka terus berjalan melewati berbagai macam stan. Harus diakui, Yoona begitu menikmati suasana ini. Bukan karena orang disampingnya. Tapi karena sudah lama sekali ia tidak menikmati sensasi seperti ini dihatinya.

“DeerYoong.. DeerYoong.. ” ucap Donghae berulang-ulang, entah apa maksudnya.

“Jangan memanggilku seperti itu. Aku bukan lagi Im Yoona yang kau kenal saat berumur belasan tahun.” decah Yoona. Entah kenapa ada sedikit perasaan lain jika mengingat DeerYoong~FisHwae. Rasa kesal mungkin, atau marah, kecewa, entahlah, hanya Yoona yang tahu.

“Siapa yang memanggilmu?” elak Donghae. “Aku hanya bicara sendiri. DeerYoong itu cinta pertamaku. Dia suka sekali memanggilku FisHwae. Rasanya sudah lama sekali tidak mendengar panggilan itu.”

“Jangan harap aku memanggilmu seperti itu lagi.” tegas Yoona.

“Siapa juga yang menyuruhmu memanggilku FisHwae? Kau ini, kenapa sewot sendiri sejak tadi?” heran Donghae. Benar yang dikatakan Kyuhyun, Yoona yang sekarang adalah Yoona yang menunjukkan sisi angkuhnya. Ternyata ia memang sudah melewatkan banyak hal tentang gadis ini.

“A.. Apa kau yang mengirim kartu ucapan ke kantorku?” tanya Yoona, ia baru ingat tentang itu.

“Apa ada orang lain yang memanggilmu DeerYoong?”

Yoona langsung paham kalau jawabannya iya. “Apa tujuanmu melakukannya?”

“Tidak ada tujuan apapun. Aku hanya merindukan pacar pertamaku. Apa salah?”

“DeerYoong dan FisHwae hanya cinta monyet masa lalu.” decah Yoona.

“Tapi terlalu indah untuk dikenang kan?”

“Tidak, aku sudah melupakannya. Semua sudah berakhir 10 tahun yang lalu.”

“Kata siapa sudah berakhir? DeerYoong dan FisHwae belum berakhir. Tidak ada kata putus diantara mereka.” ujar Donghae seakan membicarakan orang lain.

“Ne, memang tidak ada kata putus diantara mereka. Tapi semua sudah berakhir saat lulus SMP dan FisHwae meninggalkan DeerYoong begitu saja entah kemana.”

“Jadi kau marah karena aku meninggalkanmu Yoong?” tanya Donghae.

Itu membuat Yoona jengkel sendiri. Ia tidak tahu harus menjawab apa. “Lama-lama kau menyebalkan seperti Kyuhyun.” ucapnya. Dan kemudian ia tersadar. “Apa hubunganmu dengan Kyuhyun? Kenapa dia bisa tahu semuanya?”

“Oh, Kyuhyun memang tetanggaku sejak lama. Tapi aku pindah ke Namwon. Saat aku kembali lagi ke Seoul, aku tidak sengaja mengetahui kalau dia memacari adikmu. Ya sudah, aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Aku hanya ingin mencari DeerYoongku kembali.”

Mendengar ini sedikit ada rasa perih di hati Yoona. “Kau pikir kau siapa bisa keluar masuk kehidupanku sesuka hatimu? Kau pikir kau siapa bisa datang dan pergi seenakmu sendiri?” tanyanya.

Donghae sedikit tertegun mendengar ucapan Yoona itu. Apakah tanpa sadar ia pernah melukai gadis ini?

“Sudahlah, aku mau mencari Seohyun.” Yoona mempercepat langkahnya.

Donghae mengikutinya. Ia memandang punggung gadis itu sambil terus berpikir, adakah sisi lain gadis ini yang tidak ia ketahui.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Kyuhyun oppa, aku tidak pernah menyangka kita bisa seperti ini. Akhirnya ada juga yang bisa menaklukkan Yoona onnie.” Seohyun tersenyum kecil. “DeerYoong~FisHwae, aku bahkan tidak tahu tentang itu.” imbuhnya, ia masih sibuk memakan gula kapasnya.

“Mungkin ini jalan yang dibukakan Tuhan untuk kita. Seohyun, itu..” tunjuk Kyuhyun pada bibir Seohyun yang sedikit belepotan terkena sisa gula kapas. Ia lalu menyekanya dengan ibu jarinya. Itu membuat Seohyun tersipu sendiri.

“Gomawo oppa.” ucap Seohyun, ia masih merona malu.

“Apa yang kalian lakukan?” pekik Yoona, sontak membuat Kyuhyun dan Seohyun tersentak kaget. “Jangan-jangan tadi kau akan mencium Seohyun? Berani-beraninya kau mencium adikku sembarangan.” ia mulai asal menuduh.

“Tidak noona.” sanggah Kyuhyun, karena yang sebenarnya memang tidak.

“Onnie, kenapa kau bisa berpikir begitu?” imbuh Seohyun.

“Seohyun, kau itu terlalu polos. Gampang diperdayai rayuan namja. Mungkin tadi dia belum menciummu. Tapi kalau aku tidak datang tepat waktu, dia pasti sudah melakukannya.”

Kyuhyun dan Seohyun hanya saling pandang dan mendesah jengah.

“Sudahlah Yoong, biarkan saja mereka berciuman. Mereka sudah cukup dewasa untuk melakukannya. Kau saja melakukan ciuman pertamamu saat masih berumur 15 tahun.” ujar Donghae enteng.

Itu membuat Yoona bagai tersambar petir. Ia termangu, membisu, dan tak sanggup membantahnya.

“Benar itu hyung?” tanya Kyuhyun, ia menyeringai usil pada Yoona.

Donghae hanya mengangguk kecil. Tapi itu cukup membuat Yoona semakin tak bisa berkata-kata. Kenapa juga ia harus mengatakan hal itu.

Yoona menghela nafas berat. “Kau memang menyebalkan seperti Kyuhyun.” desisnya jengkel.

“Kenapa bawa-bawa aku?” ujar Kyuhyun tak terima.

“Seohyun, ayo kita pulang saja.” Yoona langsung menarik tangan Seohyun dan menyeretnya pergi. Ia sudah cukup lelah. Dalam kurun waktu beberapa jam saja, perasaannya sudah jungkir balik tak karuan.

Seohyun hanya menurut pasrah dan membungkuk sekilas pada Kyuhyun dan Donghae. Dua manusia itu hanya terbengong melihat adegan kakak beradik itu.

Donghae mengenyakan dirinya disebelah Kyuhyun. “Kelihatannya tidak mudah untuk membuka hatinya lagi untukku.”

“Hyung, kau tidak boleh menyerah begitu saja. Kau harus yakin hyung. Dulu kau bisa mendapatkannya, sekarang kau pasti bisa. Semangat hyung, perang baru akan dimulai.” Kyuhyun malah heboh sendiri.

“Perang apanya? Ini jauh lebih sulit dari perang korsel-korut sekalipun.” ujar Donghae asal. “Rasanya susah sekali untuk memenangkan hatinya.”

“Bersabarlah hyung, aku akan membantumu. Kita berjuang bersama. Ini satu-satunya jalan agar aku bisa leluasa berhubungan dengan Seohyun.”

“Ne, kita berjuang.” Donghae menepuk-nepuk bahu Kyuhyun, namja yang sudah dianggapnya sebagai dongsaengnya sendiri itu.

~ ~ ~ ~ ~ ~

~Mawar kuning untuk DeerYoong~

Yoona membaca note yang terselip dalam setangkai mawar kuning yang tergeletak dimejanya. Ia langsung tahu ini perbuatan siapa.
Diciumnya bunga ditangannya itu. Mawar kuning memang bunga kesukaannya sejak dulu.

Yuri yang baru datang dari toilet langsung heboh menghampirinya. “Aku tahu siapa orangnya. Aku melihatnya sendiri tadi pagi saat dia menaruh mawar itu dimejamu. Kami sempat mengobrol sebentar.” ucapnya.

Yoona menatapnya bingung. “Maksudmu? Dia menaruh sendiri ini disini?” tanyanya tak percaya.

Yuri mengangguk. “Siapa dia? Bukankah dia pegawai baru disini. Tapi beda divisi dengan kita.”

“Dia bekerja disini?” lagi-lagi Yoona memekik tak percaya.

“Ne, itu yang aku tahu dari orang-orang. Siapa dia?” Yuri mulai jengkel karena Yoona tak kunjung menjawab pertanyaannya.

“Mantan pacar.” ucap Yoona, datar dan pelan.

“Mantan pacar yang mana?” Yuri semakin penasaran. “Bukankah mantan pacarmu hanya Yesung?” ucapnya hati-hati. Ia takut Yoona tidak suka jika ia menyebut nama itu.

“Pacar pertama, cinta pertama. Sudahlah, ini memalukan untuk diingat.”

“Apa ini tandanya kau akan kembali lagi padanya?”

“Apa?” Yoona langsung menaruh mawar yang sejak tadi dipegangnya. “Kami baru saja bertemu lagi. Masih terlalu jauh untuk memikirkan itu.”

“Aku rasa sudah waktunya kau untuk memikirkan masa depan.”

“Apa maksudmu? Aku baru 25 tahun, kau saja yang setahun lebih tua dariku masih tenang-tenang.”

“Kenapa bawa-bawa umur?” Yuri terbahak sendiri.

Yoona ikut tertawa. “Kau yang mulai.”

“Ne, tapi tenanglah masih ada yang jauh lebih tua dari kita.” ucap Yuri, ia memberi isyarat dengan mengedipkan sebelah matanya.

Yoona langsung paham kalau yang dimaksud adalah Leeteuk. Sang pegawai senior yang duduk diseberang mereka. Dan ia tak kuasa untuk berhenti tertawa saat Leeteuk menatapnya bingung.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Yoona duduk di halte bus seorang diri saat sebuah mobil menghampirinya.

“Masuklah Yoong.”

Lee Donghae. Yoona tetap tak bergeming dari tempatnya.

“Apa perlu aku menyeretmu masuk? Atau menggendongmu seperti dulu?”

Bicara apa dia itu? Yoona menghentak-hentakkan kakinya kesal. Tapi pada akhirnya ia menurut juga.
Perlahan ia memasuki mobil itu.

“Apa ini?” pekiknya mendapati fotonya bersama Donghae dulu terpampang manis di atas dashboard.

“Kenapa?” heran Donghae, ia menginjak pedal gasnya pelan.

“Buang saja, ini memalukan.”

“Memalukan apanya? Ini kenangan Yoong.”

Kenangan katanya? Yoona semakin cemberut. Difoto itu tampak ia masih berumur belasan tahun dengan rambut dikuncir dua. Dan itu terlihat norak untuknya sekarang.

Mobil itu terus melaju pelan menyibak jalanan Seoul di kala senja. Dua orang didalamnya hanya saling diam dan membisu.

Donghae berdehem kecil untuk memecah keheningan. “Aku dengar kau sempat akan menikah Yoong?” tanyanya.

“Ne, tapi batal.”

“Kenapa?”

“Ada hal yang membuatku tidak bisa bersamanya.” jawab Yoona klise, ia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya. Biarlah hanya ia dan Tuhan yang tahu kedalaman isi hatinya.

“Benar sekarang kau bekerja dikantorku?” tanya Yoona, tujuannya agar Donghae tak bertanya lebih jauh lagi.

“Ne, lantai 11. Aku di HRD.”

“Jadi kau bekerja pada manajer Shindong si pemakan segala itu?” Yoona tergelak sendiri.

Donghae menatapnya bingung.

“Iya, manajer Shindong yang gendut dan rakus itu.” Yoona semakin tertawa geli.

Donghae hanya mengangguk dan tertawa kecil. Bukan yang dituturkan Yoona yang membuatnya ikut bahagia. Melainkan senyum gadis itu. Senyum yang sudah lama sekali ia rindukan.

“Besok aku akan menjemputmu Yoong.” ucap Donghae setelah menurunkan Yoona tepat didepan rumahnya.

Yoona mengangguk setuju. Rasanya seperti kembali ke masa itu. Masa dimana setiap hari Donghae selalu menjemputnya ke sekolah. Namun saat itu mereka berboncengan naik sepeda.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Yoona memain-mainkan gantungan kunci ditangannya. Gantungan bertuliskan DeerYoong~FisHwae.
Bukan hanya gantungan ini, kaos, stiker, bahkan kalung imitasi dengan liontin FisHwae, semua masih ia simpan rapi.
Yoona tersenyum sendiri mengingatnya. Yang dilakukannya dulu benar-benar khas seorang abg.

“Onnie.. ”

Buru-buru dijejalkannya barang-barang itu ketempatnya semula. Sebuah kotak yang bertahun-tahun menyimpannya rapi.
Tapi terlambat, Seohyun lebih dulu melihatnya.

“Apa itu onnie?”

“Ah, tidak apa-apa.” elak Yoona.

Tapi Seohyun terlanjur penasaran. Ia meraih kalung berliontin tulisan FisHwae dengan kening mengkerut penuh tanda tanya.

“Onnie.. ??” desisnya. Ia lalu meraih benda-benda lainnya. Dan Yoona mau tidak mau tetap membiarkannya.

“Yoona onnie, kenapa aku tidak pernah tahu ini?” tanyanya lagi, kali ini dengan memegang kaos kuning bertuliskan DeerYoong.

Yoona hanya tersenyum tipis, senyum tidak tulus. “Ini sungguh memalukan kan Seohyun?”

“Apanya yang memalukan? Ini manis sekali onnie.”

Lagi-lagi Yoona mengekeh kecil. Kemudian mendesah singkat. “Aku menyimpannya selama 10 tahun. Bodoh ya aku?” ia seakan tak habis pikir dengan apa yang dilakukannya.

“Onnie, apa maksudmu?” tanya Seohyun tak mengerti.

“Tidak apa-apa.”

“Apa kau akan menjalin hubungan lagi dengannya onnie? Cinta lama bersemi kembali.” Seohyun tersenyum menggoda.

“Aku tidak tahu Seohyun. Biarlah semua mengalir seperti air. Semua akan terjawab seiring berjalannya waktu.”

“Kau masih punya sedikit perasaan padanya kan onnie? Setidaknya bukalah hatimu untuknya agar kau bisa melupakan Yesung oppa.”

Yoona menautkan kedua alisnya kemudian tertawa kecil. Baginya yang diucapkan Seohyun itu terdengar sangat lucu. Membuka hati untuk Donghae agar bisa melupakan Yesung? Itu lucu sekali.

“Seohyun, tadi malam aku mendengar kau menelepon berjam-jam. Siapa? Kyuhyun kan?” tanyanya berusaha mengalihkan pembicaraan.

Seohyun menggelembungkan pipinya dan mengangguk. Ia malu karena ketahuan oleh Yoona.

“Apa yang kalian bicarakan tengah malam buta seperti itu? Apa belum cukup kalian pacaran dikampus tanpa pengawasanku?” imbuh Yoona, ia pura-pura mendelik jengkel pada Seohyun.

“Onnie.. ” rengek Seohyun.

“Ne, aku tahu. Aku juga pernah seumurmu. Asal kau jangan mengkhianati kepercayaanku saja.”

Seohyun menatap Yoona tak percaya. Apa ini artinya?? Ah, tapi ia ragu dan tak mau berharap lebih.

“Aku takut kalau aku terlalu keras padamu lama-lama kau akan berontak Seohyun. Dan akhirnya nanti jadi tidak baik. Aku akan mengijinkanmu pacaran dengan Kyuhyun dan kalian harus jaga baik-baik kepercayaanku.” tegas Yoona.

Senyum sumringah kian terukir dibibir Seohyun. Ia lalu beranjak memeluk Yoona. “Terimakasih onnie.” ujarnya riang.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Aku tidak mau Seohyun, kalian pergi saja. Aku malas.” Yoona semakin menimbun tubuhnya dibalik selimut.

“Onnie, aku sudah janji pada Kyuhyun oppa dan Donghae oppa.”

Yoona mendesis jengkel. “Kalian memang kekanak-kanakan. Aku mengijinkan kau pacaran dengan Kyuhyun saja harus dirayakan dengan makan malam. Huh…” gerutunya.

Ringtone chocolate love mengalun nyaring dari handphone Yoona. Seohyun melirik sekilas handphone yang tergeletak dimeja itu. ‘FisHwae calling… ‘
Ia tersenyum penuh arti.
Yoona segera menyambar handphonenya itu. Tapi tak segera diangkatnya, ia terus menggenggamnya erat. Entah kenapa, ia malu pada Seohyun karena dihandphonenya tertulis FisHwae. Padahal Seohyun bersikap biasa saja.

“Kenapa lama sekali Yoong?” suara diseberang sana sudah mengomel-ngomel tidak jelas bahkan sebelum Yoona sempat berkata Yeoboseyo.

“Ada apa?”

“Tak apa. Hanya mengingatkan cepatlah bersiap-siap karena kami akan segera menjemput kalian.”

Yoona melirik Seohyun yang masih tersenyum padanya. Kemudian berujar lagi. “Ne, walaupun sebenarnya aku malas. Ini kekanak-kanakan.” katanya.

“Ayolah Yoong, sekali-kali turuti mereka. Kau seperti tidak pernah muda saja.”

“Iya, baiklah.” ucap Yoona akhirnya.

Klik.. Dimatikannya handphone hitam itu dan dilemparnya asal.

“Apa harus Donghae oppa yang minta baru kau mau onnie?” tanya Seohyun menggoda.

Yoona mendecah tak peduli. “Aku mau mandi.. ”

“Mandilah onnie dan dandanlah yang cantik.” Seohyun mendorong punggung Yoona pelan hingga menghilang dari balik pintu kamar mandi.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Kita jadi terlihat seperti babysitter.” oceh Yoona asal. Daritadi ia terus saja menuruti keinginan Kyuhyun dan Seohyun. Makan malam, nonton film, dan sekarang entah apalagi yang akan dilakukan mereka.

“Kita pergi saja Yoong.” saran Donghae. “Aku juga lama-lama bosan.”

“Pergi kemana?”

“Terserah kau, jalan-jalan atau kemana?”

“Kita? Berdua?”

“Ne, Kenapa?”

“Tapi ini bukan kencan kan?” tegas Yoona.

“Memangnya kalau kencan kenapa?”

Yoona memanyunkan bibirnya. Selalu dan selalu ia akan kehabisan kata-kata jika berhadapan dengan Donghae.

“Ayolah.. Kita pergi ke taman bagaimana? Seperti dulu Yoong.”

“Tidak mau, aku bukan lagi remaja yang senang pacaran ditaman. Lagipula malam-malam banyak nyamuk.” tolak Yoona, entah alasannya masuk akal atau tidak.

“Ya sudah kita pulang saja, tapi jalan kaki.”

“Apa?”

Donghae mengangguk. “Biar mobilku dibawa Kyuhyun. Toh kuncinya ada padanya karena sejak tadi dia yang menyetir. Kita jalan kaki saja seperti dulu Yoong. Kalau kau capek aku akan menggendongmu.”

Kenapa harus seperti ini? Kenapa harus selalu terbayang masa lalu.

“Apa kau sengaja membuka kembali lembaran-lembaran masa lalu kita?” tanya Yoona, ia menatap Donghae serius.

“Apa kau tidak suka?”

Yoona menggeleng. “Kenapa kau kembali lagi?” tanyanya.

“Aku sudah pernah bilang kan? Untuk memiliki DeerYoongku kembali. Meskipun sepertinya itu sulit.”

“Sudahlah, ayo pulang.” Yoona mulai mengayunkan langkahnya.

Donghae terdiam sejenak, sebenarnya apa yang dipikirkan gadis ini. Dan kemudian ia mempercepat langkahnya untuk menjejeri Yoona.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Boleh aku duduk disini?”

Yoona yang tengah sibuk menghabiskan makan siangnya hanya mengangguk.

“Donghae-ssi, kata Yoona dulu kalian pacaran dua tahun ya?” cerocos Yuri yang sejak tadi duduk disamping Yoona.

Donghae mengangguk. “Dia memceritakannya padamu?”

“Ne, dia bilang kau cinta pertamanya, pacar pertamanya, ciuman pertamanya.” Yuri terbahak sendiri.

Yoona hampir saja tersedak mendengarnya. Segera diminumnya orange jus dingin yang menemani santap siangnya.

“Dia menceritakan semuanya padamu?” heran Donghae.

“Tentu saja.”

“Tapi aku bingung dengan sikapnya. Aku seperti tidak bisa membaca hatinya.” ujar Donghae seakan orang yang ia maksud tak ada didepannya.

Yuri mendesah. “Jangankan kau, dia sendiri juga bingung dengan perasaannya.” diliriknya Yoona.

“Yuri, kau dicari pacar berondongmu.” potong Yoona asal, ia tidak mau Yuri bicara lebih banyak lagi.

“Siapa? Minho maksudmu?” Yuri tergelak sendiri. “Aku sudah putus dengannya, dia sudah punya pacar lagi. Krystal atau siapalah namanya. Emm, baiklah aku pergi saja. Aku tidak akan mengganggu kalian.” ia beranjak berdiri tapi Yoona menahan tangannya.

“Maksudku bukan begitu.”

“Iya, aku tahu. Aku hanya ada urusan dengan Leeteuk.”

“Urusan apa?” Yoona berdecak sendiri karena Yuri sudah menjauh.

Donghae menatap Yoona lekat-lekat dan tersenyum simpul. “Apa kau benar tidak bisa membuka hatimu lagi untukku Yoong? Apa terlalu sulit untuk melupakan mantan pacarmu yang pergi meninggalkanmu itu? Apa kau selamanya menganggap hubungan kita dulu hanya cinta monyet masa lalu?”

Yoona tertegun. “Siapa yang mengatakannya? Seohyun?”

Donghae mengangguk kecil.

Yoona hanya diam. Kenapa semua orang salah sangka? Apa benar tidak ada yang bisa membaca isi hatinya. Haruskah ia membuka kesalahpahaman ini. Tapi ia juga masih meragu. Ia kalut, bingung, dan galau akan dirinya sendiri.

“Aku sibuk, aku harus kembali bekerja.” ia berusaha mengelak dan pergi dari cafetaria itu.
Meninggalkan Donghae dalam pemikirannya sendiri.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Onnie, boleh aku masuk?” wajah Seohyun menyembul dari balik pintu.

“Masuklah Seohyun.” Yoona menaruh buku yang sejak tadi dibacanya.

Seohyun duduk ditepi ranjang Yoona. Ia hendak mengatakan sesuatu tapi ragu.

“Seohyun, ada yang ingin kau katakan?” tanya Yoona, ia membaca gelagat gelisah Seohyun.

“Ne, onnie.”

“Apa?”

Seohyun mendesah ragu. “Apa kau memang tidak bisa melupakan Yesung oppa? Dia sudah meninggalkanmu onnie. Harusnya kau bisa mencari cinta yang lain.”

Yoona menatap Seohyun lekat-lekat. Dipegangnya tangan adiknya itu. “Apa selama ini kau beranggapan seperti itu Seohyun?”

“Tentu saja onnie. Kau masih mencintai Yesung oppa kan? Dia membatalkan pernikahan kalian begitu saja. Apalagi yang kau harapkan darinya?”

“Seohyun, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku memang tidak bisa mencari cinta yang lain, tapi bukan ini masalahnya.” Yoona harap Seohyun sedikit paham dengan penjelasannya.

“Lalu apa masalahnya? Yoona onnie, aku tidak mengerti.” Seohyun malah bersungut-sungut sendiri.

Yoona menghembuskan nafasnya berat. Lalu menutupi wajahnya dengan bantal yang sejak tadi dipeluknya.

“Onnie, lupakanlah Yesung oppa. Jangan buat Donghae oppa menunggumu.” pinta Seohyun, itu terdengar tulus sekali.

Yoona segera menyingkirkan bantal yang menghalangi pandangannya. “Seohyun, kau salah sangka. Aku cuma sedang bingung dengan diriku sendiri. Kalaupun aku membuatnya menunggu, anggap saja itu sebagai ganti aku yang telah menunggunya. Walau itu masih tak sebanding.”

“Yoona onnie, aku juga bingung sendiri jadinya.” ujar Seohyun jujur. “Lekaslah turun, Donghae oppa menunggumu.”

“Apa?”

“Ne, dia dibawah bersama Kyuhyun oppa. Jangan buat dia menunggu lebih lama lagi.”

“Jadi maksudmu dia menungguku, dia menunggu dibawah?”

Seohyun mengangguk. “Tapi dia juga menunggu untuk menggantikan posisi Yesung oppa dihatimu.”

Yoona menggigit bibir bawahnya. “Seohyun, sudah kubilang kau salah sangka. Kalian semua salah.” ia terdiam sejenak lalu kembali berucap. “Baiklah, akan kujelaskan yang sebenarnya.” ia beranjak dari ranjangnya tapi hanya mondar-mandir tidak jelas. Ia ingin keluar tapi tetap ragu.

“Onnie.. ” panggil Seohyun.

Yoona tak menyahut dan tetap berjalan kesana kemari.

Seohyun menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri, ia semakin tak mengerti.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Ada yang ingin Yoona onnie katakan.” ucap Seohyun, ia duduk disebelah Kyuhyun.

Sedangkan Yoona duduk disebelah Donghae. Semua mata kini tertuju padanya.

“Jangan melihatku, aku malu.” tuturnya.

Donghae tersenyum kecil. “Kau mau bilang apa Yoong?”

Yoona masih kelihatan ragu.

“Noona, apa kau mau kembali lagi pada Donghae hyung?” tanya Kyuhyun.

“Huh, diamlah Kyu. Jangan mengganggu konsentrasiku.”

Kyuhyun hanya mendecah. Bicara saja pakai konsentrasi. Ia lalu menyenggol Seohyun. “Dia mau bilang apa?” bisiknya.

“Sssttt… ” desis Seohyun.

Yoona berdehem sekejap. “Aku hanya ingin menjelaskan sesuatu. Tapi sebelumnya aku ingin bertanya lebih dulu. Apa selama ini kalian berpikir aku tidak bisa melupakan Yesung oppa?”

Seohyun dan Kyuhyun mengangguk.
Sedangkan Donghae berkata. “Sepertinya begitu Yoong.”

“Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?” tanyanya, kali ini pada Donghae.

“Karena kata Seohyun kau tidak pernah dekat dengan namja selain dengannya. Lalu saat aku datang kau bersikap dingin padaku. Kadang kau baik, kadang aneh, kadang angkuh.” jelas Donghae. “Kau seperti enggan membuka pintu hatimu lagi untukku Yoong.” lanjutnya.

“Itu salah, semua yang kalian sangka selama ini itu tidak benar.” ia menengadah untuk mengambil oksigen sejenak kemudian menunduk lagi. “Akulah yang membuat Yesung oppa meninggalkanku. Akulah yang membuatnya membatalkan pernikahan kami.”

“Maksudmu apa onnie?” tanya Seohyun bingung.

Yoona mengangguk. “Ne, aku yang membuatnya menunggu dalam ketidakpastian. Sedang aku juga masih terus menunggu sesuatu yang tidak pasti. Aku tidak mau memberinya harapan. Sedang aku sendiri masih berharap pada yang lain. Aku terus saja menunggu dan berharap pada sesuatu yang mungkin saja tidak nyata. Aku terus terpaku pada cinta masa lalu hingga menyia-nyiakan waktuku hampir 10 tahun.”

Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya sendiri. “Aku tidak mengerti yang kau katakan noona. Seohyun, lebih baik kita pergi saja.” ajaknya.

Seohyun menurut. Bukan karena ia juga bingung seperti Kyuhyun. Tapi karena ia mulai sedikit paham. Dan akan lebih baik jika meninggalkan Yoona dan Donghae berdua.

“Kau menungguku Yoong?” tanya Donghae. Ia sejak tadi menyimak benar apa yang dikatakan Yoona. Dan ia mampu menangkap maksudnya.

Yoona hanya tertawa miris. “Bodoh sekali ya aku?” desahnya.

“Jadi benar selama ini kau menungguku?” ulang Donghae, ia menatap Yoona lekat-lekat.

“Ne.. ” ucap Yoona lirih.

“Lalu saat aku datang kembali kenapa kau bersikap dingin padaku Yoong? Apa kau marah karena aku meninggalkanmu? Itu bukan kemauanku Yoong. Kepindahan tugas appa yang memaksaku meninggalkanmu.”

Yoona menggeleng pelan. “Aku hanya bingung dengan diriku sendiri. Aku seperti orang bodoh yang terus menunggu dan berharap padamu. Walaupun aku selalu berpikir bahwa DeerYoong dan FisHwae hanya sebuah cinta monyet. Tapi tetap saja aku tak bisa berhenti berharap. Kadang aku juga takut kalau harapanku akan sia-sia. Dan saat kau datang lagi aku semakin bingung dengan perasaanku. Aku senang, tapi ada juga rasa kesal dan marah.”

Donghae meraih dan menggenggam tangan Yoona erat. “Bukankah aku sudah disini Yoong? Yah, mungkin aku memang sudah membuang banyak waktu tanpamu. Tapi pada akhirnya DeerYoong-FisHwae akan tetap bersama. Jadi maukah kau membuka pintu hatimu lagi untukku DeerYoong?”

Yoona menggeleng pelan. “Tidak, bagaimana bisa aku membuka pintu hatiku kalau pintu itu tidak pernah tertutup untukmu.”

Donghae langsung tersenyum lega. Diusapnya kepala Yoona pelan. “Saranghae DeerYoong. Bisakah kau memanggilku FisHwae seperti dulu?” pintanya.

“Tidak mau, aku tidak mau terlihat lebih kekanak-kanakan dari Kyuhyun. Aku akan memanggilmu oppa saja, Donghae oppa.”

“Sekali saja Yoong. Aku sangat merindukan kau memanggilku FisHwae.”

“FisHwae.. ” ucap Yoona akhirnya, pelan sekali.

“Aku tidak mendengarnya DeerYoong.”

“FisHwae.. ” ulang Yoona, kali ini setengah berteriak. Kemudian ia menutup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya. “10 tahun lalu ini terdengar sangat manis, tapi sekarang ini sungguh memalukan sekali.” teriaknya.

“Baiklah, anggap saja DeerYoong~FisHwae adalah kenangan masa lalu. Yang ada sekarang hanya Donghae~Yoona.”

Yoona mengangguk setuju. “Ne, kenangan masa lalu yang terlalu indah untuk dilupakan.”

~ ~ the end ~ ~

*

*

*
Aku gak tau ini dipost kapan.. Tapi ini aku buat untuk ultahnya Yoong 30 mei..


28 thoughts on “DeerYoong~FisHwae

  1. PPPUAHAHAHAHA xdd
    seriously ini lucu baaaaanget \lmao

    HAPPY BIRTHDAY IM YOONA😎

    aduh aku mau komen banyak…ntar ah buka lepi dulu

    Like

    1. chinguyaaaa aku kangen *hug*
      ga penting juga si komennya😮 cuma mau menyebutkan part2 yang bikin aku ngakak😀
      kyu bocor gila😯 dan licik !!!!
      hae astaga, sama aja, ngapain itu bilang ciuman waktu umur 15 tahun😀
      yoong ngikutin seokyu kencan????? asli ngakak parah \lol\
      *eh aku juga suka mawar kuning😉 menurutku paling wangi. dan ini sudah ketiga kalinya aku makan arum manis dalam 7 hari terakhir >>>ga ada yang nanya ! *
      yul? yeah I know, go to teuki, beibeh🙄
      cinta monyet eh?? abg sekarang dan abg jaman dulu tu bedaaaa banget😉 hihihi lucu ah mereka
      trus, itu yang uda mau terakhir2, waktu yoong mau jelasin soal perasaannya, kenapa juga harus ada seokyu *waguuuu, tapi aku masih ngakak*
      dan dialog2 yoonhae, seperti biasa NICE !! \thumbs\ aku suka !😳

      sekali lagi IM YOONA SAENGIL CHUKHAEEEEEEEEE
      semoga… semoga… hehehehe😉😉😉😉 amin amin amin

      Like

  2. yoonhae lagi,, asik deh
    oia yoona saengil cukhae,, seokyu lucu bgt hahaha,,
    buatin Yoonhae sama Seokyu lagi ya author..
    good and nice FF

    Like

  3. Yoonhae FTW..
    Daebak… Oh.. My DeerYoong.. SarangHAE..
    Saengil chukae hamnida my Yoong…

    Bikin Yoonhae lagi ya..ya..ya..
    Kasihan Kyuhyun dibentak2 ama yoong *pelukkyu… (˘⌣˘)ε˘`)

    Like

  4. Omoooo Yoong…..^^
    Selalu suka ama FF yg castnya Yoona ama Kibum.. (cma curhat… xixii #plak abaikan)
    Wkwkwkwk LOL… masak seokyu pacaran.. Yoona ikutan si… ckckck ada2 aja kmu yoong..
    Nice FF^^
    FFnya bagus author🙂

    Like

  5. YoonHae still and always number 1😀 lucu.. Lucu.. Pyros & wires lengkap disini.. Hhah.. Request NC dong.. Wkwkw

    Like

  6. Wheee, sama seperti fanfic ini. Moga aj, our Yoong juga akan selalu menunggu Hae ya. Semoga Deeryoong & FisHwae bukan hanya sekedar moment manis yang akan menjadi kenangan, tapi moment yang memang akan selalu hidup sampai kapan pun.
    Btw, our Yoong sdkit jutek ya disni. Untung Hae ttp semangat buat bisa membuka pintu hatinya kembali. And, as usual. They live happily ever after.
    Lagi y chingu bikin ff YH. ttp semangat!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s